Category Archives: Super Junior

All Suju Fanfic NC

Led Me To You | Epilog

Author : Chia
Tittle : Led Me To You
Genre : Romance, Marriage Life
Rated : PG-17

= CAST =
Kim Yesung | Choi Minra

Other Cast :
– Kim Jong Min ( OC )
– Kim Young Woon

= Chia Talk’s =

Ini cuma part penjelasan aja ya, karena banyak yg nanya Su Min nasib nya gimana. Maka lahir lah part ini. Baca fanfic lain di http://ourfanfictionbyelf.wordpress.com/
Check it out . . .

Img

~ EPILOG ~

* * *

Pagi pertama Minra sebagai istri sah Yesung dimata agama dan juga hukum, sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya bersama sang mertua. Ya, Young Woon meminta mereka untuk tingga di kediaman Kim saja. Mendengar permintaan ayahnya, Yesung menolak dengan keras. Ia ingin Minra dan Jong Min menjadi tanggung jawabnya, tanpa ada campur tangan Young Woon. Tapi perkataan yg Young Woon ucapkan seusai pemberkataan, membuat Yesung tak bisa menolak lagi. Aku sudah sangat tua, tidak tau kapan ajal menjemputku. Jika kalian menolak tinggal bersamaku, maka aku akan menjalani hari tuaku sendirian, kesepian dan menyedihkan. Hingga nantinya aku mati pun akan seperti itu juga. Hanya anak tidak memiliki perasaan dan hati saja yg akan tega menolak permintaan sang ayah jika sudah mengatakan tentang umur. Setelah dipikir-pikir apa yg dikatakan Young Woon ada benarnya juga. Rumah sebesar itu hanya di huni oleh Young Woon seorang pasti akan membuat pria parubaya itu kesepian. Tapi jika ada mereka rumah itu pasti akan menjadi ramai. Mengingat Yesung dan Jong Min selalu beradu mulut, serta bertengkar untuk masalah sepele.

Akhirnya, Yesung dengan senang hati menerima permintaan ayahnya. Lagi pula Young Woon lah satu-satunya orang tua yg mereka miliki, mengingat Minra adalah anak yatim piatu. Jadi apa salahnya jika membahagiakan Young Woon di hari tua nya.

“semua sudah siap, tinggal membangunkan para pria yg berarti dalam hidupku saja” menepuk-nepuk kedua telapak tangan, kemudian beranjak meninggalkan meja makan. Tempat tujuan pertama Minra adalah kamar sang mertua yg berada dilantai satu tak jauh dari ruang keluarga.

Minra mengetuk pelan pintu berwarna tosca yg ada dihadapannya, sembari memanggil penghuni kamar dengan suara lembut. Tak mau membuat Young Woon kaget jika ia mengeluarkan suara keras, seperti membangunkan Yesung. “aboeji, sarapan sudah siap” ucap Minra saat Pintu yg sejak tadi ia ketuk terbuka dan menampakkan sosok Young Woon yg masih mengenakan piyama dasar satin berwarna biru langit.
“ne aboeji akan segera kemeja makan, setelah membersihkan diri”

“baiklah aboeji, kalau begitu aku permisi untuk membangunkan dua pangeran tidur ku” Young Woon tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Melihat Minra yg sudah pergi dan menaki tangga, Young Woon pun menutup pintunya.

Saat sampai dilantai dua, Minra melangkah kearah kamar Jong Min yg berada dekat dengan tangga. Ya, ia berencana membangunkan Jong Min lebih dulu. Karena putranya cukup mudah dibangunkan dari pada ayahnya. Dahi Minra mengernyit saat ia berhasil membuka pintu kamar Jong Min dan tak melihat putranya diatas rajang. Minra berjalan menuju kamar mandi, Jong Min pun tetap tidak ada disana. Berbalik menghampiri ranjang dan merapikan tempat itu, kemudian beranjak keluar. “apa Jongie sudah pulang ? Tapi kenapa aku tidak melihatnya dibawah. Apa mungkin__” Segera Minra melangkah menuju kamarnya dan Yesung. Membuka pintu dengan gerakkan cepat, kemudian mendesah lega saat melihat Jong Min terlelap diatas ranjang -dalam pelukan Yesung.
“sampai kapan kalian akan bergelung dengan selimut itu, ini bukan hari minggu lagi. Cepat bangun” berkacak pinggang sembari menatap kedua pria berbeda usia yg masih tidak bergeming dari posisi mereka yg masih berpelukkan.

Minra berdecak sebal, berjalan menuju jendela untuk membuka gordeng agar sinar matahari memenuhi ruang kamar. Mengusik ketenangan Yesung dan Jong Min, karena keduanya langsung menggeliat sembari mengucek mata mereka yg masih tertutup rapat. “mommy” protes keduanya saat melihat Minra yg berdiri memunggungi matahari dengan mata menyipit karena silau. “wae ? Marah karena mommy mengusik tidur cantik kalian ?” tak ada jawaban yg Minra terima, hanya anggukan dengan tampang polos yg cukup membuat Minra semakin kesal. “cepat bangun dan bersiap, ini hari senin. Hari kalian mulai beraktivitas kembali, jangan malas” selimut yg sejak tadi menutupi tubuh Jong Min dan Yesung, kini sudah berada ditangan Minra. Jong Min yg melihat tatapan membunuh dari ibunya segera beranjak, berlari keluar menuju kamarnya. Meninggalkan Yesung yg baru saja duduk bersandar, menunjukkan tampang polos, sembari tersenyum gigi.

“morning kiss, setelah itu aku akan langsung mandi” jari telunjuk Yesung mengetuk-ngetuk permukaan bibir tipirnya. Membuat Minra mendengus geram, namun tak mencoba untuk menolak. Selimut yg tadi dipegangnya kini sudah ia letakkan diatas rajang, kemudian berjalan menghampiri Yesung. Duduk ditepi ranjang samping suaminya. Senyum puas mengembang diwajah Yesung saat Minra menangkup wajahnya dan mulai mendekat. Merasakan nafas hangat Minra yg menenangkan, membuat Yesung terhanyut dan menutup matanya. Material lembut serta basah itu menyentuh tulang pipi Yesung, merambat kerahang, dagu, kemudian sudut bibirnya. Yesung mengerang tertahan karena merasa Minra mempermainkannya. Wanita itu tetap diam disudut bibirnya. Dengan geram Yesung membuka matanya, menangkup wajah Minra, lalu menggerakkan bibirnya untuk menaut bibir Minra. “ahh waee ?” rengek Yesung dengan nada manja karena Minra menghindar dan mejauhkan tangan Yesung yg menangkup wajahnya.

“aku tidak ingin mencium suamiku yg belum mandi. Kka mandilah dan aku akan memberikannya” Minra melengos pergi, membuat Yesung membelalak tak percaya. Pria itu beranjak dari ranjang, berlari kecil menghampiri Minra. Kemudian mendorong pintu agar kembali tertutup saat Minra membukanya dan setelah itu mengurung Minra dengan kedua tangan yg berada disisi kepala istrinya. “kau tau, aku tidak suka penolakkan sayang” detik berikutnya Yesung sudah menyatukan bibir mereka. Melumatnya dengan sedikit kasar dan bergairah, membuat Minra kewalahan serta mencoba untuk membebaskan diri. Meronta, memukul-mukul punggung Yesung agar melepaskannya, namun Yesung tak mengubrisnya dan terus saja meningkatkan intensitas lumatannya. Kepala Yesung bergerak kekanan dan kiri, berusaha mencari posisi yg nyaman. Juga mengirup oksigen tanpa harus melepas tautan bibir mereka.

Minra melenguh tertahan saat Yesung meremas lembut payudara kanannya, membuat kedua kakinya melemas -Nyaris terjatuh. Jika saja Yesung tidak dengan sigap menahan tubuhnya. Nafas Minra terengah, membuat ia tidak sanggup lagi bertahan. Yesung mengerti dan dengan berat hati melepaskan bibir Minra yg kini terlihat bengkak dan basah karena ulahnya. “aku selalu suka melihat bibirmu setelah kita berciuman. Basah, bengkak, merah, sangat Sexy” ucap Yesung menatap intens tepat dibibir Minra. Kemudian menggerakkan tangannya mengusap lembut wajah Minra. Memiringkan kepalanya untuk menjangkau bibir Minra, memberikan kecupan singkat, lalu pergi dengan senyum kemenangan terukir diwajah tampannya. Minra terduduk, merasakan setiap syaraf dalam tubuhnya tidak berfungsi lagi. Ia menatap nanar pintu kamar mandi yg sudah menelan sosok Yesung, dengan tangan terkepal. “dasar pria mesum, kupastikan malam ini dan satu bulan kedepan oppa tidak akan bisa menyentuhku” pintu terbuka sedikit dengan kepala Yesung yg menyebul, saat mendengar teriakkan istrinya. Minra tersenyum samar karena berhasil mengancam suaminya. Cih, siapa suruh membuatku malu seperti ini. Batin Minra menatap tajam pada Yesung.

“aku bisa menyentuhmu tanpa izin darimu sayang” Yesung tersenyum sembari mengedikkan bahunya, kemudian masuk dan menutup pintu kamar. Minra menganga tak percaya, Yesung akan menyentuhnya tanpa izin. Itu berarti Yesung akan memperkosanya. Ah tidak, mereka suami istri. Jadi kata memperkosa itu tidak bisa disematkan pada Yesung. Minra berteriak dan mengacak kasar rambutnya, frustasi menghadapi sikap Yesung yg selalu seenaknya.

“menyenangkan sekali membuatmu kesal sayang” gumam Yesung sembari menikmati guyuran air Shower yg membasahi setiap inci tubuhnya.

* * *

“putra mommy yg tampan, kenapa menekuk wajah seperti ini heum ?” Minra mencubit gemas pipi putranya yg tengah menunjuk raut wajah tak bersemangat. “aku tidak ingin sekolah hari ini mom” kepala Jong Min tergerak kesamping untuk melihat gedung mewah sekolahnya. Minra ikut melihat arah pandangan Jong Min, lalu tersenyum dan menangkup wajah Putranya. Menarik pelan agar anak berusia 6 tahun itu kembali menatapnya. “kenapa tidak ingin sekolah ? Bukankah Jongie bilang senin adalah hari yg menyenangkan karena ada pelajaran matematika yg guru nya sangat cantik”

“memang, tapi hari senin kali ini aku membencinya. Karena__”

“IJongie” Minra dan Jong Min menatap kearah asal suara. Seorang gadis kecil berlari dari arah dalam gerbang sekolah, menuju Jong Min yg sekarang sudah bersembunyi dibelakang ibunya. Minra mengernyit bingung saat melihat tingkah putranya yg begitu aneh. “annyoeng haseyo ahjuma, naega Moon Ah Reum imnida” ucap gadis kecil itu setelah berdiri di hadapan Minra. Ia tersenyum dan membungkuk, membuat Minra ikut tersenyum melihat tingkah Ah Reum yg menurutnya ceria dan sopan. “apa ahjuma, Ijongie eomma ?” nada suara Ah Reum begitu riang dan matanya berbinar ketika melihat Minra menganggukkan kepalanya.

“ya sudah berulang kali jangan memanggilku seperti itu” protes Jong Min menyebulkan kepala dari balik tubuhnya. “jangan mendekat” histeris Jong Min mengangkat satu tangannya untuk mengadang Ah Reum yg hendak mendekatinya. Minra yg mendengar suara keras Jong Min menatap pada Ah Reum. Gadis kecil itu menunjukkan raut sedih kemudian menundukkan kepalanya. “Jongie, kau tidak boleh bicara kasar seperti itu” tegur Minra menatap pada putranya yg menunjukkan raut kesal dan pandangannya tertuju pada Ah Reum.

“tapi mom__” Minra tidak mendengar ucapan putranya. Ia malah mensejajarkan tubuh dengan Ah Reum lalu mengusap pundak gadis kecil itu. Membuat Ah Reum mendongak untuk menatap Minra yg tengah tersenyum manis padanya. “kau teman Jong Min ?” Ah Reum mengangguk pelan dan menunjukkan senyum manisnya, namun ucapan Jong Min yg mengatakan tidak membuatnya merasa sedih dan menghilangkan senyum itu.

“mianhe, karena aku selalu mengikuti dan mengganggumu. Itu karena aku belum memiliki teman disini. Hanya kau yg kukenal dikelas dan kupikir kita bisa berteman” mendengar ucapan Ah Reum, Minra menyimpulkan kalau gadis kecil ini adalah siswa baru. “kau duduk dengan Jong Min dikelas ?” Ah Reum mengangguk, kemudian menatap pada Jong Min yg berdiri dibelakang Minra dengan tangan terlipat didada, serta menatap kelain arah. Menghindari Ah Reum yg tengah melihatnya. Merasa Jong Min mengacuhkan nya, ia kembali menatap pada Minra dan tersenyum seperti tidak terjadi apa pun. Lalu pergi menjauhi Minra, berjalan masuk kembali. Minra yg melihat Ah Reum mengingatkan pada dirinya sendiri. Gadis kecil itu terus tersenyum, meskipun ia sedih. Menunjukkan kalau ia baik2 saja dan menyembunyikan perasaan nya.

“Jongie” anak berusia 6 tahun itu menurunkan tangannya yg terlipat, kemudian menatap pada Minra. “kau tidak boleh bersikap seperti itu, mommy tidak pernah mengajarimu untuk memilih teman. Apa kau tidak bisa melihat ketulusan Ah Reum ? Dia gadis kecil yg baik, periang dan bersemangat. Mommy tidak mau kau menjadi anak yg jahat karena menyakiti gadis kecil sebaik Ah Reum. Dia baru disini dan seharusnya kau membantunya untuk beradaptasi, bukan malah menjauhinya. Kau tau Jongie, apa yg kau lakukan tadi pasti sangat menyakiti hatinya. Tapi Ah Reum tetap tersenyum dan tidak tersinggung sama sekali. Jadi sekarang katakan pada Mommy, kenapa kau tidak mau berteman dengannya dan apa karena ini kau menolak untuk sekolah ?”

“Ah Reum baru masuk hari sabtu kemarin dan dia duduk bersamaku. Dia terus mengikuti kemanapun aku pergi dan teman-teman mengejekku karena itu. Mereka bilang aku seperti perempuan karena berteman dengan Ah Reum. Jadi aku berusaha menghindarinya”

“Jongie kau harus tau, pria sejati adalah pria yg mampu menjaga seorang wanita. Pria yg tidak akan pernah membuat seorang wanita menangis. Jika kau melakukan hal itu, berarti putra mommy tidak akan bisa menjadi pria yg sejati. Teman-temanmu mengejek itu karena mereka lebih buruk darimu, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melindungi orang lain. Mommy harap kau mau berteman dengan Ah Reum, buat dia nyaman bersekolah disini. Kau mau kan sayang ?” Jong Min mengangguk pelan, menatap pada Ah Reum yg masih terlihat oleh iris coklatnya. “mommy memang yg terbaik” kecupan lembut Jong Min berikan di pipi Minra. Kemudian berlari dan memanggil Ah Reum, membuat si pemilik nama berhenti. Berbalik serta tersenyum saat melihat Jong Min menghampirinya. Mata Minra terbelalak saat melihat putranya tanpa canggung merangkul Ah Reum dan berjalan bersama.

“astaga Jongie, kau sungguh mirip dengan daddy mu. Mommy meminta kau berteman dengan Ah Reum, bukan tebar pesona. Dasar bocah” kepala Minra menggeleng berulang kali dengan terus menatap putranya. Hingga suara dering ponsel mengintrupsi pendengarannya. Tangan Minra meronggoh tas dan mengeluarkan benda persegi panjang tersebut.

“yoeboseo ?” Tubuh Minra menegang dan tangannya yg tengah memegang ponsel bergetar saat mendengar suara dari sebrang telpon. Dengan nafas memburu ia segera memasukkan kembali ponsel kedalam tas, lalu masuk kedalam mobil. Memberi perintah pada supir pribadi keluarga Kim untuk menemui orang yg baru saja menghubunginya.

* * *

Duduk berhadapan dan saling menatap satu sama lain adalah hal yg terjadi sejak kedatangan Minra 5 menit yg lalu. Saat ini Minra tengah berada dikantor polisi yg terletak dikawasan gangnam, Tempat yg ditinggali Su Min saat ini. Wanita itu dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas tuduhan penculikkan dan penganiayaan. “kupikir kau akan menolak permintaanku untuk bertemu Choi Minra” Su Min lebih dulu membuka mulut, sembari tersenyum miris. Jujur saja saat ini Minra masih takut untuk bertemu dengan Su Min, tapi entah mengapa ada sebagian hatinya yg ingin ia menemui Su Min dan mendengarkan apapun yg wanita itu bicarakan. Minra tersenyum, menatap tulus wanita yg ada dihadapannya. “ngomong-ngomong kenapa kau meminta bertemu ? Ada yg ingin kau bicarakan ?”

“ya, aku ingin meminta maaf sekaligus berterima kasih padamu”

“untuk ?”

“maaf karena sudah menyakitimu dan terima kasih karena hanya memberikanku hukuman selama 12 tahun”

“aku tidak mengerti apa maksudmu Su Min-ah ?” Su Min menghela nafas, menatap Minra dengan sorot mata penuh penyesalan. “sekarang aku tau, kenapa semua orang menyayangimu dan juga menginginkanmu. Kau memiliki hati yg baik, kau membantuku tanpa ingin aku ketahui. Jaksa Cho, sudah mengatakan semuanya padaku. Pria itu temanmu saat di Belgia bukan ? Kau khusus menghubunginya untuk menjadi jaksa penuntut dalam sidangku. Kau minta pada jaksa Cho untuk membahas tentang kejadian diatap gedung saja. Tidak dengan pembunuhan Eomma Yesung dan Jong Jin, Sehingga aku tidak mendapat hukuman terlalu berat. Jika semua kesalahanku dibeberkan, aku pasti mendapat hukuman seumur hidup. Kau bahkan menghubungi jaksa Cho disaat kau sedang sekarat karena ulahku. Bagaimana mungkin kau masih memikirkanku ? Choi Minra, gomapta”

“kupikir kau akan marah besar padaku karena sudah menjebloskan mu kepenjara. Su Min, aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf. Sungguh aku tidak bermaksud menghancurkan masa depanmu, dengan memas__”

“gwenchana, karena dipenjara aku bisa mengetahui kalau perbuatanku terhadapmu selama ini salah. Satu hari mendekam dibalik jeruji, membuatku ingat akan semua kejahatan yg kulakukan padamu. Minra, apa kau tau kenapa aku seperti ini terhadapmu ?”

“karena kau mencintai Yesung ?” Su Min menggeleng. “itu alasan kedua, alasan pertamaku adalah karena aku iri padamu” dahi Minra mengernyit tak mengerti dengan apa yg Su Min katakan. “apa yg membuatmu iri padaku ? Jelas kau lebih baik dariku”

Su Min tersenyum miris dengan kepala tertunduk, kemudian menyandarkan punggungnya. Menghela nafas, lalu kembali menatap Minra. Matanya berkaca-kaca dan siap mengeluarkan cairan bening. “apa yg kau lihat tidak seperti kenyataan nya Minra. Aku iri padamu karena semua orang menyayangimu. Aku adalah seorang anak yg tidak pernah diinginkan lahir kedunia ini. Eomma seorang wanita panggilan. Suatu hari eomma teledor yg membuatnya hamil dari salah satu pelanggannya. Sudah berulang kali eomma berusaha menggugurkan ku, tapi brengseknya aku tetap tumbuh dan akhirnya melihat dunia kejam ini. Aku hidup dengannya dalam tangis karena siksaan. Eomma selalu memukuliku karena kehadiranku membuatnya kehilangan banyak pelanggan. Ketika aku berumur 10 tahun aku memutuskan untuk pergi karena muak menghadapi sikap eomma. Beberapa minggu setelahnya aku mendengar kabar kalau aparat kepolisian membekuk rumah bordir tempat eommaku berada. Saat itu eomma menghubungiku untuk datang, tapi aku menolaknya mentah-mentah. Kau pasti tau bagaimana sakitnya hatiku Minra, luka karena kebencian eommaku tidak akan bisa hilang dengan cepat. Tapi sungguh aku menyesali perbuatan ku saat itu Minra, aku tidak menyangka kalau hari itu adalah terakhir kali aku mendengar suaranya. Karena aku menerima kabar, kalau eomma ku bunuh diri dan tidak bisa diselamatkan” tangis Su Min pecah dengan tubuh bergetar hebat. Minra meraih tangan Su Min yg ada diatas meja, menggenggamnya erat untuk membagi kekuatan yg ia miliki. Mendapat perlakuan itu membuat Su Min tersenyum dalam isak tangisnya. “aku mencoba hidup sendiri, mencari pekerjaan agar aku bisa meneruskan sekolahku. Ya, setidaknya aku bersyukur karena dulu eomma pernah memasukkanku kesekolah, sehingga aku cukup meneruskannya saja. Sebuah tempat pencucian mobil menerimaku bekerja pada mereka dengan gaji yg lumayan serta tempat tinggal. Aku sangat senang dan melakukan pekerjaanku dengan baik. Hingga suatu hari ada seorang pelanggan yg protes, mengatakan kalau pekerjaanku sangat mengecewakan. Pelanggan itu bilang aku sudah membuat lecet kap mobilnya, padahal aku tidak menggunakan benda kasar untuk mencuci mobil. Kau mau tau Ra-ya, siapa pelanggan itu ? Dia, wanita yg sangat aku benci sekaligus eomma dari pria yg kucintai” mata Minra terbelalak mengetahui sebuah fakta, bahwa ibu mertuanya lah yg membuat luka di hati Su Min. Jadi wajar saja jika Su Min begitu dendam pada ibu mertuanya.

“Ny. Kim melaporkan hal ini pada atasanku dan hari itu juga aku langsung dipecat. Hidupku semakin sulit dan menyedihkan, namun aku tetap optimis kalau suatu hari akan ada dimana saat aku yg menghancurkan wanita itu. Dendam, tentu saja harus dibalas setimpal. Hinaan, makian, bentakkan, serta sikap angkuh Ny. Kim itu lah yg membuatku bersemangat. Beberapa tahun berlalu, tak terasa sebentar lagi aku akan lulus dari Middle School. Siapa sangka, kalau ujian bea siswa yg aku ikuti membuahkan hasil. Aku bisa meneruskan SMA dan Universitas di Sidney. Pertama kehadiranku di SMA, aku selalu dibully bahkan aku nyaris mati saat mereka mendorongku dari lantai 3. Saat itu aku berpikir inilah akhir perjuanganku, karena aku akan langsung mati. Tapi ternyata tuhan masih menyayangiku. Yesung, pria itu menarik tanganku yg tengah berpegangan dibesi penyangga. Dia adalah Sunbae ku dan orang pertama yg mau menerimaku, sebagai teman. Hari-hariku semakin berwarna dan disertai tawa bahagia karena aku melaluinya bersama Yesung. Namun semua itu berakhir saat Yesung lulus dan meneruskan kuliah di Korea” Su Min menarik dan membuang nafas pelan, untuk menahan air matanya yg hendak kembali mengalir keluar. Minra hanya diam, masih setia menunggu kelanjutan cerita Su Min. “setelah kepergian Yesung aku tetap berusaha untuk semangat dan bertekad setelah lulus nanti aku akan menemui Yesung. Tapi ternyata belum juga lulus, aku langsung ditawari produser film untuk menjadi peran pendukung. Itu pengalaman pertamaku dan begitu menyenangkan. Suatu hari aku mendapat telpon dari produser di Korea yg menawariku untuk menjadi peran utama di Drama mereka. Tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan, mengambil cuti kuliah dan kembali ke Korea. Saat tiba aku langsung mencari keberadaan Yesung dan berniat masuk ke Universitas yg sama dengannya. Tapi sebuah fakta menyakitkan tentang Yesung yg sudah memiliki kekasih membuat hatiku hancur. Aku baru tau kalau kebaikannya selama diSidney itu hanya sebatas teman, bukan karena dia menyukaiku. Semua tentangmu aku mencari tau nya, aku sangat marah karena Yesung begitu mencintaimu. Hingga aku mendengar kabar tentang kehamilanmu dan penolakkan eomma Yesung. Disaat bersamaan pula aku mendapatkan tawaran dari Crevon Corp untuk menjadi model pakaian olahraga. Ketika datang kesana dan bertemu istri pemilik perusahaan aku sangat Shock, karena wanita itu adalah wanita yg paling kubenci. Rasa Shock ku bertambah saat melihat Yesung juga berada disana dan memanggil wanita itu eomma. Sungguh aku merasa ragu, haruskah aku melanjutkan rencanaku untuk balas dendam. Setelah kutau kalau wanita itu adalah eomma pria yg kucintai. Keadaan nya yg membencimu membuat wanita itu mencari cara untuk memisahkanmu dan Yesung. Dia tidak mengingat siapa aku dan apa yg dia lakukan padaku dimasa lalu, sehingga dengan bodohnya dia memintaku menjadi menantunya untuk memisahkan kalian”

“aku menerimanya dengan senang hati dan berniat menghilangkan semua rencanaku untuk balas dendam. Tapi saat kau melahirkan Jong Min, bayi laki-laki yg akan menjadi penerus keluarga Kim. Wanita itu mencampakkanku, mengatakan kalau dia ingin berhenti. Aku tidak terima, aku marah dan akhirnya meracuni wanita itu sehingga dia lumpuh. Rasa iriku pada mu semakin memuncak, karena kau bisa mendapatkan kasih sayang yg tidak pernah aku rasakan. Sehingga rasa iri itu membuatku ingin menghancurkanmu dan selanjutnya kau tau apa yg terjadi. Tapi sungguh Minra, sekarang aku menyadari kesalahanku. Semua ini terjadi karena pilihan serta sikapku yg terlalu berambisi. Kehidupan keras yg selama ini kujalani membuatku menjadi manusia egois dan jahat. Aku berharap setelah 12 tahun berlalu nanti, kau mau membantuku menjadi manusia yg lebih baik”

“pasti, aku tidak akan ragu membantumu” Su Min membalas genggaman Minra, sembari tersenyum manis. “gomapta, joengmal Gomapta Choi Minra”

* * *

Suasana malam yg dingin tak membuat Minra beranjak dari balkon kamar. Ia masih setia menengadahkan kepala menatap langit, memperhatikan bintang2 yg bersinar terang. Nafasnya tercekat saat mengingat semua pembicaraan nya dengan Su Min tadi siang. Tak pernah ia duga jika kehidupan yg Su Min jalani begitu berat dan menyakitkan. Ia berjanji akan membantu dan menemani Su Min saat wanita itu bebas, karena ia yakin Su Min membutuhkan sosok teman yg tidak pernah ia miliki selama ini. Hanya Yesung, teman sekaligus pria yg Su Min cintai. Namun Minra yg sudah mengambilnya. Mengingat fakta itu membuat Minra merasa menjadi wanita paling jahat didunia. Ia memaklumi sikap Su Min, karena jika posisi mereka ditukar besar kemungkinan ia akan melakukan hal yg serupa.

“Yoebo, apa yg kau lakukan ?” bersamaan dengan itu, sepasang lengan kekar melingkari perut Minra. Serta kecupan lembut menyentuh permukaan kulitnya. Minra tersenyum, mengetahui jelas itu adalah perbuatan suaminya. Kedua tangan Minra bertumpuh pada lengan Yesung, mengusapnya pelan kemudian memalingkan wajah kesamping untuk memberikan kecupan dipipi suaminya. “aku hanya belum bisa tidur oppa, lalu oppa sendiri kenapa terbangun ?”

“jelas aku terbangun karena tidak menemukanmu disampingku. Malam ini sangat dingin, dan tidak adanya kau yg memelukku semakin membuatku kedinginan”

“dasar mesum, apa oppa tidak bisa membicarakan hal lain yg tidak menjurus keranjang” pelukan Yesung semakin mengerat, dengan kepala yg ia telusupkan dilekukan leher Minra. Merasakan feromon istrinya yg begitu memabukkan dan membuatnya ketagihan. “tidak akan berhenti mengatakan hal itu, sebelum kita berhasil memberi Jong Min adik. Kau tau putra kita itu sudah merengek padaku, kalau dia ingin memiliki adik yg bisa menemaninya. Jadi apa aku tega menolak permintaan putraku, lagi pula aku juga menginginkannya” kecupan lembut dileher Minra, berubah sedikit kasar. Yesung mulai menggigit gemas dan menghisap nya kuat, hal itu membuat Minra meloloskan lenguhannya. Ia benci ketika Yesung mulai memonopolinya, tapi tak bisa dipungkiri kalau dirinya juga menikmati sentuhan Yesung. “oppahh” panggil Minra yg terdengar seperti desahan ditelinga Yesung. Pria itu menghentikan aksinya, kemudian membalik tubuh Minra.

Mengusap wajah Minra dan menyingkirkan anak rambut yg menutupi pemandangan indahnya kebelakang telinga Minra. “aku tau tadi kau sedang berpikir, katakan apa yg mengganggu benakmu” Minra mengangkat tangannya untuk menggenggam tangan Yesung yg tengah berada diwajahnya. Melepaskan rengkuhan Yesung kemudian memeluk tubuh tegap suaminya. “aku hanya merasa bersalah pada Su Min karena sudah merebut oppa darinya. Oppa satu-satunya orang yg Su Min inginkan, tapi aku dengan kejam mengambilnya” tangan Yesung melingkari pinggang Minra, menarik gadis itu semakin masuk dalam dekapannya. “kau tau semua orang memiliki Takdir hidup yg sudah tuhan tentukan. Meskipun Su Min mencintaiku, namun wanita yg ditakdirkan untukku adalah dirimu apa yg bisa kita lakukan. Jika kau menyalahkan diri seperti ini, berarti kau menyalahkan takdir, dan lebih parahnya lagi kau menyalahkan tuhan. Bukankah kau bilang tuhan tau mana yg terbaik untuk kita. Jadi jangan pernah merasakan hal seperti ini, kau tidak ingin kan tuhan marah padamu. Karena kau yg tidak mensyukuri nikmat yg sudah kau dapatkan ?” Minra mengangguk pelan dalam dekapan Yesung. Membuat pria itu tersenyum dan mendaratkan kecupan sayang dipuncak kepala Minra.

Perlahan Yesung melepaskan pelukannya, meraih tangan Minra dan mengecup bibir istrinya sekilas. “sekarang kita tidur, jangan berpikiran macam-macam lagi”

* * *

Sesekali Yesung memijat dahinya yg terasa pening. Beberapa hari ini ia terus mengalami hal serupa yaitu berkurangnya nafsu makan serta mual dipagi hari. Wajahnya terlihat sangat pucat, namun ia bersikap seperti biasa. Ia tidak ingin Minra khawatir jika mengetahui apa yg terjadi padanya. Saat ini Yesung tengah duduk dibelakang meja kerja, menatap fokus berkas yg terbuka dihadapannya. Membaca dengan telaten sebelum membubuhkan tanda tangan nya diatas berkas tersebut.
“masuk” mendengar izin Yesung, pintu terbuka. Menampakkan sosok In Hye yg sudah berjalan masuk untuk menghampirinya. Berdiri dihadapan Yesung, kemudian memberikan salam.

“ada apa In Hye ?” tanya Yesung tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas yg sedang ia baca. “2 menit lagi kita ada meeting dengan Yongnam grup tuan” kepala Yesung sontak terdongak dengan dahi mengernyit, ia baru mengingat hal itu. Akhir-akhir ini ia juga seperti kehilangan daya ingatnya yg tajam. Pelupa adalah tabiat istrinya, tapi kenapa sekarang ia yg mengalaminya.

“baiklah, kita pergi bersama. Kau sudah menyiampkan semuanya bukan ?” Inhye mengangguk sembari menunjukkan berkas-berkas ditangannya. Yesung yg paham segera membereskan dokumen diatas meja, kemudian beranjak. In Hye berjalan lebih dulu dengan Yesung yg berada tepat dibelakangnya. Saat Inhye hendak menarik pintu untuk membukanya, secara bersamaan ada yg mendorong pintu itu dengan lumayan keras. Membuat tubuh In Hye limbung dan hampir saja terjatuh jika Yesung tidak dengan sigap menahannya. Keduanya terpaku, saling pandang dengan rasa kaget. Masih pada posisi Inhye berada dalam rengkuhan Yesung.

“oppa dasar menyebalkan” bentak seseorang yg membuat Yesung dan In hye tersadar. Mata Yesung terbelalak saat melihat Minra yg menggandeng Jong Min, kini menatap tajam padanya. Menyadari apa yg terjadi, Yesung segera membantu In hye agar kembali berdiri dan menjauhkan tangan nya yg tengah melingkari pinggul seketarisnya. “Ra-ya aku han__”

“tadinya aku ingin makan siang bersama oppa dan Jong Min, tapi apa yg baru saja kulihat membuatku kehilangan nafsu makan. Jongie, kajja kita pergi, kita tidak boleh mengganggu daddymu yg sedang amat sangat sibuk” menatap sinis pada In Hye yg berdiri disamping Yesung dengan kepala tertunduk. Kemudian menarik putranya untuk segera pergi. Jong Min yg tidak tau apa-apa hanya diam sembari mengikuti perintah ibunya. “maafkan istriku, akhir2 ini dia sensitive sekali. Suka marah2 tidak jelas, juga pencemburu. Aku harap kau tidak tersinggung” tutur Yesung merasa tidak enak pada In Hye, membuat gadis itu mendongak dan tersenyum. “tidak apa tuan, saya tau biasanya Ny. Kim tidak seperti ini. Dia lembut dan baik. Tapi maaf, kenapa tuan tidak mengejar Ny”

“jika aku mengejarnya dan mengajaknya bicara disaat seperti ini. Bukan nya berbaikan, istriku malah akan semakin meledak. Aku juga tidak mengeti ada apa dengannya, benar-benar membuat kepalaku sakit” Yesung memijat dahinya yg kembali berdenyut saat mengingat kelakuan istrinya. Beberapa minggu ini, Minra bersikap tidak seperti dirinya. Membuat Yesung tidak bisa mengenali istrinya sendiri. Tangan Yesung meronggoh saku celananya. Ia menghela nafas lega dan tersenyum saat melihat ID penelpon. Kemudian segera menjawabnya.

“yoe__”

“daddy, mommy pingsan dilobi” perkataan Yesung terpotong karena ternyata yg menghubunginya adalah Jong Min dan memberikan kabar tidak menyenangkan.

Tanpa perduli dengan seorang security yg menghampirinya dengan wajah panik dan hendak mengatakan sesuatu. Yesung segera saja berlari dengan kencang, ia tau kalau security itu datang untuk mengatakan apa yg terjadi pada istrinya. Tapi syukurnya Jong Min sudah mengerti cara menggunakan ponsel, sehingga ia bisa mengetahuinya dengan cepat. Suara geraman meluncur dari bibir tipis Yesung, karena pintu lift khusus untuknya tidak kunjung terbuka. Tak mau membuang waktu Yesung pun segera masuk ke lift karyawan, berdesakan dengan beberapa karyawan tak membuatnya perduli. Berbanding terbalik dengan para karyawanya yg merasa canggung dan menepikan diri agar sang atasan memiliki ruang yg luas.

TING

seperti orang kesetanan Yesung segera keluar dari Lift. Matanya bergerak memperhatikan sekitar, hingga ia melihat kerumunan orang yg tengah berjalan menuju pintu untuk keluar.

“Jong Min-ah” panggil Yesung saat putranya mengikuti para kerumunan itu. “dimana mommy ?” tanya Yesung dengan nafas tersengal setelah menghentikan larinya tepat didepan Jong Min. “mereka menghubungi ambulance, dan mom__” tanpa Jong Min menyelsaikan perkataannya Yesung sudah mengerti saat melihat Minra dibawa masuk kemobil ambulance. Dengan wajah pucat Yesung segera meraih tangan Jong Min, mengajak Putranya untuk turut masuk kedalam ambulance. Beberapa karyawan membungkuk saat Yesung melewati mereka dan Yesung yg begitu panik tidak menghiraukannya. Ia serta Jong Min segera naik dan duduk disamping Minra yg tengah berbaring tidak sadarkan diri.

“daddy, mommy akan baik-baik sajakan ?” tanya Jong Min menatap Yesung dengan raut tak kalah panik. Tak tau harus mengatakan apa, Yesung segera merangkul Jong Min. Menenangkan putranya, meski ia pun sedang kalut. Sedangkan satu tangannya menggenggam erat tangan istrinya. “ada apa denganmu sayang ? Kau sakit, kenapa tidak mengatakan nya padaku”

* * *

Pria parubaya yg tak lain adalah Young Woon kini tengah berjalan tergesah menyusuri koridor rumah sakit. Saat mendapat kabar dari Yesung kalau Minra masuk kerumah sakit. Young Woon segera bergegas pergi untuk melihat keadaan menantunya. Ia merasa iba pada Minra, wanita itu selalu saja menderita. Pernah ia bertanya dalam hati mengapa tuhan mentakdirkan Minra hidup sesulit ini, namun kemudian ia mengetahui alasannya. Itu semua karena tuhan memberi Yesung kepercayaan untuk menjaga Minra. Ya, tuhan tidak mungkin memberikan suatu hal pada manusia tanpa sebuah alasan dan penyelsaian.
“Minra eottoke ?” raut wajah Young Woon yg panik terlihat begitu jelas dimata Yesung. Sehingga ia yg sejak tadi duduk segera beranjak menghampiri ayahnya dan menuntun Young woon untuk duduk disamping Jong Min, sedangkan ia berdiri dihadapan kedua orang tersebut.

“Minra masih diperiksa aboeji ?”

“aiss kenapa lama sekali ? Lalu apa yg terjadi ? Kenapa Minra bisa pingsan seperti ini ?”

“mommy, melihat daddy memeluk seorang wanita diruangannya” Jong Min mendahului Yesung yg baru saja akan membuka mulut. Young Woon menatap pada Cucunya, kemudian kembali menatap Yesung dengan tatapan tak percaya. “apa benar yg dikatakan putramu Yesung ?”

“aboeji, Minra hanya salah paham. Tadi aku hanya membantu In Hye yg hampir terjatuh, karena mendorong kuat pintu ruanganku saat kami akan keluar”

“jadi daddy menyalahkan mommy ? Pintu itu aku yg membukanya bukan mommy. Meski pun begitu, seharusnya tadi daddy menyusul kami. Bukan berdiam diri bersama wanita itu” mata Yesung dan Young Woon terbelalak saat mendengar ucapan Jong Min, ditambah dengan tatapan kesal yg anak itu tujukkan pada Yesung. Dalam hati Yesung menggeram sekaligus bingung, kenapa istri dan putranya seperti kompak untuk memusuhinya.

Disaat Yesung tengah bergulat dengan pikirannya, pintu yg ada dibelakangnya terbuka. Seorang pria mengenakan jas berwarna putih keluar dan menempuk pundak Yesung. Hal itu membuat Yesung tersadar sembari langsung berbalik. “tuan tidak ingin masuk untuk menjenguk Ny. Kim ?” kepala Yesung bergerak kesamping kanan dan kiri, ternyata Hanya dia yg masih mematung diluar. Pantas saja dokter ini menyetuhnya, karena pasti merasa aneh kenapa Yesung tak kunjung masuk untuk menemui istrinya.

“oh iya bagaimana keadaan istri saya dok ? Apa yg terjadi ? Kenapa bisa tiba-tiba pingsan seperti tadi” Seulas senyum menghiasi wajah sang dokter saat melihat raut panik Yesung. Kemudian mengulurkan tangannya yg disambut oleh Yesung, meski dalam keadaan bingung. “istri tuan sedang mengandung, usia kandungannya sudah memasuki minggu ke-7”

“jo__ joengmalyo ?” tanya Yesung tak percaya, namun detik berikutnya ia tersenyum dengan mata berbinar saat melihat dokter mengangguk. Tanpa menghiraukan apapun lagi, Yesung segera membuka pintu ruang rawat Minra. Ia tertegun diambang pintu saat melihat wanita terkasihnya, kini tengah duduk bersandar dan tersenyum manis pada Young woon juga putranya. “daddy” Jong Min yg lebih dulu menyadari kehadiran Yesung segera menghampiri pria itu dan meraih tangan ayahnya yg masih diam mematung.

“Jongie akan punya adik, daddy gomawo sudah menepati janji untuk memberi Jongie adik” riang Jong Min sembari menarik ayahnya untuk mendekat pada Minra. “Jongie benar Yesung, aboeji tidak menyangka kalau aboeji akan mendapatkan cucu lagi” tutur Young Woon setelah Yesung berdiri dihadapannya. Pria yg diajak bicara masih terdiam dengan tatapan tertuju pada Minra. Wanita itu mengulas senyum diwajah pucatnya, membuat Yesung tak tahan untuk tidak memeluk istrinya. “kau hamil sayang ? Kau hamil” kepala Minra mengangguk pelan saat mendengar bisikkan suaminya.

Yesung melepas pelukan itu, kemudian menangkup wajah Minra. Memberikan kecupan sayang didahi istrinya. “jadi ini yg membuatmu begitu sensitive dan sering marah tanpa sebab” Minra mengangguk lagi dengan wajah merona, membuat Yesung.

“daddy, Jongie ingin adik laki-laki. Agar Jongie punya teman main bola” ucap Jong Min dengan mata berbinar. “andwe, daddy mau adikmu perempuan. Kau saja sudah membuat daddy pusing, apa lagi jika adikmu juga laki-laki. Andwe andwe”

“laki-laki”

“perempuan”

perdebatan itu terus berlanjut, dengan keduanya saling menatap sengit. Minra hanya diam memperhatikan keduanya, sedangkan Young Woon tertawa melihat tingkah putra dan Cucunya yg tidak memiliki perbedaan. Sama-sama tidak mau mengalah.

~

~

~

FINAL

.

.

Udah Chia perjelas tu keadaan Su Min, Minra juga udah Chia buat hamil. Buat lahirnya baby Kim, siapa Jaksa Cho dan Elizhabert Cho tunggu di Dong Hae Side Ya. Chia yakin sebagian dari kalian pasti udah tau hubungan apa antara Jaksa Cho dan Elizh.

My Beloved Friend

kyuhyun ff nc

Title : my beloved friend

Cash : Cho Kyuhyun
Lee So-Hee (oc)
Tae-yon.      (oc)
Nyonya Cho

Type : romance, Nc

Read the rest of this entry

DUMB & NERD…?! [PART 3]

kyuhyun ff nc yadong

Title : Dumb & NERD…?! Part 3

Author : mizzMK / @Mishil_shin

Genre : Romance, Humor, Sad, friendship, etc.

Rating : G

Length : Chapter

Cast:

-          Shin Hwayoung / Park Injung (OC)

-          Cho Kyuhyun / Shin Jiwoo

Other Cast :

-          Lee Donghae

-          Lee Hyunjae

-          Yesung

-          Shindong

-          Choi Siwon

-          Changmin

-          Park Yeonji

-          Etc.

Read the rest of this entry

DUMB & NERD…?! [part 2]

kyu ff nc yadong

Title: DUMB & NERD…?! [ Part 2]

Author: mizzMK

Genre: Series, Humor, Sad, romance, etc..

*Cast:

- Shin Hwayoung (OC) / Park In jung

- Cho Kyuhyun / Shin Jiwoo

*Other Cast:

Lee Hyukjae, Choi siwon, Shim Changmin, Yesung, Shindong, Lee donghae, dll

Read the rest of this entry

DUMB & NERD…?! [Part 1]

kyu ff nc yadong

Title: DUMB & NERD…?!

Author: mizzMK / @mishil_shin

Genre: Series, Humor, Sad, romance, etc..

*Cast:

- Shin Hwayoung (OC)

- Cho Kyuhyun

*Other Cast:

Lee Hyukjae, Choi siwon, Shim Changmin, Yesung, Shindong, Lee donghae, dll

Read the rest of this entry

Your Mine

kyu eunji ff nc yadong

Author: Allison Park

Tittle : Your Mine

Category : NC17, Romance, Oneshoot

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Eunji

Read the rest of this entry

Lonely Sick (Hate or Love) Promise You Special Sequel 2

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 2

Pg : NC-17

Cast : Cho Kyu-Hyun

         Lee Eun-Ji

*

The Story Begin…

*

Saat pandangan kita saling bertemu, aku bersikap munafik. Aku berpura-pura orang lain adalah arah fokus ku dan bersikap seolah kau bukan apa-apa di mataku. Aku bodoh, aku tidak bisa menghilangkan harga diriku yang tinggi. Aku lemah, setelah kau meninggalkanku, aku menjadi gadis yang menyedihkan. Aku tidak pernah berpikiran untuk membencimu, tapi rasa sakit ini yang membuatku membencimu. Aku membencimu, sangat. Hatiku mengatakan itu padaku.

*

“Jaksa Cho Kyu-Hyun, Anda sedang melihat apa?” Kyu-Hyun tersentak kaget ketika sebuah tangan menyentakkan segala lamunannya tentang apa yang sedang ia lihat. Ia mencoba menyunggingkan seulas senyum ramah kepada rektor yang mencoba mengajak ngobrolnya.

“Ada orang yang ku kenal,” kata Kyu-Hyun. Ia menghela nafas dan kembali masuk ke dalam obrolan orang-orang yang di sekelilingnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan masalah orang lain. Lagipula, orang itu hanya salah satu gadis di kenangan masa lalunya, tidak penting sama sekali. Tidak penting? Benarkah tidak penting?

Kepalanya menoleh lagi kepada Eun-Ji, melihat gadis itu tengah sibuk memainkan ponselnya. Orang itu… Kenapa rasanya tampak berubah di mata Kyu-Hyun? Itu Eun-Ji, bersama dengan teman-temannya, dan tertawa, lalu apa yang berubah? Apa karena pakaian? Tidak, sepertinya bukan.

Sudahlah…

“Hei, Kyu-Hyun,” senyum Kyu-Hyun melebar sesaat Sungmin dan Han Je-In yang wajahnya seperti boneka Barbie itu berjalan ke arahnya. Tangan gadis itu mengait ke lengan Sungmin, sepertinya Sungmin sudah berhasil. Ternyata Sungmin yang munafik sudah tidak ada lagi, Kyu-Hyun senang mengetahui kenyataan itu.

“Sudah lama tidak bertemu nuna,” katanya lalu memeluk Han Je-In, gadis yang memiliki lesung pipi itu juga memeluk Kyu-Hyun. “Aku hanya lebih tua satu bulan darimu, jangan panggil aku nuna,” Je-In memukul bahu Kyu-Hyun. Kyu-Hyun melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin yang tersenyum ke arahnya. “Apa kalian kencan?” Tanya Kyu-Hyun pura-pura tidak tahu kepada Je-In. Gadis itu mengangkat bahunya. “Aku sangat menyukainya,”

“Je-In!”

“Oh?” Je-In berseru ketika namanya di panggil oleh orang yang di kenalnya. “Kim Mu Ri, dia datang? Kenapa aku tidak melihatnya,” Je-In berucap senang dan matanya melirik Kyu-Hyun dan Sungmin secara bergantian. “Kau mau gabung dengan anak sastra?” Sungmin menggeleng. “Tidak, terima kasih.” Sahut Sungmin cepat.

Je-In mengangguk lalu beralih ke Kyu-Hyun. “Kau?” Laki-laki tersenyum. Kebetulan sekali, baru saja ia memikirkan caranya untuk bisa bergabung dengan meja yang jaraknya tidak terlalu jauh dengannya. Keberadaan Je-In membawa keberuntungan.

“Bolehkah?” Je-In mengangguk tanpa ragu. “Ku pikir kau banyak mempunyai teman di kelas sastra,” Kyu-Hyun menautkan kedua alisnya. “Entahlah,” langkah kaki itu langsung bergerak meninggalkan Je-In yang masih berdiri di tempat. Laki-laki itu berjalan menuju tempat yang dimana ada Eun-Ji yang berdiri di sekitar meja.

Dalam mata Kyu-Hyun, gadis-gadis yang berkumpul disana langsung terpaku padanya, termasuk Eun-Ji. Bahkan yang pertama menyadari Kyu-Hyun yang datang adalah Eun-Ji. “Oh Cho Kyu-Hyun,” ia mendengar gumamam dari gadis yang tadi meneriaki nama Je-In. Je-In dan Kim Mu Ri adalah teman dekat ketika masih bersekolah disini, begitu pun dengan Eun-Ji. Mereka satu jurusan.

Kyu-Hyun juga masih ingat saat dimana Sungmin menyukai Je-In diam-diam dan hanya bisa melihat gadis itu dari jarak jauh. Dulu semasa ia masih berpacaran dengan Eun-Ji, Sungmin akan mengikutinya memasuki kelas Eun-Ji untuk melihat Je-In. Bodoh, Sungmin yang bodoh, tapi setelah lima tahun berlalu dan dalam satu hari ini Sungmin mampu mengambil hati gadis yang ada di hatinya dalam sekejap. Ia baru sadar, kalau banyak sekali yang berubah di sekelilingnya.

“Sudah lama tidak bertemu,” tangannya terulur ke hadapan Eun-Ji. Mu Ri tersenyum melihatnya.

“Aku yang di panggil, kenapa kau yang malah datang duluan,” gerutuan Je-In tepat di belakangnya. Ia langsung masuk ke dalam kerumunannya ini dan berdiri di sisi Mu Ri.

Lee Eun-Ji menatap tangan yang ada di hadapannya dengan ragu. Kepalanya terangkat melihat Kyu-Hyun dan tersenyum tipis. “Iya,” ia menyambut uluran tangan itu. Kyu-Hyun menjabat tangannya dan mencengkeramnya cukup erat.

Sungguh, demi dewa Janus, ia tidak bisa bernafas. Datangnya Kyu-Hyun berdampak keras terhadap apa pun yang ada dalam tubuhnya, hatinya.

“Ooh, mantan kekasih,” Je-In mencemooh mereka berdua yang sedang berjabat tangan. Kalau saja posisi Je-In ada di posisi Eun-Ji saat ini, gadis itu sudah pasti tidak akan mengatakan hal itu. Mungkin bagi orang, sepasang kekasih yang sudah berpisah dan kembali bertemu dalam acara, tertentu itu terlihat lucu. Meledek, dan bersikap apa saja yang kekanakan. Padahal, mereka tidak tahu saat pasangan itu di sindir tidak jelas, perasaan mereka sudah tidak baik lagi.

Kyu-Hyun melepaskan jabatannya dan tersenyum. “Kita berteman,” ucap Kyu-Hyun kepada Je-In.

“Pasangan kekasih dan sekarang menjadi mantan, bukan berarti tidak bisa menjadi teman bukan?” Kepala Kyu-Hyun teralih kepada sosok pria yang berdiri di samping Eun-Ji. Siapa nama pria ini? Pikirnya.

“Huu~ Hyuk-Jae manis,” gumam Mu Ri yang terdengar ke telinga Kyu-Hyun. Dalam hati Kyu-Hyun tidak bisa apa-apa selain bertindak meremehkan, inilah hidupnya, di setiap pertanyaan yang melanda ke arahnya pasti ada saja yang memberi tahunya dengan tidak sadar. Seperti saat ini.

“Kau benar,” walaupun Kyu-Hyun tidak suka kepada orang yang berdiri di sisi Eun-Ji, ia masih bersikap ramah dan menjadi seorang malaikat yang berhati baik.

“Oh sepertinya ada yang akan berbicara? Apa pengumumun untuk meminta sumbangan kepada kita,” mata Kyu-Hyun memang beralih kepada gelas yang berisi vodka di meja itu tapi telinga dan sesekali ia melihat Eun-Ji di hadapannya. Gadis itu berbisik ke telinga Hyuk-Jae, dan laki-laki yang menurut Kyu-Hyun “sialan” itu mengangguk membenarkan. “Kau bawa uang kan?” Kyu-Hyun tersenyum tidak suka mendengar suara Hyuk-Jae di telinganya lagi. “Entahlah, lagipula kalau tidak punya uang, kan ada kau,” Eun-Ji tertawa. Gadis tertawa dengan Hyuk-Jae? Eun-Ji bukan seorang yang mudah tertawa terhadap orang yang dikenalnya dalam waktu singkat, dan kenyataan ini memberi tahunya kalau Eun-Ji sudah berteman lama dengan lelaki yang bernama Hyuk-Jae itu. Terlihat dalam tawanya.

Kyu-Hyun, sama tidak menyukainya.

“A.. A.. 1 2 3, ok. Bisa maju ke depan? Aku takut kalian tidak bisa mendengarnya karena suaraku sangat kecil,” para alumni di aula ini tertawa mendengar lelucon yang keluar dari mulut rektornya. Mereka semua tentu menurutinya, Mu Ri, Je-In, lelaki yang tadi berdiri di sebelah Hyuk-Jae dan yang lainnya juga maju ke depan.

Mu Ri yang sempat maju ke depan bersama dengan Je-In sontak berbalik ketika sekilas pikiran memasuki ke dalam otaknya. “Kau mau ke depan bersamaku, kasih mereka waktu dulu,” Mu Ri yang tidak tahu diri itu berjalan mendekati Hyuk-Jae dan mengait lengan laki-laki itu. “Mu Ri,” Hyuk-Jae mendesis tidak suka apa yang dilakukan Mu Ri padanya. “Kau punya otak tidak? Mereka itu mantan kekasih, pasti banyak yang ingin dibicarakan apalagi dengan waktu yang terlewat jauh. Jangan bersikap kekanakan, turutilah aku,” Hyuk-Jae merasa tidak rela meninggalkan Eun-Ji yang berdiri di tempat tanpa bergerak sama sekali. Ia khawatir sekali, hari ini kondisi Eun-Ji sedang tidak baik, mungkin sekarang lebih-lebih tidak baik karena ada Kyu-Hyun di dekatnya.

Eun-Ji menghela nafas. “Mereka bersikap kekanakan,” Kyu-Hyun mengangkat bahunya. Matanya yang tajam itu tidak pernah berhenti menatap Eun-Ji yang wajahnya kini sudah pucat pasi. “Kau mau maju ke depan? Aku mau,” suaranya terdengar seperti tercekik. Sialan, Eun-Ji paling benci kondisi ini.

“Jangan, disini saja,” Kyu-Hyun berjalan memutari meja dan berdiri di samping Eun-Ji. Sumpah, demi Tuhan, Eun-Ji merasa kakinya melemas dan keringat dingin itu kembali menghiasi keningnya. Dadanya berdetak lebih cepat dari sebelumnya, dan tangannya bergetar lagi.

“Ada yang ingin ku katakan padamu. Apa kau tidak merindukanku? Kita sudah lama tidak bertemu.”

Tolong, siapa pun tolong aku.

Eun-Ji menelan ludahnya. Kendalikan dirimu Eun-Ji, kendalikan. “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?” Tanyanya. Kyu-Hyun tidak tahu harus bagaimana bersikap akan sikap Eun-Ji yang seperti sedang melihat hantu, kenapa Eun-Ji terlihat sangat takut padanya? Apakah tanpa ia sadar wajahnya berubah menjadi monster?

“Kau aneh,” katanya jujur. Eun-Ji mengerutkan dahinya tidak mengerti. “Aku… Aneh? Apa maksudmu?”

Maaf spotong, lagian gagal mulu. Maaf yak, baca di wp gue aja. Ok, sekali lgi maaf.

http://rositaadiana.wordpress.com/2014/06/20/lonely-sick-hate-or-love-promise-you-special-sequel-2/

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel

Games_23

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel

Pg : NC-17

Cast : Cho Kyu-Hyun

       Lee Eun-Ji

Listen please! *cih* Gue agak ragu kalau kalian bakal ngerti sama ff njir ini ya. Soalnya gue juga kagak ngerti apa yang gue tulis *plak* Pokoknya ini tuh butuh perhatian dan pemahaman yang jelas ditambah kebosanan lo lo yang baca sangat kentara. Sekarang gue suka dengan kerumitan dan bikin orang bingung. So… Kalo lo berniat ngomel-ngomelin ff gue ini, meningan jangan baca. Ini gue udah peringati, cuman orang pinter doang yang ngerti *tapi authornya bego*. Gue kagak mau baca, “Bingung, ini maksudnya gimana ya?” “Gak ngerti” Daripda buang2 waktu buat ngoment, meningan jangan baca. Ok all, yang ngerti harus koment. Itu aja *eh gue ngomong apaan sih?” Read the rest of this entry

BLack December

yulwon ff nc yadong
Author : Han hara
Tittle : BLack December
Type : Fanfiction, Oneshoot
Cast : kwon yuri || choi siwon || kwon jiyoung || choi seung hyun

Read the rest of this entry

My Secretary

Author: metaundercover.wordpress.com

Title : My Secretary

Genre : NC

Main Cast: Park Inhye, Cho Kyuhyun

Rating: 21+

 

Seorang wanita muda duduk diruanganya dengan fokus menatap layar komputer. Siapapun yang melihatnya pasti mengira ia sedang konsentrasi terhadap pekerjaannya. Tapi,ternyata salah. Wanita itu malah sedang asik membaca fanfic NC yang cast nya adalah idol yang ia sukai. Ayolah walaupun ia seorang CEO tapi ia juga seorang wanita biasa yang memerlukan sentuhan dan seks tentunya. Tapi sayangnya ia terlalu takut untuk itu. Dan hanya berani membaca dan membayangkannya saja.

 

Tok.. tok.. tok

Bunyi ketukan pintu membuyarkan bayangan yadong yang sedang dibacanya sedari tadi.

“Sajangnim” panggil Cho kyuhyun yang merupakan sekretaris wanita itu.

” ne ” sautnya tanpa mengalihkan pandanganya walaupun hanya untuk sejenak.

“Apa anda akan makan siang dikantor hari ini?” Tanyanya lugu.

“Ya. Bisa kau pesankan makanan untukku nanti hyun karena aku malas untuk keluar kantor” jawab wanita yg bernama Park Inhye tersebut.

“Nee sajangnim” jawabnya dan pergi berlalu segera dari ruangan tersebut.

 

Park Inhye Pov

Rasanya daerah sensitifku sudah sangat basah sedari tadi. Sial hanya karena aku membaca cerita macam ini sudah membuatku basah dan gatal, umpatku dalam hati. Karena celana dalamku pasti basah aku  pergi ke rest room yang ada diruanganku. Yaa bagaimanapun aku seorang CEO disini dan ruangan ku lengakap dengan segala kebutuhanku termasuk private rest room ini. Aku tau kebiasaan jelekku yaitu membaca fanfic dengan genre dewasa bisa membuat aku basah selalu, jadi aku selalu menyediakan celana dalam didalam tas. Selain itu aku juga sering memainkan klitorisku sendiri jika aku sudah sangat terangsang dan tak ada yang tahu kebiasaan ini termasuk sekretaris ku yang culun tapi juga cute itu. Entah sejak kapan kebiasaan ini bermula ahh mungkin karena aku pernah bercumbu dengan mantan pacarku saat kuliah dulu. Ciuman pertamaku, sentuhan pertama di dadaku, dan elusan pertama di vaginaku membuat aku ingin mencoba itu lagi. Tapi sialnya wajahku terlalu sombong dengan para lelaki sehingga setelah putus darinya aku tak pernah berpacaran lagi dengan pria manapun dan itu sungguh menyiksaku. Bagaimanapun aku ingin disentuh.

 

Tok. Tok. Tok

Bunyi pintu ruangan ku yang kembali diketuk oleh kyuhyun pastinya.

“Sajangnim anda didalam” teriaknya nya dari luar private rest room ku.

” ohh..wae hyun” jawabku dengan memanggil nama belakangnya yang merupakan panggilan kesayanganku untuknya.

“Makanan anda sudah datang” jawabnya.

Selesai aku mengganti celana dalamku yang basah tadi, aku langsung keluar dan masih melihat kyuhyun berdiri di depan mejaku.

“Berapa banyak yang kau pesan hyun? ” tanyaku saat melihat 1 kotak nasi dan 1 mangkok jajangmyun terekspos dengan lezatnya di meja tamuku.

“Seperti biasa nona” jawabnya enteng.

“Dan dimana makananmu hyun” tanyaku karena aku tak melihat makanan lebih untuknya, ya karena 1 porsi kotak nasi dan jajangmyun itu adalah kepunyaanku.

“Aku sudah makan tadi” jawabnya takut.

“Ohh ayolah Cho Kyuhyun. Sudah berapa lama kau bekerja denganku haa..? Kau tau kan aku benci makan sendirian” marahku padanya.

“Maaf nona, tapi aku sudah sangat kelaparan tadi. Maaf” jawabnya sambil menunduk.

Ohh ayolah kyu jangan bersikap lembek seperti itu. Kalian tau bagaimana tampangnya sekarang. Dengan kacamata besar yang bertengger manis di hidung mancungnya dan kemeja kebesaran yang dipakainya sekarang menambah dramatis hidupnya. Entah kenapa aku bisa menerimanya sebagai sekretarisku dulu.

“Duduklah disini dan temani aku makan” titahku bak ratu dan ia hanya menunduk mengikuti keinginanku. Aku melahap makanan ku dengan nikmat dan langsung menggosok gigiku setelah selesai makan.

“Hyun apa punyamu besar”tanyaku tanpa melihat kyuhyun yang kebingungan sekarang sambil duduk di kursi singgasanku. Entah setan mana yang merasukiku sekarang, rasanya aku ingin dicumbu.
“Maksud nona ?” Tanyanya bingung yang masih duduk dengan takut disebelahku.

“Itu” aku menunjuk sesuatu yang berada di tengah pangkal pahanya. Ia hanya tertunduk malu dengan kaca mata nya yang melorot turun.

“Hyun berdiri dihadapanku” titahku padanya. Dan jelas kyuhyun segera melotot kepadaku.
“Ne..nee? ” jawabnya ragu.

“Berdirilah disini hyun” jawabku sambil menunjuk tempat tepat dihadapanku. Kyuhyun pun berdiri dengan canggung didepanku. Satu hal yang kusukai darinya yaitu ia selalu mendengarkan aku dengan baik tanpa banyak membantah.

Dengan lembut aku memegang sabuknya.

“Nona aaa..apa yang anda lakukan” tanyanya sambil memegang tanganku mencoba menghentikan aku yang sedang berusaha membuka sabuknya.

“Emhh ” desis kyuhyun saat aku meremas juniornya dari luar. Aku berdiri menatapnya.

“Hyun ini perintah. Jangan menghentikan apapun yang kulakukan dan jangan berani menyentuh ku kecuali aku yang minta. ARRA” titahku padanya.

“Mwo?” Tanyanya bingung dan langsung ku bungkam dengan ciuman.

Aku menciumnya dengan lembut. Aku pikir ini pasti ciuman pertamanya mengingat laki laki ini tak pernah berdekatan ataupun bersentuhan dengan wanita selain  aku.

“Hyun balas ciumanku” pintaku.

Langsung saja aku melumat bibirnya yang tebal itu. Kumasukan lidahku mengeksplor mulutnya, rasa kopi fikirku. Kyuhyun pun mulai membalas ciumanku dengan kikuk. Aku benar ini pasti ciuman pertamanya. Sambil berciuman tanganku mencoba melepas sabuknya, melepas kancing celananya dan melepas zipernya. Celana nya yang kebesaran itu turun dengan mudah dari perutnya. Tanganku meremas batang juniornya. Oh sudah lama aku tak memegang benda ini. Aku menghentikan ciuman ini dan melihat muka kyuhyun yang memerah menahan desahanya.

“Sebut namaku hyun” pintaku sambil menatap matanya yang sayu dimakan gairah.

“Nona jangan” pintanya.

“Ahhh” desahnya pelan saat aku meremas batang juniornya dari luar. Ohh Tuhan ini sudah menegang pikirku.

“Eughhh” desahnya lagi saat aku memasukan tanganku kedalam celana dalam abu abunya.

Ya Tuhan hyun kau membuatku bergairah. Tanpa menunggu aku berjongkok didepan kyu dan menarik turun celana dalamnya yang merupakan pelindung terakhir juniornya.
Ya Tuhan ini sudah menegang. Besar dan panjang. Langsung saja aku memegang dan mengurutnya sedikit.

“Noo naa ” jerit kyuhyun tertahan.

” Park In hye ” panggil kyuhyun saat aku memasukan juniornya kedalam mulutku. Dan demi dewa zeus aku, mulutku yang mungil ini penuh dengan juniornya yang semakin membesar dan berurat. Kumainkan lidahku di lubang yang ada di juniornya.

“Ohh Inhye-ya” desahnyaa kenikmatan.

Aku terus memainkan lidahku. Menarik ulur juniornyo yang ada didalam mulutku. Kulihat ia memejamkan mata dan tanganya mengepal kuat menahan gejolak gairah yang tak bisa ia hindarkan.

“Ohh nonaa hisapp yang kuat ahhhh nonnaa mulutmu sungguh nikmat ahhh” ucapnya. Ohh demi neptunus dirty talk yang ia ucapkan malah menambah semangatku untuk menghisap kuat penisnya.

“Oohh nonaa hentikan ohh aku akan sampai ohhh” protesnya.

Tau ia akan sampai aku malah semakin menarik ulur juniornya. Mukutku yang berada dibatang nya menghisap kuat sedangkan tanganku memainkan twinsball nya.

Dan Crott croot crottt..

Spermanya keluar dimulutku dan langsung kutelan habis. Dan lagi aku menjilati batangnya membersihkan sperma dari batangnya.

Aku berdiri melihat mukanya yang memerah. Sungguh seksi. Dibalik kacamatanya yang besar itu ia mempunyai ketampanan diatas rata rata dan itu hanya aku yang tau.
Aku memegang tanganya dan mengarahkanya pada vaginaku yang sudah sangat basah dan ia pun terkejut.

“Hyun tolong aku” pintaku padanya.

Aku langsung menurunkan rok yang aku pakai juga celana dalamku. Dan duduk di sofa sambil membuka lebar pahaku. Meminta nya untuk menyentuhnya. Kyuhyun terlihat ragu dan ia pergi ke depan pintu untuk mengunci pintu. Astaga aku lupa menguncinya, bagaimana bila ada yang menyelonong masuk. Setelah mengunci pintu kyuhyun langsung duduk dihadapan vaginaku dan menyentuh nya dengan lembut.

“Ohh cho kyuhyun” desahku saat jarinya menyentuh klitorisku. Tangannya dengan lembut membelai belahan vaginaku. Dan dengan lihainya mengoyak vaginaku. Kyuhyun sangat lihai memainkan jarinya membuat aku mendesahh kesetan. Dan dengan semakin berani ia mendorongku, menidurkan aku di sofa yang bisa dikatakan lumayan besar.

“Ohh astagaa kyuuuu” desahku saat merasakan sapuan lembut lidah kyuhyun. Aku tak dapat berhenti mendesahkan namanya saat lidahnya memainkan klotorisku dan jarinya yang keluar masuk lubangku.

Demi Tuhan ini sangad nikmat.

” cho lebih kuat hisap kuatt cho ahh ” pintaku. Aku sudah tak sanggup. Ini sungguh nikmat dan aku rasa aku akan orgasme sebentar lagi.

“Ahhhh hyuuunnn ” teriak ku saat pelepasan. Dan ia hanya menatapku dengan mata lugunya.
Setelah menetralkan nafas, aku berdiri dan mengambil celana dalam yang bersih di rest room ku. Ini kali kedua aku mengganti celana dalamku hari ini. Sial.

“Terima kasih. Kau hebat” ucapku sambil melumat bibirnya setelah kami memakai bawahan yang tadi sempat kami lepas.

“Sama-sama. Nona juga hebat” ucapnya malu malu. Dan ia pun bergegas kembali ke mejanya yang berada tepat didepan ruanganku dengan berlari kecil.

‘Lugunya’ batinku.

Dan kurasa mulai saat ini aku tak perlu memainkan vagina ku sendiri lagi. Akan lebih nikmat jika kyuhyun yang memainkanya. Oh astaga memikirkannya saja membuatku basah. Mulai sekarang aku harus membawa celana dalam ganti lebih dari 2. Kurasa.

End or TBC

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,017 other followers

%d bloggers like this: