Don’t Leave Me Oppa [part 2]

kyuhyun changmin ff nc

Author    : Ben Ben’s wife

Tittle       : Don’t Leave Me Oppa [part 2]

Cast        : – Changmin (DBSK)

–    Lee Soo Yeon (as you)

Genre      : Romance, NC+17

Length    : Chapter

Disclaimer : This story is mine | Do Comment | Don’t Plagiat!!

Annyeong!!! Ketemu lagi sama author paling kece sedunia *ngarep -_-*. Epep ini ku buat pas eonnie ku ada di rumah, jadi author harus waspada. Gak bisa kebayang kan kalo eonnie ku mergokin author lagi bikin epep ginian, bisa-bisa dilaporin ke eomma appa dan dipecat jadi anak. Jadi mian kalo masih typo & gak hot, harap maklum, author bikinnya dalam situasi genting antara hidup dan mati *lebayy*. Tetep tinggalin kritik dan sarannya ya chingu biar author perbaiki FF untuk yang selanjutnya. Thanks buat reader reader baik yang udah mau baca & komen di chapter sebelumnya. Tetep di tunggu komennya ya chingu… Gomawo^^…..

 

~Happy Reading~

 

“Soo Yeon-ah, terima kasih karena kau sudah memberikan keperawananmu padaku. Maaf atas kejadian tadi malam.  Mulai hari ini, kau jangan mencariku lagi. Aku tidak menyadari dengan apa yang aku lakukan kepadamu semalam. Aku melakukannya karena aku sedang dalam pengaruh alcohol. Anggap saja kejadian tadi malam hanyalah kecelakaan.”

                                                                                                                       Saranghae,

                                                                                                                      Kyuhyun

Hati Soo Yeon sangat sakit atas kata-kata yang diucapkan kyuhyun melalui sebuah kertas. Hatinya seakan tersayat-sayat setelah apa yang ia berikan untuk Kyuhyun. Ia menangis sejadi-jadinya

“Kyuhyun oppa…Hiks…hiks… Don’t leave me… Hiks… hiks…..”

Soo Yeon melihat masih ada kata-kata yang belum ia baca di kertas tersebut, lalu ia membacanya.

“Jika kau tidak ingin sesuatu terjadi padamu, minumlah pil ini.”

Soo Yeon masih belum bisa berfikir jernih. Tanpa berfikir panjang ia meminum pil tersebut. Ternyata pil yang diminumnya adalah pil pencegah kehamilan.

Soo Yeon masih menangisi apa yang sudah terjadi. Ia masih belum bisa menerima atas perlakuan Kyuhyun terhadapnya. Ia tidak menyangka bahwa sosok Kyuhyun yang ia kenal sebagai sosok yang hangat dan penyayang itu tega berbuat seperti itu padanya.

“Oppa,,, mengapa oppa tega berbuat seperti itu padaku? Apa salahku oppa? Hiks… Hiks…” Soo Yeon masih terus menangisi nasibnya.

“Tuhan,,, apa yang terjadi padaku? Mengapa kau memberi cobaan yang begitu berat kepadaku? Eomma, appa mianhae, mian karena aku tidak berhasil menjaganya. Mianhae eomma, appa… Mianhae… ” Gumam Soo Yeon dalam hati.

-Soo Yeon Pov-

Badanku terasa remuk. Selangkanganku perih, vaginaku terasa nyeri, aku susah berjalan. Tuhan,, apakah penderitaanku masih belum cukup hingga Kyuhyun oppa tega meninggalkanku? Oppa, kenapa kau tega melakukan semua ini kepadaku? Mengapa kau mencampakkanku? Mengapa kau tega pergi begitu saja setelah apa yang kau lakukan terhadapku?

-Soo Yeon Pov End-

~Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni i’m trapped i’m trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni i’m trapped i’m trapped~

Terdengar bunyi nada telpon dari ponsel Soo Yeon. Ia melihat layar ponselnya, tertera tulisan “Eomma”. Namun ia tidak menjawab telepon dari eommanya. Ia masih merasa tidak sanggup jika berbicara dengan eommanya sekarang. Ia lebih memilih mendengar nada telpon dari ponselnya yang sesuai dengan apa yang terjadi pada dirinya, yaitu TRAP (terperangkap). Ia memang sedang terperangkap dalam situasi yang sangat menyakiti hatinya.

Dddrrrrddddd…….dddrrrrddddd….

Kini tidak terdengar lagi nada telpon dari ponselnya, kini yang terdengar adalah bunyi getaran tanda sms masuk.Ia segera meraihnya dan membuka gambar surat yang terpampang jelas dilayar ponselnya.

From : Eomma

Soo Yeon-ah, apa kau baik-baik saja? Semalam eomma bermimpi buruk tentangmu

Lalu Soo Yeon membalas pesan tersebut

To : Eomma

Ne, aku baik-baik saja eomma. Eomma tenang saja.

Soo Yeon terpaksa berbohong dengan eommanya karena ia masih belum siap untuk menceritakan tentang apa yang telah terjadi pada dirinya.

From : Eomma

Syukurlah jika kau baik-baik saja. Eomma sangat khawatir padamu

Soo Yeon kembali menangis saat membaca pesan dari eommanya

“Mianhae eomma, aku terpaksa berbohong pada eomma.”

 

~o0o~

Sudah berjam-jam ia mandi, tetapi tubuhnya masih terasa kotor baginya. Hingga akhirnya ia mengakhiri aktivitasnya dan memutuskan untuk pergi ke taman dekat bukit sekolah.

-Taman dekat bukit sekolah pukul 10.15 KST-

Soo Yeon duduk termenung di kursi taman. Ia masih terbayang-bayang tentang tulisan di selembar kertas yang Kyuhyun berikan padanya. Pikirannya tiba-tiba teringat tentang masa-masa indah yang ia habiskan bersama Kyuhyun.

-Soo Yeon Pov-

Disini, di tempat ini Kyuhyun oppa menyatakan cintanya padaku. Aku tidak melihat hal lain di matanya selain keseriusan tentang apa yang ia ucapkan padaku. Aku yakin ia mengatakannya benar-benar tulus dari hatinya. Tapi kenapa? Kenapa sekarang ia tega meninggalkanku seperti ini.

-Soo Yeon Pov End-

“Apa salahku oppa? Kenapa kau tega mencampakkanku?”

Air mata Soo Yeon tiba-tiba mengalir deras dari kelopak matanya. Ia tidak bisa membendung air matanya lagi karena kepedihan yang ia rasakan. Ia tidak bisa menjalaninya sendiri, tetapi ia juga tidak bisa menceritakannya kepada orang lain.

Kini ia berjalan meninggalkan taman. Sepanjang jalan, hatinya terus bertanya pada dirinya sendiri. Ia bingung harus bagaimana, menceritakan semuanya dan membuat semua orang cemas padanya atau menyimpannya rapat-rapat dalam hatinya dan menanggung kepedihan yang sangat berat seorang diri meskipun sebenarnya ia tidak kuat.

“Aish, ini benar-benar membuatku bingung.” Ucapnya sambil memegang kepalanya sendiri.

Tiba-tiba

Buk!

Ia menabrak seseorang yang sedang berjalan bersimpangan dengannya dan menyebabkan barang belanjaan yang dibawa orang tersebut tumpah.

“M-mianhamnida, aku tidak sengaja” Ucapnya sambil membungkukan badannya dan membantu orang tersebut membereskan barang belanjaannya yang berserakan tanpa melihat wajah orang tersebut.

“Soo Yeon-ah”

Soo Yeon terkejut mendengar namanya di sebut oleh orang yang tadi ditabraknya. Ia lalu segera mengangkat kepalanya.

“Sunhwa-ya”

Ternyata orang yang tadi ia tabrak adalah sahabatnya, Sunhwa

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Sunhwa

“Ah, aku hanya mencari udara segar.” Jawab Soo Yeon

“Apa kau bersama Kyuhyun seonbae?” Tanyanya lagi

Soo Yeon menundukan kepalanya, lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau kenapa? Mengapa tiba-tiba kau tampak sedih seperti itu?” Sunhwa menyadari ada yang tidak beres dengan sahabatnya.

“Apa hubungan kalian baik-baik saja?” Lanjutnya

Tiba-tiba Soo Yeon memeluk Sunhwa dan menangis di pelukannya.

“A-ada apa denganmu? Mengapa kau seperti ini?” Sunhwa sangat terkejut melihat tingkah Soo Yeon. Ia bingung apa yang harus ia lakukan.

“Oppa,,,, hiks… Kyuhyun oppa…ia… hiks… hiks…”

“Ssstt… sudah… sudah… Ayo kita bicara di rumahku saja. Kebetulan keluargaku sedang tidak ada di rumah.”

At Sunhwa’s House

“Apa? J-jadi semalam ia memperkosamu? Ah, kenapa aku sebodoh ini? Andai saja semalam aku tidak meninggalkanmu sendirian, pasti kejadian itu tidak akan terjadi. Lalu dimana Kyuhyun seonbae?”

Soo Yeon tidak menjawab. Ia hanya terduduk di tepi ranjang Sunhwa sambil menangis.

“Jangan bilang… jangan bilang kalau ia meninggalkanmu setelah ia melakukan itu padamu”

Soo Yeon terdiam sesaat lalu menganggukan kepalanya sambil menangis sejadi-jadinya.

“Aish, jinjja! Dasar napeun namja. Ternyata selama ini aku salah, aku kira ia adalah namja yang baik hati dan penyayang, ternyata ia tidak lebih dari seorang napeun namja.” Ucap Sunhwa kesal

“Lalu, apa kau sudah menceritakan hal ini pada eomma mu?”

“Aniyo, andwae!”

“Kenapa jangan? Eomma mu harus tahu tentang hal ini”

“Kumohon jangan menceritakan hal ini kepada keluargaku, jebal. Aku tidak mau membuat mereka semua khawatir padaku”

“Tapi bagaimanapun juga mereka adalah orang tuamu, mereka berhak tahu tentang hal ini”

“Kumohon jangan. Jika mereka tahu tentang hal ini, mereka akan kecewa padaku.”

“Tapi ini bukan salahmu. Ini semua kesalahan si napeun namja itu.”

“Jebal Sunhwa-ya, jebal!!”

Soo Yeon terus memohon kepada Sunhwa agar tidak menceritakan hal ini kepada keluarganya. Ia mencoba berbagai macam cara agar permintaannya dapat dikabulkan oleh Sunhwa sampai-sampai ia bersujud di kaki Sunhwa.

“A-apa yang kau lakukan? Arra… arra…  jika itu maumu, aku tidak akan menceritakannya kepada siapapun. Sekarang berdirilah, jangan seperti ini.”

“Gomawo Sunhwa-ya” Soo Yeon memeluk Sunhwa

At 15.00 KST

“Kau yakin akan pulang sendiri. Apa perlu aku antar kau sampai rumah?”

“Ani, tidak usah. Aku bisa pulang sendiri”

“Jinjja?”

Soo Yeon mengangguk.

“Baiklah, hati-hati di jalan. Jika terjadi sesuatu, hubungi aku, arraseo?”

Soo Yeon kembali menganggukan kepalanya, “Gomawo Sunhwa-ya” Ucapnya sambil memeluk Sunhwa

“Ne, cheonma” Sunhwa tersenyum

Soo Yeon melambai-lambaikan tangannya pada Sunhwa sambil berjalan mundur menghadap kearah Sunhwa. Setelah beberapa langkah, ia membalikan badannya. Sunhwa terus memandangi Soo Yeon dari belakang hingga kini sosoknya menghilang dari pandangannya.

Saat dalam perjalanan menuju kerumahnya, tiba-tiba ia melihat seorang namja yang sedang kebingungan. Lalu ia menghampiri namja tersebut.

“Permisi, ada yang bisa saya bantu?”

“Oh, ne. Um,, apa kau tahu dimana itu Jl. Yangmyung?”

“Oh Jl. Yangmyung? Kau lurus saja terus, lalu ada pertigaan belok kiri”

“Lurus terus lalu belok kiri, ah ne,, ne,, algesseomnida. Gamsahamnida”

“Ne, Cheonmane mal seumnida”

Lalu pria tersebut berjalan meninggalkannya. Soo Yeon terus memandangi pria tersebut. Kini ia membalikan tubuhnya dan melanjutkan perjalannya. Diam-diam pria tersebut membalikan tubuhnya dan memandangi Soo Yeon dari kejauhan. Entah karena sebab apa, tiba-tiba pria tersebut tersenyum sambil terus memandangi Soo Yeon hingga kini sosoknya tidak terlihat lagi oleh matanya.

 

~o0o~

2 minggu kemudian…

“Omona! Aku sudah telat 15 menit! Semoga seonsaengim belum masuk ke kelas”Soo Yeon berlari menuju ke ruang kelasnya.

“Aigo! Kenapa aku bisa terlambat datang ke sekolah di hari pertamaku sekolah?” Dari arah yang berlawanan terlihat seorang namja sedang berlari menuju ruang kelasnya karena sudah terlambat.

Mereka berdua terus berlari sekuat tenaga untuk mengejar waktu agar mereka tidak terlalu terlambat memasuki ruang kelas.

Tiba-tiba

Bruk!

“Akh” Ucap mereka berdua sambil memegangi pundaknya

Mereka berdua akhirnya bertabrakan saat mereka berlari melalui jalur yang sama.

“Mianhae” Ucap Soo Yeon  sambil membungkukan badannya

“Gwenchana gwenchana, aku yang salah” Ujar namja itu pada Soo Yeon

“Ani, ini salah….” Belum selesai ia melanjutkan kata-katanya, ia langsung terkejut saat melihat wajah namja tersebut.

“Kau!” Ucap mereka berdua kaget saat mereka saling bertatap wajah.

“Kau orang yang membantuku…” Ucap Changmin

“Menunjukan jalan” Lanjut Soo Yeon.

Changmin menganggukan kepalanya sambil tersenyum, “Kau sekolah di sini juga?”

“Ne. Apa kau murid baru di sekolah ini?” Tanya Soo Yeon

Changmin menganggukan kepalanya kembali, “Ne. aku pindahan dari Jerman”

“Changmin. Shim Changmin” Lanjutnya sambil mengulurkan tangannya.

“Soo Yeon. Lee Soo Yeon” Soo Yeon menjabat tangannya.

Changmin melihat jam di tangannya “Um… sepertinya kita harus cepat jika tak ingin dihukum oleh seonsaengim”

“Baiklah, aku pergi dulu. Aku harus cepat. Bye..” Soo Yeon segera berlari menuju ruang kelasnya.

At Soo Yeon’s Class

“Syukurlah seonsaengim belum datang” Ucap Soo Yeon lega

“Annyeong Sunhwa-ya” Sapa Soo Yeon

Sunhwa hanya membalasnya hanya dengan senyuman tegang. Soo Yeon melihat teman-temannya.

“Kenapa mereka setegang itu? Padahal kan seonsaengim belum datang” Gumamnya.

Tiba-tiba

“Ehem…ehem….”

-Soo Yeon Pov-

“Ehem…ehem…”

Suara itu muncul secara tiba-tiba di balakangku. Ku lihat kursi teman-temanku. Omona! Semua kursi sudah terisi. Lalu suara siapa ini? Mungkinkah?

Aku segera membalikkan tubuhku, dan

Jeder!!

Kurasakan petir menyambarku. Ombak besar serasa menyeretku ke lembah yang sangat dalam. Saat ku balikan tubuhku, kulihat sesosok makhluk satu jengkal lebih tinggi dariku dengan muka seperti hendak menyantapku.

“Eh… seonsaengim. He..he…”

-Soo Yeon Pov End-

“Eh, seonsaengim. He..he…” Soo Yeon sangat terkejut.

“Soo Yeon-ah, jam berapa sekarang?”

“M-mianhamnida seonsaengim. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi”

“Hhhmmm… Oke oke… Baiklah, karna ini baru pertama kalinya kau terlambat jadi kau ku maafkan. Sekarang cepat duduk!”

“Gamsahamnida seonsaengim” Soo Yeon segera duduk di kursinya

At Changmin’s Class

“Annyeonghaseyo, Shim Changmin imnida.”

“Eum, Changmin-ah silahkan duduk di tempatmu”

“Ne seonsaengim”

Changmin berjalan menuju bangku kosong yang ada di barisan keempat paling kanan. Semua mata tertuju padanya.

“Ah,, tampannya…” Ucap salah satu yeoja kepada teman disampingnya

“Annyeong Kim Rae Ni imnida” Sapa salah satu yeoja disana sambil melambai-lambaikan tangan padanya

“Ah, annyeong” Ucap Changmin sambil tersenyum ramah terhadapnya. Semua yeoja terlihat histeris saat melihatnya tersenyum.

“Kudengar kau murid pindahan dari Jerman?” Tanya salah satu yeoja yang lain

“Ne” Jawabnya singkat.

Belum 1 menit ia berada di kelas, ia sudah seperti artis dadakan. Ia langsung dikerumuni oleh yeoja yeoja cantik di kelasnya.

“Ehem… semuanya kembali ke tempat duduk masing-masing! Pelajaran akan segera dimulai” Tegur dosen yang mulai terganggu dengan sikap para muridnya.

 

~o0o~

Krrriiiiiiiiiiinnggggg…….

Bel tanda pembelajaran telah berakhir berbunyi. Semua siswa dan dosen meninggalkan kelas.

Terlihat 2 yeoja yang sedang berjalan menuju pintu gerbang sekolah saat hendak meninggalkan sekolah. Tiba-tiba seorang namja datang sambil mengendarai motornya sehingga mereka berhenti tepat di depan gerbang sekolah.

“Soo Yeon-ah!” Seru Changmin

“Eo, Changmin seonbae. Waeyo?” Jawab Soo Yeon

“Naiklah” Ajak Changmin

“Tidak usah, gwenchana. Aku tidak mau merepotkanmu”

“Aniyo, aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Anggap saja ini sebagai imbalan karena kau telah membantuku waktu itu.”

“Tapi bagaimana dengan Sunhwa? Aku tidak mau meninggalkannya sendirian” Soo Yeon berusaha mencari alasan supaya ia tidak pulang bersama Changmin.

“Ah gwenchana gwenchana. Kebetulan aku ada janji dengan temanku. Kau pergi saja dengan Changmin seonbae. Aku pergi dulu, bye…” Jawab Sunhwa bohong. Ia melakukan itu karena ia ingin Soo Yeon segera menemukan pengganti Kyuhyun.

“Yak! Sunhwa-ya, jangan pergi begitu saja” Teriak Soo Yeon

“Aish, mengapa ia selalu meninggalkanku disaat seperti ini?” Gumamnya

“Kajja kita pulang” Changmin memberinya helm.

 

~o0o~

“Gomawo karena sudah mengantarku pulang kerumah” Ucap Soo Yeon saat ia sudah sampai didepan pintu gerbang rumahnya.

“Ne, cheonma. Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku padamu” Ucap Changmin

“Aku pulang dulu, ne?” Lanjutnya

“Ne, hati-hati di jalan”

Changmin tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

At Soo Yeon’s house

Ddddddrrrrrtttttt….

“Yeoboseyo… Ada perlu apa kau menelponku?” Soo Yeon segera mengangkat telpon dari Sunhwa

“Jadi dia orang yang kau ceritakan waktu itu? Hmmm… secara fisik, dia lumayan juga. Tinggi, body oke, wajahnya juga tampan”

“Yak! Jadi kau menelponku hanya untuk membicarakan hal ini?”

“Waeyo? Memang kenapa? Kau tak suka?”

“Aish! Dasar! Mengapa tadi kau meninggalkanku… Hah?!”

“He…he.. mianhae. Aku hanya ingin mempermudah Changmin seonbae saja.”

“Mempermudah? Mempermudah apa maksudmu?”

“Apa kau tidak menyadarinya?”

“Menyadari apa?”

“ Aish… Babo! Masa kau tidak menyadarinya? Sepertinya dia menyukaimu”

“ Mwo? Kau gila? Mana mungkin dia suka padaku. Kita bertemu saja tidak lebih dari 4 kali”

“Mungkin saja dia mencintaimu sejak pertama kali kalian bertemu. Caranya menatapmu, berbicara denganmu itu berbeda saat ia melakukannya dengan orang lain.”

“Sudahlah tidak usah dibahas lagi. Ia melakukan semua itu karena ia merasa berhutang budi padaku. Ia hanya mencoba bersikap baik padaku”

“Terserah kau saja. Tapi aku yakin, sangat yakin jika ia mencintaimu”

“Aish! Sekali lagi kau mengatakan hal itu padaku, aku pukul kepalamu!”

“Silahkan saja jika kau bisa, aku tidak takut. Akan aku laporkan ke Changmin seonbae” Sunhwa terkekeh

Tut…..tut….tut…

Sunhwa langsung mematikan telponnya

“Yak! Awas kau…. Sunhwa-ya!!!”

-Soo Yeon Pov-

“Yak! Awas kau…. Sunhwa-ya!!!”

Aish… anak itu,, selalu saja berbuat seenaknya padaku. Seenaknya saja dia mengatakan jika Changmin seonbae menyukaiku. Babo! Awas saja jika gossip itu tersebar ke seluruh kampus, aku akan benar-benar memukul kepalanya.

-Soo Yeon Pov End-

~o0o~

Keesokan harinya……

Tin…tin…

Terdengar bunyi klakson dari depan rumah Soo Yeon. Ia segera melihat keluar mencari pemilik suara tersebut.

“Changmin seonbae? Ada perlu apa dia kemari?” Gumam Soo Yeon

Soo Yeon segera mengunci rumahnya dan menghampiri Changmin.

“Apa kau sudah siap? Kajja kita berangkat bersama” Ajak Changmin

“Ani ani. Tidak usah seonbae, tidak perlu repot-repot. Aku akan berangkat dengan taksi saja”

“Ayolah… kumohon,, pergilah denganku. Justru jika kau menolak, kau akan semakin merepotkanku”

Soo Yeon menarik napas panjang, “Geurae. Kajja, jangan sampai kita terlambat”

Changmin mengeluarkan senyum kemenangan. Ia lalu memberi Soo Yeon helm.

-Soo Yeon Pov-

Berangkat bersama? Apa ini termasuk bentuk balas budinya juga kepada ku? Mengantarku pulang saja sudah cukup bagiku, kenapa sekarang dia melakukannya lagi? Apa mungkin apa yang dikatakan Sunhwa benar? Entahlah, mungkin jiwa sosialnya memang kuat sehingga ia tidak mudah melupakan kebaikan orang lain.

-Soo Yeon Pov End-

Sesaat sebelum sampai di Universitas Bong Guk….

“Stop stop, sampai di sini saja seonbae” Perkataan Soo Yeon memecah keheningan selama dalam perjalanan.

“Wae? Sampai didalam saja, ne?”

“Ani seonbae, sampai di sini saja. Aku tidak mau anak-anak berpikir yang tidak-tidak tentang kita berdua.” Soo Yeon menepuk-nepuk pundak Changmin

“Memang mereka akan berpikir seperti apa tentang kita?” Ucap Changmin membalas pertanyaan Soo Yeon.

Pertanyaan Changmin sontak membuat Soo Yeon kaget sekaligus bingung.

“Eum…. Itu…. A-ani ani. Benar, orang-orang tidak akan berfikir macam-macam tentang kita. Ha..ha…ha… itu tidak mungkin” Ia mendadak menjadi canggung dan salah tingkah. Ia bingung kata-kata apa yang harus ia jawab.

“Kalau begitu tidak apa-apa kan jika ku antar kau sampai dalam?”

“Ne”

Changmin mengeluarkan senyum kemenangan. Apa yang sedang terjadi sesuai dengan apa yang direncanakannya.

Mereka berdua memasuki area Universitas Bong Guk dengan motor yang Changmin kendarai. Apa yang Soo Yeon khawatirkan terjadi. Semua orang yang ada disana memperhatikan mereka berdua. Mereka menjadi pusat perhatian saat memasuki area tersebut. Reflek, Soo Yeon langsung menyembunyikan mukanya agar semua orang tidak melihatnya.

“Aish! Benar kan? Apa yang aku khawatirkan terjadi.” Gumam Soo Yeon

Changmin menghentikan motornya saat sampai di tempat pemarkiran kendaraan. Soo Yeon menyerahkan helm yang tadi ia gunakan.

“Gomawo seonbae” Soo Yeon membungkukan badannya dan segera berlari menghampiri Sunhwa yang sudah menunggunya sambil terus menghalangi agar mukanya tidak terlihat.

Sunhwa terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu, “Mengapa kau menutupi wajahmu, Soo Yeon-ah ”. Ucap Sunhwa sambil memberi penekanan saat ia menyebut nama Soo Yeon.

“Ssst! Diam! Semua orang bisa tau kalau itu aku” Ucap Soo Yeon sambil memperhatikan keadaan sekitar

“Jika kau seperti ini semua orang akan bertambah curiga padamu, Soo Yeon-ah” Lagi-lagi Sunhwa member penekanan saat mengucapkan kata ‘Soo Yeon’

“Yak! Kau ini, selalu saja menyebalkan. Sudah ku bilang jangan sebut namaku! Berhentilah menyebut namaku!” Ucap Soo Yeon kesal. Ia berjalan meninggalkan Sunhwa.

“Arraseo arraseo, aku tidak akan menyebut namamu lagi” Sunhwa mengejar Soo Yeon. Namun Soo Yeon tidak merespon apa yang Sunhwa ucapkan. Ia terus berjalan meninggalkan Sunhwa.

“Yak Soo Yeon-ah! Tunggu aku!!!” Sunhwa terus berlari mengejar Soo Yeon sambil terus memanggil namanya. Tidak peduli seberapa banyak namanya di sebut, Soo Yeon tetap berjalan lurus menuju ke ruang kelasnya. Kini semua mata tertuju padanya.

At Soo Yeon’s Class

“Hosh…. hosh… Yak! Kenapa kau  meninggalkanku begitu saja… hhh?” Tanya Sunhwa kesal pada Soo Yeon sambil mengatur nafasnya. Soo Yeon tidak meresponnya.

“Arraseo arraseo, mianhae. Jeongmal mianhae” Sunhwa memohon pada Soo Yeon agar ia mau memaafkannya.

“Apa kau akan mengulanginya kembali setelah kau meminta maaf padaku?”

“Aniyo”

“Jinjja?”

“Ne”

“Oke, permintaan maaf diterima”

Sunhwa memeluk Soo Yeon dan berkata, “Gomawo”

“Ne, cheonma” Soo Yeon tersenyum

 

~o0o~

Krriiiiiiiiiiiiiinnnnngggg………….

Bel tanda pembelajaran telah usai berbunyi.

Sunhwa melihat jam tangannya, “Omona! Aku lupa. Eum…. Soo Yeon-ah, apa kau sudah selesai?”

“Belum. Kau pulang saja dulu, aku masih lama” Ucap Sunhwa sambil terus menyelesaikan tugasnya

“Gwenchana?”

“Ne”

“Gomawo” Ucap Sunhwa sambil membereskan barang-barangnya

“Mianhae aku tak bisa menemanimu. Aku sudah ada janji dengan eommaku” Lanjutnya

“Ne, gwenchana. Arrayo”

Sunhwa berjalan meninggalkan Soo Yeon.

Beberapa saat kemudian…..

“Huahhh… Akhirnya selesai juga” Soo Yeon membereskan barang-barangnya kemudian bangkit dari kursinya.

Tiba-tiba…

“Ah, ada apa dengan kepalaku?” Soo Yeon memegangi kepalanya.

Saat ia bangkit dari kursinya, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing, kini ia dapat merasakan bumi berputar-butar, kakinya sudah tak mampu lagi menahan tubuhnya, perlahan pandangannya mulai buram, dan semakin buram hingga…

Bruk!

Ia terjatuh dalam dekapan hangat seorang namja. Sebelum pingsan, samar-samar ia melihat wajah yang ada di depannya

“Changmin… seonbae…” Hingga akhirnya ia pingsan

“Soo Yeon-ah! Soo Yeon-ah kau kenapa?” Changmin menggoncang-goncangkan tubuh Soo Yeon, mencoba menyadarkannya

“Bangun, jebal… Kumohon bangun Soo Yeon-ah!!” Changmin terus menggoncang-goncangkan tubuh Soo Yeon, namun Soo Yeon tidak sadarkan diri juga.

Changmin  mengambil ponsel di sakunya dan menelpon seseorang

“Yeoboseyo” Ucap seorang namja yang ditelponnya

“Cepat bawakan aku mobil!”

“Kau dimana”

“Universitas Bong Guk”

“Ne, jeoseumnida”

Beberapa saat kemudian….

Dddrrrrtttt

Terdengar getaran dari ponsel Changmin

“Aku sudah sampai”

“Ne, camkaman. Aku keluar sekarang” Changmin menggendong Soo Yeon dan membawa barang-barang yang Soo Yeon bawa.

Seorang namja bertubuh kekar layaknya seorang pengawal sudah menunggunya di samping mobil yang ia bawa. Ia membukakan pintu mobil begitu Changmin sampai disana. Changmin meletakan Soo Yeon di kursi depan dengan hati-hati.

“Kau bawa motorku” Changmin memberinya kunci motornya

“Ne, Jeoseumnida”

At Changmin’s House

Changmin membaringkan Soo Yeon di ranjang kamar tamu. Lalu ia segera menghubungi dokter

Beberapa saat kemudian….

“Bagaimana keadaannya dok?” Tanya Changmin khawatir

Dokter tersenyum, “Gwenchana, dia baik-baik saja. Dia hanya sedikit kelelahan saja”

“Syukurlah” Ucap Changmin lega

“Ini obat untuk Soo Yeon-ssi. Ini di minum 2x sehari, dan yang ini 3x sehari sesudah makan” Jelas seorang dokter yang menangani Soo Yeon sambil menunjukkan satu persatu obat yang harus Soo Yeon minum

“Ne. Gamsahamnida” Changmin membungkukan badannya dan mengantar dokter tersebut sampai ke depan pintu rumahnya.

Changmin menutupi tubuh Soo Yeon dengan selimut lalu ia duduk di samping Soo Yeon.

Changmin terus memandangi Soo Yeon, “Ternyata kau sangat cantik saat tertidur seperti ini”

Tangannya kini membelai kepala Soo Yeon lembut, lalu ia mengecup bibir Soo Yeon singkat

 

Keesokan harinya…….

-Soo Yeon Pov-

“Aku… dimana?” Saat ku buka mataku, aku sudah berada di suatu kamar yang tampak asing bagiku. Kulihat  Changmin seonbae sedang tertidur di kursi di sampingku.

“Eo… Soo Yeon-ah, kau sudah sadar?” Tak lama Changmin seonbae terbangun dari tidurnya

“Apa… yang terjadi padaku?” Tanyaku pada Changmin seonbae

“Kemarin kau pingsan di kelasmu saat pelajaran sudah selesai.” Jelasnya

“Tapi kau tidak perlu khawatir. Kata dokter, kau hanya sedikit kelelahan saja” Lanjutnya

-Soo Yeon Pov End-

Changmin memasakan makanan untuk Soo Yeon

Beberapa saat kemudian…..

Changmin masuk ke kamar tamu, “Ini, makanlah” Ucap Changmin sambil memberi Soo Yeon makanan yang tadi dimasaknya

Soo Yeon yang sedari tadi melihat-lihat keadaan sekelilingnya menyadari kehadiran Changmin, “Ah, ne. Gomawo seonbae”

Soo Yeon mulai menyantap makanan yang Changmin buat. Changmin memandangi Soo Yeon yang sedang makan dengan lahap

“Kau tinggal sendiri di sini?” Tiba-tiba pertanyaan Soo Yeon membuyarkan pandangan Changmin

“Oh… eum…. ne. Ibuku meninggal sejak aku berumur 17 tahun”

“Lalu bagaimana dengan ayahmu? Apa ia masih hidup?”

Changmin menunduk. Ia terdiam sejenak. “Ayahku… Aku tidak tahu dimana dia. Sejak dia menikah dengan yeoja kaya itu, dia meninggalkanku dan ibuku begitu saja sejak aku berumur 3 tahun. Sejak saat itulah aku hanya diasuh oleh ibuku. Ibuku bersusah payah membanting tulang untuk menyambung hidup kami. 14 tahun kemudian, ibuku sering sakit-sakitan, dan tak lama setelah itu ibuku meninggal. Sejak saat itulah aku mulai menjalani hidupku sendiri, seorang diri.”

Soo Yeon menatap Changmin dengan tatapan simpati. Dalam hatinya, ia mengutuk dirinya sendiri karna sudah menanyakan hal yang salah. “Aigo,, kenapa aku bisa salah bertanya. Andai saja aku tidak menanyakan hal itu padanya, pasti ia tidak akan terlihat sedih seperti sekarang” Ucapnya di dalam hati

“M-mianhae seonbae. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih”

“Ani…ani…gwenchana. Aku sudah melupakan kejadian itu” Changmin tersenyum

Changmin melirik jam tangan miliknya, “Umm…. sepertinya aku harus cepat pergi ke kampus, jika tidak aku bisa dimarahi oleh seonsaengim”

Soo Yeon terkekeh, “Ne, cepatlah jika kau tak ingin merasakan semburan api dari mulut seonsaengim”

“Sebaiknya kau istirahat dulu disini, nanti aku yang akan memberikan surat ijinmu kepada seonsaengim” Ucap Changmin

“Ponselmu?” Changmin mengulurkan tangannya

“Eo,, untuk apa?” Ucap Soo Yeon sambil memberikan ponselnya

Changmin tidak menjawab. Ia sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya

“Ini” Changmin menunjukan layar ponsel Soo Yeon, memperlihatkan apa yang ia tulis

“Apa?” Ia melihat layar ponselnya dengan bingung.

“Nomor ku. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku, ne?”

Soo Yeon mengangguk

“Oh, satu lagi. Jangan lupa minum obatmu, ne?” Lanjutnya

“Ne seonbae”

“Ah~… Jangan panggil aku seonbae. Aku lebih senang jika kau memanggilku dengan sebutan… oppa”

“T-tapi seobae…kita kan baru saja bertemu.”

“Ne, aku tahu. Tapi kata itu… sshhh…terasa terlalu formal di telingaku. Telingaku sampai gatal setiap kali mendengar kau menyebutku seonbae” Ucap Changmin sambil menggorek-gorek telingannya

“Panggil aku oppa, ne?” Lanjutnya

“Ne… oppa”

Changmin tersenyum. Kemudian ia segera berangkat menuju Universitas Bong Guk. Kini Soo Yeon berada di rumah Changmin seorang diri. Ia lalu melakukan semua yang diucapkan Changmin. Setelah merasa sudah cukup baikan, ia memutuskan untuk pulang kerumah. Ia mengambil ponselnya

To : Changmin

Oppa, aku putuskan untuk pulang saja

From : Changmin

Apa kau sudah baikan?

To : Changmin

Ne

From : Changmin

Oke. Jika terjadi sesuatu, segera hubungi aku, ne?

To : Changmin

Ne seonbae

“Yak! Aku lupa” Soo Yeon tiba-tiba teringat sesuatu. Ia segera meraih ponselnya

To : Changmin

Mianhae. Maksudku, ne oppa

Soo Yeon mengambil barang-barangnya, lalu ia menutup pintu rumah Changmin dan pergi menuju rumahnya.

 

~o0o~

14 Februari…

Changmin mengajak Soo Yeon pergi ke N Seoul Tower.

——

Tin…tin…

“Ah,, itu pasti Changmin oppa.” Gumam Soo Yeon

Ia segera keluar rumah dan pergi bersama Changmin.

At N Seoul Tower

“Akhirnya sampai juga” Ucap Soo Yeon

Saat mereka tiba di N Seoul Tower, cuaca di sana di selimuti oleh kabut sehingga mereka tidak bisa melihat puncak N Seoul Tower.

Ceklek…ceklek…

Akhirnya mereka berfoto bersama dengan patung Haechi (maskot Seoul) yang ada di depan N Seoul Tower.

“Kajja kita kesana” Soo Yeon menarik tangan Changmin

“Kita mau kemana?” Tanya Changmin

“Kemana lagi?” Mereka berjalan menuju area gembok cinta

“Waah….” Soo Yeon terpesona melihat gembok-gembok yang super duper banyak bergelantungan di sana.

Tiba-tiba Soo Yeon melihat Changmin sedang menggantungkan gembok dengan initial nama mereka di sana

“Eo, apa yang kau lakukan oppa?” Tanya Soo Yeon heran

“Menurutmu?” Jawaban Changmin membuat Soo Yeon semakin bingung

“Kenapa kau menulis nama kita berdua di gembok itu?” Tanya Soo Yeon yang semakin bingung

“Waeyo? Tidak boleh?”

“Aish… orang ini. Kenapa setiap kali aku bertanya padanya ia selalu berbalik tanya padaku? Dan juga, kenapa ia menuliskan namanya dan namaku di gembok itu? Sedangkan status kita berdua haya sebagai… SENIOR DAN JUNIOR” Gumam Soo Yeon

“Nanti kau juga akan tahu” Lanjut Changmin. Ia melihat ekspresi wajah Soo Yeon yang sangat kebingungan.

Setelah puas berada di area N Seoul Tower, mereka pergi menuju ke Hongdae. Mereka berkeliling sebentar dan masuk ke Trick Eye Museum (tempat yang banyak lukisan tiga dimensinya untuk foto-foto).

Hari sudah semakin malam, Hongdae pun semakin ramai dengan anak-anak muda. Mereka tertarik untuk melihat live performers yang ada di beberapa sudut jalan. Para musisi sedang menyanyikan lagu dengan handalnya.

“Changmin oppa, apa yang akan kau lakukan?” Soo Yeon memegang tangan Changmin saat ia merasa Changmin akan maju ke arah para musisi tersebut.

Changmin hanya tersenyum. Soo Yeon melihatnya dengan bingung. Ia melihat Changmin berbicara singkat kepada musisi tersebut.

Tingkat kebingungan Soo Yeon bertambah saat tiba-tiba Changmin duduk di kursi yang tadi ditempati para musisi saat pertunjukan tadi.

“This song is to you” Ucap Changmin sambil menunjuk kearah Soo Yeon.

Changmin mulai membunyikan gitarnya

An empty street, an empty house, a hole inside my heart
I’m all alone
The rooms are getting smaller

 

I wonder how, I wonder why, I wonder where they are
The days we had
The songs we sang together
Oh yeah

 

Changmin mulai menyanyikan lagu berjudul My Love milik westlife. Semua orang terlihat sangat menikmati lagu yang sedang dinyanyikannya. Hanya Soo Yeon yang terlihat bengong melihat penampilan Changmin. Ia masih tidak yakin tentang apa yang sedang terjadi.

“Apakah ini mimpi?” Ia terus mencubit-cubit pipinya, memastikan bahwa ini bukanlah mimpi, dan hasilnya “Akh… appo” ternyata ini nyata!

Ia hanya bisa diam terpaku di tempatnya. Perlahan, ia mulai terhanyut dalam suasana.

Say a little prayer
Dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again
Overseas from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
My love….

Prok….prok….prok…

Semua orang bertepuk tangan saat Changmin telah selesai menyanyikan lagu My Love. Lalu ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah Soo Yeon.

Lebih dekat dan semakin dekat, hingga kini ia berada tepat di depan Soo Yeon. Ia berlutut di hadapan Soo Yeon. Ia mengambil setangkai bunga mawar yang sudah di siapkannya di balik jaketnya.

“Soo Yeon-ah… Would you be mine?”

-Soo Yeon Pov-

“Soo Yeon-ah… Would you be mine?”

Deg!

Reflek, ku bulatkan mataku. Kata-kata itu…. Apakah ia serius mengucapkannya? Apakah ia serius mengatakannya?

-Soo Yeon Pov End-

“Terima!!! Terima!!!” Semua orang meminta agar Soo Yeon menerima Changmin.

Hal itu sontak membuat Soo Yeon malu. Kini dapat terlihat warna kemerahan dipipinya.

Ia terdiam sesaat, dan akhirnya…. ia menganggukan kepalanya.

“Kau menerimaku?” Tanya Changmin memastikan

“Ne oppa”

Semua orang bersorak, merayakan moment bahagia ini. Changmin bangkit dan memeluk Soo Yeon erat-erat

“Gomawo”

“Cheonma oppa”

 

~o0o~

5 bulan kemudian….

Sungai Han Pukul 19.00 KST

Terlihat seorang pria dengan tinggi sekitar 187 cm sedang berdiri di depan mobilnya.

“Oppa!” Teriak seseorang dari arah belakangnya

“Eo, kau sudah datang?” Jawab Changmin sambil tersenyum dan menyambutnya dengan pelukan hangat.

“Happy Anniversary chagi…” Ujar Changmin melepas pelukannya dan mencium kening Soo Yeon

Soo Yeon tersenyum, “Happy anniversary too”. Lalu ia menatap Changmin “Apa kau sudah lama menungguku?” Tanya Soo Yeon khawatir

“Ah… ani, aku baru saja datang” Jawab Changmin. Sebenarnya ia sudah datang 5 menit lebih awal darinya karena ia tidak mau membuat Soo Yeon menunggu, tapi karena ia tidak mau membuat Soo Yeon merasa bersalah padanya akhirnya ia berbohong padanya.

“Syukurlah jika kau tidak menungguku terlalu lama” Ucap Soo Yeon lega

Mereka berdua duduk di tepi Sungai Han. Mereka bersama-sama memandangi bintang di langit yang ditemani dengan gemerlap lampu kota yang menyinari malam. Seuntai kalimat terlontar memecah suasana hening diantara mereka berdua.

“Soo Yeon-ah” Panggil Changmin

“Ne oppa, waeyo?”

“Menikahlah denganku”

Mata Soo Yeon membulat sempurna mandengar kata-kata yang Changmin ucapkan

“K – kau serius oppa?” Soo Yeon manatap Changmin

“Ne, aku serius. Sangat serius” Changmin berbalik menatap Soo Yeon

Soo Yeon menundukan kepalanya. Ia terdiam. Otaknya bersikeras memikirkan jawaban apa yang harus ia ucapkan

“Gwenchana, kau tidak perlu menjawabnya sekarang” Tiba-tiba seutas kata terdengar begitu saja di telinganya, membuatnya kembali menatap Changmin

Changmin  manatap Soo Yeon, “Jika kau tidak bisa menjawabnya sekarang, gwenchana. Aku mengerti. Yang terpenting adalah kau sudah tahu bahwa aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Berapa lamapun aku menunggumu, tak masalah, asalkan kau tetap di sisiku.”

Mereka berdua saling memandang satu sama lain. Hinnga perlahan Changmin mulai mendekatkan kepalannya ke kapala Soo Yeon, dan…

Cup~

Changmin menarik tengkuk Soo Yeon dan menciumnya lembut. Awalnya Soo Yeon hanya terdiam, tidak membalas perlakuan Changmin padanya. Namun semakin lama ia semakin terbawa suasana hingga kini ia membalas perlakuan yang Changmin berikan.

Semakin lama ciuman yang mereka buat semakin dalam. Changmin membuka mulut Soo Yeon dengan lidahnya dan mulai menerobos masuk. Lidahnya bermain dengan lidah Soo Yeon dan mengabsen setiap gigi yang tumbuh disana. Kini saliva mereka berdua sudah saling tertukar satu sama lain.

Udara yang semula dingin kini beruba menjadi panas. Kini ciuman yang perbuat menjadi semakin liar.

“Mmmpphhhh….”

Desahan pertama Soo Yeon tak tertahankan lagi. Mendengar desahan sexy yang keluar dari mulut Soo Yeon seolah memberi lampu hijau bagi Changmin untuk melakukan lebih pada setiap inchi tubuh Soo Yeon. Kini ia mulai menjelajahi leher jenjang milik Soo Yeon. Dihisapnya kuat dan sesekali digigitnya untuk memberi tanda bahwa gadis yang berada di depannya adalah miliknya.

“SShhh…. Oppahh…”

Tangannya mulai meremas payudara Soo Yeon yang masih terbungkus oleh kain. Semakin lama remasan tersebut semakin keras di tambah hisapan nikmat dilehernya membuat tubuh Soo Yeon menegang.

“Ahhh…… uhhh………. Ouhhhh…..”

Changmin memperkuat remasan di dada Soo Yeon.

“Nnggghhhhh…… ssssshhhhh…… ouhhhhh….. aaahhhhh……..”

Remasan yang semakin lama semakin kuat ditambah sensasi nikmat di lehernya membuat tubuh Soo Yeon panas dan menegang tak terkecuali di daerah vaginanya.

Crot..

Keluarlah cairan organsme Soo Yeon yang pertama. Kini tangan Changmin mulai menelusup masuk ke baju Soo Yeon dan mencari pengait bra nya kemudian melepasnya.

“Tanpa tali?” Gumam Changmin sambil mengeluarkan smirk nya

Tiba-tiba bra yang Soo Yeon gunakan terjatuh begitu saja. Ternyata bra yang Soo Yeon pakai adalah jenis bra tanpa tali . Ini sangat memudahkan Changmin untuk mempercepat aksinya.

Ia mulai meremas-remas dan memilin nipple Soo Yeon.

“Oppahhhh….. nngggghhhhh……”

Ia terus memilin dan memutar-mutar nipple pink Soo Yeon membuat payudara beserta nipplenya mengeras.

“Ouhhhh…. Oppahhhh…. Ssshhhhh…. Hentikhaannhhhh…..”

Tiba-tiba tangan Soo Yeon memegang tangan Changmin membuat aktivitas yang Changmin lakukan terhenti.

“Waeyo? Apa kau tidak suka”

“Sssshhhh…. Ani…. Tapi jangan…. Hhhhh… lakukan di tempat terbuka seperti ini…hhhh….” Ucap Soo Yeon dengan susah payah ditengah desahannya.

Tanpa membuang-buang waktu, Changmin langsung menggendong Soo Yeon ala bridal style ke dalam mobilnya di bagian belakang. Ia membaringkan tubuh Soo Yeon dengan hati-hati agar Soo Yeon tetap merasa nyaman, kemudian ia melanjutkan aktivitasnya yang tadi terhenti. Ia kembali mencium bibir Soo Yeon dengan ganas, Soo Yeon membalas ciumannya. Lidah mereka saling bertautan, menari –nari di dalam mulutnya.

“Mmmpphhhh….”

Terdengar kembali Suara desahan dari bibir mungil Soo Yeon saat Changmin memperdalam ciumannya. Dengan sigap, ia segera melepas pakaian yang dikenakan Soo Yeon dan meletakannya di sembarang tempat. Lalu ia mengulum payudara Soo Yeon yang sudah tak terbungkus apapun.

“Ouuuhhhhh…sssshhhhh…… ngggghhhhh…… hhhh…..”

Sensasi dingin dari lidah Changmin  membuat Soo Yeon merasakan kenikmatan yang sedikit berbeda. Mulutnya kini aktif bergoyang-goyang diatas payudara Soo Yeon, menjilat-jilat nipple pink milik Soo Yeon dan sesekali menggigit-gigit kecil payudara Soo Yeon.

“Ngghhhhh…. Oppahhhh….. lebihhhh….dalamm…hhh…lagihhh…..”

Kini tangannya meremas kuat rambut Changmin dan menekan kepalanya. Kini ia semakin memperkuat hisapannya hingga menimbulkan bekas merah kebiru-biruan di payudara Soo Yeon.

“Aahhhh…. Oppahhhh…. Aku mau….. hhhhh…keluarrrr….hhhhh”

Crot…

Keluarlah cairan Soo Yeon yang kedua kalinya akibat permainan yang Changmin lakukan. Changmin menurunkan tangannya dan melepas celana jeans yang dikenakan Soo Yeon beserta underwear nya. Tangannya mengelus vagina Soo Yeon yang sudah basah akibat perlakuannya tadi.

“oppahhhhhh…ohhhhh…” Soo Yeon kembali mendesah saat kedua jari Changmin mulai memasuki  lubang vaginanya.

Changmin terus menusuk-nusuk dan memutar-mutarkan jarinya dibawah sana.

“SSsssshhhhhhh……uuuuhhhhhhhhh……aaaaaaaaahhhhhh….”

Changmin menambahkan 1 jari lagi dan menambah kecepatan jarinya. Ia mengeluar masukan dan memutar-mutar jarinya di bawah sana dengan tempo cepat tak beraturan.

“Nggghhhhh……. Ouhhhhh…….hhhhhh……”

Desahan Soo Yeon bertambah saat jari Changmin menyentuh g-spotnya.

“Ouhhhh….. ssssshhhhhhhh…. fasterrr….hhhhh….oppa…nggghhhh…”

Mendengar desahan Soo Yeon, Changmin menambah kecepatan tangannya menjadi 4 kali lipat, mengoyak-oyak dan menyodok-nyodokan jarinya hingga membuat Soo Yeon kesakitan.

“Akh….neomu appoyo…. jangan terlalu cepat oppa”

“Mianhae chagi, tapi sebentar lagi ini akan terasa nikmat, trust me”

Changmin terus memutar-mutar ketiga jarinya tanpa mengurangi kecepatannya. Jarinya terus menusuk-nusuk g-spotnya dengan tempo cepat membuat Soo Yeon merancau tak jelas. Tubuhnya menggelinjang indah di atas kursi di bagian belakang mobil.

“Uughhhh~ oppahh… oohhhh…. Aku mau….hhh…. keluarrrrhhhhh…..”

Crot…

Cairan Soo Yeon keluar untuk yang ketiga kalinya.

Merasa sudah siap, Changmin segera membuka celananya dan memberi ancang-ancang untuk memasuki Soo Yeon lebih dalam.

“Aku masukan sekarang ne?” Tanya Changmin memastikan

Soo Yeon mengangguk sambil menatap Changmin.

Saat Changmin sedang menuntun juniornya untuk masuk, tiba-tiba setetes air mata keluar dari ujung pelupuk matanya.

“Waeyo chagi? Apa ini yang pertama bagimu?”

Soo Yeon menggeleng

“Apa kau belum siap melakukannya denganku?”

Soo Yeon terdiam. Sebenarnya ia merasa sangat bersalah pada Changmin. Namun entah kenapa, tiba-tiba bayangan saat Kyuhyun meninggalkannya, muncul begitu saja di otaknya. Ia takut jika hal yang sama terjadi padanya untuk yang kedua kalinya. Ia takut jika Changmin meninggalkannya, ia takut jika Changmin mencampakkannya begitu saja

“Gwenchana Untuk yang satu ini, lebih baik kita tunda saja” Ujar Changmin sembari menampakan senyumnya

“Mianhae oppa” Soo Yeon semakin merasa bersalah pada Changmin

“Gwenchana… gwenchana… Aku bisa mengerti” Lagi-lagi ia menampakkan senyuman indahnya itu di wajahnya

“Gomawo oppa” Ucap Soo Yeon sambil memeluk Changmin. Changmin membalas pelukan Soo Yeon dan membelai kepala Soo Yeon.

“Sekarang, pakailah bajumu” Ucap Changmin sambil memberikan baju Soo Yeon yang tadi dilepasnya. Soo Yeon segera memakai bajunya, dan Changmin merapikan celananya kembali.

At Soo Yeon’s House

Mobil yang mereka naiki sudah sampai di depan rumah Soo Yeon, namun mereka tetap duduk pada posisi mereka masing-masing. Keheningan melanda mereka berdua sebelum akhirnya Changmin memecahkan suasana keheningan diantara mereka berdua

“Beri tahu aku jika kau sudah menemukan jawabanmu”

“Ne oppa” Jawab Soo Yeon tertunduk

“Aku akan tetap menunggumu… sampai kapanpun juga” Lanjut Changmin

Soo Yeon menatap Changmin yang sedari tadi sedang menatapnya.

“Saranghae Soo Yeonie”

Lalu Changmin mencium singkat bibir Soo Yeon sebagai akhir dari pertemuan mereka malam ini.

 

~o0o~

Keesokan harinya….

“Terima kasih atas kunjungannya. Hati-hati di jalan” Ucap seorang pelayan toko saat Soo Yeon selesai berbelanja berbagai kebutuhannya.

“Ne, gamsahamnida” Ucap Soo Yeon sambil membungkukan badannya lalu ia berjalan keluar toko tersebut.

Soo Yeon menunggu taksi di depan toko tersebut. Tapi tak ada satupun taksi yang lewat di depannya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumahnya.

Dalam perjalanan….

Tin….tin….

Saat Soo Yeon hendak menyebrang jalan, tiba-tiba sebuah mobil melintas kearahnya. Sang pengemudi mencoba sekuat tenaga untuk menghentikan mobilnya. Tapi…

Bruk!

Kecelakaan tak dapat dihindari. Soo Yeon tertabrak oleh mobil yang melaju kearahnya. Untungnya sang pengemudi mobil belum terlalu terlambat mengerem mobilnya sehingga mobilnya tidak terlalu keras menabraknya, hanya sedikit senggolan kecil yang membuat Soo Yeon terjatuh

“Akh” Ucap Soo Yeon menahan rasa perih di lututnya yang terluka

Sang pemilik mobil keluar dari mobilnya

“Gwenchana?” Tanyanya khawatir

-Soo Yeon Pov-

“Gwenchana?” Tanyanya khawatir

Deg!

Suara itu. Sepertinya aku mengenal suara itu, terdengar begitu familiar di telingaku. Suaranya mirip seperti suara… Astaga! Mungkinkah??

-Soo Yeon Pov End-

 

-TBC-

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 17/09/2013, in DBSK, FF, Super Junior and tagged , . Bookmark the permalink. 46 Comments.

  1. Kurang hot itu mah thor
    daebak!!
    next thor

  2. wiwied_chan

    first??
    kya… jangan2… it kyu deh…
    aigo… seenakny aja ninggalin soo yeon deh…

  3. jangan bilng itu suara kyuhyu??? omo ngain lagi dah sievil dateng lagi #bawamasukkyukekamar

  4. Ditunggu kelanjutannya,jadi penasaran. Jangan-jangan Kyuhyun oppa yang menabrak Soo Yeon

  5. Itu kyu ya thor…aduh gimana nih*sokbingung*lanjut thir…gomawo

  6. Wah, kasian Changmin baru dapet sedikit #lah
    Btw, pilihan lagu Westlife-nya oke ^^d
    Part ini temponya udah makin baik, ga secepet yang pertama. Sip lah. Keep writing, yo, thor 😉

  7. Akhirny orang yg menghilang k’mbali lagi..

    Seruuu bgtzz..

  8. Kim_Youngie

    itu kyuhyun oppa,kan???
    akhirnya kembali lgi…………..
    lnjut thor………………

    fighting

  9. Naya zoe fadlillah

    Itu cerita sangat seru .. Tapi kenapa dibikin penasaran gini ? #btmodeon

  10. Kira2 yg nabrak siapa ? ?? Kyuhyun-kah ?? Trnyata soo yeon msh keinget sama kyu ,

  11. LANJUUUT !!

  12. please.!!! bilang orang itu adalah kyu!! lanjut thor.. 🙂

  13. ohh tidaaaaakkkk.. itu pasti kyuhyun (/.\)

    lanjut thor

  14. Lg asyik thor , knp TBC??
    Pertama ngira posisi kyu udh abis, atau jgn jgn yg nabrak (hampir) soo yeon itu kyu??? O_O thor, kalau bisa nge post nya gk usah lama lama yah ♥♥ lafyuu

  15. Ahh thor, cerita’ny seru… apa itu kyu yg nabrak, , klo iya gmna kisah’ny ya ….

  16. putricelalluchayangsehunlluhan

    wah fantastic keren ceritanya.

  17. choi ji seok

    lnjut thor..crtany bagus
    x sllu nnggu next partnya…anyeong

  18. Itu pasti kyu kan.di pat ini jadi kangen sama kyu

  19. siapakah namja itu ? kyuhyun kah ? semakin panas aja ff ini
    di tunggu next part nya

  20. ah thor, nanggung bgt bersambungnya 😦

  21. Pasti itu kyu Ɣªήğ nabrakk

  22. Firly Kpopers

    tbc ny nanggung T.T
    tp ttp lnjut! ^-^)/

  23. Jangan2 kyuhyun yg nabrak tu….
    Lanjut thor

  24. Thor jebal next chapter jangan lama2 udah penasaran bgt~

  25. kyuhyun…..pasti itu suara kyu// kepo

    tapi aku mlah berharap yeoni sama cangmin….abis kyu ninggalin gitu aja. gk bertanggung jwab bgt.

  26. ommo..
    kerennn thor,ditunggu lanjutannya ya 🙂
    ahhh~ apakah lelaki yg menabrak soo yeon itu kyu? oppa kau jahat sekali di ff ini___-

  27. alurnya kecepatan banget….

  28. anggi dwi marcella

    hayo jgn bilang kalo itu si kyu?

    plis thor next partnya jgn lama” di publish ya…

    aku tunggu karya selanjutnya…
    keep writing…

  29. keren thor di tunggu lanjutanya dan jangn lama-lama oke 🙂

  30. lanjut thor !! makin penasaran ~~
    daebaklah pokoknya !!
    jangan lama” nge-post nya ya thor kkk

  31. thor lanjut dong>„< kecee ff nya nih. penasarannn tau:/

  32. omo kyuhyun sebenernya nyasar kemana sih..
    pergi gtu aja ga blik2. ngikutin bang toyib ye -_-
    sooyeon udh ame changmin aje..
    sampe rela ga jd belah2kn tuh! rela nunggu malah. udah changmin aje.. *hasut
    eh itu jgn2 yg nyerempet si evilkyu lg?!
    aduh tbc.. lanjutlah thor..

  33. Epil!!!! Kemanakah drmu???!!! Changmin kasian… Udah buat q z… :p
    itu yg nabrak bang epil yah??

  34. udh sooyeon sma changmin aje…
    omo jgn bilang itu kyu..?!
    selama ini kyu kemana aja, setelah menorehkan luka dia pergi gitu aj..
    omijot.. kyu insap..
    next thor

  35. finally.. part 2 🙂
    kereeen..tapi, nc partnya kurang hot :/
    ga apa-apa kok, selebihnya DAEBAK 🙂
    keep writing 🙂

  36. apray gawoh

    part 2 keren tapi kurang hoooot,, kapan part 3 nya keluar ne????

  37. suara kyuhyun ,,, truz nasibnya changmin gmana????????/ thor harapnx sih ma changmin oppa aja hehehe please

  38. kyuhyun oppa?
    pnsaran jdinya, cpat publish ya thor

  39. kyu disini jd cowo g bner kah? hua..pdhl lg hot2 nya y saeng

  40. part 3 kox blom di post jg min..
    penasaran ne.

  41. Wuaaaa seruuuuu… pi penasaran siapa yah yg nabrak.. tunggu lanjutanx, thor. Ayo semangat. #plak.reader maksa

  42. kartika hutabalian

    Lanjut thor..

  43. Kok ngga ada lanjutannya iya??

  44. daebakk!!
    Sorry aku gak komentar di part1 karna penasaran aku kira kyuhyun bakalan balik lagi, tapi ternyata enggak malah sama changmin!
    Eh… Siapa yang ketemu sama sooyenn?
    Waw…
    Jangan-jangan…?
    Lanjut aja deh!…!

  45. Untung gak smp tahap itu changmin sm soo yeonnya hahaha..:D

  46. changminnya pengertian banget..tapi jadi cuman nyampe tahap itu dech 😦

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: