INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

Hotelier Part IV

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Sora
Cho Kyuhyun

Still Continue…
Kyuhyun Side..

“Kita berpisah”

Adalah kata-kata terakhir yang Sora katakan padaku sebelum ia melangkah pergi dari pandanganku. Aku tau apa yang terjadi, tapi aku berpura-pura untuk tidak tau.

Aku tau jika teman-temanya tak mepercayaiku.
Aku tau jika teman-temanya memaksa nya melupakanku.
Aku tau jika ia mulai meragukan cintaku.
Aku tau semuanya. Hanya Sora yang tak tau itu.

Bukan aku tak mau mengatakan apapun padanya. Aku hanya sedang mencoba membuka hatinya. Aku tau, betapa sakit hatinya Sora sebelum ia bertemu denganku. Ditinggal sang kekasih yang menghamili teman sendiri. Menyedihkan bukan. Sangat. Itulah sebabnya Sora tak bisa terlalu mempercayai laki-laki lagi termasuk diriku. Aku tau.

Seandainya aku mengatakan segalanya. Memberitahukan semuanya. Apakah semua akan berubah? Akankah semua akan baik-baik saja. Entahlah.

***
“Yaaa Kang Sora kau menyakitiku” terdengar suara gelak tawa dari seberang sana.

“Maaf oppaa hahahah” tawanya terdenger jelas. Sangat…

View original 3,379 more words

Nothing (Part 1/2)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author : HK (leehana76)

Tittle : Nothing (MOS Before Story)

Kategori : Romance.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC), Xi Luhan.

View original 5,984 more words

Lonely Sick Epilog

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick Epilog

Pg : -

Cast : Cho Kyu-Hyun

         Lee Eun-Ji

*

The Story Begin… Read the rest of this entry

Let’s Love (ROME C-CLOWN)

JokerZi89:

[cuplikan] “Wuah… daebak menantu eomma. Kau harus mengobatinya biar tak infeksi.” Tiba-tiba ibuku berseru sembari menunjuk luka cakaran di lengan Rome. Aku dan Rome hanya saling pandang.

“Berapa ronde?” tiba-tiba ayahku mengajukan pertanyaan lagi.

“Tiga ronde abonim. Jeny benar-benar hebat.” Jawab Rome acuh. Sedangkan aku hanya melotot ke arah Rome.

Originally posted on Korean Fiction:

Let's Love FF

LET’S LOVE

Author                  : JokerZi89 aka @JKyuKi_

Main Cast            : Han Jae In (OC) & Yu Barom (C-Clown)

Sup. Cast             : Others.

Length                  : One Shot

Genre                   : Not for children [NC] and gado-gado *campur-campur maksudnya* xD.

Rate                       : 21+

Disclaimer           : The story is mine, no bash, no plagiat and no judge!

Note                      : Gak tau kenapa suka sekali buat Rome kaya gini, inu dibuat dalam keadaan moody jadi… dengan kerendahan hati saya moohon maaf yang sebesar-besarnya bila cerita ini tak berkenan, membosankan, feel gak ngena dan lain sebagainya khususnya Typo-nya.

***

Ku lirik sinis Yu Barom yang kini duduk manis di depanku. Dan sebaliknya, dia menatapku sinis seolah-olah ingin memelintirku dan menjadikanku tak berbentuk lagi.

“Awas kalau kau berani mendekatiku?” Ancamku padanya.

“Cihhh… tak sudi aku mendekati gadis ganas sepertimu.” Ucapnya balik mencibir. “Bahkan menatapmu saja aku sama sekali tak bernafsu.” Rome memperhatikan dadaku.

“Yakkk apa katamu?”…

View original 6,223 more words

Is Not Okey ??

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Mina
Cho Kyuhyun
Others..

Still Continue…

“Kenapa kau terus tersenyum?” Tanya sahabat baiku Lee Jongsuk.

“Memangnya kenapa. Tidak boleh?” Tanyaku sedikit kesal.

“Apa ia hebat?” Tanya Jongsuk mulai penasaran saat aku baru saja duduk di meja kerjaku.

“Sangat” Jawabku senang.

“Jadi sekarang kau sudah tidak perawan?” tanyanya pelan seolah berbisik.

“Aish jaga mulut kotormu itu. Ia hanya memakai jarinya saja. Bukan penisnya” kami berbicara sepelan mungkin agar tak ada yang mendengar pembicaraan kotor ini.

“Berarti dia tidak hebat”

“Kenapa begitu?”

“Karena kau masih perawan.” Jawabnya pergi meninggalkanku. Aish laki-laki ini sungguh membuatku kesal.

Cho Kyuhyun, laki-laki yang menjadi one night stand ku benar-benar hebat dalam memuaskanku semalam. Saat bibirnya menciumku, saat tanganya menggerayangiku. Ya Tuhan, bagaimana ini aku menginginkannya lagi.

“Jangan melamun hei perawan” Lagi laki-laki ini menghampiriku. Untung saja ruangan masih sepi hingga kami masih bisa mengobrol sebentar.

“Pergi sana, mau apa lagi…

View original 1,092 more words

Is it Okey ??

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Cho Kyuhyun
Kang Mina
Others

The Story Begin…

Aku sudah didepan. Kau dimana?” Bunyi pesan yang kukirim padanya. Pada seorang laki-laki yang baru beberapa hari ini aku kenal. Bukan berkenalan secara langsung. Tapi via dunia maya, kau tau social media, ayolah kalian tidak hidup di jaman batu bukan sehingga tidak tau hal yang kusebutkan tadi. Kami berjanji bertemu didepan salah satu Departement Store yang cukup megah di ibukota. Memudahkan kami untuk dapat bertemu.

Kulihat seorang laki-laki dengan rambut pluffy nya berjalan mendekat kearah mobilku. Inikah laki-laki yang akan berkencan denganku malam ini. Ku akui aku sudah gila mau melakukan ini. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini aku ingin sekali merasakannya. Dicumbu oleh seorang laki-laki, tapi juga bukan sembarang laki-laki. Setidaknya ia harus tampan seperti pria ini. Cho Kyuhyun.

“Sudah lama?” Tanya nya basa-basi saat baru saja masuk ke mobilku.

“Tidak” jawabku singkat. Ini…

View original 1,341 more words

Mistake Loving You part 6

10475050_800676033286399_1363617228_a

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 6

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : +17

Genre              : Sad, Romance and NC

annyeong haseyeo… wah seneng banyak yang respon positif sama ff ini n g nyangka ff ini uda sampe part 6. Thor g nyangka beneran loh … Em klarifikasi aja … ff ini tidak ada niatan sama sekali untuk menyindir salah satu member BB Korea yang kabarnya akan segera menikah. Alur ini thor ketik jauh sebelum beredarnya berita tersebut. Tidak ada niat untuk memprovokasi para read untuk bertindak yang tidak-tidak karena thor adalah fans yang mendukug pernikahan member BB tersebut. Cukup nikmati saja alurnya dan ditungguin noh sama hantu typo… kkkk Ditunggu komentarnya yang panjang lebar ne … GAMSAHAMNIDAAA~~~

===

Dimana aku mulai mencintai Jiyong, disaat itu pula bayangan hitam perlahan mulai menghampiriku_Kang Songgun

*

Jiyong menghentikan langkahnya ditengah anak tangga “oh jinjja ?  kau yakin”

“nde … semua orang yang ada dipestamu pasti sudah bertanya-tanya “siapa yeoja yang bersama GD itu? Apa itu yeojachingunya?” itu pasti akan mengganggu konsentrasimu oppa… jadi bagaimana ?”

Jiyong sedikit memikir “em baiklah … aku setuju denganmu chagi … setelah sampai di Seoul, aku akan meminta menejerku untuk mengurus semuanya” Jiyong kembali melanjutkan langkahnya

Songgun tersenyum lalu mengecup tengkuk Jiyong“emm gomawo oppa … saranghae “

**

Setelah tiba di Seoul, Jiyong benar-benar menetapi perkataannya. Selang sehari setelah  Jiyong menjelaskan semuanya kepada meneger dan mendapatkan izin, akhirnya ia mengadakan presscont untuk mengumumkan bahwa ia sudah tak sendiri lagi.

Jiyong tau, ini akan berdampak besar bagi karirnya. Hal terburuk yang Jiyong pikirkan adalah ia akan ditinggalkan fans. Tapi ini sudah keputusannya dan keinginan terbesar Jiyong adalah bisa hidup bersama dengan Songgun selamanya

Dalam acara jumpa pers, Jiyong yang lebih banyak bicara ketimbang Songgun yang hanya bicara saat pertanyaan dilontarkan kepadanya. Sepanjang presscon Jiyong terus menggenggam tangan Songgun yang terus bergetar karena gugup. Itu sedikit membuat Songgun tenang.

“apa ini cinta pada pandangan pertama ?” tanya salah satu wartawan wanita yang duduk dibarisan paling depan

Jiyong tersenyum mendengarnya, ia sedikit merapikan blezer hitamnya “sebenarnya … Songgunlah yang pertama kali menyukaiku … dia pernah menyatakan cintanya 7 tahun lalu “ Songgun sedikit tersentak langsung menoleh kearah Jiyong

‘yakk… kenapa kau malah membongkar hal itu eoh ‘ arti tatapan tajam itu

Jiyong balas menatap Songgun “benarkan itu chagi ..” Jiyong merangkul bahu Songgun dari belakang sambil tersenyum dengan muka polos

Songgun kembali menatap kedepan “nde .. kalian tau seberapa angkuhnya Jiyong dahulu disekolah ? aish … aku ingin sekali mematahkan lehernya saat dia menolakku dulu “

Terdengar kikikan geli oleh para wartawan mendengar jawaban Songgun yang kesal dengan Jiyong

Jiyong kehilangan senyumnya “yak.. chagiya ..” panggil Jiyong manja

“sepertinya hal ini menarik untuk diceritakan .. apa Songgun-ssi tidak keberatan untuk menceritakannya detailnya “ tanya salah seorang wartawan dari sebuah terbitan majalah Korea .

“nde .. hari itu aku tak sengaja bertemu dengannya diperpustaan sekolah dan berniat untuk menanyakan apakah dia sudah membaca suratku. Tapi sebelum aku mendekatinya, aku begitu terkejut saat seenaknya si naga menyebalkan ini..” Songgun memukul lengan Jiyong “mengolokku sebagai anak manja dan menolak suratku … hahhh .. itu sangat menyebalkan bukan”

Para wartawan mengangguk mengerti dan langsung menulis detail cerita Songgun ke dalam catatannya dan sebagian yang lain mengetiknya di laptop mereka. Sesekali beberapa blite camera mencuri moment diantara mereka

“aishh… kau membuat cerita seakan aku ini monster eoh “ Jiyong sedikit merajuk tak terima mencubit hidung Songgun “setelah mengatakan itu aku menyesal dan berusaha meminta maaf padamu, tapi kau malah pergi meninggalkanku kan.. apa benar kau mencintaiku waktu itu eoh ?”

Songgun melepaskan pelukannya “HYA… kau tak terima eohh … kau tak ingin disalahkan emm?” Songgun melotot kearah Songgun. Entah sejak kapan gugup Songgun hilang karena ia kesal dengan Jiyong

Jiyong mendekatkan wajahnya “sejak kapan kau banyak bicara chagi … ingin aku cium hahh ..”

“aishh “ Jawaban itu sontak membuat Songgun merona memalingkan wajahnya

“kalian sangat romantis … apa kalian berencana akan menikah secepatnya?”

“nd nde ?” Songgun sedikit terkejut dengan pertanyaan wartatan tv swasta itu

“masalah itu, kami serahkan pada kedua orang tua kami. Mereka akan membicarakan kapan waktu yang tepat untuk pernikahan kami…”jawab Songgun kemudian

“kami akan bicara lagi saat kami sudah menemukan tanggalnya” jawab Jiyong menimpali perkataan Songgun

Hingga jumpa pers berakhir, Jiyong tak berhenti bersikap romantis terhadap Songgun. Entah itu mengelap keringat yang sedikit membasahi dahi Songgun atau membukakan sebotol air mineral unuk Songgun

Saat para wartawan meminta keduanya untuk berpose mesra, Jiyong tak sungkan memeluk Songgun dari belakang dan malah berhasil memberi kecupan untuk bibir Songgun didepan mata lensa juru warta yang membuat onggun malu

Acara ini disiarkan secara live ditv kabel, tv nasional atau juga dari youtube. Sehingga seluruh masyarakat Korea bisa mengetahui status superstar mereka yang sudah memiiki pasangan.

Kebanyakan mereka sangat terkejut dengan pernyataan Jiyong yang begitu tiba-tiba. Bahkan orag-orang yang berada di trotoar jalan dan bersiapa untuk menyebrang sejenak berhenti menyimak apa perkataan Jiyong di dalam layar raksasa yang terpampang didinding gedung yang ada disana.

Berbeda dengan kedua orang tua Jiyong yang sedang tersenyum senang melihat kemesraan mereka di hometeater rumahnya.

“oh.. kau dengar itu yeobo.. mereka menyerahkan semuanya kepada kita. Ah aku sangat senang sekali mendengarnya” kata eomma Jiyong girang menyatukan kedua tangannya “aku akan merancangkan gaun pengantin terbaikku untuk Songgun”

“nde .. aku juga senang yeobo, aku tak mengira ini akan begitu lancar”

“kalau begitu cepat pesan tiket ke Jepang emm.. aku harus bertemu dengan eomma Songgun disana “ Eomma Jiyong segera bangkit dan berjalan cepat menuju kamarnya berniat untuk mengemasi barangnya menuju Jepang

“aish… jangan secepat itu yeobo.. Jiyong sebentar lagi akan loucing album baru, setidaknya tunggu sampai album itu berhasil keluar emm”

Perkataan tuan Kwon itu berhasil membuat eomma Jiyong menghentikan langkahnya dan kembali menghadap tuan Kwon “heahh.. haruskah ? … aku sudah tidak sabar …” Eomma Jiyong terdengar sangat kecewa

“hanya satu bulan yeobo …bersabarlah ” bujuk tuan Kwon menghampiri istrinya itu lalu merangkul sayang bahunya

“emm baiklah ..” tanggap eomma Jiyong lemas

Ketika ada orang yang senang dengan hubungan Jiyong dengan Songgun, pastilah ada yang tidak suka. Seorang ahjuma yang umurnya tidak beda jauh dengan eomma Jiyong itu mengepalkan tangannya melihat apa yang tegah ia saksikan.

Ahjuma itu dengan cepat mengambil smartphonenya yang ia taruh dilaci meja kerjanya dan segera menghubungi seseorang.

“yeobo … kau sudah melihatnya ? … kenapa kau mengizinkan Jiyong untuk ..” dengan emosi nyonya Han yang tak lain eomma kandung Songgun itu mengomel pada suaminya

‘….’

“tentu itu salah yeobo … kau tak memikirkan bagaimana saham perusahaan akan turun eoh .. “ nyonya Han bangkit dari kursi kerjanya, berjalan kearah dekat jendela “ini pasti akan mempengaruhi respon publik terhadap penjualan album barunya yang menelan biaya produksi sangat banyak itu yeobo..“

‘…..’

“kau percaya kata-katanya eoh … semua akan baik-baik saja ? hah… kau membuatku tambah pusing yeobo “

Bip – nyonya Han menutup kesal sambungan telponnya karena suaminya percaya dengan kata-kata Jiyong yang meyakinkan suaminya bahwa semua akan berjalan lancar. Meskipun itu ada sedikit penurunan tapi tak akan membuat perusahaan merugi.

Dengan tangan yang menggenggam, nyonya Han menghantamkan tangannya di kaca tebal jendelanya itu “aish…. Kang Songgun, kenapa kau tiba-tiba merusak semuanya emm.. kau ingin balas dendam padaku “ lirih nyonya Han

“aku tak akan melepaskanmu begitu saja “

**

Hari ini Songgun terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Ya, lingkar mata Songgun semakin terlihat pekat membuatnya seperti mata panda. Sudah terhitung dua minggu Songgun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Hal itu karena beberapa fans Jiyong menentang hubungan mereka

Awalnya Songgun tak ambil pusing dengan perang adu argumen didalam akun sosial medianya antara para pendukung dan penentagnya. Jiyong sering mengatakan bahwa lambat laut pasti akan mereda dengan sendirinya.

Songgun berusaha untuk menerimanya, tapi ia tak nyaman dengan perubahan hidupnya yang mengharuskannya untuk setiap kali ia keluar, ia harus ditemani dengan beberapa ajudan appanya. Appa Songgun khawatir dengan keselamat Songgun di Jepang

Ya, seminggu setelah acara jumpa pres itu, Songgun memutuskan untuk kembali ke Jepang dan melanjutkan hidupnya disana. Jiyong awalnya tak setuju tapi mengingat Songgun harus menyelesakan skipsi terakhirnya dan ada beberapa cafe Songgun yang ia harus urus, akhirnya dengan berat hati Jiyong menerima keinginan Songgun itu

Drtt…drrtt

Saat baru saja keluar dari cafenya, tiba-tiba Smartphone Songgung bergetar

Songgun berdiri didepan pintu cafenya yang baru saja ia tutup lalu segera mengambil smartphonenya dan seketika senyumnya terlukis melihat siapa yang menghubunginya kali ini.

Bip

“yeoboseo oppa…” salam Songgun riang

‘yeoboseo chagiya ~ apa hari ini berjalan dengan lancar em …’ sapa Jiyong yang kini duduk disofa panjang ruang make up nya

Disela waktu istirahat sesi pemotretan untuk poster album Jiyong , ia menyempatkan waktu untuk menghubungi yeojanya yang hampir dua minggu tidak bertemu

Songgun tersenyum lagi “nde … semua berjalan lancar oppa … jadwal sidang skripsiku sudah keluar, dan itu tidak lama lagi oppa” ia mulai berjalan keluar menuju stasiun kereta bawah tanah yang tidak jauh dari cafenya. Sore ini sedikit turun gerimis jadi Songgun mempercepat langkahnya

‘oh benarkah … baguslah kalau begitu, beritahu oppa kapan tanggalnya emm agar oppa bisa menemanimu nanti ‘

“aku sangat berterima kasih oppa sudah mau menemaniku tapi, fokus dengan album baru oppa saja emm… kau sangat sibukkan “

Jiyong menghela nafas membenarkan perkataan yeojanya itu ‘hhfftt… kau benar chagi… jadwal latihanku semakin menggila saja tapi aku akan berusaha meluangkan waktu untukmu’

Songgun berhenti didepan zerbacross dan mengantri untuk menyebrang “jangan keras kepala emm … bagaimana jika oppa sakit ?… siapa yang khawatir ? aku oppa … kau senang melihatku khawatir “

‘tapi chagi …’

Songgun melihat tanda penyebrangan sudah hijau, iapun bersama dengan beberapa orang lainnya teratur menyebrang “jangan membantah emm .. atau aku akan marah padamu”

‘aishhh baiklah … lalu dimana kau sekarang ? ini masih sore, apa kau masih berada dicafe?’ mendengar itu Songgun sedikit menggigit bibirnya

Karena gerimis semakin deras, Songgun memutuskan untuk berteduh dihalte bus yang tidak jauh dari tempatnya ia berdiri

“oh nd nde ,,, sekarang aku masih ada dicafe oppa, aku sangat lelah karena hari ini banyak pelanggan baru yang datang kecafeku” Songgun sedikit bersalah mengatakan itu

Sebenarnya hari ini Songgun tidak mendapatkan pelanggang sama sekali. Semenjak berita hubungannya dengan Jiyong tersebar seantero Jepang, cafe Songgun mengalami penurunan omset. Songun tak mau membebani Jiyong dengan itu

‘aigu … kau pasti sangat kelelahan emm.. jangan terlalu lelah nde, biarkan karyawanmu saja yang bekerja dan kau cukup mengawasi mereka … arrachi ?’

“nde arraseo oppa … gomapta “

‘nde … jangan pulang terlalu larut eoh,,, dan pastikan kau pulang dengan ajudanmu nde .. oppa harus segera kembali, fotografernya sudah memanggil oppa’

“oh baiklah baiklah oppa .. jaga kesehatan nde … saranghae “

‘nado sangahe chagi ‘

Bip

Songgun menundukkan wajahnya setelah memasukkan smartphonenya kedalam tasnya. Ia berbohong dua kali pada Jiyon. Yang pertama masalah cafenya itu dan yang kedua tentang para ajudannya. Sebenarnya hari ini Songgun bersikeras menolak ajudannya untuk ikut serta dengannya. Ia meminta pada appanya untuk satu hari saja membebaskannya dari para namja berpakaian serba hitam yang pintar beladiri sewaan appanya tersebut.

“aish ini masih awal musim gugur tapi kenapa sudah hujan … menyusahkan saja “ gerutu Songgun kesal menerobos tetesan hujan yang perlahan semakin deras. Ia harus segera pulang karena ia sudah berjanji kepada eomma nya untuk pulang cepat hari ini

Seorang namja berhody hitam, celana jeans robek dan topi hitamnya tersenyum sinis melihat Songgun tengah berlari menuju pintu masuk stasiun.

Satu tangannya menekan alat telekomunikasi yang terpasang ditelinganya

“aku sudah menemukannya … akan kuselesaikan tugasku dan segera siapkan apa yang aku inginkan “

Setelah mengatakan itu, namja misterius itu segera menyusul Songgun yang kini sudah sampai dan bersiap untuk turun menyusuri anak tangga.

Songgun membersihkan butiran air yang ada dirambutnya.

Tangan songgun sudah berpegangan pada palang besi tangga tersebut “Hah… eomma pasti -“

Namja mesterius itu langsung memegang bahu Songgun “nona Kang …”

Songgun yang akan turun menyusuri anak tangga itupun menghentikan langkahnya

“eh ? nde” songgun menoleh, melihat kini namja itu tersenyum jahat kepadanya  “siapa ..arghhh”

Brakk…

Seperti ada yang menekan tombol remote percepat, Songgun terguling jatuh hingga terkapar dilantai stasiun. Pandangan Songgun merabun tapi ia masih bisa melihat bayangan hitam namja yang memanggilnya yang masih  berdiri disana lalu perlahan pergi menjauh darinya tergesah.

Semua orang yang ada disana terkejut tiba-tiba melihat seorang yeoja terjatuh.

“ya tuhann… apa yang terjadi ..”

“nona … apa kau baik baik saja,,,”

Tolong cepat … hubungi ambulance “

“Cepat… kejar pria bertopi hitam itu”

Kerumunan mulai melingkari Songgun dan beberapa orang lainnya mengejar namja misterius itu

“agrhh … “ dengan tangan bergetar Songgun memegangi pelipisnya yang berdarah. “si-siapa dia ..argghh”.lirih Songgun

“ya tuhan!!!…. nona, bertahanlah.. bantuan akan segera datang  “ seseorang ahjuma mendekap kepala Songun

“apa kau punya masalah dengan orang jahat itu nona …” ahjuma

Songgun hanya menggeleng tidak kuasa mengeluarkan suaranya. Perlahan pandangan Songgun menghitam dan ia sudah tak tau apa-apa lagi, yang ia dengar teriakan ahjuma itu yang berusaha menyadarkannya dengan sedikit menggoyang bahu Songgun

===

Brakkk…

Dengan nafas yang memburu, Jiyong membuka pintu kamar rumah sakit tempat Songgun dirawat. Ya, 3 jam yang lalu saat Jiyong baru menyelesaikan pemotretannya, ia mendapatkan kabar bahwa yeojanya masuk rumah sakit karena kasus penyerangan.

“mwo? Bagaimana bisa dia diserang, Songgun masih menjaga cafenya, dimana bodyguardnya ? “

“ sendirian di stasiun kereta katamu ?“

Setelah mendengar semuanya , tanpa pikir panjang ia segera menelpon manegernya untuk menyiapkan pesawat pribadinya untuk terbang ke Jepang. Dalam pikirannya, selain khawatir dengan keadaan Songgun, Jiyong juga berfikir kenapa Songgun berbohong padanya

“oh nd nde ,,, sekarang aku masih ada dicafe oppa, aku sangat lelah karena hari ini banyak pelanggan baru yang datang kecafeku”

Jiyong melangkah cepat “chaginya …” panggil Jiyong melihat Songgun yang kini memakai piama rumah sakit tengah terduduk diatas ranjangnya. Tapi langkahnya melambat melihat satu tangan Songgun ditahan dengan sabuk tas penyangga yang melingkar melewati bahunya.

Songgun yang mendengar penjelasan suster yang merawatnya pun terlonjak kaget melihat Jiyong ada disini

‘bukankah eomma sudah aku larang untuk memberitahunya ?’

“yak… op-oppa … ke kenapa bisa kemari.. siapa yang memberitahumu ?“

“saya permisi nona “Mengetahui akan mengganggu, suster yang merawat Songgun pun keluar setelah memberi hormat. Songgun hanya menanggapinya dengan anggukan

Jarak Jiyong semakin dekat, membuatnya kini dapat melihat luka dengan sedikit darah yang mengering dipelipis dan pipi Songgun. Hal itu membuat hati Jiyong dipenuhi asap pilu. Iya tak tahan membendung air matanya dan

Grep

Dengan cepat Jiyong merengkuh kepala Songgun kedalam pelukannya “kenapa bisa seperti ini eoh … akan kubunuh orang itu  “ satu tangan Jiyong mengelus kepala Songgun dan satu tangannya lagi dilingkarkan semakin erat dipinggang Songgun

Songgun tersenyum getir mendengarnya “apa yang kau bicarakan eoh … “ mata Songgun juga ikut merabun karena bendungan air matanya yang semakin penuh

Jiyong sedikit mengendurkan pelukannya sehingga kini ia bisa melihat Songgun “kenapa kau berohong emm” Jiyong menghapus air mata yang perlahan jatuh di pipi Songgun

“aku tak mau membuatmu khawatir oppa .. aku ingin sekali saja keluar tanpa penjagaan ketat“ meskipun air matanya jatuh Songgun berusaha untuk tidak terisak dan malah mengerucutkan bibirnya sebal

Jiyong duduk ditepi ranjang Songgun, kemudian salah satu tangannya menggenggam tangan Songgun yang bebas “seharusnya aku yang menjagamu “ tangannya yang lain, Jiyong gunakan untuk membenarkan poni Songgun menyelipkan ditelinganya lalu turun mengelus tangan Songgun yang berada ditas penyangga “aku melukai tanganmu … mianhae “ suara Jiyong terdengar sedih

Mendengar itu, hati Songgun perih merasa dilempari oleh ribuan belati “hya … apa otak oppa tidak bisa memikirkan hal yang benar hemmm… selain yadong, kau selalu berkata asal “

Jiyong tesenyum samar mendengarnya. Memang, Jiyong sering sekali menggoda Songgun dengan dirty talknya saat ditelpon ataupun berbalas pesan.

Jiyong menghela nafas “seharusnya dulu aku menerima tawaran aboeji saja mengurus perusahaan dari pada menjadi artis”

“sttt ..” Songgun menaruh telunjuknya didepan bibir Jiyong “aku akan membunuhmu jika kau keluar dari entertain hanya gara-gara aku ehh”

Jiyong dengan lembut menarik telunjuk Songgun menjauh dari bibirnya “aku rela mengorbankan semuanya daripada mengorbankan keselamatmu emm … “

Songgun kini yang menghela nafas “kau menyurigai fans mu hemm ? “

Jiyong terdiam sejenak “meskipun seandainya pelakunya bukan fansku, tapi aku yakin ini semua terjadi karena aku .. mi mainhae “ jiyong menunduk

“oppa “ tangan Songgun menegakkan dagu Jiyong “berhenti berfikir ini semua salahmu emm… itu semakin membuatku sakit “ jemari mungil Songgun mengelus pipi Jiyong

Jiyong menggenggam jemari Songgun yang masih dipipinya itu dan mengecupnya “nde … Mianhae .. Hhhh “ Jiyong menghela nafas besar “jeongmal mianhae ,,” Jiyong kembali merengkuh kepala Songgun membawanya kedalam pelukannya.

Songgun merasa selalu hangat didalam pelukan namja mesumnya itu. Ia mencari posisi yang nyaman untuk menyandarkan kepalanya.

“appa memberi tahu bahwa ia sudah menyewa detektif terkenal di Jepan, itu sangat berlebihan menurutku “ nada Songgun manja mendongakkan wajahnya.

Jiyong gemas, lalu ia mengecup singkat bibir yeojanya itu “bukankah itu bagus ,, kita akan lebih cepat mengetahui pelakunya kan ?”

“kita serahkan semuanya saja pada polisi”

“aishhh … kau cerewet sekali hemm … “Jiyong mendengus pura-pura kesal lalu mencubit pipi Songgun “sudahlah … kau perlu banyak istirahat “ Jiyong mendorong bahu Songgun untuk berbaring.

Songgun sudah berbaring tapi tangannya masih menggenggam tangan Jiyong “kau juga ..” Songgun manja menggeser tubuhnya memberi ruang diranjangnyak untu Jiyong

Jiyong yang akan duduk dikursi ranjang Songgun sedikit kaget lalu ia tersenyum “kau manja sekali hemm ..bagaimana jika ada yang masuk hem ?”

Songgun memamerkan puppy eyesnya memohon “jeballl “ lalu ia mengedip-ngedipnya matanya “ini sudah malam, tak mungkin ada lagi yang memeriksaku kan. Eomma mungkin tau kau akan kesini jadi dia tak akan datang”

“baiklah-baiklah “ akhirnya Jiyong yang mengalah, ia bangkit dari kursinya lalu naik diranjang Songgun. Tak lupa ia melepas sepatu nikenya dan jaket baseball merahnya yang ia letakkan diatas kursi tadi.

Jiyong memposisikan tubuhnya berbaring menghadap yeojanya disamping tangan Songgun yang tidak sakit dan menjadikan satu tangan Jiyong untuk bantalan kepala Songgun

“hahh.. ini lebih empuk dari bantal rumah sakit ini oppa “ Songgun semakin menyudutkan kepalanya didada bidang Jiyong. Sehingga ia dapat mencium aroma mint dari tubuh jiyong dan mendengar detak jantung Jiyong dari balik kaos Grey’s yang sedang dipakai Jiyong. “aku bisa tidur nyenyak jika begini “

“nde nde … cepat tidur kalau begitu bayi besarku hemm ..” satu tangan Jiyong yang lain memeluk punggung Songgun dan memukul-mukul ringan seperti seorang eomma yang akan menidurkan anaknya

“bayi besar ..?” Songgun mendongak “itu terdengar imut .. aku suka ” Songgun tersenyum senang.

“benarkah ? baiklah mulai sekarang aku akan memanggilmu bayi besar emm ?” Jiyong menyentil hidung Songgun

Songgun mengangguk “dan aku akan tetap memanggilmu “namja mesumku Kkkkk …”

“yak … chagiya ..!!” Jiyong sedikit berteriak

“aishhh ini rumah sakit eoh .. jadi pelankan suaramu …” Songgun berekspresi geli bisa membuat Jiyong merajuk tapi ia senang bisa membuat Jiyong lupa dengan rasa bersalahnya

“hufttt ..nde ” Jiyong masih marah “cepat tidur !! “

“aishh kau galak sekali … “ Songgun baru menyadari ada perubahan dengan warna rambut Jiyong setelah ia memperhatikan sedekat ini “oh, kau berganti warna rambut lagi emm ..” Songgun tangan Songgun tergerak menyisir rambut dark green Jiyong*lihatcover* dengan jemarinya.

“nde .. ini warna kesukaanmu kan ,,, ?“ tanya Jiyong

Songgun mengangguk “kau terlihat lebih tampan “ Songgun tersenyum lalu berhenti mengelus rambut Jiyong. Ia kembali meringkuk didada Jiyong yang secara otomatis Jiyong kembali memeluk yeojanya.

“gomawo … jaljjayo~” kata Jiyong lembut sambil mengelus sayang rambut yeojanya lalu mengecup puncak kepala Songgun.

“jaljja oppa … jangan masukkan aku kedalam mimpi erotismu eoh .. ingat” Songgun berniat menggoda Jiyong untuk pertama kalinya.

“aishh kau mulai lagi emm.. tidur atau kau benar-benar ingin aku habisi malam ini eoh “ Jiyong sedikit bangkit

Songgun tertawa melihat itu lalu menariknya kembali tidur “kekekek… nde nde .. jaljja ..” Songgun melingkarkan tangan Jiyong dipunggungnya untuk mengekusnya seperti tadi

Jiyong merasakan Songgun mulai tenang, mungkin ia sudah tidur ? pikir Jiyong. Sebagian wajah Songgun tertutupi oleh rambut hitam Songgun yang terurai. Jiyong menyampirkan rambut tersebut kesamping sehingga kini ia bisa melihat sebagian wajah Songgun yang sudah damai terlelap.

Jiyong melihat ada luka robek yang tidak seberapa lebar didahi Songgun dekat matanya. Jiyong mengelus kulit dibagian samping luka tersebut dan tersenyum getir.

“aku akan menebus semuanya .. saranghae “bisik Jiyong tepat ditelinga Songgun yang entahlah apadia masih bangun atau sudah tidur.

Jiyong merogoh sakunya dan mengambil Smartphonenya lalu menekan icon kamera.

Klik , Jiyong mengambil gambar sebagian wajah Songgun yang dapat dengan jelas luka itu. Hanya dengan jemari dari satu tangannya, Jiyong lihai mengetik sebuah pesan

Aku tak akan memaafkan orang yang telah membuat malaikatku terluka..

Setelah mengetik itu, Jiyong menekan opsi kirim dan dalam hitungan detikpun pesan beserta gambar itu telah tersebar melalui akun SNS pribadinya yang mempunyai jutaan pengikut itu. Ia tak mau memikirkan bagaimana seorang selebriti membongkar aibnya sendiri didepan publik.

Jiyong merasa sudah tidak tahan menyimpannya ini sendiri. Semua orang harus tahu bahwa ia benar-benar mencintai Songgun. Sebelum ia menyimpan kembali smartphonenya, ia menonaktifkan Smartphonenya

Jiyong menghela nafas panjang menyadari ini akan memperpanjang masalahnya. Jiyong mendengar bahwa berita Songgun diserang sudah tersebar hingga ke Korea saat ia masih dalam perjalanan menuju Jepang. Puluhan artikel didunia maya menjadikan Songgun sebagai breaking news dan berbagai macam komentar netizen yang semakin membuat Jiyong pusing.

“MWO.??” Mata Songgun terbelalak saat melihat status terbaru namjanya yang Jiyong post sekitar 7 jam yang lalu. Ia tak sengaja melihat status Jiyong dari smartphone Jiyong yang tertinggal diranjangnya. Ia hanya penasaran kenapa smartphone Jiyong di nonaktifkan dan Songgun berinisiatif untuk mengaktifkannya.

Tuling.. tulingg tulingg

Puluhan bahkan ribuan pesan pemberitahuanpun langsung masuk seketika. Songgun yang bising dengan suaranya memutuskun untuk me-mute diam smartphone Jiyong

Jiyong sedang berada diluar untuk membelikan Songgun makanan. Songgun merengek pada Jiyong untuk dibelikan bubur rumput laut, dan tanpa menolak Jiyongpun langsung pergi setelah selesai mandi.

Jiyong perlahan menggeser layar smartphone Jiyong dengan jarinya dan satu persatu membaca ribuan pesan yang mengomentari gambar wajah dirinya tersebut. Songgun bergidik membaca komentar netiz yang beragam. Ada yang merasa khawatir padanya atau ada yang ingin dirinya untuk segera mati.

Songgun memejamkan matanya tak tahan membaca semua kata-kata menakutkan tadi. Ia segera menekan tanda keluar dan muncul pada layanan icon minimize.

Drtt…. Drttt

Saat ingin menaruh smartphone Jiyong keatas meja, ada sebuah panggilan masuk.

~Manager Kim calling…

Songgun bingung harus mengangkatnya atau membiarkanya

Cklekk

Songgun melihat pintu yang terbuka

“chagiya,,” senyum Jiyong sambil memperlihatkan dua tangannya yang sedang memegang kantong plastik berisi bubur rumput laut

Songgun kaget “oh op-oppa.. kau sudah datang… ini ad ada yang menelponmu “ Songgun takut Jiyong marah karena telah membobol smartphonennya

Senyum Jiyong memudar, perlahan ia duduk disamping Songgun “kau mengaktifkannya ?” tanya Jiyong lembut

“nd nde … mianhae , aku tak sopan oppa “ Songun menunduk takut

Jiyong tersenyum meskipun sebenarnya ia takut Songgun membuka sambungan internet tadi dari smartponenya karena iatak mau Songgun tau berita dirinya menjadi pembicaraan hangat.

“hyaaa,,, kenapa merrasa bersalah emm.. kau pasti bosan tadi sehingga bermain game di hp ku kan ?”Jiyong mengelus rambut Songgun sayang lalu bangkit dari duduknya “cha… makan buburnya dulu emm …  oppa angkat ini sebentar “

Songgun mengangguk dan kembali menegakkan wajahnya. Ia melihat Jiyong berjalan membuka pintu balkon kamar rawat Songgun dan mengangkat telponnya disana setelah ia menutup pintu dari luar.

Songgun penasaran, apa yang sedang Jiyong bicarakan dengan managernya itu. Songgun tidak bisa mendengar suara Jiyong tapi hanya bisa melihat ekspresi tegang Jiyong berdiri disamping pintu.

Songgun terus memandang lekat Jiyong dan hatinya tak bisa tenang dan selalu khawatir melihat air wajah Jiyong sekarang. Meskipun sesekali Jiyong memberikn senyum kearahnnya, tapi itu tak berhasil menenangkan hati Songgun.

“kenapa belum memakannya emm..” tanya Jiyong dengan senyum yang Songgun tau itu memaksa saat kembali dari balkon

Songgun semakin yakin ada yang disembunyikan dari Jiyong “aku menunggumu ..”

Jiyong kembali duduk dikursi dekat ranjang Songgun lalu membuka bungkusan buburnya

“aishh kau ini .. lihat, buburnya tidak hangat lagi kan .. akk- “ Jiyong meyodorkan sendok berisi penuh bubur untuk Songgun. Songgunpun membuka mulutnya lebar dan melahapnya.

“ke-napa tuan Kim menelhonmu oppa.. apha terjadi sestathu “ tanya Songgun masih dengan mulut yang penh dengan bubur

“iss.. telan dulu buburmu eoh …” Songgun mengangguk mendengar perintah Jiyong “aku memintanya untuk mengosongkan jadwalku beberapa hari ini karena aku ingin merawatmu “

“mwo ? ani ani … aku tidak setuju eoh, kau harus pulang hari ini … tak ada luka yang berarti emm, hanya patah tulang saja, itupun hanya perlu rawat jalan setelah aku keluar besok”

Jiyong kembali menyuapi Songgun “mwo ? besok … kau bercanda, kau masih butuh pengawasan uisa chagi”

Songun menggeleng “uisa juga mengatakannya sendiri kepadaku bahwa aku akan baik-baik saja jika dirawat dirumah…”

Jiyong mengambil tisu untuk mengelapi bekas nona Songgun disudut bibirnya “aku tetap yang akan merawatmu dirumah kalau begitu..”

“kau fokuslah dengan album barumu emmm” kata Songgu yang menolak suapan Jiyong  .. “eomma yang akan merawatku nanti”

Jiyong meletakkan mangkuknya dinakas samping ranjang Songgun “kali ini aku yang kurang setuju chagi … “ jiyong naik keatas ranjang duduk disamping Songgun “aku sangat mengkhawatirkanmu “ bisik Jiyong pelan dengan nada sedih

‘aku bersalah karena membuatmu mendapatkan banyak masalah oppa .. mianhae’ batin Songgun memandang lekat mata sedih Jiyong

“kau harus bertanggung jawab dengan pekerjaanmu oppa.. aku tak mau menjadi bebanmu “ songgun menyentuh pipi Jiyong

“Jangan bicara seperti itu eoh … oppa sedih mendengarnya “

Songgun terlalu sensitif pagi ini sehingga ia mudah menangis “hikss… oppa.. mi mianhae hikss.. aku begitu menyusahkan oppa hiksss … entah dugaanku salah atau benar tap tapi hikss aku membuatku kehilangan fans dan banyak orang yang membencimu hikss .. mianhae hiskk “

Songgun tersengal karena nafasnya tidak beraturan karena otaknya tengah memproduksi air mata yang banyak

“hye hye kenapa tiba-tiba menangis lagi hmm .. aigo aigo bayi besarku “ Jiyong merengkuh pinggang Songgun dan menyandarkan kepala Songgun dibahunya

“apapun yang terjadi .. kau yang akan ku utamakan emm .. fans sejati akan mendukung semua yang membuat idolanya bahagia .. percaya padaku”

Songgun ragu melihat mata Jiyong, tapi dengan cepat Jiyong menarik tegak dagu Songgun dan

CHUU~~

Dengan cepat Jiyong melumat bibir Songgun lembut.

“eummpp” desah Songgun merasakan bibir bawahnya disesap Jiyong keras. Tangan bebas Songgun melingkar dileher Jiyong.

Tangan Jiyong menyibak rambut Songgun yang terurai kesamping lalu menjalar merengkuh tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya. Sementara tangan yang lain mulai membuka kancing piyama Songgun hingga bawah .

“ugh…” Songgun sedikit mendorong Jiyong dengan nafas yang terengah karena tangan Jiyong mulai masuk kedalam bra Songgun meremas payudara Songgun lembut “ammpp oppaaahhh .. kau gila eoh .. ba bagaimana jikaa ahhh” Songgun mendongak tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena dengan kasar jemari Jiyong digosokkan kasar ke niple Songgun hingga mengacung sempurna.

Jiyong kembali ingin memakan Songgun, wajahnya kini ia benamkan dileher Songgun

“kau takut ada yang masuk emm ..” bicara Jiyong mengendus leher Songgun

Songgun hanya mengangguk tak kala ia merasakan benda lunak mengerjai lehernya “arggh ahhh,,,” Songgun juga merasakan gigitan-gigitan kecil dilehernya “emmpp oppaaa”

Jiyong menghentikan jilatan dan gigitannya lalu segera menggendong tubuh Songgun ala bridal

“emm mwoo ? ki kita akan kemana ?” Jiyong hanya diam tak membalas pertanyaan Songgun

“yakk .. oppa .. kamar mandi … ki kita di … melakukannya ,, di disana ?”Songun tergagap

“nde … kita belum pernah melakukan disana kan ?” kata Jiyong mengunci pintu kamar mandi Songgun dan duduk dikloset duduknya.

Sementara Songgun yang piyamanya sudah terbuka semuanya hanya pasrah saat Jiyong menempatkan Songgun di atas pangkuannya dengan posisi bembelakangi tubuh Jiyong  . Jiyog memang sengaja tidak melepas sempuna piama Songgun karena terhalang dengan tangan sakit Songgun yang tertahan oleh tas penyangganya.

“aku tak yakin oppa tapi… ahhhrgg “

Jiyong melanjutkan aksinya dengan menciumi tengkuk belakang Songgun dan kedua tangannya telulur kedepan menyibak bra Songgun dan meremas dua gundukan yang ada didalamnya

“ahhh ahh” Songgun akan merasa gila jika Jiyong sudah memainkan dua benda kembar miliknya tesebut. Songgun mendongak bersandar dibahu Jiyong karena merasa geli oleh tangan Jiyong yang kini masuk kedalam celana dan menggesekkan jarinya didepan lubang Songgun yang masih diterbungkus dalamannya.

Hal ini membuat Songgun bergerak gelisah dan gerakan pinggul itu membuat kejantanan Jiyong yang masih berada didalam celana jeansnya menegang

“ahh chagiyaa umhhh “ desah Jiyong

“aishh oppaaahh .. kau ..” Songgun meremas rambut belakang Jiyong saat Jiyong memilin, mencubit, menekannya keras niplenya hingga menegang sempurna dan tangan Jiyong yang satunya sudah masuk kedalam dalaman Songgun

“enghhh “ lengkuh Songgun saat Jiyong mengelus pelan klitorisnya dengan sangat lambat. Pergerakan maju mundur elusan Jiyong membuat cairan hangat Songgun mulai keluar

“aihhh oppa  … eummm fasterrr eohh “ kata Songgun dengan suara paraunya dan melebarkan kakinya sendiri untuk mempermudah kerja tangan Jiyong.

“Baiklah chagi .. “ bisik Jiyong lalu mengulum daun telinga Songgun dan mempercepat jarinya

“arhhh yeammm emmmm ahhhh stt ahh” songgun mengerang hebat dan pandangannya meremang karena kini klitorisnya bergesekan kasar dengan telunjuk Jiyong, daun telinganya yang masih dikulum oleh mulut Jiyong dan nipplenya yang masih dipilin pilin oleh tangan Jiyong yang lainnya.

“ahhh … masukkan oppaa .. aku hampirrr ..akkhh “

Jiyong langsung memasukkan ketiga jarinya dan segera memaju mundurkan cepat didinding lembut vagina Songgu yang sangat basah.

Songgun merasakan ada yang akan meledah didalam sana. Cairan cintanya mulai memenuhi dinding vagina Songgun sehingga menebal menghimpit jemari Jiyong

“ahh~.. ahhh~ sedikitt lagi oppa ahh~” mata Songgun terpejam merasakan ia akan mendapatkan orgasmenya

Tok tok tok

“Songgun-ah …. kau didalam “

Mata Songgun terbelalak mendengar suara eomma Songgun dari balik pintu kamar mandi.

“eommanim ??” bisik Jiyong masih menggerakkan jemarinya

Songgun menggangguk menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah “ammpp eomma .. kenapa datang disaat seperti ini “ gerutu Songgun kesal

“Songgun-ah!! Jangan membuat eomma khawatir eoh …”

“ah ahh nde eomaa …!!” teriak Songgun “yak hentikan oppa “ lalu bisik Songgun pada Jiyong yang masih mengeluarkan masukkan jemarinya pelan

‘ini membuatku gilaaa tuhannn ‘ umpat Songgun dalam hati

Jiyong menggeleng lalu tersenyum menang melihat yeojanya tersiksa dengan wajah kemerahan penuh gairah

“jangan khawatirkan ak akhu eommaahh … akuu ha hanyya sakit perut uhh”

“kau yakin ? hya..ada apa dengan suaramu ?”

Songgun ingin sekali menyekik leher Jiyong yang terus menyiksanya hingga sekarang “ahhh”

“ndeee… “

Keringat Songgun semakin tambah banyak karena tidak berhasil berorgasme. Jiyong merasa kasihan, oleh karena itu

“ahhh emmpptt “Jiyong mempercepat gerakan jarinya seperti tadi

“kita tidak akan ketahuan jika kita tidak berisik emmm” kata Jiyong menghapus keringat Songgun

Songgun mengangguk lalu membekap mulutnya dengan tangannya sendiri.

“dimana Jiyong ?” tanya eomma lagi

“ahhh” mau tak mau Songgun harus membuka bekapannya “oh Jiyong … oppa .. dia aku suruh untuk membelikan jus didepan rumah sakit eomma … eummmpp”

“aish kau ini … bagaimana seorang superstar seperti dia membeli jus dipinggir jalan eohh .. bagaimana jika ketahuan “

“aishhh eommaku cerewet sekali” bisik Songgun dan Jiyong hanya terkekeh “dia tidak keberatan eomma … ahhh”

Jiyong merasakan vagina Songgun berkedut lagi sehingga ia kembali mempercepat jemarinya keluar masuk.

“ahhhhmmmpppp AHMMM ~” akhirnya orgasm Songgun dapatkan. Ia tahan desahan nya didalam bekapan. Setelah mengejang beberapa kali akhirnya Songgun bersandar lemas dibahu Jiyong dengan nafas terputus-putus

“eomma keluar sebentar ya …!! akan eomma tanyakan apa kau bisa pulang hari ini atau tidah”

Mendengar itu Songgun langsung berdiri ” baik eomma “

Clekk

Terdengar pintu tertutup, Songgun langsung menatap penuh arti pada Jiyong “cepat oppa…. kita harus cepat .. bantu aku melepas ikat pinggangmu “

“nde “ dengan terburu buru Jiyong melepaskan ikat pinggangnya dan dengan cepat melepas dan melorotkan celananya hingga selutut. Jiyong kembali duduk merengkuh pinggang Songgun dan melepaskan celana beserta dalamannya hingga terjatuh dilantai

Songgun memposisikan duduk diatas milik Jiyong yang sedang tegang.

“arkkkhh … bantu aku opppaaa” songgun mencengkram bahu Jiyong dan terus mendorong lubangnya agar bisa dimasuki oleh milik Jiyong “akhh”

“ahhh …. “ keduanya mendesah lega saat milik Jiyong bisa terbenam sempurna dan perlahan Songgun menggerakkan pinggangnya maju mundur

“ahhh .. mmmppptt “ Jiyong berhenti medesah karena mulutnya kini dibungkan dengan mulut sexy Songgun.

“emmpp emmmpp” sambil menyesap manis bibir atas Jiyong, pinggang Songgun tak berhenti bergerak dan kini semakin cepat

“ahh… chagiya … palliwaaa engghhh”

“nde … bantu aku opppaaaaa ahh ahh ahh ahh” Songgun mendesah keras saat gerakannya semakin keras dan cepat karena Jiyong merengkuh pinggang Songgun dan ikut memaju mundurkan dengan cepat

Milik Jiyong semakin membengkak dan semakin terjepit oleh vagina Songgun. Jiyong mengubah gerakannya dengan gerakan naik turun dengan keras

“ahhh ndee oppaa … kau mengenainyaa ahh” Songgun menggelinjang tak kalah titik G nya tersentuh oleh benda lunak tersebut

“disinii .. ahh “ Jiyong sengaja menghentakkan juniornya dengan keras

“ahhgg ndee … you make me crazyy ahh ahh “

“nadoo uhhhh … “

“aku sudah tak tahan oppa … aku ingin …” Songgun menggigit bibir bawahnya karena gelombang kenikmatannya akan segera datang lebih besar dari yang pertama tadi..

“tunggu … bersama nde ..” Jiyong semakin mempercepat gerakan pinggul Songgun dan memasukkannya lebih keras dan dalam

“ahhh Jiyonggg opp ahhh AHH~”

“akuu bersama AHH~”

Merekapun berhasil melewati puncak bersama.

Tok tok tok

“yak Songgun-ah !!! apa yang lakukan bersama menantuku didalam eoh “

Suara eomma Songgun sontak mengagetkan mereka berdua

“MWOO?” ucap keduanya

TBC

[Ficlet] Kiss you, Baby!

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author : HK (leehana76)

Judul : Kiss You, Baby!

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

Kategori : sweet romance, marriage life.

View original 1,581 more words

Hotelier Part III

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Sora
Cho Kyuhyun
Others

Still Continue…

“KANG SORA KAU GILA” marah Heechul Oppa padaku. Dasar mereka brengsek. Bagaimana mungkin mereka bisa mengintip aku dan Kyuhyun berhubungan. Sial benar- benar sial. Dengan alasan Lee Hyukjae tanpa sengaja meninggalkan kaset video biadab nya mereka kembali kerumahku dan berakhir dengan mereka mengintip aku dan Kyuhyun. Dan sekarang disinilah aku dimarahi oleh orang yang sudah kuanggap sebagai kakak.

“Oppa…” rengeku padanya. Aku tau aku gila. Berani menyerahkan mahkota behargaku pada laki-laki yang belum terlalu aku kenal. Meskipun aku dan Kyuhyun sudah saling mencintai, tapi jujur saja masih ada rasa ragu dihatiku. Aku tak mengenal kehidupanya selain disini. Benarkah ia berasal dari jepang, dimana rumah aslinya. Apakah ia memang belum menikah disana. Bagaimana kehidupan ia disana. Terlalu banyak pertanyaan yang masih harus kujawab sendiri. Dan yang membuat aku takut adalah jika ia sudah menyelesaikan proyeknya disini. Akankah ia pergi…

View original 2,561 more words

I’ll Never Stop part 4

Originally posted on Zia's World:

I’ll Never Stop

Author       : Shin Zia

Title            : I’ll Never Stop

View original 4,061 more words

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,102 other followers

%d bloggers like this: