INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

Is Not Okey ??

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Mina
Cho Kyuhyun
Others..

Still Continue…

“Kenapa kau terus tersenyum?” Tanya sahabat baiku Lee Jongsuk.

“Memangnya kenapa. Tidak boleh?” Tanyaku sedikit kesal.

“Apa ia hebat?” Tanya Jongsuk mulai penasaran saat aku baru saja duduk di meja kerjaku.

“Sangat” Jawabku senang.

“Jadi sekarang kau sudah tidak perawan?” tanyanya pelan seolah berbisik.

“Aish jaga mulut kotormu itu. Ia hanya memakai jarinya saja. Bukan penisnya” kami berbicara sepelan mungkin agar tak ada yang mendengar pembicaraan kotor ini.

“Berarti dia tidak hebat”

“Kenapa begitu?”

“Karena kau masih perawan.” Jawabnya pergi meninggalkanku. Aish laki-laki ini sungguh membuatku kesal.

Cho Kyuhyun, laki-laki yang menjadi one night stand ku benar-benar hebat dalam memuaskanku semalam. Saat bibirnya menciumku, saat tanganya menggerayangiku. Ya Tuhan, bagaimana ini aku menginginkannya lagi.

“Jangan melamun hei perawan” Lagi laki-laki ini menghampiriku. Untung saja ruangan masih sepi hingga kami masih bisa mengobrol sebentar.

“Pergi sana, mau apa lagi…

View original 1,092 more words

Is it Okey ??

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Cho Kyuhyun
Kang Mina
Others

The Story Begin…

Aku sudah didepan. Kau dimana?” Bunyi pesan yang kukirim padanya. Pada seorang laki-laki yang baru beberapa hari ini aku kenal. Bukan berkenalan secara langsung. Tapi via dunia maya, kau tau social media, ayolah kalian tidak hidup di jaman batu bukan sehingga tidak tau hal yang kusebutkan tadi. Kami berjanji bertemu didepan salah satu Departement Store yang cukup megah di ibukota. Memudahkan kami untuk dapat bertemu.

Kulihat seorang laki-laki dengan rambut pluffy nya berjalan mendekat kearah mobilku. Inikah laki-laki yang akan berkencan denganku malam ini. Ku akui aku sudah gila mau melakukan ini. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini aku ingin sekali merasakannya. Dicumbu oleh seorang laki-laki, tapi juga bukan sembarang laki-laki. Setidaknya ia harus tampan seperti pria ini. Cho Kyuhyun.

“Sudah lama?” Tanya nya basa-basi saat baru saja masuk ke mobilku.

“Tidak” jawabku singkat. Ini…

View original 1,341 more words

Mistake Loving You part 6

10475050_800676033286399_1363617228_a

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 6

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : +17

Genre              : Sad, Romance and NC

annyeong haseyeo… wah seneng banyak yang respon positif sama ff ini n g nyangka ff ini uda sampe part 6. Thor g nyangka beneran loh … Em klarifikasi aja … ff ini tidak ada niatan sama sekali untuk menyindir salah satu member BB Korea yang kabarnya akan segera menikah. Alur ini thor ketik jauh sebelum beredarnya berita tersebut. Tidak ada niat untuk memprovokasi para read untuk bertindak yang tidak-tidak karena thor adalah fans yang mendukug pernikahan member BB tersebut. Cukup nikmati saja alurnya dan ditungguin noh sama hantu typo… kkkk Ditunggu komentarnya yang panjang lebar ne … GAMSAHAMNIDAAA~~~

===

Dimana aku mulai mencintai Jiyong, disaat itu pula bayangan hitam perlahan mulai menghampiriku_Kang Songgun

*

Jiyong menghentikan langkahnya ditengah anak tangga “oh jinjja ?  kau yakin”

“nde … semua orang yang ada dipestamu pasti sudah bertanya-tanya “siapa yeoja yang bersama GD itu? Apa itu yeojachingunya?” itu pasti akan mengganggu konsentrasimu oppa… jadi bagaimana ?”

Jiyong sedikit memikir “em baiklah … aku setuju denganmu chagi … setelah sampai di Seoul, aku akan meminta menejerku untuk mengurus semuanya” Jiyong kembali melanjutkan langkahnya

Songgun tersenyum lalu mengecup tengkuk Jiyong“emm gomawo oppa … saranghae “

**

Setelah tiba di Seoul, Jiyong benar-benar menetapi perkataannya. Selang sehari setelah  Jiyong menjelaskan semuanya kepada meneger dan mendapatkan izin, akhirnya ia mengadakan presscont untuk mengumumkan bahwa ia sudah tak sendiri lagi.

Jiyong tau, ini akan berdampak besar bagi karirnya. Hal terburuk yang Jiyong pikirkan adalah ia akan ditinggalkan fans. Tapi ini sudah keputusannya dan keinginan terbesar Jiyong adalah bisa hidup bersama dengan Songgun selamanya

Dalam acara jumpa pers, Jiyong yang lebih banyak bicara ketimbang Songgun yang hanya bicara saat pertanyaan dilontarkan kepadanya. Sepanjang presscon Jiyong terus menggenggam tangan Songgun yang terus bergetar karena gugup. Itu sedikit membuat Songgun tenang.

“apa ini cinta pada pandangan pertama ?” tanya salah satu wartawan wanita yang duduk dibarisan paling depan

Jiyong tersenyum mendengarnya, ia sedikit merapikan blezer hitamnya “sebenarnya … Songgunlah yang pertama kali menyukaiku … dia pernah menyatakan cintanya 7 tahun lalu “ Songgun sedikit tersentak langsung menoleh kearah Jiyong

‘yakk… kenapa kau malah membongkar hal itu eoh ‘ arti tatapan tajam itu

Jiyong balas menatap Songgun “benarkan itu chagi ..” Jiyong merangkul bahu Songgun dari belakang sambil tersenyum dengan muka polos

Songgun kembali menatap kedepan “nde .. kalian tau seberapa angkuhnya Jiyong dahulu disekolah ? aish … aku ingin sekali mematahkan lehernya saat dia menolakku dulu “

Terdengar kikikan geli oleh para wartawan mendengar jawaban Songgun yang kesal dengan Jiyong

Jiyong kehilangan senyumnya “yak.. chagiya ..” panggil Jiyong manja

“sepertinya hal ini menarik untuk diceritakan .. apa Songgun-ssi tidak keberatan untuk menceritakannya detailnya “ tanya salah seorang wartawan dari sebuah terbitan majalah Korea .

“nde .. hari itu aku tak sengaja bertemu dengannya diperpustaan sekolah dan berniat untuk menanyakan apakah dia sudah membaca suratku. Tapi sebelum aku mendekatinya, aku begitu terkejut saat seenaknya si naga menyebalkan ini..” Songgun memukul lengan Jiyong “mengolokku sebagai anak manja dan menolak suratku … hahhh .. itu sangat menyebalkan bukan”

Para wartawan mengangguk mengerti dan langsung menulis detail cerita Songgun ke dalam catatannya dan sebagian yang lain mengetiknya di laptop mereka. Sesekali beberapa blite camera mencuri moment diantara mereka

“aishh… kau membuat cerita seakan aku ini monster eoh “ Jiyong sedikit merajuk tak terima mencubit hidung Songgun “setelah mengatakan itu aku menyesal dan berusaha meminta maaf padamu, tapi kau malah pergi meninggalkanku kan.. apa benar kau mencintaiku waktu itu eoh ?”

Songgun melepaskan pelukannya “HYA… kau tak terima eohh … kau tak ingin disalahkan emm?” Songgun melotot kearah Songgun. Entah sejak kapan gugup Songgun hilang karena ia kesal dengan Jiyong

Jiyong mendekatkan wajahnya “sejak kapan kau banyak bicara chagi … ingin aku cium hahh ..”

“aishh “ Jawaban itu sontak membuat Songgun merona memalingkan wajahnya

“kalian sangat romantis … apa kalian berencana akan menikah secepatnya?”

“nd nde ?” Songgun sedikit terkejut dengan pertanyaan wartatan tv swasta itu

“masalah itu, kami serahkan pada kedua orang tua kami. Mereka akan membicarakan kapan waktu yang tepat untuk pernikahan kami…”jawab Songgun kemudian

“kami akan bicara lagi saat kami sudah menemukan tanggalnya” jawab Jiyong menimpali perkataan Songgun

Hingga jumpa pers berakhir, Jiyong tak berhenti bersikap romantis terhadap Songgun. Entah itu mengelap keringat yang sedikit membasahi dahi Songgun atau membukakan sebotol air mineral unuk Songgun

Saat para wartawan meminta keduanya untuk berpose mesra, Jiyong tak sungkan memeluk Songgun dari belakang dan malah berhasil memberi kecupan untuk bibir Songgun didepan mata lensa juru warta yang membuat onggun malu

Acara ini disiarkan secara live ditv kabel, tv nasional atau juga dari youtube. Sehingga seluruh masyarakat Korea bisa mengetahui status superstar mereka yang sudah memiiki pasangan.

Kebanyakan mereka sangat terkejut dengan pernyataan Jiyong yang begitu tiba-tiba. Bahkan orag-orang yang berada di trotoar jalan dan bersiapa untuk menyebrang sejenak berhenti menyimak apa perkataan Jiyong di dalam layar raksasa yang terpampang didinding gedung yang ada disana.

Berbeda dengan kedua orang tua Jiyong yang sedang tersenyum senang melihat kemesraan mereka di hometeater rumahnya.

“oh.. kau dengar itu yeobo.. mereka menyerahkan semuanya kepada kita. Ah aku sangat senang sekali mendengarnya” kata eomma Jiyong girang menyatukan kedua tangannya “aku akan merancangkan gaun pengantin terbaikku untuk Songgun”

“nde .. aku juga senang yeobo, aku tak mengira ini akan begitu lancar”

“kalau begitu cepat pesan tiket ke Jepang emm.. aku harus bertemu dengan eomma Songgun disana “ Eomma Jiyong segera bangkit dan berjalan cepat menuju kamarnya berniat untuk mengemasi barangnya menuju Jepang

“aish… jangan secepat itu yeobo.. Jiyong sebentar lagi akan loucing album baru, setidaknya tunggu sampai album itu berhasil keluar emm”

Perkataan tuan Kwon itu berhasil membuat eomma Jiyong menghentikan langkahnya dan kembali menghadap tuan Kwon “heahh.. haruskah ? … aku sudah tidak sabar …” Eomma Jiyong terdengar sangat kecewa

“hanya satu bulan yeobo …bersabarlah ” bujuk tuan Kwon menghampiri istrinya itu lalu merangkul sayang bahunya

“emm baiklah ..” tanggap eomma Jiyong lemas

Ketika ada orang yang senang dengan hubungan Jiyong dengan Songgun, pastilah ada yang tidak suka. Seorang ahjuma yang umurnya tidak beda jauh dengan eomma Jiyong itu mengepalkan tangannya melihat apa yang tegah ia saksikan.

Ahjuma itu dengan cepat mengambil smartphonenya yang ia taruh dilaci meja kerjanya dan segera menghubungi seseorang.

“yeobo … kau sudah melihatnya ? … kenapa kau mengizinkan Jiyong untuk ..” dengan emosi nyonya Han yang tak lain eomma kandung Songgun itu mengomel pada suaminya

‘….’

“tentu itu salah yeobo … kau tak memikirkan bagaimana saham perusahaan akan turun eoh .. “ nyonya Han bangkit dari kursi kerjanya, berjalan kearah dekat jendela “ini pasti akan mempengaruhi respon publik terhadap penjualan album barunya yang menelan biaya produksi sangat banyak itu yeobo..“

‘…..’

“kau percaya kata-katanya eoh … semua akan baik-baik saja ? hah… kau membuatku tambah pusing yeobo “

Bip – nyonya Han menutup kesal sambungan telponnya karena suaminya percaya dengan kata-kata Jiyong yang meyakinkan suaminya bahwa semua akan berjalan lancar. Meskipun itu ada sedikit penurunan tapi tak akan membuat perusahaan merugi.

Dengan tangan yang menggenggam, nyonya Han menghantamkan tangannya di kaca tebal jendelanya itu “aish…. Kang Songgun, kenapa kau tiba-tiba merusak semuanya emm.. kau ingin balas dendam padaku “ lirih nyonya Han

“aku tak akan melepaskanmu begitu saja “

**

Hari ini Songgun terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Ya, lingkar mata Songgun semakin terlihat pekat membuatnya seperti mata panda. Sudah terhitung dua minggu Songgun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Hal itu karena beberapa fans Jiyong menentang hubungan mereka

Awalnya Songgun tak ambil pusing dengan perang adu argumen didalam akun sosial medianya antara para pendukung dan penentagnya. Jiyong sering mengatakan bahwa lambat laut pasti akan mereda dengan sendirinya.

Songgun berusaha untuk menerimanya, tapi ia tak nyaman dengan perubahan hidupnya yang mengharuskannya untuk setiap kali ia keluar, ia harus ditemani dengan beberapa ajudan appanya. Appa Songgun khawatir dengan keselamat Songgun di Jepang

Ya, seminggu setelah acara jumpa pres itu, Songgun memutuskan untuk kembali ke Jepang dan melanjutkan hidupnya disana. Jiyong awalnya tak setuju tapi mengingat Songgun harus menyelesakan skipsi terakhirnya dan ada beberapa cafe Songgun yang ia harus urus, akhirnya dengan berat hati Jiyong menerima keinginan Songgun itu

Drtt…drrtt

Saat baru saja keluar dari cafenya, tiba-tiba Smartphone Songgung bergetar

Songgun berdiri didepan pintu cafenya yang baru saja ia tutup lalu segera mengambil smartphonenya dan seketika senyumnya terlukis melihat siapa yang menghubunginya kali ini.

Bip

“yeoboseo oppa…” salam Songgun riang

‘yeoboseo chagiya ~ apa hari ini berjalan dengan lancar em …’ sapa Jiyong yang kini duduk disofa panjang ruang make up nya

Disela waktu istirahat sesi pemotretan untuk poster album Jiyong , ia menyempatkan waktu untuk menghubungi yeojanya yang hampir dua minggu tidak bertemu

Songgun tersenyum lagi “nde … semua berjalan lancar oppa … jadwal sidang skripsiku sudah keluar, dan itu tidak lama lagi oppa” ia mulai berjalan keluar menuju stasiun kereta bawah tanah yang tidak jauh dari cafenya. Sore ini sedikit turun gerimis jadi Songgun mempercepat langkahnya

‘oh benarkah … baguslah kalau begitu, beritahu oppa kapan tanggalnya emm agar oppa bisa menemanimu nanti ‘

“aku sangat berterima kasih oppa sudah mau menemaniku tapi, fokus dengan album baru oppa saja emm… kau sangat sibukkan “

Jiyong menghela nafas membenarkan perkataan yeojanya itu ‘hhfftt… kau benar chagi… jadwal latihanku semakin menggila saja tapi aku akan berusaha meluangkan waktu untukmu’

Songgun berhenti didepan zerbacross dan mengantri untuk menyebrang “jangan keras kepala emm … bagaimana jika oppa sakit ?… siapa yang khawatir ? aku oppa … kau senang melihatku khawatir “

‘tapi chagi …’

Songgun melihat tanda penyebrangan sudah hijau, iapun bersama dengan beberapa orang lainnya teratur menyebrang “jangan membantah emm .. atau aku akan marah padamu”

‘aishhh baiklah … lalu dimana kau sekarang ? ini masih sore, apa kau masih berada dicafe?’ mendengar itu Songgun sedikit menggigit bibirnya

Karena gerimis semakin deras, Songgun memutuskan untuk berteduh dihalte bus yang tidak jauh dari tempatnya ia berdiri

“oh nd nde ,,, sekarang aku masih ada dicafe oppa, aku sangat lelah karena hari ini banyak pelanggan baru yang datang kecafeku” Songgun sedikit bersalah mengatakan itu

Sebenarnya hari ini Songgun tidak mendapatkan pelanggang sama sekali. Semenjak berita hubungannya dengan Jiyong tersebar seantero Jepang, cafe Songgun mengalami penurunan omset. Songun tak mau membebani Jiyong dengan itu

‘aigu … kau pasti sangat kelelahan emm.. jangan terlalu lelah nde, biarkan karyawanmu saja yang bekerja dan kau cukup mengawasi mereka … arrachi ?’

“nde arraseo oppa … gomapta “

‘nde … jangan pulang terlalu larut eoh,,, dan pastikan kau pulang dengan ajudanmu nde .. oppa harus segera kembali, fotografernya sudah memanggil oppa’

“oh baiklah baiklah oppa .. jaga kesehatan nde … saranghae “

‘nado sangahe chagi ‘

Bip

Songgun menundukkan wajahnya setelah memasukkan smartphonenya kedalam tasnya. Ia berbohong dua kali pada Jiyon. Yang pertama masalah cafenya itu dan yang kedua tentang para ajudannya. Sebenarnya hari ini Songgun bersikeras menolak ajudannya untuk ikut serta dengannya. Ia meminta pada appanya untuk satu hari saja membebaskannya dari para namja berpakaian serba hitam yang pintar beladiri sewaan appanya tersebut.

“aish ini masih awal musim gugur tapi kenapa sudah hujan … menyusahkan saja “ gerutu Songgun kesal menerobos tetesan hujan yang perlahan semakin deras. Ia harus segera pulang karena ia sudah berjanji kepada eomma nya untuk pulang cepat hari ini

Seorang namja berhody hitam, celana jeans robek dan topi hitamnya tersenyum sinis melihat Songgun tengah berlari menuju pintu masuk stasiun.

Satu tangannya menekan alat telekomunikasi yang terpasang ditelinganya

“aku sudah menemukannya … akan kuselesaikan tugasku dan segera siapkan apa yang aku inginkan “

Setelah mengatakan itu, namja misterius itu segera menyusul Songgun yang kini sudah sampai dan bersiap untuk turun menyusuri anak tangga.

Songgun membersihkan butiran air yang ada dirambutnya.

Tangan songgun sudah berpegangan pada palang besi tangga tersebut “Hah… eomma pasti -“

Namja mesterius itu langsung memegang bahu Songgun “nona Kang …”

Songgun yang akan turun menyusuri anak tangga itupun menghentikan langkahnya

“eh ? nde” songgun menoleh, melihat kini namja itu tersenyum jahat kepadanya  “siapa ..arghhh”

Brakk…

Seperti ada yang menekan tombol remote percepat, Songgun terguling jatuh hingga terkapar dilantai stasiun. Pandangan Songgun merabun tapi ia masih bisa melihat bayangan hitam namja yang memanggilnya yang masih  berdiri disana lalu perlahan pergi menjauh darinya tergesah.

Semua orang yang ada disana terkejut tiba-tiba melihat seorang yeoja terjatuh.

“ya tuhann… apa yang terjadi ..”

“nona … apa kau baik baik saja,,,”

Tolong cepat … hubungi ambulance “

“Cepat… kejar pria bertopi hitam itu”

Kerumunan mulai melingkari Songgun dan beberapa orang lainnya mengejar namja misterius itu

“agrhh … “ dengan tangan bergetar Songgun memegangi pelipisnya yang berdarah. “si-siapa dia ..argghh”.lirih Songgun

“ya tuhan!!!…. nona, bertahanlah.. bantuan akan segera datang  “ seseorang ahjuma mendekap kepala Songun

“apa kau punya masalah dengan orang jahat itu nona …” ahjuma

Songgun hanya menggeleng tidak kuasa mengeluarkan suaranya. Perlahan pandangan Songgun menghitam dan ia sudah tak tau apa-apa lagi, yang ia dengar teriakan ahjuma itu yang berusaha menyadarkannya dengan sedikit menggoyang bahu Songgun

===

Brakkk…

Dengan nafas yang memburu, Jiyong membuka pintu kamar rumah sakit tempat Songgun dirawat. Ya, 3 jam yang lalu saat Jiyong baru menyelesaikan pemotretannya, ia mendapatkan kabar bahwa yeojanya masuk rumah sakit karena kasus penyerangan.

“mwo? Bagaimana bisa dia diserang, Songgun masih menjaga cafenya, dimana bodyguardnya ? “

“ sendirian di stasiun kereta katamu ?“

Setelah mendengar semuanya , tanpa pikir panjang ia segera menelpon manegernya untuk menyiapkan pesawat pribadinya untuk terbang ke Jepang. Dalam pikirannya, selain khawatir dengan keadaan Songgun, Jiyong juga berfikir kenapa Songgun berbohong padanya

“oh nd nde ,,, sekarang aku masih ada dicafe oppa, aku sangat lelah karena hari ini banyak pelanggan baru yang datang kecafeku”

Jiyong melangkah cepat “chaginya …” panggil Jiyong melihat Songgun yang kini memakai piama rumah sakit tengah terduduk diatas ranjangnya. Tapi langkahnya melambat melihat satu tangan Songgun ditahan dengan sabuk tas penyangga yang melingkar melewati bahunya.

Songgun yang mendengar penjelasan suster yang merawatnya pun terlonjak kaget melihat Jiyong ada disini

‘bukankah eomma sudah aku larang untuk memberitahunya ?’

“yak… op-oppa … ke kenapa bisa kemari.. siapa yang memberitahumu ?“

“saya permisi nona “Mengetahui akan mengganggu, suster yang merawat Songgun pun keluar setelah memberi hormat. Songgun hanya menanggapinya dengan anggukan

Jarak Jiyong semakin dekat, membuatnya kini dapat melihat luka dengan sedikit darah yang mengering dipelipis dan pipi Songgun. Hal itu membuat hati Jiyong dipenuhi asap pilu. Iya tak tahan membendung air matanya dan

Grep

Dengan cepat Jiyong merengkuh kepala Songgun kedalam pelukannya “kenapa bisa seperti ini eoh … akan kubunuh orang itu  “ satu tangan Jiyong mengelus kepala Songgun dan satu tangannya lagi dilingkarkan semakin erat dipinggang Songgun

Songgun tersenyum getir mendengarnya “apa yang kau bicarakan eoh … “ mata Songgun juga ikut merabun karena bendungan air matanya yang semakin penuh

Jiyong sedikit mengendurkan pelukannya sehingga kini ia bisa melihat Songgun “kenapa kau berohong emm” Jiyong menghapus air mata yang perlahan jatuh di pipi Songgun

“aku tak mau membuatmu khawatir oppa .. aku ingin sekali saja keluar tanpa penjagaan ketat“ meskipun air matanya jatuh Songgun berusaha untuk tidak terisak dan malah mengerucutkan bibirnya sebal

Jiyong duduk ditepi ranjang Songgun, kemudian salah satu tangannya menggenggam tangan Songgun yang bebas “seharusnya aku yang menjagamu “ tangannya yang lain, Jiyong gunakan untuk membenarkan poni Songgun menyelipkan ditelinganya lalu turun mengelus tangan Songgun yang berada ditas penyangga “aku melukai tanganmu … mianhae “ suara Jiyong terdengar sedih

Mendengar itu, hati Songgun perih merasa dilempari oleh ribuan belati “hya … apa otak oppa tidak bisa memikirkan hal yang benar hemmm… selain yadong, kau selalu berkata asal “

Jiyong tesenyum samar mendengarnya. Memang, Jiyong sering sekali menggoda Songgun dengan dirty talknya saat ditelpon ataupun berbalas pesan.

Jiyong menghela nafas “seharusnya dulu aku menerima tawaran aboeji saja mengurus perusahaan dari pada menjadi artis”

“sttt ..” Songgun menaruh telunjuknya didepan bibir Jiyong “aku akan membunuhmu jika kau keluar dari entertain hanya gara-gara aku ehh”

Jiyong dengan lembut menarik telunjuk Songgun menjauh dari bibirnya “aku rela mengorbankan semuanya daripada mengorbankan keselamatmu emm … “

Songgun kini yang menghela nafas “kau menyurigai fans mu hemm ? “

Jiyong terdiam sejenak “meskipun seandainya pelakunya bukan fansku, tapi aku yakin ini semua terjadi karena aku .. mi mainhae “ jiyong menunduk

“oppa “ tangan Songgun menegakkan dagu Jiyong “berhenti berfikir ini semua salahmu emm… itu semakin membuatku sakit “ jemari mungil Songgun mengelus pipi Jiyong

Jiyong menggenggam jemari Songgun yang masih dipipinya itu dan mengecupnya “nde … Mianhae .. Hhhh “ Jiyong menghela nafas besar “jeongmal mianhae ,,” Jiyong kembali merengkuh kepala Songgun membawanya kedalam pelukannya.

Songgun merasa selalu hangat didalam pelukan namja mesumnya itu. Ia mencari posisi yang nyaman untuk menyandarkan kepalanya.

“appa memberi tahu bahwa ia sudah menyewa detektif terkenal di Jepan, itu sangat berlebihan menurutku “ nada Songgun manja mendongakkan wajahnya.

Jiyong gemas, lalu ia mengecup singkat bibir yeojanya itu “bukankah itu bagus ,, kita akan lebih cepat mengetahui pelakunya kan ?”

“kita serahkan semuanya saja pada polisi”

“aishhh … kau cerewet sekali hemm … “Jiyong mendengus pura-pura kesal lalu mencubit pipi Songgun “sudahlah … kau perlu banyak istirahat “ Jiyong mendorong bahu Songgun untuk berbaring.

Songgun sudah berbaring tapi tangannya masih menggenggam tangan Jiyong “kau juga ..” Songgun manja menggeser tubuhnya memberi ruang diranjangnyak untu Jiyong

Jiyong yang akan duduk dikursi ranjang Songgun sedikit kaget lalu ia tersenyum “kau manja sekali hemm ..bagaimana jika ada yang masuk hem ?”

Songgun memamerkan puppy eyesnya memohon “jeballl “ lalu ia mengedip-ngedipnya matanya “ini sudah malam, tak mungkin ada lagi yang memeriksaku kan. Eomma mungkin tau kau akan kesini jadi dia tak akan datang”

“baiklah-baiklah “ akhirnya Jiyong yang mengalah, ia bangkit dari kursinya lalu naik diranjang Songgun. Tak lupa ia melepas sepatu nikenya dan jaket baseball merahnya yang ia letakkan diatas kursi tadi.

Jiyong memposisikan tubuhnya berbaring menghadap yeojanya disamping tangan Songgun yang tidak sakit dan menjadikan satu tangan Jiyong untuk bantalan kepala Songgun

“hahh.. ini lebih empuk dari bantal rumah sakit ini oppa “ Songgun semakin menyudutkan kepalanya didada bidang Jiyong. Sehingga ia dapat mencium aroma mint dari tubuh jiyong dan mendengar detak jantung Jiyong dari balik kaos Grey’s yang sedang dipakai Jiyong. “aku bisa tidur nyenyak jika begini “

“nde nde … cepat tidur kalau begitu bayi besarku hemm ..” satu tangan Jiyong yang lain memeluk punggung Songgun dan memukul-mukul ringan seperti seorang eomma yang akan menidurkan anaknya

“bayi besar ..?” Songgun mendongak “itu terdengar imut .. aku suka ” Songgun tersenyum senang.

“benarkah ? baiklah mulai sekarang aku akan memanggilmu bayi besar emm ?” Jiyong menyentil hidung Songgun

Songgun mengangguk “dan aku akan tetap memanggilmu “namja mesumku Kkkkk …”

“yak … chagiya ..!!” Jiyong sedikit berteriak

“aishhh ini rumah sakit eoh .. jadi pelankan suaramu …” Songgun berekspresi geli bisa membuat Jiyong merajuk tapi ia senang bisa membuat Jiyong lupa dengan rasa bersalahnya

“hufttt ..nde ” Jiyong masih marah “cepat tidur !! “

“aishh kau galak sekali … “ Songgun baru menyadari ada perubahan dengan warna rambut Jiyong setelah ia memperhatikan sedekat ini “oh, kau berganti warna rambut lagi emm ..” Songgun tangan Songgun tergerak menyisir rambut dark green Jiyong*lihatcover* dengan jemarinya.

“nde .. ini warna kesukaanmu kan ,,, ?“ tanya Jiyong

Songgun mengangguk “kau terlihat lebih tampan “ Songgun tersenyum lalu berhenti mengelus rambut Jiyong. Ia kembali meringkuk didada Jiyong yang secara otomatis Jiyong kembali memeluk yeojanya.

“gomawo … jaljjayo~” kata Jiyong lembut sambil mengelus sayang rambut yeojanya lalu mengecup puncak kepala Songgun.

“jaljja oppa … jangan masukkan aku kedalam mimpi erotismu eoh .. ingat” Songgun berniat menggoda Jiyong untuk pertama kalinya.

“aishh kau mulai lagi emm.. tidur atau kau benar-benar ingin aku habisi malam ini eoh “ Jiyong sedikit bangkit

Songgun tertawa melihat itu lalu menariknya kembali tidur “kekekek… nde nde .. jaljja ..” Songgun melingkarkan tangan Jiyong dipunggungnya untuk mengekusnya seperti tadi

Jiyong merasakan Songgun mulai tenang, mungkin ia sudah tidur ? pikir Jiyong. Sebagian wajah Songgun tertutupi oleh rambut hitam Songgun yang terurai. Jiyong menyampirkan rambut tersebut kesamping sehingga kini ia bisa melihat sebagian wajah Songgun yang sudah damai terlelap.

Jiyong melihat ada luka robek yang tidak seberapa lebar didahi Songgun dekat matanya. Jiyong mengelus kulit dibagian samping luka tersebut dan tersenyum getir.

“aku akan menebus semuanya .. saranghae “bisik Jiyong tepat ditelinga Songgun yang entahlah apadia masih bangun atau sudah tidur.

Jiyong merogoh sakunya dan mengambil Smartphonenya lalu menekan icon kamera.

Klik , Jiyong mengambil gambar sebagian wajah Songgun yang dapat dengan jelas luka itu. Hanya dengan jemari dari satu tangannya, Jiyong lihai mengetik sebuah pesan

Aku tak akan memaafkan orang yang telah membuat malaikatku terluka..

Setelah mengetik itu, Jiyong menekan opsi kirim dan dalam hitungan detikpun pesan beserta gambar itu telah tersebar melalui akun SNS pribadinya yang mempunyai jutaan pengikut itu. Ia tak mau memikirkan bagaimana seorang selebriti membongkar aibnya sendiri didepan publik.

Jiyong merasa sudah tidak tahan menyimpannya ini sendiri. Semua orang harus tahu bahwa ia benar-benar mencintai Songgun. Sebelum ia menyimpan kembali smartphonenya, ia menonaktifkan Smartphonenya

Jiyong menghela nafas panjang menyadari ini akan memperpanjang masalahnya. Jiyong mendengar bahwa berita Songgun diserang sudah tersebar hingga ke Korea saat ia masih dalam perjalanan menuju Jepang. Puluhan artikel didunia maya menjadikan Songgun sebagai breaking news dan berbagai macam komentar netizen yang semakin membuat Jiyong pusing.

“MWO.??” Mata Songgun terbelalak saat melihat status terbaru namjanya yang Jiyong post sekitar 7 jam yang lalu. Ia tak sengaja melihat status Jiyong dari smartphone Jiyong yang tertinggal diranjangnya. Ia hanya penasaran kenapa smartphone Jiyong di nonaktifkan dan Songgun berinisiatif untuk mengaktifkannya.

Tuling.. tulingg tulingg

Puluhan bahkan ribuan pesan pemberitahuanpun langsung masuk seketika. Songgun yang bising dengan suaranya memutuskun untuk me-mute diam smartphone Jiyong

Jiyong sedang berada diluar untuk membelikan Songgun makanan. Songgun merengek pada Jiyong untuk dibelikan bubur rumput laut, dan tanpa menolak Jiyongpun langsung pergi setelah selesai mandi.

Jiyong perlahan menggeser layar smartphone Jiyong dengan jarinya dan satu persatu membaca ribuan pesan yang mengomentari gambar wajah dirinya tersebut. Songgun bergidik membaca komentar netiz yang beragam. Ada yang merasa khawatir padanya atau ada yang ingin dirinya untuk segera mati.

Songgun memejamkan matanya tak tahan membaca semua kata-kata menakutkan tadi. Ia segera menekan tanda keluar dan muncul pada layanan icon minimize.

Drtt…. Drttt

Saat ingin menaruh smartphone Jiyong keatas meja, ada sebuah panggilan masuk.

~Manager Kim calling…

Songgun bingung harus mengangkatnya atau membiarkanya

Cklekk

Songgun melihat pintu yang terbuka

“chagiya,,” senyum Jiyong sambil memperlihatkan dua tangannya yang sedang memegang kantong plastik berisi bubur rumput laut

Songgun kaget “oh op-oppa.. kau sudah datang… ini ad ada yang menelponmu “ Songgun takut Jiyong marah karena telah membobol smartphonennya

Senyum Jiyong memudar, perlahan ia duduk disamping Songgun “kau mengaktifkannya ?” tanya Jiyong lembut

“nd nde … mianhae , aku tak sopan oppa “ Songun menunduk takut

Jiyong tersenyum meskipun sebenarnya ia takut Songgun membuka sambungan internet tadi dari smartponenya karena iatak mau Songgun tau berita dirinya menjadi pembicaraan hangat.

“hyaaa,,, kenapa merrasa bersalah emm.. kau pasti bosan tadi sehingga bermain game di hp ku kan ?”Jiyong mengelus rambut Songgun sayang lalu bangkit dari duduknya “cha… makan buburnya dulu emm …  oppa angkat ini sebentar “

Songgun mengangguk dan kembali menegakkan wajahnya. Ia melihat Jiyong berjalan membuka pintu balkon kamar rawat Songgun dan mengangkat telponnya disana setelah ia menutup pintu dari luar.

Songgun penasaran, apa yang sedang Jiyong bicarakan dengan managernya itu. Songgun tidak bisa mendengar suara Jiyong tapi hanya bisa melihat ekspresi tegang Jiyong berdiri disamping pintu.

Songgun terus memandang lekat Jiyong dan hatinya tak bisa tenang dan selalu khawatir melihat air wajah Jiyong sekarang. Meskipun sesekali Jiyong memberikn senyum kearahnnya, tapi itu tak berhasil menenangkan hati Songgun.

“kenapa belum memakannya emm..” tanya Jiyong dengan senyum yang Songgun tau itu memaksa saat kembali dari balkon

Songgun semakin yakin ada yang disembunyikan dari Jiyong “aku menunggumu ..”

Jiyong kembali duduk dikursi dekat ranjang Songgun lalu membuka bungkusan buburnya

“aishh kau ini .. lihat, buburnya tidak hangat lagi kan .. akk- “ Jiyong meyodorkan sendok berisi penuh bubur untuk Songgun. Songgunpun membuka mulutnya lebar dan melahapnya.

“ke-napa tuan Kim menelhonmu oppa.. apha terjadi sestathu “ tanya Songgun masih dengan mulut yang penh dengan bubur

“iss.. telan dulu buburmu eoh …” Songgun mengangguk mendengar perintah Jiyong “aku memintanya untuk mengosongkan jadwalku beberapa hari ini karena aku ingin merawatmu “

“mwo ? ani ani … aku tidak setuju eoh, kau harus pulang hari ini … tak ada luka yang berarti emm, hanya patah tulang saja, itupun hanya perlu rawat jalan setelah aku keluar besok”

Jiyong kembali menyuapi Songgun “mwo ? besok … kau bercanda, kau masih butuh pengawasan uisa chagi”

Songun menggeleng “uisa juga mengatakannya sendiri kepadaku bahwa aku akan baik-baik saja jika dirawat dirumah…”

Jiyong mengambil tisu untuk mengelapi bekas nona Songgun disudut bibirnya “aku tetap yang akan merawatmu dirumah kalau begitu..”

“kau fokuslah dengan album barumu emmm” kata Songgu yang menolak suapan Jiyong  .. “eomma yang akan merawatku nanti”

Jiyong meletakkan mangkuknya dinakas samping ranjang Songgun “kali ini aku yang kurang setuju chagi … “ jiyong naik keatas ranjang duduk disamping Songgun “aku sangat mengkhawatirkanmu “ bisik Jiyong pelan dengan nada sedih

‘aku bersalah karena membuatmu mendapatkan banyak masalah oppa .. mianhae’ batin Songgun memandang lekat mata sedih Jiyong

“kau harus bertanggung jawab dengan pekerjaanmu oppa.. aku tak mau menjadi bebanmu “ songgun menyentuh pipi Jiyong

“Jangan bicara seperti itu eoh … oppa sedih mendengarnya “

Songgun terlalu sensitif pagi ini sehingga ia mudah menangis “hikss… oppa.. mi mianhae hikss.. aku begitu menyusahkan oppa hiksss … entah dugaanku salah atau benar tap tapi hikss aku membuatku kehilangan fans dan banyak orang yang membencimu hikss .. mianhae hiskk “

Songgun tersengal karena nafasnya tidak beraturan karena otaknya tengah memproduksi air mata yang banyak

“hye hye kenapa tiba-tiba menangis lagi hmm .. aigo aigo bayi besarku “ Jiyong merengkuh pinggang Songgun dan menyandarkan kepala Songgun dibahunya

“apapun yang terjadi .. kau yang akan ku utamakan emm .. fans sejati akan mendukung semua yang membuat idolanya bahagia .. percaya padaku”

Songgun ragu melihat mata Jiyong, tapi dengan cepat Jiyong menarik tegak dagu Songgun dan

CHUU~~

Dengan cepat Jiyong melumat bibir Songgun lembut.

“eummpp” desah Songgun merasakan bibir bawahnya disesap Jiyong keras. Tangan bebas Songgun melingkar dileher Jiyong.

Tangan Jiyong menyibak rambut Songgun yang terurai kesamping lalu menjalar merengkuh tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya. Sementara tangan yang lain mulai membuka kancing piyama Songgun hingga bawah .

“ugh…” Songgun sedikit mendorong Jiyong dengan nafas yang terengah karena tangan Jiyong mulai masuk kedalam bra Songgun meremas payudara Songgun lembut “ammpp oppaaahhh .. kau gila eoh .. ba bagaimana jikaa ahhh” Songgun mendongak tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena dengan kasar jemari Jiyong digosokkan kasar ke niple Songgun hingga mengacung sempurna.

Jiyong kembali ingin memakan Songgun, wajahnya kini ia benamkan dileher Songgun

“kau takut ada yang masuk emm ..” bicara Jiyong mengendus leher Songgun

Songgun hanya mengangguk tak kala ia merasakan benda lunak mengerjai lehernya “arggh ahhh,,,” Songgun juga merasakan gigitan-gigitan kecil dilehernya “emmpp oppaaa”

Jiyong menghentikan jilatan dan gigitannya lalu segera menggendong tubuh Songgun ala bridal

“emm mwoo ? ki kita akan kemana ?” Jiyong hanya diam tak membalas pertanyaan Songgun

“yakk .. oppa .. kamar mandi … ki kita di … melakukannya ,, di disana ?”Songun tergagap

“nde … kita belum pernah melakukan disana kan ?” kata Jiyong mengunci pintu kamar mandi Songgun dan duduk dikloset duduknya.

Sementara Songgun yang piyamanya sudah terbuka semuanya hanya pasrah saat Jiyong menempatkan Songgun di atas pangkuannya dengan posisi bembelakangi tubuh Jiyong  . Jiyog memang sengaja tidak melepas sempuna piama Songgun karena terhalang dengan tangan sakit Songgun yang tertahan oleh tas penyangganya.

“aku tak yakin oppa tapi… ahhhrgg “

Jiyong melanjutkan aksinya dengan menciumi tengkuk belakang Songgun dan kedua tangannya telulur kedepan menyibak bra Songgun dan meremas dua gundukan yang ada didalamnya

“ahhh ahh” Songgun akan merasa gila jika Jiyong sudah memainkan dua benda kembar miliknya tesebut. Songgun mendongak bersandar dibahu Jiyong karena merasa geli oleh tangan Jiyong yang kini masuk kedalam celana dan menggesekkan jarinya didepan lubang Songgun yang masih diterbungkus dalamannya.

Hal ini membuat Songgun bergerak gelisah dan gerakan pinggul itu membuat kejantanan Jiyong yang masih berada didalam celana jeansnya menegang

“ahh chagiyaa umhhh “ desah Jiyong

“aishh oppaaahh .. kau ..” Songgun meremas rambut belakang Jiyong saat Jiyong memilin, mencubit, menekannya keras niplenya hingga menegang sempurna dan tangan Jiyong yang satunya sudah masuk kedalam dalaman Songgun

“enghhh “ lengkuh Songgun saat Jiyong mengelus pelan klitorisnya dengan sangat lambat. Pergerakan maju mundur elusan Jiyong membuat cairan hangat Songgun mulai keluar

“aihhh oppa  … eummm fasterrr eohh “ kata Songgun dengan suara paraunya dan melebarkan kakinya sendiri untuk mempermudah kerja tangan Jiyong.

“Baiklah chagi .. “ bisik Jiyong lalu mengulum daun telinga Songgun dan mempercepat jarinya

“arhhh yeammm emmmm ahhhh stt ahh” songgun mengerang hebat dan pandangannya meremang karena kini klitorisnya bergesekan kasar dengan telunjuk Jiyong, daun telinganya yang masih dikulum oleh mulut Jiyong dan nipplenya yang masih dipilin pilin oleh tangan Jiyong yang lainnya.

“ahhh … masukkan oppaa .. aku hampirrr ..akkhh “

Jiyong langsung memasukkan ketiga jarinya dan segera memaju mundurkan cepat didinding lembut vagina Songgu yang sangat basah.

Songgun merasakan ada yang akan meledah didalam sana. Cairan cintanya mulai memenuhi dinding vagina Songgun sehingga menebal menghimpit jemari Jiyong

“ahh~.. ahhh~ sedikitt lagi oppa ahh~” mata Songgun terpejam merasakan ia akan mendapatkan orgasmenya

Tok tok tok

“Songgun-ah …. kau didalam “

Mata Songgun terbelalak mendengar suara eomma Songgun dari balik pintu kamar mandi.

“eommanim ??” bisik Jiyong masih menggerakkan jemarinya

Songgun menggangguk menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah “ammpp eomma .. kenapa datang disaat seperti ini “ gerutu Songgun kesal

“Songgun-ah!! Jangan membuat eomma khawatir eoh …”

“ah ahh nde eomaa …!!” teriak Songgun “yak hentikan oppa “ lalu bisik Songgun pada Jiyong yang masih mengeluarkan masukkan jemarinya pelan

‘ini membuatku gilaaa tuhannn ‘ umpat Songgun dalam hati

Jiyong menggeleng lalu tersenyum menang melihat yeojanya tersiksa dengan wajah kemerahan penuh gairah

“jangan khawatirkan ak akhu eommaahh … akuu ha hanyya sakit perut uhh”

“kau yakin ? hya..ada apa dengan suaramu ?”

Songgun ingin sekali menyekik leher Jiyong yang terus menyiksanya hingga sekarang “ahhh”

“ndeee… “

Keringat Songgun semakin tambah banyak karena tidak berhasil berorgasme. Jiyong merasa kasihan, oleh karena itu

“ahhh emmpptt “Jiyong mempercepat gerakan jarinya seperti tadi

“kita tidak akan ketahuan jika kita tidak berisik emmm” kata Jiyong menghapus keringat Songgun

Songgun mengangguk lalu membekap mulutnya dengan tangannya sendiri.

“dimana Jiyong ?” tanya eomma lagi

“ahhh” mau tak mau Songgun harus membuka bekapannya “oh Jiyong … oppa .. dia aku suruh untuk membelikan jus didepan rumah sakit eomma … eummmpp”

“aish kau ini … bagaimana seorang superstar seperti dia membeli jus dipinggir jalan eohh .. bagaimana jika ketahuan “

“aishhh eommaku cerewet sekali” bisik Songgun dan Jiyong hanya terkekeh “dia tidak keberatan eomma … ahhh”

Jiyong merasakan vagina Songgun berkedut lagi sehingga ia kembali mempercepat jemarinya keluar masuk.

“ahhhhmmmpppp AHMMM ~” akhirnya orgasm Songgun dapatkan. Ia tahan desahan nya didalam bekapan. Setelah mengejang beberapa kali akhirnya Songgun bersandar lemas dibahu Jiyong dengan nafas terputus-putus

“eomma keluar sebentar ya …!! akan eomma tanyakan apa kau bisa pulang hari ini atau tidah”

Mendengar itu Songgun langsung berdiri ” baik eomma “

Clekk

Terdengar pintu tertutup, Songgun langsung menatap penuh arti pada Jiyong “cepat oppa…. kita harus cepat .. bantu aku melepas ikat pinggangmu “

“nde “ dengan terburu buru Jiyong melepaskan ikat pinggangnya dan dengan cepat melepas dan melorotkan celananya hingga selutut. Jiyong kembali duduk merengkuh pinggang Songgun dan melepaskan celana beserta dalamannya hingga terjatuh dilantai

Songgun memposisikan duduk diatas milik Jiyong yang sedang tegang.

“arkkkhh … bantu aku opppaaa” songgun mencengkram bahu Jiyong dan terus mendorong lubangnya agar bisa dimasuki oleh milik Jiyong “akhh”

“ahhh …. “ keduanya mendesah lega saat milik Jiyong bisa terbenam sempurna dan perlahan Songgun menggerakkan pinggangnya maju mundur

“ahhh .. mmmppptt “ Jiyong berhenti medesah karena mulutnya kini dibungkan dengan mulut sexy Songgun.

“emmpp emmmpp” sambil menyesap manis bibir atas Jiyong, pinggang Songgun tak berhenti bergerak dan kini semakin cepat

“ahh… chagiya … palliwaaa engghhh”

“nde … bantu aku opppaaaaa ahh ahh ahh ahh” Songgun mendesah keras saat gerakannya semakin keras dan cepat karena Jiyong merengkuh pinggang Songgun dan ikut memaju mundurkan dengan cepat

Milik Jiyong semakin membengkak dan semakin terjepit oleh vagina Songgun. Jiyong mengubah gerakannya dengan gerakan naik turun dengan keras

“ahhh ndee oppaa … kau mengenainyaa ahh” Songgun menggelinjang tak kalah titik G nya tersentuh oleh benda lunak tersebut

“disinii .. ahh “ Jiyong sengaja menghentakkan juniornya dengan keras

“ahhgg ndee … you make me crazyy ahh ahh “

“nadoo uhhhh … “

“aku sudah tak tahan oppa … aku ingin …” Songgun menggigit bibir bawahnya karena gelombang kenikmatannya akan segera datang lebih besar dari yang pertama tadi..

“tunggu … bersama nde ..” Jiyong semakin mempercepat gerakan pinggul Songgun dan memasukkannya lebih keras dan dalam

“ahhh Jiyonggg opp ahhh AHH~”

“akuu bersama AHH~”

Merekapun berhasil melewati puncak bersama.

Tok tok tok

“yak Songgun-ah !!! apa yang lakukan bersama menantuku didalam eoh “

Suara eomma Songgun sontak mengagetkan mereka berdua

“MWOO?” ucap keduanya

TBC

[Ficlet] Kiss you, Baby!

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author : HK (leehana76)

Judul : Kiss You, Baby!

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

Kategori : sweet romance, marriage life.

View original 1,581 more words

Hotelier Part III

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Sora
Cho Kyuhyun
Others

Still Continue…

“KANG SORA KAU GILA” marah Heechul Oppa padaku. Dasar mereka brengsek. Bagaimana mungkin mereka bisa mengintip aku dan Kyuhyun berhubungan. Sial benar- benar sial. Dengan alasan Lee Hyukjae tanpa sengaja meninggalkan kaset video biadab nya mereka kembali kerumahku dan berakhir dengan mereka mengintip aku dan Kyuhyun. Dan sekarang disinilah aku dimarahi oleh orang yang sudah kuanggap sebagai kakak.

“Oppa…” rengeku padanya. Aku tau aku gila. Berani menyerahkan mahkota behargaku pada laki-laki yang belum terlalu aku kenal. Meskipun aku dan Kyuhyun sudah saling mencintai, tapi jujur saja masih ada rasa ragu dihatiku. Aku tak mengenal kehidupanya selain disini. Benarkah ia berasal dari jepang, dimana rumah aslinya. Apakah ia memang belum menikah disana. Bagaimana kehidupan ia disana. Terlalu banyak pertanyaan yang masih harus kujawab sendiri. Dan yang membuat aku takut adalah jika ia sudah menyelesaikan proyeknya disini. Akankah ia pergi…

View original 2,561 more words

I’ll Never Stop part 4

Originally posted on Zia's World:

I’ll Never Stop

Author       : Shin Zia

Title            : I’ll Never Stop

View original 4,061 more words

Lonely Sick (Hate or Love) Promise You Special Sequel 8

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 8 (The End) Read the rest of this entry

Hotelier Part II

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae

Cast :
Kang Sora
Cho Kyuhyun
Others

 
Still Continue …

“Kenapa bisa?” Tanya Sora ragu. Terdengar jelas guratan kecewa dalam pertanyaanya.

“Apa?” Tanyaku tak mengerti. Mungkin efek dari permainan panas kami tadi atau memang pertanyaan Sora yang terlalu ambigu.

“Kenapa kau bisa mencintaiku?” Tanya sora dalam. Tanganku yang masih bertengger didadanya sedikit bisa merasakan debaran jantungnya yang mengadu cepat.

“Dan kau kenapa bisa mencintaiku?” tanyaku balik tanpa sedikit pun berniat beranjak dari posisi menyenangkan kami. Ya menyenangkan. Bagaimana tidak, sekarang kami masih sama-sama polos tanpa busana duduk berpelukan di headboard kasur king size. Tanganku yang sedari tadi masih merasa gatal untuk meremas payudara indah milik wanita yang sedari tadi kudekap.

Sora melepaskan tanganku yang bersarang didadanya dan menatapku dengan garang, “ Bukankah kau berkencan setiap minggu dengan gadis-gadis diluaran sana. Kenapa kau mencintaiku?” lagi tanyanya kesal.

“ Apa aku pernah mengatakan kalau aku berkencan dengan ‘gadis’?”…

View original 3,366 more words

[Freelance] I Mean (2)

Originally posted on HANA's Kingdom:

NAMA : Ny KimRye

JUDUL CERITA : I Mean (destiny) part 2

CAST : -Cho Kyuhyun/Zhao Kui Xian

View original 2,769 more words

Mistake Loving You part 5

MLY5

Annyeong …. jeongmal mianhae thor bisa post next ff ini baru sekarang because thor barusan sakit dan lagi banyak kerjaan juga di campus.. thor masih berusaha buat ngegambarin roman-romannya Jiyong sama Songgun. Jadi cast yang lain masih belum thor tulis banyak storynya nde..

Siap=siap dengan alur part ini yang mungkin arak garing nde *efeksakit mungkin… Jangan bosen kritik dan saran ya … dan #hantutypo juga selalu ikut selama proses pembuatan ff ini … JANG~ kita langsung CEKIDOT…

>>>>>

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 5

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : ++17

Genre              : Romance and NC

^+^

Aku sangat yakin dengan hatiku sekarang. Setelah 7 tahun berlalu, aku menemukannya kembali dalam sebuah kesalahan yang tak kusengaja untuk aku pilih menjadi sebuah takdirku_Kwon Jiyong

“istirahatlah … setelah di Jeju nanti, aku akan mengumumkan hari penikahan kita didepan semua orang” lalu Jiyong mengecup kening Songgun

Songgun mendongak“MWO ? hari pernikahan … bukankah terlalu cepat oppa .. maksudku , kita bahkan belum membicarakannya dengan keluarga kita”

“aku pikir akan sangat menyenangkan bisa membuat mereka terkejut.. mereka pasti akan sangat marah pada kita …”

“hemmm terserah oppa saja … tapi bagaimana dengan karir dan fans .? mereka pasti akan sangat kecewa “

“ani… para fans sangat mencintaiku … jika mereka melihat aku bahagia , mereka pasti juga bahagia …”

Songgun menganggu paham “ah begitu rupanya .. baiklah .. aku setuju oppa “ Songgun memeluk Jiyong lalu membenamkan wajahnya di dada Jiyong “saranghae” bisik Songgun di dada Jiyong lalu mengecupnya

“nado saranghae ..” jiyong mencium puncak kepala Songgun

^1 hours later

Songgun mulai membuka matanya. Dengan malas ia mengucek matanya dan perlahan duduk menyandarkan tubuhnya di hedboard ranjangnya. Kedua tangannya menahan selimut tebalnya untuk menutupi tubuhnya yang masih polos.

Ia mendengar gemericik air didalam kamar mandinya. Tanpa bertanyapun songgun sudah tau bahwa Jiyong yang ada didalam sana

Ia menatap geli beberapa potong bajunya dan Jiyong yang masih berserekan dilantai.

“aigoo… mianhae appa” Songgun  tersenyum mengatakan itu

Ia sedikit bersalah karena ia melanggar perintah appanya yang melarangnya untuk tidak tidur dengan Jiyong sebelum mereka menikah

“arhh” saat Songgun melebarkan senyumnya, ia merasa sedikit perih dibagian sudut bibirnya

Songgun mengambil smartphonenya dan menekan tanda camera lalu mengaturnya dengan camera depan.

“aihh… eomma keterlaluan sekali ..” Songgun mengelus ujung bibirnya yang sedikit lebam

Cklekk ~ Songgun menoleh kearah pintu kamar mandi yang dibuka. Ia tersenyum melihat Jiyong yang keluar hanya dengan handuk putih yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

Satu tangan Jiyong memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya “kau sudah bangun emm” Jiyong tersenyum lalu duduk disamping ranjang

Songgun mematikan smartphonenya lalu ia letakkan disampingnya “nde … kenapa tidak membangunkanku ?” Songgun mengerucutkan bibirnya dan salah satu tangannya mengelus beberapa tattoo ditubuh Jiyong

Jiyong melihatnya gemas “kenapa kau ingin ku bangunkan ? kau ingin kita mandi bersama ?” Jiyong mencubit pipi Songgun

“arghh.. appo “ tanpa sengaja Jiyong mengenai lebam Songgun “ yak .. !! Kwon Jiyongg”

Ekspresi gemas Jiyong menghilang “omonaa… mianhae chagiya ishh …” Jiyong memandang khawatir Songgun yang memegangi lebamnya

“jangan mencubitku sembarangan eoh “ Songgun menatap tajam Jiyong

Jiyong kini bisa melihat lebam kebiruan yang ada di ujung bibir Songgun. Tangannya telulur menangkup pipi Songgun dan ibu jarinya mengelus lebamnya “mianhae… eommamu sangat keterlaluan sekali… berani-beraninya ia membuat calon istriku seperti ini”

Songgun mulai berkaca-kaca “jangan bahas orang itu eoh … sangat menyakitkan mendengarnya” Songgun menundukkan kepalanya sedih saat ia mengingat kembali eommanya begitu keras menampar pipinya

“ani ani ..” dengan cepat Jiyong menegakkan kepala Songgun “aku tak mengijinkanmu untuk menangis kali ini” ia merengkuh kepala Songgun lalu membenamkannya dibahu polosnya

“aku.. aku berusaha untuk tidak menangis , tapi- hiks… “ Songgun akhirnya menangis “mianhae oppa hikss”

Jiyong merasakan bahunya hangat karena air mata Songgun. Ia mengeratkan pelukannya “hufhh.. baiklah, hanya kali ini saja eoh “

Songgun mengangguk “bisakah kita menunda prescont-nya oppa hikss.. aku tak bisa keluar dengan keadaan seperti ini” Songgun melepas pelukannya

Jiyong paham dengan perkataan Songgun. ‘ia mungkin belum siap’

Jiyong mengangguk “baiklah .. kita akan mengumumkan semuanya saat kau siap”

“jangan marah eoh hiks… lebam ini sangat memalukan” Songgun mulai menghentikan tangisnya dan menghapus air matanya kasar

“nde arraseo .. kau cukup bersenang-senang saja disana nanti”

“gomawo oppa …”

Chup ~

Songgun mengecup singkat bibir Jiyong

“aishh Cuma itu ?“ Jiyong mengerucutkan bibirnya. Ia melirik selimut Songgun yang sedikit turun. Alhasil ia bisa melihat belahan dada Songgun “kau ingin menggodaku hmm”

Songgun mengikuti arah mata Jiyong “yak !! “ Songgun segera membenarkan selimutnya “pervert ajussi .. “Songgun mendorong Jiyong menjauh dan segera turun dari ranjang untuk masuk ke dalam kamar mandinya

“yakk chagiya ~ chakkaman “ dengan cepat Jiyong menahan tahan Songgun diambang pintu kamar mandi

“aishh oppa~ lepasmmppt”

Chup ~ Jiyong dengan cepat membungkam bibir Songgun dengan bibirnya. Ia merengkuh pinggang Songgun agar mendekat dengan pinggangnya. Tangan kanan Jiyong menarik tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya

“euumm” Songgun mendesah memejamkan matanya saat merasakan bibir sexy Jiyong bergerak lambat menghisap posesif bibir bawahnya lalu berganti dengan bibir atasnya

“emmppt ah” Jiyong melepaskan ciumannya, menatap wajah kemerahan Songgun “gomapta.. kau boleh masuk sekarang “ elus pipi Songgun

“aihh.. kau memang pervert eoh “ dengan malu, Songgun masuk lalu menutup pintu kamar mandinya

“aku tunggu dibawah nde..kita akan tiba beberapa menit lagi” kata Jiyong mendekat dipintu kamar mandi

“oh nde oppa” tanggap Songgun sedikit berteriak

Jiyong membalikkan tubuhnya dan kini bisa melihat bajunya yang masih berserakan “aishh chagiya ~~ haruskah aku menelpon layanan kamar ?“

Saat jiyong berteriak seperti itu Songgun yang bersiap masuk kedalam bathup menghentikan gerakannya “yakk!! Aku akan membunuh oppa jika melakukannya eoh “

Jiyong tertawa geli “kkk … baiklah, akan ku bersihkan “

30 menit kemudian, Songgun sudah menyelesaikan sesi mandinya dan saat keluar dari kamar mandi, ia sudah tidak melihat Jiyong dan kamarnya sudah rapi seperti awal ia masuk. Sudah tidak ada baju yang berserakan dan sprei ranjang yang juga sudah ditata rapi

Ia berjalan kearah tas ranselnya dan mengambil satu-satunya baju yang tersisa didalam sana. Songgun memang sengaja membawa baju minim karena ia berniat akan membeli baju baru ketika ia sampai di Jeju nanti

Setelah ia sudah siap dengan kaos longgar hitam bertuliskan ‘BOY’ . sepatu nike, hotpants dan rambut kuncirnya, Songgunpun segera memakai tasnya dan berjalan keluar kamar. Tak lupa ia mengunci kamarnya lalu berjalan kearah lift

Ding ~ pintu tebuka dilantai dasar loby. Songgun tersenyum pada resepsionis saat mengembalikan kartu kamarnya.

Drtt…drtt..

Saat keluar loby, Songgun merasakan smartphonenya bergetar didalam sakunya. Ia tersenyum melihat contact name yang menghubunginya

Bip

“yeoboseo oppa ..”

‘…’

“aku baru saja keluar loby”

‘…’

“oh jinjja ? eoddiga ?” masih dengan smartphonenya yang menempel ditelinganya, Songgun menolehkan kepalanya mencari keberadaan Jiyong yang katanya berada disekitarnya

“Songgun-ah~~”

Songgun mengenal suara itu, segera ia memalingkan wajahnya kearah sumber suara. Ia bisa melihat Jiyong yang berdiri di dek depan kapal dekat pagar pembatas tengah melambaikan tangan kearahnya . Songgun tersenyum lalu berjalan kearah Jiyong

“omona … yeoja siapa ini eoh ? sexy sekali” Jiyong menggoda Songgun yang kini sudah dihadapannya

Songgun sedikit menghela nafas dihadapan Jiyong yang kini memakai kaos putih yang dipadukan dengan blezer pink dan celana jeans senada “aishh sexy ?? hilangkan pikiran kotormu oppa ..”

“entahlah chagiya … kau selalu tampak sexy dimataku “ bisik Jiyong

“issshh….kau memang perlu dicuci otak oppa ”

Songgun menggeleng-gelengkan kepalanya heran saat mengetahui watak pervert namjanya itu yang sangat tinggi

“oh .. kau sudah memakai sepatu ? apa kakimu sudah baik-baik saja ?” tanya Jiyong yang melihat Songgun sudah memakai sepatu tertutup

“nde … aku sudah merasa baik oppa “

“dan lebammu ?” Jiyong sedikit mengelus lebam Songgun yang tersamarkan dengan makeupnya

“gwenchana … jangan terlalu menekannya “ Songgun sedikit meringis

“ah baguslah ..” Jiyong berhenti mengelus Songgun “kau ingin minum ?” tawar Jiyong yang kini sedang memegang segelas wine

Songgun menggeleng lalu menatap lurus samudra “oh oppa … itu Jeju kah ? kita sudah sampai ?” mata Songgun menangkap satu objek pulau yang berada dekat didepannya

“nde … sebentar lagi kita sampai “ satu tangan Jiyong memeluk pinggang Songgun dari belakang

“aih oppa lepaskan … kau tak ingat-“

Jiyong langsung mendekatkan wajahnya “aku akan menciummu jika kali ini kau bicara tentang skandal lagi”

“nde nde… kau menyebalkan oppa “

Jiyong tersenyum melihat Songgun lagi-lagi mengerucutkan bibirnya. Ia mengecup bahu Songggun yang sedikit  terbuka karena potongan baju Songgun sedikit lebar dibagian bahu

Jiyong menyandarkan dagunya dibahu Songgun“kita memang menunda pengumuman hari pernikahan kita… tapi persiapkan dirimu untuk tampil sebagai yeojachingu GDragon eoh”

Songgun menoleh kearah Jiyong “kau berniat mengenalkanku ?“

Jiyong mengangguk yang kini juga menghadap Songgun “huftt… nde, apa kau keberatan chagi ?”

“aniyaa … terserah oppa saja “ Songgun tersenyum tulus mencubit hidung Jiyong

“itu melegakan .. “ tanggap jiyong “apa yang ingin kau lakukan saat tiba disana emmm ?”

“hmm” Songgun sedkit memikir “menikmati es krim coklat saat matahari terbenam sepertinya akan menyenangkan oppa … itu yang sering aku lakukan saat di Jepang ”

Jiyong melepas pelukannya dan menegakkan dagunya “jepang ?? … apa dengan Sungmin eoh “ nada Jiyong terdengar marah

Songgun memutar kedua bolah matanya, ia baru tahu bahwa Jiyong sangat pencemburu

Songgun melipat kedua tangannya didadanya “jangan seperti itu eoh , es krim dan matahari terbenam adalah beberapa hal kesukaanku … sudah hal yang tak penting lagi apa aku melakukannya dengan Sungmin atau tidak !”

“cih ..” Jiyong bercakak pinggang “kau tak bisa melupakannya kan ..” tanggap Jiyong

Songgun sedikit tersentak, tapi kemudian otaknya dengan cepat membuat balasan untuk Jiyong

“kau juga pasti belum melupakan Sandara eonni sepenuhnya kan ??” Songgun tersenyum kecut kemudian

‘SKAKMAT….kau dulu yang memulainya kan’ kata hati Songgun puas melihat Jiyong yang kini tersentak

“Jiyong-ssi …” kini Songgun benar-benar berhasil membuat Jiyong terdiam “kau masih meragukanku kan ?”

Songgun memasang wajah sedih dihadapan Jiyong. Berbeda dengan hatinya yang kini tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya ia hanya berniat mengerjai Jiyong

‘aku akan memberi pelajaran pada naga pervert ini’

Jiyong menaruh gelasnya dimeja yang berada didekatnya “Ani.. aniya cha-chagiya … aku “

Songgun memundurkan langkahnya “lihatlah … kau gugup sekarang Jiyong-ssi..“

Jiyong menahan tangan Songgun agar tidak mundur lagi “tidak , chagiya … siapa yang meragukanmu hmm .. mianhae , tolong jangan memanggilku seperti itu lagi”

Songgun menggeleng “entahlah … 7 tahun yang lalu kau membuatku menangis , apa kali ini … kau juga-“ nafasnya ia buat tercekal

Tes … Songgun berhasil membuat air mata palsunya

‘omona… kau pantas mendapatkan piala oscar Kang Songgun ‘ sorak hati Songgun

Bibir Songgun bergetar “aku .. aku kecewa Jiyong-ssi .”

“Aniya ~ aishh mianhae.. oppa salah bicara hmmm ,,, jeongmal mianhae” kedua tangannya kini Jiyong gunakan untuk menangkup kedua pipi Songgun

Songgun berusaha melepaskan tangan Jiyong dari pipinya “lepaskan hiks … aku ingin mengatakan sesuatu Jiyong-ssi ..hikss.”

Jiyong menggeleng kasar “jangan katakan apapun eoh … jika kau fikir untuk membatalkan perjodohan kita … itu tidak akan terjadi … jeongmal mianhae “ jiyong berusaha menghapus jejak air mata Songgun dipipinya

’membatalkan perjodohan ? ah … kau memberiku ide oppa’

“aku hikss ..harus mengatakannya Jiyong-ssi , aku…”

Grepp~ dengan cepat Jiyong memeluknya

“omona .!!.” kaget  Songgun

“chagiya , jeball.. setelah semua yang kita lakukan bersama.. aku tak mungkin melepasmu begitu saja hmmm..” Jiyong membenamkan Songgun semakin dalam ke dadanya

Songgun kehabisan nafas ‘dia akan membunuhku ‘ kata hati Songgun berusaha melepaskan dekapan Jiyong

“hoss..hoss..tolong dengarkan aku ..” songgun melepas pelukannya

“chagiya ~ “nafas Jiyong lemah

Songgun perlahan memasang wajah datarnya “kenapa kau merusak semuanya.. kau berniat mengenalkanku pada semua orang disaat hatimu masih meragukanku ??”

Jiyong kini hanya menggeleng. Ia benar-benar sebal dengan mulutnya yang berulang kali menyakiti hati Songgun. Hari ini saja sudah terhitung 2 kali mulutnya menyakiti Songgun. Pertama karena ia berani mengomentari busana Songgun tadi pagi dan yang paling fatal adalah sore ini

“kita harus memikirkan kembali ini semua … “ Songgun membalikkan tubuhnya membelakangi Jiyong dan ia langsung tersenyum puas “aku takut… ini hanya pelampiasan kita saja Jiyong-ssi”

Jiyong terdiam menundukkan wajahnya ‘haruskah aku menyetujuinya ? .. tapi, dia bukan pelampiasanku’

“selama di Jeju nanti , jangan menggangguku …beri aku waktu untuk memikirkan ….”

Jiyong menegakkan wajahnya menghadap punggung Songgun

Songgun menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya “apa kita harus melanjutkan semuanya ataukah … aku akan kembali ke Jepang besok dan melupakan semuanya “

“ani …” Jiyong berkata lirih saat mendengar kata-kata itu

Songgun perlahan melangkah maju ‘mianhae oppa … aku sangat keterlaluan kkkk’ kata hati Songgun yang menjauhi Jiyong

Kaki Jiyong hanya mampu melangkah sekali dan tangannya berusaha menggapai bahu Songgun yang perlahan mulai hilang dari hadapannya.

Jiyong memberi apa yang Songgun inginkan. Ya , Jiyong tidak mendekati Songgun sama sekali dari awal kapalnya tiba di pulau Jeju hingga tetap matahari terbenam seperti saat ini. Jiyong hanya memperhatikan Songgun dari kejauhan yang kini sedang duduk sendirian dipantai dengan es krim coklatnya

Jiyong duduk disalah satu kursi pantai yang ada disana. Meskipun beberapa tamunya juga ada dipantai tapi mata Jiyong tak pernah lepas dari bayangan Songgun yang tersiram cahaya jingga matahari terbenam. Sesekali ia tersenyum saat Songgun berlarian kecil menghindar dari ombak pantai

Seseorang berbadan atletis kini menghampiri Jiyong “hey … kenapa kau hanya diam disini eoh … kajja, aku butuh satu orang lagi untuk masuk tim volly pantaiku” namja itu duduk disamping Jiyong sehingga menghalangi pandangannya dari Songgun

“aishhh minggirlah Siwon-ah.. kau merusak pemandanganku eoh “ Jiyoong membenarkan kaca mata hitamnya lalu mendorong Siwon untuk berdiri

“pemandangan apa eoh ..” Siwon memandang kearah Songgun “aigoo.. ada apa lagi kali ini… membuatnya marah dan kau akan ditinggalkan seperti 7 tahun lalu eoh”

“mw mwo ? kau mengetahuinya ? ”

Siwon mengangguk kembali menatap Jiyong “aku tak sengaja melihatmu bertengkar dengan Songgun tadi , kau masih meragukan yeojamu ?”

“aniya … aku tak meragukan Songgun sama sekali.. tapi, entahlah … aku merasa tidak nyaman jika mendengar Sungmin ada disekitar Songgun”

“pecaya dengan hatimu… setelah Dara, apa kau juga akan memberikan Songgun untuk Sungmin ?”

“shireooo… Songgun hanya milikku eoh, tak ada yang boleh – “ kata-kata Jiyong terhenti saat matanya melihat seseorang namja yang tengah mendekati Songgun

*Songgun pov

Senang rasanya bisa mengerjai Jiyong oppa hingga sejauh ini meskipun ada sedikit ruang didalam hatiku yang meronta kasihan padanya. Meskipun tanpa ada yang memberitahuku, aku sudah tahu bahwa aku sedang diawasi oleh Jiyong disana.

Aku sengaja pura-pura tak memperdulikannya dan hanya sibuk dengan eskrim dan pemandangan senjaku.

“hahhh… aku mendapatkan senjaku kembali “kataku lirih saat kakiku sedikit terguyur oleh ombak pantai.

Bisa dibilang aku di Jepan sudah cukup lama tak pergi kepantai karena tak ada yang menemaniku. Biasanya aku ditemani oleh ..

“aishh … jangan memikirkannya lagi eoh “ kataku menggeleng cepat saat nama itu kembali tersangkut didalam otakku. Aku berusaha untuk tak menyebut namanya sekarang

Aku sedikit mencuri pandang kearah Jiyong yang kini tengah berbicara dengan Siwon si CEO muda itu. Badan atletisnya bak dewa-dewa yunani yang mampu membutakan penglihatan para dewi di surga. Bedanya Siwon tak memiliki sayap dipunggungnya hanya kulit kecoklatan nan gagah yang sedikit membuatku terpaku.

“aishh ..” aku segera mengalingkan wajahku saat aku tau Jiyong akan melihat kearahku “ sebaiknya aku kembali hotel saja” aku bangkit dari dudukanku dan sedikit membersihkan hotpanstku yang terkena pasir

Tak lupa aku mengambil sepatuku yang tadi aku lepas disampingku. Tapi hanya selangkah aku berjalan , ada seseorang yang memanggilku sedikit berteriak

“Songgun-ahh!!”

Deg

Tanpa melihatnya pun aku sudah tau siapa yang memanggilku. Tak kuhiraukan orang itu dan aku kembali melangkah. Hatiku , ah tidak … bukan hatiku saja yang bergetar. Tapi seluruh syaraf ditubuhku ikut bergetar karena begitu takut dengan Sungmin. Aku takut eomma melihat ini

“yak.. Songgun-ah..” tanpa diduga Sungmin menahan tanganku, reflek aku kini mau tak mau melihat wajahnya

“benari-beraninya kau menyentuh tanganku eoh .. lepaskan “ aku meronta dan berhasil melepas tahanan tangannya. Aku berusaha berjalan cepat menjauhinya.

Apa dia tak takut jika mendekatiku akan muncul skandal mengingat dia sudah bertunangan dengan Sandara kan?

‘Jiyong oppaa. Tolong aku …’ jerit hatiku, dia pasti melihat ini kan ?

Sungmin berusaha menyusulku dan kini ia menghentikan langkahku dengan mencengkram bahuku .

“kumohon Songgun-ah … untuk kali ini saja… tolong dengarkan aku..”

Mataku berkaca-kaca melihat wajah Sungmin sedekat ini. Dia begitu imut tapi kenapa dengan wajah itu dia berani menghianatiku ?

Aku terdiam .. mataku perlahan buram karena tumpukan cairan bening yang berhasil memenuhi mataku

Sungmin masih memegang bahuku tapi kali ini ia tidak mencengkramnya “entah aku harus bicara dari mana .. tapi Songgun-ah … Sandara dan aku …”

Pertahananku kalah, kini air mata itu berhasil keluar dihadapan Sungmin

“apa kau tak malu menceritakan semuanya padaku eoh ..” kataku lirih dengan nafas yang tak tentu “ apa kau akan puas menceritakan semua penghianatan dan kebohonganmu selama ini padaku nde ? ….” masih dengan menangis aku tersenyum miring “ APA KAU AKAN TERUS MENYIKSAKU SEPERTI EOMMA TIRIMU ITU EOH …”

Kupastikan kini semua yang ada dipantai tengah menengok kearahku.

Sungmin terdiam “Songgun-ah “

“lepaskan… aku mohon lepaskan … ini sudah berakhir”kataku memelas dengan wajah yang begitu menyedihkan. “hiks…” aku tak bisa terlalu lama melihat wajahnya sehingga kini aku menangis dengan menundukkan wajahku. Yang bisa aku lihat kini kedua kakiku dan Sungmin

“ANDWAE ..KAU HARUS MENDENGARKANKU KALI INI”

‘mwo ?? dia berani membentakku ?aishh,,, kau fikir kau siapa eoh ’ aku mengumpat

“yak .. kau tak mendengarnya eoh … “

Aku sedikit tersentak tiba-tiba mendengar suara Jiyong disampingku. Segera aku menegakkan wajahku

“Ji Jiyong,,” aku tergagap melihat wajahnya yang penuh dengan amarah dengan salah satu tangannya mencengkram lengan Sungmin yang memegang bahuku

“jangan ikut campur Jiyong-ssi , aku harus  – “ Sungmin ingin menjelaskan niatnya

“Op oppa hiks..” aku kembali meneteskan air mataku dan Jiyong pasti melihat itu

“bajingan kau !!!”

Buk ~

Jiyong berhasil mendaratkan bogem mentahnya tepat di perut Sungmin hingga tersungkur

“arghh” erang Sungmin

“omona ..”aku membelalakkan mata

“benarinya kau memaksa Songgun seperti ini eoh … kau membentaknya ..”

Buk ~ kini pukulannya mendarat di pipi Sungmin

Jiyong menduduki perut Sungmin “apa belum puas kau memiliki Dara sebagai calon istrimu .. “ Jiyong ingin kembali memukul Sungmin tapi dengan cepat aku menahan tangannya

Aku menggenggam pergelangan tangannya erat  “je-jebal … hiks ..hajima ….”  aku menariknya bangkit dari tubuh Sungmin

“hikss ..kau tak perlu mengotori tanganmu untuk orang seperti dia … kajja “

Jiyong mengangguk “mianhae …” katanya lirih menghapus air mataku

“nde ..” aku menjawabnya lirih “kajja …”

“ingat kau lee Sungmin … jangan pernah mendekati Songgun lagi eoh .. atau kau akan tau akibatnya !!!” setelah mengatakan itu Jiyong menggandeng tanganku lalu membawaku pergi menjauhi Sungmin dan beberapa orang yang menyaksikan kejadian ini.

Aku sedikit melirik keadaan Sungmin. Aku bisa melihat darah segar mengalir disudut bibirnya

Mataku kini bisa melihat sosok yeoja yang berlari kearah Sungmin “Sungmin oppa ~ “ dengan cepat Dara membantunya duduk

“uhukk Dara-ya ,,,” keluh Sungmin

“Apa yang kau lakukan Jiyong-ah ..!!” Dara berteriak kearah kami tapi Jiyong tidak menanggapinya dan tetap membawaku menjauh

Aku merasakan genggaman Jiyong semakin kuat saat Dara berteriak seperti itu

Aku sedikit meringis ‘oppa .. apa kau benar-benar masih mencintai Sandara eonni ?’ tanyaku dalam hati

Jiyong tetap menggandengku hingga kami tiba disebuah parkiran

“masuklah “ kata Jiyong seraya membukakan pintu mobil sport mewah berlabelkan Lamborginie putih tersebut

Aku hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil lalu memasang sabuk pengaman.

Jiyong berlari memutar kearah kursi kemudi lalu membuka pintunya

Aku berusaha diam menenangkan hatiku “mau kemana kita ?” tanyaku saat Jiyong selesai memakai sabuk pengamannya dan mulai menyalakan stater mobilnya

Jiyong menekan pegal gasnya “kau perlu pantaimu sendiri emm … kajja kita kesana “

“nde ??” aku sedikit bingung.

“kau akan tau nanti …” jiyong tersenyum tulus kearahku seraya mengelus rambutku

*Author pov

15 menit berlalu, Kini Jiyong dan Songgun sudah sampai disebuah pantai yang sangat sepi. Bukan karena langit sudah gelap pantai ini menjadi sepi. Tapi ini seperti pantai pribadi menurut Songgun. Ini begitu sepi hingga membuat Songgun bisa mendengar deburan ombak dan kerikan suara dari beberapa serangga malam yang ada.

Beberapa cahaya lampu yang dipasang disana membuat pantai ini tidak benar-benar gelap gulita. Dan beberapa pohon kelapa berjejer rapi disana

Saat keluar mobil Songgun menatap heran pantai yang ada didepannya “aku baru tahu ada pantai yang sesepi ini diJeju.. ” Songgun mulai berjalan mendekati pantai

Jiyong yang baru keluar dari mobil mengikuti Songgun dari belakang “ini pantaiku “

“MWO ?” Songgun berbalik dan menatap Jiyong kaget “pan pantai mu ?”

Meskipun dirinya termasuk golongan VVIP tapi Songgun baru pertama kali mendengar tentang hal yang seperti ini

Jiyong mengangguk “nde … dan itu ..” Jiyong menunjuk sebuah rumah yang tidak jauh dari pantai “adalah villa pribadiku … aku sering menenangkan diri dan membuat lagu disana “

Songgun hanya mengangguk lalu kembali berjalan mendekati pantai “kau pasti sangat bekerja keras untuk mendapatkan ini semua

Jiyong masih diam tak menyusul Songgun “gomapta untuk pujianmu …chagi “

Mendengar itu Songgun berhenti, ia teringat dengan ide mengerjai Jiyong

Songgun mendengar Jiyong menghela nafas panjang “apa kau sudah menemukan jawabannya … apa kau masih perlu waktu untuk sendiri “

‘hei aku hanya main-main oppa … kau terdengar sangat menyedihkan … mianhae , aku akan mengaku sekarang ‘

“aku tak mungkin merelakanmu begitu saja jika – “

Songgun membalikkan tubuhnya kembali menghadap Jiyong “mianhae “ potong Songgun cepat

Seperti mendapatkan petir dimalam hari, Jiyong merasa gemetar mendapati permintaan maaf dari Songgun

Jiyong mengepalkan tangannya “hya … ke-kenapa kau minta maaf eoh .. kau .. kau sungguh-sungguh ingin membatalkannya …“

“Jiyong-ssi .. aku mungkin sangat keterlaluan melakukan ini , tapi -”

“Andwae..!!!” Jiyong histeris berteriak

“omona “ Songgun berlonjak kaget “hya oppa~…. aku sangat keterlaluan mengerjaimu hingga sepanjang ini eoh kkkk “ Songgun tak bisa menyembunyikan kegeliannya telah berhasil mengerjai namjanya itu “kkkk kau kena oppa kkkk”

“hya. Hya. … kenapa kau malah tertawa eoh …” Jiyong menatap Songgun bingung “apa maksudmu mengerjaiku eoh “

“omo .. omo …” Songgun memegangi perutnya yang sakit karena terlalu keras tertawa. Seperti lupa akan kejadian dipantai tadi, sampai-sampai Songgun tertawa terbahak-bahak “terlepas dari kejadian Sungmin tadi , aku berniat mengerjaimu oppa kkk , aku hanya pura-pura marah ,,, mianhae …”

“Mwo ??? beraninya kau … Kwon SONGGUN !!!”

Tap tap tap hap ~ Dengan cepat Jiyong berlari kearah Songgun

“hyaa … naga jelek apa yang kau… hyaa !” Songgun mulai berlari “hyaaaa… aku kan sudah minta maaf padamu oppa …”

“aiihhh … setelah kau membohongiku kau sekarang berani mengolokku eoh … tunggu kau … yakkk” Jiyong tepat dibelakang Songgun sekarag. Saat tangannya akan menggapai Songgun, Songgun mempercepat lajunya

“kau tak akan bisa oppa ,,,asal kau tau saja oppa, aku ini pelari tercepat di Sma dulu eoh”

Mereka berlarian ditepi pantai dengan deburan air laut yang tidak terlalu kencang. Disaat Songgun dalam kecepatan maksimal tiba-tiba

Buk

“yakk ..” kaki Songgun tak sengaja menyandung karang yang tertutupi pasir. Alhasil kini ia tersungkur “aishh oppaa kkk yakk” Songun sedikit histeris saat Jiyong akan menangkapnya

Jiyong menahan tangan Songgun “hya,,, tertangkap kau.. kau benari membohongiku eoh ”

“hmm mianhae mianhae oppa … aku hanya ingin kkkk menggodamu … yakk .. sudah lepaskan eoh “ Songgun meronta tapi dengan kuat Jiyong menahannya

“tidak semudah itu hmmm “ Jiyong mulai mengangkat Songgun ala bridal “kau harus dihukum “

“yakkk shireo oppaa~~” Soggun lebih keras berteriak saat Jiyong membawa dirinya kearah villa Jiyong

Jiyong memamerkan smirknya  “hukumanmu menanti chagi ..”

….

Jiyong kini sudah membawa Songgun masuk kedalam villa pribadinya yang  dindingnya sebagian besar terbuat dari kaca dan sebuah grand piano persisi seperti diapartement Jiyong tertata rapi di sudut ruangan villa ini.Saat tiba diruang tengah, Jiyong menurunkan Songgun.

“hya,,,, oppa inimmpptt” dengan cepat Jiyong mencium ganas Songgun menangkup kedua pipinya dengan tangan dan mendorongnya serta memojokkannya kedinding yang ada disana

“emmmpp opp!!” Songgun ingin berteriak tapi Jiyong tak menghiraukannya dan serius mengerjai bibir Songgun

“ahhhmmpp” kepala Jiyong beberapa kali ia miringkan kekanan dan kekiri untuk mencari gaya yang pas untuk pergerakan bibirnya

“euhh” Songgun mulai terbawa suasana saat satu tangan Jiyong menekan tengkuk Songgun untuk memperdalam ciumannya dan tangan yang lain ia masukkan kedalam kaos kedodorannya

“ark ..” Songgun sedikit kaget dan membuka mulutnya yang tentu saja tidak disia-siakan oleh Jiyong untuk semakin menghisap bibir bawah Songgun

“uhhhmmm “ Songun mendesah saat tangan nakal Jiyong menggelitiki punggungnya dan bermain disekitaran pengait branya

“ehhh” lidah Jiyong ia masukkan kedalam mulut Songgun untuk mengajak lidah yeojanya itu saling berbelit

Songgun memejamkan matanya saat ia berusaha mengimbangi dan membalas ciuman bibir Jiyong. Ia menyesap dan sedikit menggigit bibir bawah Jiyong hingga membengkak

Cklek ~ Songgun segera membuka matanya lebar saat pendengarannya menangkap suara itu. Beberapa detik kemudian ia dapat merasakan sesuatu kain yang tadinya menempel ditubuhnya perlahan merosot dan jatuh. Tanpa melihat Songgun sudah tau bahwa kain itu adalah bra pink tanpa talinya yang sudah jatuh kelantai

“ahhh…” jiyong melepaskan ciumannya dan segera turun mengerjai leher Songgun dan kedua tangannya ia masukkan kedalam kaos Songgun dan dengan cepat meremas dua gundukan kembar milik Songgun

Songgun mendongak “ohhhh ssstt emmm” Jiyong memijat kedua niple Songgun secara bersamaaan. Memelintirnya kuat dan menggoyangnya cepat dengan ujung jarinya

Jiyong masih menjilati leher Songgun dan menghisap kuat disana sehingga tanda kemerahan kini menghiasi leher putih Songgun

Songgung menjambak rambut belakang Jiyong menahan nikmat “ahhh oppaaa“ ciuman Jiyong turun hingga kini ia sudah sampai dibagian dada atas Songgun yang terlihat

Jiyong sedikit menundukkan tubuhnya dengan tangan yang masih aktif meremas payudara Songgun hingga membengkak lalu memutarnya kencang seperti adonan roti

“ahh … ahhh” Songgun semakin menggelincang tak kala mulut Jiyong menggoda nipl Songgun dengan gigi-giginya. Jiyong menggigit kecil nipl Songgun yang masih tertutup dengan kaosnya

Songgun merasakan nikmat dan geli secara bersamaan karena bahan kaos yang sedikit kasar membuat niplnya berdiri jika bergesekan dengan gigi Jiyong“geli eumm.. jeball “ Songgun berusaha memberitahu Jiyong apa yang ia rasakan

Jiyong menghentikan aksinya dan dengan cepat melepas baju Songgun. Kini ia bisa melihat langsung gundukan kemerahan kembar Songgun yang cantik. Jiyong segera menarik songgun duduk di sebuah sofa panjang yang ada ditengah ruangan ini.

Jiyong membawa Songgun untuk duduk di pangkuannya dengan kedua kaki Songgun ia lingkarkan dipinggangnya. Tangan kanan Jiyong menekan pinggang Songgun kedepan dan alhasil dada Songgun membusung

“ahhh..”Songgun dibuat mendesah lagi oleh Jiyong saat dengan cepat Jiyong memasukkan nipl Songgun kedalam mulutnya dan menghisapnya kuat. Sementara tangan kiri Jiyong ia gunakan untuk mengerjai nipl Songgun yang satunya

“uhhh” tangan Songgun ia kalungkan dileher Jiyong untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh “ahhh,,ahh eummm” ia menjambah rambut Jiyong saat ia merasakan bendah basah nan lunak menggoyang ujung nipnya didalam mulut Jiyong

“ahhmmmtt opppaaa “ lidah Jiyong menyapu melingkar dinipl Songgun dan sesekali menusuknya tepat dibagian lubang kecil yang berada ditenga-tengahnya

Jiyong juga melakukan hal sama pada nipl Songgun yang satunya “ahh ahh ahh”

Salah satu tangan Jiyong merambat turun dan segera membuka kancing hotpanst Songgun. Tanpa melepas hotpantsnya, Jiyong menelusupkan tangannya tersebut kedalam dalaman Songgun

“Ahhhh “ Jiyong sedikit hafal dengan letak clitoris Songgun sehingga ia dengan cepat menemukannya dan segera menggesekkan dengan jari telunjuknya

Songgun mencengkram bahu Jiyong “ahhhmmm … oppaaa… kau haruss ohhh melepaskann ithuuu” Songgun sedkit susah payah mengutarakan keinginannya. Gerakan Jiyong tidak leluasa jika hotpantsnya tidak terlepas dan secara otomatis Songgun tidak merasakan nikmat sepenuhnya

Tapi Jiyong memang sengaja melakukannya, ia harus menghukum Songgunkan ?

“ammpp…” Jiyong masih menghisap kuat nipl Songgun dan jarinya ia putar-putarkan di clitoris Songgun “aku tak tau cara melepaskan ini hmmm… kau bisa membantu oppaa” kata Jiyong polos yang ingin menggoda Songgun yang sudah terangsang hebat

“ahhmm ndee… chakka mann” Songgun sedikit mendorong Jiyong melepaskan diri dan segera bangkit dari pankuan jiyong. Dengan cepat Songgun melepas hotpants beserta dalamannya sendiri tepat didepan Jiyong

Dengan posisi duduk, Jiyong sengaja melingkarkan lengannya dipinggang polos Songgun “aigoo… kau ingin membangunkan seekor naga rupanya … benari sekali hmmm”

“kau yang menyuruhhku kanhhh “ Songgun mencengkram rambut Jiyong karena Jiyong kini meniup-niup vaginanya pelan “oppaa…ahhhh” Songgun semakin mendongak karena tangan Jiyong kini merambat kebelakang , meremas lembut pantat Songgun “ahhh..ahhh”

Jiyong yang masih meniup – niup vagina Songgun, kini bisa melihat wajah Songgun yang semakin merah. Ia kemudian mulai lebih mendekatkan wajahnya kearah vagina Songgun yang ditumbui beberapa mulu halus yang semakin terlihat sexy dimata Jiyong

Cup cup

“sttt … ahhh” Jiyong mulai mengecup vagina Songgun dan menghirup wangi khas kewanitaan yeojanya itu. Tangan Jiyong perlahan mulai masuk kelipatan paha dalam Songgun dan terus hingga masuk kedalam vagina Songgun

“kau sudah basah chagi…” Jiyong merasakan jemarinya basah

“nde sstt” Songgun memejamkan matanya saat jemari Jiyong bergerak perlahan maju mundur divaginanya “jeb jeballl palliwhaaa oppaaaa”

“baiklah ,,, “ Jiyong dengan cepat berdiri merengkuh pinggang Songgun tanpa melepaskan 3 jarinya didalam vagina Songgun “mendesahlah untuk ku em ?”

Songgun melingkarkan satu kakinya di pinggang Jiyong “nde …”

Setelah mendengar persetujuan dari Songgun, Jiyong segera menggerakkan cepat jemarinya dan mengenjai clitoris Songgun dengan ibu jarinya

“ooowhhh ahhhh oppaaa yeahhhh” Songgun mencengkram surai belakang Jiyong “itss greatt uhhhh” kini Songgun melingkarkan satu lagi kakinya dpinggang Jiyong alhasil Jiyong harus menahan pantat Songgun dengan satu tangannya yang bebas

“omona… kau berat chagi ….” Jiyong membawa Songgun berjalan mendekati grand pianonya dan mendudukkan Songgun diatas tult yang tertutup dan Jiyong duduk dikursi kayu depan  piano. Gerakan tangan Jiyong sedikit melambat karena ia membenarkan posisi duduknya

“ammmppt oppaa.. jangan berhentii eoh ahhh” protes Songgun melebarkan kakinya sendiri

“baiklah baiklah … mianhae “ Jiyong kembali mempercepat gerakan jarinya dan hal itu membuat payudara Songgun yang berada ditepat didepan wajah Jiyong bergerak bebas. Jiyong dengan cepat memasukkan payudara Songgun kedalam mulutnya menghisap kuat

“ahhh oppaaaa … akuuu ingiinn samppaiii”

“mwo ?? cepat sekali ..eumm baiklah.. kau harus memanggil namaku keras saat mendapatkannya ..”

Songgun mengangguk. Ia merasakan otot vaginanya berkedut cepat menjepit jemari Jiyong yang masih aktif keluar masuk“ahhh Jiyongg oppaaahh ahhh … lebihhh cepattt hhhhh”

Dinding mis v Songgun semakin menebal dan Jiyongpun tau Songgun akan mendapatkan klimaks pertamanya. Dengan cepat ia mengubah gaya gerakan jarinya. Dengan keras ia menyentakkan ketiga jarinya masuk kedalam miss v Songgun berulang kali

“ahh Jiyong ahh … kau hebatt ahh ssstttt sedikitt lagi ahh” setiapa kali Jiyong menyentakkan jarinya, tubuh Songgun ikut terangkat keatas sehingga saat tubuhnya jatuh kebawah, Soggun bisa merasakan jari Jiyong semakin menusuk kedalam

“ahhh yeahhh Ji jiyoongggg opp-AAAA” Songgun mendongak dan mengejang saat merasakan cairan cintanya berhasil keluar membasahi jemari Jiyong

Mulut Songgun yang terbuka membuat kesan sexy semakin bertambah dimata Jiyong “senikmat itu em?” kata Jiyong saat mengeluarkan jemarinya

Songgun hanya mengangguk mengatur nafasnya

Jiyong lalu mengemut jarinya yang basah terkena cairan cinta Songgun “emm.. mashitaa “

“aihh.. itu menjijikkan oppa…” Songgun turun dari atas piano lalu duduk diatas pangkuan Jiyong lalu bersandar didada Jiyong “apa kau pernah melakukannya dengan Dara eonni ?”

Jiyong mengelus punggung polos Songgun “hufftt …”

“hei.. aku hanya bertanya… jangan mendengus didepan calon menantu Kwon Group eoh” Songgun sedikit memukul dada Jiyong

Jiyong tersenyum mendengar itu “jinjja? Menantu Kwon group? Pasti Kwon Jiyong sangat beruntung memiliki calon istri se-sexy ini” bisik Jiyong menggoda Songgun

Songgun menarik kepalanya dari dada Jiyong “aish .. oppa .. kau menggodaku lagi “ Songgun tersenyum malu saat pipinya merona merah

“aigu aigu… kau terlihat semakin sexy jika seperti ini emm”Jiyong mengelus pipi kemerahan

“kau cukup menjawab pertanyaanku oppa.. jangan menggodaku emm”

Jiyong mengangguk “apa pertanyaanmu tadi? Oppa lupa “ Jiyong memang sengaja ingin mengerjai Songgun

“aishh …. “ dengus Songgun

“hyaa… kali ini jangan mendengus didepan calon menantu Presdir Kang eoh .. “ jawab Jiyong dengan senyum mengejek

“yakk oppaa… kau memutar-mutarnya eoh .. jawab saja pertanyaanku tadi !!!” Songgun kesal mengerucutkan bibirnya

“kkkkk… nde nde baiklah “ Jiyong menyubit pipi Songgun “aku hanya pernah menciumnya . tak pernah sejauh ini …”

Songgun memiringkan kepalanya “jinjja ? wae ? bukankah Dara eonni lebih –“

“aniyo… kau lebih dari segalanya menurutku chagi ..” Jiyong semakin melingkarkan lengannya di pinggang Songgun

Pipi Songgun kembali merona “gomapta oppa ..” hanya itu jawab Songgun sebelum ia kembali memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada Jiyong

Jiyong menyandarkan dagunya di bahu Songgun “cheonma chagi … dan mianhae .. aku tak bisa melindungimu dari Sungmin tadi ”

Songgun mengangguk “ini juga salahku meminta oppa untuk menjauh dariku ..”

Jiyong menegakkan bahu Songgun untuk menghadapnya “dengar.. meskipun kau hanya berniat untuk mengerjai oppa tadi, tapi ada yang perlu kau ketahui . aku tak pernah sedikitpun untuk meragukanmu chagi .. Dara adalah masa laluku dan Sungmin adalah masa lalumu jadi aku rasa itu sudah tak penting lagi untukku … yang terpenting sekarang adalah hanya kita dan takdir kita kedepan emm … kau mau menjadi takdirku kan ?” dengan pandangan Jiyong yang teduh membuat Songgun bergetar hatinya

Songgun kembali mengangguk “kau membuatku merasa sangat bersalah oppa … jeongmal mianhae .. aku mau jadi takdirmu ..” mata Songgun kembali berkaca-kaca

“ashhh … sudah berapa kali kau menangis hari ini eoh … kau cengeng sekali “ Jiyong mengelus alis Songgun

Songgun menekan matanya sendiri dengan tangannya agar air matanya keluar dan tak menangis lagi “hya … aku ini anak tunggal jadi jangan salahkan aku jika aku terlalu cengeng.. eomma tiriku yang terlalu memanjakanku oppa”

“itu tak menjadikan alasan eoh..”

“aku tak peduli jika kau tak suka sifat cengengku wekkk “ songgun menjulurkan lidahnya mengejek Jiyong

“aishh sudahlah … kajja pakai bajumu eoh … aku tak ingin kau sakit “

Songgun kaget dengan perintah Jiyong “nde ? oppa tak ingin melanjutkanya.. oppa kan belum ..”

“masih ada banyak waktu untuk menghabisi tubuhmu emmm … malam ini kita cukup beristirahat disini dan besok kita harus segera kembali ke Seoul”

“yakk…  menghabisi apa eoh .. aku tak suka mendengarnya ..” Songgun turun dari pangkuan Jiyong lalu berjalan kesal kearah sofa untuk mengambil bajunya

Darah Jiyong sedikit berdesir saat melihat Songgun berjalan full naked tanpa sedikitpun rasa malu padanya . Tapi dengan cepat Jiyong mengalihkan pandangannya saat Songgun mulai memasang bra dan busananya yang lain agar ia tak menyerang Songgun malam ini.

“kkk….  baiklah mianhaee .., aku tak akan mengulanginya lagi … kajja kita kekamar “ Jiyong melangkah terlebih dahulu kearah anak tangga menuju kamarnya

Grep

“omona ..” Jiyong kaget saat tiba-tiba Songgun meloncat ke pungungnya dan reflek kedua tangan Jiyong ia gunakan untuk menahan pantat Songgun agar tidak jatuh

“aku akan memaafkan oppa jika kau menggendongku malam ini “ kata Songgun yang sudah mengeratkan lengannya dileher Jiyong dari belakang

“emmm baiklah aku akan melakukannya untuk calon istriku ini .. pegangan eoh “ Jiyong mulai melangkah naik menyusuri anak tangga

Songgun mengangguk , lalu kemudian Songgun teringat sesuatu. Hal yang Songgun pikirkan saat ia mendiami Jiyong tadi “oh ya oppa..setelah aku berfikir, bukankan lebih baik kita mengadakan presscon untuk menjelaskan hubungan kita secepatnya oppa, masalah eomma maksudku nyonya Han jangan terlalu difikirkan … aku sudah merasa tidak apa-apa”

Jiyong menghentikan langkahnya ditengah anak tangga “oh jinjja ?  kau yakin”

“nde … semua orang yang ada dipestamu pasti sudah bertanya-tanya “siapa yeoja yang bersama GD itu? Apa itu yeojachingunya?” itu pasti akan mengganggu konsentrasimu oppa… jadi bagaimana ?”

Jiyong sedikit memikir “em baiklah … aku setuju denganmu chagi … setelah sampai di Seoul, aku akan meminta menejerku untuk mengurus semuanya” Jiyong kembali melanjutkan langkahnya

Songgun tersenyum lalu mengecup tengkuk Jiyong“emm gomawo oppa … saranghae “

TBC

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,094 other followers

%d bloggers like this: