Let’s Make it Up (MinWook Couple)

ryewook ff yadong nc

1. Author: N/M

2. Title: Let’s Make it Up (MinWook Couple)

3. Type: Straight, Romance, NC 21

4. Casts: Kim Ryeowook (Super Junior), Park Min Rin (OC)

Authors’ Note :
Annyeong, Chingudeul… We’re back again. Kali ini kita mau mempersembahkan FF Ryeowook.

Enjoy it, chingu. Jangan lupa komennya, ya ^^

___

            Cubitan-cubitan gemas mendarat di pipi tirus Ryeowook. Polesan make-up tebal yang menegaskan kumis kelinci di kedua pipinya berangsur-angsur lenyap karena itu. Kostum kelinci berwarna abu-abunya bahkan jadi awut-awutan, terutama bagian kepala yang menutupi hampir semua kepalanya kecuali muka. Tidak aneh, Ryeowook memang terlihat imut sekali dengan kostum itu.

         Drama dadakan dimana ia berperan menjadi kelinci hutan memang sudah berakhir. Banyak penonton, tak hanya perempuan tapi juga laki-laki, yang menyebut-nyebut namanya, mengatakan kalau ia begitu menggemaskan. Bahkan seperti sekarang, sekumpulan penonton perempuan berhasil menemukannya di belakang panggung. Mereka segera mengerumuni Ryeowook yang bermuka syok hingga makin terlihat lucu dan segera melayangkan cubitan-cubitan gemas.

             “Ryeowook, kau manis sekali dengan kostum itu,” ucap salah satu gadis.

          “Ah, bukan apa-apa,” Ryeowook menjawab malu-malu. Tiba-tiba ia merasa kepala bagian belakangnya gatal sehingga tanpa terasa tangannya menggaruk bagian itu.

            “Kau bukan peran utama tapi mencuri perhatian, Ryeowook,” timpal gadis lain.

Ryeowook merasai pipinya sedikit panas. Ia pun tersipu. “Benarkah? Bukankah anggota Super Junior yang lain juga mencuri perhatian?” mata Ryeowook yang kecil dan menyipit itu sedikit membesar saat menanyakan ini.

“Bagi kami, kau yang paling kelihatan manis. Ide untuk mengadakan drama dadakan di konser ini sangat bagus, apa lagi kami bisa melihatmu berdandan menjadi kelinci begini,” gadis lain menanggapi.

“Ah, aku… ini bukan apa-apa,” Ryeowook meracau karena bingung mau menjawab apa. Ia jarang mendapat pujian berlebihan. Namun bukan berarti ia tidak suka. Ia senang dengan situasi yang terjadi ini. Saking senangnya hingga ia tidak memperhatikan sedari tadi Minrin, pacarnya, yang berjalan lebih dulu daripadanya, melihatnya dengan pandangan tidak suka. Ryeowook menemui mata Minrin yang mencermatinya, ia langsung tersadar, ia dan gadisnya itu tadinya mau ke ruang make-up sebelum tercegat oleh gadis-gadis penggemar yang mengerubunginya ini.

“Ah, aku harus pergi. Maaf, ya,” pamit Ryeowook kalem. Ia melalui celah yang disisakan kerumunan gadis-gadis itu, meminta permisi. Dirinya harus bersama Minrin sekarang, ia berpikir. Setelah bersusah payah menyingkirkan diri dari penggemarnya, Ryeowook berdiri di depan Minrin.

“Cupcake…” panggil Ryeowook riang.

Minrin menautkan alis tebalnya, kelihatan tidak puas dengan apa yang baru saja terjadi, berbeda dengan Ryeowook. “Ayo,” ajak Minrin, agak dingin.

Hal itu sedikit mengkhawatirkan Ryeowook.

Minrin berpaling dan berjalan duluan. Ryeowook menyejajarkan langkah di samping Minrin. “Cupcake, kau kenapa?”

“Tidak apa-apa,” jawab Minrin. Alisnya masih mengait. Bahkan sekarang mulutnya sudah berbentuk kerucut.

“Kau marah,ya?” tanya Ryeowook, masih dengan nada yang sama; sabar.

Minrin menghentikan langkah. Ryeowook ikut berhenti. Tadinya Ryeowook ingin bertanya mengapa Minrin tiba-tiba berhenti, namun karena ia mendapati mata kecil Minrin yang memandangi pintu di hadapan mereka, Ryeowook sadar; mereka sudah berada di depan ruang make-up.

Ryeowook baru akan membuka mulutnya kembali ketika mendadak Minrin menggamit tangannya, membawanya masuk. Ryeowook menurut saja. Gadisnya itu sedang merajuk. Ia tak mau membuat kesalahan yang akan menambah buruk keadaan. Maka Ryeowook pasrah saja dibawa Minrin memasuki ruang make-up yang kebetulan remang-remang dan sepi itu. Pintu pun ditutup di belakang punggung Ryeowook.

-Ryeowook’s POV-

Aku terkaget saat Minrin menutup pintu di belakangku seraya menghadapku. Aduh, bagaimana? Minrin nampaknya sangat marah. Apa dia cemburu? Aku tidak tahu kalau dia bisa cemburu kepadaku. Selama ini, kami menjalani hubungan seperti kakak adik. Dia sebagai kakaknya, kakak yang acuh tak acuh. Tapi aku tak masalah. Sulit memang menjadikan Minrin pacarku, maka kupikir butuh waktu bertahap pula membuat dia mencintaiku. Hubungan kakak yang acuh tak acuh pada adiknya bisa kuterima, asalkan dia bersamaku. Namun sekarang? Apakah ini kemajuan? Setidaknya,cemburu itu tanda cinta kan?

-Minrin’s POV-

Aku baru saja menutup pintu dengan seri muka galak. Duh, sebenarnya aku tidak mau terlihat begitu di depan Wookie Oppa, panggilanku terhadap Ryeowook. Aku, kurasa aku terbawa emosiku. Sekarang harus bagaimana?

“Ada apa, Cupcake?” dia bertanya.

Heran, kenapa dia terus memasang wajah imutnya juga pada saat begini? Kenapa tidak sekali-sekali ia berlagak jantan agar aku luluh dan tidak dikuasai kekesalan seperti saat ini?

Omong-omong, mengapa aku kesal? Aku pun heran. Karena dia dikerubuti gadis-gadiskah aku kesal? Tapi sepertinya tidak.

-Author’s POV-

Minrin dan Ryeowook masih saja bertatapan. Keadaan itu masih berlangsung bahkan ketika keributan suara di luar pintu terdengar.

“Kau lihat Ryeowook? Kenapa tidak diketemukan lagi, ya, dia? Tadi kata beberapa gadis yang kutemui, dia ada di sekitar sini.”

Minrin makin mengerucutkan bibirnya ketika mendengar itu.

“Memang kenapa kau mencarinya? Ingin memberi hadiah?” suara lain terdengar di luar.

“Iya, kira-kira dia akan suka tidak, ya?”

“Memang apa hadiahmu?”

“Kue tart.”

“Waah…”

“Lalu apa yang kau antisipasi darinya?”

“Antisipasi?”

“Seperti aku, aku memberikan kado untuk Siwon karena mengantisipasi pelukan yang akan diberikannya. Beberapa orang bilang Siwon mau memeluk siapa pun sebagai refleksi kesenangannya. Jadi aku mengharapkan itu. Nah, kau, apa yang kauharapkan dari Ryeowook?”

“Eh?”

“Wah, wajahmu memerah tuh. Kau benar-benar menyukainya, ya?”

“Eh? I-iya…”

Percakapan yang terjadi antara dua orang gadis tepat di depan pintu secara pasti terdengar oleh pasangan yang saling bertatapan di balik pintu itu. Minrin melihat Ryeowook, mendapati air muka malu-malu dari pemuda itu. Hal itu membuat Minrin geram.

-Ryeowook’s POV-

Apa aku tidak salah dengar? Aku punya penggemar khusus. Ya, aku tahu aku pasti diketahui sebagai vokalis utama Super Junior dan grup kami sedang digandrungi. Tapi untuk mendengar seorang penggemar yang benar-benar suka dan hanya padaku, ini kali pertama. Kalau ditanya, pastinya aku senang.

Ah! Sayang sekali, mengapa hal ini harus terjadi di depan Minrin? Bukannya aku mau berniat buruk di belakangnya, hanya saja, dia sejak tadi bermuka masam. Aku takut hal ini akan menyakiti perasaannya.

“Cup—cupcake, kau tak apa-apa?” tanyaku.

Minrin diam. Alisnya masih mengerut, sejak tadi belum berubah.

“Ayo kita cari lagi Kim Ryeowook-mu!” seru gadis di luar. Aku terkejut. Beberapa detik terakhir, aku tak terlalu mendengar perbincangan mereka. Dan sekarang aku harus dikagetkan dengan sebutan ‘Kim Ryeowook-mu’ oleh mereka. Astaga. Aku tak bisa melihat muka Minrin sekarang.

“Kim Ryeowook-mu?” tanya Minrin, lebih seperti menanyai dirinya sendiri.

Pelan-pelan aku menoleh padanya. Wajahnya yang bulat, alis tertautnya dan bibir kecilnya yang mengerucut sebetulnya sangat lucu. Tapi itu wajah marahnya. Aku tak boleh main-main.

Terkekeh, itu yang kulakukan kemudian, “Itu hanya penggemar, Cupcake.”

“Aku tahu.”

-Minrin’s POV-

“Aku tahu,” jawabku, ketus.

Aku sebal!

Ya, memang, Wookie Oppa jarang kuperhatikan. Tapi dia itu pacarku. Dia milikku. Lalu ada yang menyebutnya ‘Kim Ryeowook-mu’. Aku tidak masalah dengan itu sebenarnya. Yang menjadi masalahku adalah Wookie Oppa yang malah tersipu-sipu ria mendengarnya. Di depanku pula! Apa-apaan dia?

“Cupcake, kita sebenarnya mau apa?” tanyanya.

“Aku mau memberimu pelajaran!” ucapku, masih ketus.

“Pe-pelajaran?”

Sesungguhnya aku tidak tahu pelajaran apa. Aku hanya asal sebut.

“Pelajaran apa?” Wookie Oppa bertanya lagi.

Aku baru mau membuka mulut, saat telingaku menangkap seseorang di luar berkata lagi. “Hei! Apa kau mendengar? Sepertinya di balik pntu ini ada oang.”

Itu suara seorang gadis. Apa itu gadis yang tadi?

“Mana? Aku tidak dengar apa-apa.”

“Tapi tadi aku sekilas mendengar. Siapa tahu Ryeowook-mu ada di sini…”

Nah! Benar! Itu gadis-gadis yang tadi. Ih! Kulihat Wookie Oppa menggeleng-geleng, memasang wajah merasa bersalah.

“Cupcake…” panggilnya, bermuka sedih.

“Tuh kan ada suara! Gadis di luar berisik lagi.

“Jangan bicara,” bisikku.

“Tapi, Cupcake…”

“Kubilang jangan bicara, Wookie Oppa.”

“Tapi kau—

Bibirnya segera kukunci dengan ciumanku.

-Ryeowook’s POV-

Minrin menciumku!

Ini bukan yang pertama sebenarnya, kami sudah pernah beberapa kali, dan bisa dihitung dengan jari, berciuman. Itu pun atas pergerakan kami berdua. Dengan lembut dan penuh perasaan. Kalau aku, aku menyerahkan seluruh perasaanku saat melakukan itu. Tapi aku tahu dia tidak. Minrin hanya terbawa nuansa romantis yang tengah tercipta saat itu, saat semua orang di sekitar kami sedang bermesraan.

Meskipun begitu, kali ini tidak. Dia benar-benar menciumku. Dan bisa dibilang, dengan penuh hasrat.

-Minrin’s POV-

Aku merasakan Wookie Oppa menyambut ciumanku seperti telah menanti ini sepanjang usianya. Diperlakukan begitu, aku tersanjung. Perlahan-lahan kekesalanku menghilang. Dan dorongan dalam diriku berbicara untuk memberinya lebih dari ini. Aku membuka mulutku, menelusupkan lidahku ke dalam mulutnya. Wookie Oppa menyambutnya pula. Lidah kami sudah saling membelit sekarang.

-Ryeowook’s POV-

Oh. French kiss. Akhirnya aku merasakannya. Dan yang paling penting, dengan orang yang kucintai, Minrin.

Aku merasakan tangan Minrin yang tadinya menempel pada pintu jatuh ke bahuku. Bahuku diusapnya sementara kami masih berkecupan. Usapannya berlanjut ke punggungku. Dan aku merasa kalau ritsleting kostum kelinciku dibukakan olehnya. Awalnya lembut, seperti perilakunya selama ini di mataku, namun lama-lama mendesak dan semakin cepat. Kostumku sudah setengah terbuka sampai Minrin meluputkan cumannya.

Aku menarik napas. “Cupcake…” panggilku.

Kudapati Minrin tersenyum. Kedua tangannya pun mencoba menarik ke atas bagian kepala kostum kelinciku. Setelah kepala kelinciku terlepas, Minrin melingkarkan lengannya di leherku—menciumku lagi.

-Minrin’s POV-

Wookie Oppa sama sekali diam. Ia mungkin masih kaget dengan apa yang kulakukan padanya. Tangannya kaku, menempel pada pintu. Bibirnya memang menyambut ciumanku. Namun aku saja yang berperan; menyapu bibirnya, membelit lidahnya. Dia tak melakukan pergerakan, hanya menerima, bahkan merespon pun kurang baik.

Apa aku terlalu agresif?

Apa dia sebenarnya terpaksa?

Demi mengecek itu, aku pun melepaskan ciumanku.

-Ryeowook’s POV-

Minrin berhenti menciumku. Ada apa? Aku masih menatapinya, kehabisan napas.

“Kau tidak suka?” dia bertanya.

Aku membesarkan kedua mataku. “Tidak suka apa?”

“Apa yang baru kulakukan,” jawab Minrin sambil membuang muka.

Aku menggeleng kuat-kuat. “Tentu tidak, Cupcake. Aku… a-aku… aku sangat suka.”

-Minrin’s POV-

“Aku sangat suka.”

Dia berkata begitu. Dengan muka malu-malu, seperti biasa.

Aku sebenarnya sudah menduganya kalau dia suka. Dia tidak mengadakan perlawanan sama sekali, bahkan malah menyambut. Lantas kenapa tadi aku malah berpikir dia terpaksa?

Mungkin karena aku terbiasa berpikir begitu, terbiasa menyukai pria yang terpaksa bersamaku karena tidak enak menolakku.

Kulihat kostum kelincinya yang setengah terbuka sehingga dadanya yang mulai berisi itu terlihat.

Aku menyentuhnya.

Wookie Oppa segera terkejut.

Aku teringat terakhir kali aku bercinta dengan seorang pria. Begitu aku menyentuh dadanya, pacarku yang bercinta denganku malah tersenyum cerah, menyambut dengan meremas dadaku, membuatku mendesah lirih. Namun, Wookie Oppa, dia malah terkejut, nanap. Apa ini kali pertamanya?

-Ryeowook’s POV-

Minrin menyentuhkan tangannya pada dadaku. Aku syok. Aku belum pernah merasakan ini. Dia terus mengelusnya, menyusuri tiap lekuk tubuhku. Aku merasa bulu romaku berdiri. Aku harus apa?

Aku ingat Eunhyuk hyung pernah berkata salah satu cara mengimpresi wanita adalah terlihat gagah saat bermesraan. Apa aku harus kelihatan gagah?

Baiklah, akan kucoba. Aku pun membusungkan dada, merasai sentuhan-sentuhan hangat Minrin.

-Minrin’s POV-

Hihihi… Wookie Oppa membusungkan dadanya, tapi mimik wajahnya seperti ketakutan. Dia pasti ingin terlihat kalau dia jantan. Tetap saja tidak meyakinkan.

“Kau takut?” tanyaku menggoda.

“Ti-tidak, Cupcake.”

-Ryeowook’s POV-

Aku menyanggah, “Ti-tidak, Cupcake.” Duh, kenapa aku malah gugup?

Minrin melihatku dengan pandangan seduktif.

“A-aku hanya—

Mulutku kaku seketika. Saat ini Minrin sedang mengecup leherku. Tak hanya mengecup, tapi mengecupinya. Aku tak dapat menjelaskan rasanya. Indera perasaku seakan-akan disfungsi. Akan tetapi, perasaan melayang-layang datang setelahnya. Jadi begini yang namanya necking? Nampaknya aku mulai menikmatinya.

-Minrin’s POV-

Wookie Oppa mulai menikmatinya. Dia menengadahakan kepalanya, meminta lebih. Aku tersenyum.

-Ryeowook’s POV-

Senyum Minrin menunjukkan kalau dia sedang menemukan anak kemarin sore, yang baru menikmati rasanya foreplay. Namun aku memang menikmatinya. Sangat. Mungkin aku harus menulis lagu tentang indahnya ini. Tapi akan kubuat tersirat dan membuat para penikmat lagunya menginterpretasikannya ke banyak arti. Aku malu kalau tersurat dan ketahuan membuat lagu tentang seks. Ah, sekarang kecupan Minrin sudah mendarat di dadaku. Tangan-tangannya sibuk meluputi kostumku yang masih melekat di tubuh bagian bawahku. Refleks, aku membantu aksinya dengan mengangkat kaki-kakiku satu persatu saat tiba gilirannya kostum itu dilepasi dari sana.

Beberapa saat kemudian, aku hanya sudah memakai celana dalam saja. Mukaku memanas, rasanya seperti aku mendekatkan mukaku ke perapian. Lebih terasa panas lagi, saat Minrin berlutut di depanku, melepas celana dalamku. Segera kupejamkan mataku.

-Minrin’s POV-

Sebenarnya aku malu jadi pencetus. Tapi kalau aku tidak bergerak, kapan ini akan selesai? Aku tidak mau hanya main-main saja. Aku suka menyelesaikan apa yang telah dimulai.

Lagipula, Wookie Oppa itu tidak bergerak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Dia bereaksi antara ingin dan tidak. Entah apa yang membuatnya begini, mungkin karena aku akan mengambil keperjakaannya.

Aku ingin tertawa jadinya, tapi melihat mata terpejamnya, aku mengganti tawaku menjadi senyuman. Aku nekat saja, pikirku. Kusentuh miliknya.

-Ryeowook’s POV-

Aku merasakan sentuhan lembut pada milikku. Minrin pelakunya. Dia mengelus-elusnya, memainkannya, menimbulkan keringatku mengucur dari pori-pori seluruh tubuhku.

Perasaan melayang itu timbul lagi. Rasanya seperti naik roket.

Dan, ah, aku merasakan permukaan lembut dan agak basah menyapu milikku. Kubuka mataku sedikit. Minrin tengah menciuminya. Ah! Bagaimana ini? Jantungku memukul-mukul.

-Minrin’s POV-

Dia kelihatan seperti sedang diperiksa oleh polisi, ketakutan dan bercucuran keringat. Ya ampun, Wookie Oppa. Nampaknya aku harus menenangkannya sedikit. Aku berdiri, berpandangan dengannya. Tersenyum.

-Ryeowook’s POV-

Minrin menghentikan aksinya dan kini berdiri—menatapku.

Aku melihat matanya dan senyum menggodanya. Kemudian kedua tangannya bergerak, membuatku sedikit kaget. Ia tersimpul karena kekagetanku. Namun tangannya bukan untuk menyentuhku, ia memegangi kancing teratas kemeja oranye tanpa kerah yang ia kenakan itu. Ia lalu membuka kancing atas, kancing di bawahnya, di bawahnya lagi, satu persatu, tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan seksinya dari mataku.

Minrin melepas kemeja tipis itu dari tubuhnya. Terlihat bra berwarna merahnya dan payudaranya yang padat dan sintal itu. Aku memalingkan muka buru-buru, tapi tangan lembut Minrin menahan mukaku agar tak berpaling. Kini mataku mendapati Minrin melucuti branya, sehingga tampaklah hal yang belum kulihat secara langsung itu.

Aku pernah melihat itu di majalah-majalah para hyung-ku yang kubantu bereskan di kamar berantakan mereka. Tapi untuk secara langsung, aku hanya mendengar cerita saja. Dan sekarang aku mematung. Minrin melanjutkan melepaskan rok span jingganya, dengan gerakan seolah-oleh waktu di dunia ini miliknya. Ia meneruskan membuka celana dalam merahnya juga. Aku betul-betul tak bisa menahan mataku untuk mengatup sekarang. Menyadari tubuh Minrin yang kini juga telah tanpa sehelai benang sepertiku, otakku macet. Dan semakin macet saat ia menempelkan bibirnya lagi dengan bibirku.

-Minrin’s POV-

Aku mencium Wookie Oppa lagi. Kini dengan desakan yang bertempo lebih cepat dari yang sebelumnya. Dengan sentuhan-sentuhan di bagian-bagian sensitif di tubuhnya. Dengan desakan itu pun, akhirnya, Wookie Oppa membalas ciumanku lebih baik.

Kuletakkan tangannya di dadaku, kugerakkan agar tangannya merasai tubuhku. Kubantu dia terangsang, sejalan dengan rangsangan yang juga kurasakan.

Saatnya menjadi dewasa, Oppa.

-Ryeowook’s POV-

Minrin menciumku hebat. Dia juga menggerakkan tanganku untuk menyentuh reluk tubuhnya. Pun dia mendekatkan tubuhnya padaku, mengalungkan lengannya di leherku.

Kami saling menarik diri sebentar, terengah-engah.

Dia lalu memelukku, mendekatkan wajahku ke leher dan bahunya. Aku jadi menghirup aroma tubuhnya. Terbuai. Dan tanpa kusadari aku mulai terbawa permainan yang dia bawakan. Aku mulai mencoba untuk menempelkan bibirku di kulitnya. Minrin tertawa kecil, menanggapi tindakanku dengan baik. Aku jadi ingin berbuat lebih. Maka tak hanya itu, aku kini melakukan percobaan lain dengan mengecup. Minrin membelai rambutku saat itu juga. Hal itu membuat percobaanku kulanjutkan. Kali ini tak hanya mengecup, tapi mengecupi.

-Minrin’s POV-

Nah, Wookie Oppa sudah mulai terbiasa. Memang belum cakap, tapi percobaannya lumayanlah. Dia sudah memberikan sensasi menggelitik dengan kecupan-kecupannya.

“Lakukan lebih, Wookie Oppa,” kataku lirih.

Wookie Oppa terdiam sejenak. Mungkin berpikir, yang lebih itu bagaimana. Dasar anak yang masih hijau.

Aku, sebenarnya, bukan sangat berpengalaman dalam seks. Hanya saja, aku pernah mengalami seks, dan pastinya tidak kaku seperti ini.

Apa langsung saja kugiring pada intinya? Kupikir.

Tidak, aku harus sabar. Nanti akan indah pada waktunya, pasti.

-Ryeowook’s POV-

Aku masih berpikir, apa yang lebih itu. Haruskah kugunakan tanganku? Kalau dia tidak suka, bagaimana? Lagipula lututku mulai lemas. Kami dekat sekali dan tanpa busana.

Minrin pun mendekapku lagi.

-Minrin’s POV-

Kudekap saja dia lagi, untuk merangsang inisiatifnya.

“Apa kau perlu komandoku?” tanyaku.

“A—aku…”

“Gunakan tanganmu, Wookie Oppa,” ujarku lembut.

Beberapa detik, aku melihat tangannya berpindah ke punggung, ke samping tubuhku, kemudian ke dadaku.

Aku diam saja.

Ia juga bergeming, hingga secara lambat laun ia meremasnya. Sekali, dua kali, lebih, dan temponya dari lambat menjadi cekatan.

Desahan mulai keluar dari mulutku.

Benar saja, Wookie Oppa pasti mendiamkan saja aku mendesah-desah, meski tambah kencang. Dia pasti berpikir membuatku mendesah-desah sudah merupakan prestasi gemilang. Seharusnya, paling tidak, pada momen ini, dia menciumk—

-Ryeowook’s POV-

Aku mencium bibirnya.

Hanya mencoba. Barangkali tindakanku benar.

Dan, ya, Minrin membalasnya. Dengan penuh hasrat.

Aku tak melepaskan tanganku dari pekerjaanku sebelumnya. Bahkan aku menambahkan dengan meletakkan tanganku yang satu lagi pada bagian yang satunya.

Minrin merespon dengan tangannya juga. Tangannya merambah milikku di bawah sana. Ia melakukan apa yang kulakukan padanya dengan tanganku.

Dan ciuman kami berubah menjadi French kiss kembali.

-Minrin’s POV-

Kegiatan saling merangsang itu berlangsung cukup lama dan kemudian terpikir olehku bahwa Wookie Oppa tak bisa lebih dari ini dalam pemanasan.

Kukira ini saatnya intinya bergulir. Aku pun mengarahkan miliknya yang sudah cukup tegang, berkat pekerjaanku itu, pada milikku.

“Cupcake, kau yakin?” tanyanya.

Aku ingin tertawa. Bukankah itu seharusnya ucapan seorang wanita yang ragu?

“Kau ragu?” aku balas bertanya.

“Bukan, justru aku takut kau yang—

Kucium bibirnya. Dia terlalu banyak kesangsian. Kulumat saja bibirnya lagi sampai ia tak bisa bicara, sembari menggesek-gesekkan bagian bawah kami. Gelombang kenikmatanku mengalir. Dan saat itu kuputuskan untuk memasukkan miliknya ke dalam milikku. Dalam satu sentakan.

Lucunya, Wookie Oppa yang terkejut.

“Maju mundurkan, Wookie Oppa,” bisikku, tepat di kupingnya.

Wookie Oppa menurut. Dan kenikmatan bercinta menghampiriku.

-Ryeowook’s POV-

Minrin nampak senang. Pastinya, aku pun ikut senang karena itu.

“Kau mau aku melakukan apa lagi, Cupcake?” tanyaku antusias.

“Lebih cepat,” jawabnya dengan desahan.

“Lebih cepat bagaimana?”

“Gerakkan punyamu lebih cepat!” dia menyerukan padaku.

Aku sampai gegau. Namun, aku harus menurutinya. Maka, aku maju-mundurkan tubuhku jadi lebih cepat. Minrin mendesah terus. Aku jadi makin semangat. Ditambah rasa yang kurasakan di bawah sana.

Rasanya aneh.

Tapi, karena melihat Minrin bahagia, aku pun bahagia.

Maka, kulanjutkan dengan sekuat tenaga.

-Minrin’s POV-

Wookie Oppa mulai agresif. Ini yang kusuka.

Kami berciuman lagi, bersentuh-sentuhan tubuh lagi, dengan dirinya yang tetap memasuk-keluarkan bagian tubuhnya itu ke tubuhku.

Jangan tanya bagaimana aku.

Aku sangat menikmati ini.

Hingga beberapa saat kemudian, aku merasakan gelombang kenikmatan akan datang kembali. Begitu juga Wookie Oppa yang berkedut di dalamku.

Tepat sekali, kami melepasnya bersamaan setelah itu.

Wookie Oppa menarik diri. Kami berjarak sedikit sekarang.

“Bagaimana—“

“Aku puas, Wookie Oppa,” jawabku sumringah.

Kukecup kilat bibirnya.

Wookie Oppa-ku yang entah kapan mulai tampak manis di mataku tersenyum tulus. “Syukurlah,” ucapnya.

“Ayo kita berpakaian. Kalau tidak, nanti orang-orang mencarimu,” ajakku. “Lagipula make-up-mu berantakan sekali, Oppa. Kita harus merapikannya.”

Wookie Oppa mengangguk, masih dengan senyum. “Apapun untukmu, Cupcake.”

Mengapa aku baru menyadari dia semanis ini?

Mungkin aku takkan mengalihkan pandanganku darinya, mana tahu aku bisa menyadari hal lainnya lagi dari dirinya.

 

THE END

With Regards,

Naz & Mysti

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 13/07/2013, in OS, Super Junior and tagged . Bookmark the permalink. 72 Comments.

  1. DAEBAK!! Bagus thor ceritanya,aku suka. Si ryewook nya baru pertama kali ya begituannya. Ini paling beda, cewe nya yg nyerang duluan bkn cowo nya, bagus. Squel (wajib) ya thor (^⌣^)

  2. Koq aq ngerasa ini kayak cerita humor ya….
    Soalnya bacanya jd nyengir2 sendiri ngak jelas…..
    Tp aq suka…. Beda aja ama cerita lainnya…
    Idenya bagus thor…. Salut buat author…

    • Ihihihi… harusnya kami tambahin label genre ‘komedi’ di kategorinya kali, ya >.<
      Gomapta, chinguya~~ ^^

  3. Aku baru pertama kali baca ryeowook oppa ‘bermain’..

    Hihi.lucu thor..
    Aku suka jalan ceritanya aku tunggu karya yang lain d(^_^)b

  4. ya ampun uri wookie oppa polos banget , lagian si minrin tuh agresif banget
    satu saran dari aku thor jangan terlalu sering ganti “Pov” bingung baca nya *mian

  5. hehehehehe …….. 🙂
    comedy-romantis …..
    keren ……. #lanjut, ya …… 🙂

  6. Hahaha..
    Dsar wookie..

  7. kang hyo won

    wooowwww….. oppa ryeowook beda bgt, malah tmbh dewasa

  8. choi sil ra

    daeebbaaakkk
    keep writing !!

  9. haha wookie oppa masih innocent ya >_< good author..

  10. Daebak thor! Agresif uga si minrin, br thu klo ryeowook tuh polos bnget. Hehehe

  11. huhuhuu >.< minri agresif banget.. jadi takut~

  12. Daebak thor!

  13. bru prtama kli bca ffnc tntang ryeowook oppa.. tkut gk snggup bca.. XD mklum Ryeosomnia.. tpi wktu bca mlah t’ke2h sndiri.. Ryeppa lcu bgt dsni.. (>//<) ska ma crita ny..

  14. bgus thor

  15. reginamegavinliya

    nah loh parah banget ceweknya agresif,haha,kasian wookie oppa dapet bekas,hua,,tapi ffnya bagus kok,daebak

  16. Hahaha, ceritanya aneh, tapi menyenangkan untuk dibaca. Joha!!^^

  17. Baru baca u,u tapi kereeeen!^^

  18. Kece !! :3
    Wookie Polos Banget Ya xD

  19. realteuki'swife

    lucuuuuu kkkk ini yadong lucu pertama yg prnh gue baca.pemilihan cast ryeowook cocok (y) dan ini ffnya unik malah ceweknya yg lebih pinter.walaupun agak komedi tp tetep hot thor.bagian yg ceweknya buka baju dan lucutin baju ryeowook trs mainin junior dia hot. gue jg suka respon ryeowooknya polos banget.pas permainan inti yg lucu monolog ini ‘Ditambah rasa yang kurasakan di
    bawah sana. Rasanya aneh. Tapi, karena melihat Minrin
    bahagia, aku pun bahagia.’ lol banget hahahaha. keep writing thor 😀

    • ahahahaha.
      thanks, chingu! 😀
      sebenarnya kami gak niat buat komedi, tapi kami senang kalo ff ini bisa menghibur 😀
      ok.
      gomapta~

  20. Asdfghjkgaemgyulmn

    Terharu amat ini baca nya. Si ryewook terlalu polos >///<
    Kenapa minrin nya agresif ya ampun haha xD

  21. ParkjijungcodeXxxxoon

    Baru x ini aq bc NC smbil ktw geli,,dan otu krn bang wookie. Haaaa satu2 Mmber suju yg aq sk krn suara vokal yg beda dr yg lain,,pny ciri khas aq sk. Klo wajah sih bys tp krn dy pnyanyi tntu aq nilai dr segi vokal dlu dong bru wajah beda klo aq ngidolain cwe,,,tw mksdq??smoga kalian tw,, fighting author. Aq sbnrnya lbi sk bc yg maincastnya jiyeon,,hee^_^

    • wah, makasih, chingu 😀
      yah, sebenarnya kami pun gak berniat bikin komedi, bisa dicek di type cerita yang kami ketik di awal cerita. ehehe.
      kamu fans wookie? sama dong ^^
      ne, ngerti kok maksudnya.
      sekali lagi, gomawo, chingu >.<

  22. wkwk wook oppa emg cute aaaa ngebayanginnya itu loh *melting

  23. maaf sebelumnya ff ini uda pernah di publis di blog nc lain ya ?

    saya pernah baca
    sama persis
    tapi egk hapal nama authornya

    • Iya, emang udah pernah di pos di blog lain sebelumnya, chingu 😀
      Kalo kamu pernah baca Sweet Whipped Cream dan Test Drive, karangan kami yang ada di sini juga, di komentar2nya ada penjelasan yang sama. 😀

  24. seru banget thor, coba dong sekali sekali dipost ff yang isinya, cewe ga bisa yadongan trus yang cowo yang ngajarinnya dengan perlahan 😀 seru loh thor. sumpah 😀

    • gomawo udah baca, chingu.
      ff kami yang judulnya Sweet Whipped Cream dan Test Drive itu begitu, kok (seperti yang kami request), kalo berminat, kamu bisa liat 🙂
      oh, iya, ff berikutnya (yang udah kami kirim ke yfi) juga kayak yang kamu request 🙂

  25. ryeowook oppa ^^ baru pertama ya??
    gugup bgt.tapi keren loh thor jeongmal-jeongmal daebak ^^ minta sequelnya dong,ditunggu ya ^^

  26. Baru nemu FF beginian(?)
    Ryeowook polos banget sumpah,baru pertama kali maen yah bang ? *plakk
    Ya allah itu ceweknya agresif sumpah .-.
    Daebak thor !! 😀
    kalo bisa dibikin sequel neh

  27. G cuma romance tp juga humor ny da。。 beda ma ff laeny yg kebanyakan cow dluan yg mlai 🙂
    keren eon、

  28. soojinwook218

    Ryeowook oppa..lugu tpi mau….hehehe…
    Aku suka..aku suka….
    next FF’a di tunggu ya… 🙂

  29. Ncnya keren thor bikin panas ‘-‘
    Sumpah , tapi gimana kedepannya gimana thor ? Need sequel nih thor 😀

    • Gomawo, chingu~
      Wah sequel ya?
      Ok, nanti sequelnya udah siap, akan segera dikirim ke yfi kok. Kalo kamu berminat, bisa baca ff kami yang lain 🙂 hehe

  30. OMO??

    saeeenggiiieee…..

    urrie wookie terlalu polooosss bin oon niiihhh

    hihihihihi….

    lucuuuuuu…

  31. mian min, aku bru komen. hehe.
    aduuh aku ketawa deh. beneraan. hehe. kirain yang ketawa2 bca ff ini cuma ak aja, ternyata banyakan. hihiiii. viiss…

    bgus kok, cuma geli aja, kenapa wook sepolos itu. dan kenapa yang harus merenggut “keperjakaannya” wook, harus cwek itu. kan harusnya aku. *plaak

    oke deh ditunggu yang castnya ryeowook lagi yah. 🙂 makasih

    • Halo, chingu. Wah, makasih udah bersedia ngomen. 😀
      Hehehe. Dalam pandangan kami selama ini, Wookie itu polos, jadi kami nyeritainnya begitu.
      btw, sekali lagi gomawo, chinguya~

  32. ahhhhhhhhhhhhh woooookieeeeeeeeeee suamikuuu……
    o.o
    gemeslahhhhh ma kau tuw….
    saya suka saya suka 🙂

    • annyeong, aya…
      wah, kamu ryeosomnia ya? 😀
      senangnya kalo kamu suka FF kami yang ini 🙂
      gomawo udah komentar, btw 😀

  33. o.. mo..
    kenapa aku jd berpikir Minrin yg cowok terus Wookie yg cewek ya? *gara2 baca fanfic author yg sebelumnya nih, kkk*
    cupcake? jd pengen makan cupcake coba, hehe, kaget td Wookie manggil cupcake, aku kira dia di kasih cupcake sama gadis tak taulah cpa, eh ternyata cupcake panggilan sayang.. ^^

    maaf authornim, ga bisa reply di komen2 sebelumnya jd reply disini, kkk..
    ternyata bener Minrin bukanlah cewek polos disini, hahaha..
    dan soal Yoochun, aku suka JYJ dan TVXQ, tp bias utama aku Jaejoong sama Changmin, hehe..
    ah! aku udah pernah baca beberapa fanfic author yg disini, tp lupa pernah baca dimana, terus pake ID komen apa, heehe, mian..
    yg pernah aku baca, Sweet Whipped Cream *insiden whipped cream tart*, Test Drive *tantangan gila di koridor waktu malam hari*, Lychee Dear *insiden saling berebut buah leci*, dan ini yg paling aku suka My Wife Is A Fanster *haha, sama sekali ga ada obat perangsang tp mereka konyol nganggep udah minum dan gara2 kipas angin batrei juga*..
    couple favoritku di fanfic author KyuChan dan ChangChan *dua biasku rebutan satu cewek coba, kkk*

    astaga! banyak banget komenku, mian, hehe ^^

    • waw… kamu beneran baca Let’s Make it Up juga
      senangnya~
      Fanfic kami yang sebelumnya yang mana?
      Let’s Get Ugly?
      Ne, cupcake panggilan sayang Wookie ke Minrin. Biar kedengeran cute doang maksudnya hehehe

      dan, huwaaaa…. #bercucuranairmata
      kami terharu kamu ternyata udah baca ff-ff kami yang kamu udah sebutin semua itu. makasih, nan_cho. kami pikir gak ada yang udah baca hampir semuanya kayak kamu. kebanyakan baca karena biasnya itu kan biasanya. kami sangat terharu :’)
      dan kamu masih ingat semua pula, huwaaa… #senang
      btw, btw, apa kamu udah baca Three Card Trick dan Take the Gloves Off? hehehe

      dan kamu suka KyuChan dan ChangChan??? #gegulinganriang
      kami senang mendengarnyaaa ><
      selama ini gak ada yang suka kedua couple itu, biasanya cuma salah satunya. tapi kamu… dua2nya! #hugs

      gapapa banyak2, chingu. kami sangat cinta komen panjang ^^
      sekali lagi, gomawoyo~~~~

  34. iya langsung baca, penasaran, eh ternyata bener si Minrin agresif sekali, hahaha..
    maksud Fanfic sebelumnya itu yg udah aku kasih komen seperti, The Fishing Pole Trap, Prank Phone Calls, yg notabene ceweknya polos, hahaha..

    ah lupa author, aku jg udah baca yg fanfic Parfume.nya Sungmin di KNC/Flying..
    Tp aku pake ID komen ‘leenawon’, hehe, yg masih mikirin pintu kamarnya, hahaa..
    aku belum baca 3 fanfic author disini, yg Three Card Trick, Beautiful Ugly, dan Take the Gloves Off.. ^^
    *seperti yg aku bilang aku memang anti fanfic dgn cast yg bukan Kyuhyun tp, kalo judulnya aneh dan bikin penasaran baru deh aku baca siapa pun castnya, kayak fanfic2 author* 😉

    KyuChan dan ChangChan aku suka, suka bgt, Kyuhyun dan Changmin adalah bias aku jd siapapun pairing cewek buat mereka aku suka *kecuali 2 cewek, dari agensi yg sama dgn mereka*, terlebih lagi 2 couple diatas emang seru..

    kyaaaa…
    aku komen atau balas ini, panjang banget jd kayak curhat…
    kayaknya ntar malem mau lanjutin baca 3 fanfic yg belum aku baca *wink
    thank you authornim, see you again~

    • Nah, kan, bener Minrin agresif. hehehe. Minrin nampil lagi nanti di Take the Gloves Off dan Beautiful Ugly. Dan, kami juga punya beberapa pairing cewek yang juga agresif selain Minrin ><
      Oh, ternyata ff-ff itu XD

      Room of Fume ya?
      oh, leenawon toh. iya, iya, inget hahaha.
      sekali lagi, kami terharu.
      silakan, silakan dibaca, nan_cho~

      Kebetulan kami proyek2 series kami banyak berkaitan ke KyuChan dan ChangChan. Tapi kalo series, kami publishnya di blog kami, nan_cho ^^
      Siapakah 2 cewek dari agensi yang sama itu? hohoho

      kyaaa… gapapa, nan_cho.
      seperti yang kami bilang, kami suka komen panjang ^^
      silakan dibaca ^^
      dan you're welcome, chingu~

  35. Wa~~~ Ryeo ku, dongsaeng ku yang satu ini, sudah dewasa ternyata.

    Bagus ceritanya Thor 😉 (y)

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: