You and Minho [For girl]

shinee minho ff yadong nc kai exo

Judul : You and Minho [For girl]

Genre : yadong, romance, life

Main cast : you, Choi Min Ho SHINee, Kim Jong In (Kai) EXO-K

Length : oneshot

Author : vika

 

Silakan baca ff yang saya buat, ini murni dari pemikiran saya sendiri. FF yadong memang kurang lebih sama, tapi untuk alurnya tetap saja berbeda. Dan kali ini, pemeran utamanya adalah kamu dan Choi Minho. Tahu Choi Minho kan? Face of the group di SHINee. Dan tahu Kai? Face of the group di EXO K (Korea). INI ADALAH VERSI KAMU MENJADI PEMAIN UTAMANYA.

 

Siapa yang tidak kenal dengan Choi Minho? Minho sangat populer di sekolah. Populer karena kekayaan orangtuanya, populer karena ketampanannya, populer karena temannya banyak, dan populer karena kelakuannya. Kelakuannya bukanlah kelakuan yang baik. Di sekolah, dia termasuk bad student. Datang sesukanya, pulang seenaknya. Guru sampai kepala sekolah hanya dapat terdiam karena Eommanya adalah pemilik yayasan sekolah, sedangkan Appanya pemilik perusahaan ternama.

Dan bagaimana dengan tanggapan orang tua Minho terhadap anak sematawayangnya itu? Mereka sudah pasrah atas kelakuan Minho yang benar-benar tidak terkendali. Anak itu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Minho termasuk bad student yang terlalu cerdas. Seandainya dia belajar, bukan tidak mungkin dia meraih juara umum.

Bagaimana denganmu? Kamu termasuk average student. Tidak pintar, tapi juga tidak bodoh. Keluargamu juga cukup kaya. Dan wajahmu juga lumayan cantik, tapi kamu tidak pernah dilirik satu pun namja karena termasuk dalam average student itu. Murid rata-rata, murid yang tidak berani tampil di depan (good students) maupun tampil beda (bad students).

Beruntung sekali jika kamu dapat sekelas dengan Minho. Semua menjadi lebih beruntung lagi ketika kelas kalian diadakan rolling. Dan kamu tahu siapa yang duduk di sampingmu? CHOI MIN HO! Namja tampan itu.

“Kau.. Kenapa kau bisa duduk denganku?” tanya Minho sambil menatap wajahmu lekat-lekat.

“Aku.. aku tidak tahu..”

Kau terlalu gugup untuk sekedar berbicara dengan Minho. Ketampanannya telah membuatmu terpesona. Ya, kau menyukai Minho. Tapi kau tidak pernah mendekati Minho karena dia termasuk bad student. Lagipula Minho juga bukan namja yang sembarangan menerima yeoja. Dia sangat selektif dalam memilih, walau teman yeojanya banyak tapi dia tidak dekat dengan satu pun yeoja.

“Kau gugup?” Minho mendekatkan wajahnya ke wajahmu. Kamu langsung salah tingkah, dan dapat dipastikan satu kelas langsung memperhatikan kalian.

“Wajahmu merah sekali, nona manis.” Minho hanya tersenyum melihatmu. Entah apa yang dipikirkannya. Tapi, memang benar wajahmu memerah.

***

Pulang sekolah…

“Hei kau! Tunggu, jangan buru-buru pergi!” Minho berlari mengejarmu dan langsung memegang tanganmu.

“Aku ini punya nama! Jangan panggil aku dengan ‘kau’!” kamu mengerucutkan bibirmu.

“Wah, kau manis juga ya.”

“A-apa?” tanyamu gugup.

Minho menatap wajahmu dalam-dalam, membuatmu semakin salah tingkah.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Sudah sejak lama aku ingin mengajakmu ke tempat itu.” Perkataan Minho membuatmu salah tingkah.

“Ke mana? Sudah sejak lama…?” tanyamu takut-takut.

Senyum evil Minho muncul.

“Kau tahu, aku tidak pernah sembarangan menerima yeoja. Aku hanya memilih satu yang terbaik.”

“Lalu…?” tanyamu takut-takut. Kini Minho menggenggam tanganmu dan menuntunmu ke suatu tempat.

“Menurutmu, yeoja seperti apa yang aku pilih?” pertanyaan Minho membuatmu tersentak kaget. Dia menanyakan hal itu padamu? Biasanya hal itu bersifat pribadi.

“Cantik, pintar, kaya.”

“Salah.”

“Bukankah tipe yeoja ideal yang diinginkan namja begitu?”

“Tidak juga. Aku lebih memilih yeoja yang biasa saja. Cantik tapi polos. Kau tahu kenapa?” Minho menatapmu dengan tatapan yang aneh.

“Tunggu dulu. Apa hubungannya aku dengan pembicaraanmu? Dan mengapa kau membawaku ke mobil?” kini kau melawan ketika Minho membukakan pintu mobil untukmu.

“Aku ingin kau menjawab pertanyaanku. Rumahmu di mana?” tanyanya padamu.

“Rumahku di jalan … nomor … , memangnya kenapa?”

Minho menyuruhmu masuk ke mobil dan kamu hanya dapat menurutinya saja.

“Nanti aku akan mengantarmu pulang. Tapi kita akan pergi ke rumahku karena ada hal yang harus dilakukan.”

“Baiklah..”

Kau hanya dapat mengangguk saja. Dan di perjalanan, kalian hanya diam saja karena Minho tampak tidak ingin diajak bicara. Setelah kurang lebih dua puluh menit, kalian sampai di rumah Minho. Rumah itu sangat besar, jauh lebih besar dari rumahmu.

“Kagum dengan rumahku?” tanya Minho, membuatmu terkejut.

“Lumayan.”

Kau mengikuti Minho masuk ke rumahnya. Sekarang, kalian sudah berada di ruang santai di rumah Minho. Kau meletakkan tasmu di sofa, begitu pula dengan Minho. Minho menatapmu dari atas sampai bawah, membuatmu sedikit risih.

“Sepertinya tidak menyenangkan melihat seorang yeoja di rumahku memakai seragam. Aku sudah menyiapkan pakaian untukmu di sini. Mungkin ukuran pakaian ini tidak terlalu tepat untukmu.”

Minho membawamu masuk ke sebuah kamar tamu. Di atas kasur yang terletak di kamar itu terdapat pakaian yeoja.

“Kau ganti saja pakaianmu. Pintunya jangan lupa dikunci. Kalau sudah selesai, aku menunggumu di ruang santai. Jangan terlalu lama ya. Dan kau harus menggantinya. Kalau kau tidak mengganti seragammu, aku akan mencelakaimu.” Minho tersenyum, lalu berlalu dari hadapanmu dan menutup pintu kamar.

Kini kamu mengambil pakaian itu. Hanya baju kaos dan rok. Rok? Sebenarnya kamu tidak terlalu suka memakai rok, tapi terpaksa, agar Minho tidak mencelakaimu, walau kamu tidak tahu akan dicelakai seperti apa.

Baju kaos itu berwarna putih. Kamu memakainya, dan kaos itu ketat sekali dan agak transparan. Transparan?? Bramu sedikit ‘tercetak’, dan bahkan pusarmu nampak karena baju itu didesain pendek.

Dan kini kamu mengambil rok yang telah disiapkan Minho. Kamu sangat kaget ketika mendapati rok itu sangat pendek, kira-kira 20 cm di atas lutut. Apa Minho sudah gila? Apa maksudnya dia menyuruhmu memakai pakaian seperti ini?

“Minho..!! Apa maksudmu menyuruhku memakai pakaian seperti ini?!!” teriakmu dari dalam kamar. Kamu sedang mematut-matut dirimu di cermin.

Karena tidak ada jawaban dari Minho, kamu keluar dari kamar tamu sambil membawa seragammu. Kau berlari ke arah Minho yang sudah berganti pakaian menjadi pakaian santai.

“Wah, kau cantik sekali,” puji Minho, tak berhenti menatapmu.

Kamu yang tadinya ingin memarahi Minho jadi tersanjung dengan pujiannya. Kamu duduk di samping Minho yang sedang duduk di atas sofa.

“Apa maksudmu menyuruh aku memakai pakaian seperti ini?” tanyamu sambil memperhatikan tubuhmu.

“Sudah aku bilang, aku tidak suka orang berseragam bertamu di rumahku. Dan kau tahu, teman yeoja yang datang ke rumahku membawa pakaiannya sendiri, begitu pula dengan teman namja. Dan karena kau tidak membawa pakaian, aku sudah mempersiapkan cadangan pakaian. Kau tahu, aku anak tunggal, jadi aku menyuruh temanku untuk membeli pakaian wanita. Aku sendiri tidak tahu mengapa dia membeli pakaian yang seperti ini.”

“Apa yang ingin kita lakukan?” tanyamu tiba-tiba.

“Kau ingin kita melakukan sesuatu?” tanya Minho dengan senyum evil.

“Tentu saja. Aku bosan berada di rumahmu tanpa kegiatan sedikit pun.” Kau jujur bahwa kau bosan.

“Ayo kita ke ruangan yang aku maksud.”

Minho menggenggam tanganmu, lalu kalian naik ke lantai tiga di rumah Minho. Kamu hanya menurut ketika kalian memasuki sebuah kamar. Tidak, itu bukan kamar. Itu adalah ruangan yang berisi kasur, televisi, dan berbagai jenis permainan mulai dari permainan jadul sampai elektronik, misalnya PS3.

“Ayo kita bermain.” Ajak Minho padamu.

“Ayo.” Kau mengangguk, melihat berbagai permainan yang tersusun rapi di lemari.

Minho menutup pintu ruangan itu, dan firasatmu menjadi tidak enak. Minho duduk di sampingmu, duduk di tepi kasur.

“Aku tadi berkata bahwa aku memilih yeoja yang cantik tapi polos. Kau tahu kenapa?” Minho menatapmu dalam-dalam, membuat jantungmu berdetak lebih cepat dari biasanya. Ditatap orang yang kamu suka membuatmu merasa malu.

“Karena apa?” tanyamu ingin tahu.

“Karena dia berbeda dari orang lain. Di mana orang lain menonjol, dia tidak. Dan dia juga terlalu pemalu. Dan kau orangnya.”

“Tapi mengapa bisa….?” kamu tidak percaya dengan semua ini.

“Aku sudah menyukaimu sejak lama. Dan kau tahu mengapa mengapa aku menyuruhmu berganti pakaian?”

Kamu menggeleng, merasa ini semua mimpi.

“Agar aku lebih mudah melakukan ini denganmu.”

Minho langsung mencium bibirmu. Walaupun kamu juga menyukainya, tapi menurutmu dia terlalu berlebihan. Kau langsung mendorong Minho hingga dia terbaring ke kasur.

“Aku tidak suka dengan semua ini, Minho!” kamu berdiri dan berusaha untuk pergi, tapi Minho menahan tanganmu.

Kali ini Minho menciummu dengan lembut. Kamu membuka mulutmu, membiarkan Minho menjelajahi setiap rongga mulutmu. Minho membaringkanmu di kasur tempat kalian duduk tadi.

Minho tetap menciummu, tapi kini dengan penuh nafsu. Setelah puas menciummu, bibirnya beralih pada lehermu, menciumnya, serta menggigit kecil dan meninggalkan beberapa kiss mark.

Minho masih ‘bermain’ dengan lehermu, dan tangan Minho sedang mencoba membuka kaos ketat yang kamu pakai. Agak susah untuk melepaskannya, tapi akhirnya berhasil. Kamu masih takut dengan kelakuan Minho.

“Jangan Minhoooo… ahh.. eugh..” kamu mendesah ketika Minho meremas kedua payudaramu yang masih dibalut oleh bra.

“Teruslah mendesah, aku sangat menyukainya..”

Dengan cepat, Minho melepas bramu, dan tampaklah payudaramu yang sangat indah. Lumayan besar untuk yeoja seumuranmu. Bibir Minho kini beralih pada payudaramu. Minho mengulum kedua nipplemu secara bergantian, membuatmu mendesah hebat.

“Aughh.. ah.. Minho… jangan..” kamu menjambak rambut Minho ketika Minho menggigit kecil nipplemu.

Minho kini beralih pada rok pendekmu. Dengan cepat, Minho melepaskannya. Kini tampaklah dalamanmu yang berwarna pink.

“Kau suka warna pink?” tanya Minho padamu. Kau hanya mengangguk.

Minho melepaskan dalamanmu perlahan-lahan.

“Jangan Minho… jangan..” tapi Minho tahu kamu hanya menggertak saja. Sesungguhnya kamu sudah terbuai dengan permainan Minho.

“Wah, indah sekali..” Minho langsung menciumi vaginamu yang sudah basah dengan bibirnya.

“Kau sudah basah?” tanya Minho. Kamu mengangguk.

“Minhooo… boleh aku lepas pakaianmu…?” tanyamu pada Minho. Minho mengangguk.

Kini kamu mulai melepas baju Minho. Ternyata perut Minho sangat six-pack. Lalu kamu membuka celana Minho, juga dalamannya. Kamu tidak berhenti menatap junior Minho yang sudah berdiri tegak. Juniornya bisa dibilang besar untuk umurnya saat ini.

“Sekarang giliranku..” kamu langsung mengulum junior Minho, sementara itu tangan Minho aktif meremas payudaramu.

“Ah… mengapa kau hebat sekali? Uh.. oh..” kini giliran Minho yang mendesah keenakan.

“Aku hanya menerka-nerka saja apa yang kau inginkan,” jawabmu.

Kamu mengulum junior Minho layaknya mengulum lollipop. Ketika cairan Minho keluar, kamu menelannya hingga tidak bersisa. Rasanya aneh tapi begitu nikmat.

Setelah cukup lama ‘berkenalan’ dengan junior Minho, kini Minho ingin memasukkan juniornya ke vaginamu. Kamu cukup bimbang, apakah keperawananmu akan diberikan padanya.

“Tapi.. jangan Minho.. aku takut..” tolakmu.

“Kau tidak usah takut. Apa kau mau menjadi yeojachinguku?” permintaan Minho membuatmu kaget. Apa ini mimpi?

“Aww!” kau berteriak ketika Minho mencubit payudara kirimu.

“Jangan melamun, ini nyata. Kau mau menjadi yeojachinguku bukan?” tanya  Minho dengan senyum evilnya.

“Aku mau.” Kamu mengangguk pelan.

“Kalau begitu, izinkan juniorku masuk ke tempat yang diinginkannya.”

Minho mengarahkan juniornya ke vaginamu.

“Tahan ya, mungkin akan sedikit sakit,” ujar Minho, lalu memasukkan juniornya ke vaginamu perlahan-lahan.

“Aaah.. sakit sekali… uhh.. ohh…” kamu mendesah kesakitan.

“Sempit sekali..”

“Tentu saja, aku belum pernah melakukan ini.. Apa kau sudah pernah melakukannya?” tanyamu ingin tahu. Dia terlihat sangat mahir.

“Tentu tidak, aku hanya sering menonton saja.”

Mwo? Selama ini kau menonton itu?” Benar-benar bad student, pikirmu.

“Ya, aku memang sering menontonnya.”

“Ahh.. sakit Minhoooo… tidak bisa kau hentikan saja? Aduh,, aaah.. ohhh…” kini kau tidak tahan rasa sakitnya.

“Sedikit lagi.. tahan ya..” Minho memasukkan juniornya lebih dalam lagi.

JLEBB

Kini juniornya tertanam di vaginamu dengan sempurna. Minho memaju-mundurkan juniornya, menimbulkan gesekan-gesekan di dinding vaginamu. Semuanya terasa sangat nikmat, benar-benar tidak terduga.

“Bagaimana rasanya?” tanya Minho padamu.

“Enak se.. ka.. li.. oh,, ahh..” kini kamu mendesah lebih keras ketika Minho mempercepat frekuensinya. Memaju-mundurkan juniornya di dinding vaginamu dengan semakin cepat.

“Aku .. mau kelu .. ar..” ucapmu, ketika kamu sudah mencapai orgasme.

“Aku .. juga..” ucap Minho.

Cairan cinta kalian pun keluar bersamaan. Setelah itu, kamu tiba-tiba merasa sakit di vaginamu. Kamu melihat vaginamu mengeluarkan darah.

Mianhae, keperawananmu aku yang merebutnya… Tapi aku benar-benar menyukaimu. Dari dulu aku ingin mendekatimu, tapi aku ragu dan aku yakin kau pasti menolaknya. Jadi…”

“Jadi apa?” tanyamu sambil memandangi wajah Minho yang berkeringat.

“Aku yang meminta wali kelas kita untuk mendudukkan kita bersama. Aku juga yang membeli pakaian yang kau kenakan tadi. Aku penasaran bila pakaian itu melekat di tubuhmu. Dan ternyata kau selalu cantik..” ucapan Minho membuatmu tersipu malu.

Minho mencium bibirmu dengan lembut, tidak dengan nafsu. Dan kamu yakin Minho benar-benar mencintaimu.

***

Besoknya, kamu pergi ke sekolah diantar Minho. Tentunya dengan izin orang tuamu. Orangtuamu senang karena kamu bisa dekat dengan namja. Jadi Eommamu tidak perlu repot mengantarmu ke sekolah. Mereka juga tidak melarang hubungan kalian.

Satu sekolah gempar melihat Minho bergandengan tangan denganmu. Kebanyakan dari mereka iri karena kamu yang tergolong murid yang biasa saja bisa berpacaran dengan Minho, walau Minho adalah bad student. Dan kamu tidak tahu ada namja juga yang cemburu melihatmu.

Setelah pelajaran berakhir, kamu tidak langsung pulang bersama Minho. Kamu pergi menemui namja yang bernama Kai di gudang. Entah apa yang ingin dibicarakan namja itu, tapi namja itu tidak ingin ada orang lain yang tahu, siapapun itu, termasuk Minho.

Kamu berjalan ke arah gudang sekolah. Gudang itu tidak dikunci. Gudang itu cukup lebar. Dan kamu sudah melihat Kai berdiri di pintu gudang sekolah.

“Akhirnya kau datang juga… Baiklah, tidak usah berlama-lama. Ayo masuk.”

Dengan agak ragu aku masuk ke dalam gudang bersama Kai.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyamu pada Kai.

“Aku ingin tahu, apa kau berpacaran dengan Minho?” tanya Kai sambil tersenyum evil.

“Ya, memangnya kenapa? Kau tidak suka?!” kamu mulai kesal dengan Kai yang berkelakuan aneh.

“JELAS AKU TIDAK SUKA!! AKU MENYUKAIMU!” pernyataan Kai membuatmu terkejut. Mengapa bisa Kai menyukaimu?

“Tapi mengapa kau bisa menyukaiku?” tanyamu takut-takut.

“Itu tidak penting. Tapi yang penting, aku tidak akan membiarkanmu dan Minho bersatu. Karena aku mencintaimu.”

Dengan cepat, Kai menutup pintu gudang dan menguncinya. Entah sejak kapan dia memiliki kunci gudang, tapi yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan dirimu dari Kai. Kai kini berjalan ke arahmu yang sedang memikirkan bagaimana cara untuk kabur.

“TOLONG AKU!!! KAU GILA, KAI!!” teriakmu sebisa mungkin, tapi Kai hanya tertawa.

Babo! Gudang sekolah tempat terpencil, tidak ada yang tahu keberadaan kita, dan aku tidak gila,” ucap Kai dengan senyum evilnya.

“Jangan ganggu aku, Kai, aku mohon..” kini kamu setengah menangis.

Kai sekarang telah berdiri di hadapanmu, lalu mencium bibirmu dengan penuh nafsu. Tapi kamu tidak membalasnya. Kamu tahu, kamu tidak mencintai Kai. Dan kamu tidak rela memuaskan Kai yang entah sejak kepan menjadi bernafsu.

Kai memelukmu, membuatmu tidak bisa melepaskan diri.

“Hhmppffftt…” kamu hanya dapat bersuara aneh karena bibirmu sedang dilumat Kai.

Setelah beberapa lama, Kai melepas. Dan kesempatan itu digunakan kamu untuk berteriak sekuat tenaga.

“TOLONG AKU DI GUDANG SEKOLAH!!!”

Dan kamu hanya sempat berteriak begitu saja karena Kai kembali mencium bibirmu. Kamu hanya pasrah, tapi tetap tidak ingin membuka mulutmu. Tidak ingin membalas ciuman Kai. Tidak ingin lidah Kai menjelajahi setiap rongga mulutmu.

Tanpa kamu sadari, Kai membuka kancing seragammu satu per satu dengan cepat. Kai tentu tidak ingin mengambil resiko dengan merobek bajumu. Kamu hanya dapat menutupi payudaramu (yang tentunya masih ditutupi bra) dengan kedua tanganmu ketika Kai telah berhasil membuka seragammu, sedangkan seragammu dilemparnya sembarangan.

“Jangan malu-malu..” Kai kembali tersenyum dengan senyum evilnya. Kai juga merupakan bad student, sama dengan Minho.

“TOLONG AKU!!! DI GUDANG!! TOLONG!!!!” kamu kembali berteriak.

“Berisik sekali kau! Aku ingin sekali menutup mulutmu, tapi sayangnya nanti aku tidak bisa menciumnya seperti ini..” Kai kembali mencium bibirmu.

“Hmpfftt..” kamu meronta-ronta meminta Kai melepaskan bibirnya dari bibirmu.

“Ah, apa kau sudah tidak sabar? Baiklah kalau begitu.”

Kai sekarang mencoba melepas pengait bramu. Kamu hanya bisa menangis.

“Susah juga… kalau begitu, untuk menghemat waktu, kita bermain dengan ini dulu..”

Kai kini beralih pada rokmu yang sedikit di atas lutut. Kai meraba-raba pantatmu, lebih tepat mencari resleting rokmu. Dan, berhasil. Rokmu telah turun dari pinggangmu. Kini dalamanmu yang berwarna biru sudah tampak. Dan kini kamu hanya mengenakan dalaman saja.

“TOLONG AKU!! TOLONG AKU!! AKU DI GUDANG!!” kamu hanya berteriak-teriak.

Kamu dan Kai tahu bahwa gudang sekolah terletak di bagian belakang gedung, dan jarang sekali ada murid atau guru yang pergi ke sana. Tapi setidaknya kamu mencoba berteriak, bukan? Kai hanya tertawa melihat kelakuanmu.

Tangan Kai mengelus pahamu dengan lembut sambil mencium bibirmu agar kamu tidak bisa berteriak lagi.

“Hmffptt..” hanya itu yang bisa kamu ucapkan.

Dengan cepat, Kai melepaskan bajunya. Kini Kai memegang kedua tanganmu, mengarahkannya pada tubuhnya yang sama six-packnya dengan Minho. Kamu hanya bisa pasrah dan menangis.

Setelah puas, Kai mencium lehermu, menggigitnya pelan hingga meninggalkan kissmark. Kamu hanya bisa merutuk karena tempat itu harusnya milik Minho, tidak dibagi dengan Kai.

“Kau sangat cantik..”

Kini Kai memelukmu, dan tangannya mencoba melepas pengait bramu.

 

“Siapa di sana?” teriakan seorang namja di luar gudang membuat kalian berdua tersadar.

“Hmpfftt!!!” kini kamu berteriak lebih keras.

“(namamu)?! Kau di dalam??” itu adalah suara teriakan Minho.

“Hmmmpfftt!!!”

BRAKK!!!

BRAKKK!!!

Terdengar suara orang mendobrak pintu. Kamu yakin Minho akan segera menyelamatkanmu. Kai tampaknya tidak peduli dan kini tangannya meremas payudaramu yang tertutupi bra. Kai juga mencium belahan dadamu.

“Aaahhh.. jangan..” kamu mendesah karena geli.

Kai terus menciumi belahan dadamu dan masih mencoba melepas pengait bramu.

Cklek!

Kamu kaget mendapati pengait bramu sudah terlepas, sedangkai Kai tersenyum senang. Kai mengelus-elus punggungmu hingga kamu merasa geli. Kamu tidak dapat menahan lagi dan kini bramu sudah terlepas dari payudaramu. Kamu hanya dapat menangis dan menyembunyikan payudaramu dengan kedua tanganmu.

Kamu jatuh terduduk dan meringkuk ke sudut gudang, sedangkan Kai berjalan mendekatimu. Minho juga masih berusaha mendobrak pintu gudang yang memang sangat sulit untuk didobrak. Walaupun gudang, tapi pintunya berbahan bagus dan mahal.

“Bersiaplah…” Kai melepas celananya perlahan-lahan.

Kini Kai sudah tidak mengenakan sehelai benang pun. Kamu hanya bisa menutup mata agar tidak melihatnya. Sedangkan itu, Kai berjalan ke arahmu.

“Buka matamu…” Kai memaksamu.

“Aku tidak mau!” kamu menolak dengan tegas.

“Buka mulutmu..” kini Kai memaksamu membuka mulut. Apa yang diinginkannya?

“Aku tidak mau!” kamu menolak lagi.

“Apa?”

“Aku tidak— hmppfftt..” Kai dengan sukses memasukkan juniornya ke mulutmu, sementara kamu sudah tidak tahu lagi apa yang harus kamu perbuat.

“Kulumlah seperti kau mengulum lollipop.. ayo.. jangan diam saja..” Kai memaksa.

 

BRAKK!!!

 

Pintu berhasil terbuka!

“(namamu)!!!!” Minho berlari ke arahmu dan Kai.

“Kau!!” wajah Minho berubah ketika melihat keadaanmu dan Kai saat ini.

“Mengapa, Minho?! Kau tidak suka?!” Kai meledek Minho.

“Kau apakan dia?!” Minho tampak marah sekali.

“Aku hanya ingin bermain dengannya. Apa yang kau inginkan, Minho-sshi?” tanya Kai sambil tersenyum evil.

Minho langsung meninju perut Kai. Kai menahan sakit di perutnya (bukan sakit perut, tapi sakit di perut :P). Minho langsung meninju wajah Kai hingga Kai jatuh terjungkang.

“Kau..” Kai berusaha berdiri sambil memegangi pipinya yang berdarah.

Sementara itu, kamu hanya dapat menonton saja kamu terlalu bingung apa yang harus kamu lakukan sekarang. Dan kamu hanya melongo melihat Kai jatuh pingsan dengan beberapa luka dan Minho sendiri juga terluka walau hanya sedikit. Itulah pertama kalinya kamu melihat orang pingsan tanpa pakaian.

“Kau.. apa yang terjadi denganmu?!”Minho berjongkok di hadapanku.

“Aku takut…” kamu menangis sambil memeluk Minho.

“Lepaskan pelukanmu! Kau harus berpakaian!” Minho meledekmu yang hanya memakai celana dalam saja.

“Tapi aku benar-benar takut..” kamu masih terus memeluk Minho, tidak peduli dengan pakaianmu.

“Jangan takut, aku akan selalu ada bersamamu..” Minho menciummu.

“Jadi, bagaimana dengan Kai?”

***

“Berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku..” kamu menggenggam erat tangan Minho.

“Tapi, apa yang sempat dilakukan Kai?” tanya Minho dengan rasa ingin tahu.

“Dia..” kamu mulai menangis lagi mengingat kejadian itu.

“Apa dia melakukan ini?”

Minho mencium bibirmu dengan penuh nafsu, lalu berhenti menciummu dan menatapmu. Kamu mengangguk.

“Apa dia melakukan ini?”

Minho menciumi lehermu, kembali meninggalkan kissmark. Kamu mengangguk.

“Apa dia melakukan ini?”

Minho meremas kedua payudaramu yang masih dibalut oleh pakaian.

“Ya, tapi dia melakukannya seperti ini.” Kamu melepas bajumu, lalu mengarahkan tangan Minho ke payudaramu, lalu menuntun tangannya meremas payudaramu.

“Apa dia melakukan ini?”

Minho mencium kedua payudaramu secara bergantian.

“Hampir seperti itu..”

“Apa dia melakukan ini?”

Minho melepas bawahanmu, lalu mengelus pahamu dan meremas buttmu dengan penuh nafsu.

“Dia melakukan ini..”

“Tapi apa kau menolak perbuatannya? Atau menikmatinya?” kini pertanyaan Minho cukup jelas menandakan dia cemburu berat.

“Aku hanya ingin melakukan ini denganmu.”

Jawabanmu cukup membuat Minho puas. Kini, Minho melepas celana dalammu, lalu mencium vaginamu dengan lembut.

“Aaah… geli…” kamu hanya mendesah keenakan.

“Apa dia melakukan ini padamu?” tanya Minho padamu, lalu kamu menggeleng.

“Kalau ini?”

Minho melepas pakaiannya secepat kilat. Kamu hanya memperhatikan junior Minho yang telah menegang.

“Apa kau melakukan ini padanya?” tanya Minho ketika kamu mengemut juniornya dan memainkan twinsballnya. Kamu menggeleng.

“Dia memasukkannya ke mulutku, tapi aku tidak bereaksi. Mianhae karena aku tidak dapat menjaga diriku dengan baik,” ujarmu sambil meminta maaf.

“Aah… mengapa aku jadi membandingkanmu dengan Kai? Aku begitu marah mengetahui Kai telah melakukan sesuatu padamu… Padahal aku bukan siapa-siapamu.. Aku belum menjadi suamimu. Aku hanya pacarmu, tapi aku benar-benar mencintaimu..”

Kamu berhenti mengemut junior Minho, lalu menyuruh Minho untuk memasukkan juniornya ke vaginamu.

“Baiklah chagiya, permintaanmu akan aku penuhi..”

Minho memasukkan juniornya ke vaginamu dengan perlahan, membuatmu merasa melayang. Rasa sakit berganti menjadi rasa nikmat, dan kamu tidak ingin menghentikan kegiatan itu. Lagipula kalian sedang berada di rumah Minho. Minho masih sendiri di rumah karena orang tuanya yang berada di luar negeri belum pulang, dan pembantu di rumah Minho juga entah berada di mana. Itu tidak penting bagimu.

“Aaahh ohh .. faster, honey…” Kamu mendesah begitu hebat ketika Minho memaju-mundurkan juniornya.

“Ah..” Minho ikut mendesah.

“Aku .. keluar…” kamu langsung mengeluarkan cairanmu yang sudah tidak dapat ditahan lagi.

Beberapa saat kemudian, cairan Minho juga keluar, dan dia mengeluarkannya di dalam vaginamu. Walau sudah beberapa kali orgasme, kalian belum menyelesaikan ‘permainan’ kalian, hingga dua jam kemudian kalian sudah lelah.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Itu artinya kamu harus segera pulang. Dan mengenai Kai, orang tua Kai sudah meminta maaf atas perbuatannya. Minho ingin melapor kelakuan Kai ke polisi, tapi kamu memaafkan Kai, dengan syarat Kai harus pindah sekolah.

Kamu pun bersiap-siap pulang. Mengenai kejadian kamu dan Kai hanya diketahui oleh kamu, Minho, Kai dan keluarga Kai karena kamu tidak ingin orangtuamu tahu. Mereka pasti sangat khawatir jika mereka tahu.

“Aku antarkan kau pulang ya.” Kamu hanya mengangguk menuruti keinginan Minho.

Bisa dikatakan kamu sangat beruntung. Bagaimana tidak? Ternyata Minho menyadari ada yang tidak beres, jadi dia berusaha mencarimu. Tapi dia tidak tahu kamu berada di mana, jadinya dia berkeliling satu sekolah, hingga akhirnya mendengar teriakanmu di gudang.

***

Ketika sampai di depan rumah, kamu mencium bibir Minho sekilas, lalu masuk ke dalam rumah. Kamu sudah menyiapkan alasan, yaitu tugas kelompok yang dikerjakan beberapa orang. Orang tuamu sangat percaya padamu, jadi kamu tidak perlu ambil pusing.

 

Besoknya, kamu kembali diantar Minho. Satu sekolah sudah tahu hubungan kalian. Kamu melihat ke sekeliling, mencari di mana Kai berada. Tidak mungkin dia langsung pindah hari ini, bukan?

“Kau mencari siapa?” Minho berbisik.

“Kai. Aku ingin tahu apa dia sudah pindah atau belum,” jawabmu.

“Aku rasa satu minggu lagi dia sudah tidak ada di sekolah ini. Jadi, selama dia masih di sini, aku harap kau selalu bersamaku. Jangan pernah pergi sendirian.”

“Kalau aku ingin pergi ke toilet bagaimana?” tanyamu pada Minho sambil menahan tawa.

“Aku akan menunggumu di depan pintu. Tapi bila kau ingin aku masuk bersamamu juga boleh.”

“Ih, kau ini!” kamu mencubit pipi Minho dengan pelan. Kalian berjalan berbarengan memasuki kelas.

“Haha.. kau lucu juga..” Minho mengacak rambutmu pelan sambil tertawa.

 

THE END

 

Bagaimana ceritanya? Dapat feelnya? Jelek hasilnya? Kalimatnya berantakan dan nggak bagus?

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 12/07/2013, in OS, Shinee and tagged . Bookmark the permalink. 46 Comments.

  1. Wah daebak!
    Romantisnyaaa:3
    Minho jjang

  2. Bagus ceritanya, squel nya donk😉

  3. Wahhh,
    :3
    I Love Minho Forever,❤

    #Bole ga Kai nya diganti Kris atau Luhan :$

  4. Hottt min sampe keringetan :p

  5. #elap keringet
    sumpah thor ini ff hot bngt di bakar apa di oven ??😛

  6. wwwwooooowwwwww……..
    KERENNNNNNN……. N …..LANJUTTTTTTTT🙂

  7. Hott oen.. Minho tryt mnyimpan rsa, dy so sweet jg..

  8. Daebak ceritanya… Minho juga keren walau badboy tapi setia… Haha.. Sequel…

  9. Hot banget thor ><
    Kai nya buat aku aja ya xD

  10. Wah daebak suka banget ni ama minhonya keren abis
    Nggk ada sequelnya ampe married

  11. Wwwwwwwwwwwooooow keren abs thor
    kpn” buat ff tntang baekyeon ea???

  12. reginamegavinliya

    bagus bingit ciyus,bikin sequelnya dong,jebbal,hehe,fighting

  13. Daebak… Bgus bgt ceritanya thor.

  14. lanjut juseyo *,*

  15. miss pervert

    Keren! Aw aw

  16. Minhoooooo;3 keren thorrrr!!^^

  17. realteuki'swife

    suka suka sukaaaaa! gue suka ff yadong yg nakal gini nih. mulai dr scene yadong prtama, kedua, sampe ketiga, itu menurut gue pembawaannya nakal walopun permainannya /? sederhana. btw kl gue jd tu cewek ga usah dipaksa kai deh,yg ada malah gue yg balik agresif aokaokaok lol. over all hot good thor, LIKE (y)

  18. ParkjijungcodeXxxxoon

    Aq maunya jiyeon,,,,

  19. Bagus!! Thor!! Buatin lagi Ne🙂

  20. Hi … HYUN imnida salam kenal n numpang baca di wp kamu ya…tq

    Huaaaa … Minho ternyata pura pura cool .. cuek … ga kenal … padahal …ehem … cinta mati … ciyeeeee cuit cuit …
    So sweet nya …
    – minta duduk bersebelahan
    – beli in baju seksi lg … ckckc

    Ommo … ga sabaran ya … ckckck
    Minggir ah .. ada yg lg ” itu ” tar ganggu hehe
    KYA..itu KAI knp juahatttt bgt sih …. untung Minho dtg nolong … fuih … bagus deh KAI ga sekolah di situ lg … jd aman … gentleman bgt Minho jd bodyguard selama KAI msh di sekolah … hehehe … ckckckc ( geleng geleng kepala ) cari kesempatan dalam kesempitan .. Minho … interogasi .. ngecek …jejak KAI sekallian ” itu ” huahahaha …..

  21. soojinwook218

    Baguuuusssss…….. ↖(^▽^)↗
    aku suka..aku suka… ^_^
    Next FF Please…😀

  22. wow,hot bgt deh crita’a

  23. Kai nya gantung thor ‘-‘v
    Gimana kainya nanti thor itu yg masih nyangkut dikepala saya😀 pokonya over all kerenn😀 (y) ,, ditunggu squelnya thor :*

  24. dezztie soha'alikaif zahrotussita

    aigoooo minho sweet bmget siiiiiccch…Kkkk
    q pke karakter jiyeon loch yeoja_nt#gak nanya#hehehe
    kapan”buat ff Nc MINJI Couple donk…jeballll…hehe

  25. huh, aman permainan tetap minho yg pegang,
    WHAT????????

  26. MarchMay Lovering

    Haha minho minho prince charming ku :LoL:

  27. ffnya bgus aq suka suka suka

  28. awidya arlisa

    romantis :3 minho oppa emang daebakk :3

  29. Ff Ωyå gaje..

  30. eunji_pinkPanda

    wach… neomu daebak…!
    kl saya jdi Sulli aja dech. kl Eunji (A Pink) kasian nnt…🙂
    buat lgi dong.. yg hot yaa..!

  31. Mantab thor ! (y)
    Bagus! I like it! Minho nya walau bad student tapi kalo udah soal yeoja yg di cintainya, serius bgt ya..

  32. Kai nya buat saya aja thor, daripada pindah sekolah kan kacian,,,😥 tapi emang deh Minho oppa daebak! Para Flames pasti makin lope lope ama lo oppa ! :*

  33. Kai nya buat saya aja thor, daripada pindah sekolah kan kacian,,,😥 tapi emang deh Minho oppa daebak! Para Flames pasti makin lope lope ama lo oppa! :*

  34. min bikin squel dong ?!
    ini ff bagus ! (y)

  35. pacarnya minho

    daebakkkkkkk amajing wow *alaykumat*
    akhirnya selesai juga baca nih epep *kaburkekamarmandi*

  36. pacarnya minho

    daebakkkkkkk amajing wow *alaykumat*
    akhirnya selesai juga baca nih epep *kaburkekamarmandi* *sambilelapkeringet*

    di tunggu sequelnya ya thorrrr🙂

  37. waahhh romantisnyaaa😀

  38. ff nya bagus thor (y)
    saran ya thor: cast yeojanya dikasih nama aja.. jadi ada pembagian POV nya dan feelnya bisa lebih dapet..
    keep writing :-):-)

  39. ah….. so sweetnya…. tpi alurnya kecepetan thor… minho HOT~ bgt dah… q jdi bsa bayanginnya dgn mudah.
    HIHIHI…. bgs thor q ska tpi kecepetan itu aj

  40. arina hafiyyan

    bagus… romance bgt..

  41. novita tahmida

    Wwwwwaaawwwww hotttt bgtt

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: