INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

Mistake Loving You part 4

MLY4

Jang-Jang …. thor bawa part 4 MLY nih …. pada nungguin lama ya …. Mianhae, thor ada keperluan dikampus jadi baru post sekarang dengan cerita yang cukup panjang #melebar kemana-mana. Tunggu komen dan kritik ya…. #selalu dapat salam dari hantu typo kkkk … mianhae

===

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 4

The Cast          : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

Suport/Cameo : Lee Sungmin (SJ)

Sandara Park (2Ne1)

Seungri (BigBang)

Choi Siwon (SJ)

Wonbin (aktor)

Rating             : +21

Genre              : Romance , NC

= = =

Aku masih tidak yakin dengan hatiku yang mulai berdetak menyebutkan sebuah takdir. Entah dengan sihir apa aku berani mengatakan “iya” dan merestui semuanya saat itu terjadi_Kang Songgun

*

“kau tak ingin ikut ? … tidak apa jika kau datang dengan busana seperti ini ,”

Songgun sedikit tersenyum “ani … akan terlihat aneh nanti  “ jawab Songgun cepat. Meskipun tadi Songgun tak memikirkan pandangan orang lain , tapi setelah berfikir ulang

‘ini pasti akan memalukan Jiyong ’

“huff … baiklah .. kajja “ Jiyong tidak memaksa lagi . Yang ia rasakan sekarang bahwa ia sangat bersalah telah mengomen penampilan Songgun seperti itu

Tanpa sadar tangan Jiyong menggandeng tangan Songgun saat mulai berjalan mengantar Songgun mencari kamar. Tanpa sepengetahuan dari mereka sepasang mata beriris hitam pekat tengah mengawasi mereka

**

Jiyong masih menggandeng dan sedikit menggeret Songgun saat mereka mulai masuk kesebuah loby bangunan mewah yang berada disalah satu sudut kapal. Dua orang yang menyambut didepan pintu masuk hanya ditanggapi Jiyong datar.

‘aishh … sangat tidak sopan’ dengus Songgun memutarkan bola matanya yang kini bisa melihat tatanan lampu kristal putih yang tergantung ditengah-tengah lobi

Jiyong tidak sadar beberapa tamu yang ada kini memandanginya dengan tatapan bertanyanya

Berbeda dengan Songgun , ia kini menundukkan wajahnya dan menutupi sebagian wajahnya dengan rambutnya yang tergerai

Songgun sedikit tertatih menyamakan langkahnya dengan langkah Jiyong yang lebar

Songgun meronta minta dilepaskan “chakkaman …aku bisa jalan sendiri ” bisik Songgun

Jiiyong berhenti sejenak tanpa melepaskan gandengannya “kau seperti kura-kura lambat saat berjalan .. akan semakin banyak orang yang memperhatikanmu nanti” Jiyong kembali

“MWO ? kura-kura eoh .. aish!! Jinjja …” tapi Jiyong acuh tak menanggapinya

Jiyong memang tidak mau Songgun menarik mata-mata gila yang begitu antusias dengan penampilan berbedanya

‘apa aku terlalu memalukan ‘ kata hati Songgun mengerucutkan bibirnya

Kini mereka sampai didepan meja resepsionis

“beri aku satu kamar yang masih kosong “ kata Jiyong cepat pada seorang yeoja yang berdiri dibalik meja resepsionis

“baik , tunggu sebentar tuan “ resepsionis itu kini mengecek daftar kamarnya dikomputer datarnya

“kau tak perlu mengantarku …” kata Songgun kesal mengelus tangannya yang sakit

Jiyong hanya menunjukkan satu telunjuknya lalu menempelkan ke bibirnya “bisakah kau diam “

“hufff” hela nafas Songgun

Resepsionis itu memberikan sebuah kartu persegi panjang “ini tuan kuncinya.. kamar 21 di lantai dua ”

Jiyong mengambilnya “kamsahamnida ..” Jiyong sedikit tersenyum

Songgun ingin merebutnya tapi dengan cepat Jiyong menahannya “aishhh … kau ini “ Jiyong menatap tajam Songgun “kajja ..” Jiyong kembali menggandeng tangan Songgun

“aghh Jiyon-ssi~ ~ … “ Songgun menghentakkan kakinya kesal seperti anak kecil tapi tidak ditanggapi oleh Jiyong yang membawanya kearah lift

Ding ~ saat pintu lift tertutup , Jiyong melepaskan gandengannya

“lain kali jangan seperti ini lagi eoh , jika eomma menyuruhmu untuk datang menemuiku , kau harus bicara dulu dengan ku “ kata Jiyong tak menghadap Songgun. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya

“nde … mianhae …” kata Songgun lemas menundukkan kepalanya dan juga memasukkan kedua tangannya disaku hotpansnya

‘aish .. kau memang tidak diharapkan disini’ kata hati Songgun

Jiyong sebenarnya senang dengan kedatangan Songgun. Tapi ia tidak suka jika Songgun nanti menjadi perhatian namja-namja lain yang ada disini. Jiyong juga bingung dengan apa yang ia rasakan sekarang

‘ada apa dengan jantungku ?’ kata hati Jiyong

~ ~ ~ Hening sesaat , mereka hanya diam satu sama lain sampai lift kembali terbuka

Ding ~ lift terbuka dilantai dua

Jiyong melangkah duluan keluar lift “kajja “ ajak Jiyong tapi kini ia tak menggandeng Songgun

Songgun hanya mengangguk dan mengikuti disampingnya

Mereka berjalan berdampingan sambil mencari satu persatu kamar yang bernomor 21

“sepatu yang bagus “ kata Jiyong memecah keheningan

“nde..” Songgun sedikit tersentak tapi kemudian ia menoleh kearah Jiyong “ini pemberian eommanim, beliau tau sekali seleraku  “ kata Songgun dengan senyum

“oh jinjja … baguslah jika kau suka .. tapi ku lihat kau sedikit kesulitan “ Jiyong memperhatikan gaya berjalan Songgun yang sedikit janggal

“ah nde , ini sedikit sempit tapi gwenchana .. ini membuatku terlihat sexy” Songgun sedikit berbisik kepada Jiyong saat Songgun mengatakan kalimat terakhirnya.

Ia tak bermaksud menggoda Jiyong tapi ia berbicara lirih agar tidak terdengar orang

Nafas Songgun yang sedikit menerpa kulit telinga Jiyong , membuat nafas Jiyong tercekat. Jiyong sempat membelalakkan mata tapi dengan cepat ia berusaha menguasai keadaan

“ehem ..” Jiyong sedikit berdehem “ja-jangan paksakan itu eoh , itu akan melukai jarimu”

“ah gwenchana .. lagi pula setelah ini aku tak akan kemana-mana kan. Aku akan tetap dikamarku sampai tiba dipulai Jeju”

Mendengar kata itu, Jiyong merasa kesal “jangan pikirkan ucapanku tadi eoh .. kau harus keluar saat makan siang satu jam lagi .. aku akan menjemputmu “

“nde ? , shireo … aku tak terbiasa makan siang “ elak Songgung “aku sudah membawa banyak cemilan ditas ku” Songgun menepuk ranselnya dan berjalan agak cepat meninggalkan Jiyong

“ash … itu tidak sehat eoh … kau harus mengubah pola hidupmu jika kau ingin jadi istriku eoh “ tanpa Sadar Jiyong mengucapkan itu. Sedetik kemudian Jiyong merutuki dirinya sendiri

‘hei apa yang kau ucapkan eoh ?’

Songgun membalikkan tubuhnya menghadap Jiyong “mw-mworago ? tolong ulangi lagi.. aku tidak dengar ”Songgun sedikit kaget tapi ia pura-pura tak mendengarnya “apa yang perlu aku ubah ?”

Jiyong terlihat menghela nafas lega “an aniyo … intinya kau harus ikut makan siang denganku nanti …. oh itu dia kamarmu “ Jiyong menunjuk satu kamar yang berada tepat disamping beranda kapal

Set ~ Jiyong menggesekkan kartu kamar Songgun disebuah alat kunci modern yang tertempel disamping pintu

Jiyong masuk duluan “kajja …” ia mempersilahkan Songgun masuk dan menaruh kartu kamarnya diatas ranjang

Kamar Songgun didominasi warna putih pada bagian horden , dinding dan badcover yang dibingkai apik dengan hadboard warna coklat.

Songgun duduk didepan kursi meja rias yang ada sudut kamar sebelah dinding kaca kamar ini

“bagaimana menurutmu ?” tanya Jiyong yang kini sedang menarik tarik tali horden agar terbuka lalu membuka kunci pintu balkon.

Songgun bisa mendengar debur gelombang laut dari luar balkon.

Songgun melepas ranselnya yang ia taruh diatas meja rias“emm.. lumayan “Songgun bangkit dari dudukannya lalu berjalan keluar balkon “hahh.. kau boleh keluar sekarang” tatapan Songgun lurus kearah lautan lepas tak melihat Jiyong dan kedua tangannya menumpu dipagar pembatas balkon

Ia memejamkan matanya dan memutar lagi kenangan belasan tahun lalu. Memori bersama eommanya yang sedang berlibur kepantai setiap musim panas. Meskipun hatinya didominasi dengan kegelapan jika mengingat eommanya , bukan berarti ia tak punya kenangan manis bersama eommanya

Jiyong dapat melihat dari samping rambut Songgun yang tergerai tertiup angin laut membuatnya terdiam

‘dia calon istriku ..’

Jiyong perlahan mendekati Songgun lalu berdiri disampingnya “masuklah , kau akan sakit jika berlama-lama disini”

Songgun membuka matanya lalu menoleh kearah Jiyong sehingga kini Jiyong bisa melihat ada bayangan kesedihan dimata Songgun

‘aishh .. aku pasti sangat keterlaluan’ kata Jiyong

Songgun tersenyum “nde arraseo .. kau juga harus pergi. Bagaimana seorang tuan rumah meninggalkan tamunya begitu saja”

“baiklah …” Jiyong keluar balkon lalu berjalan kearah pintu kamar diikuti Songgun dibelakangnya “jangan lupa, kau harus ikut makan siang denganku. Akan kupastikan tidak ada skandal”

“kau tidak bisa memaksaku “ ucap cepat Songgun

Jiyong tersenyum miring lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Songgun “kita lihat saja nanti “ Jiyong berfikir ia bisa masuk kapan saja kekamar Songgun karena ia membawa kuncinya

Songgun memundurkan wajahnya , ia sedikit gugup lalu memalingkan wajahnya kesamping

Clik ~

Matanya menangkap sebuah benda persegi yang tergeletak diatas ranjangnya. Kini songgun balas menatap Jiyong dengan senyum tak kalah jahat dengan Jiyong

“nde .. kita liat saja nanti” kata Songgun membuat Jiyong memundurkan wajahnya bingung.

Jiyong menaikkan satu alisnya menatap heran Songgun sebelum ia membalikkan tubuhnya mulai berjalan menjauhi kamar Songgun

“dasar bodoh” bisik Songgun sedikit berlari mengambil kartunya. Ia lalu kembali berdiri diambang pintu untuk memanjangkan lehernya menatap punggun Jiyong

“hye~ ~ ~ G Dragon “ teriak Songgun memanggil Jiyong yang akan masuk kedalam lift

Jiyong menoleh ‘kenapa dia memanggilku seperti itu?’

“nd nde ~ ? “ teriak Jiyong tak kalah keras

Songgun memperlihatkan tangan kanannya yang kini sedang membawa kartu kamarnya

“kau meninggalkan ini , jadi aku anggap kau tak memerlukannya eoh .. kkkk” Songgun tertewa puas saat melihat Jiyong membelalakkan matanya

Jiyong teringat ia menaruh kuncinya di rnjang tadi “Yakk!” Jiyong segera berlari kearak kamar Songgun tapi dengan cepat

BLAMM…

Songgun membanting keras pintunya

Dor dor

“yak Songgun-ah … buka pintunya eohhh.. serahkan kunci itu yakkk” Jiyong menggedor pintu Songgun keras.

Tapi Songgun tak menghiraukannya karena ia tak seberapa terganggu dengan suara gaduh Jiyong. Kamar ini kedap udara jadi suara Jiyong hanya terdengar kecil oleh Jiyong

Songgun berjalan kearah ranjang lalu melepaskan sepatunya

“arghh” rasa nyeri sedikit menjalar dijemari Songgun yang kemerehan saat melepas sepatunya “sttt..appo” perlahan ia naikkan kakinya diatas ranjang

Tapi kemudian ia tersenyum melihat ekspresi Jiyong tadi “hahh.. senang sekali bisa mengerjai naga menyebalkan itu” kata Songgun memejamkan matanya . Songgun melakukan ini semua untuk kebaikan Jiyong. Kemunculannya bersama Jiyong bisa menjadi petaka besar kelak

“baiklah, aku akan mencoba tidur” Songgun menarik selimutnya lalu membaringkan diri

Sementara Jiyong mulai lelah , menghentikan teriakan dan gedorannya. Ia juga takut dilihat oleh tamunya “baiklah aku akan cari cara lain . tunggu saja” deru nafas Jiyong memburu kesal.

Ia harus berhasil membawa Songgun keluar kamar. Ia tak mungkin membiarkan Songgun tak makan hanya karena Songgun tak ingin merusak pestanya dengan tatanan busananya kan?. Jika Jiyong bisa sedikit menjaga mulutnya tidak menghina Songgun pasti ia tak akan susah seperti ini kan ?

^1 hour later

Cklek ~ pintu kamar Songgun dibuka seseorang namja. Ia adalah Jiyong yang kini mengenakan topi hitam bertuliskan ‘KISS DRAGON’ didepannya , celana jeans selutut dan kaos hitam polosnya. Ia berpenampilan santai seperti Songgun agar bisa membujuk Songgun bahwa dia tidak sendirian berpakaian santai. Ia mendengus kesal saat melihat Songgun yang terlelap diatas ranjang

“aishh anak ini”  Jiyong bercakak pinggang dihadapan ranjang Songgun “bisa-bisanya dia tidur saat perut kosong ”

Kemudian ia melihat tas Songgun yang tergeletak diatas meja rias “apa dia benar membawa makanan?” Jiyong berjalan mengambil tas itu lalu membukanya “dia hanya membawa baju” Jiyong tersenyum kecut Songgun membohonginya.

Bagaimana jika Jiyong percaya begitu saja dengan Songgun, pasti Songgun akan kelaparan hingga malam kan ?

Jiyong berjalan lagi kearah ranjang Songgun lalu duduk dipinggir ranjang “hei.. Songgun-ah .. ireona .. kajja .. sudah waktunya makan siang” Jiyong mengguncang sedikit bahu Songgun untuk membangunkannya

“emm ani eomma .. 5 menit lagi “ dengan nada serak Songgun mengigau lalu menarik selimutnya

Jiyong dengan cepat menahan tangan Songgun “aku bukan eommamu eoh … aku Jiyong “

“nde ? naga menyebalkan itu ? aniyoo “ Songgun masih memejamkan matanya. Sebenarnya perlahan kesadarannya mulai terbangun tapi seluruh syarafnya serentak menyuruhnya untuk tidak beranjak dari ranjangnya

Jiyong tersenyum geli “ishh … saat tidur saja kau masih bisa mengolokku hemm” Jiyong melihat poni Songgun yang berantakan, tanpa sadar tangan Jiyong telulur membenarkannya lalu membelai turun rambut Songgun

Pipi Jiyong sedikit memanas, ia segera menarik tangannya kembali lalu berpaling tidak melihat Songgun

‘hei , ada apa denganku?’

Jiyong kembali menatap Songgun, ia kemudian mendapatkan ide untuk membangunkan Songgun.Dengan posisi masih duduk Jiyong memenjarakan tubuh Songgun dengan kedua tangannya yang ia letakkan disisi kanan-kiri bahu Songgun

“bangunlah , aku hitung sampai 3. Jika kau masih tidak bangun, jangan salahkan aku jika aku mencuri ciumanmu lagi” Jiyong tersenyum jahat dihadapan wajah Songgun yang masih terpejam

Mendengar kata-kata itu Songgun perlahan mengerutkan keningnya

‘ada apa dengan orang ini ?..’ otak Songgun memutar pedal kerjanya sehingga otak malas Songgun kini dipaksa untuk bekerja

“hana ..” Jiyong mulai menghitung

Songgun masih menutup matanya “emm… jangan menggangguku Jiyong-ssi… “ Songgun sedikit mendorong bahu Jiyong saat perlahan pendengarannya mulai mengenali suara Jiyong

“deul … bangunlah jika kau tak ingin aku cium”

‘kenapa tiba-tiba dia ingin – MWO ?’

“sett”

Songgun yang menyadari bahwa dirinya sedang dalam bahaya besar langsung membelalakkan matanya lalu menggerakkan cepat tangannya untuk menahan bibir Jiyong yang hampir menyentuh bibirnya

Songgun mendorong bibir Jiyong menjauhi bibirnya “Yakk!! Apa yang kau lakukan eoh !!”

“membangunkanmu … apa lagi ?” tanya Jiyong santai

Songgun duduk menyandarkan punggungnya di hadboard “ishh tapi tidak dengan cara seperti itu eoh” Songgun mengucek matanya malas “hei … bagaimana bisa kau masuk ?? kuncinya kan ada padaku “

Jiyong tersenyum meremehkan “kau tak ingat siapa yang berkuasa dikapal ini ? aku dapat dengan mudah meminta kunci cadangan pada resepsionis”

Songgun mendengus kesal “aishh jinjja ~ kau memang menyebalkan Jiyong-ssi … sudah aku bilang berapa kali eoh bahwa aku tidak mau makan siang“ Songgun merosotkan tubuhnya kembali berniat untuk tidur

Dengan cepat Jiyong menahannya “yak … jangan tidur lagi eoh .. kau harus ikut denganku”

Greepp

“yak .. yakk apa yang kau lakukan eoh “

Dengan cepat Jiyong menggendong ala bridal Songgun lalu membawanya masuk kedalam kamar mandi

“hye … turunkan aku …” kaki Songgun bergerak diayunkan dan tangannya memukuli dada Jiyong “Jiyong-ssi ….arghh appo-“ Songgun mengeram kesakitan saat kakinya yang lecet terbentur pintu kamar mandi

Jiyong terkaget melihat Songggun yang kesakitan “songgun-ah .. waeyo ? “Jiyong menurunkan Songgun mendudukannya dikloset duduknya

Puk ~ Songgun memukul kepala Jiyong

“arghh” ringis Jiyong

“kakiku sakit pabo .. kau seharusnya tak menggendong orang sembarangan “ kata Songgun mengelus jemari kakinya yang kini tambah memerah

jiyong berjongkok dihadapan Songgun “mianhae .. aku tak tau Songgun-ah … apa karena sepatu itu eoh “ salah satu kaki Songgun perlahan dibawa Jiyong kepangkuan pahanya untuk melihat lecetnya

Songgun mengangguk saat Jiyong menatapnya dengan perasaan khawatir “arhh .. nde … tapi ini juga karenamu “ Songgun menekan hidung Jiyong dengan satu telunjuknya

Jiyong merasa bersalah “jeongmal mianhae … akan ku carikan obat untukmu “perlahan Jiyong menurunkan kaki Songgun “kau mandi saja dulu , nanti setelah selesai aku akan bawakan obatnya “

Seperti anak kecil, Songgun mengangguk patuh. Entah kenapa matanya terlalu fokus dengan semua gerak-gerik Jiyong

Jiyong bangkit lalu memegang ujung kepala Songgun “aku segera kembali” pamit Jiyong lalu ia berlari keluar kamar mandi. Songgun bisa mendengar bantingan kecil pintu kamarnya yang ditutup oleh Jiyong

Songgun meraba dadanya tepat dijantungnya ‘Tuhan , apa benar aku harus mencintainya lagi’ kata Songgun merasakan jantungnya yang berdebar cepat

15 menit berlalu, Songgun sudah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Tidak seberapa jauh dari busananya tadi , kemeja kebesaran berwarna hitam yang sedikit dimasukkan  kedalam rok pendek senada sejajar dengan setengah pahanya. Yang membedakan hanya sebuah bando hitam polos yang tidak seberapa lebar berada diatas kepalanya menghilangkan poninya. Tak lupa polesan makeup tipis dan lipstik softpink membuat ia terlihat lebih feminim dari pada tadi pagi

Cklek ~ Songgun menoleh kearah pintunya yang terbuka melihat Jiyong masuk

Jiyong menyanggakan kedua tangannya dikedua lututnya “kajja~ host kemarilah … aku sudah membawa obatnya host ” nafas Jiyong terengah karena memang ia berlari saat mencari obat untuk Songgun dibagian medis dilantai dasar.

Saking khawatirnya ke Songgun, ia tak bisa mengantri lama menunggu di lift dan memilih menaiki tangga untuk kemari. Ia juga sempat mengumpat saat petugas medis dianggapnya lambat mencarikan obat untuknya

Songgun yang tadi nya berada didepan meja rias berjalan mendekati Jiyong dengan langkah yang sedikit pincang “kau baru saja dikecar paparazi eoh … kenapa nafasmu seperti itu” ia duduk diranjang depan Jiyong

“ani host aku usahakan untuk secepatnya datang… aku takut kau semakin kesakitan jika kau menungguku lama “ Jiyong menyeret kursi rias llu duduk didepan Songgun “mana kakimu”

“arhh “ Songgun perlahan mengangkat kakinya lalu Jiyong taruh diatas pahanya “kau seharusnya tak sekhawatir ini eoh .. aku merasa tidak enak”

“kenapa merasa seperti itu eoh “ Jiyong mengambil saleb yang ia dapatkan tadi lalu mulai mengoles isinya dijemari kaki Songgun yang masih kemerahan

“emmt .. “ Songgun meringis karena rasa perih yang mulai ia rasakan “kau seharusnya bersenang – senang dipestamu , bukan tertahan disini bersamaku.. mianhae”

Jiyong selesai mengolesi dijemari kedua Songgun “jangan merasa seperti itu …tak ada yang istimewa di pestaku” kini Jiyong duduk disamping Songgun

“apa karena Dara-ssi tak datang ?“ tanya Songgun ragu menghadap Jiyong.

“cih..” Jiyong tersenyum kecut “jangan menyebutnya eoh “ Jiyong mengacak rambut Songgun “siapa bilang dia tidak datang…dia mengajak Sungmin”

“mw mwo ?? Sung Sungmin ?” wajah Songgun perlahan memucat

Jiyong mengetahui hal itu “jangan takut eoh .. aku tak akan membiarkan Sungmin mendekatimu” Jiyong merangkul bahu Songgun. Jiyong tersenyum tulus

“eoh ? nde gomawo kalau begitu ~ “ Songgun tersenyum dan sedikit menepuk pipi Jiyong

Jiyong melepaskan pelukannya “ah baiklah … “ Jiyong mengambil sebuah kotak yang ia taruh di samping ranjang “pakai ini lalu turun untuk makan siang … beberapa jam lagi kita akan sampai ke pulai Jeju”

Songgun menerima kotaknya lalu membukanya “oh ? gomawo ~ “ Jiyong memberikan sepasang flatshose peach dengan bagian atas bergaya seperti sandal jepit*ngerti g ?.

‘dari mana Jiyong mendapatkannya ?’

Songgun segera memakainya “tapi .. aku masih takut dengan skandal” Songgun mengerucutkan bibirnya

“jangan khawatir … kau cukup diam , biar aku yang menjelaskannya “

“oh baiklah “ akhirnya Songgun mau untuk keluar. Ia bangkit dibantu Jiyong “gwenchana .. aku bisa sediri”

“hemm  ..” jiyong berjalan berdampingan dengan songgun yang tangannya sedikit memeluk lengan Jiyong

**

Saat berada didepan restoran kapal ini, Songgun menghentikan langkahnya dan tanpa sadar Songgun memeluk lebih erat lengan Jiyong

“benarkah aku harus masuk Jiyong-ssi ?”  tanya Songgun yang memandang ngeri tamu-tamu jiyong yang terlihat dari dinding restoran yang terbuat dari kaca transparan

“tenanglah … kajja “ Jiyong merangkul bahu Songgun untuk mendorong masuk

Tetap saat Jiyong dan Songgun memasuki restoran , semua mata tamu tertuju pada mereka. Tak terlewat tiga sahabat Jiyong yang juga ada disana dalam satu meja

“hey … siapa yeoja yang bersama Jiyong itu .”? tanya Siwon

“yeojachingukah ? kenapa Jiyong tak pernah cerita “ sambung Wonbin

Mata ketiganya masih mengekor kearah Jiyong dan Songgun yang kini berjalan kesalah satu meja yang kosong

“tapi … aku seperinya pernah melihat yeoja itu “ tanggap Seungri

“apa dia juga artis Seungri-ssi” tanya Wonbin

“molla … aku tidak yakin tapi -“ Seungri menghentikan kata-katanya “hya !! Kang Songgun … bukankah itu putri tunggal keluarga Kang itu”

“kang Songgun … “ siwon membelalakkan matanya “Songgun yang kau ceritakan 7 tahun lalu menyukai Jiyong “

Seungri mengangguk

“omo …. kenapa Jiyong bisa bersamanya eoh “ Wonbin menggeleng kepalanya heran “Jiyong kan sudah menolaknya “

“tapi aku melihat , sepertinya kini giliran Jiyong yang tegila – gila pada Songgun” selidik Seungri yang melihat Jiyong begitu perlahan menuntun Songgun lalu menarik kursi untuk Songgun

“benar Seungri-ssi .. lihat saja nanti , aku akan memaksanya untuk mengaku” kata Wonbin

Tanpa sadar pembicaraan 3 namja itu terdengar oleh seseorang yang duduk tidak jauh dari meja mereka

“Gun.. Gun ah ~ “lirih orang itu

Sementara itu , Songgun sedikit risih dengan tatapan para tamu

“tenanglah , tak ada sungmin disini …” kata Jiyong santai mengambil buku menu yang baru saja diberikan oleh seorang pelayan

“em bukan karena Sungmin eoh , aku sedikit takut dengan tatapan mereka yang seperti akan memakanku”

Jiyong tertawa “kau mau pesan apa ?”

“nde ? oh … apa ada pasta? Aku ingin makan itu “

Jiyong mengecek menunya “ada … tolong buatkan satu pasta yang ini nde “ kata Jiyong sambil menunjuk gambar pasta pada pelayan itu “dan dua lemonade ice “jiyong menutup menunya

“nde baik tuan … tunggu sebentar” kata pelayan itu lalu pergi setelah mencatat pesanan Jiyong

“mwo ? kau tak makan ?”

Jiyong menggeleng lalu bangkit dari duduknya “aku akan memesan setelah ini”

“kau mau kemana ?” Songgun bingung , dia ingin ditinggal sendirian ?

“aku sudah ditunggu dipanggung “ tunjuk Jiyong sebuah panggung sedikit luas ditengah-tengah resto. Terdapat sebuah grand piano berwarna putih diatasnya “aku hanya beryanyi satu lagu” Jiyong mengacak rambut Songun menenagkannya lalu berjalan menuju panggung.

Hal itu semakin membuat para tamu Jiyong penasaran.

Songgun menoleh kesisi kanan kirinya , beberapa mata tertangkap tangan tengah memperhatikannya

Songgun merundukkan wajahnya “aishh .. kalau begini jadinya, lebih baik aku dikamar saja” lirih Songgun

Sebelum naik panggun , Jiyong melepas topinya dan memakai sebuah jas kemilauan yang diberikan seorang staff dibawah panggung

Jiyong sudah menaiki panggung dan ia bisa melihat wajah  Songgun yang cemberut. Jiyong tersenyum kepada Songgun lalu duduk dikursi depan piano lalu mulai menekan beberapa tuts piano

Tet .. tet *intro who you

Songgun mendongakkan wajahnya melihat aksi Jiyong

Baby, I love you ireoke malhajiman
Baby, I love you, I say this but

Nae maeumeun waenji hanado jochi anha
I don’t feel good at all

I want you, I need you, norae bureujiman
I want you I need you, I sing but

I dont know why I feel bad, niga
mwonde
I don’t know why I feel bad, who you?
Dengan jari yang menari indah diatas tuts piano ,Jiyong menatap lurus Songgun saat menyanyikan bagian itu. Seakan Jiyong mengungkapkan hatinya pada Songgun

‘kenapa dia menatapku seperti itu?’

Tapi saat menyanyikan bagian berikutnya , mata Jiyong berubah tajam mengarah kearah lain yakni kearah pintu restoran yang baru saja dibuka

Chukhahae, geusae dareun namjareul tto manna
Congratulations, you already are meeting someone new

Jaldwae sseumhae ajik jom ireudaman
I hope it works out, althought it’s a bit early

Nan nega joha hamyeon geu ppunirago but jakku hwagana baby daeche niga mwonde
If you’re happy, that’s all I want, but I keep getting angry, baby who you?
Du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du oh-oh-oh-oh-oh
Du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du oh-oh-oh-oh-oh

Baby, I miss you wae jakku neoman saenggangna
Baby, I miss you, why do I keep thinking about you
Songgun menoleh kearah yang sama dengan Jiyong

Deg~

‘omona .. Sungmin oppa’

Songgun segera memutar kepalanya lagi tak menatap Sungmin yang baru datang bersama dengan Dara. Ia melepas bandonya agar poninya bisa menetupi sebagian wajahnya_Songgun mencoba untuk berkamuflase

Jiyong yang masih bernyanyi tau bahwa kini Songgun panik

“permisi nona .. ini pesanan anda “

Songgun sedikit tersentak saat seorang pelayan mengantarkan pesanannya, satu menu pasta dan dua lemonade ice untuknya dan Jiyong

“ah nde … gamsahamnida” senyum Songgun berusaha tenang meminum lemonade icenya. Perutnya sedikit berbunyi karena melihat hidangan pasta yang ada didepannya terlihat menggiurkan

“baiklah … aku berusaha menguasai keadaan hufftt” Songgun segera mengambil garpunya lalu mengambil pasta rafiollinya untuk disuapkan kemulutnya

“emm … mashitaa .. aku bisa melupakan Sungmin dengan ini “Songgun melahab pastanya dengan antusias membuat Jiyong kembali tersenyum diatas panggun

Tapi ditengah sesi makannya , tiba-tiba saja Songgun merasakan sesuatu yang aneh didalam tubuhnya. Daerah sekitar perutnya perlahan memanas

“huemmp” Songgun segera menutup mulutnya karena ia tiba-tiba ingin muntah

‘ada apa denganku ?’

Tanya Songgun melepas bekapannya dan langsung menegak lemonadenya. Ia tidak pusing jadi jangan dibilang ia mengalami mabuk laut

Jiyong sedikit kaget saat melihatnya. Ia ingin menemui Songgun tapi ia tak mungkin berhenti dipertengahan lagu kan?

“hump .. aishh … “ Songgun sudah tidak kuat lagi menahannya. Dengan cepat ia bangkit dari dudukannya dan sedikit berlari keluar restoran dengan langkah terpincang

Jiyong reflek menghentikan permainan pianonya “Songgun-ah “ panggil Jiyong bangkit dari kursi piano lalu berlari turun menyusul Songgun

Jangan ditanya dengan kondisi restoran saat Jiyong bertindak seperti itu. Restoran semakin riuh dengan praduga hubungan Jiyong dengan Songgun.

“Songgun ?” Sungmin yang baru saja mempersilahkan duduk Dara juuga terkejut melihat yeoja yang baru saja keluar

Songgun berlari kearah samping dek kapal dan segera menyondongkan tubuhnya agar ia bisa membuang semua isi dalam perutnya

“huekk ..” kedua tangannya berpegangan erat dipagar pembatas kapal agar ia tidak jatuh

Jiyong yang baru keluar dari restoran berhenti sebentar untuk mencari Songgun, setelah ia menemukannya , ia langsung berlari menghampiri Songgun

“yak!! Songgun-ah gwenchana ?” tanya Jiyong yang kini memegangi rambut tergerai Song agar tidak terkena muntahannya

Songgun menggeleng lemah “aniyo ~ perutku rasanya hummp” Songgun kembali muntah tapi kini tidak ada yang dimuntahkan. “huhhhh ..” Songgun menghela nafas dengan air mata yang tergenang karena mual

“kenapa kau tiba-tiba seperti ini eoh “ Jiyong khawatir mengambil sapu tangannya lalu mengelap bibir Songgun

“aku tak yakin.. tapi sudah lama sekali aku tak kambuh .. aku punya alergi jamur tiram.” Jawab Songgun lemas

“jamur ? aku tak memesan pasta jamur tadi ..kau punya obatnya ?“ Jiyong menahan tubuh Songgun agar tidak jatuh

Songgun menggeleng “aku sudah lama tak memilikinya.. jangan khawatir ini akan baik sendiri”

“kita ke ruang medis saja nde .. akan lebih aman disana”

“aniyo.. sebentar lagi kita sudah sampai dipulai Jeju . aku ingin melihat pulaunya dari kejauhan lalu terus mendekat hingga kita sampai” jawab Songgun kini menghadap kearah laut lepas

“kau seperti anak kecil eoh “ Jiyong mencubit pipi Songgun

Songgun mengerucutkan bibirnya“appo Jiyong-ssi… seharusnya kau kembali masuk , kau tak sopan meninggalkan tamumu”

“hahhh” Jiyong ikut menghadap laut lalu kepalanya ia sandarkan dibahu Songgun “pemandangan disini lebih indah “

Rambut Jiyong yang mengenai leher Songgun dan kulit bahunya yang bersentuhan dengan kulit wajah Jiyong membuat Songgun terdiam kaku. Entah kenapa ada sesuatu yang menjalar seperti aliran listrik menuju bahunya

“ja-jangan seperti ini eoh … ka-kau tak takut dengan skandal eoh”

Jiyong menggeleng kecil “aniyo ~ pada akhirnya nanti kau tetap akan menikah denganku kan ? jadi tidak ada skandal disini karena kau memang benar-benar calon istriku kan ?”

Nafas Songgun tercekat segera menarik bahunya dari kepala Jiyong “MW-MWO ?.. kau akan me-mengakuinya” Songgun menatap Jiyong bertanya dengan mata yang besar

Jiyong mengangguk “kau keberatan ?” senyum Jiyong

Songgun gugup “an .. itu ..aku …emm.. aish aku lupa Jiyon-ssi , aku baru ingat kalau aku masih mempunyai obat alergi dari Jepang.“

Jiyong tau Songgun mengelak menjawab pertanyaannya “benarkah ?” Jiyong tersenyum menanggapi itu

“nde … aku akan mengeceknya , aku membawanya atau tidak “ Songgun berjalan meninggalkan Jiyong

Jiyong hanya bercakak pinggang saat melihat punggung Songgun “dia manis sekali saat gugup seperti itu kkkk”

Songgun berjalan dengan menundukkan wajahnya . Dia sedang merutuki dirinya sendiri karena ia gugup dihadapan Jiyong.

“Gun-ah ~” panggil seseorang yang berada didepan Songgun

Songgun sontak kaget menghentikan langkahnya yang selaras dengan kolam renang yang ada disampingnya. Ia begitu tersentak mendengar dirinya dipanggil seperti itu. Itu panggilan kesayangan dari eomma kandungnya saat ia kecil. Tanpa sadar Songgun mengepalkan tangannya

‘apakah orang itu ada disini?’ tanya Songgun yang masih menunduk

Jiyong yang masih memperhatikan Songgun , bisa melihat sosok yang ada didepan Songgun

Jiyong berjalan menghampiri mereka “oh … Nyonya Han, Annyeong haseyeo “ Jiong menunduk memberi salam

‘nyonya Han ‘ mata Songgun bergerak cepat kekiri dan kekanan karena takut. Jantungnya berdebar keras tapi perlahan ia putuskan untuk melihat wajah yang Songgun yakini itu wajah eomma kandungnya yang sudah menolaknya 7 tahun lalu

‘kenapa Jiyong memanggilnya nyonya ?’

Deg

Seperti mendapat serangan jantung, benar itu eommanya. Songgun selangkah mundur kebelakang saat matanya berhasil menangkap mata beriris hitam pekat milik eommanya

“eom.-eomma ..~” panggil Songgun lirih

Jiyong berada disamping Songgun “nde ? eomma “ sontak Jiyong kaget mendengar Songgun memanggil istri presiden managernya itu eomma

Nyonya Han tersenyum miring “7 tahun berlalu .. kau sudah tumbuh dewasa sekarang”

Songgun hanya diam , otaknnya sibuk memproduksi senyawa asam yang sangat perih dihati Songgun “nde .. aku tak menyangka , kita bisa bertemu lagi nyonya Han “ Songgun menunduk memberi hormat pada ahjuma yang kini memakai lipstik merah darah itu

Bukannya songgun kasar tidak memanggil eomma yang telah melahirkannya eomma , tapi ia kembali teringat perintah eommanya 7 tahun lalu yang melarangnya memanggilnya eomma lagi setelah perceraian kedua orang tua mereka

“bagus … kau mengingat perintahku” nyonya Han tersenyum tapi dengan cepat seyumnya menghilang “tapi.. kenapa berani-beraninya kau muncul dihadapanku eoh … kau melupakan perintahku yang satu itu hemm?” meskipun diucapkan lembut tapi setiap katanya terselip serpihan duri yang siap menghancurkan hati Songgun

Jiyong terkejut meliha sikap nyonya Han yang sangat berbeda dari biasanya. Ia dikenal sebagai istri yang ramah tapi sekarang Jiyong tau bahwa itu hanya topeng

“animida … aku masih mengingat SEMUANYA dengan baik nyonya Han, aku sama sekali tak berniat untuk bertemu denganmu “ hati Songgun sangat sakit saat mengatakan itu , ia sebenarnya sangat merindukan eommanya “tapi … kita tak tau apa takdir kita didepan “

Ekspresi nyonya Han berubah, ia mulai menunjukkan taringnya “dengan alasan Jiyong sebagai takdir itu sehingga kau bisa masuk ke pesta ini untuk menemuiku eoh”

“apa maksud anda ?” bingung Songgun

“apa ini yang diajarkan appamu padamu eoh .. menggoda Jiyong ?. aku sudah mengawasimu dari awal sejak kau masuk kapal ini”

Sementara itu , Sungmin terlihat keluar dari restoran seperti mencari seseorang. Ia kini melihat kearah Songgun , Jiyong dan nyonya Han.

‘ada apa ?’ tanya hati Sungmin. Melihat orang yang dicari ada disana, Sungmin segera berjalan menghampiri mereka

Tess

Air mata Songgun jatuh begitu saja saat ppanya mendapatkan dakwaan aseperti itu

Jiyong melihat air mata itu “Nyonya Han …!! jaga bicara anda .. ucapan anda tak mencerminkan sifat istri presiden manager JY Entertaiment sama sekali”

“kau tak perlu membelanya GD”

Nafas Songgun memburu “JANGAN PERNAH MENGHINA APPA SEPERTI ITU EOH … KAU YANG MENGGODA PENGUSAHA KAYA DILUARAN SANA UNTUK BISA KAU NIKAHI DAN KAU AMBIL HARTANYA KAN !!!”

Mendengar itu, Sungmin yang tidak jauh dari mereka menghentikan langkahnya.

Mata nyonya Han tambah menghitam mendengar ucapan Songgun “yak !! berani- berani beraninya kau” nyonya Han berjalan cepat kearah Songgun dan

PLAKK! ~

Kini pipi Songgun berhasil menjadi merah berkat tamparan keras nyonya Han. Disudut bibirnya juga mengalir darah segar. Songgun terdiam merasakan sakit yang menjalar keseluruh tubuhnya

“Mwo ? eomma ~!!” Sungmin berlari kearah nyonya Han yang ternyata adalah ibu tirinya. Apa yang dilakukan Songgun hingga ia ditampar oleh ibunya “apa yang eomma lakukan eoh “ Sungmin dengan cepat menahan nyonya Han yang masih ingin memukul Songgun

Songgun tersentak yang masih terdiam‘Sungmin memanggilnya eomma ?’

“Songgun-ah !! … yak !! Nyonya Han , ini sudah keterlaluan eoh” Jiyong dengan cepat menarik Songgun kepelukannya “berani-beraninya anda menampar calon istriku !!”

“MWO ?” nyonya han dan Sungmin membulatkan mata “apa maksudmu”

Jiyong tak menanggapi “presiden pasti sangat kecewa dengan sikap anda” Jiyong mengelus sayang Songgun “kajja-“ Songgun menggendong Songgun ala bridal dan berjalan menjauhi nyonya Han yang masih emosi disana dan Sungmin yang tak kalah terkejutnya

“hiks “Songgun mulai menangis membenamkan wajahnya didada bidang Jiyong

**

Jiyong membawa Songgun kembali ke kamarnya. Songgun masih saja tidak mau berhenti menangis didalam pelukan Jiyong yang kini duduk diranjangnya

“nyonya Han adalah eommamu ?” tanya Jiyong mengelus rambut Songgun mencoba menenangkan

“nde hiks … dan secara teknis aku bersaudara tiri dengan Sungmin hikss … menyebalkan “

“kau tak tau sebelumnya latar belakang Sungmin hemm ?”

Songgun menggeleng “yang aku tau orang tuanya berpisah ketika ia masih kecil hikkss”

“aiss .. uljima … berhenti menangis nde ..”

“shireo .. kenapa hikss dia jahat sekali padaku Jiyong-ssi .. apa salahku hisksss” Songgun mengeratkan pelukannya dileher Jiyong

“eommamu yang tak waras eoh .. dia tega sekali memukulmu sekeras itu”

“hikss… jangan mengoloknya seperti itu …” songgun memukul dada Jiyong “dia eommaku hikss “ songgun turun dari pangkuan Jiyong lalu duduk disampingnya

Jiyong tersenyum “ishh … kau juga mengoloknya tadi “ jiyong berdiri lalu mengambil kapas antiseptik untuk membersihkan darah dibibir Songgun

“arkk .. pelan-pelan “ Songgun meringis saat Jiyong mulai membasuh lukanya

“nde .. mianhae “ Jiyong mendekatkan wajahnya agar dapat melihat luka Songgun

Jarak mereka sangat dekat membuat nafas mereka menerpa wajah satu sama lain

Songgun menatap kearah Jiyong terlebih dahulu. Ia bisa melihat ekspresi serius Jiyong yang matanya sedang fokus dengan lukanya

Saat songgun masih memandangi Jiyong , kini giliran Jiyong yang menatap Songgun dan akhirnya mata mereka bertemu

Nafas mereka serasa panas saat merasa jantung keduanya berdetak hebat. Seakan mata Jiyong bisa menghipnotis Songgun , perlahan Songgun mendekatkan wajahnya.

Jiyong berhenti membersihkan luka Songun, ia juga serasa dihipnotis dengan mata Songgun. Perlahan jiyong mendekatkan wajahnya

Saat wajah mereka hanya berjarak beberapa cm , mereka memejamkan mata mereka dan

CHUP~

Songgun yang mengecup Jiyong terlebih dahulu lalu kemudian melepaskannya tapi kemudian Songgun kembali mengecup Jiyong agak lama. Dan kini Songgun melepaskannya lagi

Merasa dipermainkan , Jiyong mendorong Songgun hingga terlentang diatas kasur dan dengan cepat melumat bibir Songgun keras

“eummm” desah Songgun mengalungkan kedua tangannya dileher Jiyong. Jiyong juga melingkarkan kedua tangannya di pinggang Songgun, megelus lembut

“ehhmmm” mereka saling berpagutan panas tapi lembut menghisap bibir satu sama lain. Saat bibir bawah Songgun dihisap dan sesekali digigit oleh Jiyong, Songgun berusaha membalasnya dengan mengerjai bibir atas Jiyong

Sementara tangan Jiyong mulai berjalan masuk mengusap lembut perut Songgun dan bermain dengan pusarnya

“ahhmm” masih dengan jemari yang aktif mengelus lekukan tubuh Songggun , jiyong melepaskan ciumannya lalu memandang Songgun lekat

“arh ahhh” desah Songgun saat dengan sengaja Jiyong merambatkan tangannya kearah payudara lalu meremasnya lembut

Jiyong tersenyum melihat ekspresi Songgun yang bernafsu dengan wajah yang kemerahan. Ia tau apa yang Songgun inginkan selanjutnya.

Ia bangkit sedikit memberi jarak untuk mereka lalu mulai membuka dua kancing teratas kemeja Songgun sehingga kini ia bisa melihat bahu putih Songgun yang sangat ia inginkan dan dua benda kembar milik Songgun yang masih tertutup bra berenda hitam

Chup ~ Jiyong mulai memerosotkan kemeja Songgun kebawah dan mengecupi leher Songgun bebapa kali

“emm Jiyong-ssi mmppt” desah Songun saat Jiyong menjilat lehernya dan sesekali menggigitnya memberi warna keunguan

“ahhh” Songgun merasakan tangan Jiyong masuk kedalam branya lalu mengusap lembut nipple nya hingga tegang

Kecupan Songgun turun hingga dada atas Songgun. Jiyong kemudian menurunkan tali bra Songgun dan menariknya kebawah sehingga kini ia bisa melihat payudara Songgun

“euhhmmm … “ Songgun mengeram meremas rambut belakang Jiyong saat Jiyong menggodanya dengan sengaja mengusapkan berkali-kali bibirnya kesalah satu nipple Songgun hingga keras “uh jeb-jebbal ohh”

Jiyong menulikan pendengarannya lalu kini menjulurkan lidahnya untuk membasahi nipple Songgun

“Oohhh” sensasi dingin di nipple membuat otot vaginanya berkedut mulai terangsang. Kaki Songgun bergerak sesekali karena menahan gelinya.

Tangan Jiyong yang bebas kini mulai mengelus paha putih Songgun hingga menyibak rok Songgun terus ke pangkal pahanya lalu masuk terus mengelus kepaha dalamnya

“ahhh   ~ ahh “ Jiyong mulai memasukkan nipple kiri Songgun yang basah kedalam mulutnya lalu menghisap kuat. Bersamaan dengan itu tangan Jiyong mulai berani melebarkan kaki Songgun lalu Jiyong memindahkan tubuhnya masuk diantara kaki Songgun

Dari luar celana Songgun , Jiyong mengusap miss v Songgun yang mulai lembab

“ahhhh emmm ahhh Jiyongg-stt emm” kini giliran nipple kanan Songgun yang mendapat hisapan dari Jiyong , sementara nipple kirinya dimainkan dengan jemari Jiyong. Ia mencubit, menekan nekan nipplenya lalu memelintirnya cepat membuat niple Songgun memerah

Sementara tangan yang lain membuka celana dalam Songgun dan membuagnya asal. Telunjuk Jiyong membela garis missv Songgun dan segera mencari clitoris Songgun

“uhhhh” Songgun mendingak saat Jiyong berhasil menyentuh clitorisnya. Dengan cepat Jiyong menggesekkan jemarinya di clitoris Songgun

“ahhh ssstt ahhh ahhh” Songgun merasa melayang saat kedua niple dan missv nya dimainkan secara bersaamaan seperti ini

Jiyong mencubit memutar clitoris Songgun dan menekannya cepat membuat ukurannya membengkan dan lebih besar dari pada tadi.

Ciuman Jiyong turun mengecupi perutnya dan sampai pada missv Songgun. Ia menekuk lalu menahan lebar kaki Songgun sehingga ia bisa melihat clitoros Songgun dan langsung menjilat dan melahapnya

“aishh ahh Jiyong-ssiii ahhh emmm ohhh “ Songgun menjambak rambut Jiyong merasakan kenikmatan yang begitu besar “aghh” ia merasakan sesuatu masuk kedalam miss vnya

Dua jari tangan Jiyong yang masuk kedalam lubang Songgun yang sudah basah. Perlahan Jiyong meng in-out jemarinya tapi lama-kelamaan ..

“ahhhh…”Jiyong semakin cepat menggerakkan jarinya yang kini ada 3 jari missv Songgun. Mesara miss v  Songgun mulai berkedut ia segera menukar kerja mulut dan jarinya

Jari Jiyong kini kembali memainkan clitoris Songgu dan bibirnya kini menghisap kuat miss vnya lalu meng in-out lidahnya meliuk kedalamnya

“assshhh ahhh ahhh emmm” Songgun mendongak dan mencengkram sprei kuat saat klimaks semakin dekat “sebentar lag ghiii ahhh ahhh” Songgun mendorong miss vnya semakin melekat di bibir Jiyong

Sebaliknya ,Jiyong semakin membenamkan wajahnya untuk menghisap miss v Songgun”ahhh … Jiyong-ssii aku ahhh ahh” Jiyong mempercepat gerakan lidahnya yang semakin terhisap kedalam “aku—AHH” songgun mengejang menerima klimaks pertamanya

“hostt… hostt “ deru nafas Songgun yang masih terengah yang kini melihat Jiyong turun dari ranjang lalu melepas jas berkilau, kaos hitam dan jelana jeansnya. Kini Jiyong hanya mengenakan boxer dan kembali menaiki ranjang

Jiyong kembali mensejajarkan wajahnya di wajah Songgun yang dipenuhi keringat didahinya. Jiyong mengelap keringat itu

Jiyong tersenyum “dengan ini aku anggap kau setuju menjadi istriku “ kemudian mengecup bibir Songgun ringan

Songgun malu mendengar itu, ia berfikir apa kali ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Songgun mengelus tatto Dragonball Jiyong dibahu sebelah kirinya

“kau mencintaiku ?” tanya Songgun malu-malu

“kau fikir aku melakukan semuanya tadi tanpa cinta eoh … aku mulai menyukaimu”

“emmmm” dengan sengaja Jiyong menggesekkan miliknya yang sudah tegang didalam boxernya  ke miss v Songgun “ahhh .. bagaimana dengan mu .. kau mencitaiku ?” tanya Jiyong

“emmm… ndeeehhh “ Songgun menarik tengkuk Jiyong agar ia bisa mengecup bibir Jiyong “janghann permainkhann akuuhh emmm …” bisik Songgun yang masih mendesah

“kauu haruss memohon eohh ahh” Jiyong tersenyum miring

“aisshhh” Songgun mendesah frustasi tapi sebersit ide muncul “oppahhh emmm jeballll … palliwahh” ia berusaha memasang wajah terangsangnya dengan tangan Songgon perlahan turun dan meremas pelan junior Jiyong

‘omona … ini besar sekali ..’ kata hati Songgun terkejut

Jiyong merasa geli mendengar Songgun memanggilnya oppa

“arhhh  … Songgunn hentikaann … baiklahh” Jiyong dengan cepat menurunkan boxernya hingga lututnya dan alhasil Songgun bisa melihat milik Jiyong

“kau siap …” tanya Jiyong dijawab dengan anggukan mantab “kau boleh memukulku mencakarku karena ini akan sakit diawal tapi akan kau buat kau ketagihan …kkk”

Songgun melingkarkan tangannya di leher Jiyong “nde “

Jiyong memposisikan miliknya tepat didepan miss v Songgun dan

“arhhh” Songgun mengeram saat Jiyong mulai memasukinya

“kauu sempithh uhh” Jiyong kesusahan memasukkan setengah miliknya lagi. Ia sedikit menarik keluar dan

JLEB

Jiyong menghentakkan kuat miliknya sehingga kini miliknya tertanam sempurna

“Arhh Appayoo !! hikss” seluruh bagian miss vnya merasakan perih yang sangat luar biasa. Untuk menyalurkan sakitnya , ia menjambak rambut Jiyong

Jiyong memeluk Songgun erat mengelus punggungnya “mianhae …” ia merasa kasihan pada Songgun tapi ia senang karena ia bisa merasakan hangat dibagian juniornya karena teraliri dengan darah virgin Songgun. Ia senang karena ia adalah yang pertama “gomawo … telah menjadkanku yang pertama”

“hikss nde ..sekarang gerakkan ”

Jiyong menatap Songgun “gwenchana ?”

Songgun mengangguk tersenyum pada Jiyong

“ahh”

Jiyong perlahan menarik miliknya lalu membenamkannya lagi membuat Songgun meringis disertai rasa nikmat yang bersamaan. Jiyong melakukannya berulang-ulang hingga semakin lama gerakan Jiyong semakin cepat

“ahhh ahh oppaa sstt” desah Songgun mulai merasakan nikmat

“nde ahh …” Jiyong semakin menambah kecepatnya dan kini tangannya kembali meremas-remas dan memainkan niple Songun

“ahhh .. ini nikk-matt ahhh ahhh”

“uhhh nde Songgunnn emm kau sempittt”

Buk (?)

“Ahhh” Songgun menggelinjang saat Jiyong berhasil menumbuk G spotnya “nde… disitu,, ahhh “ nafas Songgun semakin berat

“disini eohhh ?” tanya Jiyong menumbuk bagian itu.

Songgun mengangguk “ndee fasterr oppaahh ahhh”

Jiyong mengabulkan permintaan Songgun , ia bergerak semakin aktif  membuat ranjang mereka berderik “ahhh Songgunn”

“ahhh aku hampirrr oppaahh ah ah ah”

“nde ,,, bersama … tunggu sebentar..” dengan cepat Jiyong membalikkan tubuh Songgun tanpa melepas kontak mereka. Ia mengangkat pinggul Songgun keatas dan kedua tangan Songgun menahan berat badannya

“ahhhh … seperti ini akan semakin nikmat songgunnn ahhh “ Jiyong memegangi pinggul Songgun lalu menggoyangnya cepat kedepan kebelakang membuat juniornya semakin terpijat kuat

“ahhh nde oppaaa … palli ahhh “ payudara Songgun yang bebas menggantung membuat Jiyong tergoda lalu dengan cepat ia meraupnya dengan tangan dari belakang

“ahhhh opppaaa aku takk tahannn ahh” kedutan dimiss v Songgun semakin kuat membuat Jiyong semakin nikmat dam membuat miliknya ikut membengkak

“ahhh bersama … ahhh AHH~” Jiyong mengejang menembakkan ribuan sel spermanya kedalam rahim Songgun

“AHHH~” Songgun juga mengejang saat merasakan cairannya keluar bercampur dengan cairan hangat Jiyong “hoss…. gomaowo Jiyong oppa” Songgun tak kuat lagi menahan tubuhnya sehingga ia jatuh tengkuran dengan Jiyong diatasnya

Jiyong yang kini wajahnya terbenam dibahu Songgun “cheonma hosstt” Jiyong juga lelah. Lalu tanpa melepas kontaknya Jiyong berpindah kesisi samping dan memutar kembali Songgun hingga mereka berhadapan. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos dirinya dan Songgun

Jiyong meregkuh kepala Songgun kedalam pelukannya “istirahatlah … setelah di Jeju nanti, aku akan mengumumkan hari penikahan kita didepan semua orang” lalu Jiyong mengecup kening Songgun

Songgun mendongak“MWO ? hari pernikahan … bukankah terlalu cepat oppa .. maksudku , kita bahkan belum membicarakannya dengan keluarga kita”

“aku pikir akan sangat menyenangkan bisa membuat mereka terkejut.. mereka pasti akan sangat marah pada kita …”

“hemmm terserah oppa saja … tapi bagaimana dengan karir dan fans .? mereka pasti akan sangat kecewa “

“ani… para fans sangat mencintaiku … jika mereka melihat aku bahagia , mereka pasti juga bahagia …”

Songgun menganggu paham “ah begitu rupanya .. baiklah .. aku setuju oppa “ Songgun memeluk Jiyong lalu membenamkan wajahnya di dada Jiyong “saranghae” bisik Songgun di dada Jiyong lalu mengecupnya

“nado saranghae ..” jiyong mencium puncak kepala Songgun sebelum mereka berdua terlelap

 

TBC or END ???

New Apartemen (Sequel Onsen)

Originally posted on AstreDiaries:

NA-BH2

Yongguk mendesah pelan. Bayangan gadis itu kembali menggoda. Kenangan bersama gadis itu di Pulau Izu juga. Semua itu berputar di otak Yongguk tanpa lelah hingga membuatnya hampir gila.

Bagaimana? Bagaimana bisa gadis itu pergi begitu saja tanpa pamit? Tanpa mengatakan sepatah kata pun? Apa Yongguk begitu tidak berarti di matanya? Padahal bagi Yongguk, gadis itu sudah….

Ponsel Yongguk berdering, membuyarkan lamunan pria itu. Yongguk meraih ponselnya dan melihat nama Jongup berkedip-kedip disana.

“Ya. Ada apa?” Sahut Yongguk malas.
“Kenapa belum datang?” Tuntut Jongup di ujung telfon.

“Baiklah.” Jongup menghela napas panjang sebelum akhirnya mematikan ponselnya secara sepihak. Sejujurnya Jongup malas menuruti permintaan seniornya itu, tapi mau bagaimana lagi? Ia adalah tipe pria yang tidak bisa menolak permintaan orang lain.

View original 2,818 more words

Back In Time (OS)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author : HK (leehana76)

Tittle : Back In Time

Kategori : Project Anniversary, Romance, Marriage Life, NC 21, Oneshoot.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC), Cho Joowon (OC).

View original 10,759 more words

Autumnaple ( the beginning of our story )

AUTUMNAPLE
( The beginning of our Story )

Img

Chia Talks ; Pasti ada beberapa dari kalian bertanya apa arti Judul fanfic kali ini, tapi mungkin juga sudah ada yg tau dari baca status facebook Chia Tempo hari. Ya, judul fanfic kali ini diambil dari nama Couple Yesung-Minra. Disini, Chia akan menjelaskan bagaimana bisa Chia memberi nama couple mereka Autumnaple, serta agar para readers juga tau bagaimana awal mulanya Yesung-Minra bertemu. Remember, this story is not real, only imagination.

Created by Chia Sto®y Line

Tuhan pasti akan memberi hal yg terbaik diantara hal baik lainnya yg kau miliki.

Tuhan, tidak akan memberimu sebuah kesedihan. Jika tak mampu memberimu kebahagian.

Tuhan, selalu tau apa yg kau butuhkan dan pasti kau dapatkan tanpa kau minta.

Tuhan, selalu mengerti meski tak sedikit pun kau jelaskan.

Happy Reading. . .^^

.

.

At the moment you feel alone, remember that what you feel is wrong. Don’t you remember the god you are always on your side ? Accompanying without asking you, don’t go even if you’re indifferent to it. God is a most loyal friend and will not treasonous.

.

Musim gugur yg begitu ia sukai dan selalu membuatnya tersenyum bahagia, kini berubah menjadi musim penuh kesedihan juga air mata. Ini musim gugur kedua yg ia lalui dalam luka yg menganga lebar, semakin terasa perih karena luka itu tersiram oleh air garam. Ia menangis kencang, memaki takdir, dan meraung dalam hati, menangis dalam diam tanpa ada seorang pun yg tau. Berusaha terlihat tegar meski pada nyatanya rapuh dan tak sanggup lagi bertahan. Semua hal indah yg ia miliki, semua orang yg begitu ia kasihi. Sekarang sudah hilang tak berbekas, meninggal kan rasa sakit yg tak pernah ada obatnya. (more…)

Mistake Loving You part 3

mly3

annyeong … thor g nyangka ff ini dapat respon positif banget dari para readers. padahal thor bikin ff ini pas hati lagi g karuan lo kkkk. oke ini part 3 nya uda publis n terus komen nde ,, jeongmal gomawo ~

- – -

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 3

The Cast          : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

Cameo             : Seungri (BigBang) , Choi Siwon (SJ), Wonbin (aktor)

Rating             : +17

Genre              :  Romantic

Setting             : Summer *untuk mendukung cerita , thor mengganti winter ke summer

Notification     : Longshort and no NC *akan dikeluarkan di part 4

===

Aku tak pernah meminta kepada Tuhan untuk menjodohkanku dengan makhluk yang sempurna . Aku hanya ingin agar bisa menikah dengan orang yang benar-benar tertulis didalam alur takdirku. Bukan orang lain yang tiba-tiba saja mengaku sebagai takdirku dalam sebuah kesalahan_Kwon Jiyong

*

“hahh ?” Eomma Jiyong sangat terkejut tapi perlahan senyumnya terbit“jeongmal .. jeongmalyo … Songgunie …?”

“nd nde ?” Kini Jiyong yang giliran terkejut “mwo ….?” Jiyong sedikit melepaskan pelukannya “da-dari mana eomma tau nama – ? “

Jiyong menatap bingung eommanya dan kini pada Songgun

Eomma Jiyong menarik Songgun untuk berdiri “hah … kenapa kau tidak bilang kalau sebenarnya kau sudah memilih putri tunggal tuan Kang dari awal eoh “

“mwo … ?” Jiyong segera bangkit

“yeoja ini yang sebenarnya akan eomma jodohkan dengan mu nanti … ah kalian memang terikat eoh …”

Mata Jiyong terbelalak besar “MWOOO ?”

^Next part

Eomma Jiyong masih memeluk Songgun “waeyo ? kau terkejut ? “ tanya eomma Jiyong saat melihat Jiyong membelalakkan matanya.

“andwae~” lirih Jiyong yang mungkin tidak bisa didengar oleh eommanya  “…. ji jinjja .. ? dia yang akan eomma jodohkan dengan ku ? “

‘kuharap aku salah dengar ‘ doa Jiyong menatap mata eommanya serius

Eomma Jiyong mengangguk pasti

‘ANDWAEE!!!’ teriak hati Jiyong

Berbeda dengan reaksi Jiyong yang begitu terkejut , Songgun kini hanya menunduk menahan air mata. Bukan berarti ia diam , tapi Songgun tengah memproduksi umpatan-umpatan pada Jiyong yang berhasil memenuhi hatinya

“Songgun tak memberi tahumu ?” dengan cepat Jiyong menggeleng

Kini eomma Jiyong mengalihkan pandangannya ke arah Songgun dan perlahan mengelus sayang rambut Songgun yang berantakan_karena Jiyong “yah … Songgunie~ gwenchana ?”

Songgun tersadar dari lamunannya “nd nde ?” Songgun mulai mencoba menatap eomma Jiyong . Saking banyaknya Songgun menahan tangis , membuat air matanya jatuh setiap kali ia mengedip

“jeongmal mianhae eommanim … aku sangat malu bertemu dengan mu sekarang …hiks aku berantakan” Setiap mengaku kesalahannya Songgun merasa rendah diri dihadapan Nyonya besar keluarga Kwon itu

Bisa digambarkan eomma Jiyong adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai puluhan galeri desainer baju dan buotiqe kelas VIP yang tersebar seantero Korea Selatan . Tak heran bukan jika Jiyong memiliki stily yang sangat sempurna_karena campur tangan eommanya

Jadi jangan tanyakan seberapa malunya Songgun saat ini yang berantakan harus berhadapan dengan Nyonya besar Kwon yang memiliki tingkat kesempurnaan tinggi dalam hal penampilan.

Songgun bisa melihat pantulan dirinya dari beberapa batu rubi yang menempel di mantel kulit musim dingin eommaa Jiyong ‘bunuh saja aku eomanim ‘

Eomma Jiyong bisa saja menatap sinis calon mantunya itu karena Songgun memang benar-benar berantakan_rambut seperti singa dan baju kusut yang Songgun pakai dari Jepang. Tapi eomma Jiyong tidak melakukannya karena ia fikir Songgun begini karena (akan) bercinta dengan anaknya kan ? . Mungkin kini eomma Jiyong sedikit menyesal karena ia tiba-tiba datang kemari dan menggagalkan aksi anaknya

“stttt … jangan menangis eoh “ eomma Jiyong menghapus air mata Songgun yang jatuh dipipinya “eomma akan menghukum Jiyong setelah ini …” tatapan tajam kini beliau lemparkan pada Jiyong

“andwae eomma~~~” rengek Jiyong menghentakkan kaikinya dilantai

“nde … kau harus dihukum eoh .. jika Songgun tak mau , jangan paksa dia .. lagipula kalian akan segera menikah kan ?“

Songgun memejamkan matanya saat mendengar itu . Seluruh syarafnya serempak menolak ucapan eomma Jiyong tadi

‘ini semua gara-gara mulut besar naga menyebalkan itu asttt … ‘ dengus Songgun

Eomma Jiyong tersenyum lebar “ah hari ini indah bukan Songgunie ~ akhirnya eomma bisa bernafas lega sudah tak repot-repot lagi menyuruh Jiyong menerima perjodohan itu”

Songgun juga ikut tersenyum memaksa “em nde eommanim “

**

Buk – buk

Dengan bantal yang ada tangannya Songgun memukuli tubuh Jiyong . Amarahnya serasa meledak saat eomma Jiyong meninggalkan mereka berdua dikamar karena eomma Jiyong sedang menelpon aboeji Jiyong sekarang

“yak bisakah kau menutup mulut besarmu eoh … kau tau … kau sudah merusak hidupku sekarang”

Jiyong berlari kesana kemari menghindar tapi entah kenapa Songgun masih bisa menangkapnya

“hya hya … hentikan eoh .. uhh ..” Jiyong sedikit meringis karena pukulan Songgon mengenai pantatnya “hidupku juga sudah hanjur sekarang .. yakkk hentikan !!” Jiyong sedikit membentak Songgun . Saat Songgun tertegun dengan cepat Jiyong merebut bantalnya lalu membuangnya asal

“kau juga tak mau mengaku dari awal kan … kau juga bersalah kali ini” bela Jiyong untuk dirinya sendiri dengan nafas yang menggebu

“aku ingin menjelaskannya tapi kau keburu menciumku kan tadi … aishhh ciuman pertamaku “ tanpa sadar Songgun melihat dan mengusap bibirnya berkali-kali

Jiyong sedikit kaget “mw mwo ? “ Jiyong terdiam , ada sedikit perasaan aneh yang Jiyong rasakan saat mendengar itu . ‘aku ciuman pertamanya?’ memikirkan hal itu , membuat Jiyong sedikit geli

Songgun melihat Jiyong menahan tawanya “hya … kenapa kau eoh ,,,”

Jiyong tidak bisa lagi menahan tawanya “ahahg .. jinjja ? itu ciuman pertamamu .. aish , berapa usiamu eoh ..”

Songgun bercakak pinggang “ … ada yang salah dengan itu ? aku sengaja menjaganya untuk suamiku kelak ..-“

“suami ?” seketika Jiyong menghentikan tawanya “kau ingin menikah denganku ?”

“yak ..  maksudku bukan kau eoh , sebelum kejadian ini aku berharap bisa menikah dengan Sungmin oppa.. “ kata Songgun emosi

Jiyong mendengus kesal “apa yang kau harapkan dari namja tempramental seperti dia eoh”

“hyaa  ~  lalu apa yang bisa aku harapkan dari namja yadong seperti mu “ balas Songgun cepat semakin mendekat pada Jiyong

“namja yadong katamu .. YAKK” teriak Jiyong tepat didepan Songgun

“menciumku dengan paksa .. bukankah itu seperti ajussi mesum eoh ..”

“MWO ?”

Songgun tidak menggubris tatapan mematikan Jiyong dan memutuskan untuk membalikkan tubuhnya berjalan keluar

Cklek ~ tapi langkah Songgun terhenti saat pintu kembali terbuka . Ia bisa melihat bayangan eomma Jiyong dibalik pintu. Dengan cepat Songgun dan Jiyong mengubah ekspresi mereka dengan wajah biasa.

“oh .. aku sudah menghubungi appamu Songgunie . Dia sangat senang mendengarnya “

“mwo ? appa ?”

‘hei bukankah eommanim bilang , ia akan menghubungi aboenim ?’

“ kau tau dia begitu khawatir saat kau tiba-tiba menghilang setelah kau tiba di Korea .. apa kau langsung kesini “

“nde eommanim , aku berniat hanya mengunjunginya sebentar tapi dia memaksaku untuk menginap  “

“aish anak ini benar-benar ~”

Jiyong sudah lelah berdebat dengan eommanya “aihh terserahlahh apa yang eomma pikirkan eoh“  Jiyong berjalan malas kearah ranjang dan menghempaskan tubuhnya tengkurap disana. Kebiasaan Jiyong dari kecil saat ia putus asa berdebat dengan eommanya

“aishhh anak ini “

Pok ~ eomma Jiyong memukul pantat anaknya itu

“eohhmmahhh aku lelahh berdebat denganhh muu” teriak Jiyong yang masih tengkurap

“kekekk .. lelah dengan kegiatan semalam eoh ?” goda eomma Jiyong menyenggol Songgun. Memang eomma pikir Jiyong sudah melakukannya dengan Songgun semalam

“an aniyoo eommanim , kami tidak ..“ wajah Songgun memerah

“jangan dengarkan dia Songhhh “ saut Jiyong

Omma jiyong tertawa“ah baiklah baiklah jika kalian tidak mau mengaku … “ tawa eomma Jiyong bisa songgun artikan dengan tawa puasnya bisa menggoda anaknya itu

“appamu bilang semalaman ia tak bisa menghubungimu Gunnie“ tanya eomma Jiyong

“ah nde semalam smartphone ku tidak aktif eomma … aku tidak sengaja menja – “

‘omo … smartphone ku … yeahh video itu ‘

Songgun membesarkan matanya menyadari sesuatu . Seulas senyum kini terbit di bibirnya

“eommanim tunggu disini eoh .. aku harus mengambil smartphoneku dulu. Ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan ..” Songgun berlari kecil keluar kamar

Mendenga itu , Jiyong langsung bangkit “yakkk … Songgun-ah jangan perlihatkan video itu eoh “ teriak Jiyong membuat Songgun kini berhenti diambang pintu

“mwo ? video apa Jiyongie ?” tanya eomma Jiyong

Songgun membalikkan tubunya menatap Jiyong heran ‘bagaimana bisa Jiyong mengetahui vide –“ menyadari sesuatu Songgun membesarkan matanya

“yakkk!!”

Songgun segera berlari kearah grand piano Jiyong dan mengambil smartphonenya yang sudah berada diatas kursi piano

Deg ~ ‘dia sudah mengambilnya ?’

Songgun begitu kaget saat smartphonenya sudah aktif padahal semalam ia tau bahwa smartphonenya mati karena terjatuh. Ia segera membuka galerinya dan berdoa bahwa dugaannya salah . Dugaan bahwa sesuatu al yang buruk terjadi  pada videonya

‘hei mana videonya …tidak ada ,,, ini tidak mungkin ?’ Songgun menggerakkan kasar telunjuknya menggores layar smartphonenya .

Ia mencari hingga file urutan terakhir dalam galerinya tapi ia tidak bisa menemukan video pamungkas yang akan menggagalkan perjodohannya itu

“tidakkk .. kenapa bisa hilangg …aishh ..”

Jiyong menyusul Songgun dan berdiri dibelakangnya“Songgun-ah “

Suara itu berhasil meghentikan aktifitas jari Songgun . Ia mengepalkan tangannya kemudian menghadap Jiyong “yakk .. kau yang menghapusnya eoh “ marah Songgun dengan suara rendah. Ia tak ingin didengar oleh eomma Jiyong

“nde … untuk apa kau merekam semuanya eoh … menjatuhkan karirku dan Dara“

“aku tak punya waktu sebanyak itu untuk menjatuhkan karirmu … aku hanya ingin membatalkan semuanya “ tatapan Songgun geram pada Jiyong

“membatalkannya dengan mencoreng nama baikku didepan keluarga ku eoh …aniyooo”

“persetan dengan nama baik Kwon Jiyong eoh “

“YAKK..- ”

“hei, ada apa ini … klian bertengkar ? Songgunnie .. video apa yang kau maksudkan “ tiba-tiba saja eomma Jiyong menyusul mereka

Keduanya tersentak menghadap kearah eomma Jiyong

“emm vid video .” Songgun gugup ingin menjelaskannya . Tapi ia tak mungkin bicara tanpa buktikan ?

Mengetahui Songgun gugup , Jiyong langsung menyela mengutarakan ide yang baru saja ia dapatkan untuk menjawab pertanyaan eommanya. Jiyong tidak menyadari bahwa idenya tersebut akan memuluskan rencana perjodohannya dengan Songgun. Yang dipikirkan sekarang adalah bagaimana caranya ia tidak ketahuan

Dengan cepat Jiyong memeluk pinggang Songgun “aishh chagiyaaa… jangan menunjukkan video pribadi kita eoh .. apa kau tak malu pada eomma hemm?” Jiyong mencubit pipi Songun

Songgun megerutkan keningnya “mwoo? Video pribadi “ ia masih menatap Jiyong bingung

“maksudmu apa Jiyongie ?” tanya eomma Jiyong

“aishhh.. baiklah-baiklah aku mengaku eomma … “ kini Jiyong berakting malu-malu “video aktivitas kami semalam eomma … kau tau kan “ Jiyong mengerjapkan satu matanya pada eomma. Songgun membesarkan matanya

Mendengar itu eomma Jiyong menutup mulutnya “omo omo … kalian suda melakukannya … bnarkah itu Gunnie “

Songgun ingin melepaskan pelukan Jiyong “nd nde .. emm maksudku an aniyo eommanim.. kami tidak melakukannya -“’ tapi Jiyong semakin erat memeluknya

“kami tidak melakukannya sekali eomma ..” Jiyong menatap Songgun yang kini menatapnya “tapi berkali-kali eomma “ nada Jiyong berbisik pada eommanya dan kemudian ia membenamkan wajahnya di bahu Songgun “asttt aku malu sekali sekarang “ kata Jiyong berlaga manja

“Jeongmalyo ?? ahh betapa bahagianya eomma “ eomma Jiyong langsung menghampiri mereka berdua “tapi … kau pasti memaksa Songgun eoh  “ eomma Jiyong memukul ringan bahu Jiyong

Songgun ingin meluruskan semua kebohongan ini “an aniyo eommanim .. kami tidak –“

“Songgun sudah menjawab kan eomma .. aku tak memaksanya , mungkin saat ketauan eomma tadi , aku terlalu bersemangat hehehe” Jiyong menggaruk kepalanya yang tidak gatal

‘aishh .. apa yang aku lakukan .. kenapa bisa sejauah ini ?’ kata hati Jiyong yang juga bingung dengan apa yang dilakukannya sekarang

“aishh baiklah … eomma tidak menyangka perjodohan kalian akan berjalan selancar ini .. eoma akan usahakan menikahkan kalian secepatnya”

“mwo ?” kata mereka serempak

**

Senja ini Songgun terlihat duduk dipinggiran kolam dengan masih menggunakan gaun coklatnya yang tidak terlalu panjang_hanya sebatas pertengahan pahanya . salah satu tangannya memegang smartphone yang sedang mendapatkan panggilan dari eommanya

“pertemuannya hari ini eomma  , aku baru saja pulang “ tanggap Songgun

“lalu keputusanmu ? .. jangan bilang kau berteriak histeris pada Jiyong untuk menolaknya eoh”terdengar kini eomma Songgun tertawa

Songgun juga tertawa “ani eomma … kami menerimanya “ tawa Songgun ia hentikan

mwo ? kenapa tiba-tiba sekali kau merubah pikiranmu hemm … saat terakhir bertemu dengan eomma , bukankah kau masih menggebu-gebu untuk menolak rencana ini”

Kata eomma tiri Songgun menanggapi percakapannya dengan Songgun yang masih berada di Korea. Sudah hampir 2 hari Songgun menetap disana

Songgun menghela nafas berat “nde eomma … ini semua gara-gara ide bodohku yang dengan sengaja mengikuti Jiyong di apartemennya kemarin “

“ menguntit Jiyong ? untuk apa kau melakukannya ?”

Songgun berhenti sebentar , ia tak mungkin menceritakan semuanya kan ?

“ya … emm .. aku hanya ingin saja mengetahuinya secara pribadi eomma … “

Eomma Songgun mengerutkan keningnya “maksudmu ?”

“em …. bagaimana menjelaskannya … aish aku akan menceritakan semuanya saat aku pulang besok“

“aih .. kau membuat eomma penasaran eoh …lalu , bagaimana dengan Sungmin ?”

Songgun tersenyum pilu mendengar eommanya menanyakan Sungmin “hah… dia akan menikah eomma … “Songgun menundukkan wajahnya menatap kakinya kini yang tenggelam di air kolam renang yang berada di halaman belakang rumah appanya itu

“dia berbohong padaku “ perlahan air matanya tergenang tapi dengan cepat Songgun mendongakkan kepalanya keatas agar air matanya tidak keluar

“MWO … Benarkah ? kenapa dia bisa … aish menyebalkan sekali anak itu “ eomma Songgun terdengar sangat kesal sehingga membuat Songgun sedikit tertawa “jangan pikirkan dia eoh .. eomma tak mau kau sakit “

“gwenchana eomma … meskipun sangat terkejut , aku berusaha melupakannya eomma ..”

‘apa aku bisa mudah melupakan Sungmin oppa ?’ tanya dirinya sendiri pada hatinya yang masih kurang yakin

“ah baguslah kalau begitu , jangan pikirkan Sungmin terus eoh .. kau harus memikirkan Jiyong mulai sekarang .. eomma yakin dia lebih baik dari Sungmin “

“nde eomma … aku akan memikirkan itu “

‘memikirkan Jiyong ? hah … tidak akan ‘ kata hati Songgun yang menarik kakinya keluar dari kolam

Ia kemudian bangkit dari dudukannya lalu berjalan masuk ke rumah

“ini sudah malam eomma , aku harus segera masuk mengemasi barangku “

“baiklah … tidurlah dengan baik hemm .. kau ingin eomma masakkan sesuatu saat kau pulang”

Songgun berhenti sebentar diambang pintu masuk halaman belakang “emm … sup kaki sapi pasti sangat enak “

“baik kalau begitu .. eomma akan memasak sup kaki sapi kesukaanmu

“terima kasih .. malam eomma “

“malam” Pip ~

Songgun berniat naik ke anak tangga menuju kamarnya yang berada dilantai dua . Tapi langkahnya terhenti saat seseorang memanggil namanya

“nde appa … ada apa ?” tanya Songgun menghampiri appanya yang tengah duduk di tatanan sofa ruang tengah masih menggunakan setelan jas rapi

Appa Songgun memberikan sebuah paperbag pink “ini hadiah dari eomma Jiyong … baru saja dikirimkan “

‘nde ?’’ Songgun duduk di samping appanya lalu menerima hadiahnya “untuk apa eommanim mengirimkan ini ?”

“entahlah … mungkin ada surat didalamnya … mungkin eomma Jiyong ingin mengatakan sesuatu “ appa Songgun bangkit , “apa kekamar dulu “ appa Songgun mengacak poni anaknya sebelum berjalan masuk kekamarnya

“nde ~ “ Songgun kemudian mengeluarkan kotak bewarna merah dari paperbag itu

Onggun membuka kotaknya “woah ~ sebuah sepatu … indah sekali “ Songgun berteriak senang karena eomma Jiyong menghadiakannya sebuah sepatu wanita dilapisi dengan kain jeans berwarna gelap dengan hak penuh dan sebuah tali merah yang mengikat diatasnya

Songgun kemudian mencobanya “aish … aku terlihat sexy mengenakan ini “ ia mencoba berjalan bak model mengitari ruang tengah ini “eommanim tau saja seleraku” .

Tapi langkahnya terhenti saat matanya melihat sebuah surat didalam kotak tersebut

Songgun kembali duduk lalu membuka surat itu

“besok Jiyong akan mengadakan pesta disebuah kapal pesiar untuk merayakan 6 tahun debutnya. Datanglah kesana dan kejutkan dia hemm …. kalian harus sering bersama . Oh ya undangannya eomma sisipkan didalam kotak”

Mata Songgun terpicing saat mengambil selembar kertas persegi berwarna hitam dengan tulisannya yang diketik dengan warna emas

~The 6olden GDragon~ Judul itu yang jelas terpampang diats kertas itu

“MWO ? yakkk ~ bagaimana ini ,,, haruskah aku datang ? aish eommanim ada-ada saja”

Songgun segera mengambil smartphonenya dan menghubungi seseorang . Ia ingin menanyakan langsung pada eomma Jiyong

**

Keesokan harinya , dengan terpaksa Songgun pun mengikuti perintah eomma Jiyong . Meskipun Songgun terdengar saat antusias oleh eomma Jiyong , tapi sebenarnya ia lebih baik memilih untuk tidur dirumah berminggu-minggu ketimbang menghadiri pesta Jiyong.

Hal yang juga membuat Songgun enggan untuk datang ialah karena ia harus membatalkan jadwalnya untuk kembali ke Jepang dan menukarnya dengan perjalanan laut menuju pulau Jeju

Songgun sudah siap dengan kemeja putih kebesarannya yang sangat pas dipadupadankan dengan hotpans berwarna abu-abu pudar yang hanya menutupi separuh bagian pahanya dan sepatu jeans pemberian eomma Jiyong . Songgun tidak mempedulikan tema yang tertulis  jelas dalam undangan _ Formal party

“hei .. apa kau tidak salah kostum hemm … lihatlah semua tamu yang hadir memakai setelan jas dan gaun eoh” tanya appa Songgun yang mengantarkan Songgun ke pelabuhan . Dari dalam mobil beliau dapat melihat perbedaan yang sangat mencolok antara busana putrinya dan kebanyakan tamu yang hadir

“tapi kenyamanan harus dipreoritaskan appa … kau tau kan , aku tak suka memakai gaun ?” kata Songgun santai bersiap untuk keluar mobil “baiklah appa … aku pergi dulu nde  “

“aish baiklah terserah kau saja … hati-hati nde …” appa Songgun mengecup singkat kening putrinya

“nde appa … pai-pai “ Songgun melambai sebentar lalu keluar dari mobil

Saat melihat mobil appanya perlahan mulai hilang dari pandangannya ia pun segera berjalan menyusuri dermaga yang pada ujungnya terdapat sebuah kapal pesiar. Songgun bisa melihat tamu Jiyong sudah banyak yang datang dengan mengenakan pakaian pesta mereka dan juga beberapa juru warta yang meliput di sekitar dermaga kapal

Songgun membawa tas stylis bermodel ransel yang berukuran sedang dibelakang punggunnya . Sementara tangan kanan Songgun membawa seikat bunga mawar pink yang akan ia berikan pada Jiyong .

Awalnya Songgun harus berdebat dulu dengan appanya perihal bunga itu . Appa Songgun memaksaanya untuk memberikan bunga itu pada Jiyong sebagai ucapan selamatnya . Ini sangat kekanakan menurut Songgun

‘apa mereka tidak kepenasan dengan pakaian seperti itu ? ‘ umpat Songgun saat memakai kacamatanya untuk melindungi matanya dari sinar matahari pagi yang cukup terik .

Saat jarak Songgun dengan kapal semakin dekat. Ia semakin banyak mendapatkan tatapan aneh pada tamu yang datang dan juga beberapa wartawan. Meskipun banyak dari mereka yang hanya focus dengan para selebriti yang diundang.

Songgun menyerahkan undangannya pada seseorang staff di pintu masuk kapal . Setelah beberapa saat Songgun pun diizinkan masuk

“aku heran kenapa G DRAGON mengundang orang seperti dia ?” Songgun tersenyum sinis saat mendengar ucapan staff tadi

Songgun berhenti sejenak ‘jangan macam-macam denganku eoh , aku ini calon istri GD’ kelakar Songgun dalam hati sebelum ia melanjutkan jalannya.

Songgun melihat datar kearah penjuru kapal. Kolam renang dan bangunan mewah bertingkat yang berada didalam kapalpun tidak membuat Songgun takjub mengingat ia sudah berkali-kali naik kapal pesiar bersama appanya setiap akhir tahun.

10 menit setelah Songgun masukpun , kapal Jiyong mulai berlayar

Songgun  memicingkan matanya untuk mencari sosok Jiyong. Matanya kini terpusat pada objek yang menarik dirinya untuk melihatnya lebih dekat. Diantara sekelompok namja yang berdiri di dekat kolam renang tidak jauh darinya , ada satu namja yang penampilannya mirip dengan Jiyong

Namja itu memakai setelan jas hitam bergaris dan kemeja yang senada. Tapi ada satu hal yang membuat Songgun ragu

‘itu Jiyong ? … mwo ? kenapa dengan rambutnya itu eoh kkkk’

Songgun segera tertawa melihat gaya rambut Jiyong yang berubah . Songgun sudah tidak melihat rambut kemerahan Jiyong yang ia lihat saat pertemuan keluarga kemarin . Kini rambut Jiyong sudah berubah diwarnai dengan dua warna . Warna hitam disebelah kanan dan shock pink disebelah kiri

g-dragon+twitter+update+121230+pink+and+black+hair

“hasss… omonim , ada apa dengan anakmu eoh …” ejek Songgun masih dengan tawanya.

“baiklah … mari kejutkan dia ..” Songun segera menghilangkan tawanya yang diganti dengan muka serius

Tangannya telulur megambil smartphonenya di dalam sakunya . ia menekan symbol kamera dan mengatur posisi yang bagus untuk mengambil gambar dengan background sosok Jiyong yang melihat kearah samping tengah berbincang dengan tamu lain

“hana .. deul.. sett “

Klip ~ Songgun mengambil gambar dengan ekspresi mempoutkan bibirnya tanda ia tidak suka berada disini

‘harusnya aku kembali ke Jepang pagi ini , tapi aku malah tertahan disini karena ulahmu’

Isi pesan singkat yang ia akan kirimkan beserta fotonya kepada Jiyong. Setelah itu , Songgun menekan opsi kirim

Kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Jiyong yang ia lihat mengambil smartphonenya dari dalam sakunya . Songgun dapat melihat ekspresi terkejut Jiyong dari sini. Bahkan Songgun kembali tertawa saat hampir saja Jiyong menjatuhkan hp-nya

‘omona … kau sangat terkejut eoh,,, kkk‘ tulis Songgun lagi lalu segera mengirimnya ke nomor Jiyong

^Jiyong pov

Hari ini adalah pesta perayaan debut 6 tahunku yang aku adakan di sebuah kapal pesiar yang sengaja aku pesan. Aku harap pesta ini bisa melupakanku sejenak dari bayangan Songgun . Tidak seperti orang bodoh yang malah termakan kebohongannya sendiri

Beberapa menit yang lalu kapalku mulai berjalan menuju pulau Jeju . Beberapa pihak sponsor , sahabat dan rekan kerja sesama artis pun aku undang untuk memeriahkan acara ini. Selain pesta , aku bisa bereunian lagi dengan beberapa teman semasa SMA. Seperti sekarang ini , aku sedang berbincang ringan dengan Seungri , Siwon dan Wonbin dipinggir kolam dengan menikmati white wine yang aku pesan langsung dari Prancis

Kebanyakan dari mereka kini menjadi seorang CEO atau orang penting diperusahaan keluarganya masing-masing.Bisa dibilang hanya aku saja dari angkatan mereka yang bekerja di dunia hiburan

Drtt ~ ditengah perbincangan , aku merasakan smartphoneku bergetar .

1 new MMS > Songgun

‘harusnya aku kembali ke Jepang pagi ini , tapi aku malah tertahan disini karena ulahmu’

Aku mengerutkan keningku ‘apa maksudnya anak ini ?’ kataku membuka isi pesannya. Lalu aku menekan link yang berada dibawah pesan itu

‘hya … kenapa anak ini tiba-tiba mengirimi ku  sebuah gambar…’ dengus ku kesal saat Songgun mengirimi fotonya yang berekspresi sebal

‘tapi…. Tunggu dulu …sepertinya tidak asing dengan – ’ aku menggantungkan kata-kataku saat melihat pemandangan beberapa orang dibelakang Songgun yang pernah aku lihat

Seperti waktu berhenti kemudian , mataku terbelalak saat aku menyadarinya

“MWO ?” aku reflek membelalakkan mata saat menyadari bahwa Songgun berada disekitarku. Saking terkejutnya aku hampir saja menjatuhkan gelas wine ku

“ada apa Jiyong-ah …?” tanya Siwon yang kini menjadi Presdir termuda perusahaan Choi Group

“an aniya ,, aku …gwenchana “

Drt – drt ~ smartphone ku  yang masih aku pegang bergetar lagi

1 new SMS > Songgun

‘omona … kau sangat terkejut eoh,,, kkk‘

Aku segera menoleh kearah belakangku dan

Binggoo~ itu dia . Songgun menyendekapkan kedua tangannya dengan salah satu tangannya membawa ikatan bunga

“aishhh …” dengusku “ah permisi sebentar eoh , aku harus pergi sebentar” pamitku pada 3 sahabatku itu

“apa terjadi sesuatu ?” kini tanya Wonbin

Aku perlahan menjauhi mereka “aniyoo ~ nikmati saja pestanya … kita akan bertemu saat makan malam eoh “

Aku segera berjalan cepat kearah Songgun dan segera meraih tangannya

“ikut aku eoh “ genggamku cepat dan menariknya kesalah satu sudut dek kapal yang sepi

“yakkkk … hati-hati eoh” hempasnya keras sehingga tanganku terlepas “aphayo~” dia mengelus tangannya

Nafasku naik turun dihadapannya , entah kenapa otakku dipenuhi rasa marah saat bertemu dengan Songgun

Aku bercakak pinggang “kenapa kau bisa ke –  ?”

Ku lihat ia memandangiku sejenak “eom – eommanim yang menyuruhku untuk datang kepestamu … dia juga yang memberikan undangannya …” Belum selesai bicara , Songgun langsung memotong perkataanku

“eomma? … aishh , kenapa dia tidak bilang dulu pada –“

Songgun kembali memotong ucapanku membuatku semakin kesal “igee … bunga dariku .. chukkaeyo ~” dia menyodorkan bunyanya dengan gaya malu-malu

“nde ?? bunga ?” tanya ku bingung … aku sedikit bingung saat menerima bunga dari Songgun , mengingat Songgun adalah yeoja yang pertama kali memberiku bunga

Songgun menggaruk kepalanya yang tidak gatal

‘dia gugup ?’

“sebenarnya ,, bunga itu ide dari appaku … mianhae jika ini terlalu kekanakan .. kau boleh membuangnya jika kau tidak suka “ Songgun tidak focus melihatku dan sesekali menggigit bawahnya

DAMN

‘Kenapa aku tiba-tiba mengingat adegan ciumanku dengan Songgun ?’

“ah ? ah- appanim .. amm gwenchana … gomapta” aku tergagap menanggapinya

‘hei kau seperti orang bodoh sekarang GDragon’

“dan – oh yaa…. Kau … nikmati saja pestanya , aku tidak akan mengganggumu”

“ah baiklah … lagi pula aku – “ perkataanku terhenti saat aku tak sengaja melihat penampilannya , aku baru sadar dia tidak memakai pakaian resmi

“yak !!… apa kau tidak punya gaun sama sekali eoh .. ke – kenapa berpakaian seperti ini ?” teriakku

“gaun itu menyiksaku eoh .. lagipula aku akan pergi kepantai … sebenarnya , dalam hal ini kau yang salah memilih tema “

“MWO ? … yakkk ini pestaku , jadi –“

“aishhh baiklah-baiklah , aku dikamar saja kalau begitu jika kau pikir penampilanku akan merusak pestamu … kajja , tunjukkan kamarku ?” kata Songgun yang membalikkan badannya mulai berjalan

‘apa perkataanku terlalu kasar tadi , aish .. aku tidak bermaksud menghinanya’ hatiku kini penuh dengan penyesalan

“yak … Songgun-ah “ aku sedikit berlari menahan tangannya “kau marah ? aku tak bermaksud ”

Songgun berhenti dan menatapku “hanya sedikit .. tapi lupakan saja dan kembalilah ke pestamu .. kau cukup menunjukkan dimana kamarku eoh“

“kau tak ingin ikut ? … tidak apa jika kau datang dengan busana seperti ini ,”

“ani … akan terlihat aneh nanti  “ jawab Songgun cepat

“huff … baiklah .. kajja “

^Normal pov

“kau tak ingin ikut ? … tidak apa jika kau datang dengan busana seperti ini ,”

Songgun sedikit tersenyum “ani … akan terlihat aneh nanti  “ jawab Songgun cepat. Meskipun tadi Songgun tak memikirkan pandangan orang lain , tapi setelah berfikir ulang

‘ini pasti akan memalukan Jiyong ’

Tiba-tiba saja Songgun peduli pada pesta Jiyong . Jika boleh jujur , ia gugup karena jantungnya berdebar kencang saat melihat Jiyong dari dekat . Songgun sangka ia akan tertawa terbahak-bahak karena melihat model rambutnya , tapi dugaannya salah. Songgun malah terpaku dengan penampilan JIyong itu

“huff … baiklah .. kajja “ Jiyong tidak memaksa lagi . Yang ia rasakan sekarang bahwa ia sangat bersalah telah mengomen penampilan Songgun seperti itu

Sebenarnya , salah satu ruangan kecil didalam hatinya berteriak bahwa penampilan Songgun sekarang ‘sangat sexy’

Tanpa sadar tangan Jiyong menggandeng tangan Songgun saat mulai berjalan mengantar Songgun mencari kamar. Tanpa sepengetahuan dari mereka sepasang mata beriris hitam pekat tengah mengawasi mereka

TBC

Back in Time

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author : HK (leehana76)

Tittle : Back In Time

Kategori : Project Anniversary, Romance, Marriage Life, NC 21, Oneshoot.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC), Cho Joowon (OC), Tom Cruise(cameo).

View original 5,187 more words

Mistake Loving You part 2

GDMLY2

 

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 2

The Cast          : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

Rating             : +17

Genre              : Comedy Romantic

= = =

Semua takdir yang tertulis dalam namaku pasti akan terjadi dimasa depan . Entah itu manis ataupun pahit , aku tak punya daya besar untuk membatalkan apa yang telah Tuhan tulis untukku. Meskipun banyak orang berpendapat bahwa kau bisa menolak takdir jika kau mau berusaha , tapi aku tak sependapat dengan itu _ Kang Songgun

*

Tit tit tit cklek

‘bagaimana yeoja ini tau ?’

Mata Jiyong terbelalak saat Songgun berhasil membuka password apartemennya. Bukan hanya Jiyong , Dara dan Sungmin pun juga kaget

“YAKK !!” teriak Jiyong melepaskan diri dari papahan Songgun

“aish ,,, apa aku harus mengaku sekarang eoh …aku akan menjelaskan semuanya didalam .. kajja ”

Mata Jiyong menyipit “kau uhh … kau membuntuti .. YAKKK DASAR …”

“MWOO?”

**

Bukk ~ suara hantaman benda yang jatuh diatas sebuah objek lunak terdengar nyaring disetiap sisi ruangan ini

“arghh..” setelah melepas mantelnya ,Jiyoong mengelus pantatnya yang sakit karena dihempaskan begitu saja oleh Songgun diatas sofa ruang tamunya

“yakk .. bisakah pelan sedikit eoh !!” teriak Jiyong pada Songgun yang kini tengah berjalan diarah dapur

Songgun hanya diam dan ia hanya memfokuskan matanya pada sebuah benda dingin yang baru saja ia ambil dari dalam lemari es . Songgun menebalkan lapisan telinganya agar ia tidak mendengar teriakan dan tuduhan Jiyoong yang menganggapnya sebagai salah satu penggemar fanatiknya

‘kenapa mulut besarnya tidak bisa berhenti berteriak eoh’ gerutu Songgun yang kini tengah mendapat tatapan kesal dari Jiyong

Songgun mengambil beberapa kubus es batu yang kini ia tuang kesebuah mangkuk bening yang tertata rapi di counter dapur Jiyong . Tak lupa ia mengambil sebuah handuk putih kecil sebelum ia kembali menghampiri Jiyong

“berhentilah berteriak eoh ..” hanya itu tanggapan Songgun yang kini duduk disamping Jiyong “cha … kompres dengan ini , ini akan memperkecil bengkaknya “

Jiyong memandang waspada Songgun . Sebenarnya ia bingung dengan semua yang terjadi malam ini . Ia rasa ini terjadi begitu cepat_Pertemuannya dengan Songgun yang tiba-tiba

“Yakk ~ kenapa kau melihatku seperti itu eoh ..” Songgun berteriak kesal karena Jiyong tak merespon apapun. Hal itu membuat Jiyong tersentak  “aishh …jinjja ~”

“hya … jangan mendengus seperti itu di depan idolamu eoh !!” dengan cepat Jiyong merebut handuk yang berisi es batu itu dari tangan Songgun “arkh “ Jiyong sedikit mengerang karena ia terlalu keras  mengusap lebamnya

Songgun ingin sekali memukul kepala Jiyong “aku bukan fans mu eoh … jangan terlalu percaya diri dulu “ meskipun terus mengomel pada Jiyong , tapi matanya kini terpusat di awang-awang tidak fokus pada Jiyong

Pikirannya masih dipenuhi dengan goresan penghianatan Sungmin yang tak sengaja ia bongkar . Songgun masih bingung kenapa ia bisa mendapatkan serangan yang begitu cepat sehingga itu berhasil membuat mentalnya goyah

Tangan Jiyong mengusap lebamnya yang berada di sudut bibirnya“kau masih menyangkal michi yeoja ?”

Jiyong tersenyum miring saat melontarkan ejekan itu . Ia ingin memancing Songgun untuk mengaku bahwa Songgun adalah fansnya. Tapi sebenarnya yang ia inginkan adalah jawaban dari pertanyaan ‘darimana ia bisa mengetahui kata sandinya ?’

Songgun mendengar jelas ejekan itu , tapi alam bawah sadarnya yang masih cidera tak mengizinkannya untuk menanggapi perkataan Jiyong . Meskipun pandangan Songgun menatap Jiyong tapi itu hanya tatapan kosong yang perlahan menjadi tatapan menyedihkan karena kilatan air mata yang mulai kembali tergenang

Jiyong melihat itu , meskipun ia mengusap lebamnya tapi matanya berhasil beberapa kali mencuri pandang ke arah Songgun

“YAK … KANG SONGGUN”

Seperti diseret dari lubang hitam , jiwa Songgun kembali ke tubuhnya yang sedikit terpental ke udara karena terkejut

“yak …. Kwon Jiyong-ssi … kau ingin membunuhku …” Songgun mengatur nafasnya yang sedikit berantakan dan satu tangannya tengah memegangi dadanya

Jiyong melempar handuknya kedalam mangkok es yang ada didepannya “nde .. aku ingin sekali membunuh fans gila sepertimu yang bisa-bisanya mengunitku sepanjang waktu hingga ia tahu kata sandi apartement idolanya eoh … “ sebenarnya Jiyong tak tega bicara sekeras ini pada Songgun . Ia tau hati Songgun masih terguncang sama seperti dirinya

Songgun mendengus lagi dan ia mengambil handuk itu “yak … kenapa berhenti eoh “ Songgun mulai mengusap lebab dipipi Jiyong . “aku akan menjawab itu setelah kau selesai diobati “

Jiyong menolak dan menepis ringan tangan Songgun “shireoo~ ~ yak “

Tapi Songgun keukeuh dan terus mengusap beberapa luka di wajah Jiyong secara perlahan . Ia masih tak percaya orang yang membuat luka ini adalah namja manis yang sangat ia cintai itu

Songgun menghentikan aktifitasnya “ashh … berhenti bergerak eoh … kau mau lebabmu cepat hilang tidak …?”

Saat Songgun ingin lagi mendekatkan tangannya ke wajah Jiyong , dengan cepat Jiyong menahannya “jawab dulu pertanyaanku … jika kau mengelak lagi itu berarti kau benar fans yang sangat menggil –“

“ANIYOO~~ AKU INI YEOJA YANG AKAN DI –“

Tiluling – tiluling

Saat ingin mengaku , tiba-tiba saja Songgun mendengar Smartphonenya berbunyi. Ia bangkit dan saat akan mengambilnya ditas kuningnya yang ia taruh di atas grand piano milik Jiyong yang berada bersebelahan dengan ruang tamu, Jiyong menahannya dengan dahi yang mengerut

“kau yeoja apa eoh ?” tanya Jiyong tak sabaran

“aish , izinkan aku mengangkat telpon itu dulu eoh .. “ Songgun melepaskan tangan Jiyong dan beranjak bangkit

“aish ..” dengus Jiyong mengacak-ngacak frustasi rambutnya

Songgun berjalan kearah grand piano itu lalu duduk dikursi depan piano tersebut . Ia merogoh tasnya untuk mengambil hapenya

Deg ~

Songgun sedikit mendapat ketukan keras dihatinya saat melihat kontak yang sedang menghubunginya .

Jiyong yang tidak jauh darinya bisa menangkap ekspresi Songgun yang berubah semakin murung

Prakk ~

Dengan mata yang mulai berkaca-kaca , perlahan Songgun meloloskan pegangan smartphonenya sehingga kini smartphone berhasil meluncur kebawah lantai marmet berwarna cream milik Jiyong

Jiyong sedikit tersentak dengan apa yang dilakukan Songgun

Songgun menundukkan wajahnya dalam “hiks hiks “ ia mulai terisak “Jiyong-ssi .. berani sekali hiks dia menghubungiku hikss” bahu Songgun bergetar keras

Jiyong bangkit tapi ia bingung harus melakukan apa “nd-nde ?? hya hya hya  … ke-kenapa kau menangis lagi eoh.. nu-nuguya ?? “

Songgun perlahan mendongakkan wajahnya “Sungm Sung-hmi huwwaaaaa hikss “ bibir Songgun terasa kelu saat ingin menyebutkan nama Sungmin. Ia ingin meluapkan semuanya sekarang

Melihat Songgun menangis seperti itu , membuat memori Jiyong dipaksa untuk memutar kejadian 7 tahun yang lalu , saat melihat Songgun menangis karenanya

Jiyong sangat menyesal kala itu , sehingga kini ia ingin menebusnya

“Song Songggun-ah “perlahan langkah Jiyong tergeser maju tapi itu hanya selangkah . Ia masih meragukan dirinya

“hikss ini – hiks ini semua menyakitkan Jiyong- “

Greep ~

Dengan cepat Jiyong berlari memeluk Songgun

“hajima “ Jiyong memeluk erat kepala Songgun dan membenamkannya di perbatasan dada dan perutnya

Yang masih dalam posisi duduk Songgun mencengkram ujung kaos hitam v-neck yang kini dikenakan Jiyong

“hiks … kau – kau juga merasakannya bukan ? hiksss . jeongmal aphayo”

Jiyong mengangguk tapi ia masih sempat tertawa pilu “nde … aku sama sepertimu sekarang “

Nafas Songgun tersengal karena ia merasakan sesak didadanya “apa aku bersalah padanya Jiyong-ssi sehingga Sungmin hikss dia hiks …”

Jiyong melonggarkan pelukannya lalu berlutut dihadapan Songgun “kau tak bersalah sama sekali eoh , dia justru yang berdosa kepadamu sekarang “

Entah karena rasa bersalahnya dulu atau kesamaan takdir yang dimilikinya dengan Songgun , kemarahan Jiyong menguap pergi digantikan oleh rasa iba terhadap Songgun

Songgun mengentuh lebam di tulang pipi Jiyong dengan telunjuknya “dia juga berdosa padamu karena sudah memukulmu dan merebut Dara darimu

“argh .. hentikan eoh “ Jiyong sedikit mengerag saat Songgun terus menyentuh lebamnya tapi Jiyong sedikit tersenyum melihat Songgun sudah mulai tenang

Songgun menarik tangannya “mianhae Jiyong-ssi..”

“ah sudahlah … “ Jiyong berdiri lalu membuat jarak dengan Songgun “jangan membahas mereka ..”

“nde … “ Songgun berdiri , ia melihat jam tangannya menunjukkan pukul 10 malam. Ini sudah larut , ia putuskan untuk berpamitan pulang dan tak ingat sama sekali apa niat awalnya menemui Jiyong“ini sudah malam , sebaiknya aku – “

Seperti halnya Songgun Jiyong juga melupakan tuduhannya terhadap Songgun

Saat ingin melangkah , langkah Songgun terhenti

Krukk ~ ~

“aish “

Songgun mengumpati dirinya sendiri karena bisa-bisanya perutnya berbunyi disaat seperti ini_didepan seorang Superstar terkenal Korea

Jiyong tersenyum geli “akan ku pesankan ayam dan soda nde , kau harus makan bersamaku malam ini “

Dengan cepat Songgun menggelengkan kepalanya “an aniyoo.. aish ini memalukan Jiyong-ssi … tidak , aku langsung pulang saja” Songgun akan berjalan keluar tapi dengan cepat Jiyong menahannya

“anggap saja ini sebagai reuni … kau tak boleh menolak ajakan cinta pertamamu eoh “ goda Jiyong dengan mata yang berkedip pada Songgun

“mworago ? yakk … aku akan memegang lebammu jika kau mengatakan itu lagi eoh ?”

“aihh .. nde nde .. aku hanya bercanda … ini tak akan lama “

Songgun sedikit menimbang “emm .. baiklah “

Jiyong berjalan kearah dapur dan berhenti di dinding samping lemari es . Ia kemudian mengambil gagang telpon rumah yang tertempel disana

“kau mau menu apa eoh ? akan aku pesankan “

Songgun berjalan masuk dapur dan menuju meja makan yang di desain seperti minibar lalu ia duduk disalah satu kursinya

“terserah kau Jiyong-ssi “

“baiklah akan aku pilihkan yang biasa aku makan saja …” Jiyong mulai menekan tombol menghubungi layanan jasa antar makanan dari restoran ayam langganannya

“tambah soju ?” tawar Jiyong

“bukankah seorang penyanyi tidak minum soju ?” balas Songgun membuat Jiyong sedikit kecewa

“baiklah … soda saja “ nada Jiyong terdengar kesal oleh Songgun

**

Setelah 15 menit menunggu , akhirnya pesanan mereka pun datang . 8 potong paha ayam goreng pedas , 4 bungkus  kentang goreng , 2 kotak kimci dan 4 botol sedang cola berhasil mereka habiskan dalam waktu tidak kurang dari 20 menit .

Awalnya Songgun kesal karena Jiyong begitu banyak memesan makanan . Songgun kira Jiyong menganggapnya sebagai raksasa atau semacamnya yang memerlukan makanan sebanyak itu . Pasti akan banyak makanan yang terbuang jika tidak habis bukan

Tapi , Soggun salah . Ia tak sadar telah menghabiskan setengah menu besar yang dipesan Jiyong tadi . Entah karena Songgun benar-benar lapar mengingat sebelum penerbangan ia tak makan sama sekali atau karena ia terlalu asyik bicara dengan Jiyong selama sesi makan bersama itu

“uhh .. aku kenyang Jiyong-ssi “ Songgun menyandarkan tubuhnya di sofa Jiyong dengan  matanya yang tidak terbuka sempurna

Jiyong menghampiri Songgun dengan dua tangannya membawa piring kecil berisi irisan buah

“jangan lupakan salad buahmu ..” Jiyong duduk disamping Songgun dan menyodorkan satu piring untuknya

Songgun mendorong piring itu agar menjauh darinya “tapi aku benar-benar kenyang … hoammm“ ia mengucek matanya

Kebiasaan buruk Songgun mulai terlihat. Songgun selalu merasa mengantuk jika perutnya terlalu kenyang dimalam hari . Apalagi diluar sedang turun salju sehingga membuat suhu malam ini lebih dingin .

Jiyong yang mengetahuinya , menaruh dua piring tersebut diatas meja “kau mengantuk ?“ Songgun hanya mengangguk . Matanya benar-benar berat

“aku harus pulang sekarang “ Songgun menegakkan punggungnya

“akan ku antar kalau begitu“ Jiyong berdiri akan mengambil kunci mobilnya

Mendengar itu Songgun terpaksa membuka matanya lebar “mwo ? yah .. ?“ Songgu menahan tangan Jiyong cepat“aku tak mau terjebak skandal denganmu eoh !”

Jiyong kembali duduk dan mengerutkan keningnya “nde ?”

“aku tau diluaran sana ada banyak mata yang mengawasimu , aku tak mau tertangkap oleh mata itu dan di beritakan yang tidak-tidak oleh mereka “ Songgun tidak berhenti menguap

“kita bisa menyamar .. aku tak mungkin setega itu membiarkanmu berjalan sendirian ke halte bus saat turun salju seperti ini “

Songgun tetap saja menggeleng “aniyo ~” tapi kemudian ia tersenyum kearah Jiyong “apa benar kau Jiyong yang ku kenal 7 tahun lalu eoh ? “ tanya Songgun dengan wajah bantalnya

“nde ? ada yang aneh dengan ku ?“

Songgun mengangguk lemas , detik demi detik Songgun rasakan matannya semakin berat

“nde , ini sangat aneh. Aku pernah meneriakimu bahwa aku akan membencimu , tapi sekarang ,,” Songgun berhenti karena ia menguap lagi(-_-) “aku bisa mengahabiskan waktu berjam-jam dengan si naga penggila basket sepertimu “

Mendengar , itu Jiyong kembali merasa bersalah . Sebenarnya setelah mengolok Songgun 7 tahun lalu diperpustakaan , Jiyong berencana meminta maaf kepada Songgun keesokan paginya . Tapi niat Jiyong tidak pernah terlaksana , karena keesokan paginya Jiyong mendapatkan kabar bahwa Songgun sudah pindah ke Jepang

Jiyong menatap Songgun yang bersandar lagi dengan mata yang tertutup “hahh .. nde jeongmal mianhae … aku bersalah kala itu . Kau tau , sebenarnya aku ingin minta maaf keesokan harinya “

Songgun mengangguk sedikit dengan matanya yang masih tertutup “gwenchana ~” lirih Songgun. Perlahan kepalanya turun

Jiyong tersenyum , tanpa banyak bertanya

Grep ~ Jiyong mengangkat Songgun dan mengggendongnya ala bridal

“yakk “ Songgun tersentak tapi tidak banyak karena ia masih dikuasai dengan rasa kantuknya . Tangannya saja , Songgun kalungkan di leher Jiyong “kau akan membawa ku ke hoammm … kemana ?”

Jiyong membawanya masuk kedalam sebuah kamar bernuansa putih dengan beberapa furniture berwarna hitam

Perlahan Jiyong membaringkan tubuh Songgun lalu menyelimuti Songgun“anggap ini penebusanku untuk rasa bersalahku eoh … aku mengizinkan mu tidur disini”

Songgun duduk menyibak selimutnya “ah nde ? tapi Jiyong-ssi kau tak ..” mata sayu Songgun melihat Jiyong tengah menatapnya . Seolah tahu dengan apa yang dipikirkan Jiyong “YAK ..!!” dengan cepat Songgun memeluk tubuhnya sendiri

“hilangkan pikiran yadongmu itu eoh “ dengan cepat Jiyong mendorong dahi Songgun dengan telunjuknya . Alhasil Songgun kembali terbaring “aku akan tidur dikamar ku sendiri “ Jiyong berjalan kearah pintu

Songgun mengusap dahinya dengan bibir mengerucut “aishh … baiklah jika kau memaksa … gomawo hoammm “

“nde .. kau boleh pulang besok pagi .. selamat malam “ Jiyong membalikan tubuhnya lalu menekan tombol off untuk lampu kamar tamunya itu

“jaljjayo Jiyong-ssi” lambai Songgun sesaat Jiyong menutup pintunya

“jalja “balas Jiyong yang samar melihat Songgun memakai selimutnya lagi

#In the Morning

Jam nakas kamar Jiyong masih menunjukkan angka 6 tepat tapi Jiyong sudah tidak terlihat didalam kamarnya . Jiyong sedang melakukan aktifitas paginya yakni berolahraga disalah satu ruang gym-nya sendiri yang ada diapartemennya .

Setelah melakukan tretmen di gym , biasanya Jiyong akan menambah latihannya dengan jogging memutar disekitar apartementnya. Tapi pagi ini Jiyong tidak melakukannya mengingat ia sedang mendapatkan tamu bukan ?. Akan sangat tidak sopan jika Songgun bangun tidak ada dirinya dirumah .

Songgun masih tertidur pulas . Jiyong melihatnya sebentar tadi saat sebelum melakukan latihan. Ia sempat tertawa geli melihat gaya tidur yang berantakan tapi Jiyong tak mau mengganggu tidur Songgun

Jiyong begitu berkeringat , bahkan udara dingin tidak mampu Jiyong rasakan . kaos oblong tanpa lengan dan celana selutut ditambah dengan earphone hitam yang menempel di telinganya membuat Jiyong terlihat begitu sexy karena kulit bertatonya sedang berkeringat.

Jiyong akan berjalan kearah dapur untuk mengambil sebotol limun segar dari dalam kulkasnya. Tapi langkahnya berhenti saat matanya melihat sebuah objek persegi dibawah kolong grand pianonya

‘oh … bukankah itu milik Songgun ?’

Jiyong berjalan mendekati objek tersebut lalu mengambilnya . Jiyong lalu duduk dikursi depan pianonya

Ia mengamati benda tersebut lalu menekan tombol power yang berada disamping beda tersebut

Jiyong tersenyum sinis saat gambar walpaper yang dipasang Songgun untuk smartphonenya adalah foto Sungmin

“aishh menyebalkan ..” Jiyong sedikit memukul layar smartphone Songgun “go to hell eoh … “ dengus Jiyong

Lalu terbersit didalam otaknya untuk mengganti walpapernya . Ia segera menyentuh tombol menu dan masuk ke galeri Songgun. Tapi saat akan memilih gambar yang bagus , Jiyong sedikit mengerutkan dahinya melihat list teratas galeri ini

“video apa ini ? “ Jiyong begitu penasaran dengan videonya . Dengan cepat Jiyong menekan tanda play . Betapa terkejutnya saat Jiyong mengetahui isi video tersebut

Video masih diputar “yakk … bagaimana Songgun bisa mendapatkan ini .. aishh “ dengus Jiyong kesal , kepalanya kini kembali mengingat kejadian semalam saat Songgun tiba-tiba muncul dan mengejutkan Jiyong dengan mengetahui kata sandi apartemennya

“yakk ~ dia benar-benar … kenapa dia bisa merekam ku dengan Dara ? …” otak Jiyong kembali membangun beberapa spekulasi untuk Songgun

‘dia tidak mengaku sebagai fans ku semalam , jadi jika tidak .. dia ‘

“PAPARAZI …. “

Jiyong tidak menyangka bahwa Songgun adalah seorang paparazi “patas saja …”

Jiyong sepertinya sudah tau apa jawaban kenapa Songgun bisa mengetahui kata sandinya . Dunia seseorang paparazi sangat berkaitan erat dengan dunia gelap haker . Pasti Songgun bekerja sama dengan beberapa haker untuk membobol kunci apartemennya .

Atau jika bukan karena haker , mungkin Songgun sudah bertahun-tahun menjadi seorang paparazi jadi ia bisa membuntuti Jiyong tanpa sepengetahuannya

“meskipun aku bersalah padamu , tapi aku tak akan membiarkan ini “ dengan cepat Jiyong menyentuh gambar tong sampah yang ada disebelah kiri video tersebut .

Dalam htungan sepersekian detikpun video yang akan Songgun gunakan untuk membatalkan perjodohannya dengan Jiyong pun lenyap

“aku harus membangunkannya ..”

Drtt drtt

Saat akan bangkit , Jiyong merasakan smartphonya bergetar didalam sakunya . Dengan berat hatipun Jiyong kembali duduk dan mengangkatnya

“yeoboseo eomma “ salam Jiyong malas

Sebenarnya , sejak rencana perjodohan itu , Jiyong marah pada kedua orang tuanya dan sedikit segan jika eomma atau aboejinya menghubunginya

‘nde .. eomma akan datang mengunjungimu  ’

Mata Jiyong terbelalak mendengar sautan eommanya “mw mwoya ? eomma ? kemari ? wae ?”

‘ada yang ingin aku bicarakan  ?’

“aku tidak berminat jika itu tentang perjodohan itu “

‘jangan membantah eoh , eomma sudah berada di baseman .. ’

“andwae …!!!” teriak Jiyong panik

Eomma Jiyong mendengar nada Jiyong berubah panik ‘kenapa panik eoh .. apa kau membawa seorang yeoja di apartementmu ?’

Jiyong tertegun

‘yakkk !! Kwon Jiyong … kau benar membawa seorang yeoja eoh .. yak benar-benar awas kau ‘

“an aniyo eomma … eomma jangan kemari eoh … aku sedang tidak ada di apartement ..”

‘gojimal … eomma tak percaya …

Bip

“mwo .. yakk .. yeoboseo .. yeoboseo … eommaaa arghhh “ Jiyong meremas rambutnya frustasi. Ia melihat smartphone Songgun disampingnya , hal itu mengingatkannya akan Songgun yang masih tertidur di salah satu kamarnya

“yak … Songgun-ah !!!” Jiyong segera berlari ke kamar yang sedang ditempati Songgun . Ia pasti akan dikuliti eommanya hidup hidup jika eommanya tau Jiyong membawa seorang yeoja keapartement barunya

“aish jinjja ~ “

Tapi saat ia akan membuka kamar Songgun , entah ia dapat sebuah ilham dari mana , Jiyong menggagaskan sebuah ide

‘tunggu dulu …. jika eomma tau ada seoran yeoja tidur dikamarku maka ….’ Jiyong menggantungkan idenya karena beberapa detik lalu ia kembali mendapatkan ide yang lebih gila

‘ah jika eomma tau aku tengah tidur bersama dengan seorang yeoja ,,, maka ..’

Binggo ~~

“eomma akan membatalkan rencana perjodohan itu … wawwww …  its good ideah”

Dengan cepat Jiyong membuka kamar Songgun lalu ia biarkan sedikit terbuka agar eommanya nanti bisa melihatnya

Jiyong segera melepas kaos oblongnya lalu ia buang kelantai dan segera menaiki ranjang yang masih terdapat Songgun terpejam disana

Pok pok pok ~ Jiyong memukul pipi Songgun agar ia bangun

“eummmm …” hanya itu tanggapan Songgun

“aish .. anak ini ….KANG SONGGUN ” teriak Jiyong

Sontak Songgun langsung membuka matanya “yak .. ada apa eoh … ?” kata Songgun malas mengucek matanya , tapi ia segera membesarkan matanya saat melihat Jiyong half naked didepannya

Songgun segera bangkit mengeratkan selimutnya di dadanya“ap-apa yang akan kau la-lakukan ? ke-kenapa kau –“

Jiyong segera menggenggam kedua tangan Songgun “kumohon .. bantu aku Songgun-ah …tidurlah denganku ”

Pikiran Songgun sudah berpikiran yang tidak-tidak “mw-mwo ? k-kau tidak bisa melakukannya … yakkk mmpt” Jiyong membungkam mulut Songgun dengan tangannya

Mata jiyong tidak fokus melihat Songgun . Sesekali matanya melihat kearah pintu “sttt jangan menolak,,, jeballl”

Tit tit tit~

Pendengaran Jiyong mendengar suara tombol dari kombinasi kata sandinya yang sedang ditekan seseorang

“aishh eomma …”dengus Jiyong “Songgun-ah …” mata Jiyong memelas pada Songgun

‘mwoo ? eomma ? eommanim ?’

Songgun segera melepas bekapan Jiyong “eomma … yakk , eommamu tak boleh tahu aku ada disini .. yak aku harus bersembunyi Jiyong-ssi “

Iya , Songgun harus bersembuyi . Jika tidak , eomma Jiyong akan tau bahwa dirinya telah menginap di apartement Jiyong. Eomma Jiyong pasti akan sangat bahagia dan itu berarti akan semakin sulit membatalkan perjodohannya

“aniyo ~~ kau tak boleh bersembunyi ….” cegah Jiyong saat Songgun akan turun dari ranjang . Ini pasti akan beda ceritanya jika Jiyong sudah tau siapa yeoja yang akan dijodohkan dengannya

“Jiyong-ah .. kau dimana eoh!!”

Songgun begitu panik mendengar suara itu ‘eommanim’

Songgun meronta “Jiyong-ssi .. tolong lepaskan aku … aku harus bersembunyi karena aku sebemmppt”

Chupp ~

Dengan cepat Jiyong menempelkan bibirnya ke bibir Songgun . Sontak Songgun terbelalak mengingat ini

‘ciuman pertamanku’

Tangan Songgun tergolek lemas dibahu Jiyong . Otaknya tidak bisa memproduksi implus agar ia bisa menolak dan mendorong Jiyong . Kenyataannya Songgun hanya terdiam kaku

Jiyong melepas bibirnya dari bibir Songgun , ia menatap tajam Songgun

“mianhae ..”

Itu kata-kata terakhir Jiyong yang bisa didengar Songgun sebelum Jiyong kembali mendaratkan bibirnya di bibir Songgun

Jiyong mendorong Songgun hingga terlentang diatas ranjang . Ia memejamkan matanya saat mulai membuka bibirnya dan mulai melumat bibir Songgun yang masih tertutup

Songgun tidak bergeming , ia bingung dengan apa yang Jiyong lalukann yang tiba-tiba menciumnya. Hanya mata Songgun yang masih terbuka mengamati bola mata Jiyong yang bergerak-gerak dibalik kelopak matanya yang tertutup

Jiyong perlahan membuka matanya saat bibrnya terus aktif menyesab bibir Songgun , sehingga mata mereka bertemu .

Deg deg deg

Entah ada apa yang salah , jantung Songgun berdebar hebat saat jaraknya hanya sesenti dengan wajah Jiyong

Pipi Songgun perlahan mulai panas dan bisa Songgun tebak pasti wajahnya kini semerah tomat. Entah karena malu , perlahan Songgun memejamkan matanya.

Jiyong menggerakkan tangannya masuk ke perpotongan bahu dan leher Songgun lalu menekan tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya

“arghmm”Songgun sedikit terkejut tapi hal itu tidak disia-siakan Jiyong untuk memasukkan bibirnya melumat dalam bibir bawah Songgun

“eummm” desah pertama Songgun yang lolos dan beberapa saat kemudian Songgun mulai membalas ciuman Jiyong dengan menghisap bibir atas Jiyong

Lama-kelamaan ciuman Jiyong semakin menuntut dan mendorong Songgun semakin tenggelam di bantalnya

“eumm emmm” desah Songgun saat Jiyong menggigit-gigit kecil bibirnya dan Songgun merasakan ada yang merambat disekitar pahanya

Itu adalah tangan Jiyong . Jiyong kini berusaha menaikkan salah satu kaki Songgun agar melingkar di pinggangnya

“ahhh …Ji-yong ssi ,,emmm” Songgun merasakan geli karena Jiyong berulang kali meraba halus paha Songgun yang terbuka karena ia memang menggunakan rok

‘eummm” Jiyong menggigit bibir Songgun tapi tidak begitu saja melepaskannya

Sementara itu eomma Jiyong yang berada didepan kamar , curiga dengan suara eraman aneh yang ia dengar dari dalam kamar

“yak anak ini …” dengan cepat eomma Jiyong menghampiri kamar itu dan betapa terkejutnya saat melihat anak namja satu-satunya itu tengah berciuman panas dengan seorang . Tangan anak kesayangannya itu juga sedang mengelus paha yeoja tersebut

“YAKKK …… KWON JIYONG ~!!!!!!”

Jiyong dan Songgun tersentak mendengar itu langsung membuka mata mereka . Diluar skenario Jiyong yang tadinya hanya ingin mencium ringan Songgun tapi entah mengapa Jiyong tadi melakukan hal lebih _ berciuman panas yang belum pernah ia lakukan dengan Dara

Bibir mereka masih menyatu dan perlahan Jiyong melepaskannya. Songgun mengerjapkan matanya beberapa kali membuat Jiyong ingin sekali mencubitnya

Masih menindih Songgun , Jiyong menoleh kearah ibunya dengan ekspresi kaget

“mwo … eo eomma “ jiyongpun kini bangkit “aish … “ Songgun pun juga ikut bangkit

Dengan langkah marah , eomma Jiyong memasuki kamar itu

“yak … berani sekali kau melakukan ini pada eomma eoh … apa karena yeoja ini kau menolak perjo – “ eomma Jiyong ingin memukul Jiyong tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah Songgun yang berantakan

Mata tua itu masih bisa mengenali calon mantunya tersebut “neol  ..kenapa kau ad -?”

Songgun begitu malu bisa bertemu dengan eomma Jiyong dalam keadaan yang seperti ini _ kondisi yang berantakan. Mentalnya masih polos sehingga ia meresa harga dirinya jatuh

Songgun mulai menangis“eom …. eommanim hikss … mianhae hiks ..” dengan cepat Songgun turun dari ranjang lalu duduk berlutut dihadapan eomma Jiyong “Jiyong-ssi hikss yang memaksaku hiks ….”

Jiyong tertegun dengan apa yang dilakukan Songgun ‘apa yang kau lakukan Songgun? ‘

“mwo ? memaksa  yakkk“ mendengar itu Jiyong eomma membelalakkan matanya

Buk – buk – buk

Dengan brutal eomma Jiyong memukuli anaknya dengan tas tangan yang sedang ia bawa

“aish …. berani – beraninya kau memaksanya eoh … dasar anak nakal “

Jiyong berusaha berlari ingin menghindar tapi tangannya di pegang erat oleh yeoja berumur 50 tahunan itu

“yak uhh … apa yang salah agrhh … dia yeojachinguku eomma “

“MWO ?!! “ eomma Jiyong dan Songgun hampir bersamaan mengatakan itu

Seperti ada orang yang menekan tanda pause , eomma Jiyong berhenti bergerak “yeojachingu… “ tangan eomma Jiyong masih menggantung diudara bersiap memukul Jiyong

Dengan cepat Jiyong ikut duduk disamping dan memeluk Songgun “nde … aku sudah memilihnya .. benarkan itu chagi “ Jiyong mengeratkan pelukannya

Mata Songgun berteriak panik , dengan cepat Songgun menatap tajam Jiyong ‘apa yang kau katakan eoh ‘ arti tatapan itu

Jiyong tidak menggubris tatapan Songgun “eomma ~ inilah alasanku menolak perjodohan itu” Jiyong semakin mengeratkan pelukannya

“ hikss … mworago ??” Songgun menepis tangan Jiyong yang memeluknya

Tapi sekilas Jiyong hanya mengedipkan satu matanya dan kembali memeluk Songgun

“hahh ?” Eomma Jiyong sangat terkejut tapi perlahan senyumnya terbit“jeongmal .. jeongmalyo … Songgunie …?”

“nd nde ?” Kini Jiyong yang giliran terkejut “mwo ….?” Jiyong sedikit melepaskan pelukannya “da-dari mana eomma tau nama – ? “

Jiyong menatap bingung eommanya dan kini pada Songgun

Eomma Jiyong menarik Songgun untuk berdiri “hah … kenapa kau tidak bilang kalau sebenarnya kau sudah memilih putri tunggal tuan Kang dari awal eoh “

“mwo … ?” Jiyong segera bangkit

“yeoja ini yang sebenarnya akan eomma jodohkan dengan mu nanti … ah kalian memang terikat eoh …”

Mata Jiyong terbelalak besar “MWOOO ?”

TBC

Onsen (NC)

Originally posted on AstreDiaries:

Jinata Onsen, Shikine-jima, Izu-shoto, Japan.

“Kyaaaa akhirnya sampai juga.” Sohee berteriak kegirangan saat ia akhirnya bisa menginjakkan kaki ke Pulau Izu, setelah menempuh perjalanan laut selama dua jam menggunakan kapal Ferry dari Tokyo. Sebenarnya Sohee enggan naik kapal, tapi karena itu adalah satu-satunya cara untuk sampai ke Pulau Izu, mau bagaimana lagi? Meski ia sempat mabuk laut, tapi saat melihat pemandangan yang terpampang indah di hadapannya membuat gadis itu lupa akan kekesalannya, berganti dengan kekaguman.

“Woah.. indah sekali.” Pujinya berkali-kali ketika ia dalam perjalanan menuju Jinata Onsen, sebuah penginapan lengkap dengan tempat pemandian air panas yang sudah di pesannya sejak sebulan yang lalu sebelum akhirnya ia mendapat cuti kerja selama seminggu.

Pekerjaannya sebagai wartawan memang banyak menyita waktu. Mengharuskan Sohee terus menerus mencari berita. Jika tidak, maka jangan harap ada gaji apalagi liburan.

Langkah Sohee terhenti saat ia melihat sepasang kekasih sedang beradu mulut. Dan sepertinya Sohee mengenali pria itu…

View original 3,544 more words

Pedo Teacher !! Part 3

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Yora
Cho Kyuhyun
Others

Nb : Lee Jonghyun disini adalah LeeJonghyun CNBLUE yaa..saya terpaksa menistakan suami sendiri…XD

Happy Redeng…

Author Pov

“Ahhhhhh yaa samm teruss ahhh”
” lebih dalam samm ahhhh”
“Sebentar lagii samm AGHHH” Desah seorang anak laki-laki yang baru saja merasakan pelepasanya Cho Kyuhyun.

“Kau Onani lagi? ” tanya Hyukajae saat Kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi.

“Ohh” jawab Kyuhyun santai melenggang melewati Hyukjae.

Bughh..
“Dasarr bodoh” ucap Hyukjae setelah memukul kepala kyuhyun dengan bantal.

“YAA…”

“Kau bodoh..kenapa kau tidak minta tanggung jawab saja pada Yora Sam”

“Tanggung jawab? Kau pikir aku hamil”

“Kau memang tidakk hamil tapi nafsu meng’hamili’ mu itu menjadii tinggi..bayangkan setiap hari kau mengeluarkan sperma mu itu sendiri..aku saja hanya 3 kali seminggu dan kau 7 kali seminggu kyu..BAYANGKAN” tutur Hyukjae panjang menceramahi sahabatnya itu.

“Entahlah..rasanya setiap mengingat kejadian hari itu gairahku meningkat dan rasanya sangat nyeri…

View original 1,915 more words

Mistake Loving You part 1

gdMLY

 

Warning : FF ini masih belum memuat adegan NC ,thor akan tayangkan di part selanjutnya. Dan FF ini thor buat dalam keadaan setengah sadar , jadi siapkan mental readers untuk bertemu dengan hantu typo dan ke GJan alurnya … saran dan kritik harus disumbangkan ^-^

Title                 : Mistake Loving You

The Cast          : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

Lee Sungmin (SJ)

Sandara Park (2Ne1)

Rating             : +17

Genre              : Sad Romantic

= = = =

ini musim dingin terburuk bagi Songgun . Awalnya Songgun pikir musim dingin ini akan dilewatinya dengan suka cita seperti tahun- tahun sebelumnya  . Malah ia beranggapan dua kali lebih gembira mengingat tahun ini , Lee Sungmin-namjachingunya akan datang mengunjunginya setelah hampir setahun Sungmin memutuskan untuk meninggalkan Tokyo dan bekerja menjadi CEO perusahaan keluarganya di Seoul.

Tapi semua tak tak berjalan dengan apa yang diharapkan Songgun .Sebulan lalu tepat dihari ulang tahunnya,  Sungmin membawa kabar bahwa tahun ini ia tidak bisa pulang mengunjungi Songgun karena ia tiba-tiba ditugaskan mendampingi appanya untuk terbang ke Canada . Seperti kebahagiaannya yang Songgun kira akan berlipat , sakit yang ia rasakan kali ini juga berlipat jika ia mengingat kata-kata eomma tirinya tadi pagi

Flashback

Dengan langkah tenang seorang yeoja paruhbaya memasuki sebuah kamar bernuansa pastel dirumah mewah keluarga Kang itu . Salah satu tangannya membawa selembar kertas bertuliskan nama anak tirinya _ Kang Songgun

Yeoja itu kini duduk disamping ranjang Songgun lalu menyibak selimut tebalnya

“susul appamu ke Seoul sore ini , kau harus menemui calon suamimu “ yeoja itu menyodorkan sebuah tiket pesawat tepat didepan muka Songgun

Meskipun mata Songgun masih tertutup , yeoja itu tau bahwa Songgun sebenarnya sudah bangun

Ya , meskipun matahari Tokyo sudah tinggi , tapi Songgun tidak berniat sedikitpun untuk beranjak dari kasur empuknya . Sejak mendapatkan kabar dari Sungmin , Songgun merasa tak bersemangat lagi untuk bangun dimusim dingin tahun ini

Mata Songgun terbelalak dan langsung bangkit dari tidurnya “MWOO? CA-CALON SU-SUAMI …. ap apa maksud eomma .?”

Yeoja itu mengelus sayang rambut Songgun . Meskipun hanya eomma tiri , ia sangat mencintai Songgun “appamu bilang , ia sudah mengirimimu pesan semalam .. meskipun kau menolak perjodohan itu , kau harus bersedia menikah dengan jiyong”

“pesan ?” Songgun bangkit dari ranjangnya dan berjalan cepat kearah meja belajarnya. Ia kemudian mengambil smartphone silvernya dan segera mengaktifkan benda persegi panjang itu

Tuling tuling ~

Benar saja , setelah smartphone Songgun aktif beberapa pesan pun masuk

‘Ambil tiketmu di eomma , Appa sudah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari . Kau harus datang untuk bertemu keluarga Kwon dan membahas rencana pernikahanmu dengan Jiyong. Jika kau tak datang maka jangan harap namamu akan appa tulis di surat wasiat appa kelak’

Songgun menggenggam erat smartphonenya untuk menyalurkan emosi yang kini berhasil memenuhi otaknya

‘kenapa appa tega sekali mengancamku seperti itu eoh ..appa tak menyayangiku lagi’ kata hati Songgun

Songgun berjalan lemas “eomma … kenapa appa mengancamku seperti ini eoh … dia tak menyayangiku lagi …” dengan nada manja Songgun menyandarkan kepalanya dibahu eommanya dan menunjukkan isi pesannya

“aishh jangan bicara seperti itu eoh …. appamu tau apa yang terbaik untuk putrinya “ eomma tiri Songgun memeluk kepala Songgun “eomma sudah menyiapkan semuanya ..”

“yakk … tapi bagaimana dengan Sungmin oppa ? aku mencin – “

“sssttt “ dengan cepat eomma tiri Songgun membungkam bibir Songgun dengan jari telunjuknya

“Turuti apa keinginan appamu dulu nde .. “

Songgun mengerucutkan bibirnya “emm baiklah eomma “

Flashback end

Dan disinilah Songgun sekarang . Ia menatap malas puluhan orang berlalu lalang disekitarnya yang sibuk dengan tas besar mereka masing-masing

Jadwal pemberangkatan pesawat Songgun tinggal 5 menit lagi . Songgun memutuskan untuk bangkit dari kursi tunggu penumpang dan mulai berjalan masuk keterminal pemberangkatan pesawatnya .Songgun hanya tersenyum sedikit saat seorang pramugari menyapanya di pintu masuk pesawat.

‘kuharap Jiyong juga menolakku lagi kali ini’ doa Songgun dalam hati saat dirinya duduk di kursi pesawat kelas eksekutif itu

Sebelum ini , sebenarnya Songgun pernah ditolak oleh Jiyong . Tepatnya 7 tahun yang lalu disaat Songgun masih tinggal di Korea dan kedua orang tuanya yang masih belum bercerai . Kala itu Songgun masih duduk di sekolah tingkat menengah.

Flashback

Seperti remaja yeoja lainnya , Songgun juga mulai merasa tertarik pada lawan jenisnya . Kwon Jiyong , adalah namja dari kelas basket yang Songgun sukai waktu itu . Ia memberanikan diri mengirimi surat pada kakak beda satu tingkat itu dan mengajaknya untuk berkencan.

Songgun berharap besar kepada Jiyong untuk mau menerimanya mengingat ini adalah cinta pertamanya. Tapi , belum selang satu jam Songgun meletakkan suratnya diloker Jiyong , Songgun sudah mendapatkan jawabannya

“aku tak mungkin berkencan dengan Songgun , yeoja kekanakan itu”

Hati Songgun sakit dan senyumnya perlahan memudar saat ia tak sengaja mendengar ucapan Jiyong di perpustakaan sekolah . Perlahan kakinya melangkah mundur menjauhi punggun Jiyong . Awalnya Songgun ingin menemui Jiyong dan menanyakan apa ia sudah membaca surat darinya

Songgun tak mengizinkan air matanya jatuh sehingga kini matanya perlahan mengabur karena genangan air mata yang memenuhi matanya.

“dari mana kau tau Songgun adalah yeoja yang kekanakan eoh ?” tanya salah satu temannya

Songgun mendengar Jiyong tertawa dingin “seorang anak tunggal dari keluarga kaya sepertinya pasti akan tumbuh menjadi yeoja manja dan menuntut agar semua keinginannya harus dipenuhi bukan ?”

Tes ~ Songgun sudah tidak bisa menahan air matanya lagi

‘TIDAK !!! … kau salah besar Kwon Jiyong ‘ teriak hati Songgun yang masih berada dibelakang Jiyong

Meskipun Songgun adalah anak tunggal tapi ia tak pernah bersikap seperti apa yang Jiyong pikirkan . Ia tak pernah bisa memiliki waktu untuk bermanja-manjaan dengan kedua orang tuanya mengingat mereka yang sangat gila bekerja dan selalu meninggalkan Songgun dirumah besarnya hanya bersama dengan beberapa asisten rumah tangga

“Seungri-ah aku sudah menemukan bukunya .. kajja kita kembali”

“oh nde …”

Jiyong memutar tubuhnya dan kini Jiyong bisa melihat Songgun yang sudah banjir air mata

Deg

Mata Jiyong terbelalak dan entah kenapa saat melihat air mata Songgun ia merasa sangat bersalah “Song Songg..”

“aku membencimu Jiyoong-ssi” kata Songgun dingin sebelum meninggalkan Jiyong keluar dari perpustakaan

Hari ini menjadi hari terburuk bagi Songgun . Selain mendapatkan penolakan dari Jiyong , ia juga mendapatkan penolakan dari eommanya .

“aku yang akan mengurus surat perceraiannya , aku tau kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu dikantor” kata eomma Songgun

Appa Songgun menghela nafas  berat “baiklah jika kau ingin bercerai , aku sudah lelah bertengkar dengan mu “

Songgun hanya bisa mencengkram knop pintu rumahnya . Saat ingin masuk , Songgun mendengar kedua orang tuanya bertengkar

“aku juga sudah lelah . Besok akan ku kirim surat perceraiannya ke kantormu dan Songgun …”

Nafas Songgun tercekat saat namanya disebut. Apa dia akan menjadi objek rebutan untuk orang tuanya ?

“aku yang akan mengurusnya “ kata appa Songgun cepat

Eomma Songgun tersenyum “itu yang sebenarnya aku inginkan .. aku tak ingin anak itu merusak karirku “

Sejak saat itu Songgun merasa sudah dibuang oleh ibunya sendiri.

Flashback end

Pesawat sudah mengudara dari satu jam yang lalu . Tapi Songgun masih saja memikirkan bagaimana cara untuk membatalkan perjodohannya dengan Jiyong.

Menurut Songgun menikah dengan Jiyong adalah petaka besar bagi dirinya. Disamping ia memiliki kenangan yang buruk dengan Jiyong , ia juga sangat takut mengingat sekarang Kwon Jiyong tumbuh menjadi seorang superstar Korea yang memiliki ribuan penggemar gila yang sewaktu-waktu bisa saja membunuhnya jika ia nekat menikah dengan Jiyong

Satu tangan Songgun telulur mengambil selembar foto yang ada didalam tasnya. Dalam foto itu terlihat seorang namja berambut kehijauan tengah mengenakan toxedo warna hitam yang berpose sinis kearah kamera. Kedua tangannya yang ia masukkan kedalam saku celana membuat kesan angkuh dan menakutkan semakin kuat Songgun rasakan pada namja itu

“aishh … kenapa aku harus menikah dengan naga menyebalkan sepertimu eoh ..” Songgun menyentil kesal foto Jiyong yang eomma tirinya berikan sebelum ia berangkat tadi

“kau kan sudah menolakku waktu itu jadi kau harus menolakku lagi kali ini, ok ?  ” seperti orang gila Songgun bicara sendiri dan mengacungkan ibu jarinya kearah foto Jiyoong.

Hal ini membuat Songgun mendapatkan tatapan aneh dari penumpang lainnya yang menyangka Songgun sudah tidak waras lagi.

‘ya … kau pasti menolakku lagi . Dengan begitu , rencana perjodohan kita batal dan aku bisa menikah dengan Sungmin oppa yee ‘ sorak Songgun dalam hati

@Incheon Airport

Songgun melangkah riang keluar dari bandara lalu segera masuk kesalah satu taxy yang berjejer disisi kanan pintu keluar bandara. Tal lupa kopernya ia simpan di bagasi terlebih dahulu

“tolong ke alamat ini nde “ Songgun menyodorkan secarik kertas berisi sebuah alamat kepada ajussi sopir taxy itu

Ajussi taxy itupun menerimanya “ah baik agassi , ini tak seberapa jauh dari sini “

“baguslah kalau begitu ajussi “ Taxy Songgunpun mulai melaju membela suasana senja kota Seoul yang didominasi oleh warna putih karena tertutup salju.

‘aku bisa merasakan dingin ini lagi ‘

Songgun membuka jendela dan sedikit mengeluarkan tangannya agar bisa merasakan udara kota kelahirannya itu . Menurut Songgun Seoul lebih dingin daripada Tokyo . Entah itu karena memang benar-benar karena suhunya atau karena semua kenangan buruk yang Songgun alami

Tiluling tiluling ~ smartphone Songgun berdering

“yeoboseo eomma … ada apa ?”

“…”

“aku baru saja keluar dari bandara eomma “

“…”

“em baik eomma aku akan mengebarimu jika sudah sampai dirumah appa “

“….”

“nado saranghae eomma “

Bip

Selang 15 menit berlalu , akhirnya Songgun tiba ditempat tujuan . Setelah membayar tagihan taxynya , ia pun segera turun dengan satu tangannya yang menggeret koper berjalan masuk ke sebuah bangunan apartement puluhan lantai yang berada didepannya.

Apartement ? bukankah Songgun bilang ia akan pulang ke rumah appanya ? tapi kenapa Songgun malah pergi kemari?

Songgun tersenyum ramah pada staff apartement yang membukakan pintu kaca untuknya . Kemudian Songgun berjalan menyusuri loby dan berhenti tepat didepan resepsionis

“selamat malam nona , ada yang bisa saya bantu” tanya seorang yeoja manis yang tengah bertugas dimeja resepsionis itu

“nde, apa benar tuan Kwon Jiyong tinggal disini ?”

Ya , Songgun ingin menemuhi Jiyong secara pribadi . Ia ingin mengejutkan Jiyong bahwa yeoja yang akan dijodohkan dengannya adalah yeoja telah ia tolak beberapa tahun lalu . Dengan begitu akan lebih mudah menggagalkan rencana pernikahannya bukan ?

Resepsionis itu mengerutkan keningnya ,

‘kenapa orang ini tau tempat tinggal GD ? ‘ tanya resepsionis itu dalam hati

“ah tapi apa – “ Yeoja itu takut menanyakan apa hubungan Songgun dengan namja yang bernama panggung GD itu

“aku saudara jauh Jiyong yang baru saja datang dari Jepang “ ucap Songgun cepat

Yeoja itu mengangguk mengerti “ah begitu rupanya , nde tuan Kwon memang tinggal disini dari seminggu yang lalu “

“kamsahamnida kau sudah membantuku , tapi … apa boleh aku menitipkan koperku disini ? aku hanya akan mengunjungi Jiyong sebentar“

“ah tentu saja , tapi satu jam yang lalu tuan Kwon meninggalkan apartement dan pergi dengan asistennya . Kau boleh  menunggunya disana“ resepsionis itu menunjuk kearah tatanan sofa yang ada disebelah pintu masuk

“keluar ? oh baiklah aku akan menunggunya “

^Songgun pov

Kubalik lagi halaman  majalah fasion yang sedang aku baca . Sesekali aku menghela nafas bosan karena aku sudah menunggu naga menyebalkan itu hampir satu jam .

“aishhh “

Dengus ku tambah kesal saat dihalaman selanjutnya , model yang sedang berpose adalah namja menyebalkan itu . Lihat fasionnya ? ini biasa saja menurutku . Setelan kemeja putih yang dipadukan dengan jeans sepanjang mata kaki serta sepatu Nike putihnya . Hal yang membuatku semakin tidak tertarik adalah aksesoris anting tengkorak yang ia pakai ditelinga sebelah kirinya dan rambut cepak berwarna merah

“Sungmin oppa yang terbaik eoh , aku hanya ak – ”

Sebelum aku melanjutkan kata-kataku , mataku tertuju pada seseorang yang baru saja masuk lobi apartement ini . Namja dengan perawakan yang cukup tinggi dariku tengah mengenakan mantel bulu , masker penutup wajah dan kacamata hitamnya.

Aku memicingkan mataku dibalik majalah yang sebagian menutupi wajahku “Ji Jiyong ?”  aku masih memantau namja itu yang kini berjalan kearah lift .

Kulihat kini dia melepas maskernya ‘Binggo … akhirnya kau datang juga ‘

Saat akan bangkit menyusulnya , gerakanku terhenti saat aku tau ada seorang yeoja yang mengikutinya dari belakang . Yeoja itu sedikit berlari agar bisa menyamakan langkahnya dengan Jiyong. Saat mereka sudah berjalan beriringan

Set

Betapa terkejutnya aku saat tiba-tiba saja Jiyong memeluk bahu yeoja itu ketika masuk kedalam lift

Saat pintu lift tertutup otakku langsung bekerja cepat ‘siapa yeoja itu ? yeojachingu ?’

Serasa ada sebuah lampu besar yang menyala diotakku , aku langsung bangkit dan berlari kearah lift yang berapa disamping lift Jiyong

“jika aku bisa membuntuti mereka dan mengambil beberapa gambar , aku yakin pernikahanku dengan Jiyong tidak akan pernah terjadi … aishh kau pintar sekali Songgun “

Ting ~ setelah pintu lift terbuka , akupun masuk dan menekan tombol 8 yang merupakan nomer lantai apartement Jiyong .

Emuahhh ~ aku mencium kertas alamat yang sedang aku bawa

“terima kasih eomma , kau sangat membantuku”

Kalau bukan karena eomma yang memberikan alamat ini kepedaku , aku pasti sudah berada di rumah appa dan pasrah menerima perjodohan ini tanpa tau kalau sebenarnya Jiyong sudah memiliki kekasih.

Alamat ini eomma dapatkan dari eomma Jiyong. Saat tau aku akan pergi ke Seoul , eomma Jiyong langsung memberikan alamat apartement baru Jiyong kepada eomma ku . Beliau berharap bahwa aku akan mengunjunginya

‘baiklah ….aku sudah melakukannya sekarang”

*Author pov

Ding ~ pintu lift Songgun pun terbuka , ia segera keluar dan mencari unit apartement dengan nomer 115 yang merupakan tempat tinggal Jiyoong

“112 113 dan ow …” Songgun langsung berhenti saat melihat Jiyoong dan yeoja itu masih bicara didepan kamar Jiyong . Soggun sedkit tersentak saat Jiyong memeluk yeoja itu

Songgun berlari kecil dan bersembunyi dibalik dinding  persimpangan koridor apartement . Tak lupa ia memakai masker untuk berjaga-jaga jika ia ketauhan. Sementara tangan kanan Songgun sudah siap untuk mengambil gambar dengan smartphonenya .

‘ah tapi siapa yeoja itu ? apa dia juga dari kalangan intertain? ‘Songgun hanya bisa melihat wajah Jiyong dari sini karena yeoja itu membelakanginya

“its so time babe ..” bisik Songgun lirih saat menekan tanda rekam dari smartphonenya

Sementara itu Jiyong masih memeluk yeoja itu . Sudah hampir 2 tahun Jiyong tergila-gila pada yeoja berambut panjang itu

“aku mencintaimu Dara – ya … apa harus berakhir seperti ini?” kata Jiyong yang masih memeluk

Songgun bisa mendengar kata – kata Jiyong ’ Dara ? … Sandara Park ‘ tanya Songgun dalam hati ‘tunggu dulu . bukankah mereka dari satu manegement artis ?’ Songgun membulatkan matanya

‘omona …. ini akan menjadi berita bagus ‘ Songgun beritu senang hingga ia ingin berteriak tapi mana mungkin ia melakukannya .

Yeoja itu melepas pelukannya “kita harus mengakhiri semuanya… hubugan kita salah Yoongie , aku sangat berdosa dengan calon suamiku “

Deg ~ tangan Songgun sedikit goyah saat mendengar itu . Hampir saja smartphonenya jatuh karena ia sangat terkejut ‘Sandara Park akan menikah ? lalu bagaimana dengan karir menyanyinya ?‘

“apakau juga tidak merasa berdosa dengan yeoja yang akan dijodohkan dengan –“

“jangan membahas itu “ nada Jiyoong beruba marah , tangannya menyengkram bahu Dara “aku bahkan tak ingin tau siapa nama yeoja itu  ..”

Songgun kini benar-benar ingin berteriak tapi , mendengar langsung Jiyong menolaknya kenapa tiba-tiba hati Songgun terasa sakit ?. Songgun menatap Jiyong serius , ia bisa melihat dengan jelas mata Jiyong berkaca-kaca

‘hei ada apa aku ini ? aku seharusnya bahagia kan ?’

Jiyong mendekatkan tubuhnya “aku hanya mencintaimu …” tapi Dara tidak bergeming

‘mereka akan berciuman ? yahhh ini akan memperkuat buktiku .. kajja kajja’

Chup ~

Jiyong melumat bibir bawah Dara lembut membuat Dara memejamkan matanya . Jiyong mendorong Dara hingga Dara tersandar dipintu kamarnya

“eumm” erang Dara yang tentu saja bisa didengar Songgun yang terpaku melihatnya

Songgun seakan tersadar dari tontonan yang menurutnya menjijikkan itu dan dengan cepat memalingkan kepalanya kearah lain. Ada perasaan aneh yang kini memenuhi hati Songgun

‘sakit ?’

Tit ~ Songgun menekan tombol merah tanda ia berhenti merekam

‘ini sudah cukup , aku harus segera pergi’ pikir Songgun mulai berjalan kearah lift .

Songgun melihat anak panah yang berada diatas pintu lift bergerak menuju angka delapan . Tandanya akan ada orang lain yang akan menuju kemari

‘aku harap yang datang adalah calon suamimu Sandara kekekeke..’ Songgun tertawa jahat dalam hati

Ding ~ pintu lift pun terbuka . Songgun bisa melihat yang keluar dari lift itu adalah seorang namja berambut kecoklatan yang berantakan dengan setelan kemeja serta jas kerja yang tidak dikancing dan dasinya yang sudah namja itu longgarkan

Songgun memicingkan matanya saat namja itu berpapasan dengan dirinya . Ekspresi wajah namja itu terlihat marah dan seperti orang yang terburu-buru

Songgun merasa ada yang janggal ‘sepertinya aku per – ‘

Deg~

‘SUNGMIN OPPA ~’

Songgun lantas menghentikan langkahnya tepat didepan pintu lift yang terbuka . Nafasnya terasa sesak saat ia harus mengakui bahwa namja itu adalah kekasihnya. Songgun membalikkan tubuhnya melihat Sungmin yang berjalan mendekati Jiyong dan Dara

‘ada urusan apa Sungmin oppa kemari ? hei bukankah dia masih membantu appanya di Canada ?’

Songgun melihat Sungmin yang berhenti melangkah dan mengepalkan kedua tangannya

“SANDARA PARK … APA YANG KAU LAKUKAN EOH “ Sungmin berteriak keras kearah Jiyong dan Dara

Merasa namanya dipanggil , sontak Dara langsung melepaskan ciuman Jiyong

“op op oppha ..” Suara Dara bergetar memanggil Sungmin , perlahan ia melangkah menjauhi Jiyong “aku- aku berusaha …” saat Dara ingin menghampiri Sungmin , dengan cepat Jiyong menahan tangan Dara

“yak lepaskan tangan kotormu dari calon istriku eoh”

Seperti tersambar petir , hati Songgun terbelah saat mendengar kata-kata Sungmin tadi . Matanya mulai berkaca – kaca dan tubuhnya bergetar hebat mendapatkan implus kenyataan yang sangat tiba-tiba tersebut

‘ca-calon istr istri ?’

Jiyong menatap tajam kearah Sungmin . Satu tangannya masih mencengkram erat tangan Dara

“aku mungkin membiarkanmu bertunangan dengan Dara Sungmin-ssi , tapi aku tak akan membiarkanmu menikahinya “

Tes ~ air mata Songgun turun

‘ber bertunangan ? jadi se-selama ini op-oppa membodohiku ?’ tebak hati Songgun . Memorinya diputar cepat untuk menglang semua kenangannya bersama Sungmin saat masih sama-sama tinggal di Jepang . Semua hanya kebohongan ?

“bag bagaimana bisa ?’

Sungmin naik pitam mendengar ucapan Jiyong “yakkk Brengsek kau !!!” dengan cepat Sungmin menubruk tubuh Jiyong dan mendorongnya hingga tersungkur ke lantai

Buk buk

Dengan brutal Sungmin memukuli wajah Jiyong “berani sekali kau bicara seperti itu eoh “

“yakk oppa hentikan “ Dara berusaha menghentikan Sungmin dan melerai mereka , tapi Sungmin menahan Dara dan menyampingkannya

“kau jangan ikut campur Dara- ya “ kata Sungmin sebelum ia kembali memukuli Jiyong

Jiyong berusaha melawan dan sesekali bisa membalas pukulannya diwajah Sungmin tapi entah apa karena emosi Sungmin yang begitu besar atau memang Sungmin yang jago dalam hal berkelahi , Jiyong kali ini kalah

“Uhh “ erang Jiyong yang mukanya kini sudah babak belur

Buk buk

Sungmin tak berhenti , ia kini memukuli perut Jiyoong

“hiksss oppa jeball hentikan …” Dara hanya bisa menangis disana

Sementara itu , Songgun yang masih berdiri disana juga menangis seperti Dara . Tapi ia menangis dalam diam . Meskipun tanpa suara , tapi pipinya sudah dipenuhi dengan sungai-sungai air mata kecil yang hilang dibalik masker pinknya

‘apa itu benar Sungmin oppa ? sejak kapan Sungmin berubah menjadi orang yang menakutkan seperti itu ? ’

Songgun memandang takut punggun Sungmin yang masih saja memukuli Jiyong . Detik itu ia memutuskan untuk pergi dan masuk kedalam lift .Tapi saat pendengarannya berkali-kali menangkap suara Jiyong yang kesakitan , Songgun menghentikan langkahnya .

‘ap- apa yang harus aku lakukan eoh.. kenapa bisa seperti ini ?’ tanya Songgun bingung

Perlahan otak Songgun mulai kehilagan kesadarannya , ia perlahan melepas masker yang sedang ia pakai dan sedikit melangkah maju menghampiri Sungmin . Entah apa yang dipikirkan Songgun tapi yang jelas ia harus menghentikan Sungmin

Songgun menghapus air matanya saat jaraknya semakin dekat dengan Sungmin “Annyeong haseyeo Lee Sungmin-ssi” sapa Songgun tetap sebelum melayangkan bogem mentahnya kearah Jiyong

Sungmin tersentak saat mendengar suara yang sangat femiliar baginya . Ia segera melepaskan Jiyong dan membalikkan tubuhnya

“Mwoo ? Songgun ? “ saat bangkit , mata Sungmin terbelalak mendapati Songgun sudah ada didepannya .

‘Songgun ?’ Masih dalam kondisi yang setengah sadar Jiyong berusaha melihat wajah yeoja itu . ‘aku seperti pernah mendengarnya ‘

“Jiyoongie ~ “ Dara segera menghampiri Jiyong beruaha menolongnya . “bertahanlah … kau tidak apa apa kan ?”Dibantu Dara , Jiyong berusaha duduk yang salah satu tangannya masih memegangi perutnya

Jiyong kini bisa melihat wajah Songgun sedikit karena terhalang dengan badan Sungmin

“kabar terakhir yang aku dapat , kau sedang sibuk di Canada . Tapi kenapa sekarang kau ada disini oppa ?” meskipun dengan air mata yang mengalir , Songgun berusaha tersenyum pilu didepan Sungmin

“Songgun – ah “ Sungmin berjalan menghampiri Songgun tapi Songgun menahannya dengan satu tangannya

“jangan mendekat !!” perintah Songgun

“aku bisa jelask- “

“ah ..aku tau … kau memang sibuk kan oppa . Kau sibuk membersiapkan pernikahanmu kan .. hiks ?” kini senyum Songgun hilang dan ia mulai terisak dihadapan Sungmin “dengan Sandara park hikss“Songgun menunduk dalam “kenapa kau tega sekali oppa hiks hikss”

“Songgun ah …tolong de-”

PLAK~ dengan keras Songgun menampar Sungmin

“AKU MEMBENCIMU SUNGMIN-SSI “ teriak Songgun

Jiyong tersentak mendengar kata-kata itu . Ia pernah mendapatkan teriakan yang sama beberapa tahun yang lalu

‘Songgun ? apa dia Kang Songgun itu ? Jiyong dengan cepat bangkit dan memandang wajah Songgun

Deg ~

“argh – kang – Kang Songgun ?” lirih Jiyong

Songgun menoleh melihat Jiyong , dan kini mata mereka benar-benar bertemu. Tanpa banyak bicara Songgun mendekati Jiyong

“kau seharusnya tidak memeluk sembarang orang Dara – ssi . Disini ada calon suamimu “kata Songgun dingin pada Dara “berikan dia padaku “

“nd nde ? “ tanya Dara bingun

Tidak jauh dengan Dara , Sungmin dan Jiyong pun bingung atas ucapan Songgun

Songgun mengambil alih tubuh Jiyong dan dengan cepat mengalungkan tangan Jiyoong di bahunya .

“he hei .. apa yang kau lakukan eoh ?” tanya Jiyoong tapi Songgun hanya diam “yak .. kau tak arghhh” dengan sengaja Songgun menyentuh lebam Jiyong di pipinya

“diamlah …” Hanya itu balasan dari Songgun dan ia mulai memapah Jiyong menuju kamarnya

Tit tit tit cklek

‘bagaimana yeoja ini tau ?’

Mata Jiyong terbelalak saat Songgun berhasil membuka password apartemennya. Bukan hanya Jiyong , Dara dan Sungmin pun juga kaget

“YAKK !!” teriak Jiyong melepaskan diri dari papahan Songgun

“aish ,,, apa aku harus mengaku sekarang eoh …aku akan menjelaskan semuanya didalam .. kajja ”

Mata Jiyong menyipit “kau uhh … kau membuntuti .. YAKKK DASAR …”

“MWOO?”

 

TBC

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,060 other followers

%d bloggers like this: