My Heart For You (Part 6)

yadong ff nc
1.       Author           : Chayl.V
2.       Judul              : My Heart For You (Part 6)
3.       Kategori         : Yadong, NC17
4.       Cast                :
·         Park Sandara (2NE1)
·         Song Joong Ki
·         Jia (MISS A)
·         Junsu (JYJ)
·         Onew (Shinee) as Jinki
·         Baro (B1A4) as Sun Woo
·         Hyewon (5dolls)
Sampailah Sun Woo dan Hyewon di depan gerbang sebuah rumah mewah. Sun Woo pun masih saja belum melepas genggaman tangannya pada Hyewon, berusaha memberikan perlindungan pada gadis yang baru saja mendapatkan pukulan mentalnya (?) karena mungkin baru kali ini hal Hyewon melihat hal semacam ‘itu’ didepan matanya..
            Teringat kembali saat dirinya sendiri dengan mata dan kepalanya melihat eomma kandungnya melakukan hal semacam itu dirumah mereka saat appanya tak ada. Hancur sudah harapan Sun Woo saat itu juga untuk memiliki sebuah keluarga yang utuh.
            Sun Woo pun menatap Hyewon lekat, kini Hyewon sudah dapat memberanikan dirinya menatap Sun Woo.
            “Masuklah…” Ucap Sun Woo melepaskan genggaman tangannya.
            “Gomawo…” Sebuah kata terucap dari mulut Hyewon yang sedari tadi hanya diam.
            Senyum pun terukir di bibir Sun Woo kali ini. “Jaljayeo… Anyeong…” Ucap Sun Woo seraya melambaikan tangannya pada Hyewon.
            Hyewon kali ini merespon, ia pun membalas senyuman yang di lontarkan Sun Woo padanya. Pikirnya adalah pria yang selama ini kaku dan bersikap dingin padanya, kini berubah menjadi hangat.
            Sun Woo pun pulang dengan hati yang gembira. Entah apa yang dirasakannya, namun hati Sun Woo terasa senang walau pun ia harus jauh-jauh mengantarkan Hyewon untuk pulang. Sepanjang perjalanannya saat menaiki bus pun masih diingatnya kembali kejadian saat ia dapat memeluk Hyewon, memberikan perlindungan pada gadis itu dan memberikan ciumannya. Senyum pun tak henti-hentinya berakhir di bibir Sun Woo.
            ***
            Malam semakin sunyi, sesunyi Jinki yang masih mengurung diri dikamarnya. Matanya sembab karna air mata yang bertubi-tubi mengalir dari matanya. Pandangannya masih tak lepas dari sebuah kertas foto yang masih ia genggam. Itu adalah foto saat pernikahan Song Joong Ki dan Sandara bersama seorang pemuda kecil yang tak lain adalah dirinya. Saat itulah ia benar-benar mulai mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Ibu yang benar-benar menyayanginya.
            Tok Tok Tok
            “Hyung, buka pintunya.”
            Tok Tok Tok…
            “Hyung, biarkan aku masuk. Aku ingin tidur di kamarmu. Buka pintunya hyung.”
            Teriakan Sun Woo di balik pintu kamar pun tak seraya membuat Jinki terlepas dari suasana hatinya. Masih saja ia menatap kertas foto itu, pikirnya hanyalah mengapa Sandara meninggalkannya? Jujur saja selama ini Jinki tak pernah menanyakan hal itu pada appanya. Jinki hanya mengingat sedikit hari-harinya bersama Sandara, namun kemudian Sandara meninggalkannya dan appanya, Song Joong Ki. Lalu seorang wanita yang tak ia kenal masuk ke dalam keluarganya dan mengakui dirinya sebagai ibu kandungnya, Jia.
            “Hyung, apa kau sudah tidur??”
            Dengan sekuat tenaga, tangan Jinki mulai meremas kuat kertas foto yang ia genggam. Ia usap air mata yang sedari tadi mengalir di pipinya, Jinki pun kemudian beranjak dari ranjangnya, membuka pintu kamarnya hingga Sun Woo yang masih ada di balik pun terkejut dengan tingkah kakaknya.
            “Hyuuung…”
            Ia langkahkan kakinya menuju sebuah ruangan besar di lantai pertama rumah mewah itu. Mencari keberadaan Song Joong Ki, appanya. Jantungnya berdegup kencang, seakan banyak kata dan hal yang kali ini ingin ia ledakkan di hadapan appanya.
            Blaakk
            Seorang pria duduk di meja kerjanya menatap anak sulungnya. Jinki pun melangkahkan kakinya ke dalam ruang kerja appanya. Memberanikan diri dan menyiapkan mentalnya untuk mengungkapkan segala hal yang memenuhi pikirannya.
            Mereka berdua saling terdiam di dalam ruangan mewah tersebut. Jinki masih saja berusaha menyembunyikan kesedihan dan tetesan air matanya. Namun Joong Ki bisa melihat itu, mata anaknya yang sembab entah karena apa sebabnya, tapi Joong Ki enggan menanyakan itu.
            “Appa…” Sebuah kata yang ia ucapkan untuk menguatkan dirinya.
            “Katakan… Katakan apa yang membuatmu tak berlaku sopan padaku.”
            “Kenapa … kenapa,”
            “Kenapa eomma meninggalkan kita??”
            Seakan tersambar petir hati Song Joong Ki mendengarkan pertanyaan yang baru saja di lontarkan anak sulungnya.
            ***
            Teng Teng Teng…
            Bel sebuah sekolah pun berdering, semua siswa berlari menuju kelas mereka. Namun tidak untuk Jinki, ia berjalan layaknya manusia yang tak memiliki tenaga. Pandangannya kosong, matanya masih sembab, jalannya pun sangat lemah.
            Brukk…
            “Ah Jeongsonghamnida…”
            Seorang siswi tak sengaja hampir menubruk Jinki dari belakang karena kehilangan keseimbangan akibat berlarian. Namun ini belum bisa menyadarkan pandangan Jinki. Pandangannya masih saja kosong, pikirannya entah kemana.
            “Sunbae…” Jinki pun menatap seorang yang berada di hadapannya.
            “Sunbae, Kenapa kau sangat pucat??” Tanya seorang siswi tersebut.
            Ditatapnya siswi itu. Entah apa yang ia pikirkan, kali ini tatapan Jinki tampak berbeda. Terdapat raut kebencian di wajahnya dan tatapan matanya.
            “Gwenchana???” Ucap siswi itu seraya mendekat menatap Jinki. Dilekatkannya punggung tangannya pada dahi Jinki.
            Namun kali ini entah iblis apa yang merasuki tubuh Jinki, dengan sekuat tenaganya ia berusaha menampik tangan cantik itu dari dahinya hingga siswi itu jatuh dan tubuhnya membentur dinding koridor sekolah.
            “Yak, Kim Hyewon.”
            Seorang pria dari belakang menghampiri Hyewon yang masih terkapar di lantai. Berusaha membantu Hyewon untuk berdiri. Pria itu pun menatap tajam Song Jinki yang masih berdiri membeku tanpa melakukan suatu hal untuk Hyewon.
            “Hyung, neol micheosseo??” Ucapnya seraya menyadarkan Jinki hingga mendorong kecil tubuh hyungnya.
            Pertama kalinya Song Sun Woo bersikap kasar pada hyungnya. Hyung yang sedari kecil selalu menjaganya, hyung yang selalu menyanyanginya, hyung yang selalu ada untuk dirinya, melakukan apa pun untuk dirinya.
            “Hyewon’ah … Ireonnaba.”
            Hyewon pun tampak bingung, apa yang harus ia lakukan. Karena dirinya kedua saudara di hadapannya ini bertengkar untuk pertama kalinya. Namun Hyewon tak berkata. Lantas Sun Woo pun masih membantu memapah tubuh Hyewon untuk berjalan meninggalkan Jinki. Sepertinya kini kaki Hyewon terluka.
            “Ne, nan micheosseo…” Suara Jinki yang meninggi pun menghentikan langkah kaki Sun Woo dan Hyewon.
            “Kajja…” Sun Woo pun menyadarkan Hyewon yang menatapnya lekat. Tak menyangka bahwa mereka akan bertengkar seperti ini.
            ****
            Dibawah rindangnya pohong besar dihalaman sekolah, Sun Woo membawa Hyewon.
            “Haruskah kita meninggalkan pelajaran?” Tanya Hyewon yang duduk memperhatikan hal yang dilakukan Sun Woo.
            “Diamlah…” Sun Woo pun seraya berlutut dihadapan Hyewon. Menatap Hyewon lekat, kemudian melanjutkan kegiatannya menuangkan alkohol pada kapas yang ia pegang.
            Dilihatnya luka pada lutut gadis dihadapannya itu. Luka hingga mengeluarkan sedikit darah disana. Disentuhkannya kapas alkohol itu di lutut Hyewon. Hyewon pun hanya bisa memekik kecil ketika perih menderanya.
            “Apa ini sakit?” Tanya Sun Woo khawatir.
            “Gwenchanayeo…” Jawab Hyewon. Sun Woo pun duduk di samping Hyewon, membereskan kotak obatnya dan kemudian menghela nafas.
            “Apa kau marah padanya?”
            Hyewon hanya terdiam. Ia tak tahu apa yang ia pikirkan. Dia ingin merasa marah karena perlakuan Jinki padanya, namun ia yakin ada suatu hal yang terjadi pada Jinki hingga membuatnya bersikap seperti itu padanya.
            “Sepertinya ia memiliki mood yang buruk akhir-akhir ini.” Ucap Sun Woo.
            “Apa ada yang terjadi padanya?” Tanya Hyewon penasaran.
            “Mollayeo..”
            ***
            “Teng Teng Teng…” Bel pertanda pulang sekolah pun berbunyi. Hyewon lebih dulu keluar dari kelasnya. Langkahnya masih lemah karena luka dilutut kanannya yang masih terasa sakit. Namun langkahnya terhenti saat seorang pria berada di hadapannya dengan tatapan mata yang menakutkan baginya.
            Song Jinki, Jinki menatap Hyewon penuh amarah. Tatapan yang ia berikan membuat Hyewon takut. Tatapan itu seakan bukan tatapan mata Song Jinki yang selalu Hyewon terima. Kali ini berbeda, Jinki terlihat menakutkan dihadapan Hyewon.
            “Hyewon’ah… Kajja..” Song Sun Woo tiba-tiba datang dan merangkulkan tangannya pada lengan Hyewon. Menuntun Hyewon agar tak menghiraukan hyungnya yang bersikap aneh sejak pagi. Mereka pun berjalan tanpa menghiraukan Jinki.
            Namun langkah keduanya terhenti saat Jinki memegang lengan adiknya saat ia berusaha mengacuhkannya dengan berjalan tanpa menghiraukannya.
            “Kajja, kita pulang bersama.” Ajak Jinki lembut pada adiknya. Mungkin inilah sisi lain Song Jinki, dia tidak bisa membenci adiknya maupun bertengkar dengan adik yang ia sayangi ini.
            “Shireo..” Jawab Sun Woo santai.
            “Ani Sun Woo-ya, pulanglah bersama kakakmu…” Ucap Hyewon seraya melepaskan tangan Sun Woo dari lengannya.
            “Huft…” Sun Woo pun hanya bisa menghela nafasnya.
            Dibantingkan tangannya hingga genggaman tangan Jinki pada tangannya terlepas. Sun Woo kemudian menatap Jinki lekat. Memberikan pandangan kemarahan pada hyung yang bersikap aneh pada Hyewon. Padahal dihatinya ia benar-benar tahu seperti apa hyung yang ia sayangi itu. Rasa iba pun timbul di hati Sun Woo saat melihat raut wajah Jinki yang pucat. Namun Sun Woo terlalu enggan untuk memberikan perhatiannya pada hyungnya.
            “Kau bisa pulang dulu… Dan, ubahlah sikapmu. Aku tidak menyukainya.” Ucap Sun Woo menyembunyikan amarahnya.
            Kemudian digenggamnya tangan Hyewon dan menariknya hingga meninggalkan Jinki yang masih berada di koridor sekolah.
            ***
            “Sun Woo-ya… Gaedarheo…” Ucap Hyewon pada Sun Woo sambil berusaha memegangi lututnya. Sun Woo masih saja menarik tangan Hyewon hingga keluar gerbang sekolah tanpa menghiraukan keadaan Hyewon yang tampak kesakitan karena perih di lututnya.
            “Cangkamanheo…” Hyewon tak kuat lagi. Ia pun menghentikan langkahnya hingga membuat Sun Woo tersadar.
            “Gwenchana?”
            “Nan Gwenchanayeo…” Ucap Hyewon agar tak membuat Sun Woo khawatir.
            “Mianhae… Aku benar-benar tak tahu kenapa ia bersikap seperti itu.” Hyewon pun hanya bisa menatap Sun Woo lekat. Ucapan Sun Woo benar-benar menandakan adanya hal buruk yang mungkin saja terjadi pada Jinki akhir-akhir ini.
            “Kim Hyewon…..” Sebuah suara kini Hyewon cari darimana sumbernya.
            “Eomma..” Dilihatnya seorang wanita cantik yang menunggunya di sekitar sekolahnya. Ia lambaikan tangannya pada wanita cantik itu.
            “Nuguyeo?” Tanya Sun Woo yang tampak bingung.
            “Kajja…” Hyewon pun berjalan dengan kaki pincangnya tanpa menghiraukan rasa perih di lututnya hanya untuk menghampiri wanita cantik yang ia panggil ‘eomma’. Sun Woo pun hanya bisa mengikuti langkah kaki Hyewon.
            “Eomma..” Dipeluknya wanita cantik itu dengan hangat. Sun Woo terlihat bahagia hanya dengan melihat Hyewon bersama eommanya. Rasanya seakan seperti Sun Woo juga telah mendapatkan energinya dan mendapatkan kehangatan dari seorang eomma seperti Hyewon pada eommanya.
            “Igae waeyo??” Tanya ibu Hyewon seraya melepaskan pelukan anaknya dan melihat jelas luka di lutut Hyewon yang membuatnya berjalan pincang.
            “Aniyo, gwenchana eomma. Aku hanya kurang berhati-hati.”
            “Oia eomma, kenalnya, nan chingu’heo …” Ucap Hyewon seraya menarik lengan Sun Woo agar mendekat pada ibunya.
            “Anyeonghaseo… Sun Woo imnida..” Sun Woo pun menunduk memberikan hormat.
            Sandara pun memberikan senyumnya. Dipikirkannya kembali seakan ia merasa pernah mendengar nama pemuda teman Hyewon yang ada dihadapannya itu. Namun ia tak berfikir panjang lagi.
            “Sun Woo-ya, maukah kau makan malam dirumah kami?”
            “Aku baru saja memasakkan masakan kesukaan Hyewon, mm… sepertinya ayah Hyewon akan pulang larut malam hari ini, kami berdua akan kesepian jika hanya makan berdua. Otte?”
            “Ne, eommonim…” Sun Woo pun menyambut hangat ajakan ibu Hyewon untuk makan malam dirumah mereka.
            ***
            “Makanlah… Makan ini, dan ini..” Sandara pun mengambilkan beberapa sayuran dan irisan daging di mangkuk makan Sun Woo. Sun Woo pun menerima perlakuan ibu Hyewon dengan gembira. Baru kali ini ia merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang ibu. Tak seperti ibu kandungnya, Jia, yang sering meninggalkan rumah untuk melalang buana entah kemana. Mengabaikan perannya menjadi seorang ibu dan isteri yang baik. Membuat Sun Woo merasakan kurangnya kasih sayang seorang ibu yang ia terima.
            “Uhuukk…” Sun Woo tampak tersedak saat ia dengan lekat memperhatikan wanita cantik (Sandara) dihadapannya hingga akhirnya ia tak memfokuskan diri untuk menyantap makanannya.
            Sandara pun dengan sigap beranjak dari kursinya dan segera menuangkan air putih dalam gelas. Disodorkannya pada Sun Woo seraya menepuk pelan punggung Sun Woo.
            “Sun Woo-ya gwenchana?” Tanya Hyewon yang berada disampingnya dan ikut khawatir padanya.
            “Gwenchanayeo… Kamsahamnida..” Ucap Sun Woo berterimakasih pada Sandara.
            “Makanlah dengan pelan, jangan terburu-buru.” Tutur Sandara pada Sun Woo
            “Apakah dagingnya terlalu keras. Ah kurasa benar…” Ucap Sandara seraya mengambil daging dalam mangkuk Sun Woo dengan sumpitnya. Memotongnya menjadi kecil-kecil agar memudahkan Sun Woo untuk makan.
            “Gwencahayeo, anda tidak perlu memotongnya.”
            “Aniyo Sun Woo-ya, eomma pasti akan melakukan hal seperti ini. Mmm… Dia adalah eomma terbaik. Dia sangat perhatian.” Ucap Hyewon.
            Sandara pun hanya bisa tersenyum geli atas ucapan puterinya. Sun Woo pun juga nampak bahagia ditengah mereka, dan juga mendapatkan perhatian dari Sandara, ibu Hyewon.
            ***
            “Hyewon’ah… Gomawo…”
            “Ne?” Ucap Hyewon bingung pada Sun Woo saat mereka berada di depan gerbang rumah Hyewon.
            “Terimakasih untuk makan malamnya. Mmm.. Ibumu sangat cantik.” Hyewon pun tersenyum pada Sun Woo.
            “Jinki sunbae menginap dirumahku kemarin.” Sun Woo pun terbelalak dengan ucapan Hyewon.
            “Aku dan appa bertemu dengannya di sungai Han saat itu. Mungkin benar katamu, terjadi sesuatu pada sunbae akhir-akhir ini. Kau harus baik padanya. Arrasso?”
            “Ne,” Jawab Sun Woo melemah. Tak ia sangka bahwa hyungnya sudah pernah menginap dirumah Hyewon. Bahkan setelah itu pun hyungnya tak menceritakan hal itu padanya. Ada sedikit rasa cemburu dihati Sun Woo kali ini.
            “Seringlah berkunjung kemari. Ibuku pasti sangat senang. Oh iya, ajak juga Sunbae kemari. Sudah lama ibuku ingin anak laki-laki. Ibu ku pernah bercerita kalau dulunya dia punya anak laki-laki, tapi karena suatu hal dia harus meninggalkan anak itu.”
            “Nuguyo?”
            “Mollayo… “ Ucap Hyewon menggantung saat ia harus menceritakan sedikit masalalu ibunya yang pernh diceritakan padanya.
            “Galgaeyo…” Ucap Sun Woo meninggalkan Hyewon.
            ***
            “Ajumma….” Teriak Sun Woo yang telah terbiasa memanggil ajumma saat ia sampai dirumah.
            “Ne,”
            “Hyung’ie odiseo? Kenapa dirumah sangat sepi?”
            “Joong Ki-sshi makan malam bersama rekan kantornya. Dan Jia-sshi… Mmm……” Putus ucapan ajumma ketika membicarakan tentang Jia. Namun Sun Woo seperti sudah tak asing lagi dengan kelakukan eommanya setiap malam yang melalang buana.
            “Yakk, ajumma… aku tidak menanyakan appa dan eomma, hyung’iega odiseoyo??”
            Ajumma pun mendekat pada Sun Woo, meraih lengannya dan mulai bicara dengan suara lebih pelan.
            “Jinki baru saja keluar rumah tanpa berpamitan pada ajumma, dia sepertinya sangat marah ketika keluar dari rumah. Jinki sepertinya ada masalah. Setelah bertengkar dengan appamu kemarin, Jinki tidak pernah lagi berbicara dengan appamu.”
            Deg,
            Apakah Jinki bertengkar dengan appanya saat setelah Sun Woo mengetuk pintu kamar Jinki? Sepertinya Jinki hendak pergi ke ruang kerja appanya setelah itu?
            Sun Woo pun menemukan sedikit kunci, mengapa Jinki bersikap aneh hari ini. Mungkin karena ia baru saja bertengkar dengan appanya.
            “Tapi apa yang bisa membuat hyung bertengkar dengan appa?” Tanyanya dalam hati. Selama ini hyungnya adalah seorang anak yang baik dan berbakti. Walau hyungnya sangat membenci eommanya sama seperti dirinya, tapi tak sedikit pun Jinki pernah bersikap tak sopan pada kedua orang tuanya. Apalagi appa, dia sangat menghormati dan menyayangi appanya. Tapi, mengapa tiba-tiba ia bertengkar dengan appa.
            “Aiiish… Mana mungkin hyung bertengkar dengan appa. Sudahlah, aku ingin mandi, ajumma siapkan air untukku.”
            Ajumma pun meninggalkan Sun Woo di tamu rumah. Menurut saja kemauan Sun Woo saat itu.
            Tuuuttt… Tuttt….
            Suara telfon rumah pun berdering ketika Sun Woo hendak beranjak dari ruang tamu. Ia pun duduk di kursi tamu itu dan mengangkat telfon rumahnya.
            “Yeoboseo??”
            “Ah, kediaman Song Sajangnim?
            “Ne, Nuguseo?”
            “Naega, Kim Ajusshi… Apakah ini putra Song Sajang?”
            “Ne. Ah, jeongsonghamnida ajusshi.. Appa tidak ada dirumah.”
            “Oh, benarkah. Kalau begitu, bisakah aku minta tolong padamu?
            “Ne,”
            “Besok akan ada rapat direksi, mungkin saat dikantor tadi appamu lupa memberikan berkas rapat untuk besok padaku. Bisakah kau mencarikannya untukku? Mungkin ada di ruang kerja appamu. Berkasnya ada di map merah. Aku hanya ingin memastikan bahwa berkas itu masih ada pada appamu.”
            “Ne ajusshi.. Aku akan mencarikannya.”
            “Gomawo Jinki-ya…
            “Ne?? Jeongsongheo ajusshi, aku bukan Jinki hyung. Aku Song Sun Woo.”
            “Ah… Ternyata kau putera kedua Song Sajang? .. Mianhaeyo, aku belum mengenalmu. Appamu sering sekali menceritakan Song Jinki padaku, sampai-sampai aku lupa bahwa Song Sajang punya putera kedua. Kukira kau Song Jinki.
            Serasa hati Sun Woo hancur ketika mendengar bahwa ayahnya sering menceritakan tentang hyungnya pada rekan kerjanya. Hingga rekan kerja appanya hanya mengingat nama Song Jinki sebagai putranya.  “Apakah appa hanya menyayangi hyung?”
            Benar saja, selama ini Sun Woo jarang untuk memiliki pembicaraan dengan appanya. Sun Woo tak bisa dekat dengan appa atau pun eommanya. Dia hanya dekat dengan hyungnya. Hyung yang selalu ada untuknya dan selalu menyayanginya. Ini bahkan membuatnya harus merasa canggung ketika bertemu dengan appanya.
            “Baiklah, aku akan menelfonmu lagi. Tolong bantulah aku.”
            “Ne ajusshi …” Sun Woo pun menutup telfonnya. Sedikit ia pun menghela nafas ketika ia masih duduk di kursi ruang tamunya.
            ***
            Sun Woo kini berada di depan pintu ruang kerja appanya. Diingatnya bahwa mungkin ia tak pernah masuk ke ruang kerja appanya setelah 10 tahun berlalu. (hyaa lama banget yak 😀 )
            Sun Woo mengingat lagi saat ia berusia 6 tahun ketika bermain petak umpat dengan hyungnya. Ia masuk ke dalam ruang kerja appanya dan bersembunyi di sana ketika appanya tak ada diruang itu. Namun tanpa sengaja ia menumpahkan kopi di lembar-lembar kerja appanya. Appanya pun sangat marah dan memarahi Sun Woo. Sejak itulah Sun Woo merasa canggung dan tak sering berkomunikasi dengan appanya.
            Perlahan ia genggam gagang pintu ruang kerja appanya.
            “Masih sama seperti dulu.” Ucapnya ketika mulai memasuki ruang kerja appanya. Ditatapnya lekat ruang kerja itu. Rak buku, meja kerja, kursi kerja dan lembaran kertas diatas meja kerja appanya. Semakin ia pun memberanikan mendekat ke meja kerja appanya. Mengingat kembali dulunya ia pernah bersembunyi di bawah meja kerja appanya sampai ia menumpahkan kopi di lembaran kertas kerja appanya.
            Namun saat ia berjalan mendekat ke meja kerja appanya, dirasakan kakinya terganjal oleh suatu hal yang ada di lantai. Ditatapnya lantai, digeserkannya kaki dan melihat benda yang sedari tadi mengganjal kakinya.
            “Ige mwo’a?” Ditatapnya lekat ternyata itu adalah sebuah kertas.
            Di pungutnya kertas lusuh dilantai ruang kerja appanya itu. Sebuah kertas yang membuat Sun Woo semakin penasaran. Kertas lusuh yang tak berbentuk lagi mungkin akibat seseorang meremas kuat kertas itu.
            “Ige mwo-a ige??” Ucap Sun Woo lagi, semakin penasaran.
            Dibukanya perlahan kertas itu, “Foto??” Dirasakannya kertas itu seperti bukan kertas biasa. Seperti ada sebuah gambar di dalam kertas itu. Begitu susahnya kertas itu dibuka. Dan akhirnya ditatapnya foto itu lekat. Mata Sun Woo pun membulat saat ia melihat orang yang tak asing dalam foto. Seorang pria dewasa dengan jas hitamnya duduk di kursi pengantin bersama wanita cantik dengan gaun pengantinnya pula, juga beserta seorang pemuda kecil berada di tengah mereka. Seperti sebuah keluarga yang sangat bahagia. Mereka tersenyum bahagia dalam foto itu.
            “Nu… nugu.. yo??” Sekian banyak pertanyaan yang ada di pikiran Sun Woo saat setelah ia menatap foto itu. Ada appa dan hyungnya dalam foto itu, namun siapa perempuan ini?
            Sun Woo benar-benar merasa bahwa wanita ini adalah wanita yang ia kenal. Ia coba untuk memutar otaknya lagi. Berusaha mengingat kembali ingatannya tentang wanita itu.
            “Hyewon eom..eommonim….” Kata itulah yang diucapkan Sun Woo saat ia teringat bahwa wanita itu ialah ibu Hyewon. Baru saja Sun Woo bertemu wanita ini, dia masih cantik seperti yang ada di dalam foto.
            Sun Woo benar-benar tak mengerti apa yang telah terjadi pada keluarganya. Kenapa appanya menikah dengan ibu Hyewon? Dan kenapa hyungnya memperlakukan Hyewon dengan kasar hari ini?
            Diingatnya kembali dulu ketika ia tidur bersama hyungnya, ia pernah terbangun tengah malam saat hyungnya sering mengigau memanggil ‘eomma’, ‘eomma jangan pergi’ . Pikir Sun Woo memang mungkin bukan Jia yang dimaksud Jinki, namun Sun Woo tak pernah menanyakan hal itu pada hyungnya.
            Sekarang sedikit Sun Woo mengerti, mungkin ibu Hyewonlah yang dimaksud Jinki. Mungkin Jinki sangat menyayangi Sandara hingga ia mengigaukan Sandara, ‘eomma jangan pergi’ , apa mungkin dulunya ibu Hyewon meninggalkan Jinki?
            Kembali lagi Sun Woo mengingat saat ucapan yang baru dikatakan Hyewon padanya. “Ibu ku pernah bercerita kalau dulunya dia punya anak laki-laki, tapi karena suatu hal dia harus meninggalkan anak itu.”
            “Apa mungkin yang dimaksud ibu Hyewon adalah hyung??”
            Sun Woo pun dengan cekatan bergegas pergi dari ruang kerja appanya.
            “Sun Woo-ya… Mau pergi kemana?” Ucap ajumma khawatir saat Sun Woo keluar dari rumah hanya dengan membawa jaketnya. Keluar dari rumah dengan tergesa-gesa tanpa menghiraukan pertanyaan ajumma yang mengkhawatirkannya.
            ***
            Tanpa sadar kedua kakinya telah membawa Jinki hingga berhenti ke gerbang sebuah rumah. Ditatapnya rumah mewah itu. Nyala lampu terlihat terang dari sebuah jendela kamar di lantai 2 rumah. Berharap seorang wanita akan keluar dari sana.
            Benar aja, seorang wanita berada di ambang jendela. Wanita yang sangat cantik menatap malam hari saat itu. Jinki pun tertegun melihat wanita itu. Sangat cantik… Tak terasa senyum Jinki pun terukir disana, namun apa yang terjadi, air matanya jatuh di pipi kanannya.
            ***
            “Hyewo-ah…”
            “Apakah kau mengundang temanmu?” Tanya Sandara saat ia baru saja melihat seorang pemuda dari jendela kamar Hyewon.
            “Aniyo eomma, wae?”
            “Lihat lah ke jendela, seorang pemuda ada di depan gerbang rumah kita.”
            Mendengar pernyataan ibunya, Hyewon pun beranjak dari meja belajarnya. Berjalan mendekat menuju jendela kamarnya. Perlahan ia buka tirai jendela yang telah menutup jendelanya.
            “Nuguyo?” Ucapnya pada eomma.
            Dilihatnya sekitar gerbang rumahnya kejauhan dari jendela kamar. Memang seorang pemuda ada di depan gerbang rumah, juga menatap Hyewon dari kejauhan.
            “Ah, Jinki sunbae…”
            “Sebentar, eomma… Aku akan menemuinya.” Ucap Hyewon meninggalkan eommanya sendirian dikamar.
            “Jinki?” Apakah itu benar-benar nama yang baru saja diucapkan puterinya. Sandara pun tersentak hingga membeku mendengar itu. Dilihatnya kembali pemuda itu dari jendela, memastikan apakah itu Jinki? Anaknya yang ia tinggalkan 14 tahun yang lalu?
            Dirasakan hatinya berdegup kencang, pikirnya gelisah saat setelah mendengar sebuah nama yang diucapkan puterinya.
            ***
            “Yak, sunbae…”
            Lamunan Jinki pun pudar saat seorang gadis keluar dari pintu rumah mewah itu. Menyadarkan Jinki dari pandangannya pada wanita cantik yang sedari tadi ia tatap di ambang jendela.
            “Kenapa subae tak menekan belnya?” Ucap Hyewon seraya membukakan pintu gerbang.
            Namun tatapan Jinki berubah. Tatapan bahagia ketika melihat wanita cantik diambang pintu pun hilang ketika Hyewon datang padanya. Kini menatap Hyewon murka, penuh kebencian di mata Jinki. Membuat Hyewon pun takut melihatnya. Mengurungkan niatnya untuk menanyakan alasan Jinki mengunjungi rumahnya larut malam.
            Entah setan apa yang telah merasuki Jinki. Kali ini Jinki benar-benar membenci Hyewon. Ia membenci Hyewon karena Hyewon adalah anak Sandara. Anak dari hasil pernikahan Sandara dengan Kim Junsu yang membuat Sandara meninggalkannya.
            Ia berusaha menggali teka-teki ini sendiri, appanya tak pernah bisa mengatakan semua yang pernah terjadi di keluarga mereka. Appanya hanya meminta Jinki untuk mencari tahunya sendiri.
            Ditatapnya lagi jendela kamar itu, namun dimana wanita cantik itu? Wanita cantik itu menghilang. Kemudian ditatapnya lagi Kim Hyewon, semakin ia menatap Hyewon, semakin membesar kebenciannya pada Hyewon.
            “Su.. sunbae…” Hyewon melangkahkan kakinya mundur ketika tatapan mengerikan Jinki padanya tak terhenti.
            Namun Jinki malah melangkahkan kakinya ketika Hyewon berjalan mundur.
            “Sunbae, apakah terjadi suatu hal padamu?” Hyewon pun memberanikan dirinya untuk bertanya pada Jinki yang semakin menatapnya seram.
            Bukkkk
            Tubuh Hyewon tak bisa lagi mundur, tubuhnya sudah sampai ke pagar tembok rumahnya. Namun Jinki masih saja berjalan maju. Membuat Hyewon semakin takut. Jinki tersenyum licik saat Hyewon tak bisa lagi mundur untuk menjauh darinya. Segera tangan kirinya menumpu pada tembok disamping kepala Hyewon. Ditatapnya wajah Hyewon lekat. Hingga membuat tubuhnya semakin dekat pada tubuh Hyewon. Mengunci Hyewon dengan tangan kiri dan juga tubunya.
            “Sunbae… apa yang akan kau lakukan?” Ucap Hyewon semakin takut.
            Jinki masih saja menatapnya licik penuh kebencian. Tak mengeluarkan sepatah kata pun pada Hyewon. Membiarkan Hyewon bingung dan takut atas sikapnya.
            Jinki pun memberanikan diri mendekatkan wajahnya pada Hyewon. Hyewon terbelalak ketika wajah Jinki mendekat padanya. Kedua tangannya sedikit mendorong tubuh Jinki untuk menjauh darinya, tapi apa yang terjadi??
            “Cuppp”
            Bibir mereka bertemu. Menempelkan bibir Jinki pada bibir mungil Hyewon. Namun Hyewon terkejut dengan itu, ia tak bisa memejamkan matanya ketika bibir Jinki menikmati bibirnya. Menikmati bibirnya dengan lembut, penuh kelembutan saat Jinki memainkan bibirnya dengan menutup mata.
            Tangan kanan Jinki mulai bekerja. Diraihnya tengkuk Hyewon agar memperdalam ciuman mereka. Hyewon pun hanya dapat membulatkan mata ketika Jinki melakukannya. Ciuman ini benar-benar berbeda. Tak seperti ciuman yang Sun Woo lakukan padanya. Jinki mulai bertindak kasar padanya. Memainkan bibirnya dengan kasar. Menghisap bibir bagian atas Hyewon. Semakin Jinki memiringkan kepalanya dan menekan kuat tengkuk Hyewon agar hisapannya pada bibir Hyewon semakin dalam.
            Ingin rasanyaa Hyewon memberontak. Tapi tubuhnya terkunci. Tangannya pada dada Jinki pun sudah tak dapat berkutik lagi. Pikir Hyewon, ini benar-benar kasar. Tak seperti ciuman yang dilakukan Sun Woo padanya. Begitu lembut dan tak memaksa.
            “Mmmpph…” Hyewon berusaha mengucapkan suatu kata untuk mengungkapkan bahwa dirinya ingin memberontak terhadap perlakuan Jinki. Namun Jinki menganggap itu desahan cantik dari Hyewon. Digigitnya kecil bibir bagian atas Hyewon sehingga membuat Hyewon sedikit membuka mulutnya. Kesempatan ini pun digunakan Jinki agar lidahnya dapat bermain di dalam sana.
            Sakit dirasakan bukan hanya pada bibir atasnya, tapi juga sakit di hati Hyewon saat Jinki memperlakukannya sekasar ini. Tak menghiraukannya. Tak menghiraukan perasaan dan sakitnya.
            Hyewon tak bisa lagi berkutik. Ia pun memejamkan matanya. Pasrah akan perlakuan Jinki padanya. Perlakuan Jinki pada bibir dan tubuhnya yang terkunci. Semakin dalam dan kasar ciuman Jinki padanya, membuat air mata tiba-tiba jatuh dari mata Hyewon yang terpejam.
            Jinki pun merasakan setetes air mata jatuh di wajahnya.
*** to be countinue …
“Kemanakah Sun Woo pergi????”
Temukan jawabannya di part ke 7 ! ^_^
Next Part 7 !!!
Aghh tak terasa ini sudah part ke 6 dan akan segera menuju ke part 7. Sedikit cerita bahwa sebenarnya ini adalah FF NC pertama ku. Aku benar-benar senang ketika banyak respon baik pada papan komentar. Aku harap setelah membaca FF ini readears berkenan memberikan komentarnya / responnya.
·        # Untuk part 6, banyak yang berkomentar bahwa ceritanya telalu pendek . Hehhehe 😀 Maaf, padahal aku kira itu sudah banyak karena sudah mencapai 10 page jika dalam Microsoft Word ukuran folio . Maka dari itu, untuk part 6 kali ini, telah dihadirkan 15 page jika dalam Microsoft Word. Semoga bisa mengobati kekecewaan readears.
·        # Pasti banyak readears yang kecewa karena ada tokoh yang saya bikin antagonis. Mmm… Itu sudah hukum alam. 😀 😀 Tapi inilah cerita, pasti harus ada konflik dan peran antagonis dong supaya seru. Iya ga??
·        # Untuk part 6 kali ini memang sengaja tak menghadirkan terlalu banyak sosok Jia, Junsu dan Joong Ki. Untuk part 6 dan 7 mungkin akan di fokuskan dulu pada Hyewon, Sun Woo, Jinki dan Sandara.
·       # Belum ada gambaran untuk part 7 dipikiran author, silakan untuk readears yang berkenan memberikan masukan.
·        # Kemungkinan besar My Heart For You akan segera author selesaikan. Karena ada project FF NC baru yang ingin author kerjakan. Mohon do’anya dari readears. Bocoran sedikit bahwa judulnya adalah “13 January” atau mungkin “12, 13, 14 January” . Mmmm… cluenya, bahwa ini tokohnya mungkin akan diambil dari member EXO . ^_^ Sudah adakah yang bisa menebak?? :/

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 08/05/2013, in Aktor, FF, Shinee and tagged , , . Bookmark the permalink. 47 Comments.

  1. omo jinki sdarlah kasian hyawon 😦
    hduch pndek bnget thor? Di tnggu part 7 nya jngan lm2 ne 🙂 jebal

    • Chayl_Veyla

      Jinki akan sadar di part 7 😉
      aigoo … masih pendek? ..kan segera dikerjakan part 7 nya .
      ne, a

  2. akhirnya terbit juga neh ff, duh thor aku suka bgt jalan ceritanya. Pasti Sun woo melihat adengan kisseu Jinki dan Hyewon. Thor di part 7 aku mau Jinki bersatu lagi dgn Sandara. Tpi aku kasihan juga sama Sun Woo thor tdk pernah merasakan kasih sayang kedua orgtuanya *hug peluk Baro Oppa 😛
    jgn lama2 ya thor tayang part 7nya..

    • Chayl_Veyla

      Sun Woo melihat kisseu Jinki-Hyewon??
      temukan jawabannya di part 7 😉

      okokok, saran diterima ..

  3. di tunggu part 7nya min keren dh mh ff bisa sedikin mengalihkan pikiran dari ke galauan yeppa:-)

  4. Vanilla Latte

    Astaga thor, kenapa tbc cobaa. Baru serius bacanya T.T
    Next partnyalah.
    Itu tunangan gue kenapa mesum dirumah orang .-.

  5. Huwaa…. Mau jd hyewon =.=”
    ni msih pndek thor~~ tp feel’a bkin q campur aduk(?) gemez sndiri q thor~~ ya thor cpet tmatin z q sdah pnsaran ma akhr’a tp jngn trllu maksain jga sih ending’a biar ga gantung kkkk ya sok monggo bwt new ff’a q tunggu~ emm exo?? Nugu?? Kris kah?? Kkkk *mauny* 😀

  6. kereeeennnnnnn tapi kasian si hyewon nya eh si sandara inget gak ama jinki dan jongki
    di tunggu part 7 nya

  7. Hallo Q reader bru dsini,bgus thor critanya,.,.!!!dtunggu ya next partnX….!!!

  8. Jinki kok jadi bertindak kasar gituu,,,,,
    Lanjut thor

  9. KEREN!
    jinki kasar banget!

  10. ahh bikin gregeten
    ditunggu part7

  11. lanjut thorr… udah ngga sabar nih 😀

  12. ayo cepeeet selesaikaaaaaan T-T

  13. Omo Jinki salah paham….iiihhh jadi sebel sm Jongki deh knp ga cerita yg sebenernya k Jinki??? omo penasaran sm lanjutannya
    kajja d lanjut

  14. konflik yg completed, alur cerita menarik..
    Segra d.tnggu Lanjutnny y chingu penesarn abis, kyny reader lain jg dch??
    Figthing

  15. . Tegang banget thor aku bacanya… 😀
    . Next, Next, Next… 😉

  16. kapan nih yang part 7 udah nunggu nih -_-

  17. park chaerin

    Kpan sihh part 7nya di publics,gak sabar ni thor 😀

  18. Yg ªkŮ mau cuma satu author yang yeoppo !
    Jinki Ъќ patah hati itu ja !
    Ъќ tega kalo sampek son woo sama hyewon
    Yayayayaya

  19. Daebak….

    Waiting for part 7…. 😀

  20. jinki sama hyewon harus bahagia

  21. Aaaahhhh jinki, km blm th apa2 tp np lgsg ambil ksmpulan sndri.
    Kasian hyewon jd korbanmu..
    Smoga cpt trselesaikn.

  22. secepatnya ya.. gx sabar

  23. kapan kelanjutannya??

  24. thor minta unsername fb dan twitternya dong
    soz aku sering baca karya author yg bersebaran dan ceritanya bagussssssssssss semua

  25. thor demi tuhan.. *banting kyu
    karya author numberr wahit

  26. thor di tunngu secepatnya buat nuntasin ni ff

  27. I lik it 🙂
    ditunggu kelanjutanya

  28. Kang Yong Sang

    thor kapan nii FF lanjut penasaran banget nih ? 🙂

  29. young angga

    kapan di lanjutin udah 2 bulan loh ini

  30. Ditunggu kelanjutannya.

  31. Jung Sang Neul

    waah ..
    kajja di lanjut

  32. part 7 nya masih tak tunggu
    aku tebaknya main castnya kira2 Do Kyungsoo atau Kai coz mereka berdua lahir di bulan january dan tal 12 & 14

  33. omoo hyewon d cium jinki..
    Jgn downk hyewon kan pnya sun woo..
    Next part’e udh ad blum y?

  34. kapan dilanjut thor nii FF ?

  35. Jinki salah paham nih ,, aduhhh tambah bngung hyewon sbenernya saama siapa sih jinki apa sun wo , smoga jinki bisa cpet tau kbenarannya knapa sandra ninggalin dia ,

  36. Authoooorrrrr!!!! Part 7 nya manaaaa? T__T

  37. Authoooorrrrr!!!! Part 7 nya manaaaa? T__T ppalli ppalli T_T

  38. part 7 nya mana thor…tdk sbar

  39. Part 7 segera diliris dong. Maksih 🙂

  40. part 7 nyaa thorr
    ga sabaar cepeetlahh
    greget

  41. ceritanya menarik, penulisannya juga bagus sampe rasanya rugi kalo ada kalimat yang kelewat dibaca.
    part 7 mana thor?

  42. Lanjuttt

  43. Aduuh jinki ksian bgt.. trtekan krna kslahphaman ttg msa lalunya… Tp knp dia hrs benci Hyewon? ntar mlah jtuh cnta loh.. 😀
    mari lanjut ke part7 🙂

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: