Always Be Mine

Author: Lee Sung Rin (HenRin)
Judul: Always Be Mine
Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
Cast: – Henry Lau
– Lee Sung Rin
-other casts

Annyeonghasseyo! Ini FF NC pertama author, khekhekhe… jadi rada-rada aneh+gaje+ga hot. Hehe, mian buat bahasanya yang amburadul, tapi mohon commentnya yaaaah… 😉 biar bisa jadi masukan. Happy reading,..
__________________________________________________________________________________
Sung Rin melangkahkan kakinya menuju kamar di lantai 2. Malam itu adalah malam pertamanya sebagai seorang istri dari Henry Lau. Namja yang sangat dicintainya.
Saat membuka pintu, Sung Rin melihat Hnery yang hanya mengenakan celana boxer saja. Tapi karena mereka sekarang suami istri, Sung Rin tak menghindar atau berbalik. Sebaliknya, dia melmpar senyumnya yang khas pada Henry yang juga membalas senyumannya.
“Kau pasti lelah. Ya kan?” Tanya Henry pada Sung Rin yang sedang mengatur lemari pakaiannya.
“Aniya, ini memang sudah tugasku sebagai istrimu, oppa.” Jawab Sung Rin tulus. “Lagian, aku sama sekali tidak keberatan mengerjakan semua ini, asal itu bisa membuat oppa senang aku juga senang kok.” Sambungnya. Lalu bersiap untuk kembali ke dapur untuk memasak makan malam.
Tiba-tiba Henry memeluknya dari belakang, mendekap erat tubuh Sung Rin, meniup belakang telinganya, dan mencium lehernya. “Give me everything tonight, for all we know we might not get tomorrorw, let’s do it tonight…”
“ngggh,..oppa…” Sung Rin mendesah. “aku harus me…masak…”
“Lupakan soal itu. Apa kau lupa padaku?” Henry terus mencium leher Sung Rin yang tidak berkata apa-apa lagi.
Henry membalik tubuh Sung Rin menghadapnya, lalu mendorong dan memojokannya didinding. Dia menahan tangan Sung Ring dengan kuat agar tidak melawan, lalu menatap Sung Rin dengan smirk di bibirnya.
Henry kembali mencium leher Sung Rin seperti tadi, perlahan-lahan dia merambat naik dan mencium telinga Sung Rin yang tidak melawan sama sekali.
“ngggggghh……..oppa…sa…kit…” Sung Rin kembali mendesah saat Henry mengigit telinganya. Tapi Henry menghiraukannya. Dia malah pindah dan melumat bibir Sung Rin dengan lembut. Sung Rin sama sekali tak merespon, tapi dia sangat menikmati pada apa yang Henry lakukan padanya.
Perlahan-lahan Sung Rin memindahkan tangan dan melingkarkannya dipundak Henry, lalu dia membalas ciuman Henry dengan lembut. “Oppa…” Sung Rin menjeda ciumannya, “…saranghaeyo…” lalu kembali mencium Henry. “Nado saranghae…” Bisik Henry.
Merasa Sung Rin mengerti apa keinginannya, Henry menuntunnya menuju tempat tidur King Size mereka tanpa melepas bibirnya dengan bibir Sung Rin. Dengan posisinya berada diatas tubuh Sung Rin, Henry meremas kedua payudara Sung Rin sambil menciumi lehernya dan meninggalkan kissmark disana. Lalu tangan Henry merambat kepunggung Sung Rin mencari pengait bra. Tidak ada! Saat Henry menatapnya, Sung Rin hanya tersenyum simpul. Sebagai gantinya Henry langsung membuka baju terusan tipis yang dikenakan oleh Sung Rin, nampak dada dengan ukuran 36B yang sangat menggoda. Sekarang Sung Rin hanya mengenakan CD saja.
Tanpa ragu tangan Henry memainkan payudara Sung Rin, sesekali dia mencubit nipplenya membuat Sung Rin mengelinjang nikmat. Lalu Henry mencium payudara kanan Sung Rin, lalu berganti ke yang kiri. Sesekali juga dia menggigit nipple merah muda Sung Rin.
“ngggghh………oppa…” Sung Rin kembali mendesah, membuat Henry makin bergairah. Lalu henry kembali melumat bibir Sung Rin dengan ganas. Lidahnya menjelajahi setiap sudut mulut Sung Rin tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun. Seiring dengan itu, tangan Henry bermain disekitar bibir Miss V Sung Rin. Perlahan-lahan Henry membuka CD Sung Rin.
Setelah lama memainkan bibir Miss V Sung Rin, Henry segera memasukkan dua jarinya kedalamnya untuk membuka jalan, “Boleh, kan?” Tanya Henry meminta izin. Sung Rin mengangguk mengiyakan. Lalu Henry menambah satu jari lagi.
“nnnggggh…..sa..kit…oppa…” Rintih Sung Rin saat tiga jari Henry berada sepenuhnya dalam Miss V-nya. Airmata nampak disudut matanya
“Gwenchana chagiya, sakitnya hanya sesaat.” Ujar Henry menghapus airmata Sung Rin dengan tangannya yang sebelah. Lalu dia mulai me-maju-mundurkan tangannya didalam Miss V Sung Rin, sementara dia menciumi leher Sung Rin seperti awal.
“aaaaahhh…op…pa…aku..ke….lu…ar…….” crooooooott…. cairan hangat keluar dari Miss V Sung Rin, membasahi tangan Henry yang masih berada disekitar situ. Dengan cepat Henry menarik tangannya dan menjilati jar-jarinya yang berkena cairan Sung Rin.
“Mmh, tak kusangka cairan cintamu begitu manis. Semanis yeoja yang memilikinya.” Puji Henry tersenyum evil. Lalu dia melepas celana boxernya. Memperlihatkan juniornya yang berdiri tegap (?). “Boleh kan, aku memasukkannya?” Tanya Henry melihat Sung Rin yang bergidik melihat juniornya. Sung Rin mengangguk ragu sambil menggigit bibir bawahnya.
Dengan sigap Henry mengambil posisi diatas Sung Rin, lalu membuka selangkannya memperlihatkan Miss V Sung Rin yang menggoda. Lalu dengan hati-hati, dia memasukkan juniornya kedalam Miss V Sung Rin yang sempit.
“aaaaahh….punyamu sem…pit chagi…” Ujar Henry terus memasukkan juniornya kedalam Miss V Sung Rin
“aaarg! Oppa…sa..kit..” Sung Rin merintih kesakitan saat setengah dari junior Henry masuk kedalam Miss V-nya.
“Tenang chagi, hanya awal-awalnya saja yang sakit. Nanti pasti tidak.” Henry terus memasukkan juniornya. Setelah juniornya masuk sepenuhnya, dia tidak langsung melakukan aksinya. Dia membiarkan rasa sakit yang dirasakan Sung Rin mereda.
“Bagaimana? Apa masih sakit?” Tanya Henry. “Ani oppa, sakitnya sudah hilang.” Jawab Sung Rin. Setelah mendapat jawaban yang dia inginkan, Henry menggerakkan juniornya maju-mundur dalam Miss V Sung Rin perlahan-lahan. Makin-lama makin cepat.
“nnggghhh…..aaaaaahhhhh…….oppaa…..nik…mat…” Desah Sung Rin menikmati setiap genjotan yang dilakukan oleh Henry. “Faster oppa…ffas…ter”
Sesuai dengan perintah istrinya, Henry menambah kecepatannya menggenjot tubuh Sung Rin.
“Argh! Sa…kit!!” Seru Sung Rin mengelinjang kesakitan saat junior Henry merobek selaput daranya. Henry tersenyum puas melihatnya.
“Aku bangga padamu chagi, kau bisa menjaga keperawananmu hinga saat ini. Saranghaeyo.” Bisik Henry mesra, mencium bibir Sung Rin dan menghapus airmata dikedua sudut matanya. Lalu kembali menggenjot Sung Rin setelah yakin rasa sakitnya hilang
“aaaah…aaaaaahhh……..oppa…fas…ter…” Pinta Sung Rin agar Henry lebih cepat menggenjotnya lagi. Tapi untuk kali ini Henry tak menurutinya, dia malah berhenti menggenjot. “Waeyo oppa?” tanya Sung Rin yang terdengar kecewa.
“Dari tadi aku terus yang bermain, sekarang giliranmu chagi!” Jawab Henry membalik posisinya. Sekarang Sung Rin berada diatasnya.
Seolah mengerti dengan ang diperintahkan oleh Henry, Sung Rin menggerakkan pinggulnya keatas dan kebawah dalam tempo lambat.
“aaaah…chagiya…kau..se…perti…lapis…le..git…” Henry mendesah nikmat. “Le..bih… ce…paaat!” Pintanya. Lalu membantu Sung Rin menaik-turunkan pinggulnya dengan cara memegang pinggang Sung Rin.
“Oppa…aku tak biasa seperti ini. Kau saja yang memimpin.” Ujar Sung Rin berhenti.
“Baiklah kalau itu keinginanmu, akan kuturuti.” Jawab Henry sambil bangkit dan menimpa tubuh Sung Rin seperti semula. Lalu mulai menggenjotnya lagi.
“Ngggggh.. opp….paa…aku ke…lu..arr…” Zrraasshh… cairan Sung Rin kembali membasahi junior Henry. Tapi kali ini cairan itu bercampur darah dari selaput daranya yang robek tadi.
“ch..chagiya…” Henry berkata dengan cepat seiring dengan  bertambah juga kecepatannya menggenjot tubuh Sung Rin. Sung Rin bisa merasakan junior Henry yang berkedut-kedut dalam Miss V-nya. “Chagiya…” Sekali lagi Henry berkata dengan cepat. Genjotannya sangat cepat mebuat payudara Sung Rin bergerak mengikuti ritmenya. “Chagiya…aku…ke..luaar..” craaash… cairan hangat dari junior Henry membasahi Miss V Sung Rin, dan Henry langsung jatuh diatas tubuh Sung Rin yang juga kelelahan.
“aah…chagiya..aku puas padamu..” Henry berbaring disamping Sung Rin sambil membelai lembut rambunya. “Saranghaeyo, Lee Sung Rin.” Henry mengecup dahi Sung Rin.
“Nado saranghae, oppa.” Balas Sung Rin. Lalu Henry mengalbil selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Dan kemudian keduanya tertidur pulas dengan perasaan yang puas.
***
Kuuukuruuyukkk!!!
Sung Rin membuka kedua matanya karena mendengar suara ayam berkokok. Lalu dia melihat suamianya yang tertidur pulas disampingnya. Dengan hati-hati dia beranjak turu dari tempat tidur dan memakai pakaiannya.
Lalu dia menuruni tangga menuju dapur untuk memasak sarapn pagi lebih dulu. Pagi ini dia ingin Henry mamakan kimchi buatannya. Setelah itu dia kembali ke kamar untuk mandi.
Di kamar, Hnery masih tertidur pulas. “pasti dia sangat lelah” Pikir Sung Rin. Lalu dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi. Dia menyetel pengatur suhu agar airnya menjadi air hangat. Setelah itu dia membuka bajunya untuk mandi.
Sung Rin membasuh tubuhnya dengan air hangat sambil bersenandung pelan. Tiba-tiba seseorang memeluknya dari melakang. Henry, yang tidak mengenakan apapun.
“Oppa? Kenapa kau ada disini? Apa kimchinya tidak enak?” Tanya Sung Rin tanpa menoleh kebelakang.
“Ani chagi, aku belum mencicipinya.” Jawab Henry meraba dada Sung Rin. “Sebentar saja ya…” Rengeknya manja seperti anak kecil. Sung Rin tersenyum tipis. “baiklah, tapi jangan sampai kimchinya dingin ya…” Jawab Sung Rin. Mendengar jawaban yang seperti itu, Henry segera melumat bibir Sung Rin dan menyandarkannya didinding shower. Sung rin memeluknya dengan erat seolah Henry bisa pergi kapan saja.
“Aah, dia sudah bangun…” Ujar Henry saat juniornya menegang. “apa kau mau membantuku untuk menidurkannya kembali?” tanyanya menatap Sung Rin penuh haran. “Kumoohon…sebentar saja…” Dia memasang tampang memelas.
“Baiklah, tapi hanya sebentar ya.” Jawab Sung Rin tersenyum. Dengan penuh kemenangan Henry segera memasukkan juniornya kedalam Miss V Sung Rin yang sudah basah karena air hangat. Lalu dia segera menggenjot juniornya dengan cepat mengingat waktu mereka tidaklah banyak akrena pada jam 10 pagi mereka akn pergi ke kolam renang bersama rombongan pegawai kantor lainnya.
“Ngggh… oppa…. faster…”
“Chagi, aku keluar…” Henry mengeluarkan cairannya didalam Miss V Sung Rin lebih cepat.
“Nado oppaa…….aaahhhh….” Sung Rin juga ikut mengeluarkan cairannya. “Oppa…kita sudah harus bergegas karen waktunya tinggal sedikit..” Ujar Sung Rin yang bisa mereawang jam di kamar mereka lewat bagian pintu yang tembus pandang.
“Jangan terlalu terburu-buru. Mereka juga sering terlambat.” Bisik Henry, lalu mencium bibir Sung Rin dengan panas. Sung Rin pun membalas ciuman Henry dengan tak kalah panasnya. Mereka saling menjelajahi mulut dan bertukar saliva. Sung Rin memeluk Henry dengan erat.
Mereka terus berciuman dengan panas tanpa memisahkan bibir maupun alat vital mereka. Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi. Lalu Henry membawa Sung Rin duduk diatas kloset sambil terus berciuman, sekarang Sung Rin berada dipangkuan Henry. Lalu Sung Rin melingkarkan kakinya dipunggung Henry membuat junior Henry masuk semakin dalam dalam Miss V-nya.
Setelah puas dengan bibir Sung Rin, Henry pindah kepayudaranya yang kencang. Dengan penuh nafsu dia mengulum nipple merah muda Sung Rin dan sesekali menggigitnya. Sementara tangan kanannya meremas-remas payudara kanan Sung Rin.
“eeeeeenggghhhh….oppa…” Desah Sung Rin, “a…ku…ke..luar…”
Croooot!!
Cairan orgasme kedua Sung Rin membasahi junior Henry. Dengan tiba-tiba Henry merubah posisi, berbaring dilantai. Setelah itu dia mulai menggenjot Sung Rin lagi.
“aaaah..oppa…faster..oppa….faster…” Pinta Sung Rin disela kenikmatannya digenjot oleh Henry. Kemudian Henry kembali melahap bibir Sung Rin sambil menambah kecepatan genjotannnya.
Tiba-tiba Henry berhenti dan mengeluarkan juniornya dari Miss V Sung Rin. “Terlalu monoton chagi. Aku mau coba yang lain.” Ujarnya, lalu memberi kode agar Sung Rin menghisap juniornya. “Tak perlu takut, anggap saja makan lolipop.” Henry mengedipkan matanya
Sung Rin memandang junior suaminya dengan ragu, lalu tersenyum dan akhitnya memasukkan junior Henry dalam mulutnya. Dia memaju mundurkan kepalanya, dan kedua tangannyamemainkan twinsball Henry. Sementara Henry meracau tidak karuan.
“aaah…chagiya..terus…” Racau Henry kenikmatan. Dia mengigit bibir bawahnya untuk menahan suara agar tidak mengganggu tetangga. “Chagi…aku…kelu…aaarrrrr..”
Crooott….
Henry mengeluarkan cairannya dalam mulut Sung Rin yang tersedak. “Uhuk!” “Chagi, gwenchanayo? kau pasti kaget. Ya kan?” Tanya Henry memeluk Sung Rin diperutnya.
“Gwenchana oppa, bisa kuatasi.” Ujar Sung Rin membersihkan sisa-sisa cairan Henry disekitar mulutnya.
“Biar kubantu,” Henry berkata sambil menjilati cairannya yang ada disekitar mulut Sung Rin, dan menutupnya dengan ciuman hangatt dibibir. “Kau sudah membuatku merasa puas untuk kedua kalinya.” Bisiknya.
“Ne, gwenchana oppa. Ini sudah sepentasnya, aku kan istrimu.” Ujar Sung Rin rendah. “Kita harus mandi, sudah jam 8.30.”
“Kalau begitu kita mandi sama-sama saja.” Henry mengedipkan matanya pada Sung Rin. Lalu mereka segera berendam bersama dalam bathub.
***
“Yak! Ayo pergi!” Seru Sungmin saat semuanya berkumpul. Termasuk Henry dan Sung Rin yang sudah siap dengan bawaan maing-masing.
“Aaaahh,…. senangnya jika sudah punya orang yang akan mendampingi kita seumur hidup…” Sindir Jaejoong dari depan. “Aku jadi iri…”
“Ahahhahhahaahh…. makanya, cepatlah menikah dengan yeojachingumu..” Ledek Henry disertai tawa pelan Sung Rin.
“Eh..” Tiba-tiba Eunhyuk berbalik ke belakang menghadap Henry dan Sung Rin, “bagaimana ‘malam pertama’ kalian?” Tanyanya ingin tahu. Membuat wajah Henry dan Sung Rin memerah seketika seperti kepiting rebus.
“aa…apa  yang kau bicarakan?! Itu kan urusan pribadi! Dasar monyet yadong!” Seru Henry memukul wajah Eunhyuk dengan bantal Sung Rin.
“Aigo… aku kan hanya tanya… kenapa harus memukulku?!” Ketus Eunhyuk kesal, lalu kembali ketempat duduknya dengan gaya orang ngambek.
“Tak usah pikirkan dia. Dia memang begitu.” Sahut Henry santai. “Oh ya chagiya, nanti kita menginap di hotel saja ya, soalnya acara ini akan sampai malam.” Ujar Henry menghadap kearah Sung Rin.
“Ng? Ne, tak apa-apa. Aku juga bawa baju lebih.” Jawab Sung Rin yang sepertinya kaget karena dia melamun dari tadi.
“Ahahah, kau sangat penurut ya.” Bisik Henry mencium dahi Sung Rin mengingat mereka berada dalam bus.
***
“Aiish… airnya dingin sekali…” Ujar Sung Rin saat Henry menyuruhnya untuk ikut berenang bersamanya. Tapi suhu yang rendah membuat air yang semula hangat menjadi dingin.
“Dingin? Sini, biar kupeluk,” Henry, yang bertelanjang dada merentangkan tangannya dan mendekap Sung Rin dengan hangat. Semua yang ada disitu berbisik-bisik iri melihat kemesraan mereka berdua. Dari jauh Eunhyuk meneropong setiap gerakan yang mereka lakukan.
Henry dan Sung Rin berenang mengikuti rombongan orang-orang yang juga berenang. Sesekali Henry mengerjai Sung Rin dengan menarik kakinya dari bawah membuat Sung Rin kehilangan konsentrasi, dan Henry menggunakan kesempatan itu untuk menciumnya sekilas.
Untukyang kesekian kalinya bibir Henry menyentuh bibir Sung Rin. “Oppa… kau terlalu sering menciumku, orang-orang membicarakan kita,” ujar Sung Rin menahan wajah Henry yang akan menciumnya lagi.
“Biarkan saja, itu urusan mereka. Lakukan jika kau menginginkannya,” Henry tetap ngotot mencium Sung Rin. “Kita berciuman karena salingg mencintai kan? Biar saja apa yang mereka bicarakan tentang kita,” Henry memagut bibir bawah Sung Rin dan mengigitnya. “Ikut aku.” Pintanya menggendong Sung Rin menuju tempat lain yang lebih sepi.
“Oppa, kita dimana?” Tanya Sung Rin saat mereka berada di tempat yang sangat sepi. Henry memaksanya untuk duduk ditangga.
“Bantu aku chagiya…” Henry menunjuk juniornya yang sudah menegang lagi. “Tiba-tiba saja dia bangun…”
“Ng…anu oppa… ini kan di tempat umum. Kita bisa ketahuan,” ujar Sung Rin menlihat sekeliling.
“Jangan khawatir, tempat ini jarang ada yang datang.” Henry memegang wajah Sung Rin. “Kau mau membantuku kan?” Tanyanya menatap mata Sung Rin dalam-dalam. Sung Rin mengangguk mengiyakan.
Dengan hati-hati Henry menurukan celana yang dikenakannya hingga sebatas lutut. Memperlihatkan juniornya yang sudah sangat menegang. Sung Rin pun melakukan tindakan yang sama, dia membuka CD-nya dan memasukkan junior Henry dengan hati-hati kedalam Miss V-nya. Lalu perlahan-lahan Henry mulai menggenjotnya dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Genjotan Henry makin cepat, tangannya bermain-main di kedua payudara Sung Rin. Lalu dia mencium bibir Sung Rin dengan ganas. Saking ganasnya, keluar salive dari sudut bibir Sung Rin, dan Henry terus menggenjotnya.
“Ngggh…oppa, aku kelu…arrr….” croooooot…. cairan dari Miss V Sung Rin membasahi junior Henry dan berbaur dengan air kolam.
“Nado cha..gi…yaa…” Henry menekankan juniornya dalam-dalam dalam Miss V Sung Rin. Croooooooottttt…………. Cairan hangat itu membasahi Miss V Sung Rin untuk kesekian kalinya. Dengan segera Henry mencabut juniornya dari Miss V Sung Rin.
“Akh! Ternyata berhubungan di kolam renang tidak nyama.,” keluh Sung Rin karena Miss V-nya perih kemasukan air kaporit.
“Ah! Mian chagiya, aku lupa kalau kau…”
“Gwenchana oppa, yang penting kau bahagia.” Potong Sung Rin tersenyum manis seperti biasa, membuat Henry lega.
“Kalau begitu ayo pergi, nanti kita bisa ditinggal oleh yang lainnya.” Henry menggendong Sung Rin berbaur dengan pengunjung lainnya. Tiba-tiba langit menjadi mendung. “Yaah, mau hujan chagi. Mau tak mau kita harus berhenti sampai hujannya reda.” Ujar Henry kecewa. “Ayo, kita berhenti saja.” Ajaknya.
“Oppa duluan saja, aku masih ingin ke toilet dulu.” Timpal Sung Rin lalu pergi kearah toilet menginggalkan Henry.
Sesampainya di toilet Sung Rin segera melakukan apa yang ingin dia lakukan, setelah beres dia segera kembali untuk mengganti pakaian. Saat melewati belakang gedung, Eunhyuk mencegatnya.
“H…Hyukjae oppa? A..apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sung Rin mundur selangkah demi selangkah menjauhi Eunhyuk.
Greb! Eunhyuk mencengkram erat tangan Sung Rin, “Sung Rin, ayo layani aku. Kau hanya melayani Henry terus, kapan kau mau melayaniku?” Tanyanya disertai smirk dibibrnya.
“A…apa yang oppa katakan? A…aku…” Sung Rin meronta untuk melepas tangan Eunhyuk dari tangannya. Tapi tenaga Eunhyuk terlalu kuat bagi yeoja lemah sepertinya.
“Ayolah Sung Rin, tak akan ada yang tahu…” Sela Eunhyuk. Lalu dia mendekatkan wajahnya kewajah Sung Rin untuk meciumnya, tapi Sung Rin berhasil menghindar.
“o…oppa, Henry itu suamiku, jadi sudah sepantasnya aku melayaninya….” Ujar Sung Rin agar Eunhyuk mau melepasnya. Tapi percuma. Eunhyuk malah semakin liar, cengaraman di tangannya semakin kuat. “Oppa..sa..kit..” Sung Rin meringis.
“Pokoknya kau harus melayaniku, Lee Sung Rin!” Tukas Eunhyuk menarik baju yang dikenakan Sung Rin hingga robek. Memperlihatkan payudaranya yang masih terbungkus oleh bra putih. “Dadamu indah juga ya…” Eunhyuk menggulurkan tangannya untuk meremas payudara Sung Rin.
“oppa… Hentikan…aku sudah punya suami….” Airmata jatuh membasahi pipi Sung Rin. Posisnya benar-benar terpojok, dan tak ada yang bisa menolongnya. “Je..jebal!!” Serunya meminta bantuan.
“Diam!” Seru Eunhyuk membekap mulut Sung Rin dengan kasar. Tangannya mulai menari-nari dengan nakal disekitar dada Sung Rin.
“Mmmhh…!!” Sung Rin menangis saat Eunhyuk berniat membuka celananya. Harga dirinya sebagai seorang istri seperti diinjak-injak.
Duak!! Dengan berani Sung Rin memukul Eunhyuk dengan lutunya. Memberikan memar biru disudut mata Eunhyuk. “Kau sudah berani rupanya,” Eunhyuk mendekatinya dengan bengis. Plak!! Satu tamparan keras dari Eunhyuk menyisakan luka berdarah dipipi Sung Rin.
“sakit heh?”  Tanya Eunhyuk. “Makanya jangan sesekali kau melawanku, atau aku akn…”
Duak!!  Seseorang meninju wajah Eunhyuk dengan kuat. Henry. Dan dia terlihat sangat marah.
“oppa…!!” Sung Rin berlari kedalam pelukan Henry begitu sadar kalau yang menolongnya adalah suaminya sendiri. “oppa, syukurlah kau datang. Aku… aku takut…” Isak Sung Rin dalam pelukan Henry yang hangat. Dia menumpahkan semua airmatanya didada Henry.
“Tenanglah chagi, aku akan selalu melindungimu.” Bisik Henry membelai kepala Sung Rin dengan lembut. Lalu dia menatap Eunhyuk dengan tajam. “Lee Hyuk Jae, sekali lagi kau berani mendekati Sung Rn, aku tak akan mengampunimu!” serunya marah. “Kau bisa saja lolos untuk kali ini, tapi jika kau berani melakukannya sekali lagi, jangan harap kau bisa lolos!”
“oppa, sudah. Jangan bertengkar. Lebih baik kita ke hotel saja.” Ujar Sung Rin melerai Henry dan Eunhyuk.
“Baiklah jika itu yang kau inginkan.” Jawab Henry. Lalu pergi menginggalkan Eunhyuk menuju hotel tanpa sepatah katapun. Sebelumnya dia memakaikan handuk yang akan digunakannya untuk menutupi dada Sung Rin.
Sesampainya di hotel, mereka segera masuk ke kamar yang sudah dipesan oleh Henry sebelumnya. Lalu dia mendudukkan Sung Rin di pinggir tempat tidur untuk mengobati lukanya.
“Kalau perih bilang ya,” ujar Henry sebelum membersihkan luka Sung Rin dengan alkohol. Lalu dia mulai mengolesinya dengan alkohol menggunakan cotton bud. Setelah beres dia melumurinya dengan obat merah dan menutupnya dengan plester.
“Mianhae chagi, aku terlambat menolongmu.” Ujar Henry menyesal. “Kalau saja aku lebih cepat, pasti kau tak akan terluka seperti ini.”
“Gwenchanayo. oppa tak perlu berkata seperti itu. saat oppa datang, aku merasa kalau seorang ksatria datang untuk membesakanku dari monster jahat.” Kilah Sung Rin membelai lebut pipi Henry. “Bagiku, kehadiranmu adalah hal terindah.” Bisiknya lalu mencium bibir Henry dengan lembut.
“Kau nakal ya…” Henry memejamkan matanya sambil membalas ciuman lembut dari Sung Rin. “Padahal dulu kau sangat pemalu.” Sambungnya sambil terus mencium Sung Rin.
“itu karena aku sudah menjadi istrimu sekarang,” jawab Sung Rin.
“Aku semakin mencintaimu, Sung Rin.” Bisik Henry mengigit bibir bawah Sung Rin. “Wo ai ni…” Henry memengan kedua pipi Sung Rin untuk membuat lidahnya bisa menjelajahi mulut Sung Rin dengan leluasa. Lalu dia mendorong tubuh Sung Rin berbaring diatas tempat tidur.
Dengan hati-hati Henry menindis tubuh Sung Rin sambil terus menciuminya, dia bisa merasakan bibir Sung Rin yang gemetar saat menciumnya. Lalu perlahan-lahan tangan Henry merayap dipunggung Sung Rin, dan melepas pengait bra-nya, dan melepas baju yang dikenakan oleh Sung Rin, sekali lagi terlihat dada dengan ukuran 36B yang sangat menggoda. Sekarang mereka berdua dalam keadaan topless.
Henry memindakan ciumannya kelehar Sung Rin, meninggalkan kissmark disana. Sung Rin hanya bisa melenguh. Lalu Henry turun ke payudaranya, menjilat kedua belah gunung kembar yang menggoda milik Sung Rin itu. dan sesekali dia mengigit nipplenya. Setelah puas, Henry pindah keperut indah Sung Rin, dan menjilati pusarnya, membuat Sung Rin kegelian dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
“ngggh….oppa…gee…li….” Sung Rin terkikik geli. Henry hanya tersenyum evil. Lalu membuka kancing celana Sung Rin. Sekarang Sung Rin hanya mengenakan CD saja. Dengan nakal Henry memasukkan tangannya kedalam CD dan menggelitiki klitoris Sung Rin.
“Aaah… op…pa…nggggghhhhh….” Desah Sung Rin kenikamatan. Dengan segera Henry memasukkan tiga jarinya sekaligus kedalam Miss V Sung Rin. Memaju-mundurkannya dalam tempo yang cepat. “Aaaaaahh…oppa….fas..terrr….” Sung Rin kembali mendesah karena Henry melakukan apa yang sangat dia impikan. Memperlakukannya sebagai istri.
Henry memasukkan tangannya lebih dalam di Miss V Sung Rin, mencari titik G-spot Sung Rin. “opaaa…. ak……ku… kel….luu….ar….” bruushhh…Cairan Sung Rin membasahi tangan Henry yang langsung mendekatkan wajahnya ke Miss V Sung Rin dan menelan semua cairan yang ada disana. Lidahnya menjilati Miss V Sung Rin dengan leluasa.
Setelahh puas menjilati Miss V Sung Rin, Henry segera melepas celananya, menampilakan juniornya yang sudah menegang lagi. Dia mengarahkannya kewajah Sung Rin. Tanpa ragu Sung Rin melahap junior Henry, memainkan kedua twinsball membuat Henry melenguh tak karuan. Kemudian Sung Rin mengocok junior Henry dengan mulutnya.
“aaah….aaaaaaaaahhh..chagiyaaaa….teruuss…” Henry melenguh menikmati perlakuan Sung Rin pada juniornya, sementara Sung Rin terus memainkan kedua twinsballnya. “Chagii…aku…ke…..luaa…..rrrrrrrr”
Croooot….
Cairan hangat keluar dari junior Henry, dengan segera Sung Rin menelan semua cairan itu tanpa sisa. Henry tersenyum melihat kemajuan Sung Rin dalam berhubungan intim. Sung Rin yang pada awalnya penuh keraguan, kini tak lagi .
“cukup chagi.” Pinta Henry agar Sung Rin berhenti. Lalu dia memberi kode agar Sung Rin menugging. Tapi….
Tok…tok…tok…
“Nuguya?” Tanya Henry. lalu dia turun dari tempat tidur untuk melihat siapa yang mengetuk pintu. Itu Hankyung. “Celaka!” Celosnya dalam hati. “Chagiya, cepat pakai bajumu dan pura-pura tidur!” Pintanya pada Sung Rin.
Dengan cepat Sung Rin memakai kembali pakaiannya dan berpura-pura tidur, sementara Henry hany memakai boxernya saja. Setelah memastikan semua beres, dia membuka pintuu agar Hankyung bisa masuk.
“annyeong…” Sapa Hankyung tak bersalah. “Ada yang ingin kubicarakan. Apa aku mengganggu?” tanyanya sebelum masuk.
“A…aniya…kau tak mengganggu kok..” Jawab Henry terbata-bata. “ayo masuk, jangan bicara sambil berdiri saja.” Ujarnya mempersilahkan Hankyung untuk masuk.
“Mana Sung Rin?” Tanya Hankyung.
“Sedang tidur,” jawab Henry menunjuk Sung Rin yang pura-pura tidur. “Dia kelelahan, makanya cepat tidur.” Katanya bohong. “Jadi… apa yang ingin kau bicarakan?” Tanyanya langsung agar Hankyung cepat pergi.
“Nggg…anu, besok kita ada planning lagi. Kita akan ke pantai. Tapi sepertinya kau sibuk bersama Sung Rin, jadi aku kemari untuk menannyakan apa kau mau ikut atau tidak.” Ujar Hankyung dalam bahasa mandarin.
“Tentu saja. Siapa saja yang ikut?” Ujar Henry
“aku, kau, Sung Rin, Yesung, Seul Ah, Sungmin, dan Eunhyuk.” Jawab Hankyung. “Tapi sepertinya Zhoumi dan Xiao Li juga ikut.” Tambahnya. Henry hanya membulatkan bibirnya membentuk huruf ‘o’.
“Siapa yang bayar?” Tanya Henry lagi.
“Aku dan Yesung.” Jawab Hankyung. “Tapi itu hanya untuk biaya masuk dan mandi. Selebihnya kalian sendiri yang bayar. Hehehehe….” Sambungnya terkekeh.
“Ah, ye. Apa hanya itu?”
“Ye. Maaf kalau aku mengganggumu.” Ujar Hankyung lalu pergi.
Henry segera mendekati Sung Rin untuk melanjutkan aksinya yang tertunda. Sebelumnya dia melepas celana boxernya, Dia memeluk Sung Rin dari belakang dan membuka bajunya, kemudian menindih tubuh Sung Rin. Tak lupa juga dia melepas CD Sung Rin. Sekarang mereka berdua dalam keadaan telanjang bulat.
Dengan liar Henry menciumi leher Sung Rin, meninggalkan beberapa kissmark. Juniornya bergesekkan dengan bibir Miss V membuat Sung Rin merasa geli. Lalu Sung Rin mengubah posisinya menjadi menungging. Memperlihatkan lekukan tubuhnya yang indah.
“Tahan ya chagi, mungkin ini akan sakit.” Dengan hati-hati Henry memasukkan juniornya kedalam Miss V Sung Rin. “aaaaah…ternyata punyamu tetap sempit chagiii…”
“op..pa…sakit…” Rintih Sung Rin saat junior Henry masuk sepenuhnya dalam Miss V-nya. Tapi Henry mengacuhkannya, dia memegangi pinggang Sung Rin, lalu mulai memaju-mundurkan juniornya dalam Miss V Sung Rin dalam tempo yang makin cepat.
“aaaaaahhh….chagii…” Henry mendesah sambil terus menggenjot Miss V Sung Rin yang menjepit juniornya dengan erat dalam tempo cepat.
“nggggggghhhh…..Oppa…faster..op..pa…” Sung Rin berkata disela desahannya. “Ngggghhh….op…paa…….aaaaaahhhh……” Desahannya membuat Henry semakin bernafsu. Genjotannya semakin cepat.
Lalu Henry membalik posisi menjadi woman on top, tanpa ragu Sung Rin bergantian menggenjot Henry, sementara Henry memainkan kedua payudaranya. Lalu Sung Rin membungkukkan badan dan mencium bibir Henry dengan panas sambil terus menggenjot. Lidahnya ganti memjelajahi setiap mulut Henry, begitupun dengan Henry yang tak mau kalah menjelajahi setiap sudut mulut Sung Rin, bertukar saliva. Hingga tanpa sadar setetes saliva mengalir keluar dari bibir Henry, membasahi pipi kirinya.
Sung Rin menguasai permainan, dia meniup dan mengigit telinga Henry, lalu turun kelehernya, menciuminya, minjilatinya, dan meninggalkan banyak kissmark disana. “Oppa, aku…ke..luarr….”
Crooott….
Cairan Sung Rin keluar, membasahi seprei tempat mereka bercinta.
“aaaah…chagiya…” Henry mendesah ditelinga Sung Rin yang makin liar. “A..ku..juga…”
Crooottttt….
Cairan dari junior Henry juga menyenbur kedalam Miss V Sung Rin. Sebagian ada yang membasahi seprei bercampur dengan cairan Sung Rin.
“Ne oppa?” Tanya Sung Rin dalam bisikan yang lembut di telinga Henry. Dia belum mau turun dari atas tubuh Henry.
“Kau hebat… saranghae…” Bisik Henry lembut. “Akh! Kau nakal ya,” Ujarnya saat Sung Rin mengigit telinganya dengan sengaja.
“Yang mengajariku kan kau.” Ujar Sung Rin membantah. “Tapi kau senang kan, kalau aku memperlakukanmu seperti itu?” Tanyanya.
“Tentu saja, mana ada suami yang tidak suka jika istrinya memperlakukannya seperti ini,” Ujar Henry. “Besok, apa kau akan memperlakukanku seperti ini lagi?”
“Tentu saja, aku kan istrimu.” Jawab Sung Rin, “bagaimana kalau nanti kita punya anak? Apa kita akan sering berhubungan seperti ini lagi?” Tanyanya terus mencium telinga Henry.
“Tentu saja. Tak ada yang bisa menghalangi hubungan kita,” Henry membelai rambut Sung Rin dengan mesra. Lalu Sung Rin berbaring disampingnya, menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
“Oppa…”
“Ne?”
“Ada yang ingin kutanyakan,”
“Apa itu?”
“Apabila suatu hari nanti aku berubah menjadi yeoja buruk rupa, apa kau akan tetap mencintaiku seperti ini?”
“Apa yang kau bicarakan? Tentu saja iya. Seluruh cintaku hanya untukmu. Tak ada orang lain yang bisa memiliku selain kau.” Henry menjawab pertanyaan Sung Rin. “Bagaimana denganmu? Apa kau akan tetap mencintaku seperti ini walau aku adalah namja yang buruk rupa?”
“Tentu saja aku akan tetap, dan terus mencintaimu oppa. Seumur hidupku, hanya kau yang bisa mengisi hatiku sampai saat ini, dan untuk selamanya. Karena kau adalah jiwaku. Tanpamu, aku tak akan bisa menjadi Sung Rin yang seperti saat ini.”
Henry tersenyum simpul, membelai pipi Sung Rin dengan lembut. “Sung Rin…”
“Ne?”
“Saranghae yeongwonhi…”
“Nado saranghae oppa…” Sung Rin menggenggam tangan Henry erat-erat. Lalu Henry mengecup dahinya dengan hangat, melingkarkan tangannya dipinggang Sung Rin, memeluknya hangat, kemudian tertidur bersama.
***
Glek…
Yesung, Hankyung, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, dan Zhoumi ternganga melihat penampilan Sung Rin yang mengenakan bikini. Dadanya terbungkus dengan indah dengan ukuran 36B.
“Annyeong oppadeul…” Sapa Sung Rin dengan senyuman khasnya. Wajahnya yang mulus membuat mereka seperti melihat bidadari berbikini (?).
“A…annyeong…” Yesung tersenyum dengan gugup.
“Hey!” Henry mengagetkan Sung Rin dengan cara menutup matanya dari belakang. “Hyung, tak mandi?” Tanyanya begitu sadar kalau Yesung, Hankyung, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, dan Zhoumi sedang duduk didepannya.
“Belum, aku masih menunggu Seul Ah,” Ujar Yesung.
“Ne, aku juga sedang menunggu Ri Chan.” Tambah Donghae. “Kalau kalian ingin duluan, tak apa-apa. Tak perlu menunggu kami kok.” Katanya agar Henry dan Sung Rin bisa bersenang-senang.
“Jinjjayo?! Sung Rin, ayo mandi!” Dengan segera Henry menarik tangan Sung Rin menuju pingggiran pantai, bermain bersama sambil menciprat-ciprati lawan main. Yang lain hanya memandangi mereka dengan iri.
“Aiish… aku iri pada mereka,” ujar Sungmin tiba-tiba.
“ne, mereka sangat serasi dan kompak, benar-benar cocok.” Tambah Zhoumi mengdukung perkataan Sungmin. “Kira-kira, kapan aku bisa mendapatkan istri yang seperti Sung Rin? Dia sangat mencintai Henry lebih dari apapun.”  Sambungnya.
“Aaah, mereka datang. Ayo kita mandi!” Seru Yesung saat melihat Seul Ah, Ah Ra, Ri Chan,  dan Xiao Li datang hanya dengan berpakaian bikini juga, tapi tidak seindah Sung Rin.
Mereka semua bermain dengan gembira di tepi pantai. Hingga akhirnya Eunhyuk mengajukan tantangan untuk bermain di tengah laut.
“Siapa takut?!” Sahut Hankyung menantang, “biar kupimjankan ban-nya.” Ujarnya lalu pergi ke tempat paminjaman. Dan kembali dengan membawa sesbuah ban besar.
“Baiklah, hitungan ketiga kita berenang bersama ke tengah laut!” Seru  Sungmin. “Hana! Dul! Set!”
Serempak semuanya menggerakkan kaki untuk berenang hingga ke batasan yang paling dalam yang kira-kira berjarak 20 meter dari tepi pantai. Lalu mereka bersiap untuk kembali ke tepi pantai, tapi dengan persyaratan aneh lagi, kali ini tanpa menggunakan ban. Eunhyuk meminta agar Sung Rin yang menjaga agar ban-nya tidak hanyut.
“Tapi aku…” Sung Rin  berusaha mengelak.
“Ayolah, hanya sebentar saja. Kau pasti bisa, Sung Rin.” Sela Eunhyuk ngotot agar Sung Rin tetap menjaga.
“Tapi kenapa harus Sung Rin yang menjaga ban-nya agar tidak hnyut? Bukankah ada Xiao Li, yang kemampuan berenangnya jauh lebih baik dibandingkan Sung Rin?” Tanya Henry mencoba untuk membuat Sung Rin ikut berenang bersama mereka.
“Iya juga ya… lagian bahaya kalau hanya Sung Rin sendiri yang menjaga. Lebih baik semua yeoja disini saja. Kalau sudah selesai, nanti kita kembali lagi.” Cetus Yesung asal.
“Ide bagus!” Sahut Sungmin. “Dengan begini kita bisa tau siapa namja yang hebat dalam berenanhg. Kalau ada Xiao Li, jelas dia pemenangnya.”
“Oke! Ayo cepat atur urutannya!” Seru Yesung tak sabar. Dengan segera mereka mengambil barisan, bersiap untuk berenang ke tepi pantai. “hana, dul, set!”
Byur!!
Serempak mereka semua berenang dengan aya masing-masing, berlomba menuju tepi pantai. Untuk saat ini yang meminpin adalah Donghae si putra duyung #plakkk!!!
Tak perlu waktu lama bagi mereka untuk sampai di tepi pantai. Yang paling pertama menginjak pasir adalah Donghae, di susul olh Yesung, Henry, Hankyung, Eunhyuk dan Zhoumi. Di sana mereka berhenti sejenak.
“Gawat!!” Seru Yesung saat melihat sebuah ombak besar yang berjalan kearah Sung Rin dan yang lainnya. “Seul Ah! Awas! Dibelakangmu!” Serunya berusaha memperingati, tapi terlambat.
Byuuuurr!!!
“Sung Rin!” Henry berteriak panik, tanpa pikir panjang dia menceburkan diri untuk menolong Sung Rin., diikuti oleh Yesung, Eunhyuk, Zhoumi, dan Donghae untuk menyelamatkan yeoja masing-masing.
“dapat!” Henry berhasil meraih tangan Sung Rin lalu dia merangkulkannya dipundaknya, dengan segera dia berenang kembali ke tepi pantai.
“Sung Rin!” Henry mengguncang tubuh Sung Rin yang tidak sadarkan diri, lalu dia mengumpulkan udara lewat mulutnya, dan menyalurkannya lewat bibir Sung Rin, kemudia menekan-nekan dadanya agar air yang ada dalam paru-paru Sung Rin bisa keluar.
“uhuk! Uhuk!”  tiba-tiba Sung Rin terbatuk, mengerluarkan banya air dari paru-parunya. Dia bisa melihat Henry yang menatapnya dengan penuh kekhawatira. “Op…pa?” Ujarnya lemah.
“Sung Rin?! Syukurlah!” Dengan genbira Henry memeluk Sung Rin yang sudah sadar, “Mianhae, lain kali aku tak akan meninggalkanmu lagi!” Ujarnya.
“Gwenchanayo, tak perlu memperthatikanku sampai segitunya. Bagika, asal ada oppa yang menyelamatkanku, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untukku.” Jawab Sung Rin tersenyum tulus. “Aku ingin mengganti bajuku,”
“Ah ne, akan kutemani ke cottage.” Timpal Henry, lalu pergi bersama Sung Rin menuju cottage yang sudah di sewa oleh Hankyung.
Di dalam cottage, Sung Rin menutup semua jendela dengan tirai dan mengunci pintu masuk. Henry tidak heran, dia bisa mengerti apa yaang ingin dilakukan oleh Sung Rin, tapi dia sengaja munggu agar Sung Rin bisa membersihkan dirinya lebih dulu.
Tak butuh waktu lama bagi Henry untuk menunggu. Tak lama kemudian Sung Rin keluar dari kamar mandi hanya dengan bra dan CD, rmbutnya yang setengah basah membuat Henry menyunggingkan smirk.
“Apa kondisimu sudah pulih sepenuhnya?” Tanya Henry sambil memeluk Sung Rin dari belakang, melingkarkan tangannya di pinngulnya.
“Begitulah,” Sung Rin menggenggan tangan Henry dengan hangat. “ngggh…oppa…” desahnya saat Henry meninggalkan kissmark dilehernya.
“ne?” Tanya Henry sambil terus mencium leher Sung Rin.
“kita pulang duluan saja,” ujar Sung Rin. “ disini, kita bisa dilihat yang lain. Tapi kalau di rumah, kita bisa bermain sepuasnya,” sambungnya, lalu mengenakan baju ganti setelah Henry melepas pelukannya.
“Baiklah kalau itu maumu.” Jawab Henry, “ayo pergi.” Lalu dia menarik tangan Sung Rin menuju mobil. “Hyung!! Kami pulang duluan yaa!!!” Serunya agar yang lain tahu kalau mereka sudah pulang duluan.
“Nee!!! Hati-hati di jalan!!” Sahut Zhoumi membalas lambaian tangan dari Henry.
***
Sung Rin melingkarkan kedua kakinya dipunggung Henry, sambil terus saling melumat bibir satu sama lain. Dia bisa merasakan junior Henry yang makin mengeras dibalik celana boxer yang dikenakannya.
Dengan cekatan, Sung Rin melucurkan celana boxer Henry, kini keduanya dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka. Tanpa ragu lagi, Sung Rin segera melahap junior Henry yang sudah sangat tegang itu, sementara tangannya memainkan twinsball,
“aaah..chagiya….truuussss…..” Desah Henry kenikmatan. “kelu….arrr chagiiiii…”
Croooott…
Cairan dari junior Henry keluaar dalam mulut Sung Rin yang menelan semuanya tanpa sisa. Kemudian Henry merubah posisi menjadi telentang, dia meletakkan kedua kaki Sung Rin dipundak dan menahannya
Perlahan-lahan Henry memasukkan  juniornya kedalam Miss V Sung Rin dan mengocoknya dengan cepat.
“aaaaaah….nggggghhh…..nnggggggggh…. “Sung Rin melenguh panjang. “aaaaaaahhh….fass….terrr….faster…!!!”
Henry terus menggenjot Sung Rin sambil menjilati dam menciumi lehernya. “Chaaa..gi, say….my…namee!!” Pintanya.
“aaaaaaaahhh….Hhheennn…rrrryyy….” Sung Rin mengucapkan nama Henry disela lenguhannya. Henry tersenyum sennang mendengarnya, membuat dia semakin cepat menggenjot Sung Rin. “aaaah…opp….paaaa……aku keluarrrrrrrr…..”
Crooot…
Cairan cinta Sung Rin membasahi junior Henry, lalu Henry melumat bibirnya lagi dan dia membalasnya, membiarkan tangan Henry bermain ddengan payudaranya. Sementara junior Henry terus menghujammasuk kedalam Miss V-nya yang mengapit erat junior itu.
“aaaahhhhhh……op..pa, teruuuusss…”
Crooooot…
Cairan sperma Henry menyembur dalam Miss V Sung Rin, membasahi rahimnya dengan hangat. Tapi juniornya tidak langsung down, tetapi masih saja berdiri dengan tegap.
Lalu Sung Rin mengambil bantal dan meletakkannya dibawah pinggulnya sebagai penyangga agar junior Henry bisa masuk lebih dalam di Miss V-nya.
Tiba-tiba Henry menarik tubuh Sung Rin duduk diatas pangkuannya tanpa memisahkan juniornya dari Miss V Sung Rin, lalu dengan ganas Sung Rin menciumi Henry, mulai dari bibr dan turun ke leher meninggalkan kissmark.
Tak butuh waktu lama bagi Sung Rin untuk menguasai permainan, setelah dia mendorong tubuh dan berada diatas Henry, pimpinan permainan berpindah padanya. Dia menggenjot Henry dengan cepat, membuat Henry meraung nikmat.
“chagiyaaa!!! Faster!!! Aaaaaaaaaahhhhhhhh……..” Henry meraung gaduh, untuk meredamnya Sung Rin segera mencium bibirnya dengan panas agar tidak mengeluarkan suara keras yang mengganggu tetangga sebelah. Sebagai gantinya tangan Henry menggelitiki klitorisnya.
“ahahah…op….pa ge….liii…” Sung Rin terkikik geli dengan  ulah Henry yang nakal, lalu dia berhenti menggenjot membuat Henry heran.
“Waeyo?” Tanya Henry terdengar kecewa.
“Darikemarin kita main dengan gaya itu itu terus, aku bosan. Ingin coba yang baru.” Rengek Sung Rin manja. Henry tersenyum mendengarnya.
“Kau ingin coba yang bau?” tanya Henryy menantang. Sung Rin menganggguk dengan mantap. “baiklah, tapi jangan marah kalau sakit.” Ujarnya, lalu membalik posisi dan mengangkat satu kaki Sung Rin di pundaknya, memperlihatkan Miss V Sung Rin yang sudah memerah.
“aaaah…..oppa….” Sung Rin mengigit bibir bawahnya untuk menahan desahan karena posisi ini tidak memungkinkan Henry untuk menciumnya. Dan junior Henry kembali menghujam masuk dalam Miss V-nya, membuatnya serasa berada di langit ke tujuh.  “Oppaaa…..aku…ke…lu..ar..laggg…giii..”
Croooott!
Cairan cinta kedua Sung Rin menyebur keluar membasahi seprei tempat tidur mereka. Sementara junior Henry belum menunjukkan tanda-tanda akan ejakulasi. “chegi…ka..lau dengan posi…si be……gini…aku…su..saaah…” Henry berkata disela genjotannya. “Menungging saja…”
Tanpa menunggu perintah Sung Rin segera merubah posisi menjadi menungging, junior Henry menghujam Miss V-nya dari belakang. Dan junior Henry mulai berkedut-kedut di dalam miss v.nya. dan akhinya….
Crooooooooooooooooooottttttt……………..
Cairan sperma Henry membasahi Miss V Sung Rin dalam jumlah yang lebih banyak dari biasannya, setelah semuanya keluar, Henry merebahkan dirinya diatas tubuh Sung Rin yang sudah telentang lebih dulu. Menyandarkan kepalanya diantara payudara, dan memainkan putingnya dengan gemas.
“Oppa, kenapa kau nakal sekali?” Tanya Sung Rin sambil membalik posisi dan duduk diatas tubuh Henry tanpa melepas junior Henry dari miss v-nya.
“Tapi kau suka kan?” Henry balik bertanya dengan senyum evil dibibirny. lalu Sung Rin membungkukkan tubuhnya, mencium telinga Henry dan mengigitnya. “Kurasa, justru kau yang nakal chagi,” Henry memberi komentar.
“Tapi kau suka kan?” Sung Rin menggunakan perkataan Henry tadi untuk menjawab pertanyaan.
“ahahaha, dasar…” Henry tertawa sambil mengacak rambut Sung Rin, lalu Sung Rin berbaring disampingnya, menarik selimut, dan melingkarkan tangan Henry dipinggangnya.
“Aku ingin, kita seperti ini selamanya.” Sung Rin menatap mata coklat Henry dengan matanya yang juga berwarna coklat gelap.
“Tentu, bahkan, aku akan memberimu yang lebih ekstrim.” Jawab Henry meletakkan kepala Sung Rin didadanya. Kemudian mereka berdua tertidur dengan perasaan yang puas.
+__The End__+
Gimana gimana gimana??? Geje kah??? Atau aneh kah?? Atau apa lah… -____- heheehe… begitulaaah.. (?), tapi skali lagi, mohon comment.ny ya chinguu..!!! Gomawo b4.. –Lee Sung Rin

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 02/06/2012, in OS, Super Junior and tagged . Bookmark the permalink. 37 Comments.

  1. keren tp kenapa Eunhyuk oppa slalu jd king of yadong?? huhuhu biasqu

  2. Waw! FF puanjaang bngeeeeet ckckck Daebak dah thor!!!

  3. daebak,gue aja baca sampe melongo.. lanjut dongg.. boleh follow twitter gue @SannELF

  4. Mellisa Tandoko

    Panjang and hot bgt ff-nya emang masih ditemukan typo yg cukup membingungkan…
    But…
    Keep on writing y

  5. Xian Han Yuan

    Yaaa!!!!! kumat lagi deh yadongku :3 daebak nih si Henry with Sung Rin. semoga aja aku sm Ryeowook seperti itu #plak *khilaf*
    teruskan berkaryaaaa !!! 😀 😀

  6. gila bnyak bgt nech adegan yad0ngnya ^^
    menurut q dah bgus ko,, tp ada apa dgn si m0nkey itu mw ngerebut istri org aje die ^^

  7. wow .. keren aku suka ..

  8. waw…keren banget thor,, jangan bosan berkarya ya……

  9. Oh my god…Author,Henry Lau dan Lee Sung Rin sangat sexy dan hot difan fiction ini…Hahaha,Lee Hyuk Jae,padahal dia lebih tua dari Henry malah Eunhyuk-nya yang kena pukul.Sungrin,tips untuk membuat Henry semakin menggoda harus terus menguasai permainannya,dong…Xiao Lin itu…Ryeowook?Hehehehe…Biasa,biasku Taemin,Choi Minho,Ryeowook,Henry Lau(Sedikit tidak tega lihat fan fiction ini ada dia,tapi seru!)dan Onew.

    Oh iya,Author,aku mau request story,dong…Judulnya:Hot Love In Beach,Main Cast:Lee Tae Min dan Kim Hyo Mi,Another Cast:Kim Da Som dan Kim Jong Hyun.Yah,masalah isinya author yang ngatur,ya?Yang penting YADONG gitu…(Yadongers Sejati Pangkat Perak)XD

  10. Saya ikhlas,kok,tidak apa kalau author tidak membuat.Yah,Author sibuk,kan?Yadongers akan menunggu karya terbarumu…-YFC(Yadong Fans Club)-XD

  11. trus berkarya thor… =D
    bt cerita yang lebih bgs dan lebih lebih bagus lagi..
    FIGHTING!!!!

  12. trus berkarya thor !!!!!!!!!!
    FIGHTING!!!!
    FIGHTING!!!!

  13. thor ini lebih ke nc25-_- sumpah hot banget haha

  14. kyaaa .. ini we o we thor ‘-‘

  15. yadongan terus.. tapi bagus banget ff nyaaaaa

  16. Aline Cho 240591

    NCnya banyak benerrr.
    Syok bacanya..
    Ga nahan ih..
    Keren thoorrrr
    NEXT!!!
    #thx

  17. Firly Kpopers

    hot bnget argghh><
    lnjutkan berkarya figthing! #plakk

  18. ParkjijungcodeXxxxoon

    Daebak,,,,,

  19. Titania Blackjack~VIP~Baby (@RapperTita7_BA1)

    wow banget thor *-*)b

  20. Hoot. . . . .kipas”, . . . . . .

  21. nc nya hot tp isinya koq yadong trus?? lgian crita nya agak gak jelas..
    kalo mnurut aku sbaiknya buat ff nc itu juga d selingi crita yg bgus 🙂 ff nc kan bukan brarti cuma adegan lemon nya aja yg pnting tp jg critanya 🙂

    #justmyopini

  22. tancap gas, suit suit

  23. Wahhh hwnry disini berapa x tuh ‘maen’ sama sung rin , kok sempet ada adegan eunhyuk ??*?u
    Perkosa sung rin sih ? Untung henry kburu dtng klo gaa ?

  24. pengantin baru…HOT Euy….
    NC’a nonstop…hahaha…. 😀

  25. YoonYul Forever

    Keren banget ff nya thor. Daebak !

  26. Ilma Bumssoeulmates Elf

    hahaha yadong.a tambah hot aja nihh,,,

  27. di ff ini henry kuat juga yeee….
    cuple henry-sungrin hobby bertualang dalam gaya ngeyadong ya…. *lirik kamasutra* hihihihihihi

  28. Full enceh and hootttttt bangeeettt 😮
    ahhh suka suka suka suka >.<
    ya ampun kenapa mereka begtu kuat 😮

  29. Great story

  30. Tiya Mochi stringers

    O_O Jiwa Yadong ku kumatt ><
    Daebak tor !!
    puanjaaangg amat yakk kalo ini nyata ( Jngan henry ) Bisa bobrog(?) tuh Si wanita -_-

  31. Tiya KimStringers HenryMoochi

    Ha ‘-‘ full NC >_<
    Baby moochi ku jadi Yadong 😮
    huhuhu … bias ku

  32. anthy89_lau

    di antara ff yadong aku lbih ska bca ini krn panjaaang bangettt truzz yadongx kok ganas bangett tpi jujur ini crita daebak banget…

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: