I Love You..?

Jiyeon changwook ff nc yfi

Title: I Love You…? || Author: Hyejko Jung || Main Cast: Ji Chang Wook, TARA’s Park Jiyeon || Other Cast: Cha Seungwon, TARA’s Park Hyomin, TARA’s Qri || Genre: Romance, NC-21 || Length: Oneshot ||

DO LEAVE COMMENTS / LIKE. DON’T BE SILENT READER.

HAPPY READING! ^^

***

“Hahhhh!” Teriak lega Park Jiyeon yang berada di pojok kiri ku, ku lihat dia sedang bernafas lega dan mengipas-ngipaskan lehernya dengan sebuh buku. Bibirnya sungguh kering, sepertinya ia kehausan? Aku menghampirinya dan menempelkan sekaleng minuman dingin ke pipinya dari belakang. Ia menoleh

“Kau haus kan? Ige,” ujarku datar. Ia hanya mengangguk, dan langsung mengambil kaleng itu dan segera meminumnya.

“Gumawo sunbae.” ujarnya setelah meminum kaleng itu. Sepertinya ia sungguh kehausan, sekaleng minuman itu langsung habis sekali teguk, ckck. Aku terkekeh melihatnya.

“..wa.w..Waeyo?” Tanya nya gugup yang sadar bahwa aku menertawakannya.

“Ani.” ujarku singkat dan langsung meninggalkannya, berjalan mendatangi Seungwon ahjussi. Jiyeon benar-benar yeoja aneh, terkadang ia menjadi dingin, menjadi lembut, menjadi seorang yang menyedihkan, menjadi orang polos, ckck.

“Ahjussi!” panggilku

“ChangWook! Wae?” Tanya nya

“Ani. Akhirnya selesai juga drama MV T-ara ini, kuharap hasilnya memuaskan Huuhh!”

“Ne, kurasa actingnya Jiyeon yang paling bagus disini,”

“Tidak juga menurutku” ujarku cuek dan duduk disebelah Seungwon ahjussi

“Mwo? Tidak bagus katamu? Bahkan actingmu kalah dengannya menurutku,” ejek Seungwon ahjussi dengan tatapan jahilnya

“Ya ya! Tidak bisa seperti itu, biar bagaimanapun aku ini actor terbaik dan sudah sering bermain drama/film. Sedangkan dia? Aishhhh!” rengekku kesal

“Bahkan kau tak terima hahaha kau takut ia mengalahkan mu? Hey tenanglah! Dia kan penyanyi”

“Tapi perkataanmu tadi seperti merendahkan ku, ahjussi”

“Keundae, kurasa tak lama ia akan menjadi aktris terbaik dan berada bersama diposisimu, bukan kah kalian pernah bermain acting di film Death Bell 2? Kurasa kau tau seberapa bagus actingnya”

“Tapi actingnya kurang, menurutku” bela ku yang tak terima

“Hahahahhaha” tawa Seungwon ahjussi yang seperti mengejekku

“Ji Chang Wook” panggil sutradara Ham sembari menghampiriku

“Kau mau membintangi film ku tidak? Yang kemarin aku tawarkan?” Tanya nya.

“Ah ne! Aku terima”

“Baiklah kalau begitu, kau jadi peran utama pria ne? Lawan bermainmu di film ini adalah Park Jiyeon” ujar Sutradara Ham lagi sembari menepuk pelan pundakku

“MWO?” Tanya ku kaget. Yang benar saja? Bahkan usia Jiyeon masih 20 tahun, masa harus dia yang menjadi lawan peran ku yang agak ada adegan itu nya?

“Ne, dialah yang jadi peran utama wanita. Actingnya bagus sekali, aku rasa film itu cocok untuknya, dan akan booming. Sudahlah aku pergi dulu. Minggu depan kita sudah mulai Syuting, ne” perintah Sutradara Ham dan langsung pergi begitu saja tanpa meminta jawaban dariku

“Yak! Bagaimana bisa!” Erangku heran

“Hahahahhaha!” Tawa Seungwon ahjussi meledak.

“Bahkan kau sudah dituntut untuk beradu acting dengannya lagi hahaha” ujarnya lagi

“Aiisshh ahjussi hei! Berhentilah tertawa”

“Arraso, aku jadi semakin tak sabar menunggu hot news yang akan memberitakan tentang hubungan Ji Chang Wook, Aktor profesional berpacaran dengan Park Jiyeon Aktris profesional” ledek Seungwon ahjussi yang berhasil membuatku menolehkan kepalaku menatapnya seolah-olah ingin membunuhnya

***

3 Week Later…

“Mulai” teriak Sutradara Ham memerintah.

Aku memeluk Park Jiyeon dari belakang, ia menoleh dan tersenyum kearahku

“Oppa” panggilnya manja.

“Chagiya” ia membalikkan badannya dan memeluk ku erat

“Kenapa baru datang? Aku merindukanmu huh”

“Ada urusan chagi, kau sudah makan?” Tanyaku sembari mengusap rambut panjangnya dengan lembut. Ia menggeleng. Aku tersenyum. Ku cium keningnya dengan lembut.

“Kajja” aku menarik tangannya. Ku tolehkan kepala ku ketika ia melepaskan tanganku. Ia menggeleng pelan “aku tak lapar Oppa”

“Baiklah, sekarang mau ngapain?”

“Nonton film??” Tanya nya bersemangat

“Baiklah” jawabku tersenyum. Sekarang gantian ia yang menarik tanganku menuju kamarnya. Ani! Kamar yang sudah di persiapkan untuk syuting maksudku hahaha.

Aku hanya memperhatikannya ketika film itu dimulai, yah sesuai dengan yang ada di Skenario. Aku merebut remot yang ada ditangannya. Mematikan TV itu.

“Oppa, kenapa dimatikan?” Ujarnya kesal dengan wajah yang justru terlihat imut di mataku. Ternyata benar, actingnya sungguh bagus. Aku meraih tengkuknya dan mendekatkan wajahku kewajahnya.

Dan hap aku mendaratkan bibirku ke bibirnya. Dihitung ini sudah keberapa kali ya aku melakukan adegan Kiss di filmku? Ah aku lupa! Sudah terlalu sering rasanya.

Aku mulai melumat bibir mungilnya. Ia mulai membalas lumatanku. Ciuman ini semakin panas. Aku mendorongnya pelan untuk terjatuh tidur di ranjang ini sedangkan aku berada diatasnya. Seperti yang ada di skenario, aku mulai meraba-raba lekukan tubuhnya. Dan berhenti di payudaranya. Jujur saja aku tak tega untuk meremas payudara yeoja yang baru berumur 20tahun ini. Walaupun sudah cukup dewasa umurnya, tapi tetap saja menurutku belum cukup umur. Biasanya aku melakukan adegan ini dengan wanita berumur jauh lebih tua dariku. Tapi mau bagaimana lagi? Aku pun meremas pelan payudaranya.

“O…opp” panggilnya ditengah-tengah ciuman kami. Ciuman ku mulai turun ke lehernya.

“Ahhh” desahnya ketika aku mengisap kuat lehernya. Ketika mendengar desahannya, entah kenapa aku malah benar-benar terbawa suasana. Nafsuku mulai membara arghtt. Aku membuka satu persatu kancing bajunya. Payudaranya yang terbungkus rapih dengan bra nya itu mulai terlihat sebagian. Aku menghentikan aktivitasku membuka kancingnya dan menciumi dadanya.

“Oppa cukup” teriak Jiyeon seperti yang ada di skenario. Arghht kenapa di skenario harus berhenti seperti ini? Kenapa tidak dilanjutkan saja? Nafsuku benar-benar agak tidak bisa terkontrol. Dengan berat hati aku melepaskannya sesuai acting.

“Waeyo, chagi?”

“Jangan lakukan itu sekarang, Oppa. Kita belum menikah”

“CUTT!!” Teriak sutradara Ham

“Cukup bagus. Dan hei Ji Chang Wook! Sepertinya kau mendalami peran ya? Hahaha” ujar Sutradara Ham. Aku hanya menelan ludahku sendiri mendengarnya. Yang dikatakannya itu benar. Aku benar-benar terbawa suasana

***

2 Month Later

Hari ini adalah pesta karna telah selesainya film yang ku perankan bersama Jiyeon. Hah! Akhirnya selesai juga film ku dengan mantan maknae T-ARA itu. Ia cukup membuatku deg-degan! Yang benar saja, di Film itu banyak sekali skenario yang mengjaruskanku bersikap mesra dan ‘agak’ bermain dengan tubuhnya.

“Kau tidak mau minum, eoh?” Tanya Shi Yeon Noona, managerku.

“Tentu saja aku mau” elakku. Dengan segera aku mengambil sebotol wine, dan menumpahkannya ke gelas ku sampai penuh.

 

Aku berjalan linglung menuju lantai 2, menaiki tangga secara pelan-pelan.

Setelah selesai menaiki tangga, aku bergegas menuju toilet.

Aku hendak melangkah kan kaki ku kedalam toilet pria, tapi langkah ku terhenti ketika melihat seorang yeoja sedang terduduk lemas di didepan toilet wanita. Ku dekati yeoja tersebut.

“Hei, gwenchana?” Ia mendokakkan kepalanya yang menunduk untuk melihatku.

“Chang Wook Sunbae” gumamnya

“Park Jiyeon? Ada apa?” Tanyaku heran melihatnya tersenyum yang seperti senyuman licik, aku duduk didepannya sejajar dengannya. Dengan cepat ia menarik bajuku mendekat padanya. Aku terkaget ketika bibirnya menyentuh bibirku, melumatnya dengan rakus. Sekitar 10 detik aku mulai sadar dari kaget ku, segera ku balas ciumannya itu. Ia memeluk leherku erat dan beralih duduk dipangkuanku, aku yang sudah terikut dengan permainan ini ikut memeluk pinggang rampingnya.

“Hmpphh” desahnya ditengah ciuman panas kami. Tiba-tiba tangan kirinya yang memeluk leherku terlepas. Tangan kirinya mulai meraba-raba dadaku. Yeoja ini mulai nakal rupanya. Tangannya terus berjalan dan terhenti di Junior ku, ia meremas Junior ku dari luar celana. Aku kaget ketika ia mulai meremas Junior ku yang mulai tegang karnanya. Aku yang terhanyut dalam suasana lantas meraba-raba punggungnya, dan melepas resetling gaunnya sedikit. Ciumanku mulai turun keleher jenjangnya dan semakin turun dan terhenti di dadanya. Aku menciuminya secara nafsu yang membara

“Sunbae.. Jangan disini. Ini tempat umum” ujarnya mengingatkanku

“Kau benar, kajja” jawabku sambil menarik tangannya agar ia berdiri.

Brakk

Aku menutup keras pintu apartementku. Aku mulai memeluk pinggang Jiyeon lagi dan mencium bibir mungilnya itu, dengan segera ia meletakkan tangannya keleherku. Sambil berjalan, ciuman ini mulai kasar, lidah kami saling bertautan, aku sudah tidak tau saliva ku yang mana. Aku merebahkannya ke kasur, ku remas payudaranya pelan. Kuangkat badannya sedikit untuk membuka resetling gaunnya. Kutarik resetlingnya sampai benar-benar terbuka. Ku lepaskan ciumanku dan membuka gaunnya itu secara perlahan turun kebawah. Payudaranya yang masih terbungkus rapih dengan bra itu menyita perhatianku, aku langsung berhenti membuka gaunnya dan langsung membuka bra itu. Ku kulum payudaranya. Payudara yeoja ini montok juga rrr

“Arghhtt” teriaknya ketika aku menggigit putingnya

“Oppa sakit ahh” ujarnya lagi. Aku melepasnya dan tersenyum kearahnya, ku cium keningnya dengan lembut turun kehidung dan terhenti ketika dibibirnya. Ku kecup dengan lembut

“Mianhae”

Aku meremas payudaranya lagi sembari membuka gaunnya lagi sampai terlepas. Ku pandangi Celana Dalamnya yang berwarna merah. Segera ku raba Miss V nya itu. Ku tekan-tekan daerah senstifnya. Jiyeon hanya terus mendesah ketika aku menyentuhnya.

Segera kubuka Celana Dalamnya yang menutupi Miss V nya itu. Ku pandangi sejenak tubuhnya yang sudah full naked itu.

“Kau sexy” bisikku pelan tepat ditelinganya dan meciumi daun telingnya.

“Oppa kau curang!” Ujarnya sambil cemberut yang membuatku menghentikkan ciumanku.

“Waeyo?”

“Bahkan kau belum membuka baju mu speserpun” protesnya.

Aku melihat badanku sendiri, benar katanya. Aku sampai lupa untuk membuka bajuku

“Buka kan dong, chagi” pintaku manja

“Dengan senang hati” ia bangkit dan tersenyum jahil. Ia membuka jas ku secara paksa. Dan membuka kancing bajuku

“Hahaha. Kau sudah tak sabar, chagi” ujarku sembari menyisihkan rambutnya yang berantakkan ke belakang telinganya.

Ia menarik tanganku agar terlepas dari baju. Kini aku sudah half naked, dengan segera ia menjatuhkan ku ke kasur. Dan menciumi dadaku. Aku tersenyum geli melihat tingkahnya.

“Arghtt” teriakku ketika ia mengiggit putingku.

“Kau balas dendam, eoh?”

“Ne” sahutya tersenyum jahil

“Aigoo Park Jiyeon ternyata mulai nakal” ujarku tertawa kecil.

“Biarin bwekk” balasnya dan menjulurkan lidahnya ke arah wajahku. Ia mendekati wajahku dengan wajahnya. Ku pandangi wajah cantiknya dengan secara detail

“Kau cantik, chagi” pujiku dan segera menariknya jatuh terbaring dipelukanku. Menaruh kepalanya didadaku, mengusap-usap rambutnya pelan

“Kau baru sadar, eoh?” Tanya nya cekikikan

“Ne aku baru sadar. Padahal dulu aku lihat kau itu jelek sekali” ledekku dan langsung mendapat pukulan keras dilengkanku.

“Hanya bercanda hahaha”

“Jiyeon-ah” panggilku

“Ne” sahutnya

“Kau tahu? Ketika syuting adegan aku menciumi dadamu itu aku tak bisa mengontrol nafsuku. Aku hampir saja melantujkannya. Dan terhenti ketika tersadar”

“Aku tahu. Dan itu jelas sekali”
Ia mesejajarkan wajahnya dengan wajahku, menatap lembut kedua mataku. Ia meraba setiap inci wajahku dengan pelan, segera ku tarik kepalanya, kudekatkan bibirnya dengan bibirku. Melumat bawah bibirnya. Ia membalas melumat bibirku. Ciuman ini selalu ganas. Setara dengan nafsu kami, mungkin?

Ia melepaskan ciumannya. Aku agak kecewa ketika ia melepasnya, ia bangkit dari tubuhku. Menatapku lalu mengarahkan pandangannnya ke celanku, seperti memberi isyarat. Ku buka resetling celanaku. Ia membantu melepas celanaku. Hingga tersisa Celana dalam ku yang membalut Junior ku yang sudah membesar.

Jiyeon membuka celana dalam ku. Memegang Junior ku, mengocoknya pelan

“Good girl” pujiku. Ia melihat kearahku, lalu tersenyum. Jiyeon memasukan Junior ku kemulutnya. Mengemut Junior ku layaknya mengemut permen.

“Oppa, punya mu besar sekali”

“Tentu, agar kau puas nantinya” ujarku terkekeh dan mengusap rambutnya.

“Hmmpp” desahnya pelan. Dan terus menjilati juniorku. Ia meremas junior ku dengan pelan. Lalu berlalih ke twinsball ku, ia memainkannya. Cukup! Aku benar-benar sudah tidak tahan

“Jiyeon-ah, ayo kita mulai. Aku sudah tidak tahan..” Pintaku

“Ne oppa” sahutnya bersemangat. Dengan cepat kurebahkan Jiyeon, ku usap-usap missV nya, ku masukan 2 jari ku ke MissVnya dan mengubek-ubek lubangnya. Jiyeon terus mendesah ketika aku mengocok Missv nya dengan tempo yang sangat cepat

“Oppaa ahhh shhhh ahhhh”

Ku masukan satu jariku lagi, dan mengocoknya lagi lebih cepat.

“Arghtttt ahhhhhh” erangnya

Blurrr

Cairan kentalnya membasahi jari jariku, ku jilati jari-jariku yang penuh dengan cairannya. Ku jilati missVnya hingga benar-benar habis cairannya. Ku gigit klirotisnya. Ia mendesah keras

“OPPPA AHHHH”

Ku masukan lidahku ke lubang MissVnya, ku kocok dengan pelan

“Kau sudah tidak tahan, Jiyeon-ah?”

“Ne” sahutnya

“Chagi, apa kau masih perawan?” Tanyaku sembari mengusap lembut rambutnya.

“Ne oppa”

“Aigooo. Ku pikir kau sudah tidak perawan hahaha. Kalau begitu aku yang pertama bagimu?”

“Ne oppa. Kau sendiri? Masih perjaka kah?” Tanya nya menyelidik. Aku menggeleng

“Aku sudah pernah melakukannya dengan Noona-Noona. Tapi baru pertama ini aku melakukannya dengan yang dibawahku dan bersama yang perawan. Aku tak tahu rasanya bagaimana, dari yang ku dengar, bersetubuh dengan yang masih perawan itu lebih nikmat. Aku jadi tak tahan” ujarku lembut. Ku cium keningnya.

“Kita mulai, ne?”

“Pelan-pelan, oppa”

Aku mengarahkan Junior ku ke MissV nya, kurangsang dengan menyusuri MissVnya, ku masukkan Juniorku yang besar ke MissV nya yang sungguh sempit

“ARGHTTT” teriaknya kesakitan ketika setengah Juniorku mulai masuk. Juniorku benar-benar terasa di jepit. Sempit sekali!

“Tahan chagi” ujarku menenangkan

HAP

Juniorku berhasil masuk ke MissVnya, darah segar mulai mengalir. Darah perawannya mungkin?

Ia mulai menitikkan air matanya. Ku usap lembut pipinya, menyeka air matanya.

“Mianhae, sebentar lagi rasa sakitnya akan hilang. Tahanlah” ku cium lembut bibirnya agar rasa sakitnya tak terasa. Ia membalas ciuman lembutku, ku lumat bibirnya pelan, berhati-hati agar tak terasa sakit. Ia memeluk leherku, membalas lumatan-lumatanku.

“Masih sakit?” Tanyaku ketika ia melepas ciumanku. Ia menggeleng

“Kita mulai” ujarku tersenyum dan mulai memaju mundurkan juniorku di MissV nya dengan pelan.

“Faster Oppa”

Dengan cepat aku menggoyangnya dengan tempo cepat

“Ahhh shhh ahh eunghh ahhhh” desahnya yang seperti menggodaku, membuatku semakin bernafsu. Ku angkat kaki kirinya dan menaruhnya di bahu ku, ku maju mundurkan lagi lebih cepat. Kulihat payudaranya ikut bergoyang-goyang seiring dengan permainan ini. Ku lahap payudaranya dengan nafsu. Ia mengusap lembut rambutku

“Hmppph ahhh”

“Oppa…” Bisiknya

“Hmpphhh” sahutku sambil mendesah

“Aku ingin kel.. Ahhhhh ahhhhh”

Blurr

Seketika cairan ku dan cairannya menjadi satu dan berjalan memasuki rahimnya. Ku elap keringat yang ada diwajahnya. “Kau lelah?” Ia menggeleng pelan. Aku tersenyum

“Kalau begitu ayo yang ronde ke 2”

“Ne” aku melepas juniorku, ia bangkit dan menidurkan ku, sekarang posisinya woman on top. Ia duduk di perutku. Aku meraih tengkuknya dan menciumi bibirnya. Ciumannya beralih keleher ku, ia menciumi leherku. Ku usap rambutnya ketika ia menciumi lehernya. Entahlah aku suka sekali mengusap rambut yeoja ini.

“Chagi.. Ayo mulai lagi ke utamanya” pintaku manja

“Ne Oppa”

Aku membantunya memasukkan Juniorku ke MissVnya. Dan hap Juniorku berhasil masuk lagi ke missV nya, agak lebih mudah dari yang tadi.

“Argghht. Oppa kenapa masih sakit argghtt”

“Tahanlah.” Aku meraihnya dan memeluknya, mengusap-usap rambutnya, sembari menciumi pucuk kepalanya.

Kepalanya yang berada di dada ku, Jiyeon mencium dada ku dan tersenyum kearahku.

“Sudah tidak sakit?” Jiyeon hanya mengangguk membalasnya

Segera ku maju mundur kan Juniorku, agak lebih susah karna sekarang posisiku yang dibawah. Ia membantu ku dan menggoyangkan pinggulnya dengan cepat.

“Ouuuhh ahhhhhhh”

“Shhhhh ahhhh”

Desahannya memenuhi ruangan, aku hanya sedikit mendesah.

Payudaranya bergoyang, membuatku yang dibawahnya tergoda, ku remas payudaranya itu.

“Ahhh” leganya ketika cairan kentalnya sudah keluar.

“Aku belum, tunggu sampai aku keluar, ne?”

BLURRR

Tak lama cairan sperma ku keluar, ia melepas juniorku pada MissV nya, ku rebahkan dirinya ke pelukanku. “Kau lelah, hmm?” Aku merasakan bahwa ia telah mengangguk di dadaku. Aku hanya mencium pucuk kepalanya “Tidurlah, dipelukan ku saja”

“Ani. Aku berat, kasian kau yang terebahi” tolakknya dan lansung bangkit, ia menidurkan dirinya tepat disamping kiriku.

“Hahahah aku ini kuat, Jiyeon-ah”

“Sudahlah, begini saja lebih baik?” Ujarnya sembari memeluk perutku dengan erat.

“Yasudahlah” pasrah ku dan ikut memeluknya erat, menaruh kepalaku diatas kepalanya.

***

Sinar matahari mulai mengganggu tidurku. “Hooamm” gumamku

“Mwo?” Pekikku ketika melihat seorang yeoja sedang tidur dipelukanku. Aku sama sekali tidak melepas pelukanku padanya

Apakah aku bermain lagi semalam dengan yeoja? Ingin rasanya aku mengangkat wajahnya dari dadaku untuk melihat siapa yeoja yang bermain denganku semalam. Apakah noona lagi?

“Hmmmm” ia mulai menggerakkan badannya. Ia mengangkat wajahnya

“Jiyeon-ssi?” Tanyaku kaget ketika yeoja yang tidur bersamaku adalah, Park Jiyeon

“S..sunbae?”

“AAAAAAAA” teriaknya ketika menyadari tubuhnya yang full naked dan hanya tertutupi selimut, ia melihat ke sekitar. “Aku dimana?” Gumamnya

“Ini apartement ku” jawabku sambil terus melihat kearahnya

“Apa yang kau lakukan padaku semalam” ujarnya lirih dan matanya mulai memerah

“Arghht” erangnya seperti merasa kesakitan. Aku menaikan satu alisku heran.

“Entahlah aku pun tak tahu”

“Gwenchana?” Tanyaku ketika ia semakin kesakitan. Tak tega melihatnya, segera ku peluk lagi yeoja ini untuk menenangkannya. Tapi dengan cepat ia menolak dan menjauh dariku.

“Jangan sentuh aku” teriaknnya sambil menangis.

“Mianhae” aku menyeka air matanya yang berjatuhan dipipinya. Jiyeon menepis tanganku

“Arraso. Aku mandi dulu. Sekali lagi mianhae kalau aku melakukan itu padamu, karna semalam aku benar-benar diluar kendali” ujarku dan langsung berlari kecil ke kamar mandiku.

“Arghtttt” teriakku kesal. Bagaimana bisa aku menidurinya? Aku mulai mencoba mengingingat kejadian semalam. Susah sekali mengingingatnya. Aku hanya mengingingat ketika aku memainkan inti permainan itu, desahannya mulai memenuhi otakku. Darah yang mengalir pun mengingatkanku. Astaga! Aku sudah mengambil milik berharganya sebagai wanita.

Ku langkahkan kaki menuju kamar, kulihat kasurku tidak ada lagi dirinya. Mungkin ia sudah pulang?

***

Semenjak kejadian itu, Jiyeon tidak pernah menyapaku, ketika aku mendekatinya ia langsung menjauh. Ia mungkin masih marah padaku? Jujur saja ini semakin membuatku merasa bersalah padanya. Ingin sekali rasanya aku memeluk pinggangnya dan mengatakan bahwa aku rindu pada kejadian malam itu. Aku hanya terus memandanginya dari jauh. Ini adalah launching filmku dengannya. Ia tertawa dengan lepas bersama unnie-unnienya dari T-ARA, aku hanya memandang lemah kearahnya

“Ada apa?” Tanya manager ku

“Ani”

Dengan secukup keberanian, ku dekati dirinya.

“Chang Wook! Apa kabar?” Sapa Qri noona ketika melihatku. Jiyeon langsung melihat kearahku. Seketika pandanganku dengannya mulai bertemu

“Jiyeon-ah” gumamku pelan. Ku pandangi matanya yang penuh dengan kehampaan? Ia langsung menarik Hyomin dan beralasan ingin pergi ke toilet.

***

Setelah ku dapatkan, alamat apartement Jiyeon. Segera ku datanginya, aku ingin menjelaskan, dan meminta maaf padanya. Aku sudah lelah, aku benar-benar merindukannya! Tidur dengannya membuatku benar-benar merasakan sesuatu yang beda.

Ting Tong

Seorang ahjumma keluar dan mempersilahkan aku masuk.

“Jiyeon dimana?” Tanyaku

“Nona Jiyeon sedang dikamar. Tunggulah sebentar karna ia masih tidak bisa diganggu”

“Gwenchana. Dimana kamarnya? Aku kekasihnya” bohongku untuk bisa melihat keadaannya.

Aku membuka pelan pintu kamarnya, agar ia tak terganggu.

“Hiksss! Hikkss” tangisnya. Ingin rasanya ku peluk dan menenangkannya. Aku hanya melihatnya yang sedang terduduk dibawah dan bersandar di kasurnya, membelakangiku.

“Aku tak ingin ini. Bagaimana dengan karir ku? EOTTHEEEEE!!!!!! Hikks”

Aku mulai geram, ada apa dengannya. Ia melempar benda kecil dan terjatuh diujung meja yang didekat TV. Aku melangkahkan kaki mengendap-edap. Agar tak terdengar olehnya. Ku ambil benda kecil tersebut.

Alat tes kehamilan yang teruliskan tanda +, ia hamil? Omooooo!

Segera ku hampirinnya dan memeluknya.

“Jiyeon-ah, mianhaee” ujarku sembari memeluknya. Ia terus meronta-ronta ingin melepas pelukannya, namun aku terus memeluknya dan menahannya, setidaknya kekuatan ku lebih besar darinya. “Jiyeon-ah.. Mianhae mianhae mianhae”

“Ini bukan salahmu. Aku tak marah denganmu. Aku menjauhi mu karna aku merasa malu pada diriku sendiri” ujarnya lirih yang mulai pasrah dipelukanku

“Waeyo? Ini salahku. Aku yang menghamilimu”

“Aku yang merangsangmu untuk melakukan itu, kau ingat? Ini bukan salahmu. Tapi diriku sendiri” tangsinya semakin menjadi-jadi.

Ku peluk terus tubuhnya, ikut menangis bersamanya.

“Mianhae. Aku janji, aku akan bertanggung jawab untuk anak itu. Kau tak salah, kita sama-sama dalam keadaan diluar kendali, dan itu sudah terjadi”

“Gumawo ss.sunbae”

“Sunbae?”

“Oppa!”

“Begitu jauh lebih baik” ujarku sembari mengelus pelan kepalanya, ku rebahkan dirinya ke kasur.

“Istirahatlah” perintahku. Ia tersenyum kemudian menggenggam tanganku.

“Wae? Apa kau ingin membuat anak kita lagi agar menjadi dua? Mari kita lakukan lagi” ujarku sembari tersenyum jahil dengan segera ia mencubit tanganku.

 

End

 

Terimakasih bagi yang sudah mau membaca ff yang hancur seperti ini..

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 30/07/2013, in OS and tagged . Bookmark the permalink. 55 Comments.

  1. bikin sekuel nya dong

  2. mantabb~~~~~~~~~~bb

  3. jinaninuneno

    Omoooo…
    Bagus critanya .apalgi jiyeon cast nya .semngt bacanya .hahahaha

  4. ParkjijungcodeXxxxoon

    Ommo,,ji chang wook yg mna,,apa yg cwok cool dideath bell itu yg bda skolh ma jiyeon??Ffnya keren,,,aigoo than nafas bcnya,,*_*

  5. Wahhh cast yg ak tunggu tunggu, kpn* jiyeon sm kyuhyun dong thor. Pgn banget soalnya..

  6. ParkjijungcodeXxxxoon

    Bwt ff yadong yg lainya,,yg pntg maincastnya jiyeon pst aq bc,,,dan g bakal bosen. Tp ngomg2 klo direal life g mgkn jiyi bkal ambil peran didrama aplgi ada adegan bgtu,,slma ini emg jiyi meranin tkoh yeoja yg srg beradegan romance scene dg namja lawn mainya g kan,,,dy cnderug ambil peran yg yeoja kuat,trs misterius bhlan jd hantu,,,aigoo tp aq sk drpd mlkukan tomance scene didrama mndig lakuin ma pcr,,jgn aq g rela jiyi dpt scene bgtuan palagi kiss scene andwaeyo,,!!!!!

  7. bagus min,alurnya juga rapi ^^

  8. Firly Kpopers

    omo 20 tahun ? —
    muda bngt th, thor
    tp gpp lumayan, btuh sequel sih><

  9. wuiihhh.. kece .. but tetep harus sequel .. sippppp

  10. daebakkkk auuuu by:exo heee… inn magh btuh sequelll pngen sequel thorrr ap lgi klo sequel’a brchapter hee

  11. reginamegavinliya

    daebak thor,tapi mereka in love gak sebenernya??

  12. Hahaha…
    Bagus thor..

  13. Bagus ‘-‘)b

  14. Manis banget..buat sequelnya dong

  15. Bagus^^

  16. Unha azhari

    Good…
    Apalagi main castnya jiyeon…
    Tapi agak gmna gitu klo jiyeon yng mulai duluan….kekeke
    d tnggu thor ff jiyeon yng lain….
    Jgn lma” yaaaaa…. 🙂

  17. sequel thor

  18. Hahaha,gak rela jiyi main film beradegan gitu,hohoho coba am minho.

  19. LiaHeechul_Elf

    Daebak :*

  20. sequelnya dongs 😀

  21. Bagus banget ceritanya! Keep writing! 😀

  22. auliafirda7_af

    wuaahhhh… keren thor, meskipun aku belum pernah liat muka pemeran namja nya, tpi aku udah suka bgt sama karakternya.. jiyeon juga dapet karakternya.. pokoknya hot deh!!

  23. Keren!

  24. so sweet…..tp bingun….knp jiyeon bisa se agresif itu….?

  25. Nice job.

  26. Bagus!! Buat ff lgi ya, main cast nya Jiyeon ama Myungsoo infinite kekeke

  27. Ceritanya baguuuuusssss ><

  28. Titania Blackjack~VIP~Baby (@RapperTita7_BA1)

    bagus thor ffnya! 🙂
    sequel juseyo thor jebal :3 ne?:)

  29. Uhlalal~ :3
    Hot juseyo~
    (•̪ -̮ •̪♈̷̴) DK tunggu thequelnya *peyuk Temtem(?)*

  30. Lanjutannya dong, seru 😀

  31. bagus ff nyaaa…. cuma, bagian terakhirnya kok rada mirip sama ff yang judulnya ‘Innocent Man’,yang ada di blog ini juga ya?

  32. Hahha bener2 yadoong #plak ckckkck
    Tp lucu endingnya , daebakk thor

  33. Wien Yeppeo

    seru,,, ceritanya menarik,, oya, itu yang jadi cover MV nya T-ARA yang judulnya apa ya ??? pengen liat dehh,,

  34. Alurnya agak kecepatan nieh. Disini umur chang wook brp, bedanya jauh sama jiyeon. Ceritanya bgs n sayang sich dibuat one shoot. Good job ya

  35. Ending nya ngakak min , tapi over all keren tinggal squel aja yg belum 😀

  36. good,,
    i like it….

  37. dezztie soha'alikaif zahrotussita

    aigoooo jinjja butuh sequeeeellll jebaaalllllll…. 🙂
    ayo donk…Kkk

    neext q tunggu ff NC lainnya dengan cast jiyeon ya…hehehe
    law bisa MINJI doooonkkk..Kkkk
    Krisyeon jga boleh…hahaha#yadonk akut#
    pokokny q tunggu ff Nc jiyi yang lain…hahah

  38. wuih, mau di kembarin tuh

  39. Akhirnya sweet

  40. Omooo!!!! O.O

  41. Ifahsiwonest

    Huahhh Daebakkk
    Sequel dunk..
    Pengen tau kehidupan mereka kalo udh nuikah hhhee

  42. Jd mreka sling mncintai pa ga!?
    squell dong!!
    😛

  43. Good story..

  44. kaget……… banyak yang gue skip pas bacanya haha. tapi lu hebat bisa bikin ff nc. nice! 🙂

  45. eunji_pinkPanda

    hehe… ada lucunya, hotnya, dan nikmat bgt dech! 🙂

  46. Rebecca Nathalie

    Author..bikinin sequel nya dong..
    aku seneng banget sama couplenya

  47. waduh kaget aku pas bacanya.tapi untung dia mau tanggung jawab

  48. Minnn sequel donggg huhuhu:( kereeenn gara2 ff ini aku makin cinta ama oppa chang hahaha

  49. shin in hwa

    keren thorr
    bikin skuel nya dong . daebak
    😀 hahaha …..

  50. Paling suka sama FF ini thor.. Buat lagi yg cast nya jiyeon donk thor.. Sama minho, myungso ato Chang wook juga gak ppa.. Pénting main cast nya jiyeon sama salah satunya yg aq sebutin di atas thor.. Pasti bakal rajin baca FF di sini.. Hheeee..

  51. hot bgt adegan nc.a,,,,hhhh

  52. kiss masih okk tpi klo di pegAng2 gitu jngn sampe dong..

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: