My Heart For You (Part 5)

5a_副本
1.       Author           : Chayl.V
2.       Judul              : My Heart For You (Part 5)
3.       Kategori         : Yadong, NC21
4.       Cast                :
·         Park Sandara (2NE1)
·         Song Jong Ki
·         Jia (MISS A)
·         Junsu (JYJ)
·         Onew (Shinee) as Jinki
·         Baro (B1A4) as Sun Woo
·         Hyewon (5dolls)
Mata Jinki pun masih menyusuri ruangan itu. Kursi dan meja kerja dengan beberapa lembar kertas dan buku masih tertata rapi. Namun kini pandangan Jinki berpindah ke sebuah foto dengan ukuran besar yang terpanjang tepat di belakang kursi kerja tersebut.
Tampak Hyewon berdiri dan merangkul pundak kedua orang tuanya. Seorang pria yang Jinki kenal dalam foto itu, dia adalah Kim Junsu, ayah Hyewon. Namun Jinki tersentak melihat seorang wanita yang mungkin dia adalah ibu Hyewon. Wanita dengan rambutnya yang pendek dan terlihat cantik walau mungkin usianya tak lagi muda. Wanita yang mungkin tak asing lagi baginya.
“Eomma….” Tiba-tiba air mata pun mengalir di pipi Jinki.
Tangan Jinki pun bergetar hebat. Merasakan kakinya kini terasa lemas untuk berpijak. Air mata yang tanpa sebab mengalir, membasahi kembali kedua pipi Jinki yang lekas kering dari kejadian semalam.
“Eomma….” Ucap Jinki sekali lagi.
“Aku harus pergi dari sini” Kata Jinki dalam hati. Mengumpulkan sekuat tenaganya untuk berusaha pergi dari ruangan tersebut.
***
Dalam perjalanannya pulang kerumah pun, masih teringat dengan jelas apa yang baru saja ia lihat. Benarkah itu eomma?? Inilah pertanyaan yang kini memenuhi otak Jinki. Dulu ia masih terlalu kecil untuk mengetahui hal apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya bisa mengingat bahwa Sandara adalah wanita yang pernah menjadi eommanya, dan wanita yang sangat menyayanginya.
Diperhatikannya jalanan Seoul pagi itu dengan lajunya taxi yang membawa Jinki pulang kerumahnya. Tapi tak bisa membuat hati Jinki menjadi gembira saat itu. Air mata pun mengalir kembali tanpa sebab. Mungkin rindu, kerinduan Jinki yang tak pernah bisa ia katakan lagi.
***
“Tak…Tak…” Suara alat makan terdengar dari ruang makan saat Jinki mulai masuk ke sebuah rumah mewah.
“Sun Woo…” Kata Jinki dalam hati, berfikir bahwa Sun Woo yang mungkin sedang menyantap sarapan paginya di dapur.  Ia pun segera menuju ruang makan keluarga untuk memastikan adiknya berada disana.
Namun langkahnya terhenti saat ia tak menemukan adiknya, hanya melihat seorang wanita yang masih terlihat cantik dengan rambut panjangnya terurai, duduk menyantap sarapan paginya sendirian di meja makan mewah untuk 4 orang anggota keluarga tersebut.
“Jinki-ya….” Tak kuasa Jinki mendengar panggilan yang terucap dari mulut ibunya, ibu kandungnya.
Jinki pun tertunduk kembali dan enggan mengangkat kepalanya untuk dapat melihat sosok wanita dihadapannya itu. Namun wanita itu beranjak dari kursinya dan berniat menghampiri anaknya yang tertunduk ketakutan.
“Jangan mendekat.” Ucap Jinki spontan saat ibunya hendak menghampirinya.
“Aku kesini hanya untuk melihat keadaan Sun Woo. Tampaknya aku salah jika berpikir Sun Woo ada disini. Aku akan melihat ke kamarnya.” Jinki pun membalikkan badannya dan memunggungi ibunya. Inilah yang selalu dilakukan Jinki, bersikap dingin pada ibunya.
“Sun Woo tak pulang semalam….” Kata Jia membuat Jinki tersentak.
“Kau kemana? Kenapa juga tak pulang. Eomma tak bisa menghubungimu dan Sun Woo. Mandilah…. Ganti pakaian mu dan segera sarapan pagi, akan eomma panaskan supnya.” Kata Jia membelai lembut kedua lengan anaknya yang masih berbalut jas seragam sekolahnya dari belakang.
Jinki pun membalikkan badannya dan menatap ibunya.
“Bagaimana bisa eomma tak khawatir pada Sun Woo?” Katanya menatap Jia tajam.
“Apa yang telah ia lihat semalam, mungkin itu cukup untuk membuatnya tak mau pulang. Tapi, tak ada rasa khawatir didirimu, eomma….”
“Song Jinki….” Ucap Jia dengan nada meninggi. Pikirannya pun telah beraduk dengan memikirkan kejadian semalamnya yang ternyata anak bungsunya telah lihat dan sekarang perlakuan dingin yang ia dapat dari anak sulungnya.
Tapi kali ini Jia harus berusaha keras untuk bersabar terhadap perlakuan yang ia terima dari putra sulungnya ini. Jia menghela nafasnya panjang.
Jia kembali berusaha meraih lengan Jinki, “Jinki-ya, dengarkan eomma, bersikaplah baik pada eomma. Untuk hari ini saja. Arrasso?” Ucap Jia lirih.
Jinki hanya berusaha mendengarkannya saja. Tak mengerti apa yang kini tengah ibunya maksudkan.
“Jinki-ya…” Sosok pria paruh baya ditatap lekat oleh Jinki saat pria itu turun dari tangga.
“Appa….” Ucap Jinki saat pria itu memeluknya.
“Gwenchana? Kenapa kau tak pulang semalam?” Tanya sang ayah khawatir.
Namun Jinki pun masih terdiam mendegar pertanyaan dari Song Jong Ki, ayahnya, yang terlihat sangat khawatir padanya. Haruskah ia mengatakan hal yang sebenarnya?
“Lalu, dimana adikmu? Apa dia tidak bersamamu?”
Jia pun semakin gelisah, tanggannya bergetar hebat menunggu jawaban anak sulungnya atas pertanyaan suaminya. Akankah Jinki mengatakan hal yang menjadi kesalahannya kepada suaminya?
Yak, setelah perginya Sandara dari sisi Jong Ki, ia benar-benar merasa sangat kesepian, dan merasa sangat membutuhkan Sandara walau saat itu dia bersama Jia. Dan saat itulah ia menyadari bahwa ia tak lagi mencintai Jia, namun hatinya hanya untuk Sandara.
Lama waktu yang diperlukan Jong Ki untuk melupakan Sandara yang telah meninggalkannya dan meninggalkan Korea, rasa frustasi pasti didera Jong Ki saat itu. Tapi Jong Ki tak mau egois, pikirnya saat ini hanyalah membesarkan kedua anaknya dengan baik walau tanpa hubungan yang harmonis dengan isterinya, Jia.
“Aniyo appa… Sun Woo menginap dirumah temannya. Aku akan menelfonnya untuk segera pulang.” Jawab Jinki meyakinkan ayahnya.
“Oh… Mandilah, kau harus berangkat kesekolah.”
“Ne appa..” Ucap Jinki seraya sedikit menunduk pada ayahnya. Berbeda dengan perlakuan Jinki pada ibunya, Jinki sangat menghormati dan menyayangi ayahnya.
***
Pagi ini suasana sekolah begitu ramai. Tidak ada kegiatan yang berarti disekolah karena para guru sedang mempersiapkan ujian kelulusan untuk siswa kelas 3. Seluruh siswa kelas 3 diberikan waktu belajar tambahan di sekolah. Tapi tidak untuk Jinki bisa merasakan itu. Ia malah menyibukkan diri pergi ke ruang kelas 1 untuk mencari adiknya.
“Ah.. anyeonghaseo sunbae…” Ucap seorang siswa saat ia melihat Jinki diambang pintu kelas itu. Jinki pun dengan senyumnya memberikan salam pada hoobaenya.
Matanya masih sibuk menyusuri keberadaan Sun Woo.
“Sunbae…” Jinki pun menoleh ke sumber suara tersebut. Seorang gadis berada di belakangnya.
“Kau sekolah hari ini? Apa keadaanmu sudah baik?” Dengan refleks punggung tangan gadis itu menyentuh kening Jinki untuk memastikan keadaannya.
“Gwenchana Hyewon-ah…” Seraya Jinki menurunkan tangan Hyewon dari keningnya saat hoobae di kelas itu banyak yang memperhatikannya.
“Ah.. Bisakah kau panggilkan Sun Woo. Ada yang ingin aku bicarakan padanya.”
“Ah, ne.” Ucap Hyewon seraya memasuki ruang kelasnya.
                ***
                “Yak, Song Sun Woo, gwenchana?” Ucap Jinki khawatir pada adiknya.
                “Gwenchana hyung…” Sun Woo pun berusaha menampik tangan Jinki yang berusaha meraih lengannya. Jinki pun hanya bisa menghela nafas karenanya.
                ***
                Hingga sore hari, Sun Woo masih berada disekolah hanya untuk tidur dikelas. Benar-benar kantuk yang dirasakan Sun Woo hingga tak sadar bahwa ia berada dikelas itu sendirian hingga sore hari. Tersadar akan itu, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar daari ruang kelas tersebut walau dengan matanya yang masih sangat lengket.
                “Yak, Song Sun Woo…”
                Sebuah suara datang dari belakang, seorang gadis mendekat pada Sun Woo hingga mereka berjalan bersampingan.
                “Yak, jangan bilang kau tidur sendirian dikelas hingga sesenja ini?” Gadis itu kerkekeh karenanya.
                “Jangan berusaha dekat padaku.” Ucap Sun Woo acuh.
                Sun Woo selalu acuh pada setiap orang, apalagi Hyewon, orang yang baru ia kenal. Ia tetap saja acuh pada Hyewon walau Hyewon terus mengikuti langkah kakinya hingga menuju ke gerbang sekolah.
                Sun Woo masih mengacuhkan Hyewon, dengan berpura-pura mendengarkan musik di headset yang ia pakai.
                “Yak , itu dia…” Suara sekumpulan pria terdengar di balik gerbang sekolah. Hingga akhirnya mereka masuk ke lingkungan sekolah dan kini menatap Sun Woo tajam.
                Sun Woo pun memperhatikan mereka. Benar saja, Sun Woo mengenal mereka. Mereka adalah berandalan yang membuat gara-gara pada Sun Woo akhir-akhir ini. Dengan segera pun Sun Woo berlari kembali ke dalam gedung sekolahnya, tak lupa ia juga menarik tangan Hyewon agar ikut bersamanya. Pikir Sun Woo saat melihat gerombolan pria itu adalah Hyewon, suasana sekolah saat itu telah lengang, bahaya untuk Hyewon jika ia meninggalkannya. Entah apa yang bisa membuat Sun Woo kali ini dapat berfikir untuk sedikit memikirkan orang lain.
                Hyewon pun menurut saja saat tangannya ditarik paksa oleh Sun Woo untuk masuk lagi ke gedung sekolah. Sun Woo membawanya ke sebuah ruang kelas yang gelap. Dengan nafas  yang memburu keduanya, Sun Woo memberi insyarat pada Hyewon untuk berhenti berlari dan duduk di lantai ruang tersebut.
                “Sun.. Wooo- .. yya..” Nafas Hyewon masih tak teratur. Sun Woo pun melepas jas sekolahnya karena gerah setelah berlarian.
                “Aku takut gelap, ayoo kita pergi dari sini..” Ucap Hyewon berusaha dengan keras mengucapkan ajakannya pada Sun Woo.
                “Aggggggggggghhh…. Apppoooooo ….. Pallliwwwaaaaaaa…… Oppppppaaaaahhhhh”
                Sun Woo pun dengan sigap membungkam mulut Hyewon dengan tangannya. Mereka sangat terkejut dengan suara yang baru saja mereka dengarkan. Seperti suara gadis yang sedang mendesah karena bercinta.
                “Sabar chagiyaa… Akan segera kumasukkan.”
                Sun Woo dan Hyewon pun membulatkan mata mereka saat mendapati suara pria yang juga berada di ruangan yang sama dengan mereka. Hyewon pun mengerutkan alisnya dan berusaha untuk protes atas ulah Sun Woo yang masih membungkam mulutnya dengan tangan kekarnya. Tapi apalah upaya Hyewon, Sun Woo malah semakin kuat membungkam mulut Hyewon.
                “Dengarkan aku… Kau harus diam, jika kita keluar dari sini, kita akan mati dibunuh berandalan itu, dan jika kau bicara, kita akan mati oleh mereka.” Ucap Sun Woo lirih sembari ia mengarahkan matanya pada sumber suara yang tak bisa ia lihat dengan jelas aktifitasnya karna gelapnya penerangan.
                Hyewon pun mengangguk. Dengan pelan Sun Woo pun melepaskan bungkaman tangannya di mulut Hyewon.
                “Aaaaaaaggggghhhhhhh………….” Gadis itu mendesar hebat, suaranya pun memenuhi ruang yang Sun Woo dan Hyewon tempati.
                “Mian chagi, milikku yang besar ini sangat ingin memasuki lubangmu.”
                Hyewon pun terpekik atas ucapan pria yang sangat terdengar jelas ditelinganya. Hyewon pun tak kuasa mendengar hal semacam itu, dia menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya untuk mencegah suara yang hampir keluar dari mulutnya.
                Sun Woo pun ikut khawatir melihat dengan samar ekspresi Hyewon mendengar dengan jelas ketika suara-suara itu bergema diruangan. Mungkin Hyewon masih sangat muda di usianya untuk tahu hal semacam ini, pikir Sun Woo.
                “Opppaaaaaaaah….. Cepat geraaakkk—kkkaan milikmuu…. Aku .. tiiidaakk… thaaaaaaaan…. Ouuuggghhhhhh Palliiwaaa….”
                Suara desahan itu semakin menjadi-jadi. Menggema diruangan itu. Sun Woo pun semakin khawatir pada ekspresi Hyewon. Tanpa fikir ia pun mendekap tubuh Hyewon agar ia mendekap ditubuhnya. Hyewon yang masih mematung pun menurut saja dan memilih untuk menyembunyikan kepalanya di dekapan Sun Woo. Kedua tangan Sun Woo pun berusaha menutup kedua daun telinga Hyewon agar tak mendengarkan suara-suara aneh itu.
                “Apppooo opppaaaa… Aggggggghhhhh….. Oouugggghhh, milikkkmu – saaa…ngggaaaaat beesaaarrr….”
                Sun Woo pun ikut memenjamkan matanya tak kuasa mendengar desahan yang membuat libidonya naik. Sangat ingin ia keluar dari ruangan itu, namun ia harus menahannya mengingat pria berandalan itu yang mungkin masih menunggunya di luar sekolah.
                “Hiks-hiks…”
                Sun Woo merasa kemeja sekolahnya iki terasa basah dibagian dada. Benar saja, ternyata Hyewon terisak menagis di dekapannya. Sun Woo tak habis pikir olehnya. Apakah Hyewon harus setakut ini??
                “Yak, Kim Hyewon…” Ucap Sun Woo sangat lirih.
                “Kemeja ku basah…” Ucapan Sun Woo tak dihiraukan Hyewon, dia hanya gemetar ketakutan di dalam dekapan Sun Woo.
                Dengan inisiatifnya pun Sun Woo memungut jas sekolahnya dan melebarkannya agar menutupi tubuh Hyewon.
                “Berdirilah… Kita pergi dari tempat ini.”
                Hyewon sempat tersadar dengan ucapan Sun Woo padanya. Ia mengumpulkan tenaganya untuk berdiri dan mengendap-endap keluar dari ruangan itu dengan masih berada di dekapan Sun Woo.
                “Agggggggggggghhhhhhhhh…. Oppppaaaaaaaaahhhh……”
                Sekali lagi terdengar desahan sexy si wanita itu saat Sun Woo dan Hyewon hendak berdiri untuk meninggalkan tempat itu. Hyewon pun terkejut karena teriakan sang gadis, membuatnya semakin erat mendekap tubuh Sun Woo. Sun Woo pun tersenyum geli karena ulah Hyewon. Tangannya pun membelai rambut Hyewon, entah apa yang membuatnya melakukan hal semacam itu. Tapi ia reflek melakukannya.
                Dengan mengendap-endap, keduanya berusaha keluar dari ruangan itu. Sun Woo dan Hyewon kini sudah berada di ruangan yang lain. Tapi tetap saja, Hyewon belum melepaskan pelukannya pada Sun Woo.
                “Yak, Kim Hyewon .. Lepaskan aku.” Berontak Sun Woo.
                Hyewon pun semakin mepererat lagi pelukannya pada Sun Woo. Membuat Sun Woo memekik saat ia merasakan benda tumpul dan kenyal bergesekan dengan tubuhnya, membuat libido Sun Woo naik.
                Dengan sedikit memaksa pun Sun Woo berusaha melepaskan pelukan erat Hyewon terhadap dirinya. Berhasil dengan itu, Hyewon masih menunduk dan membeku. Sun Woo masih salah tingkah oleh rasa yang menderu dirinya sendiri ini. Tapi ia begitu penasaran dengan wajah Hyewon kali ini yang tertunduk setelah ia dengan maksa melepas pelukan.
                Diraihnya rahang Hyewon dengan kedua tangannya, dan mendongakkan kepala Hyewon. Ditatapnya wajah Hyewon. Ia dapat melihat dengan jelas mata Hyewon sangat sembab karena menangis.
                “Kau …” Sun Woo mematung tak tahu apa yang harus ia lakukan saat melihat wanita menangis.
                Sun Woo pun mengambil tindakan dengan kembali memakaikan jas sekolahnya pada tubuh Hyewon yang memang saat itu Hyewon tak memakai jas sekolahnya sendiri. Dan kemudian ia genggam erat tangan Hyewon.
                “Kajja…”
                Sun Woo dan Hyewon pun berhasil keluar dari gedung sekolah dengan melewati pagar belakang sekolahnya. Sun Woo masih saja menggenggam erat tangan gadis itu. Hyewon masih diam dan menuruti saja langkah kaki Sun Woo.
                Mereka berada di gang sempit di pemukiman, Sun Woo pun melepaskan genggaman tangannya. Menatap Hyewon yang masih tertunduk.
                “Hyewon-ah… Gwenchana??” Ucap Sun Woo yang berusaha mencari wajah Hyewon.
                Sun Woo pun menjadi salah tingkah, tak tahu apalagi yang harus ia lakukan karena Hyewon terus saja diam tak mau menjawab pertanyaan Sun Woo.
                “Apa, baru kali ini kau melihat hal semacam… itu??” Sun Woo mengumpulkan keberaniannya untuk menanyakan hal seperti itu pada Hyewon.
                Hyewon pun mengangguk, sementara Sun Woo pun tersenyum geli. Menandakan bahwa ia telah sering melihat hal semacam ‘itu’ karna ia tak sedikit pun merasa canggung atau pun tabu seperti layaknya yang Hyewon rasakan.
                Ditatapnya Hyewon intens oleh Sun Woo. Rasa kasian kini mendera Sun Woo. Sun Woo pun memberanikan dirinya untuk meraup rahang Hyewon dengan kedua tangannya. Kini Sun Woo telah dapat memperhatikan wajah cantik gadis itu. Satu tangannya berada dipipi kanan Hyewon. Hyewon pun kini mendongakkan kepalanya seraya menatap Sun Woo. Mereka berpandangan lama, saling menatap dalam. Hingga akhirnya Sun Woo mendekatkan wajahnya, Hyewon pun memejamkan kedua matanya. Dan kini merasakan kehangatan bibir Sun Woo pada bibirnya. Inilah ciuman pertama mereka.
                Sun Woo masih menempelkan bibirnya, namun kini mencoba menghisap bibir atas Hyewon. Hyewon pun tak membalas, ia masih terkejut atas tingkah Sun Woo. Sun Woo pun memegang kendali, tangan kirinya meraih tengkuk Hyewon.
                “Mmmpph…” Desah Hyewon saat ia berusaha mendapatkan sedikit oksigen.
                Sun Woo yang menyadari hal itu pun segera menhentikan aktifitasnya dan memberi jarak diantara mereka. Hyewon membuka matanya, dan tak berani berkata. Senyum pun terukir dibibir Sun Woo kali ini.
                “Kajja, aku akan mengantarmu pulang.” Sun Woo pun menggenggam kembali gadis yang menjadi tempat ciuman pertamanya itu.
                Hyewon pun menatap tangannya yang kembali digenggam oleh Sun Woo, namun hal itu tak mengurungkan niat Sun Woo untuk melepasnya. Ia malah semakin menggenggam erat tangan Hyewon dan memulai langkahnya untuk mengantarkan Hyewon pulang.
                ***
                Sementara jam dinding menujukkan pukul 7 malam. Saatnya siswa kelas 3 pulang. Inilah kegiatan siwa kelas 3 sepeti Jinki akhir-akhir ini, dia harus pulang malam hari demi mendapatkan pelajaran tambahan untuk ujian kelulusannya.
                “Anyeong Jinki-yaa…” Teman-teman Jinki memberikan sapaan, banyak dari mereka yang pulang dengan dijemput kedua orang tua atau supir pribadinya. Tapi tidak untuk Jinki, ia lebih menikmati berjalan kaki untuk pulang karena jarak rumahnya kesekolah yang cukup dekat.
                Namun langkahnya terhenti saat seorang pria paruh baya berdiri di balik gerbang sekolah, disamping sebuah mobil mewah dan ia terlihat kebingungan, seakan mencari anaknya yang tak lekas keluar dari gedung sekolah. Padahal hanya kelasnya lah yang pulang paling akhir, pikir Jinki.
                Jinki pun menhampiri pria itu, dan ternyata dia adalah pria yang Jinki kenal.
                “Kim Ajusshi …”
                “Ah, Noel …”
                “Anyeonghaseo…” Ucap Jinki menunduk pada Kim Junsu, ayah Hyewon.
                “Kau juga sekolah disini?”
                “Ne, “ Jawab Jinki tegas. Sebenarnya saat ini banyak pertanyaan-pertanyaan di otak Jinki yang ingin ia utarakan pada Kim Junsu mengenai wanita yang ada dalam foto keluarga mereka. Tapi apalah daya, mulut Jinki terasa yang berkutik untuk mampu mengatakannya.
                Pintu mobil yang berada di samping mereka pun perlahan terbuka, seorang wanita paruh baya dengan rambut pendeknya keluar dari mobil mewah itu. Jinki pun tak bisa melepaskan padangannya, ditatapnya lekat wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Wanita itu benar-benar masih cantik diusianya sekarang, ia juga memberikan senyumannya pada Jinki saat ia berhasil keluar dari mobil.
                Mata Jinki berair, entah apa yang bisa membuat air matanya hendak keluar. Tubuhnya membeku, mulutnya terkunci saat ia ingin berusaha dengan keras mengucapkan sebuah kata yang ingin ia katakan saat itu, yaitu …
                “Eomma…”
                Jinki masih saja belum bisa meloloskan tatapannya pada wanita itu, ingin rasanya kedua tangannya meraih lengan wanita itu dan memeluknya. Dan kembali merasakan kasih sayang yang pernah ia rasakan dari wanita itu. Tapi apalah daya Jinki, tubuhnya terlalu membeku saat setelah ia menatap wajahnya lekat.
                “Yeobo, apa dia belum keluar?” Ucap wanita itu pada pria di sampingnya, Kim Junsu.
                “Hm… Belum.” Jawab Junsu khawatir menatap isterinya, Park Sandara.
                “Ah, anak muda, siapa namamu? Hm… Bolehkah aku minta tolong padamu?” Kata Kim Junsu berusaha menyadarkan tatapan matanya pada isterinya.
                “Yak, apakah kau melihat putri kami, Kim Hyewon?”
                Terasa petir menyambar hati Jinki saat mendegar dengan jelas pernyataan pria di hadapannya itu bahwa gadis bernama Kim Hyewon adalah putri mereka. Putri Kim Junsu dan wanita disebelahnya itu.
                “Apakah eomma meninggalkanku untuk bersama dengan pria ini?” Tanya Jinki dalam hatinya.
                Air mata pun jatuh dipipi Jinki karna tak kuasa menatap wanita dihadapannya yang masih sangat cantik seperti 15 tahun yang lalu.
                “Gwenchana?” Wanita itu mulai khawatir, ia pun memberanikan dirinya untuk memegang lengan Jinki, memastikan kekhawatirannya.
                Tapi Jinki menjauh dari tangan lembut itu, menghindar dari tangan lembut yang ia rindukan. Ia pun mengumpulkan kembali semua energinya, berusaha menjauh dari wanita itu, ia pun membalikkan badannya hingga memunggungi sepasang suami isteri yang masih bingung dengan tingkah Jinki. Langkahnya yang lemah masih berusaha ia langkahkan. Berusaha menyembunyikan air matanya yang semakin menderu keluar dari kelompak matanya yang semakin sembab.
                Rasa rindu yang tak bisa kali ini Jinki ungkapkan pada wanita yang sangat ia rindukan.
*** to be countinue …
Next part 6 ! ^_^
* Di part-7 akan dimulai lagi kesan melodrama nya . Semoga readers terus menyempatkan diri untuk membaca “My Heart For You” selanjutnya ^_^
* Kamsahamnida ….
Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 29/04/2013, in Aktor, FF, Shinee and tagged , , , . Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. Kyaa…. Author pndek amat!!! Tu tbc ganggu sangat~ 😀
    hyewon ga ke jinki??? Eumm…. Tak apalah,,, biar jinki ma hyewon sbg kakak adik z dah cukup 🙂

  2. angela maretha

    daebakk ^^
    aku suka dri part 1 mpe part ini, kerenn.. aku mpe baca 3x ulag2 trus ._.

  3. park min rin

    ini pendek bgt thor panjangn apaaa-________-

  4. keren ini FF nyaaaa, tapi terlalu pendek .-. hehe. keep writing ya thor!!

  5. Vanilla Latte

    Yaaaa thooor kenapa tbc. Ah gila baru serius baca juga. Next paaaart T.T

  6. hahaha aku baca commentnya pada kesel karna part yang kali ini pendek ㅋㅋㅋ
    ga apa sist. fighting!! ditunggu ya part selanjutnya 🙂

  7. makin bagus lanjut thor…

  8. kyaa..saya suka,saya suka *sambil tepuk-tepuk tangan gk jls ala memei temen upin-ipin*halah..
    keren thor!!!!!

  9. yaaaaaaa thor kok hyewon sama adiknya jinki sih
    ntar jinki sama sapa.
    yaudah sama aku ja jg gpp kok #PLAK !

  10. kasian amat jinji oppa!
    jd sedih!
    😦

  11. Baguss lanjutanya ya thor..kemana si kim hyewon pergi?

  12. . Yahh, kenapa part ini pendek banget thor??
    . Next thor, Penasaran…

    . Kasihan banget Jinki nya… 😦

  13. Kyaaaaa~ ffnya keren banget, ceritanya bener2 ‘wow’, coae,, 😀
    Tp, btewe, part 6 ini terlalu pendek, thor, tpi aku tetep suka..
    Thor, FIGHTING.. tambah lagi NCnya *plak* -_-
    😀

  14. keren ceritanya.. jangan lama2 dong tor buat ngeluarin part selanjutnya boriing jadinya klo lama2.. okkk

  15. mvp forever

    kirain kim hyewon ama jinki,….

  16. Wadoooooooohhhh..
    Hyewon dbwa kabur sm sun woo tuhhh..
    Wkwkwkwkwk…

  17. min.. taq sabar aq menunggu kelanjutannya… 🙂

  18. ya..kok udah tbc?

  19. aaaahh kasian jinki,,
    hyewon ama sun woo??next part ah

  20. Tambah seru nih , kyaknya bkalan ada cinta segitiga (jinki,hyewon sama sunwo) kasian jinki , hyewon sama jinki ajjj ,

  21. Jinki salah paham ni ma sandara

  22. Sempat kaget dengan reaksi sun woo waktu dikelas bersama hyewon….dan rupanya jinki salah paham y dengan dara omma…

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: