DON’T LEAVE ME ‘ALONE’

sulli, taemin, dongho ff nc

 

author : @storynotebok
title : jangan tinggalkan aku ‘ sendiri ‘
type : NC 21 / Yadong
cast : Lee Taemin , Choi Sulli , Dongho

Lee taemin :

“ nuna. Tidak dapatkah kau mengingatku ? “ aku mengenggam lebih erat pergelangan tangan sulli, dia terlihat ingin menangis saat ini. matanya yang besar nampak berkaca-kaca. “ lepaskan aku. Aku mohon. Lepaskan aku taemin “ dia kembali mencoba melepas genggaman tanganku pada pergelangan tangannya dan sesekali dia mengigit tanganku. Kali ini dia benar-benar menitiskan air matanya. Dia terisak karena mencoba menahan perasaannya. “ nuna? “ aku lalu memandanginya dan mengendurkan peganganku pada pergelangan tangannya. “ aku, benar-benar tidak mengingat apapun. Aku tidak pernah mengingat apapun taemin. Mengertilah “ kata sulli sambil membalas pandangan mataku . dia benar-benar terlihat terluka karena aku memaksanya untuk kembali seperti dulu.

======================================

Ya sejak kecelakaan yang sulli alami 8 bulan yang lalu. Ingatan sulli tiba-tiba menghilang. Sejauh apapun usahaku untuk memulihkannya itu tidak membuahkan hasil. Aku yang sangat mencintainya tidak mau kalau dia melupakan cintanya padaku. Kami telah melakukan apapun bersama bahkan kami telah hidup seperti pasangan suami istri.

Tapi sejak dia kehilang ingatannya, tak satupun perhatian atau ucapan manis yang dia berikan padaku. Aku melihatnya sangat berbeda, tatapannya tak lagi seperti dulu. Sulli berubah menjadi wanita jahat. 4 bulan lalu dia sengaja mengugurkan janinnya, di hadapanku. Dia marah karena aku menidurinya saat dia mabuk . padahal sebelum dia lupa ingatan kami telah hidup seperti pasangan suami istri. Aku hanya dapat menangis saat melihatnya terduduk diam dan sedikit tersenyum di kamar mandi dengan banyak darah keluar dari selangkangannya. Entah bagaimana dia bisa tak nampak kesakitan sama sekali waktu itu.

Selama ini Aku selalu berusaha memberikan apapun yang dia inginkan tapi akhir-akhir ini aku mengetahui bahwa dia berkencan dengan pria lain. Dan hal itu membuatku sangat marah sehingga aku kini memperlakukannya dengan sangat kasar. Aku benar-benar terluka banyak, hatiku benar-benar hancur. Bagaimana sulli berubah seperti ini. pernah sesekali aku mencoba meninggalkannya tapi

 “ Taemin-ssi. Sarangeeeeeeeeeeeeeeeeeee.ingat!!! Kau tidak boleh sedikitpun meinggalkanku. Karena aku akan benar-benar mati tanpa kau disampingku “     

Aku selalu teringat kata-katanya, yang dia sering ucapkan dulu padaku .

=========================================

 

“ tolong pergilah. Aku mohon pergilah dariku “ kata nuna lagi masih menatapiku dengan matanya yang terus mengeluarkan air mata. “ Sulli-ahh. kau tak boleh seperti ini!! “ sahutku sambil menahan emosi. Lagi-lagi kata-kata itu dia keluarkan untukku. Aku lalu menariknya dan memeluknya kedalam dekapanku.

“ nuna, aku mohon kembalilah, seperti dulu. Aku mencintaimu “ entah keberapa kalinya air mataku ikut mengalir saat aku berkata bahwa aku mencintainya. Dia pun lalu menangis keras dipelukanku.

Hingga Beberapa menit kemudian dia terdiam dan tertidur dipelukanku. Aku tahu dia sangat lelah karena menangis seperti ini.

“Nuna maafkan aku”. Aku mencium keningnya setelah aku membawanya kekamar untuk meletakannya ditempat tidur, supaya dia bisa beristirahat .

 

Choi sulli :

Aku terbangun saat cahaya matahari menerangi diriku. Saat aku membuka mata , ku lihat sesosok namja berdiri dan tersenyum memandangku. “ selamat pagi “ kata-kata itu setiap hari dia katakan untukku saat dia melihatku terbangun. Entah mengapa aku benar-benar muak dengannya. Walaupun sebelumnya dia adalah seseorang yang sangat berharga untukku tapi sekarang aku benar-benar tidak merasakan seperti itu

Derrrrrrrrrrrrrrr. Derrrrrrrrrr

Hanphone ku tiba-tiba berbunyi pertanda pesan masuk. lalu aku langsung mengambilnya dan  membaca pesan itu .

To : sulli

      Selamat pagi sayang, hari ini aku sangat merindukanmu. Bisakah nanti kita bertemu? Ayolah bukan kah kau bilang akan selalu bersamaku? Nanti aku jemput jam 10 pagi ini. jangan sampai kau belum siap yah. Sarangee sulli

From : Dongho

Tanpaku sadari senyumku mengembang membaca pesan dari dongho. Dongho adalah pria yang aku cintai saat ini. entah kenapa dongho selalu membuatku bahagia didekatnya. Sedangkan taemin aku tak mempunyai rasa sedikitpun untuknya.

“ pesan dari siapa ? “ tiba-tiba taemin mendekatiku dengan wajahnya yang berubah menjadi dingin dan mencoba mengambil hanphone yang aku pegang. Tapi belum sempat dia mengambil. Aku lalu bangkit dari tempat tidur dan pergi berlari kekamar mandi serta mengunci diriku disini. “ sulli!!!!” teriaknya terdengar kesal.tapi aku tidak menghiraukannya.

Apa-apaan namja itu . selalu ingin mengetahui apa yang ingin aku lakukan. Bagiku dia tak lebih dari seorang bajingan yang meniduriku setiap kali dia marah . kali ini aku tidak akan pernah lagi lemah  untuk menghadapinya. Aku harus segera menjauhkan dia dariku.

Tak lama aku dan dongho saling membalas pesan didalam kamar mandi. Aku lalu memutuskan untuk mandi dan merawat rambutku ini.  ah benar-benar kusut, mataku juga terlihat lebam karena semalam aku menangis dibuatnya. Hampir 2 minggu ini dia tak menyentuhku dan mengantikannya dengan memukulku, huh entah apa yang terjadi padanya.

1 setengah jam kemudian aku sudah selesai mandi. pelan-pelanku buka pintu kamar mandi dan Ku intip seluruh bagian ruang kamar.

Aku bernafas lega mendapati namja itu tak lagi disana yang biasanya menunggui sampai aku benar-benar memberi tahu isi semua pesan yang setiap kali aku dapat. Aku lalu keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk mini. Karena dikamar mandi hanya ada handuk itu dan aku terlalu takut untuk mengambilnya tadi. Cepat-cepat aku melangkah kearah pintu untuk menguncinya. Setelah berhasil mengunci pintu kamar. Lalu aku bercermin dan menatap semua bagian tubuhku. Kudapati banyak luka goresan  yang aku sengaja buat untuk membuat taemin  kasiahan padaku serta beberapa memar akibat pukulannya . Ah bodohnya aku ini kenapa aku membuat kulitku menjadi seperti ini. tapi untung saja ini dibagian dalam sehingga tidak terlihat jika aku memakai baju.

Lama aku berdandan dan memilih-milih baju . tiba-tiba taemin masuk begitu saja kekamar. Ya dia ternyata sudah membuat kunci duplikat kamar ini. ah kali ini aku benar-benar tidak lagi mempunyai kesempatan untuk menyendiri.

Dia berjalan kearah lemari ,tanpa menatapku yang sedari tadi memperhatikan  taemin dari cermin . lalu dia mengambil koper kecil dan mengemas beberapa bajunya dari lemari. Mau kemana dia? Aku mencoba berpikir. Baru kali ini dia mengemasi bajunya selama aku bersamanya.

Dia benar-benar tidak berkata apapun. Setelah dia selesai mengemasi bajunya dia lalu keluar kamar dan menutup pintu lagi. “ wae?? Cihhh kenapa tumben dia tak langsung mengintrogasi atau memukulku ?? “ aku pun mengalihkan pikiranku dan kembali sibuk merias diriku.

Derrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ,derrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

Satu pesan masuk . ya itu dari dongho . ternyata dia sudah sampai di tempat parkir apartemenku. Segera aku mengambil tas serta memakai sepatu hak tinggiku. Dan cepat-cepat keluar dari kamar. Sebelum aku benar-benar keluar untuk menemui dongho . Aku menatap sekeliling ruangan yang ada diapartemenku. Kudapati taemin sedang duduk di ruang tv , dia membaca buku dengan laptop yang menyala dihadapannya. Lalu kuperhatikan sekelilingnya mencari dimana koper yang dia ambil tadi. Tapi seluas padanganku sama sekali aku tidak menemukannnya. Entah mengapa mengetahui dia tak jadi pergi aku sedikit tersenyum senang. Aishhh bodohnya aku, selama inikan aku membencinya. Sadarlah sulli.

Aku lalu keluar dan menghampiri dongho. “ anyoeng?? “ kata dongho saat aku buka pintu mobil dan masuk kedalam mobilnya. Aku hanya tersenyum lebar membalas sapaanya.

“ wae? Apa ada sesuatu ?” tanyanya kepadaku karena aku tak berkata apapun selain tersenyum. “ ah, aniyo. Tidak ada apa-apa “ sahutku singkat sambil memakai sabuk pengaman. “ hm baiklah. Kau siap ?” aku hanya menganggukan kepalaku. “ ok, kita akan bersenang-senang hari ini “ katanya lagi sambil mulai melajukan mobilnya.

Dalam perjalanan aku hanya diam . pikiranku tiba-tiba dipenuhi oleh sesosok taemin. Entah kenapa sekarang merasa gelisah tentangnya. Padahal sekarang aku sedang bersama dongho orang yang selalu membuatku bahagia.

Lee taemin :

Kenapa aku tiba-tiba mengemasi semua bajuku ? taemin ssi ada apa denganmu. Bukankah kau tak dapat ,meninggalkannya.

Terdengar suara pintu kamar terbuka. Ya itu pasti sulli yang akan pergi. Lalu aku pura-pura duduk santai dan membaca buku. Tanpa mematikan laptop yang aku pakai untuk membeli secara online tiket pesawat yang entah mau aku pakai untuk pergi kemana.

Suara langkahnya tiba-tiba berhenti , hm kenapa dia tak langsung lari keluar?? Sekitar 2 menit aku mencoba mengendalikan diriku agar tidak berbicara dan menolehkan pandanganku kedirinya. Tak lama lalu langkahnya terdengar lagi. Dia kini pergi atau lebih tepatnya keluar dari apartemen kami.

Aku menyadarkan tubuhku dan kembali melihat langit-langit ruangan ini sambil menghela nafas.

Entah sudah keberapa kalinya dia pergi dengan pria itu. Dan aku mengikuti mereka. Tapi hari ini aku benar-benar malas untuk melakukan hal yang sama.

Author :

*Apartemen  dongho

“ oppa? “ sulli menghampiri dongho yang sedang memasakan spaggeti untuk mereka. “ wae? “ sahut dongho menghentikan aktivitasnya. “ kau masak apa? “ tanya sulli sambil melirik masakan  dongho. Mendengar pertanyaannya dongho tersenyum dan  “ ini hanya makannan kecil. Untuk cemilan kita . apa kau mau dibuatkan yang lain ? kau tahukan aku ini chef dihotel bintang lima ? “ dongho mengacak-ngacak kecil rambut sulli. “ hmmm, ne, ne arasso . sombong sekali kau oppa ? ah aniya aku akan makan itu saja  “ sahut sulli lagi memanyunkan bibirnya imut.

Tak lama kemudian makanan mereka telah siap. Merekapun menikmatinya bersama. Setelah selesai makan. dongho lalu menyuci semua piring yang telah mereka pakai. Dan sulli membantu membersihkan meja makan dongho.

Sekarang akhirnya mereka selesai dengan pekerjaan mereka masing-masing . dongho  lalu duduk di sofa tamu dan meraih sebuah buku untuk dibacanya. Sulli terlihat memanyunkan bibirnya lagi melihat dongho tak memperhatikannya.

Tak beberapa lama sulli kemudian  mendekati dongho, menyingkirkan buku yang dibacanya dan duduk dipangkuan dongho.

“ sulli-ah wae? “ dongho sedikit terkejut karena perilaku sulli sekarang . tanpa berkata apa-apa sulli mencium bibir dongho.

Kali ini Dongho paham. Lalu dia menyingkirkan tangan sulli yang dikalungkan dilehernya dan membalas ciuman sulli lembut. Tapi itu tak berlangsung lama,dongho melepaskan bibirnya dari  bibir sulli. “ waee ? “ kata sulli terlihat kesal karena dongho berhenti membalas ciumannya. “ sudah cukup, jangan  seperti itu lagi sayang “ jawab dongho tersenyum menatap sulli  sambil membelai lembut pipi sulli. Yang masih duduk di pangkuannya. “ oppa ?? sentuh aku malam ini “ renggek sulli sambil kembali mendekatkan bibirnya ke bibir dongho. Tapi dongho menyingkirkan wajahnya “ sayang, jangan lakukan ini. kita belum menikah, kau sama sekali tidak boleh melakukannya dengan siapapn termasuk aku jika kau belum menikahinya “ jelas dongho sambil memindahkan tubuh sulli agar duduk disampingnya. Sulli hanya diam dan memanyunkan bibirnya kembali karena ini sudah ke 10 kalinya dongho menolak melakukan itu dengannya.

Dongho lalu menyadarkan kepala sulli  pada pundaknya dan mengelus rambut panjang sulli pelan. “ aku mencintaimu sulli . jadi aku tak mau menyakitimu “ kata dongho lagi sambil tersenyum. Mendengar perkataan dongho sulli lalu tersenyum dan memejamkan matanya disandaran pundak dongho sambil melingkarkan tanganya di pinggang dongho .

Dongho dan sulli sudah menjalin hubungan selama 3 bulan . mereka bertemu di sebuah hotel mewah di seoul.

Waktu itu sulli sedang melarikan diri dari taemin yang akan mempertemukan sulli dengan orang tua taemin. Tapi sulli menolak dan kabur , walaupun sebelumnya keluarga taemin sudah hampir 8 kali bertemu sulli tapi karena ingatan sulli hilang jadi dia sama sekali tidak mengetahui seperti apa keluarga taemin . nah disinilah dongho dan sulli jatuh cinta. Dongho membantu sulli untuk keluar dari hotel itu. 5 hari mereka saling berhubungan sulli lalu menyatakan perasaannya lebih dahulu. Dan dongho langsung menerimanya karena dia juga menyukai sulli dari awal mereka bertemu.

Baru 2 bulan dongho dan sulli berpacaran . taemin tiba-tiba mengetahuinya, awalnya dia sangat marah dan menjadi gila memper lakukan sulli dengan kasar bahkan taemin tak segan-segan untuk menyetubuhinya tanpa menghiraukan tolakan sulli .

Taemin juga  sampai hati mengurung sulli agar tidak menemui dongho. Tapi Akhir-akhir atau lebih tepatnya 2 minggu ini taemin membiarkan sulli pergi begitu saja. Dan tak mencegahnya sama sekali. dia hanya memilih untuk  membuntuti sulli dan mengawasinya dari jauh.

Dongho tidak tahu kalau taemin adalah kekasih sulli. Sulli hanya bercerita kalau taemin adalah adik laki-lakinya. Dan dongho mempercayai itu.

Ibu dan ayah sulli meninggal sejak 5 tahun yang lalu. Waktu itu sulli masih duduk di kelas 2 SMA. Sedangkan taemin dan sulli berpacaran sejak mereka sama-sama duduk di kelas 1 SMA. Taemin lebih muda 1 tahun dari sulli jadi dia memanggil sulli nuna. Orang tua sulli sangat mempercayai taemin. Karena di mata orang tua sulli, taemin adalah lelaki yang sangat baik dan bertanggung jawab.

Sejak kedua orang tua sulli meninggal. Sulli lalu tinggal bersama taemin. Karena taemin tinggal sendiri di apartemennya. Orang tua taemin adalah pengusaha terkaya ke 2 di korea dan di amerika .

orang tua taemin tinggal di amerika . jadi taemin sejak duduk di kelas 1 SMA sudah mandiri karena jauh dari keluarganya.

 

Lee taemin :

Jam sudah menunjukan waktu 09:00 malam. Aku mulai khawatir karena sulli tidak pulang-pulang. Sesekali aku mencoba menghubunginya. Tapi ku urungkan niatku itu karena aku tidak mau membuatnya marah. Tiba-tiba pintu apartemenku terbuka. Aku lalu langsung duduk dan pura-pura menonton tv.

Kudengar suara pintu tertutup dan langkah-langkah sulli cepat masuk kedalam kamar. Setelah ku tahu dia sudah masuk kedalam kamar. Perasaanku menjadi lega. Ya seperti biasa dia tidak menyapaku dan langsung saja menghindariku.

Kali ini aku sengaja tidak memperhatikannya. Karena entah mengapa aku ingin menyerah saja mengejar dirinya.

Aku lalu menonton tv hingga pukul 11:00 malam . sekarang aku benar-benar mengantuk . aku lalu mematikan tv dan berjalan masuk kedalam kamar. Ku lihat sulli sudah tertidur lelap . wajahnya sangat manis saat dia tidur.

Aku mendekati sulli dan naik ketempat tidur. Sebelum aku membaringkan tubuhku . kucium kening sulli dan menaikkan selimutnya.  Kali ini tidak ada bau alkhohol karena dia tadi benar-benar pergi dengan dongho. Selama aku mengikutinya dia tak pernah pulang mabuk saat pergi bersama dongho, kurasa dongho pria yang baik dan alkhohol itu hanya sulli minum saat dia pergi sendiri ke sebuah diskotik.sekarang ini  dia terlihat kelelahan saja sehingga dia bisa tidur sepulas ini.

Tak lama aku memandangi wajahnya yang sedang tidur sambil tersenyum kecil. aku lalu membaringkan tubuhku disampingnya dan juga ikut tertidur.

 

Choi sulli :

Aku membuka mataku. ketika kusadar kalau hari sudah pagi. Ku pandang seluruh isi  kamarku dan tak kudapati taemin ada disini . entah kenapa dia tak seperti biasanya, membuka tirai kamar dan tersenyum menyambutku. Dimana dia ?

Tak lama Aku lalu bangun dan sedikit terkejut saat ku dapati taemin tidur disampingku. Ya itu memang biasa tapi kali ini dia tidak bangun lebih awal . Dia tertidur memunggungiku.

Tanpa berpikir apapun ku beranikan diri untuk menyentuh lengannya pelan . Dan benar saja tubuhnya terasa panas. “ taemin ssi ?? “ aku mencoba membangun dia dengan menggoyangkan tubuhnya.  tak lama dia tersadar dan memalingkan tubuhnya kearahku. “ wae?? “ jawabnya sambil bangun dari tidurnya. “ aniya. Ce  cepat menyingkir dariku “ jawabku terdengar terbatah-batah. Lalu dia bangkit dan berjalan meninggalkan kamar.

Entah kenapa perasaan khawatir tiba-tiba muncul untuknya. Padahal aku membencinya. Mungkin aku ingat sedikit tentang dia? Tapi itu tidak mungkin. aku sama sekali tak bisa mengingat waktu dulu.

Tak beberapa lama aku terdiam aku lalu memutuskan untuk membersihkan kamar dan setelah itu mandi.

Setelah selesai aku keluar kamar dengan sengaja  hanya memakai baju tidur mini. Ya aku memang ingin agar taemin menyentuhku . entah kenapa aku merindukan sentuhan kasarnya.

Kudapati taemin sedang mencuci beberapa piring didapur. Aku lalu mengarahkan langkahku kearahnya. Tapi dia tidak memperhatikanku, padahal dia tahu kalau aku ada disebelahnya. Taemin-ssi kenapa kau ini. kenapa matamu tidak menatapku ? aku hanya bisa diam dan melihati pekerjaannya.

“ mwo? “ setelah selesai dengan mencuci piring dia tiba-tiba berdiri dihadapanku dan bertanya. Mendengar pertanyaannya aku lalu mengelengkan kepalaku sebagai tanda tidak ada apa-apa. Dengan menghela nafas pelan lalu aku membalikan badanku dari hadapannya dan menuju ruang tv.

Aishhh dia sama sekali berbeda. Gumanku dalam hati sambil duduk dan menonton tv yang sedari tadi sudah dinyalakan taemin. Entah acara apa yang aku lihat, aku sama sekali tidak memperhatikannya.

Tak lama aku memelototi acara tv itu. Tiba-tiba taemin datang dan duduk disebelahku. “ kenapa kau menonton acara anak-anak ? “ katanya sambil mengambil remot dan memindahkan chennel ditv tanpa sedikitpun menatapku. Aku lalu mengarahkan padanganku ke dia. Sepertinya Dia terlihat pucat hari ini.

Aku lalu menyentuh kening kepala taemin tiba-tiba . hal itu membuat taemin sedikit terkejut dan mengarahkan pandangannya kearahku sambil mencoba menyingkirkan  tanganku dari keningnya.

“ wae ? kau aneh “ aku lalu mengelengkan kepalaku. Dan berkata “ kau demam ? “ suaraku keluar dengan terdengar khawatir. Dilalu memalingkan wajahnya lagi kearah tv dan tersenyum  sinis menanggapi pertanyaanku.

Tak ingin di ambaikan aku lalu kembali mengecek tubuh lainnya. Benar dia demam ,suhu badannya sangat panas.   “ taemin-ssi kau sakit. Ayo kedokter “ kataku sambil memandangi taemin yang kembali mengarahkan pandangannya kearahku. Tanpa menjawab dia lalu menarik lenganku masuk kearah kamar.

Setelah mengunci pintu kamar. Taemin melemparkanku ke ranjang. Dan dia merangkak di atas tubuhku, menahan bobot tubuhnya dengan menumpu kedua lutut kakinya di samping kanan-kiri pinggangku. “ sejak kapan. Kau menjadi mempunyai rasa khawatir seperti ini” bisiknya sambil menautkan bibirnya kebibirku dan menciumiku kasar.

Ini memang waktu yang aku inginkan dari dia tadi. Tapi setelah mengetahui keadaannya keinginanku tiba-tiba hilang begitu saja dan berubah menjadi rasa kekhawatiran karena dia sakit.

“ ya!! Taemin-ssi hentikan !! “ teriakku mendorongnya sehingga ciuman kami terlepas. Kami sama-sama memburu nafas, karena dia terlalu lama menciumku kasar sehingga kami sama-sama kehabisan nafas. Tanpa menghiraukan kata-kataku dia langsung memegang dan menyudutkan kedua tanganku di kanan dan kiri kepalaku. Nafasnya terdengar sangat berat  sekarang mukanya juga menjadi lebih pucat.

“ nuna. Saat ini aku benar-benar lelah “ katanya sambil menindih tubuhku dan meletakan kepalanya disamping kepalaku. Aku kira dia akan menciumku lagi. Tapi ternyata tidak dia hanya menyadarkan kepalanya disamping kepalaku sebentar dan bangkit serta melepaskan pegangan tangannya yang menyudutkan tanganku.

Aku hanya bisa diam memandangi dia yang berjalan kearah kamar mandi. aku tahu dia pasti akan mandi dan kemudian pergi kekantor. Tanpa berpikir panjang aku lalu berinisiatif menganti bajuku dengan dress hitam serta memakai jas berwarna putih dan berdandan sederhana. Setelah selesai lalu aku  langsung keluar dari apartemen untuk menungguinya di parkiran mobil.

Sekitar setengah jam aku menunggu, ku lihat taemin berjalan kearah ku atau lebih tepatnya kearah mobilnya yang diparkir. Dia terlihat sangat tampan dengan kemeja biru dan celana kantor berwarna hitam. Ya dia memang selalu berpakaian rapi jika dia akan ke kantor. Dan hal itu membuat dia lebih dewasa dan tak terlihat seperti dirinya yang asli.

Melihat sosokku berdiri didepan mobilnya dengan pakaian seperti ini. dia terlihat sedikit terkejut. Tapi dia sama sekali tidak mengatakan apapun dan melangkahkan kakinya kearah pintu mobil sambil membuka kunci mobil dengan memencet tombol otomatis di kunci mobil yang dia bawa. Tak ingin diabaikan aku langsung melangkahkan kakiku juga kearah samping pintu mobil satunya. Aku cepat-cepat membuka pintu dan cepat-cepat masuk kedalam mobil taemin.

Lee taemin :

Aku sedikit terkejut ketika aku lihat sulli berdiri didepan mobilku. Aku lalu mengalihkan pandanganku agar aku tak memperhatikan dia. Saat aku buka kuci mobilku , sulli tiba-tiba langsung membuka pintu dan masuk kedalam mobil, dari sisi kanan pintu mobilku. Melihat tinggkahnya sebenarnya aku sedikit menahan rasa bertanyaku padanya.

Tapi kuurungkan semua ,Aku hanya bisa mengela nafas sedikit dan ikut masuk kedalam mobil tanpa bertanya atau memperdulikannya. “ aku ingin ikut kekantormu. Setelah itu kau harus ikut aku kedokter “ katanya tanpa menatapku.

Ku nyalakan mobilku dan melajukannya cepat kearah kantorku. Setelah sampai aku langsung turun menutup pintu mobil dan berjalan masuk ke kantor. Ya tentu saja sulli masih mengikutiku dia juga keluar dari mobil dan berjalan tepat dibelakangku seperti ekor sampai kedalam ruanganku.

Dia sama sekali tak seperti biasa. Aku jadi merasa kikuk dengan perlakuannya. Kuperhatikan dia menerawang semua ruang dalam ruang kerjaku. hm kalau dia ingat pasti dia tahu bagaimana ruangan ini pernah menjadi saksi bisu dalam hubungan sex kami pertama kali.

“ mwo ? “ kata-katanya mengagetanku yang sedari tadi memperhatikan gerak geriknya tanpa sepengetahuan sulli. Lalu kuindahkan pandanganku kebeberapa dokumen. Yang menumpuk yang belum aku tanda tangani ,karena aku jarang sekali datang kekantor . hanya sesekali dalam satu minggu bahkan pernah sampai 1 bulan, sampai-sampai pengawaiku mengantarkan dokumen-dokumen itu ke apartemenku.

Kudengar langkah kaki sulli berjalan menghampiri lemari kaca yang didalamnya terpajang banyak foto kami berdua sewaktu sma . “ cih , apa-apaan ini. kenapa aku sepolos ini . menerima ciumanmu “ gerutu sulli sambil memandangi salah satu foto kami yang sedang berciuman dengan expressi bahagia.

Entah kenapa dia jadi terlihat mengoda dimataku.Tak tahan melihatnya. Aku lalu bangkit dan berjalan kearahnya. Taemin pikiran apa yang terlintas dipikiranmu. Sehingga aku berani mendorongnya ke dinding.

”Akhh!” ku lihat sulli sedikit meringis , saat merasakan punggungnya menghantam dinding dengan bunyi cukup keras karena ulahku . aku lalu meletakkan kedua tangannya disisi kepala sulli . Jarak kami kini begitu dekat. sampai-sampai aku dapat merasakan nafas hangatnya menerpa wajahku. “ mwolla?!! “ katanya terlihat terkejut .

Karena tak mau terima dengan perilakuku, Dia lalu medorong tubuhku dan mencoba pergi menjauhiku . Tapi aku kembali menyeretnya dan  mengehempaskan badannya pada dinding. Jauh lebih keras dari sebelumnya. Badannya sekarang terhimpit badanku. dengan posisinya diantara tembok dan tubuhku. aku mencengkeram rahang sulli, menariknya ke arah wajahku. Menyambut bibir merah itu untuk dipagut dengan bibirku.

dia memberontak serta memukul-mukul bahuku sekuat tenaga. Namun, semakin keras ia mencoba melawan semakin kasar aku  menciumnya.tak lama pukulannya menjadi melemah, ya Kekuatannya tidak ada apa-apanya di bandingkan denganku.

 

”taemiinnn-sssssssssss sii ” sulli kehabisan nafasnya. Aku lalu menyadari itu dan berbaik hati melepaskan tautan bibirku pada bibirnya, sambil memandang sulli yang tengah menghirup udara sebanyak-banyaknya.  Terlihat  Bibir merahnya sedikit terbuka dalam kondisi agak membengkak karena ulahku tadi.

“ ya!!! Kau ingin membunuhku ?? “ kata sulli masih mencoba menghirup nafas dalam-dalam . ada sesuatu yang aneh disini. Dia sama sekali tidak terlihat kesal seperti waktu-waktu sebelumnya aku melakukan paksa padanya.

Masih dalam posisiku yang menghimpitkannya ketembok,  ku pandangi dirinya dengan tatapan binggungku. Mencoba menebak-nebak apa yang telah terjadi padanya sekarang.

“ harusnya kau melakukannya tadi dirumah “ mendengar pekataannya ini. aku benar-benar terkejut. Tak biasanya dia mengiyakan aku melakukan itu padanya. Yang ada aku yang memaksanya atau lebih tepat memperkosanya agar aku dapat melakukan itu. “ mwo ? “ tanyaku sambil tersenyum sinis pada sulli. “ kau boleh melakukannya tadi “ dia menjawab dengan sedikit malu. “ tapi kenapa kau menolakku tadi?? “ sahutku bertanya mengingat saat kejadiaan dirumah tadi. “ kau demam “ katanya padaku sambil menatapku. Ekspresi wajahnya berubah menjadi wajah seseorang sulli yang dulu aku kenal. Aku hanya dapat memandanginya diam . memang sedari tadi aku merasakan tak enak badan. Tapi aku terus menahannya dan bahkan menghiraukannya.

Tak lama, tanpa pikir panjang aku mengunci pintu ruang kantorku dan menyeret sulli hingga terbaring di atas sofa merah besar di depan meja kerjaku.

“ taemin-ssi !! “ katanya sambil mencoba bangkit tapi aku kembali mendorong tubuhnya hingga terbaring lagi. “ kau sedang demam. Jangan lakukan ini. kau harus kedokter “ teriaknya terdengar pelan. “ aku tidak apa-apa. Kita lakukan dulu, baru aku akan ikut kau kedokter “ jawabku sambil mendekatkan wajahku dan menautkan bibirku pada bibir sulli. Awalnya dia tidak membalas ciumanku , karena itu, dengan segera aku membenggang kaki kanannya agar memberi cela untuk memposisikan tubuhku di atas tubuh sulli tepat di tengah kedua pahanya, yang sebelumnya aku duduk disamping sulli saat membaringkannya tadi.

Wajahnya merah. Tanpa memperdulikannya , aku lalu kembali  menciumnya kasar dan penuh nafsu. Dan akhirnya sekarang dia membalas ciumanku dengan penuh nafsu.

Entah kenapa aku ingin melakukan itu sekarang, mungkin karena sudah 2 minggu aku tidak menyentuhnya.   Aku menjadi sangat agresif melakukan itu sejak aku tahu dia berkencan dengan pria lain. Kemarahanku ku tunjukan dengan cara menidurinya. Dan di setiap akhir permainan di selalu menangis hebat karena ulahku. Tapi dalam 2 minggu ini. aku mencoba menahannya, walau dia terus dan terus membuatku marah.

Setelah puas bermain dengan bibirnya, aku lalu cepat-cepat membuka jas putih milik sulli dan menurunkan resleting dress hitam sulli dengan tidak sabaran. Aku lalu mengalihkan ciumannya turun ke leher sulli, menghisapnya,menciumnya, menjilatnya sekaligus menggigitnya.

“taemin-ssiiiiiii ” desahan sulli terdengar lirih. Aku lalu menurunkan dress hitam sulli sampai lepas dari tubuh nya.

Sekarang aku masih melakukan aktifitasku di leher sulli sambil membuka pengait bra-nya. Setelah terbuka, aku melempar bra sulli entah  kemana, lalu segera memainkan dada sulli dengan kasar.  Sekarang aku tidak bisa melakukannya pelan. Mungkin ini sudah menjadi kebiasaanku karena dia menolak saat aku ingin menyentuhnya, jadi terpaksa aku harus memaksanya dengan kasar.

desahan sulli menggema di seluruh ruang kerjaku. aku menurunkan ciumannya ke perut rata sulli. Memberikan banyak  kissmark di sana. kuhisap perutnya kuat, membuat  sulli mendesah tak karuan.

“hentikannnn taeminnnnnn.” Tanpa menghiraukan kata-katanya. aku menjilat bekas-bekas ciumanku. Dengan cepat ku turunkan celana dalam sulli dan membuangnya sembarang arah. ku endus vagina sulli dan perlahan-lahan menjilat vaginanya lembut . Hal itu sepertinya Membuat bulu kuduk sulli berdiri.

Tiba-tiba sulli memberontak dan memohon agar aku melepaskan kepalaku dari vaginanya.

Lalu aku kembali mengarahkan wajahku kewajah sulli. “ kau sangat bergairah nuna “ kataku berbisik padanya dan  kembali menciuminya. Kali ini aku melakukannya lembut. Agar sulli merespon apa yang aku lakukan. Tanganku masih ku mainkan di vagina sulli

“akkhh..” dia terlihat meringis dan mendesah menahan sakit. Ketika aku tiba-tiba memasukan ketiga jariku masuk kedalam vagina sulli dalam sekali hentakkan.

Kurasakan sulli mulai membalas kembali ciumanku. Aku semakin cepat mengeluar-masukkan ke tiga jariku. Sehingga membuat sulli mendesah tertahan karena aku memperdalam ciumannya yang mulai melemah.

Choi sulli :

Aku sudah hilang kendali, karena taemin melakukannya dengan sedikit lembut dan tiba-tiba juga kasar. Kini Jari-jarinya memainkan vaginaku.bibirnya menciumiku lembut.

Sebenarnya aku tak mau melakukan ini. mengingat dia sedang sakit. Tapi apa dayaku dia terus membuatku tak berdaya.

Tanganku kini mencoba membuka kemeja biru taemin. karena sedikit kesulitan lalu taemin membantuku. Tapi kami tidak melepas sedikitpun ciuman yang kami lakukan , hanya saja tangannya yang mempermainkan vaginaku berhenti dan dilepasnya karena dia harus melepaskan kemejanya.

Tak lama lalu dia menyiumi leherku lagi dan tangannya kini mempermainkan payudaraku. Aku merasa melayang dibuatnya. Sehingga desahanku mengema diseluruh ruang kantor ini.

“ taemin…. ahhhhhhhh ,pelan-pelanlah “ kataku tersendal. Saat dia mulai memperkasar ciuman dan gerakannya padaku.  Tiba-tiba saja dia berhenti dan ku lihat dia melepaskan celana panjang serta dalamnya yang masih terpasang.

Tanpa aba-aba dia lalu membenggang kakiku dan memasukkan juniornya ke dalam vaginaku. Sontak aku berteriak karena menahan sakit akibat hentakkannya juniornya yang langsung tertanam sempurna di dalam vaginaku.

Dia benar-benar tak sabaran. Padahal vaginaku belum basah sempurna. “ nuna ? cenhanna “ bisiknya dengan lembut ditelinggaku. Aku lalu mengangguk dan mengalungkan tanganku ke leher taemin. Kemudian berlahan-lahan dia memaju mundurkan pinggulnya dan menciptakan rasa geli dan nyeri di vaginaku. Tak ingin melihat taemin hanya diam dan memfokuskan gerakkannya saja pada pinggulnya yang mulai dipercepat .  Aku lalu mengaitkan bibirku ke bibir taemin dan menciumi taemin dengan ganas. awalnya dia tak membalas ciumanku, tapi lama-kelamaan dia membalas ciumanku disertai gerakan pinggulnya yang lebih cepat dan liar.

Setelah beberapa lama , kurasakan vaginaku mulai berkedut, pertanda kalau aku akan mencapai puncak organisme. tapi tiba-tiba taemin memelankan gerakkan pinggulnya ,membuatku melepaskan tautan bibirku dengannya.

“ taemmmin –ssi ? “ kataku mencoba memintanya untuk kembali mempercepat gerakkannya. Kulihat dia hanya tersenyum memandangku  masih dengan gerakkannya yang bertambah pelan. Dan ini membuat ku merasakan sakit yang sangat pada bagian vaginaku.

Tak ingin dia menyakitiku  lama. Aku mendorong tubuh taemin yang menindihku sehingga seketika aku sekarang  yang  berada di atasnya, lalu aku mulai inisiatif mengerakan pinggulku sendiri karena joniur taemin tak terlepas dari vaginaku .

Tak lama  Ku lihat wajahnya berubah menjadi kesal karena aku menganggu permainannya. Tapi aku tak menghiraukan itu, dan bibirku mulai kembali ku tautkan kembali pada bibirnya dan menciuminya dengan ganas.

Kurasakan tiba –tiba taemin melepas ciumanku , mengangkat tubuhku berdiri dan memojokan tubuhku ke tembok, kali ini dia benar-benar kasar, serta kesal karena sepertinya dia tak mau aku menganggu permainnannya . tanpa berkata apapun dia meletakkan kedua kakiku ke pinggangnya, dan kemudian dia menghentak-hentakkan juniornya dengan cepat didalam rahimku. Dan tak lama akhirnya kurasakan organisme pertamaku keluar.

Lee taemin :

Saat aku mempercepat gerakkan pinggulku untuk menghentakkan juniorku di vagina sulli. Kurasakan cairan hangat keluar dari vaginannya yang langsung menyelimuti juniorku. Ya dia baru mengeluarkan organismenya yang pertama, dan aku belum sama sekali merasakan kalau organismeku akan keluar.

melihatnya sedikit  kelelahan , lalu aku berbaik hati mendudukan dia dimeja  di sebelah kami berdiri dan ku gerakkan kembali  juniorku dengan ritme yang tidak beraturan.

Ku rasakan vagina sulli kembali berkedut dan akan sampai di puncaknya, tapi ku hentikan gerakanku lagi membuatnya menjadi sangat pelan.

“ taeemin-ahhhhhhhhhhhh jebal, kenapa kau berhentii ? ahh  “ keluh sulli kepadaku sambil mendesah. “ itu hukuman untukmu nuna ” sahutku sambil mengelus pipi sulli lembut. Dan kulihat sulli hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawabanku.

Lalu ku kembali menggenjot juniorku cepat dan sesekali menghentakkannya dalam-dalam, membuat juniorku menyentuh titik rangsang sulli. Yang mendesah dengan hebat.

“taem – taemmmm min-ahhhhhhhhhh, ohhhhhh ahhhhhhhhh ”ku dengar sulli merancau tak karuan. Merasakan kenikmatan yang kami dapat saat ini.

Kurasakan sulli  mencakar punggungku. Melampiaskan nafsunya. Sedangkan

aku menyusu pada payudara sulli yang begerak bebas. Menghisapnya kuat, dan sesekali

menggigitnya.

Tiba-tiba kurasakan vagina sulli berkedut dan juniorku serasa di jepit di dalamnya.

“taeminnn ohhhhhhhhhhhhhh tae ….. ssi ”

Tak lama kemudian kami berdua sama-sama melepaskan organisme kami,  didalam rahim sulli. Dan ini Terasa begitu hangat saat cairan organisme kami  membanjiri juniorku

aku dan sulli sama-sama mengatur nafas . Setelah kami merasa tenang , lalu kucabut juniorku dari vagina sulli dan memelukkan tanganku ketubuh sulli. “ nuna, gumawo ?? kau tak menolakku kali ini “ sullipun menganggukan kepalanya didalam pelukkanku. Dan aku menyembunyikan senyumku saat aku melihat tanggapannnya.

Author :

Setelah taemin dan sulli puas melakukan itu. Taemin lalu memakaikan baju sulli. Setelah selesai dia lalu memakai juga pakaian dan celananya lagi seperti semula. “ apa kau puas ? “ tanya sulli mendekati taemin mencoba membantu mengancing beberapa benik kemeja biru taemin. “ hmmm, nuna “ jawab taemin singkat terdengar pelan. “ apa kali ini aku membuatmu marah ? “ tanya sulli lagi menatap wajah taemin saat selesai memasang semua bening kemeja taemin. Taemin tidak menjawab apapun, dia hanya diam dan   membalas tatapan sulli dengan tatapan mata yang masih terlihat dingin dimata sulli.

“ ayo kita kedokter “ ajak sulli mengambil tas kecilnya dan menarik tangan taemin. Tapi taemin tak mengikuti apa mau sulli. “ apa hanya karena aku sakit, kau jadi mau melayani dan memperlakukanku baik seperti ini ? “ taemin mencoba melepaskan lengannya dari tarikkan tangan sulli. “ kalau memang benar. Biarkan aku sakit agar kau tetap seperti ini padaku “ lanjut taemin singkat. Mendengar hal itu sulli lalu mengelengkan kepala dan berkata “ aniyoo, aku tidak melakukan ini karna kau sakit. Aku tadi benar tulus melakukannya “ jawab sulli sambil memamandangi wajah taemin . “ ka, ayo taemin ssi. Aku hanya tidak mau kau sakit “ kembali sulli mencoba mengajak taemin untuk keluar dari kantor taemin dan pergi kerumah sakit.. kali ini sulli berhasil menyakinkan taemin sehingga dia mau mengikuti sulli.

Sesampai di rumah sakit taemin lalu menjalani beberapa pemeriksaan , sulli sama sekali tidak berada jauh dariny. dia selalu berada di samping taemin saat dokter memeriksa taemin.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan dan menebus obat untuk taemin. sulli lalu membawa taemin ke sebuah restoran sea food jepang yang tak asing untuk taemin.

Choi sulli :

Aku memesan beberapa menu yang kurasa paling baik direstoran ini. setelah selesai memesan. Kupandangi taemin yang sedang menundukan kepalanya diam. Tak ingin suasana menjadi canggung aku lalu mengatakan beberapa pertanyaan untuk taemin

“  taemin-ssi “ aku menepuk tangannya yang dia letakkan diatas meja. Dan hal itu berhasil , membuat taemin mengarahkan pandangannya ke diriku.

“ apa aku dulu suka sea food atau aku mengidap beberapa alergi ?” tanyaku sambil sedikit tersenyum. “ kau sangat menyukainya. Ku rasa kau juga membawa kita ketempat restoran sea food yang paling kau sukai “ jawab taemin tanpa expressi apapun.

Hah apa maksudnya? Jadi ini restoran sea food favoritku ?

Tiba-tiba ada seorang yoeja yang kurang lebih berusia 45 tahun menyapaku dan taemin.

“omoo , kemana saja kalian kenapa sudah hampir 9 bulan ini kalian tidak datang ? “ kata yoeja itu tersenyum . “ ye, josoenghabnida homonim kami sedikit sibuk . jadi baru kali ini kami dapat makan disini “ tiba-tiba taemin mengembangkan senyumnya saat menjawab pertanyaan yoeja itu.

Aku benar-benar bingung . siapa yoeja itu. Kenapa sepertinya dia akrab dengan taemin dan mengenal jelas aku ?. bahkan dia menyebutkan waktu terakhir kami kesini katanya. Mungkin kah kami dulu sering kemari?

“ Kalian sudah menikah ya? Aigo kenapa kau tak terlihat hamil ? “ perkataan yoeja itu sedikit mengagetkanku yang sedari tadi terdiam karena binggung. “ ah ani…. “ belum sempat aku melanjutankan kata-kataku. Tiba tiba taemin memotongnya “ yee homonim, mungkin karena aku kurang kuat jadi aku belum berhasil membuatnya hamil “ potong taemin melirikku tersenyum.

“ omooo, kalian ini anak muda yang benar-benar serasi “ kata yoeja itu sedikit tertawa mendengar kata-kata taemin. “ baiklah. Makanlah sepuasnya. Kali ini ku beri diskon 50 persen untuk hadiah pernikahan kalian “ lanjutnya lagi sambil tertawa dan menepuk-nepuk punggungku pelan. “ gamsahabnida homonim “ sahut taemin sedikit menundukan badannya memberi hormat pada yoeja itu saat dia meninggalkan aku dan taemin sambil tersenyum.

“ siapa dia ? “ tanyaku penasaran pada taemin setelah yoeja itu benar-benar menghilang dari pandangan kami. “ dia omma kedua kita, yang selalu memasakkan sendiri semua makanan sea food yang kita pesan “ jawab taemin terlihat tersenyum menatapku lagi. Mendengar penjelasan taemin aku hanya tersenyum  karena mendapati pelayan restoran ini mengantarkan makan yang kami pesan .

“ ini , ada hadiah kecil dari homonim, silahkan menikmati “ setelah meletakan semua makannan di meja kami, pelayan itu juga memberikan 2 gelas minuman yang beraroma teh sebagai hadiah untuk kami dari yoeja tadi. “ ndwee. Gamsahabnida ajhumma “ kataku sambil tersenyum pada pelayan restoran ini yang terlihat lebih tua dariku.

Kulihat taemin sedikit tersenyum melihat minuman itu. “ mwolla ? “ tanyaku pada taemin. “ ah aniyaaaa,  ka, ayo kita makan . aku benar-benar lapar “ mendengar perintahnya aku langsung mulai memakan sea food pesanan kami. Ini benar-benar terasa tidak asing bagiku. Sepertinya aku pernah melakukan hal yang sama seperti ini. tapi kapan? Ini benar-benar hangat dan nyaman. Membuat perasaanku belahan-lahan mengurangi rasa benciku pada taemin.

Jujur saja dari pagi tadi aku sama sekali tidak merasakan rasa benciku padanya seperti hari , minggu, dan bulan-bulan ini. malahan aku merasa sedikit memiliki rasa suka padanya. Ah kau sedang berpikir apa sulli, bagaimana dengan oppa dongho. ??

Lee taemin :

Sudah 4 hari ini aku merasa badanku semakin tak karuan, padahal sulli sudah mengajakku kedokter dan menebuskan obat untuk ku minum sampai sekarang. Ah apa gara-gara kelelahan setelah pulang makan sea food ?? jujur saja aku tahu kalau minuman yang di berikan homonim adalah obat perangsang. Setelah kami sampai rumah sore itu kami kembali melakukannya. Nafsuku benar-benar memuncak. Sullipun terlihat sama sepertiku. Dan akhirnya kami melakukannya lagi sampai aku benar-benar puas dan sangat kelelahan.  padahal kepalaku benar-benar berat waktu itu.  Bodohnya kau lee taemin

Aku merasa senang karena sulli merawatku selama 4 hari ini. dia sama sekali tidak meninggalkanku walau ku tahu sulli bolak-balik mendapat terlpon dari pria itu mengajak dia pergi.

Karena bosan terus berbaring di ranjang. Aku lalu iseng membuka laptop dan mengaktifkan emailku. Benar saja ada banyak pesan masuk dari ibu yaang isinya lee jae in akan datang keseoul hari ini jam 10:30 pagi. aku kaget membaca itu, ku tengok jam didinding kamar ku dan ternyata benar waktu sudah menunjukan pukul 10:11 pagi. segera aku mandi dan berpakaian rapi untuk menjemput lee jae in ,adik perempuanku yang sudah hampir 4 tahun tidak kutemui karena dia sekolah di australia.

Karena aku tidak melihat sulli . aku langsung saja pergi tanpa berpamitan padanya. Mungkin dia sedang menjemur pakaian di teras depan . ah toh aku juga segera akan kembali. Kulajukan cepat mobilku kearah bandara. Pikiranku tiba-tiba menjadi khawatir karena tidak berpamitan tadi, lalu ku coba cari-cari hanphoneku di saku celana dan baju  yang aku pakai. Dan ternyata sial. Aku lupa membawanya. Padahal aku harus segera menghubungi sulli sebelum dia menyadari aku pergi .

Saat sampai dan melihat jae in tiba-tiba aku tak lagi merasa khawatir, malahan aku lupa tentang sulli. “ oppa???? “ panggil jae in senang saat aku tersenyum senang menghampirinya. “ omoooo, kau sudah menjadi wanita cantik sekarang “ ledekku sambil mengacak-acak poninya. “ ah… kau membuat poniku berantakan!! “ sahut jae in terdengar kesal . sungguh aku merindukan adikku ini. dia memang agak sedikit tomboy tapi tetap berpakaian seperti anak-anak gadis lainnya. Dia sama sekali tidak mirip denganku karena dia mirip ayahku, sedangkan aku mirip ibuku.

“ kajja oppa aku lelah “ ajak jae in menarik tanganku sambil menarik kopernya. Lalu kubantu dia untuk menaikkan kopernya ke mobilku dan segera aku membawanya ke apartemen keluargaku.

Choi sulli :

“ taemin-ssi , taemin-ssi  ?? “ panggilku sambil mencari kesegala ruangan di apartemen ku ini. tapi nihil tidak ada sama sekali jawaban dan sosoknya disini. Aku tiba-tia merasa kesal. Kenapa dia pergi tidak berpamitan padaku. Walau itu sering dia lakukan. tapi sekarang berbeda, apa dia tidak takut aku khawatir. Cih menyebalkan. Aku lalu melangkahkan kakiku kedalam kamar dan duduk di tepi ranjang.

“ LEE TAEMINNNNNNN “ teriak ku frustasi . karena merasa kesal. Kurebahkan tubuhku ke atas ranjang dan kurasakan tangan kiriku menyentuh benda keras. Ku tenggok benda itu. Ah itu laptop milik taemin , lalu kurangkakkan badanku mendekati laptop itu. benda itu masih menyala lalu aku mencoba untuk mengotak atiknya dan cih ternyata dia menyuncinya dengan pasword.

Derrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr . derrrrrrrrrrrrrrrrrrrr( nade )

Tiba-tiba ku dengar hp taemin berbunyi dan bergetar di sekitar ku. Kubuka selimut yang ada  didekatku .dan ku dapati hp taemin disana . ah dia  kenapa tidak membawa benda penting ini gumanku sambil memanyunkan bibir.

kulihat satu pesan masuk. dengan cepat aku membuka dan membacanya

to : oppa temtem

        oppa kenapa kau belum datang. Aku sudah sampai!!! Cepatlah. Kau mau aku marah yah? Awas kalau lama. Sarangeee oppa

from : Lee jae in

siapa dia. Apa dia yoeja yang sedang dekat dengan taemin?? membaca pesan itu kekesalanku jadi semakin memuncak. Entah kenapa aku jadi uring-uringan.

Dipikiranku hanya penuh dengan hal yang kuduga-duga tak jelas tentang mereka berdua.

Aishhhh tega-teganya dia lakukan itu padaku.kalau memang dia sudah memiliki wanita lain, kenapa selama ini dia terus-terusan memaksaku untuk mengingat dia.

Author :

Sudah hampir 2 hari taemin meninggalkan sulli seorang diri diapartemen mereka tak ada kabar atau telpon satu pun yang sulli terima dari taemin. sulli benar-benar kesal saat itu, dia sangat marah karena dia merasa perhatiannya kemarin sia-sia. Sulli juga rela begadang selama 2 hari untuk menyambut taemin. kalau saja dia datang.

Pukul 21 : 30 malam sulli masih terlihat duduk menonton tv. Tapi sepertinya sulli tidak memperhatikan tv itu. Malahan arah matanya menatap penuh harapan pada pintu masuk apartemen.

Mata sulli kini benar-benar mengantuk, dia terlihat pelahan-lahan memejamkan matanya. Tapi tiba-tiba pintu apartemen terbuka. Sehingga sulli membuka matanya lagi.

Ya itu memang benar taemin. taemin tersenyum ketika melihat sulli menatapnya.

“ kau belum tidur?? “ kata taemin sambil berjalan menghampiri sulli dan duduk didekatnya.

“ mwo!! Kenapa kau tersenyum ? “ sahut sulli dengan nada sedikit kesal. “ kau menungguku nuna? “ kata taemin lagi sambil melepas jas yang dia pakai. Tak ingin taemin tahu kalau dia sebenarnya menunggu dan mencemaskan taemin, sulli lalu menunjukan sikap dinginnya. “ ani!! Aku tak menunggumu! Pergi saja sesuka hatimu “ sahut sulli lagi malah terdengar berbohong. Taemin hanya dapat tersenyum menanggapi sahutan sulli.

Sulli lalu berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan taemin masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar sedikit Agak keras. “ cih, bisa-bisanya dia bersifat manis seperti itu, tanpa menyadari kesalahannya !! dasar pabo!! “ guman sulli pelan melangkah ke ranjangnya untuk tidur.

Tak lama terlihat taemin masuk kedalam kamar dan mendekati sulli yang saat itu masih terbangun hanya saja posisi badannya terbaring menyamping ke arah  jendela dengan selimut mebalut tubuhnya.  taemin lalu naik keranjang dan merangkak mendekati tubuh sulli yang memunggunginya. “ mianhee “ kata taemin berbisik di telinga sulli .tapi sulli tidak menjawab dan pura-pura memejamkan matanya. “ aku sungguh menyesal meninggalkanmu,  kemarin ada hal penting yang harus ku lakukan. Jadi aku tak sempat berpamitan denganmu. Sungguh . aku tak berbohong nuna, hpku tertinggal dan aku tak hafal nomer hpmu, yang kau ganti setiap aku tahu nomermu yang baru. Bukankah itu salahmu ?? “ kata taemin lagi menjelaskan. Tak tahan mendengar alasan taemin lalu sulli bangkit untuk meninggalkan kamar. Tapi belum sempat sulli berdiri sempurna. Taemin menarik tangan sulli sehingga sulli terjatuh keatas tubuh taemin dengan wajah sejajar dengannya. “ wae!! “ kata sulli karena kesal oleh perilaku taemin. “ percayalah ?? aku tak berbohong. Kau boleh membunuhku jika aku berbohong “ kata taemin yang perlahan-lahan mendekatkan bibirnya ke bibir sulli. “ sudah ku bilang aku tak peduli , kau bukan si mmmmmmmmmmph “ kata-kata sulli terpotong karena taemin menyumbat bibirnya dengan bibir taemin. taemin mencium sulli sedikit kasar. Sehingga sulli kewalahan menghindarinya. 2 menit lamanya mereka berciuman. Lalu sulli berhasil mendorong wajahnya naik sehingga ciuman mereka lepas begitu saja. “ taemin-ssi!! “ teriak sulli sambil menghirup nafas dalam-dalam, “ mwo ?? “ jawab taemin mengerutkan keningnya karena tidak suka sulli melepaskan ciuman mereka. “ kau bajingan!!! , kau pembohong !!!  “ teriak sulli terdengar frustasi.

Taemin yang tidak suka mendengar kata-kata sulli , terlihat cepat membalikan posisi sulli agar di tindihnya dengan kasar. “ akkhh “ rintih sulli mendapat perlakukan kasar taemin . “aku tidak berbohong nuna!! “ kata taemin terdengar keras ditelingga sulli yang berada dibawah tubuh taemin.

Sulli sedikit terlihat mengeluarkan air mata dari matanya yang indah itu. Ya dia menangis, karena terlalu banyak menanggung perasaan yang dipendamnya. Wajah taemin yang tadi terlihat marah kini menjadi sayu karena melihat yoeja yang dicintainya kini menangis.

“ apa aku melukaimu ???” suara taemin terdengar khawatir. Sulli hanya menggelengkan kepalanya. Dan menutupi wajahnya yang menangis dengan kedua tanggannya. Lalu taemin memindahkan tubuhnya dari atas sulli sehingga taemin duduk disebelah sulli yang terbaring. “ sulli-ah???” panggil taemin mencoba memindahkan tangan sulli yang menghalanginya untuk menatap wajah menangis sulli.

Sulli terlihat tidak memperdulikan kata-kata taemin, dia tetap menangis dengan mempertahankan tangannya tetep menutupi wajah sulli. “ baiklah, aku jujur. Kemarin aku mendapat perintah dari ibuku untuk melakukan sesuatu yang rahasia karena ibu melarangnya memberitahumu , sungguh aku tak bermaksud meninggalkan mu , karena aku tahu kau pasti khawatir, kemarin aku ingin langsung pulang , tapi ada hal yang harus aku perbaiki . nuna mengertilah aku mohon “ taemin kembali mengarahkan wajahnya untuk mencium kening sulli yang tak sulli tutupi dengan tangannya. Mendengar penjelasan taemin, sulli sedikit terlihat tenang di lalu mendudukan tubuhnya sehingga kini mereka berdua saling berhadapan.

Lee taemin :

Aku benar-benar merasa bersalah karena sedikit berbohong dan melihat sulli seperti ini.  tapi mau bagaimana lagi. Lee jae in melarangku untuk bercerita yang sebenarnya karena dia ingin memberi suprise sendiri kepada sulli. Dan aku sedikit ragu. Karena mana mungkin sulli mengingat dia . mereka memang akrab , tapi ingatan sulli hilang jadi bagaimana sulli bisa mengenalinya. kini aku merasa serba salah dan binggung.

Setelah ku memberi penjelasan dan mencium kening sulli. Tiba-tiba dia sedikit terlihat tenang dan mendudukkan tubuhnya sehingga berhadapan denganku.

Aku sedikit menahan tawa karena melihat sulli menyemberutkan wajahnya lucu saat masih menangis . tak lama dia lalu memukul-mukul dadaku dan berkata “ dasar pabo!! Pabo!! Kau tak tahu aku menunggumu pulang karena khawatir!! Dan selama 2 hari ini aku begadang untuk menyambutmu !! dasar pabo!! “ .

“ akhhh, appo nuna “ Pukulannya benar-benar membuat badanku sakit. Aku lalu memegang tangannya  agar berhenti memukuliku dan menariknya agar mendekap ke pelukanku. “ mianhee, mianhee nuna aku janji tidak akan melakukannya lagi “ kataku menenangkannya sambil mengusap-usap rambut panjangnya.

Setelah beberapa lama kupeluk dan ku tenangkan ,akhirnya sulli kini menjadi tenang dan seperti biasa dia tertidur  dipelukanku . huhhhhhhhhhhh aku menghela nafas panjang karena aku tak punya kesempatan untuk menyentuhnya hari ini. tapi itu tak penting sekarang untukku , asal bisa membuatnya tenang dan aku bisa mendapatkan perilaku sulli yang 6 hari ini tak seperti biasa. Aku sudah senang.

Aku harap sulli tak kembali menjadi wanita jahat, walau dia tak mengingatku dimasa lalu itu tak masalah. Asal dia terus seperti ini,

Ku tidurkan sulli disebelahku dengan pelan, karena aku tak mau membangunkannya. Setelah berhasil membuat dia nyaman dengan posisi tidurnya, aku lalu menarik selimut sambil ikut berbaring dan menutupi tubuh kami berdua dengan selimut yang aku tarik tadi.

Ah, aku bahagia. Bisa terus mencintainya, dan bersamanya. Tuhan aku mohon jangan pernah pisahkan kami berdua.

Choi sulli :

Aku tersadar dari tidurku ,ketika kudengar suara hanphoneku berdering. Tanpa berpikir panjang aku Lalu segera mengambil hanphone yang ada diatas meja dsebelah ranjangku.

Ku amati layar LCD hanphoneku ,melihat nama dan foto siapa yang memanggilku dipagi-pagi seperti ini   .

seketika ku membelalakan mataku saat ku dapati nama dan foto dongho terpapar di LCD hanphoneku ini. cepat-cepat aku berdiri dan lari keluar kamar tanpa ku pedulikan taemin yang tertidur disebelahku . setelah berhasil keluar dari kamar , lalu aku menekan tombol terima untuk menerima panggilan dari dongho.

“ yopseoo ?? “ kataku, mencari nada suaranya. “ sulli-ah ?? aku ingin kita bertemu sekarang, apa kau bisa keluar?? “ ku dengar suaranya keluar menjawab kata-kataku. Dengan cepat ku iyakan ajakannya. Karena aku takut , taemin bangun dan mendengar percakapan kami ditelepon. Tak lama aku lalu menutup telpon dari dongho dan kembali masuk kedalam kamar.

Aku sedikit lega, melihat taemin masih tertidur lelap di atas ranjang kami. Sepertinya dia benar-benar kelelahan dan aku rasa sakitnya belum sembuh benar. Tak lama aku memandanginya yang sedang tidur. Lalu aku cepat-cepat mandi dan berganti pakaian untuk pergi ke apartemen dongho. Tentunya aku pergi kesana diam-diam , tanpa bilang kepada taemin, karena pastinya taemin akan marah mengetahuiku menemui dongho.

Setelah selesai mandi dan berdandan aku lalu langsung keluar apartemen dan mengendarai mobilku ke arah apartemen dongho.

 

Author :

* apartemen dongho

Terlihat sulli dengan mudah membuka pintu apartemen kekasihnya itu dengan kunci yang dongho berikan pada sulli. Agar sulli mudah keluar masuk apartemennya tanpa harus ada dongho.

Sulli terlihat sedikit terkejut saat masuk dan mendapati sebuah koper besar berwarna merah berada tepat di dekat tempat sepatu yang ada di samping pintu apartemen dongho.

“ mwolla ???? oppa kau mau kemana ?” teriak sulli sedikit terlihat kesal berjalan kearah dongho berada. “ ah , sulli-ah ?? kemarilah “ lalu sulli berjalan mendekati dongho yang sedang berada di meja makan . “ oppa??? Kau mau meninggalkanku? “ tanya sulli lagi sambil memanyunkan bibirnya menatap dongho. Dongho yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan bangkit untuk mendekati sulli. “ aniyaaa, aku harus ke jepang dalam waktu 3 minggu ini. karena disana aku harus menjalani seminar perkumpulan para cheff di asia “ jelas dongho sambil mencium bibir sulli lembut. Seketika sulli lalu menjatuhkan tas yang dibawanya dan mengalungkan tangannya keleher dongho untuk membalas ciuman dongho.

Sulli terlihat sangat menikmati ciuman lembut mereka, tapi lagi-lagi dongho menyudahi ciuman mereka duluan. “ wae oppa? “ tanya sulli mendapati dongho melepaskan kaitan bibir mereka dengan posisi masih mengalungkan tangannya pada leher dongho. “ sudah cukup, harus beberapa kali aku bilang sulli-ah?? “ sahut dongho menjawab pertanyaan sulli .

Sulli lalu melepaskan tangannya dari leher dongho sambil menghela nafas panjang. Melihat hal itu lalu dongho memeluk sulli dan berkata. “ Aku tak akan lama, jadi aku mohon jangan kau berpikir untuk meninggalkanku sulli “. Sulli lalu tersenyum dan menganggukan kepalanya didalam pelukan dongho.

Lee taemin :

“ oppa!! “ kudengar teriakan jae in memangigil-manggilku , sehingga aku terbangun dari tidurku. Hah jae in?? Kenapa dia disini. Belum sempat aku bangkit. Jae in sudah membuka pintu kamar dan tersenyum kearahku .

“ mwoo?? “ kataku bertanya sedikit kebinggungan kenapa dia disini. Dan dimana sulli??

“ oppa oenni mana?? “ tanyanya sambil mengerutkan keningnya . “ mwoo?? “ tanyaku balik karena aku pikir sulli sudah bangun dan menyapanya.

“ diluar oenni tidak ada oppa “ jawabnya polos. Lalu aku berjalan menghampirinya. Dan mendorongnya agar tidak masuk kekamarku. dan duduk di ruang tv saja.

“ apa ini??? “ aku bertanya pada jae in. Ketika ku melihat kotak berwarna pink yang ukurannya cukup besar, setelah berhasil mendudukannya di sofa depan tv  .

“ ah itu hadiah untuk oenni oppa “ jawabnya sembari membuka blazer yang dia pakai. “ ishh apa-apaan kau, pakai blazermu, kau itu memakai dress yang sangat minim diatasnya “ keluhku menyerahkan kembali blazer  yang baru dia letakkan di meja. “ ahh, oppa. Aku sangat panas “ sahut jae in tak ingin menuruti kata-kataku. “ jae innnnn?? Aku akan bilang ke omma kalau sekarang kau berpenampilan seperti ini. sebelumnya kan kau tak pernah berpakaian seperti ini “ kataku meledek adikku agar cepat memakai blazernya lagi.

Sebenarnya itu biasa untukku karena diakan adikku. Tapi naluri laki-laki mana bisa di bohongi, melihat wanita memakai pakaian yang minim di bagian dadanya. aishhh berpikir apa sih kau taemin. apa gara-gara semalam aku tidak jadi menyentuh sulli jadi sekarang pikirannku jorok.

Aku lalu melangkahkan kakiku menuju kamar untuk mandi agar pikiranku sedikit jernih.

“ awas kalau kau tak pakai !! “ gertakku pada jae in agar cepat memakai blazernya. “ nee, arrasooo!!! “ sahutnya singkat sambil menyalakan dan menganti chennel tv yang mulai ditontonnya.

Setelah beberapa lama akhirnya aku selesai mandi dan berganti baju. Ku arahkan langkahku menghampiri jae in, kembali . huh ternyata sulli masih saja belum nampak, pikirku setelah keluar kamar dan memandangi seluruh isi ruangan ini.

“ oppa kemarilah ini sangat lucu “ ku dengar jae in memanggilku sambil tertawa-tawa tak jelas karena menonton acara parody di tv.

Dan kudapati jae in belum juga memakai blazernya. “ aisshhhhh, kau ini!!! “ aku lalu mendekati jae in dan mengambil blazernya yang dia letakkan dimeja lagi. “ ayo pakai ini!!! “ kataku sedikit keras. “ ah, aniyaaa. Oppa, aku kepanasan “ renggeknya manja menyingkirkan tanganku yang sedang memberikan blazernya. Tanpa pikir panjang lalu ku raih tangannya memakaikan satu-satu lengan blazer itu ketubuh jae in.

Belum selesai memakaikan blazer jae in. Tiba-tiba sulli membuka pintu dan muncul dengan muka terkejut , melihat aku dengan posisi yang terlihat seperti aku sedang memaksa membuka blazer milik jae in. Ku lihat mukanya sulli secara derastis berubah menjadi marah, dan dia kembali berjalan keluar meninggalkanku dan jae in. “ sulli-ahhh???” aku lalu bangkit dari dudukku disamping jae in dan mengejarnya. “ wae oppa?? Oenni kenapa?? “ terdengar suara adikku bertanya , tapi aku tidak menghiraukan dan langsung keluar untuk  lari mengejar sulli.

* parkiran mobil apartemen taelli

“ nuna ! dengarkan aku, ini tidak…. “ aku meraih bahu sulli dan membalikkan badannya agar berhadapan denganku. Tiba-tiba plakkk !!!!!!!!!!!! telapak tangan sulli mendarat dipipiku.

“ tidak apa?? Jelas-jelas kau mau membuka bajunya!!! .aku tidak buta taemin ssi!!! “ teriaknya sambil mulai meneteska air matanya. “ tapi sulli-ah ini bukan seperti apa yang kau pikirkan “ jelasku. Tapi sulli tidak menghiraukanku, dia lalu masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat,

Untung aku tadi meraih kunci mobil sebelum aku berlari mengejar sulli ke sini.

Cepat-cepat aku masuk kedalam mobilku yang diparkir di samping mobil sulli tadi. Lalu Ku lajukan dengan cepat mobilku membuntuti mobil sulli yang ada di depanku.

 

Choi sulli :

Apa-apaan dia, kenapa membawa yoeja lain keapartemen kami. Kalau memang dia punya kekasih harusnya dia tidak membawanya dan melakukan itu di apartemen kami!!

Lee taemin kau menyebalkan. Kau membuat hatiku marah.!! Betapa bajingannya kau!!

Tangisanku menjadi-jadi saat aku melajukan mobilku cepat, entah kemana aku akan pergi yang aku tahu , aku harus jauh meninggalkan mereka. Hatiku benar-benar hancur. Perasaan ini aneh, aku tahu seharusnya aku tadi tidak menampar dan menangis dihadapannya. Karena aku selama ini membencinya.

Lagi pula orang yang aku suka itu dongho. Tapi kenapa tetap saja hatiku terluka. Choi sulli kau memalukan.

Tiba-tiba hanphoneku berbunyi. Dan ku lihat nama taemin memanggilku di layar LCD hanphone. Aku tidak mengindahkan panggilannya. Aku tetap saja melajukan mobilku dengan cepat tanpa memperdulikan mobil lain yang melintas.

Ku dengar kelakson mobil berbunyi di belakangku. Ternyata itu mobil taemin. tak ingin dia mengikutiku aku lalu membelokkan kearah kanan melewati lampu merah yang masih menyala. Dan aku benar-benar terkejut . ku lihat di hadapanku truk besar melaju cepat berlawanan arah dengan mobilku. Sontak aku menginjak rem . tapi

BRUUKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Mobil taemin menyebelahi mobilku, membelok  dan menabrak mobilku, sehingga mobilku terdorong kesamping dan mobil taemin yang tertabrak truk besar itu.

Sekilas Ku lihat mobil taemin berguling-guling sebelum kepalaku membentur setir dengan sangat keras.

Tak ada lagi penggelihatan di mataku, hanya terlihat gelap dan terdengar suara teriakkan orang serta kelakson mobil mengema di telinggaku. Dan sampai akhirnya aku benar-benar tak sadarkan diri.

Tak lama mataku terbuka.aku tersadar saat ku dengar seseorang memanggil-manggil namaku. Seketika ku bangkitkan kepalaku melihat siapa orang yang memanggil-manggil namaku

“ oppa? ?“ ku lihat dongho mengetuk-ngetuk jendela mobilku dengan wajah yang khawatir. “ sulli-ah buka pintu mobilmu. Kau tak apa-apa?? Sulli-ah!!!! “ suara dongho, terdengar sedikit pelan karena terhalang oleh kaca mobilku.

Lalu aku memegang keningku. Dan kudapati darah mengalir dari sana. Tiba-tiba aku teringat tentang taemin. segera aku membuka pintu mobil. Dan berjalan cepat sempoyongan kearah mobil taemin yang telah berbalik dengan sedikit api disana.” Hah, hahh aha, tae temin-ssi ??” kata-kataku terbatah karena shock melihat kondisi mobilnya hancur sangat parah.

“ sulli-ah, kau mau kemana?? “ dongho mengikutiku dan mencoba menghentikan langkahku.

Tapi tak ku perdulikan dia, yang ingin aku tahu, dimana taemin, dan keadaannya. “ sulli-ah!! “ dongho terlihat masih menghentikanku. Tapi aku menolak dengan menepis tangannya yang mencegahku, belum sampai langkahku berhenti didekat mobil taemin, tiba-tiba kepalaku sakit. Dan hal itu membuatku kehilangan pandanganku serta tubuhku benar-benar oleng dan terjatuh. “ sulli, sulli sadarlah!!! “ sayup-sayup ku dengar suara dongho mencoba membangunkanku dan kurasakan tangannya mengangkat tubuhku yang terjatuh. Tak lama terdengar suara ledakkan hebat yang lama-lama hilang bersamaan dengan kesadaranku.

* mimpi sulli

“ sulli-ah ??? “ kulihat 2 sosok wanita dan lelaki setengah tua tersenyum memandangku.

“ omma?? Appa?? “ ya itu ayah dan ibuku yang sangat ku rindukan. “ chenchanna?? “ tanya mereka padaku dengan nada khawatir. “ chenchanna omma appa” jawabku tersenyum pada mereka. Sepertinya sudah lama mereka tidak menemuiku. Aku benar-benar rindu mereka. Tapi dimana aku, aku sama sekali tak bisa bergerak, yang kulihat dihadapanku hanya omma dan appa serta disekeliling kami penuh dengan kabut putih. Apa aku sudah mati??

Ah tidak, aku tidak mungkin mati. Tapi dimana aku, mana taemin.

“ sulli-ah?? Kembalilah. Kau tidak boleh meninggalkan taemin, dan melupakan kami “ kulihat senyuman mereka menjadi pudar saat berkata itu padaku. “ aniyaaa, aku… “ belum sempat aku melanjutkan kata-kataku. Tiba-tiba sosok omma dan appaku hilang dari hadapanku.

Tak mau kehilangan mereka aku. Lalu memanggil- Manggil mereka dengan mencoba mengerakkan badanku yang benar-benar tak dapat bergerak.

* mimpi sulli end

“ omma, appa!!! “ aku membuka mata dan terbangun. Tapi tak kutemukan sosok ibu dan ayah. Yang Kulihat hanya ada seorang namja yang duduk disamping ranjangku, melihatku dengan tatapan yang benar-benar cemas. “ sulli-ah kau sadar??? ” dengan binggung aku bertanya. “ siapa kau?? “. Lalu dia tiba-tiba mengerutkan keningnya “ sulli-ah ini aku dongho. Kau tak mengenalku?? Dongho sulli. Kau ingatkan. Kau mengalami kecelakaan , sekarang kau sedang dirawat dirumah sakit “. Aku benar-benar tidak mengerti siapa dia. Kenapa sepertinya dia akrab denganku. Ah kurasakan kepalaku  sangat sakit.  Saatku mencoba mengingat apa yang terjadi tadi, dan apa yang dikatakan omma dan appaku. “ taemin-ssi ??”  hah benar, dimana taemin? ? kenapa dia tak disampingku. Segera aku lepas jarum infus yang terpasang pada tangan kiriku. Dan akupun cepat-cepat bangkit untuk keluar mencari dimana taemin berada. “ sulli kau mau kemana ?? “ suara namja itu memmanggil-manggil namaku mencoba menghentikanku. Tapi tak ku hiraukan dia.

Aku berjalan menyelusuri lorong dan tak lama, kulihat jae in adik taemin terlihat cemas berjalan modar mandir didepan salah satu pintu kamar rumah sakit ini.

“ jae in?? “ ku panggil dia. Dan dia langsung menoleh kearahku sambil terlihat rona wajahnya berubah jadi sedikit senang ketika melihatku. Aku lalu mendekatinya .

“ oenni-aah. Otokke?? Oppa, dia…. ottoke oennia?? “ kulihat wajahnya berubah lagi menjadi cemas dan terlihat sedikit akan menangis. Aku benar-benar binggung saat ini.  apa yang terjadi. Kenapa aku dan jae in disini dan siapa yang ada didalam kamar ini??

Lalu ku coba tenangkan jae in dengan menepuk-nepuk bahunya pelan. “ oennia-ah oppa didalam . kau masuklah temui dia “ kata jae in mnyuruhku masuk kedalam pintu kamar yang ada di hadapanku. Kulangkahkan kakiku pelan untuk masuk kedalam kamar itu. Setelah berhasilku buka dan masuk kedalamnya. Betapa terkejutnya aku melihat taemin terbaring tak sadarkan diri dengan selang oksigen di hidungnya. Serta jarum infus dan darah  terpasang ditangan kirinya.

“ taemin?? mwolla??? Taemin-ssi “ aku lalu mempercepat langkahku mendekati dirinya yang terbaring. “ taemin jawab aku ?? chenchannna?? “ tanpa kusadari air mataku menetes membanjiri pipiku. Aku benar-benar shock sekarang. Kenapa keadaannya seperti ini. dia kenapa?? Oh tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang.

Aku pun menangis keras sambil memegang tangan kanannya yang kutaruh disamping pipiku.ini sangat jangal. “ taemin-ssi. Ku mohon sadar lah. Apa yang terjadi.?? Aku benar-benar binggung. Dan kenapa jae in bisa ada disini “ kataku sambil menangis terhisak kepada taemin yang terbaring tak sadarkan diri

“ cenhannna “ tiba-tiba aku mendengar suara taemin. langsung ku pandangi wajahnya. Menebak-nebak apa dia sadar. Ya dia membuka matanya. Walau tidak sepenuhnya, dia memandangku sambil tersenyum dan tangan kanannya membalas pegangan tanganku ke tangannya. “ taemin??” aku mengembangkan senyumku dan menatapnya . sungguh aku senang dia sadar dan menatapku. “ aku tak apa-apa. Kau ingat aku ? kurasa kau kembali nuna “ katanya lagi terdengar lirih. “ mwo ? aku tidak mengerti bagaimana aku bisa melupakanmu ? “ sahutku bertanya maksud dari kata-kata teamin. “ nuna, aku mencintaimu jangan tinggalkan aku sendiri “ aku sebenarnya binggung, tapi ku anggukan kepalaku mengiyakan apa yang dikatakan taemin.

Lee taemin :

Saatku buka mataku kudapati sulli menangis terhisak memegang tanganku dipipinya. . “ taemin-ssi. Ku mohon sadar lah. Apa yang terjadi.?? Aku benar-benar binggung. Dan kenapa jae in bisa ada disini “ kudengar dia berbicara dengan terbatah akibat tangisannya.

“ chenchanna “ kataku mencoba menyadarkan dia kalau aku sudah sadar dan mendengarnya. “ taemin ssi?? “ ku lihat dia mengembangkan senyumannya dan seketika menghentikan isakannya walau air matanya terlihat terus mengalir membasahi pipinya yang memerah. Jae in? Apa ingatanya sudah kembali sehingga dia tahu jae in ada disini?

“ aku tak apa-apa. Kau ingat aku ? kurasa kau kembali nuna “ kataku lagi terdengar lirih, karena aku benar-benar lemas. . “ mwo ? aku tidak mengerti bagaimana aku bisa melupakanmu ? “ sahut sulli bertanya maksud dari kata-kataku.

“ nuna, aku mencintaimu jangan tinggalkan aku sendiri “ kataku lagi tanpa menjawab pertanyaannya sambil tersenyum. Aku lihat di mengangguk dan membalas senyumku dan hisakkannya kembali terdengar lagi.

Ah mungkin kalau aku tak menabrak mobilnya kesamping. Sulli pasti sudah terbaring sepertiku dan aku menangisinya seperti sulli menangisiku sekarang. Atau saja mungkin aku langsung kehilangan dia untuk selamanya.

Tapi Aku berhasil membuatnya selamat. walau aku harus menanggung sakit ditubuhku itu tak apa-apa.

Author :

* dongho scene

Saat kecelakaan itu dongho sedang melajukan mobilnya kearah bandara. Melihat banyak orang bergerombol, dia lalu menjalankan mobilnya pelan melewati dan mengamati tempat kejadian kecelakaan itu . matanya tiba-tiba terbelalak , karena Dia menyadari kalau mobil merah itu milik sulli yang baru saja menemuinya. Cepat-cepat dia memparkirkan mobilnya dan berlari kearah mobil sulli.

“ sulli-ah!! Sulli-ah !! “ panggil dongho cemas sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil sulli. Sulli pun terlihat sadar dan mengarahkan pandangannya kearah dongho . “ sulli-ah kau tak apa-apa ? “ kata dongho memastikan kalau sulli memang tak apa-apa. Dilihatnya sulli terlihat kaget dan langsung membuka pintu mobil dan berjalan cepat sempoyongan kearah mobil yang terlihat terbalik dan hancur. Langsung saja dongho mengikuti sulli dan mencegah sulli untuk mendekati mobil yang akan meledak itu. Beberapa kali sulli menolak dan akhirnya sulli terjatuh tak sadarkan diri dengan darah keluar dari keningnya.  Segera dongho mengendong tubuh sulli berlari menjauhi mobil yang tiba-tiba meledak itu.

Dongho lalu membawa sulli ke rumah sakit. Dan membatalkan penerbangannya ke jepang demi menjaga sulli.

* dongho scene end

Taemin berhasil keluar dari mobilnya yang terguling, dibantu oleh orang-orang yang berada disekitar kecelakaan itu terjadi dan segera taemin dilarikan kerumah sakit. Tak ada yang parah. Hanya saja dia kehilangan fungsi kaki kirinya. Karena sarafnya pecah akibat terhimpit badan mobilnya yang terbalik.

Ingatan sulli kini benar-benar kembali tapi memorinya yang ada dalam 8 bulan ini hilang begitu saja.

Setelah menjalani 2 bulan masa pemulihan , taemin lalu melamar sulli dan menikahinya. Sedangkan dongho, dia mendapat penjelasan dari keluarga taemin serta taemin sendiri tentang apa yang dialami sulli sebenarnya. Dan dongho dengan lapang dada menerima apa yang menjadi takdirnya serta merelakan sulli yang kini benar-benar tak mengingatnya dan mengenalnya lagi.

Akhirnya kini taemin dan sulli hidup bahagia . walaupun dengan keadaan taemin yang sekarang, sulli tetap mencintai dan mendampingi taemin.

Kini tak ada yang harus meninggalkan dan ditinggalkan dikehidupan mereka.

= THE END =

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 11/06/2013, in OS, Shinee and tagged , . Bookmark the permalink. 42 Comments.

  1. salsa_elfishy

    Ya ampuuunnnn,,,,, daebakkkk!!! 😀

  2. Taemin ak ska karakter mu 🙂 yee ak ska end nya piuhh tdi pas prtngahan ak pkir mo sad end trnyata tidak 🙂

  3. waaahhh…..
    daebak thor…

    trus berkaria dan sering sering bikin fanfic yg castnya taelli klo gak minsull couple thor…

  4. Hhhheeeeemmmmmm……:-@__@-:

  5. hyak …copas banget ini ! aku ud@ pernah baca ini di blog Taeli . : P kteatif dong broo

  6. Aku suka karakter taemin di cast ini

    I like it

  7. Seru banget!!mau nangis bacany

  8. Eun sung kyu

    Penulisan bahasa koreanya banyak yang salah tuh..mending kalo gak tau penulisannya gak usah pake bahasa korea aja..kan gak enak bacanya

  9. Gak kebayang :/ castnya unyu2 smwa *plakk ^^v

  10. Keren bgt……

  11. Cinta mengalahkan segalanya
    daebak thor

  12. iy ini memang sudah lama di posting .

    dan kebetulan saya author Original dan admin di blog taelli itu .

    makasih sudah membaca . . .

  13. Anisa Rianto

    Keren bgt … Bikin aku terharu dan mau nangis. Daebakkk!!!!!

  14. Benar2 mengharukan… Hehe…

  15. Ga tau harus komen apa thor
    Yg pasti ai lop yu soalnya bkin ff taesull kyaaaa >< ceritanya bagus lagiiii moah moah deh thor

  16. kyaaaa so sweet dan menyentuh haduhhh

  17. Aku bener2 bingung dengan bahasa koreanya… Itu hampir 80% salah…
    Padahal kta author ini fanfic lama yg bahkan ini adalah repost… Kenapa gak di edit dulu?

    Tapi diluar itu, aku sangat suka sama jalan ceritanya.. Walaupun alurnya agak buru buru tapi mudah dimengerti…

    Keep writing thor!! Hwaithing!!

    • hehe , mian . waktu dulu aku buat juga . baru pertama kali tahu fanfiction . dh mau 8 bulan yang lalu.

      mian lagi habis males ngedit dulu. yop gumawoo dh baca ^^

  18. thor , alurnya gampang dtebak. Ak pas smpe klimaks udah tw endingny gmana dan trnyata bener.
    Tp over all , bagus thor. Tetep suka kok (y)

  19. ak suka. karakter taemin disini beda dari biasanya. lbih dewasa. kereen. daebak thor.. !

  20. Hebat!! daebak daebak !! smpe senyum akhirnya 😀

  21. DAEBBAK 😀 LOVE THIS FF THOR ..

  22. waah happy ending ^^

  23. Dongho…. Kamu sama aku ajaaa… #plakk
    Btw, FF-nya keren ^^

  24. Ganti sulli eonni jadi aku boleh gak thor ;;) #Plaakk!!
    akakakakaka 😀
    Habis disini sioppa keliatan dewasa amat. Aku mandang nya kaya mandang ahjussi ganteng 😀
    gak keliatan maknae nya 😀

  25. Rada kesel paada bagian pertama -,- tpi DAEBAK!!! Saampe terhura thooor bacanya:’) <//3 andai crta cintaku seperti fanfic *ngarep
    Pertahankan trus thoor! Ditunggu FF selanjutnyaaaaaaaaa^0^

  26. bagus banget loh ff nya , tapi aku mau yang taemin krystal bisa gak? aku lebih suka lagi kalo nc nya taemin sama krystal .

  27. walaupun tulisan korea nya banyak yang salah, tapi alur cerita nya daebak bgt deh…

  28. waw, kenapa dia gugurin janinx, tp ya sudahlah, nda usah ingat yg lalu, yg penting sekarang, e ??????

  29. Daebakkk!!!

    Like it!!!

  30. Arlenne eulenoor

    Co cweet…..keep writing thor

  31. Jung Sooyeon | Park Leera

    Keren bagus daebak thorrr seneng banget happy ending kasian donghoo :’) ff nya keren keren kerennnn wuaaaaaaaaaaa (˘̩̩̩⌣˘̩ƪ)

  32. thor boleh remake k vkook gak ? ini cerita kren banget! itu pun kalo boleh

  33. boleh ijin remake gak kaka jadi vkook? itu juga kalo boleh 😆

  34. bole jin remake gak kaka jadi vkook? itu juga kalo boleh hehehe

  35. boleh ijin remake jadi vkook gak kaka?

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: