What If You As Me

Author : Park Hyunrye

Chapter: One Shoot

Cast : Shim Changmin, Park Hyunrye

Cameo : Shim Minrye


#Changmin POV#

“Hyunrye-ah!!” teriakku yang berada di bawahnya. “Hentikan itu, apa yang akan kau lakukan dengan tubuhmu ini?” mataku terbelalak melihat tubuhku polos tak berpakaian.

“Diam kau!!” Hyunrye memalingkan wajah dirinya yang berisikan jiwaku. “Aku sudah tidak peduli lagi dengan semuanya.” Katanya lagi sambil menciumi tubuhnya dengan ganas.

“Hentikan!!” aku kembali berteriak. “Apa kau sudah GILA??” aku berusaha mendorong tubuhnya yang menindih tubuhku kini. “Kau akan rugi jika melakukan itu pada tubuhmu ini.” Lanjutku memperingatkannya.

“Biar saja, aku sudah tidak peduli dengan semua itu.” Kata Hyunrye semakin ganas mencium tubuhnya sendiri. “Kalaupun terjadi apa-apa pada tubuhku itu, aku sudah siap menanggung semuanya.” Hyunrye sudah kehilangan akal pikirannya.

Tubuh Changmin yang berisikan Jiwa Hyunrye semakin ganas menyetubuhi tubuh Hyunrye yang berisikan jiwa Changmin. Hyunrye yang sudah kehilangan akal pikirannya akibat rasa kesal yang dia timbun selama ini, hari ini semuanya akan terbayar dengan memperlakukan Changmin sebagai istrinya. Changmin yang sudah selama satu minggu ini mendekam di dalam tubuh Hyunrye tak kuasa melawan Hyunrye yang berada di dalam tubuhnya. Walau Hyunrye adalah wanita yang tinggal di dalam tubuh seorang pria, namun kekuatan tubuh pria itu tidaklah pudar sedikitpun. Memang aneh, namun itulah kenyataannya saat ini.

Semakin dalam kecupan yang di lancarkan Hyunrye pada Changmin. Hasratnya yang terpendam selama ini dia curahkan sepenuhnya hanya untuk suaminya yang selalu saja mengabaikannya itu.  Tanpa adanya basa basi Hyunrye terus saja mencium, menjilat seluru tubuhnya dengan membabi buta. Seakan tidak sadarkan diri, Hyunrye sudah seperti kemasukan setan saja saat ini.  Dia mengulum bibirku, memasukkan lidahnya dan menyapu langit-langit mulutku. Rasa hangat itu menjalar keseluruh tubuhku kini. Aku merasakan perasaan yang aneh berdesir dihatiku. Entah apa yang aku rasakan, aku tak dapat menjelaskannya bahkan untuk diriku sendiri saat ini. Tanpa aku sadari desahan itu keluar dari bibirku begitu saja tanpa permisi. Terus masuk kedalam rongga kerongkonganku, lidah itu membuat nafasku terasa sesak.

“Em— Leeep…aaaassss…kkaaannn.” Aku mendesah sambil berusaha berontak dari cengkraman tangan Hyunrye saat ini. “Aaackkkkhh…. Jaaaa…nnngggaaannn!!!” dia mencumbu leherku dan membarikan tanda disana.

“Hari ini akan aku selesaikan semuanya.” Dia menatapku tajam saat berhenti menciumku. “Aku sudah tidak tahan dengan semua sikapmu selama ini, mungkin inilah saatnya aku melampiaskannya padamu.” Lanjutnya dan kemudian kembali menggumuli tubuh yang tak berdaya ini.

Aku sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi di saat seperti ini, disaat aku bukanlah menjadi diriku sendiri. Aku tidak ingin hal yang lebih menyakitkan akan terjadi nantinya, aku sudah cukup menderita berada di dalam tubuh sempit milik istriku ini. Aku tidak mau lebih lama berada  disini, rasanya saat ini aku ingin teriak pada Tuhan agar segera mencabut nyawaku dan membawanya pergi, namun sungguh sangat disayangkan aku tak mampu berbuat itu saat ini. Hyunrye terlalu kuat untuk aku lawan dengan tubuh mungil seperti ini.

Perlahan namun pasti, Hyunrye melucuti pakaian yang membalut diriku. Begitu terburu-buru hingga dia melemparnya kesembarang tempat. Polos, tubuhku kini tak berpakaian bahkan selembar benang pun tak ada yang menempel di kulitku. Hyunrye memilin nipple ku bergantian, digigitnya sesekali dan mengulum penuh. Aku yang tak berdaya ini hanya dapat meremas kain putih penutup kasur yang mengalasi diriku. Hyunrye memajukan dirinya dan secara paksa membuka mulutku lalu berusaha memasukkan junior milik tubuhku. Aku beontak dengan menggelengkan kepalaku dan tamaran keras itu kemudian bersarang dipipiku. Panas dan perih rasanya dikulit pipiku, dia sungguh memanfaatkan tubuhku untuk melakukan hal ini. Aku malu pada dirku sendir, kenapa ini harus terjadi pada diriku?

“Cepat buka mulutmu, apa kau ingin aku tampar lagi?” sorot mata dari jiwa Hyunrye yang besemayam di dalam tubuhku begitu kejam terlihat, bahkan saat ini aku merasakan aura yang begitu menyeramkan akan menyergapku jika aku tidak melakukan perintahnya. Perlahan aku membuka mulutku dan dirinya dengan sigap seger memasukkan junior itu kedalam mulutku.

“Lakukan!! Cepat lakukan!!” katanya sambil menatapku tajam. “Apa aku perlu menamparmu lagi HAH?” teriaknya penuh kemarahan. Aku terpaksa melakukan apa yang dia inginkan. Aku mengulum milikku itu dengan perasaan jijik tak dapat ku jelaskan. Rasa ingin muntah namun aku tak sanggup melawan. Kujilat mulai dari ujung dan perlaan Hyunrye memasukkannya lebih dalam. Membuatku sedikit sesak namun aku terus melakukannya. Terlihat sekilas, diriku yang berisikan jiwa Hyunrye begitu menikmati apa yang aku lakukan. Selama aku menikah memang aku tidak pernah melakukannya bersama dengan Hyunrye karena kesibukanku dengan pekerjaan. Aku tidak tahu kalau jadinya akan seperti ini, apa yang terjadi dengan tubuhku itu saat ini aku  tidak tahu mengapa. Namun aku merasakan sesuatu berdenyut di dalam mulutku kini, dan seketika cairan kental keluar memenuhi mulutku. Begitu banyak yang keluar dari milik ku itu sampai aku tak mampu menampungnya. Semua luber keluar dari dalam mulutku dan membasahi pipi.

Tanganku yang terkekang tak mampu menyapu sisa cairan itu yang telah membasahi sebagian wajahku kini. Tubuhku yang berisi jiwa Hyunrye hampir saja terjatuh menimpa diriku kini, namun dia menahan dirinya. Sambil mengatur nafasnya yang begitu menderu diatas wajahku dia melihatku sekilas dan menyunggingkan senyum pada diriku yang berlumuran cairan kental putih yang keluar tadi. Tak dapat aku simpulkan dengan benar arti senyumannya itu, namun satu hal yang membuat hatiku yakin satat ini pasti Hyunrye akan melakukan hal yang lebih parah lagi dari apa yang telah dia lakukan tadi padaku.

“Cukup!!” kataku memcoba menghentikannya. “Jangan dilanjutkan lagi, aku tidak ingin tubuhku itu ternoda lebih dari ini, sudah cukup!” lanjutku memperingatkannya.

“Kau memang egois Shim Changmin.” Hyunrye mengerucutkan bibirku dengan tangannya. “Jaga mulutmu itu, sekarang aku yang berkuasa jadi ikuti saja perintahku. ARASO!!!” penekanan kata yang begitu mendalam itu membuat diriku tak dapat berkata apapun, memang kini dialah yang berkuasa atas tubuhku.

Hyunrye yang menggunakan tubuhku kini mencium bibirku yang telah berlumuran cairan kental yang keluar tadi tanpa adanya rasa jijik terlihat sedikitpun. Dengan penuh nafsu dia terus dan terus saja mengerayangi tubuh ini, tak dapat kutahan lagi, semua perlakuannya membuat ku tak berdaya. Desahan demi desahan kini terlontar begitu saja dari dalam mulutku. Aku sudah tidak sanggup menahan semua perlakuan itu untuk tubuh ini. Rasanya semua sentuhan itu sanggup menyihirku untuk tak memikirkan apa dan siapa diriku ini, dimana dan apa yang terjadi pada diriku kini seakan sirna begitu saja saat lidahnya membelai milik Hyunrye yang tubuhnya aku semayami ini. Jilatan itu membuat diriku melayang dan kehilangan kesadaran. Aku semakin kuat meremas sprei putih yang mengalasi tubuhku. Aku lupa diri, tak mampu lagi menahan rasa yang begitu menggoda ini. Tanganku yang sudah mulai terlepas, mencengkram kuat punggung indah yang selalu aku banggakan dulu. Tubuhku yang indah dan bidang itu kini mulai aku cakari perlahan saat jari jemari ku masuk kedalam milik Hyunrye yang aku huni saat ini.

“AAAAKKKKHHH!!!” teriakku saat Hyunrye memasukkan junior itu kedalam miliknya. Aku tidak tahu rasanya akan sesakit ini. Rasa perih akibat jemarinya saja masih terasa diliangku, kini sudah berganti dengan rasa yang lebih menyakitkan. “Oh Tuhan, inikah hukuman Mu untuk diriku yang selalu mengabaikannya??” tanpa terasa aku menitikkan air mata.

Tubuhku itu secara beraturan naik turun dan menggoyangkan pinggulnya bagaikan mengikuti irama saja. Rasa nikmat yang terasa di dalam milik Hyunrye yang ku tempati ini begitu aneh saat guncangan demi guncangan aku rasakan. Milikku itu terus saja menghujam masuk, dalam bahkan lebih dalam lagi. Rasa sakit yang tiada tara itu seakan merobek-robek dinging pertahanan yang kubuat. Aku sudah tak sanggup lagi menahan rasa aneh yang begejolak dengan sendirinya ini. Tubuh Hyunrye yang berisikan jiwaku ini seakan tidak lagi memenuhi perintahku untuk tidak merasakan dan menolak semua aksi Hyunrye padaku. Tubuh ini sudah tak mampu lagi bertahan akan apa yang dilakukan tubuhku. Hyunrye melukai tubuhnya menggunakan tubuhku, dia melakukan hal seperti ini dengan sangat kasar dan sangat tidak memperdulikan tentang tubuhnya yang aku pakai saat ini. Sedangkan tubuhku yang sudah penuh dengan peluh itu terus saja naik turun diatas tubuh ini.

“Ooouuuggghhh!!!” tak kuat menahan perlakukan Hyunrye padaku, akhirnya aku mengeluarkannya juga tanpa meminta izin terlebih dahulu padanya. Terlihat wajah tidak senang itu lagi terukir begitu jelas saat dia berhenti melakukan aksinya. Aku tak dapat menatap mata itu, mata kemarahan dan penuh amarah itu begitu menyeramkan, bahkan lebih menyeramkan dari film hantu yang pernah aku tonton. Dalam hatiku, aku hanya dapat berkata ‘miane’ untuk apa yang aku lakukan barusan.

“Siapa yang menyuruhmu untuk mengeluarkannya lebih dulu?” Hyunrye membuka suaranya. “Dasar Pria tidak tahu diri!! DASAR EGOIS!!” teriaknya dihadapanku, kali ini bukan tatapan seram itu yang aku lihat malah sorot mata yang sangat jijik diriku, sepertinya dia menandakan diriku ini tak berguna dan kotor baginya.

Tubuh ini lemah dan tak berdaya. Rasa lemas itu tak dihiraukan oleh Hyunrye dia malah dengan seenaknya mempermainkan tubuhnya sendiri ini dengan sesuka hatinya. Dan tubuhku yang dipakainya untuk menyiksa itu juga tidak dia perdulikan, dia hanya ingin menuntaskan  tmaksudnya saja untuk membuat tubuhnya ini rusak. Aku tidak dapat mengerti apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran Hyunrye saat ini. Seminggu ini aku sudah banyak menderita dengan tinggal di dalam tubuhnya ini. Berat rasanya menggunakan tubuh ini, aku tak sanggup dengan semua yang aku hadapi setiap harinya.

“Akkkkhhhh….” Akhirnya tubuhku itu tumbang menimpa tubuh Hyunrye ini. Aku tidak tahu kalau tubuhku itu ternyata sangat berat terasa saat ini. Hyunrye sudah mencapai puncak kenikmatannya. Dia mengeluarkan cairan milikku itu di dalam holenya. Deru nafasnya begitu terasa, detak jantungnya seakan berdetak bersamaan dengan detak jantungku saat ini. Aku merasakan sebah kepuasaan yang Hyunrye dapatkan saat ini. Tubuhku itu akhirya bergeser dar tubuh Hyunrye yang mungil ini, aku fikir dia sudah selesai setelah melukai tubuhnya ini sekali. Namun ternyata aku salah, setelah mengatur nafasnya dia kembali bangkit dan rasa yang sama seperti sebelumnya kini aku alami lagi… lagi…lagi.. dan lagi.

——————————————–

#Hyunrye POV#

Sudah lebih dari tiga bulan berlu sejak kejadian malam itu. Aku mulai terbiasa dengan tubuh Changmin ini. Awalnya memang menyusahkan untuk menyesuaikan diriku dengan kehidupan Changmin yang selalu padat di sana sini, mulai dari bekerja sampai dengan kehidupan malamnya yang ternyata begitu menyita banyak waktu. Aku baru mengetahui, ternyata selama ini tempat pelampiasannya untuk menjauh dari diriku adalah club malam. Bersama dengan teman-temannya dia selalu menghabiskan waktunya.

Selain pekerjaan dan juga kehidupan malamnya, aku juga mulai terbiasa dengan tubuh ini untuk begumul dengan Changmin yang memakai tubuhku itu. Aku mulai menikmati tiap kali menyentuhnya dan mendapatkan kenikmatan itu dengan caraku sendiri. Mungkin jika orang lain tahu akan keadaan kami yang sebenarnya, orang itu akan menganggap kami ini gila. Tapi itulah yang terjadi dalam rumah tangga kami saat ini. Aku tidak mau lagi menyangkal semua hal yang aku rasakan saat ini. semenjak pertukaran jiwa kami, perlahan aku mulai berubah, aku mulai menjadi lebih egois sejak berada di dalam tubuh Changmin.

Aku dapat bebas melakukan apapun yang aku mau dengan tubuh Changmin, namun tidak bagi Changmin yang terperangkap dalam tubuhku. Jika dibilang pembalasan itu lebih kejam, mungkin itu yang aku lakukan pada Changmin saat ini. Aku tidak mengizinkan selangkahpun dia keluar dari dalam rumah kami ini, aku mengurungnya di dalam rumah yang luas ini sendirian. Sejak awal kami menikah, kami sama sekali tidak mempekerjakan pembantu. Dan rumah pemberian orang tua kami ini begitu luas untuk sepasang pengantin baru, dan yang disayangkan lagi, rumah ini juga jauh dari yang namanya tetangga, jadi dengan begitu kekejaman akan balas dendam diriku terbalaskan sudah. Tak ada yang bisa Changmin lakukan di dalam rumah yang luas itu, aku tidak memberikan dia fasilitas apapun untuk berinteraksi dengan orang luar, penjagaan rumah ini juga sangat ketat. Dengan teknologi yang berkembang saat ini aku mampu memantaunya selama aku berada diluar rumah.

Terkadang aku merenung, permohonan gilaku saat aku merasa sangat tertekan waktu itu membuat dirku kini berbeda. Permohonan yang telah dikabulkan oleh Tuhan ini sempat membuatku frustasi awalnya, begitu juga dengan Changmin. Kami sama-sama tidak menginginkan hal ini terjadi, namun permohonan ini sudah terkabul dan apa mau di kata semua hal yang sudah terkabul ini harus kami jalani, walau hanya setengah hati.

————————————

HOEEEKK…HOOOOEEKKK!!!!

Aku berlari mencari suara yang mengganggu konsentrasiku dalam bekerja itu. Aku berhenti di depan kamar mandi dan kemudian mengetuk beberapa kali pintu kamar mandi itu, namun tidak ada jawaban. Malah suara muntan itu semakin menjadi. Ada rasa cemas menyelimutiku sesaat namun rasa egoisku jauh lebih aku pentingkan dan dengan tetap berdiri di depan kamar mandi itu aku menunggu Changmin keluar.

“Kau kenapa?” tanyaku saat melihat Changmin keluar dari kamar mandi. “Apa kau sakit?” lanjutku yang mulai maju menghampirinya ingin memeriksa keadaannya.

“Singkirkan tanganmu itu dariku.” Changmin menghempaskan tanganku yang hendak memeriksa keadaannya. “Jangan pernah sentuh aku lagi.” Katanya tajam menghujam hatiku.

“Kau itu kenapa? Aneh sekali?” aku menanggapinya tidak mengerti. “Terserah! Kau mau sakit atau tidak aku tdak perduli, urus saja tubuhmu itu sendiri.” Kataku yang kemudian mulai beranjak dari hadapannya.

“Aku Hamil.” Kata-kata Changmin menghentikan langkahku. “Sudah 4 minggu.” Lanjutnya membuatku menoleh kembali melihatnya lekat.

HAHAHAHAHAHAHA….

Aku tertawa sambil menatapnya. Aku tidak dapat menahan rasa lucu mendengar perkataan Changmin barusan, apa yang dia katakan bagaikan lelucon lucu luar biasa yang mampu mengocok perutku sampai tidak bisa berhenti tertawa seperti ini. Aku sungguh tidak dapat percaya dengan apa yang dikatakan Changmin tadi. Aku akui, aku memang senang melakukan hal ‘itu’ padanya. Awalnya hanya untuk balas dendam karena semenjak mengucapkan janjinya di altar dan menciumku sebagai symbol resminya pernikahan kami, dia tidak pernah menyentuhku lagi. Bukan hanya tidak cinta, tapi jauh melebihi hal itu. Dia menganggap diriku ini adalah ‘SANG PEMBAWA SIAL’. Sebelum pernikahan itu terjadi, kedua orang tuaku dan Changmin mengalami kecelakaan saat ingin menemui diriku yang pada saat itu sedang melakukan studi di Jerman untuk gelar Master ku. Dan yang selamat saat itu hanya tersisa umma Changmin saja, sejak saat itulah dia begitu memandang rendah diriku ini.

“Kenapa kau tertawa?” Changmin melihatku aneh. “Seharusnya kau itu bersedih, karena saat ini tubuhmu sedang mengandung!” lanjutnya menjelaskan.

“Untuk apa aku bersedih?” jawabku padanya angkuh. “Yang seharusnya bersedih itu dirimu, karena kau akan mengandung selama 9 bulan kedepan dengan semua hal yang tidak akan pernah kau perkirakan sebelumnya.” Aku memberitahukannya.

“Semua itu salahmu!” dia berteriak di hadapanku. “Sudah ku bilang untuk tidak melakukan itu dari awal, kalau sudah begini aku yang tersiksa!!” lanjutnya mulai menyalahkan diriku.

Aku menatapnya tajam. “Tersiksa? Kau bilang tersiksa?” aku mulai mendekatinya. “Apa kau tahu rasanya tersiksa HAH?” bentakku padanya membuatnya tertunduk. “Apa kau pernah merasakan penantian yang tidak kunjung berkhir, apa kau pernah merasakan bagaimana rasanya tidak di perhatkan oleh orang yang diharapkan bisa membuat dirimu nyaman? Apa kau pernah merasakan bagaimana rasa sakit di dalam hatiku tiap kali kau memandang diriku dengan pandangan menjijikanmu itu? Apa pernah kau menganggapku ini benar-benar istrimu? APA PERNAH KAU MERASAKAN ITU???” emosiku tak terkendali lagi.

Aku membentaknya dengan seluruh emosi yang meluap saat itu juga. Hatiku yang sudah tidak mampu menampung kekesalan akan perkataan itu membuatku kalap. Aku pergki meninggalkan Changmin yang berdiri mematung. Rasa ketidak perdulian dan egoisku ini sudah tak dapat ku bendung lagi. Aku menghempaskan tubuhku di sofa besar di dalam ruang kerja rumahku. Desah tarikann nafasku bisa kurasakan begitu menderu, semua kekesalanku terlampiaskan begitu saja setelah sudah beberapa bulan ini tidak pernah muncul, namun hari ini hal itu bangkit lagi kepermukaan.

“Oh Tuhan! Apa yang aku lakukan tadi?” kedua telapak tanganku mengusap wajahku, aku mulai bingung dan kalut saat ini. Pikiranku menerawang jauh, aku takut jika Changmin akan melakukan hal-hal aneh dan nekat akan bayi yang dikandungnya. “Tidak.. aku tidak boleh membiarkannya, aku harus berbuat sesuatu.” Aku beranjak dari dudukku dan menyambangi meja kerja kemudian memutar nomot telepon seseorang dengan telepon yang berada di atas meja kerja itu.

Dengan mengatur sedikit nada bicaraku, aku menelpon umma Changmin untuk memberitahukan berita gembira ini padanya. Secara manusiawi, anak yang di kandung Changmin saat ini adalah cucunya juga, jadi dengan kata lain aku harus memberitahukan hal ini pada beliau. Teleponku mulai tersambung saat umma mengangkat telepon rumahnya, aku dengan sedikit basa basi berbicara padanya dan kemudian setelah merasa cukup aku pun memberitahukan maksud sebenarnya aku menelpon beliau. Umma sangat senang menerima berita itu, dia bahkan memberikan diriku selamat dan dia merasa bangga pada diri anaknya karena sudah berhasil membuat menantunya itu mengandung. Rasanya aku ingin menangis mendengar semua perkataan umma, andai dia tahu apa yang terjadi pada kami saat ini. Mungkin bukan pujian dan kata selamat yang dia berikan. Tak lupa akan maksudku semula menelponnya, aku langsung meminta umma untuk tinggal bersama kami, karena aku tidak mau Changmin yang sedang mengandung itu berbuat yang aneh-aneh pada bayi yang dikandungnya. Dan tentu saja umma dengan senang hati menerima ajakanku itu. Kini semua masalahku menjadi sedikit ringan.

Dalam hitungan bulan kini usia kandungan Changmin sudah menginjak delapan bulan, dia yang dijaga oleh ummanya sendiri terlihat sangat nyaman menghadapi kehamilannya. Sedikit merepotkan ternyata hidup dengan orang hamil, begitu banyak maunya. Terkadang Changmin mencuri kesempatan untuk mengejaiku dengan permintaan anehnya, namun aku berusaha besabar akan hal itu mengingat keberadaan umma yang saat ini tinggal besama dengan kami. Tidak sia-sia aku meminta umma untuk menjaganya. Jujur saja aku ini sama sekali tidak berperasaan pada Changmin, di sela kehamilannya aku masih saja menindasnya. Sesekali aku memintanya untuk melanyani diriku yang saat itu mabuk berat. Beruntung saat itu umma tidak mengetahuinya.

“Ya! Pabo! Kenapa kau diam saja disana?” umma melihatku termenung di pinggir pintu saat aku melihat keakraban umma dan anak yang sedang tersenyum. “Cepat kemari!” serunya menyuruhku mendekat.

“Waeyo umma?” tanyaku pada orang yang sudah aku anggap sebagai ummaku sendiri.  Aku duduk dihadapan Changmin dan umma nya.

“Changmin-ah…” aku sedikit begidik saat umma memanggil diriku dengan nama anaknya itu. “Sebentar lagi anakmu akan lahir, kau harus siap sedia setiap saat.” Aku hanya menganggukkan kepala sambil menopang daguku dengan kedua tangan yang bersilangan pada sisi jarinya. “Ingat kau harus menjaga menantu umma dengan baik, awas kalau ada apa-apa dengan menantu umma, tidak akan umma ampuni dirimu.” Lanjutnya memperingatkanku.

Sekilas aku memandang Changmin yang berada di dalam tubuhku menatap ummanya dengan lekat. Aku yakin dia pasti sedang membatin dengan apa yang dikatakan umma nya barusan pada diriku. Seharusnya dialah yang mendapatkan nasehat itu dari awal, bukan diriku. Raut wajahnya berubah seakan hendak menangis, namun dengan sekuat tenaganya dia menahannya. Aku tak mungkin membiarkannya, ku dekati Changmin dan duduk di sebelahnya. Sambil merangkul dan mengelus benih cinta yang aku tanamkan di dalam tubuhnya, aku mengecupnya dan bekata ‘akan menjaganya sepenuh hati, dan tidak akan meninggalkannya’ dihadapan umma. Senyum penuh kebahagiaan tergambar jelas di wajah umma, dan aku harap Changmin bersedia pula membuka pikiran dan hatinya untuk diriku.

——————————–

Changmin merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Sebelah tangannya mengguncangkan tubuhku yang tertdur disampingnya. Aku yang merasa terganggu, mau tidak mau bangun dari tidurku yang lelap tadi.

“Wae?” tanyaku sambil mengosok-gosok mataku yang masih terasa berat karena kantuk. “Ada apa? Sudah pagikah?” lanjutku bertanya sambil menatap Changmin yang sedang menggigit bibir bawah tubuhku.

“S—sakit!!” katanya lirih. “Perutku sakit.” Lanjutnya merintih.

“Mwo?” aku menanggapinya acuh tak acuh, seakan tidak perduli. “Apa bayinya menendang perutmu lagi?” tanganku langsung memegang perut Changmin saat ini.

Dia tidak menjawab perkataanku, malah meringis kesakitan. “AAAKKKKHHHH….HYUNRYE-AH… SAKIT!!!” teriaknya meremas tanganku kuat. “Sakit sekali Hyunrye!!! Aku tidak tahan!” jeritnya penuh rintih kesakitan.

Aku langsung tersadar dari rasa kantukku, ku lihat Changmin yang benar-benar kesakitan dihadapanku. Dia meremas tanganku dengan sekuat tenaga, ingin rasanya aku beteriak ‘sakit’ sepertinya saat ini. Remasan tangannya tak dapat kupungkiri membuat diriku kesakitan saat ini. Dia terus saja merintih kesakitan diatas ranjang kami, aku yang sudah siap sedia untuk saat seperti ini langsung membawa Changmin kerumah sakit yang sudah aku persiapkan untuk kelahiran anak kami. Sesampainya dirumah sakit aku terus saja mendampingi Changmin yang terus saja merasakan kesakitan. Dia tidak henti-hentinya mengeluh kesakitan sambil terus saja memegang tanganku sekuat tenaganya.

“Sakit!!! Hyunrye-ah… SAKIT!!!” dia memanggil namaku dihadapan dokter dan suster yang menangani kelahirannya. “AAAAAAKKKKHHHH… huh..huh…huh…” dia mengatur nafasnya sesuai perintah dokter.

Kontraksinya semakin menjadi, Changmin terus merintih tak henti. Dan yang membuat aneh sekelilingnya dia menyebut nama diriku dihadapan semuanya. Tentu saja aneh, dalam benak Dokter dan juga suster, Hyunrye itu adalah dirinya yang sedang melahirkan saat ini. Tidak biasanya, seorang wanita yang akan melahirkan memanggil namanya sendiri? Seharusnya dia memanggil nama suaminya. Tapi dalam kasus kehidupanku dengan Changmin semua itu tidaklah menjadi persoalan lagi saat ini, aku sama sekali tidak peduli lagi dengan tanggapan dokter atau suster nantinya.

“Tahan Changmin-ah!!! Kau pasti kuat, sebentar lagi.” Kusemangati Changmin yang mengerang mendorong anak kami untuk keluar dari dalam rahim tubuhnya saat ini. “Kau pasti bisa!! Bertahanlah!!” ku terus memberinya semangat.

Tidak tega, aku tidak tega melihat Changmin kesakitan lebih dari ini. Lengaku sudah penuh dengan cakarannya ini mungkin tidak sebanding dengan penderitaan yang dirasakan Changmin saat ini. Aku tidak sanggup lagi melihat dia berteriak memanggil namaku dengan penuh kesakitan seperti itu, benar-benar kejam diriku ini membuat permohonan gila itu. Terlebih lagi sudah memperlakukan diri Changmin bagaikan seorang tahanan yang telah melakukan kesalahan paling fatal dalam hidupku. Aku sungguh kejam Tuhan.

“Hentikan kesakitan dia Tuhan, Aku tdak ingin melihat dia seperti ini.” Aku memohon dalam hati sambil menggenggam tangan Changmin. “Kembalikan Jiwanya ke tubuhnya Tuhan, biar aku yang menggantikan dirinya merasakan sakit ini Tuhan!!” aku terus saja memohon dan terus memohon. “Ku mohon Tuhan… KU MOHON!!” semakin kencang ku meramas tangan Changmin.

Changmin berteriak keras, Suara bayi kami kini terdengar menggema mengisi ruangan persalinan. Bayi kami telah lahir kedunia ini dengan selamat. Desah nafas Changmin yang menderu begitu keras terdengar di telingaku. Dia sudah sekuat tenaga melahirkan anak kami, dan tiba-tiba rasa pening dikepalaku menyergap terasa begitu menyakitkan, bagaikan terkena pukulan yang begitu telak aku pun terjatuh tak sadarkan diri lagi dihadapan yang lain.

————————————

“Ah.. anda sudah sadar tuan Shim?” Changmin hanya dapat terdiam menatap dokter yang memanggil namanya. “Rupanya anda takut dengan darah. Tidak apa-apa, sebagian suami memang seperti itu saat melihat darah istrinya melahirkan.” Dokter itu tersenyum dan kemudian memberitahukan kalau Hyunrye istri Changmin berada di kamar sebelah.

“Baiklah, kalau begitu sekali lagi selamat anda sudah menjadi ayah sekarang.” Kata dokter itu tersenyum. “Saya harus memeriksa pasien yang lain. Saya permisi tuan Shim.” Lanjutnya yang kemudian meninggalkan Changmin yang hanya dapat tersenyum melepas kepergian dokter yang membantu dirinya melahirkan.

Changmin merasa aneh dengan apa yang dikatakan dokter, kenapa dokter itu tahu kalau dirinya ini adalah Changmin. Merasa tidak percaya dengan apa yang dipikirannya, Changmin lalu terduduk dan melihat dirinya sendiri, dia tercengang mendapatkan dirinya dan jiwanya telah kembali ketempat semula. Dia juga tidak merasakan rasa sakit lagi saat ini. Digerakkan tubuhnya, dengan rasa bahagia dia melompat-lompat, tanpa sadar ada sepasang mata yang memperhatikannya.

“Ya!! SHIM CHANGMIN!!” suara umma menghentikan lompatan Changmin. “Apa yang kau lakukan Hah? Bukannya melihat istri dan anakmu, malah melompat-lompat disini.” Kata Umma langsung membuat Changmin tak berkutik. “Palli!! Kenapa malah diam disana? Dasar anak pabo!!” umma memarahi Changmin dan memukul kepalanya.

Akhirnya Changmin yang telah mendapatkan tubuh dan jiwanya kembali dalam kesatuan yang utuh melihat diriku yang terbaring di samping anak perempuan kami yang begitu mungil dan masih merah itu. Setelah aku tersadar, Changmin langsung memeluk diriku dan meminta maaf atas perlakuan dirinya dan begitu juga diriku. Umma mungkin tidak mengerti, namun aku sempat melihat senyum di wajahnya.

————————————

#Changmin POV#

“Berhenti Minrye… berhenti!!!” terdengar suara Hyunrye, dia pasti sedang sibuk mengejar anaknya yang berlarian kesana kemari. “Cepat kemari, pakai bajumu sayang!!” teriak Hyunrye.

Minrye, anak perempuan kami yang sudah berumur lima tahun itu semakin hari semakin membuat kami kerepotan akan semua tingkahnya. Dia selalu saja berlarian kesana-kemari, entah tidak mau makan, tidak mau mandi, tidak mau pakai baju atau ketidak mauannya yang lain. Namun dia begitu menggemaskan bagi kami berdua, dialah yang selalau menenangkan kami disaat emosi kami sedang tinggi, dialah belahan hati kami dan dialah harta berharga yang kami punya di dunia ini.

“Aish!! Minrye-ah.. kau mau membuat umma mu ini kehabisan nafas ya?” Tanya Hyunrye dengan nafas yang tidak beraturan. “Cepat turun, pakai bajumu sayang, nanti kau bisa sakit. Ayo cepat sayang.” Lanjutnya yang mulai membujuk Minrye turun dari gendonganku saat ini.

Minrye mempererat dekapannya padaku, mengisyaratkan kalau dia tidak ingin menuruti perintah ummanya. “Sudah, biar appa yang pakaikan.” Akupun tersenyum menatap putri kecilku itu dan kemudian menurunkannya. “kemarikan bajunya.” Pintaku pada Hyunrye dan kemudian aku memakaikan Minrye pakaiannya. Selepas itu dia kemudian kembali berlari setelah mengecup pipiku dan Hyunrye.

“Hah.. anak itu semakin hari semakin nakal saja.” Hyunrye berkeluh kesah dihadapanku. “Tapi jika sudah berada di dekatmu dia pasti bisa menurut.” Lanjutnya seperti memuji diriku.

Aku yang sedang memasak saat ini tidak terlalu memperdulikan pujian itu, hanya tersenyum dan melanjutkan kembali kegiatan memasakku saat ini. Dalam hati aku berkata ‘sudah pasti dia menurut pada diriku, aku ini yang melahirkannya’ sambil tersenyum aku melirik Hyunrye. Kehidupan kami saat ini sudah jauh berbeda, kami berdua kembali kepada kehidupan normal kami sebelumnya. Aku kembali mendapatkan tubuh dan jiwaku begitu pula dengan Hyunrye. Kami berdua juga sudah saling menyayangi satu sama lain, tidak ada lagi paksaan atau kekerasan yang terjadi diantara kami berdua, walaupun ada itu hanyalah bumbu-bumbu cinta kami saja.

“Jagya, kau masak apa hari ini?” Tanya Hyunrye yang sedang membuka tutup panci masakanku. “Sepertinya enak, boleh aku cicipi?” Hyunrye terlihat begitu antusias.

“Chakkamanyo!” aku menyendokkan kuah sup yang kubuat dan kemudian menyuapinya. “Bagaimana rasanya, enak tidak? Aku belajar dari resep umma dulu.” Tanyaku pada istriku yang kini terdiam dihadapanku.

“Rasanya…” aku menunggu penuh harap Hyunrye mengatakan kata ‘enak’ untuk masakanku kali ini. Sudah berkali-kali aku memasak namun tetap saja tidak pernah berhasil, walau yang mengajari itu ummaku sendiri.

“Hoeeekkk!!” Hyunrye langsung menutup mulutnya seketika itu juga.

“Wae?” aku menatapnya penasaran “Masakkanku tidak enak lagi ya?” aku langsung bertanya padanya.

“Anio, masakanmu enak.. tapi aku tidak tahu… Hoooeekkk!!!” dia menutup mulutnya lagi. “E— rasanya mual sekali… aku ingin muntah!! Hyunrye berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya saat ini.

“Jagya kau tidak apa-apa kan?” tanyaku khawatir. “Apa kau sakit? Wajahmu jadi pucat begitu?” aku benar-benar khawatir melihat istriku.

Dia tersenyum setelah membasuh mulutnya. “Gwenchana!! Aku sama sekali tidak sakit.” Jawabnya membuatku penasaran.

“Kalau kau tidak sakit, kenapa muntah seperti itu?” aku tidak mengerti dan sedikit berfikir saat tangan Hyunrye menarik tanganku mengarah pada perutnya. “HEH!! JOENGMAL??” aku berteriak saat mengerti maksudnya.

“Sudah dua minggu.” Hyunrye membuka suaranya tampak malu-malu.

Aku langsung memeluknya erat. Tak dapat aku sangka kalau sekarang aku akan dikaruniai lagi seorang bayi. Benih cinta tanpa adanya rasa paksaan, tertindas dan balas dendam di dalamnya. Tuhan memang selalu tahu bagaimana memberikan kebahagiaan bagi orang yang selalu menyayangi sesamanya. Aku mengecup kening Hyunrye dan kemudian sedikit tertawa.

“Kenapa tertawa begitu?” Hyunrye penasaran. “Apa ada yang lucu?” Lanjutnya ingin tahu.

“Anio.. hanya saja kali ini aku yang pegang kendali atas kehidupanmu selama 9 bulan mendatang.” Kataku penuh keangkuhan. “Jadi siap-siap saja menghadapi hal yang tidak kau pikirkan sebelumnya.” Lanjutku dengan senyum penuh arti. Hyunrye tersenyum menatapku. “Kali ini tidak ada yang aku takutkan, walau apapun yang terjadi jika bersamamu aku rela menghadapi apapun.” Dia memeluk diriku erat.

Aku tidak pernah menyangka, semua yang berawal menyakitkan itu kini terasa begitu manis dan kenikmatan yang diberikan padaku tak akan aku sia-siakan untuk kedua kalinya. Akan aku jaga semuanya sampai aku bertemu dengn Tuhan nanti.

==THE END==

Jangan lupa komennya 🙂

No silent reader 😛

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 19/04/2011, in DBSK, OS and tagged . Bookmark the permalink. 81 Comments.

  1. Ameliana Paisley

    Wuihh ..
    Mpe kringetn bca.a ..
    Haha

    tdi.a ak agk bngng bca.a . Hehe
    crita.a bgus , tpi krang hot thor *plakk
    hahaha

    ku tnggu krya lain.a =)

  2. huuuaaahhh
    makasih dah dibaca yak…

    yah miane klo kurang hot..
    maklum cuma 1 shoot.. hahha

    ^^

  3. ide crtana mantap.. q suka.. q suka.. 🙂
    pi authorna rda kjm nie..
    kshn changminna…:’-)
    tuch co hrs ngalamin smua kjdan yg d almi wnta.. ckckckkckc.. yg tbh y mas.. wkakaaka.. 😀

    • hahahahahha…
      saia memang kejam.. #plak

      yah biarin ja sekali” boleh donk dia rasain adi pere’ wkwkwkwk…biar gag selalu nganggap hina hyunrye.. wkwkwkwkwk….

  4. wow, awalnya agak memusingkan,
    kasian changmin.
    tp ok kok, semangat bikin cerita yang lain ya eon..

  5. awale smpet bgug. . . tp ngerti jga. . .
    huwa agak kshan ma changmin. . . hhe. . . bgus endinge. . .

  6. icefishy snowverse

    huahhahaha nggak bayangin si changmin kaya gitu.
    wowow
    seru ceritanya

  7. Awalny, membingungkan sich.. Tp ok la ide critany bgus… Tpiii, ad tpnya lgi nich.. Maunya d critakan jg bagaimana aksi cumbu mrka stlah normal kmbali, biar pembacanya hor, hehehe

  8. Anjany Bumsso

    haaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh…. gilaaaa……
    hyunre bales dendam sampe segitunya….
    huwwwwwwwwaaaaaaaaa kesedihan berakhir dgn bahagian……

  9. cerita’a bagus, menarik.
    jrg ada crita bgni,
    keren!
    changmin jd brubah baik,
    gra2 hamil.
    hahahaha,
    ditgg Ff’a yg laen.

  10. sexeh leideh..

    semua yang berawal menyakitkan itu kini terasa begitu manis..
    like that words..
    bneran seruu..
    suka ma peran Changmin d sini..
    LANJUT k new epep chingu..
    pasti d tunggu bgt post’an nya..
    hoho..
    #maruk,,
    😄

  11. ceritanya seruu..
    jadi inget kdrama “secret garden”,,,
    tapi tetep oke koq thor..
    ou ya foto changmin na lucu..

  12. huuuuaaahhh..
    gomawo dah dibaca semuanya…

    sabar ya..
    nti klo ada ff lagi
    pasti di share..

    jeongmal gomawo ^^

  13. Minji_evilkyu

    Wua unik bgt ide ceritanyaa,
    hahaha sekali2 cowo yg ngerasain hamil, ngelahirin, biar ngerti penderitaan istri, wkwk

  14. sbnrx sih bingung tp wktu d akhr nyambung dech
    ff yg lain qw tnggu…

  15. bgus thor kren bwgd critax.
    Ide bwad critax jga kren.
    Mski awal2x rada gk nymbng.
    Tpi lma2 nymbung jga c.
    Lnjtkn thor ide2 gilax.
    Aq tnggu krya slnjtx.

  16. Suka sama jalan cerita.a
    KEREN

  17. Idenya uniik
    author kreatip bgt hahaha
    daebakk!!!

  18. kakakakakakakaka
    pake ktuker juga tuh jiwa’y,,,
    gk bsa bayangin cangmin oppa nglahirin bayi…
    kakakakakak 😀 😀 😀

  19. Whahaha… Bysanya bca gender switch nhy malah gender rolling… Idenya kren…. Bgs”….

  20. Waah, seru bgt crta’a…
    baru baca ff yg jalan crta’a kaya gini…!!

    unik bgt :)*walaupun awal’a gak ngerti*

    sumpah unik bgt thor^^
    daebak 🙂

  21. hee hee heee

    hahah lucu dehhh .. waaaah .. ff nya baguus !! BIKIN LAGI YAA !

  22. seru 😀
    daebak deh (y)
    awalnya sempat bingung ngebayanginnya, tpi ga lg 😀
    aku suka ceritanya 😀

  23. Waw kereenn ff ny…

  24. hmm.. awalnya sempat bingung.. tapi endingnya bagus banget!
    🙂

  25. Wkwk tukeran jiwa ^0^

    seru bgt thor sumpah. Tapi ga bisa bayangin aja gtu changmin jadi cewe terus di masukkin sama dirinya sendiri. Ngakak sumpah. Hihihi tapi akhirnya happy end dan keduanya mencintai satu sma lain. How sweet><

  26. aaa~..
    para cowok wajib baca nih~.. biar pada tau penderitaan cewek~..!
    enddingnya baguss deh.. ^^ romantiss..

  27. changmin gara2 jiwa y ketuker jd lemah dia, alesan changmin benci hyunre kurang jelas menurut ku, pa gara2 ortu y kecelakaan doang. . .
    Tapi ngk pa2 biar changmin tau gmn hamil n ngelahirin. . .

  28. jung sang rim

    Harusnya cowo cowo ngerasain kali ya? hehehe. kerennn

  29. wuAaa_ceritA’X un!k_
    Q skA_biAr cow pD tAu pndrtAan cew_hehe 😀
    tp kAs!An j9 chAn9min’X_kk
    dAebAk eon_Q tgg klnjtn’X

  30. ceritanya beda, endingnya manis ^^ tp nc.nya kurang, he. .

  31. heeeeeee,,,, lucunya

  32. Haha , lcu . Jiwa.na ketuker ky secret garden . Tp keren .

  33. cerita.a bgus^^
    pria memang hrus bsa ngertiin wanita.
    Rasa.a mengandung dan sakit.a melahirkan…
    Anak.a jdi malah nurut sma changmin…

  34. annyeong ^^
    iiih nc’a hot banget unn,tpi cewe’a lebih ganas d banding changmin -,-
    akhirnya muntah muntah terus hamil deh asyyiiik ~

  35. wkwk.. Kocak bgt awalx.. G bsa bayangn dah kalo kasus spt ni bnar2 trjadi. Hehe.. Lanjut chingu..

  36. bertukar jiwa ternyata 😀
    di beberapa paragraf awal sempat bngung bedain dialogny changmin sama hyunrye tp stelah itu mlai ngerti 😀
    kyakny hyunrye dluny tersiksa amat ya smpek blas dendamny aja kyak gitu
    untunglah berakhir dgan bhagia 😀

  37. SparKyu-Taeganger ELF

    ampe keringatan nih bacanya xD balas dendamnya ituloh,ampe tukar jiwa juga keke~ seru!

  38. Endang Sri Rizky

    Hmmmmm hmmmmm hmmmmm hmmmmmm
    Gini ni waktu baca dari awalnya semua buatku bingung udah di baca berulang2 bagian atas gak ngerti2 juga eh ujung2nya ngerti juga setelh baca kebawah2nya .. Hehehehe
    Jadi kesan Hotnya malah kurang n bingung, hahahaha (‾⌣‾)♉

  39. wkwkkwwkwkkw…ngakak bacanya thor…
    Ide ceritanya lucu…
    Diakhirnya bahagia,,:)

  40. Diyahyukieyadongers

    Keren sih crt’a thor tp kurang hot lbh bnykan konflik’a #menurut q thor

  41. Wow ! Cerita yang menarik banget ! 😀

  42. Kim Hyun Rin (nimashinki)

    wkwkwk lucu bgt tadi pas changmin nya hamil… ngakak bgt.. masa si changmin hamil, gara2 pindah tubuh kan jadi bgni.. aku blm pernah baca ff ncyg pindah tubuh pas nc an jadi orang lain, bkn diri sendiri.. bener2 beda dari yg lain 🙂 aku suka nih 😀 yah walaupun nc an nya dg paksaan sih ;p

  43. ceritanya daebak walaupun awalnya g’ ngerti…
    2 jempol buat author….

  44. lagi ngebayangin cerita secret garden kalo dibikin NC gmn eh udah ada… hehehe… kreatif banget nih authornya… lanjutkan…

  45. Putri ambang

    jhahahahaha changmin hamil, tapi ceritanya agak kirang hot..
    so far keren ^^b

  46. wah… kerenn…
    awalnya sih bingung tp udh tmbah keren kok heheh

  47. huaaa pertamanya rada bingung ya –a
    tapi kereeen ko thorrr ….
    *readersbaru 😀

  48. Agak bingung pas awal baca. Tp keren kok min 😉

  49. Wah keren ceritanya, tadinya agak bingung ama ceritanta di awal tapi selanjutnya keren thor, cuma ncnya kurang berasa.
    Hehehe…

  50. yaampun ceritanya unik banget. dituker jiwanya biar bisa mencintai satu sama lain.

  51. Daebak…*
    Haiissh… Changmin hamil smpe mlahirkan. Habis tu untung jiwanya kembali, klo ga… ?? ~wah gawat… XDD

  52. Tanya Ivanov

    Changmin jadi cewe? ┣┫A┣┫A.. Ga kebayang kayak gmn xD
    Pas awal baca sih sempet mikir keras apa mksdnya.. Ternyata mreka jiwanya tertukar.. Dan yg plg ga enak di posisinya changmin.. :s
    Tp untung hepi ending.. Hahaha

    Meskipun krg hot, tp alur ceritanya jelas.. Hehe :p

  53. ffnya lucu…….

  54. Hahahahah. . . . Sarapp ni cerita#digampar. . .
    Serius aq ketawa cekikikan baca x, palagi pas changmin bilang aku hamil 4 minggu. . .xixixixi. . .
    Hadeuh skit perut nih aqx ktwa trus
    Ceritax bagus + sarap + aneh = lucu pke bget^^
    annyeong, new reader imnida bangapta

  55. waaaaa daebak!!! ide ceritanya unik,tukeran jiwa(kyk secret garden) 😀
    ada moral value disini,yakni smua perbuatan pasti ada karmanya,,so buat minnie jgn jahat2 lg sma hyunrae ntar dhukum Tuhan..hahaha

    nc nya emm kurang feel,wkwkwk
    keep writing ne!! ^^

  56. semua yang berawal menyakitkan .. ekarang begitu manis.. ^_^

    ciaciacia.. minie jadi rasain sebagai yeoja.. kkk~ 😄 rasanya ‘itu’ n melahirkan .. wkwkwk
    dipikir” jadi agak diluar nalar .. gkgkgkgk

  57. Harus banyak dipotong deh kayaknya… Agak bingung dikit bacanya pas lg tukeran…
    *apa aq yg lemot ya, qiqiqi

  58. Ckckckck andai bs ky gt ya tukeran, asik tuhh.. Ckp pas lg melahirkan aj deh.. Hehehehe

  59. waa. ide critanya unik thor
    ak suka. bru nemu
    crita yg bgini. daebak thor..!

  60. Annyeonghaseyo ‘O’)/
    Waaaah telat nih bacanya –”
    Saya mau menjadi Reader di page ini , jadi baca dari 2011 :3

    Perkenalkan , saya Sooki ^o^
    TSBabyz asal Batam ~

    Umm , menurutku FF ini membingungkan ya ^^a
    Kenapa hanya dengan permohonan Jiwa mereka kembali ?
    Apa ada unsur kekuatan atau apalah itu , sihir ?
    Tapi bagus , di sini bisa di ambil maknanya : Seorang cowok itu seharusnya tak meremehkan cewek . Coba bayangkan jika cowok menjadi cewek , banyak hal yang membuat mereka sakit ^^
    Bahasanya mudah di mengerti :3
    Ide yang kreatif ‘-‘)b
    Bagus ^o^)/

    Sekian dari Ki , terima kasih ~ ‘,’)/

  61. Jung Hyejoon

    kok ffnya gak muncul ya kalo lewat hp

  62. hydrilla verticillata

    Pertamanya bingung thor sekali udah lama lama, sampe nangis sendri bacanyaaa. Kereeennnn

  63. Wah Soswite bangeeeeettttttttt,,,,coba aja kalo ini ff di bikin part terus ceritanya di panjang-panjangin pasti seru,,,,ff nya kaya Drama Secret Garden bertukar Ruh tpi jalan ceritanya berbeda aku suka banget sama ini ff

  64. bingung awal’e tp setelah d telaah mengerti jga akhr’e hehe..
    Ad typo sdkit tp ttp woke kok..

  65. Ceritanya keren!!!
    banget!! Banget!! Banget!!

    Taulah mau ngasih komentar apa, yang jelas neomu daebak!! 😀

  66. Ternyata tubuh changmin sama tubuh hyunrye ketuker tohh ,,

  67. pertama sih bingung, trus lanjutx udah ngerti, tp knp nda buat yadong unt anak ke 2

  68. I like this
    😛

  69. keren banget sumpeh,bisa sampe tukeran jiwa gtu._.

  70. Rita Clouds

    suka suka suka bkin senyum” sendiri klu bacanya 🙂

  71. tachikawarie

    huahahahahahahah =D
    aku dari awal udah nyangka kalau ini ff tertukar jiwa, makannya tertarik bgt buat baca…

    sumpah thor, aku senyum senyum sendiri pas baca part si chami hamil wkwkwk, kalau di ff yaoi sih pasti biasa, tapi di ff straight kayak gini rasanya luar biasa 😀

    well, good job author! keren bgt idenya! ayo buat lagi yang lebih keren 😉

  72. Ceritanya sama kayak secret garden (kdrama) yaa… Cuma kok awalnya kejam yaaa. Tp untung terakhirnya manissssss…. Like it.

  73. Awalnya sdikit Ϟƍƍαќ ngerti critanya..tapi lama” makin tau klu jiwa mereka tertukar.. mengingatkan akan film secret garden..
    Unik..seru..paling luchu waktu changmin ngelahirin LOL

  74. byunnie ^_^

    Thor dari awal aku baca aku ketawa terus masa aku aneh ya thor 😀

  75. hahahaha… ngakak abis baca cerita ini. baguslah biar sekali-kali namja ngerasain sakitnya ngelahirin. eh,, tapi kalo di kehidupan nyata beneran kejadian kaya gitu, gimana ya?

  76. Good story 🙂

  77. .so sweet.

  78. Wow ceritanya keren .,si changmin Tukeran ruh dg istrinya ..hoahh changmin ngerasain gimana hamil n melahirkan

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: