LOVELY DAYS

Title : LOVELY DAYS
Author : Ary C Petter
Genre : Romance
Chapter : 1 Shoot
Pairing : Park Yochun , Han YoShin, Kim Jaejoong
Rated : NC 21
—————————————————

Sudah lima tahun lamanya sejak kami berkenalan sampai dengan menikah saat ini. Bukan waktu yang singkat bagi kami untuk menjalani hidup sebagai suami istri, tinggal dalan rumah yang sama, satu atap, satu kamar dan bahkan saling berbagi satu sama lain. Mengisi setiap kekosongan dan juga menghargai tiap perbedaan diantara kami sangatlah sulit untuk dijalani jika tidak ada landasan cinta di dalamnya. Namun tidak bagi kami, selama lima tahun ini kami menjalani kehidupan berumah tangga dengan penuh rasa kasih, sayang dan cinta yang sangat besar antara satu sama lain.

Kehidupan kami memeng tidak sempurna seperti kehidupan rumah tangga lainnya, kami berdua merupakan orang yang memiliki kesibukan masing-masing. Berbeda dengan suamiku yang merupakan seorang pengusaha wine yang kaya, diriku ini hanyalah seorang guru bahasa Inggris disalah satu sekolah ternama. Tingkat pertemuan kami juga sedikit terbatas, namun karena kepercayaan yang kami miliki satu sama lain, semuanya dapat berjalan dengan lancar. Aku hanya dapat bertemu dengan suamiku itu dirumah sehabis pulang dia pulang dari kantor. Seperti kebanyakan suami pada umumnya yang bekerja selalu pulang pada petang hari, tapi suamiku selalu saja pulang selepas jam 10 malam. Tapi itu tidak masalah bagi kami, semakin malam maka gairah antara kami juga semakin tinggi. Maklum saja, kami berdua masih belum dikaruniai anak alam rumah tangga ini. Usaha terus berusaha hanya itu yang dapat kami lakukan dan tidak lupa juga berdoa. Beruntungnya diriku memiliki suami yang sangat pengertian seperti Park Yochun.

Pagi ini, seperti biasanya dia selalu berangkat pagi. Selesai mandi, dia akan memakai pakaian yang selalu aku siapkan di atas tempat tidur yang sudah aku bereskan. Apapun yang aku pilihkan akan dipakainya dan tentu saja semuanya begitu indah jika dia yang memakainya. Dia memang makhluk yang paling sempurna bagi diriku. Dialah yang paling aku puja saat ini. Setelah itu dia akan datang menuju arah dapur sambil membawa dasi dan menyodorkannya pada diriku yang sedang sibuk membuat sarapan pagi. Sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya bersikap manja di pagi hari.

“Jagya.. cepat pakaikan dasiku, nanti aku bias telambat.” Kata Yochun penuh manja pada Yoshin istrinya.
“Sabar sebentar, aku ambil rotinya dulu.” Kata Yoshin yang sedang menunggu roti bakarnya matang.
“Sudah biarkan saja, cepat bantu aku.” Kata Yochun yang mulai memakai dasinya sendiri.
“Aish.. kau ini selalu saja seperti ini. Sini biar aku yang bantu.” Kata Yoshin segera mengambil roti bakarnya yang sudah matang. “Sampai kapan kau seperti ini, pakai dasi saja tidak bisa.” Kata Yoshin sambil membuat simpul dasi di leher Yochun.
“Kan ada dirimu, untuk apa aku harus belajar membuat dasi?” kata Yochun sambil mencubit pipi istrinya itu.
“Oppa!!” kata Yoshin singkat menyingkirkan kepalanya. “Jangan banyak bergerak nanti berantakan semuanya.” Yoshin melanjutkan perkataannya.
“Iya..iya.. cerewet sekali kau pagi ini.” Kata Yochun sambil mencibirkan mulutnya.
“Aku memang sudah cerewet dari dulu. Kenapa kau menyesal menikah denganku?” Tanya Yoishin pada Yochun saat ingin menarik simpul dasi.
“Menyesal? Tentu saja tidak. Kau adalah hal yang paling indah yang pernah aku dapatkan di dunia ini.” Kegombalan Yochun mulai merajalela saat dikedipkannya sebelah matanya.
“Dasar Gombal!!” sekali tarik simpul dasi itu langsung mencekik leher Yochun.
“Uhuk,,uhuk,,, kau mau membunuh suamimu yang paling tampan ini ya??” kata Yochun yang kini berusaha mengatur nafasnya.
“Sudahlah, cepat habiskan sarapanmu, katanya kau tidak mau terlambat ke kantor?” kata Yoshin sedikit ketus.
“Sebenarnya ada apa? Apa kau sedang berhalangan, jadinya ingin memarahiku pagi ini??” Tanya Yochun yang kini merangkul pinggang Yoshin dari arah belakang.
“Lepaskan, oppa..” rintih Yoshin dalam pelukan Yochun.
“Tidak akan aku lepaskan, sebelum kau…” Yochun langsung mengecup leher Yoshin seketika itu juga, dan kini mulai bergerilya di daerah telinga Yoshin yang membuat istrinya itu memejamkan kedua matanya menahan gairahnya yang mulai merangsangnya.

Yoshin sudah tidak dapat lagi menahan serangan dari Yochun, pagi ini sudah terhitung kedua kalinya Yochun melakukan serangannya, pertama saat dia mengajak istrinya itu mandi bersama, dan sekarang saat didapur ini, semuanya benar-benar membuat Yoshin gila dalam cengkraman cinta Yochun yang semakin hari semakin penuh gairah akan asmara. Saat semuanya sudah mulai tidak terkendali tiba-tiba saja bel pintu rumah itu berbunyi dan bergema keseluruh ruangan rumah itu. Yochun yang sedang asik meraba dada penuh lekuk milik istrinya itu sedikit kesal dengan apa yang telah mengganggunya saat ini.

“Hentikan oppa.. ada tamu…” kata Yoshin dalam desahnya.
“Biarkan saja, dia menunggu.” Kata Yochun melanjutkan kegiatannya.
“Oppa.. sudahlah.. cepat buka pintunya.” Kata Yoshin saat menggenggam tangan Yochun yang masih bergerilya di tubuhnya.
“Aish.. orang itu mengganggu saja. Ini kan masih pagi.” Kata Yochun yang berhenti mencumbui Yoshin dan menyandarkan dagunya dibahu istrinya itu.
“Sudah sana bukakan pintunya.” Kata Yoshin yang kini sudah berbalik melihat Yochun.
“Araso… “ kata Yochun dengan ekspresi kesal yang begitu ketara di wajahnya.
(Yoshin tersenyum) “Dasar!!” kata Yoshin sambil menggelengkan kepalanya. “Oppa!! (Yochun berbalik seketika) benarkan bajumu.” Kata Yoshin kembali.
“Ah.. untung kau mengingatkanku.” Kata Yochun yang kemudian memasukkan kemejanya kedalam celana bahan yang dia kenakan secepat mungkin.

Yochun berjalan menjauh dari ruang dapur dan menuju pada pintu utama rumah. Dia berlari-lari kecil untuk mempercepat langkahnya menuju pintu utama. Dia sudah tidak tahan dengan bunyi bel rumah yang terus menerus berbunyi dan menggema dirumahnya yang cukup luas itu. Dibukanya pintu rumahnya dan kini didapatinya sosok seseorang yang dia sendiri tidak mengenalnya karena orang tersebut berdiri dengan menghadapkan punggungnya dihadapan Yochun.

“Maaf tuan!” seru Yochun saat melihat sosok tersebut.
(Berbalik) “Maaf, apa benar ini rumah tuan Park Yochun?” kata orang yang sedari tadi menekan bel rumah Yochun sambil membenarkan bentuk kacamatanya.
“Iya benar, saya Park Yochun.” Kata Yochun penuh kebanggaan.
“Apa anda sudah lupa pada saya??” Tanya sosok itu pada Yochun.

Yochun memperhatikan sosok didepan matanya dengan sangat lekat, dari bawah sampai atas dari ujung rambut sampai dengan ujung kakinya. Wajahnya tidak asing bagi Yochun, namun dia belum menemukan jawaban untuk ketidak pasatian ini, dia terus memutar otaknya. Sosok ini adalah…

“Jaejoong hyung??” Tanya Yochun menyebutkan nama seseorang.
“Akhirnya kau mengingatku juga.” Kata Jaejoong sambil terseyum di depan Yochun.
“HYUUUNNGG!!” teriak Yochun langsung memeluk Hyungnya itu dengan cepat.
“Kemana saja dirimu, kenapa tidak memberikan kabar padaku jika kau mau pulang dari Prancis.” Kata Yochun yang kini sudah melepaskan pelukannya.
“Miane, aku hanya tidak mau merepotkanmu saja.” Kata Jaejoong merendah.
“Kalau seperti ini justru lebih merepotkan bagi diriku, untung aku bisa mengenali dirimu.” Kata Yochun pada Jaejoong.
“Apa aku begitu banyak berubah??” Jaejoong balik bertanya.
“Tentu saja, kau banyak berubah. Rambut hitam, kacamata dan juga bentuk tubuhmu yang sedikit menggemuk itu membuatku pangling. Kita kan sudah lama tidak bertemu. Sudah lebih dari 3 tahun lamanya. Kau bisa bayangkan, dalam setahun kau hanya mengirimiku 1 email saja.” Kata Yochun panjang lebar.
“Sudah-sudah. Aku mengaku kalau aku bersalah. Tapi apa aku tidak boleh masuk kedalam rumahmu??” Tanya Jaejoong pada Yochun yang sedari tadi mengobrol di depan pintu.
“Ah.. aku sampai lupa.” Kata Yochun sambil memukul keningnya ringan. “Ayo mari masuk.” Kata Yochun mempersilahkan.

Dipersilahkannya Jaejoong duduk disofa ruang tamu yang tertata begitu indah dan bersih. Sinar matahari pagi yang masuk dari celah-celah jendela besar diruangan itu menerangi seisi ruangan. Begitu segar dan juga harum ruangan itu dengan ditambahkannya bunga segar sebagai pelengkap dekorasi ruangan itu. Jaejoong dan Yochun berbincang-bincang dengan begitu senangnya, sudah lama mereka tidak mengobrol bersama seperti saat ini.

“Siapa yang datang oppa?” Tanya Yoshin yang baru saja keluar dari dapur, sambil mengelap tangannya pada epron yang dipakai.
“Ah.. aku sampai lupa..” kata Yochun tersenyum. “Cepat kemari Jagya!” perintahnya pada Yoshin.
“Siapa oppa?” Tanya Yoshin yang sudah sampai di ruang tamu.
“Nah.. coba lihat siapa yang datang.” Kata Yochun sampil menunjuk Jaejoong yang duduk dihadapannya.

Jaejoong beranjak dari tempat duduknya, berdiri dan berbalik melihat kearah Yoshin. Betapa kagetnya Yoshin melihat orang yang ada dihadapannya, dia terdiam dan bibirnya kelu, tidak ada satu patah katapun yang terucapkan dari bibirnya yang indah. Jantungnya berdebar dengan kencang dan pikirannya kalut. Bukan tanpa sebab hal itu terjadi, Jaejoong adalah masalalu Yoshin sebelum dengan Yochun.

“Kenapa diam saja?” Tanya Yochun pada Yoshin yang terdiam.
“Tentu saja dia diam, kau belum mengenalkan diriku padanya.” Kata Jaejoong pada Yochun.
“Ah,,, kenapa aku bias lupa seperti ini. (berjalan dan berada di samping Yoshin) Jagya ini Jaejoong hyung, partner bisnisku sekaligus sahabat dekatku.” Kata Yochun memperkenalkan Jaejoong pada Yoshin.
“Annyeong. Kim Jaejoong imnida.” Kata Jaejoong memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya pada Yoshin.
“Nde!! Yoshin imnida.” Kata Yoshin singkat dan dengan cepat menyalami tangan Jaejoong.
“Kalau begitu kita ngobrol-ngobrol saja dulu.” Kata Yochun pada semuanya.
“Kalau begitu akan aku buatkan minuman.” Kata Yoshin cepat.
“Emm,, tidak usah, aku sudah mau pergi.” Kata Jaejoong pada suami istri itu.
“Kau mau kemana hyung, kau kan baru saja sampai.” Kata Yochun ingin tahu.
“Aku tidak kemana-mana, aku harus membereskan rumahku. Lagipula masih banyak waktu untuk pertemuan kita selanjutnya karena rumahku ada ditepat di depan rumah kalian.” Kata Jaejoong sambil menunjuk kearah luar rumah.
“Jinja?? Wah itu bagus sekali.” Kata Yochun penuh kegembiraan. “Ya kan jagya??” tanyanya pada Yoshin yang hanya dijawab oleh senyuman.
“Ya sudah aku pulang dulu.” Kata Jaejoong mulai melangkahkan kakinya.
“Mari aku antar.” Kata Yochun mengikuti Jaejoong dan meninggalkan istrinya di ruang tamu.

Semua pertanyaan kini berkumpul dikepala Yoshin, semua kekhawatiran merajai dirinya. Tidak tenang adalah perasaan yang tepat untuk menggambarkan isi hatinya saat ini. Seorang dari masa lalunya kini muncul kembali. Masa lalu yang menurutnya sangat kelam dan itu pernah membuat hatinya terluka dan tak bisa melupakannya hingga saat ini. Sebuah kesalahan besar bagi dirinya mengenal dan mencintai Jaejoong dulu. Dan kini dia harus kembali bertemu dengan Jaejoong sebagai tetangga dan juga sebagai sahabat dari suaminya. Begitu memusingkan bagi Yoshin semua hal tersebut, tidak dapat ditanggung lagi oleh dirinya betapa menyakitkannya kenangan bersama Jaejoong dulu.
—————————–
Hari-berganti hari, semua berjalan terasa begitu lambat bagi Yoshin. Konsentrasinya mulai terbagi dengan pikiran-pikiran yang tidak penting akan Jaejoong. Makan malam beberapa minggu yang lalu adalah pemicunya. Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu pada dirinya, Yochun dengan seenak hatinya mengadakan perjanjian makan malam di salah satu restoran mewah bersama dengan Jaejoong. Awalnya Yochun hanya mengatakan bahwa dia butuh seseorang untuk menemui parent bisnisnya, namun siapa sangka partnernya itu adalah Jaejoong. Beruntung Yoshin dapat menempatkan dirinya dengan baik malam itu, tidak ada rahasia yang terbongkar antara dirinya dengan Jaejoong. Malam itu merupakan awal dari mimpi muruk kehidupannya mendatang.

“Oppa..oppa!!! aku sudah pulang, dimana dirimu??” teriak Yoshin saat memasuki rumahnya mencari Yochun setelah pulang dari jogging paginya.
“Kemana dia? Kenapa tidak ada? Apa jangan-jangan dia sedang mandi?” Tanya Yoshin pada dirinya yang kemudian menuju kamar utama rumah itu, namun sayang orang yang dia cari tidak berada disana.
“Aneh kenapa tidak ada? Kemana dia?” Yoshin kembali bertanya pada dirinya.

Praaaannnggg!!! Bunyi sesuatu pecah dari arah dapur rumahnya, Yoshinyang mendengar haltersebut langsung melangkahkan kakinya menuju arah dapur guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi disana.

“Oppa?? Apa itu kau?” Tanya Yoshin saat berada tidak jauh dari dapur.
“Oppa!!” seruan kaget saat sosok yang tidak diduganya ada didepan matanya.
“Bagaimana kau bisa masuk kedalam rumahku? Dimana Yochun oppa?” Tanya Yoshin cepat pada Jaejoong yang kini keduanya berdiri berhadapan.
“Ow,, Yochun. Dia sedang pergi kesupermarket.” Kata Jaejoong menerangkan.
“Untuk apa dia pergi kesana, dan apa yang kau lakukan di dapurku?” Tanya Yoshin kembali.
“Dia tadi aku suruh beli bubuk cabai untuk masakanku (menunjuk panci berisikan makanan yang sedang mendidih)” kata Jaejoong menjelaskan.
“Lalu.. kenapa kau..” kata Yoshin terputus karena melihat tingkah aneh Jaejoong
“AAAAAKKKKKHHHHH…..” Jaejoong berteriak sejadi-jadinya.

Jaejoong memeluk tubuh Yoshin dengan begitu erat, dia tidak menyadari akan siapa yang dia peluk saat karena dia sudah ketakutan setengah mati akan kecoa berkeliaran, berjalan di dekat pinggan yang dilihatnya didapur Yoshin saat dia berbicara dengan Yoshin.

“Ah.. miane.” Kata Jaejoong yang baru saja tersadar saat Yoshin berteriak kesakitan karena tubuhnya tertimpa oleh tubuh Jaejoong dan terjatuh kelantai.
Jaejoong menatap Yoshin lekat saat dirinya berniat menjauhi tubuh Yoshin, namun daya pikat wajah yang pernah menjadi kekasihnya itu sungguh susah untuk dilupakan. Tanpa permisi lagi dia langsung saja melumat bibir indah merah muda milik Yoshin. Kedua bola mata Yoshin langsung terbelalak akan apa yang dilakukan mantannya itu, ini bukanlah hal yang pertama bagi dirinya untuk merasakan belaian lembut bibir Jaejoong di bibirnya, kedua bahu Yoshin bergetar saat tangan kekar Jaejoong memegang tengkuknya.
“Uuuuummmm….” Desis Yoshin saat Jaejoong mulai liar mengulum bibirnya. Jaejoong sudah terlena dan membasahi bibir Yoshin dengan liurnya yang terasa hangat di atas lapisan bibirnya.
Yoshin berusaha memberontak akan aksi Jaejoong padanya, namun sayang tangan Yoshin terhenti oleh tangan Jaejoong yang lebih cepat menangkap tangan Yoshin dan dengan sekali hentakan dia menjatuhkan tangan Yoshin kelantai dan menekannya adar tidak mengisk dirinya untuk terus melumat bibir Yoshin.
“Euummm,,, eeeemmmm…” Yoshin kembali berontak dengan berusaha menggelengkan kepalanya ke kanan dan kekiri.
Jaejoong tidak mau kalah aksi dengan Yoshin, dilepaskannya ciuman hangat itu dan berpindah kebagian leher Yoshin. Dengan sedikit usaha Yoshin berteriak dan meminta pertolongan pada siapun yang mendengarnya nanti.
“Percuma kau lakukan itu semua, tidak aka nada yang mendengarnya. Lagi pula ini bukan yang pertama bagi kita, jadi….” Jaejoong menerangkan dan kemudian kembali menguasai lekuk leher Yoshin yang jenjang dan indah itu.
Berat tubuh Jaejoong yang menekan Yoshin sungguh sangat menyesakkan bagi dirinya, dengan begitu liarnya Jaejoong menikmati tiap lekuk leher Yoshin, telinga dan kini mulai berjalar kearah pipi dan terhenti kembali di bibir. Jaejoong terus melancarkan serangannya di bibir Yoshin sampai wanita cantik itu meneteskan airmatanya. Namun Jaejoong tidak memperdulikan hal tersebut, dia malah bersuaha memasukkan lidahnya kedalam mulut Yoshin yang rapat bagai terekatkan lem kesetiaan pada Yochun. Tiak satupun ciuman Jaejoong yang dibalas oleh Yoshin, namun pria tampan itu tidak ilang akal, hasratnya yang belum terpenuhi menuntunnya untuk mengangkat kepala Yoshin dan merapatkan tubuh Yoshin pada tubuhnya yang kini sudah terduduk dan membiarkan sebagian dari tubuh Yoshin tetap pada posisi tertidurnya. Diletakkannya tubuh Yoshin dipangkuannya. Kedua tangan Yoshin yang tadinya terkunci oleh tangan Jaejoong sudah dilepaskannya. Tak berdaya, kedua tangan Yoshin sudah merah karena tekanan dari tangan Jaejoong, rasa sakit itu membuat Yoshin tak kuasa untuk menolak Bibir Jaejoong yang terus berusaha menguasai bibir Yoshin sampai akhirnya terbuka jalan masuk untuk lidah Jaejoong kedalam mulut Yoshin.
“Ummmkkkk….aaaakkkhhhh… ssscccchhhhh…..” desah Yoshin saat lidah Jaejoong bergerilya di dalam mulutnya dan membuat suara tertahan dikerongkongan dan membuatnya susah untuk bernafas. Tak dapat tertahankan lagi, desahan demi desahan terlontar begitu saja. Yoshin sudah mulai terperdaya dengan tiap lumatan Jaejoong ditiap lekuk leher dan bibirnya. Permaian lidahnya juga tidak dapat dia tolak saat ini, dengan reflek tangan yang masih terasa sakit itu, Yoshin merangkulkannya keleher Jaejoong dan menerima ciuman serta serangan cumbuan Jaejoong dengan pasrah.
“Ummhhh…nnghh…ssssh…uhh.” Jaejoong menjilat rongga mulut Yoshin hingga dirinya gemetar kenikmatan dan Yoshinyang sudah terbuai membalasnya dengan memainkan lidah didalam rongga mulut Jaejoong. Diremasnya rambut Jaejoong dengan penuh desahan dari dalam mulut Yoshin saat Jaejoong kemudian menarik lidah Yoshin dan menghisapnya tanpa ampun. Pergumulan dua bibir dan lidah tersebut terheti ketika keduanya menyadari suara bel rumah yang bergema di seluruh ruangan.

Yochun yang sudah berkali-kali menekan bel rumahnya mulai bosan untuk menunggu dibukakan pintu, dengan cepat dia merogoh saku celananya dan mengambil rangkaian kunci yang dia jadikan satu dengan kunci mobilnya. Dibukanya pintu utama rumahnya yang terkunci otomatis dari dalam, dimasukkannya kuci pintu itu kelubang kunci, dua kali Yochun memutarnya dan kemudian pintu itu terbuka. Dengan segera di masuk kedalam rumahnya sambil memenggil Jaejoong, yang dia ingat sedang memasak didapur.

“Hyung! Ini cabai bubuk pesanan…” kata Yochun terhenti ketika melihat Jaejoong dan istrinya tengah berada di dapur bersama. “Jagya, kau sudah pulang?” Tanya Yochun cepat.
“Ah.. nde!!” kata Yoshin yang kini sibuk membersihkan panci kotor di tempat cuci piring tanpa membalikkan badannya.
“Ah.. hyung ini cabai bubuknya, apa masakannya sudah matang?” Tanya Yochun ingin tahu pada Jaejoong yang sibuk mengaduk masakannya.
“Ya sudah taruh saja disana, sebentar lagi matang.” Kata Jaejoong yang menunjuk meja yang berada di depan Yochun tanpa menghiraukannya sedikitpun.
“Ok baiklah, apa ada yang bisa aku bantu?” Tanya Yochun menawarkan bantuan.
“ANIO!!” jawab Jaejoong dan Yoshin bersamaan dengan begitu keras.
“Ah.. jagya.. lebih baik kau tunggu saja di ruang makan, sebentar lagi kami selesai.” Kata Yoshin berusaha mengalihkan pikiran Yochun.
“Iya.. lebih baik kau keruang makan saja, sebentar lagi masakannya selesai. Lagipula sudah tidak ada lagi yang akan kami buat.” Kata Jaejoong menimpali.
“Baiklah kalau begitu, aku tunggu ya!!” kata Yochun sambil mengangkat kedua bahunya adan kemudian pergi meninggalkan dapur menuju ruang makan.

“Kau mau kemana?” Tanya Jaejoong yang mengenggam pergelangan tangan Yoshin saat dirinya hendak meninggalkan dapur.
“Lepaskan aku, atau aku..” kata Yoshin terhenti ketika tangan mulus Jaejoong menempel lekat di bibir indahnya.
“Jangan takut aku tidak akan mengatakan apapun pada suamimu, asal dirimu mau kembali padaku lagi.” Kata Jaejoong penuh ancaman.
“AAHH.. TIDAK AKAN PERNAH!!” kata Yoshin sambil mendorong Jaejoong dengan sisa kekuatannya.
“Kita lihat saja nanti, kau pasti akan kembali lagi padaku.” Kata Jaejoong dengan tatapan sinis.

Yoshin tidak memperdulikan semua yang dibicarakan Jaejoong barusan, dia langsung meninggalkan mantan kekasihnya itu di dapur. Rasa kesal telah menyelimuti hati Yoshin saat ini. Dia berjalan menuju kamarnya, dibukanya kamar tidurnya dengan cepat. Yoshin langsung menghempaskan tubuhya diatas ranjang besar miliknya. Tarikan nafas panjang penuh penyesalan kini dia rasakan begitu berat terasa. Sebuah perbuatan dosa yang telah dia lakukan beberapa saat tadi bersama Jaejoong membuat dirinya ketakutan, jika saja dia tidak memiliki Yochun saat ini mungkin dia kan kembali lagi dengan Jaejoong. Tidak dapatr dipungkiri, Jaejoong adalah cinta pertamanya dan seseorang yang telah mengisi hari-harinya dulu. Orang yang telah banyak memberikan dirinya canda tawa dan juga sekaligus kesengsaraan dalam hidupnya setelah Jaejoong meninggalkannya setelah dirinya dimiliki sepenuhnya oleh Jaejoong. Ya.. Yoshin telah dicampakkan begitu saja oleh Jaejoong karena urusan pekerjaan yang mengharuskan Jaejoong pergi keluar negeri dan harus meninggalkan dirinya. Sempat Jaejoong menyuruh Yoshin untuk menunggu dirinya namun apa yang didapatkan Yoshin, dia hanya mendapatkan penghianatan dari kekasihnya itu.

Disebuah Koran berita dia mendapatkan berita pertunagan Jaejoong dengan salah satu anak pengusaha besar diluar negeri. Sebuah penghianatan yang tidak dapat diterima oleh Yoshin. Hari-harinya semakin trpuruk akan berita itu, dan pada saat yang tidak tepat itu dia bertemu dengan Yochun yang secara kebetulan disebuah kedai minuman. Pada saat aku mabuk dialah orang yang tanpa memperdulikan siapa, darimana asalku dan bagaimana diriku membawa diriku pulang kerumah dan menjaga diriku sampai aku tersadar kalau kami berdua telah melakukan kesalahan besar. Kesalahan terbesar itu membawa diriku dalam pernikahan dengan Yochun, dia mempertanggung jawabakan apa yang telah diperbuatnya pada diriku, walau pada awalnya akulah yang telah memaksanya melakukan hal tersebut. Aku yang terpuruk oleh penghianatan Jaejoong menerima langsung lamaran Yochun dan menikah dengan dirinya sampai dengan hari ini. Namun kesalahan apa yang telah aku lakukan tadi, sungguh sangat memalukan dan sangat mencoreng kebaikan Yochun pada diriku. Aku sudah menghianati dirinya yang telah dengan rela menolong kehidupanku yang terpuruk dulu akan cinta Jaejoong.

“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Yoshin yang kini tengah memandang dirinya di cermin.
“AAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHH!!!” teriak Yoshin dari dalam kamarnya.
“Waeyo jagya??” ada apa berteriak begitu?”Tanya Yochun yang tiba-tiba datang setelah mendengar teriakan Yoshin dari dalam kamar.
“Ah.. oppa.. Anio..” kata Yoshin menutupi.
“Kalau tidak ada apa-apa, kenapa berteriak sekencang itu?” Tanya Yochun ingin tahu.
“Ow,, itu .. hanya ingin berteriak saja, bagaimana suaraku bagus kan?” kata Yoshin mengalihkan perhatian.
(Yochun tersenyum) “Apapun yang ada di dirimu semuanya bagus.” Kata Yochun memuji istrinya.
“Huh,, gombal.” Kata Yoshin yang kemudian berdiri dan beranjak dari tempatnya.
“Kau mau kemana?” tarik Yochun pada pergelangan tangan Yoshin yang berbalut handband.
“Ahkk.. “ rintih Yoshin seketika itu juga saat tubuhnya berbenturan dengan dada bidang Yochun. “Emm,, lepaskan oppa, aku mau mandi sekarang.” Kata Yoshin melanjutkan
“Mau aku gosokkan punggungmu?” Tanya Yochun begitu mesra.
“Sudahlah, lebih baik kau temani saja temanmu dibawa, mungkin dia sudah menunggumu.” Kata Yoshin pada suaminya itu.
“Kalau kau mau aku gosokkan punggungnya, mugkin akan lebih cepat dan dia tidak akan menunggu kita.” Kata Yochun terus berusaha merayu.
“Sudahlah cepat pergi sana.” Kata Yoshin mendorong Yochun.
“Baiklah kalau kau tidak mau, aku yang akan memaksanya.” Yochun langsung menggendong Yoshin kedalam kamar mandi.
———————————————-

Jaejoong membawa makanan yang telah dimasaknya pagi ini ke meja makan, sebuah panci berisikan soup ikan disajikan di meja makan dengan ditemani lauk pauknya dan juga nasi. Begitu bersemangat Jaejoong membuatnya pagi ini. Bukan karena Yochun yang memintanya namun karena dia ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun Yoshin. Hari kebahagiaan bagi mantan kekasihnya itu. Hari dimana semua kegembiraan akan dia berikan bagi kekasihnya. Jaejoong bukan tanpa alasasan kembali ke Korea, dia kembali karena dia sadar bahwa dirinya hanyalah menjadi mainan saja dari wanita yang menjadi tunangannya dulu. Jaejoong pergi tanpa sepengetahuan dari tunangannya itu hanya untuk merayakan ulang tahun bersama dengan Yoshin. Namun pernikahan Yoshin dengan sahabatnya tidak dia ketahui sebelumnya, setelah tinggal di Seoul selama sebulan demi mencari tahu tentang kehidupan Yoshin dia mendapatkan kenyataan yang cukup menyesakkan hati. Kekasih yang dia campakkan beberapa tahun lalu kini telah menikah dengan sahabatnya sendiri. Berusaha untuk menebus kesalahannya beberapa tahun lalu merupakan hal yang berat dilakukan, jika kekasih yang dulu disayanginya itu telah menjadi milik orang lain.

Jaejoong berpangku tangan diatas meja, semua makanan telah dia siapkan dengan sangat rapih. Namun orang yang menyuruh dan dinantinya untuk makan malah tidak ada diruangan. Kesal menunggu lama Jaejoong kemudian melangkahkan kakinya mencari kedua orang tersebut dan menyusuri tiap ruangan di rumah Yochun yang terbilang cukup luas ini. Begitu banyak kamar dan ruangan yang harus dia buka untuk mencari kedua orang itu.

Pelahan-lahan Yochun melepaskan pakaian Yoshin, dilemparkannya jaket yang menutupi tanktop yang digunakan istrinya itu kesembarang tempat. Dengan lembut di Yochun mengelus bahu Yoshin perlahan, rambut Yoshin yang terikat begitu menampilkan lekuk bahu dan leher yang begitu indah, putih dan mulus yang membangkitkan semangat Yochun untuk mencumbunya langsung. Dihirupnya wangi parfum yang begitu melekat di tubuh istrinya itu, aroma yang begitu menenangkan membuat Yochun terlena untuk lebih dalam merasakan tubuh istrinya itu, tangannya yang menelusup di daerah payudara Yoshin mulai meremas dada yang kenyal itu dengan kedia tangannya dan membuat Yoshin mendesah tidak karuan. Yoshin terus berceracau tidak jelas disela desahnya, kecuman di leher dan bahunya serta remasan di dadanya membaut dia tidak tahan untuk meremas rambut Yochun dengan penuh gairah. Ciuman demi kecupan dilancarkan Yochun pada lekuk leher dan bahu Yoshin dan meninggalkan kissmark di sana sini. Beruntung bagi Yoshin, apa yang tadi dilakukannya dengan Jaejoong tidak meninggalkan bekas. Yochun membalikkan tubuh istrinya kehadapannya dan kemudian merengkuh dagunya lalu mengecupnya dengan lembut. Berjalan dari dagu , pipi dan kini sudah sampai pada bibir indah istrinya itu. Dilumatnya tanpa sisa saat itu juga, tak butuh waktu lama bagi Yochun untuk menelusupkan lidahnya kedalam mulut Yoshin. Tanpa penolakan dan halangan yang berarti, dengan mulus dia memainkan lidahnya yang dingin kedlam rongga mulut Yoshin. Dijilatinya dengan begitu lembut dan tidak mau kalah Yoshin pun memainkan lidahnya mengikuti petunjuk yang diarahkan oleh suaminya. Kedua lidah itu terus begumul satu sama lain, saling bertukar air liyur dan kenikmatan akan sensasi didalamnya. Yochun terus melumat bibir Yoshin dengan merengkuh tengkuk istrinya itu dengan kedua tangannya dan memasukkan lidahnya jauh lebih dalam sampai desahan nafas Yoshin tercekat di kerongkongannya. Terus dan terus terulang.

“Emmm,,, ssstttzzz…. Aaahhhh… eeeuuummmm…” Yoshin mendesah atas apa yang diperbuat oleh Yochun. Dalam desahannya tangan Yoshin dengan cepat membuka satu persatu kancing kemeja Yochun dan melepaskannya melewati tangannya dengan cepat dan melemparkannya di sembarang tempat. Dan beditu pula dengan Yochun dilepaskannya potongan pakaian terakhir ditubuh Yoshin dan meleparkannya kesembarang tempat.

Melihat pemandangan syur tubuh istrinya itu, kontan milik Yochun mengeras. Miliknya yang besar, panjang, dan keras itu ingin merasakan lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab. Miliknya itu juga ingin diremas-remas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di lubang yang lebih sempit lagi. Yochunpun memutar kran shower yang berada di belakang istrinya dan mandi bersama. Yochun memeluk Yoshin dari belakang, sembari tangannya menggerayang liar di tubuh mulus istrinya. Meraba mulai dari leher sampai kemaluannya. Awalnya Yoshin hanya meringis, tetapi setelah tahu apa yang dilakuan Yochun, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.

”Oppa, nakal kamu” katanya sambil balas memeluk suaminya. Yoshin berbalik, langsung mencium mulut Yochun. Tak lama mereka sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh masing-masing. Dengan tergesa Yochun membuka celananya dibantu istrinya hingga tak tersisa selembar benangpun ditubuhnya. Miliknya pun mengacung tegang, besar, dan gagah.

Mereka pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang nikmat di milik Yochun, sebelum kemaluan istrinya itu terasuki oleh miliknya. Permainan cinta itu berlangsung seru. Yochun menyetubuhi istrinyaa dalam posisi doggy style. Yochun merabai payudaranya yang kencang itu, meremas-remasnya, mempermainkan putingnya yang sudah mengeras. 30 menit berlalu, istrinya sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi. Namun sayangnya, milik Yochun masih saja mengeras. Yochun panik karenanya. Dia khawatir jika miliknya ini masih saja bangun sementara Jaejoong masih menunggu dibawah. Dia takut jika Jaejoong masih saja menunggu dirinya dan juga Yoshin untuk sarapan. Rupanya Yoshin mengerti akan kepanikan suaminya itu. Dia kembali mengoral milik Yochun yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia berbisik mesra,

”Jangan khawatir oppa, dia tidak akan kemana-mana.” katanya nakal.
Yochun bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil terus mendesah-desah nikmat. Tiba-tiba istriku menghentikan perbuatannya itu. Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes,
”Waeyo Jagya, aku kan belum keluar?” suaraku parau, penuh kekecewaan
”Sabar oppa, kita lanjut di tempat tidur saja ya” katanya mesra.
Yochun pun tambah bingung. ”Memangnya kenapa, disini juga asik?” suaraku masih saja parau, karena kenikmatan yang belum tertuntaskan.

”Huh, dasar! Aku tidak mau kedinginan seharian mandi bersamamu” sahut Yoshin sambil menarik handuk dan melingkarkannya diantara tubuh kami dan kemudian sambil berjinjit di atas kaki Yochun, keduanya berjalan keluar kamar mandi menuju tempat tidur sambil tetap berpelukan dan saling berciuman.

Begitu sampai di tempat tidur, Yoshin mendorong Yochun di ranjang hingga suaminya itu telentang tepat ditengah ranjang, sementara dia mengelap sisa-sisa air, keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk yang menutupi tubuhnya. Lalu Yoshin melakukan hal yang sama pada Yochun. Setelah itu Yoshin langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral milik suaminya kembali. Tak lama nafsu Yochun yang tertunda tadi bangkit kembali. Kali ini Yochun bertekad akan membuat istrinya mengeluarkan cairan cintanya sampai tiga kali. Yochun memang khawatir hubungannya pagi ini diketahui Jaejoong yang notabennya sebagi orang lain, tapi persetanlah…Yochun sudah tidak perduli lagi dengan itu semua, walau terlihat oleh Jaejoong nantinya, Ini bukanlah suatu perbuatan dosa. Apapun yang akan terjadi terjadilah.

Yochun pun balik menyerang istrinya. Mulut dan lidahnya dengan ganas mempermainkan milik istrinyanya. Tangannya juga ikut aktif merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki hole istrinya. Clitorisnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual jilati Yochun dengan lembut, dan keremasi dengan gemas. Yochun memainkan pula apa yang ada di sekitar daerah kemaluan istrinya. Gabungan remasan jari, sentuhan tangan di kemaluannya, dan serangan lidahnya berhasil membuat istrinya mengeluarkan lagi cairan cintanya untuk yang ketiga kalinya. ”Aaaaahhhh…. oooppppaaaa ….” jerit nikmat Yoshin. Cairan cinta istrinya keluar deras dari lubang vaginanya. Langsung saja Yochun menghisap dan menelan habis hingga tidak ada yang tersisa.

Yochun pun tersenyum, lalu dia merubah posisinya. Tanpa memberikan kesempatan istrikuku untuk beristirahat, Yochun mengarahkan miliknya yang masih bugar dan perkasa ini ke arah vaginanya, lalu disetubuhi istrinya dalam posisi misionaris. Dia merasakan miliknya menembus liang vagina seorang wanita yang sudah 5 tahun dinikahinya itu, tapi masih terasa kekenyalan dan kekesatannya. Tampaknya program kesehatan khusus organ tubuh wanita yang dia minum Yoshin tiap hari berhasil dengan baik. Miliknya masih terasa enak dan nikmat menggesek milik Yochun saat keluar masuk.
Sambil menyetubuhi istrinya, Yochun mempermainkan buah dada Yoshin yang besar dan kenyal itu, dengan mulut dan tangannya. Dia meraba-raba, meremas-remas, menjilat, dan mengigitnya sampai payudara itu kemerah-merahan. Puas bermain payudara istrinya tangan Yochun mempermainkan clitorisnya, sementara mulut Yochun menciumi perut mulus Yoshin, tangan satunya masih mempermainkan payudara istrinya. Tangan Yoshin yang bebas, meremas-remas rambut Yochun, dan mencakar-cakar punggungnya. Posisi nikmat ini kami lakukan selama bermenit-menit, hingga 45 menit kemudian Yoshin mencapai orgasmenya yang keempat. Setelah itu dia meminta istirahat. Yochun sebenarnya malas mengabulkan permintaan istrinya itu, karena dia sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya dia mengalah.

”Oppa kau hebat sekali, Kau bisa membuatku gila jika kau melakukan ini setiap hari” kata Yoshin memuji permainan Yochun suaminya.
”Aah… kau seperti tidak pernah merasaknnya saja.” Kata Yochun tersenyum nakal.
”Kau memang benar-benar hebat oppa, aku mencintaimu selamanya” kata Yoshin yang kemudian menciumnya sekilas di pipi dan tangan Yoshin yang nakal bergerilya di sekujur tubuh Yocun. Terakhir Yoshin kembali mempermainkan milik suaminya yang sudah mengerut ukurannya.

“Uuugghhh… yyaaa… terus jagya.. lakukan terus.. shake me jagya.. oouuuhhh…” Yoshin mulai berceracau tidak karuan saat Yochun berusaha kembali menggesekkan miliknya pada hole istrinya. Semakin cepat dan terus menerus Yocun menaik turunkan miliknya dan membuat istrinya sesekali menggelinjang tak karuan dihadapannya namun itu membuat Yochun semakin bersemangat. Mereka terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi. Dalam persetubuhan terakhir ini, Yochun dan istrinya sama-sama meraih orgasme bersama. Yochun menjatuhkan tubuhnya tepat disamping Yoshin setelah melepaskan cairan cintanya di dalam hole milik istrinya. Tarikan nafas yang bercampur dengan pluh keletihan menjadi suatu keindahan di dalam pelukan dekapan hangat Yocun.

Jaejoong yang melihat kejadian itu merasa terpukul, mantan kekasihnya itu sunggu sudah berubah dan tidak sama lagi seperti terakhir kali dia meninggalkannya. Kini Yoshin sudah berubah menjadi pribadi yang berbeda. Dia adalah istri dari Park Yochun, sahabat yang sekaligus partner kerjanya selama ini. Jaejoong mengepalkan tangannya, menahan amarah yang sudah memenuhi dadanya. Dia berbalik meninggalkan tempat itu secepat mungkin tanpa disadari oleh Yoshin dan juga Yochun yang masih berpelukan satu sama lain.

“Oppa, kenapa kau terlihat berbeda pagi ini? Ada apa?” Tanya Yoshin pada suaminya.
“Tidak bukan apa-apa, semalam aku lupa memberikanmu kado ulang tahun. Kau sudah lelah menungguku pulang kerja, jadi pagi ini saja aku berikan.” Kata Yochun menjelaskan.
“Ah.. oppa!! (malu) ini adalah kado yang sempurna untuk ulang tahunku oppa.” Kata Yoshin penuh senyum dan kembali medekap Yochun dengan erat.
———————————-

Sudah tiga bulan dari kejadian itu, kini Jaejoong telah kembali kepelukan tunangannya lagi. Dia tidak tahan berlama-lama di dekat Yoshin yang semakin lama semakin mencintai sahabatnya itu. Jujur saja dia memang masih sangat teramat sayang pada Yoshin, sudah beberapa kali dia mencoba mendekati kembali mantan kekasihnya itu, sesekali Yoshin jatuh keperangkap Jaejoong namun karena cintanya yang teramat besar pada Yochun segala upaya itu tidaklah membuahkan hasil malah mempererat hubungan Yochun dengan istrinya itu.

Sempat terbersit dipikiran Jaejoong untuk menyingkirkan Yochun dari hidup Yoshin, namun apa daya rasa persahabatannya menahan hal itu untuk dilakukan. Dalam lubuk hatinya yang selalu berkecamuk dia menyadari bahwa meninggalkan Yoshin dulu adalah hal yang sangat bodoh yang pernah dia lakukan selama hidupnya. Kini hanya penyesalan saja yang tersisa untuk lelaki setampan Jaejoong yang harus mendaptakan karma sebagai mainan dari tunangannya yang kaya raya. Terlebih lagi setelah dia mengetahui bawa Yoshin kini tengah hamil dua bulan hasil dari perkawinannya dengan Yochun. Sungguh merana hidup Jaejoong yang harus menerima semua hal ini atas kebodohannya, dan teramat bahagianya kini bagi Yochun yang setelah sekian lama menanti adanya penerus keluarga dan itu akan hadir ditengah-tengah rumahnya sekitar 7 bulan lagi.

“Kau memang masa lalu yang indah sekaligus yang terburuk dalam hidupku, namun kau adalah kenangan termanis didalam hatiku.” Kata Yoshin menghirup udara segar pagi ini dihalaman rumahnya.
“Gomawo oppa! Mungkin jika kau tidak meninggalkan ku waktu itu, sekarang aku tidak akan bisa sebahagia ini.” Kata Yoshin sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.
“Jagya, apa yang kau lakukan disini? Cepat masuk kau bisa sakit nanti!” seru Yochun yang langsung merangkulkan shall di bahu Yoshin dan mengajaknya masuk kedalam rumah.

Pertengahan musim semi ini terasa begitu indah dari semua musim semi yang pernah dirasakan Yoshin. Musim semi ini adalah musim yang paling indah dan paling berkesan dalam hidupnya. Disaat cinta lama itu datang kembali dan ingin merebut semua yang telah dimilikinya, dia belajar sesuatu bahwa keteguhan dan kepercayaan akan cinta yang diberikan oleh Yochun jauh lebih besar dibandingkan cinta yang diberikan Jaejoong padanya.

SARANGHAEYO YOCHUN OPPA.. YONGWONNIE!!!

==THE END==

Jangan lupa ninggalin jejak pembaca y.. 🙂

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 02/08/2011, in DBSK, OS and tagged , . Bookmark the permalink. 47 Comments.

  1. Aaaaaaa kasihan jaejoong
    Jaejong oppa sm aku aja gimana ?
    Hahahahahaah *#digampar author###

    • Ary C Petter

      kyyyaaaa….
      jangan donk…
      jaepa itu selingkuhan pertama saia
      jgn diambil yak.. author lg kesemsem ma jaepa sekarang.. lol

  2. JJ nakal nie.. istri sbt sndri d embat jg… kn msh ad aq… *bling2kn mata.. 😉

    enqna pny suami sifatna sprti yochun… bhgia bgt dah tuch..!! 🙂

    nc na hot thor.. hehhehehhehe…. 🙂 😀

    • Ary C Petter

      jaepa biar nakal bnyk yg suka
      #termasuk author# wkwkwkwk

      wah bahagia sepanjang masa..
      hehehehe.. author panas dingin bikinnya…

  3. wah, pengen dh pux suami kyk Yochun oppa.. *nyari ribut

    Tp aq salut ma Yoshin, cz dya ttap kekeh prtahanin rmah tangga’x.
    ncx emang benar” ‘HOT summer’ deh.. *nah loh, ko jdi promosi lagu’x f(x) yaa*#geleng”

  4. sebenernya aku dah baca ini. tapi baru sempet komen. sebenernya sih aku kurang suka klo cerita ttg perselingkuhan maklum lah saia kan tipe ce setia, jadi gak suka diselingkuhin *so what gitu loh?? hehehe 🙂
    tapi selama cerita tentang cinta aku sih getol bacanya hehehe.. puas euy bacanya 😀 😀 😀 :D. thor ditunggu karya lainnya yuaa 😀

  5. Yoshin imannya kuat nih gx berpaling sama jae…hehe
    ckck…yoochun sama yoshin ncnya hot bgt….

  6. keren….. ditunggu karya-karya yang lain! ^_^

  7. kesian jj 😦 tapi gimana yah salah jj juga sih kecepetan gak sih ini?
    menurut ak alurnya agak kecepetan *menurut aku loh* sama ada beberapa typo,tapi ya sudah lah toh manusia pasti ada aja yg gak teliti *contohnya saya* 😀
    ditunggu karya yang lainnya ya 🙂

  8. Yoo chun ><
    panasssssss
    hahahhaa

  9. Penyesalan slalu datang di akhir .
    Kya , smpt selingkuh nich ama jae . Td kira’in bkal ketauan ama chun . Trnyta ga .

  10. rizkyapratiwi

    so sweet …. kasian jaejoong oppa
    salah dya juga sih … tapi yoochun oppa tuh polos banget
    imuuutt … unyuk unyuk *gila sendiri*

  11. ohhh authoooorrrrrr….
    hot buangeeeeetttttzzzzzzzz……
    kasian atuh JJ oppa… klo gitu ama aQ ajja 😀 #plakkkk
    at dah thor…. crita’y dalem banget basuk ke hati…
    NC’y apa lagi tuhhhh…..
    keringetan…. 😀

    semoga sukses dgn next FF 😀

    • lap keringet moza pke lap dapur #plak
      huh pe nusuk hati segala bacanya…
      hahahahhaa… moga bisa bikin yg lebih hot lagi deh.. hehehe
      gomawo dah baca. ^^

  12. nc-ny hot + panjang banget 😀
    jae oppa kasian tpi slah sndiri ninggalin yoshin
    nice ff 😀

    • pengennya sih di perpanjang lagi nc nya..
      biar gag abis”,, tp otak tidak memungkinkan.. wkwkwk

      emang tuh kasihan… kesalahn fatal tuh
      cba klo gag di tinggalin pasti hidup bahagia.. hehe
      gomawo dah baca n komen.. ^^

  13. SparKyu-Taeganger ELF

    jj oppa kacian! T..T sabar aja oppa,keke~
    nc nya mantap!! xD

  14. Kasian jaejoong na, tp tu jg pmblasan cz ud ninggalin yoshin! Buat adegan nc na kereen gilaaa.. Hehe

  15. woah hot thor panas3x hehehe
    hohoho akhirx hamil jg yonsin, ckckck mskipun saia dikit bingung hehehe#ktawa garing
    untng yonsin teguh n tabah(?) menghadapi cobaan #klo saia dirayu jeje mau donk/plak

  16. Endang Sri Rizky

    Ff nya seru ..
    Siapa yg gak nolak pny suami tiap saat slalu mesra dan menggairahkan, haiiiiaaaah 😛
    Salut bt yoshin yg setia
    Di tunggu cerita nc selanjutnya author
    Fighting !!!

  17. ooommoooo,,,,,,
    amazing ^^

  18. Diyahyukieyadongers

    Wah q ngerasa lebih hot pas NC’a Yoshun sama Jaejoong dr pd sama Yochun #Wae ne ?
    Q uga gk tau tp FF’a keren knp gk dibkn part ajja chingu ?

  19. new reader in here.. 😀

    aigoooo.. beruntung bngt, suami Uchun.. mantan kekasih Jae.. *mau dong.. mau … #plaaak *

    sebelum.y mau ‘say gamshamnida’ sama author yg langsung kirim inbox PW.y dgn cepat.. *bow*

    FF nya manteb tp coba kalo d.lanjut trus sedikit scandal dgn jae lanjut, beeeugh pasti mantab tuh author..

    ok, segini dulu.. sekian ^^

  20. Kim Hyun Rin (nimashinki)

    tadinya kukira jaejoong bakal jahat misahin yoochun sama yoshin.. eh ternyata dia udah sadar dg apa yg dia lakukan dan balik ke tunangannya.. tapi jaejoong nya merana…… wkwkwkwk

  21. Huuuh, oppa, tunanganmu itu aq, jdi jgn brmain d.blkangku.. #gaje bgt…

  22. Putri ambang

    yoshin keren, teguh pada pendirian..
    ceritanya juga keren ^^b

  23. Bahagianya mrk, untg jj ga macam2,tp kasian jg y…

  24. kehidupan rmh tangga yg mengasyikn thu….
    punya suami yochun & mntan pcar jaejoong ….
    nc nya daebakkkk…
    cma ps endingnya kug kyak ngebut bget alur critanya jdi feelnya agk g dpt…
    tpi good job buat unnie nya….
    ^^

  25. kasian Jaejoongnya…
    mending sama aku 😉 *ditampar Kyu *dibakar sparkyu*
    keren thor…!!! Like this 😉

  26. Asik! langsung abis haha tapi sebenernya berharap ada kelanjutan jg c lol.
    OMG! di Drama Jaejoong diterima terus ditolak, dimana-mana Jaejoong kasian sangat 😦 sedih.. tapi ya begitulah hidup kkk

  27. hha~ om JJ karma..abis manfaatin cewe sih ^^
    aduhh hamil 2 bualn anak YC hm hm hm :3

  28. daebakkk……..

  29. Yg ini kayak kisah nyata…. Atau krna aq ngerasa pernah dgr pengalaman hidup seseorang yg mirip… Heheh

  30. blue shappire

    so sweeeetttt….
    kasian om jae… musti relain yoshin, sama harus mau jadi mainan tunangannya….

  31. zhani°^°¢ho

    pov ny masi brntkan..:)
    ttap smngat yya…

  32. Jaejoongny bwt aq aj kekekeke

  33. Titania Blackjack~VIP~Baby (@RapperTita7_BA1)

    buat jaejoong, yang sabar ya.
    dan buat author, daebak thor ffnya! ^^)b

  34. Satu kata buat JaeJoong “syukurin”,
    Kekeke~

    Lagian salah sendiri menghianati orang yang setulus hati menyayanginya

    *eaa dapet kata” dari mana coba* #abaikan=,=

    Daebak eonni, aku ampe ikut”an emosi bacanya, apalagi pas bagian JaeJoong mencoba merebut Yoshin dari Yoocun

    • Mian, authornya namja or yeoja??
      Kalau namja Joengmal mianhae, aku panggil dengan sebutan eonni.
      *Wajar soalnya gua gak tau=,=
      Sama tadi aku typo, maksud aku yoochun 😀

      Gamsahamnida buat authornya, ceritanya perfect, buat Aku nyesek

  35. untung g kebablasan ma jj selingkuhx

  36. Untung yooshin gaa kegoda sama jaejong ,,

  37. so sweet..

  38. Riska Oktaviani

    tersentuh akan yoshin yg gk mau mengkhianati yoochun, sungguh wnta yg sngt setia n menjaga kprcyaan suami. Istri yg tldan itu

  39. Walaupun telat membaca ff ini tapi ini benar benar kisah cinta yang indah.

  40. Femilda nengsih

    Keren

  41. keren thor .
    feel nya dapet bgt . 🙂

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: