Back To You

donghae ff nc yadong

Title: Back To You

Cast: Lee Donghae, Choi Hyunri

Author: Sparyeulhye (@sparyeulhye)

Rate: NC-21

PWP (Porn Without Plot)

Pernah di post di wp saya http://www.elfishylovevilkyu.wordpress.com

~oOo~

Donghae menginjak pedal gas mobilnya dengan terburu-buru dan meluncur menyusuri jalanan Seoul dimalam hari. Tak mempedulikan lagi berapa kecepatan kemudinya sekarang. Pikirannya hanya terfokus pada seorang wanita yang mungkin saja kini tengah menunggunya. Perasaan takut menyerbunya, takut wanitanya itu akan menolaknya, takut wanitanya itu tak mau menerimanya lagi. Donghae semakin gila mengemudikan mobilnya seakan ini adalah kesempatan terakhirnya. Beruntung jalanan saat ini sedang sepi, jadi dia bisa dengan leluasa mengemudi.

~oOo~

Sebuah seluit terlihat berdiri dipagar balkon kamarnya, memakai dress selutut berwarna hitam dengan aksen bunga yang terlihat begitu pas ditubuh semampainya. Matanya memandang nanar keatas langit yang dihiasi begitu banyak bintang, sungguh berbeda dengan dirinya yang sedang kesepian, merindukan seseorang yang sangat dicintainya. Seorang yang telah menghancurkan hatinya. Dia sadar bahwa dia sangat mencintai orang itu, sangat sulit untuk melepaskannya. Jika saja dulu dia tidak bertemu orang itu dan tidak jatuh cinta padanya, semua tak akan sesakit ini untuknya. Penyesalanpun tak ada gunanya lagi. Semua telah terjadi. Takdir hidup memang terkadang menyakitkan.

Wajahnya tertunduk lesu, pikirannya menerawang kemasa lalu. Saat pertama kali bertemu dengannya, pertemuan yang sangat melekat dibenaknya. Bulir-bulir air mata kesedihannya yang akhir-akhir ini selalu saja menyeruak.

“Bisakah semuanya kembali seperti dulu lagi.” Gumamnya pelan terdengar perih, menggores luka.

“Aku merindukanmu, Hae.”

~oOo~

Donghae mulai memasuki area parkir apartemen itu. Apartemen tempat tinggalnya bersama wanitanya yang akhir-akhir ini jarang dikunjunginya bahkan tidak pernah sama sekali sejak kejadian menyakitkan itu. Memarkirkan mobilnya cepat kemudian bergegas turun dari mobil dan berlari ketempat seseorang yang dirindukannya itu.

Memasuki apartemen itu dengan kunci yang dimilikinya. Gelap, sepi, itulah kesan pertama yang didapatnya. Matanya tak menemukan sosok wanita yang sangat dicintainya itu. wajahnya nampak begitu frustasi.

Kakinya melangkah kesebuah kamar yang menyimpan banyak kenangan untuknya. Mengingatkannya pada beberapa hari yang lalu, saat dia dengan bodohnya mengungkapkan kata-kata yang menyakiti dirinya dan wanitanya.

Pintu terbuka. Gelap, hanya cahaya remang-remang yang masuk melalui pintu balkon yang terbuka. Matanya menangkap seluit bayangan seseorang yang begitu dirindukannya.

“Hyun~ah…”

~oOo~

~Hyunri POV~

“Hyun~ah…”

Suara itu…begitu banyak kah pengaruhnya dalam hidupku, sampai-sampai saat aku mengingatnya-pun aku merasakan dia memanggil namaku.

“Hyun~ah…” suara itu lagi.

Kenapa begitu nyata bagiku. Astaga! Jangan-jangan…itu benar dirinya. Kupalingkan wajahku. Terkejut, itulah yang kurasakan sekarang. Donghae berdiri hanya beberapa meter dari jarakku sekarang. Menatapku nanar. Ya Tuhan…aku benar-benar merindukannya.

Dia beranjak dari tempatnya dan kemudian menuju kearahku. Menarik tubuhku mendekat padanya dan memelukku erat, membenamkan kepalanya dileherku. Kurasakan deru nafasnya menyentuh kulit leherku. Dia menangis. Oh Tuhan…

“Mianhae…Hyun~ah…Mian…”

Berulang kali dia mengucapkan kata maaf, seakan hanya kata itu yang bisa diucapkannya saat ini. tangisku-pun pecah saat itu juga. Mendengar suaranya yang begitu kurndukan. Semua perasaan rindu berputar-putar disekeliling kami. Aku terdiam menikmati kehadirannya disisiku. Merasakan hangat peluknya. Merasakan dada bidangnya menghantam tubuhku, menempel erat.

Donghae mempererat pelukannya ditubuhku begitupun juga aku. Mempersempit jarak diantara kami. Menyalurkan seluruh kerinduan yang terpendam. Dia melepas pelukannya setelah cukup lama. Menatap mataku lekat seakan tak ingin kehilangan diriku. Kutatap matanya, garis hitam dibawah matanya membuatku merasa begitu tersayat. Sebegitu menderitanyakah kau, Hae? Ucapku dalam hati.

Aku memeluknya lagi. Tak puas akan pelukan yang tadi. Kupejamkan mataku menikmati harum tubuhnya. “Bogoshippeo…” ucapku yang masih memeluk tubuhnya.

“Nado…Mianhae, jeongmal mianhae.” dia terus berucap kata maaf.

Kulepas pelukan kami lalu menatap wajahnya yang dihiasi air mata. Jujur akupun masih terisak.

“Kau tak salah, Hae. Untuk apa meminta maaf.” jemariku terulur mengelus pipi lembutnya.

“Aku…”

“Ssstt…Jangan katakan kata itu lagi, Hae. Kumohon.” pintaku padanya. “Bukankah cinta harus memaafkan.” sambungku lagi.

Dia tersenyum. Sebuah senyuman manis yang kurindukan. Tangannya bergetar mengelus rambutku. Begitu banyak alasan kenapa aku tidak pernah bisa meninggalkannya. Aku sangat mencintainya. Aku tahu itu. Perlahan wajahnya mendekat kewajahku, dapat kurasakan deru nafasnya menyentuh kulit wajahku. Dia meraih tengkukku mendekat padanya, mempermudahnya dalam menjangkau sisiku. Kurasakan bibirnya mulai menyentuh permukaan bibirku, terasa basah dan lengket. Tak ragu akupun membalas ciumannya. Aku lupa sudah berapa lama aku tak merasakan ciumannya. Berapa lama aku tidak merasakan manis bibirnya. Saling menghisap satu sama lain.

Donghae makin memperdalam ciumannya, menghisap kuat bibir bawahku sesekali menggigitnya pelan. Menghasilkan bunyi kecapan dari ulahnya itu. Lidahnya menerobos masukkedalam mulutku, mengabsen isinya satu persatu. Mencari-cari lidahku untuk diajak bertukar saliva dan saling mengulum. Kecapan-kecapan semakin terdengar, kami saling menghisap satu sama lain. Kukalungkan tanganku dilehernya untuk mempermudah memperdalam ciuman kami. Meremas-remas rambutnya merasakan sensasi yang diciptakannya.

Tangannya tak tinggal diam, mengelus-ngelus punggungku yang terbuka. Dia mengangkat kakiku kemudian mengaitkannya dipinggangnya. Dapat kurasakan sesuatu yang menonjol dibawah sana, memberontak ingin keluar dari sarangnya. Kugesek-gesekkan tubuh bagian bawahku merasakan sensasi bersentuhan dengan miliknya. Tak ada kata–kata yang keluar dari mulut kami berdua. Hanya desahan dan erangan yang terdengar, cukup untuk merealisasikan hasrat yang terpendam diantara kami. Dengan penuh nafsu Donghae menggendongku keranjang dengan bibir yang masih bertautan.

“Ahh…” erangku saat Donghae benar-benar menempatkanku diatas ranjang.

Dia langsung memposisikan tubuhnya diatasku, menopang tubuhnya dengan tangan kanannya agar tak benar-benar menindihku. Mendaratkan kecupan-kecupan lembut diwajahku. Dan terus mengatakan kalau dia mencintaiku.

“Saranghae…” ucapnya dan mencium keningku.

“Saranghae…” ucapnya lagi seraya mencium kedua kelopak mataku kemudian hidung dan terakhir dia mengucapkannya sambil mencium bibirku lama, akupun ikut membalas ciumannya.

Tangannya menelusup kebawah tubuhku, mencari-cari resleting dress yang kupakai. Aku mengangkat tubuhku sedikit untuk mempermudah usahanya. Dengan gerakan pelan dia berhasil membukanya dan menariknya lepas. Menyisakan bra dan cd yang menempel ditubuhku. Donghae memandangi tubuhku intens. Entah kenapa aku merasa malu ditatap olehnya padahal ini bukan kali pertama dia melihatku dengan pakaian yang terlepas.

“Hyun~a…aku sangat merindukan ini,” ucapnya seraya meremas payudaraku yang masih tertutup bra itu.

“Ahh…shttt…Hae~ya…” desahku tak tahan atas perlakuannya.

Donghae kembali mendaratkan kecupannya dileherku menciptakan banyak tanda disana. Aku hanya memejamkan mataku menikmati sensasi yang kuterima. Tanganku menelusup kebalik kaos Donghae, membelai lembut otot perutnya. Berusaha melapas baju yang dikenakannya. Seolah mengerti keinginanku, dia ikut membantuku melepas pakaiannya. Tanganku bergerak mengelusi tubuhnya, perutnya, aku benar-benar merindukan ini semua.

Kurasakan tangannya mengelus punggungku, mencari pengait braku. Melepas kaitannya dan melemparnya entah kemana. Remasannya dipayudaraku membuatku tak tahan untuk mendesah nikmat. Akupun tak ingin kalah darinya, kukulum lagi bibirnya. Mengajaknya kembali bertukar saliva, kali ini aku ingin sesuatu yang lebih. Kusedot lidahnya, menghisapnya, mengulumnya. Tanganku bergerak keselangkanganya, mengelus Little-Hae yang telah menegang sempurna. Kukeluarkan benda itu kemudian memijat-mijatnya.

“Ahhh…” Hae mendesah menikmati remasanku dijuniornya.

Aku tersenyum mendengarnya. Aku merindukan suara erangan nikmatnya. Matanya menatapku dalam, nafasnya nampak ngos-ngosan sama seperti diriku. Entah sejak kapan ia melepas cd-ku, aku tak menyadarinya terlalu asik dengan kegiatanku.

“Dia merindukanmu, Hyun. Manjakanlah dia, dia milikmu seutuhnya.” Ucapnya padaku.

Tanpa basa-basi aku menurunkan celananya hingga benar-benar lepas. Lalu mengelus dan memberikan kecupan selamat datang digland penisnya. Kukulum keluar masuk. Donghae mengerang nikmat. Tangannya tak dia biarkan diam saja, menyusuri daerah sensitiveku, mencari-cari kelemahanku. Jari tengahnya menyusup masuk kedalam liang vaginaku, mengaduk-aduknya. Memberikan sensasi nikmat luar biasa untukku. Tak tinggal diam ibu jarinya memijat-mijat klitorisku.

Mulutnya menyusu dipayudara kananku, menggigit-gigitnya. Geli, itulah yang kurasakan sekarang. Bagaimana tidak, kedua daerah sensitiveku mendapat perlakuan luar biasa darinya. Menciptakan rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuh. Sesuatu mendesak ingin keluar dari vaginaku, aku tak tahan lagi.

“Ahhh…” aku mendesah keras menyebabkan kulumanku pada penisnya terlepas.

“Kau sudah keluar, Chagi? Kumasukkan sekarang ya?” ucap Hae seraya menatap mataku.

“Tak ingin mencobanya dulu?” tanyaku padanya, biasanya dia menjilatinya terlebih dahulu.

“Nanti saja, aku sudah tidak tahan.”

“Terserah kau saja,” ucapku pasrah.

Bisa kurasakan ujung penisnya menyentuh labiaku. Dengan tergesa-gesa dia mencoba memasukiku. Aku hanya memejamkan mataku, menikmatinya.  Dia terus menggesek-gesekkan penisnya divaginaku.

Jlebb..penisnya berhasil masuk dengan sempurna. Menyentuh dinding vaginaku. Hae mulai menggerakkannya tanpa persetujuanku. Walaupun sedikit sakit tak apalah toh akhirnya akan terasa nikmat.

Entah berapa lama kami melakukannya. Aku sudah begitu lelah. Begitu pula dirinya yang kini terkulai lemah disampingku. Dadanya naik turun berusaha mengatur nafas ngos-ngosan. Dia memeluk tubuhku erat, menempelkan tubuh satu sama lain. Merasakan detak jantungnya yang berdebar keras menjalar ditubuhku. Tak bisa kuungkapkan betapa bahagianya aku saat ini. Dia kembali. Pria yang kucintai ini telah kembali padaku. Dan aku berjanji pada diriku tidak akan melepaskannya apapun yang terjadi. Dia milikku, kami saling memiliki begitu seterusnya hingga kematian benar-benar memisahkan benang cinta diantara kami.

=END=

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 13/10/2013, in OS, Super Junior and tagged . Bookmark the permalink. 28 Comments.

  1. kurang panjang bikin sequel yg menceritakan kenapa mereka berantem

  2. konfliknya kurang ada. jd kesannya full nc saeng

  3. thor konfliknya kurang greget dan gak jelas, tp NC nya mantep hahaha #plakkk

  4. Konflik nya blm jelas butuh sequel thor

  5. Scorpio Girl

    Singkat padat dan jelas wkwk

  6. jln cerita tak begitu jlas. alasan ap mereka berpisah bbrp waktu lalu. membingungkan

  7. Kependekan ff nya
    😛

  8. Kok gaa dceritain knapa mreka pisah , ? Dan kenapa tiba2 donghae balikan lagi dan mnta maap , emang dia slah apa ??

  9. whoaaaaa keren bgt thor.. i like it..

  10. buat sequel dong..
    kok ga ada konflik ya?

  11. Ceritanya agak gak jelas.. Kenapa cuma ncnya doang-_-

  12. aigooo nanggung bgt ending’a

  13. penjelasanya kurang…jdi gi mana gitu. >_<

  14. Bagus siii, mungkin tmbhin konflik aja x yaa

  15. thor.. aku bingung mereka tuh kenapa koq bisa pisah trus sedih2an..
    kurang jelas konfliknya…
    okeh gamsha

  16. v3 fendivanis

    min ceritanya singkat jdi gak bosan bacanya, aku suka,
    tpi kurang jelas alurnya itu aja, trims 🙂

  17. ga ada pnjelasan brantemnya mereka….
    ga ada flashback ny….

  18. sonjasparkyu

    critanya nanggung,
    ncnya nanggung, kofliknya nanggung, alurnya nanggung.

  19. Konfliknya mana yah?? Kok langsung nc.an trus mereka knp brantem?? Silahkan dijawab di next sequelnya yaahh ^_^

  20. kurang jelas thor!!, kpn² bkn squelnya yaaa

  21. Rita Clouds

    emng berantem ya…….?
    kok gk nyambung ffnya tp aq suka kok bgus

  22. miftahul falah

    kurang begitu jelas.

  23. Need squel thor

  24. Lee Yong Ah

    Keep writing!

  25. ini butuh squel thor ._. alasan mreka gk ktemtu itu kenapaa ?? 😀 nice ff

  26. Kurang panjangf! Masih tanda tanya kenapa mereka berantem ini butuh sequel thor, kalo misalkan ff’a pake sequel semanat ya thor!!!!

  27. Hyun ri kan namkorq!!! >< dan pas bgt yah… Semalem q mimpi diperkosa hae n siangx scara g sengaja nemu ff bginian yg castx hyun ri… Oh my……….. T_T Gomawo thor gue lega! /?

  28. Buat sequel thor knp mereka bisa berantem nanggung!

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: