Author Archives: Yadong Fanfic Indo

Marriage Without Dating part 1

Author: PP

Title: Marriage Without Dating part 1

Genre: Romance, Marriage life, yadong, series

Main Cast:

Jung Eun-ran as Min Hyo Rin

Dong Young Bae as Taeyang

Support Cast:

Cari sendiri di cerita ya..

Read the rest of this entry

Love For Our Family

Author : LalaLie

Tittle : Love For Our Family

Type : Family, marriage life, NC21

Cast : Kris Wu, Kim Junhee (OC) and Wu Jizhou (OC)

 

Check This Out ~

 

Junhee POV

 

Kupikir semuanya akan baik-baik saja. Tapi,semua tidak sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Justru sekarang aku malah menyakiti belahan jiwaku. Betapa bodohnya aku menganggap semua baik-baik saja. Hanya penyesalan. Yah! Hanya penyesalan yang tersisa dari semua ini.

“mommy…..” kudengar suara kecil memanggilku dari dalam kamar mandi. Segera aku sadar dari lamunanku.

“Yes,honey.” jawabku. Aku segera membuka pintu dan dapat kulihat namja kecil dengan perawakan mungil dengan mata tajam dan bibir mungil terduduk di kloset.

“Are you done?” tanyaku begitu sampai didekatnya.

“Of course mom. I didn’t call you before I’m done,mom.” ujarnya dengan wajah lucu. Aku tersenyum. Dan segera membantunya menyelesaikan kekacauan yang dia buat. Sebenarnya dia sedang ‘pop’.

“Kau harus belajar melakukan ini sendiri sayang. Tidak selamanya eomma ada di sampingmu.” kataku sambil memakaikan celananya.

“Mom please…”

“Jangan pakai bahasa inggris.” potongku.

Jizhou memutar bola matanya. Wu Jizhou adalah nama anakku,umurnya baru menginjak 4 tahun tapi dia sudah tumbuh mejadi anak yang cerdas. “Ne ne.. Aku masih kecil eomma. Jadi tidak masalah.” ujarnya lucu.

“Eomma tau kau masih kecil,tapi eomma sama sekali tidak melihat ada usahamu untuk belajar melakukan itu putraku yang tampan.” balasku. Aku heran kenapa sifat buruk appanya sangat menurun padanya,cuek dan suka seenaknya.

“Ne ~” jawabnya dan segera berlari keluar kamar.

“Dasar….” gumamku.

Aku segera menyusulnya keluar kamar,dan sekarang kulihat Jizhou sedang menonton TV. Kulihat dia tertawa,aku tersenyum melihatnya. Tapi,perlahan senyumku menghilang. Aku menatap nanar Jizhou,tertawalah nak. Nikmati waktumu sebelum appamu pulang.

Aku Kim Junhee,sekarang margaku berubah menjadi Wu,Wu Junhee setelah aku menikah dengan namja blasteran China-Canada Wu Yifan atau orang-orang mengenalnya sebagai Kris Wu. Dia adalah seorang aktor dan model yang terkenal. Entah bagaimana awal mulanya sehingga aku bisa mengenalnya,bahkan sampai menikah dan melahirkan anaknya. Tapi,pernikahanku ini hanya sebuah kamoflase yang di ciptakan oleh Kris. Kehidupan pernikahanku tidak sebahagia seperti yang dilihat orang. Apalagi Kris seolah membenci Jizhou,anaknya sendiri. Kris bilang Jizhou adalah kesalahan. Publik mengetahui pernikahan kami,dan kami sekarang tinggal di Canada karena pekerjaan Kris.

Aku sedang memasak makan malam sekarang,untuk suami dan anakku. Heh!! Tapi aku ragu suamiku akan memakannya. Aku bingung pada diriku sendiri,meski Kris kerap kali menyakitiku entah kenapa aku tidak bisa membencinya. Mungkin benar kata orang-orang Kris terlalu indah untuk di benci.

“Heh!!!” aku menghela nafas lagi. Tapi saat dia megacuhkan Jizhou hatiku ini sangat sakit.

Bruk…

“Kau kenapa?” tanyaku saat tiba-tiba Jizhou berlari dan memeluk kakiku dengan wajah takut. Aku mensejajarkan tinggiku dengannya. “Kenapa sayang?” tanyaku lagi,dia malah memelukku erat sekarang.

“Eomma takut…” bisiknya dengan suara bergetar.

“Kim Junhee.” aku menolehkan saat suara berat itu memanggilku. “Persiapkan barang-barang kalian malam ini. Besok kalian ikut aku ke Korea.” ujarnya dengan suara dingin di depan konter dapur.

Aku tertegung. Pantas Jizhou takut,Kris sudah pulang. Seperti biasa eksprsi dingin tak bisa lepas dari wajahnya.

“kita akan tinggal disana,aku ada pekerjaan disana selama beberapa bulan kedepan.” lanjutnya setelah itu dia pergi meninggalkan dapur. Aku terdiam.

“Ke Korea?” gumamku.

“Eomma….” Jizhou memanggilku. Aku menatapnya dan segera menggendongnya.

“Waeyo? Appa sudah masuk kekamar. Nah!! Jangan pasang wajah takut seperti itu.” hiburku. Jizhou malah membenamkan wajahnya dileherku.

“baiklah.. Bagaimana kalau eomma temani kau tidur tampan?” ujarku. Dan hanya di tanggapi anggukan oleh Jizhou. Aku segera menggendongnya menuju kamarnya,aku tidak jadi melanjutkan acara memasakku.

Setelah Jizhou tertidur,aku beranjak dari kamarnya. Aku membuka pintu kamarku,dan aku melihat Kris baru saja keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Demi Tuhan,dia sangat sexy saat melakukannya.

“Kris…” panggilku dengan hati-hati. Kris menatap kearahku,seperti biasa dengan tatapan dingin dan tajam. Aku mendekat kearahnya yang sekarang sedang berdiri di depan meja rias. “hmmm… Apa benar besok kita akan kembali Seoul?” tanyaku hati-hati.

Deg..

Kris menatapku tajam. “Seperti yang aku katakan tadi,persiakan semuanya.”

“Be…berapa lama kita disana?” aku memberanikan diri untuk bertanya lagi.

“Heh!!!” Kris menghela nafas. “Sekitar 3-5 bulan.” lanjutnya datar.

“Jadi,mulailah berkemas.” ujarnya sambil membaringkan dirinya di ranjang. Aku masih membeku. “Kita akan take off pukul 8 pagi.” lanjutnya.

.

Author POV

.

“Kau membawa seluruh isi lemarimu?” tanya Kris dengan nada datar saat melihat Junhee mengeluarkan 3 koper besar.

“kau bilang kita akan tinggal selama 3 bulan disana.” jawab Junhee. Kris menghela nafasnya.

“kita bisa membeli yang baru disana.” ujar Kris dingin sambil mengarahkan ponsel ketelinganya. “hello… Where are you? I’m ready………”

Junhee merasakan jaketnya di tarik-tarik,dia menunduk dan menatap Jizhou yang menatapnya dengan tatapan sedikit takut. Junhee mendudukkan dirinya.

“why?” tanyanya. Jizhou hanya menggeleng,kemudian memeluk ibunya. Junhee membalas pelukan Jizhou. “semua akan baik-baik saja sayang. Ada eomma disini.” bisik Junhee.

“ayo berangkat,managerku sudah  menunggu di depan.” ujar Kris mengiterupsi Junhee dan Jizhou. “dan kita harus terlihat seperti keluarga bahagia,Jizhou jangan pasang ekspresi seperti itu.” lanjut Kris menatap tajam anaknya.

“Kris,jangan paksa Jizhou te…..”

“Dia bisa melakukan dengan baik.” potong Kris dengan menunjukkan senyum bangganya tetap menatap kearah Jizhou. Junhee ganti menatap Jizhou,seperti biasa Jizhou mewarisi bakat akting Kris dengan sempurna.

“Good boy.” ujar Kris sambil mengusap kepala Jizhou.

Deg..

Hati Jizhou bergetar merasakan tangan appanya mengelus rambutnya. Jizhou sangat jarang merasakan tangan appanya menyentuhnya. Jizhou semakin melebarkan senyumnya,kali ini bukan akting. Dia sungguh merasa senang hanya dengan appanya mengelus kepalanya.

Sementara Kris,senyumnya perlahan menghilang saat menatap wajah anaknya ya terlihat bahagia hanya dengan ia mengelus rambutnya. Kris tau tadi anaknya itu hanya berakting,tapi sekarang anaknya itu tidak sedang berakting. Hatinya bergetar,sebegitu senangkah Jizhou saat Kris mau menyentuhnya.

Junhee hanya menatap Jizhou dengan tatapan sedihnya.

.

Setelah turun dari mobil van. Rombongan Kris di sambut dengan fans Kris yang berteriak-teriak mengucapkan selamat tinggal dan sampai jumpa. Kris terlihat sedang menggendong Jizhou dan tersenyum menyapa para fansnya,sesekali melambai. Tentu saja Jizhou juga melakukan apa yang di lakukan oleh Kris. Sedangkan Junhee hanya berjalan di samping Kris dengan senyum di bibirnya,Junhee lebih memilih menggunakan kacamata hitam karena dia tidak bisa berakting seperti Jizhou.

Didalam pesawat,Jizhou telah tertidur di pangkuan Kris. Terlihat tidurnya sangat nyenyak,jarang-jarang Jizhou mendapat kesempatan seperti ini. Kris menatap wajah kecil yang tertidur di pangkuannya. Dan perlahan senyum muncul di bibirnya.

“hmm.. Kris..” panggil Junhee sedikit kaku dan takut,Kris menoleh menatap Junhee yang ada di sebelahnya. “biar aku saja yang memangku Jizhou,kau….. kau pasti lelah.” lanjut Junhee.

Kris menatap Junhee dengan mata tajamnya. “jangan ganggu momentku dengan anakku nyonya Wu.” ujar Kris.

Blushh…..

Mendengar Kris memanggilnya nyonya Wu,membuat Junhee kaget dan merona malu. Seketika Junhee terdiam,meski Kris mengatakan itu dengan nada dingin tapi Junhee merasakan bahwa Kris sedikit berbeda dari biasanya. Junhee melihat Kris mencium pipi Jizhou.

‘bolehkah aku berharap kau akan melakukan itu setiap hari pada Jizhou,Kris?’ ujar Junhee dalam hati.

Tanpa sadar sambil tetap menatap Kris yang tengan menatap Jizhou,mata Junhee mulai berkaca-kaca dan kristal bening itu jatuh di pipi halus Junhee.

“kenapa kau menangis?” tanya Kris yang melihat Junhee menangis dan mengagetkan Junhee.

“ah… anni…” jawab Junhee sambil menyeka airmatanya. Dan memalingkan wajahnya menatap jendela,untuk menyembunyikan wajah sedihnya.

Grepp….

Junhee terkejut dengan tindakan Kris yang membawanya kepelukannya dengan sebelah tangan.

“menangislah jika kau ingin menangis.” bisik Kris. Tanpa bisa di bendung lagi,Junhee menumpahkan tangisnya di dada bidang Kris.

“hiks… hiks….” Junhee terus terisak,dan Kris menenangkan dengan mengelus kepala Junhee dan semakin merapatkan pelukannya.

.

Setelah sampai di Korea,akhirnya mereka tinggal di apartemen lama Kris. Setelah memandikan Jizhou yang setengah tidur,Junhee membaringkan Jizhou di tempat tidur kamar utama,kamarnya dan Kris. Jizhou langsung tertidur pulas begitu menyentuh kasur dan memeluk ibunya. Junhee terkekeh melihat wajah polos Jizhou. Tak berapa lama.

Klek…

Pintu kamar terbuka,masuklah Kris dengan wajah lelahnya. Memang tadi Kris tidak langsung pulang seperti Junhee dan Jizhou,Kris harus ke kantor managementnya terlebih dahulu untuk menandatangin kontrak proyeknya di Korea. Kris berjalan gontai menghampiri tempat tidur dan mendudukan dirinya di tepi tempat tidur.

Merasakan ada pergerakan di tempat tidurnya membuat Junhee membuka matanya,Junhee mengangkat sedikit kepalanya dan matanya menangkap sosok Kris tengah terduduk di tepi tempat tidur dengan menopang kepalanya dengan tangan.

Junhee mendudukkan dirinya, “Kau sudah pulang?” tanya Junhee membuat Kris menatap kearah Junhee. Junhee melihat gurat lelah sangat terlihat di wajah suaminya itu.

“Hmm… Aku akan menyiapkan air hangat untukmu,dan menyiapkan makan malam untukmu.” ujar Junhee,mulai turun dari tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi. Tapi….

Grepp..

“Jangan pergi.” bisik Kris. Baru beberapa langkah Junhee menuju kamar mandi,tiba-tiba Kris memeluknya dari belakang.  Sontak saja Junhee langsung terdiam,jantungnya berdetak cepat,tubuhnya mendadak menjadi kaku untuk di gerakkan. Ini pertama kalinya Kris memeluknya seperti ini,ada perasaan aneh yang menghinggapi hati Junhee,entah kenapa dia merasa Kris membutuhkannya sekarang sebagai tempat bersandar.

“Temani aku,biarkan seperti ini dulu.” Kris kembali berbisik ditelinga Junhee,yang seketika membuatnya merinding karena terpaan nafas Kris.

Perlahan dengan ragu,Junhee menggerakkan tangannya untuk menyentuh tangan Kris yang melingkar di perutnya. Saat menyentuh tangan Kris ada rasa panas yang menjalar di tubuhnya. Begitupun dengan Kris,seolah hatinya tersentuh merasakan kulit tangan Junhee di kulitnya.

“Aku merindukanmu.” ujar Kris dengan suara beratnya. Mengerti akan hal itu,Junhee segera membalik tubuhnya untuk menghadap Kris. Junhee menatap mata Kris,gurat lelah benar-benar tercetak jelas diwajah Kris.

Perlahan tapi pasti,Kris mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Junhee dengan sedikit membungkukkan tubuhnya karena perbedaan tinggi yang kentara. Perlahan detak jantung Junhee semakin tidak terkontrol,perlahan Junhee menutup matanya saat bibir Kris bertemu dengan bibirnya. Junhee mulai mengalungkan lengannya pada leher Kris.

Kris menarik tubuh Junhee hingga tak ada jarak diantara mereka. Junhee bisa merasakan detak jantung Kris,begitupun sebaliknya. Kris mulai melumat bibir ranum Junhee,merasakan rasa manis bibir istrinya itu. Memang selama ini hubungan pernikahan mereka berjalan tidak harmonis lantaran pernikahan itu hanyalah sebuah setting yang diciptakan oleh Kris. Mereka menikah bukan berdasar cinta ataupun perjanjian kontrak. Sebenarnya Junhee hanyalah seorang fans dari Kris Wu yang tanpa sengaja bertemu  dengan Kris di sebuah club di London saat Junhee sedang liburan disana. Dan tanpa terduga karena mereka sama-sama mabuk akhirnya berakhir di tempat tidur. Junhee menangis saat menyadari bahwa sesuatu yang sangat berharga baginya telah di renggut seorang yang bukan suaminya. Dan saat mengetahui bahwa seseorang itu adalah Kris Wu,idolanya,perasaannya menjadi tak menentu. Setelah kejadian itu,Kris memberikan nomor ponsel dan alamatnya pada Junhee. Jika nanti terjadi sesuatu pada Junhee,dia harus memberitahu Kris. Seperti yang Kris duga 1,5 bulan kemudian Junhee menghubungi Kris,dan mengatakan kalau dirinya tengah mengandung anak Kris. Dan berakhir dengan pernikahan mereka,dan Kris membawa Junhee untuk tinggal di Canada. Selama menikah Junhee sering diabaikan oleh Kris,Kris lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja. Tapi untuk kebutuhan ranjang Kris tetap memintanya pada Junhee.

“Akhh…”desah Junhee saat Kris mulai meremas payudaranya,otomatis tangan Junhee meremas rambut kecoklatan milik Kris. “Kris,disini ada Jizhou. nghhh…”

Kris menghentikan aksinya dan menatap Junhee, “Kita ke kamar mandi.” ucap Kris dengan suara penuh hasrat. Mulai hari ini,Kris barulah merasakan bagaimana menjadi seorang ayah yang sesungguhnya,dia sadar akan kesalahannya yang membenci anaknya sendiri. Sebenarnya alasan Kris membenci Jizhou cukup sederhana,yaitu karena kecerobohannya.

Bruk …

Kris menghimpit Junhee dinding kamar mandi dan kembali menyerang bibir ranum istrinya tersebut.

“Nghh…. ahh…” Junhee kembali melenguh saat tangan Kris kembali beraksi di dadanya. Kris semakin memperdalam ciumannya,menggigit kecil bibir Junhee,dan ketika bibir itu terbuka Kris memasukkan lidahnya ke dalam mulut istrinya dan mengajak perang daging tak bertulang milik istrinya tersebut.

Junhee semakin meremas rambut Kris untuk menyalurkan kenikmatan atas permainan lidah dan tangan Kris ditubuhnya. Tiba-tiba Kris menghentikan aksinya,dan menangkup wajah Junhee dengan tangannya,Kris juga mentap dalam mata Junhee.

“Maafkan aku karena telah menyakiti kalian. Maafkan aku,berikan kesempatan padaku untuk memulai semuanya dari awal. Maafkan aku.” ujar Kris lirih.

Junhee hanya bisa menatap Kris,otaknya mencerna apa yang baru saja di katakan oleh suaminya itu. Ini pertama kali bagi Junhee mendengar pengakuan seperti ini dari Kris.

Kris POV

Aku menatap lekat mata indah itu,sepertinya dia masih memproses apa yang aku katakan tadi. Junhee tidak juga merespon,maka aku kembali menyerang bibirnya. Aku mengeksplor isi mulutnya. Tanganku juga tak kubiarkan terdiam,aku mulai membuka kancing piamanya hingga semua kancing itu terlepas dan memperlihatkan benda favoritku. Jangan salah meski aku sering mengabaikan istriku ini tapi untuk urusan hasrat diam-diam aku sangat menyukainya. Mungkin aku harus bertemakasih pada Tuhan,karena menggariskan takdirku untuk meniduri Junhee waktu itu. Dan meski aku dingin padanya tapi aku adalah tipe namja setia pada satu wanita,apalagi aku sudah mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan. Aku tidak akan berhianat. Aku meraba kebagian belakang tubuhnya,tapi tidak menemukan apa yang aku cari.

Junhee memegang tanganku,”Ada di depan,Kris.” ujarnya sambil menuntun tanganku kearah depan tubuhnya. Oh ternyata ada di depan.

Tek ..

Aku membuka kait branya,dan langsung meraup gundukan indah yang tersaji di depanku.

“nghhh…. ahhhh…. gegehhh….” desahnya ketika aku melahap nipple kanannya,dan kumainkan dengan mulutku. Menggigitnya pelan,menyedotnya,sementara dada kirinya aku manjakan dengan tanganku.

“akhhhh…. Kriss…..” Junhee mendesah sembari meremas rambutku. Aku masih bermain di dadanya,membuat tanda merah disana. Aku masih ingat,dulu nipplenya kecil tapi sekarang sepertinya sedikit mengembang. Apakah menyusui Jizhou juga berpengaruh? Maybe.

Aku menghentikan kegiatanku,aku kembali menatap matanya dan merapatkan tubuhku padanya. “Manjakan aku,baby.” bisikku seduktif.

“Akhhh …” pekikku saat tiba-tiba tangan kecilnya meremas juniorku. Istriku ini memang sejak awal selali takut padaku,tapi disaat bercinta seperti ini dia berubah agresif. Junhee terus mengurut juniorku dari luar celana jinsku. “Yeahhh…. Baby… ohhh…”

“Apakah little Wu sangat kesempitan didalam sini?” tanyanya seduktif yang membuat nafsuku semakin meningkat.

“Jangan permainkan diahhh~.” dia berani mempermainkan aku. “Cukup…” ujarku.

Aku langsung meraup bibirnya kasar,tak hanya itu,aku juga menelusupkan jariku kedalam celana piamanya.

“Ahhhh…..” desahnya keras,saat jariku bermain di klitorisnya.

“Kau sudah basah,sayang.” ujarku dengan smirk.

“Nghhh…….. Kauh… penyebabnya ahhh…” jawabnya diantara desahannya. “I wanna…. ahhh..” Kurasakan jariku basah.

“Ayo kepermainan inti,aku sudah tidak tahan,baby.” kataku lamgsung melucuti piamanyai hingga full naked,dan melucuti bajuku sendiri.

Aku mengangkat sebelah kakinya kepinggulku agar jalanku terbuka lebar. “Are you ready,baby?” bisikku.

Dia menatapku,dengan tangan sudah mengalung dileherku. Tak berapa lama dia menganggukkan kepalanya.

Author POV

Setelah menerima kode dari Junhee,Kris mengocok sebentar juniornya dan langsung mengarahkan juniornya kesarangnya yang hangat dan memabukkan.

“Eunghhhh……”

“akhhh…..” Desak Junhee dan Kris bersamaan,saat Kris mulai memasukkan junior kepala juniornya ke vagina Junhee. Junhee menjambak rambut Kris untuk menyalurkan kenikmatan yang di terimanaya ketika Junior Kris masuk seluruhnya kedalamnya.

“Entahhh kenahpa kau tetap sempit.. ahhh…” Kris berdirty talk karena memang vagina Junhee tetap terasa sempit saat ia memasukinya,padahal Junhee melahirkan dengan normal.

“Akhhh…. Krishhh…” desah Junhee merasakan tumbukan Kris di dalam tubuhnya.

“Yeah baby sembuth namahkuhh…” bisik Kris dan melumat bibir Junhee. Junhee mengeratkan pelukannya pada Kris,sepertinya kakinya tidak kuat lagi menjaga berat tubuhnya apalagi dengan serangat hebat dari Kris yang meng-in-out-kan juniornya.

Menyadari istrinya mulai lemas,Kris menghentikan sejenak aktivitasnya. Tanpa melepas juniornya Krisnya mengangkat Junhee menuju bathup dan membaringkannya disana. Junhee menatap Kris dengan mata sayu.

“Come on baby,let’s fuck me,hah!!?” desis Junhee. Kria menampakan smirknya,Kris menyukai sisi liar istrinya. Tanpa berkata apapun lagi,Kris kembali meng-in-out-kan juniornya dengan cepat dan keras.

“Akhhhh….. Kris… Morehhhhh… Harderhhh… akhhh…” desahan liar Junhee kembali terdengar memenuhi kamar mandi. Dan itu membuat Kris semakin semangat.

“Akhh…. I wanna…. akhhh…..”

“Togetehrhh… Wait mejhhh.. babyhhh… Akhhh….”

“Hhhh… Outside… Outhhh…..”

“Akhhhh………” erang Kris dan Junhee bersamaan saat mereka mendapatkan klimaks kenikmatan mereka. Junhee tak peduli kalau dia belum meminum pil pencegah kehamilannya atau sekarang adalah masa suburnya,sekarang dia tidak peduli. Yang ingin dia rasakan hanyalah kenikmatannya. Demikian juga dengan Kris,Kris memejamkan matanya menikamati sisa-sisa kenikmatan yang pelepasan benihnya.

Peluh membasahi tubuh kedua orang yang tengah saling tatap di dalam bathup tersebut. Kris menatap tepat di mata Junhee,begitupun sebaliknya.

“Kau cantik.” ujar Kris. Setelah mengatakan itu dia menyalakan keran air hangat dan menempatkan dirinya dibelakan Junhee. Punggung Junhee bersentuhan langsung dengan dada Kris. Junhee menyandarkan kepalanya ke bahu Kris.

“Kau berubah?” tanya Junhee. Kris mengeratkan pelukannya di perut rata Junhee,ada sedikit lemak yang tidak akan pernah hilang disana,bukti kalau dia sudah pernah mengandung.

“Aku sadar,kau dan Jizhou adalah bagian dari hidupku. Terutama Jizhou,aku bodoh karena menganggap Jizhou itu menyusahkan. Hah!!! Tapi nyatanya aku terlalu gengsi mengakui kalau aku sangat ingin memanjakan dan menyayanginya.” ujar Kris.

Junhee tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Kris. Sepertinya penantiannya untuk perubahan Kris sudah sedikit menemukan titik terang. Junhee memang menyukai Kris tapi hanya sebatas idol dan fans,tapi semua berubah karena kecelakaan itu. Junhee menjadi takut pada Kris,setelah mereka menikah. Kris begitu dingin padanya,tidak pernah memperhatikan anak yang ada dalam kandungannya. Memang Kris memenuhinya secara materi,Kris memberikannya credit card yang isinya akan bertambah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Memang saat melahirkan pun Kris ada disampinnya,tapi itu hanya sebuah peran yang dilakukan Kris agar pernikahan mereka terlihat harmonis dan bahagia di depan publik. Tentu saja publik tau benar,bahwa model dan aktor papan atas Kris Wu menikah secara tiba-tiba di karenakan sang calon istri tengah berbadan dua. Awalnya semua sulit bagi Junhee,karena keamanannya terancam dari para fans Kris,mereka menganggap Junhee yeoja murahan yang menggoda Kris dan fans menuding anak yang di kandungan Junhee bukanlah anak Kris. Itulah sebabnya Kris membenci Jizhou karena bayinya itu membuat semua jadi sulit.

Kris juga sempat kelihangan banyak kontrak iklan dan fashion shownya karena isu miring tentang dirinya. Tapi semua kembali ketika Jizhou lahir dan Kris mengadakan konferensi pers yang mengatakan Kris sudah lama menjalin hubungan dengan pacarnya,Junhee,walau bohong,dan Kris juga menunjukkan ted DNA yang mengatakan kalau bayi yang dilahirkan istrinya adalah benar darah dagingnya. Dan para fans Krispun kembali ketika saat itu juga Kris menunjukkan Jizhou kemuka publik. Bayi mungil dengan wajah lucu dan menggemaskan itu mampu menghipnotis para publik dengan wajahnya. Tapi,Kris tetaplah Kris.

Junhee POV

“Aku belum mencintaimu,tapi aku akan mencoba.” ujar Kris. Hatiku bergetar mendebgarnya,dia benar-benar akan berubah.

“Aku akan membantumu.” ujarku lirih.

“Hmm.. Aku memang memerlukan bantuanmu.” jawabnya dan dia kembali mencium tengkukku. Aku merinding dibuatnya.

Hening ~

“Apakah… Apakah… Kau akan memperlakukan Jizhou selayaknya anakmu mulai sekarang?” tanyaku sedikit takut,kurasakan dia terdiam.

“Apakah kau berharap aku akan dingin dan tidak peduli lagi padanya?” tanyanya balik. Langsung saja aku membalikkan tubuhku untuk menghadapnya.

Dia menatapku dan tersenyum,kemudian mencium bibirku. Aku mengerjapkan mata karena kaget. “Aku akan memanjakannya mulai sekarang,dan aku akan mengaknya membintangi beberapa iklan apakah kau keberatan?” tanyanya.

Apa? Iklan? Jizhou?

“Tidakkan dia terlau kecil untuk jadi artis,Kris?” tanyaku.

Dia tersenyun. “Dia hanya akan membantuku untuk iklan dan sepertinya kau juga akan terlibat.” jawabnya santai.

Aku melebarkan mataku. “Nanti matamu keluar dari rongganya,baby.” bisiknya dan mencium pipiku.

“Tapi… Tapi… Kau tidak seriuskan?”

“Aku serius.” tegasnya. “Aku sudah menandatangani kontraknya tadi.”

“Aku tidak bisa berakting Kris.” gumamku.

“Kau hanya perlu melakukan tugas seorang istri yaitu melayani suami nanti di dalam iklan itu,karena iklan kita adalah iklan real estate new apartement unit dari Kim’s poundation. Kau tau,kita akan mendapat bonus tinggal di sana selama kuta disini.” jelasnya.

Aku hanya bisa menatapnya tidak percaya. “Jika kau tetap menampakan wajah seperti itu lagi,kau….. Membuatku tidak tahan..” dia menghentikan ucapannya dan menatapku seduktif.

“Eughhh….” desahku,saat entah kapan tangannya sudah meremas dadaku. “Kris….. hentikan.” kataku.

“Wae?” bisiknya mulai mendekatkan kewajahku,sementara tangannya tetap bekerja.

“Aku tidak memakai alat kontrasepsihh… Ahh…”

“I don’t care….” belum sempat aku membalas,dia sudah menyerangku. Apa maksudnya tidak peduli? Apakah dia benar-benar bermaksud untuk membuatkan Jizhou adik? Yang benar saja. Tapi kalaupun iya,aku senang-senang saja. Hehehe..

Kris mengubah posisinya,dan menempatkan dirinya diantara pahaku. Dia menatapku dengan tatapan meminta ijin,aku menganggukan kepalaku. Ini pertama kalinya aku bercinta dengan Kris di dalam kamar mandi. Aku merasakan kepala junior Kris di depan vaginaku.

“Eughhh….” erangku saat Kris mulai memasukkan juniornya. Tapi..

“MOMMYYYYYYYYYYY….” teriakan Jizhou sukses membuatku dan Kris mebelalakan mata bersama,terkaget mendengar suara Jizhou.

“MOMMYYYYYYY….. Hiks…… Huweeee…. Mommy….” kudengar tangisan Jizhou. Dengan cepat aku mendorong Kris,bangkit dari bathup,memakai bathrobe.

“Yak!!!! Mau kemana kau?” kudengar suara berat Kris menginterupsi. “Kau tau aku kesakitan.” sambungnya.

“Hiks… Mommy…. Mommyyyy…. MOMMYYYY….” teriak Jizhou lagi.

“Yes,honey…” balasku berteriak. “Anakmu terbangun,selasaikan sendiri.” kataku lalu aku keluar dari kamar mandi.

“Yak!! Kau tidak bisa meninggalkanku seperti ini,Junhee… Junhee… Aish..” aku mendengar umpatannya saat menutup pintu.

Kulihat Jizhou sudah terduduk di ranjang sambil menangis,”Mommy… hiks…. mommy…” isaknya saat melihatku.

“Maafkan eomma sayang,uljima.. Eomma disini.” aku meraihnya ke pangkuanku dan menenangkannya.

“Hiks…. mommy….” Jizhou terus terisak.

“Mommy here,honey.” bisikku,Jizhou semakin menenggelamkan wajahnya kedadaku. “Are you have a nightmare,honey?” tanyaku. Kurasakan Jizhou menganggukkan kepalanya.

“Okay,thats just a nightmare,and the dream is the flower of sleep and never be come true,trust me,honey.” ujarku.

“Really?” tanya Jizhou sambil menatapku.

“Hemmm… Sekarang kembalilah tidur ini masih malam,sayang.” kataku,mulai kembali membaringkannya di tempat tidur,tapi dia semakin mengeratkan pelukannya padaku.

“Kenapa dia menangis?” tanya Kris yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk masih melilit di pinggangnya. Kris menuju koper di depan lemari,membukanya dan.mengambil satu stel pakaiannya,kemudian kembali ke kamar mandi.

“Dia mimpi buruk.” jawabku,sepertinya Jizhou mulai takut lagi pada Kris. Apa dia bermimpi Kris ya?

“Wae? Kau takut pada appa? Jizhounie tatap eomma. Appa sudah berubah,appa tidak akan menatan Jizhounie dingin lagi,appa tidak akan membentak Jizhounie lagi dan mulai sekarang appa akan memanjakan Jizhounie. Apakah Jizhounie mau memaafkan appa dan tidak takut lagi pada appa?” jelasku yang kuakhiri dengan pertanyaan.

Jizhou menatapku dengan mata berkedip lucu. “Apakah appa akan.mencium dan menggendong Jizhounie setiap hari,eomma?” tanyanya.

Aku tersenyun,”Hmm… Bahkan appa akan melakukan lebih untuk Jizhounie. Jadi,bagaimana?”

Jizhou menganggukkan kepalanya,dan tersenyum bahagia,akupun ikut tersenyum karena raut wajah bahagia muncul di wajah anakku ini. Thanks Kris !!

5 monts later…

Pagi ini seperti biasa,aku mempersiapkan sarapan untuk anak dan suamiku. Aku sedang membuat sup kimchi,aku sangat menginginkan sup kimchi begitu membuka mata. Aku mencicipi supku.

“Hmmm…. Mashita..” gumamku bahagia.

Grepp..

“Ah!! Kau mengagetkanku,yeobo.” ujarku saat sepasang lengan kekar melingkar di perutku.

“Morning baby.” bisiknya,sambil menciumi tengkukku.

“Geli Kris…” protesku. “Apakah kau sudah mandi? Kau bilang akan ada pemotretan pagi ini?”

“Tentu saja belum.” jawabnya. “Anak lelakimu saja belum terbangun,jadwalku sama dengan anakmu itu.” lanjutnya.

“Ah!! Aku lupa. Lepaskan! Biar aku membangunkan dan memandikan Jizhou,nanti kalian terlambat.” kataku. Tapi Kris mengeratkan pelukannya padaku.

“Anniyo.. Aku saja,kau tidak boleh terlalu lelah,yeobo.” ujarnya,sambil mengusap perutku yang sudah terlihat membesar. “Aku tidak mau dia berulah lagi dan membuatmu sakit lagi yeobo.” lanjutnya.

Aku tersenyum,”Gomawo honey.” ujarku.

“Baiklah,berikan aku morning kiss dan aku akan memandikan pangeran kita.” katanya. Aku membalikkan tubuhku menghadapnya.

Chu ~

Aku mengecup bibirnya,tapi dia menahan tengkukku saat aku bermaksud untuk melepasnya. Kris membuat ciuman kami semakin panas. Akupun sudah menempel sempurna di tubuhnya. Aku merasakan baby tummyku menekan perut berabs milik Kris.

“Ughh…..” aku mendorong Kris saat merasa ingin muntah.

“Wae yeobo? Gwenchana?” tanyanya dengan nada khawatir. Memang sejak mengandung,anakku tidak akan pernah mengijinkan Kris menyentuhku. Pernah sekali aku berhubungan intim dengannya dan besoknya aku harus dirawat selama 1minggu penuh di rumah sakit karena tiba-tiba tubuhku melemah.
“Seperti biasa,anakmu memonopoli diriku.” jawabku.

“Hah!!!” Kris menghela nafasnya berat,”Aku membangunkan Jizhou saja.” lanjutnya lemah dan berjalan meninggalkan aku di dapur.

“Mianhae yeobo.” bisikku saat Kris sudah hilang dari pandangan.

Aku bahagia akhirnya cinta untuk keluargaku telah berjalan sesuai bagaimana mestinya. Jizhou mendapatkan appanya,aku mendapatkan cinta Kris dan Kris mendapatkan anak keduanya.

“Aku bahagia,apakah kau bahagia? Kau juga harus bahagia,sayang. Tumbuh yang sehat diperut eomma,eomma tidak sabar menunggumu lahir.” aku berbicara pada perutku dan mengelusnya sayang.

I love my family ~

 

END

Gomawo untuk admin yang sudah mempublish ff saya ini. Maaf typo sana-sini dan EYD kacau *bow

 

Sekali lagi gomawo… Tinggalkan jejak please ^^

I’ll Kiss The Rain (Part 2)

topna top yoona ff nc

Author     : Ame Sora

Tittle       :I’ll Kiss The Rain

Main cast: Im Yoona (GG), Choi Seung Hyun (TOP Bigbang)

Genre     : Meloromance (maybe), Romance

Read the rest of this entry

My Beloved Friend

kyuhyun ff nc

Title : my beloved friend

Cash : Cho Kyuhyun
Lee So-Hee (oc)
Tae-yon.      (oc)
Nyonya Cho

Type : romance, Nc

Read the rest of this entry

Black Trouble Part 2 (Sequel Bad Guy its My Boy)

Title: Black Trouble (Sequel Bad guy its my boy)
Author: Song_G1004
Genre: NC , Romantic , Sad
Main Casts: kim woobin (actor) and kang songgun (OC)

Other cast : Nichkhun(2pm)
Rating: +17

Read the rest of this entry

DUMB & NERD…?! [PART 3]

kyuhyun ff nc yadong

Title : Dumb & NERD…?! Part 3

Author : mizzMK / @Mishil_shin

Genre : Romance, Humor, Sad, friendship, etc.

Rating : G

Length : Chapter

Cast:

-          Shin Hwayoung / Park Injung (OC)

-          Cho Kyuhyun / Shin Jiwoo

Other Cast :

-          Lee Donghae

-          Lee Hyunjae

-          Yesung

-          Shindong

-          Choi Siwon

-          Changmin

-          Park Yeonji

-          Etc.

Read the rest of this entry

DUMB & NERD…?! [part 2]

kyu ff nc yadong

Title: DUMB & NERD…?! [ Part 2]

Author: mizzMK

Genre: Series, Humor, Sad, romance, etc..

*Cast:

- Shin Hwayoung (OC) / Park In jung

- Cho Kyuhyun / Shin Jiwoo

*Other Cast:

Lee Hyukjae, Choi siwon, Shim Changmin, Yesung, Shindong, Lee donghae, dll

Read the rest of this entry

DUMB & NERD…?! [Part 1]

kyu ff nc yadong

Title: DUMB & NERD…?!

Author: mizzMK / @mishil_shin

Genre: Series, Humor, Sad, romance, etc..

*Cast:

- Shin Hwayoung (OC)

- Cho Kyuhyun

*Other Cast:

Lee Hyukjae, Choi siwon, Shim Changmin, Yesung, Shindong, Lee donghae, dll

Read the rest of this entry

Your Mine

kyu eunji ff nc yadong

Author: Allison Park

Tittle : Your Mine

Category : NC17, Romance, Oneshoot

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Eunji

Read the rest of this entry

I’m Not Your Brother!!!

hyunseung ff nc
Author : Hyun Hae
Kategory : Yadong NC-21
Lenght : Oneshoot
Cast :
– Jang Hyunmi
– Jang Hyunseung
– Other Support Cast

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,093 other followers

%d bloggers like this: