My Heart For You (Part 1)

Part 1
1. Author      : Chayl.V
2.  Title          : My Heart For You (Part 1)
3. Type            : One shot +21
4.  Cast            :
·         Park Sandara (2NE1)
·         Song Jong Ki
·         Jia (MISS A)
·         Junsu (JYJ)
·         Onew (Shinee) as Jinki
·         Baro (B1A4) as Sun Woo
·         Hyewon (5dolls)
“Benar, aku mencintai Jong Ki oppa.” Kata Dara meyakinkan dirinya.
                Hari ini Sandara akan menikah dengan seorang laki-laki yang telah memiliki seorang anak. Ya, memang tidak sedikit orang yang mencela keputusan Dara, namun Dara selalu meyakinkan dirinya, karena ia telah lama menyukai Jong Ki sejak lama.
                “Eomma…. Anyeonghaseo….” Seorang pemuda cilik dengan jas yang berukuran cilik pula menyapa Park Sandara yang duduk manis dengan gaun pengantinnya.
                “O… Jinki-a …”
                Pemuda cilik itu menghampiri Dara dan berada dipelukan Dara. Jinki adalah anak Jong Ki dan mantan isterinya, Jia. Jong Ki dan Jia bercerai saat setelah Jia melahirkan Jinki. Keputusan ini diambil lantaran alasan Jia yang belum ingin menjadi seorang ibu dan menjadi seorang isteri untuk Jong Ki. Jong Ki pun tak ingin menghalangi keinginan dan cita-cita wanita yang ia cintai ini untuk menjadi seorang wanita karir. Memang berat hati Jong Ki melepaskan Jia, bukan hanya karena rasa cintanya pada Jia yang begitu besar, namun karena Jinki, Jinki kecil yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
                Kini usia Jinki 3 tahun. Masih belum terlambat untuk Jinki mendapatkan kasih sayang dari Sandara, ibu baru Jinki. Tak lama waktu yang diperlukan Jinki dan Sandara untuk akrab. Sejak awal hubungan Sandara dan Jong Ki, Sandara telah memperlihatkan kasih sayangnya pada Jinki dan menganggap Jinki adalah anaknya sendiri. Tentunya ini adalah nilai plus Sandara di hadapan Jong Ki dan membuat Jong Ki bertekuk lutut untuk menikahi Sandara agar anaknya bisa mendapatkan kasih sayang dari Sandara.
                ***
                “Dara-ah …” Jong Ki memasuki kamar kecil dengan dinding yang bergambarkan kartun.
                “Apa kau akan semalaman berada disini?” Tanya Jong Ki melihat Sandara yang tengah berada di ranjang bersama Jinki yang telah terlelap.
                “Stttt…” Dara menaruh telunjuknya di bibirnya.
                Dara pun beranjak bangun dari ranjang kecil tersebut. Memperpelan langkahnya saat mendorong paksa Jong Ki untuk keluar dari kamar tersebut.
                “Yak oppaaa…. Jinki bisa terbangun.”
                “Chagiaa… Setiap malam kau selalu menemani Jinki tidur terlebih dahulu dari pada suamimu ini. Aku selalu mendapat giliran kedua.” Kata Jong Ki memasang wajah memelas.
                “Aissh… Kenapa oppa lebih cute daripada Jinki?” Kata Sandara menggoda.
                Jong Ki dengan cepat memasang senyumnya dan meraih pinggang Sandara dengan tangannya. Tangan Dara menempel pada dada bidang Jong Ki dan berbalutkan kaus biru tua. Jong Ki mendekatkan wajahnya pada wajah Dara untuk meraih tulang pipi Dara.
                “Opaa…”
                “Wae?” Tampak kekesalan tersirat pada wajah Jong Ki.
                “Kita ke kamar saja, nanti Jinki terbangun. Hm???” Sandara meninggikan satu alisnya untuk meyakinkan Jong Ki.
                Namun Jong Ki memalingkan wajahnya dari pandangannya pada Dara untuk mengekspresikan kekesalannya.
                “Yak, oppa marah?”
                “Auhhhh ….”
                Teriak Dara ketika ia terkejut saat Jong Ki tiba-tiba menggendongnya ala penganti baru.
                “Untuk apa aku marah padamu??” Kata Jong Ki memberikan senyumnya.
                ***
                Jong Ki menghempaskan tubuh Sandara pelan pada tepi ranjang cinta mereka. Sejenak Jong Ki memperhatikan wajah isterinya ini.
                “Aku tidak akan pernah bosan melihat wajahmu chagi.”
                Dara melayangkan senyum cantiknya pada suaminya. Jong Ki pun memberikan belaian lembut pada poni halus Sandara.
                “Oppa, kemarilah…” Sandara memberikan sedikit ruang agar suaminya dapat berbaring disampingnya. Jong Ki pun tak melawan dan menuruti kata isterinya tersebut.
                “Tidurlah dihatiku chagi…” Dara mendekatkan wajahnya pada dekapan suaminya. Merasakan detak jantung Jong Ki dengan menempelkan telinganya.
                “Kita akan bahagia bersama Jinki kan oppa?”
                “Tentu, kita akan bahagia bersama Jinki dan anak-anak kita kelak.”
                “Anak kita?”
                “Hm… Jinki juga butuh teman. Kita akan bersama-sama membesarkan Jinki kita.”
                “Jinki kita… Ya, aku sangat menyayangi Jinki, oppa. Sekarang aku merasa bahwa aku lebih bisa menjadi ibu yang baik bagi Jinki.”
                “Kau sangat menyayanginya?” Dara lantas mendongakkan kepalanya untuk meyakinkan suaminya.
                “Apa kau masih menanyakannya? Kau tak percaya padaku?”
                Jong Ki hanya membalasnya dengan senyuman. Ia berusaha meraih kepala Dara agar terdekap kembali dipelukannya.
                “Tentu aku percaya padamu. Bahkan suamimu ini menjadi pria nomor dua dihatimu. Bagaimana aku tak percaya kalau kau sangat menyayangi Jinki?”
                Dara hanya tertawa kecil mendengarnya. “Lalu, aku wanita nomor berapa yang ada di hatimu?”
                Senyum Jong Ki mulai memudar dari bibirnya saat mendengar pertanyaan tersebut dari isterinya. Benar bahwa ia sangat mencintai isterinya, Sandara. Namun ia masih belum bisa memungkiri bahwa otaknya masih sering kali menyebut Jia, mantan isterinya. Dahulu Jia dan Jong Ki adalah pasangan kekasih yang sangat bahagia. Mereka saling mengisi kekurangan satu sama lain dan berkomitmen untuk mendahulukan cita-cita Jia untuk menjadi seorang desainer profesional. Namun komitmen tersebut di ingkari Jong Ki yang dulunya sangat menginginkan Jia hingga Jia hamil. Itulah sebabnya Jia meninggalkan Jong Ki dan Jinki di Korea, sedangkan ia menemui karirnya di Amerika.
                “Oppa….” Panggilan Dara membangunkan lamunan Jong Ki.
                Jong Ki mulai beranjak. Ia mengangkat setengah badannya dan bertumpu pada sebuah tangannya agar dapat menatap wajah Dara lebih jelas.
                “Sekarang hanya kau yang pertama, dan satu-satunya.”
                “Jeongmal?” Kata Dara menatap mata Jong Ki mencari kebenaran.
                “Aku janji, Jinki akan dibesarkan dengan kasih sayang Park Sandara sebagai ibunya.”
                Bagai kebenaran yang Dara cari di bola mata Jong Ki telah ia dapat. Ia meyakinkan dirinya lagi untuk percaya bahwa Jong Ki hanya mencintainya. Masih terngiang rasanya di telinga Dara mendengar banyak orang mengingatkan Dara bahwa Jong Ki akan kembali pada Jia. Rasa takut akan kehilangan suami dan anaknya selalu terbayang di pikiran Dara dan membuatnya sulit untuk percaya pada Jong Ki.
                Tiba-tiba sebuah benda menutup senyum Dara yang hendak memberikan senyuman pada suaminya. Bibir mereka bertemu dan decatan suara mulai terdengar dari bibir Jong Ki yang mengulum bibir bagian bawah Dara. Dara tak membalas karena ia masih terkejut atas tindakan suaminya yang tiba-tiba. Namun ia mulai merasakan jawaban atas keraguannya pada Jong Ki. Ciuman ini benar-benar lembut, benar-benar mengekspresikan rasa sayang Jong Ki pada Dara. Akhirnya Dara pun menutup mata, merasakan sentuhan yang diberikan suaminya di bibirnya kemudian membalasnya.
                Tanpa tersadar Dara mengalungkan tangannya pada leher Jong Ki agar ciuman mereka tak terlepas. Satu tangan Jong Ki menggenggam bahu Dara dan satunya lagi menjadi tumpuannya agar tak jatuh di tubuh isterinya.
                Ciuman mereka semakin dalam. Jong Ki mulai berpidah posisi dengan menindih tubuh isterinya. Menghimpit tubuh isterinya dengan kedua lututnya namun tetap bertumpu.
                “Hhhhmmmeuummm” desah Dara disela ciuman.
                Jong Ki melepas ciuman mereka dan menatap Dara intens, seakan meminta persetujuan Dara.
                “Kenapa kau menatapku seperti itu oppa?? Lakukan apa yang kau mau.” Kata Dara yang masih melingkarkan tanyannya.
                Seakan mendapat persetujuan dari Dara, Jong Ki segera melepas kaus yang ia kenakan. Hingga tubuh bagian atasnya tak berhelai kain. Menampakkan abs nya yang telah berbentuk. Jong Ki hendak melepaskan juga celana yang ia pakai, namun aktifitasnya ditahan oleh Dara.
                “Jangan dulu… Bantu aku dulu melepas pakaianku oppa.” Terukir senyum menggoda di bibir Dara. Jong Ki pun tak membiarkan permintaan isterinya itu.
                Satu persatu kancing baju Dara ia lepaskan dengan pelan hingga kancing terakhir. Dibuangnya kain yang menutupi tubuh bagian atas Dara yang indah tersebut. Terpampanglah kedua gunung yang menyembul keatas seakan meminta dibebaskan dari penjaranya yang berwarna biru tua tersebut. Jong Ki menatapnya sesaat. Namun ia kembali ingin merasakan ciuman yang lebih dalam dari bibir Sandara.
                “Hhheuummmmhh……” desah Dara sukses membuat tangan Jong Ki berkeliaran.
                Jong Ki meresmas payudara isterinya pelan.
                “Aghhoough ….” Jong Ki semakin memasukkan lidahnya dalam mulut Dara.
                Tangan Jong Ki meresmas lagi kedua gunung itu secara bergantian dan sukses membuat Dara semakin mendesah sexy. Dirabanya menyusuri bra milik Dara hingga tangannya telah berada di punggung Dara mencari kunci borgol untuk membukakan pintu penjara kedua benda tersebut.
                Dara terlihat kesal dengan melepaskan ciuman mereka. “Oppa, apa yang kau lakukan?”
                “Kau mencari ini.” Telunjuk Dara menunjuk pada belahan dadanya. Disitulah ternyata letak kunci borgol yang Jong Ki cari.
                Jong Ki tertawa kecil, “Kenapa dia disini?’
                “Lepaskan mereka oppahhhh…” Desahan Dara semakin membuat Jong Ki bergairah.
                Jong Ki menatap fokus kedua gunung tersebut. Dirabanya pundak Sandara, turun kebawah dan membelai lembut payudara yang semakin membuat libidonya naik. Diletakkan beberapa jadinya di tengan belahan tersebut.
                “Cklek..” Dalam sekali gerak, borgol penjara tersebut telah terbuka.
                Para narapidananya pun tak sabar untuk keluar. Disibakkannya bra tersebut dan membuangnya. Terpampanglah kedua gunung tersebut dengan jelas tanpa sehelai benang pun.
                “Kenapa kau melihatnya seperti itu oppa??”
                Pandangan Jong Ki beralih pada wajah cantik Dara. “Yak, chagiaa…. Kenapa mereka begitu besar? Bagaimana kau bisa membuat mereka sebesar ini?”
                “Buat mereka tambah besar oppa, pompa mereka….” Kata Dara sembari mendesah.
                Dengan cekatan Jong Ki meraup payudara kanan Dara dengan mulutnya. Namun tak muat di mulut Jong Ki. Jong Ki berusaha menggigitnya agar tak terlepas dari tautannya.
                Tangannya sibuk membelai payudara kiri Dara yang menganggur dengan belaian lembut. Tiba-tiba tangan kanan Dara menggenggam punggung tangan kiri Jong Ki dan memerasnya bersamaan.
                “Seperti ini opppaaahh…. Lakukan seppertiii ini…..” Dara tampak memejamkan matanya untuk menahan kenikmatan yang diberikan suaminya.
                Seperti permintaan Dara, tangan Jong Ki kini meremas payudara Dara lebih keras, dan lebih kasar tanpa melepas tautannya ada payudara Sandara yang satunya.
                “Oppaaahh…. Pall iiiii …….. Teruuuuuuuuuuuuussss….. Lebih kerrasss….. Agggghhhhhhhhhhhhhh apppoooooooo…… “ Desahan sexy Dara terngiang di telinga Jong Ki.
                Jong Ki melepas aktivitasnya dan beranjak dari ranjangnya. “Yak chagia, kenapa kau sangat sexy, aku bisa mengompol dicelana ini. Aku harus melepasnya dulu.”
                Dara hanya tertawa geli mendengarnya. Jong Ki melepas celananya sekaligur underware yang ia kenakan. Terpampang jelas penis Jong Ki yang membesar, berakar dan memerah. Dara hanya memperhatikannya terkejut. Betapa besar milik suaminya itu pikirnya. Sangat besar…
                “Sekarang aku sudah siap chagi, mendesahlah lagi.” Kata Jong Ki yang kini sudah berada diatas Dara lagi.
                “Aku harus melepas ini juga oppa…”
                “Hm… Biar kubantu. Bagaimana??”
                “Oke baby….” Kata Dara menggoda Jong Ki.
                Jong Ki pun memeras-meras susu Dara seakan mainannya. “Kau selalu membuatku bergairah dengan desahanmu chagi.”
                “Oggghhhh opppa…. Cepat buka…. Pall iii ….” Kata Dara disela-sela desahannya.
                Jong Ki kini bermain dengan agak cepat, ia segera membuka hotpants sekaligus dalamannya dan menampilkan surga milik isterinya yang berseri-seri seakan menyambut kedatangan Jong Ki. Jong Ki sejenak mencium aroma nya.
                “Duduklah chagi…. Bersandarlah.” Dara menurut saja. Dia bersandar di papan ranjangnya.
                Jong Ki melebarkan paha Dara dan mendekatkan wajahnya di surga tersebut. Dikecupnya beberapa kali. Bahkan disekitar-sekitarnya.
                Dara hanya memejamkan matanya menahan sentuhan aktifitas suaminya terhadap dirinya. Semakin Jong Ki berulah pada surganya, semakin Dara tak bisa menahannya. Ia mendorong kepala Jong Ki dan berusaha memasukkan seluruh wajah Jong Ki ke surga tersebut. Kaki jenjangnya ia lingkarkan pada bahu Jong Ki dan menghimpit kepala Jong Ki yang tengah berapa di surganya.
                “Blurrrr…..” Cairan keluar dari surga Dara membasahi wajah Jong Ki. Kaki Dara pun menjadi lemas, tak memiliki tenaga yang cukup untuk menghimpit kepalah Jong Ki lagi sehingga menjadi kesempatan Jong Ki untuk melepaskan kaki jenjang isterinya pada bahunya.
                “Yak chagi… kenapa kau lakukan ini? Lihatlah wajah tampanku menjadi seperti ini.” Kata Jong Ki kesal.
                “Mian oppa. Aku tak tahan, seharusnya kau langsung pada intinya saja. Sini oppa biar aku bersihkan…” Jong Ki mendekatkan wajahnya pada Sandara.
                Dengan lembut Sandara menghapus cairannya dari wajah suami tampannya dengan kedua tanggannya. Bukan hanya menghapus cairan tersebut, namun juga keringat yang bercucuran akibat pemanasan yang baru saja mereka lakukan.
                “Kalau begitu, kita ke intinya chagi”
                “Ne oppa… Lakukan dengan cepat, aku tak tahan.” Kata Dara sembari menyisir rambut Jong Ki dan menekannya pada dadanya.
                Kegiatan tersebut tak di biarkan Jong Ki, Jong Ki pun melahap dua roti yang disodorkan isterinya secara bergantian. Sandara sedikit membusungkan dadanya dan tetap menekan kepala Jong Ki agar tautan terhadap payudaranya lebih dalam.
                “Auughhhhggghh … Opppaaah … Palll…. llii………………….”
                Jong Ki menghentikan aktifitasnya. “Kurasa mereka sudah cukup besar chagi, aku akan memompanya lagi nanti.”
                Dara pun mengangguk pelan. Masih dalam keadaan bersandar, Dara telah bersiap memejamkan matanya agar tak merasa kesakitan saat benda yang SanGat BesAr  miliki suaminya itu masuk dalam surganya.
                Bibir penis Jong Ki menempel pada V milik Dara. Seakan mengetuk pintu surga itu.
                “Pallliiiiiiii……. Opaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh….”
                “Aooouugggggggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhh………..”
                Desah Dara panjang ketika dalam sekali hentakan penis yang sangat besar milik Jong Ki melesat hebat masuk dalam surga tersebut.
                “Apa sakit chagi?” Tanya Jong Ki khawatir.
                “Aniyo oppa, kita sudah sering melakukannya. Jadi aku sudah terbiasa.”
“Tapi kenapa masih sangat sempit chagi… Surgamu benar-benar sempit.”
“Bukankah setiap malam benda mu yang sangat besar ini masuk kedalam sana. Bermalam disana hingga pagi hari?”
                Jong Ki meninggikan sudut senyumnya, “Dia akan menginap lagi disana hingga besok pagi chagi.”
                “Ne opppahh …. Cepat genjot kuat oppa.”
                Jong Ki menggerak-gerakkan penisnya didalam sana. Menggoyak isinya. Namun Dara menempuk keras bahu Jong Ki.
                “Yak chagi …. Appo…”
                “Sudah kubilang, genjotlah oppa, jangan membuatku menahan gairah ini.”
                Dengan sigap Dara segera membalikkan posisi mereka. Woman on Top.
                “Biar aku yang melakukannya oppa.”
                Jong Ki hanya tertawa kecil dan sepenuhnya memberikan permainan ini pada isterinya yang memang lihai di setiap malam mereka.
                Dara mengecup bibir Jong Ki dalam. Membuat dadanya yang tadinya menggantung, kini bergesekan dengan dada bidang Jong Ki. Jong Ki yang tak tahan pun berusaha menangkap kembali tahanan tersebut. Namun malah tangannya yang terborgol. Dara mengunci kedua tangan Jong Ki dengan kedua tangannya dan diletakkan disisi kepala Jong Ki.
                Dara melepaskan tautan bibir tersebut. Ia menaik turunkan tubuhnya dan membuat payudaranya semakin menggesek hebat di dada Jong Ki dan membuatnya mendesah.
                “Aggghhhhhhhhhh…. Chagiiiaaaaaaaaaaaaaa……” Dara tersenyum nakal.
                Ia duduk tetap diatas junior Jong Ki tanpa melepas kontak mereka. Ia sedikit mengangkat pinggulnya dan kemudian melesatkannya lebih dalam hingga keduanya menahan desahan.
                “Eghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……..”
                Seakan sambal yang perlu digilas hingga lembut, Dara menggerak-gerakkan V nya memutar pada junior Jong Ki. Sementara Jong Ki hanya menikmati sensari tersebut.
                Bosan dengan itu, Dara kembali menaikkan sedikit pinggulnya lalu melesatkannya kembali, semakin cepat temponya, cepat, cepat dan lebih cepat. Membuat seluruh ruangan penuh dengan suara decitan ranjang mereka yang ikut bergoyang. Membuat juga keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh mereka.
                “Kenapa kau melakukannya secepat itu chagi, apa kau tak lelah?” Tanya Jong Ki disela-sela hembusan nafasnya yang terburu.
                “Pok pok pok pok pok pok pok …..” Suara bersatunya kedua alat kelamin mereka dengan tempo semakin cepat. Membuat irama yang telah tak beralur lagi.
                “Blurrrrr…..”
                Cairan sperma Jong Ki seakan keluar memenuhi iri rahim Dara. Dara pun tersenyum senang karenanya. Menyiksa suaminya agar ia dapat mengeluarkan spermanya di rahim miliknya. Dara yang kelelahan pun ambruk diatas Jong Ki. Seakan ia sudah tak kuat lagi membuka matanya. Begitu juga Jong Ki yang merasa sangat lelah. Namun masih menyisahkan sedikit tenaganya untuk membelai halus rambut isterinya.
                “Tidurlah chagi….” Tanpa melepas kontak, mereka tertidur lelap.
                ***
                “Chagi-aaa…. Jinki-aa……” Mata Jong Ki sibuk mencari-cari keberadaan isteri dan anaknya.
                “Ini masih pagi, kenapa mereka tidak ada.”
                Jong Ki menuju ruang makan dan berhadapan langsung dengan pemandangan taman dirumah mereka yang terlihat pada jendela kaca. Jong Ki duduk di kursi makan. Jinki terlihat berlarian disana, berlarian bersama ibunya, Park Sandara yang kini telah mengandung. Usia kandungannya kini sudah 7bulan. Dengan perut buncitnya pun Dara masih dapat menangani Jinki dengan baik.
                Jong Ki pun tampak tersenyum bahagia melihatnya.
                Dreeeettttt … Dreettttttt. … Dreeetttt …
                Getar ponsel Jong Ki menghentikan senyumannya.
                “Yeoboseo?”
            “Sajangnim, ada seorang wanita yang datang pagi ini. Dia menunggu anda di kantor.”
                “Nugu?”
                “Jia Agasshi…”
                Dhek, terasa detak jantung Jong Ki berhenti.
                *** to be countinue ….
Next ke part 2 ! ^_^
*Maaf jika kata-katanya berantakan
*Untuk admin … Terimakasih, Kamsahamnida, Thank you :* cium pipi

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 08/04/2013, in Aktor, FF and tagged , . Bookmark the permalink. 23 Comments.

  1. endingnya bikin deg2an…penasaran jg apa joongki akan kembali pada jia??
    semoga next part konfliknya lebih greget

  2. Kajja d lanjut thor palli….

  3. wah Jia malah datang lagi…
    butuh part selanjutnya thor ^^

    baru tau Sandara begitu aktif…hehehe

  4. Keren thor!!! Ku suka feelny jg dpet,,,, dara eonni nakal ye?? Kkkk kbyang onew kecil pasti unyu bngett,,,, skrang z udah gede(?) unyu apalg pas anak2

    part 2 cpetn thor,,,🙂 hwaiting!! Pkok’a jongki hrus tetep ma dara ne thor

  5. Aduh itu jia knpa lg datang,gk masalah si datang asal gak ngerusuh rmh tangga jongki dan dara

  6. ditunggu next partnya yaaa
    penasaran banget ! jangan sampek joongki balik lagi tu sama jia

  7. Kren^^

  8. tiwitawatiwi

    Pokoknya aku ga rela kalo Jong Ki bali sama Jia, jangan ya min *reader maksa*

  9. endingnya sama dara ya min.

  10. Lanjut baca dulu ya lajutannya ‘o’)9

  11. Aissh… cobaan mw datang (Jia dtg). Knapa hati JongKi msh mendua ?

  12. wah NCnya hot
    wah org k3 wah kmbali.. ?

  13. akhirnya ada juga ff yang castnya jong ki oppa (jingkrak2).
    ceritanya bagus, gak bosen buat ngebacanya ^_^, lanjutin ya tapi happy ending

  14. Waaaah mreka hot bgt..
    Jgn2 jia dtg unt balikan sm jongki.
    Haduuuhh bkal ada konflik ni.
    Pdhl dara lg hamil.
    Dh gt jongki msh ada rsa cinta ma jia…
    Penasaraaaaann..

  15. huwaaa jangan sad dong😥 #wkwk😀

  16. #komendlubarubaca

  17. Aku cemburu sama joongki oppa ,, ahhhh my prince ,, kenapa cast yeoja nya ga oc aja ,, heheheh ,,
    Ga rela kalo joongki oppa sama yang lain ,, heheh
    Gumawo ff nya chingu ,,

  18. emang cocok ya jinki jadi anaknya jong ki,kan muka mereka rada2 mirip gitu

  19. waah jia mulai kembali,konflik’e mkin gila nih pasti aq nangis2 nih..

  20. Jia dteng lagi , jong ki bkal tetep sama sandra atau blik lagi k jia ? ??*?u
    Ngapain jia blik lagi ?? Next

  21. Jia dtng apa yg akn tjd slnjutnya?
    next

  22. Ko ada sih ibu yg tega tinggalin anak kndungnya sndri demi karir? ck ck ck ck….

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: