My Stupid Boy

my stupid boy
Author    : myblacksmile
Title          : My Stupid Boy
Type         : NC 21, Yadong, Romantic, Humor
Cast           : SHINee Lee Taemin, Lee Hara (OC), SHINee member
WARNING : LONGSHOOT. GAJE. ABAL. GAK HOT. OOC. DON’T BASH!!!
Halo~ this is my first FFNC. Maaf bila tidak memuaskan, atau ceritanya aneh karena saya belum berpengalaman dan saya juga masih under-aged -_- . Ada kejadian kejadian yang ada di FF ini tidak sama dengan tanggal/tahun di kehidupan nyata. Karena, namanya juga FF XD.
.
.
.
“Taem cepat minum banana milk mu!”
“jangan lupa habiskan roti diatas meja, hyung telah membuatkannya untukmu”
“Taem hari ini aku antar kau kesekolah ya”
“Taeminnie~ kau lupa meminum vitamin mu huh? Ini musim dingin kau harus banyak meminum vitamin agar tidak sakit!”
AIGOO STOP HYUNG STOP!” Taemin keluar dari kamarnya dengan wajah kesal, ia kesal karena lagi lagi hyungdeulnya memperlakukannya bagai seorang bocah kecil, ah tidak tidak malah bagai seorang bayi
“aishhh Taeminnie tidak usah berteriak seperti itu, telingaku bisa tuli”
“yakkk Key hyung jangan panggil aku seperti itu, menjijikan” kini maknae berwajah imut itu bergidik ngeri sambil melahap roti bakar buatan Onew, Taemin menggelengkan kepalanya merasakan rasa pahit dimulutnya. Onew hyung, sudah tahu tidak bisa memasak masih saja memaksa, lagi lagi aku makan roti gosong ini, batin Taemin.
“aku sudah selesai” Taemin menarik kursinya kebelakang lalu mengambil tas gendong berwarna biru tua disampingnya
“ummm tunggu biar aku antar” kata Minho dengan susah payah menelan roti bakarnya setelah roti itu ia telan diambilnya segelas air putih didepannya, raut wajahnya menunjukkan eskpresi aneh “aisshhh hyung kau hobi sekali membuat roti gosong ya” ledeknya disertai anggukan dari Taemin, Key dan Jonghyun
“benarkah? Dasar kalian ini tidak tahu makanan enak”
Key memegang lengan leadernya itu “hyung kajja kita ke dorm Super Junior sunbaenim
“untuk apa?”
“kau benar benar harus belajar memasak dengan Ryeowook hyung
.
.
.
“jangan senyum senyum sendiri seperti itu Taem”
Taemin mengalihkan pandangannya pada Minho yang tengah menyetir “kau kenapa huh?”
aniyo, aku hanya senang melihat salju yang turun terlihat sangat indah hyung” kata Taemin kali ini sambil merapatkan seragam musim dinginnya
“aku tidak percaya”
“maksudmu hyung?”
“kau sedang jatuh cinta ya Taem?” tanya Minho iseng, raut wajah Taemin seketika berubah menjadi gugup dan sedikit memerah, ia memalingkan wajahnya lagi memandangi salju. Minho senyum senyum sendiri melihatnya.
“jangan bicara terus hyung, menyetir yang benar” Taemin bicara tanpa melihat wajah Minho
“ternyata uri maknae sudah besar ya”
“eh?”
“padahal aku masih ingat dulu kau senang sekali kugendong, aku juga masih ingat bagaimana wajahmu yang merajuk saat banana milk mu dihabiskan Jonghyun, ah dan saat Key—“
hyung” Taemin memotong perkataan Minho “jangan berkata seperti itu, aku jadi sedih” wajah Taemin berubah menjadi murung “kalau kau mau menggendongku silakan saja tapi jangan dilakukan didepan umum, aku malu”
“hahaha kau ini mudah sekali terbawa suasana hahaha”
“yakkk! Hyung kau mengerjaiku huh? Cepat bawa mobilnya! Aku bisa terlambat!”
.
.
.
December, 2005
Hari itu salju turun dengan lebatnya bahkan sepanjang jalan pun bagaikan aspal yang berwarna putih. Seorang bocah lelaki bertubuh kurus menggigil kedinginan, bibirnya mulai memutih, ia terus terusan menunduk sambil memeluk erat tubuhnya sendiri. Tangan kecilnya bergetar saat hendak memijit bel didepannya, walau bel itu cukup tinggi tapi ia tak perlu menjijit karena memang tubuhnya sudah jangkung untuk ukuran anak sekolah dasar tingkat akhir.
Seketika pintu itu terbuka, matanya yang sedari tadi sayu mulai melebar, hatinya merasa senang karena usahanya tidak sia-sia
“TAEMIN?” teriak si pembuka pintu itu dengan kaget, bocah yang ternyata bernama Taemin itu hanya terdiam bahkan kini ia meringkuk kedinginan dan mungkin akan oleng jika si pembuka pintu itu tidak sigap menahannya
.
gomawo” Taemin meletakan cangkir yang berisikan susu pisang hangat kesukaannya diatas nakas, ia kembali menarik selimut putih tebal itu hingga menutupi seluruh badannya kecuali kepalanya yang ia biarkan dengan sebuah kupluk rajut yang juga tebal
“sudah lebih baik” kata seseorang didepannya setelah memegang kening Taemin
“ceritakan padaku”
“apa?” Taemin mengerutkan keningnya, orang itu atau lebih tepatnya yeoja itu menggeleng, bibirnya pun ikut mendesis karena umpatan yang ia tahan
“kau memang pabo Lee Taemin! Ceritakan padaku bagaimana bisa seperti ini?”
“jangan menyebutku pabo Lee Hara” balas Taemin “tadi sewaktu aku pulang bermain tiba tiba salju turun, lalu aku berlari menuju rumah saat tiba didepan rumah aku baru ingat bahwa orang tuaku sedang pergi ke Mokpo dan rumahnya dikunci”
“kenapa kau tidak buka kuncinya saja?”
“kuncinya hilang, sepertinya terjatuh saat aku berlari tadi”
“issshhh mengapa kau tidak berteduh dulu sampai saljunya reda pabo
jaebal Hara-ya, sahabatku yang paling cantik, jangan menceramahiku terus seperti noona-ku, kalian sama cerewetnya”
“yakkk!!! Kau harus berterimakasih padaku karena aku telah menolongmu”
“tadi aku sudah berterima kasih padamu, kau beruntung sekali telah menyelamatkan calon superstar sepertiku” Taemin tersenyum bangga sementara Hara meletakkan cangkir yang berisi cokelat miliknya yang tadi akan ia teguk
superstar?”
Taemin mengangguk semangat “ne, kau tidak tahu ya aku lolos audisi dan di terima sebagai trainee di SM dan pasti tidak lama lagi aku akan debut dan menjadi superstar terkenal sama halnya seperti mereka” tunjuk Taemin pada sebuah poster didinding kamar Hara
jinjja? Woaaa aku tidak menyangka, chukkae Taem! Tapi kau yakin bisa seperti Super Junior? Jangan bercanda Taem, mereka itu orang orang hebat semua”
“terimakasih hehe, kenapa tidak, aku juga orang hebat bukan? Kau harus mendukungku Hara-ya kau ini kan sahabatku, aku akan membuktikannya padamu” Taemin lagi lagi menyunggingkan senyumannya disertai anggukkan Hara
“pasti Taem tapi—“ yeoja itu menggantungkan kata katanya
“tapi apa?”
“jika kau sukses nanti jangan lupakan aku Taem, kau tahu kan kau adalah sahabat terbaikku, Cuma kau yang berada disisiku saat orang tuaku bercerai, kau juga yang membelaku saat teman teman disekolah mengejekku karena ayahku terjerat kasus korupsi, kau juga yang—“
Hara tak kuasa membendung air matanya, ia selalu seperti ini saat mengingat ngingat kehidupannya, rasanya Tuhan tidak adil kepadanya diumurnya yang masih sangat belia ia harus menanggung beban berat dan Taemin lah yang satu satunya bisa menenangkannya saat ia takut, menghiburnya saat ia bersedih, dan membelanya saat ia tersudut
Taemin menggenggam tangan Hara “tidak akan, aku tidak akan meninggalkanmu. Kau tahu kan aku menyayangimu”
“terimakasih Taem, aku juga menyayangimu” Hara mulai menyeka air matanya
“dengarkan aku Hara-ya, seberat apapun beban yang kau tanggung jangan pernah menyerah karena aku akan selalu membantumu, dan bahuku ini akan selalu ada untukmu, menanggung beban yang kau alami, kau percaya kan?”
“tidak” Hara menggeleng dengan wajah lugunya
“ke—kenapa?”
“bahumu itu lemah Taem tidak berotot, kemarin aku pukul saja kau kesakitan”
“yakkkk!!!!”
.
.
.
 “jadi, siapa tokoh dalam paham NAZI di Jerman, Lee Taemin?”
“Taemin”
“Lee Taemin!”
“Lee Hara seonsaengnim” Taemin yang tersentak kaget hanya reflek mengucapkan apa yang ada didalam pikirannya, sontak saja hal itu membuat seisi kelas tertawa, Taemin yang masih linglung hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal itu
“Lee Taemin jangan main main didalam pelajaran saya! Sepulang sekolah temui saya di ruang guru!”
.
.
.
 “aku pulang” Taemin melemparkan sembarangan tas gendongnya kesofa
Jonghyun yang ternyata sedang meminum banana milk milik Taemin segera menyembunyikannya didalam kulkas bahkan ia sampai tersedak
“habiskan saja kalau kau mau hyung” ucap Taemin lemas
“eh? Ada apa denganmu?” tanya Jonghyun heran sambil duduk disebelah Taemin “tidak panas” komentar Jonghyun setelah memegang kening Taemin
“aku hanya cape hyung, aku mau tidur”
“yak yak maknae tunggu dulu. Kau kenapa, tidak mungkin kau tidak apa apa”
Taemin menghentikan tangannya yang hendak membuka pintu kamar, ia berbalik melihat Jonghyun
“aku baru tahu, perasaan rindu bisa membuat hidup seseorang merasa kacau”
“eh? Taem ka-kau—“
“selamat tidur hyung
.
.
.
Iseng iseng Taemin membuka koper yang ia bawa saat pertama kali menjadi trainee, koper itu sudah nampak lusuh dan rusak—maklum saja ia tak pernah memakainya lagi dan hanya disimpan begitu saja diatas lemari
Ia menemukan sebuah surat disana, ia membuka surat itu—surat dari Hara—lalu tersenyum sendiri melihat tulisan Hara yang masih acak acakkan
To : Lee Taemin
Annyeonghaseyo~ sahabatku yang paling pabo^^
“aishhh bocah ini” Taemin melanjutkan bacaannya
Kau tahu, aku sangat terkejut saat kau bilang kau lolos audisi di SM Entertainment, aku ikut senang mendengarnya karena akhirnya kau sudah mulai melangkah dalam menggapai cita citamu menjadi seorang penyanyi, kau pasti sudah berusaha sangat keras untuk itu. Tapi aku juga sedih, karena kau pasti akan meninggalkanku, yah aku tidak punya mangsa lagi untuk kujaili hehehe
Taemin mengumpat kecil sambir tertawa membaca kalimat itu
Eitsss jangan marah Taem, kau tahu aku hanya becanda kan? Oh ya soal keraguanku tentang apa kau akan bisa menjadi seperti Super Junior oppadeul itu juga aku hanya becanda. Aku percaya kau bisa Taem, kau akan bisa seperti mereka. Taem selama disana jangan lupakan aku! Aku akan membencimu jika kau melakukannya! Ingat itu! Berlatihlah yang giat dan ubah sifat pabo mu itu, oh ya rajin juga ber-olahraga agar bahumu kuat dan siap menerima bebanku hahaha. Sudah ya Taem aku mengantuk sekali. Aku menyayangimu^^
From : Lee Hara
Tanpa sadar air mata Taemin menetes, ia terharu membaca surat itu. Tapi kapan Hara memasukannya ke koperku ya? Batin Taemin. Ia menggelengkan kepalanya, ah molla tapi kenapa aku baru menemukannya sekarang? Berarti itu sudah bertahun tahun yang lalu? Aisshhh dasar Taemin pabo! Makinya pada dirinya sendiri
Selain surat, ia juga menemukan selembar foto disana, Taemin membulatkan matanya. Itu foto ia saat tengah tertidur lengkap dengan kupluk rajut dikepalanya dan selimut tebal yang membungkus hampir seluruh badannya
“huh pasti ia mengambilnya saat aku menggigil kedinginan itu”
Ia membalik foto itu dan disana ada sebuah tulisan
Sahabat pabo-ku ternyata sangat imut ketika tidur^^ Suatu saat nanti aku ingin sekali datang ke konsermu, tunggu aku ya, aku pasti akan datang! Hwaiting!!!
Taemin memegangi dadanya sendiri, ia merasa sesuatu menohok kedalam hatinya. Entah itu apa—bahagia,sedih,menyesal,kecewa—ia pun tidak tahu pasti tapi yang ia tahu ia merindukan Lee Hara, sahabat terbaik yang ia punya. Apa kabarnya ia? Lirih Taemin sambil tersenyum getir
.
.
.
Pagi pagi sekali Taemin sudah duduk di ruang makan, ia yang biasanya bangun paling telat diantara member lain sudah berada disana sambil memakan roti isi selai pisang yang ia buat sendiri
“Hara. Lee Hara. Ayolah apa aku tak sengaja menghapus nomornya” gerutu Taemin mengutak ngatik phone book diponselnya
Matanya berbinar saat ia menemukan kontak bernama Hara disana tanpa pikir panjang ia langsung men-diall nomor itu
“ah tersambung” katanya riang, hatinya kini berdebar debar
yeoboseyo” Taemin memulai percakapan
“yakkk Taemin ada apa menelponku pagi pagi begini” bentak seseorang didalam sana
mianhae Lee Hara—aku hanya—“
jjamkaman, kau bilang apa tadi? Margaku Choi, kau tidak boleh menggantinya sembarangan atau kau memang mau menikah  denganku ya? Hahaha”
“eh—ani aniyo, maaf telah mengganggu. Lanjutkan tidurmu dengan nyenyak. Bye” buru buru Taemin memutuskan sambungannya. Arghhh aku benar benar telah menghapusnya, gerutunya lagi
Sementara itu Key baru saja bangun, sebagai ‘umma’ di SHINee ia harus bangun pagi dan menyiapkan sarapan bagi anak-anaknya itu dengan setengah sadar ia berjalan ke arah dapur, sesekali ia menutupi mulutnya yang tak henti hentinya menguap
“ha—ha—hantuuuu!!!” teriaknya sambil membanting panci yang sedang ia pegang saat melihat sosok yang tengah duduk di meja makan dengan posisi memunggunginya. Taemin—si sosok itu yang ikut terkejut karena suara panci yang terjatuh juga karena suara Key yang sama cemprengnya dengan suara panci ikut ikutan berteriak, disusul teriakan lainnya dari ke 3 member didalam kamar masing masing
“HUAAAAAAAAAAAA!!!!!”
“HANTUUU!!!!” Teriak Key lagi menunjuk nunjuk Taemin, Taemin linglung—ia melihat kearah kanan kiri dan belakangnya
“mana hyung? HUAAA!!!” Taemin lari terbirit birit ditempat—berputar putar tidak jelas
BRAKKK…
Suara pintu terbuka terdengar dengan kerasnya. Onew, Jonghyun dan Minho muncul disana
“mana hantunya hyung mana?” teriak Minho sambil memeluk Jonghyun—sementara Jonghyun memeluk Onew, dan Onew memeluk tembok =,=
“i—itu” tangan Key menunjuk nunjuk Taemin, Onew yang memang saat itu posisinya berada disamping saklar langsung menyalakan lampu
Minho,Jonghyun, dan Onew melepas pelukan mereka saat ternyata sosok itu adalah Taemin. Taemin yang mengerti pun sudah berhenti berlari lari ditempat sementara Key masih memejamkan matanya, seluruh tubuhnya bergetar dan mulutnya masih komat kamit tidak jelas
Onew pun menghampirinya, mengambil panci yang Key tadi jatuhkan dan memukulkannya ke kepala namja penyuka warna pink itu
“ARRGHHH APPO! Ampun hantu, ampuni aku, aku masih muda, masih ingin hidup, jangan bunuh aku. Aku belum membeli sepatu berwarna pink itu, aku sudah berjanji pada Sungmin sunbaenim akan membelinya bersama ampun huhuhu”
“YAKKKK KIM KI BUM!!!! CEPAT SADAR!!!!”
Alhasil suasana pagi itu menjadi kacau balau, Taemin tepar di sofa karena kelelahan berlari lari sementara Key  menangis karena kepalanya yang sakit akibat dipukul panci dan karena panci kesayangannya yang kini penyok, begitu juga dengan Onew, Jonghyun dan Minho yang kini meminum air terus menerus karena suaranya yang hampir habis
“kurang ajar kau Key, suaraku menjadi seperti ini” kata Onew dan disetujui Jonghyun
“tenggorokanku sakit sekali” keluh Minho
“yak kenapa kalian semua jadi menyalahkan aku? Salahkan Taemin!”
“kenapa menyalahkan aku? Hyung saja yang pabo tidak bisa membedakan aku dengan hantu” ucap Taemin dengan napas setengah setengah
“ahhh kalian menyebalkan, aigoo panciku bagaimana ini”
.
.
.
Seorang yeoja berambut panjang menyeka peluh dikeningnya, bibirnya menyunggingkan senyuman saat semua piring selesai ia cuci
“Hara-ya apa kau sudah selesai?” suara itu muncul dari ruang depan tak lama kemudian si pemilik suara itu sudah berada didekat Hara dengan serbet yang tersampir dibahunya. Hara mengangguk cepat “kau bagaimana?”
“sudah, ahhh hari ini aku lelah sekali, banyak pelanggan yang datang” gumam yeoja disamping Hara sambil meregangkan tangannya
“itu bagus Eunmi-ya siapa tahu saja gaji kita bulan depan akan bertambah” kata Hara diiringi kekehan kecil “semoga saja” jawab Eunmi
kajja kita pulang besok kau masih harus pergi sekolah bukan?” ajak Eunmi sambil menarik lengan Hara
ne. Aigoo aku lupa belum menyelesaikan essay ku, ayo cepat”
Kini malah Hara yang balik menarik lengan Eunmi—semenjak bekerja paruh waktu di kedai ramyun, Hara agak sulit membagi konsentrasinya antara pekerjaan dan sekolahnya, alhasil malah sekolahnya lah yang agak terbengkalai—setelah perceraian orang tuanya dahulu, ia memilih hidup bersama ayahnya tapi semenjak ayahnya masuk bui karena kasus korupsi ia harus tinggal sendirian bersama Minkyu ajhumma dan mempertahankan hidupnya seorang diri, tak pernah sedikit pun terlintas dibenaknya untuk datang menemui sang ibu, biarlah ia berbahagia dengan keluarga barunya tanpa aku, Hara tersenyum miris
“kau jangan melamun” tegur Eunmi yang kini duduk bersebelahan dengan Hara didalam bus
“ah aniya aku hanya sedang memikirkan tema apa yang akan aku usung dalam essay ku” kata Hara sekenanya
“woaaa lihat Hara-ya saljunya turun lagi” mata Eunmi membulat takjub melihat gumpalan gumpalan salju yang mulai turun dan meleleh setelah sampai diatas aspal
Seketika mata Hara berkaca kaca melihat salju yang turun dengan indahnya
Apa setelah aku sampai dirumah nanti, akan ada bocah bertubuh kurus dan jangkung yang menggigil kedinginan dipintu rumah ya? Batin Hara, Lee Taemin apa kabarmu?
aigoo kau melamun lagi Hara-ya
“eh a—aniyo
“lihat itu” jari Eunmi menunjuk sesuatu diluar kaca bus, Hara yang kebetulan duduk dekat kaca langsung menoleh
“itu gedung SM Entertaiment, Hara-ya kalau tidak salah kau pernah cerita padaku kalau ada sahabatmu yang menjadi trainee disana”
“eh? Ne itu benar” jawab Hara lirih, melihat gedung yang berdiri dengan megahnya itu membuat rasa rindu Hara pada Taemin membuncah, selama ini ia hanya bisa menyaksikan sahabat kecilnya itu melalui layar TV
“siapa? Apa ia sudah debut?”
Hara mengangguk “SHINee. Maknae SHINee”
“Lee Taemin? Woaaaa kau hebat sekali mempunyai sahabat seperti dia” teriakan Eunmi yang antusias membut beberapa penumpang melirik ke arah mereka
“ssstttt jangan berteriak Eunmi-ya
“ta—tapi kau hebat sekali, kapan kapan kau harus mengenalkan aku padanya”
“apanya yang hebat? Kurasa itu biasa saja” jawab Hara sambil terus memperhatikan gedung SM Entertainment yang mulai ditinggalkan oleh bus
Apa kau ada didalam sana sahabat paboku. Gumamnya terlampau lirih.
“aishhh kau ini Hara-ya, pokoknya kau harus mengenalkan aku padanya”
Mengenalkanmu? Aku saja belum pernah bertemu dengannya lagi setelah ia debut, berarti itu sudah hampir 5 tahun lamanya, jawab Hara dalam hati dengan sedih
.
.
.
 “Lee Taemin berkonsentrasilah, kenapa dari tadi gerakanmu salah salah terus” gerutu Onew sebal, ini sudah hampir 5 kali lagu lucifer diputar tetapi Taemin masih melakukan kesalahan
“aneh padahal ini lagu kesukaanmu kan maknae” ucap Key
mianhae hyung” Taemin menundukan kepalanya seperti anak kecil yang sedang ketahuan berbohong pada orang tuanya—padahal tahun ini umurnya menginjak 19 tahun
“kau kenapa Taeminnie, uri maknae yang paling imut” andai saja Onew sedang tidak marah padanya pasti mulut Minho sudah dijejali handuk yang penuh keringat milik Jonghyun oleh Taemin, ia paling sebal jika Minho sudah berkata seperti itu, dilirknya Minho sekilas—hyung-nya yang penuh karisma itu tengah tersenyum jahil, persis seperti yang sering dilakukan oleh sunbae-nya, Kyuhyun Super Junior dan Changmin TVXQ
“dasar evil line” lirih Taemin
“aku sedikit tidak enak badan Hyung
“benarkah?” Key memegang kening dan leher Taemin “badanmu memang agak hangat”
“kalau begitu kembalilah ke dorm” titah Onew
eo? Geure, aku duluan hyung
.
.
.
Taemin menjatuhkan tubuhnya dikasur dengan posisi tengkurap, ia meremas bantal yang ada didepannya
“Lee Hara!!!!!!!!” teriaknya kesal. Kesal karena perasaan rindu yang kian menguat setiap harinya, kesal karena ia tidak bisa berbuat apa apa untuk mencari Hara
“Lee Hara? Nugu?” tiba tiba suara itu terdengar dibelakang Taemin, ia langsung bangkit dari posisinya
hyung, kau—kau aishhh menyebalkan” Taemin mengacak ngacak rambutnya sendiri melihat kehadiran Minho didalam kamarnya, benar benar setan—ia bisa muncul kapan saja
“apa kekasihmu?” terka Minho asal “mwo? Aniya! Ia hanya sahabatku” tegas Taemin
“sahabat? Jinjja?”
ne, ia sahabat lamaku. Aku sudah lama tak bertemu dengannya”
“selama apa?”
“kurang lebih 5 tahun lalu—setelah aku debut, aku tak pernah bertemu dengannya lagi”
Minho hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf o “apa kau mencintainya?” tanya Minho—menggoda sang maknae
“hah?”
“sahabat jadi cinta, bukan sesuatu yang mustahil bukan?”
“kau ini hyung—aku ini hanya……hanya sahabatnya” Taemin melirihkan nadanya dibagian akhir, karena sebenarnya ia berharap lebih dari itu. Perasaan itu muncul sudah sedari dulu, sejak Taemin dan Hara masih sama sama duduk di bangku tingkat 5 sekolah dasar, saat pertama kali Hara menangis dibahu lemahnya karena orang tuanya bercerai, saat pertama kali Hara memeluknya ketakutan karena ia melihat ayahnya digiring oleh polisi, saat pertama kali Taemin melihat mata indah Hara, perasaan itu sudah mulai tumbuh tetapi karena Taemin yang saat itu masih belia, ia hanya berpikir itu hanya cinta monyet yang akan hilang dengan sendirinya,
Tapi ternyata ia salah, bahkan hingga 5 tahun ia tak berjumpa dengan Hara—perasaan itu masih sama. Ia membayangkan Hara yang kini tumbuh dewasa, matanya yang indah, dan senyumnya yang menawan dilengkapi keayuan wajahnya membuat Taemin masuk kedalam khayalannya, mungkinkah nanti Hara akan berlari memeluknya, mendekapnya dan Taemin mengelus lembut rambutnya yang indah bagai sutra, lalu wajah mereka bertemu, kedua mata saling bertatapan dan ketika kedua bibir mereka saling mengecup
aigoo apa yang aku pikirkan, kenapa pikiranku menjadi mesum begini” umpat Taemin sambil memukul mukul kepalanya
“kau memikirkan apa Taem? Jangan jangan kau berpikir yang tidak tidak” selidik Minho
“yakkk hyung, pergi dari kamarku” Taemin melempar bantal bantalnya
“hahahahaha” Minho tergelak melihat tingkah maknaenya
“tidak usah begitu, wajar saja kau ini sudah dewasa, oh ya apa kau tahu rasanya bercinta dengan yeoja? Itu namanya surga dunia Taem, kau tidak akan tahu seperti apa indahnya jika kau tidak merasakannya sendiri. Saat kulit mu bersentuhan dengan miliknya, saling mengecup, meremas dan mendesah ahhhh~”
Kata kata Minho yang vulgar membuat Taemin begidik ngeri “Hyung keluar dari kamarku!!!! Dasar mesum!!!!” Taemin mendorong Minho hingga berhasil membuatnya terjerembap di sofa
“hahaha” Minho hanya tergelak—puas berhasil menjahili maknaenya
aigoo apa yang tadi aku katakan pada Taemin, kenapa aku jadi ingin mencobanya sungguhan” Minho melihat kebawah celananya—adik kecilnya tampak menggelembung disana dengan segera ia berlari menuju kamar mandi
“ahhhhh….oughhhhhh”
.
.
.
 “KONSER?” ke 4 member SHINee membuka mulutnya secara bersamaan, manager hyung  mereka yang kini tengah ada didepannya mengangguk sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas
“ne, konser ini bertajuk SHINee World Concert, dan akan dimulai bulan depan. Aku harap kalian akan mempersiapkannya dengan sebaik mungkin. Ini konser tunggal pertama kalian jangan sampai membuat fans fans kalian kecewa”
Onew langsung bangkit dari duduknya, ia membungkukkan badannya berkali kali “pasti hyung—pasti kami akan tampil sebaik mungkin” katanya disusul oleh ke 3 dongsaengnya yang lain yang ikut ikutan membungkuk
.
.
.
Berita tentang SHINee World Concert yang akan diadakan pertama kali pada tahun 2013 ini (anggap saja seperti itu) langsung menyebar pesat, baik itu melalui internet maupun televisi rencananya tiket akan dijualan 2 minggu sebelum konser dimulai
Hara menutup mulutnya saat melihat berita tentang konser SHINee di TV, entah mengapa ia merasa sangat terharu juga bahagia padahal ia lebih menyukai Super Junior tetapi mendengar SHINee akan segera konser ia tak dapat menutupi perasaannya sendiri karena itu berarti ia bisa melihat Taemin, ia sudah pernah berjanji pada Taemin bahwa ia akan datang ke konsernya suatu saat nanti
“tunggu aku Taem”
.
.
.
 “KONSER?” Taemin membulatkan mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari Onew
ne bulan depan kita akan mengadakan konser sendiri Taem” kata Onew antusias—terlihat sekali leader itu sangat bahagia
“nama konser ini SHINee World Concert” Jonghyun yang baru saja keluar dari kamar mandi ikut bergabung
“akhirnya kita memiliki konser seperti Super Junior sunbaenim” Key muncul dari dapur sambil membawa sup ayam ginseng lalu ia meletakannya dimeja, wajahnya pun sama terlihat sangat gembira
“pasti itu akan sangat keren, aku akan menari dan melakukan rapp diatas panggung dan para penonton akan meneriakkan namaku, mengelu elukanku. Ah aku merinding membayangkannya” ucap Minho sambil menyendok sup ayam ginseng tapi ekspresi wajahnya langsung berubah drastis, tangannya ia kipas kipaskan pada lidahnya sendiri
“itu masih panas pabo” Key memukul kepala Minho dengan sendok sup yang ia pegang. Taemin terkikik melihat kelakuan hyung-nya itu, ia juga bahagia melihat Onew yang nampak paling gembira dengan konser itu
“apa kau bahagia Taem?” tanya Onew
Tiba tiba ia teringat pesan Hara dibalik foto itu, Suatu saat nanti aku ingin sekali datang ke konsermu, tunggu aku ya, aku pasti akan datang! Hwaiting!!!
“tentu hyung aku sangat bahagia, aku akan bekerja keras untuk konser pertama kita” senyum tak henti hentinya terpancar dari wajah Taemin yang cerah. Ia menatap hyung hyungnya satu per satu
“Onew hyung, Key hyung, Minho hyung dan Jonghyun hyung. HWAITING!” kata Taemin sambil mengepal kedua tangannya, hyungdeulnya tertawa melihat tingkah si maknae itu
ne HWAITING!” balas mereka bersamaan sambil memancarkan senyum diwajah masing masing
.
.
.
Sebulan kemudian…
Suasana Seoul Hall sangat meriah, ribuan manusia yang kebanyakan gadis gadis remaja nampak sesak memenuhi ruangan itu, diantara mereka sudah saling meneriakan nama bias masing masing tak lupa dengan lightstick dan beberapa poster juga pernak pernik tentang SHINee mereka bawa
“kapan konsernya akan dimulai, kakiku lelah sekali harus berdiri” Eunmi memanyunkan bibir
“kau harus sabar, kita masih beruntung bisa menyaksikan konser ini” nasihat Hara ”harusnya kita beli tiket VIP saja jadi kita tidak perlu berdiri”
“aishhh kau ini, untuk membeli tiket festival saja kita harus lembur selama seminggu. Lebih baik kita ber-selca dulu” Hara mengeluarkan ponsel dari saku celananya
Hana dul set…..kimchiiiii” kata mereka bersamaan tangan mereka membentuk huruf V lalu diletakan disamping wajah mereka
“woaaa ini bagus sekali Eunmi, biar aku menguploadnya ke twitter” Hara segera membuka menu browsing-nya dan login ke akun twitternya
@15Hara_Lee bersama sahabatku Eunmi, aku harap ‘dia’ dapat melihatku disini^^ twitpic.com/hGTY678ajk
“SHINee SHINee SHINee!!!!!” tak lama setelah teriakan para penonton itu ke 5 namja muncul dipanggung dengan membawakan lagu SHINee World, suasana langsung berubah sangat meriah
“AAAAA MINHO OPPA!!!!”
OPPA SARANGHAE!!!!”
“KEY OPPA, JONGHYUN OPPA KYAAAAAA!!!!!!!”
Hara menutup telinganya mendengar teriakan teriakan itu, tak lama kini giliran Taemin melakukan dancenya, Eunmi langsung heboh sambil menggoyang goyangkan bahu Hara
“AAAAA TAEMINNNNNNN” teriak Eunmi dengan sangat bersemangat, Taemin telah banyak berubah, wajahnya terlihat semakin tampan juga menggemaskan, gerakan dance-nya pun sangat luwes, ia tak pernah berhenti tersenyum selama dipanggung. Hara menitihkan air matanya terharu, melihat sahabat kecilnya itu telah tumbuh menjadi seorang ‘namja’
“TAEMIN TAEMIN TAEMIN” teriak para shawol—sebutan fans SHINee sambil menggoyang goyakan lightstick mereka
“TAEMIN!!!! TAEMIN PABOOOOO” kini Hara ikut ikutan berteriak, ia berteriak sekeras mungkin berharap suaranya tidak tenggelam dalam teriakan teriakan lain dan suara musik
 
Taemin POV
“TAEMIN!!!! TAEMIN PABOOOOO” saat aku melakukan dance, tiba tiba saja aku mendengar teriakan seperti itu, mwoya? Pabo? Aishhh fan macam apa dia, dasar gila, harusnya ia menyebutku tampan bukannya pabo!
“LEE TAEMIN! TAEMIN PABO!!!!” lagi lagi aku mendengar teriakan itu, aigoo suaranya kencang sekali. Eh tapi tunggu, pabo? Apa—apa mungkin dia….
Aku mencari cari asal suara itu nampaknya dari arah set festival
“TAEMINNNNN!!!!” nah itu dia, dia Hara, Hara-ya sahabat semasa kecilku, ia sedang meneriakan namaku sambil menggoyangkan lightsticknya, aku berlari menuju panggung depan set festival dari sini aku dapat melihat dengan jelas wajahnya, nampaknya ia menangis—apa ia merindukanku? Aku pun melambaikan tangan sambil tersenyum kearahnya, ia membulatkan matanya haha lucu sekali, para shawol yang berada disekitarnya pun ikutan histeris
“TAEMIN TAEMIN TAEMIN” Ia ikut ikutan meneriakkan namaku, andai ini bukan dipanggung pasti aku sudah menghampirinya dan memeluknya, aku benar benar merindukannya tapi aku juga bahagia karena ia menepati janjinya sendiri, aku pun membentuk simbol ‘love’ dengan kedua lenganku diatas kepala, aku memperlihatkan itu pada seluruh shawol tapi sebenarnya itu kulakukan untuk Hara
.
.
.
Kini aku berada disebuah hotel—aku sengaja memilih tempat ini agar tidak ketahuan fans dan paparazi, didepanku Hara tengah terduduk sambil menyembunyikan wajahnya yang malu malu, tadi sesudah konser aku menyuruh manager hyung untuk membawanya ke back stage agar aku bisa bertemu dengannya
“Ta—Ha—“ kami menutup mulut lagi setelah sempat berucap bersamaan
“kau saja dulu” ucap Hara “tidak, kau duluan” kataku, sebenarnya aku juga bingung mau berkata apa—aku terlalu gugup
“aniya—kau dulu”
ladies first
“huh dasar pabo” umpatnya yang terdengar oleh telingaku “yak kau memanggilku apa tadi?” tanyaku pura pura sebal—padahal sebenarnya aku rindu sekali panggilan itu
pabo, Taemin pabo” kini ia berani mengangkat kepalanya, aigoo pipinya bersemu merah, neomu yeppeo
“dasar jelek!” balasku tak mau kalah “eh tapi ngomong ngomong bagaimana aku tadi”
“apanya?” tanya Hara polos, aduh rasanya aku ingin mencubit pipinya itu
“ehhh lupakan saja—kau—kau tidak ingin memelukku?” kataku ragu ragu, bagaimana bisa aku mengatakan itu, ya ampun  =,=
“eh?”
“aku ini superstar, biasanya orang orang akan memelukku dan menciumku, kau tidak?” eh pertanyaan macam apa itu, benar benar Taemin pabo. Kulihat Hara malah menyembunyikan wajahnya lagi, nampaknya ia sangat malu
“siapa bilang kau superstar? Suaramu kalah bagus dengan Jonghyun-ssi, dance mu pun kalah dengan Eunhyuk oppa
“yakkk kau ini dasar—“
Grep….
Tiba tiba saja Hara memelukku dari belakang, aku hanya bisa mematung. Jantungku terasa berdegup sangat kencang “kau bukan superstar, kau Lee Taemin yang pabo, sahabat kecilku dan aku……..merindukanmu”
Aku langsung membalikan badanku, mengangkat wajahnya “kau merindukan aku?”
Pletak… Hara memukul kepalaku “kau benar benar tidak berubah, masih saja pabo! Aku sudah lama tidak bertemu denganmu, tentu saja aku merindukanmu! Kenapa kau bertanya seperti itu” aku bisa merasakan Hara semakin mempererat pelukannya, ia sandarkan kepalanya didadaku dan aku bisa merasakan ia sedang menangis
Kuberanikan untuk menyentuh rambutnya, kubelai secara perlahan dan lenganku yang satunya kugunakan untuk mendekapnya “mianmianhae aku tidak bermaksud seperti itu, aku juga merindukanmu. Mianhae
Tiba tiba Hara melepaskan pelukannya dan ia memukulku lagi “kenapa? Kenapa kau minta maaf, jangan meminta maaf bodoh”
“ah baiklah kalu begitu, Hara-ya apa kabarmu selama ini?”
“aku baik baik saja, hanya saja sekarang aku bekerja paruh waktu untuk membiayai hidupku”
Mwo? Bekerja?”
ne, memangnya kenapa? Kau juga sama sepertiku bukan? Bekerja”
“tapi—tapi apa Minkyu ajhumma tidak memberimu makan hingga kau harus bekerja?”
Pletak… ini untuk yang ketiga kalinya ia memukul kepalaku
“benar benar pabo, tentu saja aku diberi makan, kalau tidak mungkin aku sudah pergi ke surga dari dulu”
“tapi kenapa harus bekerja? Kau tidak boleh bekerja!” tegasku
“kau gila, kalau aku tidak bekerja bagaimana aku bisa sekolah, Minkyu imo sudah tua tak mungkin aku mengandalkannya terus”
“aku tidak mau tahu, biar saja aku yang membiayaimu!”
Hara POV
“aku tidak mau tahu, biar saja aku yang membiayaimu!”
Aku membelalakan mataku, Tuhan kenapa kau membuat sahabatku menjadi gila? Dia masih muda, dosa apa yang sudah ia perbuat padamu Tuhan
“kau gila eo?”
“memangnya kenapa?”
“Kau pikir kau ini siapa? Jangan bertindak seolah olah kau suamiku!” kataku dengan sedikit kesal
“kalau begitu ayo kita menikah! Biar aku bisa menafkahimu!”
“LEE TAEMIN!!!!” Ia terlihat menutup kedua telinganya
“apa?”
“aishhh neo jinjja! Kau ini benar benar pabo!”
“berhenti menyebutku pabo! Aku tidak pabo, aku ini pintar, tampan, hebat dan juga—“
“apa eo?”
“mencin—mencintaimu”
Author POV
Suasana seketika menjadi hening, mereka sibuk dalam pikiran mereka masing masing
“kenapa diam saja” Taemin mencoba memulai pembicaraan
“eh?”
“aku—aku benar benar men—“
“aku juga mencintaimu” jawab Hara secepat mungkin, membuat Taemin sedikit tersentak dilihatnya Hara berlari ke balkon ia terus terusan menutupi wajahnya, malu mungkin. Taemin melompat lompat kegirangan, ia tak kuasa menahan rasa bahagianya, ia segera menghampiri Hara di balkon
“masuklah disini dingin” Taemin memeluk Hara dari belakang kemudian memegang tangan Hara yang masih menutupi wajahnya
“jangan seperti itu, nanti aku tidak bisa melihat wajahmu yang cantik”
Cup~ Taemin mengecup pipi Hara membuat pipi yeoja yang masih di didalam pelukannya  bersemu sangat merah
“kau membuatku malu” kata Hara menatap mata Taemin, Taemin tersenyum, jari panjangnya menyusuri mata, hidung, bibir dan dagu milik Hara
“Hara neomu yeppeo…micheo…replay replay replay…
Perlahan tapi pasti bibir tipis milik Taemin sudah berada di bibir lembut milik Hara, mengecupnya penuh cinta dan perlahan berubah menjadi lumatan lumatan kecil, tangan Hara mulai melingkar dileher putih Taemin. Mereka berdua mulai berjalan menuju kamar tanpa melepaskan tautan bibir mereka
Alunan alunan itu mulai keluar dari bibir mungil Hara tatkala tangan Taemin mulai iseng meraba-raba tengkuknya, menekannya semakin dalam dan dalam, lidah Taemin berhasil memasuki ruang mulut yeoja chingu-nya itu bermain main sebentar didalam sana dan mengajak lidah Hara untuk saling membelit menyalurkan cinta mereka satu sama lain. Sadar karena sudah terlalu lama, Taemin melepas tauatan mereka disibaknya poni yang menutupi kening Hara untuk semakin memperjelas wajah cantiknya itu
“kau bermaksud membuatku mati tuan Lee?” tanya Hara masih dengan nafas setengah setengah, lengannya masih setia melingkar ditempat semula, berbeda dengan Taemin yang kini mulai membelai leher jenjangnya kemudian turun ke area pinggangya yang membuat Hara mengigigit bibir bawanhya berusaha menahan desahan
“kau sexy sekali sayang” lirih Taemin sambil menatap Hara dalam—membuat yeoja-nya seakan terintimidasi dalam manik mata berwarna hitam itu. Lagi, pipi Hara merona untuk yang kesekian kalinya, hatinya berdebar sangat kencang mendengar Taemin memanggilnya seperti itu
Saat Taemin berusaha menyatukan bibir mereka lagi, Hara menahannya membuat Taemin yang sudah terbawa nafsu mengerutkan dahi
“kakiku pegal” rajuk Hara, tanpa pikir panjang Taemin langsung mengangkatnya ala bridal style menuju kasur putih disamping mereka, melemparkan tubuh Hara diatasnya dan menindihnya
Taemin mengecupi seluruh bagian wajah Hara tanpa terkecuali, hanya sebuah kecupan ringan tetapi membuat nafsu Hara meningkat, tanpa sadar ia meraba raba punggung Taemin sementara Taemin tengah asik bergulat dilekukan leher Hara, menciuminya, menjilatnya kemudian menghisapnya hingga menimbulkan tanda kemerahan yang cukup banyak
“kau wangi sekali sayang, aku tidak sabar ingin menyentuhmu lebih dalam” Hara sedikit bergidig saat Taemin mengatakannya terpaan napas yang menyentuh leher Hara membuat sesuatu didalam dirinya kembali berdesir dan sejak kapan Taemin berubah menjadi namja seperti itu?
Kini tangan Taemin bergerilya diarea dada Hara, menyentuhnya antara mau dan tidak, seperti ragu ragu dan itu semakin membuat Hara penasaran, ia mengerutkan keningnya melihat kelakuan Taemin
“sabar sayang, kita lakukan ini secara perlahan. Nikmatilah setiap sentuhan dan kecupanku” Hara menganggukan kepalanya, terserah apa yang akan namjachingu-nya itu lakukan. Alunan itu lolos lagi, saat dirasa sesuatu menjamah dadanya dari luar kemeja yang ia kenakan. Alunan itu semakin keluar saat Taemin menggunakan kedua telunjuknya untuk memijit mijit puncak dada Hara layaknya sebuah bel
“Taem ssshhhhhh~~~”
Taemin tak menggubrisnya, ia justru semakin bersemangat melakukan hal tersebut, dua kancing kemeja Hara berhasil ia lepas menampakan bra hitam dengan isi yang nampak padat didalamnya, menyembul malu malu membuat Taemin gemas. Baru kali ini ia melihatnya secara langsung bahkan ia mempunyai kesempatan untuk menjamahnya. Jari jari panjang Taemin menitih bukit itu, menekannya secara perlahan membuat sensasi tersendiri bagi sang pemilik
“bolehkah?” tanya Taemin diiringi anggukkan Hara, dilihatnya Hara tengah menggigiti bibir bawahnya, rambutnya yang acak acakkan dengan muka memelas membuat kesan sexy melekat disana. Taemin mencium bibir Hara sebelum akhirnya berhasil membuat yeoja-nya itu halfnaked, ia menahan napasnya. Ini bahkan jauh lebih sexy dari yang ia lihat dimajalah dewasa milik Eunhyuk yang tak sengaja ia temukan saat berkunjung ke dorm Super Junior
“jangan melihatku seperti itu” Hara berkata malu malu
“kau menggoda sekali sayang” dan kini Taemin berhasil membuka pengait bra milik Hara, dilemparnya sembarangan bra tersebut, matanya berbinar menyaksikan dua daging kembar yang bulat dan nampaknya sangat kenyal tersaji dihadapannya
“ouhhhh jaehhhh uhhhh ballhhhh” desah Hara saat wajah Taemin berada diantara dadanya, menggesek gesekkan hidungnya disana membuat sensasi geli juga nikmat, tak lama kemudian mulut Taemin yang hangat juga basah sudah menikmati puncak dada Hara. Tangan Hara tak bisa diam ia terus terusan menjambak dan menekan kepala Taemin seakan meminta lebih.
Bosan dengan dadanya, wajah Taemin hinggap diperut datar Hara, menjilatinya bak kucing dan sesekali menandainya disana
“ahhh ssssshhhh”
Pinggul Hara tak mau berhenti bergerak saat ini kecupan itu berada di tali pusarnya, lengannya yang tadi menjambak Taemin kini meremas remas dadanya sendiri yang tidak bisa dibilang kecil itu guna menahan gairah. Tangan Taemin meraba paha bagian dalam Hara yang hanya terbalut hotpans, merangkak naik hingga sampai di mahkotanya, membelainya sekilas membuat Hara semakin kesetanan
Bibirnya menciumi bibir Hara lagi, bahkan kini lebih panas dari sebelumnya, tangannya menggantikan tangan Hara meremas remas dadanya itu, tidak bisa dibohongi Taemin menyukai kedua benda kenyal tersebut ia seakan tak pernah puas untuk menjamahnya. Masih dengan bibir mereka yang bertautan, tangan kanan Taemin bergerilya keselangkangan Hara membelai belai pahanya sedikit mencubitnya kemudian mulai berani membuka resletingnya. Ia mengetuk ngetukkan jarinya disana—tepat didepan lubang Hara, Hara melepas ciuman Taemin
“ohhhhh ahhsssss taem”
“hmmppppp” Taemin menjawab dengan mulut yang kini disesaki dada Hara, sementara jarinya yang dibawah sana masih asik mengetuk ngetuk bahkan kini membelainya intens
jaeballllll~~~ahhhhhh”
Taemin bangkit—tetap dengan jari disana, ia malah semakin menggerakkannya dengan agak cepat dan kasar kemudian perlahan, sangat pelan dan cepat lagi begitu seterusnya, keadaan Hara sudah sangat kacau tapi malah sangat menggoda dimata Taemin
“taem ohhhh taemin ahhssss akhhhhhhhhh” lenguhan itu keluar disertai cairan dimahkotanya, Taemin menyeringai senang berhasil membuat Hara mengeluarkan untuknya, dibukanya hotpants beserta underwear Hara sekaligus, pipi Taemin menghangat melihat milik kekasihnya, berwarna kemerahan dan mengkilat karena cairannya tersebut
Taemin menenggelamkan wajahnya diantara selangkangan Hara, awalnya hanya mengecup tapi lama kelamaan ia menjilati milik Hara hingga cairan itu benar benar bersih
“ahhhhh apahhh yanggghhhh kau uhhhhh lakukan ssshhhhh”
Taemin tak menjawab pertanyaan Hara, ia tetap melanjutkan aksinya akhirnya Taemin menemukan daging kecil yang berbentuk seperti kacang itu, benda itu kemudian dijilat disedot cukup kuat olehnya membuat desahan Hara semakin mengencang
“ahhhhh taem ohhhh nikhhhmatsss ahhhhh”
Apa ini yang dinamakan klitoris ya? Batin Taemin. Lalu menyedotnya lagi
“ahhhh akuuuuuu keluarrraahhhhh” Taemin berdiri dan mengecup pipi Hara
“giliranmu sayang ahhh” ucap Taemin se-sexy mungkin, Hara yang masih menikmati gelombang orgasme-nya sedikit terhuyung saat mencoba bangkit untung saja ada Taemin yang menahannya
.
.
.
Taemin memejamkan matanya sambil mendesah ketika mulut mungil Hara mengecupi dadanya yang mulai bidang, dada putihnya itu telah dipenuhi bercak bercak merah tanda cinta milik Hara, Hara kini beralih ke leher Taemin menghisap jakunnya membuat Taemin mengerang keras yang langsung dibungkam oleh ciuman Hara, posisinya kali ini—women on top membuat keuntungan sendiri bagi Taemin, Hara yang kini tengah menghisap jakunnya lagi membuat dadanya yang rata tertekan oleh dada Hara yang sintal dan kenyal
Hara beralih ke tubuh bagian bawah Taemin, ia membuka celana jeans panjang milik Taemin hingga hanya menyisakan boxer berwarna hitam, Hara menatap Taemin—ia ragu tapi Taemin memberikannya senyuman seolah sebagai kekuatan
“buka saja sayang, adikku ingin berkenalan denganmu”
“huaaaaa” Hara menutupi wajahnya melihat adik Taemin mengacung dengan tegaknya—antara takut dan malu juga penasaran, itulah yang ia rasakan kini. Menyadari itu Taemin bangkit dari duduknya dipegangnya bahu Hara
“kenapa sayang?”
“aku malu” Hara masih menyembunyikan wajahnya
“tidak apa apa, ayo kita lihat” Taemin menurunkan tangan Hara, tapi Hara masih menutup matanya “buka matamu sayang” akhirnya Hara mau membuka matanya walau masih dengan perasaan takut
“bagaimana?”
“panjang sekali” bisik Hara malu malu, Taemin tertawa mendengarnya
annyeonghaseyo, aku adik dari Lee Taemin, sentuh aku noona aku ingin berkenalan denganmu” Taemin menirukan suara anak kecil sambil menggoyang goyangkan ‘adik’nya—seolah-olah ‘adik’nya itu bisa berbicara, Hara tak kuasa menahan tawanya melihat tingkah Taemin
“kau dengar sayang, ayo sentuh dia”
.
.
.
 “ahhh yeahhh goooddd inihhhh nikmathhhh” Hara memaju mundurkan mulutnya—‘adik’ Taemin tak mampu ditampung semua oleh mulutnya, jadi bagian yang tidak masuk kedalam mulutnya ia pijat dengan tangannya sendiri
“deeperrr ahhhh suck it babehhhhh” desah Taemin sambil memejamkan matanya . Hara semakin bersemangat memaju mundurkan mulutnya bahkan Taemin yang tadinya berbaring langsung duduk merasakan kenikmatan yang tak pernah ia alami sebelumnya, tangannya mencari cari dada Hara lalu meremasnya kuat
“aahhhhhh aku keluarhhhhhhhh” buru buru Taemin melepas ‘adik’nya lalu mengeluarkan cairan itu didada Hara
“yakkk lihat dadaku jadi lengket”
“biar aku yang membersihkannya sayang”
.
.
.
Taemin menyeka keringat disekitar kening Hara “apa kau siap sayang?”
“aku dengar itu sakit” jawab Hara ragu
“aku berjanji tidak akan menyakitimu” Taemin tersenyum lalu mencium lembut bibir Hara, Hara mengangguk pelan. Taemin mulai membersihkan dada Hara dari cairannya Hara mendesah lagi terlebih saat Taemin mengulum puncaknya
“ahhhhh taemin hhhh”
Kini ia berada di depan selangkangan Hara, menjilatinya sebentar agar milik Hara tidak terlalu kering, setelah itu ia memasukan jari tengahnya ke lubang Hara
“ARGGGHHHH” Hara menjerit kesakitaan, Taemin lalu meremas dada Hara agar rasa sakitnya mulai berkurang
“sabar sayang” Taemin memasukan jarinya lagi—kali ini dua sekaligus kemudian ia langsung mengeluar masukan jarinya didalam milik Hara
“ahhhhhh Taemin ohhhhh”
 Mendengar Hara mendesah Taemin semakin bersemangat melakukannya “teruslah mendesah sayang”
“ahh ada yang shhhhh mau keluar ahhhhhhh”  Taemin mengeluarkan jarinya dari milik Hara, jarinya dipenuhi cairan—Taemin menjilatinya hingga bersih
“kita masuk ke intinya sayang”
.
.
.
 “ARGHHH APPO!!!! Hiks hiks” tubuh Hara menggelinjang saat merasakan sesuatu yang panjang memasuki tubuhnya, ia mencakar punggung Taemin sambil menangis
“maaf, apa begitu sakit?” Hara mengangguk sementara tangan kanan Taemin menyeka air matanya dan tangan kirinya meremas dada Hara agar sakitnya berkurang
Taemin melihat kebagian bawah tubuh mereka ia tersenyum senang “terimakasih telah memberikannya padaku” ucapan itu hanya dibalas senyum yang masih bercampur nyeri oleh Hara, Taemin menggerakan adiknya sebentar
“masih sakit?”
“sedikit”
“apa kita hentikan saja?”
“jangan, lanjutkan saja aku tidak apa apa”
“ahhhhh damnnnnn terusshhhh ohhhhh”
“punyamu sempithhhh ahhhhhh ini nikmathhhh shhhhh”
Desahan desahan itu saling bersautan saat milik keduanya menyatu, Taemin tak henti hentinya menggerakkan miliknya sambil meremas dada sintal Hara sementara Hara asik menjambak rambut Taemin, ia terlalu terbawa oleh nafsu dan kenikmatan duniawi
“ahh taeminhhh fasterhhhh ohh yeahhhh”
“as your wish bebhhh ahhhh” Taemin semakin kencang dan cepat memaju mundurkan adiknya
“ahhhhh so tight erghhhhhh”
“ohhh taemin akuhhh keluarrrr ahhhh” Hara menggelinjang membiarkan gelombang itu menyapa dirinya, rasanya sangat lega dan ringan, Taemin mengecup keningnya cukup lama
“tapi aku belum“ Taemin melihat wajah Hara yang nampak sangat lelah “biar aku menyelesaikan sendiri saja” ucap Taemin lalu mencabut ‘adik’nya
“maaf Taem, harusnya aku yang melakukannya tapi aku hhhh benar benar lelah”
“tak apa” Taemin mengacak ngacak rambut Hara
“kau kuat sekali Taem” Taemin hanya nyengir dipuji seperti itu ia pun bergegas menuju kamar mandi
.
.
.
 “kau sudah selesai?” tanya Hara saat melihat Taemin keluar dari kamar mandi, ia tidak memakai celana tapi adik kecilnya terlihat sudah tidur sekarang
“jangan memandangiku seperti itu noona, aku malu” lagi lagi Taemin membuat adiknya seolah olah berbicara. Ia berbaring disamping Hara lalu membawa Hara kedalam dekapannya
“apa kau menyesal?” tanya Taemin
“tidak—mengapa bertanya seperti itu”
Cup~ Taemin mengecup bibir Hara “tidak, tidurlah kau pasti lelah”
jaljayo Taem—ahhhhh” Hara mendesah saat sesuatu dirasa memasukinya lagi, ia menatap Taemin heran
“ia kedinginan, biarkan tetap disana”
“tapi kau jangan menggerakannya”
“baiklah dan aku juga ingin ini” Taemin menunjuk nunjuk dada Hara “terserah padamu” Taemin tersenyum senang bagai anak kecil yang baru mendapat hadiah
“selamat tidur sayang” bisiknya, lalu mulutnya menyusu pada dada Hara
END
Huaaaaa gimana???? /.\
Ancur kah? Banyak typo kah? Pasti gak hot ya? *jedotin kepala ke tembok* terimakasih yang udah baca FF abal saya, maaf kalau ada salah salah seputar sifat, panggilan di member SHINee karena saya bukan shawol uu
RCL please, gamsahamnida *bow*
Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 03/02/2013, in OS, Shinee and tagged . Bookmark the permalink. 56 Comments.

  1. ffnya kereeeeeeen 🙂

  2. keren thor aku suka! ^^ mereka lucu hahaha

  3. Hahah,,,, kocak thor seru!!! Q Bca nc’ny jg mlah senyum2 gaje-__- sequel thor~~

  4. Mereka Lucu kayak malu2 Tapi mau hehehe

  5. keren thor,,
    kocax bgt,,
    butuh squel nih,,,

    ~>squel y, jebal..

    #maksa

  6. Kim Hyeon Ah

    Biasanya aku ngeri2 gmn gitu pas baca ff yadong. Tapi ff yadong yg 1 ini sukses bikin aku ngakak XD keep writing… Feel romancenya kerasa bngt loh…

  7. taeminie ku yg polos pergi antah berantah dari dunia ini hhuuuaaaaaaaa *lebehmodeon

  8. Waaaah,,uri magnae…sudah besar rupa’y..

  9. Oktavia_maniak ff

    YA! HOT banget x_x
    aku gak bisa ngebayangin kalo taeminnie bisa kyk gt:D #Namanya aja FF
    nice thor, lanjut

  10. omo..oanas sendiri bacanya

  11. wow. Fantastic .

  12. daebakk daebakk
    k
    e
    r
    e
    n
    ABISSS !

  13. shineelfboice

    Jinjja daebakkk

  14. daebak…
    ffx kren n hooootttt bwgd…

  15. waaaaaaaaaaaaaaaaaaaawwwww kreeeeeeeeeeeeeeeeennnn (y)

  16. Pas mulai pertengahan ceritanya aku rasa ngebosenin, tapi keren ko endingnya 😀
    #yaaadddoooong plakk

  17. Maaaaaafff, aku g tamatin bacanya. Bkan krna critanya g seru. Tpi g tega bayangin tae min bgituuu… Hiks hiks… Maaf, terlanjur membayangkan dia dgn sgla sifat cute nya

  18. Yah thor!!! Tamin ku tak PABO!!!,dia tuh keren!!! ..apa lagi jonghyun…. Mereka berdua itu ELASTIC!!!! FANTASTIC!!!
    Tapi Keren kok ceritanya!!
    Daebak!!
    Daebak!!!

  19. Taemin oh Taemin kok jd pabo gitu yah…
    I2 seru thor kocak ceritanya… ^^

  20. Daebakkk :O

  21. Lanjutkan thor :3

  22. Ga nyangka taemin yg cute,bisa kaya gitu.
    Ckckckck

    ini ff yg menggambarkan perasaan yg sebenar’y banget,kalo udah berhadapan ma pasangan.keren thor.

  23. “Annyeonghaseyo, aku adik dari Lee Taemin, sentuh aku noona, aku ingin berkenalan denganmu”
    kyaaa~ Cutenyaaaa
    aduhhh, kok dapet ‘feel’ yang lain yaa wkt baca ff ini?
    Kalo biasanya baca ff yadong tu keringetan, sekarang sakit perut kebanyakan ketawa…. Hehehehe….
    Sering2 buat ff nc yang ginian yaaaa….
    DAEBAK!!! ^_^b

  24. Aigo~~
    hwaa.. gx kbyang..
    keren..

  25. keren bnget thor
    Buat yg lebih panjang lagi ya thor
    Like This

  26. fictnya lucu thor^^ hahhaha

  27. Ahhh?? Bukan shawol thor? Hebat benerr :ü, bkan shawol tapi sukses bikin ff nc nya shinee, , huaaaa daebbak thor

  28. lebehismine

    ffnya kereen.. apa lagi taemin-nya >,< *uaa nge-fly deh ke saturunus
    daebbakk!!
    lanjut thor, -.- #yadongnya kumat

  29. Forycha kinasih

    Keren,keren,keren..
    Daebbakk thor…
    I like it yadongnya..

  30. taemin bukan anak kecil lagi._.

  31. aduuuch dedeknya taeminie
    lucu banget kedinginan
    wkwkwk

  32. Sung Hyo Kyung

    K Y E O P T A!!~ /telen pom pom/(?) /keselek thor minta minum thor /aegyeo /ditabok

  33. Sung Hyo Kyung

    Oh iya author yang cimidh cekali aku request ff anak exo dooong siapa aja deh:3 gomawo:-*

  34. Daebak….!!!!

    #sambil ngacungin jempol

  35. Taemin lucuuu bgt sih ngomong sama adeknya ;;-;;

  36. sepanjang perjalanan aq baca ff ini bikin aku senyum2 kaya orang gila.. Cerita x lucu banget,, hhee 🙂 keren thor..

  37. yg trakhir bikin ngakak. Wkwkwk xD

  38. Baru bca sdkit aj dah ketauan FF’a sama persis kya yg aku baca di WordPress sbelah..ini entah author’a org yg sma ato siapa yg m’copy siapa ya ???

  39. lucu thor, ncnya juga bagus..

  40. daebak chingu taemin kayak anak keci heee…
    minho sama evilny sama kyu oppa…kkkk

  41. kereeeen 😉

  42. min lemes,karena pikiran yadong sambil ngakak….
    DAEBAKK!

  43. Huahahahahah…
    ( tertawa guling 2x ) …..
    Huahahahahah…
    Aduh sakit perut …kebanyakan ketawa ..
    ( mian ya author … aq jd ketawa di ff genre nc .. bahkan sampai akhir cerita …yg nyangkut di otak cuma moment ini … mian ya )

    Aduh … key … phobia setan ya??? Ms taemin di blg setan?? Huahahahahah dorm shinee pagi 2x. Heboh …..
    – taem lsg lari keliling meja …. sampai ngos ngos an lg …
    – ( tepok jidat ) Minho ngapain peluk jonghyun??? Trus knp jonghyun meluk onew??? Anddddd onew knp malah meluk tembok???
    – syukurin …. key kepala nya di ketok sama panci … ( kasihan … panci nya sampai penyok…Huahahahahah)
    Aigoo shinee ganteng 2x kok error ya??

    Ommo baby tae … kok pervert???? Bahkan sampai detik detik terakhir jg ckckck ….

    Niceeeee story author …muach

  44. Puanas alias hot._.(Y)
    Keren min._. Alurnya cetuar membahana
    ._.tak kusangka Taemin ohh laa-llaaa-_-v

  45. astagaaaa….. asik bgt…….

  46. aigooo lucu’e merka berdua pgn nyubit deh,taem baik y hara’e cpe dia rela bkin adik’e tdur sndr coba kalo yg laen pasti az dtrusin hehe #ngemeng ap sh

  47. adek kedinginan, kakak ngedot sblm tidur,

  48. Mereka b2 malu2 v mau
    😛

  49. Arlenne eulenoor

    Nggak kok…ff nya hot…keren..the best deh… Keep writing..:)

  50. Jung Sooyeon | Park Leera

    Sequel donk gimana akhirnya mereka nikah atau kagak thorr

    Daebak thor

  51. Haha… Taemin… aku gak nyangka Orang sepolos itu lakuin kayak gitu… keren FF nya 😀

  52. Hahaahaaa lucu thor..ditunggu postingan barunya ya

  53. Jalan ceritanya bagus 🙂

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: