BECAUSE YOU’RE MINE Part 1


Author            : Park Eun Ni
Tittle                : BECAUSE YOU’RE MINE Part 1
                           (sequel of You are My Woman) 
Cast                : Lee Dong Hae, Lee Jae In
                          Max Chang Min, Jessica
                          Jiyeon (Tiara), Hyun Seong (Boyfriend) — other cast
 
AUTHOR POV
Hubungan Dong Hae dan Jae In mulai dekat setelah peristiwa tragedi ranjang itu terjadi. Dong Hae merasa bersalah kepada Jae In karena dialah yang merenggut kesucian yeoja yang sudah dianggapnya wanita murahan itu. Perasaan itulah yang membuat Dong Hae lebih manusiawi dan memperlakukan Jae In sebagaimana layaknya seorang suami kepada istrinya. Seiring waktu dia mulai mencintai wanita yang sudah dinikahinya itu. Sedekat apapun mereka, Dong Hae sangat berhati-hati untuk melakukan setiap tindakan apalagi menyentuh Jae In kembali….
Entah keberuntungan atau kesialan yang sedang berada di pihak mereka. Kontrak pekerjaan datang dengan alih-alih mereka dipasangakan untuk sebuah produk pakaian. Bukan hanya mereka berdua, tetapi Chang Min dan Jessica yang notabene selali digosipkan sebagai kekasih Dong Hae pun ikut serta dalam pemotretan itu.
Jae In POV
“Kau pucat Jae In-ah?” kata Chang Min sambil menaruh tangannya di dahiku.
“Gwencanayo Min-ssi” kutepiskan tangannya di dahiku dan mencoba tersenyum, meskipun aku tahu itu tidak mengurangi kekhawatirannya padaku.
“Ish panggil aku oppa. Meskipun kita sahabat dari kecil aku lebih tua tiga tahun darimu. Aracchi?”ucapnya sambil membelai kepalaku.
“Mian oppa”, jawabku sambil tertawa kecil.
“Neomu yeppo”, dia mencubit hidupku.
“Nuguya?”tanyaku keheranan. Baru kali ini dia memujia seseorang. Pikirku…
“Hemm….”seolah-olah dia lupa apa yang baru saja dia katakan.
“ehem… bukankah tidak sopan kau bermesraan dengan namja lain di hadapan suamimu sendiri”, kata Dong Hae oppa tiba-tiba.
“Waeyo Dong Hae-ssi, apakah ini berarti kau mulai mencintai Jae In dan berpaling dari Jessica?” balas Chang Min oppa dengan kata-kata yang memang dibuat untuk untuk membalas perkataan Dong Hae oppa barusan.
“Kau!!!” ucap Dong Hae oppa sambi menarik kerah kemeja Chang Min oppa.
“Oppa, apa yang kau lakukan!!”kataku sambil menarik tubuh suamiku itu menjauh dari Chang Min oppa.
Dong Hae POV
“Sialan” umpatku penuh amarah saat kesempatanku untuk memukul wajah Chang Min hilang.
Ku peluk erat tubuh istriku itu.
“Mianhae, aku benar-benar tidak suka wanitaku disentuh oleh laki-laki lain”, kataku pada Jae In.
“Chang Min oppa, hanya sahabatku sejak kecil”, Jae In menatap ku.
Dia memandang tepat di manik mataku seolah-olah mencoba meyakinkanku semuanya akan baik-baik saja.
“geureu….”ucapku…
“Jae In, kajja giliran kita untuk sesi pemotretan”, kata Chang Min yang datang tiba-tiba ke tempat kami.
Dia menatapku dengan pandangan penuh kemenangan, membuat emosiku kembali naik.
“Ne oppa” ucap Jae In sambil melepaskan pelukanku.
“Chagi, jebal….”pintaku menahan kepergiannya.
“Arasseo”, Jae In tersenyum dan meninggalkanku pergi.
Dan yang paling menyebalkan, Chang Min benar-benar memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan skinship dengan Jae In. Aku menatap mereka dengan pandangan *awas kau Chang Min, aku akan membuat dirimu menyesali perbuatanmu ini karena telah berani menyentuh milikku*.
♪♫ ♪♫ma ma ma ma ra… jebal hajimara♪♫♪♫
Aish, iphone ku berbunyi. Ku lihat nama penelepon yang tertera di sana.
HOME ☻”
Ha?!!!
“yeoboseyo”
“yeoboseyo, Dong Hae-ah bisakah kau ke tempat eomma?” ucap eomma Jae In padaku.
“Ne eomma, apakah aku perluu mengajak Jae In?”tanyaku.
“Ani, kau tak peelu mengajak anak kecil itu ke sini. Kau bisa mengaaknya kalau kau memang sedang mau dia tidak pulang ke rumah kalian”.
“Arasseo eomma”, ku tutup telepon itu dan segera pergi untuk memberitahu manajer ku bahwa aku akan pulang duluan.
Saat aku ke tempat Jae In, ternyata dia belum selesai melakukan pemotretan. Baiklah aku akan mengabarinya sesampainya aku di rumah eomma. Saat menuju tempat parkir mobil, aku berpapasan dengan Jessica. Dia sedang bersama dengan namjacingunya, ku lambaikan tangan ke arah mereka dengan isyarat *aku duluan*.
Rumah Eomma Jae In
—————————————————————————————————
Ku tepikan mobil dan segera menekan bel di pintu masuk.
“Masuk saja Dong Hae-ah” kata eomma.
“Ne eomma, sepi sekali. Hyun Seong dan Jiyeon kemana?” tanyaku pada eomma sambil melepas sepatu.
“Ha…!?” Eomma memperlihatkan sebentar kepalanya dari dapur untuk mendengarkan  pertanyaanku.
“Hyun Seong sebentar lagi juga pulang, dia baru saja latihan dengan teman-temannya. Jiyeon hari ini jadi MC di Music Bank” jawab eomma yang muncul dari dapur dan membawakan minuman untukku.
“Eomma, tidak usah repot. Kalau aku butuh apa-apa pasti aku akan mengambilnya sendiri”aku jadi merasa tidak enak.
“OMO, kenapa kau kurus sekali Dong Hae-ah” kata eomma dengan wajah khawatir.
“Ayo, sekarang kau makan”tanpa mendengarkan jawaban dariku, eomma langsung menarikku ke ruang makan.
“Aku pulang”terdengar suara Hyun Seong membuka pintu.
“Eomma, nenek lampir ke sini ya?” tanya Hyun Seong sambil menuju ruang makan.
#PLETAK#
“Aduh!! Kenapa eomma memukul kepalaku? Eh Dong Hae hyung?”ucapnya saat melihatku. Dia menghampiriku dan memelukku.
“Kenapa tiap kali bertemu denganmu kau bertambah kurus hyung? Pasti gara-gara si nenek lampir itu ya?”kata dia sambil mencomot makanan dari piringku. Anak nakal T__T
“Yak, Hyun Seong-ah ambil makanan mu sendiri. Jangan seperti itu dengan hyungmu”ucap eomma setengah berteriak karena melihat tingkah anak laki-lakinya itu.
“Nenek lampir kemana hyung?”tanya Hyun Seong padaku.
“Nuguya?” tanyaku.
“Jae In Noona, eodiseo?”Hyun Seong memperjelas pertanyaannya.
“Masih ada pemotretan dengan Chang Min-ssi”kataku dan meneruskan makanku.
“Aigoo, hati-hati kau hyung. Chang Min hyung itu naksir berat sama Noona ku dari dulu. Hati-hati kau hyung…waspadalah waspadalah xD”kata Hyun Seong menakut-nakutiku.
“Ayo cepat setelah kau makan, ke kamarmu sana. Ada yang ingin eomma bicarakan empat mata dengan hyungmu. Dan kau jangan berkata seperti itu lagi, dasar anak nakal”eomma melotot padanya.
“Gwencanayo eomma…hahahaahahaa”ucapku menenangkan diriku sendiri.
Tiba-tiba saja Hyun Seong beranjak dari duduknya,sepertinya dia menerima telepon dari seseorang.
“ne…ne arasseo Noona”Hyun Seong bergegas memakai kembali jaketnya dan menutup telepon.
“Hyung aku pinjam mobilmu sebentar ya”pinta Hyun Seong padaku.
“Eodigaeya?”tanyaku padanya sambil melempar kunci mobil ke arahnya.
“Biasa, menjemput Jiyeon Noona”jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.
“Mobilmu kemana?”protes eomma padanya.
“Bensinnya kritis”jawa Hyun Seong sambil segera bergegas pergi. Sepertinya dia ingin menghindari eomma menginterogasinya lebih dalam dan pastinya lama.
Sepi lagi sekarang, hanya aku dan eomma di ruang tamu. Ku buka album-album keluarga, ada foto-foto Jae In saat masih kecil.
“Yeppeona”kataku sambil mengelus fotonya.
“Nuguya Dong Hae-ah?”tanya eomma kemudian duduk di dekatku.
“Aniya eomma, anak-anak kecil itu lucu ya?”kataku sambil menunjukkan foto Jae In saat kecil.
“Tentu saja, karena itu eomma ingin segera mendapat cucu dari kalian”ucap eomma dengan nada serius.
“Mwo???” sumpah aku terkejut sampai tersedak air minum.
“Uhuk..uhuk na aden?”tanyaku dengan wajah *aduh mati aku*.
“Ne, waeyo? Wajar kan eomma mengharapkan cucu dari kalian berdua?”tanya eomma padaku.
 
FLASH BACK
Dong Hae POV
“Eomma ingin kau segera menikah Dong Hae-ah”kata eommaku dengan wajah penuh harapan.
“Andwee eomma, aku masih ingin fokus dengan karirku. Ani ani ani, aku belum siap eomma”ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“Aish, besuk temuilah calon istrimu. Eomma tidak ingin menerima alasan apapun darimu. Titik” tegas eomma padaku.
“Yak eomma!!!”
Aku masih memandang secarik kertas bertuliskan alamat yang diberikan eomma padaku.
Keesokan harinya…..
Aigoo, kenapa alamat ini ternyata rumah sakit..pikirku.
Dengan penuh keraguan aku menuju kamar yang tertuis di situ. Saat aku mengetuk pintu, aku mendengar sebuah percakapan.
“Appa, tidak adakah cara lain untuk menyelematkan perusahaan dan keluarga kita selain aku harus menikah dengan pria itu?”sebuah suara yang aku yakin suara yeoja yang akan disuruh menikah denganku.
“Aniya, Jae In-ah. Keungan keluarga dan kelangsungan perusahaan kita hanya bisa diselamatkan dengan perjodohan ini. Appa minta kepadamu agar mau berkorban sedikit lagi untuk keluarga kita”terdengar suara seorang pria.
“Arasseo”kata yeoja itu dan segera berbalik meninggalkan ruangan. Aku harus bersembunyi, pikirku.
Dari tempat persembunyiaanku, aku melihat seorang yeoja yang sungguh parasnya benar-benar cantik. Aku sering melihatnya, meskipun hanya lewat majalah. Ku kira gadis ini gadis baik-baik, ternyata dia hanya seorang wanita matre yang rela mengorbankan dirinya demi uang dan kekuasaan.
“Oke, lihat nanti calon istriku..apa yang akan terjadi pada kehidupanmu setelah pernikahan kita” ucapku lirih sambil meremas kertas bertuliskan alamat yang sedang ku pegang.
 
FLASH BACK END
 
Dong Hae POV
“Hyung!!! Ada telepon dari nenek lampir”, teriak Hyun Seong. Dia berlari-lari ke dalam rumah sampai lupa melepas sepatunya. Di sana terlihat Jiyeon mengikutinya dari belakang.
“Sopan sedikit kau Hyun Seong pada Oppa”teriak Jiyeon padanya. Eomma hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat ulah anak laki-lakinya.
Ku ambil iphone ku dari tangan Hyun Seong.
“Mati”kataku sambil menatap wajah Hyun Seong.
“Ne hyung. Sepertinya baterainya habis tadi, sebelum aku mengangkat telepon Jae In noona eh sudah mati duluan”katanya dengan wajah hopeless.
“Pakai charger ku saja hyung”kata Jiyeon/
“Oh andwee, sebaiknya aku langsung menjemput Jae In saja. Ini sudah larut malam, aku takut ada apa-apa dengannya”kuminta kunci mobilku dari Hyun Seong.
“Gomawo hyung. Palli kau jemput noonaku sebelum Chang min hyung mendahuluimu”ucapnya menggodaku.
Ku pukul perutnya pelan, dan dia pura-pura meringis kesakitan. Atau benar-benar sakit? => haha
“Eomma, aku pulang”pamitku sambil memeluk eomma dan kemudian mengelus rambut Jiyeon.
“Hyung poppo”kata Hyun Seong.
“Yak, kau ini” teriak eomma sambil melotot padanya.
Ku kemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi, aku benar-benar mengkhawatirkan Jae In. Dan sedikit cemburu jika membayangkan dia akan diantarkan pulang oleh Chang Min.
“pabo, kau Dong Hae”ku pukul kepalaku sendiri karena menyadari kecerobohanku.
==========================================================
Di lain tempat……….
AUTHOR POV
Terlihat seorang yeoja yang gelisah sambil memainkan iphone nya. Berkali-kali dia menekan nomor di ponselnya, dan berkali-kali mail box akan menjawabnya. Tak dihiraukannya hawa dingin yang mulai menyergap tubuhnya. Yang sekarang di rasakannya adalah perasaan marah, kecewa, dan sedih.
Jae In POV
PLUUK
Aku mendongak saat menyadari ada sorang yang memakaikan jaket di tubuhku.
“Oppa…”ucapku.
“Di sini dingin Jae In-ah, apa kau ingin sakit kemudian mendapat belas kasihan dari namja brengsek yang sama sekali tidak pernah memperdulikanmu itu?”kata dia dengan wajah penuh amarah.
“Oppa, bagaimanapun dia suamiku”aku menunduk, menyembunyikan air mataku darinya.
“Kau menangis, kau menangis karena lelaki itu. Lelaki yang sekarang mungkin saja sedang bersenang-senang dengan wanita lain. Atau dengan Jessica”teriaknya.
Air mataku semakin deras mengalir, melihat itu Chang Min oppa memelukku. Aku terkejut melihat itu semua.
“Lupakan dia Jae In –ah, berhentilah megharapkan cinta darinya. Aku mohon mulailah menatapku”ucapnya sambil memeluk tubuhku lebih erat.
“Lepaskan dia Chang Min!!!” terdengar suara yang sudah tidak asing lagi bagiku. Suara suamiku, Dong hae oppa.
“Buak!!” tiba-tiba saja Dong Hae oppa memukul wajah Chang Min oppa sampai Chang Min oppa tersungkur dan dari bibirnya keluar darah.
“Jangan sakiti dia oppa!!”teriak ku penuh amarah pada Dong Hae oppa.
“Ow kau memilih dia, baiklah pergilah dengannya. Aku sudah tidak akan memperdulikanmu lagi. Terserah kau mau apa!!!. Tapi ingat, jangan pernah berharap aku akan merelakanmu untuk berpisah denganku. Sampai kapanpun kau akan tetap menjadi istriku, dengan atau tanpa persetujuanmu!!!” teriak Dong Hae oppa yang kemudian pergi dengan wajah penuh amarah.
“Mianhae Jae In ah..”Chang Min oppa merasa bersalah padaku.
“Gwencana oppa…kajja, kita pulang”kataku padanya.
Dong Hae POV
Aku menangis di sofa ruang tamuku, aku merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga untukku. Dan aku menyadari mungkin itu karma untukku. Karma karena telah menodai pernikahanku dengan Jae In –ah, menodainya dengan niatan burukku. Sekarang bodohnya aku, aku begitu mencintai wanita itu dan dia mencintai lelaki lain.
“Jae In-ah” ucapku lirih.
Rasanya hatiku benar-benar sakit sekarang, lebih sakit daripada saat kematian appaku.
 
Jae In POV
Aku mengendap-endap saat masuk rumah, aku pulang dari rumah Chang Min oppa setelah mencoba meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.
Ku nyalakan lampu di ruang tamu.
“omo”teriak ku saat melihat sesosok tubuh di sofa.
Ternyata Dong Hae oppa =.=, wajahnya pucat sekali. Ku dekati tubuh suamiku itu.
“Oppa, ayo pindah ke kamar. Kalaukau tidur di sini, nanti kau bisa masuk angin”ucapku lembut dan betapa terkejutnya aku saat mendapati tubuh suamiku sangat panas.
“Ani”..  katanya menepis tanganku.
Masih ngambek ya? Pikirku. Bukannya aku yang seharusnya marah karena dia meninggalkanku tanpa pesan dan mematikan teleponnya.
“Oppa, ayo”aku menarik tubuhnya agar berdiri.
“Andwee…jangan pedulikan aku lagi” teriaknya padaku. Dia berjalan dengan sempoyongan ke kamar.
Mataku mengerjap saat melihat wajah Dong Hae oppa yang seperti penuh luka dengan kekecewaan mendalam.
“Kau tahu selama hidupku, aku tidak pernah memiliki keinginan begitu kuat bahkan melebihi egoku sendiri. Namun sekarang aku sadar apa yang aku inginkan itu menauhiku dan sekarang mencampakkan diriku dengan begitu mudahnya” ujar Dong Hae oppa.
AUTHOR POV
 
Jae In merasakan ketajaman tatapan Dong Hae yang seakan mengiris tubuhnya. Dia mulai menyadari siapa yang dimaksud oleh Dong Hae oppa. Iya, dirinya…dirinya lah yang dimaksud.
“Dong Hae oppa”gumam Jae In bergetar dengan mata berkaca-kaca. Kata-kata Dong Hae benar-benar menusuk hati Jae In ah. Dia merasa bersalah pada suaminya itu.
“Aku tahu kamu tidak mencintaiku, dan sia-sia saja kita meneruskan pernikahan ini. Seberapapu perasaan cintaku padamu, sebesar dan sedalam apapun..semua sia-sia karena dirimu mencintai laki-laki lain..Sekarang siapapun laki-laki yang akan berada di sisimu, yang terpenting adalah kamu bahagia bersamanya” ucap Dong Hae lirih.
==========================================================
Jae In POV
 
Aku tersentuk dan tubuhku bergetar hebat. Aku benar-benar tidak ingin Dong Hae oppa berbicara seperti itu tetapi aku tidak sanggup mengeluarkan apapun yang ada di pikiranku dan isi hatiku yang sebenarnya.
“Sudah malam, tidurlah” kata Dong Hae oppa sambil menghela nafas dengan berat dan tersenyum tipis. Dia memutar kenop pintu kamar dan mempersilakanku untuk masuk.
“Aku akan tidur di sofa”dia masuk ke kamar dan mengambil bantal.
Aku merenung sebentar menatap punggungnya yang berjalan menuju ruang tamu. Dengan segera, aku mendekati Dong Hae oppa. Langkahku terhenti tepat di belakangnya, dengan hati-hati aku memeluk pinggang Dong Hae dari belakang. Ku rebahkan kepalaku di punggungnya, entah kenapa aku merasakan kenyamanan saat bersandar di sana.
“Dong Hae oppa, mianhae”ucapku dengan pelan. Mataku sudah basah karena airmata penyesalan.
Dong Hae POV
 
Aku kecewa dan benar-benar terluka, terlalu sulit untukmenariknya kembali ke sisiku meskipun dengan berbagai cara. Karena pada kenyataannya hatinya berpihak pada laki-laki lain. Aku begitu terkejut saat menyadari sepasang tangan memelukku dari belakang. Dan aku mendengar bisikannya yang lembut, dia berkata-kata di sela-sela isakan tangisnya.
“Dong Hae oppa, mianhae”ucapnya.
Suara ini…suara wanita yang sangat dikenalnya. Aku menyentuh tangan yang melingkar di pinggangku lalu berbalik menghadapnya. Aku tersenyum ketika gadis itu mendongakkan kepala dan menatapku dengan mata berlinangan air mata *author kumat lebaii*. Ini bukan mimpi dan halusinasiku, dia datang sendiri untuk menyentuhku.
Ku pegang pipinya yang basah karena bekas aliran air mata, kedua mata indahnya memandangi wajahku dengan tatapan yang penuh arti. Bibir mungilnya sedikit bergetar kemudian dia menyunggingkan senyum tipis.
“Saranghae..saranghae Dong Hae oppa” ucapnya lirih.
“Aku mohon, jangan pernah mengucapkan perkataan seperti itu lagi. Aku tidak mau pernikahan kita berakhir seperti ini”tambahnya dengan suara terisak.
Perlahan-lahan kesedihanku berubah menjadi perasaan bahagia. Kutarik tubuh mungilnya ke dalam pelukanku.
“Benarkah kamu mencintaiku?”tanyaku sambil melingkarkan kedua tangan di pinggangnya.
“Ne oppa, apa kau tidak bisa merasakannya”ucap Jae In sambil membalas pelukanku. Wajahnya menempel di dadaku dan tangannya melingkar di leherku, ia menumpahkan tangisannya. Kemudian tanganku membelai kepalanya dan kucium puncak kepalanya.
Jae In menutup matanya menerima kecupan di pipinya. Aku mencium bibirnya dengan penuh kelembutan dan mencoba menghilangkan sisi kasarku.
Jae In membalas ciumanku bahkan dia mengaitkan lidahnya dengan lidahku. Kami saling menikmati ruang mulut satu dengan yang lain. Dia masih mengalungkan tangannya di leherku dan memperdalam ciumannya.
Tanganku menyusuri lekuk tubunnya dan berhenti di pundak Jae In. Ku turunkan tali bajunya sehingga baju itu merosot dan jatuh kelantai. Di tubuhnya hanya tersisa pakaian dalam.
Aku menelan ludah dan tidak mampu bernafas ketika melihat di tubuhnya hanya tersisa bra yang menutupi payudara indahnya serta celana dalam yang membalut kewanitaannya. Kurasakan juniorku mulai menegang ketika mataku menelusuri ujung kaki sampai kepalanya, entah kenapa sosok wanita ini begitu tampak mengagumkan.
Jae In pun segera melepaskan setiap kancing kemejaku dan melepaskannya. Bisa kurasakan angin yang dingin berhembus menerpa kulit tubuhku yang telanjang.
Dia menjinjitkan kakinya dan mencium leherku serta menjilatnya. Rupanya istriku ini mulai pintar menggoda pria bahkan menmbangkitkan nafsuku.
Jae In memegang pipiku dan dia masih berada dalam pelukanku. Kakinya melingkar di pinggangku. Matanya yang sayu menatapku lalu dia mencium bibirku sekilas. Perasaan bahagiaku meluap-luap menyadari bahwa untuk pertam kalinya dia menciumku duluan.
Ku lumat bibir mungilnya itu dengan gemas. Ku jilat bibirnya sambil mengelus punggungnya.
“Hmmph…hmm..”desah Jae In di sela-sela ciumanku yang liar. Dia mendorong dadaku, mengisyaratkn untuk memberinya kesempatan mengambil nafas.
Tapi aku mengejeknya dan malah semakin memperdalam ciumanku. Ku gigit pelan bibirnya sambil sesekali menghisap keduanya dengan penuh nafsu.
Jae In POV
Dong Hae oppa mengunci tubuh serta bibirku dengan rapat. Tangannya membelai rambutku lalu turun keleher, menelusuri punggungku dengan gerakan seduktif. Kubuka mulutku, dan bisa kurasakan lidahnya menggelitik ruang mulutku. Lidahnya meronta liar mengait lidahku, membuatku membalas french kissnya. Dong Hae oppa memeluk pinggangku, sehingga kedua tubuh telanjang kami saling menempel. Kedua payudaraku yang masih terbalut bra bersentuhan dengan dada bidangnya yang naik turun.
Bibir Dong Hae oppa mengecup dagu dan menelusi leherku. Tangannya melepas kaitan braku dan melepasnya. Kudongkahkan kepala keatas, merasakan sentuhan bibirnya di leherku.
“Aahh…”aku mendesah saat Dong Hae oppa mengigit kecil pundakku bagian belakang.
Dong Hae oppa mengangkat wajahnya tepat dihadapanku, dia tersenyum menyeringai puas melihat keadaanku yang terbuai oleh sentuhan liarnya.
Tangannya mulai bergerak ke payudaraku yang kenyal dan lembut, payudara yang putih mulus itu dibelai-belai dan diremas dengan lembut, sesekali dia mempermainkan puting payudaraku  dengan jari-jarinya.
Sambil berciuman, Dong Hae oppa terus membelai dan meremas remas payudaraku dengan lembut.
Dia menjilat sebelah payudaraku dan menghisap putingnya sedangkan tangannya bergerak aktif meremas pelan payudaraku yang lainnya. Tubuhku menggelinjang dan bulu kudukku merinding dengan sentuhan erotisnya.
Lidahnya menelusuri payudaraku dan entah kenapa aku seperti merasakan getaran aneh dan membuatku melayang. Dong Hae oppa memegang pinggulku, meraba paha bagian bawah dengan pelan. Dia masih memainkan payudaraku, sedangkan tangannya mulai menyelinap masuk dibalik celana dalamku.
“Aah…”desahku dengan mata melebar.
Jari Dong Hae oppa menyentuh klistorisku lalu menekannya sehingga membuatku menggelinjang hebat karena rangsangan itu.
—————————————————————————————————
Dong Hae POV
Desahan dan deru nafas Jae In saat aku menyentuh klitorisnya membuat dia begitu terlihat seksi sampai membangkitkan nafsu adrenalinku.
Mulutku masih bermain-main dan asyik menjilat puting payudaranya yang lembut dan kenyal. Entah kenapa aku merasakn bahwa payudaranya yang indah itu sedikit bertambah besar dibandingkan saat aku menyentuhnya pertama kali. Jari-jari Jae In meremas rambutku menandakan dirinya sudah sangat terangsang dengan apa yang aku lakukan padanya.
Ku jilat pelan pusarnya lalu ku sedot kulit di sekitarnya dan menimbukan tanda merah di sana. Tanganku kembali aktif di kewanitaanya, kumasukkan jariku ke keluar masuk lubang vaginanya. Aku terus melakukan gerakan itu berulang kali sampai akhirnya tubuh Jae In mengejang hebat. Sepertinya dia mencapai klimaksnya yang pertama kali karena aku merasakan cairannya membasahi jari-jariku. Ku jilati cairannya dengan rakus, Jae In menatapku dengan tatapan sayu. Dan aku tersenyum licik padany.
“Saatnya kita mulai permainan ini sayang”bisikku di dekat telinganya. Dia menatapku dengan wajah penuh kebingungan.
Kutuntun juniorku kepintu vagina nya. Dengan beberapa kali hentakan pinggul,juniorku akhirnya terbenam seluruh kedalam vagina nya. Aku bisa merasakan betapa nikmatnya saat juniorku terhimpit oleh dinding vaginanya yang hangat.
 “Ah…aaaahhh…”jeritnya ketika juniorku memasuki liang vaginanya. Tangannya mencengkram kuat pundakku. Kemudian kulumat bibir mungilnya yang meringgis kesakitan dan mulai menggoyangkan pinggul.

Jae In POV
Kejantanan milik Dong Hae oppa menyeruak masuk kedalam liang vaginaku. Sesak dan masih sedikit terasa perih, meski vaginaku sudah pernah diterobos olehnya. Juniornya bergesekan dengan dinding rahimku sehingga menimbulkan perasaan ngilu serta nikmat yang membuatku terpekik pelan.
Dong Hae oppa menatap wajahku lalu membekap mulutku dengan ciumannya yang kasar dan penuh nafsu. Dia menghentakkan juniornya sampai menatap dinding vaginaku paling dalam.
Aku membalas lidahnya yang menjelajah mulutku, pinggulku mulai terbiasa mengikuti gerakan junior Dong Hae oppa dan tanganku meraba punggunya yang penuh keringat. Dia semakin mempercepat gerakannya sehingga aku bisa merasakan bahwa aku akan klimaks kembali. Deru nafas dan desahanku bercampur dengan desahan Dong Hae oppa.
“Ah…aaahh… opp..a…aku mau kelu..ar…” racauku terbata bata. Akal sehatku benar-benar hilang karena merasakan kenikmatan bercinta yang begitu dalam.
“Yaa sayang, keluarkan saja”jawabnya.
Mataku terpenjam dan kurasakan bahwa aku mengalami klimaks kembali saat cairanku mulai keluar.
Hentakan juniornya semakin bertambah cepat karena dia masih belum mencapai klimaks, juniornya keluar masuk liang vaginaku bahkan membentur ujung rahim berkali kali. Aku mencengkram pundak Dong Hae oppa bahkan bisa ku lihat kuku ku menggores punggungnya. Beberapa menit kemudian, Dong Hae oppa ambruk diatasku. Akhirnya dia sudah mendapatkan orgasmenya.
”Aaahhhh…”desah Dong Hae oppa panjang.
Tubuhku bergetar dan mengejang ketika cairan spermanya itu membanjiri rahimku. Cairan spermanya begitu banyak sampai tumpah keluar dari liang vaginaku.
.Tiba-tiba saja dia bangkit dari posisinya lalu menciumi telingaku dan berucap lirih “Aku masih belum puas sayang”bisiknya
“Mwoo…???”ucapku dengan wajah kaget.
———————————–TBC———————————————————-
To be continued dulu ke part berikutnya yah reader.
Mian, author lagi penggalauan tingkat atas gara-gara skripsi dan deadline tugas kuliah yang bejibun. 😦
Gomawo udah  mau nunggun sekuel cerita ini, meskipun lama bangett.. *GR banget gue, sapa juga yg nungguin. 😛
No bashing *tetep*, No silent reader *kalo silent masih aku sumpahin ga ketemu biasnya* kkk.. 😛

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 15/11/2011, in DBSK, FF, SNSD, Super Junior and tagged , . Bookmark the permalink. 33 Comments.

  1. lanjutkan.!
    ceritanya keren,, awalnya q sdih ngebcanya, tpi pas di pertngahan crita,aku sneng, cz jae in ma haepp sling cinta!

  2. omooo.. awal ceritanya buat aku nangis, tapi.. tetep ya yg paling T.O.P itu pas bagian NC nya itu looh..

    ahahha.. bagus thor. ceritanya bagus.

    lanjut ya thor~~
    gomawo..

  3. Wadohhh abang hae minta nambahhhh

  4. ahhk si oppa mw nambah kasih deh kasian,,,,, heeeeee heeee

  5. asyik asyik.,da sequelnya.,
    NCnya romantis.,tanpa paksaan.,suka dech
    donghae pun ampe ktaghan.,wkwkwkwk

    dtnggu lanjutannya yaa.,

  6. HOT :3
    Alurnya bagus juga, ditunggu ya lanjutannya ;;)
    Semangat thor buat skripsinyaaaa \(˘▽˘)/

  7. HOT :3
    Alur ceritanya juga bagus, di tunggu ya lanjutannyaa ;;)
    Semangat thor buat skripsinyaa \(˘▽˘)/

  8. Lanjutkan. ternyata mereka saling cinta

  9. Kereenn,,, penasaran sama lanjutannya,,, ditunggu lanjutannya,,,

  10. Omona ternyata udh ad lanjutanx,,telat bgt twx…dtunggu next partx chingu…#lgsg punya anak aj deh,,,wkwkwkkwkwk

    😀

  11. 0m0_haepPa blm pUAs
    ckckckck 😀
    bkn penAsAran ajA_
    lanjuttttt eon_
    daebAk 😀 😀

  12. lanjutkan thor!!!!!! ceritanya makin daebak aja niy!!!! 😉

  13. cerita NC nya so sweet deh,ehh maksudnya bagian sebelum melakukan NC,ciap ciap dulu bikin luluh lalu aksi nya dijalankan,wkwkwk bagus banget ceritanya,ditunggu part selanjutnya yaa thor ^^

  14. kerennn FF’a
    so sweet pula…
    lnjut’a cepetan ea… 🙂

  15. HOT…Donghae sangat bernafsu..hahaha
    Lanjut tuk part 2 chingu….hwaiting~
    ceritanya bgus..ku ska^^

  16. mana min lanjutannya ?

  17. omo nie sekuelnya you are my woman y….
    yuhuuu akhirnya 2org thu dha nyadarin prasaan msing2….
    unnie di tunggu lnjutannya y…
    tak sbar membaca keganasan haeppa *kkkk dsar q otak yandong* ^^

  18. rizkynyayoseoboppa/endang sri rizky

    Ow lanjutannya .. Konflik aq suka, berasa hidup ceritanya 🙂

  19. Aigoo,,
    hae pngen nambah,??
    oppa udah mulai ktularan yadong’a hyukie..
    ckckckc -_-

  20. Jessica Roma

    HOT DAEBAK aku nungguin sequelnya lama banget :\ tapi terbalas sudah hahahaha

  21. akhirnya mereka sm” tau perasaan masing”.
    thanks thor.
    ditunggu part 2 nya ya.
    LANJUTKAN…

  22. yadong ihk

  23. Nice ff^^,,
    Next chapx cpat” ya

  24. jung eun hoon

    haha…. donghaenya belom kenyang ya??…

    lajuuutt…………

  25. bagus keren,jadi penasaran sama kelanjutannya hubungan mereka,
    lanjutannya cepet dipost dong….

  26. Nurulfajriyah

    Bikin kelanjutannnya oennie

  27. bagus thor ceritanya..aku suka bgt dgn tema perjodohan..dan semoga bs happy ending..kajja d lanjut thor

  28. kang hyo won

    di tunggu kelanjutan.a

  29. Haeppa so sweet,

  30. wawwwww seru abis 🙂

  31. Akhirnya. Donghae sama jae in saling mengakui perasaan msng2 ,, ‘lega deh’ wahhh donghae gaa puas klo cuma 1 ronde , :p ditunngu lanjutannya ? , 🙂

  32. eonni udah 2 tahun loh ff ini ga dilanjut aku penasaran *_*

  33. Ff ni sumpAh bkn nuggu part 2 dst,,, Authorx mana y,,,?

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: