My Heart For You (Part 2)

Part 2
1.       Author       : Chayl.V
2.       Tittle          : My Heart For You (Part 2)
3.       Type     : Yadong +21, Romance, Melodrama
4.       Cast             :
·         Park Sandara (2NE1)
·         Song Jong Ki
·         Jia (MISS A)
·         Junsu (JYJ)
·         Onew (Shinee) as Jinki
·         Baro (B1A4) as Sun Woo
·         Hyewon (5dolls)
                “Nugu?”
                “Jia agasshi ….”
                Dhek !
                “Jia??? Untuk apa?”
                Mungkin itu pertanyaan yang kini ada di pikiran Jong Ki. Apa yang Jia inginkan kali ini? Apakah untuk mengambil Jinki?
                Jong Ki masih menatap jendela kacanya. Melihat anak dan isterinya yang sedang mengandung tersebut bermain bersama. Layaknya tak ada darah yang berbeda antara mereka. Sandara benar-benar telah menjadi ibu terbaik untuk Jinki.
                Jong Ki pun lantas segera merampas kunci mobil diatas meja makan tersebut. Dan bergegas menuju kantor.
                ***
                “Brakk”
                Jong Ki membuka pintu ruangannya dengan keras. Nafasnya masih memburu, lantaran Jong Ki yang berlari untuk mencapai ruangannya dengan Jia yang tengah berada di sana.
                Seorang wanita menoleh ke arah Jong Ki. Ia meletakkan kembali cangkir teh yang tadinya ia pegang. Melihat Jong Ki memasuki ruangan tersebut, ia berdiri dan membukuk memberi salam. Namun tak bisa. Susah untuk wanita itu membungkuk lantaran perut buncitnya memperkecil geraknya.
                “Jia-a…” Sebut Jong Ki yang terfokus pandangannya pada perut buncit mantan isterinya itu.
                Sedikit demi sedikit Jong Ki mendekati wanita itu. Memperhatikan wajahnya. Sedangkan Jia seakan ingin mengadu pandangan dengan Jong Ki. Ia pun juga melangkahkan kakinya ke depan agar semakin mendekat pada Jong Ki.
                Sejenak mereka saling berpandangan saat jarak mereka kurang dari 1m. Jong Ki berusaha meraih bahu wanita yang dulu sempat mengisi hatinya sekian lama. Namun Jia tertunduk.
                “Mian oppa.” Dua kata terucap dari mulut Jia.
                Jong Ki memegang erat bahu Jia dengan kedua tangannya. “Wa..w..wae?”
                “Mian… Aku harus memberi tahumu hal yang tak seharusnya kau ketahui.”
                Tangan kanan Jong Ki meraih rahang gadis itu. Mendongakkan kepalanya agar Jong Ki dapat memperhatikan wajah cantik mantan isterinya.
                “Katakan padaku…. Jia-ah …”
                Terlihat kelopak mata Jia yang tak bisa lagi membendung air matanya.
                “Aku mengandung anak kedua kita.”
                Serasa dada Jong Ki tengah mendapat pukulan keras. Baru saja ia mendengar dari mulut wanita yang pernah menjadi isterinya ini, bahwa ia tengah mengandung anak mereka. Bagaimana bisa???
                Cengkraman tangan Jong Ki pada bahu Jia pun mulai luntur. Tangannya lemas tak percaya dengan apa yang diutarakan Jia.
                “Ikut aku.” Jong Ki menggenggam tangan Jia dan membawanya keluar ruangan megah tersebut.
                ***
                Jia dan Jong Ki kini berada dalam mobil. Jong Ki mengendalikannya cepat. Dadanya terasa masih sesak.
                “Apa yang terjadi padaku?” Katanya dalam hati.
                Jong Ki dengan tiba-tiba menghentikan mobilnya dan membuat Jia yang berada disampingnya terkejut dan refleks memegang perut buncitnya untuk menyelamatkan barang yang berada dalam perutnya tersebut.
                “Mwo-a?” Kata Jong Ki tak menatap.
                “Apa yang terjadi sekarang???” Jong Ki membentak keras suaranya membuat Jia semakin ketakutan.
                Namun Jia harus mengutarakan ini. Ia memang telah mengandung anak Jong Ki. Tepatnya anak kedua Jong Ki. Jong Ki telah datang pada Jia, 2 hari sebelum pernikahannya dengan Sandara. Saat itu Jia baru saja tiba di Seoul setelah 3 tahun ia tinggal di Amerika. Awalnya Jong Ki datang pada Jia hanya untuk menanyakan kabarnya, namun Jong Ki tak dapat menahan nafsunya. Nafsu yang menggebu-gebu pada mantan isterinya. Mantan isteri yang masih tetap berada di otak Jong Ki. Mantan isteri yang telah mendiami hati Jong Ki begitu lama. Mantan isteri yang telah memberikannya seorang pangeran kecil yang sangat berharga baginya.
                Jong Ki tak bisa munafik atas hatinya. Saat itu ia sangat menginginkan Jia. Namun sekarang….. Jong Ki telah memutuskan memberikan sepenuh hatinya pada Park Sandara, isterinya. Bagaimana bisa Jia kini hadir dihadapannya dengan membawa buah cinta kedua mereka?
                “Mian…”
                “Aku tak ingin memberi tahumu. Tapi aku sangat menginginkannya. Aku menginginkanmu kembali oppa. Aku ingin bersamamu lagi.” Kata Jia meneteskan air matanya.
                “Tapi…. Tapi aku tak bisa Jia…” Jong Ki tampak frustasi.
                “Aku, aku tak akan memintamu untuk kembali padaku oppa. Karna aku tau kau tak bisa. Tapi kau harus tahu, kali ini aku benar-benar ingin bersamamu. Membesarkan anak ini dan Jinki kita. Aku rela meninggalkan karirku dan aku siap menjadi ibu dari anak kita.”
                “Jia-aaa……” Suara Jong Ki semakin keras, dan mengeras membuat Jia semakin tertunduk.
                “Agh….” Jia menggigit bibir bagian bawahnya seakan menahan rasa sakit.
                Jong Ki masih enggan untuk menoleh lagi pada Jia. Mencoba berfikir dan mencari fikiran yang jernih untuk mencari jalan keluar.
                “Aggghhh ……” Jia semakin mengerang.
                Suaranya kini membuat perhatian Jong Ki terketuk.
                “Wae? Gwenchana?”
                “Yak, Jia-ah…” Mata Jong Ki semakin membulat ketika melihat kaki Jia yang telah dialiri darah. Sedangkan Jia masih tertunduk menhan rasa sakitnya.
                “Jia, bertahanlah” Jong Ki pun segera menyalakan kembali mesinnya dan bergegas menuju rumah sakit terdekat.
                ***
                “Jia, bertahanlah……” Kata Jong Ki menggenggam tangan Jia sembari kakinya tetap berlari mengikuti dorongan Jia diatas bed untuk menuju ke ruang persalinan.
                “Oppaaah….. Aku tidak kuat….” Kata Jia disela erangannya.
                “Jia, kau harus kuat demi anak ini. Jia-ah …. Kumohon bertahanlah.”
                “Berjanjilah… Kita akan membesarkan anak ini bersama oppa…” Kata Jia sembari menahan sakitnya.
                Jong Ki hanya dapat mengangguk pasrah akan keputusan yang ia ambil. Ia harus memberikan dukungan dan dorongan mental pada Jia yang akan bertarung hidup dan matinya untuk menyelamatkan nyawa anak kedua mereka. Kini Jia akan mulai berperang, ia bersama para anggota medis telah memasuki ruang persalinan.
                Drreeett…. Dreeetttt…. Dreeettt….
                “Yeoboseo??”
                “Oppa, gwenchana?”
                Jong Ki sedikit terkejut dengan Sandara yang menanyakan keadaannya. Bagaimana dia harus bicara. Keadaan seperti apa yang harus dia ungkapkan pada Sandara saat ini.
                “Ne. Waeyo?”
                “Kenapa oppa tak pamitan dulu tadi? Aku khawatir padamu. Aku mencarimu di kantor, tapi kau tidak ada. Apa yang terjadi??”
                “Anni …. Aku hanya harus bergegas menemui klien ku di luar kantor. Apa kau baik-baik saja?”
                “Hmm…. Sebenarnya aku ingin memberitahumu suatu hal oppa.”
                “Mwo?”
                “Hari ini aku mendapatkan hasil USG bayi kita. Aku sangat senang oppa, dan aku ingin segera memperlihatkannya padamu.” Kata Sandara terdengar kegirangan.
                Jong Ki pun menaikkan bibirnya, “Ne, aku akan segera melihatnya.”
                “Oppa, odiseoyeo??”
                “Hmmmm…..” Pikir Jong Ki untuk memberikan alasan yang tepat pada Dara.
                “Cepatlah pulang oppa, bogosippoyeo…”
                Tutt tutt tuutt tuttt….
                “Keluarga nyonya Jia.” Seorang perawat keluar dari ruang persalinan tempat Jia masuk.
                “Ne” Jong Ki pun beranjak menghampiri perawat tersebut.
                “Selamat tuan, isteri anda melahirkan anak laki-laki.” Senyum Jong Ki terlihat sedikit terukir.
                “Gomawo. Lalu bagaimana dengan?”
                Belum sempat melanjutkan, “Isteri anda baik-baik saja.” Perawat itu lantas meninggalkan Jong Ki.
                Kini Jong Ki dapat menghela nafasnya lega. Jia telah melahirkan anak kedua mereka.
                ***
                Ceklek …
                Jong Ki membuka sebuah pintu kamar yang ia yakini orang yang ia cari berada disana. Benar dugaannya, Sandara kini berada di kamar Jinki. Menidurkan Jinki diranjang dengan kasih sayangnya. Wajah cantiknya senantiasa abadi cantik walau ia sedang tertidur lelap.
                Jong Ki dengan pelan duduk di tepi ranjang disamping isterinya. Dielusnya rambut halus Sandara dengan penuh kasih sayang.
                “Jia telah melahirkan anak keduaku chagi… Ottoke?” Gumam Jong Ki dalam hatinya.
                Sebuah genggaman tangan mengejutkan Jong Ki. Jong Ki memperhatikan tangan putih mulus yang berada diatas punggung tangannya ini.
                “Kau belum tidur?”
                “Kau darimana saja oppa? Kenapa pulang selarut ini?”  Kata Dara membuka matanya dan hendak duduk untuk menyetarakan dirinya berhadapan pada Jong Ki.
                “Berbaringlah…. Malam ini kau boleh tidur disini.” Jong Ki menahan Sandara untuk duduk. Karena perut buncit Dara yang mungkin nantinya akan membuat Dara susah untuk duduk.
                “Oppa… “ Dara meraih tangan kekar Jong Ki dan menaruhnya di atas perut besarnya. “2 Bulan lagi… Kita menunggu 2 bulan lagi.”
                “Ne,” Jong Ki hanya dapat memberikan senyuman pada Sandara.
                Dikecupnya kening Sandara. Sandara pun membalasnya dengan senyum cantiknya.
                “My Heart For You….” Tiba-tiba kalimat ini terucap dari bibir Jong Ki.
                Sandara pun tampak gembira mendengar kalimat tersebut dari mulut suaminya. Dikalungkan tangannya pada leher Jong Ki agar wajah suaminya dapat semakin mendekat padanya. Dikecupnya pelan bibir Jong Ki. Ciuman mereka lebih dalam. Sandara menyisir rambut Jong Ki lembut. Kemudian menekannya untuk memperdalam ciuman mereka.
                Jong Ki pun juga membalas perlakuan Sandara. Mungkin ini yang bisa ia lakukan untuk sejenak menghilangkan penat di pikirannya saat ini. Dengan melampiaskannya pada Dara??? Namun ini bukanlah sebuah bentuk pelampiasan. Ini adalah bentuk penyesalan Jong Ki yang telah menyakiti Dara.
                Jong Ki memberikan jarak antara mereka. Membuat Dara sedikit kecewa karenanya.
                “Wae?”
                “Apakah kita harus melakukannya??”
                “Aku menginginkanmu oppa….” Sandara kembali mendekatkan wajahnya pada Jong Ki.
                ”Tunggu chagi, kau pasti tidak nyaman dengan perutmu yang semakin membesar ini kan?”
                “Anniyo.. Aku akan memimpin.” Kata Dara mantap.
                “Baiklah, tapi lakukan dikamar kita.”
                ***
                “Hmmm……….. Agghhhhh…………..hhhhhhhhhh…..” Desahan Dara saat Jong Ki memasukkan kedua jarinya di lubang Dara.
                Dara menahan sensasi nikmat tersebut dengan memejamkan matanya. Pahanya semakin ikut mengimpit tangan Jong Ki, seperti dinding vagina Dara yang menghimpit jari Jong Ki.
                “Mendesahlah chagi…..”
                “Ouuuhhhhh…. Opppahhh …..hhh…. lakukan lebih…..hh…”
                Jong Ki menuruti saja permintaan isterinya, dimasukkannya satu jari tangan kanannya lagi kedalam lubang Dara. Tangan kirinya mengelus pelan payudara Dara. 2 sensasi yang dirasakan Dara pada tubuhnya. Ia menggelinjang hebat dan tetap memejamkan matanya menahan kenikmatan.
                “Nghhhhhhhhhhhghhhhhh…… Oppah palllliwwwaaa…”
                “Blurrrr…..” Cairan hangat keluar dari rahim Dara dan membasahi jari tangan kanan Jong Ki. Bahkan melumber hingga ke paha Dara. Cairannya begitu banyak. Namun cairan di jari Jong Ki tak lantas dibersihkan.
                Jong Ki mengusap-usapkan tangan kanannya pada payudara Dara. Seakan memberikan selai pada rotinya. Kemudian Jong Ki bangkit, namun tetap berada disisi Dara, bukan menindih Dara karena perut buncit Dara yang sedikit menghalangi aktifitas Jong Ki.
                Jong Ki mengarahkan kedua tangannya pada payudara. Meremasnya pelan, pelan dan pelan. Namun lama kelamaan berubah menjadi kasar, lebih kasar, sangat kasar dan kuat. Ditariknya payudara itu dan memilin nipple Dara.
                Tetap meremasnya hingga Dara benar-benar menggelinjang hebat. Merepas prei, menutup mata, menggigit bibir bawahnya dan mendesah. Seakan sebuah mainan anak kecil, Jong Ki benar-benar suka pada bagian ini. Ia meremas, namun lebih tepatnya memeras. Seakan memeras susu pada pemiliknya. Memerasnya kuat.
                “Aku akan membuatnya semakin besar chagi…”
                “Nehhh Opppaaah…. Lakukkaaan … Nggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……… Palliii….. Intiiii nyaa oppaaahhhh….”
                ***
                Sinar matahari pagi sangat menyilaukan. Diperhatikannya sendiri tubuhnya yang telanjang. Juniornya masih tidur. Jong Ki memperhatikan ranjangnya. Dara tak disini. Dimana dia?
                “Aaaaaaa….. “
                “Pintar sekali anak eomma. Ayo Jinki harus makan yang banyak ya….” Kata Dara memberikan suapan pada Jinki yang tengah duduk manis dikursi makannya.
                Kemudian Dara meninggalkan Jinki untuk memotong wortel untuk sayur yang ia masak. Jong Ki datang mengendap tanpa suara. Mengelus rambut anaknya. Jinki pun hanya terdiam dengan mainan yang sedari tadi ia asyik mainkan.
                Jong Ki mendekati Dara. Mendekapnya dari belakang. Menyandarkan kepalanya pada bahu Dara dan sebisanya ia mencium rahang isterinya.
                “Kau sudah bangun oppa?”
                “Hmm…”
                “Chagi… Apa kau tidak lelah karena kegiatan semalam? Bukankah lubangmu seharusnya masih terasa nyeri? Kenapa kau bangun begitu pagi. Seharusnya kau istirahat.”
                “Jinki menangis, jadi aku harus menanganinya walau ini masih terasa nyeri. Wae?”
                “Cangkaman….. Seperti ini, aku ingin seperti ini sejenak.”
                Jong Ki menutup matanya, rasanya ia benar-benar nyaman saat menyandarkan kepalanya pada bahu Sandara. Seakan problem yang tengah ia hadapi ini benar-benar hilang. Sudah 2 minggu setelah Jia melahirkan anak kedua Jong Ki. Namun Jong Ki masih belum bisa memutuskan. Terlalu berat baginya untuk memilih salah satu. Tak dipungkiri, difikiran Jong Ki selalu ada Jia, Jia dan Jia. Namun hati Jong Ki selalu mengatakan Sandara.
                “Aku akan berangkat pagi ini….”
                “Sepagi ini??”
                “Ne.” Jawab Jong Ki melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Dara agar menghadap pada tubuhnya. Jong Ki menahan kedua lengan isterinya dan memberikannya morning kiss.
                “Yak oppa, Jinki ada disini.” Sandara melirik kearah Jinki kawatir. Namun Jinki masih saja asyik dengan mainannya.
                “Wae? Walaupun dia melihat, tapi dia tak akan mengerti.”
                “Arraso…”
                ***
                Sandara dan Jinki melambaikan tangan mereka saat keberangkatan Jong Ki ke kantor. Mereka selalu melakukannya setiap pagi ketika Jong Ki pergi.
                “Kajja, kita masuk ke dalam yaa…” Sandara menggenggam tangan Jinki dan membawanya masuk ke dalam rumah lagi setelah beberapa waktu berada di luar rumah untuk memberikan lambaian pada Jong Ki.
                “Jinki-a… Lihat eomma.” Perintah Dara saat berada di sofa.
                Dara meletakkan tangan kanannya didadanya. “Nugu??”
                “Eomma….” Kata Jinki gembira. Membuat Sandara merasa senang karena Jinki telah benar-benar menganggap Dara adalah ibunya.
                Mungkin Jinki belum mengerti apa artinya ibu. Bahkan mungkin ia tak mengerti bahwa Dara bukan ibu kandungnya. Sandara pun juga belum pernah tau, seperti apakah sosok ibu kandung Jinki. Suaminya tak pernah membahas ini, ia selalu mengalihkan pembicaraan ketika Dara menanyakan ibu kandung Jinki.
                Ting Tooong….
                “Kajja, kita buka pintunya sayang….”
                Seorang wanita berdiri didepan pintu rumah mewah ini ketika Sandara membukakan pintunya. Wanita ini cantik. Pakaiannya sangat modis. Ia juga mengenakan kacamata hitam. Namun ia melepasnya saat ia berusaha memperhatikan sosok kecil Jinki yang berada di samping Dara.
                “Nugu?”
                “Bolehkah aku masuk? Aku adalah kenalan baik suamimu.” Katanya memaksa masuk.
                Sandara mempersilakan wanita itu masuk karena dia bilang dia adalah kenalan baik Jong Ki. Namun Dara mengingat bahwa Jong Ki tak pernah mengenalkannya pada seorang wanita yang kelihatannya sangat akrab dengannya.
                “Maaf, tapi suamiku sudah berangkat kerja. Kau bisa menemuinya lain waktu.” Kata Dara sopan dan lembut.
                “Kalau begitu, aku ingin menemui Jinki.” Dara tersentak saat wanita itu menyebut nama anak yang berada disampingnya.
                “Kau tak tahu siapa aku?” Ia menaikkan satu alisnya dan menatap Dara tajam.
                “Aku Jia, ibu dari Jinki dan anak kedua Jong Ki.” Dara membulatkan matanya ketika wanita bernama Jia itu membual.
                Anak kedua??? Apa yang ia maksud? Bukankah Jong Ki berpisah dengan isterinya saat setelah Jinki lahir?
                “Apa suamimu tak bicara padamu?”
                Bicara apa? Banyak opini-opini yang keluar di otak Dara yang tak bisa ia ungkapkan.
                “2 minggu yang lalu aku telah melahirkan anak kedua kami, Song Sun Woo…”
                “AA….aanak kedua?” Tanya Dara tak yakin.
                “Ya. Anak kedua kami.”
                ***
                Sementara Jong Ki yang masih dalam perjalanannya menuju kantor, tampak kesal karena berkas-berkas yang ia telah siapkan tertinggal di rumah. Dengan kesalnya ia harus kembali ke rumahnya untuk mengambil berkas tersebut.
                “Untuk apa aku kesal? Toh kesempatanku untuk melihat Dara dan Jinki lagi.” Gumamnya dalam hati saat senyuman terukir di bibirnya.
                ***
                “Sekarang aku kesini untuk membawa Jinki. Bersama atau tak bersama Jong Ki, aku akan tetap membesarkan Jinki. Karena dia putraku.”
                Jia langsung saja meraih Jinki dan menggendongnya. Melepas genggaman tangan Dara pada Jinki. Dara masih saja diam, lemas akan kenyataan tersebut.
                Jia tak merasa kasihan sedikit pun pada Dara. Ia pun beranjak meninggalkan Dara yang masih mematung setelah mendengar penjelasan darinya. Namun Jinki sempat memberontak dalam gendongan Jia.
                “Eommaaa….” Teriak Jinki menangis, tangan kecilnya berusaha meraih Dara. Jia tak perduli, ia tetap membawa Jinki pergi.
                “Bagaimana bisa oppa melakukan ini padaku??” Kata Dara dalam hatinya. Tangisnya tak bisa terbendung lagi. Kakinya melemas hingga ia terjatuh di lantai.
                “Jinki…” Sebutnya saat teringat bahwa Jia telah membawa Jinki pergi.
                Dengan sekuat tenaganya, Dara beranjak mengejar Jia yang membawa Jinki pergi.
                “Jinkiaa…” Dara tetap mengejar Jinki hingga keluar gerbang bahkan kejalan raya. Ia sembari menahan rasa sakit saat perut buncitnya terasa mendesak. Namun dia tak bisa membiarkan Jia membawa Jinki seperti ini.
                “Eommma…..” Jinki menangis menjadi-jadi saat melihat Dara yang mengejarnya.
                “Brakkkkkkkk…….”
                Sebuah mobil menabrak tubuh mungil Sandara. Jia membulatkan matanya ketika melihat Dara berlumuran darah.
                “Daraaaaaaa…..” Teriakan keras Jong Ki saat ia melihat semua ini didepan matanya. Jong Ki yang baru saja sampai kembali harus menyaksikan bagaimana isteri yang ia cintai mengalami ini di depan matanya.
                *** to be countinue …
Next ke part 3 ! ^_^
*kritik dan saran saya perlukan dari pembaca
Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 15/04/2013, in Aktor, FF. Bookmark the permalink. 45 Comments.

  1. Authorrrrrr Ini knpa jia datang lagi hiks hiks…
    buang jia jauh jauh dar kelrga kecil song author ><
    Aduh kalau dara samapai knpa knpa aku kubur hidup hidup ni si jia…
    gak punya hati bngt ni cewek datang dan prgi seenaknya di kehidupan org

    Seru thor aku ikut aja deh gmna jln crtanya soalnya gak ada yg bisa di kritik tp saran aja thor jngn pendek pendek kalau ngepost kkkk….

    • salam kenal .. saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan membaca tulisan saya dan ngasi komentarnya .
      hmm… sarannya saya terima ^_^ hhehe 😀 padahal aku kira ngepost’nya kepanjangan, ternyata terlalu pendek ya . hehe 😀 ok ! tunggu part selanjutnya yaa ..

  2. kenapa harus ada jia sih min? terus aneh deh, katanya udah 3 tahun di amerika, tapi kok bisa ngandung anaknya jong ki? nggak masuk akal.
    dara kasian min, udah ketabrak mungkin juga kandunganya keguguran 😥

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan membaca tulisan saya dan memberi komentar .
      hm… kenapa ada jia?? hwaa kalau alur ceritanya bagus terus, ngga seru dong ! hhehe 😀

      hmm.. coba kamu baca ulang ceritanya . sudah dijelaskan kok bahwa disini Jia kembali ke Korea setelah 3 tahun di Amerika . dan 2 hari sebelum pernikahan Jong Ki dan Dara, Jong Ki mengunjungi Jia . disinilah Jia bisa hamil .. hhhehe 😀

      kandungannya gugur?? hmmm… sabar… tunggu part selanjutnya yaa …

  3. yah koq gantung sih lanjut dong

    kasian banget sih dara dikhianatin sm jong ki

    hah sebel banget ma jia egois banget,jong ki jg gak tegas banget jd cwo klo begitu kan dy jd nyakitin dara

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

      ceritanya gantung .. hmm.. hheh 😀 memang disengaja sebenernya . tunggu saya admin ngepost part selanjutnya yaa ..

  4. Miient Miien

    Next author… Please share lagi..

    Tapi kenapa jia datang lagi , menyebalkan.

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

      hm… tunggu saya ya part selanjutnya . karna bukan ketentuan admin untuk ngepost . terus ajak temen2 kamu buat baca cerita ini supaya admin cepat ngepost part selanjutnya . 😉

  5. bikin nyesek bacanya..feelnya dpt bgt!!! kasian dara d bohongin sm Joongki,iihh sebel sm Joongki dan jia tega2nya mereka menyakiti dara. Dara bersabarlah,bertahanlah…
    thor aku ga setuju dara sm joongki,aku harap dara mendapatkan pria yg baik dan mencintainyaa sepenuh hati.
    Semoga dara dan bayinya selamat…
    cepet d lanjut ya thor

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

      hwaa .. tenang-tenang . dipart selanjutnya Dara memang akan segera mendapatkan pria yang lebih baik dan mencintainya sepenuh hati seperti keinginanmu . tunggu aja part selanjutnya yaa .. pokonya ajak temen2 kamu buat baca cerita ini supaya admin cepat berbaik hati untuk ngepost part selanjutnya . ok

  6. Aaaah yang part 3 nya mana? 😦 jgn lama2 ya thor. Ceritanya bagus,

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

      hm.. penulis sudah mengirimkan tulisan ini hingga part ke-3 . berdo’a saja supaya admin cepet ngepost part selanjutnya .

  7. duuuch dasar jongki !
    kok bisa2nya punya anak lagi sama jia
    dara kasihan banget tuch
    bener2 drama dech
    next partnya jangan lama2 ya thor
    bagus bgt bikin penasaran

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

      hm.. Jong Ki belum bisa melepas cintanya pada Jia . hheh 😀
      bayanganku juga cerita ini memang aku buat layaknya drama . hohoho 😀
      sabarr… tunggu part selanjutnya yaa ..

  8. thor, cepet buat part selanjutnyaaa! penasaran gimana kelanjutannya 😦

  9. haahh… keterlaluan JongKi… Gara2 dia, gini jadi nya, Dara yg tersiksa. Sapa yg nabrak Dara ? JongKi kah ?

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

      hm… penasaran kan?? tunggu part berikutnya ya ..

  10. Thor knpa jd gni =.=” kkkk pkok’a q mw dara ttp ma jongki ne thor???? Jebalyo~~ klo ga lbih baik dara mati ketabrak trus jongki bnuh diri~~ heheh *saran yg aneh* pkok’a tak rela ma jia! *seret jia*buang ke laut* hahahhh /reader sadis/ 😀

    next~~ q tunggu 🙂

    • salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

      hwa … kasian dong Dara kalau mati . T_T . masih ada pria yang mencintai Dara kok . tunggu aja yaa part selanjutnya . karna bukan ketentuan penulis untuk ngepost . berdo’a aja supaya admin cepat berbaik hati ngepost part selanjutnya . sekarang aku sedang fokus menggarap part ke-5 . sabar yaa …

  11. Bgus dh thor! I like it~

    • Chayl_Veyla

      salam kenal … saya penulis cerita ini .
      terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya dan memberi komentar .

  12. mwooo ?
    kq jdi gni..
    jgan sad ending ea..

  13. sungmin girl friend

    Thorrr jahat aku nangis nih bcnya == histeris sendiri sampe di kira org gila tp keren thor

  14. Ya ampun sumpaaaaaaaaaaahhh.
    Kasian bgt daraaaaaaaa…
    Huhuhu..
    Knp hrs dy yg nrima itu smw??
    Miriiiiiiiiiissss bgt bacanyaaaaaaa…
    Huhuhuhuhuhuhuhuhuhu.

  15. jia eonnie~~~ pergilah kauu jangan ganggu dara eonn kuuu TT

  16. Aigooooo ada jia lagi muncul,, padahal joong ki oppa lebih baik sama sandara ,, thor kira kira sandara sama baby nya baik baik aja gak ya ? Oh ya terlalu pendek thor ff nya ,, tapi tetep daebak ,, gumawo ff nya thor

  17. tuuuuh kan aq nangiiis.. T.T

  18. Waduuhh jia kejem amat ,, dara gaa knapa2 kan ?? Jgn2 dia keguguran , ? Lanjut part 3

  19. Mg z sandara n babynya g pa2
    next

  20. Aku nangis soalnya sedih bangat keren….

  21. nyesek:’

  22. Uaaa…jongki aku temani mnangis. Ih sebel sama jia, kan dia udah pergi ninggali jongki kenapa balik lagi malah ambil jinki segala…duh thor maaf udah kesel sama jia disini maaf thor ya maaf. Author kan baik hati kan…

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: