Being a Mom

yesung ff nc yadong

Author : Gyu Han

Title : Being a Mom

Type : Romance, NC 21

Cast : Kim Jong Woon/Kim Yesung

Cho Syuri (OC)

Lee Hyuk Jae

Cho Kyuhyun

Syuri Prov

“Araseo, aku akan menghubungimu nanti”. Klik.. ucapku seraya mematikan ponsel dan bergegas menuju mobilku, Aku melaju dengan kecepatan tinggi  mengarungi kota soul. Tak berapa lama Kring..kring.. aku menghela nafas dan mengambil aerphoneku kembali kemudian mengangkatnya “yeoboseyo.. nde presdir aku sedang diperjalanan sebentar lagi aku sampai”. klik.. aku menarik aerphone dari telingaku dengan sedikit kasar. ckiit.. aku menghentikan mobil, dan membenamkan wajahku di atas setir “Aku lelah, kenapa pekerjaan ini begitu membebaniku..padahal menjadi seorang sekretaris di perusahaan ini adalah impianku” keluhku dalam hati sampai akhirnya aku kembali melaju dengan kecepatan tinggi.

Yesung Prov

Tut..tut.. aku menekan kode masuk kedalam rumahku, ckrek… kemudian melangkahkan kaki untuk masuk, mengganti sepatuku dengan sendal yang ada di rak. Aku menghempaskan ransel yang kubawa di atas kursi dan menyimpan koper disampingnya kemudian berjalan menuju kulkas dan mencari sekaleng softdrinksetelah itu kembali berjalan menuju ruang tengah dan merebahkan tubuhku diatas sofa. “Huh..Lelah sekali jika sudah tour seperti ini” keluhku dalam hati seraya membuka sofdrink dan segera meminumnya glek..glek udara di luar memang sangat panas terlebih kegiatanku yang memaksa mengeluarkan banyak peluh membuatku kadang sulit bernafas. Ku pejamkan mata dan menyandarkan kepalaku disofa, aku melempar ponselku kemeja terlihat foto seorang gadis cantik  yang menyimpulkan senyumnya di walpaper ponselku.

 

Author Prov

Syuri membuka pintu dan terkejut ketika melihat siapa yang kini ada dihadapannya, dia menyimpulkan senyumnya dan bergegas masuk ke dalam rumah kemudian melangkah tergesa-gesa ke arah seseorang yang sedang tertidur pulas di atas sofa.

Syuri Prov

Aku Cukup terkejut melihat yesung yang sedang tertidur pulas diatas sofa, aku melihat sekelilingnya. Ranselnya tergeletak dilantai, sementara koper berada disampingnya bahkan dia tidak melepas sepatunya. Aku bergegas menuju kearah yesung,ku tatap wajahnya dia seperti sedang kelelahan, aku tersenyum dan membiarkannya tertidur kemudian berlalu untuk menyimpan tas dan beberapa berkas yang kubawa dari tempat ku bekerja, setelah itu aku kembali menuju yesung, membuka sepatunya perlahan tak ingin dia bangunlalu merapikan koper dan ranselnya. Kring…kring…kring.. tiba-tiba suara ponsel yesung berdering aku melihat nama yang tertera di layar ponselnya “Leeteuk Hyung” aku mencoba mengangkatnya tapi aku mengurungkan niatku ponsel adalah sebuah privasi untukku aku tidak pantas menganggu privasi orang lain walaupun itu yesung sekalipun. Sebenarnya aku tidak tega membangunkannya tapi sepertinya ini penting “Ya.. yesung ah..yesung ah.. cepat bangun” seruku padanya seraya mengguncangkan pelan tubuhnya. Dia mulai membuka matanya perlahan dan melihatku “Ah.. Syuri ah.. neomu bogoshipoyo” ucapnya masih sedikit tidak sadar lalu merangkulku dengan tangannya. “Ya… Cepat Bangun Leeteuk Oppa menghubungimu” Ujarku dengan nada tinggi dan melepaskan pelukannya.

Yesung Prov

“Ya..Yesung ah.. Yesung Ah.. cepat bangun” seru seseorang lembut ditelingaku. Aku merasa tubuhku sedikit diguncangkan, tetapi mataku masih sulit terbuka kepala ku terasa pening dan berputar-putar. Sampai akhirnya aku bisa membuka mata perlahan-lahan. Kulihat seorang gadis cantik dengan mata bulat, hidung mancung, dan bibir mungilnya berada tepat di hadapankudengan wajah sedikit kesal. Aku tersenyum dan merangkulnya“Ah.. Syuri ah.. neomu bogoshipoyo” ucapku padanya. “Ya… Cepat Bangun Leeteuk Oppa menghubungimu” ucapnya dengan nada yang tinggi dan cukup memekakan telingaku. Saat aku mendengar  nama Leeteuk, aku bergegas bangun dan mengambil ponselku ditangannya “Yeoboseyo, Mianhae hyung aku akan segera kesana sekarang” Ucapku panik kemudian bergegas mencari kunci mobilku, setelah mendapatkannya aku pergi menuju pintu tapi aku teringat sesuatu dan kembali kedalam rumah, Aku melihat seorang gadis mematung dihadapanku dengan tatapan bingung, aku melangkah cepat kearahnya dan memeluknya mencurahkan seluruh kerinduanku yang sudah tertahan selama 1 bulan ini “Ya.. tidak boleh seperti ini” ujarnya seraya mendorongku. “Hanya memeluk saja tidak boleh, aku merindukanmu apa kau tahu!” tegasku padanya dengan mimik kesal. Dia tidak berkomentar apa-apa dan pergi ke kamarnya. Aku menghela nafas dan bergegas kembali ke arah pintu.

Author Prov

Sinar Matahari menembus celah-celah kamar Syuri ketika syuri mulai membuka matanya dan menggeliat terbangun dari tempat tidurnya. Dia menghirup udara segar dan tersenyum menyimpulkan lesung pipitnya, setelah kesadarannya mulai penuh dia segera turun dari tempat tidurnya dan pergi kebalkon untuk menikmati suasana pagi kota seol dari atas apartemennya, dia manarik nafas panjang lalu melepaskannya kembali matanya terfokus pada pemandangan yang cukup indah di pagi hari.

Syuri Prov

“Kau Sudah Bangun?” Ucap Seseorang lembut seraya memeluku erat dari arah belakang. Aku memalingkan wajahku dan mengerutkan dahi kemudian melepaskan pelukannya dari tubuhku “Yesung ah aku sudah katakan ini padamu berapa kali” Ujarku dingin “ memang kenapa?” tanyanya cemberut. “Jangan memelukku” gertakku.‘’Ya..selalu seperti itu memeluk saja tidak boleh” protesnya. Aku tidak menghiraukannya dan bergegas menuju Kamar Mandi.

Yesung Prov

Aku baru saja tiba setelah meeting bersama member tadi malam tentang penampilan kami selama tour kemarin. Aku bergegas menuju kamar, kulihat tempat tidurku yang kosong, aku berfikir syuri sudah pergi kekantornya tapi tidak mungkin jam baru saja menunjukan pukul 6 pagi, dia tidak mungkin pergi sepagi ini. Aku  melangkah masuk dan mencarinya, ku buka pintu kamar mandi syuri tidak ada disana sampai akhirnya aku melihat pintu balkon terbuka. Aku tersenyum melihat gadis  itu sedang berdiri di balkon menikmati pemandangan, aku berjalan perlahan-lahan kearahnya dan dia sama sekali tidak menyadari kedatanganku. Aku memeluknya erat dari belakang “Kau sudah bangun?” ucapku lembut padanya. Dia memalingkan wajahnya padaku dan mengerutkan dahinya pertanda tidak setuju dengan apa yang aku lakukan “Yesung ah aku sudah katakan ini padamu berapa kali” ucapnya datar. “memang kenapa?” tanyaku cemberut. “Jangan memelukku” Ujarnya menyebalkan. “Ya..selalu seperti itu memeluk saja tidak boleh” protesku padanya. Seperti biasa dia terdiam dan pergi meninggalkanku, aku ingin sekali memarahinya tapi mau bagaimana lagi syuri memang sudah seperti itu.Aku memutuskan kembali menuju kamarku lalu merebahkan tubuhku di atas tempat tidur.Tak berapa lama aku lihat syuri keluar kamar mandi dengan baju profesionalnya ya dia adalah seorang sekretaris yang bekerja tanpa mengenal waktu. Aku hanya memperhatikannya sementara Dia sibuk merias dirinya didepan cermin dan memandangku di pantulan cerminnya, “Yesung ah.. kau sudah sarapan?” Tanyanya Padaku. Aku tersenyum “Aku sudah sarapan tadi di dorm, wokie yang membuatkannya”. Jawabku masih terus memandanginya. Dia hanya mengangguk. Walau dia sangat sibuk dia tidak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang istri, itulah yang membuatku benar-benar menyayanginya. Dia mengambil tasnya dan beberapa berkas di atas meja “ aku akan pulang sedikit malam jadi jangan menungguku” ucapnya seraya pergi melangkah keluar. Aku mengangguk mengerti. Dia memang sangat cantik, rambut coklatnya yang panjang tergerai dan sedikit bergelombang di bagian bawah, kulitnya seputih susu, dia memang tidak terlalu tinggi tapi tetap saja tubuhnya terlihat proposional sangat cocok dengan profesinya, Sayangnya sampai detik ini pun aku belum pernah menjamah tubuhnya sama sekali.Sudah 3 Bulan kami menikah tapi kami sama sekali belum pernah melakukan hubungan layaknya seorang suami istri, hanya dipeluk saja dia sudah melotot seakan ingin  membunuhku, kami pernah berciuman tapi hanya sebatas kecupan manis itu pun saat diresepsi pernikahan. Selain waktu dan kesibukan yang membuat kami seperti ini ada satu hal yang penting yang membuat hatiku selalu sedih jika mengingatnya, bahwa aku tidak boleh menyentuhnya, dia tidak ingin jika dia mengandung dalam waktu-waktu ini, dia tidak ingin karir yang sudah di rintisnya dengan kerja keras hancur begitu saja, untuknya karir adalah segalanya menjadi seorang sekretaris disebuah Perusahaan bergengsi di Korea adalah impiannya semenjak kecil, karena itulah dia bersih kukuh agar aku tidak menyentuhnya sama sekali. aku sudah pernah memberi saran menggunakan alat kontrasepsi tapi tetap saja dia tidak menyetujuinya dan tetap teguh pada pendiriannya. Itulah komitmen yang dia berikan jika aku ingin menikahinya dan bodohnya aku saat itu tanpa protes sedikitpun mau menerimanya dengan lapang dada. Entah karena apa tapi gadis ini benar-benar membuatku gila, aku bertemu dengannya saat fanmeeting 2 tahun yang lalu, jangan salah dia bukanlah fans ku dia adalah teman dari fansku aku menyukainya saat pertama aku melihatnya walaupun sepertinya dia tidak menyukaiku. Aku pun mulai mendekatinya perlahan lahan dan akhirnya berhasil mendapatkan nya dengan susah payah, dia tidak pernah memandangku seperti seorang idola dia hanya memamdangku seperti pria biasa kim jong woon yang sederhana, dia juga tidak pernah merasa terganggu dengan fans-fansku dan dia pintar membawa diri dihadapan fansku seolah dia tidak mengenalku itulah yang membuatku semakin mencintainya bahkan sangat mencintainya.Aku dan Syuri menikah 3 Bulan yang lalu secara diam-diam, orang tua ku terkejut dan sempat tidak menyetujuinya karena takut karirku akan hancur begitupun dengan member yang lainnya tapi aku berhasil meyakinkan mereka bahwa ini akan baik-baik saja. Selama menikah aku bisa menghitung berapa kali aku bertemu dengannya mungkin hanya 6 sampai 7 kali karena aku dan dia sama-sama sangat sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing, aku dan dia tidak pernah mengeluh dan saling mengerti satu sama lain satu hal yang membuat kami bertahan kami tidak pernah memutuskan komunikasi. Ting..Tong.. suara bel membuyarkan lamunanku. Dengan Langkah malas aku menuju keluar dan membuka pintu, lalu melihat seorang namja dengan wajah yadongnya dan melihat namja di sebelahnya dengan wajah setannya berada dihadapanku saat ini ‘’Masuklah” Ujarku malas. Mereka pun mengikutiku, “Hyung.. aku lapar ingin makan sesuatu” ujar kyuhyun tanpa rasa malu seraya memegangi perutnya lalu pergi menuju kulkas. Sementara Enhyuk sibuk mencari Kaset DVD di bawah meja Tv ku. Mereka memang selalu seperti ini jika berkunjung ke apartemenku, apartemen ini sudah dianggap dorm apapun yang mereka inginkan mereka akan lakukan, terkecuali jika ada syuri di sini rasa malu mereka akan kembali seperti sedia kala.   “Ya.. Kau sedang mencari apa hyuk jae?” disana tidak ada DVD Yadong” ucapku datar seraya merebahkan diri disofa. Dia menarik nafas tergurat rasa kecewa diwajahnya dia berlari kearah pintu dan keluar tanpa menghiraukanku. Kyuhyun mendekatiku  dan memakan sebuah Roti dengan lahap ditangannya “Hyung.. apa kau tidak pernah menonton film itu?” tanya kyuhyun dengan wajah serius “Tidak” ucapku singkat “Bohong, kau pasti pernah menonton film kesukaan monyet yadong itu” protes kyuhyun tidak percaya. Krek.. Enhyuk masuk kembali ke apartemenku dan membawa sesuatu ditangannya “Apa itu hyung?” tanya kyuhyun spontan. “Hey,, kau anak kecil cepat masuk kamar, ini hanya tontonan orang dewasa” ujar Enhyuk pada kyuhyun. “Ya… aku sudah 25 Tahun” Bela kyuhyun dengan tanduk dikepalanya. “Hyung.. Noona sudah berangkat ke kantorkan?” tanya eunhyuk dengan wajah serius. Aku mengangguk pelan “kau mau apa eoh?” tanya ku tak mengerti. “baguslah” ucapnya dengan senyum yadong dan lagi lagi tak menghiraukan pertanyaanku. “Heh.. monyet yadong cepat putar kasetnya aku sudah tidak sabar!”ujar kyuhyun yang masih melahap rotinya dengan santai. “Ya.. diam kau setan yadong, sudah kubilang anak kecil masuk kamar!” balas enhyukTak mau kalah. “yak.. kau, dasar monyet tua!” gertak kyuhyun seraya melemparkan potongan rotinya ke arah eunhyuk, eunhyuk tak menghiraukannya dan mulai memutar kaset yang dibawanya.Aku hanya bisa menaikan satu alisku saat melihat Enhyuk mulai menekan tombol on dan menyalakan TV.

Syuri Prov

aku melupakan berkas yang harus kubawa pagi ini dan mau tidak mau aku harus kembali ke apartemen.Ckrek.. aku membuka pintu setelah menekan beberapa tombol password apartemenku, aku mengganti sepatuku dengan sandal dan melangkah ringan menuju kamar tapi mataku melebar saat aku melihat 3 orang namja sedang memandangi TV dengan serius diruang tengah, wajah mereka terlihat pucat dan tegang, keringat keluar dari wajah mereka, ku lihat tangan kyuhyun mengenggam erat tangannya sendiri, tangan yesung mencengkram bantal sofa dengan kuat, sementara enhyuk terlihat lebih santai tapi tetap sangat serius. Aku menaikan satu alisku dan melangkah menuju mereka bertiga, aku penasaran film apa yang mereka tonton sampai ekspresi mereka seperti itu. saat sampai diruang tengah dan melihat layar TV, dengan spontan aku menutup wajah dan sedikit berteriak “Film apa itu!” mereka akhirnya sadar ada aku disana, mereka tampak salah tingkah. Eunhyuk langsung menekan tombol off dan mematikan TV, yesung memelukku dan mengajaku pergi  ke kamar sementara kyuhyun tetap tenang memakan rotinya. “Sudah lepaskan!” seruku kesal pada Yesung yang sedang merangkulku. “Aku akan melepaskannya setelah sampai dikamar” Ujarnya masih salah tingkah. Ckrek… yesung membuka pintu kamar dan melepaskan rangkulannya dari pundakku “ Kau menonton apa tadi?” gertakku padanya. “ii..i..tu hanya film action chagiya” jawabnya gugup. “Aku melihatnya ! kau fikir aku bodoh, jangan tidur dikamar malam ini” Tegasku. “Hey…Jangan seperti itu aku ingin tidur disini bersamamu, kau tahu kita sangat jaranguntuk bisatidur berdua” protesnya padaku. “Aku tidak mau, bukan tidak mungkin nanti kau akan mempraktekannya padaku” tegasku lagi. “Tidak..aku berjanji tidak akanmelakukannya” ujarnya membela diri. “Tidak mau” tolakkuseraya menarik tangannya untuk keluar dari kamar secara paksa kemudian membanting pintucukup keras. “Namja itu, dia mau mencoba melanggar janjinya padaku, tidak akan bisa aku tidak sebodoh itu” ucapku dalam hati.

Author Prov

Malam itu Syuri sukses membuat Yesung tidur disofa, Yesung memarahi Enhyuk dan Kyuhyun yang telah mengajaknya menonton film itu, Enhyuk berjanji tidak akan mengajaknya lagi menonton tapi dia berjanji akan membawakan sesuatu yang lebih spektakuler dari hanya sebuah film, yesung sebenarnya merasa terangsang setelah melihat film tadi, bukan tidak mungkin jika yesung tidur dikamar dia akan memaksa syuri melakukannya, tapi syuri adalah gadis yang cukup pintar dia tahu dan bisa mengantisipasinya dengan baik.

Keesokan malam seperti biasa syuri pulang dari kantornya, jam menunjukan pukul 10 Malam. Dia melihat yesung yang sedang terbaring di atas sofa sementara TV terus menyala “Tuan Jongwoon ini begitu ceroboh” ujar syuri kemudian mematikan TV dan melangkah kedalam kamar. Dia kembali dengan selimut juga bantal, Syuri kemudian meyelimuti Yesung yang hanya tidur menggunakan celana pendeknya dan sedikit mengangkat kepala yesung agar dapat menyelipkan bantal dibawahnya.  Syuri melangkah menuju kamar dan bergegas mandi lalu mengganti pakainnya.

Syuri Prov

“Rasanya segar sekali setelah mandi seperti ini” Ucapku seraya mengusap pelan rambutku dengan handuk, setelah itu aku kembali menuju meja kerjaku dan membuka laptop diatasnya, dahiku mengerut dan mulai berkonsentrasi membaca setiap bahan presentasi yang aku bawakan besok senin, ini adalah hari jumaat aku mempunyai 2 hari untuk mempelajarinya karena sabtu minggu adalah hari liburku, bahkan dihari libur aku masih harus bergelut dengan pekerjaan. Ckrek… ketika pintu dibuka dan aku mendengar suara seseorang masuk ke dalam kamar, aku memalingkan wajahku dan mendapati yesung yang mencoba merebahkan dirinya diatas tempat tidur dia seperti tidak menyadari keberadaanku, “Yesung ah.. ku kira kau akan tidur diluar lagi malam ini” candaku padanya. Dia melebarkan matanya melihatku dari atas ke bawah memperhatikan setiap inci tubuhku. “Waeyo?” gertakku yang tidak senang diperhatikan seperti itu. Dia menggelengkan kepalanya tanpa menjawab sekalipun, dia pun berbaring dan menutup wajahnya dengan selimut. Aku masih kesal terhadapnya tapi aku mencoba melupakannya dan kembali terpaku pada layar laptopku. “Akkhh…”teriaknya kesal seraya membanting bantal yang dipakainya, aku membelalakan mataku melihatnya. Dia turun dari tempat tidur dan berjalan mondar-mandir di samping tempat tidur terlihat sangat gelisah. Rasa khawatir menerpaku tiba-tiba “Yesung ah.. gwaencahana” ujarku khawatir. Dia menghentikan langkahnya dan melihatku kemudian menggeleng pelan. aku merasa yesung terlihat aneh malam ini. Keringat dingin terus mengucur pada pori-pori wajahnya, tubuhnya bergetar dan wajahnya terlihat panik. “Yesung ah kau sakit?’’ ujarku lagi masih khawatir lalu mendekatinya dan memeriksa keningnya terasa sedikit panas. Tanpa kusangka dia mendorongku pelan dan menarik tanganku sedikit kasar ke arah pintu “keluar syuri ah.. cepat keluar dari kamar ini” ujarnya panik. Hatiku tiba-tiba berdebar kencang dan aku menahan langkahku. “wae yesung ah.. waeyo?’’ ujarku panik. “Kumohon cepat keluar… cepat keluar dari sini”. tegasnya. Dia mendorongku pelan keluar kamar lalu menutupnya dengan cepat dan terdengar memutar kuncinya. Sementara aku hanya mematung tidak mengerti dengan perasaan gelisah.

Yesung Prov

“Aku akan membunuhmu monyet yadong!’’ ucapku kesal. Bagaimana tidak tubuhku seperti menggigil panas dingin, jantungku berdebar tidak karuan, nafasku sesak, dan kepalaku pening ada nafsu yang berkobar dalam tubuhku tapi aku tidak bisa menyalurkannya,  aku harus menahannya aku tidak akan melakukannya pada syuri itulah sebabnya aku meyuruh syuri keluar dan mengunci pintu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi,jika syuri tidur denganku malam ini. “Sial, obat perangsang itu terus menerus bereaksi bagaimana menghentikannya” ucapku kesal pada diriku sendiri. Aku bergegas mencari ponselku dan aku mengingat ponselku tertinggal di sofa, aku pun memberanikan diri membuka pintu dan mengambil ponselku tapi aku melihat syuri tengah tertidur di sofa, saat aku melihat wajahnya aku merasa bersalah telah melakukan ini padanya “mianhae.. aku melakukan ini untuk kebaikanmu” sesalku dalam hati. aku mengambil ponselku dari atas meja dan saat akan bergegas melangkah aku kembali melihat syuri, aku memperhatikan setiap inci tubuhnya dia seperti hidangan yang siap untuk dimakan ketika lapar, aku menelan air liurku sendiri dan berlari secepat mungkin kekamar.aku menekan setiap tombol dengan tangan bergetar tut…tut…”ya… kau cepat katakan apa yang harus kulakukan untuk menghentikan reaksi ini?”  ujarku kesal pada seseorang diujung telepon. “menyalurkannya, jangan gila itu tidak mungkin!” ucapku lebih kesal. “apa tidak ada cara lain?” tut…tut…. “ya…ya..” aku membanting ponselku ke atas tempat tidur, mengambil jaketku dan bergegas keluar kamar,mencari kunci mobil lalu berlari ke tempat parkir dan pergi melaju dengan kecepatan tinggi.

Syuri Prov

Aku membuka mata perlahan saat sinar matahari mulai menyilaukan pandanganku, Badanku lemas dan terasa sedikit sakit,aku mencoba menyandarkan kepalaku dan menghela nafas panjang. hanya suara detik jam yang terdengar saat ini, ku pejamkan mata perlahan dan menatap kosong kearah langit-langit. Setelah beberapa lama aku melangkah menuju kamar dan membuka pintu, tidak ada yesung disana hanya ada ponselnya yang tergeletak di atas tempat tidur. Kring…kring… aku melihat nama yang tertera saat ponselku berdering di atas meja kerja, aku tersenyum melihat siapa yang menelepon “Anyeong Haseyo eommanim” sapaku lembut. “aku baik-baik saja” ucaku ramah, “yesung sedang pergi jogging” ujarku berbohong. “Belum eomma, semoga saja kau cepat mendapatkan cucu” ucapku tersenyum seraya mengerutkan dahi. “nde..annyeong Haaseyo” Klik.. Eomma yesung yang meneleponku, dia memang rajin meneleponku hanya untuk bertanya apa aku sudah mengandung atau belum, karena dia sudah ingin mempunyai seorang cucu, aku selalu geli mendengarnya bagaimana mau mengandung melakukannya saja tidak pernah, lagi pula aku tidak ingin mengandung sekarang itu bisa menghancurkan karirku yang sudah susah payah aku bangun. tum…tum..suara ponselku tiba-tiba berbunyi kali ini hanya sebuah message dari Hara “Ya…Syuri ah.. jangan lupa kita punya janji jam 9 datanglah.. aku menunggu bersama sunmi” aku membalasnya “tenang saja aku akan datang” lalu mengirimkannya. Aku bergegas pergi kekamar mandi dan mengganti pakaianku kemudian pergi bertemu dengan mereka. Kali ini aku memilih berjalan kaki saja sekaligus menikmati udara dipagi ini, sekali-kali fikiranku tertuju  pada yesung dan kejadian -malam tadi. “ea..ea…” suara tangisan bayi membuyarkan lamunanku. “ea…ea..” tangisannya semakin mengeras. Aku mencari asal suara dan tak berapa lama aku menemukan seorang bayi dalam kereta dorongnya “ea…ea…” di terus menagis sementara orang-orang yang lewat melihatku dengan pandangan kesal, mereka pasti berfikir aku ibunya dan mengapa aku tidak membuatnya diam. Akhirnya aku pun mencoba meraihnya dalam pelukanku, “ea…ea” aku menggendongnya perlahan dan mencoba membuatnya diam, tak berapa lama akhirnya bayi itu diam aku mengelus pipi lembutnya dan aku memegang tangannya, dengan spontan bayi mungil itu membalas menggenggam erat ibu jariku dengan kelima jarinya. Aku tersenyum melihatnya dan mencium keningnya. Aku merasakan ada ketenangan dalam hatiku, naluri keibuaanku mulai muncul seperti ingin melindungi bayi mungil itu, aku melihat kearahnya dan perlahan-lahan dia memejamkan matanya dan tertidur pulas sementara tangannya masih menggenggam erat ibu jariku, bayi ini terlihat sangat tenang dalam tidurnya, aku tersenyum kecil memandanginya. “Nona.. itu bayi saya” ucap seorang ibu muda tiba-tiba menghampiriku bersama seorang anak laki-laki berumur 7 tahun. Aku terkejut dan tersenyum “ini bayi anda?” tanyaku meyakinkan. “nde,, dia bayiku kakaknya mengajaknya jalan-jalan tadi, karena adiknya terus merengek dia mengajaku kesini” ucap ahjumma itu. “oh.. nde ini’’ Ucapku lalu memberikan bayinya. Ada perasaan tidak rela didalam diriku, dan seperti ada sesuatu yang hilang saat aku menyerahkannya. “Kamsahamnida’’ ucap ahjumma seraya membukukan tubuhnya. Aku mengangguk pelan dan membungkuk. Ahjuma berjalan menjauhiku sementara aku terus melihatnya dengan tatapan sedih. Aku kembali melangkah menuju cafe tempatku bertemu dengan Hara dan Sunmi. “Ya.. kau lama sekali syuri ah” teriak sunmi dari jauh. Aku tersenyum dan berlari kecil kearah mereka “mianhae aku terlambat” mereka tiba menjawab dan terus memakan ice cream dihadapannya. Aku menggeser kursi dan duduk berhadapan dengan Hara “kau mau memesan apa? ‘’tanya hara. “aku lemon tea saja” ucapku datar. Kami pun mulai mengobrol seperti biasa dimulai dari membicarakan saat kuliah dulu, pernikahan, serial drama, dan lain-lain. “Kau harus mencoba ini” ucap Hara memasukan serbuk kedalam minumanku. “apa ini?” tanyaku bingung. “Hanya gula rendah kalori dalam sachet, Hara membawanya dari Jepang bukan begitu Hara?” ucap Sunmi aku tersenyum tanpa merasa curiga pada mereka. Hara sudah menikah di usiannya 23 tahun dan sudah dikarunia 2 orang anak, sementara sunmi meningkah di usia 25 tahun diusia pernikahannya yang ke 2 tahun dia belum juga mempunyai anak sementara aku melepas usia lajangku saat ulangtahunku kemarin yang ke 27. Kami mengobrol sangat seru sehingga waktu tidak terasa sudah menunjukan pukul 3 sore aku berpamitan dan bergegas pulang. Aku memutar kunci dan pergi kekamar aku masih belum menemukan sosok yesung di rumah itu artinya dia belum juga pulang, rasa khawatirku semakin bertambah aku memutuskan untuk menelepon leeteuk oppa “yeoboseyo, oppa yesung ada disana?” tanyaku khawatir ‘nde……….” dari awalnya hanya menanyakan keberadaan yesung kami mengobol banyak, lebih tepatnya leeteuk oppa menasehatiku soal hubungan suami istri sebenarnya aku sedikit tidak enak tapi lama kelamaan aku pun mengerti.  Aku memandangi diriku dicermin aku tahu ini akan merubah hidupku bukan hanya saat ini tapi seumur hidupku, aku menanggalkan satu persatu pakaianku setelah selesai membersihkan tubuh, entah apa yang kupikirkan saat ini, aku mengambil gaun tidur transparan yang pernah yesung berikan padaku saat dia pulang dari jepang, aku tidak pernah mau memakainya karena aku tahu itu akan membuat yesung bergairah. Aku memakainya tanpa memakai bra dan celana dalamku, terlihat jelas payudaraku yang menggantung indah dan hanya ditutupi sebuah kain tipis, wajahku berubah bersemu merah  aku mencoba menenangkan diriku, aku memakai parfume yang membuat badan terasa relax dan aku berdandan sedikit agar tidak terlihat pucat. Aku yakin siapapun namja yang melihatku sekarang dia pastiakan langsung terangsang. Aku melangkahkan kakiku ke ruang tengah, aku menunggu yesung pulang kali ini berbeda dari biasanya aku menunggu dengan wajah gelisah dan hati berdebar tak karuan, aku ingin yesung segera pulang tapi tidak ingin dia pulang entahlah akupun tidak mengerti. Hujan tiba-tiba turun begitu saja, aku tambah khawatir dengan keadaan yesung. Aku terus menunggunya di sofa dengan gelisah.

Author Prov

Semalam tadi yesung memang berniat menginap di dorm setidaknya dia tidak akan melihat syuri. Sampai tadi pagi dia masih sedikit merasakan reaksi obat itu, yesung sangat marah pada eunhyuk yang telah menambahkan serbuk perangsang pada makanannya tapi eunhyuk terlihat sangat santai. Yesung baru akan kembali ke apartemen saat dia sudah benar-benar tenang, selain menasehati syuri leeteuk juga menasehati Yesung agar segera pulang dan tidak bertindak seperti ini lagi. Akhirnya yesung memutuskan untuk pulang saat diperjalanan tiba-tiba hujan mengguyur sangat deras dan mobilnya mogok padahal jarak apartemen sudah dekat, dia pun terpaksa menerobos hujan dan berlari menuju apartemennya.

Yesung Prov

“Sial kenapa bisa hujan tiba-tiba”ujarku kesal seraya mulai masuk kedalam apartemen dengan keadaan basah kuyup. Aku melihat syuri yang sedang terlelap di sofa, sepertinya dia menungguku. “Yesung ah.. gwaenchana? Ujarnya tiba-tiba menyadari kedatanganku. Aku tersenyum dan melangkah menuju sofa. Dengan sigap dia mengambilkan handuk untukku dan membuatkanku segelas teh panas untuk menghangatkan tubuh” cepat minum aku akan menyiapkan air panas untuk kau membersihkan tubuhmu” ucapnya seraya pergi kekamar. Aku tersenyum  inilah yang aku suka darinya dia selalu sigap jika terjadi sesuatu padaku. aku mulai meminum tehnya, suhu badanku terasa kembali normal. Tak berapa lama “Sudah siap kaja mandilah” serunya. “nde” ujarku menurut seperti seorang anak TK yang disuruh ibunya mandi.

Syuri Prov

Aku mendengar sayup suara pintu terbuka, saat membuka mata Aku melihat yesung basah kuyup aku langsung bergegas mengambil handuk dan membuat teh panas kemudian menyiapkan air hangat untuknyamembersihkan tubuh. Dia melangkah ke kamar sementara aku mulai merasa gelisah, tubuhku menggigil, keringat dingin muncul dipori-pori wajahku, aku mencoba membuka majalah untuk menenangkan diri. Tak berapa lama Aku melihat yesung sudah memakai baju tidurnya melangkah kearahku dengan membawa sepiring kue tart, dia duduk tepat dihadapanku membuat jantungku semakin berdegup kencang, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya ada apa denganku. Deg … saat dia menatapku dalam terutama ke arah payudaraku, aku semakin sesak bernafas “ya..apa yang kau lihat? Ucapku gugup. Dia menaikan satu alisnya dan kembali melihat ke arah itu lagi lalu tersenyum “Ya… kau pikir itu lucu” gertakku. Dia tersenyum “aku hanya melihat cover majalah itu lihatlah super junior kembali menduduki chart tertinggi di Jepang, wah daebak” ucapnya tenang membuatku mati kutu. Aku sedikit menutupi wajahku karena malu tiba-tiba dia melangkah kearahku dan tidur diatas pangkuanku membuat ku semakin sulit bernafas. “Chagi kau mau?” tawarnya seraya terus memakan kue tartnya. ‘’any” ucapku panik. “chagi gwaenchana?” ujarnya lagi. aku tidak kuat menahan perasaan ku aku pun bergegas menuju kamar. “ada apa denganku kenapa ada rasa yang menggairahkan seperti ini?’’ ujarku. Aku mengingat sesuatu “jangan..jangan..ya..paboyya Hara dan sunmi” ucapku kesal saat menyadari yang dimasukan kedalam minumku adalah obat perangsang. “apakah ini yang dirasakan yesung malam itu? ini sangat menyiksa tapi kenapa dia bisa kuat menahannya?” ucapku lirih dalam hati. karena saat yesung mengambil ponselnya di ruang tengah, tanpa dia sadari aku mengikutinya dan mendengar pembicaraannya dengan enhyuk. Air mataku menetes tiba-tiba sedih sekaligus menyakitkan melihat suamiku begitu takut menyakitiku bahkan untuk memelukku saja dia terkadang segan.

Yesung Prov

Aku tidak mengerti dengan syuri kenapa dia seperti itu, dia terlihat panik dan ketakutan. kali ini aku berjanji tidak akan mencoba melakukan apapun padanya sampai dia yang memintaku sendiri entah itu 6 bulan lagi, satu tahun lagi, 5 tahun atau bahkan 10 tahun. Entahlah aku mencoba berdiri kuat diatas komitmen yang sudah aku dan syuri buat dan alasan dasarku tidak pernah ingin kehilangan gadis manis itu. Aku melangkah menuju kamar untuk mengambil bantal dan selimut aku memutuskan tidur diluar karena malam ini film action kesayanganku akan tayang. Ckrek… kubuka pintu dan melihat syuri yang spontan melihatku dengan panik. Aku bergegas mendekatinya “chagi gwanchana?” ucapku khawatir. Dia menggelengkan wajahnya “cepatlah keluar, aku tidak ingin kau ada disini” ujarnya dengan nada dingin “baiklah” ucapku datar lalu mengambil bantal dan selimut kemudian pergi keluar kamar. Aku pun merebahkan diriku di atas sofa dan mulai menyalakan TV saat tiba-tiba syuri datang dan mengambil paksa bantal yang aku pakai lalu membantingnya ke lantai.

 

 

Syuri Prov

Aku kesal yesung sama sekali tidak memperhatikanku lebih jauh, seperti tidak peduli padaku. Aku memutuskan keluarkamar dan menghampirinya kemudian menarik bantal yang sedang digunakannya dengan paksa dan membantingnya ke lantai. “wa..waeyo….?
“ ujarnya bingung. Aku kembali mengambil bantal di lantai dan melemparkan pelan pada wajahnya “kau jahat” ucapku kemudian duduk disebelahnya. Dia masih bingung tidak mengerti apa  maksudku. “ada apa syuri ah..? kau marah padaku?” ucapnya khawatir.Mataku mulai berkaca-kaca sebenarnya aku ingin meminta maaf tapi aku malu entahlah aku harus bagaimana. “Ya… jebal uljima” ucapnya lembut seraya mengusap airmataku saat aku mulai terisak. “kau jahat tuan jongwoon kau jahat sekali” rengekku memukul pelan bahunya. “Ya…ya…jangan seperti ini ada apa jelaskan padaku?” ucapnya seraya melindungi dirinya dari pukulanku.

Yesung Prov

Syuri terus memukulku walaupun pelan tapi ini cukup sakit, sebelumnya syuri tidak pernah bersikap seperti ini tapi entah kenapa aku menyukai syuri yang seperti ini. Aku pun menghentikan pukulannya dan memegang erat tangannya dia terdiam, wajahku kini serius menatapnya “wae.. ada apa? Ucapku lebih lembut seraya menatapnya dalam. dia tidak menjawab .. dia malah terus terisak dan semakin terisak aku tersenyum melihatnya dia terlihat sangat lucu sekaligus manis dia belum pernah bersikap manja seperti ini kepadaku. “Yak.. kau fikir ini lucu” bentaknya padaku. Aku menggelengkan wajahku dan menghapus airmatanya, kemudian memeluknya erat kali ini dia tidak menolak pelukanku, dia sedikit menghentikan isakannya, kulepaskan pelukanku dan melihatnya dengan seksama, aku baru menyadari bahwa dia memakai gaun tidur yang aku berikan dari jepang, gaun itu begitu transparan dan memperlihatkan payudaranya yang indah didalam sana akhirnya aku mengerti apa yang syuri maksud, aku tersenyum tak menyangka dan mengelus rambutnya “Yak… tidak usah menyentuhku tuan jong woon, kau menyebalkan aku akan mem…….chu~ aku membungkan nya dengan sebuah ciuman, aku merasakan dia manarik nafasnya yang berat, aku hanya mencoba mengecup bibirnya yang mungil itu, setelah beberapa menit aku mulai melumat bibirnya, aku merasakan tubuhnya condong kebelakang dan bersandar di sofa sementara aku berada diatasnya.

Syuri Prov

“Yak… tidak usah menyentuhku tuan jong woon, kau menyebalkan aku akan mem…….chu~ tiba-tiba kata-kataku terpotong oleh sebuah ciuman dibibirku. Aku menarik nafas berat tapi aku mulai menikmatinya, aku memejamkan mataku dan perlahan tubuhku mulai condong kebelakang kini yesung berada diatasku. Aku mengalungkan tanganku dilehernya menikmati setiap lumatan yang dia berikan dibibirku, aku memang belum pernah melakukan ini dengannya dan ini adalah yang pertama kali. “Yak… tid…ak bol..eh seperti i..ni”  ujarku dengan nafas tidak teratur kerena yesung tidak memberiku kesempatan untuk bernafas saat melakukannya. “Aku kan sudah katakan chu~ dia kembali membungkamku dengan ciumannya, kali ini dia terlihat lebih bernafsu dia menggigit bibir bawahku dan secara spontan aku membuka mulutku lalu dia memasukan lidahnya pada mulutku. Aku masih diam tidak membalas tapi semakin lama semakin aku merasakan suatu kenikmatan akhirnya aku membalas ciumannya, lidah kami saling bertarung dan saliva kami mulai bertukar, sampai aku merasakan dingin pada punggungku,  tanpa terasa tubuhku kini sudah berada di lantai dan yesung masih berada di atasku menikmati ciumannya.

Yesung Prov

Walupun awalnya syuri tidak membalas pada akhirnya dia membalas ciumanku, aku senang melakukan ini dengannya, seharusnya aku melakukannya saat 3 bulan yang lalu tapi tidak apa aku sudah sangat bersyukur bisa merasakannya saat ini. Aku memperdalam ciumanku sementara syuri terlihat begitu menikmatinya sampai dia tidak sadar tubuhnya kini berada dilantai. Aku menghentikan nya, dia mengerutkan dahinya. “wae?” ucapnya seperti sedang protes. “Kita lanjutkan didalam” ujarku lembut lalu menggendongnya masuk kekamar dia memejamkan matanya dan wajahnya bersemu merah. Ckrek… aku membuka pintu dan melangkah menuju tempat tidur aku merebahkan tubuh syuri diatas tempat tidur aku melangkah kembali kepintu dan menguncinya lalu menutup semua gorden dikamar kami dan mematikan lampu, hanya lampu pijar dimeja yang meyala aku tahu kami akan sangat canggung dan malu untuk itu aku mematikannya. Syuri sudah terlihat pasrah ditempat tidur, aku bergegas membuka baju dan celanaku hinggga benar-benar full naked, aku menjamah tubuh syuri dan membuka perlahan gaun tidurnya ternyata benar dia tidak memakai bra dan celana dalam aku tersenyum memandang tubuhnya dan menutupinya dengan selimut.

Syuri Prov

Dia mulai mematikan lampu dan kembali kerahku aku benar-benar takut melihatnya tapi aku mencoba untuk tenang, dia melucuti semua pakaiannya terlihat tubuh kekarnya kini dihadapanku, jantungku semakin berdetak saat dia membuka perlahan gaun tidurku. Hingga aku merasa angin menelusup tubuhku yang tak memakai sehelai benangpun tapi dengan segera dia menyelimutiku. Dia mulai menempatkan tubuh kekarnya diatas tubuhku, aku memejamkan mataku dan mengernyitkan dahi “gwaenchana” ucapnya pelan ditelingaku kemudian mengecupnya lembut. Aku merasa bulu kuddukku berdiri saat yesung mengecup daun telingaku “Yesung ah… peluk aku” ucapku padanya. Dia tersenyum dan memeluku erat, aku merasakan rasa sayang yang begitu dalam hingga akhirnya aku pun percaya untuk melakukannya. Setelah itu dia memandangi wajahku dengan seksama tatapan kami saling bertemu dan tatapannya seperti menyiratkan bahwa ini tidak apa-apa dan jangan takut. Aku merasakan sebuah kecupan lembut dikeningku, kemudian hidungku dan terakhir bibirku aku memejamkan mataku menikmatinya. Yesung kembali melumat  bibirku dengan bergairah tapi tetap lembut, tangannya menyentuh payudaraku dan meremasnya perlahan “Euhg…” desahku yang keluar begitu saja.

Yesung Prov

Setelah dia yakin akan melakukannya aku pun segera menciumnya dengan sedikit bernafsu, ku remas perlahan payudaranya yang memang sangat indah itu. “euhg…” dia melenguh membuatku semakin terangsang. Aku meremas sekaligus kedua payudaranya sementara ciumanku kini beralih pada leher jenjangnya dan meninggalkan beberapa kissmark disana. akhirnya ciumanku sampai pada payudaranya aku segara membuat kissmark disana, aku menghisapnya, terkadang menggigitnya membuat dia semakin mengerang kenikmatan “Oppa… terus..oppa ya..disitu” ucapnya membuat aku sedikit terkejut karena dia memanggilku oppa biasanya gadis ini selalu memangilku yesung ah atau tuan jongwoon padahal aku 4 tahun lebih tua darinya. Dia membenamkan kepalaku kepayudaranya ingin aku berbuat lebih dalam lagi. Sementara aku meremas payudara yang satunya lagi. “ah…. faster oopppa.. akku ingin keluar… ahhh” dia meremas rambutku dan mengacak ngacaknya. Aku merasakan tubuhnya menggelinjang dan dia terlihat memejakan matanya beberapa saat menikmati orgasmenya. Aku tersenyum melihat gadis ini terkadang dia sangat manis membuatku ingin memakannya tapi terkadang dia sangat buas membuatku terkadang mati kutu dihadapannya. Tapi kali ini dia tampak seksi dengan rambut panjangnya yang berantakan serta keringatnya yang terus menetes di wajahnya. Kini aku berada diperutnya dan aku kembali membuat kissmark tanpa sedikitpun terlewat pada setiap inci tubuhnya sementara syuri terus melenguh, setelah penuh oleh ciumanku aku bergegas ke bagian tersensitive tubuhnya aku melebarkan pahanya dan aku melihat miss v nya sudah basah aku memasukan ketiga jariku kadalam miss v nya secara perlahan “Aw, appo ya” ringis syuri. “gwaenchana?” ucapku. Dia mengangguk aku kembali melancarkan aksiku aku memaju mundurkan jariku di miss v nya dan sukses membuatnya mendesah hebat “Oppa..ah… terus jangan hentikan,,aahhh oppa ini enak” desahannya membuatku semakin cepat mengocok miss v nya , sekarang lidahku yang berganti memainkannya aku meliukan lidahku menjelajahi setiap ruang miss v nya sampai akhirnya aku menemukan klitorisnya dan mengisapnya dalam Syuri mengerang “ahh….ahh…oppa iya disitu… lakukan lagi…ahh” ucapnya seraya membenamkan kepalaku masuk lebih dalam dan pahanya menghimpit erat kepalaku. “ahh.. oppa aku akan keluar” Bur… cairan cinta itu kini memenuhi mulutku,aku menelannya dan bergegas menuju syuri kemudian mencium bibirnya dan berbagi cairan cinta itu dengan syuri.

Syuri Prov

Aku merasa sudah tidak tahan ada sesuatu yang ingin keluar ketika yesung menghisap dalam miss v ku kenikmatan ini belum pernah aku rasakan sebelumnya bahakan aku meracau entah apa yang keluar dalam mulutku saat ini. Aku memejamkan mataku ketika  merasakan miss v ku berdenyut dan sesuatu keluar dari miss v ku, kulihat yesung menelannya sampai akhirnya dia bergegas ke arahku dan menciumku aku merasakan ada cairan aneh yang masuk ke mulutku, aku ingin memuntuhkannya tapi yesung menahanku akhirnya aku menelannya. Kini dia membalikan tubuhku dan aku yang berada diatas, aku mulai mengecupnya dan memberi kissmark di lehernya.. aku melakukannya dengan sangat cepat dia melengguh pelan “euh..” aku memutar payudara yesung dan kembali menghisapnya “oh…chagiya kau pintar sekali” racaunya. Aku tak lama bermain di payudaranya kini aku sudah berhadapan dengan adik kecilnya yang benar-benar sudah menegang.. ‘chagi,, manjakan adikku” ucapnya disertai senyum. Aku tidak tahu apa yang aku harus lakukan tapi aku menekan payudaraku dan menghimpit nya kemudian memaju mundurkan milik yesung di payudaraku ini aku dapatkan dari hara saat kemarin kita berbincang-bincang walau kadang aku tidak pernah mau mendengarnya tetap saja aku selalu mencerna kata-kata lawan bicaraku. ”ah..yeah…cahagi benar seperti itu.. aku tidak menyangka kau berpengalaman seperti ini” ucapnya disertai lengguhan. “ setelah itu aku mulai memasukannya kedalam mulutku dan memaju mundurkannya perlahan lahan “oh..ah…ah lebih cepat chagi” ujarnya. Akupun mempercepat gerakanku. “a,,a,,,h aku akan keluar” bur… cairan yesung memenuhi rongga mulutku uhuk… aku terbatuk dan semuanya keluar dari mulutku, aku merasa lega karena tidak harus menelannya. Kali ini yesung kembali merebahkan tubuhku di bawahnya, dia mengusap pelan rambutku dan mengecup keningku. “saranghae” ucapnya lembut ditelingaku. “aku tersenyum dan memejamkan mataku “Oppa ini sudah selesaikan, aku lelah” ucapku lembut. Dia tersenyum “ini belum selesai tapi jika kau lelah tidurlah” ujarnya. Aku menggelengkan kepalaku dan menciumnya.

Yesung Prov

Dia sedikit mengeluh kelelahan, memang terlihat dari wajahnya dia begitu lelah aku menyuruhnya untuk tidur tapi dia menggelengkan kepalanya dan langsung menciumku. Ini kesempatanku untuk memasuki miss v nya,  “chagi tahan ini akan sakit” ucapku padanya saat akan membenamkan punyaku ke dalam miss vnya. Dia mengangguk pelan dan aku mulai membenamkannya perlahan tapi cepat aku menciumnya agar dia lupa rasa sakitnya. “Aw..oppa appo,,ya..” ringisnya seraya meneteskan airmatanya. Aku tidak tega melihatnya, aku mengusap wajahnya, “baikalah, aku tidak mau menyakitimu kita sudahi saja” ujarku yang tak tega melihatnya menderita seperti itu. “tidak boleh kita harus melanjutkanya” tegasnya. Aku pun mangangguk ‘’pejamkan matamu, dan nikmati  ciuman ini’’ ujarku padanya. Aku mulai memasukannya kembali aku melihat dia menahan rasa sakitnya dan meneteskan airmata, mataku pun berkaca-kaca melihatnya seperti ini. Sampai akhirnya punya ku tertanam sempurna pada miliknya, aku merasakan sesuatu mengalir pada miliku tanpa terasa airmataku menetes “gomawoyo kau sudah percaya dan menyerahkannya untukku, suamimu”.ucapku dalam hati. Aku mulai Memaju mundurkannya perlahan “ahhh…”lenguhnya membuatku merasa terangsang kembali aku kembali meremas payudaranya. “ah…punyamu sempit chagiya” ucapku dengan lenguhan “oppa faster oh..ah…” desahnya membuatku semakin mempercepat gerakanku dia menggoyangkan pinggulnya membuat rasa nikmatnya semakin menggila. “ah…oh…oppa..ah”” dia mencakar punggungku. “sementara aku menikmatinya “ah…chagi sarangahe.. ini nikmat sekali” ucapku. “ah…akh…Oppa aku akan keluar” ucapnya. Bur cairan cintanya membasahi miliku. Aku pun semakin bersemangat menggenjotnya “chagi lingkarkan kakimu di punggungku” seruku dia menurut dan melingkarkan kakinya dipunggungku. “jleb… miliku semakin menyentuh dalam miliknya menambah kenikmatannya berkali-kali lipat. “ah..oppa distu…ne…disitu aoh…ah…” dia mengerang keras saat aku menemukan titik kenikmatnnya. aku bergegas untuk menyelesaikan permainan ini, udara semakin panas hanya suara milik kami yang saling beradu yang terdengar memenuhi ruangan. “faster..oppa faster…ah…ah…”. ucapnya menarik-narik rambutku. “aku akan keluar chagi oh..ah..” ucapku. “aku juga ah” ucapnya. “kita keluarkan bersama” Bur……….. akhirnya cairan kami saling mendahului mengalir disekitar paha kami, aku ambruk menimpa tubuh syuri begitupun syuri yang menikmati sisa – sisa kenikmatannya. Aku memeluknya erat dan mengecup keningnya  “saranghae” ucapku dia manatapku dan meneteskan air matanya “oppa.. mianhae.. aku tidak seharusnya seperti itu, aku sudah menghapus komitmen kita” ucapnya lembut disertai isakan. Aku mengahapus airmatanya “uljimayo chagi” lalu mengecup lembut bibirnya. “aku akan memaafkanmu jika kau mau menambahnya satu ronde lagi” ucapku disertai senyum yadong.

Syuri Prov

Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa walaupun hatiku begitu sedih dan merasa bersalah aku mencoba meminta maaf padanya “oppa.. mianhae.. aku tidak seharusnya seperti itu, aku sudah menghapus komitmen kita” ucapku disertai isakan. dia menghapus airmataku “uljimayo chagi” lalu mengecup lembut bibirku. “aku akan memaafkanmu jika kau mau menambahnya satu ronde lagi” ucapnya disertai senyuman nakal.“oppa..i want have a baby and being a mom” ucapku pelan seraya menyandarkan kepalaku di dadanya. “Mwo?” ucapnya tidak percaya. “aku ingin punya bayi secepatnya?” lanjutku lagi. Dia tersenyum tidak percaya “wae? Bukankah kau tidak mau mempunyai bayi saat ini itu akan merusak karirmu” lanjutnya seraya mengusap pelan rambutku. “aku berubah fikiran, bayi tadi yang merubah fikiranku” ucapku dengan mata berkaca-kaca. “bayi siapa?” ujarnya kembali terkejut. “jangan berfikir macam-macam, yang jelas tadi siang aku bertemu dengan seorang bayi dan disanalah rasa keibuanku mulai muncul” jelasku padanya. “apa kau tahu profesi terbaik seorang wanita seumur hidupnya adalah menjadi seorang ibu, eomma pernah berkata kepadaku seperti itu, menjadi seorang ibu lebih membahagiakan daripada hanya sekedar menjadi seorang bintang hallyu sekalipun, ketika eomma menyuruhku makan, membantukku membersihkan tubuh,  membantuku mengerjakan tugas sekolah, menyiapkan semua keperluanku sehari-hari bahkan saat memarahiku ketika aku salah itu adalah sesuatu yang membahagiakan untuknya, sampai saat ini aku telah tumbuh dewasa dan menikah denganmu, eomma bahkan masih menganggapku little kim nya, walau kadang aku risih dengan perlakuannya tetap saja aku bahagia dengan adanya eomma disampingku. Ucapnya lembut membuat air mataku meluncur bebas di pipiku. “Oppa.. mianhae.. jeongmal mianhae kau tahu eomma ku meninggalkanku saat aku masih berumur 2 tahun, aku tidak pernah merasakan arti kasih sayang seorang ibu, appa tidak pernah menikah lagi setelah itu dan aku senang kini aku memiliki eomma yang sangat baik dan perhatian terhadapku. “ ujarku lirih dan masih meneteskan air mataku. “gwaenchana.. biarlah semua nya jadi pelajaran untukmu, dan jangan khawatir seperti yang kau bilang kini kau punya eomma walaupun telingamu harus panas setiap hari dengan celotehnya” ucapnya mencoba menghiburku. “oppa.. jangan seperti itu aku akan mengadukannya pada eomma” candaku seraya menghentikan isakanku. “yaa… jangan bilang nanti aku tidak diberi uang jajan” ujarnya lagi seraya mencubit pipiku pelan. Aku hanya tersenyum simpul dan air mata kembali menetes di pipiku. “Jangan menangis” ucapnya lembut kemudian menghapus airmataku. “Gomawoptagu” ujarku tersenyum kecil. Dia mengangguk pelan lalu tersenyum “Baiklah ayo kita lakukan lagi jika kau ingin punya bayi” dengan spontan aku mendorong tubuhnya ke samping dan memunggunginya “tapi aku lelah kita lakukan nanti” ujarku dingin. “eungh…” aku mulai melenguh kembali saat sebuah tangan meremas payudaraku pelan” aku membalikan tubuhku dan menatapnya tajam “Oppa… jangan chu~ dia menciumku “kajja make a baby my dear!”ucapnya. jika sudah seperti ini menolakpun rasanya sudah tidak berguna, mau tak mau aku harus melakukannya kembali.

 

THE END

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 20/11/2013, in OS, Super Junior and tagged . Bookmark the permalink. 31 Comments.

  1. Mudah2an ªđª sequel Ωyå ..

  2. buatin sekuel nya dong…

  3. Izin Copas yaa 😀 Kereen 😀

  4. Wahhh ini feelnya bags

  5. Nathalie park

    Akhr’y yesung oppa bs dptin apa yg dy mw..g sia” penantian mu oppa..hahahahahahaha

  6. thor gw ada pertanyaan…
    yesung punya payudara??? bukanya yang punya payudara itu cwek ya???? jdi yesung cwek dong???
    thor tanda bacanya y

  7. mudah-mudahan ada sequel
    ceritanya keren >.< hehehhe

  8. koma nya ditaro ditempat yg bener ya thor
    typo masih ada dan alur ngebut

  9. Cho In Hyun

    Yayaya harus ada sequelnya kan syuri belum punya baby….SEQUEL…SEQUEL…SEQUEL…SEQUEL

  10. Rendsalemod

    Bwat bumsso thor,,, pngen yg bumsso ni,,
    Wlau kim bum oppa dgn MGY g’ peduli la…
    Buat yg bumso ya thor jeballllll…. Please.. Bwat donk

  11. huwaaa need squel nih.

  12. Yesung penantianmu tbyrkn
    😛

  13. Wooaaahhhh , bkin sekuelnya ? thor , mreka sukses make a babby atau gaa , :p

  14. kocak banget pas eunhyuk sama kyu maen k apartemen yeppa , dasar eunhyuk yadong , :p woooaaahh moga ada sekuelnya ? thor , mreka sukses make a babby gaa ? , ??

  15. D A A A E B B B B A A A A A K K K K K ^_^

    AI LIKE AI LIKE AI LIKE THOUR ^_^

    Genrenya Aku Suka bngt. 🙂

    Ada Comedy,Sedih,Romance dan YADONG 😀

    MAO SQUEL Dong THOUR 😉

    JEBAL THOUR 😉

    Gomawo udah mao bikin Ff YESUNG,. ^_^ JUJUR, nae Seneng bnget 😀

    gomawoyo 🙂

  16. FF’a Tjakep..
    di tunggu next FF’a thor ^^

  17. Waaaa bagus thor jalan ceritanya, ide nya dapet bgt jd yadongan tp ada jalan ceritanya, ga sembarang yadongan aja muhahahaha
    Sekuel dong thor, yg udh jd mommy

  18. mutiarananda

    Wiiih seru hihi

  19. i need sequel !

  20. feel nya ok. q suka crmu mnggmbrkn syuri yg ababil

  21. Adelina Park

    sequelnya dong ya 😉

  22. hot banget thorr. next

  23. yesung oppa bikin geregetan….
    DAEBAK eonni

    bikin squelnya ya plizzz 🙂 🙂 😀

  24. nah.. 3 bulan blm dsentuh sekalipun?! aigoo syuri betapa kejamnya dirimu. ksian yesung oppa dong. tp endingnya manis bner.. hihi

  25. Masih harus diperbaiki lagi ya thor. jangan terlalu sering gonta ganti POV.
    Tetap cemunghudzzzz^^

  26. Good . I like .
    Mesra amaatttttt . Aaah uuh aaaah uuh .

  27. Keren

  28. butuh sequel….

  29. waaahhh ending,,,,

    wajib SEQUELLLLLLL, ,,

    keren thor ff nya,,, 😀

  30. Aku SUKA BANGET YESUNG Di sini. 😀 Ini Coment ke 2 ku, Aku Mao SQUEL thour ^^

    JEBAL -____-

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: