Hey Sunbae

baekyun ff nc
Author                  : ydghyuk
Tittle                      : Hey Sunbae
Cast                       : Byun Baekhyun, Kim Yoo Ri, Kim Jong In
Type                      : NC17, Yadong, One shoot
***
FF ini terinspirasi dari masa orientasi siswa di sekolah saya *nama sekolah disamarkan (?)* -_-v. yang sangat terkenal dengan keganasannya haha -_-v terimakasih buat admin yang sudah mau memposting FF aneh ini, hehe
***
Kim Yoori’s POV
“bodoh, kau akan lebih menderita jika tidak mengikuti masa orientasi lusa. Aku tidak akan mau menjadi kakakmu saat aku berada di sekolah”
“manusia macam apa kau ! kau senang jika aku di bully dan diteriaki habis-habisan oleh mereka?! Kau itu benar-benar kakakku bukan sih?!”
“percuma saja kalau kau menghindar dari masa orientasi, setelah semua itu selesai kau akan tetap menjadi buronan para senior. Aku sudah memperingatkanmu, aku tidak akan mau menanggung semua penyesalanmu. Sudahlah, biaya telfon internasional mahal. Selamat menderita~”
Sambungan telfon terputus begitu saja. Sial, aku kabur ke Jepang karena malas mengikuti masa orientasi atau apalah itu. Jika tidak Ayah yang meminta ku untuk bersekolah di sana, maka aku tidak akan gelisah seperti ini.
Victory High School, satu-satunya sekolah menengah atas yang mengadakan masa orientasi khusus bagi siswa baru disana. Aku tau masa orientasi disana sudah terkenal dengan uji mentalnya yang sangat  ganas. Dulu Jong In oppa juga mengalaminya, namun sekarang giliran ia yang menjadi panitia masa orientasi itu dan aku tau tujuan sebenarnya adalah balas dendam pada adik kelas -_-
Terkutuk, lusa pasti aku akan menjadi sasaran empuknya. Aku hanya berharap ia tidak memberitau teman-teman panitianya bahwa aku adalah adiknya. Itu adalah salah satu hal yang sangat tidak menguntungkan bagiku.
***
2 days later ..
Pagi-pagi buta aku harus menyiapkan diriku untuk mengikuti masa orientasi yang mengharuskan siswa baru untuk datang pukul 6 pagi. Aku tau si Jong In sialan itu sudah berangkat 2 jam lebih dulu dariku karena ia adalah panitianya.
Setibanya di sekolah, aku melihat sudah banyak siswa yang berkumpul di depan gerbang masuk. Mereka sibuk memperdebatkan apa yang akan dilakukan para sebas –yang merupakan sebutan bagi para panitia masa orientasi yang berarti senior dua belas (?)- kepada mereka. *author ngaco -..-
Aku menyandar pada tembok tepat disebelah gerbang, sembari menajamkan indra pendengaranku.
“aku dengar, sebas itu sangat kejam”
“benar, bahkan dulu unnie ku sampai menangis karena diteriaki oleh mereka”
“oh benarkah? Dan sekarang aku sangat takut. Salahsatu kakak dari temanku juga pernah menjadi target operasi 25 sebas, ia diteriaki 25 sebas sekaligus. Kira – kira tahun ini siapa ya yang menjadi target operasi?”
“sangat menakutkan. Kuharap bukan aku yang mereka pilih”
Mendengar penuturan mereka, aku juga ikut bergidik. Aku tau bahkan para sebas bisa lebih kejam dari itu.
BRAAKKKK !!
Suara dobrakan pintu terdengar sangat keras, pintu gerbang pun terbuka lalu tak lama kemudian terdengar suara teriakan – teriakan yang aku yakin itu adalah suara para sebas. Para siswa baru bergegas berlari ke dalam sekolah. Penderitaan pun dimulai..
Para sebas berkumpul didepan kami dengan wajah garang, seperti ingin memakan kami semua. Dan diantara para wajah garang itu, terlihatlah sosok nista kakak laki-lakiku yang menatap tajam ke arahku. Sial.
“Kami.. adalah .. 25 senior dua belas .. yang akan .. membimbing kalian .. dalam .. masa orientasi tahun ini..”
Ucap salah satu sebas dengan nada yang sengaja diputus – putus olehnya. Mereka tidak akan pernah tersenyum dihadapan para siswa baru.
“kalian .. harus .. mencari nama kalian.. di kertas yang saya pegang saat ini.. untuk mencari tau.. dikelas mana kalian akan diterima..”
“namun .. kalian tidak boleh .. melewati batas .. yang ditandai oleh garis hitam .. disekitar saya. Kalian mengerti?”
“….” Tak ada satupun yang berani menjawab. Bahkan akupun hanya menutup rapat mulutku. Terlihat beberapa sebas datang mendekati kami dengan wajah seramnya.
“DASAR BODOH ! KALIAN TULI?! JAWAB KATA-KATA SEBAS !! DASAR BATU !!” teriak para sebas disekitar kami. Membuat kami ketakutan.
“kami mengerti !” ucap kami serempak dan segera berlari menuju kertas yang dipegang oleh sebas. Aku berada di deretan paling depan dan segera mencari namaku.
Namun sangat sulit, sebas itu mengangkat kertas itu tinggi sehingga kami kesulitan membacanya. Aku pun memilih untuk berbalik kebelakang namun ternyata terlalu banyak orang dibelakangku. Sial, bagaimana ini?
Tepat di ujung sepatuku ada garis hitam yang tidak boleh kuinjak. Dorongan orang – orang yang berada dibelakangku sangat sulit dikendalikan dan pada akhirnya … aku menginjaknya. Oh Tuhan.
Kilatan mata seorang sebas dihadapanku, membuat para sebas lain memperhatikanku dan mendekatiku. Semua siswa menjauh, dan aku bergerak mundur. Siapa saja, tolong aku..
“BODOH ! KAU TAU APA YANG KAU INJAK TADI?! KAU DENGAR TIDAK APA YANG KUBICARAKAN TADI?!”
“JANGAN MACAM-MACAM ! KAU HANYA SISWA BARU ! BODOH !”
Semua sebas mengerumuniku, mereka berteriak tepat ditelingaku, didepan wajahku, bahkan dibelakangku. “aku tidak melihatnya”
“BAHKAN KAU TIDAK MAU MEMINTA MAAF ! JANGAN MERASA DIRIMU BENAR ! BODOH !”
“KAU MAU MENCOBA MENCARI GARA-GARA KAN?” aku menoleh ke arah suara itu, Kim Jong In. Berani-beraninya kau.
“APA?! BERANI – BERANINYA KAU MEMANDANGIKU SEPERTI ITU ! KAU PIKIR KAU SIAPA?! HAH?!” teriaknya lagi dan lagi. Sepertinya gendang telingaku akan pecah.
***
“sepertinya aku akan menjadi target operasi tahun ini”
Hal itu berputar-putar dikepalaku. Setelah kejadian tadi, rasanya aku ingin membeli penyumbat telinga. Suara mereka terbuat dari  apa sih?!
Setibanya dirumah, aku sangat ingin tidur. Namun rasanya tidur 1 jam saja aku harus bersyukur, karena sebas memberikan banyak tugas essay yang harus dikumpulkan besok. Belum lagi tugas untuk membeli barang – barang.
“Yoo Ri-ya, ada yang bisa aku bantu?”
Ucap si Jong In, semenjak sore tadi ia terus saja meminta maaf atas kejadian tadi. Percuma, besok dia pasti akan meneriakiku lagi, bahkan aku menduga dia pasti telah mengusulkanku menjadi target operasi.
“beritau saja dimana aku harus membeli barang-barang yang dibawa besok”
***
Sudah pukul 9 malam, dan aku harus berpetualang di sebuah supermarket untuk membeli barang – barang yang ditugaskan.
Setelah mendapatkan semuanya, aku segera ke kasir untuk membayarnya, dan sayangnya antriannya sangat panjang.
“aishh.. apa tidak ada kasir yang lebih sepi?! Ck” umpatku kesal sembari menghentak – hentakkan kakiku. Membuat seorang laki-laki yang berada disebelahku memperhatikanku. Ia menggunakan masker, topi, dan jaket seperti teroris saja.
Aku menoleh ke arahnya, “apa?! Kau marah karena aku menghentak- hentakkan kakiku?! Hah?!”
Ia tak menjawab, dasar tuli. “ya ! kau tuli?! Kau sekolah dimana sih?! Sekolah mana yang mengajarkan muridnya untuk mengabaikan pertanyaan orang lain?!” aku hendak mendorongnya, namun tangannya lebih cepat menahan pergerakan tanganku. Aku tertawa sinis, namun aku langsung terdiam setelah melihat darah yang ada di punggung tangannya. apa dia baru selesai membunuh orang?
Laki-laki itu membeli plester luka lalu pergi begitu saja. Dasar orang aneh !
***
Hari kedua masa orientasi ..
Aku memasuki kelasku dan duduk di deretan terdepan. Para siswa di kelasku nampak tegang, aku mengedarkan pandanganku ke seisi kelas dan yang terlihat hanyalah raut wajah memohon. Kalian pasti tau apa yang mereka harapkan. Untuk tidak menjadi target operasi ..
Setelah menunggu beberapa menit, beberapa sebas memasuki kelasku. Seperti biasa, dengan wajah garang.
Mereka memperhatikan satu persatu wajah kami. Lalu salah satu di antara mereka berbisik pada sebas lain lalu pergi meninggalkan kelas.
Tak lama kemudian, sebas itu kembali. Namun diikuti oleh 3 orang laki – laki yang menggunakan jaket hitam.
“3 orang disamping saya .. adalah.. co sebas.. dan .. yang berada ditengah merupakan .. ketua sebas”
Sepertinya bukan hanya aku siswa yang shock mendengarnya. Jika co sebas sampai datang ke kelas ini, itu artinya target operasi berada di kelas ini. Kumohon, bukan aku ..
“bagi siswa .. yang bernama ..”
Jantungku semakin berdebar, sebas yang berbicara itu sengaja menghentikan kata-katanya sejenak.
“Kim Yoo Ri, harap mengacungkan tangannya”
DAMN ! KIM JONG IN ! AKU AKAN MEMBUNUHMU !
Dengan gemetar, aku mengangkat tanganku ke udara, seisi kelas memperhatikanku.
Ketua sebas berjalan mendekatiku. Matanya melotot seperti ingin keluar. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Matanya menatap tepat di kornea mataku. Aku tidak akan selamat ..
“SEBUTKAN SIAPA NAMA SAYA !” teriak ketua sebas itu tetap di depan wajahku, matanya sama sekali tak beralih. Jong In sempat memberitau ku nama ketua sebas. Ya, entah aku tak tau kenapa dan tanpa aku bertanya padanya. Dan detik ini aku tau maksud si Jong In sialan itu.
“Ketua Sebas B.. byun .. baek.. baekhyun” jawabku terbata-bata. Matanya semakin melotot. Kenapa? Apa aku salah?!
“DASAR BODOH ! DARIMANA KAU MENGETAHUI NAMAKU?! LANCANG KAU MENYEBUT – NYEBUT NAMAKU ! BODOH !”
“ta.. tapi, tadi kau yang menanyakannya” aku berusaha membela diri, namun ia malah memukul dan menendang mejaku.
“BERANI – BERANINYA KAU MELAWANKU ! KETUA SEBAS SELALU BENAR !”
Ia menarik lenganku keluar kelas, diikuti oleh sebas yang lain dan kulihat  sebas lainnya telah menanti di lapangan.
Semua sebas berlari ke arahku, mereka memaki-maki ku dan mendesakkan tubuhku. Ohh aku akan mati hari ini.
Terlihat seorang sebas membawa tas ku, ia mengeluarkan semua isi didalamnya hingga jatuh berserakan. Ketua sebas lalu mengambil sebuah buku, dan itu adalah tugas essay ku. Ia membacanya sekilas lalu menatapku tajam, “BODOH ! TUGAS MACAM APA INI?! KENAPA BERANTAKAN ?! BISA MENULIS DENGAN BENAR TIDAK?!”
Ia menyobek-nyobek buku itu lalu menendangnya ke arah lain. Oh My God, tugas itu kukerjakan semalam suntuk !
Sebas lain menendang tugas barang yang ku beli kemarin malam dan menginjak-injaknya. Mereka manusia  terkutuk -_-
Lagi – lagi ketua sebas menghampiriku. Ia menyeretku kembali ke kelas dan mendorongku ke papan.
Semua siswa menjadikanku bahan tontonan, si ketua sebas mendorong dahiku dengan jarinya. Namun aku terkejut, melihat ada luka di punggung tangannya. Luka itu sepertinya masih baru, dan aku kembali teringat kejadian semalam …
***
Saat melewati gerbang sekolah, semua siswa mulai memperhatikanku. Mereka berbisik-bisik ke temannya sambil melihat ke arahku. Ahh kenapa aku bisa sangat sial !
Ketua sebas itu pasti ingin memakanku hidup-hidup. Arrgghh..
“tenang saja, besok adalah hari terakhir, haha”
Tawa nista Kim Jong In menggema ditelingaku. Orang ini benar-benar ..
“ YA ! kenapa kau tega sekali pada adik kandungmu sendiri?! Tega sekali kau menjadikanku target operasi ! mulai sekarang kau bukan saudara ku lagi ! enyah kau dari hadapanku !”
Aku berteriak sekeras mungkin, tidak peduli jika pita suaraku akan putus. Jong In tertawa lagi, ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjitak kepalaku.
“aku ingin kau belajar menjaga sikap dengan orang lain. Kau pikir aku tidak tau? Kemarin saat di kasir supermarket kau memarahi orang tanpa alasan yang jelas kan? Dan ku yakin pasti kau sekarang sudah tau siapa orang itu. Hahaha”
“tapi tidak dengan menjadikanku target mereka !”
“haha, kalau soal itu, maaf saja. Aku hanya ingin melampiaskan kekesalanku dulu saat aku berada di posisimu hahaha !”
Laki-laki itu segera berlari tepat sebelum aku melemparinya piring yang ada ditanganku. Bahkan makan saja rasanya tidak nyaman.
***
Hari terakhir masa orientasi ..
Semua sebas itu berlutut dihadapan kami. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Mata mereka berkaca-kaca. Hahh .. air mata buaya.
“kami bersalah. Kami memang tidak pantas membimbing kalian. Kami minta maaf” ucap salah satu sebas sambil menangis. Diikuti oleh sebas lainnya yang menghampiri kami satu persatu dan memohon maaf pada kami.
Ini memang sudah skenario mereka. HA !
Ketua sebas mendekatiku. Ia tersenyum seperti malaikat, ah tidak, ia benar-benar seperti malaikat jika tersenyum seperti itu. Tapi bagaimanapun juga, aku tetap membencinya !
“kumohon, maafkan aku” ketua sebas itu lalu memelukku. APA INI?! Kenapa sampai seperti ini?!
“eh, sudahlah. Tolong lepaskan” aku mendorongnya dan ia tetap tersenyum. Dasar gila !
“kau mau memaafkanku kan?” kali ini ia menggenggam tanganku. Ah sial, sekalipun kau menciumku, aku tidak akan pernah memaafkanmu ! arh apa yang kupikirkan !
“tidak.” Jawabku singkat. Ia terkejut, dan puluhan pasang mata pun ikut terkejut mendengarnya? Apa?! Kalian tidak tau rasanya dikerjai seperti kemarin !
“aku mohon” dan sekarang ia berlutut. Menatapku dengan mata berbinar. Arrgghh cukup !
“TIDAK !” aku melantangkan suaraku. Kini raut wajahnya berubah seram. Ia menatapku dengan mata berkilat lalu pergi begitu saja. Haha, aku tau dia tidak meminta maaf dengan tulus. Semuanya sudah direncanakan.
***
Hari – hari selanjutnya adalah hari dimana aku memulai pelajaran yang semestinya. Tidak ada lagi suara sebas sebas sialan itu.
“Baiklah, saya kira untuk hari ini cukup sekian ..” ucap guru yang baru saja selesai mengajar dikelasku. Aku buru-buru keluar kelas agar tidak turun hujan saat nanti aku berjalan pulang.
Namun langit tidak berpihak padaku, hujan turun sangat deras dan sialnya lagi, aku lupa membawa payung.
Aku menunggu di depan lobi sekolah, sedikit demi sedikit siswa yang masih menunggu hujan pun berkurang. Baru selangkah kakiku mencoba untuk menerobos hujan itu, seseorang menyodorkan sebuah payung padaku.
“cihh.. pakai saja payung itu sendiri”
Aku tertawa sinis dan menepis payung itu.
“aku naik mobil”
Ia kembali menyodorkan payung itu. Aku mengacuhkannya dan berjalan menjauh dari orang itu. “kenapa kau masih marah? Aku sudah meminta maaf padamu. Bahkan sampai berlutut”
“jadi menurutmu, aku harus merasa bahagia dan berterima kasih padamu setelah kau mempermalukanku di depan banyak orang? begitu? Haha lucu sekali”
“kau pun harus meminta maaf padaku”
“apa?!”
“kau memarahiku tanpa alasan”
“cihh jangan harap”
Aku berlari menerobos hujan. Bisa-bisanya ia menyuruhku minta maaf.
***
“ya ! kenapa kau menerobos hujan?! Kenapa tidak menunggu hingga hujan reda?! Kau bodoh atau idiot sih?!”
Ia mulai berteriak seolah-olah masih menjadi sebas. Orang-orang disekitarku memang benar-benar memuakkan.
“ada orang menyebalkan. Aku tidak mau lama-lama berada di dekatnya”
“siapa kau bilang menyebalkan?!”
“siapa lagi kalau bukan si byun itu”
Jong In menjitak kepalaku kesal dan melipatkan tangannya di depan dada. Ia menatapku sambil menggelengkan kepalanya.
“kau tau?! Dia bahkan sampai berlutut meminta maaf padamu ! baru kali ini seorang ketua sebas menekan harga dirinya untuk berlutut meminta maaf ! dan .. apa kau tidak ada niat untuk minta maaf padanya?! Kau juga bersalah ! bahkan jika aku menjadi ketua sebas, aku sama sekali tidak akan mau mengucapkan kata maaf padamu !”
Jong In masuk ke kamarnya setelah menceramahiku lalu membanting pintunya dengan keras. Apa aku memang keterlaluan?
***
Siang ini aku menghabiskan waktuku di perpustakaan, saat ini di kelas sedang mendapatkan pelajaran kimia. Aku sangat membenci pelajaran itu jadi kuputuskan untuk memotong jam pelajaran dan tidur di perpustakaan ini.
Entah mungkin karena terlalu lelap, aku tertidur hingga jam pelajaran sekolah usai. Ahh .. semenjak masa orientasi itu, ini hari pertama aku tidur sepulas ini.
Aku berjalan pelan ke arah pintu perpustakaan. Ku edarkan pandanganku ke setiap sudut ruangan, sangat sepi. Bahkan aku menduga hanya aku yang tersisa di ruangan ini. Dugaanku semakin kuat setelah melihat keluar jendela, sial ! ternyata sudah sore.
Aku segera berlari menuju pintu, dan sangat amat teramat sial, pintu terkunci. Oh Tuhan, ampunilah dosa-dosaku.
Kuputuskan untuk mondar mandir disekitar pintu, mencari akal untuk keluar dari tempat ini. Bodohnya lagi ponsel kuletakkan di tas yang berada di kelas.
Seseorang, tolong aku. Aku lapar. “Aku bersumpah, jika seorang perempuan yang menyelamatkanku, aku akan memberikan semua sepatu – sepatu import ku padanya, eh tapi jangan semua, beberapa pasang saja”
“dan jika dia laki-laki, maka … maka aku akan memberikan mobil Jong In oppa padanya -_-“
Aku mulai berkomat – kamit tidak jelas. Pikiranku kacau. Bagaimana jika ada laba – laba raksasa yang akan memakanku?! Bagaimana jika ada hantu berkepala buntung yang menyerangku?! Bagaimana jika .. aku terkurung sampai besok pagi?!
Samar – samar aku mendengar langkah kaki seseorang. Aku sangat senang, namun di satu sisi, aku ragu apakah itu adalah suara langkah kaki manusia?
Ahh pokoknya aku harus keluar. “apakah diluar ada orang?! Tolong aku … aku terkunci …toloooong” teriakku sekeras mungkin, namun tak ada jawaban. “hey .. jawab aku .. diluar ada orang tidak?”
Hening. Apa yang tadi itu benar – benar hantu? Huwaaa Jong In oppa …
Cklek (?)
Pintu terbuka, aku terkejut dan sangat senang. Seperti muncul sinar dari belakang orang yang membuka pintu itu dan aku segera memeluknya.
“huwaaa.. Gomaptaaaa. Aku berhutang padamu, sebutkan apa yang kau inginkan !” aku tetap memeluk orang itu. Ia hanya terdiam, lalu menepuk punggungku pelan.
“kau harus memaafkanku..”
Tunggu ! suara itu ..
Sedetik kemudian aku mendorong tubuh orang itu hingga ia terjungkal. Sial ! si Byun !
Aku hendak pergi meninggalkannya, namun ia mencengkram tanganku dengan sangat kuat. “etika mu sangat buruk” ucapnya lalu berdiri sembari membersihkan bajunya yang kotor karena terjatuh tadi dengan salah satu tangannya.
“ini sudah bukan masa orientasi lagi, jangan seenaknya. Cepat lepaskan !” bentakku keras.
“bukankah tadi kau bilang ‘aku berhutang padamu, sebutkan apa yang kau inginkan’ begitu?” ia tersenyum mengerikan. Lalu menarik tanganku lebih dekat dengannya.
“sudah tidak berlaku lagi”
Ia hanya tertawa, melepaskan cengkramannya di tanganku. Baru saja aku ingin berbalik, tapi tangannya dengan sigap menarik pinggangku sehingga tubuh kami menempel.
“a.. apa yang kau lakukan?!” aku berusaha memberontak, namun ia malah mendekatkan wajahnya dan menatap mataku. Apa ia akan berteriak seperti saat itu lagi?! Ah tidak, tatapan matanya berbeda.
Semakin dekat, hingga ia mencium bibirku. Aku sama sekali tidak berniat memejamkan mataku, aku hanya memandangi matanya yang tertutup. Ia menggerakkan bibirnya, menjilati bibirku. Mungkin lelah karena aku sedikitpun tidak membalasnya, ia menggigit bibir bawahku. Membuatku mengerang dan akhirnya aku menyerah.
Aku membiarkannya melakukan apapun,  lidahnya menelusup kedalam mulutku, menjilati bibirku lalu menciumnya lagi. Sial, kenapa aku bisa terbuai seperti ini.
Tangannya bergerak mendorong tubuhku hingga aku terduduk diatas sebuah meja. Mendapat bisikan setan, kakiku melingkar di pinggangnya dan tanganku memeluk lehernya.
Baekhyun semakin memperdalam ciumannya, tak memberikanku waktu sedetik pun untuk bernafas. Aku mendorong sedikit tubuhnya, dan ia pun mengerti. Baekhyun menghentikan ciumannya lalu tersenyum.
“kenapa sulit sekali bagimu untuk memaafkanku?” katanya seraya mendekatkan kembali wajahnya. Namun aku menahannya. Ia menjauhkan tubuhnya dan membiarkanku turun dari meja.
Aku bergegas pergi tanpa mengucapkan apapun. Arghh pikiranku semakin kacau.
***
“bodoh. Kenapa baru pulang?! Kemana saja kau?!” si Jong In itu mengintrogasiku setibanya aku dirumah. Sebuah tradisi baginya jika aku pulang terlambat lebih dari 5 jam.
“aku terkunci di perpustakaan. Ponselku tertinggal di kelas. Seseorang menyelamatkan ku dan dia menc … dan dia yaa menyelamatkanku, begitulah” hampir saja aku menceritakan semua kejadian tadi. Jong In menatapku curiga.
“ya ! aku tidak berbuat yang macam-macam. Jangan menatapku seperti itu !”
Aku berlari menuju kamar dan mengunci pintunya rapat – rapat. Sejenak aku terbayang kembali adegan ciuman tadi. Byun Baekhyun si ketua sebas, apa dia menyukaiku?
***
Keesokan paginya menjadi hari yang sangat cerah. Entahlah, moodku sedang bagus hari ini.
“morning Kim Jong In oppaaa” sapaku pada kakakku yang tengah melahap sarapannya. Ia hanya menatapku aneh dan bergidik ngeri.
Biarkanlah, haha.
Hari ini kuputuskan untuk menemui Baekhyun, aku akan memaafkannya sekaligus meminta maaf juga atas kejadian di supermarket itu.
Setibanya di kelas, aku meletakkan tas ku lalu berjalan ke toilet. Aku ingin memperbaiki penampilanku sebelum bertemu Baekhyun. Hihi ..
Aku menatap pantulan diriku di cermin. Membenarkan sedikit posisi poniku dan merapikan seragamku. Namun tanpa sengaja aku ikut mendengar percakapan 2 orang wanita yang berada tak jauh dariku. Aku mendengar mereka menyebut-nyebut nama Baekhyun.
“aku tidak yakin kalau Seo Ji unnie benar-benar memutuskan hubungannya dengan Baekhyun oppa. Mereka sangat serasi”
“aku setuju, bahkan sampai sekarang mereka sering terlihat bersama. Yang aku tau, Baekhyun sangat mencintai Seo Ji unnie. Mereka kan sudah berpacaran hampir 2 tahun”
“iya, sayang sekali jika harus berakhir begitu saja”
Hanya itu yang sanggup aku dengar, aku takut mendengar lebih banyak lagi. Aku memang belum pernah merasakan cinta, aku menyadari sikapku yang selalu dingin pada siapapun membuatku menjadi sosok penyendiri dan enggan bergaul.
Dan saat pertama kali aku mulai merasakan perasaan itu, aku harus terhempas sebelum sampai ke puncaknya. Kejadian itu baru beberapa detik yang lalu aku alami.
“sial. Sudah kubilang, cinta tidak baik untukmu, cinta tidak ditakdirkan untukmu” gumamku pada diriku sendiri. aku berjalan cepat di lobi sekolah, menabrak semua orang yang menghalangi jalanku. Aku hanya tak ingin memperlihatkan air mataku di depan orang lain.
“Yoo Ri-ya, kau kenapa?” tanya Jong In oppa yang melihatku melewati kelasnya. Seakan mengerti keadaanku, ia mengajakku ke halaman belakang sekolah dimana tidak ada banyak orang disana. Disaat seperti ini, aku sangat membutuhkan Jong In. Karena ia benar-benar paham akan sifatku yang tak mau menangis dihadapan orang lain, kecuali dirinya.
“oppa, aku tidak mau jatuh cinta, lebih baik aku bersikap dingin pada semua orang agar tak ada yang menyukaiku”
Jong In hanya diam, ia tak bisa memberiku ceramah karena sebenarnya ia bukan tipe orang yang pintar merangkai kata-kata. Ia hanya menepuk pelan bahuku.
***
Satu minggu setelah kejadian itu, aku trauma dengan perpustakaan dan bolos dari pelajaran kimia. Karena kimia aku bolos, karena bolos aku tidur di perpustakaan, karena tidur aku jadi terkunci, karena terkunci aku bertemu dengan orang itu dan seterusnya. Bahkan aku sangat malas untuk mengingatnya kembali.
Setelah menyelesaikan tugas piketku, aku menutup pintu kelas dan saat berbalik, wajah itu lagi-lagi hadir dihadapanku. Aku segera menyingkir dan berjalan cepat menyusuri lobi. Suara kakinya tetap mengikutiku hingga aku terpaksa berhenti lalu berbalik menghadapnya.
“mau apa kau?” kataku ketus dan tidak mau menatap wajahnya. Ia berjalan mendekatiku, namun aku segera berjalan mundur.
“lama aku tidak melihatmu, kau kemana saja?”
“bukan urusanmu” aku berbalik dan berjalan lagi. Berjalan dan terus berjalan hingga akhirnya aku berlari. Kumohon, aku tidak ingin melihatmu lagi.
Sebuah tangan (?) menahan lenganku lalu membalikkan badanku. Ia tersenyum sembari menatapku, “aku merindukanmu” ucapnya kemudian mencium bibirku. Aku terkejut, lalu mendorongnya dengan keras dan melayangkan tamparanku tepat di pipinya.
“tidak. Aku tidak bisa kau permainkan seperti itu. Maaf”
Aku berlari meninggalkannya yang shock dengan responku. Lagi-lagi aku menangis, kenapa belakangan ini aku sering dibuat menangis hanya karena satu orang itu?! Arhh kau lemah Yoo Ri.
Langkahku terhenti di halaman belakang sekolah, aku menduduki sebuah kursi taman disana dan mengeluarkan semua air mataku. “kenapa kau menciumku lagi? Kenapa kau memberikanku harapan seperti itu? Apa maumu?!” aku berteriak seorang diri. Pikiranku berantakan, hatiku berantakan, dan siapa yang mau menanggungnya? Pada akhirnya akulah yang harus menata ulang semuanya.
“Maaf, Yoo Ri-ya.. tidak seharusnya aku melakukan itu”
Dengan cepat aku menghapus airmataku. Hendak pergi lagi, namun ia menahannya entah ini sudah berapa kali ia pernah melakukannya.
“Bisakah sekali saja, kau mendengarkanku berbicara hingga aku selesai?”
Aku menepis tangannya dan berdiri membelakanginya.
“Pertama kali aku mengetahui namamu, saat aku berkunjung ke rumahmu. Saat itu kata Jong In, kau sedang berada di Jepang untuk menghindari masa orientasi. Aku melihat foto-fotomu di ponsel Jong In. Sejak saat itu, aku mulai tertarik padamu. Aku meminta Jong In agar memaksamu pulang untuk mengikuti masa orientasi. Tapi manusia itu melebih-lebihkan dengan mengancammu jika tidak mengikuti masa orientasi itu”
“namun ternyata, awal pertemuan kita cukup buruk. Kau bahkan mengomeliku hanya karena aku memperhatikanmu saat kau mengumpat dan menghentakkan kakimu. Dan saat memilih target operasi, memang Jong In yang mengusulkan namamu, awalnya aku tidak setuju, tapi aku juga ingin melihat reaksimu. Tapi ternyata sangat buruk sampai detik ini”
Aku tertegun mendengar penuturannya. Walau sedikit bingung, namun aku cukup mengerti. Namun itu bukan yang menjadi alasanku bersikap seperti ini.
“aku tidak ingin mengetahuinya, sudahlah” ucapku dengan nada kesal. Tapi ada perasaan bersalah yang mengganjal.
Aku merasakan sepasang tangan yang memelukku dari belakang. “Kim Yoo Ri, saranghae. Nan jeongmal saranghae”
Deg. Entah kenapa kalimat itu malah membuat hatiku semakin sakit. Apa maksudnya ini?! Bukankah ia sudah memiliki pacar? Lalu kenapa berani – beraninya dia mengatakan itu padaku?!
“Baekhyun-ssi, bukankah kau memiliki pacar? Kenapa kau tega berkata seperti itu padaku?! wae?! Kau itu kejam” aku melepaskan paksa tangan itu. Baekhyun menatapku bingung.
“pacar? Siapa? Sejak kapan aku memiliki pacar? Kau gila?!”
“cihh.. ternyata kau benar-benar berhati iblis. Seo Jin ! bukankah dia pacarmu?! Dasar playboy !”
Aku tak bisa menahan air mataku. Dan aku menangis dihadapan Baekhyun, memalukan.
“huahahahaha.. Seo Jin? Kau tau? Dia itu satu-satunya sepupu yang aku miliki. Aku sudah dekat dengannya sejak kami kecil. Memangnya kau tau darimana aku berpacaran dengan Seo Jin? Huahahaha”
“apa?! Sepupu?! Sial. Aku mendengar gossip dari beberapa siswa perempuan”
“dasar bodoh ! saranku, lebih baik kau memastikan kebenarannya dulu sebelum kau terlanjur cemburu. Huahahaha”
“cemburu?! Percaya diri sekali kau byun !”
***
2 years later ..
SIAPA NAMA SAYA ! KATAKAN ! SIAPA NAMA SAYA !” teriak seorang ketua sebas sembari menatap lekat-lekat wajah adik kelasnya itu.
Ke .. ketua sebas .. kim.. kim.. Kim Yoo Ri” jawab anak itu gemetaran.
“BODOH ! ANGKATAN BODOH KALIAN ! LANCANG MENYEBUT NAMA SAYA !”
“ta.. tapi tadi kau yang menyuruhku ..”
“APA?! MENYURUH APA HAH?! KAU MAU MELAWANKU ?! KETUA SEBAS SELALU BENAR !”
Anak laki-laki itu hanya menunduk, tidak berani menatap lurus kedepan.
“KENAPA KAU MENUNDUK?! PANDANG ORANG YANG SEDANG BICARA !”
Anak itu dengan takut mengangkat kepalanya menghadap kedepan.
“BODOH ! BERANI KAMU MELIHAT SAYA?! MAU APA KAMU?! KAMU MENANTANG SAYA HAH?!”
Dan masa orientasi dibawah pimpinan Kim Yoo Ri menjadi 2x lipat lebih kejam dari tahun tahun sebelumnya (?)
-The End-
FF ini tengil banget ya haha -_-v  ini kisah nyata mos di sekolah saya, tapi setelah melalui masa masa mos itu, semuanya jadi kenangan yang engga bisa dilupain. Bahkan saya menganggap mos saya adalah kenangan terindah huakakakakakak. Oke. FF ini emang jelek dan saya menyadarinya, tapi tetep minta komentarnya ya ~
Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 01/09/2013, in OS and tagged , . Bookmark the permalink. 87 Comments.

  1. Jii媪aªªåªªåннн (¬_¬˚)
    Orientasinya bener2 dari hati nyeritainnya…
    Hagagagag

  2. jadi author nya curhat gitu? :v
    keren thor gue suka!
    bagus FF nya ;;)

  3. emmmmm ….. 😉
    sequel doank ….. 😉

  4. hhahahahaha masa orientasi siswa memang masa pembalasan dendam. jadi ingat waktu skolah wkwkwkwk

    di tunggu karya selanjutnya

  5. achan gimbelz

    seru bgt tuh mos nya(?) tp jadi so sweet karna ada kisah cintanya (?) wkwkwk ^^v

  6. Mos kayak gitu kagaj baik ah… ntar pelakunya jd ga wajar lho… ~wkwkwk…
    Story nya bagus thor. Kira’in HELLO SUNBAE tuapa ? tau nya… sweeeeett…

  7. Dag dig dug duaaar gua baca ni epep eon :v daebakk!

  8. need sequel thor!lanjutan baekhyun dan kim yoo ri hahaha

  9. Daebak!

    ^_^tj

  10. jadi kepengen di mos kayak gitu (?) 🙂 awesome!

  11. wiwied_chan

    mos apa sih smp kayak gtu…
    kasihan ah…

  12. Lucu, hahaaa..
    Apalagi pas yoo ri terkunci di perpus, komat kamit nya itu lho,,_ada ada aja

  13. ah thoorrr .. yadong nya kurang *plakplak ..
    hehe ..
    need sequel thorrr .. pliiisssss

  14. bagus sih, tp harusnya bukan di post disini, bukan genrenya.

  15. audh serem amat mosnya yah?perasaan gak gitu amat deh….

  16. aku suka jln ceritanya. dibikin sequel juseyooo^^

  17. ngebayangin kalau aku yang ngalamin itu eonni
    apalagi kalau sebasnya sehun oppa ^^ atau my yeobo Cho Kyu Hyun 😀

  18. MaharaniCho

    Huaaaa!!!! BUAGUSSSS thor…!!! Sumpah, very like deh! N 10000 jempol buat author!

  19. keren..ff nya.. serem banget tuh mosnya

  20. widiihhhh kyuri jadi lebih galak pas jadi kebas .. daebakk !!!

  21. Ekekekek~
    Untunglah gak pernah dpt ospek kaya gt.

  22. suka ceritanya!!!!!!! apalagi g ada ncnya masih bagus!!! sequel please….

  23. Tahun ini aku masuk kuliah, tapi gak di Ospek -_- padahal pengen di Ospek, apa lgi Ospek nya kayak gitu 😀 sama Senior yg Cakep pula ohh Amazing banget (´⌣`ʃƪ)

  24. aku suka ceritanya ^o^

  25. daebak!
    Jadi inget masa2 mos nih thor~ sequel dong thor

  26. Titania Blackjack~VIP~Baby (@RapperTita7_BA1)

    itu nyelekit banget thor u.u

  27. Shafira dinda ayupinasih

    Terlalu menghayati sampe nangis bacanya >< /loh/
    Lanjut thor XD

  28. reginamegavinliya

    bagus thor

  29. wuahahahhaha pembalasan dendam ckckkc

  30. trus yg adegan kiss y author y jga ngalamin ???? #Kepo Mode on hwahahaha 😀

  31. Hahahahahah kocak banget ini

  32. Ngakak gue sumpah akhirnya XD XD
    “SIAPA NAMA SAYA” bayangin itu yang ngomong Yoori XD rasanya lucu, dia dulu digituin sama baekhyun, sekarang dia balas dendam XD

    NEED SEQUEL PLISSSSSS :3

  33. ceritanya bagus sih tapi tetep di tunggu sequelnya..

  34. gue ngakak thor !! goodjob ! byun sayangg ._.

  35. Reblogged this on ikanuroktaviani and commented:
    ijin reblog

  36. Pembulian tingkat Dewa” wah~jangan-jangan ni author pernah di •Kiss• yaa ama ketua sebasnya..cie cie cieee -kan ktny kisah nyta berdasarkan pengalamn author-tp aq jg mw kok klw ketua sebas ny baekhyunn.. Kekeke

  37. Keren thor… Pokok’a enaklah bca’a…. Gokil! Hahahh yoori blas dndam nih….

  38. Haha..abis bca ff in,ngingetin wkto msa2 mos…baguus thor..next next pallii

  39. Untung pas masaorientasi ku dulu gak kayak gituh -_-v atuttt… xD
    nih FF (y) (y) (y)

  40. THANKS FOR YOUR COMMENTS ALL … LOVE YOU FULL !!!!!

  41. bgus kok tp harusnya bkin nc21 thor.. 😀

  42. asli yoo ri ngocol bat.bales dendam nya keterlaluan.tapi lucuuuu x)

  43. haha udah baca ni ff 3 kali tapi gak bosen bosen, cuba berpart lebih seru kali yee

  44. Keren thor, sequel dong ^^

  45. Hahaha penerus baekhyun

  46. Keren!! Daebakk 😀

  47. ceritanya bagus bet *-* yadongnya kuraaaang -____-

  48. Keren pdhl udh baca 4 kli tpi kga bosen! Sequel jusseyo

  49. MOS adalah hari yang menyebalkan
    Hahahahaha…….. Kai jahat banget sama adik nya sendiri XD…….

  50. Hahaha itu kayaknya bakaln lucu banget masa orientasinya XD

  51. MOS nya kejam banget ih hahaa >

  52. Hahahaha
    Woou, kereeen bangeeett!!! Lope!!

  53. Oalahh critane curhat to?
    Hee

  54. Alayda azara

    Hai aku reader baru

    Ini ffnya keren ini cerita eonnie asli ya?

  55. amalliafitri

    Ya ampun demi apa ini masa orientasi siswa terbaik yang pernah ada di ff. Aku udah gatau mau ngomong apa lagi. Serius deh min, ini WOW!!!!!

  56. ff nya bagus banget,
    bikin gak bisa lupain jalan ceritanya,

    dilanjutin dong ceritanya, jadi panjang gitu, masih penasaran soalnya sama ceritanya, kalo dilanjutin pasti bagus, ^^

  57. Bagus thor!!!!! aku suka sama ff ini

  58. buahahaahaa. kocak banget min hahahha xD keren keren

  59. Thor,kim yoori kan nama korea aku -_-” kok bisa sih…aku make nama yoori udah lama banget….itu kebetulan atau apa ya?

    Ffnya seru,tp kurang geregedh ahhh~…..trus bikin sequel tentang yoori sma baekhyun dong…

    Keep writting thor 😉

  60. Bagus thorr haha ceritanya so sweet gitu wkwk ^^

  61. sama banget lah kaya SMA aku… tapi udah 4 tahun berlalu hauhahaha. kangen juga. aku juga kebetulan jadi target operasi waktu itu…. setahun lalu pas ospek kuliah juga aku jadi target operasi emang sih akunya yang nantang senior itu wkwkqkwk

  62. Ayu Prasetya

    hahaha bagus lucu ceritanya xD tp menurutku kurang romantis aja xD

  63. wahh deabakkk 😀

  64. itumah dari hati banget nyeritainnya thooorr… lanjuuut

  65. kocak, haha

  66. Mumut ByunBaek

    Coba kalo gw yg jadi Yoo Ri nya .. haha*ngarep*

  67. Aslilah di kampusku lebih parah -_- berkali kali malah duuhhh tp bagusss si cuman ga ada nc2 nya thor hohoa since its nc genre right. 😉

  68. Mutiara Dhan

    Haha coba gua yg jadi Yoo Ri ..
    Huahaha

  69. Hahah luucuu thor hihi, cuco dhaa (y)

  70. Huahhaahaha xD
    Ceritanya niat banget dari hati thor lol xD
    Gue mah pas masa mos anteng-anteng aja kkk~
    Sebas nya malah baik baik hihi 😀
    Buat sequelnya dong ^^ penasaran sama baekhyun dan yoo ri kelanjutannya hehe

  71. Astajim -_-
    Ga ada niat dah masuk sekolah itu
    Orientasinya serem abis -_-

  72. FlamersungunBaekhyun

    Curhat ya thor..? -_- tp bagus kok… Squel yaa 🙂

  73. Cerita ini bikin saya keinget lagi masa2 diteriakin sampe ngrasa ga punya kuping. (MOS emang bgtu) asyik jln ceritanya thor. Cuma Yoori nya kasar banget kasian Baekki. Keep writing thor..

  74. Weny asfahani

    Aku mau mati aja kalo orintasi nya kayak gitu -_-

  75. Baguss siihh ceritanyaa ini, sukak

  76. Dhelhiyya Ggammjong

    hahaha , lucu banget . Keren thor .
    Jongin ya ampun , coba dah lu jadi kakak ua .
    Baekhyun , buat ue makin cinta dah law lu perannya roman kayak gini

  77. Nurul Agniya

    wah gila !!! Kejam bgt MOSnya o_O… sebas itu IQnya brpa ? dilakuin salah, kgak dilakuin juga salah XD jadi harus gmna ? hihihi

  78. Hehe keren thor aku suka 😀

  79. gua sukaa :v

  80. haha jadi keinget waktu diospek dan ngospek dlu haha..itu mirip bgt ma masa laluku dlu..bedanya cm aku bukan jd ketuanya haha..

  81. Theresia Intan

    thoorr.. keren bgt>< walau menegangkan :v hqhaha serutuh mosnya :v ada crita cintanya/

  82. Ahahhahahahhaa…. Lucu, konyol ceritanya… Ahahhaha
    Endingnya, si yoori mmalah lebih parah drpd si baekhyun. ㅋㅋㅋㅋ

  83. Shafira Dian m

    hampir mirip ceritanya tapi kalau ciuman itu kagak ya hehehe

  84. PangPangHun

    Seru bangett >.,<

    sequel nya dong authoorr

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: