PLEASE!! LET IT GO

Title : PLEASE!! LET IT GO..

Author : Ary C Petter

Pairing : Shim Changmin & Park Hyunrye

Main Cast : Shim Minrye

—————————————————————————————–

#Two Years Ago#

Setiap pagi aku selalu melalui hari yang sama, mulai dari bangun pagi sampai nanti saat aku beraktivitas semuanya telah teratur dalam jadwal. Tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya yang memiliki kehidupan yang terkadang tidak menentu, aku terlahir sebagai seorang boneka bagi keluargaku. Seorang tuan muda yang sangat diharapkan sebagai pewaris kekayaan keluarga membuat diriku ini menjadi orang yang sangat membosankan.

Shim Changmin, itulah nama yang membuatku menjadi seperti seorang kutu buku. Kacamata tebal dan buku-buku adalah teman setiaku di kampus. Tidak banyak orang yang menyadari akan keberadaan diriku ini. namun aku ini tetaplah seorang mahasiswa seperti kebanyakan mahasiswa lainnya, sering melakukan hal yang menurut peraturan keluargaku adalah hal yang tidak diperbolehkan. ANEH— itu mungkin pikiran sebagian orang yang ada diluar sana, namun bagi keluargaku itu bukanlah hal yang aneh. Tapi hal itu bisa mencemooh mereka secara tidak langsung. Kalian tahu, aku bahkan tidak diizinkan untuk melirik seorang yeoja karena aku sudah lama ditunangkan  dua bulan lalu dengan seorang gadis yang baru satu kali aku lihat, entah dia siapa namun yang aku tahu dia bernama Hyunrye.

Terkekang, itulah yang aku rasakan. Rasanya ingin bebas, tapi apa daya aku hanyalah seorang namja pabo yang terkekang pada peraturan. Terkadang aku merasakan nyaman dalam posisiku, namun ada kalanya aku merasa bahwa diriku tidaklah berharga untuk hidup saat ini. “AKKKHH… Molla!!” aku berteriak sambil menggacak-acak rambutku didalam toilet pria. Beruntung tidak banyak orang yang ada di ruangan itu, jika ada maka tamatlah riwayatku sebagai seorang kutu buku. Bukan tanpa sebab aku melakukan ini, terlalu banyak orang yang mengenalku itu juga bukan hal yang baik bagi kelangsungan hidupku yang kurang damai ini.

BRUUKKK!!

Buku-buku berjatuhan dan lorong itu terlihat sangat berantakan. Dapat aku pastikan dari balik kacamata tebal yang kukenakan, seorang yeoja sedang berdiri di depan seorang namja yang tampak ketakutan. Tampak terlihat begitu angkuh dan juga cantik. Rambutnya yang bergelombang, bibirnya yang tipis dan manis itu tampak begitu menggoda, matanya yang bulat itu nampak seperti… “HYUNRYE!!” aku kembali berteriak tanpa suara setelah keluar dari toilet dan reflex membelalakkan mataku saat mengenali yeoja tersebut. Apa yang aku lihat bukanlah sebuah hal yang bisa direkayasa. Gadis yang dijodohkan olehku beberapa bulan lalu ternyata kuliah ditempat yang sama denganku?? Di lorong ini aku melihatnya langsung, Tapi… “Dia benar-benar berbeda, apa aku tidak salah lihat??” aku gosokkan buku jariku beberapa kali kearah mata, namun pemandangan yang ada di hadapaku saat ini tidaklah berubah. Hyunrye yang ku kenal begitu anggun dan pemalu tempo hari itu kini malah terlihat sangat.. SEXY!!

“YA!! Sudah kubilang bawanya hati-hati.” Suaranya memekikkan telinga. “Kau itu bodoh atau memang idiot, HAH?? Apa membawa buku saja kau tidak bisa?” lanjutnya membuatku sadar dari lamunanku. Tapi aneh, kenapa dia tampak begitu marah, buku sebanyak itu tentu saja tidak mungkin diangkat oleh satu orang, apalagi buku-buku itu sangat tebal sampai kepala namja yang membawanya itu saja tertutupi. “Apa dia benar-benar Hyunrye?” aku membatin. “Cepat bereskan, apa perlu aku yang membawanya juga?”

PRAAAK

Satu buku yag tersisa di tangan namja tersebut dubuang begitu saja dilantai. “Aku sudah bosan diperlakukan seperti ini, aku ini namchi-mu bukan pembantumu yang bisa seenaknya kau perintah!!” hatiku tersentak mendengar namja itu menyebut dirinya ‘namching’ dari orang yang bertunangan denganku beberapa bulan lalu. “Kita putus.” Lanjut namja itu yang kemudian meninggalkan Hyunrye yang masih tertunduk kaku di lorong sepi ini. “Apa maksud semua ini? kenapa dia berpacaran dengan orang lain sedangkan dia bertunangan denganku? apa dia hanya memanfaatkan diriku? Apa yang terjadi sebenarnya??”

“Bagaimana, kau puas melihatku diputuskan seorang namja??” betapa kagetnya diriku yang baru menyadari Hyunrye melihat keberadaanku saat ini. mau lari namun aku sudah ketahuan, bagaimana mungkin aku pergi pada saat penting seperti ini. “Apa kau kaget melihatnya? Atau malah merasa tertipu olehku?” Dia mendekatiku, semakin dekat hingga dapat kurasakan dia berdiri dihadapanku saat ini. “YA!! SHIM CHANGMIN!!” teriaknya begitu kencang. “MWO?? Kenapa berteriak dihadapanku, aku ini tidak tuli kau TAHU??” akupun tidak mau kalah.

Dia tersenyum, dan aku tidak mengerti akan maksud senyumannya itu. Apa ini semua?? Apa yang terjadi dalam hidupku saat ini, apakah semua ini hanyalah mimpi atau kenyataan? Dengan cepat dia menarik kerah kemeja yang ku kenakan, dan bibir kami berpaut satu sama lain. Desir darah yang begitu cepat aku rasakan mengalir naik turun dari dalam tubuhku, rasa hangat bibirnya aku rasakan begitu nyaman membelai bibirku dan wangi tubuhnya terasa sangat menyengat menenggelamkan diriku dalam cumbuan.

“Itu sebagai permintaan maafku karena telah menduakanmu.” Dia melepaskan ciumannya. “Ahh tidak.. bukan menduakan, tapi…” sambil menghitung dengan jarinya aku rasa dia..“Aku janji akan memutuskan semua pacar yang aku punya, aku mau setia padamu mulai sekarang.” aku tidak menyangka akan mendengar hal yang mengujutkan lagi saat ini. Dia bilang ‘semua pacar yang dia punya’ apa maksudnya dia itu adalah seorang ‘butterfly?’ jadi gadis yang duduk manis dan berkata seakan dirinya itu anak yang lugu adalah seorang… “Ya!! Kau benar, aku ini seorang playgirl.” Jawabnya ringan seakan bisa membaca pikiranku. “Aku tidak bisa tahan jika hidup dengan satu kumbang saja, aku tidak terbiasa sendirian.” lanjutnya membuatku semakin tidak mengerti. “Tapi kau berbeda, kau sangat istimewa dimataku. Belum pernah aku melihat namja sepertimu.”

Aku tertegun. “Apa maksudmu dengan berbeda? Apa karena penampilanku?” tanyanku langsung padanya. Dia kembali tersenyum, membuatku tidak bisa menebak apa yang ada di dalam pikirannya. “Aku juga tidak tahu, mungkin juga karena itu.” Jawaban yang tidak ingin kudengar keluar begitu saja dari mulut mungilnya. “Sudahlah jangan pikirkan tentang hal itu saat ini, bagaimana kalau kita ke pub Day Moon? Hari ini ada pertunjukan akustik disana, kau mau kan pergi dengan ku, chagia??” belum sempat aku mengucapkan sepatah katapun, kedua kakiku sudah mengikuti Hyunrye yang menarik tanganku tanpa permisi. “Gadis ini, apa maunya? Kenapa dia… berbeda??”

————————

Belum pernah aku merasa sebebas ini, biarpun begitu banyak yang ingin aku ketahui akan kehidupan dirinya tapi saat ini aku sangat menikmatinya. Ini benar-benar hal yang baru yang pernah aku rasakan. Biarpun aku ini seorang kutu buku bukan berarti aku tidak tahu akan dunia malam, namun apa yang aku rasakan saat ini sungguh berbeda. Begitu tenang dan santai, tidak bising seperti biasanya. Dia juga terlihat sangat menikmati tiap petikan gitar dari band akustik yang mengisi kesunyian pub malam ini.

“Nyaman juga tempat ini.” Ku buka kacamataku, terlihat begitu remang namun sangat nyaman. “Darimana kau tahu tempat ini?” tanyaku sambil meminum cairan berwarna biru didalam gelasku. “Dari seorang yang akan memutuskanku sebentar lagi.” Jawaban yang hampir memuncratkan air yang kuminum. “Itu dia, duduklah dengan tenang.” Dia menggenggam tanganku erat. “Pantas saja dia bertanya apa aku memakai cincin pertunagan kami atau tidak, ternyat dia…”

PLAAK!!

Sebuah tamparan mendarat tepat diatas pipi mulusnya. Namja yang tadi kulihat memetik gitar diatas stage itu ternyata adalah salah satu dari pacar Hyunrye yang hari ini memutuskannya. Dan tanpa aku sadari, kini tanganku sudah mengepal dan siap menghantam namja itu yang sudah tersungkur setelah aku dorong kuat kelantai. “Apa yang kau lakukan pada TUNANGANKU, hah??” darahku mendidih, aku marah dan tidak terima saat ini. “Kau bilang dia tunanganmu? Kau Gila!!” tinju Changmin langsung melayang dan mengenai sasarannya. “Dia bukan gadis baik-baik, kau akan menyesal jika berhubungan dengan dirinya. Asal kau tahu dia itu..”

“Dia itu milikku!! Dan sebelum suara dan anggota tubuhmu itu hilang selamanya lebih baik tutup mulutmu dan pergi dari sini.” Dengan pandangan membunuh aku memandangnya.

Aku semakin tidak mengerti dengan gadis ini. entah apa yang membuatku sanggup mengatakan itu semua dihadapan orang banyak, padahal aku tidak banyak tahu akan dirinya. Dan status kami hanyalah… “Tunggu dulu!! Dia.. dia tersenyum!” batinku merasakan hal aneh kembali saat melihat Hyunrye yang berdiri dihadapanku kini. “Bukankah seharusnya dia sedih, dia sudah diputuskan 2 orang namja dalam satu hari. Apa yang ada di dalam pikiran yeoja ini, apa dia..”

“Enak saja, aku tidak gila seperti dalam pikiranmu.” Ucap Hyunrye kembali seakan membaca pikiranku lagi. “Aku tersenyum karena aku senang, akhirnya kau benar-benar bersedia bertunangan denganku.” lanjutnya membuatku pusing. “Kau tidak perlu banyak berfikir, nanti kau juga akan tahu tentang semua akan aku. Bersabarlah. Chagia.” Dia kembali menciumku, dan ini jauh lebih hangat dari yang pertama tadi saat dilorong. “Itu tanda terimakasihku padamu, karena sudah bersedia menjagaku.” Katanya menghentikan kenikmatan yang baru dua kali aku rasakan dalam hidupku.

——————————-

#Five Year’s Later#

Ciuman manis itu berubah ganas mana kala lidah Changmin masuk dan menyapu kedalam langit-langit mulu Hyunrye. Desahan tidak dapat lagi terelakkan, kini malah sudah membahana di telinga Changmin. Tak bisa menahan rasa yang begitu menggebu dalam dirinya, ciuman itu semakin dalam dan lebih dalam lagi dinikmati keduanya. Saling lumat dan sesekali menggigit bibir pasangannya. Tangan Changmin yang leluasa meraba paha mulus yang ada di pangkuannya. Begitu bersemangat, tangannya menelusup dari bagian bawah kemeja putih yang dikenakan Hyunrye, masuk merayap kearah payudaranya yang masih terbungkus bra. Diremasnya tanpa membuka bra milik Hyunrye yang masih terkait. Dia memainkan tangannya dengan lihai, tanpa membuka kaitannya tangan itu masuk lewat sisi atas payudara Hyunrye. Perlahan meremas sekenanya, entah apa yang dia rasakan namun bibirnya yang masih terpaut tadi merasakan sedikit penderitaan. Hyunrye menggigit bibir bawah Changmin dengan keras dan bibir mereka terlepas.

“Sttz… baik akan aku buka. Kau ini…” bagaikan sebuah perintah, Changmin membuka kaitan bra yang dikenakan Hyunrye dengan sebelumnya melucuti kemeja putih yang dikenakannya. Dibuangnya jauh-jauh dari hadapannya kedua benda yang menghalangi pemandangan indah yang seharusnya dia lihat sedari tadi. Kini bagian atas tubuh Hyunrye polos tak terhalang oleh selembar benangpun. Sangat indah dan menabjubkan, itulah yang diharapkan mata Changmin sedari tadi. Ciuman yang tadinya terhenti kini berkelanjutan menjelajah kebagian leher mulus Hyunrye. Terus turun hingga dada atasnya dan Changmin meninggalkan ‘cap’ tanda cintanya. Berulang kali diremasnya payudara milik Hyunrye dengan sebelah tangannya, sementara tangannya yang lain masih sibuk menopang tubuh indah di depannya. “Kau benar-benar membuatku gila!” dihisapnya nimple Hyunrye dengan mulutnya, bagaikan bayi yang mengisap putting eomma-nya begitulah Changmin saat ini.

Mendesah— itulah yang dilakukan Hyunrye dari tadi, dia tidak dapat menyembunyikan hal itu saat ini. percuma jika dia menahannya, dia sendiri juga sudah terbawa susasana akan apa yang dilakukan Changmin. Tak tertahankan rasanya, ingin sekali saat ini dia menggenggam erat milik Changmin dan meremasnya. “OUGHH…” rintih Changmin dengan sedikit terlonjak kaget mana kala tangan halus milik Hyunrye menemukan apa yang dia cari. Dari balik celana yang dikenakan Changmin, Hyunrye meremas apa yang ada di dalam genggamannya kini, bagaikan sebuah bola karet yang elastis dia meremas milik Changmin dengan perlahan. “Eumm… ya… aaaahhhh… terus… aahh..” terus berceracai namun Changmin tidak menghentikan aktivitasnya di tengah dua gundukan yang kenyal itu, sedangkan Hyunrye merasakan kenikmatan di atas tangannya dan juga sapuan bibir Changmin pada payudaranya.

Terhenti seketika. “Apa kita harus melakukannya disini?” tanya Hyunrye yang sudah polos sepenuhnya. “Tentu saja, kau tidak lihat milikku sudah begini? Apa kau tega membiarkannya begitu?” sambil tersenyum, Hyunrye mengerti akan maksud Changmin. Tidak mungkin juga dia menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan kenikmatan yang selalu diharapkannya itu. Hyunrye kemudian melanjutkan kocokannya pada milik Changmin yang tidak terhalang apapun. Makin lama semakin cepat saja yang dilakukan Hyunrye. “Bagimana, apa sudah mau kelaur atau belum?” tanyanya disela desahan hangat. “Sebentar lagi.” jawab Changmin yang kini masih berkutat meremas kedua butt milik Hyunrye. Changmin merasakan ada sesuatu yang ingin dia keluarkan dari dalam dirinya. Dengan perlahan dan sambil terus merasakan perlakuan nikmat pada milikknya, direnggangkan kedua paha Hyunrye dengan tangannya, perlahan tangan Changmin yang kuat memegang pinggang Hyunrye mengarahkan milik Hyunrye yang ada didepannya turun mendekati milikknya. Tangan Hyunrye yang masih bermain pada milik Changmin terus saja melakukan apa yang disukainya itu, dia sadar bahwa saat ini Changmin sedang memandu miliknya untuk dimasuki milik Changmin. Semakin dekat dan hingga berapa senti lagi, tangan Hyunrye terlepas begitu saja. Semburan cairan cinta Changmin mengisi lubang milikknya dan kemudian tanpa adanya aba-aba, Changmin memasukkan milikknya sedikit-demi sedikit. Sakit sudah tentu dirasakan Hyunrye, namun ada rasa hangat juga yang bercampur di dalamnya. Sambil bertopang pada bahu Changmin, Hyunrye merasakan kenikmatan dan juga sakit secara bersamaan. Ini variasi baru yang dia lakukan bersama Changmin setelah lima tahun pernikahannya.

Changmin dan Hyunrye menikah dalam rasa cinta yang separuh hati lima tahun silam, entah apa yang menjadikan kedua insan  itu mau mengucapkan janji setia di depan altar. Pernikahan yang mereka lakukan memang bukan sebuah pernikahan yang didasari akan cinta, namun rasa saling tertarik satu sama lain membuat keduanya ingin memiliki satu sama lain. Apa yang ingin diketahui Changmin saat mereka masih bertunangan kini sudah dia ketahui. Hyunrye menjelaskan alasannya melakukan hubungan dengan banyak pria. Istrinya itu dulu hanya ingin bermain-main saja dengan pria-pria yang dipacarinya itu, dia tidak pernah serius menjalin hubungan. Itu semua karena sejak High School dia telah tahu bahawa dirinya sudah menjadi milik orang yang tidak lain adalah Changmin sendiri. Walaupun dasar pernikahan mereka tidak ditopang dengan kuat, mereka bisa menghadapi cobaan yang menerpa mereka hingga kini mereka sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang manis dan bergitu menggemaskan bernama, Minrye. Layaknya keluarga bahagia mereka melalui hidupnya hari demi hari.

Nafas Hyunrye tersengal-sengal. “Sedikit lagi, eomma.” Milik Changmin yang belum sepenuhnya masuk itu masih terasa sangat mengganjal. “Sakit, appa!!” jawab Hyunrye yang menahan dirinya untuk turun mencapai pangkuan Changmin. Posisi mereka yang berada di atas kursi kerja Changmin sungguh sangat tidak nyaman. “Eomma, jebal !!” Changmin benar-benar mirip seperti anak kecil saat ini, dia merengek dengan wajah memelasnya itu siapa yang sanggung untuk tidak menurutinya. “Eugh… milikmu sempit, eomma.” Dengan sedikit kekuatan yang tersisa, Hyunrye kembali menahan rasa sakit. Teriakan Hyunrye tidak begitu terdengar ditelinga Changmin, dia membungkam mulut istrinya itu dengan bibirnya. Hyunrye masih megatur nafasnya akibat ciuman super hangat yang dilakukan Changmin dan juga karena menahan rasa sakit di daerah sensitifnya.

Sementara Hyunrye mengatur nafasnya, perlahan Changmin kembali meraba paha Hyunrye. Bukan untuk merayu atau merangsang istrinya itu untuk kembali melakukan apa yang dia inginkan, namun Changmin mengangkat tubuh istrinya itu bersamaan dengan dirinya. Changmin berdiri dari tempat duduknya saat ini. “Kau mau membawaku kemana??” Changmin tersenyum licik. “Aku tidak mau meja kerjaku ini berantakan, kau pikir aku mau melakukan ditempat sempit tidak nyaman itu?? NO WAY!!” Kalau dipikir Changmin memang licik, namun ada benarnya juga. Tempat itu tidak membuat keduanya leluasa melakukan ‘itu’ malam ini. “Nah, disini jauh lebih baik.” Direbahkannya tubuh indah mempesona milik Hyunrye diatas kasur empuk yang memang tidak jauh dari meja kerja Changmin. “Appa jahat!! Kenapa tidak dari tadi saja melakukannya disini, kau ini..” kecupan membungkam kembali ucapan Hyunrye yang sepertinya membuat telinga Changmin berdengung mendengarnya.

Tidak ada lagi penghalang antara mereka saat ini, tempatpun sudah sangat nyaman. Dan perlakukan yang diinginkan keduanya berjalan mengikuti irama desahan yang bergitu membahana disetiap sudut ruangan. “Aaa…appa..aa.. lebih cepat… ahh…” senyuman Changmin menghiasi wajahnya, dengan cepat dia melakukan apa yang diminta istrinya saat ini. tentu saja dengan penuh tenaga yang membuat istrinya kualahan. Cairan putih itu kini keluar dari liang senggama Hyunrye, begitu kental dan banyak. Sangat menggoda bagi Changmin untuk menjilatnya saat ini, namun sayang jika dia harus mengeluarkan lagi milikknya. Dicarinya pelampiasan lain yang dapat dia jilat, perut Hyunrye tampak begitu menggiurkan. Walau tidak penuh dengan cairan yang bisa menghilangkan dahaganya, namun bagi Changmin ini juga dapat memuaskan hasratnya. Dikecupnya perlahan dan kemudian menjilatinya layaknya permen. Sedikit asin, mungkin karena bercampur dengan keringat dan peluh dari dirinya juga yang tadi berjatuhan dan bergesek dengan tubuh Hyunrye.

Selang beberapa menit kemudian Changmin melakukannya lagi, kali ini benar-benar tidak ada ampun bagi Hyunrye. “Jangan keluarkan dulu, eomma.” Hyunrye mendengar hal itu layaknya perintah atasan kepada bawahannya saja, sangat tegas. “Tapi aku.. eumm..” Hyunrye kembali menggigit bibir bawahnya menahan gejolak kenikmatan yang rasanya ingin dia keluarkan saat ini juga, namun harus dia tahan. “Eugh…sebentar lagi, tahanlah” hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Changmin, dia terus saja dan terus memaju mundurkan pinggulnya. Menusuk lebih dalam milikknya kedalam hole Hyunrye. Benar-benar sudah tidak tahan, sudah tidak terhitung berapa kali Hyunrye menarik rambut Changmin untuk menahan rasa sakit, sudah beberapa kali dia mencakar tubuh Changmin, namun ternyata Changmin belum juga mencapai puncaknya dan dia terus saja berkutat pada pekerjaannya mengulum, menjilat, meremas, mengisap dan menggoyangkan pinggulnya maju mudur. Sampai pada akhirnya sebuah denyutan dan sentakan hebat menyemburkan cairan cintanya untuk kedua kali keluar dari tubuh Changmin bersamaan dengan cairan Hyunrye.

Kedua tubuh itu melemas, nafas mereka seakan saling memburu satu sama lain. Tidak dapat dipungkiri itu penyiksaan yang nikmat untuk mala mini. Changmin merebahkan dirinya disamping tubuh Hyunrye, perlahan menarik selimut untuk menutupu tubuh mereka yang polos, namun masih menautkan miliknya didalam milik Hyunrye. Seakan tidak ingin lepas dari kehangatan lubang kenikmatan dari istrinya itu. Setelah mengecup kening Hyunrye, Changmin pun larut dalam buayan senandung alam yang membawanya tertidur setelah ucapan manis kata ‘SARANGHAE’ terucap dari bibir istrinya.

————————-

#Two Years Later#

“Kenapa kau melakukan hal ini padaku??” tatapan Changmin begitu marah. “Aku sudah bosan denganmu.” Jawab Hyunrye dengan ‘entengnya’ sambil lalu. “Chamkkaman!” cengkraman kuat tangan Changmin pada lengan Hyunrye mampu menghentikan langkah seorang ibu muda yang baru saja pulang dengan bau alcohol juga setengah mabuk yang berpakaian sangat sexy. “Apa kau sengaja melakukan ini semua? Katakan padaku yang sebenarnya?” Changmin berusaha meredam emosinya.

 Hyunrye berbalik menatap Changmin dan menyingkirkan tangan Changmin yang mencengkramnya. “Tsk.. kau tahu aku sejak dulu.” Hyunrye menyunggingkan senyum penuh penantangan. “Aku ini seorang ‘butterfly’ yang selalu hinggap di pada bunga yang indah dan memiliki banyak madu manis untuk ku minum. Apa kau sudah melupakan hal itu?” Hyunrye bertanya pada Changmin yang masih menatapnya lekat. “Apa kau lupa? Aku Park Hyunrye seorang playgirl?? Apa kau lupa aku ini punya berapa pacar saat kuliah? Kau sudah melihatnya sendiri, bukan ?” semakin kehilangan kendali saat ini tampak terlihat di wajah Hyunrye, sementara Changmin tetap bertahan mendengarkannya. “Asal kau tahu saja, aku sudah bosan hidup denganmu apalagi mengurus anakmu itu.” Ucapan Hyunrye membangkitkan rasa amarah Changmin. “Kau bicara apa? Dia anakmu juga!!” Changmin kembali mencengkramkan tangannya, kali ini pada rahang Hyunrye. “Dia darah dagingmu, apa kau rela menelantarkannya?”

“LEPASKAN!!” teriak Hyunrye menepis tangan Changmin dari wajahnya. “Aku tidak tahan hidup dengan orang pabo macam kau, aku sudah tidak tahan hidup dengan anak yang hanya bisa menyusahkan macam Minrye. Aku sudah lelah dengan semuanya.” Mata Changmin memerah panas, dia benar-benar tidak menyangka kata-kata itu terlontar dari bibir istri yang dia sayangi beberapa tahun ini. “Kau benar-benar wanita…”

“APA?? Kau mau bilang aku wanita tidak tahu diri, tidak berperasaan, tidak berbakti pada suami, tidak menyayangi anaknya, atau apa HAH?? Kau mau bilang apa??” Hyunrye balik menatap Changmin dengan amarahnya. “KAU!! Kau yang menyebabkan aku jadi begini, kau yang hanya mementingkan dirimu sendir dan pekerjaanmu itu apakah sudah pantas disebut sebagai appa yang baik? Kenapa? Kau tidak terima aku berbuat seperti ini? kau tidak bisa menerima jika aku kembali dalam kehidupanku yang dulu? APA KAU MALU??” teriak Hyunrye menggema. “Hyunrye-ah..” Panggil Changmin berusaha menenangkan. “Jangan panggil namaku, ataupun menyebut diriku dengan sebutan apapun lagi. Aku sudah lelah menjadi istri, eomma, dan juga penjaga bagi kalian berdua. I’m give up!!” Hyunrye mengangkat tangannya seakan menyerah pada kehidupan yang dia jalani selama ini. “Aku sudah tidak menginginkan penikahan ini lebih lama lagi, dan KAU..” tatapannya tajam melihat Changmin. “Jaga anakmu itu baik-baik, dan rasakan bagaimana seharusnya kau menjadi seperti diriku. ARASO!!”

Changmin hanya dapat memandang istrinya itu masuk kedalam kamarnya dari kejauhan. Suara klakson mobil yang berada di luar membahana masuk kedalam rumah kediaman Shim. Changmin yang masih berada di ruang tamu melihat sekilas sebuah mobil mewah berwarna hitam tengah terparkir di depan rumahnya dari balik jendela. Dia tahu pasti siapa yang ada di dalam mobil tersebut, seorang yang selama ini dia curigai telah menjadi selingkuhan istrinya. Tak beberapa lama sosok Hyunrye yang hilang di balik pintu itu kembali tampak dihadapannya, sambil menyeret koper besar ditangannya. “Odiga??” Changmin bertanya, namun tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Hyunrye. Wanita itu terus saja berjalan melewati Changmin. Namun tampaknya suaminya itu tidak mau menyerah dan ingin mengetahui kemana tujuan sang istri untuk pergi. “Kubilang kau mau kemana?” tanyanya lagi, kini sudah berdiri di depan pintu utama tempat mereka bertengkar tadi. Hyunrye terhenti, “Bukan urusanmu aku mau pergi kemana, bukankah aku sudah bilang kalau aku bosan bersamamu? Jadi untuk apa aku masih ada ditempat memuakkan ini.” dilanjutkan kembali langkahnya. “Ohh.. Jadi kau benar-benar ingin pergi dari sini, jadi kau mau melepaskan tanggung jawabmu padaku begitu saja, jadi kau ingin semuanya berakhir sampai disini, begitu mau mu, HAH??” suara Changmin menggelegar memenuhi ruang dengar Hyunrye yang berdiri membelakanginya. “Baik, kalau itu memang maumu. Pergi.. silahkan pergi kemanapun kau mau bersama pria tua yang selalu bersamamu itu. Dia sudah menunggumu dari tadi diluar sana.” Hati Hyunrye terlonjak kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan suaminya. Tidak habis pikir ternyata selama ini dirinya telah…

“Iya. Aku akan pergi bersama pria tua yang bersamaku itu. Aku memang sudah merencanakan semua ini sejak lama.” Hyunrye berbohong untuk dapat keluar dari tempat yang sebenarnya adalah masa depannya. “Bagus kalau begitu, aku jadi tidak perlu repot-repot untuk mengurusmu lagi.” ucapannya sinis dan begitu menusuk hati. “Pergi yang jauh, jangan sampai suatu saat aku melihatmu dijalan mengemis cinta pada laki-laki.” Lanjutnya semakin menghina. Hyunrye berbalik dan tersenyum tipis. “Aku pasti akan pergi dari hadapanmu selamanya. Kau tidak perlu khawatir akan bertemu dengan diriku lagi, karena itu tidak akan pernah terjadi.” Dengan raut wajah penuh kesedihan Hyunrye melangkahkan kakinya keluar dari rumah yang telah memberikannya begitu banyak kebahagiaan, bahkan dia juga harus meninggalkan semua hal yang dia dapatkan dari pernikahannya bersama Changmin. Minrye anak satu-satunya yang dia sayangi juga harus menjadi korban. Airmatanya tertumpah begitu memasuki mobil mewah yang menjemputnya.

“Wanita jalang!! Pergi kau ke neraka!!” Changmin berteriak sejadinya saat mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman rumahnya. Dia tampak sangat terpukul akan semua yang terjadi beberapa menit lalu, dirinya masih bersimpuh di depan pintu utama tempat Hyunrye keluar.

——————————–

#Twenty Years Later#

“Hyunrye-ah..” teriak seorang pria yang begitu familiar bagi diriku. “Ini.. ini bunga lily kesukaanmu.” Lanjutnya menyerahkan seikat bunga lily putih pada diriku. “Saengil Chukhamnida, eomma. Saranghae!” ucapnya kembali dan mengecup pipiku penuh cinta. Aku hanya dapat tersenyum melihat wajah cerianya yang begitu bahagia.

Ini adalah hari ulang tahunku yang ke 27 tahun, hari yang paling bersejarah dalam hidupku. Di hari ini pertama kalinya aku menghirup udara dunia yang begitu kejam. Hari pertama dimana aku menitikkan air mataku, dan hari yang paling membahagiakan bagi kedua orang tuaku. Aku Minrye, anak yang terlahir dari pasangan Shim Changmin dan Park Hyunrye. Sebagai anak, aku mungkin tidak sebahagia anak-anak lainnya yang bisa bersama-sama dengan orang tua mareka merayakan setiap ulang tahunnya dengan gembira. Semua hal itu hanya aku dapatkan sampai umurku 7 tahun, selepas itu aku hanya mendapatkan pandangan kosong dari seorang yang aku sebut sebagai ‘appa’. Sepeninggal eomma karena penyakit kanker otaknya, aku dan appa hanya hidup berdua bersama dengan seorang ahjusi dari eomma-ku. Dialah yang menjaga diriku dan juga appa selama ini, dia yang mengurus semua keperluanku dan juga appa. Dan dialah yang telah menceritakan semua kisah hidup kedua orang tuaku yang berpisah sebelum eomma meninggakan dunia ini untuk selamanya. Ahjusi-lah yang mewujudkan keinginan eomma untuk pergi meninggalkan appa disaat sekaratnya.

Flash Back-

Di dalam laju mobil mewah berwarna hitam suara tangisan yang menderu mengisi ruang sempit yang bergerak itu. “Sudah tenanglah, semua akan baik-baik saja.” seorang pria yang merupakan keluarga dari Hyunrye berbicara sambil merangkulnya. “Semuanya sudah diatur, dia akan baik-baik saja begitu juga dengan Minrye. Dia akan terjaga selamanya.” Lanjut orang itu berusaha menenangkan Hyunrye yang sudah banjir dengan air mata. “Ahjusi, kumohon jaga mereka dengan baik, aku tidak mau semua hal buruk menimpa mereka selepas aku pergi. Aku mohon jaga mereka.” Hyunrye berkata sambil terisak didekapan ahjusi-nya.

Malam yang begitu kelam bagi Hyunrye. Dia harus meninggalkan semua kebahagiaan dan masa depannya untuk sebuah kematian. Entah ini adalah sebuah keputusan yang benar atau sebuah keegoisan dirinya yang terlampau besar. Hyunrye hanya tidak ingin melihat Changmin menangisi dirinya dalam kesedihan, dia tidak tega melihat orang yang dicintanya itu akan berduka untuk waktu yang lama. Tapi jalan ini juga sangat tidak mengenakkan hati, namun mau bagaimana lagi ini adalah jalan yang sudah dipilihnya. Lebih baik Changmin menganggap dirinya sebagai wanita jalang atau semacamnya daripada dia harus mengenang setiap saat yang begitu indah akan dirinya. Setidaknya kebencian akan membuatnya hidup lebih lama dan dengan mudah untuk melupakan Hyunrye serta dapat menemukan penggantinya kelak. Semenjak difonis mengidap kanker otak stadum akhir, Hyunrye sudah mulai menyiapkan semuanya. Dia merekayasa sebuah cerita perselingkuhannya dengan seorang kerabatnya yang dia panggil sebagai ahjusi itu untuk mengelabui Changmin. Dan semua usahanya itu tidaklah sia-sia, Changmin masuk kedalam perangkapnya dengan sempurna. Setelah semuanya berhasil, malam penentuan itupun terjadi dan selanjutnya Hyunrye menghabiskan masa hidupnya jauh dari semua kenangan bersama Changmin, dia kembali ketempat asalnya bersama dengan kedua orang tuanya. Secara sembunyi tanpa memberitahukan siapapun dia pergi meninggalkan semua yang dicintainya dan menghadap TUHAN dalam damai. 

Sayang— semua harapan Hyunrye itu hilang sirna, tidak semuanya terwujud seperti rencana semula. Changmin memang hidup lebih lama, namun dalam depresi yang berlebihan. Dia menjadi orang yang tidak mengenal orang lain, bahkan pada anaknya sendiri saja dia tidak mengenalinya. Dia hidup dalam dunianya dengan Hyunrye saja, yang ada dalam pikirannya hanya Hyunrye, Hyunrye dan Hyunrye. Semuanya tentang Hyunrye tertanam kuat dalam diri dan jiwanya, dia tidak dapat lepas dari bayang-bayang Hyunrye sepanjang hidupnya hingga kini.

-End Flash Back-

“Appa, gomawo. Bunganya sangat cantik, aku suka.” Minrye mengecup pipi Changmin dengan lembut dalam kehangatan cinta yang dia punya untuk appa-nya tersayang. “Akan aku taruh dahlam vas bunga nanti.” lanjutnya kembali tersenyum dihadapan Changmin. Walaupun ini memang menyakitkan tapi inilah hidup yang harus dijalani Minrye dan Changmin.

Tangan Changmin memeluk tubuh Minrye. “Kau jangan pernah menghianatiku, jangan pernah eomma. Aku takut kehilanganmu.” Ucapannya membuat Minrye terlonjak kaget. “Kalau kau tidak suka dengan apa yang aku lakukan katakan saja, atau marahi saja aku. Tapi kumohon jangan pernah tinggalkan aku, eomma.” Lanjutnya membuat Minrye tidak mengerti apa yang dikatan appa-nya. “Appa, kenapa bersikap begini? Ada apa sebenarnya?” sambil mengelus punggung Changmin, Minrye bertanya penuh kelembutan. Perlahan Changmin melepaskan pelukannya dari tubuh Minrye yang ada dihadapannya. “Miane! Kemarin aku memarahi temanmu dengan sangat kasar, aku pikir kau menyukainya dan akan pergi meninggalkan diriku untuk selama, tapi tadi ahjusi bilang kalau itu hanyalah temanmu. Aku minta maaf eomma.” Orang yang berumur 40 tahun itu tertunduk dihadapan Minrye penuh penyesalan.

Minrye tersenyum sekilas, dia mengingat kejadian kemarin sore mana kala teman kantornya yang datang kerumah dimarahi oleh appa-nya habis-habisan tanpa tahu ujung pangkal permasalahannya. Begitulah appa-ku yang posesif, setelah kejadian memilukan itu dia berubah sangat drastis. Sikap over protectif-nya pada diriku sangatlah kuat, dia tidak bisa melihat diriku dekat dengan pria manapun selain dirinya dan ahjusi. Ini membuatku sedih, karena beberapa bulan lagi aku akan betunangan dengan seorang pria pilihan hatiku tanpa dia ketahui. “Appa, tenanglah. Aku tidak akan meninggalkan appa sampai kapanpun. Appa adalah orang yang aku sayangi.” Perkataanku membuatnya kembali tersenyum, walau terlihat sedikit semburat pertanyaan akan ‘kebenaran’ apa yang aku katakan tadi namun melihat dia tersenyum bahagia saja itu sudah membuatku gembira.

“Appa! Kue ulang tahunku mana? Appa tidak lupa membelinya, hmm??” aku mendelikkan mataku dihadapannya dan menunggu jawaban. “Kue ulang tahun?” dia tampak bingung. “Iya kue ulang tahun, yang warnanya putih dan tersusun 7 tingkat.” Aku mencoba mengingatkan dirinya akan memori pernikahan indah kedua orang tuaku. “Ahh… itu? Aku lupa!” jawabnya lirih sambil menundukkan kepalanya lagi. “Huh.. Appa!! Aku tidak mau tahu, pokoknya appa harus membelikannya untukku, kalau tidak…” dia langsung menghentikan diriku yang mulai beranjak pergi dari hadapannya. Ditariknya lengaku dengan kuat. “Ara.. araso.. akan aku belikan kue ulang tahun berwarna putih dan tersusun tujuh tingkat itu.” Ucapannya penuh dengan keseriusan. “Jeongmal?” aku berusaha mencari sebuah keyakinan. “Tentu saja, kapan appa pernah bohong pada eomma?” aku tersenyum melihatnya. “Kalau begitu, Kajja kita pergi membelinya.” Aku berusaha menarik dirinya untuk berdiri, dia kembali tersenyum kembali padaku dan mengikuti tarikan tanganku. Kami berjalan bersama menuju pintu utama untuk keluar rumah membeli kue ulang tahun untukku.

“Eomma, nanti kalau sudah beli kue ulang tahun, apa kau mau melanjutkan ceritamu tentang anak kecil yang cantik bernama Minrye itu.” Aku melihatnya lekat. “Aku suka ceritanya, dia terlihat sangat manis. Apalagi saat aku melihatnya tersenyum dalam foto, dia tampak mirip dengan dirimu.” Aku menggenggam tangannya erat dan kemudian menciumnya. “Akan aku ceritakan semuanya appa, semua yang appa mau tahu akan aku ceritakan.” Ucapanku sambil mengeluskan tangan yang selalu menyentuhku lembut itu di pipiku. “Gomawo. Kau memang wanita yang paling baik yang pernah aku temui. Hyunrye-ah.”

“Appa, seandainya kau menyadari anak itu adalah aku mungkin itu akan menjadi hal yang paling indah dan membahagiakan bagi diriku.” Aku melihat Changmin yang sedang asik memandang gedung-gedung tinggi dari balik kaca mobil yang kami naiki. “Tapi, begini juga baik. Kau akan selalu menjadi appa-ku yang paling baik.” Aku tersenyum dan mendekapnya dari samping. Dengan reflex dia mengelus kepalaku dengan perlahan. Beruntung— aku masih merasa beruntung akan semua yang telah diberikan TUHAN padaku. Eomma yang bergitu cinta akan appa menjadikan diri appa yang baik ini selalu mengenangnya. Kadang aku menganggap kebiasaan mereka yang selalu memanggil ‘eomma’ dan ‘appa’ satu sama lain membuat semua hal yang terjadi saat ini sedikit ringan. “Eomma, gomawo for all. Aku dan appa akan mencoba menjalani kehidupan yang bahagia seperti apa yang kau inginkan. Semoga kau damai disisi-Nya.”

Aku tersenyum mendekap erat tubuh appa-ku yang sangat aku sayang. Wangi parfumnya yang begitu khas sangat aku suka. Dia tidak pernah berubah, walaupun dirinya sudah berumur 40 tahun dia masih saja terlihat tampan dan keren seperti biasanya. dialah appa-ku yang paling kusayang, dan tidak akan pernah mungkin terganti oleh siapapun bagitu juga dengan Eomma-ku yang cantik. Walau dia adalah seorang yang dulunya selalu bersama dengan banyak pria, namun pada akhirnya dia menunjukkan kesetiaannya yang begitu dalam pada appa-ku. Dia yang terbaik dalam hidupku, dia yang telah mengajarkanku akan arti kehidupan ini. Semua yang direncanakan manusia tidak mungkin semuanya berjalan dengan lancar, kepergian eomma telah membuaka pikiranku akan semua hal yang terjadi di dalam hidup kedua orang tuaku. Dan aku akan tetap menjaga kenangan manis eomma selamanya.

==THE END==

Yang udh bc msti komen… klo g.. g bakal pernah ketemu ma biasna..!!😛

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 16/05/2011, in DBSK, OS and tagged . Bookmark the permalink. 78 Comments.

  1. Seruuuu,tp kyknya aq yang pertama komen…..wah asyiknya

  2. waduh ne ffnya sdih amat eonie.kashan changminnya

  3. @Suryati :
    chukae u’r 1st chingu…
    hahaha… makasih dah di baca

    @yankyu :
    memang sedih..
    yah masa senang trus..
    sekali” sedih boleh lah.. hehe

  4. ah smpe mw nangs.😥
    bgus thor critax.
    Tpi agk brat ya bca’anx,susah d’mngrti.
    Tpi slma bca,bgus kok critax,
    k’setiaanx changmin patut d’acungi jempol

  5. @zheey2992 :
    wkwkwkwkkw
    bacanya sambil bawa barbel yak chingu??
    makasih dah dibaca n makasih dah mau bingung” mengerti tulisan saia.. hehehe…. gomawo!! [teriak dari lapangan] LOL

  6. omo chingu daebak
    critax sungguh mengharukan #sokpuitis
    btw endingx sngat menyentuh

  7. Gilak ceritanya beda bnget ma yg lain, wow daebak chingu, emosi dapet. Uniq pkognya crtanya.

  8. Uuhh, sosweet bgt :’)
    kirain aku changmin mau cerai sama istri’a, eh tau’a istri’a meninggal…

    sedih juga😥

  9. menurut aq feel yadongnya dapet hehehee…
    tapi untuk sedihnya masih kurang…
    ^^

  10. hee hee heee

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA SUMPAH ITU SEDIH BANGED GA PAKE AJAA !! SEDIH PARAAAH !!!
    nangisss !!! tanggung jawab author nyaa !!! POKOK NYA JAWIB KUDU HARUS BIKIN SEQUEL NYAA !!! huaaaa ~
    :”(

  11. HUWAAAAAAAAAAA kasian banget minnie…
    sabar ya minnieeee….
    hhuhuhu author bikin aku sedih aja ni, tp bgus ff’nya..
    lanjutkannn author😀

  12. Waa sad story …
    Changmin setia amt yak mpe kyak gtu…..

  13. kim hyo sun

    aiigooo.. changminaa knapa kau tak menikah lg sj dngan’q?? #PLAK!
    Daebaklah ending’nya bs bkin tnggorokan’q sesak!

  14. kasian amat changminnya
    bagus😀

  15. aku terharu bacax….

  16. daebak !! yang buat daebak!! hehe

  17. ff nya daebak🙂

  18. Naachhh ini cerita bru MANTAP !!!
    . hha.hha aku suka nie alur cerita..
    Mancappp dech..

  19. terharuu banget.. TT.TT
    Changmin’na kasian..
    uhuhu..

    Jjang~ deh crita’na… ^^

  20. daebak^^
    tapi knp changmin selalu teraniaya yah, hehe
    lanjut thor

  21. Aaaah sdih yg terakhir. Keree tor! d^^b

  22. kaoru selly SangEun

    thor terharu aku ….
    seru thor ..

  23. jung sang rim

    anaknya ketuaan deh umur 27 mungkin harusnya 20 liat dari gaya bicaranya *saran*

  24. Daebak. . . . .
    Aku suka bgt ini ff ada jalan cerita kehidupan y beda ma yg lain. . . .
    Aku baca y jd campur aduk seneng, wow, n sedih pas yg terakhir ternyata hyunre punya penyakit, kirain bakal happy ending. . . .
    Cerita y menyentuh hati aku jadi sedih. . .T.T

  25. hikZ_b!kin or9 nAn9!Z ajA eonnie_
    hmm_dAebAk buAt ff pluZ eonnie
    Q ks!An m chAn9m!n_critA’Z nyenth b9t_Q tgg ff laen’X

  26. kasian amat changmin😦

  27. Anak.na dikira istri.na ? Mengenaskan .

  28. omo~ campur aduk bacany😀
    sneng krna trnyta hyunrye setia sama changmin😀
    sedih krna changmin depresi bnget smpek ngira minrye itu hyunrye
    tpi ntar gmna reaksiny changmin klo tau minrye tunangan ?
    bikin sequelny dong wktu minrye-ny tunangan atau nikah😀

  29. SparKyu-Taeganger ELF

    omo~! ceritanya mengharukan sekali T..T jadi mau mewek nih,,
    very good ff ^^

  30. Kasihan bgt Changmin,,,ffx sedih..!!

  31. hwaaaa…. sedihnya….:( keren endingnya….;(

  32. sedih bnget ff’a😥

  33. nangisss bombay..baca kisah akhirnya… Eoni…kenapa harus mati sih,,,???
    jadi sakit aja hati aku baca ni ff,,,
    Aku kan suka happy end#lupakan…
    Eoni…pokoknya klo buat ff yg pake acara mati2an gini,,gak sanggup deh,,,

  34. Diyahyukieyadongers

    Wah sad ending crt’a pdhl aku itu gk suka sama cerita yang sad ending al.y kshn😦

  35. hueeeeeeeeeeeeeeeeeeee.. TT_TT nangis banjir air mata…

    so sweet author~~

    _sekian^^

  36. mengharukan… menyentuh banget… jd pengen nangis… hiks… hiks… hiks…

  37. ceritanya daebakkkkkkk….
    y ksihn changmin ppanya g ngenalin nak nya sndiri,,,,,
    ckckckck….

  38. I love it..critanya beda dr kbanyakan ff nc..kreatif bgt..good job chingu-ya..

  39. wah seru ceritanya thor, tapi sedih banget kenapa harus ninggal ya thor…
    sedih bacanya,..
    bagus ceritanya, tapi kasoan changminnya..

  40. bagus thor. ujung”nya sedih *tarik ingus* wkwkㅋㅋㅋㅋ😉

  41. yaampun ceritanya kok komplit banget begitu. sumpah keren

  42. aneyhong thor im new reader…
    trharu dech bca crita x…
    jd ikutan mewe nich….
    tp
    keren kok….
    di tnggu yc thor krya2 slnjutnya..

  43. DiandraTaemints

    reader baru *plak
    tertarik dari judulnya *kebiasaan baca di dasari dari judul. haha

    aku kira eomma jahat. ternyata..
    huwaa

  44. keren,,, keren ^^

  45. apa itu??
    Hua!!! ;'(
    Knapa sedih banget!!
    Kasian Changmin sama anaknya,

    Keep writing author!
    Ditunggu karya lainnya,🙂

  46. Tanya Ivanov

    Koq?
    Kenapa smuanya berakhir seperti ini?! (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Si changmin skrg jd ngira anaknya itu adlh istrinya.. Miris liatnya..😥
    Tp salut ama si minrye.. Meski ud di tinggal sama eommanya dr umr 7thn, tp skrg tetep tegar.. :’)

  47. jung eun hoon

    saya komen karna takut kagak ketemu ma bias… tega pisan, koq nyumpahin nggak ketemu bias?? tega deh… TT
    seuuudiiiiihhhh pissaaaannnn….. kenapa itu si changmin jadi setress?? padahal akang changmin pan bias saya…. hehe.. tapi nice ff lah cuy… hahay….

  48. Sdh y crta.a.
    Kshan changmin. Anak.a ndri dikirain bninye..

  49. Sdih bget ceritax hikkss. . .hikkss

  50. Bagus thor… Walau agak bingung intinya apa. Apa mungkin aq yg lemot ya… Qiqiqi

  51. love it^

  52. lee vue 신 리

    Good story .. ^^
    Tapi untuk konflik kurang greget ..
    Ok .. fighting author for next story ..

  53. wa. sumpah sedih ni thor ceritanya.. kasian changminny jd depresi gtu. tpi lucu juga sih. ak ga bisa byangin changmin tua.😀

  54. Huaaaa terhanyut baca nya …
    Hyunrye yg playgirl … tp tetap memilih calon suami nya … n jujur loh punya pacar buanyuaaaakkkk hehe …
    Akhirnya changmin- hyunrye menikah bahkan punya minrye …. KYA … itu mereka lg ” olahraga malam ” ya? HOT bgt … ckck …

    Jiah … hyunrye.. knp ga jujur aja kalo kena kanker otak? Kan kasihan changmin n minrye …ckck jgn di pendam sendiri tuh kesedihan … huaaaaa jd changmin… ling lung ya? Manggil minrye eomma … ckck nangis jd nya …

  55. huuee sediihh kasian banget berpura pura jahat biar suaminya ga sedih di tinggal malah depresi changminnya mana anaknya di kira eommanya lagi huaaa kasiaaannn
    tapi bagus minn top deh

  56. Omoo jd changmin jd aga trganggu gt.. Kasian jg.. Tp seru hihihi

  57. Huah kenapa anaknya jadi eomma? T,.T #sedih
    keren keren thor *tissue mana tissue*

  58. sedih chingu hiks..hiks..
    Kasian bgt changmin’e dia depresi brat ampe nyangka anak’e sbgai istri’e..

  59. Seru!!! Eonni :*

    Tapi ffnya sedih bgt T_T

    Kirain aku hyunrye beneran selingkuh, gak taunya itu cuma rencana doang.
    Dan yang lebih buat aku kaget itu kenyataan bahwa hyunrye mengidap kanker otak TT__TT

  60. Sung Gyn Yooo

    Sumpahhh nangiiiiissss aku, koment aja smpai nangis.. Huaa🙂 kerennnnn

  61. ini veritanya changmin nganggep anaknya itu istrinya ?? Atau bgmna sih , agak bngung soalnya ;p

  62. wuah, q kira istrix bener selingkuh, ternyata unt mengurangi luka suamix, tp malah terpuruk si changmin

  63. Mariela jasmine

    kok changminnya ampe bgituhhh….huaaaaa….tidakkk…keep writing thor! hhahha…

  64. Miris banget ya cerita😦

  65. gak nyangka ending nya bakal sedih kyk gini._.
    keren2

  66. Harusx hyunre jujur akan penyakitx kan kasian minrye ada tpi g dianggap ma appax. N buat changmin hidup dgn rasa bersalah n lupa akan segalax.

  67. trnyta hyunrye sakit kanker,, brarti changmin ga tw kjdian yg sbnernya,
    changmin depresi sampe2 ga mengenali anaknya,,
    bagus critanya,

  68. Kurnia Mega

    Wah !! Daebak !!

  69. Itu Minnie depresi berat ya, sampe2 anak’a sendiri disangka istri’a..
    Kasian..😦

    Jia Jung

  70. baca cerita ini rasanya kaya makan nano2. rame rasanya..

  71. Ceritanya huuuuuuuu miris banget …

  72. Ceritanya mengharu biru tapi bagus banget kok (y)

  73. aissh,kasian banget changmin oppa.. bagus thor ff nya cuman endingnya aja ga tega

  74. Pengen nangis pas tau alasan istrinya ngelakuin itu…
    Hiks hiks

  75. awaliyah1023

    pengen nangis baca ending’a😦

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: