INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

PERHATIAN UNTUK YANG MENGIRIM FF LEWAT EMAIL YFI ATAUPUN AUTHOR FREELANCE..
TOLONG… YANG DIKIRIM HANYA FF YANG BERUNSUR YADONG ATAU RATE M/+17 SAJA..!!

Don’t Hurt Me, Please! #3

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Hurt/Comfort, Married life
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Cho Kyuhyun
» Ok Taecyeon
» Park Sunhwa

Created Cover by : Abee @ArtZone

ff - by Chia

Fanfic By ©hia Sto®y Line

*

*

Part 2 | Part 3

Tears on the wedding day

* * *

Awalnya Minra mendiamkan saja suara bel rumahnya yang terdengar begitu nyaring, namun saat bel itu semakin sering di bunyikan membuat Minra tidak bisa lagi mengabaikannya. Jengah mendengar suara berisik yang sudah mengganggu tidur cantiknya di hari sabtu, Minra menyibak kasar bed cover yang menutupi tubuhnya. Kemudian turun dari ranjang dengan bersungut-sungut, disertai wajah kusut bercampur kesal.

“Tunggu sebentar!”

View original 5,253 more words

BaekSong – Love Story

baekhyun

BaekSong – Love Story

The cast :

Kang Songgun

Byun Baekhyun Exo

Other Exo member

Minah Girl Days

Suzy missA (Cameo)

Genre :

Comedy Romantic, NC21, Longshoort, and Sad

Author :

song_G1004

===

Annyeong haseyeo… ini ff pertama author setelah beberapa bulan hiatus dari dunia ff. Kemarin author lagi sibuk sibuknya kuliah dan ff ini author buat pas luburan panjang kemarin. Ok deh g usah banyak bla.. bla.. bla…

Semoga ff Baekhyun pertama author reader bisa suka sama jalan cerita yang emang author buat ringan. Mungkin banyak ff yang mirip sama inti ceritanya tapi ini bener-bener tulisan author sendiri. Demi telinga si Chanyeol dah … author g bohong..

Buat next ff autor liat dari komenan readers ya… terima kasih Gamsahamnida….

====

Dengan langkah yang sedikit tergesa, seorang gadis berperawakan tidak seberapa tinggi itu keluar dari ruang dosen pembimbingnya. Dan ketika ia benar-benar kelual dari ruangannya itu, gadis dengan marga Kang itu menambah kecepatan langkahnya dan mulai berlari menyusuri koridor. Ia tak memperdulikan suara derap sepatu sneakers pinknya menggema begitu keras.

“Sial…” Gadis itu mendengus kesal takkala melihat jam tangan putihnya yang sudah menunjukkan pukul 11 siang. “Aku terlambat… ” kelakar gadis bernama lahir Songgun itu.

Terlambat mengikuti kelas? Jika kalian berfikir Songgun terlamat mengikuti kelas, itu salah besar. Songgun mengambil jalan yang berlawanan dengan arah kelasnya. Dia berlari menuju tempat dimana mobilnya sedang diparkir. Tepatnya di sebuah hamalan parkir dengan pohon-pohon sakura mengelilinginya.

Musim semi baru saja dimulai dan suhu udara disekitaran perkotaan Seoul masih saja dingin. Tapi itu tak bisa membuat Songgun memperlamat langkahnya. Malah ia berfikir ia harus menambah kecepatan larinya setian detiknya. Ia harus pergi ke bandara untuk melaksanakan niatnya melakukan perjalanan menyusul saudara laki-lakinya ke Jepang.

Ya, niatnya sudah bulat. Ia sudah memutuskan untuk melanjutkan hidup dan belajarnya disana. Tapi ia  masih bingung apa ia akan selamanya tinggal disana seperti saudaranya atau ia menjalankan rencananya untuk 5 tahun kedepan ia tak akan datang kemari.

“Hosh.. Hoshh…” Songgun sudah tiba di samping mobilnya dengan nafas yang terputus-putus. Matanya terpejam kewalahan mengatur nafasnya dengan salah satu tangannya berpegangan di  kaca jendela mobil berwarna hitam metalik itu dengan beberapa kelopak pink sakura yang jatuh disekitaran cap depan Songgun. Ia segera merogo tas berbahan jeans yang sedang ia bawa untuk mencari kunci mobilnya.

Tapi satu menit berlalu Songgun tak bisa menemukan kuncinya itu. “Haishh…. Kau mempermainkanku eoh” umpat Songgun yang masih mengacak-acak isi tasnya dengan kasar.

“Bagaimana bisa ini … Aishh eottoke..” Songgun frustasi, bagaimana ini bisa terjadi di hari yang bisa dibilang hari penting untuk Songgun. Ia sudah mempersiapkan kepindahannya sudah dari satu bulan lalu. Mulai dari surat kepindahan study Songgun, tiket dan semua hal yang mendasar sudah ia siapkan. Tapi bagaimana bisa dua hal sepeleh ini bisa menghambat kepergian Songgun.

Dua? Selain masalah kunci, Songgun juga mengalami kesulitan di ruang dosen pembimbimnya tadi, Lee seonsaengnim. Pagi-pagi sekali Songgun sudah siap didepan ruangan nyonya Lee untuk menyerahkan surat pemindahan studynya. Tapi hingga 3 jam menunggu Songgun tak bisa melihat batang hidung dosen pengajar sastra Korea kuno tersrbut. Hingga genap 4 jam akhirnya nyonya Lee datang dengan langkah santainya menghampiri Songgun dan meminta maaf ia terlambat 4 jam dari janjinya karena ia harus menghadiri rapat yang tiba-tiba diintruksikan oleh atasannya. Songgun hanya bisa menghiasi wajah masamnya dngan senyum yang sangat ia paksakan dan mengatakan bahwa itu wajar terjadi oleh orang-orang pintar di univeraitas.

“Andwae.. Ini tidak bisa diterima eoh… Setelah Lee Seonsaengnim ini ti…” Umpatan Songgon berhenti tak kala tangan kanannya yang berada didalam tasnya menggenggam benda yang ia cari. “Kya….!!” Songgun berlonjak senan dengan mengangkat tangan kanannya keudara memarerkan kunci mobilnya kepada… Entahlah!

“Oh terima kasih… ” Songgun mengecup sekali kunci mobil berharganya itu dan segera mengarahkan kearah lubang kunci mobilnya dengan senyum yang mngembang, tapi disaat yang mersamaan..

Slap…

Senyum Songgun pun menghilang “Hyaaaa…”

Dalam gerakan sepersekian detik kunci itu sudah pindah ke tangan orang lain. Ke tangan seorang gadis yang lebih tinggi dari Songgun. Kini gadis itu tersenyum sinis kearah Songgun.

“Apa boleh aku meminjam ini ?” Tanya gadis itu dengan memainkan kunci Songgun dengan jari telunjuknya.

“Aniyoo~Minah-yaa… Ini bukan waktu yang tepat untuk bermain eoh… Kembalikan cepat..” Songgun mencoba mengapai kuncinya yang kini disembunyikan dibalik tubuh yeoja yang menjadi sahabatnya dari tingkat atas.

“Aku akan mengembalikan ini setelah kau berpamitan dengan Baekhyun eoh” minta Minah. Hal itu membuat Songgun terdiam sesaat

“Kau bergurau… Kenapa aku harus berpamitan dengannya eoh.. Bahkan hanya kau, Sehun oppa dan Lee seonsaengnim  yang tau kepindahanku dari universitas ini.. Aish” Songgun berputar mengikuti gerakan Minah untuk menggapai kuncinya.

“Tentu saja kau harus memberitahunya karena dia….”

“Arraseo arraseo… “Songgun berhenti kemudian membenarkan poninya keatas dan mendengus kesal “Aku akan menelponnya nanti ketika aku sampai di bandara… Sekarang kembalikan emm” senyum Songgun memohon dengan salah satu tangannya menengadah meminta kearah minah. Ia harus mengalah

Tentu saja Minah tidah begitu saja percaya dan menatap Songgun ‘ah itu tidak mungkin’

“Kenapa tidak sekarang ? Kenapa tidak secara langsung ?”

Songgun kembali kehilangan senyumnya. “Karena aku terlambat Min-ah.. Aku harus segera pergi karena jadwal penerbanganku tinggal sebentar lagi. Lihatlah…” Songgun menunjuk arah kaca tempat duduk belakang mobilnya. “Aku bhkan sudah membawa koperku..”

“Kau berusaha mengelabuiku? Penerbanganmu masih satu jam lagi nona Kang..dan dari sini kau hanya perlu 10 menit untuk sampai bandara”

“Mw mwoo ?” Songgun memandang ‘bagaimana ia bisa tahu…?’ Kata pikiran Songgun

“Bagaimana aku bisa tahu eoh..  Appamu yang memberitahuku..”

“Aihh.. Appa” dengus Songgun lirih.

Minah barusaja mendapatkan ide. Serasa Songgun masih lengah karena masih mendengus kesal kepada appanya dengan mulut yang komat kamit melontarkan sumpah serapahnya, perlahan Minah bergerak menjauhi Songgun.

“Hya!!”teriakan Minah berhasil membuat Songgun karet. Minah tersenyum menang “kau masih ingat kan kalau aku ini juara lari maraton di kelas olahraga selama tingkat menengah atas eoh”

“Nde ?Minah ya.. Apa yang sedang kau..” Perkataan Songgun berhenti saat Minah mulai menjauh dengan kunci yang masih dipegangnya “hya.. Hyaa !! Dasar .. Hyaaa… Aishh jinjja” mau tak mau Songgun berlari untuk mengejar Minah dan mendapatkan kuncinya kembali.

Memang benar jadwal penerbangan Songgun masih satu jam lagi, lantas apa yang membuat ia begitu terburu-buru?. Songgun hanya ingin pergi tanpa sepengetahuan orang lain selain Minah dan keluarganya. Di universitas ini Songgun bukan mahasiswa populer ataupun istimewa jadi takkan ada yang kehilangan bukan?. Masih banyak mahaiswa yang lebih menarik daripada songgun.

Meskipun Songgun terlahir dari keluar Kang Corp yang merupakan salah satu perusahan properti terbesar di Korea selatan, itu tidak cukup membuat dirinya terkenal. Mungkin bisa saja Songgun menggunakan uangnya untuk membuatnya lebih menarik dengan melakukan operasi plastik atau semacamnya, tapi Songgun tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu.

Menurutnya, ia sudah memiliki wajah yang sempurna dengan hidung mancung, mata sedikit sipit dengan biji hitam, pipi yang tidak seberapa tirus dan bibirnya yang tipis layaknya orang Korea pada umumnya. Sedangkan untuk hal busana, Songgun lebih memilih memakai skirt mini diatas lutut, sweater atau kemeja yang longgar dan sepatu bertali dengan warna yang terang. Ia tak mau seperti Minah atau beberapa teman sekelasnya yang lebih suka memakai hal yang berbau sexy atau glamour.

Songgun tampil apa adanya seperti sekarang. Dia tidak memikirkan pandangan orang lain jika ada yang menilai gaya Songgun terlalu kekanakan untuk gadis 20 tahun seperti dia. Dia lebih nyaman mengoleksi puluhan skirt dengan banyak warna ketimbang baju minim yang akan memeluknya.

“Hya Minah-yaa hosh… ” Songgun masih berusaha mendapatkan kuncinya. Ia masih bekerjaran dengan Minah yang kini malah berlari kearea dalam kampus tepatnya ke jurusan bidang musik. Aksi kejar-kejaran itu sedikit menarik perhatian beberapa mahasiswa yang ada di depan kelas atau di lorong. Meskipun hanya beberapa detik lalu sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing

Ia harus bisa membawa Songgun kehadapan Baekhyun. Minah tidak habis pikir bagaimana bisa Songgun menyembunyikan ini dari namjachingunya.

“Chakkan.. Chakkaman… ” Songgun berhenti memegangi lututnya untuk mengatur nafasnya yang mungkin sudah hampir habis di rongga paru parunya.

Melihat itu Minah juga ikut berhenti “Hosh… Kau payah nona kang” Minah kembali menegakkan badannya dan kembali berlari. Kini Minah masuk ke sebuah studio aransemen musik yang menjadi salah satu fasilitas sekolah. Minah tidak menghiraukan Songgun yang berteriak padanya.

“Aish… Meminta bantuan namjachingumu …. Pintar sekali” Songgun tersenyum kecut saat tau niat Minah berlari masuk kesana untuk meminta bantuan namjachingunya, Xiumin. Dia adalah alumni Seoul University yang beberapa bulan lalu resmi menjadi dosen pengajar musik disini. .

Songgun menghela nafas panjang saat kembali harus berlari. Dipegangnya kuat pintu studio itu dan dengan cepat mendorongnya.

Brakk..

Songgun terus melangkahkan kakinya masuk membuat seseorang namja yang tengah duduk di depan alat aransemen musik itu kembali kaget.

“Hya… Bisakah kau pelan sedikit..” Kata namja itu yang kini tengah memakai setelan celana bahan warna hitam dan kemeja berwarna biru muda dengan lengan yang dilipat hingga siku.

“Aih mian oppa…  Tapi aku tak bisa perlahan”kata Songgun yang mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tidak menghiraukan Xiumin “Dimana Minah hosh.. Hosh..?”  Tanya Songgun yang kini mnghampiri Xiumin.

Xiumin berdiri dihadapan Songgun dengan melipat kedua tangannya”Bisakah kau tidak memanggilku oppa saat di …”

Songgun memutar bola matanya ‘dia paman yang menyebalkan’ Kata hati Songgun membicarakan adik terakhir eommanya itu.

“Nde mian mian… Dimana Minah opp.. Aish Xiumin seonsaengnim?”

Xiumin membenarkan kacamatanya ” Jadi ini yang kau kerjakan hingga kau tak masuk kelasku tadi eoh? .. Bermain kejar-keja..”

“OPPA..!!” teriak Songgun kesal. Ia harus menemukan kuncinya dengan segera dan pergi dari sini.

Xiumin menyerngitkan matanya saat suara nyaring Songgun menendang gendang teliinganya lalu kemudian terkekeh “nde nde nde mianhae..” Kata Xiumin masih dngan tawanya dan satu tangannya kini mengelus rambut Songgun.  “Dia pergi ke Auditorium teater untuk menemui Baekhyun.. Dia pergi lewat pintu itu” Tunjuk Xiumin pada pintu di sisi samping ruangan ini. Itu pintu jalan pintas yang menghubungkan antara gedung teater dengan ruanh aransemen. Ini untuk mempermudah pengaturan suara jika ada pertunjukan atau seni teater berlangsung.

Songgun mengusap wajahnya kasar “aish Minah… Baiklah opp.. Gamsahamnida Xiumin seonsaengnim” Songgun sedikit membungkukkan badannya memberi salam dan akan pergi.

Tapi Xiumin menahan tangan Songgun “Chakkaman.. Ada apa dengan Baekhyun? Bukankah kalian sudah putus semalam”

Deg..

^Songgun pov

“.. Bukankah kalian putus semalam ?”

Mwo? Ba.. Bagaimana Xiumin oppa sudah tau kalau aku baru saja putus dari Baekhyun. Melebihi Minah sahabatku yang masih belum aku beritahu masalah hal ini. Ya.. Kami putus, setelah mencoba 3 bulam berpacaran dengan namja dingin itu, aku menyerah.

Aku yang memutuskan hubungan kami? Tidak, bukan aku. Menyerah disini bukan berarti aku yang mengambil keputusan untuk berpisah tapi menyerah dalam arti aku pasrah. Dan kata pisah itu terdengar tadi malam. Oleh sebab itu aku ingin sekali meninggalkan kampus ini secepatnya agar tidak bertemu dngan Baekhyun.

Dingin tidak berarti ia jahat kepadaku. Baekhyun namja yang baik menurutku, ia selalu mau aku ajak untuk menemaniku pergi melihat film atau mengantar ku pulang saat aku tidak membawa mobil ke kampus. Aku sangat mencintainya tapi entah dengan dia. Meskipun dia yang mengajakku untuk berpacaran tapi aku sama sekali belum pernah mendengar dia mengatakan cinta padaku. Dia hanya membalas dengan senyum dinginnya dan ucapan terima kasih saat aku mengucapkan Sarangahae.

Pada awalnya aku tidak mempermasalahkan itu yang terpenting Baekhyun adalah milikku itu sudah cukup. Tapi semakin berjalan aku merasa ini semakin berat. Ini seperti cinta sepihak dan tepat sebulan yang lalu aku merencanakan kepindahanku dan pergi meninggalkan Baekhyun. Tapi ternyata Baekhyun yang membuangku terlebih dahulu. Baiklah ini memang yang terbaik untuk Baekhyun.

“Bagaimana oppa bisa tau aku dan Baekhyun sudah putus?… Aku bahkan belum bercerita dengan Minah”

Xiumin oppa memandangku sedih “Gwenchana..?”

Aku mengangguk “Cintaku tak sedalam itu” bohongku.

“Baekhyun yang memberi tahuku… Tadi aku bertemu dengannya di ruang teater. Makannya aku memberitahu Minah untuk pergi kesana.”

“Baiklah oppa seonsaengnim aku harus menyusul Minah secepatnya.. ”

“Nde … Songgun apa …”

Aku sudah tak menghiraukan perkataan Xiumin oppa dan masuk ke ruang teater. Tepatnya di sisi belakang panggung auditorium teater.

“Oh Songgun-ah .. Kenapa ada disini.. ?” Lalu ia melihatku sedikit lebih dekat “gwenchana ?” Itu D.O yang pertama kali menyapaku. “Ada apa dengan nafasmu” dia tetangga depan rumahku.

“Gwenchana ..” Aku berusaha untuk menata nafasku agar lebih teratur.

Salah seorang namja kaget melihatku “hya!! Kenapa kau masih ada disini?..Kau mencari Baekhyun ?” Tanya seorang namja yang tadinya duduk di atas meja kini berdiri menghampiriku. Dia Sehun, dari kecil kami sudah berteman karena appaku dan appa Sehun adalah sahabat baik. Dia hanya beda satu tahun dariku, aku sudah terbiasa memanggilnya oppa.

“Ani oppa.. Aku disini..” Secara teknis Minah pasti juga mencari Baekhyun “nde… Dimana Baekhyun sekarang..?”

“Kami baru saja selesai latihan.. Baekhyun mungkin masih ada di atas panggung bersama beberapa pemain lainnya dan temanmu Min…”

“Ah.. Gamsahamnida oppa” sebelum Sehun melanjutkan perkataannya, aku langsung melangkah cepat menyibak tirai merah yang memisahkan panggung depan dan belakang. Aku hampir saja menabrak Suho yang baru saja keluar dari atas panggung.

“Mianhae Suho-ssi” kataku sambil berlalu

Aku melangkahkan kakiku lebih lebar saa menaiki tangga agar bisa dengan cepat maju keatas panggung.

Aku tersenyum saat berhasil menginjakkan kakiku di atas panggung. Aku semakin dekat dengan Minah dan menyeretnya keluar. Aku bisa melihatnya sekarang tapi ada dengannya? Kenapa dia seperti patung ?

Aku mendekatinya “hya.. Minah apa yang..” Pandanganku menuju kearah yang sama dengan Minah.

Aku membelalakkan mata ‘Ba.. Baekhyun..’

Namja itu… Bagaimana bisa Baekhyun.. berciumana dengan Suzy ? Tidak mungkin ini salah satu adegan drama. Mataku mengabut melihat Baekhyun hanya diam saja memejamkan mata saat Suzy menempelkan bibirnya dibibir bawah Baekhyun dan mengecupnya berkali-kali

^Baekhyun pov

Bipbip .. Bipbip .. Brak ..

Dengan satu kali pukulan dengan guling yang sedang aku pegang, jam weker berbentuk persegi enam berwarna hitam itu sudah mendarat jatuh dibawah karpet berwarna cream kamar ini. Aku kembali masuk meringkuk di dalam selimut yang sedari tadi malam membungkus tubuhku.

Apa aku akan kembali tidur? Tidak… bahkan aku tidak tidur semalam. Meskipun aku didalam selimut aku tidak tidur dan malah membuka mataku lebar-lebar melihat lembaran selimut di depan wajahku.

Kurasa kita harus mengakhiri hubungan ini.. Kau bisa lebih bahagia tanpa aku

Bodoh… Bagaimana aku bisa mengatakan itu kepada yeoja yang hampir setiap hari mengatakan ‘saranghae’ kepadaku ? Dia akan bahagia.. Ow tidak.. Mengingat mata sendunya semalam saja aku sudah tau bahwa ia tidak akan bahagia.

Dia memaksakan senyumnya tapi dengan genangan air mata di kelopak matanya ‘Baiklah.. Jika itu membuatmu bahagia.. Aku juga akan berusaha bahagia’ dia bangkit dari dudukannya di kursi taman ‘ini sudah larut.. Aku harus segera pulang’  dengan cepat dia berbalik dan berlari menjauhiku

Bayangan itu berkali-kali muncul dalam benakku. Itu dimana aku dngan teganya membuang seseorang yang benar-benar menyayangiku. Selama ini meskipun aku bertingkah dingin kepadanya tapi yeoja itu selalu tersenyum tulus dan perhatian kepadaku. Dan tak hampir sepuluh menit, tadi malam aku mengakhiri semuanya ditaman.

Bahagia? Aku tidak merasakan apa-apa sekarang. Aku seperti kehilangan sesuatu yang selama ini sudah menjagaku. Awal aku meminta Songgun menjadi kekasihku karena aku ingin terhindar dari beberapa yeoja yang selalu menggangguku saat aku kuliah. Songgun adalah putri dari pengusaha terkenal yang memiliki sifat ceria dan apa adanya. Dia tidak mengejarku seperti yeoja merepotkan lainya yang merayuku karena aku juga bisa dibilang dari keluarga yang beruntung. Tapi setelah aku memacarinya aku baru tahu kalau ternyata Songgun sudah memperhatikanku sejak awal perkuliahan

Mianhae.. Mianhae..’ Kataku terus menerus saat mengikuti yeoja itu dari belakang. Aku tau di sedang menangis karena aku melihat dia berkali-kali mengusap matanya. Aku seperti seorang penguntit sekarang, karena aku khawatir dan memastikan dia benar benar sampai dirumah. Setelah itu yang bisa kulakukan hanya terjaga sepanjang malam, duduk di kursi balkon dengan dagu yang aku letakkan di pagar pembatas balkon memandangi kamar yeoja itu yang tampak dari sini.

Entah apa yang aku lakukan sekarang, termenung seperti ini aku juga bingung. Seharusnya aku tidak perlu memutuskan yeoja itu, aku tidak perlu merasa bersalah sehingga aku harus khawatir dan mengetuk pintu rumah DO di tengah malam agar aku bisa menginap untuk memastikan yeoja ceria itu baik-baik saja. Aku harus melakukan ini meskipun sebenarnya ini bukan keinginanku. Aku ingin menyelamatkan seseorang.

Kang Songgun, nama lengkap yeoja itu yang tadi malam aku ikuti langkahnya pulang ke rumah. Semalam, aku mengajaknya untuk bertemu di taman yang tidak seberap jauh dari rumahnya. Meskipun udara tengah malam sangat dingin, tapi itu tak bisa menghilangkan senyum cerianya yang ia kembangkan saat bertemu denganku. Hingga kata putus itu terucap, aku menghilangkan Songgun yang ceria.

Cklek.. Seseorang membuka pintu.

Dengan malas aku menyibak selimutku untuk melihat siapa yang masuk.

“Kau rupanya…” Kataku bangkit lalu menyandarkan kepalaku di hadboard. “Terima kasih kau telah mengizinkanku menginap” lanjutku pada pemilik kamar tamu ini.

“Nde.. Anggap saja ini balasan karena kau mau bertukar peran dengan ku dalam drama teater bulan lalu” dia membahas peranku sebagai pangeran kegelapan yang sebenarnya ia perankan. “Eomma sudah menyiapkan sarapan dibawah.. Segeralah mandi dan turun” kata D.O yang berjalan menuju balkon yang terbuka dengan horden berwarna putih yang bergoyang karena terkena  angin pagi “kau tidur dengan balkon terbuka?” D.O membuka horden lebih lebar.

“Nde.. Aku lebih menyukai udara malam. Itu akan membuatku cepat tidur ” kataku bangkit akan masuk kamar mandi.

D.O yang masih didepan balkon lantai 2 berpegangan dengan pagar tiba-tiba berseru “Annyeong Songgun-ah…” D.O melambaikan tangannya melihat ke bawah

Mendengar itu aku langsung merunduk dan kembali berjalan menuju ranjang.

“Hya… Apa yang kau lakukan?” Tanya D.O bingung melihatku seperti itu “kau tak mau menyapa Songgun?”

“Aihh.. Bukan seperti itu… aku hanya tidak mau Songgun melihatku berantakan” ya.. Tentu saja berantakan.. Kantung mata yang terlihat hitam, rambut berantakan yang lusuh dan kemeja berlengan panjang berwarna hitam yang kusut dan wajah bantal tentunya

D.O mengangguk mngerti.. Lalu ia kembali melanjutkan sapaannya “kau sepertinya terburu-buru… Kau sudah akan pergi ke kampus?”  DO mengembangkan senyumnya.

Mendengar itu aku melihat jam tanganku ‘06.15.. Ini masih terlalu pagi’

“Ah nde.. Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan.. Aku sudah terlambat dari janjiku…” Aku mendengar jawaban Songgun karena ia sedikit berteriak, Ia terdengar tergesa-gesa. Aku sedikit mengintip dari jendela untuk melihat Songgun

Wajahnya tampak segar meskipun dari sini aku bisa melihat matanya yang sembab dan ia sangt terlihat buru-buru. Kemeja hijau toska dengan pola polcadot, skirt dan sneakers pink ia kenakan mengikuti gayanya sehari-hari.

“Tenanglah… Hati-hati saat menyetir eh.. Ini masih pagi tapi itu bukan alasan untuk mengebut di jalan…” Tutur D.O

“Nde… Annyeong D.O..” Setelah memberi salam ia langsung masuk kedalam mobilnya dan langsung mengegasnya dengan cepat.

“Hyaaa…hati-hati aishh” aku reflek melompat keluar dari persembunyian dan berjalan cepat menuju balkon seperti akan mencegah.

D.O memandangku aneh “mana mungkin Songgun mendengarmu eoh.. ” D.O menggelengkan kepalanya heran meninggalkan balkon.

Skip

‘Baekhyun-ah … Segeralah pergi ke gedung teater setelah kelas Cho seonsaengnim.. Jadwal latihan ternyata dimajukan’

Setelah mendapatkan pesan singkat itu, aku langsung pergi sesuai instruksi. Tapi lihatlah sekarang, aku hanya sendirian disini. Aku memutuskan untuk duduk di kursi penonton pada sisi tribun deretan atas. Aku terbiasa menunggu seperti ini, biasanya Songgun yang menemaniku.

“Hmm..” Aku menghela nafasku saat aku bisa melihat kursi Songgn dari sini, maksudku kursi yang selalu ia tempati saat menonton aku berlatih atau pertunjukan, kursi dengan nomer D14 yang sekarang berada jeda 2 kursi didepanku. Aku tersenyum saat teringat ia berteriak ‘fighting’ dari sana untuk menyemangatiku dipanggung.

Ku pejamkan mataku ‘aku akan bersedia melakukannya jika kau memutuskan Songgun terlebih dahulu’

Aku mengerutkan dahiku saat kata-kata itu kembali memenuhi otakku.

“Baekhyun … Kau kah itu” tiba-tiba seseorang memanggilku.

Aku membuka mataku dan mendapati seseorang tengah berjalan kearahku “ah nde.. Ini aku hyung” itu Xiumin hyung. Dia lebih suka aku memanggilnya hyung

Dia duduk disampingku “kau selalu saja menjadi orang pertama yang datang saat latihan… ” aku tersenyum ketika dosen muda pengajar musik itu memujiku. “Tapi kenapa kali ini kau sendirian.. Dimana Songgun..”

Pertanyaan itu membuatku kehilangan senyumku “ah.. Aku masih belum bertemu dengannya hari ini hyung” Xiumin hyung mengangguk mengerti “Sebenarnya hyung..” Aku ragu-ragu untuk mengatakannya

“Nde ?”

“Kami baru saja putus tadi malam”

“Nde !!?” Xiumin hyung sedikit terdiam seperti memikirkan sesuatu “Jadi, apa mungkin dia sakit.. Maksudku.. Mungkin dia masih terlalu sedih jadi dia tidak datang ke kelasku pagi ini”

“Mwo..? Tidak datang..? ” kataku sedikit menegakkan dudukku. Aku terkejut.

“Nde dia alfa pagi ini.. ”

“Tapi hyung dia berangkat kuliah pagi ini.. Aku melihat mobilnya ada di halaman parkir depan.”

“Oh benarkah ? Lalu kenapa ia tidak datang? ” Xiumin menggosok dagunya “Sudahlah.. Biar nanti aku tanyakan pada Minah.. Aku harus segera kembali ke ruanganku untuk menyelesaikan beberapa aransemnt untuk drama kalian bulan depan” Xiumin berdiri dan menepuk bahuku ” segeralah cari pengganti Songgun em.. Jika menurutmu tak ada yang membuatmu nyaman, tak ada salahnya untuk menarik Songgun kembali..” Aku hanya tersenyum menanggapinya

‘Meskipun aku ingin, itu tak akan terjadi hyung’ balasku dalam hati.

Xiumin hyung berbalik satu langkah akan berjalan menuju panggung, ia akan ke belakang panggung yang terhubung dengan ruangannya yakni ruang aransement. Tapi satu langkah ia melangkah ia berbalik padaku.

“Ah satu lagi Baekhyun.. ”

“Nde?”

“Kau tau Tuan Kang berteman baik dengan Presdir Oh group..?” Aku terdiam lalu mengangguk kembali mnghadap Xiumin. Ya, aku tau Songgun sudah berteman dengan Sehun dari kecil. ” mengetahui anak perempuannya tengah sendiri, mungkin tuan Kang akan menjodohkan Songgun dengan Sehun secepatnya, kuharap kau tak patah hati jika itu terjadi kkkk” sekali lagi Xiumin menepuk bahuku dengan tawa yang sedikit mengejek lalu hyung benar-benar pergi.

Aku tersenyum getir sendiri ‘perjodohan Songgun dengan Sehun..?? Ah Sehun pasti menolak itu.. Sehun baru saja … Ah tidak mungkin’ aku terdengar benar-benar menolak perjodohan itu.

Hey.. Kenapa aku..

Sibuk dengan pikiranku yang entah kemana .. “Hyung..!! Kau kenapa?” Tiba – tiba Sehun sudah ada berdiri di depanku, tepatnya wajahnya ada di depan wajahku dengan tubuh yang ia tundukkan. Itu berhasil membuatku sedikit tersentak

Aku memegangi dadaku “Hyaa!! Oh Sehun.. Kau mengagetkanku..” Aku mengancang-ngancang untuk memukul kepalanya, tapi dengan cepat ia menghindar.

“Aku berteriak bukan karena salahku, hyung sendiri yang tak menanggapi sapaanku” kata Sehun kesal “aku dengar kau membicarakanku…”

“Ah tidak-tidak … Kau salah dengar eoh” aku segera memotong perkataannya ” kau datang sendiri? Maka Kai dan Lay..?” Lanjutku mengalihkan pembicaraan

“Mereka sudah siap-siap di belakang panggung, Lay sudah mengambil skrip yang kita butuhkan.. Yang lainnya masih dalam perjalanan”

“Baiklah.. Sebaiknya kita juga siap-siap” aku berdiri merangkul bahu Sehun mengajaknya berjalan ke belakang panggung. Aku kesulitan merangkulnya karena Sehun lebih tinggi dari aku.

“Ah.. Sehun-ah.. Aku ingin bertanya padamu?” Tanyaku disetengah perjalanan kami. Aku benar-benar konyol

“Nde ?” Tadinya Sehun yang serius dengan smartphonenya beralih padaku

Aku melepas rangkulanku “Songgun… Bagaimana menurut seorang Oh Sehun?”

Dia mengerutkan dahinya “kau membahas Kang Songgun adikku? ”

Aku ikut mengerutkan dahi dan mengangguk ‘bukankah Sehun anak tunggal?’

Sehun menghentikan langkahnya “Ah maksudku Songgun yeojachingumu.. Aku tak pernah memandangnya sebagai wanita.. Dia hanya adik kecil bagiku… Semasa kami masih sekolah mengengah pertama, aku yang menjaganya saat oppa Songgun pergi wajib militer. Sedangkan appanya bersama appaku tengah sibuk-sibuknya mengembangkan perusahan jadi ia tinggal bersamaku.. Saat itu masa sulit bagi Songgun karena ia baru saja kehilangan eommanya”

‘Kedengarannya cukup meyakinkan’ kata hariku

“E…” Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal “Kau tak pernah berfikir kalian akan dijodohkan..?”

“Dijodohkan ? Hya… Apa kau sedang cemburu padaku hyung kkkk ” tawa Sehun

“Aniyoo…. Aku… Aku.. Aish sudahlah jawab saja eoh ” aku berasil dipermalukan oleh satu magnae ini.

“Mana mungkin kami dijodohkan eoh.. Aku sudah berajanji kepada almarhum eomma Songgun hanya akan menjadi oppanya saja.. Lagipula Songgun adalah yeojachingu mu aku pasti akan menolaknya” kini giliran Sehun yang merangkulku dan mengajakku kembali berjalan “apa kalian bertengkar karena aku?” Dia kembali tertawa mengejek

” Tidak… Kami tak pernah bertengkar karenamu”

“Hmm.. Itu melegakan..”

Skip-Latihan

‘Aku tak akan melepaskanmu begitu saja raja Gukyo.. Lihat saja nanti, aku akan membalas semua ini..’ Kata Chanyeol membaca skrip bagiannya, dia sedang memerankan seorang tokoh raja Korea kuno

“Oke cut…!!!” Teriak Ryeowook seonsaengnim dari kursi penonton deretan paling depan, dosen akting kami. Mndengar itu, aku yang beradegan menghunuskan pedang ke arah Chanyeol yang terkapar di atas panggung pun berhenti.

Berbarengan dengan itu, pemain lainnya yang tengah duduk di sekitar panggung pun bertepuk tangan.

Ryeowook seonsaengnim berdiri dari kursinya “Selesai untuk hari ini.. Besok kita bertemu lagi disini… Kalian sudah bekerja keras” kata Ryeowook seonsaengnim sebelum pergi.

“Nde Gamsahamnida seonsaengnim…!” Kata kami serempak membungkuk diatas panggung saat Ryeowook seonsangnim berjalan pergi menuju pintu keluar teater.

Tapi pandanganku menangkap seseorang yeoja yang duduk dikursi milik Songgun. Aku menyipitkan mata karena memang lampu yang dinyalakan hanya lampu panggung “Songgun..” Tanpa sadar aku tersenyum.

Beberapa dari kami sudah meninggalkan panggung “Kajja hyung .. Kita turun” ajak Kai.

“Kau duluan saja..” Balasku

“Baiklah…” Kaipun berjalan sendiri ke belakang panggung.

Di detik berikutnya, senyumku memudar saat yeoja itu berdiri dan berjalan mnghampiriku. ‘Itu bukan Songgun..’

Saat sampai di depan panggung dia menyunggingkan senyumnya. “Kau berperan sangat bagus Baekhyun oppa… ” yeoja dengan longdress jingga tanpa lengan naik keatas panggung dan langsung berjalan kearahku. Meskipun kebanyakan namja tergila-gila dengan senyumnya, tapi aku tidak.

Aku menatapnya tidak suka “aku sudah melakukannya.. Sekarang giliranmu untuk menepati janji..”

“Jinjja…? Kau sudah bukan pacar Songgun lagi? Ah aku senang sekali mendengarnya” dia langsung memegang tanganku.

Aku melepaskan genggaman tangannya lalu berbalik “Setelah ini.. Kajja kita kerumah sakit untuk..”

Chuupp..

Tiba-tiba yeoja dengan marga Baek itu menarik tanganku lalu mencium bibirku. Tentu saja aku membelalakkan mataku mengetahui bibir Suzy berada diatas bibirku. Saat aku berusaha melepaskannya, Suzy membuka matanya dan menatapku tajam ‘jangan macam-macam dengan ku eoh’ aku bisa membaca tatapan itu.

‘Sial..’ Umpatku mengetahui aku harus mengikuti permainan yeoja licik ini. Aku mulai memejamkan mata, bukan untuk menghayati ciuman ini tapi lebih baik aku tak melihat wajah yeoja menyebalkan.

‘Hya… KANG SONGGUN..’ mendengar itu aku langsung membuka mataku lebar dan mendorong Suzy menjauh. Aku membunyai firasat buruk sekarang. Dengan cepat aku berjalan ke belakang panggung

^Author pov

Beberapa detik kemudian nyawa Songgun yang seakan lari dari dirinya perlahan kembali menyadarkan otak Songgun. Ia mengerjapkan matanya cepat dan berpaling agar ia tidak melihat adegan yang kini membuat matanya berair.

Saat berpaling, Songgun melihat Minah yang masih tidak bergeming. Minah juga shock malah melebihi Songgun karena ia tidak tau kebenarannya bahwa namja yang kini tengah berciuman itu telah putus dengan sahabatnya.

Songgun perlahan menggenggam tangan Minah dan seketika itupun juga Minah tersadar. Minah sudah membuka mulutnya ingin berteriak kepada dua orang didepannya itu tapi Songgun sedikit menarik tangan Minah dengan gerakan sangat lembut agar Baekhyun tidak tahu keberadaan mereka.

Dengan cepat Minah menatap Songgun ‘Wae..?’ Arti tatapan itu.

Songgun menggeleng dan menaruh telunjuknya didepan bibirnya “Jebal..” Bisik Songgun hampir tampa suara “kajja” Songgun kini menarik lebih kuat tangan Minah.

Awalnya Minah meronta dan masih memperkokoh pijakan kakinya disana tapi hingga tarikan Songgun semakin menguat, mau tak mau ia mengikutinya.

Tap.. Tap.. Songgun perlahan menuruni anak tangga tapi tidak dengan Minah yang masih saja meronta.

“Aihh.. Lepaskan..” Minah masih menjaga suaranya tapi sahabatnya itu tidak menggubris hinggga Songgun berhasil membawa mereka kembali ke balik panggung.

“Hyaa.. KANG SONGGUN” Minah mengibaskan tangan Songgun untuk melepaskan tahanan tangannya. Teriakan Minah tadi membuat ruangan yang tadinya penuh dengan gelak tawa Chanyeol dan kawan-kawannya kini menjadi hening. Bahkan Lay yang tadinya memejamkan mata dan berbaring di paha Chen yang sedang duduk di sofa ikut terkejut.

Songgun juga kaget menerima bentakan pertama Minah itu. Selama berteman ini pertama kalinya Minah berteriak padanya. Sehun yang tadinya duduk diantara Kai dan Chanyeol berdiri dan berniat menghampiri kedua yeoja itu ..

“Ada apa denganmu… ” kata Minah penuh emosi berhasil membuat Sehun mengurungkan niatnya “Kenapa kau bersikap bodoh seperti itu eoh ..” Marah Minah pada Songgun yang sepertinya ingin bicara tapi tidak diberi kesempatan oleh Minah “Bagaimana bisa kau hanya diam saja melihat Baekhyun tengah berciuman dengan yeoja lain ?… Dia berselingkuh Song !!”

Mendengar itu ke 7 namja teman main teatet Baekhyun itupun berlonjak kaget. Mereka memandang bingung

“Siapa yeoja itu?”lirih Suho dengan mengusap dagunya tanda berfikir

“Mwo?” Seru Kai bangkit

“Itu tidak mungkin” sambung Sehun menggelengkan kepalanya

Minah menghilangkan poninya keatas dengan kasar dan nadanya semakin meninggi “Kau tidak berfikir Baekhyun tengan berlatih salah satu adegan dramanya kan.. Ayolah Songgun.. Bahkan Suzy bukan dari jurusan seni eoh ! ” Minah memegang salah satu bahu Songgun yang sudah bergetar “Kau tau sejak lama Suzy mengincar Baekhyun. Dia tidak akan berkeberatan dijadikan selingkuhan oleh Baek…”

“Bagaimana bisa Baekhyun berselingkuh dari ku hiks.. ” Songgun mulai menangis. Hatinya yang rapuh harus menahan kembali perih yang ia baru dapatkan “aniya~ kau tidak bisa menyebutnya seperti itu jika kenyataannya aku hiks.. Dia memutuskan ku semalam.”

Mendengar itu bahu Minah melemas “Mw mwoo?”

Songgun menghapus air matanya dan mengeratkan kepalan tangannya untuk menguatkan dirinya agar tidak menangis. “Ia beralasan agar ia fokus dengan audisinya bulan depan tapi aku rasa …” Songgun terhenti karena ia melihat Baekhyun muncul dari belakang Minah dengan wajah terkejutnya.

Songgun segera memutuskan kontak mata dengan Baekhyun “Aku ambil kuncinya emm.. ” ucap Songgun tergesah mengambil kuncinya yang dari tadi ada dipegangan tangan kanan Minah “Aku sudah sangat terlambat”

Minah menoleh untuk melihat Baekhyun dengan tatapan tidak suka “Nde .. Akan ku telpon nanti..” Kata Minah kemudian pada Songgun

Baekhyun berjalan kearah Songgun tapi Songgun berpaling dan bergegas menjauh “Songgun~ah.” Baekhyun mencoba menggapai tangan Songgun.

Minah menepis tangan Baekhyun dengan cepat “pantaskah kau memegangnya setelah apa yang telah kau lakukan?”

“Minah~ssi kumohon.. Aku harus menjelaskan semuanya…”

Songgun mencoba tidak mendengarkan mereka dan tak mnghiraukan Minah yang berusaha menahan Baekhyun.

“Hya lepaskan…” Bakhyun sedikit keras mngibaskan tangannya hingga peganga Minah terlepas. Dengan cepat Baekhyun meraih tangan Songgun yang sudah berada di depan pintu yang terhubung dengan ruangan aransemen  “Jebal..” Mohon Baekhyun

Songgun menggeleng minta dlepaskan oleh Baekhyun “Aniya .. Hiks..” Ia kembali menghapus air matanya hingga benar bersih dan hanya mata merahnya saja yang kelihatan. Baekhyun ingin membantu menghapus air mata Songgun tp Songgun tak menghendaki dan menepisnya

“Kumohon Byun Baekhyun.. lepaskan aku.. Hiks..” Menatap mata Baekhyun membuat Songgun ingin kembali menangis.

Baekhyun tercengang mendengar untuk pertama kalinya Songgun memanggilnya lengkap dengan marganya. Biasanya Songgun hanya memanggilnya Baek oppa dengan nada yang sangat manja. Atau Baekhyun saja saat Songgun kesal.

Baekhyun menggeleng “tidak sebelum kau tau yang sebenarnya emm… Itu tidak seperti yang..”

Cklek… Kata-kata Baekhyun terhenti.

Seorang yeoja yang tengah membawa beberapa lembar skrip tambahan sedikit terkejut melihat dua orang berada di hadapan mereka. “Ada apa ini?” Sontak Songgun melepaskan genggaman Baekhyun mengetahui siapa yeoja paruh baya itu “Oh nona Kang… Kau masih ada disini?” tanya yeoja itu yang mana mungkin tidak mengenali Songgun

Songgun memberi salam dan tak ketinggalan semua orang yang tadinya fokus dengan perdebatan Baekhyun dan Songgun juga memberi salam

“A a.. Nde Lee seonsaengnim… A..aku kehilangan kunciku tapi sudah kutemukan” kata Songgun sedikit tersenyum kemudian menghapus butiran air mata.

Lee seonsaengnim melihat jam tangan hitam seperti seutas tali yang mengikat dipergelangan tangannya. Ia mengerutkan dahinya “tapi ini sangat terlampat sayang.. Kau harus mengatur ulang keberangkatanmu..” Ya.. Songgun juga berbohong pada Lee seonsaengnim tentang jadwal penerbangannya.

Deg

Kini Baekhyun menghadap kearah Songgun ‘kau akan pergi?’

Songgun melihat sekilas Baekhyun lalu melihat jam tangannya yang menunjukkan 11.15″ Omona..” Songgun menutup mulutnya berpura-pura terkejut “aku harus segera bergegas” Songgun membungkuk pada Lee seonsaengnim lalu pergi meninggalkan ruangan itu dibarengi dengan teriakan Baekhyuk.

Songgun mengambil langkah cepat keluar dari ruangan itu tanpa menyapa Xiumin yang ada disana.

‘Bodoh.. ini benar-benar kacau..’ Umpat Songgun saat mulai berlari. Bagaimana ini tidak kacau. Sekarang Baekhyun mengetahui bahwa Songgun akan pergi. Meskipun Baekhyun masih belum tau Songgun akan kemana tapi ini sudah tidak bisa dibilang pergi dengan cara diam-diam, terlebih sekarang Baekhyun menyusul. Bukan itu saja, jangan lupakan kejadian dalam gedung teater tadi. Songgun benar-benar hancur melihat Baekhyun berciuman dengan Suzy. Selain ia merasa dibohongi, Songgun juga merasa Baekhyun memang tak pernah mencintainya.

Songgun mengusap matanya karena genangan air mata merabunkan penglihatannya. ‘Ia tak pernah menciumku..’ Masih dalam hati Songgun

Sementara Baekhyun mengejar Songgun yang kini sudah masuk ke area parkir mobil Songgun “Chakkaman.. songgun… Songgun-ahh!!” Baekhyun menahan tangan Songgun tepat didepan mobil Songgun

“Hya..!!” Songgun mengibaskan kasar pegangan tangan Baekhyun “Ada apa denganmu Tuan Byun… Berhenti mengejarku” Songgun masih menitihkan air mata menirukan kata-kata Baekhyun dulu disaat kesal karena Songgun mengganggu latihannya.

Baekhyun kembali mencoba memegang tangan Songgun tapi kembali Songgun mengibaskannya “Aku dan Suzy… Itu tidak seperti yang kau lihat emm.. Aku punya alasan unt..”

Songgun menutup kedua telingannya, ia tak mau dengar ” nde.. Aku tau kau punya seribu alasan untuk berciuman denga Suzy hiks…” Songgun melepaskan tangannya dari telinganya “tapi kau tak punya satu alasanpun untuk menjelaskan semua itu padaku eoh..!!” Bicara Songgun dengan menunjuk Baekhyun. Kemudian ia berjalan kearah pintu mobilnya.

Baekhyun berdiri di depan pintu mobil Songgun untuk menghalangi Songgun membuka pintu “Tapi kau salah paham Song, ”

Songgun berteriak dengan kakinya ia hentakkan ke tanah menandakan ia lelah dan kesal “BERHENTI OPPA!!.. hiks… Kumohon” Songgun terlihat menyedihkan dengan air matanya yang berhasil menghapus sebagian makeup nya. “Berhenti mengejarku! Berhenti membuatku menangis! berhenti menahanku! .. Dan berhenti membuatku mendongak !”

Ya maksud Songgun ia sudah lelah mendongakkan kepalanya saat melihat Baekhyun karena memang tinggi Baekhyun 20-25 cm diatas Songgun.

“Pentingkah bagimu jika aku salah paham ? .. Seharusnya tidak,  jika kau mengingat kita sudah putus..” Songgun yang frustasi kini menangis tersedu-sedu menutupi matanya yang basah dengan lengannya di depan Baekhyun.

Baekhyun terdiam.. Hatinya tiba-tiba bergetar melihat Songgun menangis seperti itu. Ia benar-benar namja yang jahat karena semua perkataan Songgun benar. Dan ia berhasil membuat yeoja cerianya terluka begitu dalam.

Tangan Baekhyun perlahan bergerak merengkuh bahu Songgun yang bergetar hebat dan beberapa detik kemudian..

Grep..

Baekhyun dengan cepat mendorong Songgun kedalam pelukannya. Ia memeluk erat punggug dan kepala Songgun kearah dada Baekhyun, ia berusaha menenangkan Songgun. Songgun tentu saja kaget membelalakkan mata tapi ia tidak meronta karena ia sudah lelah menghadapi Baekhyun.

Baekhyun menyandarkan dagunya dipuncak kepala Songgun. “Mianhae..” Baekhyun meremas rambut belakang Songgun mengeratkan pelukannya. Ia tidak peduli kemeja yang ia pakai sekarang akan basah terkena tangisan Songgun. “Aku juga tak menginginkan ini..” Lirih Baekhyun yang masih bisa didengar Songgun.

Songgun hanya diam tapi masih sesenggukan dipelukan Baekhyun. Dari jarak sedekat ini, Songgun bisa menghirup aroma maskulin dari tubuh Baekhyun yang perlahan membuat tenang.

Kemudian Songgun mengingat ini adalah hari terakhirnya bisa melihat Baekhyun. Hal itu kembali membuat Songgun menitihkan air mata dalam diamnya. Ia harus menyudahi adegan menyedihkan ini dan segera bergega pergi kebandara

Songgun mendorong dada Baekhyun untuk melepas pelukannya dan menggeser Baekhyun agar ia bisa masuk kedalam mobilnya. “Aku harus segera pergi..” Songgun menekan salah satu tombol yang ada di remote kuncinya untuk membuka pintu mobil.

Baekhyun mengalah “Apa ini karena ku..?”

Songgun berdiri diambang pintu yang sudah terbuka “sebenarnya aku berencana untuk meninggalkanmu terlebih dahulu tapi kau yang malah mencuri start untuk membuangku.. ” Songgun tak melihat Baekhyun dan tersenyum perih

“Kau akan kembali..?”

Mendengar itu Songgun menatap Baekhyun sendu ” kau mencintaiku..?” Tanya balik Songgun

Kini giliran Baekhyun terdiam ‘Nde … Saranghae’ tapi ia hanya berani mengatakan itu dalam hatinya. Baekhyun mengepalkan tangannya kesal saat tahu percuma saja ia mengaku pada Songgun tapi ia tak bisa lagi bersatu karena kesepakatannya dengan Suzy.

Songgun menghela nafas panjang “Aku tak akan kembali …” Balas singkat Songgun. Memang ia tak akan kembali kan 5 tahun kedepan jika ia mengikuti rencana awalnya. Songgun masuk ke mobilnya dan segera menyalakan mesin mobilnya. Ia tak mau basa-basi lagi, Songgun menjalankan mundur mobilnya agar ia bisa memutar mobilnya

Sementara Baekhyun seperti akan menjegah mobil itu melaju dengan tangan yang seperti akan menggapai mobil Songgun. Tapi pada akhirnya ia hanya bisa pasrah melihat yeoja yang entah dari kapan mencuri hatinya itu pergi karena ulahnya. Ya, Baekhyun benar-benar mencintai Songgun. Hanya saja Baekhyun tak yakin apa benar Baekhyun merasakan cinta atau hanya perasaan nyaman karena terbiasa bersama Songgun.

Oleh karena itu ia hanya tersenyum dan tak membalas perkataan cinta Songgun meskipun Baekhyun tau itu akan menyakiti Songgun. Didalam sikap dinginnya, Baekhyun sering memperhatikan Songgun dan banyak kenangan kebersamaan mereka yang bisa membuat hatinya berdetak cepat.

^^Flashback

“Oppa ini sudah jam 10 malam emm.. Kita lanjutkan besok saja nde?” Kata Songun lalu ia menguap lebar. “Aku sudah mengantuk” ia tak berhenti menggosok matanya

Baekhyun berhenti membaca buku tebal yang ada didepannya lalu mnghadap Songgun “siapa yang memaksamu untuk datang kemari dan menemaniku eoh” Baekhyun membenarkan kacamata Harrypotter nya.”aku sudah bilang agar kau tidak usah datang kemari” Beakhyun kembali fokus pada bukunya

Songgun yang beradapan dengan Baekhyun mempoutkan bibirnya mendengar perkataan Baekhyun benar bahwa ia datang ke perpustakaan universitas menemani Baekhyun menyelesaikan tugas adalah keinginannya sendiri.

“Aishh kau benar Baekhyun-ah.. Aku tak akan mengeluh lagi..” Dengus kesal Songgun menyeret salah satu buku didepannya untuk dibacanya.

“Hya..” Baekhyun tak suka Songgun memanggilnya seperti itu. Ia segera memukul dahi Songgun dengan ujung pena yang ia pegang

“Appayo~~…… ” keluh Songgun sedikit keras lalu  mengusap dahinya bekas pukulan Baekhyun

“Sstt… Kau tak ingat ini perpustakaan.?” Baekhyun menaruh satu telunjuknya didepan bibirnya. Ya keluhan keras Songgun tadi bisa mengganggu satu-dua mahasiswa lainnya disini.

Masih dengan nada kesal “Mianhae” Songgun menaruh bukunya dihadapannya “nde aku ingat ini perpustakaan” Songgun mngambil beberapa buku lagi dari rak lalu menumpuknya dengan buku yang ada didepannya “aku sudah tak tahan oppa.. Mataku benar-benar berat.. Bangunkan aku jika kau sudah selesai” lalu Songgun menaruh kepalanya diatas tumpukan buku itu yang dijadikannya bantal.

“Nde..” Hanya itu gubrisan Baekhyun dengan memandang Songgun sekilas yang sudah memejamkan mata. Tapi semenit kemudian Baekhyun kembali melihat Songgun yang sepertinya sudah benar-benar terlelap.

Baekhyun mngetuk meja tepat di depan wajah Songgun “Kau sudah tidur.?.” Songgun tak menjawab. “Aish..” Lama kelamaan Baekhyun tak tega melihat Songgun tertidur dengan posisi duduk seperti itu.

Baekhyun bangkit dari kursinya lalu melepas jaket yg ia kenakan. Ia lalu menarik kursi disisi kiri   Songgun lalu duduk disampingnya. Ia menegakkan tubuh Songgun untuk menempelkan jaketnya di bahu Songgun. Ia lalu menyandarkan kepala Songgun di perpotongan bahu dan lehernya. Tangan kanan Baekhyun ia panjangkan untuk memeluk bahu Songgun agar menahan badan Songgun tidak terjatuh. Sementara tangan kirinya menggapai buku tebalnya tadi yang masih ada di mejanya dan mengambil alih kerja tangan kanan untuk menulis beberapa hal perting dalam buku itu.

Sesekali Baekhyun menepuk-nepuk bahu Songgun untuk memberi rasa nyaman. Tanpa sadar Baekhyun tersenyum sendiri.

*

Baekhyun yang baru saja keluar dari kelas vokalnya tak sengaja melihat Songgun sedang berjalan di koridor. Baekhyun rasa Songgun sedikit kesulitan berjalan dan melihat ekspresi Songgun, yeojachingunya sedang kesakitan.

“Ada apa dengannya..?”

Baekhyun memutuskan untuk menghampiri Songgun “Songgun-ah..” Panggil Baekhyun sedikit keras. Ia berlari.

Songgun pun berhenti lalu menoleh ke belakang “ow Baekhyun oppa … Annyeong ” Songgun tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Baekhyun.

“Ada apa dengan kakimu..?” Tanya Baekhyun setelah ia berhasil berdiri disamping Songgun.

Songgun menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Ah gwenchana… pergelangan kakiku masih nyeri oppa, semalam aku terpeleset dari kamar mandi ” Songgun memamerkan deretan giginya malu. “Tapi mianhae oppa.. Hari ini aku tak bisa melihatmu latihan karena aku harus pergi ke rumah sakit untuk melihat apakah ada retakan atau tidak..”

Baekhyun mengangguk mengerti ” Baiklah kalau begitu.. Aku harus segera bergegas ke gedung teater” Baekhyun melihat jam tangannya “akan ku telpon nanti malam” Baekhyun kemudian pergi meninggalkan Songgun.

Songgun menghilangkan senyumnya lalu menghela nafas berat “apa kau pergi sendiri? Oppa antarkan nde..?” Bicara Songgun mengayal kalau tadi Baekhyun yang menawarinya seperti itu. Songgun kembali berjalan masih dengan langkah yang diseret. “Menyebalkan..”

Tapi ia berhenti kembali saat Baekhyun kembali menghampirinya “mwo ? Ada apa oppa?”

Tanpa menjawan Baekhyun langsung menggendong Songgun ala bridal “aku hanya bisa mengantarmu sampai ke mobil saja. Tapi jika besok kau perlu pergi ke dokter, hubungi aku. Biar aku yang mengantarmu” masih dengan nada dinginya tapi hal itu berhasil membuat pipi Songgun memerah.

*

“Eumm.. Mashitaa..” Kata Songgun dengan mulut penuh ttopoki. Ia tak menghiraukan suhu musim dingin di malam hari yang begitu menusuk kulitnya. Songgun hanya mengeratkan mantel musim dinginnya saja dibahunya tidak memasangnya dengan benar.

“Hya.. Pelan-pelan eh..” Baekhyun berhenti memakan ttopoki miliknya saat melihat mulut Songgun penuh seperti itu. Tapi Songgun tak menghiraukan perintah Baekhyun.

Songgun mengambil potongan telur rebus dengan sumpitnya lalu akan ia makan dngan mulut yang lebar.

“Kau tak mendengarkanku..?” Baekhyun menjegah sumpit Songgun dengan sumpitnya.

Songgun menaruh sumpitnya kesal “Aishh… Tapi aku benar-benar lapar oppa.. ” lalu ia mempoutkan mulutnya “aku lebih baik pergi sendiri tadi” lirih Songgun sedikit terdengar oleh Baekhyun

“Mwo..? Kau mengerutu?” Baekhyun mebanting sumpitnya ” Kau masih tak senang aku ikut denganmu? Apa yang kau pikirkan hingga kau berani pergi ke kedai ttopoki di malam hari sendirian eh?”

Selalu saja seperti ini. Mereka akan selalu bertengkar dengan hal-hal sepeleh. Apalagi di suhu yang sangat sensitif seperti bulan terakhir musim dingin.

“Ini masih jam 8 malam oppa..”

“Kau pikir jam 8 malam tidak ada namja yang akan mengganggumu? Tidak ada ajussi hidung belang yang akan menggodamu.?”

Songgun terdiam “ani..” Jawab Songgun lemas. Benar apa yang dikatakan Baekhyun

Baekhyun mengusap sisa sausnya di sekitar bibirnya ” Aku sudah selesai … Aku tunggu dimobil” Baekhyun bangkit memasang hoodie yang berbulu dan menaruh kedua tangannya di saku depan mantel musim dingin yang panjangnya hingga lutut berwarna coklatnya  lalu pergi meninggalkan Songgun.

Songgun merasa bersalah. “Hya.. Chakkaman oppa..” Songgun menyusul Baekhyun yang sudah lebih dulu berjalan menyusuri trotoar ke arah mobilnya yang di parkir disebuah taman tidak jauh dari sana. “Maafkan aku.. Nde aku salah” kata Songgun setelah ia berhasil menghentikan Baekhyun dan menahannya.

Baekhyun terlanjur kesal melepaskan tangan Songgun dan kembali berjalan.

Songgun menyusul Baekhyun kembali dengan memasang mantelnya dengan benar “Oppa~… ” Baekhyun masih tak menghiraukan Songgun

‘Dia selalu saja seperti ini..’ Dengus Songgun kesal dibarengi dengan nafas Songgon yang menderu sehingga dari mulut dan hidung Songgun keluar asap semakin banyak menandakan dia kedinginan. ‘Aku kan memang benar-benar lapar’ ucap Songgun dalam hati saat melihat punggung Baekhyun

Songgun lama-kelamaan kesal dan menghentikan langkahnya “Argh.. Terserah kau saja lah oppa!!” Kata Songgun bernada tinggi sehingga berhasil membuat Baekhyun terhenti

Songgun berbalik arah dan berjalan cepat berlawanan dengan Baekhyun yakni menuju halte bus dekat dengan kedai ttopoki tadi “Menyebalkan sekali” Songgun memutuskan untuk tidak pulang bersama Baekhyun.

Baekhyun menoleh untuk melihat Songgun “Kang Songgun Hyaa.. Kau mau kemana eh ?” Kini giliran Songgu yang tak meghiraukan Baekhyun. “Aishh.. Baiklah terserah” Baekhyun akan melanjutkan langkahnya mantap menuju mobil tapi selangkah berjalan ia berhenti lagi “arhh.. Dia selalu saja ..” Baekhyun memutuskan untuk berbalik arah dan menyusul Songgun.

Songgun sudah sampai halte terlebih dahulu dan ia tak tau Baekhyun sedang menyusulnya. Songgun sendirian disana dan memutuskan untuk duduk di kursi halte menunggu busnya datang. Ia menunduk dan memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya karena Songgun rasa semakin dingin.

Songgun mendongak “Ayolah bus.. Cepatlah datang.. Kau ingin aku mati kedi… Omona..” Songgun menghentikan omelannya karena ia melihat seorang namja yang tengah mabuk sedang menuju kemari. Songgun sangat takut dengan orang mabuk.

Orang mabuk itu duduk diujung bangku halte dan memperhatikan Songgun karena kebetulan Songgun tak sadar memandanginya terus. Songgun segera berpaling dan berdiri dengan cepat memasang sikap waspada. Jika orang itu melakukan sesuatu ia akan lari secepatnya.

Songgun yang memalingkan pandangannya terus membuat ia tak tahu Baekhyun tengah berjalan mnghampirinya. Baekhyun awalnya bertanya kenapa Songgun seperti itu tapi ia tau jawabannya saat melihat orang mabuk itu.

Baekhyun berjalan cepat dan menarik tangan Songgun “Hya.. Apa yang.. ” Songgun terlonjak kaget” Oppa.. Kau mengagetkanku” Songgun kira yang menariknya adalah orang mabuk itu.

“Aish kau..” Saat akan mengomel, Baekhyun melihat mata Songgun berkaca-kaca, Songgun ketakutan “kau memilih tetap untuk pulang naik bus dengan orang mabuk atau denganku eoh” Baekhyun mengusap mata basah Songgun dengan ibu jarinya untuk menghilangkan genangan air mata di kelopak mata Songgun.

Songgun diam saja, ia malu karena Baekhyun tau dirinya sedang ketakutan dan akan menangis.

Baekhyun merasa diacuhkan lagi. Ia melepaskan tangan Songgun “baiklah.. Aku anggap kau memilih untuk pulang dengan orang mabuk itu” Baekhyun berbalik akan meninggalkan Songgun.

Mendengar hal itu Songgun dengan cepat menarik mantel bagian belakang Baekhyun membuat namja dengan gigi rapi itu berhenti. “Aku ikut denganmu oppa..” Balas Songgun sedih.

Baekhyun sebenarnya juga tak setega itu meninggalkan Songgun. Jika tadi Songgun tetap bersikukuh naik bus, Baekhyun juga akan naik menyusul Songgun

“Kajja.. ” Baekhyun menarik Songgun untuk berjalan berdampingan dengannya. Songgun hanya diam selama mereka berjalan mnuju mobil.

“Sudahlah.. Kau masih marah padaku ?” Tebak Baekhyun merangkul bahu Songgun untuk menariknya agar lebih berdekatan dengan Baekhyun

Songgun menggeleng kembali menghapus matanya yang masih basah “Gomawo.. Kau sudah menyelamatkanku tadi.” Kini Songgun mnghadap Baekhyun

“Cheonma..” Baekhyun sedikit tersenyum mengacak asal poni songgun. “Jangan pernah melakukan itu lagi.. Kau harus menurut padaku”

“Nde oppa .. mianhae”

“Aku juga minta maaf .. Kajja kita pulang” Baekhyun masih merangkul bahu Songgun

Songgun tersenyum “kajja oppa..”

^^Flashback off

Masih memandang mobil Songgun yang perlahan menjauh dari pandangannya, Baekhyun  memutar kembali beberapa kenangan bersama Songgun. Matanya berkaca-kaca mengingat ia bersikap dingin pada Songgun.

“Mianhae…” Lirih Baekhyun. Songgun yang masih bisa melihat bayangan Baekhyun dari kaca spionnya juga kembali menangis.

Drtt… Drtt..

Tiba-tiba smartphone Baekhyun bergetar didalam sakunya menandakan ada panggilan masuk. Baekhyun segera mengambilnya dan melihat siapa yang menghubunginya

“Aboeji..”

Bip, Baekhyun segera mengangkatnya.

“Nde. Yeobseyeo aboeji.. Ada apa?”

“…”

“Mwo?!.. Baik aku akan segera kesana”

Bip, Baekhyun mematikan sambungan telponya dan segera pergi ke suatu tempat sesuai perintah aboejinya tadi.

Songgun yang bisa melihat Baekhyun panik dan  tergesah setalah mendapatkan telpon seperti itu bertanya dalam dirinya “apa yang terjadi..?” Songgun ingin tau, tapi beberapa saat kemudian ia sadar bahwa itu bukan urusannya dan terus mnginjak pedal gasnya hingga sampai bandara

Songgun mematikan mesin mobilnya lalu memakai kaca mata hitamnya untuk menutupi mata sembabnya “Kau bodoh jika berharap Baekhyun mengejarmu” kata Songgun keluar dari mobilnya lalu mengambil kopernya sebelum ia masuk ke bandara.

Setelah masuk bandara, Songgun berhenti didepan layar raksasa dengan tulisan ‘Incheon International Airport’ diatasnya yang menayangkan semua jadwal penerbangan yang dilakukan hari ini.

Songgun mencari list penerbangan Korean Air menuju Tokyo siang ini. Itu penerbangannya “Mwo..?” Songgun melepas kacamata hitamnya “13.30..?” Songgun terkejut melihat jadwal penerbangan yang ada dilayar tidak sama dengan yang ada ditiketnya.

Ia segera mengambil passport dan tiket pesawatnya lalu menelitinya apakah ia salah lihat “pemunduran jadwal ? Aish… ” dengan kesal Songgun menarik kembali kopernya ke salah satu pusat informasi. Tak lupa ia memakai kembali kacamata hitamnya

Masih dengan kacamata yang terpasang “Permisi… Apakah peberbangan menuju Tokyo siang ini mengalami penundaan?” Tanya Songgun pada salah seorang petugas bandara dan menyerahkan tiketnya

Petugas itu melihat tiketnya ” Benar nona Kang… Pihak Korean Air harus memundurkan beberapa penerbangan menuju Tokyo karena bandara disana sedang mempersiapkan kedatangan Presiden terpilih mereka ..”

Songgun melebarkan mata sembabnya seketika ‘Satu setengah jam hanya untuk kedatangan presiden ?…. Bunuh saja aku’

Songgun menghela nafas besar mengingat ia harus menahan kesabarannya lagi. “Baiklah.. Kamsahamnida” Songgun mengambil tiketna kembali.

“Nde.. Sama-sama nona ” balas petugas itu melihat Songgun dengan tersenyum

Songgun tak bisa berbuat apa-apa selain mencari tempat untuk ia menunggu. Setelah beberapa saat berjalan dan menaiki tangga berjalan akhirnya ia menemukan kursi tunggu yang kosong.

Ia pun segera duduk bersama beberapa orang yang sedang menunggu dan ia meletakkan kopernya disamping kursinya. Kemudian ia mengambil ponselnya akan menghubungi Minah atau Sehun tapi ternyata “Aishh…” Lagi-lagi Songgun menengus kesal karena baterai ponsel Songgun habis. Ia tak sempat mengisi baterainya hingga penuh karena sibuk menangis semalam. Dngan terpaksa Songgun mengembalikan ponselnya ke dalam tasnya. Bagaimana dengan powerbank? Tentu saja Songgun tak mengisinya juga dengan alasan yang sama.

^Songgun pov

Apa aku sudah dikutuk ? Kenapa hari ini begitu berantakan ? Apa ini karena aku melanggar perintah almarhum eomma yang melarangku untuk aku tidak boleh keluar dari kediaman keluarga Kang itu sebelum aku menikah ? Aku sudah mendiskusikan ini dengan appa dan appa memperbolehkanku.

Aku menguncir rambutku asal agar terlihat sedikit rapi. Meskipun itu tidak bisa dibilang rapi, tapi paling tidak aku bisa menghilangkan rambut tergeraiku yang sudah mulai berantakan akibat berlari dan menangis. Ku lihat jarum yang berada di jam tanganku yang aku rasa ini berputar sangat lamban.

Baiklah aku akan menunggu, apa yang bisa aku lakukan sekarang? Pergi membeli makanan? Ah sepertinya itu ide yang bagus. Aku pun memutuskan untuk pergi ke cafe bandara setelah menyimpan koperku di tempat penitipan barang sementara.

“Apa yang ingin anda pesan nona ?” Tanya salah satu pelayan yang menyodorkan daftar menu.

Aku pun melihat daftar itu untuk memilih makanan yang cocok untuk menu makan siangku. Telunjukku menyapu satu per satu tulisan nama yang ada disana.

‘Strawberry pancake… Moccaberry tea..’ Aku sedikit terdiam dengan kedua nama menu itu tapi segera aku sadarkan lagi.

“Ah Tacco blackpaper dan Green Mojito Ice… Aku pesan itu” kataku mengembalikan buku menunya.

“Baik nona..”pelayan namja itu tersenyum padaku lalu pergi. Sepertinya dia masih pelajar yang melakukan pekerjaan paruh waktu.

Kualihkan pandanganku melihat isi bandara yang bisa kulihat dari dinding cafe disamping tempat aku duduk.

Mana mungkin aku memesan dua menu berry tadi. Melihat namanya saja aku sudah teringat dengan namja itu yang sangat menyukai olahan berry terlebih strawberry. Mau tak mau ingatan ku kembali terbuang ke kejadian hari ini.

Sejak kapan Baekhyun bisa berpacaran dengan Suzy? Baekhyun selalu bilang bahwa ia tak menyukai yeoja licik itu. Tapi itu didepanku, dibelakangku mungkin diam-diam Baekhyun …

Ah… Kenapa aku selalu gagal menahan air mataku. Aku mengambil selembar tisu dalam tasku untuk menghapus mataku yang basah.

Setelah ini aku harus benar-benar berpisah dengannya. Meskipun di sebagian kecil hatiku masih bergetar saat mengingat wajahnya. Jujur saja saat tadi Baekhyun menahanku aku ingin sekali melihat wajah Baekhyun lebih lama untuk terakhir kalinya tapi aku tak bisa fokus karena dua hal. Yang pertama adalah air mataku dan yang kedua adalah karena setiap aku melihat Baekhyun, aku selalu melihat bibirnya, bibir merah yang sudah terkena sapuan bibir Suzy. Aishhh… Itu membuatku sulit mengontrol rasa marahku.

Kenapa dia menahanku tadi? Apa yang sebenarnya ia inginkan sehingga ia merengek didepanku seperti itu. Dia akan berbohong lagi padaku atau..

“Permisi nona.. Ini pesanan anda..”

Kuhentikan lamunanku karena pelayan itu kembali lagi membawa pesananku.

“Ah ya terima kasih… Apa aku boleh bertanya?” Tanyaku pada pelayan itu sebelum ia pergi

“Silahkan nona..”

“Apa bisa aku mencharge ponselku disini ?” ^pengalaman pribadi author pas liburan kemaren -_-

“Tentu saja bisa nona.. Kami menyediakannya di dalam”

“Ah baguslah… Tolong bawa ini ke sana nde..” Kataku memberikan ponselku yang nonaktif “dan ini sedikit tips untukmu” aku memberikan beberapa lembar won pada namja yang umurnya bisa kutebak dibawahku. Jujur ia masih sangat muda dan tak cocok menjadi pelayan.

“Terima kasih nona.. Silahkan menikmati makanannya” dia menerima ponselku.

Aku mengangguk “kau bisa memanggilku noona.”

“Nde noona… Setelah noona selesai makan, akan ku antarkan ponsel noona kemari”

Aku melihat senyumannya pernah aku kenal. Baekhyun ? Aihh…

Aku menggeleng “Kau lanjutkan saja pekerjaanmu.. Aku masih akan lama disini.. Saat penerbanganku sudah diumumkan akan berangkat, aku akan memanggilmu”

“Baik noona… Aku ada disana kalau kau mencariku” tunjuknya dekat couter.

Aku mengangguk mengerti.

*

Kupejamkan mataku dengan earphone masih terpasang ditelingaku yang aku sambungkan dengan benda persegi panjang elektronik pintar berisi ratusan lagu favoritku ‘Bulan depan aku akan mengikuti audisi disalah satu perusahaan pencari bakat.. Kau tau aku harus benar-benar fokus kali ini’ ku hela nafasku panjang ‘Kurasa kita harus mengakhiri hubungan ini.. Kau bisa lebih bahagia tanpa aku‘ aku membuka mataku saat terngiang kata-kata Baekhyun malam itu.

Oh Tuhan ayolah.. Kenapa ini ..

Saat akan mengeluh tentang Baekhyun tak sengaja pandanganku mengarah ke sebuah jam dinding persegi tepat di atas pintu masuk cafe

“omona..” Kumelihat jam tanganku sendiri. Aku duduk sudah selama ini ?  sudah hampir satu jam aku duduk dan masih ada setengah jam lagi tersisa sebelum keberangkatanku. Baiklah, sebaiknya aku bergegas ke terminal penerbanganku.

Ku edarkan pandanganku ke seluruh area cafe ini untuk mencari pelayan itu. Setelah berhasil menemukannya, ku angkat tanganku sedikit tinggi untuk memanggilnya. Dia pun yang mengetahuinya segera bergegas membawa ponsel dan tagihan pembayaranku.

“Noona sudah akan pergi..?” Katanya sambil mengembalikan smartphoneku.

Aku bangkit “Nde.. Penerbangan noona sebentar lagi… Terima kasih, kau sangat membantuku” aku melirik nametag di kemeja seragamnya berwarna coklat “Jeno..?” ^SM Rookies

Dia menunduk melihat nametagnya sendiri “ah benar itu namaku noona…”

“Songgun..” Jawabku sambil tersenyum

*

Akhirnya.. Sebentar lagi aku akan meninggalkan kota ini. Aku sudah duduk di kursi pesawat frist class dan tinggal 20 menit lagi pesawatku lepas landas. Kulihat sudah tidak ada pramugari yang berdiri disini, dengan cepat ku ambil smartphoneku dan segera ku aktifkan untuk menghubungi Minah.

Drtt..drtt

Apa-apaan ini ? Kenapa banyak sekali pemberitahuan yang masuk.?

10 panggilan gagal dari Sehun dan 15 dari Minah..

Sesekali aku melihat waspada jika ada pramugari yang datang ‘ Apa kau masih dibandara..? ‘ aku membaca pesan dari Minah ‘ kau mematikan smartphonemu?’ Isi pesan Minah lainnya

‘Aku tak tau masalah apa yang terjadi.. Kau putus dengan Baekhyun?’ Kali ini pesan dari Sehun ‘kau jahat sekali tak memberitahuku…’

Aku tersenyum “Mian oppa..”

Lalu aku kembali menyentuh layarku untuk melihat pesan Sehun selanjutnya.

‘Kau dimana ?’

‘Kau mematikan smartphonemu ?’

‘Kau masih dibandara kan ?’

Ada apa dengan mereka.. Kenapa mereka bertanya aku dimana.. Tentu saja mereka sudah tau aku ada dibandara.

‘Kau harus kembali eoh… Semarah apapun kau dengan Baekhyun tolong batalkan penerbangannya…’meninggal’

Deg..

“Mwoo? Kenapa?”

Aku menggeser layarku ‘tolong jangan pingsan disana.. Nyonya Byun… Eomma Baekhyun barusaja meninggal’

Seketika tanganku lemas membaca pesan terakhir Sehun itu.

“Eommanim…”

^Author pov

Seketika Songgun memucat dan matanya berkaca-kaca membaca pesan terakhir Sehun. Smartphonenya masih ia genggam di tangan kanannya sementara tangan yang lain meremas pegangan kursi.

“Eommanim… Andwae..” Lirih Songgun meneteskan air mata.

Seorang pramugari cantik yang baru saja datang dan melihat Songgun seperti itu segera menghampirinya.

“Permisi nona.. Apa ada yang salah ? Semua baik-baik saja ?”

Songgun segera tersadar “ah nde..” Songgun langsung bangkit dan menghapus air matanya. “Tapi.. Sesuatu terjadi dan aku harus membatalkan penerbanganku” setelah sedikit membungkuk Songgun mengambil tas jeans nya dan bergegas keluar pesawat sangat tergesah.

*

Songgun berlari keluar bandara mencari taxi karena Songgun sudah menyuruh Jung ajussi yakni sekertaris tuan Kang untuk mngambil mobilnya “Oppa.. Kau dimana eoh..?” Tanya Songgun langsung setelah sambungan telponnya berhasil terhubung dengan Sehun.

‘Oh Songgun-ah sayang.. Kau sudah sampai di Jepang? Kau sudah membaca pesan..”

“Hiks..hiks…”

Mendengar Songgun menangis Sehun menghentikan perkataannya ‘Tenanglah.. Biar kami yang mengurus Baekhyun disini. Kami dari tadi sudah tiba di Seoul Hospital menemani Baekhyun’

“Baiklah oppa” tanpa panjang kata Songgun mematikan telponnya saat ia masuk kedalam taxi yang akan membawanya kembali bertemu dengan Baekhyun dan sosok wanita yang ia sudah anggap pengganti eommanya.

“Hiksss… Eommanim.. Hikss.. Apa yanh terjadi padamu.. Hiks?”

Songgun terus saja menangis setelah ia menyebutkan alamat tujuan pada supir taxinya.

Berbeda dengan Baekhyun, eomma Baekhyun sangat hangat pada Songgun. Songgun merasa nyaman berada disekitar eomma Baekhyun meskipun mereka masih mengenal satu sama lain dalam waktu yang sebentar. Eomma Baekhyun sangat menyayangi Songgun karena beliau memang sangat menginginkan anak perempuan diantara kedua anak laki-lakinya.

^Baekhyun pov

Setelah mendapatkan kabar dari aboeji bahwa eomma sudah sadar dari komanya, aku segera mengendarai mobil hyundai biru ini dengan kencang. Ya, tanpa sepengetahuan Songgun eomma menderita kanker yang merusak ginjalnya. Semakin hari kondisi eomma semakin menurun dan eomma bersikeras untuk melarangku memberitahukan ini pada Songgun. Eomma tak mau anak perempuannya itu sedih.

Eomma sangat menyayangi Songgun karena sifat cerianya. Beliau memang sudah memberitahu jauh-jauh hari sebelum aku masuk universitas bahwa kelak jika aku mempunyai yeojachingu, eomma akan menganggapnya seperti anaknya sendiri. Dan Songgun adalah yeoja pertama yang aku kenalkan pada eomma.

Memang hyungku sudah menikah dan memiliki istri yang juga sangat disayangi eomma. Tapi karena hyung dan istrinya tinggal di Busan, eomma lebih menyayangi Songgun karena sering bertemu.

Setelah sampai di rumah sakit, aku segera memarkirkan mobilku dan masuk menuju kamar eomma. Aku senang eomma akhirnya sudah kembali sadar tapi entah kenapa aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi ketika aku melihat dikoridor ICU ada beberapa uisa dan perawat yang tergesa-gesa masuk kedalam kamar rawat eommaku.

Mengetahui itu, aku segera masuk menyusul uisa itu. Saat masuk aku tak bisa melihat eommaku karena ada uisa dan perawat yang mengitarinya.

“Baekhyun..” Aboeji memanggilku yang berdiri disamping ranjang eomma. Dia terlihat seperti habis menangis.. “Kemarilah..”

“Aboeji… Hyung.. Eomma sudah sadar ? Tapi ada apa ini ?” Aku bertanya pada hyung juga menangis. Hyung tidak menjawab dan memberi tanda padaku untuk mendekat pada ranjang eomma.

Aku berjalan mendekati ranjang eomma “Eomma ..” Aku menitihkan air mata melihat eommaku kembali membuka matanya. Aku segera berhambur berdiri membungkuk dan menggengam tangannya. Ia tersenyum padaku dengan nafas yang payah.

“Gwenchana eomma…. Eomma akan segera sembuh ” aku mengecup tangannya yang sedikit mendingin

Kemudian aku menoleh ke arah Lee uisa. Dokter yang merawat eomma selama ini “Uisa.. Aku sudah menemukan pendonor dengan ginjal yang cocok untuk eomma .. Kau bisa melakukan operasinya lebih cepat.

Lee uisa hanya diam dan menunduk. Kemudian ia menggeleng.

Aku melihat itu dan membuatku kembali meneteskan air mata semakin banya “apa maksud uisa.. Kau menolak untuk..” Eomma yang mengeratkan genggamannya di tanganku membuatku berhenti bicara.

Eomma juga menggeleng “k-kau.. Mau mem-membuat eomma bahagia?”  Bicaranya dengan terbata-bata

Aku lebih mendekatkan tubuhku pada eomma “nde.. Tentu saja eomma .. Aku akan membuatku bahagia” kataku mengangguk pasti

Perlahan tangan eomma bergerak mengelus rambutku ” eomma menyayangimu Baekhyunie.. Tolong ja-jaga Song-gun untuk eomma.. Eom-eomma..”

Aku menggeleng “Aniya..~”

“Eomma tak bisa lagi menjaganya.. Eomma ingin ber-istirahat emm”

‘Aku tak bisa eomma.. Dia sudah pergi..’ Kataku dalam hati merunduk menangis tersedu.

“Baekhyunie..” Eomma mengelus rambutku.

Aku kembali melihat wajah eommaku “nde.. Aku akan menjaganya..” Lalu aku mengecup kening beliau.

Eomma mengangguk lemah “Gomapta.. Yeobo..” Eomma lalu melihat aboeji.

“Nde yeobo” aboeji dan hyung juga mendekat.

“Tolong jaga anak kita emm.. Aku akan beristirahat..” Kata eomma lemah “kau juga harus menjaga istri dan calon cucuku dengan baik eoh” lalu beliau juga mengelus kepala hyung

“Nde yeobo..” Aboeji tersenyum sambil menghapus air matanya

“Nde eomma..aku pasti akan menjaganya eomma ” jawab hyungku.

Eomma tersenyum lalu

Tit tit tiiiittt~

Eomma memejamkan matanya berbarengan dengan suara sederhana mengerikan itu terdengar nyaring menyayat ulu hatiku.

Tangisku pecah saat genggaman tangan eomma perlahan jatuh dan tubuhnya lemas seketika “Eomma ~……”

Aku sudah gagal menyelamatkan pilihanku. Aku memilih untuk melepas Songgun agar eomma bisa aku selamatkan. Tapi eomma telah bahagia dengan pilihannya dan Songgun juga sudah pergi karena sifat dinginku. Tak ada yang bisa lagi aku miliki dari kedua malaikat hidupku itu.

^Author pov

Songgu berlari kencang masuk ke Seuol Hospital dengan busana serba hitam. Ia sudah menggantinya dengan longshirt Megaton bermotif kotak putih yang sejajar dengan lututnya sebelum Songgun meninggalkan bandara.

Songgun masuk lift dan menuju lantai 3 dimana eomma Baekhyun di persemayamkan. Songgun sedikit mengingat apa yang diintruksikan resepsionis tadi tentang tempat persemayaman nyonya Byun.

“Belok kiri..” Kata Songgun keluar dari lift.

Masih dengan air mata yang menetes, Songgun mencari ruang yang dimaksud. Saat berada di koridor dekat dengan tempat persemayaman eomma Baekhyun Songgun menghentikan langkahnya karena melihat Sehun dan Chanyeol berdiri disana juga dengan setelan hitam.

“Hiks.. Oppa..”

Sehun bersama Chanyeol yang tadinya berbincang serius kini serempak melihat kearah Songgun.

Sehun yang terlihat paling terkejut “Mwoya..?.. Songgun-ah.. ” Sehun melebarkan matanya “Kenapa kau..” Sehun mnghampiri Songgun tapi hanya beberapa langkah saja, Songgun yang berlari berhamburan kepelukan Sehun.

Songgun memeluk Sehun erat “Hikss oppa.. Apa yang terjadi eoh.. Bagaimana bisa eomma Baekhyun meninggal.. Dia baik-baik saja saat kami bertemu minggu lalu … Hiks” lalu ia mendongak melihat Sehun yang lebih tinggi lagi dari Baekhyun.

“Eomma Baekhyun.. Oppa tak tau apa yang terjadi sebenarnya pada eomma Baekhyun” Sehun mengelus rambut Songgun dan mengelap air mata Songgun di pipinya. Sehun melakukan hal yang sama dengan apa yang ia lakukan untuk menenangkan Songgun pada saat eomma Songgun meninggal.

Sehun sedikit mendorong tubuh Songgun untuk melepaskan pelukannya “Baekhyun masih terlalu sedih untuk bercerita banyak.. Dia hanya mengatakan..” Sehun diam tak melanjutkan perkataannya.

“Apa oppa?” Songgun mencengkram lengan Sehun

Sehun tidak bergeming

“Hikss OPPA!”

Sehun menghela nafas panjang mengatakannya ragu”Carcinoma Renal”

Deg..

Songgun membelalakkan mata “Mwoo? Ka-kanker gi-ginjal..” Lirih Songgun seketika tubuhnya melemas dan tiba-tiba entah apa yang terjadi sehingga Songgun merasakan sesak di dalam dadanya dan muncul suara ngiangan yang sangat keras dari dalam telinganya saat mendengar penyakit yang dulu juga merenggut nyawa eommanya kembali disebut.

“Arghh.. ” Songgun memegangi kepalanya

Tubuh Songgun terasa dingin dan perlahan sedikit limbung kebelakang “andwae..” Songgun merasakan pusing yang amat hebat hingga tubuhnya terasa sangat ringan

Reflek Sehun sedikit berteriak “Hyaa.. Songgun-ah!! ” Dengan cepat Sehun menarik tangan Songgun kembali ke pelukannya agar ia tidak jatuh. Tapi  Sehun tak bisa mencegah Songgun untuk tidak pingsan. “Kau bawa obatnya emm” Sehun menepuk lembut pipinya

Sehun tahu ini akan terjadi karena memang sejak kematian eommanya, Songgun menderita gangguan keseimbangan psikis yang akan membuat syaraf emosinya tidak bekerja dengan baik disaat ia terguncang dan mendengar kata-kata yang menimbulkan trauma. Dulu Songgun sering mengalaminya dan Sehun serta eommanya lah yang merawat Songgun.

“Omona..” Chanyeol berlari menghampiri Sehun yang sudah terduduk dilantai karena sudah tak kuat menahan Songgun

Disaat yang bersamaan Baekhyun keluar dari ruang persemayaman mengantarkan tamu perusahaan yang baru saja melayat. Setelah memberi salam dan tamu itu pergi, pandangan Baekhyun teralihkan melihat Chanyeol yang berlari.

‘Ada apa .. Kenapa dia berlari ?’ Pikir Baekhyun bingung lalu ia sedikit menggeser pandangan kearah Sehun.

Mata Baekhyun terbelalak “Omona Kang Songgun..!” Tanpa babibu Baekhyun berlari kearah Sehun yang akan mengangkat Songgun.

Sehunpun menoleh “hyung..” Lalu ia bicara pada Chanyeol “tolong panggilkan perawat”

“Baiklah” Chanyeol pun pergi

Baekhyun mengambil alih tubuh Songgun menyandarkan di dekapannya “Sehun-ah.. Ada apa ini..? Kenapa dengan Songgun?”

“Aku pikir Songgun sudah sembuh.. Tapi..” Perkataan Sehun berhenti karena melihat Chanyeol datang dengan beberapa perawat yang membawa ranjang dorong.

“Sebaiknya kita pindahkan Songgun dulu..”

Baekhyun mengangguk dan mengangkat Songgun keatas ranjang. Lalu mereka segera membawanya kesebuah ruangan rawat.

“Tolong hubungi dokter Hwang.. Ini pasiennya..” Kata Sehun setelah sampai disalah satu ruangan rawat pada seorang perawat

“Nde..” Perawat itu pergi.

Baekhyun terkejut mendengar hal itu. Kenapa Songgun tidak dipanggilkan dokter biasa saja malah dipanggilkan dokter Hwang yang tak lain adalah eomma Sehun yang berprofesi sebagai dokter ahli jiwa.

Baekhyun ingin tau apa yang terjadi “Chanyeol-ah bisakah kau memberi tahu appaku bahwa aku ada disini untuk beberapa waktu.. Aku akan segera kembali”

“Oh nde baiklah Baekhyun” Chanyeol pun pergi

Sehun yang menyelimuti Songgun mengetahui bahwa Baekhyun sedang memandanginya dengan penuh tanya ” ah hyung.. ” Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal “terima kasih atas bantuannya…aku tak bermaksud mengusirmu hyung tapi..” Sehun memberi jeda ” biarkan aku yang menjaga Songgun disini dan hyung kembalilah fokus mengurus pemakaman eomma hyung… lagi pula eomma akan datang sebentar lagi.”

“Aku akan pergi setelah kau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Songgun”

“Kau tak usah khawatir hyung.. Songgun baik-baik saja. Dia hanya terlalu shock” jelas Sehun dengan nada yang janggal didengar Baekhyun.

“Tapi..”

Sebelum Baekhyun melanjutkan bicaranya, seseorang menyibak horden putih yang mengelilingi ranjang Songgun. Itu eomma Sehun

“Eomma..” Panggil Sehun

Eomma Sehun berjalan cepat mendekati ranjang Songgun “Ada apa ini Se.. Omona Songgun ?” Eomma Sehun terkejut melihat Songgun yang berbaring sebagai pasiennya “Kenapa Songgun masih ada disini ? Bukankah dia harus berangkat ke Jepang ?”

Baekhyun pun kaget ‘Mwo Jepang..?’

“Aishh..” Sehun mendengus lirih melihat Baekhyun telah mengetahui dimana Songgun akan pergi “bisakah eomma memeriksanya dulu ? Biar nanti aku yang akan jelaskan semuanya.”

“Ah kau benar.. ” Hwang uisa mengambil sebuah alat seperti pointer yang bercahaya dan mengarahkan pada mata Songgun. Hwang uisa menghela nfas panjang “Hfff.. Ini terjadi lagi.. ” gumamnya kemudian.

“Apa yang terjadi uisa-nim?” Tanya Baekhyun reflek.

Hwang uisa melihat dengan tatapan ‘siapa dia?’

“Apa sesuatu yang buruk terjadi ?” Lanjut Baekhyun

“Aniya… Semua akan baik-baik saja.. Kalian tunggu saja diluar.”  Bujuk Hwang uisa

Sehun melihat mata eommanya yang memberi isyarat yang buruk “Nde eomma…. Kajja hyung..” Sehun merangkul Baekhyun untuk keluar

Mau tak mau Baekhyunpun keluar dengan langkah berat. Sehun membawanya duduk di deretan kurai tunggu yang berada didepan ruang rawat Songgun.

“Kau harus menceritakan semuanya Sehun.. ” Baekhyun mencengkram bahu Sehun yang duduk di sampingnya. “Hiraukan apa yang terjadi antara aku dan Suzy eoh.. Itu tak pernah ku inginkan..”

Sehun sebenarnya ragu “Baik hyung… Aku percaya padamu ”

Baekhyun tersenyum “Gomapta ..”

Sehun mengambil nafas besar sebelum ia menceritakan keadaan Songgun yang sebenarnya.

“Ketika Songgun masih bayi ia mengalami kegalanan fungsi organ pada ginjalnya karena Songgun terlahir dalam keadaan prematur.. Uisa yang membantu kelahirannya mengatakan bahwa Songgun tak akan bisa bertahan jika ia tak melakukan pencakokan ginjal” Sehun melihat Baekhyun iba “Sebagai orang yang melahirkannya tentu saja eomma Songgun ingin melakukan itu..”

“Lalu apa yang terjadi ? Apa ini berhubungan dengan masalah Songgun sekarang”

Sehun mengangguk ” pencakokannya berhasil dan Songgun tetap bisa bertahan dengan ginjal pemberian eommanya. Semua berjalan dengan lancar.. Songgun tumbuh dengan baik dan tak mengetahui bahwa eommanya hidup dengan satu ginjal. Tapi perlahan masalah mulai terjadi pada ginjal beliau yang mengharuskan beliau untuk keluar masuk rumah sakit. Hingga suatu ketika eomma Songgun divonis Kanker ginjal yang sudah stadium akhir dan akhirnya kanker itumerenggut nyawa beliau seperti eomma mu hyung ”

Baekhyun mengepalkan tangannya mendengar itu. Ia tak menyangka yeoja yang selalu tersenyum kepadanya itu mempunyai kisah hidup yang menyedihkan.

“Tapi itu tak berakhir sampai disitu hyung. Hal yang paling menyakitkan disini adalah di hari pemakaman abu eommanya, Songgun tak sengaja mengetahui tentang pengorbanan eommanya yang hidup dengan satu ginjal. Ia begitu terpukul mengetahuinya dan semenjak saat itu Songgun selalu menyalahkan dirinya sendiri hingga ia benar-benar depresi.” Sehum menunduk ” bahkan Songgun pernah ingin mengakhiri hidupnya”

“Mwo.. ?” Bibir Bakhyun bergetar dan matanya berkaca-kaca.

“Akibat depresi itu Songgun mengalami trauma dan itu akan muncul ketika ia benar-benar terguncang. Seperti yang dialami Songgun sekarang hyung. Songgun pingsan karena aku memberitahu apa penyakit eommamu hyung… Mianhae”

“Aku khawatir Songgun akan seperti dulu ” ucap Sehun lagi

*

Baekhyun termenung memandangi Songgun yang masih tak sadarkan diri. Baekhyun dan Sehun sedikit bisa bernafas lega karena apa yang dikhawatirkan mereka tidak terjadi saat ini. Eomma Baekhyun mengatakan bahwa Songgun harus diawasi untuk kedepannya. Yang Songgun perlukan adalah istirahat dan ketenangan.

Tangan Baekhyun menggenggam salah satu tangan Songgun ” kau membuatku sangat berdosa padamu emm.. Bangunlah agar kau bisa menghukumku..” Lalu menempelkan tangan Songgun pada pipinya.

Songgun perlahan membuka matanya yang masih terasa berat karena merasakan tangannya hangat. Ia harus mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan kabut abstrak yang menghalangi pandangannya.

‘Sehun oppa..?’ Tanyanya dalam hati karena melihat seluet namja yang tengah memegang tangannya dengan pakaian serba hitam. Tapi ia sedikit terkejut saat melihat di jas bagian  lengan namja itu terdapat tanda dua garis putih yang menandakan duka cita. Itu bukan Sehun..

Baekhyun yang mengetahui Songgun mulai sadar lebih mendekatkan wajahnya ke arah Songgun. “Songgun-ah.. Syukurlah kau bisa ..”

Songgun membelalakkan mata dan segera mendorong Baekhyun “Hyaa.. Arghh..” Songgunpun bangkit masih dengan kepalanya yang pusing. “Kau..hiks. ” Songgun menangis mencengkram lengan Baekhyun

“Songgun-ah.. Tolong jangan bergerak emm.. Kau boleh memarahiku tapi tidak sekarang..” Baekhyun tidak berhasil melarang Songgun duduk

“Kenapa kau lakukan ini padaku.. Hiksss.. Aku menyuruh oppa untuk berhenti membuatku menangis.. Tidak taukah aku lelah hikss” Songgun menunduk dan memukul-mukul dada Baekhyun “kau sudah setuju untuk membagi eommamu dengan ku hikss.. Tapi kenapa kau merahasiakan ini hiks hiks…” Songgun mulai tersedu “aku berdosa untuk kedua eommaku hiks..”

Baekhyun menggeleng dan merengkuh kepala Songgun kedalam pelukannya “Aniyaa.. Bukan begitu emm.. Eomma tak mengizinkanku memberitahumu karena eomma tau itu akan membuatmu sedih..” Perlahan Baekhyun ikut menangis

“Gojimal..”

“Aku tak akan berbohong kepada orang yang sangat penting dalam hidupku.. Orang yang berhasil membawa hatiku..” Baekhun semakin membenamkan wajah Songgun didadanya agar Songgun dapat mendengar detak jantungnya yang berjalan cepat.

Songgun tercengang mendengar itu ia segera mndorong dada Baekhyun agar ia terlepas dari pelukannya “hiks.. oppa masih saja berbohong .. Kau tak ingat kau barusaja berciuman dengan siapa eoh..” Songgun segera turun dari ranjangnya tapi Baekhyun dengan cepat menahannya.

“Itu karena Suzy memaksaku … ”

Songgun menampik tangan Baekhyun “apa Aku bertanya padamu?”

“tidak.. tapi kau harus tahu apa yang terjadi sebenarnya ” Baekhyun menghela nafas panjang sebelum ia menceritakan semuanya “Entah apa yang terjadi sehingga Suzy tahu bahwa eomma menderita kanker dan membutuhkan donor Ginjal yang baru. Seminggu yang lalu ia datang menemuiku dengan membawa berkas pemeriksaan ginjalnya yang teryata 90% sama dengan eomma..”

Songgun menyerngitkan dahinya “Mwo..?”

Baekhyun menggangguk dan menghapus sisa air mata Songgun di pipi ” Ia bersedia mendonorkan ginjalnya asal..” Baekhyun memberi jeda “aku putus dengan mu”

Songgun tak bisa berkata-kata lagi hanya menggeleng tak percaya.

Baekhyun merengkuh pipi Songgun “Kau harus percaya padaku … Kau fikir aku berani berbohong dalam hal ini”

Songgun menunduk mencerna apa kata-kata Baekhyun tadi. Ia tak pernah menyangka bahwa Baekhyun memutuskannya untuk menyelamatkan eommanya. Namja dinginnya itu hanya ingin menyelamatkan seorang eomma.

Tapi kemudia Songgun mendongak ^Baekhyun berdiri sementara Songgun duduk diranjang “Lalu jika benar begitu.. kenapa oppa baru memutuskanku semalam.. Kau bisa melakukannya lebih cepat sehingga eomm..”

Baekhyun melepaskan tangannya dari pipi Songgun “Kau fikir itu mudah…?” Baekhyun memotong perkataan Songgun. Ia mengusap wajahnya frustasi mengrtahui bahwa Songgun masih tak paham ia benar-benar mencintainya.

“Kenapa kau berfikir ini akan sulit ? .. Kau cukup mengucapkammptt..”

Chup

Baekhyun dengan cepat membungkam bibir Songgun dengan bibirnya. Salah satu tangan Baekhyun merangsek masuk keperpotongan bahu dan leher Songgun untuk mendorong tengkuk Songgun agar ia bisa memperdalam ciumannya. Bibir Songgun yang masih terbuka karena akan bicara tadi mempermudah Baekhyun untuk melumat lembut bibir bawah Songgun.

Songgun tentu saja terkejut melebarkan matanya besar. Ia segera mendorong bahu Baekhyun beberapa kali tapi salah satu tangan Baekhyun menjegahnya dan memindahkan tangan Songgun yang meronta ke atas dadanya sebelah kiri, tepat diatas jantung Baekhyun.

‘Apa ini ..?’ Songgun terdiam merasakan jantung Baekhyun yang berdetak sangat cepat

Setelah beberapa detik, Baekhyun melepaskan ciumannya tapi jarak mereka masih sangat dekat. Hidung mereka masih bersentuhan dan Baekhyun memandang lekat mata hitam Songgun “Saranghae.. ” ucap Baekhyun dengan nafas terengah. Ia mengelus pipi Songgun dan mengecup singkat bibit Songgun lagi setelah mengatakan itu.

Songgun seperti akan meledak merasakan atmosfir panas yang sedang ia rasakan perlahan memenuhi dirinya. Terutama panas di daerah wajahnya yang mulai memerah.

“Jin.. Jinjja?” Songgun mngatakan itu seperti orang bodoh

Baekhyun hanya mengangguk dan kembali mendaratkan bibirnya di bibir Songgun. Baekhyun yang berdiri dapat dengan mudah mendorong bibirnya dari atas lebih mengeratkan lumatannya daripada yang terdahulu.

Songgun sedikit tersenyum dalam ciumannya dengan Baekhyun. Dan perlahan Songgun membalas ciuman itu meskipun dengan kecupan-kecupan kecil di bibir Baekhyun. Songgun lalu mendorong bahu Baekhyun untuk melepaskan ciumannya. Dengan berat hatipun Baekhyun harus mengakhiri lumatannya.

“Nado saranghae oppa..” Songgun segera memeluk pinggang Baekhyun untuk menyembunyikan wajah merahnya.

Baekhyun mengelus rambut belakang Songgun “kau tak ingin bertemu dengan eomma..?”

Perkataan itu mampu menghilangkan senyum Songgun. Ia benar-benar lupa beberapa saat yang lalu tujuan ia kemari adalah untuk bertemu dengan eomma Baekhyun untuk terakhir kalinya.

Songgun melepas pelukannya “nde..” Jawab Songgun dengan suara yang lirih. Wajah Songgun kembali sedih.

“Hya.. Kau ingin bertemu dengan eomma dengan wajah seperti iti emm..” Baekhyun menarik dagu Songgun untuk dihadapkan kearahnya.

Songgun tersenyum tipis ” aku baru saja kehilangan eomma untuk kedua kalinya.. Pantas saja aku sedih oppa..” Songgun lalu turun dari ranjang dibantu oleh Baekhyun ” jika aku pingsan kembali, kau harus siap menggendongku.. Kajja” Songgun lalu menyibak horden yang menutupi ruang rawatnya dan berjalan keluar.

Baekhyun sedih mendengar itu. “Jangan memaksakan diri emm ” Baekhyun berjalan berdampingan dengan menggenggam tangan Songgun. Songgun hanya menanggapinya dengan senyuman kepada Baekhyun.

Saat keduanya tiba di ruang persemayaman, Songgun tak bisa menahan air matanya lagi, mau tak mau ia menangis.

“Eommanim… Aku datang Hikss” Songgun membungkuk memberi salam di depan peti eomma Baekhyun yang berwarna putih dengan beberapa rangkaian bunga krisan kuning dan bunga lainnya melingkar diatasnya “Joseoamnida eommanim… Aku membuat eomma menunggu.. Hikss.. Aku baru bisa datang sekarang… Joseoamnida”

Baekhyun yang berdiri tidak seberapa jauh dari Songgun mulai khawatir karena melihat Songgun terus membungkuk. Ia pun segera menghampiri Songgun.

“Sudah .. Hentikan.. Eomma pasti akan marah jika melihat kau seperti ini..” Bisik Baekhyun menegakkan tubuh Songgun.

Songgun mengangguk lalu berjalan mendekati peti untuk meletakkan satu tangkai bunga mawar ungu di depan foto eomma Baekhyun, itu bunga favorit eomma Baekhyun. “Istirahatlah dengan tenang eommanim..” Sekali lagi Songgun menunduk memberikan salam penghormatan terakhirnya lalu menghampiri Baekhyun yang dua langkah dibelakangnya.

Baekhyun menghapus air mata Songgun ” sesuai dengan permintaan eomma, aku akan menjagamu dengan baik” lalu Baekhyun mengecup kening Songgun.

Skip-Pemakaman.

Tujuh hari berselang setelah pemakaman eomma Baekhyun tapi yang terlihat masih sedih adalah Songgun, bukan Baekhyun. Setiap hari Songgun bangun dalam keadaan demam dan wajah pucat. Ini adalah buntut dari masalah kejiwaan Songgun yang menyebutkan bahwa Songgun memerlukan waktu yang lama untuk menghilangkan suatu trauma.

Meskipun Songgun mengakui bahwa ia sudah menerima kepergian eomma Baekhyun tapi alam bawah sadarnya berkata lain. Baekhyun pun merasa khawatir dengan keadaan Songgun sekarang. Oleh karena itu Baekhyun menginap untuk menemani Songgun di rumahnya.

Ya .. Songgun masih berada di Seoul karena ia tak mungkin berangkat dalam keadaan sakit. Selain demam dipagi hari, Songgun juga sering sekali termenung sendirian. Entah apa yang ia pikirkan dengan tatapan kosong seperti pagi ini.

Baekhyun berjalan mendekati Songgun yang tengah duduk dilantai dengan bersandar pada ranjang. Tatapan Songgun menerawang kedepan menembus dinding balkon kamarnya. Baekhyun duduk disamping Songgun menyamakan kakinya dengan Songgun yang selonjor ke depan “kau melihat apa emm..?” Tanya Baekhyun lembut mengelus rambut yeojanya

Songgun sedikit terkejut melihat Baekhyun “aniya oppa..”Songgun membenarkan poni pirang Baekhyun yang sedikit berantakan “aku hanya berfikir apa eommanim sudah bertemu dengan eommaku disana oppa ?” Lalu ia tersenyum menggenggam tangan Baekhyun

Baekhyun memasang wajah berfikir ” Mungkin mereka sekarang tengah membicarakan kita.. Eomma memberitahu kepada eomma mu betapa tampannya aku” Baekhyun mencubit pipi Songgun gemas

“Aishh.. Itu konyol oppa..” Songgun balik mencubit pipi salju Baekhyun.

“Argh..” Baekhyun merintih manja pada Songgun mengelus pipinya “Menurutmu aku tak tampan emm..?” Tangan kanan Baekhyun merangkul bahu Songgun untuk mendekatkan jarak mereka.

Songgun tersenyum jail “emm… Hanya sedikit kkkk” ia membuat tanda ‘sedikit’ dengan ibujari dan telunjuknya.

Baekhyun selalu tersenyum melihat tawa Songgun. Ia lalu membenarkan kera kemeja Songgun yang sedikit terbuka karena memang Songgun tak mengancing satu kancing teratasnya.

Baekhyun membawa Songgun kedalam pelukannya dan merengkuhnya erat “Kenapa tidak memakai sweater emm.. Kau masih demam kan ?”

Songgun lebih membenamkan dirinya ke leher Baekhyun karena sangat hangat disana “Aku sudah sembuh oppa.. ” itu yang selalu Songgun ucapkan untuk menenangkan Baekhyun. “Tapi aku lapar..” Songgun memanyunkan bibirnya dan membuat aegyo.

“Kebetulan sekali.. Oppa juga lapar.. Kajja oppa sudah menyiapkan semuanya dibawah” Baekhyun berdiri tanpa melepaskan pelukan Songgun. Ia melingkarkan kaki Songgun di pinggangnya dan menahan pinggang Songgun agar tidak jatuh

Songgun juga mengeratkan pelukanya di tengkuk Baekhyun “kajja ..”

Mereka pun turun menyusuri anak tangga kediaman Kang. Apa mereka tak malu dengan penghuni lain dirumah ini ? Mereka tidak malu karena hanya mereka berdua yang ada dirumah ini. Appa Songgun sibuk dengan rutinitas kerjanya di perusahaan cabang, tepatnya di New York. Sementara asisten rumah tangga Songgun sedang mengambil cuti.

Songgun turun dari pelukan Baekhyun setelah sampai di depan meja makan “emm.. Ini terlihat enak..” Mata Songgun berbinar melihat beberapa hidangan yang sudah tertata rapi disana.

Baekhyun menyeret salah satu kursi untuk Songgun “jangan dilihat saja emm.. Cepat duduk dan makan.”

“Tapi.. Ada yan.. Ah kimchi.. Kau lupa mengambilnya”

“Aku tak berhasil menemukannya..”

“Aku masih punya ” Songgun memutar tubuhnya lalu berjalan menuju dapur lalu membuka satu persatu laci diatas counter dapurnya ” sepertinya ada disini..” Songgun menjinjitkan kakinya dan sedikit melompat karena lacinya memang cukup tinggi sehingga Songgun kesulitan untuk mengambil kimchi

“Aishh… ” dengus kesal Songgun karena gapaian tangan kanannya tak cukup untuk mengambil kotak kimchi yang berada didalam laci

Baekhyun yang merasa Songgun terlalu lama mengambil kimchi, ia putuskan untuk menyusul. Baekhyun melihat Songgun yang mendengus kesal karena tidak berhasil mendapatkan kimchipun tersenyum. Ia segera mnghampiri Songgun dan ketika sudah dibelakang Songgun  tangan kanan Baekhyun melingkar di perut Songgun yang terlihat karena kemeja kebesarab berwarna lemon yang dikarenakan Songgun sedikit tersibak ketika Songgun berusaha meninggikan tubuhnya.

“Kenapa tidak memanggil oppa emm..” Baekhyun mengecup telingan Songgun saat tangan kirinya dengan mudah menggambil kotak kimchi

“Ahhm..” Songgun sedikit mendesah saat secara bersamaan kecupan di telingan dan remasan di pinggang atasnya ia rasakan. “Aish.. Aku hampir mendapatkannya oppa” Songgun membalikkan tubuhnya dan mengambil kotak kimchi di tangan Baekhyun. ” tapi gomawo…” Songgun menjinjitkan lagi kakinya untuk menyecup bibir Baekhyun

Baekhyun menahan kedua tangannya di sisi kanan-kiri tubuh Songgun bertumpu pada counter dapur. “Hanya itu morning kiss yang kudapat..” Baekhyun mensejajarkan wajahnya dengan wajah Songgun.

Songgun mengangguk cuek “hya.. Kenapa dekat sekali eh.. ” Songgun sedikit risih melihat Baekhyun yang menundukkan badannya seperti itu.

“Aku berusaha untuk tidak membuatmu mendongak lagi.. Kau membenci itu kan ” tangan kanan Baekhyun kembali melingkar di pinggan Songgun

Songgun terkejut mengetahui Baekhyun masih mengingat umpatannya ” nde.. Aku benci karena aku yang pendek ini bisa jatuh cinta dengan namja tiang sepertimu.. ” Songgun menggembungkan pipinya.

“Sebaliknya.. Aku lebih menyukai yeoja pendek sepertimu.. Itu akan mempermudah pergerakanku..” Baekhyun menyunggingkan smirknya.

Songgun menyatukan alisnya bertanya “maksud oppa ..?”

Baekhyun melepaskan tumpuan tangan kirinya pada counter dan mengelus rahang bawah Songgun “seperti ini…” Baekhyun menggunakan kedua kakinya untuk mendorong tubuh Songgun ke belakang hingga bersandar dengan dinding counter “perhatikan baik-baik..” Baekhyun menatap lekat Songgun lalu dengan cepat merebut kotak kimchi yang ia pindahkan ke counter lalu..

Chupp

Baekhyun mendorong Cepat bibirnya untuk menempel pada bibir Songgun. Ia tak membuang waktu lagi melumat dan menghisap bibir atas dan bawah Songgun secara bergantian. Tangan yang tadi bermain mengelus rahang Songgun kini meramat pada tengkuk belakang Songgun dan mndorongnya kuat agar ciumannya dapat lebih dalam.

Songgun sudah memejamkan matanya untuk menikmati setiap pergerakan bibir Baekhyun di bibirnya. “Ahh…” Desah Songgun keluar ketika tangan kanan Baekhyun yang tadinya diam di pinggangnya kini mulai mengelus perut putih Songgun.

Baekhyun membuat Songgun lebih membuka mulutnya lebih lebar dengan menggigit bibir Songgun agar lidahnya bisa masuk menggodan dan membelit lidah Songgun.

“Eumm..” Songgun meremas bagian belakang kaos polos putih Baekhyun saat lidahnya dihisap kuat oleh Baekhyun.

Selesai dengan perut Songgun, tangan Baekhyunpun merambat turun menyelinap masuk kedalam rok putih Songgun. Ia segera mengusap asal bagian miss V Songgun yang masih terlindungi dengan dalaman Songgun.

“Arhh..” Masih dengan ciuman panasnya, Songgun membuka mata saat Baekhyun mengusap keras dengan telunjuknya tepat dibagian klitoris Songgun. Songgun melepaskan ciumannya “Egh.. Sejak kapan tangan yang pintar bermain piano ini bisa menjadi tangan yang nakal emm…ahh..” Mata Songgun tidak bisa sepenuhnya membuka.

Baekhyun tersenyum lalu memberi lumatan singkat pada leher Songgun “Sebenarnya aku sudah lama ingin melakukan ini denganmu. ” lalu ia kembali membenamkan wajahnya di leher bagian bawah telinga Songgun.

Membasahinya dengan lidah lalu menghisapnya kuat sehingga tanda kemerahan tercetak disana. Tidak berakhir sampai disitu. Ia kemudian menggigit-gigit kecil kissmark yang sudah ia buat. Baekhyun ingin menandai Songgun diseluruh tubuh Songgun.

“Ahhh…” Pekik Songgun tak kala usapan tangan Baekhyun semakin cepat membuat otot miss V nya berkedut “Ahh.. Ahh oppa..” Songgun mendongak.

Hal ini tidah disia-siakan Baekhyun yang segera menyambar dengan hisapan keras sisi lain leher Songgun yang lebih sensitif lagi yakni tepat dibagian bawah dagu.

“Ouhh..Ahh…” Songgun merengkuh pipi Baekhyun membuat lumatan di lehernya terlepas dan membawa Baekhyun untuk berhadapan dengannya. Mata sayu Songgun dan mata tajam Baekhyun yang bertemu membuat mereka tersenyum satu sama lain.

“Mendesahlah lebih keras..” Bisik Baekhyun membuat pipi Songgun merona

Tanpa menurunkan kerja tangannya yang masih mempermainkan miss V Songgun, tangan Baekhyun yang lainnya membuka dua kancing teratas kemeja Songgun lalu menarik bra coklat milik Songgun kebawah sehingga kini bahu dan dua gundukan kembar Songgun terlihat dengan mata berbinar Baekhyun.

“Mmm..” Songgun memejamkan matanya karena kulit dadanya terkena terpaan dingin AC yang terpasang dsini

“Ini milikku.. ” Bakhyun mulai memainkan lidahnya di telinga Songgun dan tangan Baekhyun yang bebas mendorong Songgun untuk duduk di couter dapur dan melebarkan kaki Songgun.

“AArggg..” Songgun merasakan cairan hangat miss V nya mulai keluar saat tangan Baekhyun mulai meremas payudaranya lembut dan memainkan telunjuknya tepat di nipple kiri Songgun.

Baekhyun mulai menyapu bahu Songgun yang terbuka dengan lidah basahnya. Membasahi dengan salivanya lalu menghisapnya turun hingga keatas nipple yang mulai menegang. Baekhyun meniup dan mengecup-ngecup nipple kanan Songgun.

Songgun benar-benar merasa melayang dengan tubuhnya yang seperti teraliri listris pada bagian bagian yang disentuh Baekhyun. “Palliwa oppaa…ahh ahh” sebelum menyelesaikan permintaannya Songgun kembali mendesah saat dengan cepat Baekhyun melahap nipplenya dan menghisapnya kuat seperti bayi.

“Ahh.. Mmmm…”

Baekhyun tak lupa memainkan nipple Songgun yang lainnya dengan jemari panjangnya. Memilin dan mumutarnya berkali-kali hingga tegang.

“Hyaa.. Ahh ahh ” Songgun meremas dan mendorong kepala Baekhyun untuk memperdalam hisapan di nippplenya

Baekhyun mulai memasukkan jarinya kedalam dalaman Songgun dan langsung membela miss V Songgun untuk mencari klitoris yang bisa ia sentuh secara langsung.

“Eughh..” Songgun merasa semakin nikmat tak kala klitorisnya bersentuhan secara langsung dengan jari Baekhyun.

Baekhyun melepaskan kuluman di nipple Songgun kemudian mencium mata Songgun “Eottoke ?.. Kau menyukai ini ?” Baekhyun mencubit keras klitoris Songgun hingga membengkak lalu dengan cepat memilinnya berkali-kali. Baekhyun tersenyum puas melihat Songgun benar-benar terangsang.

“Nde..ahh.” Angguk Songgun lemah “Ahhhh..Ohh… ” desahan Songgun semakin sexy saat Baekhyun memasukkan jarinya ke dalam miss V Songgun yang sudah basah dan pilinan nipple semakin keras.

Perlahan Baekhyun melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan mengeluar-masukkan jemarinya dengan tempo lambat.

“Ah.. Ah..” Desah Songgun saat Baekhyun memasukkan jarinya.

Baekhyun kembali melumat bibir Songgun yang terbuka “kau siap?” Tanya Baekhyun.

“He.em..” Songgun menyetujuinya.

Mengetahui Songgun sudah setuju, Baekhyun mulai meningkatkan tempo gerakan jemarinya keluar masuk semakin keras.

“Ahhh .. Stttt…oppaa.. Eummmm” Songgun memutuskan untuk membungkam bibirnya sendiri dengan tangan karena ia rasa desahannya terlalu keras menggema ke seluruh penjuru rumah besarnya itu.

‘Ini memalukan jika arwah eomma mendengar ini..’ Pikir Songgun.

Baekhyun yang melihatnya pun melepaskan bekapan Songgun dan menggeleng tanda bahwa ia tidak setuju.

“Akuhh terlalu kherasshh mendesahh opphh ahh” ucap songgun dalam.desahannya.

“Takkan ada yang mendengar emmm…” Baekhyun semakin cepat mengeluar masukkan jarinya hingga kedutan di miss V Songgun semakin kuat.

Salah satu tangan Songgun berpegangan di counter dapur sementara tangan yang lainnya mencengkram pergelangan tanga Baekhyun yang semakin cepat memainkan vaginanya “Chakkjhhh..ahh Chakkamann opphaa.. Hyaa.. aku harushh pergii ke ahhh .. Kamar mandhii eugg.. Chakkaman…” Mohon Songgun akan mendapatkan klimaks pertama didalam hidupnya.

Baekhyun hanya menggeleng dan mendorong dua jarinya masuk semakin kedalam. Tak lupa ibu jarinya mengusap lagi klitorisnya.

“Kyaaahhh Byunnhh Baekhh-yunnhh ahh .. Kau..” Songgun mendongak dan semakin mencengkram pergelangan Baekhyun “akuhh ahh… ” tubuh Songgun bergerak meliuk.

“AHH~~” Songgun mengejang beberapa kali bersamaan dengan cairan hangat yang berhasil keluar membasahi jemari Baekhyun.

Cairan itu semakin mudah mempermudah kerja Baekhyun yang masih saja menggerakkan jarinya cepat membuat klimaks Songgun tidak berhenti.

“Ahh.. AHH… Hentikkhhann opp ahh.. AHHH~” lengkuhan Songgun semakin panjang dan menegakkan punggungnya karena akibat ulah Baekhyun tadi Songgun menyemburkan cairan cintanya *squirt hingga sampai mengenai celana jeans Baekhyun

“Hoshh… Hoshh..” Songgun merasa nyawanya dicabut sehingga ia kesusalah mengatur nafasnya. Ia menyandarkan kepalanya dibahu Baekhyun.

Baekhyun mengeluarkan jarinya yang basah dari miss V Songgun lalu ia menarik lembaran tisu dapur dari dalam laci untuk membersihkan jarinya dan miss V Songgun dari cairan cintanya.

“Kau menikmati morning kiss dari ku…? ”

Songgun bangkit dari bahu Baekhyun “kau menyebutnya kiss ? Itu lebih dari morning kiss ? Siapa yang mengajarimu ?” Songgun memukul ringan bahu Baekhyun

Baekhyun tersenyum membenarkan celana dalam Songgun lalu membantu Songgun turun dari counter “Aku hanya mengikuti naluriku..” Mereka lalu berjalan menuju meja makan. Tak lupa Baekhyun membawa lagi kotak kimchinya.

Kaki Songgun masih sedikit lemah untuk berjalan oleh karena itu ia berpegangan pada lengan Baekhyun ” nalurimu sangat membahayakan eoh.. Aku tak akan membiarkan Sehun oppa dekat-dekat denganmu..”

“Aihh.. Aku tak seyadong itu eh.”

“Tetap saja aku perlu waspada .. Emm.. Tapi gomawo oppa” ucap malu malu Songgun

“Aku senang jika kau senang” Baekhyun mendudukkan Songgun disalah satu kursi yang sudah ia tarik tadi. ” Cepat habiskan ini sebelum semakin dingin” Baekhun menuangkan soup abalone pada mangkuk Songgun.

“Baiklah…” Songgun mulai memakan soupnya “em Mashita.. Jung ahjuma memang yang terbaik” Songgun memuji masakan asisten rumah tangga senior keluarga Baekhyun.

Ya memang untuk kepentingan makan Songgun, Baekhyun menyuruh Jung ahjuma untuk memasak. Sebenarnya Songgun tidak enak hati karena menambah pekerjaan Jung ahjuma dan memilih untuk membeli makanan siap saji. Tapi Baekhyun tentu tak setuju dengan itu karena Songgun memerlukan makanan yang sehay. Baekhyun juga bilang Jung ahjuma senang bisa memasakkan makanan untuk Songgun. Lagi pula di rumah Baekhyun Jung ahjuma tidak bekerja berat, beliau hanya mengawasi beberapa pekerjaan yang dilakukan belasan pekerja rumah tangga lainnya.

Dua tangan Jung ahjumalah yang hanya diperlukan Baekhyun untuk memasak dan sedikit bantuan dari sopir pribadi Baekhyun untuk mengantarkan makanan. Itu tidak akan mengganggu aktivitas di rumah seorang perdana Menteri Korea tersebut.

Ditengah sesi makan mereka, Baekhyun tiba-tiba teringat perkataan Sehun ketika Songgun pingsan di hari kematian eomma Baekhyun.

‘Songgun berencana untuk tinggal di Jepang 4 atau 5 tahun kedepan.. Selain menyelesaikan kuliah disana, dia juga ingin fokus pada menyembuhkan traumanya.’

Songgun memandang aneh pada Baekhyun yang tiba-tiba berhenti makan dan termenung

“Oppa… Waeyo.?” Tanya Songgun memegang tangan Baekhyun yang duduk dihadapannya.

Baekhyun sedikit terjingkat “Aniyaa.. Hanya saja..” Baekhyun menaruh sumpitnya diatas mangkuk nasinya dan melipat kedua tangannya “apa benar kau berencana untuk pindah ke Jepang?”

“Ow.. Kau memikirkan itu ?” Songgun juga menghentikan makannya ” nde oppa.. Sehun mengatakan yang sebenarnya” Songgun sudah bisa menebak bahwa Sehun yang memberi tahu Baekhyun “Oppa akan melarangku..?”

Baekhyun menggeleng “oppa tak akan melarangmu ..” Baekhyun lalu meraih tangan Songgun dan menggenggamnya “oleh karena itu kau tak boleh melarang oppa untuk ikut denganmu..”

Brusss~~

Songgun yang tadinya minum, berhasil menyemburkan air didalam mulutnya karen kaget

“Uhukk.. Uhukk .. MWO..?” Songgun tersedak “kau akan meninggalkan aboeji sendirian ? Andwae.. Aku tidak setuju..” Songgun melepas genggaman Baekhyun lalu mengambil tisu untuk mengelap mulutnya.

“Aku tidak sejahat itu eoh.. Hyung dan istrinya memutuskan untuk pindah kemari setelah kepergian eomma.. Lagi pula cucu pertama aboeji akan segera lahir jadi aboeji tidak akan kesepian. Dan kau ingat, seorang perdana menteri tak akan pernah sendiri em.. Ada banyak orang yang akan berdiri di sekeliling aboeji” Maksud Baekhyun adalah para bodyguard aboeji Baekhyun.

“Tapi tetap saja..”

Baekhyun bersiap untuk berdiri “Aku akan memberikan morning kiss lagi jika kau masih tidak setuju…”

“Aishhh…” Songgun langsung menutup mulutnya.

°°1 Month Later°°

Jarum jam tangan Baekhyun menunjukkan pukul sembilan malam waktu setempat. Itu tandanya ia harus bergegas menyusul Songgun di rumahnya untuk pergi ke bandara. Ya, malam ini Baekhyun dan Songgun akan pergi ke Jepang.

Baekhyun Segera mengambil sweater rajut berwarna abu-abu yang akan ia kenakan dengan kaos hitam miliknya. Tak lupa celana jeans selutut dan sepatu coklat tanpa tali ia kenakan untuk menunjang penampilannya.

Baekhyun dengan cepat turun dari anak tangga rumahnya sambil menata sedikit rambut kemerahan belah tengah.

“Aboeji… Aku akan berangkat..” Kata Baekhyun pada aboejinya yang kebetulan malak ini sedang berada dirumah tengah melihat saluran berita di tv.

Aboeji Baekhyun bangkit dari sofa menyambut pelukan dari Baekhyun “Hati-hati nde.. Kau harus menjaga Songgun dengan baik.” Aboeji menepuk punggung  Baekhyun.

“Itu pasti kulakukan..” Baekhyun melepaskan pelukannya. “aboeji juga jangan terlalu lelah emm.. ”

“Nde.. Aboeji akan berkunjung jika ada perjalanan tugas ke sana..”

“Baik aboeji… ”

Setelah memberi salam pada aboejinya, Baekhyun segera keluar dari rumah dan masuk ke mobilnya yg sudah ia parkir di depan gerbang.

Skip

Songgun menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun “oppa.. Aku ngantuk.”

“Aish.. kau mangatuk emm..?” Baekhyun bertanya lembut seraya mengelus rambut Songgun

“Nde oppa ..”

Ini masih 10 menit Songgun dan Baekhyun terbang, jadi mereka masih mempunyai waktu yang panjang untuk istirahat. Keduanya tidak tertarik dengan para pramugari yang mempraktekkan bagaimana memakai sabuk pengaman dan alat keselatan di bussines first class penerbangan ini mengingat mereka sudah berkali-kali bahkan ratusan kali Baekhyun dan Songgun melihat itu dari kecil.

Baekhyun memilih kelas tertinggi karena ia ingin Songgun merasa nyaman mengingat dalam satu kelasnya hanya ada enam pasang kursi dengan jarak yang cukup jauh setiap kursinya.

Baekhyun yang duduk di samping cendela lebih tertarik untuk mengambil foto diam-diam beberapa gumpalan awan. Sementara Songgun hanya diam memejamkan mata di bahu Baekhyun.

Baekhyun menekan tombol hijau di samping kursinya untuk membuat panggilan ke salah satu pramugari. “Bolehkah aku mendapatkan selimut.. Aku perlu 2” Tanya Baekhyun pada pramugari yang mengangkat panggilannya.

“Tentu saja tuan..” Bberapa saat kemudian pun seorang  pramugari menghampiri mereka dengan membawa selimut untuk Songgun dan Baekhyun “Ini selimutnya tuan, anda bisa menekan tombol biru ini untuk menurunkan sandarannya”

Baekhyun menerimanya “nde terima kasih ..”

Pramugari itupun pergi setelah memberikan salam.

“Cha.. Pakai ini ” Baekhyun menyelimuti seluruh tubuh Songgun “apa perlu aku menurunkan sandarannya emm..”

“Gomawo .. Tak usah oppa, ini sudah nyaman ” balas Songgun mengelus pipi Baekhyun

“Baiklah kalau begitu pakai ini sebagai bantal” Baekhyun akan menyelipkan selimutnya yang masih terlipat di antara kepala dan sandaran kursi Songgun.

Songgun mencegahnya dan meletakkan selimut Baekhyun di atas paha Baekhyun “Tak perlu oppa.. Disini lebih nyaman” Songgun lebih mendekatkan lagi tubuhnya agar kepalanya bisa bersandar dibahu Baekhyun dengan nyaman.

“Terserah padamu..” Baekhyun meletakkan lipatan selimutnya di pahanya dan memanjangkan tangan kanannya untuk memeluk kepala Songgun.

Awalnya Songgun perlahan memejamkan matanya, tapi ia tiba-tiba tertarik dengan tonjolan milik Baekhyun yang ada di balik celana jeans Baekhyun. Pipi Soggun mulai memerah saat mengingat kejadian sebulan lalu Baekhyun yang membuatnya orgasm. Songgun ingin membalas perbuatan Baekhyun tapi bagaimana caranya dan entah kenapa ia ingin melakukannya disini.

Baekhyun mengira songgun sudah tertidur dalam pelukannya sehingga ia juga mulai memejamkan mata. Tapi beberapa detik kemudian Baekhyun merasakan ada sesuatu yang berjalan diatas resleting celananya.

Betapa terkejutnya Baekhyun saat membuka mata ternyata tangan Songgunlah yang sedang mengelus kecil miliknya.

“Em… Hya.. Songgun-ah sedang apa kau..”? Baekhyun berkata lirih dan berusaha untuk menahan desahannya.

Songgun mulai menambah elusan telapak tangannya lebih keras “sttt .. Aku ingin membalasmu..” Songgun lalu menarik sedikit selimutnya untuk menutupi daerah kerja tangannya itu. Elusan itu beruba menjadi remasan-remasan yang seolah memijat junior Baekhyun yang mulai menegang.

“Eughh..” Baekhyun mendesah kecil saat mengedarkan pandangannya untuk melihat keadaan sekitar. Sebagian besar dari penumpang lainnya sudah tidur dengan menggunakan penutup mata atau mendengarkan musik dengan earohone. “Bagaimana jika seseorang datang euhh..” Songgun mulai menyelipkan tangannya ke dalam celana jeans Baekhyun dan segera memijat milik Baekhyun yang masih terhalang dengan boxer ketatnya.

Songgun yang masih dpelukan Baekhyunpun mendongak untuk melihat wajah Baekhyun yang sudah mulai memerah “Oleh sebab itu oppa tak boleh berisik.” Lalu Songgun sedikit mengecup leher Baekhyun.

Baekhyun meremas lembut rambut Songgun saat telapan tangan Songgun menekan miliknya kuat dan memutarnya.

‘Sial.. Darimana Songgun mempelajari ini..?’ Umpat Baekhyun yang mulai keluar keringat karena tubuhnya mulai panas.

Baekhyung menarik tangannya untuk melepas pelukannya dan segera menanggalkan sweaternya lalu ikut memakai selimut menutupi seluruh tubuhnya..

“Lakukan dengan cepat emm..” Baekhyun melepaskan ikat pinggang dan membuka kancing serta menurunkan resletingnya.

Songgun mengangguk paham. Ia segera mengeluarkan junior Baekhyun dari dalam boxernya dan mulai mengurut batang Baekhyun hingga tegang.

Yang Baekhyun bisa lakukan adalah mencengkram sandaran kursinya dan memejamkan matanya erat berusaha sekuat tenaga untuk tidak mendesah.

Tak lupa juga Songgun meremas twinsball Baekhyun memainkannya seperti bola jelly mainan anak-anak.

“Akh..” Baekhyun meloloskan satu desahannya.

“Oppa berisik sekali eoh…” Goda Songgun

“Tsk… Diamlah..” Balas Baekhyun masih memejakan matanya.

Songgun mulai meninggikan kecepatan remasan dan pijatan di seluruh batang junior Baekhyun serta ibu jari Songgun menggoda kepala junior Baekhyun dengan mengusap-usap lubang kecil yang mulai basah.

Tangan Baekhyun menjalar masuk kedalam selimut membantu tangan Songgun agar bergerak mengocok semakin cepat “hmm… Lakukan seperti ini ” perintah Baekhyun.

“Baik oppa…” Setelah tangan Baekhyun keluar dari selimut, Songgun semakin cepat mengocok keatas – kbawah junior Baekhyun. Ia mulai merasakan otot kasar Baekhyun mulai bermunculan dan berkedut.

Baekhyun mengerurkan kening dan menggigit bibir bawahnya frustasi saat ia akan merasakan klimaks. Songgun memutar mutar junior Baekhyun dengan asal dan menggantinya dengan gerakan menyurut dengan cepat.

“Aihh….” Baekhyun membuka mulutnya lebar tanpa bersuara. Sebenarnya ia ingin mendesah keras “sedikit lagi…” Songgun semakin mencengkram kepala junior Baekhyun dan  mengocoknya lagi hingga berkedut semakin intens dan keras

“Aku… Ahhhh..” Lengkuhan panjang Baekhyun dan kejangan tubuhnya beberapa kali menandakan ia berhasil klimaks dengan bantuan Songgun. Ia mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Songgun merasakan tangannya hangat akibat cairan Baekhyun.

Baekhyun mengambil sapu tangan di kantong celananya dan segera mengelap juniornya dan tangan Songgun hingga bersih.

“Eottoke oppa..?” Tanya Songgun dengan senyum.

Baekhyun memasang lagi celananya dan bernafas lega saat melihat penumpang yang lain masih tetap tidur dan tidak ada yang mengganggu.

“Kau benar-benar eohh… Gomapta..” Baekhyun mencium kening Songgun.

“Nde..”

‘Perhatian untuk seluruh penumpang Korean Airline diberitahukan bahwa sepuluh menit lagi kita akan mendarat di bandara Narita Tokyo-Jepang..’

“Kau dengar itu… Aku tak menyangka kau melakukan itu disepanjang penerbangan kita eoh..” Baekhyun mencubit hidung Songgun gemas.

“Benarkah… Wah aku tak menyangka ” Songgun tertawa geli.

“Aku akan membalas eoh … Kau tak akan selamat malam ini” Baekhyum menyunggingkan smirknya pada Songgun.

“MWOO.?”

*

Srett.. Bukk

Baekhyun dengan cepat menarik hotpans Songgun lepas dan membuangnya asal ke lantai kamar hotel yang mereka sewa. Kemudian Baekhyun mendorong Songgun jatuh ke ranjang king size berselimut putih itu.

Ya Baekhyun mewujudkan kata-katanya yang ingin membalas perlakuan Songgun tadi di pesawat. Setelah sampai di hotel dan melakukan reserfasi Baekhyun menggeret Songgun masuk kedalam kamar mereka dan segera menyerang Songgun.

Blouse jingga yang dikenakan Songgun sekarang sudah tidak terpasang dengan benar akibat ulah liar Baekhyun yang sudah menjajahi tubuh Songgun mulai dari leher, bahu, dan payudaranya dan nipple dengan lidah, bibir dan tangan Baekhyun. Songgun penuh dengan kissmark kemerahan oleh Baekhyun. Songgun bingung sendiri memikirkan cara bagaimana ia bisa menutupi semua kissmark dari saudara laki-lakinya yang rencananya akan bertemu besok pagi.

Tak jauh beda dengan Songgun, Baekhyun pun sudah berantakan. Mulai dari rambutnya yang kacau akibat ulah remasan tangan Songgun, kaos dan celananya sudah berserakan dengan hotpans dan sepatu Songgun. Baekhyun hanya mengenakan boxernya saja yang berhasil mencetak tonjolan disana.

Baekhyun segera melebarkan kaki Songgun dan mndekatkan wajahnya kearah missV Songgun yang sudah lembab

“Ahh..” Songgun mendesah tak kala lidah basah Baekhyun mulai memainkan klitorisnya “eummm..” Sedangkan dua jemari tangan kiri Baekhyun sudah masuk kedalam lubang Songgun.

Srup..srupp

Baekhyun menghisap dengan kuat klitoris Songgun membuatnya membengkak.

Kepala Songgun bergerak kesana kemari karena tak bisa menahan kenikmatan yang ia rasakan “Aihhh oppa…” Songgun meremas pingggiran bantalnya dengan tangan kirinya sementara tangan kanan Songgun meremas rambut Baekhyun untuk memberi tanda hisapan Baekhyun untuk diperkuat.

“Euhh..” Baekhyun juga mendesah karena kaki Songgun yang bergerak asal sesekali menggeser junior Baekhyun.

“Arhhh..” Songgun merasakan otot miss V nya mulai mengedut dan cairan hangat mulai keluar dari sana.

Baekhyun juga merasakan itu. Segera ia menghentikan kerja lidah dan tangannya lalu menarik turun boxernya sendiri hingga terlepas. Sementara Songgun lebih melebarkan kakinya

Baekhyun mensejajarkan wajahnya dengan wajah Songgun memberikan ciuman panas sekali lagi kepada bibir merah Songgun sebelum penyatuan mereka. Dalam ciuman mereka Baekhun sengaja menggesek-nggesekkan juniornya diatas missV basah Songgun membuat Songgun lebih mendesah dan bersemangat membalas ciuman Baekhyun

Baekhyun melepaskan ciumannya lalu meletakkan kedua tangannya disisi kanan kiri kepala Songgun untuk menopang tubuhnya agar tidak terlalu menindih Songgun.

“Ahhh…” Baekhyun mendongak karena aksinya sendiri membuat juniornya semakin menegang.

Songgun juga mendesah dan juga tersenyum melihat ekspresi terangsang Baekhyun.

“Ahhh..” Songgun mendesah tepat didepan telinga Baekhyun.

“Emm..” Salah satu tangan Baekhyun menuntun juniornya untuk sedikit masuk kedalam lubang Songgun “kau siap..”

Songgun mengalungkan tangannya di leher Baekhyun “nde oppa… Perlahan emmm..”

“Nde … ” Baekhyun mulai mendorong pinggulnya agar juniornya lebih masuk kedalam “Arghh”

Songgun juga menutup mulutnya agar tidak berteriak tapi ia fokus pada wajah Baekhyun.

Baekhyun yang memandang wajah kesakitan Songgun menghentikan gerakan juniornya yang masih setengah masuk. Baekhyun menarik tengkuk Songgun dan lagi-lagi memberikan ciuman panas. Serasa Songgun sibuk membalas ciumannya, Baekhyun segera mendorong juniornya dengan keras sehingga kini juniornya sudah tertanam sepenuhnya.

“Armm..” Songgun berteriak didalam ciuman Baekhyun. Ia merasakan rasa perih yang belum pernah ia rasakan hingga mata Songgun berkaca-kaca tapi tidak menangis.

Baekhyun masih mengatur nafasnya setelah ia berhasil merobek selaput darah Songgun. Dinginnya AC tak lagi ia rasakan karena hangat juniornya setelah dialiri oleh darah kegadisan Songgun.

Baekhyun tersenyum tulus lalu mengusap butiran air mata di sudut mata Songgun “Gomawo.. Aku menjadi orang yang pertama bagimu..” Baekhyun mengecup kening Songgun dalam.

Songgun mengangguk “sama-sama oppa..” Songgun membalas dengan mencium kening Baekhyun.

“Arhhh…kita mulai?” Tanya Baekhyun menarik sedikit juniornya.

“Ahhh nde..” Songgun seperti melayang saat dinding licin vaginanya bergesekan dengan junior Baekhyun.

Baekhyun mulai menarik lagi juniornya hingga hanya tertinggal kepala juniornya saja lalu dengan cepat ia memasukkan lagi berulang ulang dengan tempo yang semakin lama semakin cepat.

“Ahhh uhhh emm..” Desah Songgun tak tertahankan.

payudara Songgun yang bergerak sesuai dengan sentakan junior Baekhyun di miss V Songgun seakan menantang Baekhyun untuk melahapnya lagi. Dengan cepat Baekhyun memasukkan nipple Songgun kedalam mulutnya dan menghisap kuat menambah kenikmatan yang akan dirasakan Songgun.

“Ahh palliwaa…” Songgun seperti kesetanan ikut menggoyang pinggulnya dan mendorong berlawanan dengan gerakan tumbukan Baekhyun.

Baekhyun melepas hisapanya”Ahhmm..” Baekhyun juga tak malu mendesah keras dihadapan Songgun.

“Arkkhhh … ” entah apa yang terjadi Songgun menggelinjang hebat tak kala kepala junior Baekhyun menyentuh tonjolan daging yang ada di dalam vagina Songgun. Mengetahui ekspresi Songgun yang semakin kenikmatan jika ia menyentuh tonjolan itu, Baekhyun berkali-kali menyentuhnya dengan keras.

“Aihh.. Hyaaa.. Opppaahhhh ” Songgun semakin keras mendsah dan mendongak berkali kali saat merasakan junior Baekhyun semakin membengkak dan dengan brutal menekan titik itu.

Baekhyun merasa miss V songgun semakin membengkak dan ketat sehingga memhimpit junior Baekhyun “Ohhh…”

Songgun mencengkram bahu Baekhyun “aku… Aku .. Opp AHHH~” Songgun klimak terlebih dahulu dengan mulut yang terbuka dan mengejang

Baekhyun memberi jeda agar Songgun bisa menikmati orgasm pertamanya untuk malam ini. Dirasa nafas Songgun sudah teratur, Baekhyu dengan cepat membalikkan tubuh Songgun sehingga kini Songgun duduk diatas junior Baekhyun.

“Ahhh” posisi ini membuat Songgun merasakan junior Baekhyun yang lebih menusuk kedalam

“Emm..” Desah Songgun lagi ketika Baekhyun memegang pinggang Songgun dan memutarnya sehingga junior Baekhyun bergesekan dengan miss V nya yang masih sensitif. Hal ini untuk memancing libido Songgun untuk naik lagi. Baekhyun juga mengusap klitoris Songgun.

Songgun mulai bergerak keatas dan kebawah semakin cepat berusaha mengurut junior Baekhyun dengan dinding vaginanya.

Baekhyun melepaskan tangannya dari pinggul Songgun ketika gerakan Songgun sudah stabil. Ia melipat salah satu tangannya untuk dijadikan bantal.

“Aghhh… Kau hebat” puji Baekhyun dengan meremas payudara sintal Songgun dengan salah satu tangannya.

“Gomapta… Ahhhh ” Songgun meletakkan kedua tangannya di dada Baekhyun untuk memperkuat gerakannya. Ia juga sesekali mengubah gerakannya kedepan-belakang dan memutar.

“Ahhh sedikit lagi…. ” Baekhun merasakan juniornya kembali menegang dan keras. Ia menggunakan kedua tangannya lagi untuk mempercepat gerakan Songgun.

“Ahh… ” Songgun semakin keras bergegak karena ia berhasil menumbuk titik itu lagi dengan gerakannya “aiii ahh ahh ahh”

Baekhyun menegang dan akhirnya “Songgun AHH~~” baekhyun mengejang menembakkan jutaan sel sperma ke rahim Songgun.

“AAh..” Songgun juga mengejang diatas Baekhyun lalu melepaskan miss V nya dari junior Baekhyun. Ia lalu jatuh diatas dada Baekhyun.

Mereka sedang sibuk mengatur nafas mereka masing masing. Tangan Baekhyun menepuk halus punggung Songgun yang masih dilapisi kemeja yang sudah kusut. Tapi perlahan tangan Baekhyun menjalar meremas pantat Songgun.

“Ahh.. ” Songgun mendesah halus. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Baekhyun memindahkan Songgun kesamping dan memeluknya erat. “Saranghae oppa”

“Nado sarangae…” Baekhyun membiarkan Songgun tertidur di dadanya.

‘Eomma.. Eommanim.. Tolong restui kami…’ Kata hati Baekhyun seraya mencium kening Songgun dan akhirnya mereka tertidur.

END

What’s Happened? #5

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Romance, Mystery
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Lee Jong Hyun
» Lee Chan Hee/Chunji
» Cho Kyuhyun
» Lee Hyukjae/Eunhyuk
» Kim Kibum
» Other

Created Cover by : Olv@ArtZone

ff yesung by Chia

Fanfic By ©hia Sto®y Line

*

*

Part 4 | Part 5

Hubungan Yesung-Kyuhyun

* * *

Langit-langit kamar berwarna abu-abu adalah object pertama yg Minra lihat saat membuka mata. Wanita itu menguap seraya merenggangkan otot-otot tubuhnya yg terasa kaku. Entah mengapa, ia merasa seperti di pukuli oleh banyak orang secara membabi-buta, padahal biasanya ia tidak seperti ini meski pun banyak perkerjaan di kantor atau bahkan lembur. Oh, mungkin saja karena semalam bukan hanya fisiknya yg lelah, tapi juga hati dan pikirannya. Sungguh, ucapan ibu Jong Hyun yg di dengarnya semalam membuat otaknya berkerja keras untuk berpikir, sementara hatinya menerka-nerka hingga…

View original 5,095 more words

Don’t Hurt Me, Please! #2

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Hurt/Comfort, Married life
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Cho Kyuhyun
» Ok Taecyeon
» Park Sunhwa

Created Cover by : Abee @ArtZone

ff - by Chia

Fanfic By ©hia Sto®y Line

*

*

Part 1 | Part 2

Cemburu Menguras Hati

* * *

Sekali lagi Minra mematut diri di depan kaca setinggi 2 meter yg terletak samping ranjangnya, memastikan bahwa apa yg ia kenakan tidak terlalu mencolok. Terlihat visual Minra di dalam cermin tersebut, memakai kemeja berwarna merah cerah lengan panjang yg dipadukan dengan celana jeans belel berwarna biru pudar. Rambut hitam sepekat malam milik wanita itu di cepol dengan beberapa helai membingkai wajah cantiknya.

Minra hanya mengenakan bedak tipis agar terkesan natural, bibirnya terpoles lipstick berwarna peach —membuat wanita itu terlihat segar, hanya sesederhana itu penampilan Minra setiap harinya saat pergi ke kampus…

View original 4,305 more words

She’s My Enemy 8

Originally posted on Kim HyeoYeo:

Kerumunan ramai tak terelakkan lagi di ruang aula yang luasnya hampir sama  seperti luas lapangan sepak bola, bahkan ini sudah berjalan selama tiga puluh menit yang lalu. Tapi teriakan dan suara tangis haru bahagia bercampur jadi satu tak membuat mereka merasa lelah, saling berpelukan satu sama lain bergantian.

“Oh Tuhan. Aku tak menyangka kita telah lulus setelah perjuangan tiga tahun di sekolah ini. Dan selamat untukmu menjadi juara satu, kau mengalahkan Kyuhyun walau nilahnya hanya beda satu point.” Seru bahagia Jirim memeluk Shinri yang juga memeluknya seraya berjingkrak bahagia. Shinri sangat bahagia tahu bahwa ia bisa mengalahkan Kyuhyun, yeah walau nilainya beda tipis ia sangat berbangga hati. Mata Shinri menelusuri seluruh penjuru aula ini mencari seseorang yang telah dikalahkan olehnya. Ah, I  got you honey seringainya terpampang begitu saja saat matanya berhasil menemukan incarannya.

“Aku ketoilet sebentar.” Pamit Shinri setelah memberikan isarat pada Kyuhyun untuk mengikutinya dari kejauhan. Setelah merasa…

View original 2,319 more words

Hurt [Kyuhyun Story]

Originally posted on Zia's World:

HURT

Author           : Shin Zia

Title                : Hurt part 1 Kyuhyun Story

Genre                        : Romance, Sad

Cast                :

  • Cho Kyuhyun (Suju)
  • Other Cast

Length           : Long shoot

Don’t Copast!

Ff ini pernah Zia post di blog ini.. Cuman karena Zia nya kebanyakan mojok dan bingung mau di apain, jadi Zia post ulang dengan merubah sedikit cerita biar cepet selesai. Mudah-mudahan, readersdeul ga bosen bacanya yah!

View original 3,757 more words

What’s happened? #4

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Mystery
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Lee Jong Hyun
» Lee Chan Hee/Chunji
» Cho Kyuhyun
» Lee Hyukjae/Eunhyuk
» Kim Kibum
» Other

Created Cover by : Ravenclaw

ff yesung by Chia

Notes : Berat juga untuk vakum dari nulis ff ini, jadi Chia putuskan untuk kembali share ffnya. Hehe, pling-plan ya Chia? Oh iya, sekali lagi Chia ingatkan. Karena ff ini cuma memiliki satu mistery, jadi di part-part awal, Chia akan lebih fokus ke Romance. Jadi jangan tanya lagi, kenapa misterinya gak ada. Chia ingin memberi kalian kesempatan untuk menebak siapa dalangnya. Oke^^

Fanfic By ©hia Sto®y Line

*

*

Part 4

Stuck with a pervert Doctor

* * *

Sepanjang perjalanan, Minra menekuk wajahnya dan sama sekali tidak mengeluarkan suara. Ia merasa begitu kesal pada sikap keras kepala Kyuhyun yg begitu memaksa…

View original 5,209 more words

A Man Who Live Alone (Ch.1)

Originally posted on Good Fanfiction:

Cast : Kim Nam Joon (Rap Monster of BTS) , Han Ri An (OC), Kim Tae Hyung (V of BTS)

Genre : Romance

Rate : NC-17

***

When tomorrow comes

I’ll be on my own, Feeling frightened up

The things that I don’t know

When tomorrow comes

And though the road is long, I Look up to the sky

In the dark I found, I stop and I won’t fly

(Flashlight – Jessie J)

View original 1,805 more words

Don’t hurt me, please! #1

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Angst, Married life
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Choi Jinri
» Cho Kyuhyun
» Ok Taecyeon

Created Cover by : Abee @ArtZone

ff - by Chia

Notes : Setiap part dalam ff ini akan Chia buat pendek, so jangan protes ya. Bagi kalian yg gak suka cerita ini, silahkan pergi. Chia sadar kalau cerita ini jauh dari kata bagus dan bahkan terkesan acak-adul. Daripada kalian merusuh dan buat Chia badmood, mending pergi aja deh. Dan buat yg masih niat baca, silahkan aja baca, tapi Chia gak tanggung jawab kalau kalian justru mual-mual. Happy reading^^

Fanfic By ©hia Sto®y Line

*

*

Sinopsis | Part 1

Fate painful

* * *

Tak pernah Minra duga bahwa ternyata adik tercintanya sudah menemukan pria yg cocok untuk di jadikan suami, bahkan malam ini pria yg di pilih oleh…

View original 3,876 more words

[Oneshoot] Red Thread

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Romance, Brothership
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Ryeowook | Ryu Hyeju

Created Cover by : @Azalea Art

ff by Chia

©hia Sto®y Line

*

*

Berdiri di depan pintu kaca geser menuju balkon kamarnya, Ryeowook memerhatikan butiran-butiran salju menutupi apa saja yang ada di permukaan bumi. Untuk kesekian kalinya sejak setengah jam yang lalu Ryeowook menghembuskan nafas panjang, seolah tengah merutuki segala hal yang sudah Tuhan takdir kan untuknya. Benda putih yang menyebarkan hawa dingin itu masih berjatuhan di bulan Februari, sama hal nya seperti 3 tahun yang lalu. Suhu yang dirasakan mampu membuat tubuh menggigil, bahkan sampai membeku.

Namun untuk Ryeowook, hal itu bukan hanya terjadi pada tubuhnya, tetapi juga hatinya. Dingin dan beku, entah siapa yang akan mampu menyalakan api kecil sekedar hanya untuk menghangatkannya. Ryeowook membutuhkan api, namun ia takut akan terbakar. Jadilah ia tetap memilih untuk bertahan dalam penjara kebekuan…

View original 5,596 more words

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,271 other followers

%d bloggers like this: