Uncertainty

siwon ff nc
Author: haebaragi (haebaragime.wordpress.com)
Judul: Uncertainty
Kategori: NC 21/ yadong
Casts: Choi Siwon (SuJu)
Kim Haneul (OC)
Warning: not-that-hot-NC ^^
Malam sudah lama turun menggantikan matahari, namun Seoul masih terlihat ramai bahkan tidak ada tanda-tanda keramaian kota ini akan berkurang. Diantara ratusan mobil yang menghuni jalanan, salah satunya mulai melambatkan lajunya dan akhirnya masuk ke sebuah area parkir apartemen. Pengemudi mobil, dan satu-satunya yang mengisi mobil Audi berwarna silver itu, turun dengan sebuah tas kerja kemudian melangkahkan kakiknya menuju pintu masuk apartemen. Senyum manis yang memperilhatkan kedua lesung pipitnya semakin terlihat lebar saat elevator yang membawanya naik semakin mendekati lantai yang dituju.
“I’m home!” Teriak namja itu saat sudah masuk ke kamar yang ia huni bersama istrinya.
“Jagiya~” Ucapnya sambil melangkahkan kakinya dengan lebar menuju kamar mereka. Hal pertama yang menarik perhatiannya adalah punggung yeojanya yang saat ini tenang berdiri di balkon kamar mereka. Namja itu melepaskan jasnya dan menyampirkannya asal di bangku kerjanya, begitu juga dengan tas yang ia letakkan begitu saja di meja.
“Kau tidak mendengar aku memanggil mu?” Ucap namja itu dengan suara merajuk. Kedua lengan kekarnya melingkar di pinggang yeojanya dan menarik yeoja itu agar bersandar di dadanya.
“Ani, aku mendengar.” Yeoja itu menoleh sejenak dan mengecup bibir namjanya sekilas yang berhasil menghilangkan cemberut di wajah tampan suaminya.
“Kau sudah makan malam?” Yeoja itu kembali menengadahkan kepalanya, memandangi langit malam.
“Nee. Sudah. Kau?”
“Sudah.” Salah satu lengan namja itu naik hingga melingkar di bahu yeojanya, semakin mengecilkan jeda di antara mereka hingga yeoja itu bisa mendengar dengan jelas detak jantung namjanya.
Cukup lama suami-istri itu berada di posisi yang sama. Entah kenapa, yeoja itu sangat menyukai langit malam. Dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan berdiri atau duduk dan mengamati langit malam. Seolah pikirannya berpindah ke benda langit berwarna biru gelap itu dan bermain-main di atas sana. Jika hujan saat malam hari, yeoja itu akan semakin senang. Dia biasanya akan menarik kursi hingga jendela kaca yang memisahkan antara kamar dan balkon kemudian duduk dengan segelas teh hangat di tangannya.
Sementara si namja akan dengan setia menemani ritual yeojanya. Bukan karena ia juga menikmati langit malam, tapi karena ia menikmati wajah yeojanya yang selalu terlihat tenang. Cahaya bulan yang jatuh di wajah yeojanya semakin menyempurnakan garis wajah yeoja itu.
“Sudah malam. Ayo masuk.” Namja itu melepaskan lengannya yang melingkar di tubuh yeojanya dan menarik salah satu tangan yeoja itu untuk masuk ke dalam. Namja itu duduk di tepian tempat tidur dan diikuti oleh yeojanya.
Namja itu mengangkat tangannya dan mulai menyentuh lembut puncak kepala istrinya, kemudian turun segaris dengan rambut lurusnya dan berhenti di leher putih yeojanya. Ibu jarinya mengusap lembut pipi yeojanya. Suara tarikan nafas yang beriringan dan degup jantung yang seirama menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruangan itu. Kedua pasangan mata saling beradu hingga sesaat kemudian keduanya menutup kelopak mata untuk menikmati rasa yang muncul dari kedua bibir mereka yang saling bertautan.
Namja itu memiringkan sedikit kepalanya dan menarik tengkuk yeojanya untuk memperdalam ciuman mereka.
“Siwon-ah.” Bisik yeoja itu disela ciuman mereka.
“Emm,…” Hanya gumaman pendek yang keluar dari mulut namja itu karena ia terlalu sibuk menikmati rasa manis bibir istrinya.
Siwon tidak bisa menutupi kekecewaan di matanya saat kedua tangan Haneul yang tiba-tiba mendorong tubuh namja itu.
“Mianhe.” Sebuah kata pendek keluar dari mulut Haneul yang masih mencoba mengatur nafasnya. Siwon memaksa dirinya untuk tersenyum.
“Ani, gwenchana. Ku rasa kau masih perlu waktu.” Yeoja dihadapannya menggeleng berkali-kali sembari menggenggam tangan Siwon.
“Mianhe. Aku istri yang tidak bertanggung jawab. Aku masih belum bisa melakukannya dengan mu.” Siwon meletakkan jarinya di bibir Haneul.
“Tenang, sex isn’t everything in marriage.”
“But it is a big part of every relationship.”
“Nona, aku menikah dengan mu bukan hanya untuk melakukan itu.” Siwon menatap lembut istrinya. “Aku menikahi mu karena aku ingin kau menjadi orang terakhir yang aku lihat sebelum tidur dan orang pertama yang aku temui saat pagi hari. Ada banyak alasan kenapa aku menikahi mu. Jika aku sebutkan satu-persatu kita tidak akan keluar dari kamar ini berhari-hari.”
Haneul melingkarkan lengannya di tubuh Siwon, mendekap erat tubuh namja itu. “Aku mencintai mu, kau tau itu kan?” Gumamnya.
Siwon membalas pelukan Haneul. “Aku tau itu. Jangan khawatir.”
Malam sudah lepas larut namun rasa kantuk masih belum singgah pada Siwon. Namja itu memiringkan tubuhnya, memandangi Haneul yang sudah dari berjam-jam yang lalu terlelap. Mungkin saat ini dia sedang bermimpi bermain-main di langit malam yang selalu menjadi kesukaannya. Namja itu ingin sekali mengusap pipi Haneul dan merasakan kulit yeoja itu berada tepat di bawah jemarinya. Tapi ia harus menahan keinginannya karena tidak ingin mengusik tidur istrinya. Siwon menghela nafas panjang. Sudah lewat tiga minggu mereka menikah namun mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri.
Ketakutan Haneul adalah alasannya.
Siwon bukannya tidak mengetahui tentang hal ini. Haneul sudah mengatakannya pada saat namja itu melamar Haneul. Dia dan Haneul sudah berhubungan hampir dua tahun saat akhirnya beberapa bulan yang lalu Siwon melamar Haneul.
“Aku mencintai mu tapi aku tidak tahu apa aku sanggup memberikan seluruh diri ku pada mu. Terlalu banyak hal yang terjadi di masa lalu yang membuat ku hampir-hampir kehilangan kepercayaan pada pernikahan. Ketidakpercayaan yang membawa ku pada ketakutan yang mungkin tidak beralasan di mata mu.” Jelas Haneul. Setelah menjalin hubungan cukup lama dengan Haneul, yeoja itu akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya. Kekacauan yang ia saksikan dalam keluarganya. Tapi yeoja itu tidak pernah menceritakan sepenuhnya. Siwon tahu betul, masiha ada banyak hal yang disimpan yeoja itu.
Siwon menerima keadaan Haneul dengan segala ketakutan dan ketidakpercayaannya. Namja itu ingin membuktikan bahwa ia akan melakukan apapun demi pernikahannya dengan Haneul karena ia benar-benar sudah jatuh cinta pada yeoja itu.
Siwon juga tahu betul perasaan Haneul. Namja itu bisa melihat dengan jelas bagaiaman yeoja itu juga jatuh cinta padanya. Terlihat jelas dari cara yeoja itu menatap Siwon, bagaimana  semburat merah selalu menghiasi wajah Haneul jika Siwon memanjakannya, atau bagaimana yeoja itu menujukkan wajah cemberutnya saat ada yeoja lain yang berusaha menarik perhatian Siwon.
Tapi pernikahan dan cinta bukanlah sesuatu yang berjalan beriringan dalam pikiran Haneul.
Satu lagi hari yang melelahkan bagi Siwon berkutat dengan urusan perusahaan dan bisnis. Sebagai pewaris tunggal perusaha multinasional Choi Corp. Siwon memang harus menghabiskan hari-harinya dengan setumpuk laporan dan data-data memusingkan. Saat ini yang paling diinginkan Siwon hanyalah pulang ke rumahnya dan menikmati wajah yeojanya yang memandangi langit malam.
Kaki Siwon semakin melangkah dengan tidak sabar saat ia berada semakin dekat dengan kamar apartemennya.
“I’m home~” Teriak Siwon seperti biasa. Tidak ada jawaban dari Haneul namun Siwon tidak merasa heran. Yeojanya memang biasanya tidak menjawab meskipun ia mendengar suara Siwon. Yeojanya mungkin terlalu sibuk mengagumi langit malam. Kadang Siwon merasa cemburu pada benda yang selalu bisa menarik perhatian yeojanya itu. Tidak masuk akal memang. Tapi Siwon tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak cemburu jika melihat bagaimana yeojanya akan selalu tersenyum saat melihat langit.
Tidak jarang Siwon berpikir untuk mengganti nama ‘Haneul’ yang dimiliki yeojanya itu. Mungkin dengan cara itu yeojanya akan berhenti mengagumi langit malam.
Alis tebal Siwon mengernyit saat melihat kamarnya kosong. Tidak ada sosok Haneul yang biasanya berdiri di balkon kamar mereka. Namja itu meletakkan tasnya di meja sebelum berjalan menuju kamar mandi. Siwon mengetuk pintu kamar mandi dan saat tidak terdengar jawaban dari dalam, namja itu mendorong pintu dan menemukan kamar mandinya kosong.
“Haneul-ah!!” Suara nyaring Siwon terdengar memenuhi kamar apartemen yang cukup luas itu. Langkah Siwon terdengar tergesa menyusuri setiap ruangan di apartemennya namun namja itu tidak berhasil menemukan Haneul.
Siwon menghempaskan tubuhnya di sofa seraya menghembuskan nafas nyaring. Namja itu mulai mengigit bibirnya dan mengingat-ingat apakah Haneul berencana pergi ke suatu tempat hari ini. Siwon mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan memeriksa pesan masuk, memastikan dia tidak melewatkan satupun pesan dari Haneul hari ini.
Suara helaan nafas kembali terdengar dari namja itu saat tidak ada satupun pesan dari Haneul yang mengatakan ia akan pergi keluar malam ini. Siwon pun akhirnya menekan tanda hijau di layar ponselnya, mencoba menguhubungi nomor Haneul.
“Nomor yang anda tuju-“ Siwon langsung memutuskan sambungan begitu terdengar suara membosankan dari operator yang memberitahukan nomor istrinya tidak bisa dihubungi. Siwon beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur. Rasanya ia sekarang ingin minum bir untuk sekedar menenangkan pikirannya yang terlalu penuh dengan berbagai kemungkinan.
Mata Siwon membulat saat melihat sebuah catatan yang menempel di lemari es. Ia mengenal betul tulisan tangan itu.
Jagiya, mian aku pergi tanpa memberitahu mu lebih dulu. Ku rasa aku perlu menenangkan diri sebentar. Aku mulai meragukan keputusan ku untuk menikahi dengan mu.
Sekali lagi, mian, membuat mu kuatir. Aku akan menghubungi mu segera setelah bisa mengambil keputusan.
Saranghae
Haneul.
Siwon merasa seluruh kekuatan di tubuhnya menghilang begitu saja. Otot-ototnya tidak cukup kuat untuk menopang dirinya lagi. Siwon mengulurkan tangannya, menggapai meja makan untuk menahan tubuhnya. Namja itu mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan.
Mata Siwon bergerak ke segala arah saat otaknya mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi dan apa yang harus dilakukannya sekarang untuk menemukan Haneul. Seolah mendapatkan kekuatannya lagi, Siwon mulai berlari keluar dari ruang makan saat teringat Seo Hyun, sahabat Haneul. Namja itu mengambil ponsel yang tergeletak di sofa serta kunci mobilnya dan dengan semua harapan yang ia miliki, Siwon berangkat menuju rumah Seo Hyun.
Seo Hyun terlihat tidak terkejut saat membuka pintu rumahnya yang diketuk keras dan mendapati Siwon dengan penampilan acak-acakan. Yonghwa, suami Seo Hyun, yang berdiri di belakang istrinya justru terlihat panik.
“Hyung, ada apa?” Nada khawatir terdengar jelas dari suara namja yang lebih muda dari Siwon itu.
“Dimana Haneul?” Tanya Siwon langsung pada Seo Hyun. Yong Hwa menatap Seo Hyun dan Siwon bergantian, tidak mengerti apa yang terjadi saat ini.
“Haneul kenapa?” Namja itu terlihat bingung.
“Ayo, masuk dulu.” Seo Hyun tidak menghiraukan tatapan tajam Siwon dan menarik namja itu lembut ke dalam rumahnya. Siwon masih mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah saat Seo Hyun keluar dari dapur dengan dua kaleng bir.Yeoja itu menyerahkan sekaleng pada Siwon dan sekaleng pada suaminya-yang disambut Yong Hwa dengan tatapan bingung.
Senyum polos khas Seo Hyun terlihat di wajah yeoja itu saat ia duduk di hadapan Siwon. “Haneul eonni sedang ingin menenangkan pikirannya.” Jelas Seo Hyun. Ia tahu betul alasan Siwon datang ke rumahnya malam-malam seperti ini-bahkan bisa dikatakan yeoja itu menunggu kapan Siwon akan menghubunginya dan menanyakan tentang keberadaan Haneul.
“Aku perlu bertemu dengannya.” Sergah Siwon.
Seo Hyun menggeleng pelan. “Tidak sekarang, oppa. Berikan waktu pada eonni, nee?”
“Hyun, ada apa sebenarnya? Kemana Haneul? Apa kalian bertengkar?” Yong Hwa bertanya pada Seo Hyun dan Siwon beruntun.
“Saat aku pulang, Haneul tidak ada di rumah. DIa menghilang dan hanya meninggalkan pesan kalau ia harus menenangkan diri sebentar.” Siwon menjelaskan dengan cepat. Namja itu menggenggam erat kaleng bir yang masih belum dibuka itu, mencoba menahan berbagai emosi yang sekarang memenuhi dadanya. Dia benar-benar merasa khawatir dengan Haneul. Kenapa yeoja itu memutuskan untuk pergi? Kenapa ia tidak berbicara saja dengan Siwon? Membicarakan semua apa yang ada dipikiran yeoja itu. Sementara Seo Hyun juga sama sekali tidak membantu. Jelas-jelas yeoja itu tau dimana keberadaan Haneul tapi malah tidak mengatakan apa-apa.
“Seo Hyun-ah, tidak bisakah kau beritahu hyung dimana Haneul?” Kali ini Yong Hwa yang sudah memahami apa yang terjadi mencoba merayu istrinya. Namun Seo Hyun tetap kuhuh pada keputusannya.
“Aku belum bisa memberi tahu. Mianhe, oppa.” Jawaban Seo Hyun membuat Siwon tidak tahan untuk mendengus kesal.
“Yong, ku rasa Siwon oppa perlu teman untuk minum.” Seo Hyun menoleh pada Yong Hwa. Suaminya itu mengangguk dan membiarkan Seo Hyun beranjak dari duduknya, masuk ke kamar mereka.
“Yak, Seo Hyun!” Panggil Siwon nyaring saat melihat Seo Hyun berlalu begitu saja.
“Hyung!” Yong Hwa menarik tangan Siwon dan membawa namja itu keluar rumah. “Aku temani kau minum, nee?”
“Aku tidak sedang ingin minum. Aku perlu tahu tentah Haneul.” Siwon menggeram kesal dan mencoba untuk masuk lagi ke dalam rumah. Tapi Yong Hwa yang notabene memiliki tubuh sedikit lebih kecil dari Siwon justru berhasil menahan Siwon dan mendorongnya masuk ke dalam mobilnya.
“Aku akan bicara dengan Seo Hyun nanti. Tenang saja.” Yong Hwa mencoba menenangkan Siwon yang terlihat frustasi. Yong Hwa mengerti betul perasaan Siwon saat ini. Ia juga pasti akan bersikap sama seperti Siwon jika Seo Hyun tiba-tiba menghilang begitu saja. Tapi ia juga tahu Seo Hyun. Istrinya itu memang terlihat lemah tapi saat ia sudah memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa merubahnya.
“Aku akan bicara baik-baik dengan Hyun nanti.” Janji Yong Hwa lagi.
Haneul tengah sibuk dengan lap topnya saat suara bel terdengar. Tanpa perlu melihat layar monitor pun yeoja itu sudah tahu siapa yang sekarang berdiri di depan pintu. Benar saja, sebuah senyum manis dan tatapan polos anak kecil khas Seo Hyun langsung menyambut Haneul saat ia membuka pintu kamarnya.
Seo Hyun mengangkat dua kantung plastic ditangannya yang berisi pesanan Haneul.
“Gomawo.” Ucap Haneul sembari mengambil kantung tersebut dan membawanya masuk. Yeoja itu mengeluarkan isinya yang kebanyakan adalah bahan makanan kemudian memasukkan sayur dan buah-buahan ke dalam kulkas dan makanan kaleng ke dalam lemari kecil.
“Mau juice? Aku baru saja membuat juice apel dengan yoghurt.” Tawar Haneul pada Seo Hyun yang duduk di ruang tengah.
“Nee.” Sahut Seo Hyun. Yeoja berambut panjang itu memperhatikan Haneul yang sudah dianggapnya kakak sendiri itu menuang juice apel dari blender ke dua buah gelas berukuran sedang.
“Gamsahamnida.” Ucap Seo Hyun saat Haneul memberikan segelas juice padanya sembari duduk di samping yeoja itu. “Eummm… mashita!” Komentar Seo Hyun setelah menyesap minuman ditangannya.
Yeoja itu melirik Haneul yang merapikan beberapa kertas yang berhamburan di meja.
“Eumm… eonni.” Panggil Seo Hyun pelan yang disahut dengan gumaman pendek dari Haneul. “Sampai berapa lama kau akan menjauh dari Siwon oppa?” Tanya Seo Hyun hati-hati. Sudah tiga hari Haneul meninggalkan Siwon dan tinggal di rumah sewaan yang tidak terlalu besar. Selama tiga hari itu pula Siwon selalu datang ke rumah Seo Hyun dan menanyakan keberadaan Haneul. Seo Hyun tentu saja merasa kasihan melihat keadaan Siwon yang benar-benar menyedihkan tapi ia juga tidak berani memberi tahu dimana Haneul berada.
Haneul menghela nafas panjang. Yeoja itu menghentikan kegiatannya dan menyandarkan punggungya pada sofa. Yeoja itu menutup matanya.
“Entahlah. Aku juga tidak tahu.” Ucapnya lirih. Seo Hyun tidak menyahut apapun. Yeoja itu tahu betul, di saat seperti ini dia hanya perlu diam dan menunggu Haneul menceritakan apa yang saat ini dirasakannya.
“Tidak ada yang salah dengan Siwon. Tapi jelas ada yang salah dengan pernikahan kami. Dan itu semua karena aku. Itu semua karena ketakutan ku pada komitmen. Aku mencintai Siwon, Seo Hyun-ah. Sangat mencintainya sampai-sampai aku takut kehilangannya. Aku takut suatu hari nanti dia mulai merasa bosan dengan ku, dia sudah tidak mencintai ku lagi dan akhirnya meninggalkan ku. Aku tidak sanggup membayangkan itu. Aku…” Seo Hyun melihat air mata mulai mengalir membasahi pipi Haneul sementara yeoja itu masih menutup erat matanya. Seo Hyun mengulurkan tangannya dan mengusap lembut lengan Haneul.
“Jika Siwon menginggalkan ku, tidak akan ada lagi yang tersisa dari diriku. Semuanya juga akan menghilang. Aku takut.” Haneul membuka matanya perlahan dan menatap Seo Hyun. Terlihat jelas ketakutan dan keraguan di mata yeoja yang namanya berarti Langit itu.
“Bagaimana kau bisa percaya pada Yong Hwa? Bagaimana kau yakin dia tidak akan meninggalkan mu suatu hari nanti?” Pertanyaan yang sama yang sudah diajukan yeoja itu pada Seo Hyun.
“Eonni….Tidak ada yang bisa memastikan bagaimana sebuah pernikahan akan berakhir. Apakah akan berujung pada kebahagian atau kesedihan dan perpisahan. Aku juga pernah memikirkan bagaimana jika ternyata aku salah memilih dan Yong Hwa bukan takdir ku.” Seo Hyun mengambil nafas sejenak. Yeoja itu memutar-mutar cincin pernikahannya dan seulas senyum muncul di wajahnya. “Tapi untuk saat ini, aku percaya pada hati ku. Dan hati ku memilih Yong Hwa sama seperti hati Yong yang memilih ku. Bagi ku itu sudah cukup untuk percaya bahwa kami memang takdir.”
Haneul memalingkan wajahnya dari Seo Hyun, menatap kosong dinding di hadapannya. “Ku harap aku juga punya keyakinan yang sama dengan mu. Bahkan sampai sekarang aku masih belum memberikan apa yang seharusnya aku berikan pada Siwon. Aku masih tidak bisa melakukan itu dengannya. Entah kenapa, aku merasa jika aku melakukan itu maka aku menyerahkan seluruh diri ku pada Siwon. Benar-benar menyerahkan semuanya. Dan aku masih tidak berani meletakkan kebahagian ku di tangan orang lain.”
Seo Hyun menarik Haneul dalam pelukannya. Mendekap erat yeoja yang kali ini terlihat rapuh itu. Sejak pertama kali mengenal Haneul, Seo Hyun menganggap Haneul adalah yeoja yang kuat dan ceria. Tidak pernah sekalipun ia membayangkan Haneul bisa terlihat serapuh ini. Suara tangisan Haneul memenuhi ruangan, seolah semua emosi mengalir deras seiring dengan air matanya yang tidak terbendung lagi.
Berpuluh kilometer dari Haneul dan Seo Hyun, seorang namja duduk mematung dengan ponsel masih menempel di telinganya. Dengan bantuan Yong Hwa, Siwon akhirnya berhasil membujuk Seo Hyun untuk membiarkan namja itu mendengarkan pembicaraannya dengan Haneul. Meski merasa ragu, namun Seo Hyun akhirnya mau membiarkan ponselnya terus menyala saat ia mengunjugi Haneul dan memberikan kesempatan pada Siwon untuk setidaknya mendengar suara yeoja yang sudah sangat ia rindukan.
Siwon merasa dadanya seolah dihimpit dengan keras mendengar apa yang baru saja diucapkan Haneul. Namja itu tahu betul Haneul menyimpan trauma terhadap pernikahan tapi ia tidak tahu bahwa ia memiliki ketakutan sebesar itu.
Kepala Haneul terasa berat saat yeoja itu membuka matanya dan mencoba untuk bangun. Haneul melihat ke arah jendela dan ternyata langit malam kesukaannya sudah terlihat, membuat yeoja itu mengerutkan alisnya. Sepertinya ia sudah tertidur cukup lama karena terlalu lelah menangis.
Suara gesekan plastik membuat yeoja itu menoleh ke arah dapur yang menyatu dengan ruang makan. Matanya membesar dan nafasnya tercekat saat melihat siapa yang sekarang berada di dapurnya.
“Siwon…oppa…” Panggil Haneul dengan terbata-bata. Namja yang dipanggil membalikkan tubuhnya, memberikan senyum termanisnya pada istrinya yang sudah lama tidak ia lihat. Haneul merasakan rindu yang sangat pada namja tinggi yang sekarang berjalan mendekatinya ini. Tapi yeoja itu tidak punya cukup keberanian untu memeluk erat namja itu. Rasa bersalah menahan tangan dan kakinya saat ini.
“Kau belum makan, kan? Aku membeli lasagna kesukaan mu sebelum ke sini. Ayo makan.” Tidak ada yang berubah dari suara lembut Siwon. Tidak ada yang berubah dari tatapan lembut Siwon. Semuanya tetap sama, seolah Haneul tidak pernah menghilang dari hadapannya. Membuat rasa bersalah semakin menyelimuti yeoja itu.
“Ayo. Kau tidak suka jika lasagna mu dingin kan?” Siwon menarik kedua bahu Haneul agar yeoja itu berdiri dan merangkulnya saat mereka berjalan beriringan menuju meja makan. Siwon menarik kursi untuk Haneul.
“Oppa.” Panggi Haneul lagi. Ia masih tidak percaya Siwon berada di hadapannya saat ini dan sama sekali tidak terlihat marah padanya.
“Sudah, tidak usah membicarakan apapun. Kau makan saja dulu, eoh? Masalah yang lain bisa menunggu.” Haneul terkesiap saat merasakan jari Siwon yang mengusap lembut pipinya.
“B…bogoshi..ppo.” Ucap Haneul yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Senyum Siwon terlihat semakin lebar.
“Arrasso.” Siwon menyerahkan sendok pada Haneul, tapi yeoja itu masih diam mematung menatapnya. “Kau mau aku suapi?” Tambah Siwon sambil memainkan alis tebalnya.
“Ani. Aku bisa makan sendiri.” Dengan cepat Haneul mengambil sendok dari tangan Siwon dan menyuap lasagna yang sudah dibawakan Siwon. Decakan pelan terdengar dari Siwon. Namja itu juga mulai menikmati lasagnanya.
Setelah makan malam, Siwon menarik Haneul menuju kamar yeoja itu. Dengan perlahan Siwon mendorong tubuh istrinya agar berbaring kemudian namja itu juga membaringkan tubuhnya di samping Haneul. Tempat tidur Haneul terasa cukup sempit bagi mereka berdua tapi Siwon tidak perduli. Namja itu menarik Haneul dalam pelukannya hingga akhirnya yeoja itu berbaring berbantalkan dadanya.
Siwon menghirup dalam-dalam aroma khas Haneul. Aroma yang selalu ia rindukan saat berbaring sendirian di tempat tidur mereka selama beberapa hari ini. Setelah mendengar pengakuan Haneul, Siwon tidak bisa menahan dirinya lagi untuk menemui Haneul. Siwon mengeluarkan berbagai cara untuk meminta Seo Hyun memberitahukan alamat Haneul. Namja itu bahkan sampai berlutut di hadapan Seo Hyun.
Dengan bantuan Yong Hwa, Siwon akhirnya berhasil membujuk Seo Hyun untuk mengatakan alamat Haneul dan saat itu juga Siwon langsung melesat menuju alamat yang sudah diberikan Seo Hyun.
“Oppa, bogoshippo.” Haneul memeluk erat Siwon dan membiarkan aroma namja itu memenuhi indera penciumannya.
“Aku juga.”
“Siwon-ah….”
“Hussshh….Sudah, tidur saja dulu.” Siwon mengusap lembut punggung Haneul. Namun sesaat kemudian Siwon justru meraskan bahu Haneul mulai bergetar, diiringi suara isakan yeoja itu.
“Haneul-ah.” Panggil Siwon lembut.
“Mianhe, oppa. Jeongmal mianhe.” Siwon bisa merasakan bajunya mulai basah karena air mata Haneul tapi namja itu jelas tidak perduli. Yang ia pikirkan adalah bagaimana menenangkan yeoja dalam pelukannya saat ini.
“Aku tidak marah padamu.” Siwon terus mengeluarkan kata-kata manis untuk menenangkan istrinya.
Siwon bisa merasakan Haneul melepaskan pelukannya dan beberapa detik kemudian yeoja itu bangun kemudian duduk di tepian tempat tidur membelakangi Siwon. Suara isakan sudah tidak terdengar lagi, hanya nafas Haneul yang masih tersengal-sengal.
Siwon ikut bangun dari tidurnya dan mengulurkan lengannya untuk memeluk yeojanya dari belakang. Satu tangannya berada di pinggang yeoja itu sementara satu tangannya melingkar di bahu Haneul. Memberikan perasaan protektif pada yeoja itu.
“Semua pernikahan di keluarga ku berakhir dengan kegagalan.” Suara Haneul terdengar serak. Siwon menggerakkan tangannya, mengusap lembut lengan Haneul untuk memberikan sedikit rasa tenang pada istrinya. “Eomma dan appa bercerai saat aku berusia 17 tahun. Selama 17 tahun aku percaya keluarga ku adalah keluarga bahagia. Kami tidak kaya, hanya berkecukupan tapi bagi ku bisa menghabiskan makan malam bersama lalu menonton tv bersama sudah lebih dari cukup. Dua puluh tahun mereka bersama tapi pada akhirnya berpisah. Yang lebih membuat ku tidak percaya adalah beberapa bulan setelahnya appa kembali menikah. Sangat menyakitkan melihat appa memperlakukan wanita lain lebih baik dari saat dia memperlakukan eomma.” Siwon meletakkan dagunya di bahu Haneul, sesekali namja itu mencium bahu Haneul, seolah ingin menunjukkan pada yeoja itu bahwa ia ada untuk menjadi sandaran bagi Haneul.
“Aku tumbuh dengan melihat eomma berjuang sendirian. Terkadang aku mendapati eomma duduk merenung dengan tatapan sedih. Beberapa tahun setelahnya aku kembali melihat pernikahan yang berantakan. Lagi-lagi aku menganggap paman dan bibi ku memiliki pernikahan yang bahagia namun kesempurnaan itu hilang begitu saja. Paman ku berselingkuh dan meninggalkan bibi yang harus berjuang sendirian menghidupi ketiga anaknya. Aku tumbuh dengan melihat bibi ku terluka setiap harinya. Beberapa tahun yang lalu, aku pergi mengunjungi paman dan bibi ku yang lain di Jeju. Mereka masih menikah tapi tidak ada komunikasi sama sekali. Mereka tinggal serumah tapi bersikap seolah satu sama lainnya adalah orang asing.” Siwon mengeratkan pelukannya di tubuh Haneul.
“Sudah terlalu banyak pernikahan yang gagal yang aku saksikan. Aku tumbuh dengan melihat wanita-wanita yang berharga bagi ku terluka karena orang yang mereka cintai. Saat melihat pasangan yang sudah menikah dan terlihat bahagia, pikiran picik ku mulai bertanya-tanya apakah mereka benar-benar bahagia atau sedang menyembunyikan kebencian.” Suara Haneul terdengar bergetar karena menahan emosi yang terlalu besar dan dalam sekejap emosi itu kembali tumpah dalam bentuk cairan bening asin. Meninggalkan jejak di pipinya.
“Mianhe, oppa….” Haneul terus mengucapkan kata maaf di sela tangisannya. “Aku benar-benar mencintai mu, oppa. Ku mohon, percayalah. Tapi aku tidak bisa berhenti merasa takut. Mianhe.” Siwon melepaskan pelukannya dan beranjak dari tempat tidur. Namja itu duduk di lantai, tepat di hadapan Haneul. Siwon menangkupkan tangannya di wajah Haneul dan menatap yeoja itu. Dua tahun mengenal Haneul. Dua tahun menghabiskan waktu bersama yeoja ini. Siwon mulai mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa menyadari lebih awal bagaimana rapuhnya yeoja ini. Dibalik senyum lebarnya dan sikap kuatnya selama ini bersembunyi seorang yeoja yang sudah terlalu lama menyaksikan kekecewaan dan kesedihan.
“Haneul-ah.” Panggil Siwon lembut. Hati namja itu terasa sesak saat melihat yeoja yang begitu ia cintai menangis sementara ia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan air mata itu. “Aku mencintai mu. Dan aku juga tahu kau mencintai ku. Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk membuktikan aku akan selalu jatuh cinta pada mu dan tidak akan meninggalkan mu. Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk membuat mu percaya pada ku. Tapi aku, Choi Siwon, sudah benar-benar jatuh cinta pada mu, Kim Haneul, dan aku selalu berdoa agar Tuhan menjaga cinta kita. Hanya itu yang bisa aku janjikan pada mu.”
Haneul mengambil nafas dalam dan menutup matanya, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Ia tahu betul ini bukan salah Siwon. Bukan. Semua masalah ada pada Haneul dan bagaimana ia membenci dirinya sendiri karena tidak bisa benar-benar menyerahkan dirinya pada Siwon.
“Oppa, mau menunggu ku? Aku pasti akan berusaha keras untuk percaya pada mu.” Sebuah senyuman terukir di wajah Siwon.
“Aku akan menunggu mu. Tidak usah terburu-buru. Aku tidak kemana-mana, nee? Sama seperti langit malammu yang tidak akan meninggalkan mu.”
“Gomawo.” Haneul menundukkan wajahnya dan menghapus jarak antara ia dan Siwon dalam sebuah ciuman panjang. Siwon menarik tubuh Haneul hingga yeoja itu jatuh ke pangkuannya dan memperdalam ciuman mereka. Tidak ada yang berniat menghentikan tautan bibir mereka karena saat ini keduanya meluapkan semua rindu yang selama ini dirasakan dan pengakuan cinta yang seolah tidak cukup meski sudah di ucapkan berkali-kali.
Haneul tidak protes saat Siwon mengangkat tubuhnya dan menghempaskannya ke tempat tidur. Ciuman panjang dan dalam itu mulai berubah menjadi kecupan-kecupan singkat saat Siwon melepaskan bibirnya dari bibir Haneul dan menciumi seluruh wajah Haneul.
Siwon menghentikan ciumannya dan berbaring di samping Haneul. Namja itu menarik Haneul dalam pelukannya seperti sebelumnya.
“Tidurlah, kau pasti lelah.” Bisik Siwon. “Besok kita pulang, nee?” Namja itu bisa merasakan Haneul yang mengangguk pelan dalam pelukannya. Tidak lama kemudian tarikan nafas Haneul mulai terdengar teratur. Siwon sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap Haneul yang saat ini terlihat tenang dalam tidurnya. Namja itu mengusap perlahan hidung yeojanya yang memerah karena terus menerus menangis dan pipinya yang penuh dengan jejak air mata.
“Saranghae Kim Haneul. Hari ini, besok, dan seterusnya.” Ucap Siwon lembut dan berharap kalimatnya bisa mengantarkan Haneul pada mimpi indah.
Haneul berdiri di depan salah satu ruangan di kamar apartemennya. Berkali-kali yeoja itu menghela nafas seraya mengerutkan alisnya. Kedua tangannya berada di pinggangnya. Sudah dua hari sejak ia kembali ke apartemennya dan Siwon dan sudah dua hari pula Siwon mengurung diri di salah satu ruangan yang tidak terpakai di apartemen mereka. Siwon bahkan tidak pergi ke kantor.
Setiap pagi, setelah selesai sarapan namja itu akan masuk dan mengunci dirnya di dalam kamar. Saat makan siang dia akan keluar lagi untuk makan dan kembali lagi ke ruangan. Sore hari menjelang senja, Yong Hwa akan datang dan ikut masuk ke ruangan tersebut. Haneul benar-benar tidak habis pikir apa yang mereka kerjakan berdua. Sesekali Siwon akan keluar dan kembali dengan berbagai alat bertukang. Seo Hyun juga tidak tahu apa yang sebenarnya dikerjakan suaminya dan Siwon selama dua hari ini.
Suara kunci yang diputar mengagetkan Haneul dan dengan cepat yeoja itu berlari menuju ruang tengah, bersikap seolah ia tidak perduli dengan apa yang dilakukan Siwon di ruangan itu. Yeoja itu sudah benar-benar bosan menanyakan hal yang sama pada Siwon tapi namja itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya, membarikan petunjuk saja tidak.
“Aaah… akhirnya selesai juga.” Suara Yong Hwa terdengar seiring langkah kedua namja itu yang semakin nyaring, menandakan mereka sudah hampir mendekati tempat Haneul duduk saat ini.
“Eoh, gomawo sudah membantu ku!” Sahut Siwon.
“Haneul-ah, aku pulang dulu.” Pamit Yong Hwa saat mereka sudah berada di ruang tengah.
“Eoh, hati-hati di jalan dan sampaikan salam ku pada Seo Hyun.” Jawab Haneul dengan suara sesantai mungkin. Yeoja itu kembali menajamkan pendengarannya saat Siwon dan Yong Hwa berjalan semakin menjauh, berusaha mendapatka sedikit petunjuk tentang apa yang sebenarnya mereka lakukan.
“Semoga sukses, hyung!” Suara Yong Hwa terdengar sayup-sayup kemudian diikuti suara pintu yang ditutup.
Tidak lama kemudian Siwon menghempaskan tubuhnya di sofa, tepat di samping Haneul kemudian menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.
“Kau tidak bertanya apa yang aku lakukan di dalam?” Tanya Siwon.
“Cish, sia-sia saja aku bertanya. Kau pasti tidak akan menjawab apa-apa kan?” Sahut Haneul sengit. Yeoja itu berdiri tiba-tiba, membuat kepala Siwon jatuh ke sofa. “Aku ngantuk. Aku tidur lebih dulu.”
“Eiy, sekarang kan baru jam 7 jagiya….” Siwon mengikuti istrinya dan sebelum Haneul sempat membuka pintu kamar, tubuhnya sudah di tarik oleh Siwon. “Kita bahkan belum makan malam.” Tambah Siwon seraya melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Haneul, memeluk yeoja itu dari belakang. Udara hangat yang keluar dari mulut Siwon menggelitik leher Haneul.
“Aku tidak lapar!” Sahut Haneul ketus sambil mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Siwon. Tapi sia-sia saja karena suaminya jelas lebih kuat dari dirinya.
“Kau merajuk?” Siwon menggoyang-goyangkan tubuh Haneul, membuat yeoja itu semakin merasa kesal.
“Ani.” Jawab Haneul pendek tapi nada suaranya justru menunjukkan kalau yeoja itu sedang benar-benar kesal.
“Tapi aku lapar. Jinja begoppa! Temani aku makan, nee? Nee?” Haneul tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak berdecak mendengar Siwon yang merengek seperti anak kecil.
“Umur mu sudah berapa, eoh? Merengek seperti anak kecil begitu. Kau tidak malu dengan tubuhmu yang besar itu?” Omel Haneul tapi yeoja itu tetap mengikuti Siwon yang menggenggam tangannya dan menariknya menuju dapur.
Siwon memandangi punggung Haneul yang sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Sebuah lengkungan indah yang menunjukkan lesung pipitnya terus melekat di wajah tampannya. Siwon benar-benar menyukai momen sederhana mereka saat ini. Menunggu istrinya menyiapkan makan malam, dan ia berharap satu atau dua tahun lagi dia tidak akan menunggu makan malam sendirian, tapi berdua atau bertiga dengan anak-anak mereka. Dan sepuluh atau dua puluh tahun lagi dia tetap menunggu istrinya menyiapkan makan malam sambil menggerutu karena anak-anak mereka mulai jarang makan malam di rumah. Tiga puluh tahun lagi mereka masih akan menghabiskan malam dengan ritual yang sama namun ruangan ini akan semakin penuh dengan cucu-cucu mereka.
Siwon ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan yeoja ini. Ia tahu betul itu.
Setelah makan malam, Siwon membawa Haneul menuju ruangan yang selama ini terlarang bagi yeoja itu.
“Tutup matamu.” Perintah Siwon sesaat sebelum ia memperbolehkan Haneul masuk. Yeoja itu mengerucutkan bibirnya namun tetap melakukan apa yang diperintahkan Siwon. Untuk memastikan Haneul memang tidak bisa melihat apa-apa, Siwon meletakkan satu tangannya untuk menutupi kedua mata Haneul sementara tangannya yang lain membuka perlahan pintu ruangan. Siwon mendorong perlahan Haneul memasuki ruangan.
Haneul dan Siwon berjalan beberapa langkah sebelum akhirnya namja tinggi itu menahan bahu Haneul dan menyuruhnya untuk membuka mata. Perlahan, kelopak mata Haneul mulai terbuka dan sebuah kerutan muncul di dahinya saat mengendarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Cat mocha yang sebelumnya mengelilingi dinding tempat itu sekarang berganti dengan biru langit, lengkap dengan gulungan awan di bagian langit-langit. Ruangan itu dipenuhi tali yang melintang dari ujung ke ujung. Di tali-tali itu terdapat beberapa foto yang digantung. Haneul berjalan mendekati foto yang paling dekat dengannya.
“Kau harus memulainya dari sini.” Siwon menarik pelan lengan istrinya menuju tali yang berada di bagian paling dalam ruangan. Haneul memandang foto yang tergantung paling pertama di tali tersebut sebelum beralih pada Siwon, meminta penjelasan dari namja itu.
“Kau ingat kapan foto ini diambil?” Tanya Siwon.
“Ini foto kita saat pernikahan Seo Hyun dan Yong Hwa.” Haneul masih terlihat bingung. Tidak mengerti apa sebenarnya yang ingin disampaikan Siwon. Foto yang dipegangnya saat ini adalah foto saat pernikahan Seo Hyun dan Yong Hwa sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu Siwon dan Haneul bertemu untuk pertama kalinya. Haneul adalah sahabat Seo Hyun sementara Siwon adalah sunbae Yong Hwa di universitas yang cukup dekat dengannya.
“Senyum mu dan cara mu menatap orang lain adalah hal pertama yang menarik perhatianku.” Siwon menunjuk Haneul di antara deretan yeoja yang juga berfoto bersama mereka. “Cara mu menatap orang lain yang berbicara dengan mu benar-benar… eumm.. bagaimana aku menggambarkannya..” Siwon meletakkan tangannya di dagunya dan memainkan alisnya seraya berpikir keras, “lucu?” Namja itu tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang ia pikirkan.
“Kau ingat foto ini?” Siwon menunjuk foto berikutnya yang diambil saat kencan pertama mereka di amusement park. “Kau benar-benar terlihat seperti anak-anak. Mencoba semua wahana, yang menakutkan sekalipun. Cara mu tertawa benar-benar mengingatkan ku pada tawa polos anak kecil. Dan aku menyadari aku sudah jatuh cinta padamu saat itu juga, Mrs. Choi.” Haneul seolah kehabisan kata-kata dan tidak tahu harus merespon seperti apa saat Siwon satu-persatu menunjukkan foto-foto mereka yang diambil dengan sengaja ataupun tanpa mereka ketahui. Dan seolah kejadian yang disimpan oleh foto itu baru terjadi kemarin, Siwon mengatakan dengan jelas apa yang dirasakannya saat mereka melewati momen-momen itu. Hingga tanpa sadar mereka sampai di foto terakhir.
Siwon menggenggam tangan Haneul dan menatap yeoja itu dalam. “Ini akan jadi ruangan foto kita. Tempat kita menggantung semua momen-momen yang sudah kita lewati untuk dikenang lagi, mengingat perasaan yang kita rasakan saat melewati momen itu.” Siwon meletakkan kedua tangannya di bahu Haneul. “Jika suatu saat salah satu dari kita merasa sudah melupakan perasaan menggebu-gebu yang pernah kita rasakan, kita bisa membuka ruangan ini dan mengingat-ingat kembali kenapa aku jatuh cinta pada mu dan kenapa kau jatuh cinta pada ku. Mengingat kembali janji yang pernah kita ucapkan di hadapan Tuhan.”
Haneul membuka mulutnya. Yeoja itu ingin sekali mengatakan sesuatu tapi rasanya tidak ada kata yang bisa menggambarkan dengan benar perasaannya saat ini. Sebuah perasaan bahagia yang membuncah bersamaan dengan perasaan tenang, terharu, tidak percaya, semua emosi datang bersamaan tanpa ada garis pembatas.
“Aku akan berusaha untuk mencintai mu, lagi dan lagi, setiap harinya, Kim Haneul.” Haneul pasrah, ia benar-benar kehabisan kata-kata dan satu-satunya yang bisa ia lakukan untuk menyampaikan perasaannya saat ini adalah menarik leher Siwon dan mencium bibir namja itu. Siwon tersenyum dalam ciuman mereka saat ia merasakan bagaimana Haneul benar-benar membuka dirinya saat ini. Tidak ada lagi keraguan dalam ciuman yeoja itu.
Haneul merasakan tubuhnya meleleh dalam pelukan erat Siwon dan pagutan bibir namja itu sampai-sampai ia akhirnya melingkarkan kedua kakinya di pinggang Siwon. Tanpa ragu, Siwon mulai melangkah meninggalkan ruangan foto menuju kamar mereka. Sesekali keduanya membentur dinding ataupun rak, namun tidak ada suara ringisan yang keluar dari mulut Haneul dan Siwon melainkan desahan tertahan Haneul saat Siwon mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Haneul, menjelajahi setiap inchi rongga yeoja itu.
Pagutan bibir Haneul dan Siwon terlepas saat tubuh Haneul direbahkan perlahan oleh Siwon dan tangan namja itu mulai menelusup masuk ke dalam pakaian Haneul. Yeoja itu menahan tangan Siwon yang berada tepat di perutnya, membuat Siwon mengerutkan alisnya.
“Can you promise me one thing?” Suara Haneul terdengar ragu.
“Anything.”
“Jika suatu saat nanti, perasaan cintaku sudah tidak cukup lagi untukmu, dan kau menyukai orang lain, please tell me. Tell me before you tell that woman.” Siwon menatap Haneul seolah tidak percaya akan apa yang sudah di ucapkannya.
“You still can’t trust me, can you?”
“Bukan. Aku percaya oppa, karena aku percaya, maka aku harap oppa mau berjanji. Please.” Iris mata Siwon menatap Haneul dalam.
“Okay, I promise you.”
Hanul tersenyum, “then I’m yours now.”
“But your love will never be replaced.” Janji Siwon sebelum akhirnya ia mencium Haneul kembali.
Suara desahan meluncur dari mulut Haneul saat pakaian yang menutupi tubuh bagian atasnya terbuka dan Siwon mulai menghujani setiap inchi tubuhnya dengan ciuman dan jilatan, meninggalkan jejak berwarna keunguan di sana-sini. Haneul refleks melengkungkan tubuhnya ketika lidah dan jemari Siwon bermain bergantian di kedua dada Haneul.
Haneul berusaha keras mengatur nafasnya yang semakin tidak karuan seiring usapan lembut jari Siwon yang mulai turun hingga bagian bawah tubuhnya. Dalam sekejap, celana yang dikenakan Haneul sudah melayang ke bagian lain ruangan dan yeoja itu benar-benar telanjang di bawah tubuh Siwon.
“You’re beautiful, baby.” Bisik Siwon sebelum bibirnya kembali mencium bibir Haneul yang sudah memerah sementara tangannya turun dan bergerak lincah di bagian bawah tubuh Haneul, membuat yeoja itu hanya bisa mengeluarkan suara erangan.
Bibir Siwon kembali menjelajahi tubuh atas Haneul dan meninggalkan jejak di setiap bagian yang masih kosong sementara tangannya masih bergerak tanpa henti di bagian bawah Haneul. Yeoja itu hanya bisa meremas rambut Siwon dan menggerakkan kakinya tidak karuan karena sensasi yang ditimbulkan Siwon saat ini di setiap bagian tubuhnya benar-benar membuat yeoja itu melayang.
“Siwon~ah.” Sebuah lenguhan panjang meluncur dari bibir merah Haneul saat tanpa bisa ia tahan cairan tubuhnya keluar dengan deras membasahi tangan Siwon. Dengan senyum puas, Siwon meletakkan kedua tangannya di antara kepala Haneul untuk menopang tubuhnya dan mengecup dahi istrinya.
Siwon menatap istrinya yang saat ini masih terlihat terengah-engah. Keringat membasahi kening dan leher Haneul, membuat yeoja itu terlihat benar-benar seksi di mata Siwon.
“Kau benar-benar menyebalkan, eoh!” Gerutu Haneul.
“Waeyo?”
“Kau sudah membuat ku telanjang bahkan tanpa aku sadari tapi kau sendiri malah belum membuka sehelaipun pakaian mu.”
Dengan tangan yang sedikit bergetar, Haneul menarik kaos yang dikenakan Siwon, memperlihatkan abs sempurna suaminya.
“Enjoy the view?” Goda Siwon saat menyadari istrinya yang menatap lekat tubuh toplessnya. Haneul berdecak pelan namun tetap tidak mengalihkan pandangannya dari tubuh Siwon. Entah mendapatkan keberanian dari mana, Haneul mulai menggerakkan jemarinya di tubuh Siwon. Dimulai dari leher namja itu, turun hingga bahunya, dan berhenti sesaat di dada namja itu kemudian memainkan sepasang tonjolan kecil di dada Siwon, membuat Siwon hampir-hampir kehilangan kemampuannya menopang tubuhnya saat itu juga karena sensasi yang ditimbulkan sentuhan jemari Haneul.
Haneul mengalungkan lengannya di leher Siwon dan mengangkat tubuhnya sendiri hingga bagian atas tubuh mereka bersentuhan. Seolah sedang menggoda Siwon, yeoja itu mencium bibir Siwon sembari menggerak-gerakkan tubuh atasnya pada Siwon, membuat namja itu tidak bisa menahan desahan dari mulutnya.
Haneul melepaskan tautan bibir mereka dan kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Mata Siwon mengikuti arah jari Haneul yang kembali turun ke perut ratanya, menyusuri setiap absnya dan akhirnya berhenti pada celana namja itu.
“I would like to enjoy the whole view.” Suara pelan Haneul benar-benar terdengar seduktif di telinga Siwon dan membuat celananya semakin terasa sesak.
“Then I invite you to unveil the whole view.” Kedua tangan Haneul mulai bergerak membuka celana Siwon dan dalam beberapa detik keduanya benar-benar sudah terekspos sempurna.
Haneul tanpa sadar meneguk ludahnya saat melihat tubuh telanjang Siwon untuk pertama kalinya. Jika harus jujur, yeoja itu memang pernah membayangkan bagaimana tubuh Siwon tanpa sehelai benangpun. Tapi apa yang disaksikannya saat ini, benar-benar jauh melebihi bayangannya.
“Haneul-ah.” Suara Siwon membuat kedua pasang mata kembali beradu. Ada nafsu yang selama ini tertahan terlihat di sana, namun lebih dari itu, ada cinta yang membungkus indah gairah mereka malam ini.
Siwon menundukkan wajahnya dan mencium Haneul. “Kau siap?” Tanya Siwon yang dijawab dengan anggukan yakin dari Haneul. Namja itu kembali menundukkan wajahnya dan mencium lembut kening Haneul, kemudian kedua kelopak matanya, ujung hidungnya, kedua pipi yeoja itu, dagunya dan akhirnya berhenti di bibir Haneul. Siwon kembali menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Haneul dan memaksa yeoja itu untuk beradu lidah dengannya. Siwon membiarkan Haneul mendominasi permainan lidah mereka dan mulai memasuki tubuh istrinya.
“Arggh..” Sebuah ringisan tertahan terdengar dari mulut Haneul saat Siwon sudah setengah memasuki Haneul. Namja itu mulai menggerakkan tangannya di dada Haneul dan pada saat yang bersamaan kembali memainkan lidahnya di mulut Haneul.
Perlu waktu beberapa saat bagi Haneul untuk terbiasa dengan rasa sakit dan sesak di bagian bawah tubuhnya. Siwon akhirnya memberanikan diri untuk menggerakkan tubuhnya sementara mulutnya mulai membisikkan kata-kata manis di telinga Haneul.
“There!” Sebuh teriakan lolos dari mulut Haneul saat ia merasakan Siwon menyentuh titik kenikmatannya, menghilangkan semua rasa sakit yang sempat menyiksanya. “Jangan berhenti.” Perintah Haneul lagi. Siwon tersenyum melihat pemandangan yang ia saksikan saat ini. Haneul menutup kedua matanya sementara mulutnya setengah terbuka.
“Lebih cepat lagi.” Ucap Haneul saat ia merasakan Siwon bergerak terlalu lambat.
“Haneul-ah, buka mata mu.” Perintah Siwon. Sesaat kemudian Haneul membuka matanya, membuat Siwon semakin ingin menggerakkan tubuhnya lebih cepat lagi dan menyaksikan yeoja ini mendesah puas. Tapi itu bisa menunggu. Sebentar lagi.
“Jangan tutup mata mu, nee?” Siwon mulai menambah sedikit kecepatannya dan refleks Haneul menutup matanya.
“Jangan tutup mata mu. Lihat wajah ku.” Perintah Siwon lagi dan sekali lagi Haneul membuka matanya.
“Aku ingin kau melihat wajah ku saat ini. Mengingatnya dengan benar karena saat ini, buka hanya kau yang menyerahkan kebahagianmu ditangan ku tapi aku juga menyerahkan seluruh kebahagian ku di tangan mu. Aku hanya akan memperlihatkan wajah ini pada mu, bukan pada orang lain. Arasso?”
Setetes air mata turun dan mengalir di wajah Haneul seiring dengan anggukan pelan dari yeoja itu.
“Eoh. Terima kasih sudah mempercayakan kebahagian mu padaku.” Siwon mulai menggerakkan tubuhnya lebih cepat, dan lagi-lagi Haneul hampir menutup matanya. Yeoja itu akhirnya menangkupkan kedua tangannya di wajah Siwon saat namja itu bergerak semakin cepat.
Haneul masih mengernyitkan alisnya saat Siwon tiba-tiba berhenti dan keluar dari tubuhnya. Seolah tahu apa yang dipikirkan Haneul saat ini, namja itu menunduk dan berbisik, “berbaliklah.”
Meskipun tidak terlalu mengerti apa yang diinginkan Siwon, namun Haneul tetap mengikuti perintah Siwon dan membalikkan tubuhnya. Siwon mengangkat tubuh yeoja itu agar ia menumpukan tubuhnya pada kedua tangan dan lututnya.
“Ah~ oppa…” Suara desahan Haneul kembali mengisi ruangan saat Siwon memasuki tubuh yeoja itu sekali lagi dan bergerak dengan cepat, menusuk bagian paling sensitif di tubuh yeoja itu. Sementara tangan Siwon tidak melewatkan kesempatan untuk bermain di dada Haneul. Mulut namja itu juga tidak berhenti menciumi dan menjilat punggung Haneul, dan sesekali juga meninggalkan tanda kepemilikannya di bagian tubuh itu. Otak Haneul sudah hampir meledak karena semua kenikmatan yang terus menerus diberikan Siwon di setiap bagian tubuhnya.
“Oppa… aku.. hampir keluar.” Ucap Haneul di sela desahannya saat merasakan sesuatu di dalam perutnya yang terasa mendesak untuk keluar. Siwon menghentikan gerakannya dan memutar tubuh Haneul agar kembali berbaring. Yeoja itu melingkarkan kedua kakinya di pinggang Siwon dan menggerakkan tubuhnya seirama dengan gerakan tubuh Siwon. Namja berlesung pipit itu meletakkan tangan Haneul di kedua sisi kepalanya kemudian Siwon menautkan jemarinya di antara jemari Haneul.
“Saranghae, nae Haneul.” Ucap Siwon sebelum menundukkan kepalanya dan mencium bibir merah Haneul. Malam ini bukan hanya tentang Haneul yang menyerahkan keperawanannya pada Siwon namun tentang bagaimana Haneul menyerahkan kepercayaannya pada namja yang sudah menjadi suaminya itu. Malam ini bukan lagi tentang penyatuan dua tubuh tapi tentang awal yang baru bagi keduanya, sebuah ikatan janji untuk selalu percaya dan mencintai.
Beberapa saat kemudian keduanya akhirnya sampai pada puncak kenikmatan. Cairan dari tubuh Haneul bercampur dengan cairan yang keluar dari tubuh Siwon seiring dengan desahan puas keduanya.
Siwon mengambil tissue dari nakas di samping tempat tidur dan membersihkan tubuhnya dan tubuh Haneul dari sisa-sisa kegiatan panas mereka sebelum akhirnya membaringkan tubuhnya tepat di samping Haneul.
“Gomawo, jagi.” Ucap Siwon tulus. Haneul tersenyum dan memeluk erat tubuh Siwon.
“Nee. Aku mencintai mu, kau tau itu kan?” Sahut Haneul.
Siwon mempererat pelukan Haneul. “Eoh. Aku tau itu. Aku mencintai mu, kau tau itu kan? Hari ini, besok, dan seterusnya.” Haneul menenggelamkan tubuhnya semakin dalam di pelukan Siwon. Untuk pertama kalinya, yeoja itu membiarkan orang lain melihat seluruh tubuh dan perasaannya dan hanya satu orang yang berhasil meluruhkan semua ketakutannya. Satu-satunya namja yang ia inginkan terus berada di sampingnya hingga mereka tua nanti. Seorang namja bernama Choi Siwon.
-kkeut!-
Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 03/06/2013, in Aktor, OS, Super Junior and tagged . Bookmark the permalink. 134 Comments.

  1. Baguss!!romantis banget!!bikin sequelnya dong :3

  2. Wah daebak:..:

    mintaaa squelnya dong thor

  3. yeojagaemgyu

    Romantis nya yaa ampun siwon oppaa >..<
    Sukses bikin nangis terharuu :')
    .
    .
    Wajib bikin squel sampe punya anak cucu wonppa :^)

  4. so sweet
    keren thor >__<

  5. daebak:D
    so sweet, romantis, puitis dan udah berhasil bikin aku nangis, saking romantis’a.
    banyak jempol buat author’a:*

  6. Mrs. Kyu-Na

    aequel thor….

  7. putri glorya

    Huuaaa my oppa

  8. thor, sequelnyaaa

  9. Huuuaaaaaa suamiquuuuu romantis sekaleeee…
    Kyaaaaa Jd makin LopeLope >,<
    Oppa Klo Kau Jadi Suamiquuuuu Kita Pasti Akan Buat Anx Yg Banyak..#Echh
    Aduhhhh thorrr sumpah tulisanmu keren beUudddd,tp sedikit kritik boleh yak…
    Klo bisa tiap selesai kalimat d'buat paragraf biar baca'a Kga bingung,bener gk sih nama'a paragraf -___-"
    But overall nice FF Keep writing buat author
    Author : rider bawel -__-
    Me : Beginilah Saya harap maklum
    hoho^^,
    Ywdh Mungkin Segitu Dari Aq ..#CipokAuthor#
    Annyeoooonggg \(^0^)/ #TebarSempakSiwon#

    • kayaknya kalo urusan romantis, siwon emang juaranya.. kekekeke

      oke sip, dicatat kritiknya *ambil buku sama pulpen*

      gomawooo sudah baca dan komen ^^
      *cipok Yesung (lho?)

  10. min,ini ff sad and nc daebaakkkkk….ditunggu karya nya ya min!

  11. So sweet skalii siwon nya..
    Sekuel?? Hehe

  12. paragraf perlu diperhatikan, dan kalo bisa tempat dan waktunya lebih mendetail
    karena td waktu saya baca, ada yg saya bingungin. tempat ma wktunya.

    5af kalo kritik saya pedas, tp bukankah tugas readers hanya membaca dan mengomentari?? 🙂

  13. aci_harkina

    d.a.e.b.a.k!!
    siwon sweet bgt dah d sini..
    nc-nya jdnya malah romantis2 gt! ^^

  14. Wow.. deabek thor..
    Buat sekuel nya ne..
    Siwon romantis bageeett :3

  15. wach daebak thor so sweet banget…
    oppa ku emang romantis,,, kkkkkkk 😀

  16. Omo…so sweet bngt sich uri siwon oppa.karna ada ncnya makin romantis…tis….tis tp ada rencana kan thor buat bikin sequal harus*maksa author V*ditunggu loh..caiyo

  17. zulia evilmagne

    sumpah keren banget thorr… siwon oppa so sweet banget.

  18. so sweet banget siwo oppa!!! i love youuuuuuuuuuuuuu :*

    thor! karya lo T.O.P BeGeTe daaah 😀

  19. Ceritanya romantis banget dan gapernah terpikirkan sama aku cerita kaya gini >.< author daebak^^

  20. Daebak bgd crita’y,bnr” keren….
    Romantis bgd,ga cm mengedepankan nc’y tp crita’y jg bnr” bgus bgd..
    ah….pengen pny suami kyk siwon oppa…..

  21. akh~ akhirnya…
    fiuh… yadong nya meski ga hot2 bgt, tp cukup bikin degh2an..
    haaa ngebayangin abs siwon..
    aiiih ga kuat! >.<

  22. HevieanaeE__ELF

    Daebbak min:-O,,sdihnya dpet dpet dpet bnget smpe mrinding:-D

  23. Suerr…enseh’a daebakkk…. *ehh? Hehehh tpi bner thor… Kesan’a swit2 gmana gtu plus romance… Malahan gak kerasa yadong*?* xd
    keren dah…. (y)

  24. Waaa~ daebakkk.. Aku suka alur cerita dan bahasa yg digunakan, bener” bisa merasuk langsung kehati, feelnya dapet banget. Ini nih ff nc yg gk cuma nc yg d utamain, tpi ff nc yg bisa nyalurin feel dan bahasa yg bagus baget. Dapet banget pkoknya. Daebakk.. Aku tunggu lo karya selanjutnya. Aku suka banget sama tulisanmu yg ini chingu..

  25. Kyaa~ gue terhanyut ma ceritanya bukan adegan nc nya. Siwon so sweet banget *.*
    good fanfic (y)

  26. Alamak… Itu cowok kok baik bgt sih… Beruntung deh jadi si HaneulT.T
    Lain kali buat ff yang kek gini aja deh. Tema simple, tapi kata-katanya menyentuh bgt.
    Keep writing!!!

  27. ff’a keren bgt sih thor aku suka ni ff g cuma ngutamain nc’a aja tp cerita’a jg. poko’a feel dapeeeeeet bgt dh. 😀

  28. kyuwonhae's wife

    wooowwww…. 🙂
    Fantastic , sulit pke banget menghilangkan trauma Haneul , dan itu butuh kesabaran extra dan juga Siwon oppa adlah org yg bisa melakukan itu 🙂
    Daebak bgt 🙂

  29. waaaahhhh daebak BGT critanya ^^
    Romantis BGT siwonnya, ♥♥♥
    SequeL. . . .sequeL. . .sequeL
    #bakar sepanduk ddpn rmh author *pLaak abaikan
    hahaha. .teLL me if u’ve the sequeL

  30. je hwa Choi

    gue suka >o<
    romantisss.. aplg wktu adegan yadongnya.. ngrasain bgt klo siwon ngehargain ceweknya.. :"
    pngen baca lgi.. lagi.. dan lagi..
    good job ^^b

  31. AAAAAAAKK SIWONNYA BIKIN MELTING AAAAAAKK!!! Bagus thor, nilainya 97! ^^

  32. woahh daebak thor.. Tak kasih jempol banyak deh.. So swettttt……
    Ceritanya romantis banget.. Jdi ngiri deh ama haneul #LoL
    Ditunggu sequelnya ya..
    Ukke ukke.. 🙂

  33. terharu banget aku bacanya thor
    g cuma masalah yadongan tp juga kepercayaan
    duuuch sweet banget dech pokoknya !!!

  34. Uaaaa so sweet banget abang siwon 😥 keren eon ff nya..

  35. Paling ga tega baca bias nae jd cast ff yadong #jdi ngarepin diyadongin deh,,, ToT
    But i just can say,,,great for the story,,, like it!!!

  36. bagus ceritanya, dapet bgt alur ceritanya. semangat trus bikin ff nya. terima kasih

  37. Daebak…..
    Romantis so cuwiiiit abang siwon..heehee
    ada saat terharunya…jempol bwt usaha abang siwon…

    Bikin sequelnya donk thor..biar lbih daebak…!!!

  38. aaaa. sumpah.. gue suka nih ff.
    romantis.
    siwon ny. ya olo.
    bner2 sabar y.
    NC ny juga bagus. ga trllu frontal . tpi dapet feel ny. kkk

  39. Huaaaaaa…………… Romantis banget ceritanyaaaaa.
    Yang bikin nyesek pas si haneul bilang butuh waktu itu, rasanya campur adukk
    Pokonya ceritanya bagussss banget

  40. good jobbb thor…
    konflictnya keren..
    cara penyelesaiannya keren…
    yah… bsa d katakan.. crita ini cukup d bwat dlm bentuk cerpen dn bukan cerbung..
    daebag lah pokoknya… d tunggu tulisan selanjutnya.

  41. Huwaida Zulfatus Syharifah

    hwahhh….tissue mana tissuee????
    hot bgt thor….ceritanya nyentuh abiss
    author jjang~~~~

  42. Aigoo.. Romantis bener Kau Oppa.. Q jadi Enpy sama Haneul :3

    ASnya ya thor.. Ditunggu pokoknya..

  43. Well…. Suka sama FF ini, romance pas dan gak berlebihan 😄
    Thor, jujur loh saya senyum-senyum sendiri bacanya 😄
    Apalagi dibagian Haneul dan Siwon melakukannya. Engga keliatan bgt kalo mereka sedang ‘bergumul panas’ karena bahasanya yg halus
    Dan lagi-lagi saya senyum lagi 😄
    Semoga bahagia deh Kehidpuan rumah tangga Siwon dan Haneul

  44. keren banget ceritanya, so sweeeet :))
    romantis banget

  45. Keren..
    Lanjut dong thor..!!

  46. Park Nayoung

    Daebaaaaakkkk~ romanic bangetttttt~ like it hehe

  47. Nova Susmala

    waaaahhh, thor..
    daebak, 4 jempol buat author, bisa bikin cerita kyk gitu..
    bhsanya dpet bgt, smpe ntesin air mata thor..
    iiih, kereenn..
    crta2 yg lain ditunggu yaahh..

  48. Romance 🙂 tidak terlalu memperlihatkan NC, bagus^_^

  49. Whuaaa…..kereeeeen….
    Author berbakat…..
    Pujian yg keluar dari reader lain bener semua….
    Mpe bingun mau blg apa lagi…
    Lanjutin nulis cerita yg bagus lainnya yaaa…

  50. oh god…batal gk ya puasaku baca ini ?
    kkkkk

    bagus thor

  51. Bagus ceritanya .. Kelihatan banget dari awal cerita pilihan katanya bagus.. Unpredictable jadi ingin baca terus menerus, authornya pnter ^^ good job udah cocok kalo bikin novel suka banget sama rangkaian kata-katanya

  52. choi pinkpink

    Sumpah!!
    Aku suka bgt…
    Kerenn smua prasaan jd satu

    Daebak thor!
    *peyukauthor

  53. Gila keren banget thor>< suka suka. bikin sequel yah thor 😀

  54. Rada ngga tega bacanyaaa..castnya bias aku.Bingung mau ngomong apa.tapi jujur aku suka sama fanfic yang ini.nc nya gak terlalu…berlebihan?._. sequel dooongg thor >< intinya aku suka sesuka suka nya sama ff. dan aku sukaaaaa~ #maapsarap Keep writing chingu 🙂

  55. akhr’e ksbaran wonppa membuahkan kprcyaan dr haneul,chukkae wonppa hehe..
    Bca ff yg in serasa bca novel bhasa enak d bca trus alur’e pas,ad kata2 puitis’e it yg bkin feel’e dpet bgt..
    Chukae chingu sekali lg kamu sukses bkin ff yg berkesan..
    D tggu next ff’e..

  56. Wietha_choi ♥

    My hubby so sweet ♥ kkk
    Your ff very nice~
    Aku suka ceritanya Dan kata2nya bisa bikin dgn mudah menggambarkan cerita itu 😉

  57. romantis, siwon nunggu istrix siap

  58. Siwon nya bener* jadi suami perfect ^^

  59. Omg ga kebayang gmn jd nya tuh bdan bang siwon huwaa…

  60. romantis bgt…. masih ada g pria yg kaya gitu di dunia ini??? daebak thor…

  61. keren daebak;’)

  62. Good story…

  63. bang siwon maniis dan pengertiaannya pakek banget 🙂

  64. wooooo panassss haha
    sweet banget siwon oppa

  65. aaaaahhh sumpah so sweet banget si siwon ;3
    ternyata sisi dibalik siwon yg bossy ternyata bisa romantis juga ;3
    ya ampun suka deh sm perlakuan siwon ke hanuel. bener2 melindungi dan mencontai hanuel ;3
    aaaaaaa iri sm hanuel -____-
    baca ff ini senyum2 sendiri karna keromantisan siwon ke hanuel ..
    daebak. keren thor.
    aaaaa suka bgt deh sm cast siwon ;3

  66. Great story 😉 (y)

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: