No Other, Only You

yadong nc ff

1.Author                 : ~해~Hae’s Girl!!!
2.Tittle                     : No Other, Only You
3.Type                      : NC 17, Yadong, Oneshoot
4.Cast                       :-Kim Kyumi (Fiction) as Kyumi or Kyujin
:-Lee Donghae (Super Junior) as Donghae
:-Kim Kyujin (Fiction) as Kyujin
:-Kim Kibum (Super Junior) as Kibum appa
Anneyong Readers!!! I’am a new author and I’am a new readers too.

Aku ini Kyuhae Biased, di sini syapa yg sm kyk author??

Begini, ini sebenernya FF keduaku, tp yg pertama kli aku post adl FF yg ini, krn aku mrasa FF aku yg pertama tuh jelek, ga nyambung, and alurnya tuh kecepetan, ya udh aku ga post. Tapi, walopun readerdeul blom tau FF NC pertama aku tuh bgmana, ttp aj aku perlu komen dr readerdeul smua..

okee..Dan, oh ya, mumpung author inget ya kl readers sk sm FF NC ku, follow aku ya  d Twitter @jira_kim. Hmmm ud itu aja disclaimer dr author, check it out!!

Donghae’s POV

“Eomma…sudah kubilang, aku tidak ingin ke Amerika!!!”kesalku.

“Dengarkan eomma, kau ingin menjadi penyanyi terkenal bukan??”tanya eommaku.

“Ne..tapi…”

“Eittsss….eomma tidak peduli, pokoknya, kau harus ke Amerika!!!”

“Ne…memang aku sangat ingin menjadi seorang penyanyi, tapi aku hanya ingin kuliah di Korea saja, seperti di Gyeonggi University, di situ juga bagus”kataku.

“Anniya…eomma tidak mau tau, kau harus kuliah di Amerika agar kau bisa menjadi seorang penyanyi yang terkenal seperti mimpimu itu”kata eomma lalu langsung meninggalkanku sendirian.

Hissshhh…dia tidak mengerti, jika aku menuruti perkataan eommaku, yaitu aku pergi ke Amerika, mungkin aku tidak bisa bertemu dengan yeoja chinguku, namanya Kim Kyujin, aku mencintainya, dan aku berjanji akan selalu berada di sisinya, tapi…eomma memaksaku untuk pergi ke Amerika.

Memang, menjadi seorang penyanyi professional adalah mimpiku dari kecil, tapi aku lebih memilih kuliah musik di Korea saja, aku tidak mau terpisah jauh dengan teman-teman dan Kyujin.

Huhh…kuharap, eommaku bisa berubah pikiran agar tidak jadi ke Amerika, akupun menghampirinya lagi.

“Eomma…kumohon…jangan bawa aku ke sana…aku mohon”kataku.

“Sudah eomma bilang, eomma tidak akan pernah berubah pikiran dan kenapa kau tidak mau ke Amerika???”tanyanya.

“Karena, aku tidak mau meninggalkan yeoja itu”

“Nuguya?? Kim Kyujin itu?? Anniya…kau memang sudah harus meninggalkannya, dari dulu eomma sudah tidak menyukainya”kata eomma.

Bagaimana caranya supaya eomma berubah pikiran, dan tidak jadi mengirimku ke Amerika.

“Ayolah…eomma…kumohon, jebal..jebal..aku masih mau di sini”

“Kau sudah tidak bisa menolak, karena tiket pesawatnya sudah eomma pesankan, dan kau harus berangkat besok sore”

“Mwohhh??? Besok sore?? Eomma…kenapa kau baru memberitahuku sekarang??”tanyaku.

“Eomma sengaja memberitahumu secara mendadak, supaya kau tidak bisa mendesak permintaan eomma”

Haiiishhh….eomma…kenapa kau tidak pernah bisa membuat anakmu bahagia?? Ada yang salah dengan eommaku, sikapnya tidak seperti eomma-eomma pada umumnya, kerjaannya hanya memikirkan jalan masa depanku saja, dia sama sekali tidak membiarkan aku memilih jalan hidupku sendiri. Bagaimana aku tidak kesal?? Pastinya setiap orang jika diperlakukan seperti ini, akan kesal, dan heyy…seharusnya, eommaku berterima kasih, karena aku sama sekali belum pernah mencoba melarikan diri dari rumah. Coba jika anaknya bukan aku, pasti dia sudah kabur dari rumah berulang kali.

“Sekarang, bagaimana??? Kau masih mau mendesak permintaan eomma??”

Aku hanya menunduk dan menggelengkan kepala sambil berkata

“Anniya…geure…aku akan pergi”

“Nahh…ini baru Lee Donghae yang kukenal”kata eomma sambil mengacak rambutku.

Baiklah…kau menang…kau menang, dan aku kalah. 1-0, menyebalkan, aku harus bertemu dengan orang baru di sana, aku benci dengan lingkungan baru.

Donghae’s POV End

Author’s POV

Keesokan harinya…

Donghaepun mengajak Kyujin ke taman, karena Donghae ingin mengatakan secara terus terang, bahwa, dia harus pergi ke Amerika.

“Kyujin…aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, dan ini sangat penting”kata Donghae.

“Apa itu??”tanya Kyujin.

“A…Aku…Aku harus pergi ke Amerika”

Mata Kyujin terbelakak hebat, seolah dia tidak menyangka, bahwa namja chingunya bisa meninggalkannya dengan cara seperti ini.

“Ha..Harus??”tanya Kyujin.

Donghae hanya mengangguk.

“Untuk apa??”

“Aku harus kuliah di sana”

“Mwo?? Kenapa tidak di Korea saja???”

“Itu dia…mauku juga seperti itu, tapi eommaku memaksaku untuk ke Amerika. Mau tidak mau, aku harus mematuhi dia, karena dia sudah membelikanku tiket, dan setelah dari sini, aku langsung ke bandara Incheon untuk berangkat”

Kyujin makin terkejut lagi, setelah mendengar Donghae akan langsung pergi ke bandara Incheon.

“Mwo?? Nanti sore?? Apa kau gila??? Mendadak seperti ini??? Kau tidak pernah cerita, kalau kau ingin ke Amerika”

“Ne…aku juga baru tahu kemarin, menyebalkan bukan?? Aku masih ingin berada di sini, tapi…sekarang, aku harus pergi”kata Donghae.

“Sekarang.??? Ta..T…Tapi…K..Kita…Ini tidak bisa”kata Kyujin terbata-bata.

“Ne…aku harus berangkat sekarang juga, aku akan merindukanmu, tolong jangan lupakan aku, ne”kata Donghae lalu mencium kening Kyujin, lalu pergi dan menghilang.

Kyujin hanya bisa mematung di tempat tadi, dan air matanya sudah menitih, dia pasti akan merindukan Donghae.

“Sudah…jangan menangis…Kyujin, fighting..kau yeoja yang kuat, kau tidak terlalu membutuhkan namja itu”kata Kyujin dalam hati kepada dirinya sendiri.

~~~

“Yakk…Kyujin…gwaencanha??”tanya Kyumi.

Kyumi, Kim Kyumi, adalah saudara kembar Kyujin, mereka itu kembar identik, tapi mereka memiliki satu perbedaan yang tidak kasat mata, yaitu, dengan leher belakang mereka, Kyujin memiliki tanda lahir di leher belakangnya, sedangkan Kyumi tidak, itulah cara membedakan mereka.

“Apanya yang tidak apa-apa, Donghae pergi”kata Kyujin.

“Donghae?? Donghae namja chingumu? Apa yang dia lakukan?”tanya Kyumi.

“Ne..dia harus pergi ke Amerika untuk kuliah, agar dia bisa menjadi penyanyi terkenal”

“Ke Amerika??? Donghae?? Baguslah…aku tidak melihat wajahnya lagi”

“Apa? Apa yang baru saja kau katakan??”tanya Kyujin.

“Aku baru saja bilang, kalau aku senang, dia pergi, karena aku tidak melihat wajahnya lagi sampai akhirnya dia kembali ke Korea, aku yakin, pasti itu waktu yang lama”kata Kyumi.

“Kau ini saudaraku, atau musuhku??”tanya Kyujin.

“Sepertinya, aku sudah bilang berulang kali, kalau aku ini sangat membenci namja chingumu yang bernama Donghae itu, apa kau tidak mengerti??”tanyaa Kyumi.

“Sudahlah…terserah kau!!!”kata Kyujin lalu pergi ke dapur.

Saat Kyujin ke dapur, dia melihat ada appanya, yang bernama Kim Kibum, mereka hanya tinggak bersama appanya.

Lalu apa yang terjadi dengan eommanya?? Eommanya bercerai dengan appanya pada saat mereka masih SMP, lalu eommanya tidak mau mengurus anaknya, karena eommanya akan menikah lagi dengan namja lain.

“Appa!!!”panggil Kyujin lalu langsung memeluk appanya itu.

“Kyujin?? Ada apa??”tanya Kibum appa.

“Donghae…Donghae…Donghae pergi ke Amerika, dan dia meninggalkanku selama dia kuliah”kata Kyujin.

“Dan itu kabar yang baik bagiku!!!”teriak Kyumi dari kamarnya.

“Yakkkk…!!! Saudara tidak tau diri!!! Diam saja…tidak usah ikut campur urusanku!!”kata Kyujin.

“Seharusnya, kita mengadakan pesta, kita harus bergembira!!! Karena Donghae sudah tidak ada di sini dalam jangka waktu yang lama”kata Kyumi lagi.

“Hishhh….kau ini!!!”teriak Kyujin sambil berjalan ke arah Kyumi.

Kyujinpun memukuli Kyumi dengan bantal.

“Yakkk…yakkk….dengar dulu!!! Yakkk…tidak usah berkelahi…ini tidak penting!!!!”kata Kibum appa.

“DIAMLAH!!!!!!”teriak Kyumi dan Kyujin serempak membentak appanya lalu mulai berperang bantal lagi.

7 years later, life goes on

Donghae sudah lulus dari kuliahnya, dan sekarang dia bisa pulang ke Korea, lalu menjadi seorang penyanyi professional di Korea.

Donghae berniat untuk menggelar konser pertamanya di Kota Seoul, berita itu mulai tersebar ke mana-mana, sampai akhirnya Kyujin mengetahui hal itu.

“Kyumi!!!! Kyumi-ahhh!!!!”panggil Kyujin.

“Mwo?? Neon gwaencanha??”tanya Kyumi.

“Donghae sudah kembali!!!”seru Kyujin.

“Bukan urusanku”jawab Kyumi.

“Yakkk…kau benar-benar saudara yang menyebalkan!!!”

“Heyyy…aku tidak peduli tentang namja itu yang bernama Lee Donghae!!!, lalu sekarang apa yang ingin kau katakan lagi??”

“Anni..tidak ada…”

“Ohh..geurae…kalau sudah tidak ada, keluarlah dari kamarku”usir Kyumi.

Kyujinpun keluar dari kamar Kyumi dan tak lama kembali lagi ke kamar Kyumi.

“Yakkk…Kyumi…di mana appa??”tanya Kyujin.

“Oh..appa baru saja pergi ke luar kota, dan dia akan kembali dalam waktu 6 bulan lagi”kata Kyumi.

“Mwohh?? 6 bulan?? Hisshh…jjinja??!!! Selama 6 bulan tolong jangan menyusahkanku”kata Kyujin.

“Jadi maksudmu??? Aku ini menyebalkan?? Dan aku selalu membuatmu susah??”

“Ne..tentu saja, itulah Kim Kyumi…”

“Hisshhh…keluarlah dari kamarku dan jangan kembali lagi!!!”kata Kyumi sambil mendorong Kyujin keluar dan Kyumi mengunci pintu kamarnya agar Kyujin tidak masuk lagi ke kamarnya.

Kyujin berencana untuk mengajak Kyumi ke konser Donghae, tapi sepertinya Kyumi tidak akan mau diajak ke sana.

Sampai pada akhirnya, hari di mana Donghae akan menggelar konser pertamanya di Seoul.

“Kyumi-ah…kau harus bersiap-siap, sekarang kita akan pergi ke konser pertama Donghae”kata Kyujin sangat bersemangat.

“Aku tidak mau”

“Hisshh…ayo…ini akan menyenangkan, kau akan tahu, bagaimana Donghae yang sesungguhnya, dia tidak seburuk yang kau bayangkan”kata Kyujin.

“Aku tidak mau!!!!”teriak Kyumi.

“Ya sudah, tapi ketika kau pergi, kau akan sendirian, dan kau harus mengurus, membersihkan rumah”kata Kyujin.

Mata Kyumi langsung terbelakak, dan dia juga mengerutkan alisnya.

“Anniya…aku tidak mau membersihkan rumah…”kata Kyumi.

“Hoo?? Sekarang, kau harus memilih, mau ikut denganku, melihat wajah tampan namjaku dan suara merdunya, atau kau harus membersihkan rumah luas ini sendirian???”

Kyumipun terdiam…

“Oh..geurae…kalau tidak mau ya tidak apa-apa, tapi ingat tugasmu, ne”kata Kyujin.

“Ne…aku akan ikut denganmu”kata Kyumi.

Kyujin tersenyum senang sekali.

Saat malamnya, mereka berdua berangkat ke tempat di mana Donghae akan menggelar konsernya.

“Kau pasti akan senang”kata Kyujin sambil masuk ke dalam taksi yang akan ditumpanginya ke sana.

“Sepertinya…kalau aku tidak senang, kau harus mentraktirku minum soju, ne”kata Kyumi.

“Geurae…aku janji…dan aku tidak lupa membawa tulisan besar yang ditulis di atas karton bertuliskan ‘Remember Me, Donghae???’”

“Terserahh…”kata Kyumi

Sesampainya di sana, terlihat Donghae sedang menyanyi, dan banyak sekali penonton yang terpesona melihatnya bernyanyi.

“Ohhh…my prince!!!”seru Kyujin sambil berlari ke dekat panggung.

Kyumi juga mengikuti Kyujin ke sana, Kyujinpun mengangkat tulisan di karton itu sambil berteriak-teriak.

Cukup lama Kyujin mengangkat tulisan tersebut, tapi Donghae sama sekali tidak melihatnya, sampai akhirnya…

“Kyumi…bisa kau pegang karton ini sebentar? Aku ingin buang air kecil…”kata Kyujin sambil merintih.

“Anni..aku tidak mau, nanti jika Donghae melihat tulisan ini aku yang pegang, pasti dia mengira aku ini adalah Kyujin”kata Kyumi.

“Ppali!!! Pegang saja, ini tidak akan lama”kata Kyujin sambil langsung berlari ke belakang untuk buang air kecil.

Kyumi hanya berdiri sambil terus memperhatikan tulisan itu, tapi apa boleh buat, Donghae melihat Kyumi memegang tulisan itu, tentunya dia ingat dengan yeojanya, tapi itu bukanlah Kyujin yang dicari olehnya, sesungguhnya, itu adalah Kyumi.

Donghaepun berhenti bernyanyi dan langsung meninggalkan konsernya sendiri, lalu menarik tubuh Kyumi dan mengajaknya ke rumah Donghae.

Sesampainya di rumah Donghae…

“Chagiya…apa yang akan kita lakukan sekarang?”tanya Donghae.

“Yakkk…kau ini!!! Kau tidak mau mendengar penjelasanku dulu, ne!!!”teriak Kyumi.

“Mwo? Penjelasan?? Penjelasan apa lagi??”

“Ini penting, kau harus mendengarkanku”

“Ya sudah…kau ini basa-basi saja…cepat bicara!!!”teriak Donghae.

“Hisshhh…aku ini bukan Kyujin yang kau cintai”

Donghae yang sedang meneguk air putih sangat terkejut, sampai-sampai air putihnya menyembur keluar.

“Apa maksudmu??”

“Ne…aku ini saudara kembarnya Kyujin, namaku itu Kim Kyumi…jadi tolong biarkan aku pergi sekarang juga”kata Kyumi sambil berjalan ke pintu rumah Donghae.

“Gidaryeo…”kata Donghae sambil memegang tangan Kyumi.

“Apa maumu lagi?”tanya Kyumi.

“Coba telepon Kyujin, suruh dia datang ke sini”kata Donghae.

“Yakkk…kau saja!! Kaukan namjanya, mana mungkin, kau tidak punya nomor teleponnya”

“Hissshhh….kau ini pelit, atau kenapa??”kata Donghae.

“Kau kan orang kaya, masa kau tidak punya pulsa untuk menelpon yeojamu??”kata Kyumi.

“Haiishh…biar aku yang telepon…”kata Donghae.

Kyumipun pergi meninggalkan Donghae di rumahnya.

“Yeoboseo”kata Donghae.

“Ne…tadi aku pikir, saudara kembarmu itu, si menyebalkan itu…”kata Donghae.

“Ppali…cepatlah ke sini…aku ingin melihat Kyujin yang sesungguhnya”kata Donghae.

“Ne…Ho..Ne…”kata Donghae

Kyujinpun pergi ke rumah Donghae, sesampainya di rumah Donghae…

“Kau tidak pernah bercerita kepadaku kalau kau ini kembar”kata Donghae.

“Ne..memang tidak pernah”

“Kenapa??”

“Aku tidak mau saja”kata Kyujin.

“Haha…baiklah…lalu, apa kalian memiliki perbedaan??”tanya Donghae.

“Oh…tentu saja…”kata Kyujin.

Kyujinpun mengangkat rambutnya lalu memperlihatkan leher belakangnya kepada Donghae.

“Kau lihat?? Tanda lahir yang ada di leherku??”tanya Kyujin.

“Ohhooo….”

“Itu dia perbedaan kami, aku memliki tanda lahir, sedangkan Kyumi tidak”kata Kyujin.

Donghaepun mengangguk sebagai jawaban bahwa dia mengerti.

~~~

Suatu hari…kejadian yang tidak diinginkan terjadi, Kyujin diiagnosa bahwa dia terserang penyakit leukemia, tapi, dia sama sekali tidak memberitahu Donghae mengenai penyakit yang dideritanya.

Author’s POV End

Kyumi’s POV

Sepulang kerja, akupun mengunjungi Kyujin di rumah sakit, kulihat dia hanya bisa merebahkan dirinya, sekarang rambut panjangnya telah tiada, karena penderita leukemia, harus dicukur rambutnya.

“Kyujin….gwaencanha??”tanyaku sambil menggenggam tangannya.

“Ne…nan gwaencanha”

“Adakah sesuatu yang bisa kulakukan??”tanyaku

“Apa saja?? Apa saja akan kulakukan untukmu??”tanyanya

“Ne…bisa, aku bisa melakukannya untukmu”

“Kau yakin???”tanyanya.

Akupun tersenyum lalu menganggukan kepala, dia juga membalas senyumanku.

“Aku ingin…kau menyamar menjadi aku”katanya.

Akupun mengerutkan alisku heran, apa maksudnya??

“Apa maksudmu??”tanyaku.

“Aku belum menceritakan kepada Donghae mengenai penyakitku, sedangkan, aku tidak mau dia bersedih karena penyakitku, jadi, aku hanya minta, jadilah diriku, dan tolong kau harus selalu ada disisinya, kalau bisa tinggalah bersamanya”katanya.

Mwooo!!??? Aku tidak menyangka, aku harus mengerjakan pekerjaan yang kubenci, aku tidak mau…aku tidak mau.

“Kyujin…jangan lakukan ini, jika dia tau, pasti ini akan melukainya”

“Lakukan saja…”

“Ah~~ aku tidak mau!!!”

“Kau sudah berjanji!!!”katanya.

Akupun menuruti permintaannya, lalu pergi meninggalkannya, dan menuju ke rumah Donghae, untuk tinggal bersamanya juga L

“Kyujin-ahh!!!”teriaknya lalu memelukku.

Hisshh…ini sungguh tidak nyaman, mengingat aku belum pernah memiliki namja chingu.

“Oh..ne..Hae…”

Diapun melepaskan pelukannya, lalu dia ingin mencium bibirku, ketika kepalanya sudah mendekat, aku langsung menarik nafas panjang, dan itu membuatnya menjadi tidak jadi mencium bibirku.

“Kau lelah??”tanyanya.

“Ohh…ne..”kataku sambil menelan salivaku kencang-kencang.

“Ayo tidur, ini juga sudah malam”katanya.

Kuharap, dia tidak menyuruhku untuk tidur seranjang dengannya..tapi ternyata, dia malah mengajakku tidur di sampinya.

Haiiishhh…kalau ini bukan untuk saudara kembarku, aku sama sekali tidak akan pernah melakukan hal bodoh ini.

Dia langsung terlentang di atas ranjang, lalu kepalanya menghadap kepadaku, dia tersenyum, dan tangannya menepuk-nepuk ranjang, memberi tanda bahwa aku harus tidur berdekatan dengannya.

Aku hanya menarik nafas panjang, dan apa boleh buat, aku harus menurutinya. Akupun naik ke atas ranjang, dan aku tidur di sampingnya, diapun memelukku, menghilangkan jarak di antara kami.

Aku sama sekali belum pernah didekap oleh namja, apa lagi di atas ranjang, kenapa Kyujin begitu menggilainya? Padahal dia namja yang seperti ini. Memang dia seleranya aneh.

Cukup lama dia mendekapku dalam posisi kita saling berhadapan dekat, aku sama sekali tidak bisa tidur dengan cara ini, tapi dia sudah tidur dari tadi. Daripada aku sama sekali tidak bisa tidur, lebih baik, aku menjauh darinya.

Akupun melepas pelukannya, lalu mengambil udara kencang-kencang, dan akupun tidur menjauh darinya.

“Chagi…kau mau sarapan??”tanyanya.

“Oh..ne, aku mau”

“Geure, akan kubuatkan”katanya lalu tersenyum.

Hoo…aku baru tau, ternyata dia bisa memasak, boleh juga dia…

“Ini punyamu…makanlah”katanya sambil menyuguhkan sandwich kepadaku.

Tanpa basa-basi lagi, aku langsung melahap sandwich itu, karena aku benar-benar sudah lapar. Dan tanpa kusadari, mayonaisenya belepotan di sekitar mulutku.

“Kau lapar, ne?”tanyanya.

Aku tidak menjawab kata-katanya, tapi dia tersenyum lalu mengambil selembar tisu dan mengelap mulutku yang kotor dengan tisu itu.

“Sudah…makanlah lagi”katanya lalu mulai makan sandwichnya.

Gerakan makanku berhenti tiba-tiba, aku sibuk memegangi bibirku, aku tidak percaya, dia melakukan ini. Aku hanya terpesona ketika aku melihat dia tersenyum, ternyata dia baik, ne.

Arrhhhh…apa yang sedang kau pikirkan?? Kim Kyumi sadarlah, kau membencinya, tidak mungkin, kau bisa jatuh cinta dengan namja seperti dia.

“Wae?? Kau kenyang??”tanya Donghae.

“Anniya..Hae, aku masih sangat lapar”jawabku.

Aku kembali menyantap sandwichku, sambil sesekali menatap wajahnya.

“Kau sudah selesai??”tanyanya.

“Ne, sudah, memang ke mana??”tanyaku.

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan”

“Ohh…geure…”kataku.

Aku dan Donghaepun berjalan kaki mengelilingi kota Seoul, sampai akhirnya, dia melihat sebuah toko piano.

“Hey..tunggu sebentar, kita masuk ke dalam situ dulu, ne”katanya.

Akupun mengangguk, aku dan Donghaepun masuk ke dalam toko piano tersebut, lalu dia duduk di atas kursi piano, dan aku juga duduk di sebelahnya.

“Kau bisa bermain??”tanyaku.

“Ne, kau juga bisa, kan??”katanya.

“Bisa…tapi aku malu”

“Gwaencanha, ayolah bermain bersamaku, kutemani”katanya.

Akupun tersenyum lalu kami berdua mulai memainkan tuts-tuts piano secara bersamaan, aku melihat wajahnya tersenyum lagi, aku benar-benar suka melihatnya tersenyum, wajahnya terlihat lebih tampan.

“Ne…kau bisa??”katanya.

“Ne…gumawo. Aku memang bisa bermain piano, tapi karena sudah lama, aku jadi agak sedikit kurang percaya diri, jika ada orang yang melihatku bermain piano”kataku.

“Geure..ayo kita lanjutkan berjalan lagi”

Aku dan Donghaepun berjalan keluar dari toko piano tersebut, dan melanjutkan berjalan-jalan pagi.

Setelah cukup lama kita berjalan-jalan, aku merasa aku sudah lelah.

“Hae…aku lelah, kita pulang saja, ne”kataku.

“Ohh…baiklah…”katanya lalu mengecup punggung tanganku dengan lembut.

Aku tidak percaya, dia benar-benar baik, aku sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya.

“Chagiya..kajja”katanya lalu menggandeng tanganku sambil berjalan ke rumah.

“Huhh…aku lelah, Hae”kataku sambil berjalan ke kamarnya lalu langsung merebahkan tubuhku yang lelah.

“Nado…aku juga lelah…”jawabnya.

Aku langsung bangun, dan duduk di sampingnya lalu merangkulnya, diapun tersenyum. Tak lama aku melihat wajahnya menoleh kepadaku, dengan refleknya, dia langsung mencium bibirku dalam.

Aku merasakan ciuman dalamnya berada di dalam mulutku, aku ingin sekali bergumam keenakan, tapi huhh…Kyumi…ingat, kau ini berada di posisi Kyujin, jadi kau harus bersikap seperti Kyujin yang sesungguhnya.

Aku menekan kepalanya agar tetap mencium bibirku, dia melepaskan ciumannya untuk menarik nafas sedikit, lalu melanjutkannya lagi.

“Sudah, ne…nanti keteusan”kataku.

“Ohh…ciumanku kelamaan, ne?? karena aku belum pernah menciummu sedalam itu”katanya.

“Gwaecanha…gumawo, itu ciuman terhangat yang pernah kuterima darimu”kataku.

Dia hanya tersenyum, lalu memeluk tubuhku erat, lalu melepaskannya.

“Sebentar, ne, aku keluar dulu”katanya lalu mencium keningku dan pergi.

Saat aku sedang sendirian di kamar, akupun mengganti pakaianku dengan tank topku yang berwarna hitam beserta shortku dengan warna yang sama.

Setelah aku selesai berganti baju, akupun duduk di atas kasurnya, kurasa air mataku ingin keluar, aku sudah mencoba menahannya, tapi tetap saja keluar, inilah air mata jatuh cintaku, he’s my first love.

Ternyata dia sedang memperhatikanku menangis dari pintu, lalu dia masuk dan berkata.

“Waeyo??”tanyanya.

Dia berjalan ke arahku lalu duduk di sampingku, dan menggenggam tanganku dengan lembut dan erat.

“Wae?? Kenapa kau menangis??”bisiknya lembut sambil mengusap air mataku dengan ibu jarinya.

“Ohh..ne..nan gwaencanha…”

“Katakan, bilang saja kepadaku, ada apa?? Kau ada masalah?? Dan bisakah aku membantumu??”tanyanya.

Dengan reflekku, aku langsung menarik tubuhnya, lalu memeluknya dengan erat.

“Wae?? Ceritalah kepadaku, chagi”katanya.

“Aku butuh bantuanmu”kataku.

“Apa?? Apapun akan kulakukan untukmu, chagi”katanya.

“Aku merasa, kau akan cepat hilang dari hidupku, hanya kau yang bisa menghilangkan rasa sayangku kepadamu”kataku.

“Geure…aku mengerti, tenang saja, aku akan selalu ada di sisimu, dan aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Kim Kyujin”katanya.

Ketika dia bilang ‘Kim Kyujin’, aku merasa air mataku ingin keluar lagi, mengingat, aku masih dalam penyamaran, aku tidak bisa seenaknya mengambil Donghae dari tangan Kyujin, meski aku ingin sekali dia menjadi milikku.

Donghaepun melepaskan pelukan kami, lalu dia tersenyum karena melihat aku yang masih mengeluarkan air mata.

“Uljjima,chagiya…uljjima…J”katanya.

“Ne…aku tidak akan menangis lagi”kataku.

Diapun memperhatikan aku, lalu langsung menyerang bibirku lagi, dan mendorongku ke atas kasur agar dia menindihku.

“Emmmhh….mhhh…hmmm…”gumamku.

Dengan cepat, dia langsung membuka tank-topku, dan membuka braku dengan cepat, sehingga, dia bisa menelusuri payudaraku.

Dia menciumi payudaraku dengan agresif, sehingga aku terus merasakan sensasi geli dan nikmat yang diberikannya.

“Ohhh..hae….hhahhh…nikkmatthhh….shhh…yesshhh…..”desahku.

Karena mendengar desahanku, diapun mengulum payudaraku dengan mulutnya, lalu meremas kencang sebelahnya.

“OHhh……shh…yesshhh…yesshh….ahhh…yesshhh…comehh…onhhh babbyhhh……shhh…..akuhhh…..ahhh….shhh….”

Donghae semakin bernafsu untuk memainkan dan mengulum dalam payudaraku. Kurasa…vaginaku sudah basah.

Donghae melepaskan kulumannya itu, dan membuka celanaku hingga aku full naked.

Dia langsung menjilati vaginaku, dan mengemut klitorisku, rasa ini sungguh nikmat.

“Shhhh…..Ahhhhh…..nikkmatthhh…..ahh…ahh…ahhh…Hae….akuhh…ohhh..mauhh…ganti posisihhh…ohh..ahhh….”

Diapun tersenyum, tanpa menjawab perkataanku, dia langsung mengangkat tubuhku dan memposisikan doggy style seperti yang kumau.

Tapi…aku membalik badan dan menghadapnya.

“Chakaman…kau curang…kau sama sekali belum naked”kataku.

“Ohh ne..aku lupa.”katanya.

Dengan cepat, dia langsung membuka bajunya. Tapi ketika kulihat, gerakannya lama, akupun menarik tubuhnya, lalu mencium bibirnya, tangankupun membuka seluruh bajunya hingga naked.

Setelah dia naked, dia langsung memasukan juniornya ke dalam lubang belakangku.

Jleb.

“Ahhhh…”desah kami berdua.

“Chagihhh…inihhh nikmat”katanya

“Geure…surgaku ini hanya untukmu”kataku.

Tanpa pikir panjang, dia langsung menggerakan juniornya.

“Ahhh…Ahhh…ahhh..ah…ahh……shhh…….hhh….terushhh….”

Akupun menarik kepalanya, lalu mencium bibirnya, dia terus menggerakan juniornya, dan semakin masuk ke dalamku.

Akupuun menghisap-hisap bibirnya, dan saliva kami bersatu, kemudian membasahi daguku.

“Emmbbhhh…mmhhh…”

Dia menangkupkan sebelah tangannya di payudaraku dan memainkan nippleku, mencubitnya, memilinnya, memelintirnya secara bergantian, sedangkan tangannya yang satu lagi dimasukannya ke dalam vaginaku, dan mengobrak-abrik isinya.

Ini benar-benar nikmat, belum pernah aku merasakan nikmat seperti ini secara sekaligus.

“Emmhhh…mhhh….emmhhh…akhhhmmmm…….hhpppmmmthhhh….hhhmmmfft….”gumamku.

Aku hanya bisa bergumam, karena mulutku semakin dibungkam oleh ciumannya. Tapi ciumannya itu semakin panas, dan membuat kami lebih cepat mencapai puncak kenikmatan.

Akupun melepas ciumannya, dan mendesah kencang-kencang.

“Ahhhhhhhhh……..hahhhhh……….shhhh…..terushhh….ppalihhh…gerakanhhh….juniioorhhmuuhhh…”desahku.

CROTT…

Spermanya tumpah dan membasahi bagian belakangku.

“Chagihhh….gumawo…”katanya.

Seoul, South Korea 20.37

“Hae….kau mau ke mana??”tanyaku.

“Ohh…ini…pakailah, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”katanya sambil memberikan aku sebuah kotak berwarna silver.

“Apa ini???”tanyaku.

“Pakai saja…ini khusus untukmu”katanya.

Aku hanya terdiam sambil menatap lekat kotak itu.

“Sudahlahh…tidak usah dipikirkan, cepat mandi, dan pakai ini, ne”katanya.

Akupun menuruti perintahnya, aku mandi dan setelah selesai, aku langsung membuka kotak itu, ternyata isinya adalah gaun berwarna hitam yang sangat indah.

Akupun menaikan alisku heran, karena aku belum pernah memakai gaun seperti ini…jadi aku tidak tahu bagaimana cara memakainya.

Aku hanya melihat-lihat gaun itu, sambil mencari cara bagaimana cara untuk memakainya, sampai akhirnya, aku mengerti.

Aku merasa aneh jika memakai baju seperti ini, kurasa, aku jelek. Kakiku berjalan mendekati kaca, lalu aku melihat diriku dengan baju ini, aku tidak percaya, kalau yeoja yang sedang kulihat di situ, begitu cantik, berarti, aku cocok dengan baju ini.

Akupun keluar dari kamar, dan melihat Donghae sudah menunggu, aku berjalan sambil menundukan kepalaku.

“Chagi…ada apa?? Kau malu?? Kau ini cantik, tidak usah malu”katanya.

“Ohh…gumawoyo”kataku sambil mendongak ke arah wajahnya.

“Kajja…kita pergi”katanya.

Aku masih belum tau, ke mana dia akan membawaku, sampai akhirnya, kami berduapun sampai di sana.

“Kau membawaku ke ballroom??”tanyaku.

Diapun mengangguk, lalu menarik tanganku, sekarang kami berdua sudah ada di tengah ruangan.

“Jangan meledekku”kataku.

Diapun mengerut heran.

“Aku tidak meledekmu”katanya.

“Aku…aku…a…aku tidak bisa berdansa”kataku jujur.

Diapun menghela nafas.

“Ya sudah…sini kuajarkan”

Diapun menarik tanganku lembut, agar aku berada di pelukannya. Dengan perlahan, dia menggerakan tubuhnya dan tubuhku ke kiri dan ke kanan.

Back Sound : Donghae-Don’t Go.

“Lagu ini…ini lagumu, kan??”tanyaku.

“Ne…kau tau, lagu ini, aku membuat lagu ini, khusus untukmu, lagu ini selalu membuatku mengingatmu, selalu…”jelasnya.

“Oh…gumawo, Hae…”

“Kuharap, kau mengerti maksud lagu ini. Lagu ini, adalah permintaanku kepadamu, agar kau tidak pergi dari hidupku, kau selalu di sisiku, karena jika kau pergi…aku tidak bisa hidup, aku bukan apa-apa…”katanya.

Akupun memeluk tubuhnya makin hangat, dan erat. Tanpa kusadari…air mataku menetes begitu saja.

“Gajjima..gajjima…nal dugo gajjima, honjaseo eotteogarago…kokketeul jireneun, meon yi byorui hyanggi…nun muri ssodaljjikabwa…jochagobshi neul jjabeul kkabwa…non motta hanban moncho…atseo georeoga….”bisiknya di telingaku.

Aku makin menangis, karena itu adalah salah satu bagian di dalam lagunya yang berjudul Don’t Go itu.

Kyumi’s POV End

Donghae’s POV

Aku terus berdansa dengannya, suasana itu memang membuat kita berdua menyatu, hal ini tidak akan pernah kulupa, berdansa dengan yeojaku.

Akupun melepas pelukannya, lalu aku memberikan sesuatu kepadanya.

“Chagi…aku punya sesuatu untukmu”kataku.

“Mwo?? Apa itu??”tanyanya.

Akupun mengambil kalung dari kantungku.

“Pejamkan matamu”kataku.

Diapun menutup matanya, akupun mengenakannya sebuah kalung di lehernya.

“Buka matamu”

“Hae…ini sangat indah…”katanya.

Aku sudah berpikir, dia pasti akan menyukai ini.

“Gumawo, Hae”katanya lalu mencium bibirku.

Paginya…

“Chagi..”panggilku.

“Mwo…Hae…”jawabnya.

Aku ingin memberikannya sebuah cincin, karena aku berniat menikahinya.

“Chagi…ini untukmu”kataku, sambil menyodorkan kotak cincin untuknya.

Tapi, sama sekali tidak ada respon, dan sampai akhirnya, dia menarik nafas panjang.

“Ohh…gumawo, Hae…aku juga, ingin memberimu sesuatu”katanya.

Aku heran, karena aku melihat wajahnya terlihat kecewa, dan sedih.

“Ada apa??”tanyaku.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, jadi bersiaplah”katanya.

“Ikut, aku, aku akan mengantarmu ke suatu tempat…gunakan mobilmu”katanya.

“Mau ke mana??”tanyaku.

“Ikut, saja…”katanya.

Akupun menurutinya, sampai akhirnya, kami sudah di mobil.

“Aku yang mengemudi, saja…karena ada sesuatu penting”katanya sambil menjalankan mobilku.

Aku tidak tahu, dia mau membawaku ke mana, tapi…pada akirnya…

“Waitt….kenapa, kau membawaku ke rumah sakit??”tanyaku.

“Ikut aku…”

Akupun mengikutinya masuk ke dalam rumah sakit tersebut, sampai akhirnya, dia membawaku ke dalam satu kamar, dan dia menyuruhku masuk.

“Masuklahh…”katanya.

“Ini…i..ini..kamar siapa??”tanyaku.

Dia menghela nafas panjang, diapun menarik tanganku, agar aku masuk ke dalam kamar itu.

“Nuguya??”tanyaku.

Aku cukup terkejut, ketika melihat ada seorang yeoja yang mirip sekali dengan Kyujin, dan kurasa itu Kyumi, dia sedang tidur.

“Itu Kyujin…”katanya.

“Mwo??? Dia Kyujin??? Ini tidak mungkin, Kyujin sedang bersamaku, kan??”tanyaku.

“Kau mau bukti??”tanyanya.

Diapun membalik badanya, dengan posisi membelakangiku, lalu dia membuka syalnya, sehingga terlihatlah leher belakangnya.

Aku sedikit tidak percaya, karena yeoja ini tidak memiliki tanda lahir di belakang punggungnya, padahal, Kyujin memiliki tanda lahir.

“See??? Aku ini Kyumi…”katanya.

Aku kembali membalik badan, dan melihat Kyujin sesungguhnya sedang tidur, dan kulihat wajahnya pucat.

“Itulah Kyujin yang sesungguhnya, aku ini Kyumi”katanya.

“Baiklahh…kenapa kau lakukan ini?? Jelaskan kepadaku”kataku.

“Jadii….beberapa bulan yang lalu, Kyujin, di diagnosa sakit leukemia, tapi dia tidak ingin mengecewakanmu, karena dia begitu mencintaimu. Jadi, dia memintaku, Kyumi, saudara kembarnya, menyamar sebagai dia, agar kau mengira Kyujin baik-baik saja”jelasnya.

Aku masih tidak percaya, Kyujin…yeoja yang selama ini kucari dan kucintai melakukan hal ini, dan sekarang dia sedang terkapar sakit, aku tidak tega melihatanya seperti itu.

“Di satu sisi, aku berterimakasih kepadamu, karena penyamaran ini, aku yang dulu, keras kepala, sekarang sudah tidak. Aku yang dulu, cuek, tomboy, sekarang sudah menjadi yeoja yang baik, yeoja yang feminine seperti Kyujin. Semalam, ketika kau mengajakku ke pesta dansa, saat aku sedang berpakaian, aku sempat bingung, bagaimana cara mengenakan gaun. Dan ini pertama kalinya aku berciuman dengan namja, memiliki namja chingu, yahhh meski ini hanya penyamaran untuk sementara, aku baru pertama kali merasakan memiliki namja chingu. Dan terakhir, aku ingin memberitahu kepadamu, aku begitu berterimakasih, karena dulu, aku begitu membencimu, kan??. Tapi kau sudah membuatku menjadi jatuh cinta kepadamu”jelasnya.

Aku melihat, air matanya menetes berkali-kali, ini membuat aku juga menjadi menangis.

“Pergi…pergi dari sini…tinggalkan aku dan Kyujin sendirian”kataku.

“Ne… sebelum aku pergi, aku ingin berkata beberapa hal kepadamu, Gumawo, terima kasih. Tugasku sudah selesai, aku harus pergi”katanya lalu pergi.

Donghae’s POV End

Author’s POV

Kyumipun pergi meninggalkan rumah sakit itu, sambil menangis, dia pulang dengan menggunakan bis umum.

Dia duduk di kursi bus, sambil masih menangis karena kejadian itu. Pastinya dia mendapat tatapan aneh dari orang sekitar, tapi dia tidak peduli akan tatapan itu, karena memang dia sedang sedih sekali.

“Mian Kyujin…selama penyamaran ini, aku tidak tahu, kalau ternyata kondisimu sudah sangat parah, seandainya, aku masih bisa melihatmu. Memang dulu, kita sering berkelahi, tapi aku baru menyadari, bahwa kau ini sungguh berarti”

Pikir Kyumi dalam hati.

Sementara di rumah sakit…

“Haiiiishhhhh!!!!!”teriak Donghae sambil menendang-nendang barang yang ada di sekitarnya.

“Chagi….bangun, chagii!!!. Kenapa kau mau membohongiku seperti ini??? Kenapa??”tanyanya kepada Kyujin.

Dia terus menangis, sampai akhirnya, Kyujinpun tersadar.

“Uhhuukkk…uhhuukk…Hae”katanya.

Donghaepun mendongak dan melihat yeojanya sudah sadar.

“Chagi…Kyujinn…”kata Donghae.

Donghae langsung memeluk Kyujin dengan erat.

“Bolehkah aku memelukmu lebih lama lagi??”tanya Donghae.

“Bolehh…”

“Aku begitu merindukanmu”kata Donghae.

“Bagaimana kau tahu kalau aku sakit??”tanya Kyujin.

“Aku diberitau saudaramu”

“Ohh…Kyumi…”

“Kenapa kau tega melakukan ini”tanya Donghae.

“Aku tidak ingin mengecewakanmu, Hae….”katanya.

“Tapi…jangan seperti ini, ini malah membuatku menjadi makin kecewa”kata Donghae.

Keesokan harinya, tepatnya di rumah Kyumi.

Back Sound : Lyn-Geu Deh Jigeum

Kyumi hanya bisa menangis, karena dia begitu merindukan Donghae, dan dia baru sadar, kalau dia masih mengenakan kalung dari Donghae.

“Ini satu-satunya barang pemberian Donghae untukku yang belum di ambil kembali olehnya”kata Kyumi.

Kyumipun makin menangis melihat kalung pemberian namja yang dicintainya.

Kyumi hanya menangis terus menerus, begitu juga Donghae dan Kyujin, hidup mereka dihiasi dengan awan tangisan.

Sampai suatu hari…

“Hae….Kyujin…”panggil Kyumi dari arah pintu kamar rumah sakit.

“Ne… Kyumi, masuklah”kata Kyujin.

Kyumipun berjalan mendekat dengan Kyujin dan Donghae yang sedang duduk di samping Kyujin yang sedang terlentang di kasur.

Kyumipun duduk di sofa yang ada di situ.

“Apa yang kau lakukan di sini”tanya Donghae.

“Anni..aku sebagai saudara Kyujin, harus menjenguknya”kata Kyumi.

Kyujinpun tersenyum.

“Kyumi…kemarilah…”pangil Kyujin.

“Ne.. ada apa??”tanya Kyumi sambil menggenggam tangan Kyujin.

Tangan Kyujin yang satunya digunakan untuk meraih tangan Donghae.

“Hae…Kyumi….”panggil Kyujin.

“NE…”kata Kyumi dan Donghae serempak.

“Bolehkah aku memita tolong kepada kalian??”tanya Kyujin.

“Apa itu, chagi??”tanya Donghae.

“Hae…bisakah kau jaga saudaraku??”tanya Kyujin.

“Kyujin, ada apa??? Memangnya, kau mau ke mana??”tanya Kyumi.

“Kyumi…jaga Donghae, ne”kata Kyujin.

“Memangnya ada apa, chagi?? Katakan!!”kata Donghae.

“Kurasa, aku tidak bisa hidup lebih lama lagi”kata Kyujin.

“Kyujin….jangan berkata demikian”kata Kyumi.

“Kau seharusnya mengerti akan kondisiku, jadi tolong kalian harus saling menjaga, ne”katanya.

Donghae dan Kyumipun merasa genggaman tangan  Kyujin melemas, dan akhirnya, Kyujin memejamkan matanya.

Mata Kyumi terbelakak hebat, dan dia juga menangis kencang.

“Kyujin!!! Kyujin-ahhhh!!!!!”katanya sambil menangis dan berteriak.

“Kyujinn…jangan tinggalkan aku….!!!”kata Kyumi.

Donghae yang tidak tega melihat Kyumi menangis, langsung berjalan mendekati Kyumi lalu memeluknya erat.

“Hae….Kyujin…hikks…hiikks…dia sudah tiada”kata Kyumi.

“Ne…aku tau…sudah ayo kita pergi dari sini, biar para petugas yang mengurusnya”kata Donghae sambil menarik Kyumi keluar dari rumah sakit.

Donghaepun menghapus air mata yang masih menetes di pipi Kyumi.

“Uljjima…aku ingin memberi sesuatu kepadamu, dan ini bukan lagi sebuah kejutan untukmu”kata Donghae.

Donghae mengeluarkan kotak cincin yang pernah diberikan kepada Kyumi.

“Marry Me”kata Donghae.

“Yes.. I Do…”

Donghaepun tersenyum dan mereka berduapun berpelukan.

THE END

Bagaimanakah FF Author?? Kurang HOT yah? Maap deh..soalnya author ini masih umur 18 thn, makanya, cm bs bkin NC 17…Harap maklum, ne…Author pmit dl ya

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 08/04/2013, in OS, Super Junior and tagged , . Bookmark the permalink. 15 Comments.

  1. Eriza novela

    Sbnr.a kurang berasa gtu!!
    Gue gx dpt feel.aq trz kurang hot tor.
    Ohya kock pz kyujin.a sakit kibum.a kock gx nengokin sich???.
    5f lo byk omong,ea, ^.^

  2. alurnya kecepetan thor..tp overall dh bagus
    semangat thor

  3. Bahasa nya kurang pas thor ,terlalu formal gmna gtu😦
    penyusunan kata2nya kurang pas,tp selebihnya ok kok cuma itu aja yg prlu di perhatikan😀

  4. Bingung mw komen apa, soal’a hmpir sma dng komen dr yg lain *nunjuk2 ke atas* hehehh bgus tpi end’a kurang greget brasa d.paksain(?) maaf ne thor🙂 *bow

  5. Endingnya kurang greget,😛
    tapi semuanya bagus,rapi,enak dibaca,🙂
    Ditunggu karya” lainnya,😀

  6. critanya kcepatan, trus kurang jelas d bgian2 yg brubah pov.a gtu, tp keren kok thor

  7. sediiih😥
    tp donghae ga mempersalahkan kyumi tuh soal yadongannya..
    hee daebak thor ^^b

  8. uwaaaaa T-T tanggung jawab thor….. banjir ini rumah ku…. !! >,<

    4 jempol buat author…😀
    keep write !

  9. rifka azzahra

    sediih author

  10. Mian eonni…
    Aku kurang dapet feelnya😀

  11. lienzie nada

    cerita agak ngegantung yaaa… berasa kurang apaaaaa gitu, tp bagian endingnya aja siiih, selebihnya oke bangeeet….

  12. Septian dewi

    Alurnya trlalu cpet thor trus feelnya jg gk dpet

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: