INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

Heart Attack (part 7)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author           : HK (leehana76)

Tittle                : Heart Attack (part 7)

Kategori          : Romance, Marriage life.

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

View original 4,254 more words

Just Dream?

Originally posted on AstreDiaries:

Warning! NC detected!

Jam terus beputar. Hari telah berganti. Satu bulan. Iya satu bulan telah berlalu. Yang rasanya seperti satu abad karena aku sama sekali tak tahu kabarmu.

Appa, Eomma, Oppa, bahkan Hye Jeong sudah berkali-kali mengetuk pintu kamar dan memanggilku. Bukannya aku tuli atau lumpuh. Tapi aku sama sekali tidak ingin bergerak jika itu bukan kau.

Kau pergi. Itu pukulan telak yang kau berikan padaku untuk kutelan mentah-mentah. Bukan. Bukan masalah jika kau pergi. Yang jadi masalah adalah…. Caramu pergi.

Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Kau telah berjanji menjagaku seumur hidup. Tapi kau bahkan sama sekali tidak memikirkan perasaanku saat memutuskan untuk pergi.

Kau tahu? Hatiku hampa. Bahkan sebelum aku sempat menghirup oksigen, jantungku yang masih terus berdetak ini, berkali-kali menghujam hati yang memang sudah terluka. Dan kau tahu bagaimana rasanya? Seperti kau sangat ingin menghentikan hentakkan jantungmu sendiri, hingga tak ada lagi yang bisa menyakiti hatimu yang…

View original 1,309 more words

Agasshi

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Yora
Cho Kyuhyun
Others…

The story Begin…

“AAAGGGHHHH ”  terdengar suara jeritan nyaring seantero rumah. “CHO KYUHYUN..” lagi suara itu berteriak.

“Ya Nona” jawab sang pria yang bernama Cho Kyuhyun. Berlari cepat menuju sumber suara.

“Apa yang terjadi? Kenapa mati lampu? Apa kita belum bayar?” Sederet pertanyaan meluncur bebas dari bibir tipisnya. Merasa kesal karena pekerjaan nya yang tinggal sedikit lagi selesai harus terhambat.

“Kemarin aku baru saja membayar listrik, air juga telepon kita nona. Sangat tidak mungkin jika listrik diputus karena belum bayar” jawab pria dengan kacamata tebalnya ini dengan memegang senter yang bisa sedikit memberikan cahaya.

Wanita muda ini mendengus kesal dan langsung mengambil telepon genggamnya yang berada tepat dihadapanya.

“ Tidakkah kau merasa bersalah padaku Kim Hecchul.?”  Kata-kata pertama yang ia ucapkan setelah orang diseberang sana menjawab panggilanya.

“Nona?”

“Apakah aku membayarmu selama ini hanya sia-sia? Apa yang kau lakukan selama…

View original 3,057 more words

Mistake Loving You 8

tumblr_lp9eboGlCS1qha97g

annyeong hallo semuaaa… part 8 thor bisa post lebih cepat karena minggu ini kuliah thor sedikit senggang jadi ya punya lebih banyak waktu untuk nyelesaiinnya. terima kasih buah yang sudah membaca ff ini dan berkenan memberikan komen serta kritiknya buat thor…

thor akan berusaha lebih baik lagi di part selanjutnya … Beri komen sebanyak-banyaknya dan tak lupa hantu typo ikut nimbrung Kkkkkk…

+++

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 8

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : +17

Genre              : Sad, Romance and no NC

Pengharapanku terhadap Tuhan kali ini hanyalah sebuah harapan kecil tentang takdirku yang mulai aku yakini. Jangan biarkan takdirku berbuat bodoh hanya karena ingin membahagiakanku_Kang Songgun

*

“cincin ..?”

Jiyog tersenyum lalu meraih tangan Songgun untuk dipasangkan dijari manisnya “kau suka ..?”

Songgun kaget “mwo ? Mata songgun berbinar “untukku …? nde aku menyukainya oppa … ini polos dan berkilau… gomapta” lalu Songgun mengecup sekilas dahi Jiyong

“cheonma chagi … kau harus selalu memakainya emm “ jiyong mengelus pipi Songgun

Songgun hanya mengangguk masih memperhatikan cincinnya

“kalau begitu, kau juga harus memakai cincin ini saat aku menemuimu dialtar pernikahan kita minggu depan”

“mwooo ?” mata Songgun berhasil membesar kaget “ja-jangan bercanda hemm .. eugh..” Songgun perlahan mengangkat pinggulnya melepaskan kontak mereka. Songgun kemudian mengambil kimono mandinya dilantai dan segera memakainya.

“siapa yang bercanda hem ? aku serius chagi “ jawab Jiyong memperhatikan Songgun yang kini menguncir rambutnya

“eommanim ? mereka sudah tau?” tanya Songgun berlalu kearah kamar mandi

“ani … aku belum memberi tau mereka”

“aish..” dengus kesal Songgun yang kini kembali lagi menghampiri Jiyong “pakai ini dulu oppa” Songgun memberikan handuk bersih untuk Jiyong

Jiyong bangkit “gomapta … “ Jiyong memasang handuk itu melingkar dipinggangnya “waeyo ? kau tidak suka em ?” Jiyong kembali menarik Songgun mendekat, membalikkan tubuh yeojanya itu dan langsung memeluknya dari belakang

“bukan begitu oppa … tapi – “ kata Songgun terhenti karena Jiyong mulai mengendus lekukan lehernya “emmp” Songgun menahan desahannya

Jiyong sudah sangat hafal bahwa kegiatan yang dilakukannya sekarang adalah cara paling cepat membuat Songgun diam dan mendesah. Tengkuk Songgun memang paling sensitif menurut Jiyong.

Cup cup

Jiyong mulai mengecupi leher Songgun hingga kebawah telinganya “aku tak mau mendengar protes hemm”

“mhhh nde “ Songgun menganggung dan memejamkan matanya sedikit terlena kembali dengan permainan Jiyong

Cuupp~

Jiyong mengecup dalam tengkuk belakang Songgun lalu membalikkan tubuh Songgun agar menghadapnya

“bagus .. jadilah bayi besar yang penurut emmm..” tangan kiri Jiyong masih melingkar dipinggang Songgun, sementara tangan yang lainnya ia gunakan untuk mengelus rambut Songgun “Sebenarnya ini yang membuat oppa tak bisa mengangkat telponmu chagi “

Songgun terdiam sesaat “ji-jinjja oppa?” mendengar perkataan Jiyong membuat Songgun merasa bersalah dan perlahan mengubah wajahnya menjadi sedih.

Jiyong mengangguk “jangan merasa bersalah seperti itu hemm ..” Jiyong mencubit pipi Songgun “harusnya oppa mengangkat telponmu agar tak membuatmu khawatir kan “

Entah kenapa, Jiyong harus menyalahkan dirinya sendiri untuk membuat Songgun tenang. Tapi, ini memang salahnya kan?

“mianhae “ kata Jiyong lembut serasa mengecup singkat kening Songgun

“kenapa tak bilang dari awal eoh .. kau membuatku menjadi orang jahat oppa “ Songgun memukul ringan dada bidang Jiyong

Jiyong membiarkan dada polosnya mendapat pukulan dari tangan yeojanya “nde orang jahat yang sexy lebih tepatnya “ Jiyong tersenyum miring menggoda Songgun saat menahan tangan Songgun

Seketika wajah Songgun memerah lalu menundukkan wajahnya “aishh oppaa.. kenapa selalu menggodaku” nadanya malu-malu

Jiyong menahan dagu Songgun menegakkan menghadapnya “wae ~? Apa tidak boleh menggoda anae ku sendiri ?” Jiyong lalu kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Songgun berniat untuk menciumnya

Tapi dengan cepat Songgun menahan dada Jiyong “hya … siapa yang kau sebut anae eoh.. kita belum menikah”

“tapi mulai sekarang kau harus membiasakan diri menjadi istriku emm “ Jiyong menarik tangan Songgun yang menghalangi dadanya kemudian ia lingkarkan di lehernya

Salah satu tangan Jiyong merangsek masuk kelekukan leher Songgun dan menarik tengkuk Songgun

Chup ~

“eummmppt” Jiyong kembali melumat bibir bawah Songgun ganas dan mengajak lidah Songgun membelit satu sama lainnya

Songgun yang masih kaget hanya pasrah karena mendapatkan ciuman panas tanpa aba-aba dari Jiyong.

Jiyong menangkup kedua pipi Songgun untuk menguasai bibir yeojanya itu melumat bergantian antara bibir atas dan bawah Sonngun

“eummp ..ughh” suara decapan bibir mereka akibat bibir dan cipakan saliva keduanya bersatu kembali terdengar nyari dikamar kedap suara itu.

Suasananya Songgun merasakan akan kembali memanas. Dengan agak keras Songgun mendorong dada Jiyong “ahhh” desah Songgun saat bibirnya berhasil terlepas dari hisapan kuat Jiyong

“kali ini cukup oppa” Songgun tersenyum mengusap sudut bibir Jiyong yang basah akibat salivanya

Jiyong mempoutkan pipinya tanda kesal. Tapi itu sebenarnya hanya dibuat-buat oleh Jiyong, ia ingin bermanjaan dengan Songgun “aishh baiklah “

Songgun mengacak-acak gemas rambut Jiyong yang sudah basah terkena keringat “oppa masih memakai warna ini ? kau tak bosan ?”

“ani … oppa hanya mengubah gaya rambut tapi tidak untuk warnanya. Wae ? kau ingin oppa merubah warnanya ?” jiyong masih melingkarkan kedua lengannya dipinggang Songgun

Songgun mengangguk “young peach terlihat segar oppa” kata Songgun merapikan poni Jiyong

“young peach ? ah baiklah oppa akan turuti semua permintaanmu emm “

Songgun tersenyum “sekarang bersihkan diri oppa dulu, akan ku carikan pakaian untuk oppa. Bagaimana bisa seorang bintang sepertimu tak bawa baju ganti saat berpergian hemm “ Songgun melepaskan tautan lengan Jiyong dipinggangnya

“kita mandi bersama em ?”

Songgun tak menjawab hanya menatap Jiyong tajam dengan mata kecilnya itu. Entah meskipun berkali-kali bercinta tanpa busana dengan Jiyong tapi Songgun masih merasa malu jika diajak mandi bersama oleh Jiyong.

Songgun merasa geli dan err

‘dalam keadaan normal saja Jiyong bisa menyerangku, bagaimana jika dalam keadaan mandi bersama ?, ia pasti akan menghajarku lagi’

Melihat Songgun tak bergeming dengan tatapannya membuat Jiyong tau jawabannya “baiklah-baiklah ..oppa mandi sendiri “

Chup ~

Jiyong mengecup singkat bibir Songgun lalu melangkah masuk ke kamar mandi Songgun yang ada disudut dekat pintu kamar Songgun.

Songgun kemudian tersenyum, ia lalu mengambil smartphonenya diatas nakas

“Nakata-san .. apa kau sibuk” tanya Songgun pada salah seorang pengawal pribadinya itu

“tidak nona … apa nona membutuhkan sesuatu” tanya balik Nakata

Songgun tersenyum lagi karena ia mendengar suara samar-samar nyanyian yang berpadu pada gemericik air didalam kamar mandinya. Itu tandanya Jiyong mulai mandi

“nde .. tolong pergi ke Boutiq Nari-san dan belikan aku setelan baju untuk Jiyong “

“oh baik nona … saya akan segera pergi”

Nakata tak perlu lagi menanyakan alamat dimana boutiq itu berada. Karena hampir setiap minggu Nakata mengantar nona mudanya itu untuk mengambil beberapa baju pesanannya

“terima kasih Nakata-san”

Setelah memutuskan telponya Songgun memunguti beberapa busana dalam miliknya dan kemeja serta Jiyong yang berserakan dilantai lalu ia masukkan kedalam box baju kotornya. Ia juga mengambil baju gantinya yang ia siapkan tadi yang juga terjatuh dilntai akibat permainan Jiyong. Songgun tak mungkin memakai baju yag sudah kusut kan ?

Setelah mendapatkan baju ganti lainnya dari dalam lemarinya, Songgun memutuskan untuk mandi juga di kamar mandi lain disalah satu kamar tamu yang berada dilantai bawah.

..

Sepuluh menit kemudian Songgun sudah siap dengan mengenakan blouse putihnya dan dress ungu magenta bermotif bunga miliknya. Rambutnya masih terurai berantakan akibat pengering rambut yang Songgun pakai untuk mengeringkan rambutnya tadi.

ia sebenarnya takut hanya menggunakan kimono mandi saat masuk kedalam. Bisa-bisa Jiyong akan terpancing lagi untuk menyerangnya tapi Songgun bisa bernafas lega karena Jiyong masih dikamar mandi. Jadi Songgun tergesa-gesa untuk menggati pakaiannya

Setelah selesai, Songgun melangkah mendekati meja riasnya dan duduk tepat didepannya lalu mulai memoleskan beberapa makeup tipis diwajahnya.

Cklek ~ pintu kamar mandi terbuka. Masih dengan penampilan yang sama saat masuk tadi, Jiyong mengenakan handuk putih yang terbelit menutupi daerah bawahnya saja. Yang membedakan adalah tubuh Jiyog yang mengkilap karena bebepara butiran air yang masih menempel dibebeara absnya.

“nde ?.. kau sudah mandi chagi ?“ kata Jiyong duduk diujung ranjang Songgun yang masih berantakan.

“emm.. aku mandi di kamar tamu oppa “ jawab Songgun melihat pantulan Jiyong dicermin yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“kau ingin pergi kesuatu tempat chagi? .. kajja kita pergi keluar” tanya Jiyong lagi mengampiri Songgun dan berdiri tepat dibelakang punggung

Songgun yang ingin mengoleskan lipsbam itupun menghentikan gerakannya “ini sudah senja oppa .. kau ingin jalan kemana em ?” lalu Songgun mulai lagi mengoleskan lipsbamnya

“kita pergi makan malam emm” Jiyong memainkah rambut Songgun lalu Jiyong menarik berdiri Songun dan menghadapkan kearahnya

“hya!!” songgun kaget karena Jiyong menariknya, lipsbam yang ia pakaipun melukis keluar melebihi ujung bibir Songgun“apa yang oppa lakukan ? kenapa mengagetkanku eoh ? lihat … lipsbamku jadi tak rapi”

Penciuman Jiyong mampu mencium aroma segar bah orange yang tercipta dari lipsbam yeojanya itu. Membuatnya ia kembali tergoda untuk melumatnya

“orange hemm? Apa aku boleh mencobanya chagi ” Jiyong mengelus bibir Songgun dengan jemarinya.

“mwo ? mencobanya ? oppa ingin memakai lipsbamku juga “ tanya Songgun polos membuat Jiyong mengerutkan dahinya

‘aneh sekali ?’ pikir Songgun dalam hati ‘ah mungkin bintang sepertinya sudah terbiasa menggunakannya’

“cha .. aku pakaikan nde “ Songgun mulai mendekatkan lipsbamnya itu ke bibir Jiyong

Jiyong menahannya “aish bukan itu maksudku changi “ Jiyong merebut lipsbamnya lalu ia letakkan diatas meja rias belakang Songgun

Songgun menggaruk kepalanya bingung “lalu ?”

Dengan cepat Jiyong menangkup kedua pipi Songgun “ige “

Chup

“eumppt” Songgun kembali membulatkan matanya karena kecolongan Jiyong kembali menyerangnya. Ia meronta mencengkram bahu Jiyong tapi Jiyong tetap tak bergeming dan masih asyik menghisap bibir bawah Songgun.

Rasa orange yang begitu dominan dibibir Songgun membuatnya tak bisa berhenti menjilati objek tak bertulang tersebut.

“eummm oppaaa emmpp” songgun mulai terlena dan perlahan memejamkan matanya. Ia merutuki dirinya sendiri kenapa ia begitu mudah kalah hanya dengan Jiyong memainkan bibirnya saja.

Jiyong terus menyesap bibir Songgun bergantian, serasa rasa orangenya yang mulai menghilang, Jiyongpun melepaskan ciumannya.

Songgunpun membuka matanya sedikit kecewa

“emmm.. aku mau lagi chagi” Jiyong kemudian mengambil lipsbam Songgun lagi dan mengolesinya berkali-kali dibibir Songgun. Kini bibir Songgun terlihat lebih mengkilap dan dengan cepat Jiyong kembali melumat panas bibir  Songgun

Jiyong langsung memejamkan matanya “eumm”

Kali ini Songgun tak mau pasif. Ia ikut membalas dengan melingkarkan lengannya di leher Jiyong dan menghisap bibir bawah namjanya saat Jiyong memainkan lidahnya didalam mulut Songgun

“uhhmmm”Songgun mengerang saat dengan keras Jiyong menghisap lidahnya dan mengajaknya berbelit denga lidah Jiyong

“ughh” keduanya menggerakkan kepala mereka kekanan dan kekiri untuk mencari posisi paling dalam untuk mengerjai bibir masing masing.

Tok tok tok

Indra pendengar keduanya menangkap suara ketukan pintu dari luar. Merekapun mau tak mau harus melepaskan kontak mereka. Meskipun Songgun sedikit kecewa tapi ia kemudian bersyukur karena mungkin Songgun akan kembali diserang Jiyong jika Songgun tak disadarkan dengan ketukan itu

“aishh mengganggu sekali “ dengus Jiyong kesal

Songgun tersenyum “itu pasti Nakata-san… tunggu sebentar em , bajumu sudah datang”Soggunpun mengurai tautan jemarinya yang melingkar dileher Jiyong dan berjalan kearah pintu lalu membukanya

Benar saja itu Nakata, ia memberikan sebuah paperbag putih yang didalamnya sudah berisi pesanan Songgun

“terima kasih.. oh ya siapkan mobil nde aku ingin kecafe malam ini” kata Songgun setelah menerima paperbag itu dari namja sipit yang sedikit lebih tinggi dan putih dari Jiyong.

“baik nona “ kata Nakata sebelum pergi

Songgun kembali menutup pintunya dan memberikan paperbag pada Jiyong “cha pakai ini oppa… “

Jiyong menerimanya “gomawo … apa benar kau ingin mengunjungi cafe ? aku ikut nde ?”

Songgun sedikit terdiam ‘apa tidak apa-apa membawa Jiyong ke cafe ?’

“ayolah …” rengek Jiyong

“aish baiklah oppa … tapi bagaimana jika fansmu membuat ulah ?”

“itu tak akan terjadi em “ jawab jiyong mengacak rambut Songgun lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju

“aku tunggu dimeja makan nde … oppa harus makan dulu sebelum pergi”

“nde !!… terserah kau saja “ teriak Jiyong dari dalam kamar mandi

15 menit kemudian setelah Jiyong dan Songgun menyelesaikan acara makan singkat mereka, keduanya bergegas menuju halaman depan yang disana sudah menunggu mobil Jaguard Songgun pemberian appanya dua tahun lalu.

“Satu kopi untuk satu tanda tangan. Ini promo yang aku berikan malam ini. Lets Go Baby …”

Tulis Jiyong pada akun SNS pribadinya yang melampirkan foto dirinya tengah berpose cute didepan cafe Songgun. Foto itu Songgun yang mengambilnya tepat setelah Jiyong memakirkan Songgun didepan cafe.

“kau akan mengadakan meet and great disana oppa ?”

“woaaa .. Jinjja … ? sangat beruntung sekali fans yang ada disana ?”

“itu tidak jauh dari tempat tinggalku oppa.. baiklah aku akan segera kesana “

“wahh… apa malam ini oppa akan menjadi pekerja paruh waktu . kkkk”

Tulis beberapa fans Jiyong yang langsung membombardir akun pribadi Jiyong itu. Baru beberapa menit Jiyong mempostnya tapi sudah ratusan bahkan hampir ribuan yang berkomentar.

Dan benar saja tidak selang dari satu jam, cafe Songgun sudah dipenuhi oleh banyak orang yang di dominasi oleh remaja putri Jepang. Sebenarnya tidak seberapa penuh, masih ada ruang untuk berjalan didalam cafe tapi jika dibandingkan dengan hari lain, malam ini cafe Songgun sedikit lebih berisik dan bercahaya.

Bagaimana tidak berisik, sesekali para fans Jiyong meneriaki nama idolanya yang kini tengan menggunakan topi telinga panda yang merupakan ikon cafe Songgun. Dan juga sedikit lebih bercahaya karena beberapa blitz camera fans yang sibuk mengabadikan moment keduanya

Jiyong begitu cekatan membantu Songgun dan beberapa staff cafe Songgun melayani pesanan dibalik meja counter.

Jiyong sedikit kualahan tapi untung saja Songgun selalu cepat mencatat pesanan disamping Jiyong. Dan bisa dipastikan antrian Jiyong lah yang paling panjang

“ini pesanan anda, 2 chocho tea dan satu chesee cake “ Jiyong tersenyum ramah saat memberikan pesanan kepada salah satu fans. “dan ini tanda tangannya “ Jiyong memberikan kembali photobook album terbaru Jiyong milik fansnya yang sudah ditandatangani

“wah Kamsahamnida oppa … Kau sangat tau bagaimana cara untuk menghabiskan waktu bersama dengan Songgun eonni dan membahagiakan fansmu di waktu yang bersamaan . “ Songgun yang berada disamping Jiyong tersenyum mendengarnya

Jiyong tersenyum lebih lebar “nde aku harus lebih menjaga malaikatku “ kemudian Jiyong merangkul bahu Songgun dari belakang menarik Songgun lebih dekat

“em Songgun eonni .. nan gwenchana ?.. aishhh aku sangat marah dengan penyerangan itu “

Songgun tersenyum ramah “gwenchana, hanya perlu perawatan kecil … Jiyong sudah menjagaku dengan baik “ kini Songgun tersenyum kearah Jiyong yang juga dibalas Jiyong

“em syukurlah eonni ..”

Jiyong lebih mengeratkan pelukan bahunya “apa kami tampak serasi “sekarang keduanya tengah mengenakan topi yang sama. Hanya saja terdapat pita merah muda yang terapit disalah satu telinga panda Songgun.

Fans tersebut mengangguk riang “nde sangat serasi ..oppa juga terlihat sangat cocok dengan kemeja yang kau kenakan” Fans itu memuji penambilan Jiyong yang kini mengenakan kemeja dark red berlengan pendek yang digulung sedikit lebih keatas oleh Jiyong

“jangan membuat kepala naga ini membesar emm “ kata Songgun dan kemudian ketiganya pun tertawa lagi

Lalu fasn ini terlihat tengah mengingat sesuatu “aku harus segera kembali .. appa menungguku diluar ”

“nde hati-hati dijalan dan titip salam untuk appamu ne “

“nde oppa … sayonara “ fans muda keturunan Korea-Jepang itu melambaikan tangan kearah keduanya saat menjauhi meja counter. Songunpun membalas lambaian tangan diikuti Jiyong yang melepas lengannya dibahu Songgun.

Dan mereka sudah harus kembali fans Jiyong berikutnya. Bisa dilihat antrian Jiyong sangat panjang hingga mengular keluar cafe. Untunglah semua berjalan tertib karena beberapa pengawal Songun juga ikut membatu mengatur antrian.

“hufff…” Jiyong menghempuskan nafas panjang lega saat duduk di sofa panjang milik Songgun yang berada diruangannya dilantai dua. “ughhh ini malam yang panjang chagi “ kata Jiyong merebahkan tubuhnya yang sesekali direnggangkan karena lelah.

Bagaimana tidak lelah, dirinya harus berdiri melayani pesanan dan memberikan tandatangan selama berjam-jam tanpa berhenti. Mungkin jika gambarkan, fans yang datang hampir mencapai seperempat dari rakyat Tokyo.

Songgun duduk disamping Jiyong dengan kedua tangannya membawa dua kaleng berisi sari jeruk yang Songgun ambil dari mini kulkas disudut ruangan ini.

“ide siapa ini emm … kau kan oppa ?” jawab enteng Songgun memberikan satu kaleng yang sudah dibuka

Jiyong bangkit “gomawo … sruupp” Jiyong langsung menenggak minuman itu hingga setengah habis “nde ini memang ideku .. ternyata sangat melelahkan mengadakan jumpa fans tanpa persiapan terlebih dahulu “

“hemmm “ hanya itu deheman Songgun mengelap kringat yang masih tersisa didahi Jiyong dengan sapu tangan Jiyong “besok kau harus kembali ke Korea emm ?” lanjut Songgun kemudian

Tadinya Jiyong yang memandang lekat Songgun perlahan memandang kecewa “aniyo .. aku menunggu eommanim dan appanim pulang dan akan membicarakan rencana pernikahan kita”

“aishh … mereka pulang dua hari lagi oppa .. kau akan mengabaikan album barumu eoh “

Jiyong menggeleng “ani .. besok oppa diundang disalah satu stasion tv di Jepang untuk membicarakan album baru oppa “

Songgun menyerngitkan matanya menyelidk “Gojimal ?”

“aniyo … ah tunggu sebentar “ Jiyong lalu merogoh saku jeansnya untuk mengambil smartphone “aku sudah menyetujuinya beberapa menit yang lalu “ Jiyong memperlihatkan email yang dikirim asistennya.

“kau sangat pintar oppa “ kesal Songgun

Jiyong tersenyum menang “tentu saja “ lalu ia kembali menyandarkan tubuhnya disandaran sofa Songgun dan menutup matanya dengan lengannya

“kau mengantuk ? kajja kita pulang oppa … biarkan aku yang menyetir “

Mendengar itu Jiyong membuka tutupan tangannya dimatanya “akh .. andwae … oppa tidak mengantuk … kajja kita pulang “ Jiyong langsung bangkit mengulurkan tangannya untuk menarik Songgun berdiri

“kau yakin oppa ?” tanya Songgun setelah berdiri

Cup

Jiyong mengecup singkat bibir Songgun “sangat yakin… berhenti bertanya atau aku akan menyerangmu disini  “ Jiyong menggandeng tangan Songgun mendekatkan wajah mereka

“aihh .. baiklah otak yadong … kajja “ Songgun menjauhkan wajahnya yang sedikit merona dan mulai berjalan duluan, tapi selangkah kemudian langkah Songgun yang akan membuka knop pintu terhenti karena deringan suara telpon dimeja kerjanya.

“ah – siapa yang menelpon selarut ini “ tanya Jiyong setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

“oppa tunggu dimobil saja nde… aku akan mengangkatnya sebentar” kata Songgun

Jiyong mengangguk patuh “baiklah … oppa duluan nde “ setelah mengelus pipi Songgun Jiyongpun keluar dari ruangan Songgun

Songgun sedikit berjalan tergesa kearah meja kerjanya

“hallo … Songgun disini “ jawab Songgun sambil mendudukkan tubuhnya diatas meja kerjanya

‘apa Jiyong sedang bersamamu sekarang.. kau terdengar sedang senang’

Deg

Suara dalam yang mengerikan itu mampu membuat seisi syaraf Songgun mengkaku… Eomma~ lirih hati Songgun

“anda rupanya Nyonya Han … ada perlu apa kau menelponku semalam ini?“ Tangan Songgun sudah mulai bergetar, tapi ia berusaha menata nada suaranya agar tetap terdengar tenang.

Nyonya Han tersenyum miring disebrang sana “kenapa kau yakin aku ini Nyonya Han emm?”

Songgun menghela nafas beratnya “bagaimana aku lupa dengan suara orang yang telah menyerangku eoh “ Songgun mencengkram gagang telponnya “a- meskipun kau bukan pelakunya tapi kau otak dari semuanya kan !!!” Songgun mulai meninggikan suaranya

‘cih … kau selalu tergesah-gesah dan tak sabaran seperti lelaki itu’ maksud nyonya Han adalah appa Songgun

“ berani sekali kau menyebut appa ku seperti itu eoh … kau menghubungiku hanya untuk menperdengarkan bualan kotormu itu saja ? Jika tidak ada yang penting sebaiknya aku menu –“

‘ sungguh tidak sopan’ saut Nyonya Han memotong perkataan Songgun ‘besok aku ingin bertemu denganmu. Luxery Hotel jam 10 pagi, temui aku disana’

Songgun sedikit tersentak dengan ajakan Nyonya Han ‘kenapa dia ingin bertemu denganku ?’ tanya hati Songgun. Memikirkan itu membuat Songgun terdiam

‘aku tak akan menyerangmu lagi eoh … tapi kau akan sedikit terkejut dengan hadiah yang akan aku berikan besok  ‘ Nyonya Han menggantungkan ucapannya

“mwo ? apa maksudmu hadiah ? jangan bermain-main dengan ku “

‘siapa yang ingin bermain dengan mu eoh …. datanglah dan kau akan mengetahuinya’

Bip ~ setelah itu Nyonya Han langsung memutus sambungan telponnya

“hyaaa !!! sial” umpat Songgun dengan mata yag berkaca-kaca.

“ada apa chagi ..? kau sakit ?” tanya Jiyong yang tatapannya sesekali melihat Songgun yang hanya diam menyenderkan kepalanya dibahu Jiyong yang sedang menyetir.

Songgun menggeleng “aku mengantuk oppa “ Songgun sedikit mendongakkan wajahnya kearah Jiyong.

Jiyong mengelus kelapa Songgun dengan satu tangannya lalu kembali menyandarkan kepala Songgun dibahunya “baiklah … tidurlah emm “ lalu kemudian Jiyong mengecup puncak kepala Songgun

Songgun mengangguk dan mencari posisi nyaman kepalanya dibahu Jiyong “bangunkan aku jika sudah sampai nde ..?”

“baik … kajja tidur …” Jiyong tetap mengelus rambut Songgun memberikan rasa nyaman pada Songgun

Songgun mulia memejamkan matanya. Bukan karena mengantuk bahkan ia ragu apa ia bisa tidur atau tidak malam ini. Songgun bingung memikirkan tawaran nyonya Han untuk bertemu. Awalnya ia ingin mengadu pada Jiyong tapi setelah difikir ulang itu akan membuat semakin rumit. Apalagi jika Jiyong tau nyonya Han adalah otak dibalik penyerangannya.

Matahari sudah menampakkan sinarnya pagi ini. Mata Songgun sedikit mengerjap karena terkena biasan cahaya kuning tersebut yang lolos dari cela jendelanya. Satu tangan Songgun mengulur kesamping sedang mencari sesuatu diatas ranjang

“tidak ada ?” Songgun langsung menoleh kearah samping untuk memastikan Jiyong memang sudah tidak ada disampingnya “kemana dia ?”

Songgun  menghela nafas berat sebelum ia bangkit dan duduk ditepi randangnya. Ia sedikit memijat tengkuknya yang terasa sedikit nyeri. Ini mungkin karena Songgun yang tidak mengubah posisinya tidurnya semalam. Tidur ? ah sebenarnya tidak benar-benar tidur. Songgun hanya memejamkan matanya dan pura-pura tidur dipelukan Jiyong.

Songgun masih ingat, saat jam dindingnya berdenting 3 kali Songgun masih sadar dan terus memikirkan ajakan eomma jahatnya itu. Ia berusaha untuk tidak gusar dan gelisah agar Jiyong tidak terbangun dari tidurnya. Ia masih terjaga sampai dentingan ke 5 dan baru setelah itu Songgun kehilangan kesadaran.

Setelah memakai sandal kamarnya, dengan malas Songgun berjalan gontai keluar kamar. Ia tak menemukan Songgun dikamar mandi, mungkin ia sudah ada dimeja makan, pikir Songgun.

Saat tiba dimeja makan, Songgun menemukan meja makannya masih dalam keadaan kosong.

“tak biasanya… ajhumaaa..!” Songgun meninggikan suaranya untuk mencari asistem rumah tangganya itu. Biasanya pagi-pagi sekali, meja makannya sudak terisi penuh dengan beberapa menu berat untuk sarapan yang dimasakkan oleh ahjumanya itu. Tapi jika kedua orang tuanya sedang bertugas setidaknya ada menu roti panggang dan orange jus kesukaan Songgun.

“oppa …! kau dimana eoh ?” kini Songgun mencari Jiyong

Sementara Jiyong ternyata sedang berada didapur yang berada sedikit jauh dari meja makan sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Songgun. Merasa sedang dicari Jiyongpun menghentikan aktifitasna mengaduk susu coklat dan sedikit berlari menghampiri Songgun.

“oh kau sudah bangun emmm !” Jiyong menghampiri Songgun dengan melepas apronnya yang ia letakkan diatas meja makan

Songgun sedikit terkejut dengan penampilan Jiyong yang sudah rapi_celana jeans biru navy tanpa lubang dan kemeja bitu pudar sedikit kebesaran ditubuh Jiyong yang tidak dimasukkan.

‘dari mana oppa mendapatkan baju itu ?’ diam Songgun memikir

“omo…. kenapa begitu rapi sepagi ini em ..” tanya Songgun mengucek matanya

Jiyong tersenyum geli kemudian mengelus rambut Songgun yang masih berantakan “sepagi ini ? ini sudah hampir jam delapan eh”

“mwo …jinjja …?” Songgun langsung menolehkan kepalanya kearah jam dinding yang terpasang diruangan itu “aishhh kau benar oppa ..” dengan lemas Songgun duduk diatas meja makannya. Bukannya karena kesal atau merasa takut karena semakin dekat dengan jam pertemuannya dengan nyonya Han, tapi ia merasa sedikit pusing.

Jiyong merasa ada yang aneh dengan yeojanya. Iapun menyeret salah satu kursi meja makan dan duduk dihadapan Songun “kau tidur dengan baik emm ?? “ dengan mendongak Jiyong mengelus kantung mata Songgun yang terlihat jelas pagi ini pada wajah Songgun yang sedikit pucat.

Songgun mengangguk sedikit “nde .. mungkin aku terlalu lelah karena semalam oppa “

“aku merasa bersalah chagi … mianhae “ kini Jiyong mengelus pipi Songgun

“gwenchana … aku senang karena bisa lebih dekat dengan fans mu oppa.” Songgun menggenggam tangan lain Jiyong yang berada diatas paha terbukanya_karena Songgun masih mengenakan celana pendek tidurnya.

Kemudian Jiyong merentangkan kedua tangannya “kau butuh pelukan emm .. kajja”

Songgun tersenyum saat turun dari meja dan langsung melebarkan kakinya untuk duduk dipangkuan Songgun lalu menyambut pelukan Jiyong

“omo omo … kau bayi besar yang berat emm “ Kata Jiyong yang mengeratkan pelukannya “jangan membuat oppa khawatir nde …” bisik Jiyong

Songgun mengangguk menyenderkan kepalanya didada Jiyong “aku baik-baik saja oppa” Songgun juga mengeratkan pelukannya. Ia sedikit tenang karena menghirup aroma mint dari tubuh Jiyong

‘tidak oppa .. aku takut’ lanjut hati Songgun dengan wajah muram yang pastinya Jiyong tidak mengetahuinya

Saat Jiyong menegakkan dagu Songgun untuk menghadapnya, Songgun mengubah ekspresinya dengan cepat

Jiyong menatap Songgun lekat dan

Chup

Jiyong menempelkan bibirnya di bibir Songgun. Meskipun sedikit tersentak tapi Songgun perlahan mulai membalas kecupan Jiyong yang berubah menjadi lumatan. Jiyong berusaha selembut mungkin tidak terlalu tergesa dan terkesan bernafsu. Ia hanya ingin mengungkapkan rasa cintanya untuk Songgun

“eumm” desah Songgun saat Jiyong melepaskan ciumannya “morning kiss eoh “

“nde “ Jiyong menghapus bibir basah Songgun akibat salivanya “kita sarapan hmm.. oppa sudah menyiapkan semuanya” kata Jiyong yang tangannya tidak berhenti mengelus rambut Songgun

“nde ? kau membuat sarapan untukku ?” tanya Songgun tidak percaya

“nde … oppa yang melarang ahjuma untuk memasak ….” Jiyong mengangkat tubuh Songgun yang kakinya masih melingkar dipinggangnya menuju dapur “tapi maafkan oppa jika masakannya tidak enak emm … aku sangat berterima kasih pada ahjuma yang mau sabar mengajariku membuat sup kaki sapi kesukaanmu” Jiyong mendudukkan Songgun diatas counter dapur

Songgun melepaskan pelukannya “aku tak tau ternyata kau semanis ini em … gomawo “Songgun merengkuh kedua pipi Jiyong dan mengencup Singkat bibirnya

“chakkamanyo – oppa ambilkan supnya dulu nde “

Songgun mengangguk

Dengan cekatan Jiyong mengambil sebuah mangkok diatas lemari pentri Songgun dan mulai mengambil sup Songgun yang masih diatas kompor.

“emm .. aku bisa mencium aromanya oppa… sepertinya enak “

“jinjja … semoga saja ini enak changi … oh ya, apa rencanamu hari ini em ….” tanya Jiyong yang masih memenuhi mangkok Songgun

Songgun sedikit mencengkram pinggiran counter dapurnya yang sedang ia duduki “ha hari ini … ah- aku akan pergi kekampus oppa sebentar… lalu kapan oppa berangkat ?” tanya Songgun yang sebenarnya ingin mengalihkan perhatian

“sebentar lagi oppa berangkat, tapi masih ada waktu untuk kita makan bersama em “ Jiyong kembali menghampiri Songgun

Soggun mengangguk mengeti “apa hingga sore ? jam berapa kau kembali oppa ?”

Jiyong meletakkan mangkoknya disamping Songgun dan kini memenjarakan Songgun dengan kedua tangannya Jiyong letakkan dikiri kanan samping paha Songgun

Jiyong mendekatkan wajahnya “kau takut akan merindukan oppa ?”

“ashh … jangan berubah menyebalkan eoh “ Songgun mendorong dada Jiyong menjauh lalu turun dari counter dapurnya

“aku berusaha romantis chagi” rajuk Jiyong

“sudahlah, berhenti membuang waktumy oppa  … aku bantu bawakan ini, oppa tolong ambilkan nasinya” Songgun membawa mangkok tersebut kemeja makan

“sshhh baiklah chagi ..”

‘apakah keputusanku ini sudah benar ?’

‘berani sekali kau mendatangi orang yang sudah menyelakakanmu .. apa kau sudah gila?’

Songgun tak hentinya membuat pertanyaan didalam pikirannya untuk dirinya sendiri. Ia sedang bedara diperjalanan menuju hotel tempat keduanya akan bertemu.

‘apa dia akan menyelakaiku lagi ? tapi .. dia tidak mungkin melakukannya di hotelnya sendiri kan?’

Ya, Luxery Hotel adalah salah satu cabang tambang emas yang dimiliki oleh nyonya Han

“nona kita sudah sampai “ kata Nakata yang menjadi sopir Songgun. Nakata tidak sendiri, ia bersama Yonho yang juga pengawal Songgun yang memiliki kulit lebih gelap daripada Nataka.

‘apa yang sebenarnya orang itu rencanakan ?’ Songgun tidak bergeming dan masih memainkan jari-jarinya karena gugup

Merasa tidak direpon, Nakata melihat kearah Yunho.yang duduk disampingnya

Yunho yang tau maksudnya, ia langsung keluar dan membukakan pintu untuk Songgun. Biasanya Songgun tidak mau dibukakan pintu serti ini.

“nona …” kata Yunho sedikit tegas

Songgun sedikit kagit “nde ?”

“maaf nona , tapi kita sudah sampai “ kata Yunho dibelakang pintu mobil yang dibukanya

“ah nde …” Songgun langsung keluar dan berjalan memasuki gedung mewah  itu diikuti Yunho dan Nakata dibelakangnya.

“kalian tunggu diloby saja … aku hanya ada perlu sebentar dengan orang itu. Tapi untuk jaga-jaga saja, jika 30 menit aku tak kembali, kalian boleh menyusulku di restoran hotel ini”

“baik nona ..” keduanya membungkuk memberi tanda mengerti sebelum Songgun meninggalkan mereka berdua menuju pintu lift

“hufff…” Songgun berusaha mengendalikan emosinya agar tidak gugup. Tapi ia tak bisa memungkiri keringat dingin tengah membanjiri seluruh tubuhnya.

Ia mengibaskan salah satu tangannya kearah leher untuk menghilangkan hawa panas yang ada ditubungnya meskipun itu tidak berhasil

Ding ~ pintu terbuka dilantai 3. Songgun berjalan keluar dan sedikit merapikan blezer ungunya yang sangat cocok dengan paduan celana bahan yang dipakai oleh Songgun sekarang berwarna senada. Tak lupa ia menenteng tas kenamaan Luxor berwarna putih senada dengan sepatu hak tingginya dan kemeja Songgun. Meskipun ia sangat membenci eommanya, setidaknya Songgun masih memakai pakaian yang pantas dan sopan.

Dari sini Songgun bisa melihat pintu restoran yang terbuat dari kaca kristal dengan pinggiran seperti lempengan emas yang mengkilat.

Salah seorang staff wanita yang bertugas membuka pintu tersenyum ramah kearah Songgun. Songgun membalas dengan senyum yang tak kalah ramahnya. Sungguh bertolak belakang dengan keadaan hatinya yang sedang kacau.

“kau bisa menunjukkanku dimana meja Nyonya Han ?” tanya Songgun pada staff itu

“nona Kang Songgun?”

“nde “

“ah baik mari saya tunjukkan, presdir sudah datang 5 menit lalu “ staff itu berjalan masuk membawa Songgun kearah nyonya Han yang ternyata sudah menunggunya disana. Setiap langkahnya, kaki Songgun terasa berat. Ia fikir dengan berangkat lebih awal ia akan mempunyai sedikit waktu untuk menenangkan diri karena eommanya belum datang, tapi dugaan Songgun salah

Pegawai itu membawa Songgun kebagian ruang VVIP yang didalamnya tidak seberapa ramai. Hanya tamu-tamu negara yang biasanya diizinkan makan disini.

“ah … itu dia mejanya nona “

Songgun mengederkan pandangannya kearah yang ditunjukkan.

Deg ~

‘itu dia’

Selang empat sampai lima dari tempat Songgun berdiri sekarang, ia kini bisa melihat perawakan wanita paruh baya yang tengah tersenyum penuh arti jahat kearahnya.

“terima kasih “ Songgun kemudian melangkahkan kaki menuju nyonya Han yang berdiri tengan menunggu kedatangan Songgun

Songgun sedikit membungkuk memberi salam “maaf.. sudah membuat anda menunggu”

“aku juga baru datang mari … silahkan duduk “ nyonya Han duduk diikuti Songgun kemudian “kau terlihat pucat emm “

“kita langsung keintinya saja .. sebenarnya apa yang ingin anda inginkan dari saya .. “ Songgun mencengkram tangannya sendiri untuk menahan emosi.

Nyonya han tersenyum sinis begitu mengerikan dibalik lipstik berwarna merah terang yang ia gunakan sekarang. Kesan angkuh semakin terlihat dari tatanan rambut nyonya Han yang disasak tinggi dan kalung berliannya yang ia pakai

“setidaknya kau minumlah dahulu …. kau takut aku menaburkan racun didalamnya em “

Teling Songgun semakin panas mendengarnya “nde … aku harus berjaga-jaga untuk semua kemungkinan eoh … aku tau apa yang dipikirkan rubah licik sepertimu.”

Senyum nyonya Han menghilang “sial kau” nyonya Han lalu mengambil sebuah kertas tebal berbentuk persegi berwarna biru metalik dan diletakkan diatas meja dihadapan Songgun

Kepala Songgun sedkit memanjang untuk melihat apa sebenarnya isi kertas itu

~Happy Weedding *Lee Sungmin *Sandara Park

Songgun kini tersenyum sinis “cih – anda ingin bertemu dengan ku hanya untuk memberikan kartu undangan ini ? kau tau aku tak akan datang kan ?”

“kau takut karena masih mencintai Sungmin “ nyonya Han merapikan sedikit sasakan rambutnya

Songgun begitu kesal, ia merasa dipermainkan “ anda menghayal ? kau sudah membuang waktuku nyonya Han” Songgun mengambil tasnya lalu bersiap untuk berdiri

Prak..

Kini nyonya Han kembali melemparkan keatas meja amplop coklat yang lebih besar dari pada undangan Sungmin tadi.

Songgun mengurungkan niatnya untuk berdiri “apa lagi ini ?”

“bukalah sendiri ..” kata nyonya Han santai menyesap ekspreso yang dihidangkan oleh pramusaji beberapa waktu lalu..

“aishhh .. kau menahanku lebih lama lagi” dengan kesal Songgun menaruh tasnya kembali dan dengan cepat mengambil amplop itu dan mulai membukanya.

Nyonya Han tersenyum menang saat melihat Songgun mulai membaca isi surat dalam amplop itu.

Dahi Songgun mengerut saat membaca dari mana surat itu besaral.

Surat Catatan Sipil Pengadilan Umum, Seoul-Korea Selatan’

Mata Songgun bergerak beriringan dengan lisannya yang mulai membaca isi surat tersebut. Ia tau ini bukan surat biasa tapi surat resmi yang tidak sembarangan dikeluarkan oleh pengadilan. Snggun membatin

‘apa yang sebenarnya orang ini – “ batinan Songgun terhenti saat ia membaca beberaka kata yang dicerak tebal ditengah isi surat tersebut.

“MWO …?” dengan cepat Songgun menatap tajam Nyonya Han yang kini berekspresi datar “apa maksudnya ini eoh ? surat pembatalan akta kelahiranku ? bagaimana bisa kau …” Songgun mencengkram surat itu hingga kusut, matanya mulai buram karena air matanya mulai tergenang.

“nde … seharusnya aku melakukan ini dari awal saat berniat untuk meninggalkanmu. Dengan ini kau sudah sah bukan anakku lagi dimata negara” jawab Nyonya Han tanpa beban.

Songun terdiam, ia tak habis pikir dengan kelakuan eommanya itu. Satu tetes air mata berhasil lolos dihadapan Nyonya Han

“apa kau bukan eomma kandungku “ kata Songgun berpandangan kosong tak melihat Nyonya Han

“aku memang ibu kandungmu … tapi, mengandungmu adalah sebuah kesalahan. “

Songgun mendongak kearah nyonya Han yang kini seperti menaburkan garam diatas goresan lukanya

“awalnya aku mencoba menerimamu tapi aku rasa ini tidak akan berhasil karena kau dan appamu yang membuatku kehilangan semua harta dari keluargaku “

“apa maksudmu ?”

“jika bukan karena appamu yang ceroboh meniduriku dan aku hamil, aku pasti sudah menjadi pewaris tunggal HanShin Group. Aku diusir dan  harus hidup dengan appamu dalam keterbatasan. Meskipun pada akhirnya appamu berhasil melebihi perusahaan keluargaku tapi ternyata itu takkan mengubah segalanya nona Kang”

“aku memang ibu kandungmu … tapi, mengandungmu adalah sebuah kesalahan. “

Kata-kata itu masih mengiang ditelinga Songgun. Pikirannya masih putih dan menghasilkan tatapan kosong yang tidak bisa diartikan oleh kedua pengawalnya itu yang kini berada dideretan kursi kepan. Mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada nonanya itu.

Mereka hanya diam karena sangat tidak sopan mengetahui masalah pribadi majikannya, itu prinsip mereka.

“bawa aku ke pantai … “

Itu perintah Songgun terakhir setelah Songgun masuk kemobilnya dengan tangannya yang meremas sebuah amplop coklat.

15 menit perjalanan, Songgun sudah tiba disalah satu pantai favoritnya yang selalu ia kunjungi bersama Sungmin beberapa tahun terakhir.

“tuhan … apa ini lelucon “ gumam Songgun yang kini duduk diatas pasir pantai yang tidak seberapa terik pagi ini. Mungkin bisa dibilang pagi ini sedkit berawan khas musim gugur negara Gingseng tersebut. Songgun membawa serta tas dan amplopnya yang kini ia letakkan disampingnya.

Pantainya begitu lengang hanya ada satu dua orang yang terlihat berlalu lalang bermain layang-layang atau hanya sekedar duduk menikmati gugusan batu karang yang beradu dengan deburan ombak.

Mata kecilnya mulai memproduksi cairan bening dan terdengar isakan dari pita suaranya “hikss … kenapa setelah 20 tahun, kau baru membuangku sekarang … hiks  “ Songgun mulai terisak menelungkupkan wajahnya diantara kedua lutut yang ditekuk.

“kau seharusnya meggugurkanku hiksss … akan lebih mudah bukan “

Hari sudah beranjak siang tapi ia tak berniat untuk pulang. Dari kejauhan Nakata dan Yunho hanya memperhatikan nonanya dari kejauhan. Songgun memang meminta waktu untuk sendiri tapi mereka tak mungkin meninggalkan nonanya begitu saja bukan. Mereka masih mengawasi Songgun didalam mobil yang diparkir tidak jauh dari tempat Songgun duduk.

“hahhh… bagaimana kita menjelaskan ini kepada tuan Kang nanti” tanya Yunho mengendurkan dasi hitamnya.

“entahlah … aku sangat penasaran dengan isi amplop itu “ sambung Nakata yang bisa melihat punggung Songgun dari kejauhan

Yunho menyandarkan tubuhnya disandaran kursinya “apa perlu kita menghubungi tuan Jiyong ?”

“ashhh nona bilang dia butuh waktu untuk sendiri eoh … sudahlah kita cukup mengawasinya saja” Nakata menyandarkan dagunya diatas pengemudi mobil

“baiklah … aku sedikit mengantuk … aku ingin tidur sebentar” Yunho melipat kedua tangannya dan memejamkan matanya

“hya.. !! lalu bagaimana dengan aku ? aku juga lelah “

Yunho meletakkan telunjuknya diatas bibirnya “kita bergantian menjaga nona Songgun, satu jam lagi tolong bangunkan aku”

“ashhh baiklah ..” jawab Nakata mengalah. Ia berusaha menegapkan tubuhnya dan melebarkan matanya yang sebenarnya sudah lelah. “aku menyesal menerima ajakanmu semalam dude” Nakata menyesal telah menerima ajakan Yunho untuk begadang semalaman menonton pertandingan tim sepak bola favoritnya

Berkali-kali Nakata menguap dan pandangannya masih kearah Songgun yang masih tidak bergeming. Kepala Nakata berkali-kali jatuh menahan kantuk hingga akhirnya Nakata ikut terlelap.

“chagia ~ aku pulangggg …” Jiyong berteriak memanggil Songgun saat masuk kekediaman mewah itu. Jiyong menunggu tanggapan dari Songgun tapi tak ada jawaban

“hya … chagiaaa .. kau dirumah ? kau sedang keluar ?”

Ahjuma yang mengurus rumah Songgun menghampiri Jiyong “maaf tuan tapi nona Songgun belum pulang “

“nde ? belum pulang ? tapi ini sudah hampir senja?” dengan panik Jiyong mengeluarkan smartphonenya dan menekan tombol 1 pada kontak panggilan cepatnya

‘maaf … nomor yang anda tuju sedang …’

Jiyong mulai panik “ashhh sial “ kesal Jiyong menjauhkan smartphonya dari telinganya

Sebenarnya Jiyong hanya 2 jam berada di stasiun tv itu untuk sekedar mempromosikan albumnya. Tapi yang menahan Jiyong lebih lama adalah ajakan petinggi stasiun tv itu dalam acara jamuan makan. Jiyong sebenarnya ingin menolak tapi ia berusaha untuk profesional.

Jiyong terlihat tak tenang memondar-mandirkan tubuhnya “apa dia pergi sendiri “ jiyong masih berusaha menghubungi Songgun kembali

“nona bersama Nakata dan Yunho …”

“beri aku nomor mereka”

“ashhh kenapa mereka kompak tak menjawab telponku eoh …” Jiyong marah kepada Yunho dan Nakata yang tidak mengangkat telponnya yang jelas-jelas bisa tersambung.

“maaf tuan kami juga tak berhasil menghubungi mereka …” kata seorang pengawal Songgun lainnya yang juga berusaha menghubungi temannya itu.

Jiyong meremas rambutnya frustasi “kalian tau Songgun pergi kemana ?”

Beberapa orang berjas hitam didepan Jiyong menggeleng dengan menunduk

“maaf tuan kami tidak tau … “

Jiyong menghela nafas kecewa, ia begitu panik

Jiyong memukul kepalanya sendiri “ah bodoh “ Jiyong bergumam keras “kenapa tak terfikirkan .. cepat lacak GPS mereka“

Jiyong langsung melesat masuk kedalam mobilnya dan menginjak gas keras setelah salah seorang pengawal Songgun berhasil melacak GPS Songgun.

“mereka ada di Pantai Otsukabe tuan “

Jiyong mendengar jelas dimana Songgun berada. Jiyong tak habis pikir apa yang yeojanya lakukan diluar sana hingga selarut ini.

“apa yang kau lakukan di pantai hingga sesore ini emm” jiyong bicara sendiri meluapkan rasa khawatirnya

‘bagaimana jika khasus penyerangan itu terulang?’

Jiyong menggelengkan kepalanya keras “ah ani ani … itu tidak akan terjadi… Songgun tidak sendiran kali ini” Jiyong mengangguk meyakinkan “ah benar … semua akan baik baik saja”

Jiyong berusaha membuang jauh-jauh pikiran jeleknya. Ia mencoba fokus mengendarai mobilnya agar cepat sampai.

“mungkin ia ingin menikmati senja favoritnya “

*Jiyong pov

Aku menolehkan kepalaku kekanan-kiri untuk mencari Songgun. Pantai ini sudah sepi dan cahaya jingga sudah menutupi keseluruhan pantai. Meskipun aku juga sangat menyukai matahari terbenam, tapi aku sangat tidak tertarik kali ini.

“ah … itu dia “ aku berhasil menemukan mobil Songgun yang terparkir disalah satu sudut pantai . aku berlari kencang menghampirinya dan berharap bisa menemukan Songgun dalam keadaan baik- baik saja

Tapi harapanku sirna saat tidak melihat Songgun didalam mobilnya. Hanya ada Nakata dan Yunho yang …

“Mwooo … yakkk!”

Brakkk brakkk

Dengan keras aku menggedor jendela mobil Songgun agar mereka dapat bangun. Bagaimana bisa mereka enak-enakan tidur sementara Songgun

‘omona … Songgun ..’

Keduanya terlonjak kaget

“hya ! buka pintunya eoh “ kataku penuh emosi

Meskipun masih dalam keadaan setengah sadar, mereka membuka pintu dengan perasaan takut terhadapku

Yonho keluar dan pertama menghampiriku “tuan …- “ Yunho ingin mengatahkan sesuatu tapi dengan cepat aku memotongnya

Aku mencengkram kera bajunya “dimana Songgun sekarang eoh .. bagaimana bisa kalian enak-enakan tidur dan melalaikan tugas kalian !!”

“kami sungguh minta maaf tuan … nona Songgun yang – “

“YA TUHAN … NONA ..” aku dan Yunho menoleh kearah Nakata yang berteriak histeris “tuan nona …” Nakata menunjuk sesuatu kearah depan

Aku mengikuti arah yang dtunjuk Nakata

Aku membelalakkan mataku “CHAGIYAA …” aku melepaskan cengkraman tanganku di kera Yunho dan segera berlari kearah Songgun yang sudah tergeletak diatas pasir pantai

‘ada apa lagi ini ‘

Dengan cepat aku mengangkat kepala Songgun memangkukannya dipahaku

“chagiya ,,, chagiya .. ireona …!” aku mengguncang bahunya dan menepuk ringan pipinya agar dia bangun

‘kau tak mungkin diserang lagi kan chagi …’

Aku melihat matanya yang sedikit basah dan sembab

‘dia menangis ? tapi kenapa ?’

“chagiya …” suaraku mulai melemas dan saat aku ingin mengangkat tubuh Songgun ..

“ugh..”Songgun mengeluh dan perlahan membuka matanya

“chagiya … kau sadar eoh … aigooo apa yang sebenarnya terjadi emm “ aku memeluk kepalanya membenamkan di bahuku lalu ku kecup keningnya. Tapi aku masih belum bisa bernafas lega

“op- oppa … gwanchanayo “ dia berkata begitu lirih dengan bibir keringnya nan pucat

“kau terluka ? siapa yang menyerangmu emm ?”

Songgun menggeleng “aniyoo..” dia masih sangat lemah

“aishh berapa lama kau pingsan eh …  kau senang membuat oppa hampir mati “

Hal yang tak aku sukai dari Songgun adalah dia selalu saja tersenyum disaat aku sangat mengkhawatirkannya seperti sekarang ini

“hya … kau tersenyum lagi eoh !! aish kau menyebalkan “

Songgun memudarkan senyumannya “aku ingin menangis oppa …”ia langsung memeluk tengkukku dan membenamkan wajahnya dileherku “hikss ..” dia langsung terisak

“hya chagiyaaa ~ ada apa eoh “

Tapi ia semakin terisak tak menjawab pertanyaanku

TBC

Nothing (2/2) END

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author : HK (leehana76)

Tittle : Nothing (MOS – Side Story) part 2

Kategori : Romance.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC), Xi Luhan.

View original 6,579 more words

Mistake Loving You part 7

agd

holla holla … FF ini masih ditunggu g ya…. Jeongmal mianhae next part FF ini lama thor rilis soalnya thor bener-bener sibuk sama kuliah thor. Thor curhan nih ye… ini semester bener-bener nguras pikiran thor banget soalnya dalam satu minggu itu thor harus nyelesaiin 2-3 laporan praktek sama 1 makalah. Mai gat g tuhh… Tapi thor berusaha nyuri waktu buat next FF ini

Mian buat reader yang nungguin lama, mian jika alurnya tidak sesuai dan mian jika dipart ini hantu typonya bertebaran banyak karena sebagian besar ff ini thor kerjain tengah malem *ideyadongnya tambah berlipat tuh #plakkk

okedeh … Comen yang panjang ditunggu thor nde…. cedikott

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 7

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : +21

Genre              : Comedy, Romance and NC

Aku berjanji akan selalu berada disampingnya dalam kondisi apapun juga, meskipun itu berarti aku harus meninggalkan semuanya. Aku harus egois untuk kebahagianku_Kwon Jiyong.

**

“aku sudah tak tahan oppa … aku ingin …” Songgun menggigit bibir bawahnya karena gelombang kenikmatannya akan segera datang lebih besar dari yang pertama tadi..

“tunggu … bersama nde ..” Jiyong semakin mempercepat gerakan pinggul Songgun dan memasukkannya lebih keras dan dalam

“ahhh Jiyonggg opp ahhh AHH~”

“akuu bersama AHH~”

Merekapun berhasil melewati puncak bersama.

Tok tok tok

“yak Songgun-ah !!! apa yang lakukan bersama menantuku didalam eoh “

Suara eomma Songgun sontak mengagetkan mereka berdua

“MWOO?” ucap keduanya

***

Buk … buk..

“yak .. eomma hentikan … aghh,, kau tak ingat aku sedang sakit eoh “ dengan wajah meringis Songgun berusaha menahan beberapa pukulan yang eomma berikan kepadanya diatas ranjang

Eomma Songgun menghentikan pukulan bantal ringannya di punggung Songgun“huff ..”

Wanita paruh baya keturunan Jepang asli itu mendengus kesal. Otaknya tak berhenti berdenyut tak kala mengingat kenekatan anak tiri dan calon suaminya itu.

“ashh,,, bagaimana jika eomma tadi datang bersama appamu eoh … eomma tau kalian saling mencintai tapi apa kalian tidak bisa menahannya eoh “ eomma Songgun bercakak pinggang dan memberikan tatapan tajam pada Songgun yang masih duduk diatas ranjang dan Jiyong yang hanya malu menundukkan wajahnya berdiri di samping ranjang Songgun

“hya.!! kenapa diam eoh … Jiyong-ah, kau tak ingin menjelaskan sesuatu “

Jiyong sedikit tersentak memandang takut wajah calon mertuanya itu“eom eommanim … jeseohamnida … aku benar-benar menyesal”

Jiyong meraih tangan eomma Songgun “aku hanya ingin menghiburnya “ Jiyong mulai memasang wajah manjanya pada wanita yang kini berdandan casual ala ibu rumah tangga. Tapi yang membedakan adalah busana yang melekat pada tubuh wanita itu adalah busana dengan brand internasional keluaran rumah mode di Paris

“aku dimaafkan eommanim ?“ Jiyong mengedip-ngedipkan matanya memohon pada eomma Songgun. Hal itu membuat Songgun jijik mendengus tidak suka

Eomma Songgun menimbang sebentar. Sebenarnya ia malah senang mengetahui Songgun sudah melakukannya dengan Jiyong, tapi eomma Songgun marah karena mereka melakukannya dikondisi yang tidak tepat. Bagaimana jika mereka tertangkap basah oleh suaminya.

Eomma Songgun memandang lekat Jiyong “aishh … baiklah..baiklah… kali ini eommanim maafkan eoh .. eomma hanya khawatir jika appa yang memergoki kalian “ eoma Songgun mengelus rambut biru Jiyong

“hmm… gamsahamnida eommanim .. kau memang yang terbaik “ Jiiyong memeluk sayang bahu calon mertuanya itu

“cih … penjilat ..” dengus kesal Songgun tapi Jiyong tak menghiraukannya hanya memasang wajah mengejek pada Songgun “aishh … ini tidak akan terjadi jika menantu kesayangan eomma tak memaksaku eoh “

“dan ini tidak akan berlanjut jika kau bisa menolaknya kan” kata eomma Songgun membuat Songgun membelalakkan mata dan Jiyong tersenyum menang.

“mw mwo ? yakk !!! kenapa lagi lagi eomma membela naga jelek ini aishhh ..”  Songgun mengerang frustasi.

Meskipun hubungan mereka baru bejalan dan eommanya hanya pernah bertemu sekali dengan Jiyong sebelum ini, tapi eomma tiri Songgun sudah sangat menyukai Jiyong dan selalu membelanya saat mereka bertengkar.

“yahh… jangan mengejek calon suamimu seperti itu eoh “ Songgun menatap tatapan mematikan dari eommanya

“aishh terserah eomma eoh “ Songgun menyerah dan memilih untuk diam dengan bibir yang dikerucutkan

Jiyong menghampiri Songgun dan duduk disampingnya “hya.. jangan seperti ini hemm .. kau terlihat jelek” Jiyong mencubit pipi Songgun

“apa pedulimu eoh ..” jawab cepat Songgun yang kesal

“tentu aku harus peduli dengan calon istriku sendiri emmm” Jiyong merapikan poni Songgun

Eomma Songgun tersenyum dan merasa sangat senang melihat pemandangan romantis ini. “jangan seperti anak kecil eoh … kau harus tumbuh dewasa dan segera memberiku cucu hemm”

Mendengar itu perlahan bibir Songgun ia datarkan “aihh eomma … jangan mulai eoh “ ia merasa pipinya memanas

“aigo … kau memerah chagi “ Songgun menyentuh pipi merona Songgun dengan telunjuknya berkali kali

“an aniyoo .. yak hentikan oppa ..” Songgun tersenyum malu malu

“aih… anak muda jaman sekarang “ Eomma Jiyong menggeleng-gelengkan kepalanya

Jiyong masih menggoda Songgun dengan jarinya “aish oppa hentik- ”

Cklekk ..

Seseorang membuka pintu kamar Songgun membuat Jiyong berhenti menggoda Songgun dan menolehkan kepalanya kearah pintu yang terbuka

“appanim~ .. annyeong haseyeo ~” Jiyong turun dari ranjang Songgun lalu membungkuk memberi salam pada pria dengan setelan jas kelabunya itu

Tuan Kang tersenyum melihat Jiyong “oh Jiyong-ah … kapan kau datang. Kau yang menjaga Songgun semalaman ? “ tuan Kang menghampiri istrinya lalu mengecup keningnya sekilas

“nde appanim ..  setelah menerima kabar tentang Songgun aku langsung kemari ..” Jiyong mulai merasakan hatinya dipenuhi rasa bersalah

Ia memandang tuan Kang dengan sedikit gugup. “Joseoamnida appanim .. ini semua terjadi karena aku tid – “

“aishh .. bicara apa kau ini eoh .. jangan salahkan dirimu “ tuan Kang menepuk bahu Songgun “ini akan membuatku tambah sedih “

Jiyong mengangguk patuh “Joseoamnida appanim “ sekali lagi Jiyong membungkuk meminta maaf

Kini tuan Kang menghampiri Songgun “bagaimana keadaanmu hemm ..” lalu mengelus sayang rambut hitam anak perempuannya itu

Songgun tersenyum tapi hatinya sedikit bergetar melihat didalam mata appanya terdapat kekhawatiran yang besar “aku seperti orang yang mempunyai satu tangan appa .. dan itu menyebalkan “ jawaban itu berhasil membuat tuan Kang tersenyum samar “tapi aku baik baik saja appa.. jangan khawatirkan aku nde “

Tuan kang mengangguk “huff… “ lalu beliau menghela nafas berat kemudian duduk disamping ranjang Songgun “appa sudah menemukan pelakunya “ dengan nada sedih tangan tuan Kang telulur berkali-kali mengelus rambut anaknya

Nafas Songgun sedikit tercekat , begitu pula dengan Jiyong yang ikut menegang mendengarnya. Songgun melirik kearah Jiyong yang mengepalkan tangannya.

Sebenarnya Songgun lebih khawatir dengan Jiyong. Bagaimana jika pelakunya adalah salah satu fans Jiyong? Apa Jiyong akan mundur begitu saja?

“mwo …? kau sudah menemukannya yeobo ? “ eomma Songgun begitu antusias menghampiri tuan Kang yang ditanggapi anggukan darinya

“nu-nuguya ap appa ?” entah takut dengan sikap Jiyong kedepannya, mata Songgun mulai berkaca-kaca.

Mengetahui itu Jiyong mendekati Songgun dan menggenggam erat tangan bebas Songgun. Jiyong pikir ini akan sangat melukai hati Songgun “tenanglah.” Bisik Jiyong ditanggapi dengan genggaman Songgu yang semakin erat.

Tuan kang kembali menghembuskan nafas beratnya sebelum mengucapkan siapa pelaku sebenarnya “detektif yang appa sewa melakukan kerjanya dengan sangat cepat. Mereka memeriksa beberapa CCTV yang terpasang disekitar tempat kejadian. Setelah mendorongmu orang itu langsung pergi dan masuk kedalam sebuah mobil yang sudah menunggunya dipersimpangan jalan “

“apa orang itu hanya orang suruhan saja ?” Jiyong mulai mengutarakan alibinya

Tuan Kang mengangguk lalu ia mengeluarkan beberapa carik kertas dari dalam tas kerjanya “ini foto yang diambil dari rekaman CCTV saat pelaku masuk kedalam mobil itu” tuan kang memberikan kertas itu pada Songgun

Deg ..

Songgun tercekat melihat tanda khusus yang tertera pada plat mobil itu.

“kau bisa mengetahui pelakunya hanya dengan melihat platnya “ lanjut tuan kang

Jiyong mengerutkan alisnya. Ia kemudian mengambil kertas yang dipengang Songgun dan mulai melihat plat nya

“MWO ? Lee Corp ? “ Jiyong dengan cepat bisa mengenali lambang merpati dengan tanda bintang yang melingkarinya “ja jadi maksud appa … pelakunya dari – “ Jiyong seperti akan meledak sehingga nafasnya memburu membuatnya sesak

“nde … ini perusahaan keluarga Sungmin.  Para detektif bilang, mereka sudah berhasil menyadap sambungan telpon orang suruhan itu dengan pelaku dari perusahan itu “

Songgun menunduk, ia tau siapa pelakunya “Ha-, Han Byun Yoo “ Songgun mulai terisak “eomma .. dia pelakunya kan ?” kata Songgun lirih

“aish .. meskipun appa juga sependapat denganmu tapi..” tuah Kang menarik Songgun yang semakin terisak ke pelukannya “kita harus memastikan semuanya emm “

**

Ini menginjak hari ke 7 Songgun dirawat. Songgun tidak bisa segera pulang karena ini kemauan Jiyong agar Songgun tetap dirawat dirumah sakit saja. Hampir setiap hari puluhan karangan bunga ataupun bingkisan dikirimkan ke kamar Songgun. Apa itu dari Jiyong yang sudah kembali ke Seoul untuk melanjutkan project album barunya ?

Tidak, itu tidak benar. Semua hadiah yang Songgun terima adalah kiriman dari para fans Jiyong yang juga ikut sedih atas kejadian yang menimpa Songgun. Songgun berfikir ini sangat manis karena hadiah yang dikirimkan mulai dari boneka taddy, kemeja, rose flower yang langkah dan semua pernak-pernik didominasi oleh dark blue, warna kesukaannya.

Awalnya Songgun bertanya-tanya bagaimana semua fans jiyong tahu warna favoritnya ? apa ada sebuah artikel di dunia maya yang memberitahu mereka ? ah itu tidak mungkin mengingat Songgun bukan dari keluarga sembarangan yang bisa seenaknya saja ditulis kehidupannya.

Namun, setelah satu jam Songgun dibuat bingung, akhirnya iapun mengetahui jawabannya

“Dalam waktu yang lama mungkin aku tidak akan mengganti warna rambutku karena ini adalah warna yang disukai malaikatku. Sungguh menyebalkan harus kembali ke Seoul dan membuatnya kesepian lagi. “ tulis Jiyong sesaat sebelum ia berangkat menuju Seoul. Jiyong juga menyisipkan foto dirinya diruang tunggu bandara dengan ekspresi sedih.

Songgun kini termenung sendiri duduk didekat jendela kamarnya yang terhubung dengan balkon. Ia sangat bosan akhir-akhir ini karena rutinitasnya yang monoton antara  tidur, makan dan minum obat saja. Ya meskipun sesekali ia berjalan-jalan dikoridor rumah sakit untuk menyapa beberapa pasien lain tapi itu tidak cukup.

Songgun ingin jalan-jalan diluar dan bahkan ia ingin keluar dari rumah sakit mengingat ia sudah tidak merasakan nyeri ditangannya. Meskipun masih sulit untuk digerakkan tapi itu takkan membunuhnya kan?. Ia juga sudah berkali-kali merengek pada appanya untuk segera keluar tapi Songgun hanya mendapatkan tatapan tajam dari appanya itu

‘turuti apa syarat Jiyong eoh’ kata-kata itu yang selalu appanya lontarkan membuat Songgun mengerucutkan bibirnya

Songgun membuang sembarang smartphonenya diatas sofa “aishhh menyebalkan ..” dengus kesal Songgun saat sambungan telponnya tidak terhubung dengan Jiyong. Sudah puluhan kali Songgun mencoba menghubungi Jiyong hari ini tapi hasilnya sama.

“tak biasanya dia tidak mematikan handphonenya … aishh naga jelekkk !!!” mungkin para penjaganya diluar kamar bisa mendengar teriakan Songgun tadi.

“arhh ..” Songgun sedikit mengerag saat menggeser tangannya untuk mengambil minum. Tangannya sudah terbebas dari sabuk penyangganya yang dilepas dua hari yang lalu tepat eomma dan appa jiyong mengunjunginya. Tapi mereka hanya menginap semalam dan kembali lagi ke Seoul keesokan paginya karena appa Jiyong harus menghadiri rapat

Cklek .

“uh eomma ….cepat sekali kau kembali “ tanya Songgun setelah ia selesai minum. “bagaimana hasilnya, kapan aku bisa pulang “ pertanyaan berderet itu ia tujukan untuk eommanya yang baru saja kembali dari ruangan dokter yang merawat Songgun

“satu-satu eoh “ kata eomma kesal menghampiri Songgun “dokter Morhi bilang keadaanmu mulai membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan  “ eomma Songgun duduk di samping Songgun “kau boleh pulang besok “

“yakkk!! Jinjja .. hwaaaa akhirnyaaa “ Songgun berteriak histeris dan langsung memeluk eommanya dengan kedua tangannya meskipun dengan gerakan yang lambat

“aishh … kau mengagetkan eomma eoh ..” kata eomma Songun sambil mengelus rambut anaknya dan tersenyum “kabari Jiyong nde “

Mendengar itu Songgun melepaskan pelukannya “andwae .. jangan biarkan naga jelek itu tau eomma .. cih” kata Songgun membuat wajah sebal

“hya… sudak berapa kali eomma katakan jangan panggil calon suamimu seperti itu eoh, itu sangat tidak sopan” eomma Songgun melotot kearahnya

“aku tak peduli “ jawab Songgun cepat lalu bangkit naik keatas ranjangnya

Eomma Songgun menghela nafas “kalian bertengkar..?” tebak yeoja paruh baya itu yang kini tengah mengenakan dress casual sederhana berwarna jingga dengan beberapa hiasan payet di dekat lehernya

Songgun sedikt terdiam dan berfikir, jika ia bilang bahwa ia sedang kesal dengan Jiyong pasti eommanya akan tetap memberitau menantu kesayangannya itu.

“ani … kami tidak bertengkar. Aku hanya.. em  tidak mau mengganggu konsentrasi album barunya yang akan keluar beberapa hari lagi. Sudah bisa ditebak dia pasti akan langsung datang kemari jika tau aku keluar dari rumah sakit. Aku tak mau lagi memikirkan seribu cara untuk membujuknya agar mau kembali ke Seoul “

Songgun masih kesal jika ia harus mengingat betapa sulitnya membujuk Jiyong untuk kembali ke Seoul. Jika bukan karena appanya yang turun tangan dan berbicara pada Jiyong, pasti sekarang Jiyong masih tetap melanjutkan niatnya untuk tetap menemani Songgun hingga keluar. Timbal baliknya Songgun harus menurut untuk mau tetap dirawat.

Eomma Songun mengangguk”kau benar juga em…baiklah kalau begitu. Eomma hanya akan memberi tahukan ini pada eomma Jiyong saja agar mereka tak khawatir”

Songgu mengangguk setuju.

….

Brett .. srakk

“aishh “ dengan mendengus Jiyong melemparkan asal smartphonenya kemeja ruang tamu. Sementara Jiyong terlihat frustasi diatas sofa bludru merah marunnya

“hya… berhentilah mendengus eoh .. eomma bosan mendengarnya “ kata eomma Jiyong datar yang kini duduk dihadapannya tanpa melepaskan matanya dari majalah fashion yang tengah dibacanya.

Jiyong yang masih menggunakan kemeja putih panggungnya membaringkan tubuhnya diatas sofa “sudah tiga hari Songgun tak mengangkat telponku eomma .. aih .. bukankah itu keterlaluan “

“siapa suruh membuat Songgun kesal “

Jiyong menelungkupkan tubuhnya sehingga tengkurap tapi wajahnya masih menghadap ibunya “aku sedang metting hari itu jadi aku menonaktifkan telponku jadi …”

“tetap saja kau salah ..” kini eomma jiyong menatap anaknya “kau bisa menghubunginya setelah selesai kan tapi kau malah mematikan telponmu sepanjang hari..”

“aku –“

Jiyong menghentikan perkataannya, ia fikir memang ia yang salah kali ini. Tapi dibuat khawatir sepanjang waktu seperti ini sangat tidak menyenangkan

“apa dia sudah makan dan istirahat dengan baik? .. hhfff aku harap suster disana tak terlalu memaksanya minum obat “

Mendengar gumaman Jiyong, eommanya hanya tersenyum samar dibalik majalahnya. Sampai saat ini Jiyong masih tak tahu Songgun sudah keluar dari rumah sakit jadi bisa dipastikan Songgun bisa istirahat dan makan dengan sangat baik.

“aku pulang .~”  kedua ibu-anak itu serempak menoleh kearah sumber suara. Jiyong memanjangkan lehernya untuk melihat orang tersebut dari balik sandaran sofa

Terlihat seorang namja yang usianya lebih tua dari eomma Jiyong menghampiri mereka dengan melepas setelan jas hitam kerjanya dan mengendurkan dasinya.

Eomma Jiyong menutup majalahnya dan tersenyum kearah orang itu yang tak lain adalah appa JIyong “yeobo ,, kau sudah pulang “ eomma Jiyong bangkit

“nde .. perjalanan ke Hongkong kali ini sedikit melelahkan“ jawab tuan Kwon sambil mengusap tengkuknya dan menyerahkan jasnya ke eomma JIyong

“biar ku siapkan air panas kalau begitu “ kata eomma Jiyong meninggalkan ruang tamu dan ditanggapi anggukan oleh tuan Kwon

Dengan nada malas Jiyong menyapa appanya “annyeong haseyeo aboeji “ Jiyong duduk dan sedikit membungkuk memberi salam pada appanya yang kini duduk disampingnya

“ada apa ? kau sakit eoh “ tuan Kwon menepuk bahu Jiyong “jangan terlalu lelah dengan album barumu” tuan Kwon menebak Jiyong seperti  ini karena Jiyong harus mulai comeback stagenya lagi dibeberapa acara musik tv untuk album barunya yang dirilis kemarin

Jiyong menggeleng “ani aboeji, aku hanya sedikit khawatir dengan Songgun” Jiyong menggulung lengan kemejanya hingga siku “ia tak mengangkat telpon atau membalas pesanku sama sekali. Dia pasti sangat kesepian dirumah sakit”

Tuan Kwon mengerutkan keningnya “rumah sakit ? bukankah Songgun sudah pulang sejak beberapa hari yang lalu “ kata tuan Kwon bingung

Jiyong kaget “mw-mwo ? apa maksud aboeji ? Songgun tentu masih mendapatkan perawatan dirumah sakit”

“jinjja ..? ah aneh sekali “ tuan Kwon menggosok dagunya tanda bingung “waktu aboeji dibandara tadi tak sengaja aboeji bertemu dengan appa Songgun. Kami sedikit berbincang dan beliau bilang … aish “ menyadari sesuatu tuan Kwon langsung memukul dahinya

Ia baru sadar tentang perkataan appa Songgun yang melarangnya untuk memberi tahu Jiyong

‘Songgun bilang ia tak ingin memberi tahu Jiyong jika ia sudah keluar dari rumah sakit. Jiyong harus berkonsentrasi dengan album barunya tapi aku pikir mungkin mereka bertengkar’

Tuan Kwon terdiam mengingat kata-kata terakhir appa Songgun sebelum mereka berpisah

“yak aboeji !!… apa yang kau sembunyikan eoh …” Jiyong tambah gelagapan karena aboejiny tak merespon “aboeji,,,~”

“nde …. yak aboeji salah bicara eoh … lupakan nde ..” tuan Kwon gugup bangkit dari sofanya “aboeji kekamar dulu “

“yak aboeji … ada yang kau sembunyikan eoh .. jeball beritau aku …. Songun sudah keluar ? dia sudah benar-benar keluar ?” Jiyong tak sabaran menahan tangan appanya. Matanya menatap besar tuan Kwon

“aniyo … sudah aboeji katakan –“

“hya .. ada apa ini ?” tiba-tiba eomma Jiyong menghampiri mereka berdua

“eomma … apa kau tau Songgun sudah keluar dari rumah sakit … aboeji yang mengatakannya” kata Jiyong terdengar seperti anak kecil

“mw mwoya ? “ eomma Jiyong sedikit terkejut tapi memberikan tatapan aneh pada appa Jiyong yang ada disebelahnya

“yeoba … kau juga sudah tau kan … aku tak sengaja bilang “ bisik appa Jiyong pada eomma

“aishh kau ini bagaimana ..” balas eomma Jiyong tak kalah lirihnya

Melihat kedua orang tuanya saling berbisik membuat Jiyong tambah curiga kepada eommanya “yakk!! Eomma juga sudah tau … kalian kompak untuk menyembunyikannya ?” Jiyong uring uringan menjambak rambutnya sendiri

“hya kam – kami setuju dengan permintaan Songgun supaya kau fokus dengan albummu yongie “ eomma Jiyong berusaha menjelaskan mengelus lengan anaknya

“mwo ? Songgun yang memintanya ?” Dengan kedua tangannya Jiyong mengusap wajahnya kesal “eomma tega melihatku khawatir dan frustasi setengah mati beberapa hari ini? Eomma tahu bahkan aku tak berfikir jernih karena terus mengiriminya pesan saat jumpa press kemarin”

Saat jumpa press kemarin sesekali Jiyong tak fokus dengan pertanyaan juru warta mengenai album barunya dan Jiyong memintanya untuk mengulanginya kembali

‘ah sepertinya aku tak fokus kali ini … Joseoamnida ‘ jawab Jiyong dengan sedikit senyum terpaksanya

“karena Songgun tau kau pasti akan langsung pergi ke Jepang saat dia keluar dari rumah sakit Jiyong … lalu bagaimana dengan albummu eoh jika kau pergi kemarin” jelas tuan Kwon yang meresa bersalah

“tapi itu tak menjadikan alasan aboeji.. ” dengan kesal Jiyong mengambil smartphonenya diatas meja lalu menyentuh beberapa icon dan menghubungi seseorang

“ah tolong batalkan semua jadwalku besok.. dan siapkan tiket untuk pergi ke Jepang malam ini”  kata Jiyong sambil berjalan pergi melewati kedua orang tuanya

Mendengar itu kedua orang tua Jiyong mendengus kesal “aishhh .. anak ini benar-benar” dengus eomma Jiyung memijat dahinya karena pusing dengan tingkah Jiyong

“hya .. ini hampir tengah malam anak muda” teriak tuan Kwon membuat Jiyong menghentikan langkahnya ditengah anak tangga menuju kamarnya

Jiyong melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya ‘benar juga’ gumam Jiyong

“kau sudah mendapatkannya ?“ tanya Jiyong pada seseorang yang masih terhubung dengannya

‘penerbangan terakhir menuju Jepang tinggl 10 menit lagi Jiyong-ssi kau tak mungkin punya waktu untuk ke bandara’ jawab seseorang namja dengan logat kemayunya

“huff…  siapkan pesawat pribadiku saja kalau begitu ..”

‘ini weekend kau ingat …. semua pilotmu libur’

“aishhh jinjja …” Jiyong melanjutkan langkahnya menuju lantai dua

‘sebenarnya ada apa eohh … kau tak boleh pergi karena besok kau masih punya jadw-‘

“aku kan sudah menyuruhmu untuk membatalkan semuanya eoh .. jangan mengguruiku dan dalam waktu 5 menit kau sudah harus mendapatkan tiket penerbangan untuk besok eoh”

Bip – Blammm

Bertepatan dengan Jiyong mematikan telponnya, Jiyong membanting pintu kamarnya keras sehingga dapat didengar oleh kedua orang taunya dibawah

“ah Jiyong sangat sensi seperti perempuan jika menyangkut dengan Songgun” kata eomma Jiyong yang masih memandang kearah kamar anaknya dari bawah

Tuan Kwon tersenyum geli mendengarnya dan mulai berjalan menuju kamarnya diikuti eomma Jiyong “itu membuktikan bahwa Jiyong memang serius dengan Songgun yeobo.. apa kau tak senang ?” tanggap tuan Kwon

“tentu saja aku senang tapi dia sangat protektif setelah kejadian penyerangan Songgun … “

Tuan Kwon menghela nafas “Aku kesal karena tak bisa membuktikan bahwa nyonya Han memang terlibat dalam kasus ini” tuan kwon masuk kamar dan eomma Jiyong mengambilkan handuk dilemari

“nde … aku juga kesal mendengarnya yeobo, mungkin Han sialan itu sudah menyumpal mulut pelakunya dengan banyak uang” masih dengan nada kesal eomma Jiyong memberikan handuk pada tuan Kwon

“sangat licik dan juga cerdik. Han tau tentang hukum Ham terhadap seorang pelaku penyerangan kejahatan di Jepang. Mereka akan langsung menghukum seseorang yang pertama kali mengaku dan menutup kasusnya jika pelaku tersebut mengatakan tak ada orang lan selain dirinya, mereka tak akan mengintrogasi lebih lanjut”

“hah sunggung tidak masuk asal jika menyerang Songgun karena pelakunya adalah fans Jiyong yang tak setuju dengan hubungan mereka. Polisi sama sekali tak menggubris dengan foto CCTV itu”

“sudahlah … jangan membahas ini lagi… aku takut Jiyong juga mengetahuinya “

“nde .. kau benar yeobo..”

Ya, Songgun juga menyembunyikan kasus ini dari Jiyong. Songgun ingin ia yang menanggungnya sendiri meskipun itu berat. Alasannya sama, ia tak mau membuat karir Jiyong semakin sulit

“ tapi apa kita harus menelpon Songgun dan memberitahunya Jiyong akan kesana ? “

“em tak usah .. mungkin Jiyong sekarang sudah menelponya dengan nada yang berapi-api”

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Jiyong sudah rapi dengan kemeja hijau yang sangat pas ditubuhnya serta kacamata hitam yang terselip disakunya, jeans ketat gelap yang memiliki robekan disalah satu lutut dan pahanya, rambut yang disisir klimis keatas dan juga sepatu nike merahnya. Salah satu tangannya membawa jaket dan pasportnya.

Eomma Jiyong melihat dari arah dapur Jiyong yang menuruni anak tangga

“yahhh… kau benar-benar ingin keJepang eoh “ teriak eomma Jiyong

“nde “

“kau masih marah dengan eomma eoh” tanya eomma Jiyong saat Jiyong sudah berada dilantai dasar

“nde “ hanya itu jawaban Jiyong yang masih menanggapi eommanya

“aishhh kau seperti anak yeoja yang marah dengan eommanya eoh … “goda eomma Jiyong

“nd-“ Jiyong tak melanjutkan jawabannya membuat eommanya tersenyum geli

“kajja sarapan dulu “

Jiyong menatap tajam sebentar kearah eommanya “ani .. aku akan sarapan disana sana ….”

“setidaknya kau habiskan susumu dulu eoh “ kata eomma Jiyong memperlihatkan segelas susu vanila diatas meja makan

“ani .. akan kujadikan Songgun sebagai menu sarapanku “Jiyong berjalan keluar ruang tengah menuju ruang tamu

Eomma Jiyong sedikit terhenyak dan mencerna kata-kata Jiyong barusan “mwo apa maksud- … YAKKK!!!”

*Songgun pov

“hah segarnya …” legahku senang saat aku berhasil mengguyur keseluruhan tubuhku dengan air dingin dari sower kamar mandiku. Entah kenapa siang ini benar-benar panas tak seperti hari biasanya.

Apa mungkin ini efek menunggu Yamamoto sensei berjam-jam diruangan pengap itu. Hah … jika saja ini bukan karena jadwal sidangku yang harus ditata ulang, aku pasti tidak sudi menunggunya diruangannya yang tak dipasang pendingin ruangan itu. Yamamoto sensei memang terkenal sebagai dosen yang sangat perhitungan dengan hal-hal yang seperti itu.

Aku melangkah keluar dari kamar mandiku dengan hanya mengenakan dalaman dibalik kimono mandiku dan handuk yang melilit rambutku. Aku melihat jam digital yang berada diatas nakasku

“hah.. aku harus segera bergeras” gumamku segera membuka lemari pakaianku dan masuk kedalamnya. Ya, lemariku begitu luas seperti terdapat toko baju kecil didalamnya. Setelah memilih baju merah longgar, dress selutuh warna senada aku bergegas keluar.

Siang ini aku jadwalkan untuk pergi mengunjungi cafeku dan mulai seperti biasanya. Aku memang berniat untuk kembali menjalankan aktifitasku hari ini setelah tiga hari hanya berbaring dikamar. Apa bedanya dengan rumah sakit ?

Eommaku yang menyuruhku tapi tidak untuk hari ini. Eomma hari ini pergi menyusul appa ke Hongkong karena mengantarkan beberapa stempel yang tertinggal dan akan kembali dua hari lagi. Aish… aku benar-benar bebas hari ini. Meskipun aku tak benar-benar bebas dengan bodyguard ku tapi tak apalah , aku tak mau mengambil resiko lagi.

Aku meletakkan bajuku disamping ranjang dan membuka lilitan handuk dirambutku sehingga rambutku yang masih sedikit basah terurai.

Aku berjalan mengambil smartphoneku dan mulai menyalakan lagu dengan volume penuh. Ini lagu baru Jiyong oppa yang sedikit mengurangi rasa rinduku yang mungkin akan meledak sebentar lagi. Dan aku mulai membuka ikatan kimonoku dan meloloskan dari bahuku tapi gerakanku terhenti saat tiba tiba

Cklekk-

Aku langsung menoleh kearah pintu “yak MWO!!” teriaku histeris

*Jiyong pov

Setelah tiba di Jepang aku segera melangkahkan kakuku cepat keuar dari bandara dan menyetop salah satu taxy yang sudah berjejer didepan bandara. Aku tak memperdulikan tatapan beberapa orang yang pasti mengenaliku

Aku membuka kacamataku “tolang kealamat ini” kataku dengan bahasa Jepang sambil memberikan secarik kertas

“baik tuan “ tanggap sopir itu lalu menancap gas cepat

Tak sampai 15 menit aku sudah sampai di kompleks hunian elit tempat Songgun tinggal dan taxyku pun berhenti tepat di rumah mewah dengan nomer 211 itu

Setelah aku memberikan beberapa lembar uang yen kepada sopir taxy, aku segera keluar.

Aku berjalan dan menekan tobol intercome yang terpasang disebelah pintu gerbang “ini aku … tolong bukakan segera” kataku menjaga intonasiku agar tidak meledak. Entah kenapa perasaan kesal dan senang bercampur jadi satu.

“oh baik tuan “ kata salah seorang penjaga disebrang sana. Tak menunggu waktu lama gerbang kecil berukuran dua orang yang bersebelahan dengan gerbang besar utama itupun terbuka.

“apa nona Song ada didalam ?” tanyaku pada seorang penjaga yang mempersilahkanku masuk kedalam rumah megah itu

“ya tuan, dia baru saja datang dari kampunya”

Aku menghentikan langkahku tepat diruang tamu “mwo ? apa nyonya tidak melarangnya ? dia baru saja keluar kan ?” aku sedikit meningikan suaraku

“nyonya dan tuan tidak ada dirumah karena harus menjalankan dinas dan mereka akan kembali beberapa hari lagi”

Aku mengangguk mengerti “sekarang dia dimana ?” kataku meletakkan kacamata, jaket dan pasportku diatas meja marmer yang ada diruag ini

“nona masih ada dikamarnya, apa perlu saya panggilkan?”

“tak perlu … kau boleh pergi sekarang “

Setelah pelayan itu menjauh, aku mulai melangkahkan kakiku menyusuri anak tangga yang mengkilap terbuat dari .. entahlah seperti batu marmer biru tapi sangat mengkilap.

Begitu aku sudah dekat dengan kamarnya aku mendengar laguku diputar. Aku tersenyum miring ‘kau sangat merindukanku rupanya ‘ gumamku dalam hati

“nadoo jeongmal bogoshippo” kataku lirih sebelum aku membuka pintu kamarnya dan

Cklek –

“yak !! MWOO” teriak Songgun saat melihatku tiba-tiba membuka pintunya.

Bukan dia saja yang terkejut, aku tak kala terkejutnya melihatnya hampir setengah telanjang seperti itu.

Blam-aku menutup pintu sedkit keras

Dia tergesah membenarkan kimononya dan mengikatnya asal saat aku berjalan menghampirinya

“op oppa … kenapa oppa adda di disini” dia tak bisa kemana-mana karena ia tertahan oleh meja riasnya

Mendengarnya gugup seperti ini saja sudah membuatnya tampak sexy. Entah dimana rasa amarahku sekarang yang tiba-tiba hilang hanya melihat Songgun dengan rambut basahnya itu.

Aku hanya diam dan terus berjalan mendekatinya dengan senyum jahatku.

“yakk!!! Kau diberitahu eommaku kan “ tunjuknya padaku.

Aku menggeleng kecil dan segera meraih telunjuknya dengan tanganku lalu mengecupnya ringan.

“kau tega sekali tak memberi tahuku hemm “ tanyaku sesaat setelah mengecup jemarinya.

“emm… kau yang memulainya eoh .. kenapa tak mengangkat telponku” aku tau Songgun berusaha menahan sesuatu karena perbuatanku tadi. Dia berusaha melepaskan jarinya tapi aku menahannya

Dengan satu tanganku aku mulai membelai rambut basahnya yang sedikit berantakan. Jantungku begitu terpacu melihat wajahnya sedekat ini

‘tuhan,, aku benar-benar sangat merindukannya’ gumamku dalam hati

“mianhae … jeongmal mianhae … kau membuat oppa merasakan apa yang kau rasakan kala itu. Sangat menyakitkan diacukan orang yang sangat kita cintai .. mianhae “ aku melihat dia terdiam dan mulai berkaca-kaca. Matanya begitu jelas menggambarkan dia juga sama seperti ku.

Bibirnya mulai bergetar tapi ia mengangguk. Segera aku menarik tengkuknya dan menempelkan bibirku diatas bibirnya. Tidak melumat tapi hanya menempel sesaat untuk menenangkan malaikat sexyku ini.

“aku juga minta maaf oppa …aku –“

Sebelum melanjutkan kata-katanya aku langsung meletakkan satu jariku didepan bibirnya

“aku merindukanku chagia” dengan lembut aku menghapus satu air mata yang jatuh

“nado oppa “

Setelah mengatakan itu dia segera memelukku membenamkan wajahnya didada bidangku. Aku juga segera menghirup aroma permen karet dari lekukan lehernya.

“mhhh” dia mendesah takkala aku menyaja meniupkan udara panas kedaerah samping tengkuknya.

Aku melonggarkan pelukanku dan menatap lekat yang selalu berhasil membuat ku selalu tegang. Aku mengusap pipinya dan terus hingga bibir pinknya yang ingin sekali aku lumat keras hingga Songgun berteriak nikmat.

‘tuhannn membayangkanna sudah membuat aku gila dan kegerahan’

“aku menginginkanmu oppa “ bisik Songgun malu-malu memainkan jarinya di kancing atasku

‘mwo ? aku tak salah dengar kan ?’ aku begitu senang mendengarnya

Aku menyeringai “akan ku buat kau terus meneriaki namaku chagi “ setelah melihat Songgun yang kian merona mendengar desiranku, dengan depat aku mendorongnya duduk diatas meja riasnya dan langsung mencium ganas bibir Songgun

“eummm “ Songgun melingkarkan lengannya dileherku dan menarik tengkukku membalas ciuman yang tak kala panas dariku

“ahhh emmm “ beberapa kali aku melepaskan ciuman untuk memberi jeda mengambil nafas tapi tak sampai sedetik kami melanjutkan menyesap bibir kami ganas.

*Author pov

Salah satu tangan bebas Jiyong mulai membuka ikatan kimono Songgung dengan mudah dan membuangnya asal. Sementara tangan yang lain meremas rambut basah Songgun memperdalam ciuman mereka. Songgun kini hanya mengenakan bra dan celana dalamnya

“eumm emmmmp” Songgun menyesap penuh bibir bawah Jiyong sementara Jiyong menghisap bibir atas Songgun

“ahhm juluhkan lidahmu chagi …” Songgun mematuhinya dan segera menjulurkan lidahnya.

“aemmmpp emm” desah Songgun saat dengan sangat panas lidahnya dimainkan oleh Jiyong dan sesekali mengajak untuk perang lidah “oppmm paaa” dengan kesulitan Songgun memanggil Jiyong memberitahunya bahwa ini sangat gila

“sruuppp.. sruup “Jiyong masih mengerjai lidah Songgun saat tangan Jiyong tanpa permisi masuk menggerayangi miss V Songgun.

“emmm ughhh” Songgun sedikit meliuk saat jari Jiyong memasuki lubangnya.

“beri tahu oppa jika kau akan sampai em ?” kata Jiyong lembut

Setelah Songgun mengangguk Jiyong kembali mencium Songgun dan perlahan menggerakkan jemarinya

“auhhhh oppaa palli emmmhhh “ dua jari Jiyong berhasil mengenai klitoris Songgun “ehhh “

“baiklah…”Jiyong segera menggerakkan cepat jemarinya dan menurunkan tali bra Songgun sehingga Jiyong dapat menyesap putting Songgun yang terlihat

Songgun meremas rambut belakang Jiyong “ahhh … Jioooo nggghhh “ Songgun merasakan benda lunak itu mengitari menggoda puttingnya hingga menegang “ohhhh eeehh”

Jiyong tak hentinya mengocok miss v Songgun dengan gaya melingkar. Lama semakin lama Jiyong merasakan dinding miss V Songgun sudah menebal

“oppa …. faster ahhh aku hampir ,,, enggg”

Jiyong semakin menyepatkan gerakan jarinya

“ahh sedikit laggg”

Merasa Songgun akan sampai ia segera menghentikan gerakannya

“yahhh opppaaa.. adaa apaa “ Songgun terlihat gusar menahan pelepasannya yang tertunda. Jiyong masih mengelus mis V Songgun “kau menghukumk kuhhhh”

Sebelum melanjutkan kata-kataya Jiyong kemali memasukkan tiga jarinya dan mengocok cepat

“ahhh … kauuu gilaaa yeehhhh”

“in akan membuatmu mendapatkan kenikmatan yang lebih dasyat chagi ..” Jiyong menghapus keringat didahi Songun

“mwooo hhh aku hampirrrr … jangannn berhentiii oppaaa .. terusss aahhh”

Tapi jiyong kembali menghentikannya tak kala kurang sedetik lagi songgun akan orgasme

Songgun sudah merah padam “hostt oppaaa kauuhh tegaa ahhhhh “

“baiklah, kau akan merasa lebih nikmat emmm “

“ohhhh ughhh yeahhh opppaaa ahhh “ Songun menggelengkan kepalanya kekiri kekanan menahan nikmat yang benar-benar lain dari biasanya. Kedutan miss v Songgun lebih keras dan puncak yang akan meledak terasa akan lebih meruncing tidak seperti biasanya

“ahhhh ahhh “ Songgun juga menggoyangkan pinggulnya tak peduli derikan dari meja riasnya

“ahhhhh sebentar lagi opppa “ Songgun mencengkram bahu Jiyong “semakin dalam oppaahhh.. ahhh” Songgun menjenjangkan tubuhnya dan menyodorkan payudaranya dihadapan Jiyong. Dengan senang hati Jiyongpun melumtnya keras

“ahhh yehhh sedikit ahhh ahhh”

Jiyong menyentak keras jarinya dan

Songgun mendongak “ahhh AHHgg hostt” cairan Songgun begitu banyak melumuri tangan Jiyong hingga meluber diatas meja rias Songgun

….

“ahhh ahh” desahan itu tak berhentinya mengaum dikamar kedap udara Songgun

Jiyong yang kini sama-sama polosnya dengan Songgun berada diatas Songgun untuk menindihnya dan melanjutkan aktifitas bercinta mereka

“ahh lebarkan lgi kakimu chagi…emm”

“ndehhh sttt” Songgun menahan desahannya saat lagi-lagi Jiyong memasukkan miliknya ke lubang Songgun. Jam nakas Songgun sudah menunjukkan jam 4 sore tapi Jiyong masih saja belum puas dan kembali membuat Songgun mendesah.

“ahhh ahhh oppaaa “ Songgun melingkarkan kakinya dipinggang Jiyong membuat milik Jiyong dan miliknya tertanam sempurna

“kau nikmat sruupp “ lagi-lagi jiyong melahap putting Songgun yang sudah benar-benar merah

“ahhh … kau benarr benarr membuatkuu tak berhenti berteriakkk ahhhh… kau sangat gilaaa hhh”

Jiyong melepaskan kulumannya dan tersenyum senang mendengar itu “ nde … itu karena kau emmm uhhhh “

“ahhh lebih kerasss eummm “ Songgun mendorong pantat Jiyong untuk memperdalam tusukan junior kedalam lubangnya

“ahhhh …. aku lelah oppaaa .. selesaikan cepat..”

Jiyong menganggkuk dan tanpa melepas kontak mereka, Jiyong menarik Songgun berdiri dan langsung menghimpitnya diarah tembok ditembok.

“ahhh .. ahhh “ dengan masih menggoyang pinggulnya Jiyong menjilati kembali leher Songgun hingga turun kepayudaranaya.

Salah satu tangan Jiyong digunakan untuk menahan tangan Songgun diatas kepalanya sementara tangan yang lain ia gunakan untuk menakan pinggul Songgun agar tidak turun

“ahhh sssttt “ Songgun merasakan Junior Jiyong mulai berkedut merasakan kembali urat-urat kasar yang mulai muncul

“ahh chagia…sedikit lagi”

“ndeee sedik – argh… disitu ahhh “ Songgun menggelinjang g spotnya kembali tersentuh

“ahh ahh nde oppaaa” Jiyong semakin brutal menggoyang pinggulnya didalam Songgun yang kian sempit

“ahhhh kau semakit semphhittt ahhh “

“ndeee “ Songgun mengelap dahi basah Jiyong karena keringat “sedikit lagi oppa .. kauuu AHHH”

“giliranku chagiii ..ahh AHHH” Jiyong menembakkan ribuan sel spermanya lagi kerahim Songgun. Beberapa ada yang menetes karena memang milik Songgun sudah terisi penuh

Songgun tergolek lemah memeluk leher Jiyong yang membawanya duduk ditepi ranjang

“kau mengagumkan chagi …” bisik Jiyong lalu mengecup daun telinga Songgun

Songgun tersenyum dan mengendurkan pelukannya untuk melihat Jiyong “kau juga oppa “ Songgun mendekatkan bibirnya lalu disambut hangat oleh Jiyong untuk kembali melakukan ciuman panas mereka.

Tapi tak seberapa lama mereka melepaskannya kembali. Songgun masih nyaman berada diposisi seperti ini menghirup aroma khas namjanya yang sangat dirindukannya. Begitu dengan Jiyong, ia mengelus lembut paha Songgun yang masih melingkat dibahunya.

Songgun sedikit bergerak geli membuat alat kelamin mereka yang masih bersatu kembali bergesekan. Hal itu sesekali membuat keduanya mendesah halus

Jiyong teringat sesuatu saat melihat celana jeansnyayang tergeletak disamping ranjang tak seberapa jauh darinya. Jiyong sedikit memanjangkan tangannya untuk mengambilnya

“nde ? ada apa oppa ?” tanya Songgun

Setelah berhasil mendapatkan celananya Jiyong segela mengambil sesuatu didalam saku depannya “oppa pelupakan sesuatu “

“apa kau mencari smartphonemu ?”

“ani … tapi ige “ Jiyong memperlihatkan sebuah cincin mas putih yang diambil dari sakunya

“cincin ..?”

Jiyog tersenyum lalu meraih tangan Songgun untuk dipasangkan dijari manisnya “kau suka ..?”

Songgun kaget “mwo ? Mata songgun berbinar “untukku …? nde aku menyukainya oppa … ini polos dan berkilau… gomapta” lalu Songgun mengecup sekilas dahi Jiyong

“cheonma chagi … kau harus selalu memakainya emm “ jiyong mengelus pipi Songgun

Songgun hanya mengangguk masih memperhatikan cincinnya

“kalau begitu, kau juga harus memakai cincin ini saat aku menemuimu dialtar pernikahan kita minggu depan”

“mwooo ?” mata Songgun berhasil membesar kaget

TBC

Neo Yeoja – Intro

Author: PP

Title: Neo Yeoja – Intro

Category: Romance, Fantasy, Comedy, Chapter

Cast:

Kang Seulgi

Cho Kyuhyun

Kim Woo Bin

Support Cast:

Cari sendiri di cerita ya..

Annyeong haseyeo … Terima kasih yang sudah baca dan komen . Ini ff ke 3 author.. yg NGEREMAKE dari novel Indonesia. hehehe… ada 1 ff yang tahap proses bikin ya, sebenernya udah sampai part 2 sih. Tapi belum mau di publish.. 1 ff lagi udah pernah di publish (Marriage without dating).. maaf ya kalau masih ada yang bingung sama jalan cerita… masih susah ngungkapin yang ada dipikiran…. Mmmmmmmm…. Moga suka sama cerita nya..

Typo bertebaran dimana-mana.. HAPPY READING…

Cho Kyuhyun, cowok kelas 2 SMA yang sudah lama menyukai yeoja yang bernama Kang Seulgi, yang masih kelas 3 SMP. Tapi Kyuhyun belum mau mendekati Seulgi. Kyuhyun masih menunggu sampai Seulgi masuk SMA, karena itu Kyuhyun hanya bisa mengamati Seulgi dari jauh.

Read the rest of this entry

I Treasure You

Author :           Silly Angel

Tittle :              I Treasure You

Type :              Romance

Cast :               Lee Hyukjae

Choi Siwon

Park Jungsoo

Kang Hyaera (OC)

Such a long time after I published my last NC story, hope you like this one and give a great feedback ^^

__________

Setiap orang berhak untuk jatuh cinta sebanyak yang dia inginkan, tapi akan selalu ada satu cinta yang benar-benar tak terlupakan.

Kang Hyaera memutus sambungan telfon dan masuk kedalam kamar dimana keempat temannya berada. Teman-temannya menyambut dengan wajah penasaran dan berondongan pertanyaan yang hanya terdiri dari satu kata:

eottokhae (bagaimana)?” Hyaera memasang ekspresi kecewa di wajahnya, membuat wajah penasaran teman-temannya berubah sedih. Tapi kemudian dia tertawa keras.

“Dia bilang, sayang sekali dia harus berangkat pagi-pagi sekali ke Cina untuk meninjau proyek, jadi dia tidak akan bisa ikut. Kita bisa berpesta sedikit gila malam ini.” Seloroh Hyaera mensyukuri pacarnya yang tidak bisa ikut serta dalam rencana mereka untuk clubbing malam ini. Oh yang benar saja, apa laki-laki itu fikir dia akan kecewa? Tentu saja tidak, malah dia dan teman-temannya akan benar-benar menikmati pesta mereka tanpa harus diikuti ‘bodyguard’.

Read the rest of this entry

Obsession (Sequel Stalker)

himchan ff nc

Title: Obsession (Sequel Stalker)

Cast: – Kim Himchan
– Yoo Hyunmi
– Jung Daehyun
– Bang Yongguk
– find yourself

Genre: – kekerasan
-nc

Lenght: Series and longshoot

Author: kimmilo_baby

Annyeong!! Maaf yaaa udah kelamaan nungguin stalkernya, ini bikinnya agak buru buru dan sempet terhambat karena ukk :) makasih buat yang udah baca dan kasih kritik komen serta saran.. cinta banget :* haha udah ahh kelamaan :) langsung aja dehh cekidot

Yang belom semper baca stalker, cari aja yang judulnya stalker cuman satu kok^^

No Plagiat and No Bash!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kau tidak bisa putus denganku
Kau harus mencintaiku
Jangan sebut ini obsesi
Kau tidak tahu apa itu cinta -Kim Himchan-

Hyunmi pov

Berbulan bulan sudah terlewati, semua masih sama. Yongguk sunbae yang menjauhiku tanpa sebab, himchan yang masih menempel padaku, daehyun yang semakin ku cintai, dan hyemi youngjae yang selalu memamerkan kemesraannya di hadapanku saat daehyun tidak ada. Satu perbedaan, kami sudah naik kelas dan yongguk sunbae sudah lulus. Ah, aku akan merindukan orang itu

“Kya!” Daehyun melompat dan memelukku dari belakang

“Ahhh sesange!!” Aku mengusap pucuk kepalanya yang bersandar di bahu ku

Read the rest of this entry

I’ll Kiss The Rain END

topna top yoona ff nc

Author      : Ame Sora

Tittle       : I’ll Kiss The Rain

Main cast: Im Yoona (GG), Choi Seung Hyun (TOP Bigbang)

Genre     : Meloromance

http://ame1126.wordpress.com/

***

Flash Back

Yoona POV

“APA?” tanya Yuri, entah itu pertanyaan atau sebuah jeritan. aku meminum air yang disuguhkan Yuri padaku. “Bagaimana bisa kau menjual rumahmu?”Aku hanya terdiam, kemudian Yuri mendekatiku dan mengguncang tubuhku, memintaku menjelaskan, setidaknya agar dia mengerti, mengapa aku menjual rumahku. tetapi aku tetap tidak mengatakan sesuatu. Yuri berdiri, dan memutar-mutar tubuhnya, berfikir.

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,119 other followers

%d bloggers like this: