INFO

No password..!! Happy?? ;-)

But u must comment, okey..?!

  • Kalau ada fanfic yang masih di protect, silahkan minta dengan authornya langsung!! :-)
  • Kalau ada fanfic yang sama dengan fanfic yang kalian baca di blog lain, tetapi nama authornya beda, silahkan hubungi kami di kotak saran (lihat page di atas), dengan tegas kami akan menegur author tersebut dan menghapus postingan fanfic tersebut.
  • Kalau ada yang mau mengirim fanfic ke blog ini silahkan buka how 2 send ff nc (lihat page di atas).
  • Kalau ada yang mau jadi author freelance silahkan KLIK ini.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih!! :-)

[Oneshoot] Cinta Burung Kertas

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : CHIA
Genre : Romance, Sad, Angst
Rate : PG-17

/CAST/
Cho Kyuhyun | Kim Dae-Shin

FF Kyuhyun

NOTE :Ini ff yg Chia ikutin lomba, terinspirasi dari lagu ‘Gwanghwamun’ dan ulangtahun Kyuhyun. Disini batin Kyuhyun tersiksa, kalau kalian gak suka tekan tombol ‘back’ dan jangan buat rusuh. Thanks^^

—Story begin—

*

*

Menatap dengan sorot mata lembut kearah sebuah gedung pencakar langit yang berada beberapa meter dihadapannya sembari mengukir senyum manis diwajah tampannya, menunggu sosok yang ia cintai keluar dari pintu utama gedung itu dan berlari menghampirinya. Memang benar menunggu adalah sesuatu yang sangat membosankan serta tidak disukai kebanyakkan orang, termasuk dirinya. Tapi berbeda jadinya jika orang yang kau tunggu adalah orang yang kau cintai, orang yang begitu berharga dalam hidupmu. Maka menunggu yang merupakan hal membosankan itu akan terasa begitu menyenangkan.

View original 5,521 more words

Regret for Love // Part 21

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Thiller, Married life
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Choi Siwon
» Choi Minho
» Lee Hyukjae
» Other

Created Cover : Rainadisa @RCFF-Request Cover Fanfiction

ff Yesung by Chia

—Story Begin—

*

*

PART 21

Setelah memarkirkan mobilnya didalam garasi, Yesung dengan cepat keluar dari mobil. Melangkah kearah sisi lain mobil, membuka pintu, dan mengedikkan dagunya —memberi perintah pada orang yang tengah duduk dikursi penumpang bagian depan untuk keluar. Minra, gadis yg menjadi fokusnya kini tetap saja tidak bergeming. Duduk bersandar dengan mata menatap kedepan, serta melipat tangan diperut. Mengacuhkan Yesung yg tengah menggeram frustasi menghadapi sikapnya.

View original 5,481 more words

Divided // Part 6

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Angst, Married life
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Ye-Sung | Choi Min-Ra

Support Cast :
» Cho Kyu-Hyun
» Shin Eun-Hwa

Created Cover : Rainadisa @RCFF-Request Cover Fanfiction

ff Yesung dan Kyuhyun by Chia

Note :Chia udah capek minta feedback berupa komentar atau like dari kalian, jadi terserah mau komentar atau tidak. Tapi di part End Chia akan menguncinya dan hanya memberikan Pw pada readers yg berkomentar disemua part. Kalau udah baca semua part, tapi part end nya tidak. Pasti buat kesal kan? Jadi berpikirlah, komentar kalian lah yg akan menentukan. Omong-omong, ff nya memang sengaja Chia buat pendek. Karena dibeberapa ff sebelumnya terlalu panjang hingga membuat readers gak bisa komen. Selalu ‘out of memory’. Jadi jangan protes karena pendeka yah…

—Story Begin—

*

*

Dua puluh menit sudah mereka habiskan waktu dengan duduk berhadapan sembari menikmati cokelat panas dipagi hari yang cerah. Tidak ada satu…

View original 5,043 more words

Alone In Love (part 6)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author           : HK (leehana76)

Tittle                : Alone in Love (part 6)

Kategori          : Romance, Marriage life.

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

.

View original 4,719 more words

I Lied To Love You

Hahaha…athor muncul lagi nih bawa ff oneshort yang athor janjiin di ending part MLY kemarin. emm,,, responnya masih sedikit di part endingnya.. Mungkin banyak readers yang g suka yaa… Jeongmal mianhae kalo g sesuai.

Tapi… ya sud lah… athor akan lebih baik lagi dalam menulis cerita. Ini ff oneshort kedua autor disini. yang pertama judulnya Lovely Hoobae itu. semoga respon kali ini lebih baik dan semoga suka. Emang alurnya mungkin udah banyak readers temuin di ff lain. Tapi ini ff bener-bener tulisan thor sendiri.. Author g mau jadi plagiator.

Ditunggu komennya yang panjang nde… GOMAWOOOOOO

Author             : song_G1104

Main Cast        : Lee Taemin (Shinee) and Kang Songgun (OC)

Type                : Oneshort

Genre               : Comedy Romantic and NC 21

^Songgun pov

Hah akhirnya, aku mendapat hariku lagi. Meskipun tak benar-benar seperti keinginanku, tapi sudahlah… paling tidak hari ini dan seterusnya aku tak akan mendengar kata-kata perjodohan itu lagi dari haraboeji. Aku sudah tidak lagi tinggal dirumah besar dengan puluhan pelayan dan penjaga itu.

‘Kau kabur Songgun?’

Tentu saja tidak. Kabur dan melepaskan diri dari nama keluarga besar Kang haraboeji adalah sama halnya dengan…

Ah entahlah.. Aku bahkan tidak tau apa yang akan haraboeji lakukan jika aku kabur.

Mungkin beliau akan mengerahkan semua anak buahnya untuk mencariku. Dan setelah mendapatkanku mungkin aku akan dipasung seumur hidup didalam rumah bak istana kerajaan Korea tempo dulu itu.

Jika kalian bertanya apakah aku termasuk dalam daftar keturunan kerajaan, jawabanku adalah tidak. Bukan berarti keluarga yang memiliki rumah tempo dulu dapat dibilang sebagai keturunan raja kan?.

Dulu haraboeji adalah seorang komandan pasukan perang yang memiliki bintang tertinggi didalam satuan unit negara. Selain itu beliau juga sangat menggemari dan jatuh cinta dengan kebudayaan tradisional Korea.

Aku tak perlu pergi ke objek wisata kerajaan ataupun ke musium untuk melihat kebudayaan Korea tempo dulu karena aku hanya perlu pergi ke rumah haraboeji maka aku bisa melihat segalanya.

Mulai dari arsitektur, senjata, musik, makanan dan semua hal-hal kerajaan tempo dulu ada disana. Yang membedakan hanyalah haraboeji dan semua yang ada disana tidak menggunakan hanbok atau semacamnya. Haraboeji menggunakan busana normal seperti orang pada umumnya, sedangkan pulahan anak buah dan para penjaga menggunakan setelan kemeja putih, uniform hitam lengkap dengan fantovel mengkilat setiap waktu.

Apakah kata ‘puluhan penjaga’ itu berlebihan? Ya mungkin haraboeji memerlukan banyak penjaga untuk menjaga harta kekayaannya agar tidak hilang. Meskipun bukan raja yang sesungguhnya tapi haraboejiku ini adalah benar-benar raja dalam hal pebisnis.

Setelah pensiun dari tugas militer, haraboeji dan appa yang kala itu masih sangat muda mulai merintis bisnis. Dan berkat kerja keras mereka selama bertahun-tahun, kini mereka bisa memamerkan taring kesuksesannya dihadapan publik Korea. Mereka bergerak dibidang properti dan hiburan.

Lalu dimana aku sekarang jika aku bilang sudah tidak tinggal lagi dengan haraboeji? Jawabnya adalah aku tinggal dirumhku sendiri. Rumah arsitektur modern dengan gaya elegan dan minimalis itu sudah cukup bagiku.

Awalnya aku menolak keras saat pertama kali appa menyuruhku untuk hidup mandiri dan pindah kemari. Aku bahkan masih ingat hampir semalaman aku menangis dipelukan eomma. Tapi pada akhirnya aku menerimanya karena ini konsekuensi yang harus aku jalani karena menolak study di Amerika bersama oppaku, Changmin.

‘Aku merasa diasingkan’

Lama-kelamaan seiring berjalannya waktu aku mulai nyaman tinggal disini. Sesekali dalam satu minggu aku pulang mengunjungi kedua orang tuaku dan juga haraboeji kesayangan yang memiliki sikap yang tegas. Tak jarang aku sering pergi menginap saat jadwal kuliahku banyak yang kosong.

Seperti beberapa waktu yang lalu, tepatnya satu minggu yang lalu. Selama satu minggu semua jadwal perkuliahanku dibatalkan mengingat waktu itu semua staf akademi fakultasku sedang mengurus administrasi yang harus disiapkan untuk penilaian tahunan yang menentukan akreditasi universitas.

Semua berjalan dengan lancar, aku selalu bisa menikmati waktuku selama 6 hari penuh saat berada dihalaman luas bagian belakang rumah haraboeji yang rindang karena ditumbuhi oleh beberapa pohon cemara gunung dan sakura tertata rapi mengelilinginya. Semua terasa lebih sempurna saat aku bisa menikmati semua kenyamanan ini dengan segelas teh hijau dan aroma khas rotan yang bisa aku cium dari kursi taman.

Aku bisa saja berlama-lama disana tapi semuanya berubah saat tiba-tiba haraboeji menyuruhku untuk menikah dengan namja pilihannya. Aku tentu keras menolok dan pada hari itu juga-kemarin, aku kembali kerumah pribadiku

Brakk

“Andwae~…!” aku menggembrak meja makanku. Aku salalu saja emosi saat mengingat perjodohan itu.

Tanpa sadar aku membuat seseorang dibelakangku kaget “omo… Kau membuatku kaget nona”

Masih dengan duduk, aku segera menoleh kearah Seo ahjuma yang kini masih memegangi dadanya. Aku merasa bersalah karena telah mengganggunya yang tengah sibuk menyiapkan sarapan untukku.

Ya, sebenarnya aku tidak benar-benar sendiri melakukan semua hal dirumah ini. Aku dibantu oleh Seo ahjuma yang telah menjadi susterku sejak aku masih bayi. Seo ahjuma hanya datang membantuku dalam hal memasak dan jika semuanya sudah selesai Seo ahjuma akan kembali ke rumah haraboeji. Appa tidak mengizinkan Seo ahjuma untuk tinggal bersamaku #menyebalkan.

“Aishh jeoseohamnida ahjuma… Aku benar-benar kesal… Kau tau kan apa yang sedang aku pikirkan sekarang?” Aku menelungkupkan wajahku kemeja makan

Seo ahjuma mengangguk “nde nona..” Beliau lalu meletakkan irisan roti panggang dengan selai coklat dihadapanku “penjodohan itu sangat membuat nona tertekan kan?”

Aku menegakkan kepalaku dan menatap Seo ahjuma dengan mata sedih “nde ahjuma benar… Ashhh..” Aku segera menyambar rotiku dan melahapnya “kenapha hara-boejih tega menjodohkan cucu yeoja sathu-satunya itu denganhh.. uhukk” itulah kebiasaan burukku. Aku tak akan berhenti bicara saat mulutku penuh dengan makanan sebelum aku tersedak.

“Hyaa.. Selalu saja” Dengan cepat Seo ahjuma menyodorkan segelas orange jus kepadaku dan aku segera meminumnya “apa salahnya dengan tuan muda Lee emm.. Bukankah dulu kalian pernah berteman?”

Perkataan Seo ahjuma membuatku terdiam. Mau tak mau beberapa kilatan memori antara aku dan Taemin semasa kecil kini memenuhi pikitanku.

Merasa kini aku mendapatkan tatapan menyelidik dari Seo ahjuma, aku segera mengakhiri lamunanku.

“Tap.. Tapi itu dulu ahjuma.” Kataku sedikit tersendat karena aku kembali memakan rotiku. “Dia berubah menjadi namja yang menyebalkan semenjak ia pindah” aku mengunyah semakin kasar untuk menyalurkan rasa kesalku “dia pindah ke LA begitu saja tanpa berpamitan. Bertahun-tahun kemudian dia kembali dan berubah menjadi idola hallyu yang terkenal.”

Seo ahjuma meresponku dengan anggukan membenarkan semua perkataanku.

“Tskk… Bahkan dia hanya menatapku dingin saat kami bertemu di beberapa acara yang hotel Freedom adakan. Seharusnya aku yang melakukannya-menatap dingin”

Dari ujung mataku kini aku bisa melihat Seo ahjuma tersenyum

“Hya.. Kenapa ahjuma malah tersenyum seperti itu?” Kataku tepat saat aku meletakkan sisa pinggiran roti yang tidak aku makan.

Soe ahjuma menggeleng “nona terdengar seperti masih memperhatikan tuan muda ”

“Mwo?? Memperhatikan?? Aishh .. Kenapa aku banyak bicara seperti ini ” kataku sesal memukul bibirku beberapa kali “ah sudahlah .. Sebaiknya ahjuma segera menyesesaikan tugas ahjuma dan kembali kerumah haraboeji. Aku akan pergi mandi” kataku bangkit dari kursi meja makan

“Em baiklah nona jika nona tak mau mengakuinya. Ahjuma akan pergi setelah membersihkan ini” Seo ahjuma mengambil piring dan gelas kotor milikku dan langsung mencucinya.

“Nde.. Dan tak usah menungguku untuk berpamitan. Pagi ini aku ingin berendam.” Kataku sedikit berteriak karena aku sudah berjalan menuju kamarku.

“Ah satu lagi nona.!”

“Nde ?!” Tanyaku berteriak lagi tepat diambang pintu

“Bahan makanan dikulkas hampir habis. Sempatkan pergi ke supermarket setelah makan siang dengan nona Eunji nde.”

“Ah arraseo ahjuma” lantangku sebelum aku menutup pintu.

‘Nona terdengar seperti masih memperhatikan tuan muda ‘

Candaan Seo ahjuma tadi berhasil membuatku terus memikirkannya. Apa nada bicaraku tadi sangat menunjukkan bahwa aku masih peduli padanya?.

Aku mengakhiri lamunanku “Aniyo~… Seo ahjuma pasti salah menilai” gumamku sendiri lalu tersenyum menganggap perkataan Seo ahjuma adalah sebuah kekeliruan.

Lantas aku kembali memfokuskan diri dengan air yang keluar dari selang yang membasahi koleksi bungaku. Setelah selesai mandi aku berniat untuk menyirami bunga-bunga yang aku tanam ditaman samping rumah.

Hah.. Ini menyenangkan. Merawat bungan adalah salah satu hobiku. Mood ku bisa pulih dengan cepat hanya dengan melihat butiran-butirar air disetiap kelopak bungaku.

Ngiinggg~

Sontak aku menoleh kearah sumber suara. Seseorang telah membuka pintu gerbangku. Ya jarak antara gerbang dengan taman samping rumah tidak seberapa jauh. Hanya butuh berjalan 5 langkah kedepan lalu belok kiri 3 langkah kalian akan sampai digerbangku.

‘Ah mungkin itu Seo ahjuma yang kembali untuk mengambil payungnya’ kataku dalam hati saat mengingat payung ahjuma yang aku temukan didapur tadi.

“Ahjuma… Apa itu kau !! Payungmu ada didapur diatas meja makan !!” Teriakku keras untuk memberitahu ahjuma dimana payungnya.

Setelah membantu ahjuma aku kembali sibuk dengan selang yang ada ditanganku. Aku menyiram keseluruh bagian taman. Mulai dari bunga yang ditanam ditanah, tanaman gantung, hingga tanaman rambat yang menempel didinding taman.

Srek srek

Aku mendengar suara gesekan sepatu dengan rumputku yang basah. Seo ahjuma pasti sudah menemukan payungnya.

“Kau sudah menemukannya kan ahjuma?” Tanyaku tanpa menoleh kebelakang.

Seo ahjuma diam saja dan terus berjalan kearahku. Lama-kelamaan aku curiga. Saat aku ingin berbalik aku melihat aku melihat bayangannya disampingku.

‘Omo… Itu bukan Seo ahjuma… Lantas ? Itu pencuri? ‘ aku mengeratkan genggamanku diselang membuat air yang keluar semakin sedikit tapi deras.

‘Ah .. Eottoke ?’ Tanyaku panik kini melihat selang ku ‘siram dia…’

Setelah mendapatkan ide itu langsung saja aku memutar volume air yang berada diujung selang menjadi volume penuh dan dengan cepat aku berbalik untuk menyiramnya…

“Rasakan ini pencuri..”

“Hya.. Hyaa… Hentikan.. Apa yang kau lakukan eoh hyaaa”

^Taemin pov

Hari ini adalah hari liburku. Tak ada jadwal manggung dan reality show yang harus aku penuhi. Hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi calon yeojachinguku, Kang Songgun. Pasti dia sedang kesal dengan perjodohan itu

Ya dia satu-satunya yeoja yang bisa mengambil hatiku sejak kami sama-sama masih kecil. Aku merencanakan sebuah perjodohan dengan Kang haraboji, kakek Songgun. Hanya itu satu-satunya cara untuk aku bisa menjadikannya sebagai yeojaku.

Entah kenapa, semenjak aku kembali dari LA aku bersikap dingin terhapannya. Mungkin hal ini dipicu oleh rasa bersalahku karena tidak berpamitan dengannya sebelum pindah. Aku begitu sedih kala itu dan tak berani bicara dengannya. Selama di LA aku tak pernah ada waktu untuk menghubunginya karena jadwal pelatihan bakatku yang begitu padat. Tak jauh beda dengan keadaan setelah aku kembali ke Korea, aku malah lebih sibuk dua kali lipat setelah debut pertamaku.

Hingga sekarang aku tak berani minta maaf dan sikap dingin inilah yang selalu aku pasang saat bertemu dengannya. Selain dingin, aku selalu saja mengucapkan kata-kata kasar saat berdebat dengannya.

Aku tak boleh begini terus. Sikap dinginku akan membuat Songgun semakin jauh.

Pintu gerbang rumah Songgun berderik saat aku membukanya.

‘Ahjuma… Apa itu kau !! Payungmu ada didapur diatas meja makan !!’ Teriak seseorang dari samping rumah. Aku tau itu suara Songgun. Tanpa membuang waktu segera berjalan menuju taman menemui Songgun.

Dugaanku benar, dia sedang membelakangiku dan sibuk menyirami bunganya. Aku hanya bisa mengulum senyumku saat Songgun benar-benar menganggap bahwa yang datang adalah asisten rumah tangganya.

Aku bersiap untuk menyapanya.. tentu saja dengan nada yang dingin.

‘Jika bukan karena haraboeji yang menyuruhku datang kemari, aku tidak akan datang eoh.. Aku harus mengcancel semua jadwalku pagi ini’ itu jawaban yang akan aku lontarkan saat Songgun bertanya alasan kenapa aku kemari. Tapi kemudian

Dengan cepat dia membalikkan tubuhnya dan

Jezzzzzz

“Rasakan ini pencuri..” Dia menyempotku dengan selangnya

‘Mwo.. Dia menganggapku pencuri?’

“Hya.. Hyaa.. Hentikan… Apa yang kau lakukan eoh?” Tanyaku berteriak berusaha menghalangi semprotan air dengan kedua tanganku. Tapi tentu saja itu tak membantu banyak. Songgun berhasil membuatku basah kuyup dari atas hingga bawah. Dengan cepat aku merebut selang itu dan segera membuangnya

Aku rasa Songgun kini mengenaliku “Omo… kau ??.. Taemin~ah” matanya terbelalak menatapku

Aku menyeka kasar air yang ada di wajahku. “Pencuri eoh ??” Kataku kesal

“Ak aku terkejut melihat bayanganmu ternyata bukan bayangan Seo ahjuma” belanya menunjuk bayanganku “lagi pula kenapa tiba-tiba kau datang kemari ?” Dia mengambil salah satu handuk yang sedang ia jemur “pakai ini”

Aku menerima handuk putih itu dan segera memakainya untuk mengeringkan rambut

“Jika bukan karena haraboeji yang menyuruhku aku tak akan datang eoh” aku sangat senang melihat wajah Songgun yang merasa bersalah. Dia mengkhawatirkanku meskipun nada bicaranya tinggi.

“Ah perjodohan itu… Kau sudah mendengarnya?” Tanya Songgun

“Tentu saja..” Jawabku singkat dan mulai melepas kemeja blue aquaku.

“Hyaa~” dia dengan cepat membalikan tubuhnya saat aku membuka kaos putih polosku.

Aku ingin sekali mencubit pipinya gemas ‘Kau tak ingin melihat tubuh sexy ku emm’ kataku menggoda didalam hati

“Eottoke? Kau menolak sama seperti denganku kan??”

“Aish … Apa ini waktu yang tepat untuk membahasnya eoh.. Kau sudah membasahi kemeja mahalku. Kau tak ingin bertanggung jawab eoh”

“Nde?”

Dengan tubuh yang masih bembelakangiku, aku menarik lengannya ” cuci ini.. Aku tunggu didalam” kataku menyerahkan kemeja dan kaos polosku kepadanya “setelah itu buatkan aku sesuatu yang hangat .. Kau membuatku kedinginan eoh”

“Mwoo?”

^Author pov

Akhirnya, mau tak mau Songgunpun bersedia mencuci seluruh busana Taemin. Seluruhnya ? Ya secara keseluruhan, tak ketinggalan dalaman Taemin. Taemin benar-benar basah hingga kedalam karena Songgun yang menyetel semprotan air menjadi semprotan penuh tadi.

Songgun tidak risih mencuci dalaman seorang namja? Tentu saja tidak karena Songgun menggunakan mesin cuci. Khusus dalaman Taemin, Songgun menyuruh Taemin untuk memasukkannya sendiri kedalam mesin cuci dan menjemurnya sendiri.

Songgun kini menjemur busana Taemin “Hah… Kenapa hal ini bisa terjadi” kata Songgun sambil memperhatikan Taemin yang kini tengah berbaring dikursi santai Songgun dengan buku yang tengah ia baca.

Bentuk tubuh Taemin yang lebih tinggi dari Songgun membuat bathrobe Songgun yang sedang Taemin pakai hanya berhasil menutupi tubuhnya hingga paha diatas lutut. Bahkan bagian lengannya juga tak tertutupi sempurna.

Tentu saja ini sama sekali tak pernah terbersit dipikiran Songgun. Bisa dibilang ini kali pertama Songgun bicara dengan Taemin dengan durasi yang lama. Biasanya Songgun hanya bisa melihat Taemin dari bawah panggung ketika mengisi acara di hotel appanya.

‘Ini seperti mimpi buruk’ umpat Songgun berkali-kali menyampirkan kemeja terakhir Taemin.

“Hah … Akhirnya ..” Songgun mengangkat keranjang kosongnya ia ia gunakan sebagai tempat pakaian basah Taemin tadi.

” Baguslah” kata Taemin menurunkan buku dari depan wajahnya “Sekarang buatkan aku makanan.. Cepat” Masih dengan nada dingin Taemin mengibaskan tangannya menyuruh Songgun bergerak cepat

“Aishh…” Hanya itu tanggapan Songgun menatap kesal Taemin dan segera masuk kedalam rumah. Dalam hati Songgun ia ingin sekali menjambak blonde wavy hair Taemin yang belah tengah itu.

Beberapa detik kemudian tuan muda itupun ikut masuk menyusul Songgun. Jika Songgun menyibukkan diri di dapur, Taemin melanjutkan membaca buku diruang tengah Songgun.

#10 minutes later

Songgun sudah menyelesaikan sesi memasaknya. Ia harus menyelesaikan ini dengan cepat jika ingin Taemin pergi dari sini.

Taemin yang melihat Songgun membawa sebuah panci ke meja makan pun langsung bangkit dan duduk disalah satu kursi meja makan

“Hanya ada soba beku, surimi dan kimchi dikulkas” kata Songgun menyiapkan mangkok dan sumpit untuk Taemin. “Cepat habiskan ini.. Aku harus bertemu dengan seseorang” sambung Songgun menuangkan beberapa sendok sayur soba rebus buatannya.

Mendengar itu Taemin semakin bersikap dingin. “Namjaga ?” Nadanya membuat Songgun takut

“Kau tak perlu tau eoh” Songgun berniat meninggalkan Taemin bersiap-siap mengganti bajunya lebih rapi. Tapi hanya selangkah Songgun berjalan..

Settt.

Dengan cepat Taemin menarik lengan Songgun sehingga kini wajah Songgun berada tepat didepan wajah Taemin. Taemin tentu saja langsung memberikan tatapan tajam dengan sisa eyeliner yang luntur karena ulah Songgun.

Songgun menelan ludahnya karena takut. Ia memandang Taemin gugup “wa.. Waeyoo?” Songgun semakin gugup saat Taemin semakin mendekatkan wajahnya.

“Jika kau ingin bertanggung jawab maka batalkan rencanamu itu dan tunggu pakaianku hingga kering” bisik Taemin tepat di telingan Songgun. Begitu dingin .. Begitu tajam

Dengan cepat Songgun mendorong dada Taemin menjauh “apa kau tak bisa menunggu pakaianmu sendiri eoh … Aku tak bisa-”

Drtttt… Drttt

Songgun harus menghentikan bicaranya karena smartphonenya kini bergetar diatas counter dapur. Songgun segera mengambilnya tapi dengan cepat Taemin merebut smartphone Songgun

“Aishh.. Kembalikan..”

Tapi Taemin tidak menggubris “Jung Eunji video call..” Taemin membaca contak yang sedang menghubungi Songgun.

“Kumohon… Jangan mengangkatnya” pinta Songgun serius.

Hidup Songgun akan berakhir jika sahabatnya itu mengetahui dirinya kini sedang bersama dengan artis terkenal hallyu. Eunji mungkin akan mendapat serangan jantung jika melihat wajah dalam video callnya bukan Songgun melainkan Taemin.

“Batalkan dan tetap tinggal denganku” kata Taemin dengan ibu jarinya yang siap menggeser icon hijau di smartphohe putih Songgun. Karena terlalu lama Songgun menimbang, panggilan Eunji pun tidak terjawab

Songgun bercakak pinggang kesal “hah.. Baiklah baiklah aku akan membatalkannya.. Sekarang kembalikan smartphoneku agar aku bisa membatalkannya ”

Taemin menyunggingkan seringai kemenangannya lalu mengembalikan smartphone Songgun. Ia mulai membuka sumpitnya dan memakan soba yang mulai mendingin.

Dengan cepat Songgun menghubungi Eunji kembali.

“Yeoboseo Eunji~ssi.. Mianhae aku tak mengangkat telponmu tadi” kata Songgun dengan menatap Taemin tajam

“…”

“Ah … Nde tentu saja aku tak lupa. Tapi-”

“…”

“Mwo jeongmalyo ? Ini suatu kebetulan Eunji~ssi. Aku juga berencana membatalkannya karena tiba-tiba saja HARABOEJIKU datang berkunjung” Songgun memberikan nada penekanan di kata Haraboeji.

Taemin tersedak mendengarnya. Ia segera meminum segelas air putih yang juga disiapkan Sonngun tadi. Songgun kini yang tersenyum menang

“Ah nde Eunji~ssi… Annyeongg”

Bip

Sungkan Songgun kepada Eunji sedikit hilang karena Eunji juga membatalkan pertemuan mereka. Eunji harus menemani eommanya pergi berbelanja.

“Kau puas sekarang oh” kata Songgun menghempaskan tubuhnya duduk dihadapan Taemin. “Aku .. Hhh entahlah ini benar-banar ..” Songgun mengacak rambutnya frustasi.

Taemin masih tenang menikmati sobanya tanpa menggubris kelakuan Songgun. Tapi tentu saja ia tersenyum puas didalam hatinya. Dan Songgun semakin mencibir Taemin tapi kemudian Songgun menghentikannya karena melihat keanehan pada Taemin.

Taemin terdiam meletakkan sumpitnya diatas mangkok “Arkkh.. ” Taemin mengepalkan tangannya diatas meja dengan ekspresi kesakitan

“Hya… Apa lagi sekarang eh?” Tanya Songgun masih dengan ekspresi kesal.

Taemin tak menjawab, hanya menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya erat “ah appo..”lirih Taemin memegangi perutnya

“Mwo?” Songgun meloncat dari kursinya segera menghampiri Taemin. “Wa waeyo~? Apa yang terjadi ?”

Taemin perlahan menatap wajah Songgun yang ada dihadapannya “ne neol… Apa arghh.. Apa yang kau masukkan dalam soba ku eoh ” Tunjuk Taemin tepat dimuka Songgun. Ia semakin keras mengeram.

Songgun semakin panik melihat Taemin yang kesakitan seperti itu  “nde ? Apa ada yang salah? Aku… Aku hanya memasak soba dengan toping surimi dan kimchi.. Seingatku kau tak alergi makanan yang seperti itu kan?”

“Arghhh jeongmal appoyo~” Taemin kembali meringgkuk lebih menekan perutnya. Sebenarnya Taemin sedang tersenyum sekarang. Bukan karena ia berhasil mengerjai Songgun tapi ia senang karena Songgun masih mengingat tentang alerginya.

“Kau… Tak melihat tanggal kadaluwarsanya ” Sambung Taemin masih menyembunyikan wajahnya.

“Omo…” Songgun menyadari sesuatu “apa sobanya sudah rusak ? Seingatku aku baru membelinya 3 atau 4 hari yang lalu. Lagi pula ini makanan beku tapi kenapa…”

“Arghh …!! ” Taemin semakin meninggikan volume erangannya untuk membuat Songgun berhenti bicara

“Aishh.. Bagaimana ini… Ah.. Aku akan membawamu kerumah sakit .. Kajja” Songgun meraih tangan Taemin untuk dikalungkan dibahunya.

“Andwaee~!!” Taemin melepaskan tangannya “Aku tak mau kesana. Bagaimana jika seseorang mengenaliku dengan pakaian seperti ini ughhh”

“Kau masih memikirkan hal-hal seperti itu disaat seperti ini eoh” Songgun ingin kembali memegang tangan Taemin tapi reflek Taemin lebih cepat.

“Kau hos..tak mendengarku hosss” Taemin bernafas tersengal. Ia meyakinkan Songgun bahwa dirinya benar-benar kesakitan “Aku lebih memilih untuk tertangkap basah tengah berkencan dengan Naeun dari pada terlihat oleh paparazi dalam keadaan seperti ini eoh”

Deg

Songgun tertegun sesaat ketika nama yeoja itu disebut. Mana mungkin Songgun tak tau. Naeun adalah pasangan virtual Taemin disalah satu reality show.

‘Taemin benar-benar menyukai Naeun?’ kelakar pikiran Songgun sekarang.

Taemin tahu bahwa Songgun tertegun ‘Apa aku salah bicara?’

Songgun dengan cepat menyadarkan dirinya. Ia tak boleh terlihat bodoh kan ?

“Aishh jika benar seperti itu .. Berapa nomor Naeun, dia bisa membawamu kerumah sakit”

Taemin membelalakkan matanya “Mwo~? apa kau gila eoh ”

Songgun menjambak rambutnya sendiri “Eottokenayeo ~?” Nada Songgun terdengar frustasi menghadapi sifat keras kepala Taemin. Ia menggingiti ujung kukunya semakin panik lalu sedetik kemudian ia mendapatkan ide ketika melihat kursi sofanya  “Ah berbaringlah disana… Kajja”

Berbeda dari yang tadi, Taemin tidak menolak ketika Songgun memapahnya ke arah sofa. Taemin yang lebih tinggi dari Songgun membuatnya bisa mencium aroma lili dari sampo yang digunakan Songgun tadi pagi.

Songgun mendudukkan Taemin secara perlahan. “A a.. Changkkaman..” Sebelum merebahkan Taemin, tak lupa ia mengambil salah satu bantal sofanya dan menatanya dengan baik agar Taemin bisa merebahkan kepalanya dengan benar. “Nah tidur..” Kata Songgun memukul bantal beberapa kali.

Masih dengan akting kesakitannya, Taemin mendengar apa kata Songgun dan mulai perlahan membarinkan tubuhnya.

“Ashhh… Kenapa semakin sakit ughhh” Ia mengadukan telapak kakinya dengan badan sofa mengisaratkan sakit Taemin semakin menjadi-jadi.

Meskipun bertahun-tahun mereka bersikap dingin satu sama lain, tapi Songgun tak tega melihat kesakitan Taemin. Sebenarnya hati Songgun tidak benar-benar beku. Hatinya hanya merasa kesepian dan dingin seperti bunga mawar dipertengahan musim gugur. Ia tak bisa menerima kepergian Taemin

Perasaan dingin Songgun mulai menghangat merubahnya menjadi beberapa genangan air mata dipelupuk mata Songgun. Taemin tentu saja kaget

Songgun yang mulai terisak menggenggam erat tangan Taemin  “Bertahanlah.. Akan ku carikan obat oh ” Songgun mengelap air matanya kasar dan bangkit meninggalkan Taemin.

Taemin merasa ia sudah melewati batas. Ia tak tau Songgun ternyata sesensitif itu terhadap dirinya. Ia menegakkan duduknya mencari kebedadaan Songgun.

Disana, Taemin bisa melihat Songgun membuka beberapa laci diruang tengahnya dengan asal. Songgun tak sabaran mengeluarkan satu persatu obat persediaannya. Ia langsung menggenggam beberapa kemasan obat dan meletakkannya diatas meja.

“Aish eottoke ?” Berkali kali Songgun mengelap ingusnya sendiri dan air matanya kembali jatuh saat obat pereda nyeri miliknya tidak bisa ia temukan

Songgun tak kehabisan akal. Ia segera menyambar smartphonenya dan menekan angka 5 untuk menghubungi Seo ahjuma

Songgun terus saja mengetukkan ujung telunjuknya ke meja karena Seo ahjuma tak kunjung menjawab.

“Jinjja~~!” Songgun meneriaki layar smartphonenya ketika yang menjawan panggilannya bukan Seo ahjuma tapi operator layanan pesan suara. Dengan kesal ia melempar smartphonenya keatas meja dan pandangannya kini beralih kearah Taemin yang sedang memperhatikannya dengan mata sendu.

Songgun kembali menghilangkan jejak air matanya dan berjalan cepat kearah Taemin lalu duduk disamping Taemin “Hya… Kenapa duduk eh.. Berbaringlah..” Perintah Songgun mendorong bahu Taemin hingga berbaring “kau masih bisa menahannya kan? Akan kuambilkan air hangat untuk mengompres tubuhmu”

Taemin seharusnya bisa mengakhiri kepanikan Songgun kan? Cukup berkata jujur maka Songgun akan bernafas lega dan mungkin akan kembali bersikap dingin kepada Taemin. Tidak, Taemin tidak mau Songgun seperti itu. Meskipun sangat perih melihat Songgun menangis seperti itu tapi ego Taemin membenarkan bahwa ini akan memudahkan jalannya untuk mendapatkan Songgun kembali.

Taemin menarik lengan Songgun yang akan bangkit. Alhasil kini Songgun mendarat tepat diatas tubuh kekar itu menindih Taemin dengan wajah Songgun yang jatuh disamping kepala Taemin. Taemin dengan cepat menyisipkan kedua tangannya diantara lengan dan pinggang Songgun untuk memeluknya erat.

Songgun tentu saja kaget dengan aksi tiba-tiba Taemin. Ia berusaha mendorong dada Taemin “hy hya~… waeyo ? “Tanya Songgun dengan nada gugup.

Taemin tidak menjawab. Ia lebih mengeratkan pelukannya lagi dan membenamkan wajahnya dibahu Songgun.

“Jeongmal appayeo” jawab Taemin lemah

‘Jeongmal mianhae’ kata hati Taemin bersamaan.

Songgun berhenti melawan “Jeo jeongmal appayeo?” Songgun mengulangi perkataan Taemin. Kemudian ia merasakan anggukan dibahunya.

“Kumohon… Tetaplah seperti ini” Taemin semakin menguatkan pelukannya membuat Songgun mulai sesak.

Songgun mendengar suara Taemin yang semakin melemah membuat ia sangat merasa bersalah.

Perlahan Songgun melingkarkan lengannya ditubuh Taemin “Seharusnya kau tak begitu saja menurut apa kata haraboejiku eoh hikss.. Jika kau tak datang, maka tak akan terjadi hal yang seperti ini ”

Taemin merasakan remasan dikain bagian punggungnya. Bersamaan dengan itu bahu Taemin mulai terasa basah.

“Semua sudah terjadi eoh … ” Taemin masih dengan nada dingin tapi Taemin memiringkan tubuhnya agar Songgun bisa tidur disampingnya sehingga ia bisa memeluk Songgun lebih mudah. “Temani aku sampai aku benar-benar tidur”. Ia merasakan anggukan didadanya.

Songgun menghirup aroma mint yang memabukkan dari dada Taemin yang sedikit terbuka. Dapat dipastikan kini wajahnya semerah rajungan rebus.

Beberapa menit berselang… Erangan Taemin sudah tidak terdengar.

Hening, ini benar-benar hening. Tak ada pegerakan dari keduanya yang masih saling berpelukan. Berbeda dari Taemin yang sudah memejamkan mata, Songgun masih membuka matanya yang hanya bisa melihat satu objek didepan matanya saja, dada Taemin. Hal itu dikarenakan Taemin benar-benar memeluk Songgun erat.

Songgun sudah berusaha menyingkirkan lengan Taemin secara pelan. Tapi sekecil apapun Songgun bergerak, Taemin tetap saja bisa merasakan dan malah mengeratkan pelukannya. Dan Songgun hanya bisa menepuk punggung Taemin beberapa kali untuk menenangkannya.

Ini menyulitkan Songgun. Setidaknya jika Songgun berhasil melepaskan diri, ia bisa berlari ke apotik untuk membeli membeli obat pereda nyeri.

Dengan gerakan yang terbatas, Songgun berusaha mendongak melihat wajah Taemin untuk memastikan Taemin benar-benar sudah tenang. Songgun mengulum senyumnya melihat wajah Taemin polos tanpa makeup. Songgun serasa seperti dibuang kemasa lalu ketika ia sering tidur dipaha Taemin setelah lelah bermain di taman sekitar sekolah mereka.

Songgun mengerjapkan matanya beberapa kali ‘apa yang sedang kau pikirkan eoh’

Bagaimina bisa Songgun kembali mengingat-ingat kenangannya bersama Taemin. Ini pertama kalinya setelah beberapa tahun berlalu.

Jdarrr

“Ughh”

Suara petir itu berhasil membuat Taemin terbangun dari tidurnya. Sebenarnya ia tadi hanya berniat memeluk Songgun saja tapi karena begitu nyaman dengan pelukan Songgun ia akhirnya benar-benar terlelap.

Saat membuka matanya, Taemin tak melihat Songgun. Iapun segera bangkit mencari Songgun meskipun dengan langkah gontai. Taemin mendenger hujannya jatuh semakin vanyqk. Hal ini membuat Taemin tambah khawatir.

‘Dimana dia?’ Langkah Taemin semakin cepat saat ia tak menemukan Songgun diseluruh penjuru ruangan. Taemin mulai berpikiran kalau Songgun pergi keluar rumah membeli sesuatu untuk dirinya. Tapi itu tidak benar.

Taemin menghentikan langkahnya ketika melintasi pintu samping yang terlihat seperti dinding kaca yang bisa digeser. Taemin membulatkan matanya ketika melihat Songgun tengah kewalahan mengambili pakaiannya yang dijemur tadi.

“Hya … Songgun-ah..!!” Taemin segera berlari menerobos hujan untuk bergabung membantu Songgun. Ia segera merebut pakaian-pakaian itu dengan tangan kekarnya dari dekapan Songgun.

Songgun terkejut “yakk.. Taemin~ah … Kenapa kau ..” Belum sempat Songgun menyelesaikan omelannya, Taemin menyeretnya masuk ke halaman teras.

Taemin meletakkan pakaian basahnya dikeranjang yang Songgun simpan didekat pintu. “Aishhh… Tak seharusnya kau basah kuyup seperti ini oh… Kau seharusnya membiarkan kemejaku saja yang basah!!.” Taemin mengeraskan suaranya beradu dengan derasnya hujan dan supaya dapat didengar oleh Songgun.

Taemin mengambil handuk kecil yang berada disandaran kursi santai Songgun dan segera ia memakainya untuk mengeringkan rambut Songgun.

“Mianhae … Ini salahku… Aku seharusnya mengambil pakaian keringmu dulu sebelum pergi ke apotik tadi. ” kata Songgun dengan bibir bergetar

Ya, Songgun selesai dari apotik untuk membeli obat Taemin. Setelah berhasil terbebas dari dekapan Taemin, Songgun benar-benar berlari pergi ke apotik mengingat gerimis mulai turun. Meskipun jaraknya tidak seberapa jauh, tapi Songgun tetap saja hampir kehabisan nafas.

Taemin benar-benar merasa bersalah kali ini. Songgun mungkin sangat kedinginan sekarang.

“Dan kenapa kau malah menyusulku eoh… Kau sudah merasa lebih baik?” Tanya Songgun mengelus perut Taemin lalu kembali menatap Taemin

Taemin sangat membenci dirinya karena mendengar Songgun lebih mengkhawatirkannya ketimbang mengkhawatirkan dirinya sendiri

“Tsk.. Nde seharusnya aku diam saja dirumah dan tak repot-repot bembasahi diriku sendiri.” Meskipun dengan nada dingin, Taemin tetap mengusap bagian-bagian tubuh Songgun yang basah. Sebenarnya hati Taemin sedikit berdesir melihat rambut dan pakaian Songgun yang basah.

“Sudahlah hentikan … Aku bisa sendiri oh” Songgun berusaha menghentikan gerakan Taemin. “Kau juga membutuhkan handuk eh… Akan kuambilkan yang baru .. Kajja masuk”

“Changkkaman..” Taemin menahan bahu Songgun.

“Nde??”

Dengan cepat Taemin mendorong Songgun kearah pintu dan menghimpitnya disana. Tentu saja Songgun tergugup saat Taemin menatapnya intens.

“Mm Mwo…?? Apa yangmmmppt”

Taemin langsung membungkam mulut Songgun dengan bibirnya. Entah apa yang dipikirkan oleh Taemin sekarang, tapi yang jelas ia ingin merasakan bibir basah Songgun yang telah menggodanya dari tadi.

Otak Songgun lumpuh sesaat. Ia begitu terkejut dengan aksi Taemin yang sangat tiba-tiba seperti saat ini. Ia bahkan membiarkan Taemin melingkarkan lengan dipinggangnya

Taemin membuka mulutnya untuk mulai menyesap bibir bawah Songgun. Ia semakin mengikis jarak diantara mereka

Mendapat hisapan dari Taemin membuat otak Songgun kembali bekerja ‘Apa ini?… Ini tidak benar Songgun.. Dorong dia’ perintah akal sehatnya.

Songgun sudah bersiap mendorong dada Taemin tapi gerakannya kembali terhenti saat merasakan tangan Taemin masuk kedalam perpotongan bahu dan leher Songgun untuk mengusap lembut tengkuk belakangnya.

“Eumm” Songgun mengeluarkan desahan pertamanya saat merasakan sengatan geli didaerah tengkuknya.

Taemin yang mendengarnya pun membuka matanya dan melihat Songgun menatapnya sayu. Taemin sungguh ingin merasakan hal yang lebih dari ini.

Begitu juga dengan Songgun, tubuhnya berkhianat dengan kerja otaknya. Meskipun otaknya menyuruhnya untuk menghentikannya tapi tubuh Songgun malah ingin melanjutkannya.

Tangan Songgun yang tadinya berada di dada Taemin kini perlahan merambat naik memeluk tengkuk Taemin. Dan akhirnya Songgun membalas ciuman Taemin.

Merasa gerakan bibir Songgun masih kikuk, Taemin melepaskan hisapannya tapi masih menempel di bibir Songgun. Taemin memberi cela pada bibirnya agar Songgun bisa mengesapnya lebih muda.

Taemin menikmatinya, tapi tangan bebasnya tidak bisa berhenti. Tangannya mulai masuk kedalam kaos basah Songgun dan langsung meraba perut datar yang ada didalamnya.

“Emmmhh” Songgun yang mendesak sontak melepaskan aktifitas bibirnya. Tentu saja Taemin tidak senang. Dengan cepat ia kembali melumat bibir Songgun semakin dalam dan menuntut. Ia mendorong Songgun hingga seluruh punggungnya benar-benar menempel pada dinding.

Jdarrrr.. Kilat kembali menyambar

Keduanya kaget dan otomatis ciuman meraka terputus. Songgun mengerjapkan matanya, bagaimana dia bisa melakukannya disini? Tanya hati Songgun. Songgun bahkn sering membayangkan bahwa ia akan melakukan ciuman pertamanya diatas menara Namsan atau di pinggir sungai Han di musim dingin. Tak pernah terfikirkan bahwa ia akan melakannya di depan teras dan dalam keadaan hujan deras. Ini bahkan sangat payah jika dibandingkan dengan ciuman anak-anak remaja yang biasanya melakukannya di bioskop atau didalam bus ketika jam malam.

‘Benar-benar tidak romantis dan sangat memalukan.’ Arti tatapan Songgun yang bisa dibaca Taemin.

Mendapat tatapan yang menelisik dari Taemin, Songgun menunduk dan menghentikan lamunannya. “Se sebaiknya kita ma mas.. Hya” saat Songgun melonggarkan pelukannya dengan cepat Taemin melingkarkan kedua kaki Songgun di pinggangnya. Tak lupa Taemin menahan punggung Songgun agar tidak jatuh.

Taemin tak banyak bicara, tetap bersikap dingin dan sangat memukau. Tapi yang berbeda kali ini adalah tatapan Taemin mampu membuat pipi Songgun merona merah.

Songgun langsung membuang muka saat merasakan pipinya memanas “jangan pandangi aku seperti itu eoh… Cepat turunkan aku” Taemin tak berniat menjawab masih menatap Songgun

‘Aish seharusnya aku menghentikannya tadi’

Songgun tahu ia masih dipandangi “Yakkk… Kau juga harus berbaring” kata Songgun menegakkan kepalanya dan matanya tak benar-benar fokus kearah Taemin

Taemin menyunggingkan salah satu ujung bibirnya keatas “berbaring ? Baiklah..” Nada Taemin terdengar berkonotasi berbeda dengan arti berbaring yang sesungguhnya. Alih-alih menurunkan Songgun, Taemin malah menahan punggung dan kaki Songgun saat dirinya mulai berjalan masuk.

Songgun menelan luduhnya kasar saat mengetahui ia salah bicara. Songgun bahkan merasa otaknya kali ini tiba-tiba blank. Seharusnya ia bertanya kemana Taemin akan membawanya kan ? Bukan malah diam saja seperti orang bodoh.

Songgun tersadar ketika Taemin mendudukkannya kembali ditengah sofa. Taemin yang tetap menatap Songgun kini tangannya mulai kembali membelai pipi Songgun dan perlahan menyecupinya beberapa-kali. Hingga kecupan itu merambat ke bibir Songgun. Sontak Songgun kembali menutup matanya merasakan dorongan lembut Taemin yang membaringkannya.

“Euhhhh” keluh Songgun saat lumatan Taemin berubah kasar dan lebih menuntut. Taemin membuka mulut Songgun lebih lebar dengan lidahnya yang kini meliuk masuk mnggoda lidah Songgun.

Songgun tentu saja bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Bagaimana membalas aktifitas ini? Selain berciuman, dia memang benar-benar buta dengan sex.

Taemin tahu Songgun kini kebingungan. Ia melepaskan ciumannya “ikuti instingmu emmm” kata Taemin lembut. Songgun bahkan hampir tersedak mendengar itu

Songgun hanya mengangguk dan kembali pasrah saat Taemin memainkan lidahnya lagi didalam mulutnya. Baiklah… Songgun menarik nafas panjang. Ia akan mengikuti instingnya.

Tangan Songgun mulai dikalungkan di leher Taemin dan perlahan lidah Songgun ikut beradu membelit lidah Taemin. Taemin tersenyum merasakan itu, sebagai hadiah untuk Songgun, Taemin mulai merambatkan salah satu tangan bebasnya basuk kedalam kaos Songgun dan segera mencari gundukan daging kembar yang sangat ia idam-idamkan.

“Uhhh” desah Songgun saat Taemin mengelus tepat diatas nipples nya. Bersamaan dengan itu ciuman Taemin merambat turun ke leher jenjang Songgun.

Ingin membalas Taemin, salah satu tangan Songgun turun untuk masuk kecela bathrobe didada Taemin dan segera mengelus nipplenya sama seperti yang Taemin lakukan padanya.

Taemin menghentikan tangan Songgun dan menariknya kembali untuk melingkar dilehernya saja. Gerakan Songgun tadi sangat membuatnya memanas dan itu mengganggu Taemin. Ia tak boleh terangsang dulu kan?

Taemin tak mau Songgun mengerjainya lebih jauh. Masih dengan mulutnya yang memberi hisapan kuat dileher Songgun, Taemin dengan cepat menarik tangannya keluar dan dengan kedua tangannya…

Brettt

Dengan kasar Taemin merobek kaos Songgun menjadi dua. Alhasil kini payudara ramun Songgun terpampang jelas dihadapan Taemin.

Songgun yang tadinya sibuk mendesah dan memejamkan matanya karena menikmati hisapan Taemin, tentu saja langsung membuka matanya kaget.

Taemin menegakkan tubuhnya menghadap Songgun”Akan kuganti dengan kaos yang lebih baik emmm” jawab Taemin enteng. “Aku tak ingin bermain-main lagi”

“Mwoo???”

“Ahhh ahhh ” Songgun kembali meracau keras saat junior Taemin kembali menghujam vaginanya kuat berkali kali dari belakang “deeperr hhhh”

Taemin benar-benar tak ingin bermain-main dengan Songgun. Setelah mengatakan itu, Taemin dengan cepat membuka bathrobenya dan melucuti pakaian Songgun hingga keduanya benar-benar full naked.

Taemin tak perlu berlama-lama melakukan foreplay terhadap Songgun karena jika boleh jujur junior Taemin sudah menegang sempurnya. Ia langsung melakukan tahap inti satu jam yang lalu dan berlanjut hingga sekarang. Bahkan hujan sudah reda.

Plakkk

“Ughhh”

Taemin menampar pantat Songgun dan kemudian meremasnya. Masih dengan gerakan maju-mundur, Taemin memeluk pinggang Songgun dari belakang dengan kedua lengannya.

“Ahh ahhh sst”

“Kau akan keluar lagi emmm” tanya Taemin yang merasakan vagina songgun kembali megetat dan berkedut memijat junior Taemin. Ya Songgun sudah berkali-kali mengalami orgamse sementara Taemin baru sekali.

“Emmmm ndehhh …. Fasterrr emmm” jawab Songgun seadanya yang sibuk menopang tubuhnya dengan lengannya.

“Fuckk you fasterr emmm” Taemin menggoda Songgun dengan dirty talknya. Tangannya kembali meremas payudara Songgun yang menggantung bebas.

“Emm” Songgun hanya mengangguk lemah.

“Like this emmmm?” Taemin membuat Songgun semakin gila saat gerakan tusukannya semakin cepat dikombinasikan dengan gerakan memutar.

Songgun mencengkram sofanya saat Taemin berhasil mengenai G spotnya. “Greattt ohhhh ohh”

Tanpa memutus kontak mereka, Taemin membalik tubuh Songgun agar menghadapnya “mendesah lebih keras uhhh” Taemin semakin kasar memompa vagina Songgun.

“Ahhh Taeminn-ahh… Emmmm” Songgun ikut membantu memaju mundurkan pinggang Taemin agar semakin cepat menusuknya. Ia juga menekan pantat Taemin agar tusukannya semakin dalam.

“Ah … ” Taemin mendongak saat merasakan juniornya dipijit oleh di dinding vagina Songgun yang semakin membengkak

“Uhhhh hampir sampai emmm”

Taemin menambah kenikmatak yang akan Songgun rasakan dengan mngulum kembali salah satu nipple Songgun. Tak jarang ia menggingitnya lembut. Sementara itu juniornya kembali membesar.

“Ahhh Taeminnn ahh ahhha ahh” Songgun sangat tersengal meremas bahu Taemin “aku akannn…”

“Bersama emmm… ”

“AHHH~ TAEMIN…” Songgun merasakan cairannya kini keluar begitu banyak

“AHHH”

Taemin mengecup kening Songgun yang basah oleh keringat “setelah bercinta hingga sejauh ini apa kau masih berniat akan menolak perjodohan kita em..”

Songgun merona dengan nafas masih tersengal. Ia menunduk malu menyembunyikan wajahnya didada Taemin. “Ani” jawab Songgun lirih

Taemin gemas melihatnya.

“Euhhh”

Taemin sedikit menggerakkan juniornya “kau lucu sekali emm”

Songgun kembali menatap Taemin “aku lelah …”

Taemin mengerti, ia juga sebenarnya sangat lelah. Merasa seluruh tulangnya hilang entah kemana

Taemin mengangguk “Aku hanya menggodamu” lalu perlahan melepaskan kontak mereka “tidurlah…” Taemin memberikan lengannya untuk dijadikan bantal oleh Songgun “Saranghae…” Ucap Taemin lembut

Akhirnya ia bisa mengucapkan kata-kata itu dengan lancar. Berbeda dengan satu jam yang lalu saat ia akan menyerang Songgun. Setelah menjelaskan semua alasan kenapa ia tidak berpamitan kala itu, Taemin mengungkapkan isi hatinya dengan lidah yang keluh.

Songgun semakin meringkuk didada Taemin “nado saranghae..”

Seakan tak ingin kehilangan Songgun, Taemin semakin erat memeluk Songgun membawanya semakin menempel dengannya

‘Aku berbohong agar aku bisa mencintaimu..’ kata hati Taemin sebelum ia memejamkan matanya.

END

Regret for Love // Part 20

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : Chia
Genre : Sad, Romance, Thiller, Married life
Rated : PG-17

/ CAST /
Kim Yesung | Choi Minra

Support Cast :
» Choi Siwon
» Choi Minho
» Lee Hyukjae
» Other

Created Cover : Rainadisa @RCFF-Request Cover Fanfiction

ff Yesung by Chia

—Story Begin—

*

*

PART 20

Terduduk ditepi kolam berenang dengan kaki yang tenggelam didalam air, merupakan kegiatan Minra sejak beberapa menit yang lalu. Tepatnya setelah makan malam yang sama sekali tidak begitu ia nikmati, hanya menyuapkan makanan kedalam mulutnya sebanyak 2 sendok. Kemudian setelah itu meninggalkan meja makan dan berdiam diri dibagian belakang rumah.

Mendongakkan kepala guna menatap langit yang kini menunjukkan warna hitap pekat, gelap dan sepi karena tak ada bintang atau pun bulan. Seperti hatinya saat ini, tak ubahnya bagai langit malam tiada cahaya.

View original 5,468 more words

Alone in Love (part 5)

Originally posted on HANA's Kingdom:

Author           : HK (leehana76)

Tittle                : Alone in Love (part 5)

Kategori          : NC–21, Romance, Marriage life, HURT.

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Hana (OC).

View original 5,182 more words

THE Fact —Part 2

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : CHIA
Genre : Romance, Sad, Married life
Rated : PG-17

/ CAST /
Choi Minra
Kim Yesung | Jung Yunho

My blog : http://ourfanfictionbyelf.com
Created cover : Jieun | Korean Cover Fanfiction

Warning !!!

Cerita absurd, gak feel, alur kecepatan, bahasa ambur-adul dan ada beberapa kata yg disingkat karena keterbatasan karakter ponsel. Sorry for typo’s.

FF Yesung

—Story begin—

*

*

Mengamati keadaan Minra saat ini, gadis itu terlihat benar-benar seperti narapidana yg tengah menanti vonis hukuman apa yg akan ia terima karena sudah melakukan suatu tindak kejahatan yg sampai melukai seseorang. Berlebihan memang, tapi hal itu lah yg pantas mendeskripsikan keadaan Minra saat ini. Duduk disofa, kepalanya menunduk dengan tangan yg saling bertaut bergetar hebat. Dalam hati ia mengutuk kebodohannya yg lupa mengeluarkan surat hasil pemeriksaan itu dari dalam tas nya, jika saja ia tidak ceroboh. Mungkin fakta yg ia sembunyikan satu bulan terakhir ini tidak akan terkuak, bisa…

View original 5,488 more words

Pieces of Heart // Part 3 ( END )

Pieces of Heart // Part 2

Originally posted on Chia's Fanfiction:

Author : CHIA
Genre : Romance, Sad
Rated : Pg-17

/ CAST /
Cho Kyuhyun
Shin Eun Hwa | Shin Hye Jeong

My Blog : http://ourfanfictionbyelf.wordpress.com

WARNING !!!

Banyak Typo, ceritanya absurd/gak feel, ada beberapa kata yg disingkat karena keterbatasan karakter ponsel. Sorry buat genre di part 1. Chia mau edit, tapi gak bisa.

Img

—Story Begin—

*

*

Cukup lama mereka saling pandang dengan sorot mata yg berbeda. Kyuhyun menatap Eun Hwa takjub, sementara gadis itu menunjukan sorot mata ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat dan ia kesulitan menelan salivanya, ketika otaknya tertuju pada hal yg sangat ia takutkan dari awal.

Kalau Kyuhyun tau tentang sosok Hye Jeong dibalik topeng itu adalah dirinya. Astaga, tidak. Ia yakin Kyuhyun pasti tidak akan mengenalinya. Tapi dari semua yg Kyuhyun ucapkan menunjukan sekali kalau ia sudah mengetahui siapa sebenarnya Shin Hye Jeong.

View original 5,360 more words

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,195 other followers

%d bloggers like this: