Two Pieces (Sequel Of My Sister’s Husband)

Author : hyehoonssi
Cast : Choi Hye Hoon (OC), Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Choi Hye Rin (OC)
Genre: Romance, sad
Rating : NC 21
Kategori : Yadong, Romance, Sad

ALERT

It’s a longshoot.  Sangat-sangat longshoot jadi maaf kalo bikin bosen -_-

Terima kasih banyak bagi yang sudah memberikan kritik dan saran di ff sebelumnya ^^

Seperti biasanya, readers-nim akan kecewa jika ingin membaca ff nc yang benar-benar nc karena ff aku nc nya cuma sedikit dan gak hot sama sekali -__-

Selamat membaca dan tolong komentar untuk memberi motivasi saya untuk menulis ff nantinya yang semoga lebih baik dari sebelumnya^^

Bagi yang mau memberi kritik dan saran ataupun komentar boleh mention twitter saya: @elsagyu_ atau visit my blog : elsagyu.wordpress.com kamsahaminda ^^

NO BASH, yang gak suka mohon skip saja ^^

Recommended song : Song Joong Ki – Really

Because I love you, tears fall

Because my heart hurts, tears fall again

In case I lose you again, in case I lose you again

My two eyes only looking at you

 

Look at me, who loves you

Because tears fall like this

Because tears keep falling

Even if I’m born again

Its you

Kyuhyun tertegun mendengar isakan kecil yang berasal dari bibir istrinya.  Dia juga merasakan dadanya mulai basah karena air mata.  Selalu seperti ini.  Setiap malam dia harus berpura-pura tidak mengetahui apapun, padahal dirinya selalu terjaga ketika setiap hari Hye Hoon menangis di pelukannya.

Apakah Hye Hoon semakin menderita karena berada di sisinya?

Setiap saat pertanyaan itu mengganggu pikirannya, tetapi dia tidak mau bertanya langsung kepada istrinya tersebut karena takut jika jawaban yang dilontarkan gadis itu akan membuat dirinya semakin terluka.

Dia juga ingin menghindari kenyataan bahwa Hye Hoon tidak pernah mencintainya.  Setidaknya sekarang.  Dan dia berharap seiring waktu berjalan perasaannya akan berubah.

Hye Hoon menyingkirkan tangan besar yang melingkar di pinggangnya dengan hati-hati.  Dia melepaskan diri dari pelukan suaminya yang masih terlelap.  Setelah beranjak dari tempat tidur, wanita itu segera menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi pelupuk matanya.  Dia menghadapkan dirinya ke cermin, untuk memeriksa keadaanya saat ini.  Matanya dihiasi oleh lingkaran hitam yang semakin membesar.  Mungkin karena dia menghabiskan malam dengan menangis, pikirnya.  Hye Hoon memperhatikan perutnya yang semakin membesar lewat pantulan kaca.  Usia kandungannya sudah menginjak tiga bulan, wajar saja jika perutnya mulai sedikit kelihatan membuncit.

Hye Hoon masih dalam posisi seperti itu dengan pikiran menerawang hingga dia merasakan sebuah tangan kekar melingkari pinggangnya.

“ Kau terbangun? Kenapa? Mimpi buruk?”

Wanita itu menggeleng lemah.  Dia memperhatikan wajah tampan Kyuhyun dari cermin di lemari rias kamarnya.  Dia terlihat khawatir, dan terlihat kelelahan.  Wajar saja, setelah mereka menikah, Kyuhyun bekerja sebagai seorang Direktur di salah satu perusahaan ayahnya sehingga tak jarang dia pulang malam.

“ Mau kubuatkan susu hangat?”

Hye Hoon mendelik mendengar ucapan Kyuhyun.  Tetapi lelaki itu tidak terlihat sedang menggodanya, dan raut wajahnya terlihat serius.

“ Kau tahu aku tidak pernah meminum minuman seperti itu, kan?”

***

Next day…..

Seorang lelaki dengan jas yang melekat di tubuhnya memandangi keindahan Sungai Han di tengah cuaca di Korea yang sangat dingin karena baru memasuki pergantian musim, yang tidak berbeda jauh seperti dirasakannya saat di Jepang.  Dia baru saja tiba di Korea dan langsung menuju ke tempat ini. Laki-laki itu mendatangi tempat ini karena dia memiliki banyak kenangan disini.  Kenangan bersama orang yang paling dicintainya dari apapun di dunia ini.  Setelah beberapa bulan menghindar, dia tetap tidak bisa melupakan wanita itu.

Selama beberapa bulan ini dia memang menghabiskan waktunya di Jepang, meninggalkan istrinya yang sedang mengandung.  Dia bukan suami yang baik sepertinya, karena dia meninggalkan Korea hanya karena ingin menghindari suatu hal.  Tetapi dia hanya tidak bisa. Dia menggunakan alasan pekerjaan untuk pergi ke negara sakura itu, yang sebenarnya bisa dihandle oleh bawahannya disana.

Lee Donghae memang seorang lelaki pengecut.  Dia tidak ingin melihat saat-saat dimana wanita yang dicintainya menjadi milik orang lain.

Dia menyadari bagaimana perasaan wanita yang dicintainya itu saat melihat dirinya bersanding dengan wanita yang tidak lain adalah kakaknya.  Rasa sakit yang dirasakannya mungkin tidak sebanding dengan apa yang wanita itu rasakan.  Donghae merasa hatinya sangat sakit, dan dia tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan wanita itu.

Seorang wanita yang berdiri beberapa meter di depannya menarik seluruh perhatian Donghae.  Dari hanya melihat punggungnya, dia yakin kalau wanita itu adalah orang yang selalu memenuhi pikirannya.  Punggung itu terlihat lemah, sama seperti terakhir kali dia melihatnya.

Hye Hoon merapatkan cardigan tipis yang terpasang di tubuhnya.  Cuaca malam ini sangat dingin, tetapi dia sangat butuh tempat ini untuk menenangkan diri.  Dia butuh suatu ketenangan agar bayi yang dikandungnya bisa bertumbuh baik di rahimnya.

Wanita itu sangat terkejut saat merasakan sebuah jas hitam yang tersampir di bahunya, semakin terkejut saat dia berbalik dan menyadari siapa yang ada di dekatnya saat ini.  Gadis itu sedikit membungkukkan badannya untuk menyapa kakak iparnya itu.

“ Annyeong haseyo, Oppa”.

Donghae mencoba mengontrol perasaan yang berkecamuk di dadanya.  Semua rasa yang dipendamnya selama beberapa saat ini terkuak hanya karena menatap wajah cantiknya.  Dia hanya tersenyum untuk membalas sapaan gadis itu. Apa hubungan mereka menjadi seformal ini?

“ Annyeong.”

Lelaki itu melirik perut Hye Hoon yang sedikit lebih gemuk.  Ya, dia tahu jika gadis itu sedang mengandung.  Sebenarnya, dia pernah berpikir jika janin yang dikandung Hye Hoon adalah calon bayi mereka.  Tetapi sepertinya keyakinannya itu salah.

Ada sesuatu yang janggal disana, bukankah selama ini Hye Hoon hanya menjalin hubungan dengannya?  Kyuhyun hanya teman baik gadis itu, kan?

Donghae tidak pernah menanyakan tentang hal itu langsung kepada Hye Hoon.  Sekali lagi, dia adalah lelaki pengecut.  Dia tidak ingin mengetahui kenyataan sebenarnya karena dia takut. Lelaki itu takut jika dia tidak bisa melakukan apapun untuk Hye Hoon.  Bertanggung jawab, bukannya dia tak mau, tetapi keadaannya saat ini tidak memungkinkan hal itu.

Jauh di lubuk hatinya, dia berharap jika calon bayi yang dikandung Hye Hoon adalah anak kandungnya.

“ Selamat atas pernikahanmu, Hoon~ah”.

Hye Hoon menatap mata Donghae intens.  Tidak ada tatapan hangatnya disana.  Yang ada hanyalah tatapan kosong yang dia tunjukkan kepadanya. Hye Hoon tahu, lelaki itu juga merasakan perasaan yang sama sepertinya.

“ Kamsahaminda. Oppa”.

Beberapa menit mereka terdiam, menatap lampu-lampu di Sungai Han yang indah.  Sebenarnya mereka tidak menikmati pemandangan itu, melainkan menikmati moment dimana mereka berdua bisa berada dekat satu sama lain, setelah sekian lama mereka berpisah.

“ Sudah malam. Mau kuantar pulang?”

“De? Tidak perlu. Aku bisa pulang naik taksi, Oppa”.

Donghae sedikit kecewa mendengarnya. Tetapi dia sangat benci penolakan.  Akhirnya, Donghae menggengam tangan Hye Hoon dan menuntunnya ke mobil yang dibawanya.  Semua masih sama.  Saat jari-jari mereka bertautan dia masih merasakan debaran jantungnya semakin kencang.  Tangan Hye Hoon pun masih hangat seperti biasanya.  Donghae merindukannya, sangat merindukannya.

Hye Hoon sangat ingin menangis karena bahagia saat mereka berada dekat dengannya.  Perjalanan lima belas menit di mobil dengannya, walaupun mereka hanya terdiam tetap dapat membuat perasaan Hye Hoon membaik daripada beberapa bulan ini.

Hye Hoon menikmati kebersamaan mereka sampai dia tidak menyadari jika mereka sekarang berada di depan apartemen yang menjadi tempat tinggalnya setelah menjadi Nyonya Cho.

“ Kamsahaminda, Oppa.”

Hye Hoon menarik bibirnya ke belakang.  Dia berbalik dan melangkahkan kakinya pelan ke arah pintu, ingin mengulur waktu perpisahan mereka.

“Hoon~ah”.

Hye Hoon terkesiap saat mendengar panggilan dari pria itu. Hanya Lee Donghae yang memanggilnya dengan suara seperti itu.

Dia membalikkan tubuhnya dan dengan satu gerakan Donghae mengunci tubuh mungil gadis itu dengan tangan kekarnya.  Hye Hoon mencoba mengelak tetapi tenaga lelaki itu terlalu besar sehingga dia hanya bisa pasrah menerima pelukan Donghae.

“Bogoshippeo, Hoon~ah”.

***

Kyuhyun melepas jas yang dikenakannya dan meletakkannya di sofa ruang tamu.  Dia juga melonggarkan dasinya karena lehernya terasa sesak.  Setelah menjadi Direktur di perusahaan keluarganya semenjak dua bulan lalu, dia menjadi sangat sibuk.  Tetapi setiap hari dia menyempatkan untuk pulang lebih awal karena tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian.  Tetapi sepertinya malam ini Hye Hoon tidak berada di rumah.  Tidak ada tanda-tanda keberadaan Hye Hoon di rumah kecil ini.  Mungkin dia hanya ke minimarket sebentar, pikirnya.

Suara derap langkah kaki terdengar dari balik pintu apartemen itu.  Kyuhyun berjalan menuju pintu tersebut dan terkejut ketika melihat yang ada dua orang yang sangat dia kenal, ada di depan apartemennya, setelah pintu terbuka.

Dan apa yang mereka lakukan tentunya.

Kyuhyun menutup kembali pintu itu kasar dengan dorongan yang kuat diiringi dengan suara yang memekakan telinga.  Melihat Lee Donghae membuat emosinya memuncak.  Dan pelukan itu….. Dia merasa Hye Hoon seperti tidak menghargai dirinya sebagai seorang suami, dengan melakukan hal yang tidak pantas dilakukannya dengan lelaki lain di depan apartemennya.

Suara kenop pintu terdengar.  Hye Hoon memasuki kamar mereka dengan langkah gontai.  Dia menundukkan wajahnya sambil memainkan jarinya, gugup karena dia tahu Kyuhyun pasti akan marah karena dia bersama seseorang yang tidak seharusnya dia temui.  Dan dia tahu pasti bahwa suaminya itu sangat tidak suka dengan pria bernama Lee Donghae.

“ Kyuhyun~ah, mianhae.  Tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya, sungguh”.

Kyuhyun masih terdiam.  Dia hanya menatap Hye Hoon tajam dari ujung ranjang yang dia duduki.  Sedetik kemudian, dia menghampiri istrinya yang masih menatap ke lantai itu dan menarik dagunya seakan menyuruh wanita itu untuk menatapnya dalam.

“ Cho Hye Hoon, bisakah kau melupakannya dan mencoba untuk mencintaiku?”

Mata Kyuhyun memerah.  Setetes cairan asin keluar dari mata hitamnya.  Dia mencoba untuk menahan rasa sakit tiap kali melihat mereka berdua bersama.  Dan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.  Dia selalu mencintai gadis itu tanpa meminta balasan apapun.  Tetapi sekarang keadaannya berbeda, Hye Hoon sudah menjadi miliknya, walaupun Hye Hoon tidak pernah menginginkannya.

Mulut Hye Hoon masih membungkam.  Dia tidak kuasa untuk menjawab pertanyaan yang sangat sulit untuknya.  Bisakah? Bisakah dia melupakan Lee Donghae?

Dengan gerakan cepat Kyuhyun mendaratkan bibirnya di bibir istrinya itu.  Dia memejamkan matanya, menikmati kelembutan bibir wanitanya itu.  Dia juga menikmati rasa strawberry yang berasal dari lip balm yang dipakai gadis itu.  Kyuhyun mengecup bibir gadis itu lamat sehingga sesekali dia menggerakkan kepalanya untuk menyesuaikan tautan bibir mereka.  Lama kelamaan, dia melumat bibir gadis itu penuh dan memberikan gigitan-gigitan kecil di bibir bawah istrinya.

Hye Hoon tidak membalas maupun menolak ciuman Kyuhyun.  Dia masih tidak tahu harus melakukan apa.  Dia hanya memejamkan matanya, menikmati ciuman mereka, dan membiarkan Kyuhyun mengeksplorasi bibir tipisnya.

Kyuhyun melepaskan tautan bibir keduanya.  Membuat mereka menghirup oksigen sebanyak-banyaknya  untuk menjaga ketersediaan oksigen yang menipis karena ciuman tadi.  Kyuhyun masih enggan memangkas jarak diantara mereka berdua sehingga lelaki itu masih menahan wajah Hye Hoon agar tetap berada beberapa milimeter dihadapannya dengan cara menempelkan dahi mereka berdua, sambil kedua tangannya menempel di pipi gadisnya itu.

Kyuhyun memperhatikan wajah wanita yang dicintainya.  Mata indahnya masih terlihat merah dan sisa-sisa air mata masih menempel di pipi mulusnya.

Rasa bersalah menyelusup ke dalam dadanya.  Seharusnya, dia tidak boleh memaksa wanita yang secara hukum sudah menjadi miliknya itu untuk membalas semua perasaannya.  Kyuhyun tidak boleh menyakiti gadis itu, dia seharusnya melindungi wanita yang menjadi alasannya untuk hidup.

Sejak mereka menikah, Kyuhyun tidak pernah berbuat sejauh itu.  Selama ini, skinship yang mereka lakukan tidak lebih dari sekedar berpelukan.  Tapi malam ini, dia sudah kehilangan akal sehatnya dan menyakiti sahabat sejak kecilnya, menyakiti wanitanya.

“ Mianhae, aku…. tidak seharusnya aku berbuat seperti itu kepadamu.  Dan soal pertanyaanku tadi, anggap saja aku tidak pernah menanyakannya”.

Kyuhyun mengerutkan keningnya, tanda kalau dia memang serius dengan apa yang diucapkannya.  Dia sangat merasa bersalah, walaupun di dalam hati kecilnya dia menyadari bahwa tindakan yang dilakukannya tadi tidak salah sama sekali.  Mata sayu yang ditunjukkan Hye Hoon beberapa saat lalu kemudian bersinar kembali seiring dengan senyuman tulus yang ditunjukkan wanita itu.

“ Anieyo, Kyu.  Semua adalah kesalahanku.  Maafkan aku.  Dan, kurasa kau benar.  Aku sudah resmi menjadi milikmu dan dia…dia hanya masa laluku.  Aku akan mencobanya, Kyu.   Dan aku yakin tidak akan sulit untuk mencintai lelaki sempurna seperti dirimu”.

Bohong.  Kyuhyun sangat memahami Hye Hoon dan lelaki itu tahu, bahwa semua ucapan yang keluar dari mulut wanita itu adalah sebuah kebohongan.  Tapi, Kyuhyun tidak munafik.  Jantungnya berdegup lebih kencang saat wanita itu mengatakan bahwa dia akan mencoba mencintai dirinya.  Dia sangat senang ketika mendengar kata-kata yang terlontar dari istrinya barusan.

Hye Hoon meraup tubuh suaminya ke dalam pelukannya.  Dia meletakkan kepalanya di atas bahu Kyuhyun, menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuh tegap lelaki itu.  Air matanya menetes.  Dia berkata tidak jujur kepada lelaki di pelukannya itu untuk kesekian kalinya, membuat orang yang terpenting dalam hidupnya itu terluka semakin parah.

Merasakan hembusan nafas Hye Hoon tepat di lehernya membuat libido lelaki itu meningkat.  Ditambah jarak keduanya yang sangat dekat membuat dada mereka saling menempel, membuat Kyuhyun merasakan gairah yang meluap dari tubuhnya.

Damn.  Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi.  Setiap malam, saat Hye Hoon terlelap di pelukannya dia selalu meredam semua nafsunya untuk tidak meniduri gadis itu.  Dia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyentuh Hye Hoon sebelum wanita itu juga merasakan perasaan yang sama terhadap dirinya.  Dan setelah perkataan Hye Hoon, bahwa gadis pujaanya itu akan mencoba membalas perasaannya, dia ingin memiliki wanita itu seutuhnya.

Kyuhyun mendaratkan ciuman-ciuman kecil di tengkuk Hye Hoon membuat wanita itu terkesiap.  Gadis itu hanya memejamkan matanya dan meredam semua isak tangis yang ingin dikeluarkannya.  Kemudian, lama kelamaan ciuman lembut itu berubah menjadi hisapan disertai gigitan kecil, meninggalkan jejak berwarna merah keunguan di leher putih gadis itu.

Hye Hoon menggigit bibir bawahnya saat Kyuhyun mulai menyentuh dan meremas dadanya dari balik dress berwarna biru muda yang dikenakannya.  Sedetik kemudian, bibir Kyuhyun sudah beralih ke bibir merahnya lagi dan menuntut gadis itu untuk membuka mulutnya, sehingga Kyuhyun menelusupkan lidahnya dan mengajak lidah wanita itu untuk berperang.  Kyuhyun menyusuri rongga mulut istrinya itu dengan lidahnya, serta mengaitkan lidah keduanya di dalam sana.

Desahan-desahan kecil keluar dari bibir kecil Hye Hoon, saat Kyuhyun menyentuhnya lebih intim.  Hye Hoon sangat terbuai dengan perlakuan lelaki itu padanya.  Kyuhyun menjamahnya dengan lembut, dan itu membuat Hye Hoon nyaman dan semakin menikmati permainan mereka.

Kyuhyun menggiring tubuh Hye Hoon ke ranjang tanpa melepas ciuman mereka ataupun melepaskan sentuhan-sentuhan tangannya di sekujur tubuh gadisnya itu.  Perlahan dia membaringkan tubuh Hye Hoon di tempat tidur di kamar mereka itu dan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih sibuk meraba setiap inchi tubuh Hye Hoon di balik gaun selutut yang masih menutupi tubuh indah gadis itu.

Kyuhyun akhirnya memberanikan diri menggunakan satu tangannya untuk menurunkan resleting dari pakaian yang menghalangi pekerjaannya.  Tangannya yang lain meremas dada gadis itu, membuat Hye Hoon semakin memperkeras desahannya.

Kyuhyun berhasil membuka dress gadis itu sehingga sekarang Hye Hoon hanya terbalut pakaian dalam dengan posisi terlentang di atas kasur.  Kyuhyun memperhatikan tubuh gadis itu dari atas sampai ke bawah sambil memperlihatkan smirk andalannya, membuat Hye Hoon jengah dan memukul-mukul manja dada suaminya.

“ Yak! Pria mesum! Hentikaaaan.  Kau terlihat seperti ahjussi mesum”.

Hye Hoon membuat tanda silang di dadanya menggunakan kedua tangannya membuat Kyuhyun terkekeh geli.  Hatinya merasa lebih tenang karena Hye Hoon sepertinya sudah melupakan kejadian beberapa menit lalu, dan sekarang dia bersikap seperti biasanya.

Kyuhyun menatap wanita itu dengan pandangan memuja.  Mungkin ini terlalu berlebihan, tetapi Kyuhyun sangat terpesona dengan tubuh indah gadis itu.  Ini pertama kalinya dia melihat tubuh wanita setengah telanjang di hadapannya secara langsung tetapi dia yakin bahwa rasanya akan berbeda apabila wanita yang ada di hadapannya saat ini bukan Choi Hye Hoon.

“ Bolehkah??”

Hye Hoon mengerti apa maksud pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun.  Dia tidak membohongi dirinya sendiri bahwa dia menikmati semua perlakuan Kyuhyun tadi.  Tetapi, dia sangat tahu bahwa itu bukanlah cinta, tetapi naluri dari seorang wanita.  Dia menatap intens mata hitam milik Kyuhyun dan menemukan ketulusan dan cinta yang besar disana.

Dia menganggukkan kepalanya pelan.  Dia menarik lengkungan bibirnya ke belakang, membentuk senyuman manis hanya untuk suaminya.  Dia melakukan semua itu atas dasar bakti seorang istri kepada suaminya.

Kyuhyun kembali menyambar bibir gadis itu dengan kecupan-kecupan yang lebih ganas dari sebelumnya.  Dia melepaskan satu-persatu pakaian yang masih melekat di tubuh Hye Hoon., juga melepaskan kemeja putih polos serta celana panjang yang sejak tadi pagi dipakainya.

Tubuh mereka sekarang sudah tidak terbalut sehelai benang pun, membuat pendingin ruangan di kamar tersebut seakan sudah tak mempunyai fungsi sama sekali karena gejolak dari kedua tubuh sejoli itu membuat ruangan pribadi mereka terasa bagaikan sauna.

Kyuhyun menghentikan ciuman panas mereka, membuat Hye Hoon membuka matanya pelan.  Kyuhyun membelai pipi wanitanya itu, menyalurkan semua perasaan cintanya yang teramat besar lewat sentuhan yang paling sederhana.

Lama kelamaan tangannya turun ke bagian bawah menuju dada Hye Hoon yang semakin membesar karena kehamilannya, sontak membuat gadis itu memejamkan matanya.

Erangan dari bibir gadis itu semakin menjadi manakala Kyuhyun meremas salah satu bagian sensitif darinya itu dengan menggunakan sebelah tangan besarnya, seraya memainkan puncak dari benda kenyal itu, membuatnya semakin mencuat dan mengeras.

Pria tampan itu memandangi wajah istrinya yang terlihat menggoda karena menikmati perlakuan intim darinya.  Mata indah gadisnya itu terpejam, bibir merahnya tak henti mengeluarkan lenguhan-lenguhan panjang yang membuat kejantanannya semakin menegang.

Tak puas memainkan kedua buah dada Hye Hoon, Kyuhyun menelusupkan kedua jemari panjangnya di selangkangan gadis itu.  Awalnya Hye Hoon berteriak kesakitan, tetapi beberapa saat kemudian desahan lolos dari bibirnya, saat Kyuhyun mulai memaju mundurkan jarinya di lipatan sempit milik gadis itu.

Tubuh Hye Hoon menegang dan dia merasa lebih ringan setelahnya ketika dia berhasil mencapai klimaks.  Dia membuka kelopak matanya dan menyadari bahwa sedari tadi mata Kyuhyun tak lepas darinya.  Pipinya bersemu merah, membuat Kyuhyun semakin tak tahan untuk menenggelamkan kejantanannya di pusat tubuh gadis itu.

Hye Hoon menarik tubuh Kyuhyun, menenggelamkan wajahnya di leher putih nan jenjang milik lelaki itu, mencoba meminimalisir perasaan malu yang dirasakannya.  Dan tanpa sengaja, perlakuan itu membuat dada mereka bersentuhan, dan tubuh bagian bawah mereka bertemu membuat Kyuhyun mengerang.

Kyuhyun merasa sesuatu di bawah sana semakin tegak dan membuatnya semakin membutuhkan permainan inti.  Tetapi belum saatnya, karena dia ingin malam ini berjalan dengan perlahan, supaya dia dapat memuaskan gadis yang sedang memeluk lehernya itu.  Dia ingin gadis itu menyadari jika perlakuannya itu bukanlah atas dasar nafsu yang muncul dari dalam dirinya, melainkan untuk menyalurkan semua rasa cinta yang meluap untuk gadis itu dan keinginan dirinya untuk membuat istrinya itu selalu merasakan kebahagiaan.

“ Kau tidak perlu menggodaku lagi, sayang”.

“ A-Anieyo, Kyu”.

Hye Hoon membaringkan dirinya lagi, setelah tadi dia merubah posisinya karena dia memeluk tubuh kekar lelaki itu dengan mengangkat sedikit tubuhnya.  Dia menelusuri wajah dari sesosok malaikat bagi dirinya itu dengan indra penglihatannya. Rambut coklatnya yang selalu terlihat rapi saat akan berangkat ke kantor, kini terlihat tak beraturan, membuat kesan seksi yang ada dalam diri pria itu semakin terlihat.  Wajahnya yang putih pucat dipenuhi dengan peluh, terutama di sekitar dahi dan hidung mancungnya.  Dengan cekatan dia menghapus keringat itu dengan kedua telapak tangannya, tanpa sedetikpun berpaling dari objek di hadapannya.

Kyuhyun semakin terpesona dengan gadis yang dicintainya itu.  Wajahnya yang putih, menjadi sedikit kemerahan akibat dari pergumulan yang sejak tadi mereka lakukan.  Ada perasaan senang yang membuncah di dadanya saat Hye Hoon menatap wajahnya intens.

Mungkinkah?  Mungkinkah Hye Hoon juga terpesona dengan dirinya, sama seperti yang berkali-kali dia rasakan terhadap gadis itu?

Kyuhyun mengecup bibir Hye Hoon sekali lagi.  Dia memberikan kecupan-kecupan ringan di bibir gadis itu, sampai akhirnya melumat habis bibir merah itu lebih ganas dari sebelumnya.  Hye Hoon tak tinggal diam dengan membalas perlakuan lelaki itu tak kalah ganasnya.  Gadis itu mengacak rambut pendek Kyuhyun, seakan menyuruh lelaki itu menjamahnya lebih dalam lagi.

Setelah puas dengan ciuman di bibir, Kyuhyun mengalihkan bibirnya ke leher mulus gadis itu.  dia mengecup seluruh bagian leher Hye Hoon tanpa terkecuali, disertai dengan hisapan dan gigitan yang membuat Hye Hoon semakin tak karuan.

Bibir tebalnya turun menelusuri tubuh polos gadis itu, hingga dia menemukan kedua benda kembar menggantung yang semakin menggoda dirinya.  dia mengulum puncak dada gadis itu yang sudah menegang, menyedotnya seperti seorang bayi yang kehausan dan mempermainkan benda keras itu dengan lidahnya.

Keringat yang keluar dari tubuh Hye Hoon semakin deras.  Nafasnya tersengal dan semakin tak beraturan.  Tak terhitung berapa kali dia mengeluarkan rintihan-rintihan karena kenikmatan yang melanda dirinya.

Akhirnya Kyuhyun menemukan titik ter-sensitif pada tubuhnya.  Lelaki itu menciumi bagian perut istrinya yang sedikit menggembung.  Hye Hoon menggelinjang, kakinya menendang ke segala arah dan tangannya meremas kuat sprei putih itu untuk melampiaskan semua gairah yang dirasakannya.

Kyuhyun mendaratkan ciuman hangat pada bagian tersebut, berharap bahwa suatu saat nanti, di dalam rahim gadis itu akan tertanam benih darinya, bukan dari lelaki lain yang menurutnya tak pantas bersanding dengan gadis itu.

Tetapi toh dia juga sangat berterima kasih dengan janin itu.  Karenanya, dia bisa memperistri gadis itu dan menjauhkannya dari pria brengsek yang selalu menyakiti wanita terpenting dalam kehidupannya.

Kyuhyun hanya mengikuti nalurinya dan mendaratkan bibirnya di pusat tubuh gadis itu.  Mulanya, dia hanya mendaratkan kecupan-kecupan di lipatan yang terletak di bawah perut istrinya, tetapi, saat melihat respon yang diberikan gadis itu, membuat dia ingin melakukan lebih.

Kyuhyun menemukan titik rangsang gadis itu, melumatnya dan sesekali menjulurkan lidahnya untuk merasakan aroma dari organ intim wanita terpenting di hidupnya itu.  Beberapa lama kemudian, suatu cairan menyembur dari sana membuat dirinya menjilati daerah itu tanpa ampun.

Dan dia merasakan tubuh istrinya itu melemas saat ledakan-ledakan yang keluar dari dalam tubuhnya sudah berakhir.

***

Hye Hoon meremas rambut Kyuhyun saat lelaki itu mencoba memasukinya, menyatukan tubuh mereka berdua.  Dia menggigit bibir bawahnya, menahan rasa perih yang berasal dari tubuh bagian bawahnya.  Kyuhyun mencoba menyatukan tubuh mereka sepelan mungkin, tetapi tetap saja rasa perih itu masih ada.  Lelaki itu mengalihkan sedikit rasa sakit Hye Hoon dengan menciumi puncak dada wanitanya itu.

Setelah tubuh mereka menyatu, Kyuhyun bangkit dan mencium puncak kepala Hye Hoon.  Lelaki itu menatap wajah penuh keringat gadis itu dan tersenyum senang karena dia bisa melewatkan malam pertamanya dengan wanita yang selama ini menjadi impiannya.

Hye Hoon melihatnya.  Dia melihat lelaki yang dicintainya tersenyum seperti biasanya, dengan senyuman khasnya.  Dan refleks dia membalas senyumannya itu.  Sungguh, Hye Hoon sangat merindukannya.  Merindukan saat-saat dia melewatkan kegiatan seperti ini dengannya.  Merindukan ketika mereka saling meluapkan rasa cinta diantara mereka berdua dengan cara mendaki puncak kenikmatan bersama-sama.

Dirabanya wajah lelaki yang selalu hadir dalam mimpinya itu dengan tangannya yang lembut.  Air mata mulai membasahi pipinya.  Dia merasa ini semua seperti mimpi.

“ Gwenchana Hoon~ah?”

Hye Hoon tersenyum singkat dan menganggukkan kepalanya berkali-kali.  Lelaki itu selalu mengkhawatirkan dirinya.  Dia tahu, lelaki itu sangat mencintainya walaupun keadaan memaksa mereka untuk berpisah.

Mendapat persetujuan dari Hye Hoon, akhirnya Kyuhyun menggerakkan tubuhnya.  Kyuhyun menaik turunkan tubuhnya membuat mereka berdua mengeluarkan desahan-desahan yang terdengar di ruangan itu.

Kyuhyun merasakan kenikmatan yang tiada tara saat miliknya memasuki tubuh Hye Hoon.  Ditambah dengan gesekan-gesekan akibat dari gerakannya yang membuat dinding dari lipatan sempit itu semakin menjepit miliknya, membuatnya merintih nikmat.

Akhirnya, semua fantasinya tentang Hye Hoon selama ini menjadi kenyataan.  Hanya dengan wanita itu dia pernah membayangkan melakukan semuanya ini.  Dan dia tidak menyangka rasanya sangat luar biasa, jauh melebihi apa yang selama ini ada di pikiran kotornya.

Tubuh mereka memanas seiring dengan gerakan mereka yang semakin cepat.  Hye Hoon masih tersenyum tanpa henti sambil memperhatikan lelaki yang sedang di atasnya itu menutup matanya menahan nikmat.

Suara gesekan alat vital mereka terdengar karena gerakan naik turun keduanya yang semakin cepat.  Hye Hoon merasakan tubuh bagian bawahnya semakin meledak.  Sepertinya dia sudah tidak tahan untuk menahan ledakan dari organ intimnya tersebut.

“ Chakkaman…”

Kyuhyun mempercepat gerakan naik turunnya agar mereka bisa menikmati klimaks bersama-sama.  Dan setelah beberapa saat, mereka pun akhirnya sampai pada puncak yang membuat mereka merasa seperti terbang.

Kenikmatan itu sangat sulit di deskripsikan.  Dan ini kali pertama lelaki itu merasakannya.

Dia masih ingin melanjutkan lagi permainan mereka di atas ranjang tersebut.  Tapi, melihat wajah Hye Hoon yang kelelahan, dia mengurungkan niatnya.

“ Gomawo. Saranghae, Cho Hye Hoon”.

Kyuhyun mengatakan kata tersebut walaupun diyakininya Hye Hoon sudah berlayar ke alam mimpinya. Sekarang, Hye Hoon sudah menjadi miliknya seutuhnya.  Rasa cinta yang dia rasakan terhadap wanita itu semakin besar.  Sampai kapanpun dia tidak akan melepasnya.  Tidak,  kecuali wanita itu sendiri yang memintanya.

***

Hye Hoon perlahan membuka matanya setelah dia merasakan nyeri di seluruh sendinya.  Dia melepaskan diri dari tangan yang melingkar di pinggangnya.  Sedetik kemudian, dia melihat jam di meja tidurnya, dan melihat angka 07.00 terpampang di layarnya.  Dia bangkit dari tidurnya dan merasakan hawa dingin di punggungnya.  Dia melihat ke bawah dan hanya menemukan selimut yang menutupi tubuh nakednya.

Dia menoleh ke samping, dan menemukan suaminya yang hampir sama seperti dirinya, tidak terbalut apapun dan hanya terdapat selimut putih yang menutupi tubuh bagian bawahnya.

Tanpa pikir panjang dia segera meninggalkan tempat tidur dengan selimut putih yang menutupi tubuhnya.  Dia memasuki kamar mandi dan menutup pintunya pelan agar tidak terdengar suara apapun yang mengganggu lelaki yang sedang tidur di ranjang mereka.

Setelah  melemparkan selimut yang dia pakai ke bath up, dirinya menyalakan keran air dan membiarkan tubuhnya basah di bawah shower.  Dia menangis sejadi-jadinya.  Hye Hoon memukul kepalanya sendiri berulang kali, mencoba melupakan semua kenangan pahit yang terjadi padanya semalam.  Sepertinya hal itu terjadi terlalu cepat sehingga dia malah menyakiti orang yang paling dia sayangi.  Seharusnya dia mengatakan tidak saat Kyuhyun memintanya.

Dia terisak sambil memegangi kepalanya dan menyembunyikan wajahnya di balik lututnya yang ditekuk.  Dia mengenggelengkan kepalanya, menepis semua bayangan kelam yang terngiang sangat jelas di otaknya.

Ini salahnya.   Seharusnya dari awal dia menolak Cho Kyuhyun untuk menikahinya.  Seharusnya dia hanya pergi dari negara ini dan meninggalkan semua orang-orang terdekatnya.  Atau seharusnya dia menggugurkan bayi yang ada di kandungannya agar semuanya bisa berjalan dengan semestinya.

Dia tidak seharusnya menyeret Kyuhyun ke dalam masalah ini.  Lelaki itu terlalu baik untuk menerima rasa sakit yang selama ini dia rasakan karena dirinya dan lelaki itu malah bersikap seperti orang bodoh yang hanya mencintai wanita sepertinya.  Tidak seharusnya Kyuhyun menikahinya, karena itu malah membuat pria itu semakin menderita.

Dan tadi malam, tidak seharusnya Kyuhyun menidurinya.  Karena Hye Hoon malah membayangkan lelaki lain saat Kyuhyun menyentuhnya.

***

Kyuhyun terbangun saat suara gemericik air tertangkap oleh indera pendengarannya.  Dia melihat ke sebelahnya. Kosong.  Mungkin istrinya itu sedang mandi, pikirnya.

Dia bangkit dari tempat tidur dan mengambil celana training dari lemarinya.  Lelaki itu mengenakannya dan berjalan menuju kamar mandi yang terletak di kamar mereka.  Kyuhyun hendak mengetuk pintu, tapi gerakannya terhenti karena dia mendengar suara tangisan dari dalam.

Hatinya sakit mendengar semua itu.  Apakah Hye Hoon menyesali kejadian tadi malam?  Mungkin ya, karena dari awal dia memang tidak pernah mencintainya.  Baginya, seorang Cho Kyuhyun hanyalah sahabat terbaiknya.  Sahabat yang selalu ada di sisinya, selalu mendukungnya walaupun hal yang dia lakukan tidak benar.

Dia tersenyum miris.

Kyuhyun hanya ingin memiliki Hye Hoon, itu saja.  Terdengar egois, bukan? Walaupun Hye Hoon tidak mencintainya, setidaknya dia bisa melindungi wanita itu, terutama dari hubungan terlarangnya dengan pria yang bernama Lee Donghae.

Kyuhyun melihat pintu di depannya terbuka, menampakkan sosok wanita dengan hanya handuk yang melilit di tubuhnya.  Mata dan hidungnya memerah, serta dia bisa melihat bekas gigitan di sekitar leher dan dadanya.

Lelaki berambut coklat itu terdiam, pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dengan gadis itu.  Seperti biasa, dia hanya tersenyum dan dibalas dengan senyuman kaku dari gadis yang sedang memainkan jarinya tersebut.

“ Giliranmu mandi, Kyu.  Aku akan membuatkan sarapan untuk kita”.

Suara Hye Hoon tersendat.  Mungkin itu yang efek yang ditimbulkan karena terlalu banyak menangis.  Kyuhyun ingin melontarkan beberapa pertanyaan kepada wanita itu, tetapi lidahnya kelu dan Hye Hoon melewati tubuhnya begitu saja.

Kyuhyun takut jika kali ini dia yang menyakiti Hye Hoon-nya.

***

Hye Rin tak henti menyunggingkan senyumannya.  Dia sangat senang ketika Donghae menyetujui usulnya untuk melewati akhir pekan bersama-sama.  Kejadian ini sungguh sangat langka, karena biasanya Donghae akan menyiapkan beribu macam alasan agar dia bisa tetap berada di rumah di hari liburnya.

Mungkin Donghae tahu kalau ini adalah keinginan calon bayinya juga, pikirnya.

Wanita yang sedang hamil empat bulan itu menutup koper besar yang sejak tadi sudah disiapkannya dan bergegas menghampiri suaminya yang berada di balkon kamar tersebut.  Donghae sedang mengesap kopi sambil mengamati lalu lintas kota Seoul dari lantai dua rumah mewah ini yang menjadi kebiasaannya setiap Sabtu Pagi.  Dengan satu gerakan, wanita itu mendekap pria itu dari belakang.  Lelaki yang memakai sweater berwarna putih itu sedikit kaget, tetapi dia bersikap tenang.

“ Yeobo, bolehkah aku mengajak Hye Hoon dan Kyuhyun juga? Mereka belum menikmati bulan madu mereka, dan kurasa hawa pegunungan juga bagus untuk wanita hamil.  Jadi, sebaiknya kita mengajak mereka berdua, kan? Anggap saja untuk hadiah pernikahan mereka, hmm?”

Lelaki itu memejamkan matanya dan menghirup oksigen di sekitarnya yang secara tiba-tiba menipis.  Hatinya terasa sakit.  Perkataan Hye Rin tentang bulan madu itu membuat dadanya sesak.

“ Hmm.  Kita akan menjemput mereka?”

Donghae merasakan punggungnya terguncang karena Hye Rin menganggukkan kepalanya.  Wanita itu mengeratkan pelukannya di pinggang Donghae.

“ Gomawo.  Terima kasih karena kau mencintai keluargaku seperti kau mencintaiku”.

***

TING TONG

Hye Hoon segera membereskan pekerjaannya yang sedang menata piring dan menu sarapan di meja setelah itu bergegas membuka pintu tanpa melihat ke layar yang berada di samping pintu tersebut.

Dan dia menyesalinya.  Seharusnya sebelum membuka pintu dia mengetahui siapa yang datang agar dia bisa mempersiapkan hatinya.  Jantungnya berdegup semakin cepat ketika dia tak sengaja bertatapan dengan mata teduhnya.

Dia ingin berhambur ke pelukannya.  Dia merindukan lelaki itu.  Sangat.

“  Annyeong Eonnie, Oppa.  Ah, sebaiknya kalian segera masuk”.

Hye Rin memeluk adiknya singkat.  Dan otomatis Hye Hoon membalas pelukannya itu dan dari ujung matanya dia tahu kalau dia sedang diperhatikan oleh seseorang.

Sejak Hye Hoon membuka pintu, Donghae hanya bisa menatap gadis itu dalam diam.  Dia tidak pernah memalingkan matanya dari Hye Hoon.  Wajah wanita itu masih pucat, sama seperti sebelumnya.  Gadis itu terlihat seperti tertekan dan itu membuat hatinya sakit.  Dia mengamati tubuh kurus gadis dihadapannya itu.  Dan tak sengaja melihat tanda merah yang terdapat di leher gadis itu saat Hye Rin memeluknya.

Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya.  Dia tidak rela Hye Hoon memadu cinta dengan orang lain, walaupun itu suami wanita itu sendiri.  Apakah Hye Hoon sudah melupakan dirinya, dan mulai mencintai Kyuhyun?

Dia berharap semoga bisa keluar dari siksaan bathin yang dialaminya.  Secepatnya.

***

Mereka memasuki apartemen itu dalam diam.  Ini pertama kalinya Donghae dan Hyerin mengunjungi apartemen pengantin yang baru menikah beberapa bulan lalu tersebut.  Ukuran apartemen ini memang kecil, tetapi terasa sangat nyaman apalagi jika hanya untuk tinggal berdua saja.

Ruang makan di apartemen itu juga berukuran kecil dan berada di sebelah dapur.  Donghae menarik kursi di sebelahnya untuk mempersilahkan istrinya duduk.  Hyerin tersenyum singkat untuk berterima kasih kepada suaminya itu, sementara adik perempuannya memalingkan muka dan pura-pura melihat ke arah kamar utama.

“ Kyuhyun dimana?”

Sesaat setelah Hyerin menanyakan hal itu, pintu kamar utama di apartemen itu perlahan terbuka.  Kyuhyun muncul dengan baju santainya sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.  Dia sedikit terkejut dengan kedatangan kakak ipar dan suaminya, dan dengan seketika khawatir dengan perasaan wanitanya.

Pria bernama Kyuhyun itu mengelus pelan puncak kepala istrinya dan duduk di sampingnya.  Hye Hoon menoleh dan tersenyum kecil.  Mereka berpandangan sebentar sebelum suara dehaman mengganggu aktivitas mereka berdua.

“ Sepertinya ada pasangan lovey-dovey yang sedang menikmati indahnya awal pernikahan.  Sangat romantis dan membuat orang di sekitarnya iri. Benar kan, Oppa?”

Lelaki itu masih memperhatikan pasangan di depannya dengan pandangan menerawang.  Dan dia sedikit tidak suka dengan perkataan orang yang duduk di sampingnya.  Dia hanya menanggapi celotehan istrinya itu dengan melempar senyuman kaku yang tidak tulus sama sekali.

“ Sudahlah Eonnie, jangan meledek kami.  Sebaiknya kalian segera menikmati makanan yang tersaji di hadapan kalian.  Eonnie dan Oppa pasti belum menikmati sarapan kalian karena terburu-buru kesini, kan?”

Hye Hoon berpura-pura bersikap biasa saja dan menghindari tatapan dari lelaki itu.  Dia menyembunyikan tangannya di atas pahanya sendiri dan mengepalnya dengan kuat untuk mengatasi gugup berlebihan yang berasal dari tubuhnya.  Dirasakannya sebuah tangan yang lebih besar darinya menggenggam tangan kirinya.  Kyuhyun pasti mencoba menenangkannya sekarang, seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya.

“ Hmm, ya.  Tapi sebelumnya ada hal yang ingin kubicarakan.  Apakah kalian mau ikut ke Bukhan-shan bersama kami?  Aku sudah menyewa villa disana.  Jadi kita bisa bersenang-senang di akhir pekan ini”.

Kyuhyun menatap Hye Hoon khawatir.  Perasaan istrinya pasti makin kacau sekarang.  Apalagi gadis itu harus menghabiskan waktu bersama pria itu dan kakaknya di tempat yang sama.  Dan Hye Hoon pasti akan merasa tidak enak apabila menolak ajakan dari kakaknya.  Kecuali jika dia sendiri yang menolaknya.

“ Maaf Noona, tapi….”

“ Aku mau.  Maksudku, aku dan Kyuhyun pasti ikut.  Sudah lama kita tidak berwisata bersama-sama, iya kan? Sepertinya ini akan sangat menyenangkan”.

Kyuhyun terperangah mendengar jawaban gadis itu.  Dia mencoba melindungi gadis yang sangat dicintainya itu tetapi gadis itu malah menggali kepedihan hatinya sendiri.

Dia berpikir dalam hati.  Apakah Hye Hoon menyetujui ajakan kakak kandungnya itu karena dia memang tak kuasa menolak permintaan perempuan itu, atau karena dia ingin bersama dengan pria cinta pertamanya?

Memikirkan kemungkinan kedua membuat hatinya sangat sakit, seakan hatinya dicabik tak berbekas.

***

Hye Hoon duduk bersantai di ruangan utama villa dan memandang pegunungan hijau yang terbentang di depannya.  Dinding rumah itu memang diganti oleh kaca sehingga dia bisa dengan leluasa mengamati kedua insan yang sedang duduk di bangku taman itu.

Wanita itu menyandarkan kepalanya di bahu sang pria sambil menikmati hembusan angin sore yang menerpa mereka berdua.  Sesekali wanita itu membenarkan letak rambut-rambut kecilnya yang tertiup angin.  Hye Hoon yang hanya bisa melihat mereka dari belakang, hanya mampu terdiam dan terhanyut dalam lamunannya sendiri.

Dia membayangkan bahwa dirinyalah yang ada dalam posisi itu.  Berada dalam pelukan lelaki pertama di hidupnya itu memeluknya di bawah sinar matahari senja.  Saling mengucapkan kata-kata cinta, dan sesekali melemparkan candaan konyol yang membuat mereka tertawa bersama.  Serta membicarakan tentang masa depan anak mereka setelah lahir nanti.

Air mata mengalir membentuk dua buah sungai kecil di pipinya.  Bahkan dengan hanya membayangkannya saja terasa sangat indah untuknya.

Cairan tak berwarna itu semakin deras mengalir ketika dia mengingat kenyataan bahwa bahkan lelaki itu tidak tahu jika Hye Hoon sedang mengandung anaknya.  Buah cinta mereka berdua.  Dan jika Donghae tahu kebenarannya, mungkinkah hal itu akan merubah nasib keduanya?

Tidak.  Karena Hye Hoon tidak ingin merubah nasib mereka demi menyakiti orang-orang di sekitarnya.

***

Kyuhyun melihat punggung rapuh gadis itu dari belakang.  Dia segera menghampiri gadis itu dan duduk disampingnya.  Tetapi gadis itu tak bergeming.  Matanya tak fokus tetapi tetap tertuju kepada pemandangan di hadapannya.  Kyuhyun mengikuti arah pandang Hye Hoon dan menemukan lelaki yang sangat dibencinya dan kakak iparnya disana.

Lelaki itu terdiam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan membiarkan Hye Hoon larut dalam dunianya.  Beberapa lama kemudian hatinya perih ketika melihat wanita itu mengeluarkan cairan bening yang menganak sungai di pipinya.

Dia melihat lelaki yang berada di taman depan rumah itu beranjak dari kursi tersebut dan berniat masuk ke dalam rumah yang ditempatinya ini.  Dengan gerakan cepat Kyuhyun menarik wanita itu ke dalam pelukannya, membuat air mata wanita yang sedang menangis itu membasahi bajunya.  Dia mengelus punggung gadis itu untuk memberinya kekuatan.

Dilihatnya bahwa lelaki beristri yang masih berdiri jauh didepannya itu mengepalkan tangannya.  Serta urat-urat di lehernya menonjol,tanda bahwa dia sedang meredam amarahnya.

Dan Kyuhyun bisa menyimpulkan satu hal.  Mereka masih saling mencintai.  Sampai kapanpun mereka akan saling mencintai walaupun pada kenyataannya mereka tidak bisa menyatu.

TES

Setetes air mata yang tak bisa tertahankan keluar dari ujung matanya.

Seandainya Kyuhyun mengungkapkan isi hatinya kepada Hye Hoon terlebih dahulu, mungkinkah sekarang dia akan menjadi lelaki yang paling dicintai gadis itu?

***

Mereka berkumpul di ruang tengah setelah menikmati makan malam di hari pertama liburan mereka.  Dan sekarang mereka duduk di pinggir meja sesuai dengan permintaan Hye Rin.  Hye Rin mengajak tiga orang tersebut untuk bermain sebuah game.  Di tengah-tengah meja pendek tersebut terdapat sebuah botol bekas minuman.  Hye Rin mengusulkan mereka untuk bermain game “ Truth and Dare”. Dan dengan seenaknya dia mengganti peraturan permainan menjadi “ Tidak ada hukuman” dan semua orang di ruangan itu harus menjawab sejujur-jujurnya apa yang ditanyakan orang yang memutar botol tersebut.

“ Baiklah, aku akan memulainya terlebih dahulu”.

Hye Rin memutar botol itu sekencang mungkin sehingga botol tersebut berputar agak lama hingga akhirnya mulut dari botol itu mengarah pada Kyuhyun.  Hye Rin terkekeh pelan dan menatap remeh adik iparnya itu.

“ Kau siap, Kyu?”

Kyuhyun mengangguk pasrah dan menunggu pertanyaan yang terlontar dari wanita yang terpaut dua tahun dengannya itu.

“ Sejak kapan kau mencintai Hye Hoon?”

Itu pertanyaan yang sangat mudah baginya.  Dan sebenarnya dia juga ingin mengungkapkannya kepada Hye Hoon tetapi terlalu banyak ketakutan yang dirasakannya.  Hye Hoon menatapnya penasaran, sepertinya dia juga tertarik dengan topik ini.

“  Aku mencintainya sejak kami masih di sekolah dasar.  Sejak itu, aku melihatnya sedang membantu seorang nenek tua, membawakan belanjaan yang nenek tua itu bawa.  Ya, aku mencintainya sejak pertama kali aku melihatnya”.

Hye Hoon bahkan sudah lupa kejadian itu dan dia juga tidak mengetahui jika Kyuhyun sudah mengenalnya sejak sekolah dasar.  Karena Hye Hoon mengenal Kyuhyun di Sekolah Menengah, saat mereka ditempatkan dalam kelas yang sama.

“ Giliranmu, Kyu”.

Kyuhyun beranjak sedikit dari duduknya dan meraih botol itu ke dalam jangkauannya.  Dia memutar botol berwarna hijau itu pelan dan ujung botol itu mengarah pada pria lain selain dirinya yang ada di rumah ini.

Kyuhyun terdiam sejenak dan menatap tajam pada pria yang sedang menjadi fokus orang-orang yang ada di tempat itu saat ini.  Dia merasa seperti sedang bertarung untuk mendapatkan sesuatu dengan lelaki itu.  Dan sebenarnya mereka adalah rival yang abstrak, tak terlihat.

“ Seandainya kau harus memilih dua orang wanita.  Diantara dua orang itu, siapa yang akan kau pilih?  Orang yang kau cintai, atau orang yang mencintaimu?”

Semua orang di ruangan itu terdiam, terbawa dalam pikiran mereka masing-masing.  Hye Hoon menahan nafasnya, berharap bahwa jawaban yang diberikan Donghae bisa membuatnya lega.  Sementara Hye Rin merasakan keringat dingin yang keluar dari tubuhnya, dan kepalanya terasa pening.  Dirinya memang sedang sering mengalami sakit di kepalanya karena potongan-potongan masa lalunya muncul kembali di memorinya dan dia mencoba menghalau semua itu.

Donghae menatap wanita yang berada di hadapannya dengan tatapan yang selalu diberikannya kepada gadis itu.  Dan dia bisa melihat gadis itu bergidik takut, takut bahwa jawaban yang dikemukakannya akan menyakiti gadis lainnya.

“ Aku akan memilih orang yang kucintai dan mencintaiku”.

Hye Hoon menghela nafasnya, sedangkan kakak perempuannya satu-satunya itu langsung berhambur ke pelukan Lee Donghae.  Hye Hoon merasakan tatapan Donghae masih tak lepas darinya.  Wanita itu menarik bibirnya ke belakang dan lelaki itu pun membalas senyumannya.

Donghae tahu pasti apa yang Hye Hoon inginkan.

Dan tidak terasa sekarang adalah pertanyaan terakhir.  Dan sesuai ‘rules’ yang dibuat Hye Rin, sekarang adalah giliran pria bermarga Lee itu bertanya kepada Hye Hoon.

Hye Hoon gemetar.  Dia takut Donghae menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan hubungan mereka berdua.  Dia takut terlihat mencurigakan di depan kakaknya.

Mereka berpandangan cukup lama, hingga akhirnya Donghae membuka suara.

“ Aku akan menanyakan pertanyaan yang sama dengan pertanyaan yang diberikan Kyuhyun~ssi padaku.  Siapa yang akan kau pilih? Orang yang kau cintai, atau orang yang mencintaimu?”

***

Hye Rin menolehkan kepalanya ke sumber suara dimana dia mendengar gesekan pintu terbuka.  Tampaklah pria yang sudah menjadi suaminya sejak beberapa bulan lalu itu keluar dengan hanya handuk yang melilit di tubuh bagian bawahnya.  Dia menghampiri lelaki yang sedang memilih baju di lemarinya itu dan menghentikan kegiatan yang sedang dilakukan Donghae.  Dia mengalungkan tangannya di leher Donghae dan menyisir rambut basah lelaki itu dengan tangan rampingnya.

“ Sudah selesai?”

Donghae hanya terdiam, tak menanggapi pertanyaan Hye Rin yang menurutnya tidak penting.  Sedetik kemudian Hye Rin mendaratkan bibirnya di bibir lelaki itu.  Hye Rin melumat bibir lelaki itu dan Donghae sama sekali tidak membalasnya.  Hye Rin menggigit bibir bawah Donghae, berharap suaminya itu akan membuka mulutnya dan membiarkan lidah mereka bertemu.

Hye Rin melepaskan tautan bibir keduanya saat dirasakannya masih belum ada respon apapun dari suami yang sangat dicintainya itu.  Air mata keluar dari matanya secara bertubi-tubi dan Donghae masih bungkam, bingung dengan tangisan tiba-tiba dari gadis itu.

“ Aku seperti wanita murahan.  Aku menggoda suamiku sendiri agar dia mau menyentuhku.  Aku bahkan berasal dari kalangan keluarga terhormat tetapi aku merendahkan harga diriku sendiri, bahkan aku ditolak.  Apa yang kurang dariku, Oppa? Apakah aku kurang bisa melayanimu sebagai seorang istri?  Atau aku memiliki kesalahan padamu? Katakan, Oppa.  Katakan”.

Hye Rin mengguncang-guncangkan tubuh Donghae dan suara isakan yang keluar dari mulutnya semakin keras.  Ini bukan pertama kalinya Donghae menolaknya, walaupun secara tersirat.  Dan dia benci semua itu.

Pernikahan bahagia mereka hanya kamuflase karena sebenarnya, tidak ada seorang pun dari keduanya merasakan kebahagiaan itu.

***

“ Aku…. lebih memilih orang yang mencintaiku”.

Jawaban tegas dari mulut Hye Hoon terus saja terngiang di pikirannya, membuat dia sering tersenyum sendiri membayangkan ekspresi Hye Hoon saat mengatakan itu.  Dia bahagia tentunya, karena secara tersirat, Hye Hoon lebih memilih dirinya dibandingkan Donghae.

Senyumannya semakin mengembang saat mendapati nama Hye Hoon terpampang di layar ponselnya.  Mungkinkah istrinya itu sedang memikirkannya juga?

Tanpa menunggu lama, dia menggeser ikon telepon berwarna hijau yang ada di ponsel layar sentuhnya.

“ Yoboseyo?”

Kyuhyun tersenyum dan menunggu gadis itu menjawab sapaannya.  Dia merindukannya, walaupun tadi pagi mereka baru saja bertemu.

“ Kau masih di kantor?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.  Sadar bahwa Hye Hoon tidak mungkin bisa melihatnya, akhirnya dia menyuarakannya.

“ Ne.  Ada hal penting yang ingin kau katakan?”

Hye Hoon memang sangat jarang menghubungi Kyuhyun lewat telepon, kecuali ada sesuatu yang penting atau ada yang ingin disampaikannya.

Hening sejenak.  Hye Hoon belum menjawab pertanyaan dari Kyuhyun dan lelaki itu pun tidak mau mengganggu Hye Hoon yang mungkin sedang memikirkan sesuatu.

“  Kau sedang sibuk? Bisa…. mengantarku ke suatu tempat?”

***

Kyuhyun mengamati wanita yang berada di hadapannya itu.  Wanita itu melahap ice cream ukuran jumbo yang sudah kedua kali di pesannya.  Sisa-sisa ice cream memenuhi sekitar bibirnya membuat Kyuhyun refleks mengambil tissue dan menghapus kotoran-kotoran yang memenuhi wajah cantik itu.

“  Kenapa kau tidak memakan ice cream-mu, Kyu?”

“ Aku sudah kenyang.  Kau masih mau?”

Kyuhyun menggeser cup yang berada di depannya ke hadapan Hye Hoon.  Hye Hoon menatap ice cream itu dengan mata berbinar, dan dengan gerakan cepat menyendoknya lalu memasukkan sendok itu ke dalam mulutnya.  Di bulan ketiga kehamilannya, istrinya itu baru mengalami ‘ngidam’.  Dia bersyukur karena istrinya yang sedang hamil itu tidak meminta macam-macam, dan hanya memintanya untuk mengantarkannya ke kedai ice cream.

Hye Hoon menghentikan kegiatan makannya ketika dia ingat ada sesuatu yang harus dia utarakan pada Kyuhyun.

“ Kyu, sebenarnya tadi aku ingin memintamu untuk mengantarku ke Dokter kandungan”.

Mata Kyuhyun menyipit.  Dia menantikan kalimat selanjutnya yang akan dilontarkan gadis itu.

“  Oh, Baiklah.  Aku tadi memang sedang sangat ingin memakan ice cream, dan aku butuh seseorang menemaniku.  Dan tadi saat memakan ice cream ini, aku teringat kalau aku harus ke rumah sakit.  Kau puas?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya.  Apakah sesuatu terjadi pada kandungan Hye Hoon?

“  Kau baik-baik saja, kan?  Kandunganmu tidak kenapa-kenapa, kan?”

Hye Hoon terkekeh pelan.  Kyuhyun memang tidak pernah mengantarkannya untuk check up, jaldi wajar saja dia tidak paham dengan urusan janinnya.

“  Hanya pemeriksaan rutin.  Oh ya, Dokter bilang kita bisa melakukan USG hari ini”.

***

“ Kau belum tidur? ”

Hye Hoon menggelengkan kepalanya yang berada di depan dada suaminya itu.  Merasakan degup jantung suaminya yang tak beraturan,  entah kenapa lebih membuat hatinya tenang.  Dan setiap kali dia tidur di pelukan Kyuhyun, dia merasa hangat dan merasa dilindungi.

Dia belum bisa tidur, walaupun rasa letih yang dirasakannya sudah mencapai taraf maksimal karena kegiatannya seharian tadi.

Sejenak hening menyelimuti mereka berdua.  Hye Hoon hanya mendengar suara detak jantung dan jam dinding di kamar mereka.  Hingga akhirnya dia merasakan tangan kekar yang sedang memeluknya itu melonggar dan lelaki itu memposisikan dirinya menyender ke kepala ranjang membuat dirinya harus mendongakkan kepalanya sedikit untuk menatap wajah sempurna lelaki itu.

“ Kau tahu? Aku sedang memikirkan anak kita.  Jagoan kecil kita.  Apartemen sederhana ini pasti akan terasa lebih ramai karena kehadirannya”.

Hye Hoon terharu mendengar penuturan Kyuhyun, yang selalu menganggap janin yang dikandungnya adalah anaknya sendiri, membuatnya tak perlu khawatir anaknya kelak akan kekurangan kasih sayang dari seorang ayah karena kenyataannya Kyuhyun sangat menyayangi anak itu.

“  Aku sudah menyiapkan nama untuknya.”

Kyuhyun membelai rambut panjang wanita itu dengan lembut.  Dia menelusupkan jari-jarinya diantara helaian rambut gadis itu.  Dia penasaran dengan nama yang akan diberikan istrinya itu untuk anak mereka.

“ Il Jeong”.

“ Cho Il Jeong?”

“ Hmm”.

“   Bukankah sebuah nama itu memiliki arti? Baiklah, sebaiknya kau menjelaskan padaku apa arti dari nama itu, istriku sayang”.

Hye Hoon berpura-pura berpikir keras, mencoba menggoda suaminya itu.  Kyuhyun yang tidak tahan akhirnya menyentil dahi gadis yang sedang hamil itu dengan kedua jarinya, yang membuat Hye Hoon mengerucutkan bibirnya.

“  Arasso.  Aku akan menjelaskannya.  Il Jeong.  Il berarti tulus.  Dan itu menunjukkan salah satu sifatmu.  Bagaimana caramu mencintaiku dengan tulus, dan menerima anakku dengan tulus juga.  Aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu, Kyu.  Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada kau di hidupku.  Gomawo, Kyu”.

Kyuhyun mengecup singkat bibir gadis itu.  Dia menghapus air mata yang berlinang di pipi mulusnya.  Dia khawatir Hye Hoon akan menangis lagi, tetapi kemudian dia lega karena gadis itu menghentikan tangisannya dan melanjutkan pembicaraan yang sedang berlangsung diantara keduanya.

“ Jeong, berarti suci.  Walaupun anak ini adalah hasil dari sebuah kesalahan yang dilakukan kedua orang tuanya, tetapi anaknya tetap suci.  Kelak dia akan dilahirkan dalam keadaan bersih, dan perbuatan orang tuanya itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap kesucian seorang bayi yang polos dan tidak tahu apa-apa ”.

Hye Hoon tidak menangis lagi.  Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia harus lebih tegar sekarang.  Demi dirinya sendiri, dan demi anak yang berada di rahimnya.  Tetapi, tetap saja hatinya yang menangis.  Mengingat kejadian masa lalunya itu membuat hatinya perih.  Sementara, di balik kepedihan itu masih tersimpan perasaan bahagia yang membuncah di dadanya manakala dia mengingat semua kenangan indahnya bersama pria itu.

DEG

Detak jantungnya semakin cepat saat dia memikirkan lelaki itu.  Apalagi saat ini dia sedang bersama dengan suaminya, membuatnya seperti seorang istri yang tega berkhianat di depan mata suaminya sendiri.

Dan dia tidak tahu sampai kapan pengkhianatan hatinya itu akan terjadi.

“ Hoon~ah?”

“ Hmm”.

“  Kau harus bersyukur anak kita akan bermarga Cho nantinya”.

Hye Hoon menatap Kyuhyun tajam.  Dia tahu apa yang akan dikatakan lelaki itu selanjutnya.

“  Yak! Berhenti memuji dirimu sendiri, Tuan Cho! Kau akan memuji dirimu sendiri kalau kau tampan, kan? ”

Tepat sasaran.  Kyuhyun mendelik.  Dia tidak mau harga dirinya jatuh ke dasar jurang terdalam, dan membalas perkataan istrinya.

“  Aku memang tampan.  Dan aku yakin anak kita pasti akan lebih tampan dari Appanya sendiri.  Ahh…. sebentar lagi aku akan mendapatkan saingan dalam hal ketampanan”.

Hye Hoon terdiam.  Sesaat dadanya sesak karena perkataan Kyuhyun tadi.

Ya, dia akan menjadi pria tampan, seperti ayah kandungnya.  Dan dalam hati Hye Hoon berharap jika calon anak dalam kandungannya akan mewarisi mata menawan ayahnya.

***

Donghae masih memperhatikan gedung bertingkat itu di balik kaca mobilnya.  Sebenarnya dia hanya memperhatikan salah satu kamar di lantai sepuluh bagunan mewah tersebut.  Kegiatan itu dilakukannya hampir setiap pulang kerja.  Sekilas dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tepat pada saat itu seorang wanita muda melewati tepat di hadapan mobil yang dia tumpangi.  Dia dapat dengan jelas melihat sosok itu, tetapi orang tersebut tidak akan tahu siapa yang berada di mobil audy ini karena dari luar kacanya akan terlihat hitam.

Dia mengamati sosok wanita tersebut berdiri di sisi jalan, dengan hanya memakai gaun tipis pendek tanpa pakaian hangat.  Hari sudah gelap.  Kemudian lelaki itu mengecek jam tangan yang bertengger di pergelangan tangannya.  Jam tujuh malam.  Tidak seharusnya gadis itu berkeliaran semalam ini.  Serta sesuai dengan pengamatannya selama ini, Kyuhyun pulang ke apartemen mereka sekitar jam delapan malam.  Kemungkinan besar Hye Hoon tidak berpamitan kepada lelaki itu, pikirnya.

Dia segera menstarter mobilnya saat Hye Hoon sudah memasuki taksi yang tadi diberhentikannya.  Dia mengikuti arah kemana taksi itu melaju dengan membiarkan mobilnya berada dalam jarak dekat dengan taksi yang Hye Hoon tumpangi tersebut.  Setelah melewati jalanan yang cukup dia kenal, taksi itu berhenti di suatu tempat yang sangat tidak asing baginya.

Mungkinkah Hye Hoon ke tempat ini karena dia masih mengingat semua memori mereka berdua?  Mungkinkah Hye Hoon masih belum bisa melupakannya, sama seperti dirinya yang tidak bisa melupakan wanita pertama dalam hidupnya itu ?

***

Donghae mengikuti wanita itu dari belakang.  Dia tetap menjaga jarak yang cukup jauh dari wanita itu, agar dia tidak curiga bahwa di tempat ini ada orang lain selain dirinya.  Donghae melihat gadis itu menghampiri salah satu tempat favorit mereka berdua. Suatu bangku taman yang langsung menghadap ke arah danau kecil berair jernih.  Dia hanya bisa melihat wanita itu dari samping, di balik pohon tempatnya bersembunyi.

Wanita itu memandangi danau buatan itu tak fokus.  Dan tak lama kemudian dia menangis dengan keras, dan merapatkan kedua tangannya, seakan ingin memberi kehangatan kepada tubuhnya sendiri.  Donghae pun tak kuasa melihatnya.  Perlahan dia mendekati gadis yang sedang duduk itu dengan langkah ragu.  Tanpa suara, dia mengambil tempat duduk di tempat yang sama dengan gadis itu.  Hye Hoon yang belum menyadari keberadaannya, menggumamkan isak tangis yang menusuk telinga lelaki itu.

Dia sudah tidak bisa menahan rasa rindunya lagi.  Laki-laki berparas rupawan itu menarik Hye Hoon ke dalam pelukannya dengan gerakan cepat, sehingga gadis itu tidak dapat memberontak dengan perlakuan pria asing tersebut.

Tidak.  Pria ini bukan pria asing baginya.

Wangi tubuhnya, tangan kekarnya, dada lebarnya, punggung hangatnya……

Hye Hoon sangat mengenalnya.

Dia tidak mungkin salah.  Hye Hoon sangat mengenal pria itu.  Hal yang seharusnya dilakukan Hye Hoon sesaat setelah mengetahui lelaki itu adalah melepaskan kontak fisik diantara mereka.  Ya, seharusnya hal itu yang pertama yang dia lakukan.

Tetapi dia meyakinkan hatinya sendiri.  Ini terakhir kalinya dia merasakan kehangatan tubuh Lee Donghae.  Akhirnya gadis itu lebih memilih diam, hanyut dalam dekapan pria itu.  dia merasakan kehangatan lelaki itu sebisa yang dia mampu.  Dia memeluknya erat seakan ini adalah terakhir kalinya mereka bertemu di dunia.

Dan saat dia berada di pelukan Donghae seperti ini, dia bisa merasakan perbedaannya.

Perasaan ketika Kyuhyun memeluknya tidak seperti ini.  Dia tidak merasakan degup jantungnya bertambah cepat berkali-kali lipat,  tak memperdulikan hal yang berada di sekitarnya, dan dia tidak merasakan seakan ada banyak kupu-kupu yang beterbangan di sekitar perutnya.

Saat dia mengingat nama suaminya itu, nafasnya tercekat.  Tidak.  Dia tidak boleh melakukan pengkhianatan lagi.  Ditambah sekarang bukan hanya satu orang yang akan menderita karena hal itu.

Hye Hoon melepaskan tangan Donghae yang melingkar di pinggangnya.  Donghae melepaskan tubuh mungil gadis itu dengan enggan.  Sebagai gantinya, mereka melihat pantulan diri mereka sendiri dari mata orang yang berada di hadapannya, mendalami perasaan cinta yang mungkin tak pernah akan terhapuskan dari benak mereka berdua.

“  Aku sangat merindukanmu”.

Bisikan lirih itu terdengar seperti lagu sedih di indra pendengaran Hye Hoon.  Wanita cantik itu pun hanya tersenyum getir menanggapinya, dengan sisa air mata yang masih menempel di pipi pucatnya.

Hye Hoon tertawa hambar.

“  Apakah aku harus mengatakan aku merindukanmu juga?  Oppa, kita baru bertemu beberapa hari lalu jadi kurasa aku belum merindukanmu”.

Hye Hoon hanya ingin mencairkan keadaan kaku diantara mereka.  Walaupun dia tahu itu tidak membantu sama sekali.  Hubungan mereka sangat kompleks.  Dan butuh waktu untuk membuatnya menjadi seperti dulu lagi.

Donghae hanya memandang lurus ke arah wanita itu.  Cairan tak berwarna turun tetes demi tetes dari pelupuk matanya, tanpa dia sadari.  Dan keadaan Hye Hoon, tidak jauh berbeda dengannya.

Mereka menangis,  menangisi keadaan lebih tepatnya.  Keadaan yang membuat mereka menjadi seperti ini.  Situasi ini yang membuat mereka terluka.  Siksa bathin yang mereka rasakan terlalu menyiksa.  Mereka lelah untuk berbohong kepada semua orang bahwa mereka baik-baik saja tanpa satu sama lain.

“  Kau tahu apa keinginan terbesar di hidupku?  Menjadi orang pertama saat kau membuka mata di pagi hari, mengatakan ‘ aku mencintaimu ‘ setiap hari, memastikan kau terbangun dan masih bernafas untukku.  Sesederhana itu.  Tetapi, mengapa aku tidak diberi kesempatan untuk melakukannya, Hoon~ah?”

Hye Hoon menyunggingkan senyum kecutnya.  Dia membelai wajah Donghae, membuat cinta pertamanya itu memejamkan matanya, membiarkan air mata di pelupuk matanya mengalir membasahi pipinya.

“  Kau tahu apa keinginan terbesarku di dunia ini?  Aku ingin melihat semua orang di sekitarku bahagia”.

Donghae membuka kelopak matanya perlahan.  Selalu.  Selalu kata-kata itu yang dilontarkan Hye Hoon, sampai dia muak dan bersumpah ingin membunuh siapapun yang pertama membuat kata-kata mutiara itu.  Donghae memunculkan seringaiannya, tetapi wajahnya tetap diselimuti oleh duka yang mendalam.

“  Dan menyakiti dirimu sendiri?  Kau lupa kalau kau menyakitiku juga”.

“ Mianhae, Oppa.  Aku…..”

“  Sssttt…. Aku tidak perlu kata maaf darimu.  Ini juga salahku, karena mencintaimu membuat diriku sendiri sangat bodoh sehingga aku dengan mudahnya mengikuti semua permintaanmu”.

Hening.  Selanjutnya yang terdengar hanyalah suara desiran angin, gemericik air, dan suara khas hewan-hewan kecil yang beraktivitas di malam hari.

Donghae mengamati wajah Hye Hoon, menyimpan lekuk wajah wanita itu dalam ingatannya.  Sekilas dia menatap bibir merah gadis itu, membuatnya mengumpat dalam hati.

Baiklah, kali ini dia membiarkan hawa nafsunya menang dibandingkan logikanya sendiri.

Detik berikutnya dia sudah menikmati bibir merah itu dengan rakus, tidak menghiraukan pemberontakan yang dilakukan gadis itu.  Penolakan yang dilakukan Hye Hoon hanya sesaat, karena tak lama kemudian gadis itu pun melingkarkan kedua tangannya di leher jenjang Donghae, seakan memintanya untuk tidak melepaskan tautan bibir mereka.  Gadis itu pun membalas kecupan-kecupan Donghae, sama rakusnya.

Donghae menggigit bibir bawah Hye Hoon, membuat gadis yang ada dipelukannya iut mendesah, membuka bibir seksinya, dan dengan mudah Donghae menelusupkan lidahnya di rongga mulut Hye Hoon sehingga lidah mereka beradu.

Tangan Donghae tidak diam saja.  Tangan nakalnya membuka dua kancing teratas dari baju terusan yang digunakan Hye Hoon, menelusupkan tangannya di balik bra gadis itu dan mulai meremas dada Hye Hoon tanpa membuka kaitan dari bra tersebut.

Tangan Hye Hoon pun mulai liar membuka satu-persatu kancing kemeja putih yang dikenakan pria itu, menggoda lelaki itu dengan meraba permukaan dari perut kotak-kotak Donghae, membuat lelaki itu mendesah tertahan di balik tautan bibir keduanya.

“ HENTIKAN!!!”

Suara histeris itu terdengar sangat menyedihkan bagi siapapun yang mendengarnya.  Seorang wanita muda yang berjarak dekat dengan pasangan yang memadu kasih itu memegang erat kepalanya dengan kedua tangannya sendiri.

Tangisan pedih meluncur dari bibirnya.  Dia membiarkan seluruh emosinya keluar.  Semua rasa sedang bercampur aduk dalam hatinya.  Dan rasa sakit yang paling mendominasi.

Kedua orang di hadapannya tertegun sejenak dengan apa yang terjadi lalu merapikan diri mereka masing-masing.  Sang lelaki hanya terdiam di tempatnya berada sedangkan dengan langkah terputus, wanita yang lebih muda darinya itu menghampirinya.

Hye Rin menatap adik perempuannya jijik walaupun pandangannya buram karena tertutup air mata saat Hye Hoon sudah berada dengan jarak yang dekat dengannya.

Mata merah kakaknya tidak terlihat menyeramkan sedikitpun di mata Hye Hoon.  Gadis itu hanya melihat kesedihan dalam sorot matanya.

“ Eonnie….”

PLAK

Dia memegang pipinya sendiri.  Sakit.  Tetapi rasa sakit yang dia rasakan di tubuhnya tidak akan sebanding dengan sakit yang dirasakan wanita yang dua tahun lebih tua darinya itu sekarang.

Hye Rin mengangkat tangannya lagi, hendak melayangkan tamparan kedua bagi wanita yang terlihat pasrah di hadapannya itu tetapi sebuah tangan kekar menahan gerakannya.  Dia mendongak menatap pemilik tangan kekar itu dan air matanya semakin turun saat dia mengetahui jika suaminya itu lebih membela selingkuhannya dibandingkan dirinya yang merupakan istri dari lelaki itu.

“  Kau…. Kau lebih membela wanita jalang ini dibandingkan aku, Oppa?  Apa kelebihan dia yang tidak aku miliki, hah?  Apakah dia lebih seksi dariku?  Apakah dia yang pertama menggodamu?  Apakah permainannya di ranjang sangat hebat?  Apakah aku tidak bisa melayanimu seperti yang dia lakukan?  Mungkin dia sering menjual dirinya sendiri kepada suami-suami orang di luar sana sehingga pengalamannya dalam bercinta tak dapat diragukan lagi, benar kan, adikku?”

Hye Hoon hanya menangis dalam diam mendengarkan semua penghinaan yang dilontarkan wanita itu.  Dia memang pantas mendapatkannya.  Benar.  Dan sekarang dia malah mengkhawatirkan bagaimana keadaan kakaknya.  Eonni-nya itu pasti akan merasa sangat terguncang.

Sedangkan Donghae, yang tidak terima dengan semua perkataan itu, membalas kata-kata yang dilontarkan istrinya.

“  Cukup Hye Rin~ah.  Sampai kapan kau akan membohongi dirimu sendiri? Sampai kapan kau akan mengubur semua memori masa lalu, agar membuat dirimu sendiri bahagia?  Sampai kapan kau akan menyakiti adik kandungmu sendiri?  Dia berbuat apapun untuk membuatmu bahagia,   Dia berkorban segalanya untukmu.  Dan ini balasan yang didapatnya darimu?  Tanpa kau sakiti pun dia sudah sangat menderita,  Hye Rin~ah”.

Hye Rin memegang erat kepalanya.  Dia merasakan sakit yang teramat parah disana.  Dia mengerang untuk menyuarakan rasa sakitnya itu.  Demi apapun, dia tidak pernah merasakan rasa sakit melebihi yang dia rasakan saat ini.  Dia merasakan tubuhnya semakin lunglai, pandangannya kabur, dan semuanya berubah menjadi gelap.

***

Dia melihat semuanya.  Bayangan-bayangan ketika dia pertama kali berpapasan dengan lelaki itu di salah satu lorong yang berada di gedung fakultasnya, di tahun pertamanya kuliah.  Dia merasakan dunia tak berputar pada waktu itu, dan menyadari bahwa laki-laki itu akan mengubah seluruh hidupnya.

Dia mengagumi namja yang merebut hatinya itu dari jauh.  Dia hanya mengetahui nama lengkapnya, fakultas serta jurusan yang dia ambil, olahraga kesukaannya.  Hanya itu.  Dan hal itu juga diketahuinya dari teman-teman terdekatnya yang sama sepertinya, tergila-gila pada lelaki paling populer di kampusnya.

Tidak.  Dia tidak berani untuk sekedar menyapa orang itu.  Dia terlalu gugup karena ini adalah kali pertama dia jatuh cinta kepada seorang pria.

Semakin lama, tanpa dia sadari, lelaki itu adalah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya, menjadi nafas kehidupannya.

Dan tragedi itu datang.  Ketika Hye Hoon, adiknya, memperkenalkan lelaki yang dicintainya itu sebagai kekasih darinya.  Dan ternyata, hubungan mereka sudah beranjak ke usia satu tahun.  Satu tahun.  Kedua orang itu membohonginya selama satu tahun.  Mereka menyakitinya selama itu.  Dia menyesali dirinya sendiri, karena wanita bernama Hye Rin lebih dulu mencintai pria itu.

Hatinya hancur.

Dia tak bisa berpura-pura bahagia, dan melampiaskan kemarahannya kepada mereka berdua.  Mengungkapkan segala perasaannya kepada Lee Donghae dan meluapkan segala kemarahan yang bersarang di dalam dadanya.

***

Kilasan selanjutnya muncul di otaknya.  Ketika dia, dengan mata terpejam, mendengarkan percekcokan di antara anggota keluarganya.

“ Kau harus pergi, Hye Hoon~ah”.

Suara bass dari lelaki itu terdengar sangat khas di telinganya.  Ya, dia tidak mungkin tidak tahu suara ayahnya sendiri.

“ Wae?  Mengapa aku harus pergi, Appa?  Aku tidak mau pergi kemana-mana”.

Dia bisa menangkap bahwa adiknya itu sedang menangis.  Terdengar dari suaranya yang parau dan isakan terdengar di setiap penggalan katanya.

“  Kau tidak melihat keadaan kakakmu?  Dia mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.  Dia sangat membutuhkan pria itu, dia sangat membutuhkannya dibandingkan dirimu, Hye Hoon”.

Sedetik kemudian terdengar suara sesuatu yang menghantam lantai.  Setetes air mata keluar dari ujung matanya.  Dia tahu, adiknya itu sedang memegang kaki ayah kandungnya, memohon lelaki paruh baya itu untuk tidak menyuruhnya pergi.

“ Aku tidak akan pergi ke Paris.  Andwae.  Berhenti memaksaku, Appa. Jebal.”

***

Selanjutnya, dia mengingat dirinya sedang mengemudikan mobil berwarna putih kesayangannya.  Dia mengikuti sebuah mobil dengan plat nomor yang sangat dikenalinya memasuki sebuah gedung apartemen.  Diam-diam, dia membuntuti kemana suaminya itu pergi, walaupun dia sudah menebak siapa yang akan ditemui suaminya.  Dia menghalau semua sangkaan negatifnya, tidak, mungkin apa yang dipikirkannya sangat berbeda jauh dengan apa yang terjadi.

Hye Hoon sudah berjanji padanya untuk meninggalkan dan melupakan Donghae.  Lagipula, bukankah dirinya dan Donghae sudah memiliki ikatan yang diakui agama dan hukum?

Tiga hari setelah pernikahannya dengan Donghae, dan baru tiga hari juga Hye Hoon kembali ke negara ini.  Mungkin suaminya itu hanya merindukan Hye Hoon, mungkin mereka hanya ingin mengobrol berdua.  Itu adalah kemungkinan yang dipikirkan wanita itu saat ini.

Dia melirik jam tangannya.  Sudah jam dua belas malam lebih tiga puluh menit, dan dia tidak menyadari bahwa dia berdiri di depan pintu apartemen itu selama kurang lebih dua jam.  Dia memang sengaja tidak membuka pintu, walaupun dia tahu passwordnya karena dia sendiri yang menyiapkan apartemen ini untuk Hye Hoon.  Alasannya, dia hanya tidak ingin mengganggu privasi mereka berdua.

Sebenarnya bukan karena hal itu.  Di dalam lubuk hatinya dia sendiri tahu mengapa dia tidak ingin masuk ke dalam ruangan itu.

Dia takut.  Takut jika semua kekhawatiran-kekhawatirannya menjadi kenyataan.

Akhirnya, dia mengumpulkan segenap keberaniannya dan memencet angka-angka yang diingatnya di dekat knop pintu.  Berhasil.  Ternyata Hye Hoon tidak mengganti password yang diberikannya dulu.

Ruangan tamu sepi.  Tetapi cahaya lampu di ruangan itu belum dimatikan.  Dia menelusuri apartemen tersebut sampai dia sampai di ruang tengah.  Tetapi dia juga tidak menemukan siapapun disana.

Hye Rin melirik salah satu pintu kamar yang sedikit terbuka, dan dengan tidak sopannya dia menghampiri ruangan itu.  Dari celah itu dia melihat pemandangan yang sangat menyakitkan.

Pakaian berserakan di lantai.  Seprai putih yang menutupi kasur sudah tak berbentuk lagi.  Dan dia melihat sepasang lelaki dan wanita , dengan hanya selimut yang menutupi mereka berdua, sedang tidur berpelukan di ranjang dengan lelapnya.

Tangisnya pecah.  Dua orang yang paling disayanginya tega mengkhianatinya.  Mereka melakukan perselingkuhan di belakangnya.

Lee Donghae bahkan belum pernah menyentuhnya, sejak mereka menikah beberapa hari lalu.

Dia tergesa keluar dari apartemen itu.  Berlari secepat mungkin dengan air mata yang masih mengucur deras di pipinya.  Dia lepas kendali dan mengemudikan mobilnya secepat mungkin, tak peduli dengan bunyi klakson yang bertubi-tubi memperingatkannya.

Dan selang beberapa waktu kemudian, dengan sengaja dia menabrakkan mobilnya ke pembatas jalan.  Kepalanya terbentur dashboard mobilnya tersebut sehingga terdengar bunyi benturan yang cukup keras.  Darah segar mengalir deras dari pelipisnya.  Matanya terpejam, menahan sakit yang amat parah yang dirasakan di sekitar kepalanya.

Dalam keadaan seperti itu, di otaknya masih terngiang satu hal.

‘ Sampai kapanpun Lee Donghae hanya menjadi milikku, dan aku tidak peduli dia menyukainya atau tidak’

***

Dan setelah malam itu, dia mengalami gegar otak yang cukup parah.  Serta dengan sengaja, dibantu oleh keinginan di alam bawah sadarnya, dia mengubur semua kenangan pahitnya jauh di dasar pikirannya.  Dia menghapus semua kenyataan antara Donghae dan Hye Hoon hingga tak berbekas.

Dia lari dari kenyataan.  Dia mementingkan dirinya sendiri.  Dia mementingkan kebahagiaannya sendiri.

Hye Rin baru menyadari jika semua tindakannya di masa lalu hanya membuatnya semakin terluka.  Bukan hanya menyakiti dirinya sendiri, dia juga menyeret orang-orang yang dicintainya untuk merasakan semua rasa sakit yang melandanya, mungkin lebih buruk daripada yang dia rasakan.

Dia merasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangannya.  Perasaannya menjadi lebih tenang.  Tanpa melihat pun, dia sangat mengetahui siapa pemilik tangan yang menggenggam tangannya kini.

Dia tidak mau membuka matanya sekarang.  Dia masih takut, dia harus menghadapi kenyataan sebenarnya sekarang karena dia sudah mengingat semuanya.

Jika dulu dia akan berasumsi jika pria itu menemaninya karena dia sangat mencintainya, kini anggapannya berubah.

Rasa bersalah.  Itulah perasaan yang lelaki itu rasakan.

Tidak pernah, Donghae tidak pernah mencintainya, dan dia tidak akan bisa membuat Donghae melirik sedetikpun ke arahnya.

Karena pusat kehidupan pria itu hanya seorang wanita, dan mirisnya, wanita itu merupakan adiknya sendiri.

***

Hye Hoon memegangi dadanya, sakit tak tertahankan itu muncul kembali saat melihat adegan di balik pintu yang menghalanginya.

Dia tak tahu pasti apa yang membuatnya merasakan perih di hatinya.

Melihat kakak perempuannya terbaring di ranjang rumah sakit karenanya, atau karena cemburu saat melihat lelaki itu duduk di samping ranjang, memegang tangan wanita lain yang merupakan istrinya sendiri?

Hye Hoon merasa dirinya adalah adik terjahat di dunia ini karena dia lebih mementingkan perasaan cemburunya dibandingkan keadaan kakak kandungnya, sedangkan dirinya yang membuat gadis itu tak sadarkan diri.

Suara derap langkah kaki yang tergesa membuat dirinya berbalik.  Hye Hoon mendapati suaminya dengan nafas terengah dan sedikit keringat mengucur di dahinya, dengan pakaian resmi yang melekat di tubuh jangkungnya.

Hye Hoon tersenyum sekilas.  Kyuhyun tidak membalasnya, melainkan menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.

Tanpa penjelasan apapun,  Kyuhyun tahu.  Kyuhyun sangat mengetahui bahwa keadaan gadisnya itu sedang tidak baik-baik saja.  Dia terlalu memahami semua tentang Hye Hoon.

Sekilas dia mengedarkan pandangannya ke arah ruangan di hadapannya.  Dan dia mengerti mengapa gadis yang dicintainya itu tidak baik-baik saja sekarang.

Rasa cemburu itu memang sangat menyakitkan.  Dia terlalu sering mengecap semua rasa sakit itu sehingga mungkin dia sudah sedikit terbiasa sekarang.

Salah.  Walaupun sudah terbiasa dengan semuanya, tetapi Kyuhyun tetap merasakan tusukan-tusukan kecil di hatinya yang membuatnya nyeri.

Rasa cemburu itu….mungkin akan dia rasakan seumur hidupnya.

***

One Month Later….

Kyuhyun sedang berkutat dengan laptopnya, mengerjakan pekerjaan kantor yang dibawanya ke rumah karena seharian tadi dia belum bisa menyelesaikannya.  Sejak tadi pagi, dia merasakan kepalanya pusing sehingga susah baginya untuk berkonsentrasi, sedangkan deadline dari pekerjaannya itu harus diselesaikan secepatnya.

“  Kyu, sebaiknya kau minum dulu.  Aku sudah membuatkan teh hangat untukmu”.

Kyuhyun tidak menggubris perkataan istrinya, yang membuat Hye Hoon sedikit kesal.  Gadis itu menduduki sofa yang juga sedang dipakai Kyuhyun untuk bercengkrama dengan laptopnya tersebut.  Teh yang sengaja tadi dia buatkan untuk suaminya, dia simpan di atas lemari kecil di samping sofa.

Lelaki itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari layar di depannya.  Dahinya berkerut, tanda kalau dia benar-benar sedang fokus dan tidak ingin diganggu.  Muncul keinginan dari Hye Hoon untuk menggoda suaminya yang sedang serius seperti itu.

CUP

Dengan gerakan cepat dia mendaratkan ciuman di pipi Kyuhyun, membuat pipi lelaki itu bersemu merah.  Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari laptop dihadapannya, dan menatap Hye Hoon dengan pandangan yang sulit diartikan.

Pipi Hye Hoon memanas.  Dia tidak tahu mengapa tiba-tiba dia merasakan malu di hadapan Kyuhyun, padahal sebelumnya dia tidak pernah merasakan hal itu kecuali pada saat mereka menikmati malam pertama mereka pada waktu itu.

Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.

Dia menggelengkan kepalanya pelan.  Mungkinkah dia mulai menyukai Cho Kyuhyun?

Kyuhyun menyadari perubahan sikap Hye Hoon. Gadis itu terlihat sedang gugup sekarang.  Apakah Hye Hoon gugup karena berada di dekatnya?  Mereka tinggal serumah, dan setiap hari tidur di ranjang yang sama.  Tidak ada alasan untuk Hye Hoon merasakan gugup di hadapannya, kan?

“ Kau kenapa, sayang?”

“ De? A…Aku tidak apa-apa.”

Kyuhyun meletakkan laptop yang tadi berada di pangkuannya itu ke meja terdekat dari sofa tersebut.  Dia mendekatkan jarak dirinya dengan gadis di dekatnya dengan merangkul bahu Hye Hoon, membuat gadis itu menyandarkan kepalanya pada bahu tegapnya.

Dengan tangan lainnya, dia mengelus perut Hye Hoon yang mulai kelihatan membuncit dengan penuh kasih sayang.  Hye Hoon tersenyum geli dengan perlakuan suaminya itu.

“ Anak kita, baik-baik saja kan? Dia tidak merepotkan Eomma-nya, kan?”

Mendengar kata “ Eomma” entah kenapa membuat Hye Hoon merasa senang.  Gadis itu menarik bibirnya simetris untuk menunjukkan rasa bahagia yang dia rasakan.

“  Anieyo.  Dia tidak manja, dan sangat pengertian terhadapku.  Dia sama sekali tidak merepotkan.  Aku bisa melakukan pekerjaanku dengan baik”.

“ Kau masih bekerja?  Hye Hoon~ah, sudah berapa kali aku bilang kalau kau….”

“ Kyu, aku baik-baik saja.  Yang aku kerjakan hanya duduk di depan komputer, dan aku tetap di rumah, tidak pergi kemanapun”.

Kyuhyun menghela nafas.  Hye Hoon memang sedikit keras kepala.  Berapa kali pun dia sudah memperingatkan gadis itu untuk berhenti dari pekerjaannya, dia terus saja membangkang.  Dan sepertinya sampai kapanpun gadis itu memang sulit untuk diatur.

“  Baiklah, aku akan mengizinkanmu untuk bekerja, asalkan kau harus menjaga dirimu dan anak kita dengan baik”.

Hye Hoon menganggukkan kepalanya pelan dan melingkarkan tangannya di perut Kyuhyun, semakin memperkecil jarak mereka berdua.  Dia merasakan suhu tubuh Kyuhyun tidak seperti biasanya.  Apalagi saat ini Kyuhyun hanya memakai kaos tipis, sehingga Hye Hoon bisa dengan mudah merasakan suhu dari tubuh Kyuhyun yang hangat.

“ Kyu, kau sakit”.

Hye Hoon menatap dengan cermat wajah suaminya itu, dan dapat melihat betapa pucatnya wajah lelaki itu sekarang.  Bibir tebalnya memutih.  Dan mata hitamnya terlihat sayu.

“ Aku baik-baik saja, sayang.”

Hye Hoon sedikit meninggikan tubuhnya dan menyentuh dahi Kyuhyun.  Panas.  Akhir-akhir ini Kyuhyun memang sedang sibuk mengerjakan suatu proyek di perusahaannya, membuat dirinya sering tidur larut malam dan membuatnya tidak memperdulikan kesehatannya sendiri.

“  Kau demam.  Aku akan mengambilkan obat dan kompres untukmu.  Kau sebaiknya berbaring di tempat tidur agar tidak pusing.  Jangan membantah, Tuan Cho”.

***

Setelah beberapa saat akhirnya Hye Hoon kembali dengan membawa baskom kecil dan obat penurun demam.  Setelah meletakkan benda yang tadi dibawanya di atas lemari kecil yang terletak di samping ranjang, dia duduk di pinggir ranjang tempat Kyuhyun tertidur.

Hye Hoon mengambil kain putih dari baskom kecil yang berisi air dingin itu dan memerasnya agar air yang terkandung di dalam serat-serat halus kain itu tidak terlalu banyak.  Setelah itu, dia meletakkan kain putih tersebut di dahi Kyuhyun.

Kyuhyun yang notabene-nya belum tidur, segera membuka kelopak matanya ketika dirasanya sesuatu yang dingin dan basah menempel di dahinya.  Dia tersenyum ketika melihat istrinya menatap dirinya lembut.  Dan jarak keduanya pun memang terlampau dekat sehingga dia bisa melihat garis-garis wajah dari wanita cantik itu dengan jelas.  Apalagi dengan senyuman yang membuat lesung pipinya terlihat, walaupun sekarang Hye Hoon sedikit gemuk, tetapi tidak mengurangi sedikitpun kecantikan yang dimiliki gadis itu.

“ Tidurlah, Kyu.  Kau butuh banyak istirahat”.

Kyuhyun tidak menjawab.  Tangannya bergerak merapikan rambut yang menghalangi wajah menawan milik Hye Hoon, dan menyampirkannya di belakang telinga gadis itu.  Dia mengagumi wajah gadis itu yang menurutnya sempurna.  Walaupun dia bukan gadis tercantik di dunia ini, tetapi dia adalah gadis tercantik yang pernah dilihatnya.

Tanpa sadar Kyuhyun memejamkan matanya, dan mendekatkan jarak mereka berdua.  Hye Hoon ikut menutup kelopak matanya, menunggu pertemuan dari kedua bibir mereka.

Kyuhyun mengecup bibir Hye Hoon tanpa nafsu, melainkan meluapkan semua perasaan cintanya pada gadis itu.  Rasa manis dari bibir gadis itu masih sama, dan membuat dirinya ingin lebih mengeksplorasi bibir istrinya tersebut.  Tetapi kemudian dia merasakan gadis itu sedikit mendorong dadanya untuk menjauh, membuat Kyuhyun mendesah kecewa.

“  Kau harus tidur, Kyu.  Ayolah.  Besok kau harus ke kantor, hmm?”

Kyuhyun masih sedikit memanyunkan bibirnya membuat Hye Hoon terkekeh pelan.  Memang, kalau sedang sakit seperti ini, Kyuhyun akan berubah menjadi anak kecil yang sangat manja, dan dia pasti akan lebih sering merajuk seperti yang dilakukannya sekarang.

“  Kyuhyun~ah, jangan bertingkah seperti itu, kau tidak malu pada anakmu, hah? Kyu…”

Kyuhyun menarik Hye Hoon ke dalam pelukannya sebelum gadis itu sempat menyelesaikan apa yang ingin dibicarakannya.  Entah kenapa dia merasa lebih baik saat gadis itu berada di pelukannya.  Semua rasa sakit yang dialaminya tadi lenyap begitu saja saat dia mendekap tubuh mungil gadis itu.  Dan Kyuhyun baru menyadari, bahwa segala apapun pada tubuhnya, pada perasaannya, hanya bisa dikendalikan oleh gadis itu.

Ketergantungan.  Mungkin itulah yang dialami Kyuhyun sekarang.  Dan dia merasakan ketakutan sekarang.  Bagaimana jika tiba-tiba Hye Hoon meninggalkannya?  Apa…. yang harus dia lakukan?

DRRRRTTT..

Suara getaran handphone yang berasal dari laci di dekat ranjang tempat tidur itu membuat Hye Hoon mencoba bangkit dari dekapan suaminya.  Tetapi ternyata Kyuhyun tidak melepaskannya begitu saja dan malah semakin mempererat pelukannya di pinggang Hye Hoon.

Deringan ponsel itu tidak berhenti juga, membuat Hye Hoon mendongak dan mendelik kepada suaminya tersebut,  membuat lelaki itu melepaskan tubuh Hye Hoon.

Setelah Hye Hoon bangkit dari tempat tidur, dia langsung menyambar benda mungil miliknya itu, dan menatap kosong tampilan layar handphone nya.

LEE DONGHAE

Nama itu terpampang di layar ponselnya, membuat dia menatap kosong benda tersebut.  Sejenak dia menimang, apakah harus menerimanya atau tidak?  Tetapi dia merasakan suaminya menatapnya sedikit curiga sehingga dia bersikap biasa saja dan menempelkan benda itu pada telinganya setelah mengangkat telepon itu.

“ Hoon~ah… tolong aku..aku mohon…”

Suara lelaki itu sedikit tersendat seperti menahan sakit yang amat luar biasa.  Hye Hoon menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas dan tanpa disadarinya, air mata bercucuran membasahi wajah cantiknya.

“  Sakit.. ini sangat sakit, Hoon~ah.  Aku mohon…”

Hye Hoon terisak mendengar suara lelaki itu, dia semakin terisak ketika membayangkan sesuatu yang terjadi kepada lelaki itu yang membuatnya meringis kesakitan seperti saat ini.

“  Apa yang terjadi, Oppa.  Jawab aku, kau dimana?”

***

Kyuhyun segera bangkit dari tempat tidurnya ketika dia melihat Hye Hoon menangis keras dengan telepon genggam yang masih menempel di telinganya.  Dia segera merengkuh tubuh gadis itu,  membuat isakannya semakin mengeras.

“  Siapa yang meneleponmu, Hoon~ah?  Dan apa yang terjadi?”

Hye Hoon tidak menanggapi pertanyaannya.  Gadis itu malah melepaskan pelukan mereka dan menatap mata coklat Kyuhyun, membuat lelaki itu semakin tak tega saat melihat air mata yang membasahi mata indah milik istrinya.

“  Aku harus pergi, Kyu.  Aku harus menolongnya.  Donghae Oppa…dia…dia mengalami kecelakaan”.

Kyuhyun mencelos mendengar perkataan istrinya.  Donghae lagi? Sampai kapan lelaki itu akan menyakiti Hye Hoon-nya? Dan kapan Hye Hoon bisa melupakan lelaki itu?

“  TIDAK.  Aku tidak akan pernah mengizinkanmu bertemu dengannya lagi, Hoon~ah.  Dan aku…aku juga membutuhkanmu disisiku sekarang.  Bisakah kau tetap tinggal disini, menemaniku?  Aku juga sedang sakit, Hoon~ah.”

Suara Kyuhyun meninggi.  Dan demi apapun, dia tidak bermaksud untuk membentak gadis itu. Dia hanya ingin Hye Hoon terlepas dari bayang-bayang Lee Donghae.  Itu saja.  Mengapa hal itu kelihatannya sangat susah?

Kyuhyun melihat dengan mata kepalanya sendiri, saat dengan gerakan perlahan Hye Hoon menjatuhkan badannya,  dan berlutut di hadapannya.

Hatinya merasakan sakit yang teramat parah saat melihat Hye Hoon, dengan posisi berlutut, menatapnya dengan penuh permohonan dengan matanya yang masih berair.

“  Izinkan aku untuk menemuinya, Kyuhyun~ah.  Jebal.”

Kyuhyun tak bergeming sedikitpun dari posisinya.  Dia menatap mata Hye Hoon yang penuh dengan rasa cemas dan takut yang berlebihan.  Apakah Hye Hoon mencintai Lee Donghae sedalam itu, sehingga dia bisa melakukan apapun untuk lelaki itu?

Memikirkan hal itu membuat luka hatinya semakin parah, sehingga dia tidak tahu apakah dia bisa mengobati sakit itu ataupun tidak.

Hye Hoon terperangah ketika melihat suaminya  berlalu begitu saja dari hadapannya dan duduk di ranjang, dengan telepon rumah yang berada di genggamannya.  Dia tidak bisa menebak alasan kenapa Kyuhyun melakukan semuanya itu karena di benaknya sekarang dia hanya memikirkan bagaimana keadaan lelaki yang sangat dicintainya.  Dia takut terlambat menolong lelaki itu sehingga kemungkinan terburuk akan terjadi.

ANDWAE.  Hye Hoon tidak mau kehilangan lelaki yang dicintainya, walaupun pada kenyataannya dia memang sudah tidak bisa memilikinya.

Dia tidak menyadari Kyuhyun sudah berada di sisinya,  menggendongnya yang masih berlutut di lantai dan membaringkan tubuhnya di ranjang mereka berdua.  Hye Hoon menatap wajah lelaki itu dengan seksama.

Tak ada tatapan hangat yang selalu diberikan padanya.  Yang ada hanyalah tatapan dingin dari lelaki itu, yang membuat Hye Hoon menyadari suatu hal.

Kyuhyun sudah sering tersakiti dengan semua sikap gadis itu selama ini, tetapi dia hanya terdiam dan tidak pernah menunjukkan semua itu di hadapannya.  Dia terlalu egois untuk memikirkan lelaki lain dibandingkan suaminya sendiri.

Haruskah seperti ini?  Mengapa dia, yang selalu menginginkan semua orang terdekatnya bahagia, malah menyakiti semua orang?

“  Aku sudah menelepon ambulance untuk menjemput Lee Donghae.  Kau tidak perlu khawatir.  Tidurlah, besok aku akan menemanimu ke rumah sakit”.

Mata Kyuhyun basah.  Apakah hanya permintaan maaf darinya sudah cukup untuk menebus semua kesalahan yang dilakukannya terhadap suaminya?

***

4 Years Later…

Hye Rin tersenyum senang saat dia bisa menyelesaikan pekerjaan yang dia lakukan sejak lima belas menit yang lalu.  Hanya memotong kuku yang sudah memanjang memang, tapi dia sangat senang karena setidaknya dia bisa melakukan sesuatu untuk suaminya.

Dia menggenggam erat tangan lelaki itu.  dingin. Tangan itu terasa dingin saat bersentuhan dengan kulitnya.   Dia tidak bisa dengan bebas menarik tangan itu kemana saja karena ada selang infus yang menempel di punggung tangannya.

Dia beranjak untuk merapikan rambut pendek lelaki itu.  Keadaannya masih sama.  Dia masih terpejam, dengan alat dilengkapi selang yang membuat mulutnya terbuka, yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dan makanan ke dalam tubuhnya.

Tubuh lelaki itu semakin ringkih, membuat Hye Rin tidak tega melihatnya.  Tetapi Hye Rin harus tetap tegar, dan berada di sisi suaminya, untuk memberi kekuatan untuknya.

Hanya mereka berdua yang tersisa dari keluarga kecil idamannya.

Janin yang dikandungnya terlalu lemah dan membuat dirinya keguguran.  Dokter sudah memperingatkannya dari awal kehamilannya, bahwa rahim wanita itu tergolong lemah sehingga dia tidak boleh mengalami stress di masa kehamilannya.

Dan ternyata, semuanya terjadi.  Dia mengalami keguguran satu minggu setelah Donghae mengalami kecelakaan.  Saat itu dia mendengar dokter dari rumah sakit ini mengatakan bahwa Donghae divonis koma.

Itu semua benar.  Donghae mengalami koma, dan selama empat tahun ini dia tidak pernah sekalipun membuka matanya.

Dokter sempat menyatakan bahwa lelaki itu tidak bisa hidup tanpa alat bantu yang menempel di tubuhnya.  Dalam artian, sebenarnya suaminya bisa meninggal jika Dokter melepas semua alat-alat itu.

Dia tidak mau.  Dia tidak mau membiarkan Donghae meninggalkannya begitu saja.

Dia percaya keajaiban.  Dan dia berharap keajaiban itu dapat membuatnya berkumpul kembali dengan suaminya.

***

Seorang anak lelaki yang berumur sekitar tiga tahun tersebut sedang asyik dengan mainan di hadapannya, asyik dengan dunianya sendiri.  Sesekali dia menepuk, membanting, dan mengelus-elus mainannya tersebut membuat wanita yang sedang mengamatinya terkekeh pelan.

Suara derap langkah kaki mengacaukan semua perhatian anak lelaki itu.  Dengan gerakan cepat dia berdiri, berjalan tergopoh-gopoh menuju lelaki dewasa yang baru saja memasuki rumah ini.  Dan lelaki itu juga menambah kecepatan langkah kakinya untuk menggapai anak lelakinya, menggendong anak itu ke dalam pelukannya.

Hye Hoon tersenyum melihat pemandangan di hadapannya itu.  Dia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati suami dan anaknya, lalu membawakan tas hitam yang dibawa oleh lelaki itu.  Kyuhyun mencium keningnya sekilas, mengabaikan bocah kecil yang dipangkunya dengan sebelah tangannya yang sedang menarik-narik dasi yang bertengger di lehernya, seakan anak itu menemukan mainan baru untuknya.

“  Kyu, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu.  Mandilah, aku akan menidurkan Il Jeong dulu.  Ini sudah terlalu malam untuknya”.

Hye Hoon meraih Il Jeong ke dalam pangkuannya, tetapi anak itu sepertinya enggan melepaskan diri dari pangkuan Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun sedikit tidak tega untuk melepasnya.

“  Besok Appa libur.  Kita akan bermain sepuasnya, hmm?”

Il Jeong seakan mengerti dengan perkataan ayahnya tadi dan tidak menolak sedikitpun saat Hye Hoon membawanya ke kamarnya.

Seringkali, Hye Hoon iri dengan kedekatan Kyuhyun dengan anak berusia tiga tahunan itu.  Mereka sangat dekat sehingga tak jarang Il Jeong hanya mendengarkan perintah Kyuhyun dibandingkan dirinya.

Dalam hati dia bersyukur.  Setidaknya, Il Jeong tidak kehilangan kasih sayang seorang ayah.  Kyuhyun sudah memberi anak itu kasih sayang yang lebih dari cukup.

Hye Hoon tersadar dari lamunannya ketika dia merasakan ranjangnya berderit.  Dia menoleh ke sampingnya dan mendapati Kyuhyun sudah mengganti jas nya dengan piyama biru, dan wangi sabun menguar dari tubuhnya.

“ Sedang memikirkan apa, sayang?”

“ Anieyo”.

Kyuhyun mendekatkan jarak mereka berdua.  Dia juga menyenderkan punggungnya pada ujung ranjang, sama seperti yang gadis itu lakukan.  Dia memeluk perut Hye Hoon, setelah itu mengecup singkat puncak kepala gadis itu.

Kyuhyun memamerkan senyum terbaiknya saat mata mereka berdua bertemu.  Dia bersyukur, gadis itu masih berada di sisinya sampai sekarang.   Ditambah dengan kehadiran anak lelaki menggemaskan di dalam keluarga kecilnya membuat Kyuhyun merasa dia adalah lelaki paling bahagia di dunia.

“ Terima kasih, Hye Hoon~ah.  Terima kasih karena kau sudah memberikan kebahagiaan yang melimpah untukku”.

Hye Hoon tersenyum mendengar perkataan suaminya.  Kyuhyun masih tersenyum sekarang, sehingga dia bisa melihat ketampanan suaminya itu bertambah beribu kali lipat.  Dia menyadari sekarang, kenapa dari dulu banyak sekali wanita yang ingin berkencan dengan Kyuhyun, tetapi dengan bodohnya lelaki itu hanya tergila-gila pada dirinya, sehingga membuatnya harus mengalami semua penderitaan itu.

Tapi setidaknya sekarang Hye Hoon bisa membahagiakan Kyuhyun-nya.

Hye Hoon tidak menyadari saat Kyuhyun mempertemukan bibir mereka, dan sekarang dia bisa merasakan bibir basah lelaki itu mengecup bibirnya.  Gadis itu menjerit tertahan saat Kyuhyun mulai melumat bibirnya pelan, dan menggigit bibir bawahnya.

Tangannya pun bergerak nakal menyentuh dada Hye Hoon dari balik piyamanya.  Meremasnya pelan sehingga gadis itu mendesah pelan.

Setelah itu, Kyuhyun melanjutkan permainan yang dimulainya tadi dengan membuka satu-persatu kancing dari piyama yang dipakai gadis itu, sedangkan bibirnya mereka masih menempel dan saling melumat satu sama lain.

Kyuhyun mendesah kecewa saat gadis itu mendorong dadanya pelan, membuat dia dengan terpaksa harus menghentikan perlakuannya tergadap istrinya tersebut.

“  Kyu…. Kita tidak boleh sejauh ini.  Kau tahu kan, aku sedang….”

“  Aku akan melakukannya dengan perlahan, sayang.  Aku juga tidak mau menyakitimu dan anak kita”.

Kyuhyun mengelus perut Hye Hoon yang sudah tidak tertutup kain.  Hye Hoon merasa geli saat suaminya mengelus salah satu bagian sensitif di tubuhnya itu, padahal Kyuhyun tidak bermaksud menggodanya.  Kyuhyun hanya ingin menyalurkan rasa sayangnya terhadap janin yang kini telah dikandungnya.  Ya, mereka baru mengetahui satu minggu lalu bahwa Hye Hoon mengandung kurang lebih selama satu bulan.

Kyuhyun mendekatkan jarak mereka berdua, sehingga menyebabkan hidung mereka bersentuhan.  Dia menatap gadis itu dengan rasa cinta yang besar terpancar dari mata hitamnya.  Dia mengelus pipi gadis itu, membuat Hye Hoon dengan perlahan memejamkan kedua matanya.

“  Malam ini kau milikku, sayang.  Ani, bukan hanya malam ini, tapi selamanya kau milikku.  Hanya milikku”.

END

Thanks for reading^^

Untuk scene Truth Or Dare saya ambil dari drama Boys Before Flowers, nyomot dikit gak apa2 kan ? ^^

Mianhae kalau endingnya mengecewakan atau gimana, soalnya saya tidak bisa memenuhi keinginan readers semuanya dengan keterbatasan fantasi yang saya miliki kkk~

Thanks buat admin yang post ff ini, thanks a lot min ^^ ( itu juga kalo lolos seleksi dan di post -__- )

Typo berserakan?  Mianhae, aku terlalu males buat baca ulang hehe

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 24/01/2013, in OS, Super Junior and tagged , . Bookmark the permalink. 120 Comments.

  1. Terus si donghae?
    Aku suka alur yang ini, nggak buat nyesek kayak yang sebelumnya. Tapi kok kayaknya ada yang kurang ya? Karna yang lain masih nanggung mungkin? ._.v
    Pokoknya ini baguuss chinguu…

  2. waaa keren malem-malem nangis karena ni ff

  3. dah bagus sih. tapi menurutq lebih bagus lagi klo il jeong tahu donghae itu ayah kandungny 🙂

  4. Wih keren suka sama endingnya
    tapi kenapa Donghae oppa masih koma soh seharusnya dia juga hidup bahagia sama Hye rin T__T

  5. sequel sequel thor ,
    bwt sequel hppy endg dgn kehdirn little cho
    bwt hye hoon mkin cnta sm kyuhyun ,b’r g’ ksihan kyuhyun’x m crtany mkin mnrik

  6. wihiii aku baru baca nih sequelnya :p

    sabar banget ya jadi kyu bener2 kesel sih awalnya sama hae dan hey hoon nya tapi akhirnya bahagia juga :”)

  7. Ini keren bangeeeett.. Demi apapun! Lanjutin dong thor.. -/\- 😀

  8. chandra bulan

    ahhhh,,,bnr” mengharukan ni ff sediiiihh bgt
    Satu sisi kesian bgt ma kyu tp penderitaan’nya akhirnya membuahkan kebahagiaan,,,namun disisi lain miris jg ma nasibnya donghae#toh dia pun sgt menderita dan g tau kalo dia pny seorang ank….sumpaaaaah sedih bgt…hiks,,hiks,,,

  9. Thorrrrrr donghae gmn???????nangis pas baca part hyerin dan donghae yg koma..huwaaaaa…

    Donghaenya thorrr…donghae…

    Sequel lagi!! (ckckck…)

  10. Cieeecieee , yg udh jatuh cintaaaa. Awww :3
    Udh hae sm si hye rin ajeee -_- jgn ganggu rumahtangganya kyuhyun sm aku *ee salah. Sm hyehoon mksdnye :pp sequeeell thor

  11. ih gila keren bgt thor. Terinspirasi dari mana daebak thor!!!
    Aku juga dapet feel pas mereka sakit hati satu sama lain 😀

  12. Bagus banget thor. Suka banget sama ceritanya. Kasian Haeppa (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩﹏-̩̩̩-̩̩̩-̩̩) (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ ). Haeppa cepatlah sadar dari komamuuuuu

  13. donghaenya trlntar kah?

  14. tariteukeunhae

    Daebakkkk!!:)

  15. Ya ampun ini ceritanya nyesek sampai aku ikutan nyesek masa T^T bagus thor bagus lanjutkan yaaa xD

  16. Neomo – Neomu Daebak thor..

    Alurnya pas, Feelnya dapet, T.T
    Feelnya berasa. ßųųααπğèť sampe dadaku ikut sesak membayngkannya (˘̩̩̩ε˘̩ƪ)

    Kayaknya ada Sequel thor..
    HARUS THOR..

    Gimana Donghaenya kasian dia Koma..
    Ceritanya belum Happy Ending dan tugas Author buat cerita ini HaPpy ending *Maksa

  17. Daebak thor..

    Romanceny ngena bgt.. Over all ‘Aku Suka’ #PLAKKK 😀

  18. Wehhhhhh Gila >_< Keren sumvah ajarin bikin FF yadong dongg Thorr .-.

  19. Satu kata !
    D A E B A K !

  20. Ih… Gue kira gk ada sequelnya .. Tenyat ada ( º̩̩́﹏º̩̩̀)

    Tuhkan, donghae nyesek sendirian,, sini sama ayam-_-” longlast ya kyuhyun sama hye hoon-_-

  21. donghae? kenapa harus dia yg punya nasib sial?-_-
    selebihnya ceritanya badai thorr

  22. Keren ceritanya, bnr2 krasa stiap sakit htinya mreka… *cry cry (º̩̩́Дº̩̩̀щ)

  23. hah… i love happy ending^^
    daebak!!

  24. Thorrrr kece thorrr ff nya,kalopun nc nya kurang hot(?) Tapi ceritanya cetarrrr (•̯͡.•̯͡)

  25. Horee….. Happy ending..
    sabar sekali bang epil nih.. Kekkeke
    Beda 180 drajat sma aslinya.. #ditabok sparkyu
    Aduh, ksihan bang ikan.. Kenapa koma nya lma bnget sih.. Cepetan bangun ya bang ikan.. Kasihan tu nemo nya kesepian.. #LoL
    Ceritanya daebak thor.. Di tunggu karya yang lainnya..xD

  26. mwo mwo donghae.. nasip nemo ku gimana thor??? elah masa dia ttp koma sii.. happy ending sii bagi kyu sama hye hoon.. tapi donghae.a. ahh aku pikir ending.a hye hoon sama donghae ternyata ttp sama kyuhyun… emm knp ank.a hye hoon ga d kenalin sama appa kandung.a… !!!! keren thor tpi nyesek d donghae…

  27. shierylclaraa

    keren banget ffnya sampe berulang kali baca tapi ga pernah bosen, lanjutin sequelnya dong chingu, DAEBAK!!!!!

  28. Aaa..kerenn!!!ngena bgt!!nyesek ya jd kyu :” tp keren kok!!suka bgt sm ff nya!!(y)

  29. Intan IstriWonKyu

    Sumpah, aku nangis beneran T__T ..
    Kyu, menderita banget, dan yang paling bikin aku nyesek sampe nangis adalah ketika Kyu harus menyembunyikan sakit hatinya dari Hye Hoon…
    Ah, aku gak tau mau ngomong apalagi soalnya keren banget (y)
    Kyuhyun sumpah aku nangis ;(

  30. Donghaeeee! Tanggung jwb ke istri lo manaaa?! Malah ditinggal koma 4 taun! Щ(ºДºщ)

  31. baru kali ini baca ff NC tapi nyesek. . Daebak!

  32. Sequel dong thor !!! Keren nih !!!
    Tapi endingnya kok donghae koma ? Sedih bgt
    Sequel dong thor !! 😀

  33. great thorrr… tpi donghae kok koma pleng nggak low dbwat dia bahagia sama hyerin pasti asyik…

  34. daebak….
    Ceritanya bikin terharu………

  35. Sedih bngt itu jd kyuhyun -,-
    menderita terus,tersakiti hati ya berkali kali dan berkelanjutan ,sangat sakit itu kyu aigoo T,T

    Tp aku suka pas anak ya dekat sama kyuhyun,bener2 dapat feell ya pas anak ya cuma mau dengerin kata2nya kyu, wow itu hadiah dr kesabaran mu selama ini kyu 😀

  36. Wahh.. Feelnya dpt bgt..
    Berasa ngalamin lngsg wktu baca..

    Keren bgt ceritanya makasiih adminnya..

  37. Daebak bgt Thor!! Aku suka ceritanya!! Bikin nangis!!! 😄

  38. Choi Ah-Ra (choco)

    trus nasib si donghae gimana? apa dia udah bisa nerima hye rin sbagai istri yg bner” dicintainya? seperti hye hoon yg akhirnya mencintai kyuhyun.

  39. huaaaaaa… sedih banget sih thor T.T
    critanya bagus,sedihnya + konfliknya dapet,yadongnya kurang hot 😦 tapi gapapa karena ceritanya bagus.. Hahahaha, kutunggu karya mu yg selanjutnya thor :*

  40. Aaaaa…. sedihh.. 😥 tapi seruuu… ehh.. min.. bikin part dongg.. pengen ada lanjutannya.. seruuu.. pakeee.. bgttt 🙂

  41. jung eun hoon

    sequel doonggg…. kasian ma donhae yang nanggung koma…

  42. ceritanya keren,daebak… authornya bikin dada aq jg ikut sesak saat kyu nangisliat yeojanya terluka…

  43. Gila gillaaa
    Astagfirullahh
    Ini keren. Keren banget thor.
    Dr awal dgn judul yg sangat ganggu pikiran yg meronta2 ingin dibaca pd saat reader lg ujian.#akhirnya reader baca jg -_-
    Dan ada ASnya yg bener2 niat banget bacanya wow fantastic banget!!
    Sumpah thor ini nyiksa batin banget.
    Bingung nih ide muncul drmn coba? Terus penuturan kata2nya gilaa keren banget. Ini authornya udh nerbitin buku kali ya?? #disaranin reader mending nerbitin novel. Ntar readeer baca deh.
    Aduhh salut abis banget banget dan banget..
    Ga kepikiran ini authornya nangis apa ga bacanya ffnya sndiri. Sumpah terkagum kagum deh.
    #maaf reader lebay ^^

  44. aduh jahat bgt sih .. donghae dibuat jadi begitu 😥

  45. Ne , huhuhu 😥

    Akupun nangiss baca y _-

    Daebak thor , tapi kok enatah pikkiran aku yg oon apa emang di alur crta y kaya tokoh y tuh seharus y eonnie y hye hoon , tpi kenapa jdi y hyee hoon?

    Itu yang pas bagian di rs ?

    Ini nc tapi bkn y bkin errrr tapi bikin huhuh#k

  46. Thor…..

    dikirain si il jongnya ketemu sma donghae..
    tpi gpplah thor… yg penting

    Daebak…!!!

  47. .wahh hebat banget 🙂 sumpeh keren banget *ane jujur
    aku suka soalnya meskipun temanya yadong tp yadongnya gak mendominasi, malah alur ceritanya yg punya nilai +++ deh~~
    tp mian yaa thor, endingnya kurang memuaskan.. kurang greget gimana gitu :p tapi sumpeh semuanya keren, kata2nya juga bagus banget 😀

    kalo bisa squelnya thor… kasian donghaenya bangunin tuh dr koman ^^ hhahha

  48. ……………………………………….. *gabisa berkata kata, pokoknya daebak !!

  49. suquel thorr……..

  50. daebak..
    yang baca bisa ikut terbawa suasana di ff nya.. 🙂
    saquel ya thor..

  51. thor, kok aku ngerasa yang bner bner tersakiti di FF ini tuh hyerin.

    SQUEL MANA ?

  52. langitmerah31

    It’s welldone chingu! 😉

  53. Panjang banget nie ff,, ampe capee bacanya, heehehe tpi bagus kok, tpi sayang banget donghae oppa koma, 4 tahun pula, hiks hiks, jdi sedih 😦

  54. perjuangan yang panjang
    salut sama ceritanya khyuhyun yang harus sabar

  55. aku kira kyuhyun bakalan ga bahagia..
    kasian 😦
    tp donghae knp ga sadar2 itu!!??
    bagus thor.. seperti biasa sedih kasian kyuhyun, ga tega aku dy jd peran yg menyedihkan T.T

  56. Buset nyesek bener idup suami gue si kyuhyun,tp akhirnya bisa luluh juga hati nya si hye hoon.lanjutin dong thor si donghaenya nggantung di tenggorokan (?) sequel nya dong thor 🙂

  57. Emmm mau komen apa yaa??

    Sebenernya agak kurang penjabaran tentang tokoh dan situasinya. Kaya pas kejadian dima Hyerin mergokin Donghae ma HyeHoon berduaan, itu kurang dijelasin gimana kelanjutannya, pas Hyehoon ngeliat Donghae megang tangan Hyerin.. Trus kelanjutan sama Donghae juga gimana??

    Dan bagaimana bisa donghae tiba2 kecelakaan, bahkan pasca komanya Donghae kenapa Hyehoon sama sekali ga khawatir?? Bukannya terakhir itu Hyehoon masih cinta bgt ama Donghae..

    Overall nice sequel, biarpun longshoot aku ga bosen bacanya.. Entah kenapa aku malah ngerasain chemistry lebih antara Donghae dan Hyehoon, tapi sepertinya mereka ga akan bersatu, mengingat Hyehoon juga lagi hamil anak kedua..

    Saya harap di lanjut ya Hyehoon-ssi, masih banyak yg belum terkuak (?) di scene ini..

    Mian komennya kepanjangan…

  58. ya ampun bagus bangett, akhirannya menyenangkan bahagia walaupun donghaenya jadi kaya begitu .

  59. Aah sumpah kyu semkn keren…
    D part ini sebel m bang ikan..hehe

  60. Cerita nya daebak 🙂 aku suka, terus keluarkan ide2 mu thor, kalo bisa bikin ff nya dengan leight chapter ya 😉

  61. Nasibnya donghae jLek bget. . . Kekeke. . . .

  62. ya ampun min ff nya daebak banget, feel nya dapet sedih sedih romantis gmn gitu hehehe

  63. whoaaa jalan cerita’na rumitt ne, Donghae gmana? Kasian Kyuppa..u.u
    tpi kaka author’na keren! Ff’a bgus bgt,, penyampaian bhasa’na juga bagus..
    Keep Writing, author ^_^

  64. akhirnya kyu memetik buah kesabarannya jg
    kyu n hye hoon plus il jeong plus baby jd happy family ^^

  65. Jung Sang Neul

    Jhaaaaaaaaaaa Donghae oppa???
    akhh nyesek amat !!! aishh jinja aq bnji sma Hye Rin dya egoiss !!
    kyaknya msih btuh Sequel thor 😀

  66. woooaaaaa daebak thor ^^ kasian chokyu 😥 sini bang sama gue aja 😄 thor bikin sequel nya lagi 😀

  67. Gile lu eonn.. Gue dari tadi nangis baca ff lu.
    Sumpahh dehh
    Kasian sama kyuhyun ma hye hoon
    Tapi lu bikin happy ending..
    Makasih bgt thor… 😥

  68. Mochi Princez

    Such a great ff! Suka ide ceritanya. Dan yg terpenting ga berlebihan yadongnya. Bagus krn memang jalan dan inti ceritanya.

    Sweet ending.. Yah at least pengorbanan kyu tbayarkan. Tp sad ending for hae.. Idup ga, mati ga.

    Keep writing author^^

  69. elsagyu.wordpress.com

  70. sabar = bahagia

  71. Ending yg bnr2 tak terduga..sungguh kisah yg unik..cinta yg rumit akhirny terurai d t4 yg semestiny..takdir, memang tak bs d tebak kecuali pembuatny..

  72. jung eunhwa

    Woahh…. Bagus bnget sequel nya. Aku senebg klo kyuhyunnta bahagia 🙂

  73. Nyesekkkkkkk
    2 bias q memperebutkan cinta yg sm,,
    😥

  74. Long stor. . .Endingnya keren. . . . Thanks buat author untk ff ini. . .

  75. hehe nyari sequel my sister’s husband tenyata udah ada.
    daebak ceritanya. hmm endingnya hye hoon milih kyu kah?
    sedih baca ceritanya kyu disini jadi pihak yang merasakan sakit juga 😦

  76. Yeeeeyyy!!! Ad sequelnya !!!! waaaahh… tambah complicated.. kyu oppa ini manusia apa malaikat sih? Kasian d phpin sm hye hoon 😥

  77. Yeeeeyyy!!! Ad sequelnya !!!! waaaahh… tambah complicated.. kyu oppa ini manusia apa malaikat sih? Kasian d phpin sm hye hoon 😥
    Kereeenn banget ni crita.. sukses bikin ak mewek ToT

  78. wah..aku baru menemukan sequelnya..
    bagus bagus..

  79. Sumpah nih FF yang paling ‘Good’ yang pernah aku baca
    Sadnya dapet banget…
    Typo cuma ada 3 #ngitungin
    trus donghae koma aja gitu?
    Good thor

  80. KEREN!!!!!!
    BANGET!!!!!!!!!!!!!!! ❤ ❤

  81. hai thor,aku member baru,sumpah ceritanya nyesek bngt,kasian bngt kyuhyun,knp sih Hye Hoon susah bngt mencintai kyuhyun kurang baik apa coba khyuhyun,bikin sequel nya lagi dong thor,bikin Hye Hoon cinta sama kyuhyun,cinta mati sama kyuhyun dan bisa ngelupain donghae

  82. yadong’a kurang hehehehe 😀
    please hoon lupain hae! hae itu egois pgn dy yg bhagia trs! sbel asli!
    demi apapun hoon hrs sama kyu! ksian jg hyerin’a mskpn sempet sebel 😀
    hrs’a hae sadar dr koma tuh ud lpa smw bangun dr awal lagi, heuuuu dsar ikan mokpo #dtabokfishy ^^v

  83. keren min.. walaupun kasihan donghae oppa sih ga sadar sampai 4 th gituu

  84. Sedih bacanya..

  85. ya msh absurd…
    si hye hoon nya udh mulai cinta sm kyupa blum?
    trus nasib haepa gmn?

  86. dian pertiwi

    eonni bkin lgi dong. nasibnya donghae oppa blum jlas tuh. kasian masa koma terus.
    bkin as ya eonni. nyeseknya dapet bgt. daebak eon, ditunggu..

  87. FF ini bner2 complete^^ G’ tw mw ngomong apa crtanya bner2 perfect.
    Daebakkk deh pkoknya 🙂

  88. Makin klimaks yang ini dan semakin semangat baca ceritanya 🙂

  89. Annyeong Author-ssi …
    Saya Readers ßâяϋ 🙂 Ienha Imnida …
    Kyaaa ini ff disaranin salah satu teman fb saya. Katax ffx Menguras Emosi (?) Eh jadi Ikut Baca ceritax. ..Menarikkkk Bangetttt ff !! Sumpah fellx Juga dpt ..
    Entah kenapa di ff Ini ga bisa salahin siapapun smuax Menderita siih .. Pokokx Harus Happy End ngegantung tu .. Harus Buat Hye hoon Benar* Cinta sama Kyu .. Harus#Maksa#DibunuhAuthor

    Ohya Maaf yah Thor Blum sempat Koment di Story yang MSH tapi janji setelah ini lagsung kembali Komentt !!
    ♡·♥ τнänκ чöü ♥·♡ · • °☺ ☂hαñk Somuch 🙂 ff Mu Daebak (y) Author-ssi Jjjang

  90. Sandara Sunny Lyn

    Di FF ini aku jd Istri’a Hae :*
    Hye Rin itu nama korea aku loh Eonn ^^
    Tapi marga’a aja yg beda :p
    FF awal’a nyesek smpe nangis baca’a.
    Tapi akhir’a membahagiakan untuk Hye Hoon dan Kyuhyun.
    BTW,Eonni punya FB gak sih ??
    Klw punya apa nama FB’a ?

  91. Wae? Wae? Kenapa il jeong gatau appa aslinya? Huaaa… Aku kecewa hye hoon ga sama donghae :” Dan lebih kecewa lagi karena hye hoon sm kyuhyun huaaaaaaa :” eonninya hye hoon jahat banget tingkat dewa ato mungkin tingkatan yg paling banget sangat atas

  92. nangis bombay bacanya (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)

  93. DONGHAE KU nasibnya trus dikemanain thor? Next sequel ya thor

  94. kerrn nyesek abiz baca nich ff..

    tapi gantung nich bagian’a donghae.. 😦

  95. love kyupil polepel^^

    Hwa kerennn!! Akhirnya setelah beribu kali kyuhyun tersakiti bisa happy end juga^^ tapi trus donghae’a gmana? Masa koma si nanggung bgt…

  96. aq uda baca ff dari author bolak balik ,, tetep aja ,, ngena bgt thor ,, bikin nangis ,, oh iya thor ,, aq uda liat blognya author tapi yg 2nd sequel di password , gimana dapat passwordnya ya thor?

  97. ending yg menyenangkan 🙂 gak bikin 😦 tp bikin :)) mulu hehe
    bikin cerita yg bagus” ky gini lg ya thor. di tunggu ^.-

  98. kya nya klu dlanjutin lg bkln tambh seru pa lg klu anak nya yg sedng dkandung sampi lahir,,pgn baca jga kelanjutan nasip donghae yg sedng koma,,bkln hidup kmbli/dbiarin meninggal..huuuuu gak sabar nunggu klanjutan nya,,klu dlanjutin c.hehehehe

  99. Lanjutin lagi dong thorhehehe:))))))) bgusbaguussss, fighting thorrr!;)

  100. ‘MIRIS’ bca crita kya gini, . . ‘Cinta Tak Berbalas’ awl y, .tp akhir y memuaskan ko

  101. happy ending atau gg ya ???
    masih banyak pertanyaan di kepala ku , gimana nasib donghae ???
    trus am hye hoon udda sayangkah am kyu atau blum ???
    but over all keren cerita nya , dan emang long shoot >_

  102. srsly kyu nya tegar bgt omooo

  103. omo.. sedih bacanya 😥 alurnya bagus

  104. Keren bangettt
    Feel nya selalu dapet
    Sepertinya ini kepanjangn ya thor tapi tetep daebak!!

  105. Wah ceritanya bagus..
    Pengorbanan Hye Hoon gak sia2 akhirnya dia mendapatkan LeLaki yg Lebih baik yg justru mencintainya dg tuLus..
    Pelajaran berharga buat percintaan.. ^_^

  106. sibumkariimah

    *new reader
    shhhhhhhh
    kapan Hye Hoon cinta sm Kyuhyun???
    aiu menunggu saat itu
    saat Hye Hoon jatuh cinta sm Kyu dan ngelupain Hae
    mulai hidup baru sm keluarga kecil mereka.Its so sweet ^^
    Thanks

  107. Memang gini rasanya cinta~
    Apapun tetap donghae oppa yg terbayang 😦
    Semoga mereka cepet balik (haehoon)

  108. waaaaw keren
    nyesek bgt..

  109. Wahhh bikin mata sembap. Sumpahhh miris banget jadi kyuhyun. Huaaaa

  110. Maaf min, aku malah jijik banget sama ceritanya harusnya hyehoonnya di bikin mati aja 😀

  111. Nyesek banget cerita kehidupannya. Nggak tau siapa yang salah disini sebenarnya. Karena semua disini sama-sama tersakiti persaannya.. Dan yang paling tersakiti adalah Kyuhyun, karena dia sudah lama mencintai Hyehoon tapi perasaannya tidak pernah terbalaskan. Bahkan dia rela berkorban demi orang yang dicintainya..
    Kasihan hubungan antara Donghae dan Hyehoon yang tidak bisa bersama. Tapi seandainya kalau Donghae tau Hyehoon hamil anaknya gimna persaannya? Dan apa yang akan dilakukan Donghae? Dia selalu membayangkan Hye Rin adalah Hyehoon. Dan sekarang Donghae koma karena kecelakaan.. Dan Hye Rin yang selalu setia menjaganya. Gimana bisa Donghae kecelakaan? Bhkan dia koma selama 4thn. Dan Hyerin juga harus kehilangan anaknya. Semua disini sama-sama saling tersiksa 😦

  112. waaaaa keren ffnya sukses authornya semangat semangat!

  113. dias puspita

    Kasiannnnn dong2 koma dn kehilangan anak dg hyerin,,tp punya anak dry hyehoon…
    Pengen baca 2nd seqnnyaa tpi di hapus sm saengi elsagyu.. Sediih

  1. Pingback: Kisah Menyayat Hati Mampu Mengalirkan Air Mata Rintihan Anak Kecil Yang Kehilangan Tangan - KOPI LEKAT

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: