INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 7

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 7

Pg : NC

Cast : Cho Kyu-Hyun

         Lee Eun-Ji

*

The Story Begin… Read the rest of this entry

Happy Birthday

Originally posted on metaundercover:

Author : JungNoona (Mheatthae)
Cast :
Cho Kyuhyun
Kang Yora
Others…

The Story Begin…
Pusat perbelanjaan ini terasa sangat luas hari ini membuatku lelah mengelilinginya.

“Sudah dapat kadonya?”  Tanya Kim Heechul sahabatku.

“Belum. Belum ada yang pas.” Jawabku lesu. Bagaimana tidak sudah hampir 4 jam aku mengelilingi toko-toko disini tapi masih belum menemukan kado yang pas untuk kekasihku. Besok adalah ulang tahunya yang ke 20 dan aku sangat bingung kado seperti apa yang harus kuberikan padanya.

Aku telah berpacaran denganya selama 3 tahun. Dan ini adalah kali ketiga kami merayakanya bersama. Saat ulang tahunku ia selalu memberikan aku hadiah yang aku suka, begitu juga saat kami anniversarry. Walaupun jauh dari kata romantis tapi ia tau apa yang bisa membuat aku tersenyum bahagia.

Cho Kyuhyun. Ia bukanlah laki-laki periang dengan senyum yang selalu tampak diwajahnya. Kyuhyun cenderung kaku dan pendiam dan sedikit sombong kurasa. Ia tak pernah mau berurusan dengan orang…

View original 2,114 more words

Hotelier

Originally posted on metaundercover:

Author : Mheatthae
Cast :
Cho Kyuhyun
Kang Sora
Others

Story begin..
“Ahhh ahh fasterrr ahhhh” desahh seorang wanita dari balik pintu.

“Ahhhh ahh sayang ahhhh” lagi terdengar jelas desahan itu.

“BISAKAH MEREKA DIAM” Teriaku pada teman-temanku yang sedang asyik menguping permainan panas dibalik kamar 317 itu.

“Sstttt jangan berisik Kang Sora” ucap Lee Hyukjae salah satu rekan kerjaku.

Aku Kang Sora, umur 23 Tahun dan bekerja di salah satu hotel Bintang 4 di Seoul sebagai Room Attendent. Belum pernah dengar ? Room Attendant adalah bagian yang bertanggung jawab atas kebersihan kamar dihotel. Semua Kamar tanpa terkecuali. Termasuk Kamar yang sedang diintip oleh teman-teman kerjaku ini. Bisa kubayangkan betapa berantakan dan kotornya kamar itu nanti karena permainan panas mereka.

“Apa yang sedang mereka dengar?” Tanya seseorang padaku.

“Kau mengagetkanku Tuan Cho” ucapku sambil mengelus dadaku karena terkejut kedatangan laki-laki tampan ini. “ Permainan panas “ jawabku tentang pertanyaan yang ia…

View original 2,703 more words

You’re Mine

Originally posted on Allison:

Author: Allison Park

Tittle : Your Mine

Category : NC17, Romance, Oneshoot

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Eunji

View original 1,854 more words

Please, Come Back To Me!

Originally posted on HANA's Kingdom:

Please,Come Back To Me

Author : Qory Lee

Main Cast : Oh Sehun, Lee Gayoung ( OC), Luhan

Genre : Romance, sad

Lenght : Oneshoot

PG 17

Cuap – cuapnya dibawah aja ya !!!

Happy reading 

View original 7,057 more words

Damn Feelin’ (Sequel New Apartemen)

Originally posted on AstreDiaries:

DF

Yongguk merapikan rambutnya sambil bersiul. Setelah mandi dan mendapatkan ‘sarapan’ dari gadis itu, entah kenapa semangatnya untuk menjalani aktifitas seakan terisi penuh hingga mencapai ubun-ubun. Senyum menawan tak pernah lepas dari bibir tebalnya hingga ia bertemu dengan Jongup di ruang ganti.

“Sudah sembuh?” Sapa Jongup pada seniornya itu.

“Tidak pernah sebaik ini sebelumnya.” Yongguk tersenyum sambil menepuk pundak Jongup, membuat pemuda itu mengernyit heran dengan tingkah Yongguk.

Keduanya kemudian berjalan menuju ruang fitness dimana beberapa orang sudah melakukan pemanasan. Jongup tersenyum saat Hyejeong menyambutnya dengan tatapan penuh cinta, sementara Yongguk? Pria itu tetap tersenyum pada gadis yang menatapnya berapi-api.

“Hai tetangga baru, kita bertemu lagi.” Yongguk menghampiri Sohee.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengikutiku kemari.” Sohee melotot ke arah Yongguk.

“Apa maksudmu? Dia instruktur disini.” Sahut Jongup, menyahuti pertanyaan Sohee. Gadis itu membuka mulutnya lebar, terkejut dengan ucapan Jongup, sementara Yongguk hanya mengangguk santai.

View original 3,041 more words

Mistake Loving You part 4

MLY4

Jang-Jang …. thor bawa part 4 MLY nih …. pada nungguin lama ya …. Mianhae, thor ada keperluan dikampus jadi baru post sekarang dengan cerita yang cukup panjang #melebar kemana-mana. Tunggu komen dan kritik ya…. #selalu dapat salam dari hantu typo kkkk … mianhae

===

Autor               : song_G1004

Title                 : Mistake Loving You

Part                  : 4

The Cast          : Kwon Jiyong (GDragon)

Kang Songgun (OC)

Suport/Cameo : Lee Sungmin (SJ)

Sandara Park (2Ne1)

Seungri (BigBang)

Choi Siwon (SJ)

Wonbin (aktor)

Rating             : +21

Genre              : Romance , NC

= = =

Aku masih tidak yakin dengan hatiku yang mulai berdetak menyebutkan sebuah takdir. Entah dengan sihir apa aku berani mengatakan “iya” dan merestui semuanya saat itu terjadi_Kang Songgun

*

“kau tak ingin ikut ? … tidak apa jika kau datang dengan busana seperti ini ,”

Songgun sedikit tersenyum “ani … akan terlihat aneh nanti  “ jawab Songgun cepat. Meskipun tadi Songgun tak memikirkan pandangan orang lain , tapi setelah berfikir ulang

‘ini pasti akan memalukan Jiyong ’

“huff … baiklah .. kajja “ Jiyong tidak memaksa lagi . Yang ia rasakan sekarang bahwa ia sangat bersalah telah mengomen penampilan Songgun seperti itu

Tanpa sadar tangan Jiyong menggandeng tangan Songgun saat mulai berjalan mengantar Songgun mencari kamar. Tanpa sepengetahuan dari mereka sepasang mata beriris hitam pekat tengah mengawasi mereka

**

Jiyong masih menggandeng dan sedikit menggeret Songgun saat mereka mulai masuk kesebuah loby bangunan mewah yang berada disalah satu sudut kapal. Dua orang yang menyambut didepan pintu masuk hanya ditanggapi Jiyong datar.

‘aishh … sangat tidak sopan’ dengus Songgun memutarkan bola matanya yang kini bisa melihat tatanan lampu kristal putih yang tergantung ditengah-tengah lobi

Jiyong tidak sadar beberapa tamu yang ada kini memandanginya dengan tatapan bertanyanya

Berbeda dengan Songgun , ia kini menundukkan wajahnya dan menutupi sebagian wajahnya dengan rambutnya yang tergerai

Songgun sedikit tertatih menyamakan langkahnya dengan langkah Jiyong yang lebar

Songgun meronta minta dilepaskan “chakkaman …aku bisa jalan sendiri ” bisik Songgun

Jiiyong berhenti sejenak tanpa melepaskan gandengannya “kau seperti kura-kura lambat saat berjalan .. akan semakin banyak orang yang memperhatikanmu nanti” Jiyong kembali

“MWO ? kura-kura eoh .. aish!! Jinjja …” tapi Jiyong acuh tak menanggapinya

Jiyong memang tidak mau Songgun menarik mata-mata gila yang begitu antusias dengan penampilan berbedanya

‘apa aku terlalu memalukan ‘ kata hati Songgun mengerucutkan bibirnya

Kini mereka sampai didepan meja resepsionis

“beri aku satu kamar yang masih kosong “ kata Jiyong cepat pada seorang yeoja yang berdiri dibalik meja resepsionis

“baik , tunggu sebentar tuan “ resepsionis itu kini mengecek daftar kamarnya dikomputer datarnya

“kau tak perlu mengantarku …” kata Songgun kesal mengelus tangannya yang sakit

Jiyong hanya menunjukkan satu telunjuknya lalu menempelkan ke bibirnya “bisakah kau diam “

“hufff” hela nafas Songgun

Resepsionis itu memberikan sebuah kartu persegi panjang “ini tuan kuncinya.. kamar 21 di lantai dua ”

Jiyong mengambilnya “kamsahamnida ..” Jiyong sedikit tersenyum

Songgun ingin merebutnya tapi dengan cepat Jiyong menahannya “aishhh … kau ini “ Jiyong menatap tajam Songgun “kajja ..” Jiyong kembali menggandeng tangan Songgun

“aghh Jiyon-ssi~ ~ … “ Songgun menghentakkan kakinya kesal seperti anak kecil tapi tidak ditanggapi oleh Jiyong yang membawanya kearah lift

Ding ~ saat pintu lift tertutup , Jiyong melepaskan gandengannya

“lain kali jangan seperti ini lagi eoh , jika eomma menyuruhmu untuk datang menemuiku , kau harus bicara dulu dengan ku “ kata Jiyong tak menghadap Songgun. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya

“nde … mianhae …” kata Songgun lemas menundukkan kepalanya dan juga memasukkan kedua tangannya disaku hotpansnya

‘aish .. kau memang tidak diharapkan disini’ kata hati Songgun

Jiyong sebenarnya senang dengan kedatangan Songgun. Tapi ia tidak suka jika Songgun nanti menjadi perhatian namja-namja lain yang ada disini. Jiyong juga bingung dengan apa yang ia rasakan sekarang

‘ada apa dengan jantungku ?’ kata hati Jiyong

~ ~ ~ Hening sesaat , mereka hanya diam satu sama lain sampai lift kembali terbuka

Ding ~ lift terbuka dilantai dua

Jiyong melangkah duluan keluar lift “kajja “ ajak Jiyong tapi kini ia tak menggandeng Songgun

Songgun hanya mengangguk dan mengikuti disampingnya

Mereka berjalan berdampingan sambil mencari satu persatu kamar yang bernomor 21

“sepatu yang bagus “ kata Jiyong memecah keheningan

“nde..” Songgun sedikit tersentak tapi kemudian ia menoleh kearah Jiyong “ini pemberian eommanim, beliau tau sekali seleraku  “ kata Songgun dengan senyum

“oh jinjja … baguslah jika kau suka .. tapi ku lihat kau sedikit kesulitan “ Jiyong memperhatikan gaya berjalan Songgun yang sedikit janggal

“ah nde , ini sedikit sempit tapi gwenchana .. ini membuatku terlihat sexy” Songgun sedikit berbisik kepada Jiyong saat Songgun mengatakan kalimat terakhirnya.

Ia tak bermaksud menggoda Jiyong tapi ia berbicara lirih agar tidak terdengar orang

Nafas Songgun yang sedikit menerpa kulit telinga Jiyong , membuat nafas Jiyong tercekat. Jiyong sempat membelalakkan mata tapi dengan cepat ia berusaha menguasai keadaan

“ehem ..” Jiyong sedikit berdehem “ja-jangan paksakan itu eoh , itu akan melukai jarimu”

“ah gwenchana .. lagi pula setelah ini aku tak akan kemana-mana kan. Aku akan tetap dikamarku sampai tiba dipulai Jeju”

Mendengar kata itu, Jiyong merasa kesal “jangan pikirkan ucapanku tadi eoh .. kau harus keluar saat makan siang satu jam lagi .. aku akan menjemputmu “

“nde ? , shireo … aku tak terbiasa makan siang “ elak Songgung “aku sudah membawa banyak cemilan ditas ku” Songgun menepuk ranselnya dan berjalan agak cepat meninggalkan Jiyong

“ash … itu tidak sehat eoh … kau harus mengubah pola hidupmu jika kau ingin jadi istriku eoh “ tanpa Sadar Jiyong mengucapkan itu. Sedetik kemudian Jiyong merutuki dirinya sendiri

‘hei apa yang kau ucapkan eoh ?’

Songgun membalikkan tubuhnya menghadap Jiyong “mw-mworago ? tolong ulangi lagi.. aku tidak dengar ”Songgun sedikit kaget tapi ia pura-pura tak mendengarnya “apa yang perlu aku ubah ?”

Jiyong terlihat menghela nafas lega “an aniyo … intinya kau harus ikut makan siang denganku nanti …. oh itu dia kamarmu “ Jiyong menunjuk satu kamar yang berada tepat disamping beranda kapal

Set ~ Jiyong menggesekkan kartu kamar Songgun disebuah alat kunci modern yang tertempel disamping pintu

Jiyong masuk duluan “kajja …” ia mempersilahkan Songgun masuk dan menaruh kartu kamarnya diatas ranjang

Kamar Songgun didominasi warna putih pada bagian horden , dinding dan badcover yang dibingkai apik dengan hadboard warna coklat.

Songgun duduk didepan kursi meja rias yang ada sudut kamar sebelah dinding kaca kamar ini

“bagaimana menurutmu ?” tanya Jiyong yang kini sedang menarik tarik tali horden agar terbuka lalu membuka kunci pintu balkon.

Songgun bisa mendengar debur gelombang laut dari luar balkon.

Songgun melepas ranselnya yang ia taruh diatas meja rias“emm.. lumayan “Songgun bangkit dari dudukannya lalu berjalan keluar balkon “hahh.. kau boleh keluar sekarang” tatapan Songgun lurus kearah lautan lepas tak melihat Jiyong dan kedua tangannya menumpu dipagar pembatas balkon

Ia memejamkan matanya dan memutar lagi kenangan belasan tahun lalu. Memori bersama eommanya yang sedang berlibur kepantai setiap musim panas. Meskipun hatinya didominasi dengan kegelapan jika mengingat eommanya , bukan berarti ia tak punya kenangan manis bersama eommanya

Jiyong dapat melihat dari samping rambut Songgun yang tergerai tertiup angin laut membuatnya terdiam

‘dia calon istriku ..’

Jiyong perlahan mendekati Songgun lalu berdiri disampingnya “masuklah , kau akan sakit jika berlama-lama disini”

Songgun membuka matanya lalu menoleh kearah Jiyong sehingga kini Jiyong bisa melihat ada bayangan kesedihan dimata Songgun

‘aishh .. aku pasti sangat keterlaluan’ kata Jiyong

Songgun tersenyum “nde arraseo .. kau juga harus pergi. Bagaimana seorang tuan rumah meninggalkan tamunya begitu saja”

“baiklah …” Jiyong keluar balkon lalu berjalan kearah pintu kamar diikuti Songgun dibelakangnya “jangan lupa, kau harus ikut makan siang denganku. Akan kupastikan tidak ada skandal”

“kau tidak bisa memaksaku “ ucap cepat Songgun

Jiyong tersenyum miring lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Songgun “kita lihat saja nanti “ Jiyong berfikir ia bisa masuk kapan saja kekamar Songgun karena ia membawa kuncinya

Songgun memundurkan wajahnya , ia sedikit gugup lalu memalingkan wajahnya kesamping

Clik ~

Matanya menangkap sebuah benda persegi yang tergeletak diatas ranjangnya. Kini songgun balas menatap Jiyong dengan senyum tak kalah jahat dengan Jiyong

“nde .. kita liat saja nanti” kata Songgun membuat Jiyong memundurkan wajahnya bingung.

Jiyong menaikkan satu alisnya menatap heran Songgun sebelum ia membalikkan tubuhnya mulai berjalan menjauhi kamar Songgun

“dasar bodoh” bisik Songgun sedikit berlari mengambil kartunya. Ia lalu kembali berdiri diambang pintu untuk memanjangkan lehernya menatap punggun Jiyong

“hye~ ~ ~ G Dragon “ teriak Songgun memanggil Jiyong yang akan masuk kedalam lift

Jiyong menoleh ‘kenapa dia memanggilku seperti itu?’

“nd nde ~ ? “ teriak Jiyong tak kalah keras

Songgun memperlihatkan tangan kanannya yang kini sedang membawa kartu kamarnya

“kau meninggalkan ini , jadi aku anggap kau tak memerlukannya eoh .. kkkk” Songgun tertewa puas saat melihat Jiyong membelalakkan matanya

Jiyong teringat ia menaruh kuncinya di rnjang tadi “Yakk!” Jiyong segera berlari kearak kamar Songgun tapi dengan cepat

BLAMM…

Songgun membanting keras pintunya

Dor dor

“yak Songgun-ah … buka pintunya eohhh.. serahkan kunci itu yakkk” Jiyong menggedor pintu Songgun keras.

Tapi Songgun tak menghiraukannya karena ia tak seberapa terganggu dengan suara gaduh Jiyong. Kamar ini kedap udara jadi suara Jiyong hanya terdengar kecil oleh Jiyong

Songgun berjalan kearah ranjang lalu melepaskan sepatunya

“arghh” rasa nyeri sedikit menjalar dijemari Songgun yang kemerehan saat melepas sepatunya “sttt..appo” perlahan ia naikkan kakinya diatas ranjang

Tapi kemudian ia tersenyum melihat ekspresi Jiyong tadi “hahh.. senang sekali bisa mengerjai naga menyebalkan itu” kata Songgun memejamkan matanya . Songgun melakukan ini semua untuk kebaikan Jiyong. Kemunculannya bersama Jiyong bisa menjadi petaka besar kelak

“baiklah, aku akan mencoba tidur” Songgun menarik selimutnya lalu membaringkan diri

Sementara Jiyong mulai lelah , menghentikan teriakan dan gedorannya. Ia juga takut dilihat oleh tamunya “baiklah aku akan cari cara lain . tunggu saja” deru nafas Jiyong memburu kesal.

Ia harus berhasil membawa Songgun keluar kamar. Ia tak mungkin membiarkan Songgun tak makan hanya karena Songgun tak ingin merusak pestanya dengan tatanan busananya kan?. Jika Jiyong bisa sedikit menjaga mulutnya tidak menghina Songgun pasti ia tak akan susah seperti ini kan ?

^1 hour later

Cklek ~ pintu kamar Songgun dibuka seseorang namja. Ia adalah Jiyong yang kini mengenakan topi hitam bertuliskan ‘KISS DRAGON’ didepannya , celana jeans selutut dan kaos hitam polosnya. Ia berpenampilan santai seperti Songgun agar bisa membujuk Songgun bahwa dia tidak sendirian berpakaian santai. Ia mendengus kesal saat melihat Songgun yang terlelap diatas ranjang

“aishh anak ini”  Jiyong bercakak pinggang dihadapan ranjang Songgun “bisa-bisanya dia tidur saat perut kosong ”

Kemudian ia melihat tas Songgun yang tergeletak diatas meja rias “apa dia benar membawa makanan?” Jiyong berjalan mengambil tas itu lalu membukanya “dia hanya membawa baju” Jiyong tersenyum kecut Songgun membohonginya.

Bagaimana jika Jiyong percaya begitu saja dengan Songgun, pasti Songgun akan kelaparan hingga malam kan ?

Jiyong berjalan lagi kearah ranjang Songgun lalu duduk dipinggir ranjang “hei.. Songgun-ah .. ireona .. kajja .. sudah waktunya makan siang” Jiyong mengguncang sedikit bahu Songgun untuk membangunkannya

“emm ani eomma .. 5 menit lagi “ dengan nada serak Songgun mengigau lalu menarik selimutnya

Jiyong dengan cepat menahan tangan Songgun “aku bukan eommamu eoh … aku Jiyong “

“nde ? naga menyebalkan itu ? aniyoo “ Songgun masih memejamkan matanya. Sebenarnya perlahan kesadarannya mulai terbangun tapi seluruh syarafnya serentak menyuruhnya untuk tidak beranjak dari ranjangnya

Jiyong tersenyum geli “ishh … saat tidur saja kau masih bisa mengolokku hemm” Jiyong melihat poni Songgun yang berantakan, tanpa sadar tangan Jiyong telulur membenarkannya lalu membelai turun rambut Songgun

Pipi Jiyong sedikit memanas, ia segera menarik tangannya kembali lalu berpaling tidak melihat Songgun

‘hei , ada apa denganku?’

Jiyong kembali menatap Songgun, ia kemudian mendapatkan ide untuk membangunkan Songgun.Dengan posisi masih duduk Jiyong memenjarakan tubuh Songgun dengan kedua tangannya yang ia letakkan disisi kanan-kiri bahu Songgun

“bangunlah , aku hitung sampai 3. Jika kau masih tidak bangun, jangan salahkan aku jika aku mencuri ciumanmu lagi” Jiyong tersenyum jahat dihadapan wajah Songgun yang masih terpejam

Mendengar kata-kata itu Songgun perlahan mengerutkan keningnya

‘ada apa dengan orang ini ?..’ otak Songgun memutar pedal kerjanya sehingga otak malas Songgun kini dipaksa untuk bekerja

“hana ..” Jiyong mulai menghitung

Songgun masih menutup matanya “emm… jangan menggangguku Jiyong-ssi… “ Songgun sedikit mendorong bahu Jiyong saat perlahan pendengarannya mulai mengenali suara Jiyong

“deul … bangunlah jika kau tak ingin aku cium”

‘kenapa tiba-tiba dia ingin – MWO ?’

“sett”

Songgun yang menyadari bahwa dirinya sedang dalam bahaya besar langsung membelalakkan matanya lalu menggerakkan cepat tangannya untuk menahan bibir Jiyong yang hampir menyentuh bibirnya

Songgun mendorong bibir Jiyong menjauhi bibirnya “Yakk!! Apa yang kau lakukan eoh !!”

“membangunkanmu … apa lagi ?” tanya Jiyong santai

Songgun duduk menyandarkan punggungnya di hadboard “ishh tapi tidak dengan cara seperti itu eoh” Songgun mengucek matanya malas “hei … bagaimana bisa kau masuk ?? kuncinya kan ada padaku “

Jiyong tersenyum meremehkan “kau tak ingat siapa yang berkuasa dikapal ini ? aku dapat dengan mudah meminta kunci cadangan pada resepsionis”

Songgun mendengus kesal “aishh jinjja ~ kau memang menyebalkan Jiyong-ssi … sudah aku bilang berapa kali eoh bahwa aku tidak mau makan siang“ Songgun merosotkan tubuhnya kembali berniat untuk tidur

Dengan cepat Jiyong menahannya “yak … jangan tidur lagi eoh .. kau harus ikut denganku”

Greepp

“yak .. yakk apa yang kau lakukan eoh “

Dengan cepat Jiyong menggendong ala bridal Songgun lalu membawanya masuk kedalam kamar mandi

“hye … turunkan aku …” kaki Songgun bergerak diayunkan dan tangannya memukuli dada Jiyong “Jiyong-ssi ….arghh appo-“ Songgun mengeram kesakitan saat kakinya yang lecet terbentur pintu kamar mandi

Jiyong terkaget melihat Songggun yang kesakitan “songgun-ah .. waeyo ? “Jiyong menurunkan Songgun mendudukannya dikloset duduknya

Puk ~ Songgun memukul kepala Jiyong

“arghh” ringis Jiyong

“kakiku sakit pabo .. kau seharusnya tak menggendong orang sembarangan “ kata Songgun mengelus jemari kakinya yang kini tambah memerah

jiyong berjongkok dihadapan Songgun “mianhae .. aku tak tau Songgun-ah … apa karena sepatu itu eoh “ salah satu kaki Songgun perlahan dibawa Jiyong kepangkuan pahanya untuk melihat lecetnya

Songgun mengangguk saat Jiyong menatapnya dengan perasaan khawatir “arhh .. nde … tapi ini juga karenamu “ Songgun menekan hidung Jiyong dengan satu telunjuknya

Jiyong merasa bersalah “jeongmal mianhae … akan ku carikan obat untukmu “perlahan Jiyong menurunkan kaki Songgun “kau mandi saja dulu , nanti setelah selesai aku akan bawakan obatnya “

Seperti anak kecil, Songgun mengangguk patuh. Entah kenapa matanya terlalu fokus dengan semua gerak-gerik Jiyong

Jiyong bangkit lalu memegang ujung kepala Songgun “aku segera kembali” pamit Jiyong lalu ia berlari keluar kamar mandi. Songgun bisa mendengar bantingan kecil pintu kamarnya yang ditutup oleh Jiyong

Songgun meraba dadanya tepat dijantungnya ‘Tuhan , apa benar aku harus mencintainya lagi’ kata Songgun merasakan jantungnya yang berdebar cepat

15 menit berlalu, Songgun sudah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Tidak seberapa jauh dari busananya tadi , kemeja kebesaran berwarna hitam yang sedikit dimasukkan  kedalam rok pendek senada sejajar dengan setengah pahanya. Yang membedakan hanya sebuah bando hitam polos yang tidak seberapa lebar berada diatas kepalanya menghilangkan poninya. Tak lupa polesan makeup tipis dan lipstik softpink membuat ia terlihat lebih feminim dari pada tadi pagi

Cklek ~ Songgun menoleh kearah pintunya yang terbuka melihat Jiyong masuk

Jiyong menyanggakan kedua tangannya dikedua lututnya “kajja~ host kemarilah … aku sudah membawa obatnya host ” nafas Jiyong terengah karena memang ia berlari saat mencari obat untuk Songgun dibagian medis dilantai dasar.

Saking khawatirnya ke Songgun, ia tak bisa mengantri lama menunggu di lift dan memilih menaiki tangga untuk kemari. Ia juga sempat mengumpat saat petugas medis dianggapnya lambat mencarikan obat untuknya

Songgun yang tadi nya berada didepan meja rias berjalan mendekati Jiyong dengan langkah yang sedikit pincang “kau baru saja dikecar paparazi eoh … kenapa nafasmu seperti itu” ia duduk diranjang depan Jiyong

“ani host aku usahakan untuk secepatnya datang… aku takut kau semakin kesakitan jika kau menungguku lama “ Jiyong menyeret kursi rias llu duduk didepan Songgun “mana kakimu”

“arhh “ Songgun perlahan mengangkat kakinya lalu Jiyong taruh diatas pahanya “kau seharusnya tak sekhawatir ini eoh .. aku merasa tidak enak”

“kenapa merasa seperti itu eoh “ Jiyong mengambil saleb yang ia dapatkan tadi lalu mulai mengoles isinya dijemari kaki Songgun yang masih kemerahan

“emmt .. “ Songgun meringis karena rasa perih yang mulai ia rasakan “kau seharusnya bersenang – senang dipestamu , bukan tertahan disini bersamaku.. mianhae”

Jiyong selesai mengolesi dijemari kedua Songgun “jangan merasa seperti itu …tak ada yang istimewa di pestaku” kini Jiyong duduk disamping Songgun

“apa karena Dara-ssi tak datang ?“ tanya Songgun ragu menghadap Jiyong.

“cih..” Jiyong tersenyum kecut “jangan menyebutnya eoh “ Jiyong mengacak rambut Songgun “siapa bilang dia tidak datang…dia mengajak Sungmin”

“mw mwo ?? Sung Sungmin ?” wajah Songgun perlahan memucat

Jiyong mengetahui hal itu “jangan takut eoh .. aku tak akan membiarkan Sungmin mendekatimu” Jiyong merangkul bahu Songgun. Jiyong tersenyum tulus

“eoh ? nde gomawo kalau begitu ~ “ Songgun tersenyum dan sedikit menepuk pipi Jiyong

Jiyong melepaskan pelukannya “ah baiklah … “ Jiyong mengambil sebuah kotak yang ia taruh di samping ranjang “pakai ini lalu turun untuk makan siang … beberapa jam lagi kita akan sampai ke pulai Jeju”

Songgun menerima kotaknya lalu membukanya “oh ? gomawo ~ “ Jiyong memberikan sepasang flatshose peach dengan bagian atas bergaya seperti sandal jepit*ngerti g ?.

‘dari mana Jiyong mendapatkannya ?’

Songgun segera memakainya “tapi .. aku masih takut dengan skandal” Songgun mengerucutkan bibirnya

“jangan khawatir … kau cukup diam , biar aku yang menjelaskannya “

“oh baiklah “ akhirnya Songgun mau untuk keluar. Ia bangkit dibantu Jiyong “gwenchana .. aku bisa sediri”

“hemm  ..” jiyong berjalan berdampingan dengan songgun yang tangannya sedikit memeluk lengan Jiyong

**

Saat berada didepan restoran kapal ini, Songgun menghentikan langkahnya dan tanpa sadar Songgun memeluk lebih erat lengan Jiyong

“benarkah aku harus masuk Jiyong-ssi ?”  tanya Songgun yang memandang ngeri tamu-tamu jiyong yang terlihat dari dinding restoran yang terbuat dari kaca transparan

“tenanglah … kajja “ Jiyong merangkul bahu Songgun untuk mendorong masuk

Tetap saat Jiyong dan Songgun memasuki restoran , semua mata tamu tertuju pada mereka. Tak terlewat tiga sahabat Jiyong yang juga ada disana dalam satu meja

“hey … siapa yeoja yang bersama Jiyong itu .”? tanya Siwon

“yeojachingukah ? kenapa Jiyong tak pernah cerita “ sambung Wonbin

Mata ketiganya masih mengekor kearah Jiyong dan Songgun yang kini berjalan kesalah satu meja yang kosong

“tapi … aku seperinya pernah melihat yeoja itu “ tanggap Seungri

“apa dia juga artis Seungri-ssi” tanya Wonbin

“molla … aku tidak yakin tapi -“ Seungri menghentikan kata-katanya “hya !! Kang Songgun … bukankah itu putri tunggal keluarga Kang itu”

“kang Songgun … “ siwon membelalakkan matanya “Songgun yang kau ceritakan 7 tahun lalu menyukai Jiyong “

Seungri mengangguk

“omo …. kenapa Jiyong bisa bersamanya eoh “ Wonbin menggeleng kepalanya heran “Jiyong kan sudah menolaknya “

“tapi aku melihat , sepertinya kini giliran Jiyong yang tegila – gila pada Songgun” selidik Seungri yang melihat Jiyong begitu perlahan menuntun Songgun lalu menarik kursi untuk Songgun

“benar Seungri-ssi .. lihat saja nanti , aku akan memaksanya untuk mengaku” kata Wonbin

Tanpa sadar pembicaraan 3 namja itu terdengar oleh seseorang yang duduk tidak jauh dari meja mereka

“Gun.. Gun ah ~ “lirih orang itu

Sementara itu , Songgun sedikit risih dengan tatapan para tamu

“tenanglah , tak ada sungmin disini …” kata Jiyong santai mengambil buku menu yang baru saja diberikan oleh seorang pelayan

“em bukan karena Sungmin eoh , aku sedikit takut dengan tatapan mereka yang seperti akan memakanku”

Jiyong tertawa “kau mau pesan apa ?”

“nde ? oh … apa ada pasta? Aku ingin makan itu “

Jiyong mengecek menunya “ada … tolong buatkan satu pasta yang ini nde “ kata Jiyong sambil menunjuk gambar pasta pada pelayan itu “dan dua lemonade ice “jiyong menutup menunya

“nde baik tuan … tunggu sebentar” kata pelayan itu lalu pergi setelah mencatat pesanan Jiyong

“mwo ? kau tak makan ?”

Jiyong menggeleng lalu bangkit dari duduknya “aku akan memesan setelah ini”

“kau mau kemana ?” Songgun bingung , dia ingin ditinggal sendirian ?

“aku sudah ditunggu dipanggung “ tunjuk Jiyong sebuah panggung sedikit luas ditengah-tengah resto. Terdapat sebuah grand piano berwarna putih diatasnya “aku hanya beryanyi satu lagu” Jiyong mengacak rambut Songun menenagkannya lalu berjalan menuju panggung.

Hal itu semakin membuat para tamu Jiyong penasaran.

Songgun menoleh kesisi kanan kirinya , beberapa mata tertangkap tangan tengah memperhatikannya

Songgun merundukkan wajahnya “aishh .. kalau begini jadinya, lebih baik aku dikamar saja” lirih Songgun

Sebelum naik panggun , Jiyong melepas topinya dan memakai sebuah jas kemilauan yang diberikan seorang staff dibawah panggung

Jiyong sudah menaiki panggung dan ia bisa melihat wajah  Songgun yang cemberut. Jiyong tersenyum kepada Songgun lalu duduk dikursi depan piano lalu mulai menekan beberapa tuts piano

Tet .. tet *intro who you

Songgun mendongakkan wajahnya melihat aksi Jiyong

Baby, I love you ireoke malhajiman
Baby, I love you, I say this but

Nae maeumeun waenji hanado jochi anha
I don’t feel good at all

I want you, I need you, norae bureujiman
I want you I need you, I sing but

I dont know why I feel bad, niga
mwonde
I don’t know why I feel bad, who you?
Dengan jari yang menari indah diatas tuts piano ,Jiyong menatap lurus Songgun saat menyanyikan bagian itu. Seakan Jiyong mengungkapkan hatinya pada Songgun

‘kenapa dia menatapku seperti itu?’

Tapi saat menyanyikan bagian berikutnya , mata Jiyong berubah tajam mengarah kearah lain yakni kearah pintu restoran yang baru saja dibuka

Chukhahae, geusae dareun namjareul tto manna
Congratulations, you already are meeting someone new

Jaldwae sseumhae ajik jom ireudaman
I hope it works out, althought it’s a bit early

Nan nega joha hamyeon geu ppunirago but jakku hwagana baby daeche niga mwonde
If you’re happy, that’s all I want, but I keep getting angry, baby who you?
Du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du oh-oh-oh-oh-oh
Du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du du oh-oh-oh-oh-oh

Baby, I miss you wae jakku neoman saenggangna
Baby, I miss you, why do I keep thinking about you
Songgun menoleh kearah yang sama dengan Jiyong

Deg~

‘omona .. Sungmin oppa’

Songgun segera memutar kepalanya lagi tak menatap Sungmin yang baru datang bersama dengan Dara. Ia melepas bandonya agar poninya bisa menetupi sebagian wajahnya_Songgun mencoba untuk berkamuflase

Jiyong yang masih bernyanyi tau bahwa kini Songgun panik

“permisi nona .. ini pesanan anda “

Songgun sedikit tersentak saat seorang pelayan mengantarkan pesanannya, satu menu pasta dan dua lemonade ice untuknya dan Jiyong

“ah nde … gamsahamnida” senyum Songgun berusaha tenang meminum lemonade icenya. Perutnya sedikit berbunyi karena melihat hidangan pasta yang ada didepannya terlihat menggiurkan

“baiklah … aku berusaha menguasai keadaan hufftt” Songgun segera mengambil garpunya lalu mengambil pasta rafiollinya untuk disuapkan kemulutnya

“emm … mashitaa .. aku bisa melupakan Sungmin dengan ini “Songgun melahab pastanya dengan antusias membuat Jiyong kembali tersenyum diatas panggun

Tapi ditengah sesi makannya , tiba-tiba saja Songgun merasakan sesuatu yang aneh didalam tubuhnya. Daerah sekitar perutnya perlahan memanas

“huemmp” Songgun segera menutup mulutnya karena ia tiba-tiba ingin muntah

‘ada apa denganku ?’

Tanya Songgun melepas bekapannya dan langsung menegak lemonadenya. Ia tidak pusing jadi jangan dibilang ia mengalami mabuk laut

Jiyong sedikit kaget saat melihatnya. Ia ingin menemui Songgun tapi ia tak mungkin berhenti dipertengahan lagu kan?

“hump .. aishh … “ Songgun sudah tidak kuat lagi menahannya. Dengan cepat ia bangkit dari dudukannya dan sedikit berlari keluar restoran dengan langkah terpincang

Jiyong reflek menghentikan permainan pianonya “Songgun-ah “ panggil Jiyong bangkit dari kursi piano lalu berlari turun menyusul Songgun

Jangan ditanya dengan kondisi restoran saat Jiyong bertindak seperti itu. Restoran semakin riuh dengan praduga hubungan Jiyong dengan Songgun.

“Songgun ?” Sungmin yang baru saja mempersilahkan duduk Dara juuga terkejut melihat yeoja yang baru saja keluar

Songgun berlari kearah samping dek kapal dan segera menyondongkan tubuhnya agar ia bisa membuang semua isi dalam perutnya

“huekk ..” kedua tangannya berpegangan erat dipagar pembatas kapal agar ia tidak jatuh

Jiyong yang baru keluar dari restoran berhenti sebentar untuk mencari Songgun, setelah ia menemukannya , ia langsung berlari menghampiri Songgun

“yak!! Songgun-ah gwenchana ?” tanya Jiyong yang kini memegangi rambut tergerai Song agar tidak terkena muntahannya

Songgun menggeleng lemah “aniyo ~ perutku rasanya hummp” Songgun kembali muntah tapi kini tidak ada yang dimuntahkan. “huhhhh ..” Songgun menghela nafas dengan air mata yang tergenang karena mual

“kenapa kau tiba-tiba seperti ini eoh “ Jiyong khawatir mengambil sapu tangannya lalu mengelap bibir Songgun

“aku tak yakin.. tapi sudah lama sekali aku tak kambuh .. aku punya alergi jamur tiram.” Jawab Songgun lemas

“jamur ? aku tak memesan pasta jamur tadi ..kau punya obatnya ?“ Jiyong menahan tubuh Songgun agar tidak jatuh

Songgun menggeleng “aku sudah lama tak memilikinya.. jangan khawatir ini akan baik sendiri”

“kita ke ruang medis saja nde .. akan lebih aman disana”

“aniyo.. sebentar lagi kita sudah sampai dipulai Jeju . aku ingin melihat pulaunya dari kejauhan lalu terus mendekat hingga kita sampai” jawab Songgun kini menghadap kearah laut lepas

“kau seperti anak kecil eoh “ Jiyong mencubit pipi Songgun

Songgun mengerucutkan bibirnya“appo Jiyong-ssi… seharusnya kau kembali masuk , kau tak sopan meninggalkan tamumu”

“hahhh” Jiyong ikut menghadap laut lalu kepalanya ia sandarkan dibahu Songgun “pemandangan disini lebih indah “

Rambut Jiyong yang mengenai leher Songgun dan kulit bahunya yang bersentuhan dengan kulit wajah Jiyong membuat Songgun terdiam kaku. Entah kenapa ada sesuatu yang menjalar seperti aliran listrik menuju bahunya

“ja-jangan seperti ini eoh … ka-kau tak takut dengan skandal eoh”

Jiyong menggeleng kecil “aniyo ~ pada akhirnya nanti kau tetap akan menikah denganku kan ? jadi tidak ada skandal disini karena kau memang benar-benar calon istriku kan ?”

Nafas Songgun tercekat segera menarik bahunya dari kepala Jiyong “MW-MWO ?.. kau akan me-mengakuinya” Songgun menatap Jiyong bertanya dengan mata yang besar

Jiyong mengangguk “kau keberatan ?” senyum Jiyong

Songgun gugup “an .. itu ..aku …emm.. aish aku lupa Jiyon-ssi , aku baru ingat kalau aku masih mempunyai obat alergi dari Jepang.“

Jiyong tau Songgun mengelak menjawab pertanyaannya “benarkah ?” Jiyong tersenyum menanggapi itu

“nde … aku akan mengeceknya , aku membawanya atau tidak “ Songgun berjalan meninggalkan Jiyong

Jiyong hanya bercakak pinggang saat melihat punggung Songgun “dia manis sekali saat gugup seperti itu kkkk”

Songgun berjalan dengan menundukkan wajahnya . Dia sedang merutuki dirinya sendiri karena ia gugup dihadapan Jiyong.

“Gun-ah ~” panggil seseorang yang berada didepan Songgun

Songgun sontak kaget menghentikan langkahnya yang selaras dengan kolam renang yang ada disampingnya. Ia begitu tersentak mendengar dirinya dipanggil seperti itu. Itu panggilan kesayangan dari eomma kandungnya saat ia kecil. Tanpa sadar Songgun mengepalkan tangannya

‘apakah orang itu ada disini?’ tanya Songgun yang masih menunduk

Jiyong yang masih memperhatikan Songgun , bisa melihat sosok yang ada didepan Songgun

Jiyong berjalan menghampiri mereka “oh … Nyonya Han, Annyeong haseyeo “ Jiong menunduk memberi salam

‘nyonya Han ‘ mata Songgun bergerak cepat kekiri dan kekanan karena takut. Jantungnya berdebar keras tapi perlahan ia putuskan untuk melihat wajah yang Songgun yakini itu wajah eomma kandungnya yang sudah menolaknya 7 tahun lalu

‘kenapa Jiyong memanggilnya nyonya ?’

Deg

Seperti mendapat serangan jantung, benar itu eommanya. Songgun selangkah mundur kebelakang saat matanya berhasil menangkap mata beriris hitam pekat milik eommanya

“eom.-eomma ..~” panggil Songgun lirih

Jiyong berada disamping Songgun “nde ? eomma “ sontak Jiyong kaget mendengar Songgun memanggil istri presiden managernya itu eomma

Nyonya Han tersenyum miring “7 tahun berlalu .. kau sudah tumbuh dewasa sekarang”

Songgun hanya diam , otaknnya sibuk memproduksi senyawa asam yang sangat perih dihati Songgun “nde .. aku tak menyangka , kita bisa bertemu lagi nyonya Han “ Songgun menunduk memberi hormat pada ahjuma yang kini memakai lipstik merah darah itu

Bukannya songgun kasar tidak memanggil eomma yang telah melahirkannya eomma , tapi ia kembali teringat perintah eommanya 7 tahun lalu yang melarangnya memanggilnya eomma lagi setelah perceraian kedua orang tua mereka

“bagus … kau mengingat perintahku” nyonya Han tersenyum tapi dengan cepat seyumnya menghilang “tapi.. kenapa berani-beraninya kau muncul dihadapanku eoh … kau melupakan perintahku yang satu itu hemm?” meskipun diucapkan lembut tapi setiap katanya terselip serpihan duri yang siap menghancurkan hati Songgun

Jiyong terkejut meliha sikap nyonya Han yang sangat berbeda dari biasanya. Ia dikenal sebagai istri yang ramah tapi sekarang Jiyong tau bahwa itu hanya topeng

“animida … aku masih mengingat SEMUANYA dengan baik nyonya Han, aku sama sekali tak berniat untuk bertemu denganmu “ hati Songgun sangat sakit saat mengatakan itu , ia sebenarnya sangat merindukan eommanya “tapi … kita tak tau apa takdir kita didepan “

Ekspresi nyonya Han berubah, ia mulai menunjukkan taringnya “dengan alasan Jiyong sebagai takdir itu sehingga kau bisa masuk ke pesta ini untuk menemuiku eoh”

“apa maksud anda ?” bingung Songgun

“apa ini yang diajarkan appamu padamu eoh .. menggoda Jiyong ?. aku sudah mengawasimu dari awal sejak kau masuk kapal ini”

Sementara itu , Sungmin terlihat keluar dari restoran seperti mencari seseorang. Ia kini melihat kearah Songgun , Jiyong dan nyonya Han.

‘ada apa ?’ tanya hati Sungmin. Melihat orang yang dicari ada disana, Sungmin segera berjalan menghampiri mereka

Tess

Air mata Songgun jatuh begitu saja saat ppanya mendapatkan dakwaan aseperti itu

Jiyong melihat air mata itu “Nyonya Han …!! jaga bicara anda .. ucapan anda tak mencerminkan sifat istri presiden manager JY Entertaiment sama sekali”

“kau tak perlu membelanya GD”

Nafas Songgun memburu “JANGAN PERNAH MENGHINA APPA SEPERTI ITU EOH … KAU YANG MENGGODA PENGUSAHA KAYA DILUARAN SANA UNTUK BISA KAU NIKAHI DAN KAU AMBIL HARTANYA KAN !!!”

Mendengar itu, Sungmin yang tidak jauh dari mereka menghentikan langkahnya.

Mata nyonya Han tambah menghitam mendengar ucapan Songgun “yak !! berani- berani beraninya kau” nyonya Han berjalan cepat kearah Songgun dan

PLAKK! ~

Kini pipi Songgun berhasil menjadi merah berkat tamparan keras nyonya Han. Disudut bibirnya juga mengalir darah segar. Songgun terdiam merasakan sakit yang menjalar keseluruh tubuhnya

“Mwo ? eomma ~!!” Sungmin berlari kearah nyonya Han yang ternyata adalah ibu tirinya. Apa yang dilakukan Songgun hingga ia ditampar oleh ibunya “apa yang eomma lakukan eoh “ Sungmin dengan cepat menahan nyonya Han yang masih ingin memukul Songgun

Songgun tersentak yang masih terdiam‘Sungmin memanggilnya eomma ?’

“Songgun-ah !! … yak !! Nyonya Han , ini sudah keterlaluan eoh” Jiyong dengan cepat menarik Songgun kepelukannya “berani-beraninya anda menampar calon istriku !!”

“MWO ?” nyonya han dan Sungmin membulatkan mata “apa maksudmu”

Jiyong tak menanggapi “presiden pasti sangat kecewa dengan sikap anda” Jiyong mengelus sayang Songgun “kajja-“ Songgun menggendong Songgun ala bridal dan berjalan menjauhi nyonya Han yang masih emosi disana dan Sungmin yang tak kalah terkejutnya

“hiks “Songgun mulai menangis membenamkan wajahnya didada bidang Jiyong

**

Jiyong membawa Songgun kembali ke kamarnya. Songgun masih saja tidak mau berhenti menangis didalam pelukan Jiyong yang kini duduk diranjangnya

“nyonya Han adalah eommamu ?” tanya Jiyong mengelus rambut Songgun mencoba menenangkan

“nde hiks … dan secara teknis aku bersaudara tiri dengan Sungmin hikss … menyebalkan “

“kau tak tau sebelumnya latar belakang Sungmin hemm ?”

Songgun menggeleng “yang aku tau orang tuanya berpisah ketika ia masih kecil hikkss”

“aiss .. uljima … berhenti menangis nde ..”

“shireo .. kenapa hikss dia jahat sekali padaku Jiyong-ssi .. apa salahku hisksss” Songgun mengeratkan pelukannya dileher Jiyong

“eommamu yang tak waras eoh .. dia tega sekali memukulmu sekeras itu”

“hikss… jangan mengoloknya seperti itu …” songgun memukul dada Jiyong “dia eommaku hikss “ songgun turun dari pangkuan Jiyong lalu duduk disampingnya

Jiyong tersenyum “ishh … kau juga mengoloknya tadi “ jiyong berdiri lalu mengambil kapas antiseptik untuk membersihkan darah dibibir Songgun

“arkk .. pelan-pelan “ Songgun meringis saat Jiyong mulai membasuh lukanya

“nde .. mianhae “ Jiyong mendekatkan wajahnya agar dapat melihat luka Songgun

Jarak mereka sangat dekat membuat nafas mereka menerpa wajah satu sama lain

Songgun menatap kearah Jiyong terlebih dahulu. Ia bisa melihat ekspresi serius Jiyong yang matanya sedang fokus dengan lukanya

Saat songgun masih memandangi Jiyong , kini giliran Jiyong yang menatap Songgun dan akhirnya mata mereka bertemu

Nafas mereka serasa panas saat merasa jantung keduanya berdetak hebat. Seakan mata Jiyong bisa menghipnotis Songgun , perlahan Songgun mendekatkan wajahnya.

Jiyong berhenti membersihkan luka Songun, ia juga serasa dihipnotis dengan mata Songgun. Perlahan jiyong mendekatkan wajahnya

Saat wajah mereka hanya berjarak beberapa cm , mereka memejamkan mata mereka dan

CHUP~

Songgun yang mengecup Jiyong terlebih dahulu lalu kemudian melepaskannya tapi kemudian Songgun kembali mengecup Jiyong agak lama. Dan kini Songgun melepaskannya lagi

Merasa dipermainkan , Jiyong mendorong Songgun hingga terlentang diatas kasur dan dengan cepat melumat bibir Songgun keras

“eummm” desah Songgun mengalungkan kedua tangannya dileher Jiyong. Jiyong juga melingkarkan kedua tangannya di pinggang Songgun, megelus lembut

“ehhmmm” mereka saling berpagutan panas tapi lembut menghisap bibir satu sama lain. Saat bibir bawah Songgun dihisap dan sesekali digigit oleh Jiyong, Songgun berusaha membalasnya dengan mengerjai bibir atas Jiyong

Sementara tangan Jiyong mulai berjalan masuk mengusap lembut perut Songgun dan bermain dengan pusarnya

“ahhmm” masih dengan jemari yang aktif mengelus lekukan tubuh Songggun , jiyong melepaskan ciumannya lalu memandang Songgun lekat

“arh ahhh” desah Songgun saat dengan sengaja Jiyong merambatkan tangannya kearah payudara lalu meremasnya lembut

Jiyong tersenyum melihat ekspresi Songgun yang bernafsu dengan wajah yang kemerahan. Ia tau apa yang Songgun inginkan selanjutnya.

Ia bangkit sedikit memberi jarak untuk mereka lalu mulai membuka dua kancing teratas kemeja Songgun sehingga kini ia bisa melihat bahu putih Songgun yang sangat ia inginkan dan dua benda kembar milik Songgun yang masih tertutup bra berenda hitam

Chup ~ Jiyong mulai memerosotkan kemeja Songgun kebawah dan mengecupi leher Songgun bebapa kali

“emm Jiyong-ssi mmppt” desah Songun saat Jiyong menjilat lehernya dan sesekali menggigitnya memberi warna keunguan

“ahhh” Songgun merasakan tangan Jiyong masuk kedalam branya lalu mengusap lembut nipple nya hingga tegang

Kecupan Songgun turun hingga dada atas Songgun. Jiyong kemudian menurunkan tali bra Songgun dan menariknya kebawah sehingga kini ia bisa melihat payudara Songgun

“euhhmmm … “ Songgun mengeram meremas rambut belakang Jiyong saat Jiyong menggodanya dengan sengaja mengusapkan berkali-kali bibirnya kesalah satu nipple Songgun hingga keras “uh jeb-jebbal ohh”

Jiyong menulikan pendengarannya lalu kini menjulurkan lidahnya untuk membasahi nipple Songgun

“Oohhh” sensasi dingin di nipple membuat otot vaginanya berkedut mulai terangsang. Kaki Songgun bergerak sesekali karena menahan gelinya.

Tangan Jiyong yang bebas kini mulai mengelus paha putih Songgun hingga menyibak rok Songgun terus ke pangkal pahanya lalu masuk terus mengelus kepaha dalamnya

“ahhh   ~ ahh “ Jiyong mulai memasukkan nipple kiri Songgun yang basah kedalam mulutnya lalu menghisap kuat. Bersamaan dengan itu tangan Jiyong mulai berani melebarkan kaki Songgun lalu Jiyong memindahkan tubuhnya masuk diantara kaki Songgun

Dari luar celana Songgun , Jiyong mengusap miss v Songgun yang mulai lembab

“ahhhh emmm ahhh Jiyongg-stt emm” kini giliran nipple kanan Songgun yang mendapat hisapan dari Jiyong , sementara nipple kirinya dimainkan dengan jemari Jiyong. Ia mencubit, menekan nekan nipplenya lalu memelintirnya cepat membuat niple Songgun memerah

Sementara tangan yang lain membuka celana dalam Songgun dan membuagnya asal. Telunjuk Jiyong membela garis missv Songgun dan segera mencari clitoris Songgun

“uhhhh” Songgun mendingak saat Jiyong berhasil menyentuh clitorisnya. Dengan cepat Jiyong menggesekkan jemarinya di clitoris Songgun

“ahhh ssstt ahhh ahhh” Songgun merasa melayang saat kedua niple dan missv nya dimainkan secara bersaamaan seperti ini

Jiyong mencubit memutar clitoris Songgun dan menekannya cepat membuat ukurannya membengkan dan lebih besar dari pada tadi.

Ciuman Jiyong turun mengecupi perutnya dan sampai pada missv Songgun. Ia menekuk lalu menahan lebar kaki Songgun sehingga ia bisa melihat clitoros Songgun dan langsung menjilat dan melahapnya

“aishh ahh Jiyong-ssiii ahhh emmm ohhh “ Songgun menjambak rambut Jiyong merasakan kenikmatan yang begitu besar “aghh” ia merasakan sesuatu masuk kedalam miss vnya

Dua jari tangan Jiyong yang masuk kedalam lubang Songgun yang sudah basah. Perlahan Jiyong meng in-out jemarinya tapi lama-kelamaan ..

“ahhhh…”Jiyong semakin cepat menggerakkan jarinya yang kini ada 3 jari missv Songgun. Mesara miss v  Songgun mulai berkedut ia segera menukar kerja mulut dan jarinya

Jari Jiyong kini kembali memainkan clitoris Songgu dan bibirnya kini menghisap kuat miss vnya lalu meng in-out lidahnya meliuk kedalamnya

“assshhh ahhh ahhh emmm” Songgun mendongak dan mencengkram sprei kuat saat klimaks semakin dekat “sebentar lag ghiii ahhh ahhh” Songgun mendorong miss vnya semakin melekat di bibir Jiyong

Sebaliknya ,Jiyong semakin membenamkan wajahnya untuk menghisap miss v Songgun”ahhh … Jiyong-ssii aku ahhh ahh” Jiyong mempercepat gerakan lidahnya yang semakin terhisap kedalam “aku—AHH” songgun mengejang menerima klimaks pertamanya

“hostt… hostt “ deru nafas Songgun yang masih terengah yang kini melihat Jiyong turun dari ranjang lalu melepas jas berkilau, kaos hitam dan jelana jeansnya. Kini Jiyong hanya mengenakan boxer dan kembali menaiki ranjang

Jiyong kembali mensejajarkan wajahnya di wajah Songgun yang dipenuhi keringat didahinya. Jiyong mengelap keringat itu

Jiyong tersenyum “dengan ini aku anggap kau setuju menjadi istriku “ kemudian mengecup bibir Songgun ringan

Songgun malu mendengar itu, ia berfikir apa kali ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Songgun mengelus tatto Dragonball Jiyong dibahu sebelah kirinya

“kau mencintaiku ?” tanya Songgun malu-malu

“kau fikir aku melakukan semuanya tadi tanpa cinta eoh … aku mulai menyukaimu”

“emmmm” dengan sengaja Jiyong menggesekkan miliknya yang sudah tegang didalam boxernya  ke miss v Songgun “ahhh .. bagaimana dengan mu .. kau mencitaiku ?” tanya Jiyong

“emmm… ndeeehhh “ Songgun menarik tengkuk Jiyong agar ia bisa mengecup bibir Jiyong “janghann permainkhann akuuhh emmm …” bisik Songgun yang masih mendesah

“kauu haruss memohon eohh ahh” Jiyong tersenyum miring

“aisshhh” Songgun mendesah frustasi tapi sebersit ide muncul “oppahhh emmm jeballll … palliwahh” ia berusaha memasang wajah terangsangnya dengan tangan Songgon perlahan turun dan meremas pelan junior Jiyong

‘omona … ini besar sekali ..’ kata hati Songgun terkejut

Jiyong merasa geli mendengar Songgun memanggilnya oppa

“arhhh  … Songgunn hentikaann … baiklahh” Jiyong dengan cepat menurunkan boxernya hingga lututnya dan alhasil Songgun bisa melihat milik Jiyong

“kau siap …” tanya Jiyong dijawab dengan anggukan mantab “kau boleh memukulku mencakarku karena ini akan sakit diawal tapi akan kau buat kau ketagihan …kkk”

Songgun melingkarkan tangannya di leher Jiyong “nde “

Jiyong memposisikan miliknya tepat didepan miss v Songgun dan

“arhhh” Songgun mengeram saat Jiyong mulai memasukinya

“kauu sempithh uhh” Jiyong kesusahan memasukkan setengah miliknya lagi. Ia sedikit menarik keluar dan

JLEB

Jiyong menghentakkan kuat miliknya sehingga kini miliknya tertanam sempurna

“Arhh Appayoo !! hikss” seluruh bagian miss vnya merasakan perih yang sangat luar biasa. Untuk menyalurkan sakitnya , ia menjambak rambut Jiyong

Jiyong memeluk Songgun erat mengelus punggungnya “mianhae …” ia merasa kasihan pada Songgun tapi ia senang karena ia bisa merasakan hangat dibagian juniornya karena teraliri dengan darah virgin Songgun. Ia senang karena ia adalah yang pertama “gomawo … telah menjadkanku yang pertama”

“hikss nde ..sekarang gerakkan ”

Jiyong menatap Songgun “gwenchana ?”

Songgun mengangguk tersenyum pada Jiyong

“ahh”

Jiyong perlahan menarik miliknya lalu membenamkannya lagi membuat Songgun meringis disertai rasa nikmat yang bersamaan. Jiyong melakukannya berulang-ulang hingga semakin lama gerakan Jiyong semakin cepat

“ahhh ahh oppaa sstt” desah Songgun mulai merasakan nikmat

“nde ahh …” Jiyong semakin menambah kecepatnya dan kini tangannya kembali meremas-remas dan memainkan niple Songun

“ahhh .. ini nikk-matt ahhh ahhh”

“uhhh nde Songgunnn emm kau sempittt”

Buk (?)

“Ahhh” Songgun menggelinjang saat Jiyong berhasil menumbuk G spotnya “nde… disitu,, ahhh “ nafas Songgun semakin berat

“disini eohhh ?” tanya Jiyong menumbuk bagian itu.

Songgun mengangguk “ndee fasterr oppaahh ahhh”

Jiyong mengabulkan permintaan Songgun , ia bergerak semakin aktif  membuat ranjang mereka berderik “ahhh Songgunn”

“ahhh aku hampirrr oppaahh ah ah ah”

“nde ,,, bersama … tunggu sebentar..” dengan cepat Jiyong membalikkan tubuh Songgun tanpa melepas kontak mereka. Ia mengangkat pinggul Songgun keatas dan kedua tangan Songgun menahan berat badannya

“ahhhh … seperti ini akan semakin nikmat songgunnn ahhh “ Jiyong memegangi pinggul Songgun lalu menggoyangnya cepat kedepan kebelakang membuat juniornya semakin terpijat kuat

“ahhh nde oppaaa … palli ahhh “ payudara Songgun yang bebas menggantung membuat Jiyong tergoda lalu dengan cepat ia meraupnya dengan tangan dari belakang

“ahhhh opppaaa aku takk tahannn ahh” kedutan dimiss v Songgun semakin kuat membuat Jiyong semakin nikmat dam membuat miliknya ikut membengkak

“ahhh bersama … ahhh AHH~” Jiyong mengejang menembakkan ribuan sel spermanya kedalam rahim Songgun

“AHHH~” Songgun juga mengejang saat merasakan cairannya keluar bercampur dengan cairan hangat Jiyong “hoss…. gomaowo Jiyong oppa” Songgun tak kuat lagi menahan tubuhnya sehingga ia jatuh tengkuran dengan Jiyong diatasnya

Jiyong yang kini wajahnya terbenam dibahu Songgun “cheonma hosstt” Jiyong juga lelah. Lalu tanpa melepas kontaknya Jiyong berpindah kesisi samping dan memutar kembali Songgun hingga mereka berhadapan. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos dirinya dan Songgun

Jiyong meregkuh kepala Songgun kedalam pelukannya “istirahatlah … setelah di Jeju nanti, aku akan mengumumkan hari penikahan kita didepan semua orang” lalu Jiyong mengecup kening Songgun

Songgun mendongak“MWO ? hari pernikahan … bukankah terlalu cepat oppa .. maksudku , kita bahkan belum membicarakannya dengan keluarga kita”

“aku pikir akan sangat menyenangkan bisa membuat mereka terkejut.. mereka pasti akan sangat marah pada kita …”

“hemmm terserah oppa saja … tapi bagaimana dengan karir dan fans .? mereka pasti akan sangat kecewa “

“ani… para fans sangat mencintaiku … jika mereka melihat aku bahagia , mereka pasti juga bahagia …”

Songgun menganggu paham “ah begitu rupanya .. baiklah .. aku setuju oppa “ Songgun memeluk Jiyong lalu membenamkan wajahnya di dada Jiyong “saranghae” bisik Songgun di dada Jiyong lalu mengecupnya

“nado saranghae ..” jiyong mencium puncak kepala Songgun sebelum mereka berdua terlelap

 

TBC or END ???

New Apartemen (Sequel Onsen)

Originally posted on AstreDiaries:

NA-BH2

Yongguk mendesah pelan. Bayangan gadis itu kembali menggoda. Kenangan bersama gadis itu di Pulau Izu juga. Semua itu berputar di otak Yongguk tanpa lelah hingga membuatnya hampir gila.

Bagaimana? Bagaimana bisa gadis itu pergi begitu saja tanpa pamit? Tanpa mengatakan sepatah kata pun? Apa Yongguk begitu tidak berarti di matanya? Padahal bagi Yongguk, gadis itu sudah….

Ponsel Yongguk berdering, membuyarkan lamunan pria itu. Yongguk meraih ponselnya dan melihat nama Jongup berkedip-kedip disana.

“Ya. Ada apa?” Sahut Yongguk malas.
“Kenapa belum datang?” Tuntut Jongup di ujung telfon.

“Baiklah.” Jongup menghela napas panjang sebelum akhirnya mematikan ponselnya secara sepihak. Sejujurnya Jongup malas menuruti permintaan seniornya itu, tapi mau bagaimana lagi? Ia adalah tipe pria yang tidak bisa menolak permintaan orang lain.

View original 2,818 more words

Back In Time (OS)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author : HK (leehana76)

Tittle : Back In Time

Kategori : Project Anniversary, Romance, Marriage Life, NC 21, Oneshoot.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC), Cho Joowon (OC).

View original 10,759 more words

Autumnaple ( the beginning of our story )

AUTUMNAPLE
( The beginning of our Story )

Img

Chia Talks ; Pasti ada beberapa dari kalian bertanya apa arti Judul fanfic kali ini, tapi mungkin juga sudah ada yg tau dari baca status facebook Chia Tempo hari. Ya, judul fanfic kali ini diambil dari nama Couple Yesung-Minra. Disini, Chia akan menjelaskan bagaimana bisa Chia memberi nama couple mereka Autumnaple, serta agar para readers juga tau bagaimana awal mulanya Yesung-Minra bertemu. Remember, this story is not real, only imagination.

Created by Chia Sto®y Line

Tuhan pasti akan memberi hal yg terbaik diantara hal baik lainnya yg kau miliki.

Tuhan, tidak akan memberimu sebuah kesedihan. Jika tak mampu memberimu kebahagian.

Tuhan, selalu tau apa yg kau butuhkan dan pasti kau dapatkan tanpa kau minta.

Tuhan, selalu mengerti meski tak sedikit pun kau jelaskan.

Happy Reading. . .^^

.

.

At the moment you feel alone, remember that what you feel is wrong. Don’t you remember the god you are always on your side ? Accompanying without asking you, don’t go even if you’re indifferent to it. God is a most loyal friend and will not treasonous.

.

Musim gugur yg begitu ia sukai dan selalu membuatnya tersenyum bahagia, kini berubah menjadi musim penuh kesedihan juga air mata. Ini musim gugur kedua yg ia lalui dalam luka yg menganga lebar, semakin terasa perih karena luka itu tersiram oleh air garam. Ia menangis kencang, memaki takdir, dan meraung dalam hati, menangis dalam diam tanpa ada seorang pun yg tau. Berusaha terlihat tegar meski pada nyatanya rapuh dan tak sanggup lagi bertahan. Semua hal indah yg ia miliki, semua orang yg begitu ia kasihi. Sekarang sudah hilang tak berbekas, meninggal kan rasa sakit yg tak pernah ada obatnya. (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,072 other followers

%d bloggers like this: