INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

Alone In Love (part 2)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author           : HK (leehana76)

Tittle                : Alone in Love (part 2)

Kategori          : Romance, Marriage life, complicated.

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

View original 3,751 more words

Alone In Love (part 1)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author           : HK (leehana76)

Tittle                : Alone in Love (part 1)

Kategori          : Romance, Marriage life, complicated.

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

View original 3,723 more words

Hotelier Part VII [ End B ]

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Sora
Cho Kyuhyun
Others..

Real Ending…
Author Pov…

Selamat pagi Tuan Cho”

“Ah kau pulang cepat Tuan”

“Selamat Sore Tuan Cho”

“Tenang saja kamarmu sudah bersih Tuan”

“Ya Cho Kyuhyun”

“Kyuhyun-a aku mencintaimu”

“Cepatlah pulang Kyu”

“Aku hamil”

“Cepatlah datang Kyu,”

“Kyu”

Bunyi alat pemanas ruangan memenuhi pendengaran seorang pria. Seorang pria yang hampir seminggu ini tertidur dengan mimpi yang tak indah. Ia bermimpi sang pujaan wanita pergi meninggalkannya. Dengan air mata menderai jiwa. Cho Kyuhyun.

Perlahan tapi pasti Kyuhyun mulai menggerakan otot matanya. Mencoba melihat cahaya terang yang menyilaukan.

“So-ra” desisnya pelan.

“Kyuhyun-a” teriak seorang wanita yang merasa terkejut melihat Kyuhyun yang mulai sadarkan diri.

“No-ona” panggil Kyuhyun pelan seolah berbisik. Tidur selama seminggu lebih membuat tenaganya hampir kosong. Benar-benar kosong.

“Kau mengenalku? Kau ingat aku Kyu” tanya wanita itu memastikan.

“Ahra Noona” panggil Kyuhyun lagi tak kalah pelan dengan sebelumnya.

“Ya…

View original 4,071 more words

Marrying The Mafia (part 5)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author           : HK (leehana76)

Judul                : Marrying The Mafia (part 5)

Cast                 : Lee Donghae, Yoon Sena (OC), Jung Nanjeong (OC), Xi Luhan.

Kategori          : romance, marriage life.

View original 3,867 more words

Mistake Loving You part 9

annyeong… thor minta maaf karena baru post nexk ff sekarang. Thor kemarin ada ujian praktek dikampus jadi yang lumayan sibuk. Bocoran aja ff ini sudah mau habis jadi ikutin terus nde.. sebelumnya juga thor minta maaf mungkin next ff ini akan post sedikit lama karena thor ada ujian akhir semester jadi mohon pengertiannya nde. Terima kasih untuk semua pembaca dan komentator yang uda setia menunggu ff ini.. Tetep ya komen dan saran ditunggu .. Hantu Typo masih setia di ff ini -_- .. Chaaa

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 9

Main  Cast       : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

And other cast

Rating             : +17

Genre              : Sad, Romance and NC

= = =

“chagiya … kau sadar eoh … aigooo apa yang sebenarnya terjadi emm “ Jiyong memeluk kepala Songgun dan membenamkan di bahunya lalu Jiyong mengecup kening yeojanya. Tapi JIyong masih belum bisa bernafas lega

“op- oppa … gwanchanayo “ Songgun berkata begitu lirih dengan bibir keringnya yang pucat

“kau terluka ? siapa yang menyerangmu emm ?”

Songgun menggeleng “aniyoo..” dia masih sangat lemah

“aishh berapa lama kau pingsan eh …  kau senang membuat oppa hampir mati karena khawatir eoh “

Hal yang tak Jiyong sukai dari Songgun adalah Songgun selalu saja tersenyum disaat Jiyong  sangat mengkhawatirkan Songgun seperti sekarang ini

“hya … kau tersenyum lagi eoh !! aish kau menyebalkan “

Songgun memudarkan senyumannya, ia berniat membuat Jiyong tidak khawatir tapi entah kenapa tekanan dihatinya semakin membesar saat melihat manik tegas Jiyong. Membuatnya ingin menangis

“aku ingin menangis oppa …” Songgun langsung menarik dan memeluk tengkuk Jiyong dan membenamkan wajahnya disana “hikss ..” Songgun langsung terisak

“hya chagiyaaa ~ ada apa eoh “ Jiyong semakin khawatir memegangi kepala Songgun

Tapi Songgun semakin terisak saat Jiyong mengelus kepalanya dan memeluknya erat

Mata Jiyong menangkap amplop misterius yang tergeletak disamping tas Songgun

‘apa itu ..?’

“hiks hiks … aku hanya.. jeongmal mianhae oppa hiks..” Songgun melongarkan pelukannya “aku .. aku “ sambil membenarkan duduknya Songgun kesulitan untuk berbicara karena nafasnya terputus-putus karena sesak

“hya tenang emmm” Jiyong mengusap air mati Songgun yang banyak mengalir dipipi Songgun “jangan banyak bicara dulu … kita bicarakan semuanya dirumah..”

Songgun kembali terisak dan menggeleng keras karena tidak setuju dengan pemikiran Jiyong. Entah karena terlalu keras menggeleng atau efek pingsannya, kini kepala Songgun terasa berputas

Jiyong menghela nafas berat “baiklah … apa yang ingin kau katakan emm?” salah satu tangan Jiyong merangkul bahu Songgun dan satunya merapikan poni lepek Songgun terkena keringat

“arkk” Songgun mengeram pelan sambil memejamkan matanya “aku …. arkk” Songgun mencengkram kepalanya “aku ..” seperti ada lubang hitam yang kini berputar-putar didalam kepalanya. Hingga semakin lama lubang itu semakin besar dan menghisap tubuh Songgun

Mimik Jiyong berlonjak lebih khawatir “mw-mwo ya ? chagiya …” Jiyong menepuk pipi Songgun yang diketahui kembali pingsan “aish.. “ Jiyong langsung menggendong ala bridal Songgun “kenapa selalu keras kepala seperti ini“

“sampai kapan kalian seperti orang bodoh eoh !! bukakan mobil cepat” Jiyong berteriak keras kearah Yunho dan Nakata yang masih menunduk didepan mobil

Keduanya terkejut tapi dengan cepat Yunho berlari kearah mobil Jiyong dan membuka pintu

“dan kau.. ambil tas Songgun” perintah Jiyong pada Nakata sebelum memasukkan Songgun kedalam mobil

“ba-baik tuan “ dengan cepat Nakata mengambil tas beserta amplop Songgun

Jiyong masih tak terima dengan perilaku keduanya. Mungkin jika Jiyong tau Songgun lah yang meminta keduanya untuk ditinggal, mungkin Jiyong tak semarah ini. Tapi tetap saja keduanya merasa bersalah karena tidak mengawasi nonanya tapi malah pulas tertidur

*

Hampir 10 menit Jiyong tak berhenti melangkahkan kakinya bertutar-putar tepat didepan pintu kamar Songgun. Didalam, Songgun sudah diperiksa Dokter Mori yang juga dokter keluarga Songgun di Jepang

“em per-permisi tuah . in-ini milik nona Songgun” dengan takut-takut Nakata memberikan tas dan amplop Songgun kepada Jiyong

Jiyong menghentikan langkahnya dan menatap acuh Nakata “kau ingin menjelaskan sesuatu eh “ kata Jiyong berusaha untuk mengontrol emosinya sambil menerima tas dan berkas misterius itu lalu ia letakkan diatas nakas yang tidak jauh darinya.

Nakata masih diam.

Jiyong melipat kedua lengan tangannya didepan dadanya “aku menunggumu eo”

“hari ini …” Nakata memberi jeda untuk menelan ludahnya sebelum mengatakan yang sebenarnya pada Jiyong. Meskipun nonanya melarang untuk mengatakan semuanya pada Jiyong tapi ia fikir ia harus menyalamatkan dirinya sendiri agar tidak disalahkan.

“sebenarnya.. hari ini nona bertemu dengan Nyonya Han.. ibu kandungnya “

Jiyong melepaskan kaitan lengannya dan rahangnya tergigit keras mengetahui hal itu “MWO..apa katamu ? Nyonya Han ?” Jiyong mengulangi apa yang diucapkan Nakata.

Nakata mengangguk

Jiyong mendengus kesal“aishhh .. jadi benar ini semua ada hubungannya dengan dia” Jiyong berjakak pinggang

“nona tak mengizinkan aku dan Yunho untuk memberitahukan ini pada siapun . termasuk anda dan tuan besar” Nakata tak berani menatap Jiyong sepenuhnya. Sesekali dalam penjelasannya ia menunduk beberapa kali.

Jiyong menghela nafas berat dan mengusap wajahnya frustasi ‘hahh kenapa kau tak jujur padaku chagi..’ batin Jiyong sedih

“lalu ?” kata Jiyong singkat

“saya.. saya dan Yunho mengantar nona di Luxery Hotel tempat mereka bertemu, kami hanya diizinkan untuk menunggu nona di lobi saja sementara nona masuk untuk menemui Nyonya Han”

“lalu kenapa kalian bisa aada dpantai?” Jiyong masih dingin

“entah apa yang tejadi pada nona, setelah menemui Nyonya Han nona terlihat begitu kacau dan saya bisa melihat nona baru saja menangis. Selama diperjalanan nona hanya diam dan menyuruh kami untuk mengantarnya ke pantai.. saya begitu menyesal karena tak mengawasi nona dengan baik tuan” Nakata membungkuk dalam.

Jiyong menghela nafas lagi dan membuang mukanya bingung. “hah baiklah … kau juga harus menjelaskan semuanya pada tuan Kang saat pulang nanti.. kapan mereka akan tiba.. ahjuma sudah menghubunginya mereka kan?”

Nakata menegakkan tubuhnya lagi “sudah tuan… Ahjuma sudah memberi kabar pada tuan Kang, diperkirakan mereka akan tiba jam sembilan malam nanti”

Jiyong melihat jam tangan hitam yang melingkar di tangannya “baiklah .. kau boleh pergi sekarang”

Nakata mengangguk dan kembali menunduk sebelum mejauhi Jiyong

= = =

Jiyong mengusap sayang rambut Songgun yang kini tertidur pulas akibat obat penenang yang dokter Mori berikan. Jiyong sedikit bisa bernafas lega karena menurut keterangan dokter Mori tadi Songgun hanya kelelahan dan pingsan karena dehidrasi terlalu lama terpapar sinar matahari. Tak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang Songgun alami, itu berarti tak membenarkan kekhawatiran Jiyong yang menduga Songgun pingsan karena diserang kembali.

“kenapa kau menyimpannya sendiri emm..? Jiyong berkata lirih setelah mengecup kening Songgung. Ia merapikan poni Songgun yang sedikit berantakan.

Jiyong bisa melihat, meskipun kini Songgun terpejam tapi ada beban yang tergambar jelas diwajah Songgun. Songgun menutup matanya seperti terpaksa dan terkadang terdengar suara gumaman halus dari mulut Songgun

Jiyong semakin memiringkan tubuhnya untuk merapat pada Songgun lalu mengambil salah satu tangan Songgun untuk ia genggam “apa yang nenek sihir itu lakukan padamu hingga membuatmu seperti ini “

Jiyong masih tak terima dengan perlakuan Nyonya Han yang bisa membuat yeoja yang tadinya begitu ceria saat sarapan pagi kini menjadi yeoja pemurung dalam tidurnya. Mata Jiyong menangkap sebuah amplop tadi yang ia taruh diatas sofa kecil Songgun bersanding dengan tas Songgun.

‘ah amplop itu ‘ Jiyong baru menyadari keberadaan amplop itu, sedikit banyak amplop itu membuatnya penasaran. Perlahan ia bangkit dari ranjang Songgun membuat ranjangnya sedikit berderik. Jika menurutnya derikan ranjang terlalu keras, Jiyong berhenti dan lebih mengurangi gerakannya.

Setelah memakai sandal hitam polos rumah Songgun, Jiyong mulai melangkah kearah sofa dan mengambil amplop itu dan segera membukanya.

Saat membaca baris pertama dari mana surat itu berasal, Jiyong mengerutkan keningnya. Lalu saat ia kembali membaca hingga bagian tengan isi Jiyong yang berhasil membuat Jiyong begitu syok.

“mwo ..? “ Jiyong mengangakan mulutnya mengetahui bahwa itu adalah surat pembatalan akta lahir Songgun “ashh… kau benar-benar bukan manusia ..” Jiyong ingin megemas dan menghancurkan surat itu tapi ia batalkan karena pintu kamar Songgun terbuka cepat.

“Songgun ah “ setelah membuka pintu terlihat ahjuma berlari kearah ranjang Songgun dan diikuti dengan ajussi yang sudah sangat dikenal Jiyong sebagai appa Songgun

“eommanim.. appanim “ tanpa memasukkan suratnya kembali pada amplop, Jiyong menaruh tepatnya melemparnya lagi keatas sofa lalu menghampiri kedua calon mertuanya itu

“ah Jiyong ah “ Tuan kang menghentikan langkahnya tepat didepan Jiyong yang menghampirinya

Jiyong membungkuk memberi salam “jeosoamnida appanim” tapi appa Songgun tersenyum malah merangkul bahu Jiyong

Sebenarnya Jiyong tak perlu minta maaf karena ini sama sekali bukan salahnya kan ? Tapi entah kenapa Jiyong marasa bersalah karena ia tak menjaga Songgun dengan benar meskipun itu tterjad karena ulah Songgun sendiri yang tidak jujur

“hya… apa yang terjadi eh,, kenapa bisa seperti ini “ dengan air mata yang mengalir namun masih dengan nada suara pelan, eomma Songgun mengelus rambut anak tirinya itu

“hya.. tenanglah yeobo.. kau bisa membangunkannya “ appa Songgun berusaha menenangkan istrinya dengan menepuk ringan bahu istrinya “kau tolong jaga Songgun, biar Jiyong yang menjelaskan semuanya padaku “

“kenapa tidak bicara disini saja eoh… aku juga tahu semua ini ada hubungannya dengan nenek sihir itu kan” tanya eomma Songgun sedikit marah

“aku tak mau Songgun terbangun yeobo … kajja Jiyong “

Jiyong mengangguk dan mengikuti tuan Kang yang sudah keluar terlebih dahulu. Tak lupa sebelum keluar ia mengambil surat pembatalan akta lahir Songgun. Ia berniat untuk memberitahukannya pada appanim

Tuan kang mengajak Jiyong masuk kedalam ruang kerjanya yang berada dilantai bawah dekat dengan kamar tuan Kang. Ruangan ini sama seperti ruang kerja kebanyakan Presdir perusahaan yang Jiyong ketahui. Hampir mirip dengan ruangan aboejinya, hanya saja jika ruangan aboejinya didominasi warna hitam putih, ruangan ini didominasi warna coklat

Meja kaca hitam, satu kursi dibelakangnya dan juga beberapa rak buku tinggi yang terisi penuh dengan buku-buku tebal milik tuan Kang. Disalah satu sudut dinding Jiyong bisa melihat satu bingkai foto yang tergantung. Foto tuan dan Nyonya kang yang duduk menggunakan setelah busana formal nan mewah. Disamping eomma Songgun_tiri, Songgun berdiri mengenakan dress selutut berwarna putih tengah memeluk bahu eommanya dengan senyumnya mengembang.

Jiyong ikut tersenyum melihatnya.

Tuan kang duduk dideretan sofa warna coklat pudar yang tertata didepan meja kerjanya  “duduklah “

“nde “ Jiyong duduk disamping tuan Kang “appanim pasti memandangku buruk kan ?” Jiyong menunduk

Tuan kang tersenyum “ashhh aniyaa… kau tau aku sangat menyayangimu Jiyong ah .. ini bukan salah mu” lalu ia menepuk bahu Jiyong

Jiyong menegakkan wajahnya lalu menyunggingkan senyum “aku tak tau kenapa Songgun tak jujur pada ku appanim “ Jiyong tampak ssedih tapi ia berusaha tersenyum

“hah… karena Songgun tak mau kau khawatir nak.. dia begitu menyayangimu “ tuan kang mengatakan dengan tenang “Nakata sudah menjelaskan semuanya … aku tak tau apa niat wanita itu sebenarnya’” tuan kang memijat pangkal hidungnya karena sedikit pusing

“mungkin ini yang menjadi alasannya appanim “ Jiyong menyerahkan surat itu

Tuan kang menerimanya dengan dahi mengerut saat mulai membacanya “aishhh Jinjja .. kenapa – aihh “ tuan kang membanting surat itu keatas meja karena emosinya meninggi. Ia sudah tak bisa berkata apa-apa lagi tak habis pikir dengan tingkah mantan istrinya tersebut.

“Akh perempuan itu “ tiba-tiba tuan Kang mencengkram kepalanya yang merasa pening yang teramat sakit

“ap appanim ~ gwenchana ..” Jiyong menahan bahu tuan kang yang hampir limbung “chakkaman.. akan ku panggil dokter Mori” Jiyong bersiap bangkit

“andwae .. “ tangan tuan Kang telulur menahan Jiyong “aku baik-baik saja “ tuan kang membenarkan duduknya

“tapi appanim ..” Jiyong masih khawatir

“sudahlah …” tuan  Kang tau dia bisa menahan sakit kepalanya yang biasanya ia rasakan ketika perusahaan mengalami permasalahan

Akhirnya Jiyongpun pasrah dan kembali duduk “hahh.. appanim sama saja dengan Songgun .. keras kepala”

Hal itu hanya ditanggapi tuan kang dengan senyuman

Tuan kang menghirup dalam dan mengembuskannya “aku seharusnya berusaha lebih keras untuk memenjarakan dia bersama anak buahnya itu” mungkin karena peningnya yang membuat ia tak sadar mengatakan hal itu pada Jiyong

Jiyong begitu kaget mendengarnya “mwo ? memenjarakannya? Jadi benar pelakunya adalah nyonya Han ? “

Tuan kang gugup “nd nde ?” lalu ia berdecak kesal karena ia tak sengaja mengatakannya “ah maksud appa –“ Tuan Kang menggantungkan katanya bingung. Entah kenapa ia begitu payah mengarang alasan untuk mengelabui Jiyong agar percaya padanya meskipun itu dalam prosentasi kecil

Setelah beberama membuat Jiyong menunggu, akhrnya tuan kang menyerah dan menghela nafas pasrah. Tuan kang menggeleng “nde, maafkan kami Jiyong ah, kami merahasiakan ini bahwa sebenarnya pelakunya sudah tertangkap “

Jiyong tak mengerti “maksud appanim ? “

“polisi sudah menangkap pelaku yang berada di TKP penyerangan Songgun yang ternyata anak buah wanita itu”

Mata Jiyong terbelalak “mwo ? jadi benar wanita itu… tapi kenapa polisi tak menangkapnya juga appanim ? “

“karena pelaku memberi pernyataan bahwa ini adalah kehendaknya sendiri.. dia mengaku sebagai fans mu”

“ashhh dan polisi percaya begitu saja …apa mereka sebodoh itu ?..  bukankah appanim sudah memiliki bukti yang kuat mengenai CCTV  ?” nada Jiyong meninggi setiap kalimatnya

“tenanglah “ tuan kang berusaha menenangkan Jiyong yang kini nafasnya memburu tak terima atas kasus ini

“hukum Jepan berbeda dengan bukum di Korea Jiyong ah, polisi tidak bisa mengintrogasi lebih lanjut jika pelakunya sendiri yang mengakui semua perbuatannya”

“tapi , tetap saja ..”

“mau tidak mau inilah yang terjadi “ tuan kang juga terlihat sedih “sebenarnya aku bisa saja memberi uang pada polisi untuk menangkap wanita itu tapi tentu saja Songgun tidak mau”

Jiyong tak bisa berkata-kata menanggapi penjeasan appa Songgun. Jiyong terpaku menyandarkan tubuhnya disofa, lalu memejamkan matanya dengan memijit pelipisnya tanda frustasi.

“kenapa appanim baru memberi tahukan ini sekarang ? ..apa Songgun yang memintanya appa ?” tebak Jiyong menegakkan tubuhnya dengan nada putus asa

Tuan Kang mengangguk menepuk punggung Jiyong “Songggun takut kau akan kecewa karena tidak bisa memenjarakan Han.. Dia terlalu menyayangimu .. maafkanlah dia..”

Jiyong tak membalas kata tuan Kang barusan, yang bisa ia lakukan hanya tersenyum samar pada mertuanya itu.

Jiyong menghela nafas “sebenarnya aku berencana menikahi Songgun minggu depan appanim”

“nde ? jeongmal ?” tuan kang sedikit kaget

“nde .. niatnya aku akan membicarakan ini setelah kau pulang appanim, tapi dengan kejadian ini..” Jiyong sedikit memberi jeda “aku akan menunda pernikahan kami”

= = =

Cleck..

Jiyong membuka kamar Songgun, ia langsung mengembangkan senyum kecilnya saat melihat Songgun sudah bangun dan kini tengah duduk menyandar pada hanboard ranjangnya. Pesaraan Jiyong begitu beragam, ia senang karena melihat Songgun sudah bangun, marah kepada Nyonya Han dan sedih karena Songgun menyembunyikan semuanya

“oh, oppa “ Songgun ikut tersenyum setelah sedikit kaget melihat yang masuk bukan eommanya

“kenapa bangun emm … ini masih malam “ Jiyong berjalan mendekati ranjang Songgun

Songgun menggeser duduknya agar Jiyong dapat duduk disebelahnya “aku terbangun karena mendengar eomma menangis tadi”

Setelah duduk disamping Songgun, tangan kiri Jiyong telulur masuk kebelakang tengkuk Songgun untuk memeluk bahu yeojanya dan mengelus rambutnya “eommanim terlalu mengkhawatirkanmu chagi .. terlebih aku“ tangan bebas Jiyong yang lain mengusap pipi Songgun

Songgun menyandarkan kepalanya dibahu Jiyong “hah…aku selalu membebani kalian … mianhae “ kata Songgun tak menatap Jiyong

Jiyong mengecup puncak kepala Songgun, ia sedih mendengarnya

Jiyong terdiam yang masih memeluk Songgun ‘kau selalu mengkhawatirkan ku tapi kenapa aku tak boleh mengkhawatirkanmu chagi. Kau berusahan bemikul bebanmu sendiri karena tak mau melukaiku emm’ kata hati Jiyong

Mengetahui Jiyong hanya diam saja, Songgun mendongak menatap wajah Jiyong khawatir “hya,, kenapa kau diam saja oppa ? ada yang sedang kau pikirkan ?”

Jiyong menggeleng lalu tersenyum lagi “nde .. aku sedang memikirkan pernikahan kita chagi “

Songgun menegakkan tubuhnya “oh kau sudah bicara dengan appa ? bagaimana ? apa appa setuju ?”

Jiyong sedikit memudarkan senyumnya “hah… apa ini waktu yang tepat untuk membicarakan pernikahan kita emm… kau baru saja pingsan dan perlu banyak istirahat ..” Jiyong mengacak rambut Songgun

‘mianhae chagi.. aku membatalkannya ‘ kata Jiyong perih

“bagaimana aku bisa istirahat jika pernikahanku sebentar lagi oppa… aku belum melihat cincin dan gaun yang kau pilihkan untukku? Bagaimana jika aku tak suka ? lalu masalah dekorasi ruangannya … kau tak bertanya padaku bunga apa yang ingin aku jadikan sebagai hiasan dan buket pengantin yang aku bawa nanti”

JIyong hanya diam mengetahui Songgun begitu antusias mengenai pernikahannya. Nyalinya semakin terkikis habis untuk memberi tahu Songgun bahwa pernikahan mereka akan ditunda untuk sementara waktu.

“oh satu lagi …oppa juga tak menanyakan daftar siapa-siapa saja yang akan aku undang kan .. kau tega sekali mengurus semuanya sendiri. Maksudku ini moment sekali seumur hidupku kan oppa.. dari kecil aku sudah memikirkan bagaimana pernikahan impianku nanti.. “ Songgun mengucapkannya tanpa jeda dengan sesekali memanyunkan bibirnya

Sebelum Songgun kembali berbicara Jiyong menyelanya “jadi maksudmu kau ingin menunda pernikahan kita emm ?” tanya Jiyong lembut

Mendengar itu, Songgun terdiam. Songgun menatap Jiyong lekat “hya… bu-bukan begitu oppa.. aku … ‘ Songgun mengangap Jiyong marah

Jiyong berfikir bahwa ucapan Songgun bisa dijadikan ia sebagai alasan untuk membatalkan pernikahan mereka. Tapi Jiyong memang akan mengatakan yang sebenarnya

“baiklah .. oppa akan menunda pernikahan kita ..”

Songgun kaget “nde ? andwaeyoo~…” Songun menggeleng “ oppa marah hanya karena pendapatku eoh .. aishh mianhae .. kau tak bisa membatalkannya begitu saja “ mata Songgun berkaca-kaca

Jiyong menggeleng memegangi pipi Songgun “oppa tidak marah sama sekali.. hanya saja ada hal yang harus oppa selesaikan dengan.. eomma kandungmu”

Deg

Mendengar itu, Songgun langsung teringat sesuatu ‘dimana amplop itu ‘. Songgun menarik tubuhnya sedikit menjauh dari Jiyong lalu mengedarkan pandangannya untuk mencari tas dan amplopnya. Ia hanya menemukan tas di atas sofa tapi tidak dengan amplopnya

Jiyong tahu apa yang Songgun cari, Jiyong menarik lembut dagu Songun untuk kembali menghadapnya “kau menemuinya kan ?”

Tes .. satu tetes air mata berhasil keluar dari mata Jiyong. Atmosfir diantara keduanya kini perlahan berubah gelap dan dingin

Songgun tergagap begitu melihat Jiyong menangis didepannya “op-oppa … kau –“ Songgun tak bisa melanjutkan kata-katanya. Apa yang membuat namja karismatik ini menangis? Pikir Songgun. Apa Jiyong sudah mengetahui semuanya

“kau sudah tau oppa ?” pandangan Songgun semakin buram karena melihat Jiyong menangis membuat tumpukan air mata Songgun semakin banyak. Bahkan jika berkedip saja, air mata Songgun bisa jatuh.

“semuanya.. semuanya chagi … kau tak jujur padaku ”

Songgun menunduk meneteskan air mata. “hiks..” ia mulai terisak. Jadi ini yang membuat Jiyong berbeda dari biasanya. Songgun pikir Jiyong pasti kecewa padanya karena mengetahui semuanya dari orang lain “hiks mianhae,,” Songgun tahu ini pasti akan terjadi, tapi Songgun tidak menyangka Jiyong mengetahuinya secepat ini

Songgun semakin terisak hebat tak kala Jiyong mengusap air matanya “chagi.. kenapa menghawatirkanku sejauh ini emm.. kau memilih untuk menyembunyikan semuanya hanya karena kau khawatir padaku …?”Jiyong menarik kepala Songgun kedalam pelukannya mengusap lembut rambutnya

“mian.. hiksss mianhae.. aku berusaha untuk tak.. membebanimu hikss ..“ nafas Songgun terputus putus membuatnya ia sulit bicara

Jiyong menyandarkan dagunya dikepala Songgun lalu menghela nafas berat “itu artinya .. kau tak mengizinkanku untuk khawatir padamu kan ?” Jiyong juga menangis tapi hanya air matanya yang menetes. Ia berusaha menahan suara isakannya

Songgun menggeleng da kini memandang Jiyong “mian hikss.. aku takut kau tak bahagia denganku nanti oppa.. aku sangat khawatir hikss.. bagaimana jika karirmu meredup karena aku hikss” Songgun bia melihat mata Jiyong yang merah dan basah

Jiyong mengusap membersihkan sungai air mata dipipi Songgun. Jiyong tersenyum “gomawo.. kau pasti melakukan ini karena kau menyayangiku kan chagi “

Songgun mengannguk lalu menyentuh tangan Jiyong yang menangkup pipinya “hikss nde .. mianhae, oppa pasti hikss .. sangat kecewa padaku hikss” isakan Songgun sedikit mereda

“gwenchana .. “ Jiyong memeluk Songgun kembali tapi lebih erat “berjanjilah untuk terbuka padaku ulai sekarang emm “ Jiyong sedikit menimang Songgun dalam pelukannya dan mengusap punggung Songgun berusaha menenangkannya.

Songgun hanya mengangguk

“cha~ sekarang berhenti menangis eoh ..” Jiyong menegakkan bahu Songgun menghadpnya

Songgun tersenyum dengan matanya yang sembab “nde .. kau juga oppa “ setelah menghapus air matanya sendiri, Songgun menghapus sisa air mata Jiyong

“kau pintar merahasiakan sesuatu eo.. mulai dari kepulanganmu dari rumah sakit, penyerangan itu, dan kejadian hari ini “ Jiyong mengembungkan pipinya

Songgun sedikit terkekeh “kepulanganku dari rumah sakit tak masuk itungan .. itu terjadi karena kau yang menyebalkan “

“aishh..” dengus Jiyong dibalas dengan Songgun yang mengajak-ajak gemas rambut Jiyong

Suasananya kini perlahan berubah seperti semula meskipun dalam diri Jiyong masih ada satu ganjalan yang harus ia selesaikan sebelum menikah dengan Songgun

Keduanya tersenyum bersama, kini Jiyong berbaring dengan paha Songgun dijadikan sebagai bantalan  “oppa.. kenapa kau inin bertemu dengan wanita itu ?” tanya Songgun memainkan rambut Jiyong

“aku tak bisa memberitahumu chagi .. kau fokus dengan pernikahan kita saja “

Songgun mengembungkan pipinya “kau membalasku oppa .. sekarang giliran oppa yang tak jujur padaku ? “

“nde .. kau akan tahu sendiri nanti.. jika ku beritahu sekarang kau pasti tak setuju” timpal Jiyong memiringkan tubuhnya menghadap perut Songgun. Ia kemudian melingkarkan lengannya dipinggang Songgun memeluknya erat

“jangan bertindak bodoh eoh ..” Songgun masih membelai rambut belakang kepala Jiyong

Jiyong mengeratkan pelukannya membenamkan wajahnya di perut Songgun “anihh.. aku punya otak yang lebih besarr darihh muhh “ kata Jiyong diperut Songgun yang cukup jelas terdengar

“otak besar dan penuh yadong lebih tepatnya “

Mendengar itu Jiyong menghadap Songgun cepat dengan sunggingan senyum miringnya “kau memancingku eh ?” lalu Jiyong bangkit menatap Songgun intens

“an-aniyoo” songgun merasa gugup

“apa aku boleh menciummu ?” tanya Jiyong merapatkan duduknya dan memeluk bahu Songgun

Mendengar itu Songgun merasa pipinya merah “an- andwaeyo” Songgun langsung membuang mukanya menunduk tapi masih dalam pekulan Jiyong

Jiyong terkekeh karena berhasil membuat yeoja yang mengejeknya kini terdiam gugup.

“oppa.. sebaiknya aka e.. aku kekamar mandemmptt “

Sebelum Songgun melanjutkan ucapannya, dengan cepat Jiyong merapatkan pelukannya dan melumat bibir Songgun lembut. Mata Songgun terbelalak sebentar karena kaget.

Songgun memejamkan matanya perlahan dan ikut membalas melumat bibir bawah Jiyong.

“euh,, eumm” Songgun mengalungkan lengannya memeluk leher Jiyong memperdalam ciumannya

Jiyong masih semangat melumat bibir atas dan bawah Songgun bergantian dengan matanya yang masih terbuka. Ia sangat senang melihat ekspresi Songgun saat berciuman panas seperti ini

Setelah dirasa cukup melihat ekspresi Songgun, Jiyong mulai memejamkan matanya dan menambah hisapan lembutnya menjadi lebih keras. Lidah Jiyong juga sudah masuk kedalam mulut Songgun berusaha membelit lidah Songgun

“ahh.. eumm pintunya oppa ?” tanya Songgun disela ciuman panasnya

Jiyong mendorong Songgun berbaring dan langsung menindihnya “aku sudah menguncinya “ setelah menjawab Songgun, Jiyong kembali melumat menghisap bibir Songgun. Tak lupa Jiyong menggesekkan miliknya yang mulai menegang didalam celana kearah milih Songgun

“eughh” keluh Songgun dengam mata terpejam mengalungkan tangannya. Ia juga ikut menggoyangkan pinggulnya kearah milik Jiyong agar semakin nikmat

“euhh” desah Songgun saat Jiyong melepaskan ciumannya tapi tangan bebas Jiyong merambat meremas dada Songgun membuat Songgun semakin mendesah

“Ahh.. oppaa “desah Songgun bebas meluncur memenuhi seisi ruangan kamarnya

Tangan Jiyong mulai melujuti semua busana Songgun begitu sebaliknya. Sehingga dalam hitungan menit saja keduanya sudah sama-sama polos tanpa busana. Bukan hanya itu kamar rapi Songgun kini kembali terlihat berantakan dengan baju yang berserakan seperti tadi pagi

“ahh..ahh” Songgun semakin kesar mendesah dan menjambak rambut belakang Jiyong tak kala kedua nipplenya kini dimainkan dengan mulut dan jari Jiyong. Lidah Jiyong aktif menjilap dan menghisap nipl kanan Songgun sementara nipl yang lain dipelintir keras dan diputar-putar melingkar

“arkk ahhh” Songgun sedikit tersentak dengan Jiyong yang tiba-tiba memasukkan kedua jarinya ke miss V Songgun lalu menggerakkan cepat

“kau sudah sangat basah chagi ..” seru Jiyong melepaskan hisapannya dari nipl Songgun

“euggg.. lebih cepat oppahhh… akuu sudahh takk tahannn emmpp” Songgun menggigit bibir bawahnya dengan kedua tangan berpegangan di pinggiran bantalnya.

Jiyong menarik jarinya keluar dan segera memasukkan miliknya yang sudah siap menegang didalam miss V Songgun

“ahhh”keduanya mendesah bersama saat alat kelamin mereka berhasil menyatu.

Songgun melebarkan kakinya agar milik Jiyong tertanam sempurna “aku siap oppahh” kata Songgun terenyum

“baiklah.. arghh” Jiyong mulai menggerakkan miliknya keluar masuk perlahan.

“eummm Jiyonghh- lebih cepattt “ Songgun menikmatinya dengan mendesah didepan Jiyong

Jiyong selalu terbakar saat melihat Songgun terangsang seperti ini “baik chagi..” Jiyong kembali melumat bibir Songgun dan mulai mempercepat gerakannya keluar masuk

“eummm ahhh “ Songgun melepaskan ciuman mereka agar bisa mendesah tak kala Jiyong mengubah gerakannya memutar menyentuh G spot Songgun

“uhhh ahhh lebih cepat opppahh” miss v Songgun mulai berkedut cepat “hampir sampai ..”

Jiyong juga mulai merasakan miliknya berkedut. Ia mengangkat satu kaki Songgun untuk dkalungkan dibahunya “arhhh … kau sempit ahh ..” Jiyong menusuk semakin dalam

“ahh nikmat oppa .. aku- aku “ Songgun menggapai tengguk Jiyong agar bisa mencium bibirnya

Jiyong dengan senang hati merelakan bibirnya dilumat panas oleh Songgun

“ahh bersama chagi ..” Jiyong melepas ciumannya lalu menggerakkan semakin cepat dengan memegangi pinggul Songgun

“ah nde.. nde .. erhh “ Songgun mendongak tak kala sesuatu didalam dirinya dibawah sana akan ada yang meledak “AHH~”

“AHHH~”

Keduanya berhasil mencapai klimaks bersama malam itu.

“hos..hos..” nafas keduanya masih memburu. Tanpa melepaskan kontak, Jiyong menggeser tubuhnya disamping Songgun lalu menarik selimut dengan kakinya untuk menutupi tubuh polos mereka berdua

Songgun langsung menyandarkan kepalanya didada Jiyong saat namjanya memeluk erat

“gomapta… kau selalu bisa memuaskanku oppa “ kata Songgun mencium dada berkeringat Jiyong. Ia sangat menggilai aroma tubuh Jiyong setelah mereka bercinta

Jiyong mencium puncak kepala Songgun “cheonma .. aku tak sabar ingin bercinta denganmu setiap hari setelah kita meninta nanti”

Songgun hanya terkekeh, tidak marah. Itu tak masalah menurut Songgun toh aktifitas ini mulai disukai oleh Songgun. Tapi mendengar Jiyong akan melakukannya setiap hari itu membuat Songgun geli. Ia akan sering merasa nikmat dalam desahan yang Jiyong buat. Itu membuat Songgun sedikit memanas.

“kapan kita akan menikah ?”

“kau tak sabar ?” Jiyong malah bertanya balik menggoda Songgun

“aishh” dengus Songgun kesal

Jiyong mengelus pipi Songgun “akhir tahun ini … kali ini kita yang akan mengurusnya bersama “

“lalu bagaimana dengan semua persiapan yang telah kau siapkan oppa … ?”

“aku akan tetap membayar penuh mereka dan itu tak akan membuatku jatuh miskin “

“aihh .. nde kau memang naga kaya yang menyebalkan … aku tetap akan menyewa mereka oppa tapi mungkin aku akan sedikit merubah dan menambahkan beberapa hal yang menurutku sesuai dengan pernikahan impianku oppa”

“emmm terserah kau saja chagi “

= = =

Jiyong terlihat sangat rapi dengan setelan jas warna hitam, kemeja putih dan sepatu vantovelnya. Ia menata rambut young peachnya tersisir kebelakang layaknya akan menghadiri acara formal

“jiyong-ah … semuanya sudang datang.. kajja semua orang menunggumu” kata seorang namja yang memanggil Jiyong yang kini berada diruang make up

Jiyong menghela nafas mengurangi kegugupannya “nde .. aku akan segera keluar” jawab Jiyong yang tanpa memandang asistennya itu. Ia menatap pantulan penampilannya didepan kaca besar meja riasnya

Dengan langkah mantab Jiyong keluar dari ruangan itu berjalan menyusuri koridor panjang. Dengan beberapa orang dibelakangnya yang mengikuti langkah Jiyong, jiyongpun  angsung masuk kedalam sebuah ballroom yang sudah ia sewa untuk acaranya kali ini

Beberapa sorot kamera dan bidikan blit kamera wartawanpun menyambut kedatangan Jiyong yang kini sudah duduk didepan meja besar dengan beberapa mikrofone yang berjejer

TBC

Hotelier Part VII [ End A ]

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Kang Sora
Cho Kyuhyun
Others…

Ending…

Sora Pov..

Cho Kyuhyun…
Aku melihatmu dalam mimpiku…
Kita berpegangan tangan dengan tawa diwajah..
Kau tersenyum aku pun tertaawa..
Namun pada saat aku membuka mata, justru tangis yang menghias jiwa.

“Sora kau tidak apa-apa?” Tanya sahabatku yang sudah berkumpul dikamar kosong ini. Aku ingat, tiba-tiba kepalaku pening hingga aku tak sanggup untuk bangun. Aku pingsan.

Airmataku kembali jatuh mengingat betapa merananya aku sekarang. Jujur saja apa yang harus kulakukan. Harapan  ku hanya satu. Pria ku akan datang dan mengatakan semua baik-baik saja. Ia akan datang memelukku dengan hangat. Janjinya, janjinya masih kuingat. Ia akan datang. Tapi kapan, sedangkan jiwaku sudah tak kuat.

Aku menangis.

Aku menggunakan lenganku untuk menutup mataku.

Aku menangis. Lagi.

“Sora?” Terdengar suara Hyemi.

Aku tetap menangis dalam diamku tak menjawab. Yang kubutuhkan sekarang hanya menangis. Menumpahkan segala rasa sesak yang ada didada.

“Sora kau kenapa?”…

View original 1,296 more words

Hotelier Part VI

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheathae
Cast :
Kang Sora
Cho Kyuhyun
Others…

Still Continue….

Cho Kyuhyun bagaimana ini…
Tolong aku…
Kumohon cepatlah pulang..
Jika tidak…

Sora Pov…

“Apa yang kau lakukan Sora?” Tanya Heechul oppa padaku.

“Tidak ada” jawabku masih memandang kearah pintu itu. Pintu yang jika terbuka akan menampakan sesorang yang amat kurindu, Cho Kyuhyun. Sudah hampir satu bulan Kyuhyun pergi, meninggalkan aku sendiri. Sampai saat ini aku sendiri masih tidak percaya jika ia sudah pergi. Sangat tidak percaya.

Flashback…

“Kau benar tidak mau ikut?” Tanya Kyuhyun padaku saat aku mengantarnya kebandara. Setelah ia mengatakan padaku jika ia akan pergi, selama itu pula kami bersama. Aku memutuskan untuk mengambil cuti mendadak untuk selalu bersamanya, 3 hari untuk 3 bulan sungguh waktu cepat sekali berlalu.

“Tidak. Aku tidak bisa meninggalkan Hotel” jawabku sedih tetap memegang tangannya.

Kyuhyun melepaskan nafasnya dengan berat, sangat berat. “Tunggu aku, kumohon. Aku pasti kembali untuk menemuimu. Aku…

View original 3,142 more words

Regret for Love // Part 15

Chia:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Thiller
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Choi Siwon
» Choi Minho
» Lee Hyukjae
» Other

Img

——Story Begin——

*

*

PART 15

Suara kicauan burung yg terdengar begitu merdu, serta hangatnya sinar matahari menyapa cerahnya suasana pagi ini. Angin pagi yg berhembus masuk melalui ventilasi udara membuat salah seorang yg tengah berbaring nyaman diatas ranjang menggeliatkan tubuhnya. Meskipun selimut tebal menutupi hampir seluruh tubuhnya, kecuali kepala. Tetap saja ia merasakan dingin yg amat sangat, seolah menusuk menembus kulit hingga ketulang. Rasa kantuk masih menguasainya, membuat ia tidak mampu untuk membuka mata. Sekeras apapun ia berusaha, kelopak matanya masih saja tetap menutup rapat seperti direkatkan oleh lem.

Dahinya mengernyit saat merasakan berat disekitar pinggangnya, seperti ada beban yg menindih tubuhnya. Penasaran ingin mengetahui apa yg menindih tubuhnya, ia memaksakan diri untuk membuka mata. Usahanya berhasil, kelopak matanya membuka dan menampakkan iris biru tua miliknya. Mengerjap berulang kali agar kabut yg menutupi penglihatannya menghilang. Setelah tak ada lagi yg mengganggu tatapannya, ia memperhatikan keadaan sekitar. Mendesah lega karena tau kalau saat ini ia tengah berada dikamarnya, berbaring diatas ranjangnya sendiri.

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Thiller
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Choi Siwon
» Choi Minho
» Lee Hyukjae
» Other

Img

——Story Begin——

*

*

PART 15

Suara kicauan burung yg terdengar begitu merdu, serta hangatnya sinar matahari menyapa cerahnya suasana pagi ini. Angin pagi yg berhembus masuk melalui ventilasi udara membuat salah seorang yg tengah berbaring nyaman diatas ranjang menggeliatkan tubuhnya. Meskipun selimut tebal menutupi hampir seluruh tubuhnya, kecuali kepala. Tetap saja ia merasakan dingin yg amat sangat, seolah menusuk menembus kulit hingga ketulang. Rasa kantuk masih menguasainya, membuat ia tidak mampu untuk membuka mata. Sekeras apapun ia berusaha, kelopak matanya masih saja tetap menutup rapat seperti direkatkan oleh lem.

View original 5,323 more words

Memorandum 3

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Park Haein
Cho Kyuhyun
Others…

Kyuhyun Pov…

Aku tidak pernah melihat orang sepertimu. Sesorang yang membuatku bingung, menghipnotisku, membuatku lumpuh dengan senyummu.

Seandainya saja aku mempunyai keberanian. Seandainya saja aku mempunyai kekuatan. Dan seandainya saja aku mengambil kesempatan. Apakah kita akan seperti ini. Duduk berdua berhadapan layaknya orang asing tak saling kenal.

Aku tidak tau apa yang ada dipikiranku. Yang kutau hanyalah kau sedang berlari dipikiranku. Membantuku melihat cahaya jalan itu. Dan saat kau melewati jalan itu , aku seperti hilang ditelan waktu.

Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Selalu kata-kata itu yang terucap dalam tidur tak tenang ku. Kau terlalu sulit untuk ku abaikan Park Haein.

“Kau berubah” ucapku saat kami sama-sama terdiam disini. Disudut ruang yang ramai ini kami terdiam. Saling berbicara dengan hati masing-masing. Setelah pertemuanku degannya dirumah sakit, kami berjanji bertemu lagi. Dan disinilah kami sekarang sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Kau juga…

View original 735 more words

Heart Attack (part 8)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author           : HK (leehana76)

Tittle                : Heart Attack (part 8)

Kategori          : Romance, Marriage life.

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

View original 4,264 more words

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,141 other followers

%d bloggers like this: