It’s Still War

lee joon n thunder ff nc

It’s Still War

Author : Park Eun Seok a.k.a YuRa

Facebook : ayuluphkangin asianlover

Genre : NC21, kekerasan

Maincast :

  • Shin Yuri (OC)
  • Lee Changsun ( Lee Joon MBLAQ)
  • Cheungdu (Thunder MBLAQ)
  • Park Hyemi (OC)
  • Another cast

Ini FF bener-bener terinspirasi dari lagu It’s War punya MBLAQ, jadi buat reader yg udah tau MV nya pasti lebih mudah mengerti jalan ceritanya, buat yang belum tau MV nya,,,nonton ajja di youtube, hehehe. Ini after story yaa,,,jadi menceritakan yang terjadi setelah Lee Joon menembak dirinya sendiri. Mian kalau banyak typo and minta kritiknya, Happy reading ^_^

++++++

Lee Joon POV

Kupandangi 2 orang di depanku, Cheungdu sahabatku dan Hyemi yeojja yang kucintai. Cukup ! aku tak tahan lagi melihat kalian berdua, aku benci mengakui jika akulah yang kalah disini. Aku yang tidak mendapatkan cinta Hyemi di sini.

kuangkat pistolku dan mengarahkannya pada mereka berdua, Hyemi segera berdiri di depan Cheungdu melindunginya. Aku segera menarik pelatuknya dan peluru panas langsung melesat keluar. Peluru itu mengarah pada mereka, melewatinya, kemudian berputar menuju ke arahku. Apa kau lupa kalau aku bisa membelokkan arah peluru, Cheungdu ? peluru itu tepat mengenai leher kiriku dan akupun langsung jatuh tersungkur ke tanah. Darah mengalir deras dari leherku dan perlahan kesadaranku mulai melemah. Cheungdu dan Hyemi langsung berlari menghampiriku, dan samar kudengar mereka memanggil-manggil namaku. Dengan sisa kesadaran yang kumiliki, aku merogoh saku jasku dan mengeluarkan 2 buah tiket pesawat ke China yang awalnya akan kugunakan untuk kabur bersama Hyemi, tapi kurasa sekarang Cheungdu yang lebih pantas mendapatkannya dan sedetik kemudian mataku terpejam.

Author POV

“LEE JOON-sshi !!!” teriak Hyemi.

Cheungdu mengguncang-guncang tubuh sahabatnya yang telah tergolek lemah di pangkuannya tapi ia tetap tidak membuka mata. Sedetik kemudian, secara tiba-tiba seorang yeojja menghampiri mereka dan merengkuh tubuh Lee Joon.

“Oppa ! Changsun oppa ! bangun ! kau tidak boleh mati ! Anndwe ! CEPAT PANGGIL AMBULANS ! JANGAN DIAM SAJA !” bentak yeojja itu, ia membuka bibir Lee Joon dan memberikan pernafasan buatan berkali-kali.

“KENAPA MASIH DISINI ?! CEPAT PANGGIL AMBULANS !!!” bentaknya lagi pada Hyemi dan Cheungdu.

Tidak berapa lama, ambulans datang dan membawa mereka ke rumah sakit. 5 jam operasi yang menegangkan dan ketiga orang itu hanya bisa menunggu dengan penuh harap.lampu merah di atas ruang operasi menyala dan sedetik kemudian dokter yang menangani operasi tersebut keluar ruangan. Mereka bertiga pun langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan Lee Joon.

“Nyaris saja,,,kalian terlambat sedetik saja maka ia tidak akan bisa diselamatkan,,,sekarang ia masih dalam masa kritis, berdoalah agar ia benar-benar selamat !” jawabnya lalu pergi meninggalkan mereka.

Sejenak mereka terdiam, lalu seolah tersadar Cheungdu memandangi yeojja asing itu.

“Siapa kau dan darimana kau kenal Changsun ?” tanya Cheungdu penuh selidik.

“Shin Yuri imnida,,,aku dan Changsun dulu bersahabat dan tumbuh bersama di panti asuhan saat kami anak-anak, kau Cheungdu, khan ?” balas Yuri.

“nde, darimana kau tahu dan kenapa dia tak pernah menceritakan padaku soal kau ?” tergambar sekali Cheungdu tidak mempercayai ucapan Yuri.

“Panjang ceritanya tapi yang jelas selama ini aku mencarinya,,,aku heran, kenapa ia mau memberikan nyawanya hanya untuk yeojja ini ? seperti bukan Changsun yang dulu kukenal,,,” katanya sambil menatap Hyemi tajam membuat yeojja itu menunduk takut.

“Kami berdua mencintai Hyemi dan Hyemi memilihku, aku juga tidak menyangka ia akan melakukan hal seperti ini,,,” Cheungdu berusaha melindungi Hyemi.

“HARUSNYA DIA MEMBUNUHMU ! KENAPA MALAH DIA YANG HARUS MATI UNTUKMU, BRENGSEK !” cerca Yuri.

Hyemi tersentak mendengar kata-kata Yuri dan Yuri tersenyum sinis melihatnya.

“Wae ? kau baru tahu hal ini ? dia seorang assasint dan ia ditugaskan membunuhmu atau aku saja yang menggantikan pekerjaannya ?!”

“Yuri-sshi ! Hentikan !” bentak Cheungdu.

Yuri terdiam menunduk, dan mulai menangis. Hyemi yang awalnya takut padanya seketika menjadi iba melihatnya menangis dan perlahan menghampiri yeojja yang terduduk menangis itu.

“Hiks,,,Wae ? aku sudah bertahun-tahun mencarinya,,,hiks,,,kenapa dia malah memilih mati,,,”

“Mianhe,,,ini semua salahku,,,mianhe,,,ulljimma,,,” Hyemi mulai ikut menangis.

“Kalian berdua berhentilah menangis, ia sudah selamat sekarang,,,ia pasti tidak akan meninggalkan kita” Cheungdu menenangkan 2 yeojja itu.

Cheungdu memang telah lama bersahabat dengan Changsun, panggilan akrab Lee Joon namun tidak sejak kecil. Ia bertemu Changsun di sekolah menengah pertama, dimana Changsun menyelamatkannya dari gangguan namja lain dan sejak itu mereka bersahabat. Melihat Yuri menangis frustasi untuk Changsun, dia akhirnya percaya bahwa yeojja ini memang mengenal bahkan memiliki hubungan khusus dulunya dengan Changsun.

“Cheungdu-sshi, bolehkah aku membawa Changsun tinggal bersamaku nantinya ?” tanya Yuri setelah ia cukup tenang dan Cheungdu mengangguk pelan.

Lee Joon POV

Aku perlahan membuka mataku dan berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya terang yang menyambutku. Apa ini surga ? ah, tidak mungkin pembunuh sepertiku masuk surga ! ini,,,sebuah kamar ! kamar yang dipenuhi warna putih dan sangat rapi, tapi kamar siapa ini ?

“CHANGSUN oppa !”

Aku menoleh kepada sumber suara dan kulihat seorang yeojja berdiri di depan pintu kamar sedang memandangku. Hey ! berani benar ia memanggil nama asliku, itu hanya untuk orang-orang yang kupercaya saja dan sejauh ini Cuma Cheungdu yang memanggilku seperti itu.

“Siapa kau ?! kenapa aku berada di sini ?!” aku mencoba untuk bangkit tapi seketika rasa sakit menyerang leher dan menjalar ke sekujur tubuhku. Yeojja itu berlari mendekat dan membantuku merebahkan diri di ranjang lagi.

“Kau belum menjawab pertanyaanku !” aku bertanya lagi dan kali ini sedikit lebih tegas.

“Apa kau benar-benar melupakanku, oppa ? aku Shin Yuri, aku Yurimu,,,”

Mwo ? apa maksudnya ‘Yuriku’ ? dia lalu perlahan memelukku dengan begitu hangat dan lembut.

“Bogosshipoyo, oppa,,,aku mencarimu kemana-mana dan akhirnya sekarang kau bersamaku lagi,,,aku tak akan pernah melepaskanmu lagi”

Ia mulai bercerita bahwa kami bertemu di panti asuhan dan saat itu kami masih sama-sama anak kecil berusia 6 dan 4 tahun, kami berpisah ketika aku melarikan diri dari panti asuhan 5 tahun kemudian dan sejak itu ia terus mencariku.

Oke, ia benar soal panti asuhan karena aku memang mengalaminya tapi aku sama sekali tidak ingat pernah mengenalnya bahkan tumbuh bersama dengannya. Kalau aku memang mengenalnya, bagaimana mungkin aku melupakannya begitu saja ? tapi merasakan hangatnya pelukannya padaku, entah kenapa aku merasa sedikit nyaman lagipula aku tidak bisa pergi dalam keadaan terluka seperti ini.

“Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri ?” tanyaku.

“sebulan” jawabnya singkat.

Sebulan aku tidak sadarkan diri ? bagaimana kabar Cheungdu dan Hyemi ?! apa mereka sudah berada di china sekarang ? Aaiisshh ! bagaimana bisa aku koma selama itu ?!

+++++

Sebulan,,,2 bulan,,,3bulan,,,tak terasa sudah 3 bulan aku hidup bersama Yuri dan sampai saat ini pun aku belum mengingat apapun soal yeojja itu. kesehatanku sudah membaik berkatnya yang dengan sabar merawatku, jadi kurasa ia tidak berbahaya. Wajar jika aku selalu curiga kepada orang lain karena aku seorang assasint, yang pastinya punya banyak musuh.

Saat ini aku sedang berbaring di kamar, tak tidur tapi hanya mengenang kehidupanku selama ini. Sejujurnya aku merindukan Cheungdu, dan terlebih lagi aku merindukan Hyemi. Aku tahu ia tidak mencintaiku dan memilih Cheungdu tapi aku tak bisa melupakannya begitu saja.

Sepasang tangan tiba-tiba memelukku erat membuyarkan lamunanku, kutolehkan wajahku dan tatapanku menangkap wajah seorang yeojja tertidur pulas di sampingku. Yuri, yeojja yang sudah 3 bulan ini tiba-tiba masuk dalam kehidupanku. Dia cantik, bahkan bisa dibilang sangat cantik. Benarkah dia teman masa kecilku ? kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya ?

Perlahan ia membuka kelopak matanya dan sepasang mata bulat dengan tatapan sayang menatap kepadaku. Ia tersenyum kemudian mencium pipiku, dengan sangat lembut.

Entah bagaimana caranya, sentuhan bibirnya pada pipiku seperti sengatan listrik jutaan volt yang menyerang seluruh tubuhku.

“Saranghaeyo, oppa” katanya.

Perlahan kudorong tubuhnya hingga sekarang aku berada di atasnya. Aku pandangi wajahnya, tepatnya mata yang selalu saja membuatku merasa hangat dan nyaman dengan tatapannya. Aku menempelkan bibirku pada bibirnya yang lembut Dan Bingo ! lagi-lagi aku tersengat listrik jutaan volt. Kulepas bibirnya dan mengernyitkan alis heran, kenapa seperti ini ? bagaimana bisa seperti ini ? perasaaan seperti apa ini ? ini bukan cinta, khan ?

Ia menciumku, melumat bibirku lembut dan mengalungkan tangannya di leherku. Sejenak aku diam untuk merasakan sensasi aneh dan hangat yang menyebar di dadaku, lalu aku mulai mengambil alih ciumannya. Kulumat bibirnya yang entah kenapa terasa manis untukku.

Author POV

Lee joon melepaskan ciumannya lagi dan memandangi Yuri, dengan cepat ia melepas kaos yang Yuri kenakan menyisakan bra berwarna merah yang menutupi payudara ranumnya.

Joon menurunkan tali bra tersebut dan memandang Yuri lagi seolah meminta ijin, Yuri pun mengangguk sambil tersenyum. Dengan perlahan Joon membuka bra itu dan terpampanglah payudara Yuri. Joon menurunkan wajahnya lalu meraba payudara Yuri pelan. Sebelumnya ia tak pernah melihat tubuh yeojja seperti ini, kecuali jika yeojja itu sudah menjadi mayat di tangan dinginnya.

“Aahh,,,” Yuri mendesah pelan.

Joon yang mendengar desahannya mulai mengecup dan melumat lembut nipple buah dada di depannya itu, membuat tubuh Yuri menggelinjang geli. Perlahan tangan namja itu menurunkan celana milik Yuri dan merambat menuju vagina yang masih tertutup celana dalam berwarna senada dengan bra nya. Ia menggosok dan mencubit pelan klitorisnya, semakin membuat tubuh Yuri menggeliat seksi.

“Aahh,,,oppa,,,” Yuri mendesah lagi.

Lee joon bangun demi membuka kaosnya dan memperlihatkan abs miliknya, Yuri meraba abs itu dan tersenyum tipis.

Lee joon segera membuka satu-satunya kain yang menutupi tubuh Yuri dan terpampanglah vagina yang mulai basah itu. Joon menunduk, mulai melumat bibir vagina Yuri, tangannya melebarkan paha Yuri semakin mempermudah aksi mulutnya di vagina itu.

“Aahh,,,oppa,,,ehm,,,” desah Yuri menggila.

Lidah Joon dengan ganas melesak dalam lubang yang telah basah oleh salivanya, dan Yuri hanya bisa mendesah diperlakukan seperti itu. tangan Joon beralih memijit klitoris Yuri, semakin merangsangnya mengeluarkan cairan cinta.

#bllurr

Cairan itu akhirnya meleleh keluar dan Joon segera menampungnya, bahkan menghisap kuat vagina Yuri seolah tak ingin melepaskan setetespun cairan itu. setelah puas dengan ‘mainan’nya, Joon bangkit dan melepas celana beserta celana dalamnya, membebaskan ‘junior’ yang telah tegak mengacung. Yuri memekik tertahan melihat ‘junior’ Joon yang berukuran besar dan telah terbangun itu.

Joon mengacungkan ‘junior’nya tepat di depan wajah Yuri, meminta dimanjakan. Yuri awalnya diam penuh keraguan, namun akhirnya dengan perlahan memegang dan memijit junior di depannya dengan lembut.

“ahh,,,masukkan,,,kulum” perintah Joon.

Yuri masih ragu melakukannya dan itu membuat Joon dengan tidak sabar mendorong ‘junior’nya pada bibir yeojja itu, Yuri pun akhirnya menuruti keinginan Joon mengulum benda itu sambil sesekali meremas twissballnya. Joon menarik ‘junior’nya dari mulut Yuri, ia sudah tidak sabar ingin mencicipi tubuh Yuri. Dibukanya paha Yuri lebar-lebar dan didorongnya ‘junior’nya memasuki vagina yang sudah demikian memerah.

“Akkhh,,,appoo,,,aarrgghh,,,” Yuri menjerit dan meremas sprei kuat-kuat saat merasakan sakit yang luar biasa di tubuh bagian bawahnya.

Joon mengeluarkan kembali ‘junior’nya dan dengan sekali hentakan ia berhasil memasuki Yuri sepenuhnya namun ia terdiam kaku saat melihat darah perlahan meleleh dari vagina Yuri.

“Kau ? aku yang pertama ?” tanya Joon dan Yuri hanya bisa mengangguk pelan sambil menahan sakit yang masih menyerang tubuhnya.

Perlahan tubuh Joon bergerak saat dirasa tubuh Yuri telah tenang dan menerima keberadaan benda asing di dalamnya. Joon memandangi Yuri yang memejamkan mata menikmati setiap perlakuannya, ia cium bibir yeojja itu yang tampak begitu menggoda saat digigit pemiliknya.

“Aahh,,,oppa,,,lebih dalam,,,rasakan diriku,,,”desah Yuri.

“Uuhh,,,sempit,,,sekali,,,” sahut Joon.

Joon melingkarkan kaki Yuri pada pinggangnya, menghapus jarak mereka yang sebenarnya sudah tak ada. Jemari Joon sibuk bermain-main di payudaranya sambil bibirnya sesekali melumat bibir yeojja itu.

‘Junior’ Joon semakin membesar dan berkedut-kedut di dalam tubuh Yuri. Merasakan hal itu Joon semakin mempercepat gerakannya, kasar dan dalam menyentuk titik rangsang Yuri berkali-kali. Akhirnya benda itu menembakkan jutaan cairan cinta dalam rahim Yuri dan tepat bersamaan dengan itu Yuri pun mencapai puncak untuk kedua kalinya.

“gomawo,,,Yuri-ya,,,gomawo” kata Joon lalu memeluk tubuh Yuri. Tanpa melepas kontak, mereka berdua akhirnya tertidur karena kelelahan.

++++

“Oppa,,,aku harus pergi sebentar menyelesaikan sebuah urusan,,,apa oppa ingin menitip sesuatu saat aku kembali nanti ?”

“Anni,,,tidak usah, gomawo,,,”

“Nde, kalau begitu aku pergi dulu,,,”

Yuri berjalan menuju pintu keluar tapi baru beberapa langkah ia berbalik dan menghampiri Joon yang duduk di meja makan.

“Saranghaeyo,,,” #cchhuupp, Yuri mengecup lembut bibir Joon membuat Joon tersenyum setelahnya.

Joon benar-benar berubah sekarang, ia jadi lebih sering tersenyum bahkan tertawa bersama Yuri. Ia menelepon Cheungdu dan mengajaknya bertemu karena Joon benar-benar merindukan sahabatnya itu tentu saja ia juga meminta Cheungdu mengajak Hyemi.

Sebelum bertemu dengan Cheungdu, Joon sempat mendatangi panti asuhan tempat ia dibesarkan dulu dengan tujuan untuk mencari tahu tentang Yuri dan benar saja, akhirnya ia ingat semuanya termasuk alasannya bisa sampai melupakan Yuri.

Joon dan Yuri memang tumbuh bersama di panti asuhan itu, saling menjaga dan menyayangi satu sama lain. Joon selalu melindungi Yuri yang sering diganggu anak-anak lain dan Yuri yang akan selalu merawat Joon jika Joon terluka karena berkelahi. Joon selalu memanggil Yuri dengan dengan sebutan “Nae Yuri atau Yuri-ku” dan Yuri akan memanggil Joon “Changsun oppa” dengan begitu manja. Suatu hari, secara tiba-tiba Yuri akan diadopsi oleh sebuah keluarga kaya raya membuat Joon marah besar pada Yuri karena mereka berdua telah berjanji untuk selalu bersama hingga akhirnya Joon memutuskan kabur dari panti asuhan. Sejak itu Joon hidup sendiri dan melupakan Yuri, hingga ia akhirnya bertemu Cheungdu.

“Changsun-ah !” Cheungdu berteriak memanggil Joon yang sudah duduk di bangku sebuah cafe, Cheungdu berjalan menghampiri Joon sedangkan Hyemi di belakangnya hanya mengekor. Joon awalnya melihat mereka berdua bergandengan tangan mesra tapi ketika mereka mendekati Joon, Cheungdu melepaskan genggaman tangannya.

“Changsun-ah, bagaimana keadaanmu ? apa kau sehat ?” tanya Cheungdu sambil menarik sebuah kursi untuk Hyemi lalu ia ikut duduk di samping yeojja itu.

“Nde, aku sehat ! kalian sendiri ? kenapa kalian tidak ke China ?”

“Kami tidak mungkin pergi meninggalkanmu, Changsun ! eh, mana Yuri ? ia tidak ikut ?” tanya Cheungdu

“Ia pergi sejak tadi pagi, ada urusan katanya,,,” jawab Joon sambil tersenyum.

“Bagaimana hubunganmu dengannya, Lee Joon-sshi ? kau tersenyum ketika membicarakannya ?” Tanya Hyemi menggoda Joon.

Joon tersenyum malu-malu, melihat hal itu Cheungdu dan Hyemi semakin menggodanya. Akhirnya Joon menceritakan semuanya pada Cheungdu dan Hyemi.

“Jadi kau sudah ingat siapa dia, Lee Joon-sshi ?” tanya Hyemi saat Joon mengakhiri ceritanya dan Joon mengangguk sambil tersenyum lagi.

“Kali ini kau banyak berubah, Changsun ! aku ikut senang melihatmu bahagia seperti ini”

Baru saja Joon akan menimpali perkataan Cheungdu, matanya menangkap sosok Yuri sedang berjalan memasuki sebuah gedung. Joon begitu penasaran melihatnya dan memutuskan mengikuti Yuri, sedangkan Cheungdu dan Hyemi hanya mengekor.

“Apa kau sudah membunuhnya ?! kenapa beberapa waktu ini aku tidak mendengar kabar darimu ? kemana saja kau ?!” bentak seseorang pada Yuri di dalam sebuah ruangan. Joon, Cheungdu dan Hyemi menguping di depan pintu ruangan itu.

“Mianhe appa, aku sedang mencari jejaknya ! ia menghilang !”

“Jadi kau belum membunuh Lee Joon ?! kemana Yuri, asassint cantik bertangan dingin yang appa kenal dulu ? membunuh seorang Lee Joon saja butuh waktu berbulan-bulan !”

Pertanyaan itu membuat Joon, Cheungdu dan Hyemi tersentak kaget apalagi mendengar Yuri memanggil orang itu appa.

“Aku akan membereskannya dengan cepat, appa !”

Joon begitu geram mendengarnya, ia mencoba melihat siapa orang yang dipanggail ‘appa’ oleh Yuri dan ia semakin marah saat tahu orang itu adalah musuh besarnya.

Joon keluar dari gedung dengan penuh amarah, Cheungdu dan Hyemi yang berusaha menenangkannya akhirnya hanya terdiam saat Joon menatap mereka dengan garang. Joon memilih pulang meninggalkan sahabatnya itu, pulang menuju rumah yeojja yang berniat membunuhnya, yeojja yang sebenarnya adalah cinta masa kecilnya.

Di rumah itu Joon mengobrak-abrik seluruh isi rumah, menemukan file-file orang-orang yang menjadi target pembunuhan Yuri, menemukan beberapa pistol hingga akhirnya ia menemukan sebilah samurai di kolong lemari pakaian. Ia mengambil samurai itu dan menunggu Yuri pulang sambil merebahkan diri di ranjang, perlahan airmata meleleh dari mata tajamnya mengingat apa yang baru saja ia alami.

Tidak berapa lama terdengar suara Yuri dari ruang tamu, ia bangun dari tidurnya dan menggenggam samurai itu erat-erat. Yuri berlari memasuki kamar saat melihat seisi rumah yang hancur dan berantakan.

“Oppa, ada apa ini ?” Tanya Yuri.

“Shin Yuri, assasint cantik bertangan dingin ! sudah berapa banyak orang yang mampu kau bunuh ?!”

“Oppa,,,apa,,,maksudmu ? aku,,,tidak mengerti,,,?” tanya Yuri gugup.

Joon tidak menjawab pertanyaan Yuri dan langsung menyerang Yuri, tentu saja Yuri mengelak serangan Joon dengan mudah. Mereka bertarung dengan sengit, Joon menyerang Yuri membabi buta tapi Yuri selalu mencoba mengelak dan tidak membalas serangan namja yang sangat ia cintai.

“Jadi selama ini, semua hanya bagian dari tugas ?! semua hanya pura-pura ?!” Tanya Joon sambil tetap menyerang Yuri.

“Anni,,,aku benar-benar mencintaimu !” Yuri mengelak dari serangan Joon.

“Geotjimmal ! sebelum kau yang membunuhku, aku yang akan mencabut nyawamu !” kata Joon sambil mengacungkan samurai ke leher Yuri.

“Baiklah, jika itu bisa membuktikan perasaanku padamu,,,bunuh aku oppa !”

#Bbrraakk

“Changsun, HENTIKAN !!! apa yang kau lakukan ?!” Cheungdu dan Hyemi menerobos masuk ke dalam rumah Yuri tepat saat Joon bersiap membunuh Yuri.

“Kuharap kalian tidak ikut campur,,,biarkan aku membunuh yeojja ini !”

“Lee Joon-sshi, jangan seperti ini,,,tenanglah dulu, ia sangat mencintaimu,,,kau juga mencintainya, khan ?” Tanya Hyemi.

“Dia tak pernah mencintaiku, dia berniat membunuhku !”

“Dia bisa saja melakukannya saat kau koma, Changsun,,,tapi dia tidak melakukannya karena dia memang mencintaimu ! Changsun, buka hati dan pikiranmu,,,dia yeojja yang sejak kecil kau cintai !”

Joon terdiam memikirkan kata-kata sahabatnya, ia memandang Yuri yang menangis di hadapannya.

“kalian berdua pergilah ! tinggalkan kami berdua !” kata Joon kemudian.

“Changsun, jangan keras kepala !”

“AKU BILANG PERGI DARI SINI ! INI BUKAN URUSAN KALIAN !” bentak Joon.

“Sudahlah Cheungdu, Hyemi,,,pulanglah ! aku tidak apa-apa !” kata Yuri.

Cheungdu dan Hyemi akhirnya menyerah dan keluar dari rumah dengan berat hati.

“sekarang kita kembali ke permasalahan kita, Yuri,,,”kata Joon pada Yuri sambil tersenyum sinis.

Yuri diam menunduk, ia sudah menyerah meyakinkan Joon akan perasaannya. Ia memejamkan mata menunggu Joon mencabut nyawanya tapi yang terjadi justru sesuatu yang jauh dari bayangannya. Joon menariknya ke ranjang dan langsung menciuminya setelah Yuri terbaring disana.

Ciuman Joon begitu kasar, bahkan ia menelanjangi Yuri dengan sangat memaksa, merobek-robek pakaian yang dikenakan Yuri hingga tak bisa disebut pakaian lagi. Yuri yang masih bingung dengan perlakuan Joon padanya hanya bisa diam membiarkan Joon mulai mencumbunya.

“Aku tak akan membunuhmu, tapi kau tetap harus mendapat hukuman dariku karena telah membohongiku selama ini !” kata Joon sambil melukis kissmark di leher dan dada Yuri.

“Aarrghh…” erang Yuri merasakan kissmark yang diukir Joon dengan kasar.

Joon merentangkan paha Yuri lebar-lebar. Vagina Yuri pun segera mendapat perlakuan yang sama kasarnya dengan dada, dilumat dengan rakus oleh Joon. Yuri hanya mengerang pasrah karena sadar tak ada yang bisa ia lakukan saat ini, ia tak akan bisa mengatasi kemarahan Joon.

“Aarrgghh,,,aappoo !” Yuri menjerit saat sadar Joon memasukinya dengan tiba-tiba, bahkan tanpa perlu repot melepaskan pakaiannya.

Bibir Joon menyunggingkan sebuah seringaian kejam, tersirat jelas ia senang melihat Yuri takluk di bawah kuasanya. Tubuhnya bergerak kasar memasuki tubuh Yuri, bahkan hingga ranjang mereka berderit karena permainan mereka.

Yuri hanya bisa mendesah lemas merasakan tiap hentakan junior Joon dalam tubuhnya, seakan-akan tenaganya untuk memberontak menguap begitu saja.

Joon menggeram puas saat mereka berdua mencapai puncaknya, tubuhnya berhenti bergerak namun tak ia lepaskan dari tubuh Yuri. Nafas Joon tersenggal-senggal saat ia memandang Yuri yang juga kesulitan bernafas sepertinya. Saat itulah pandangan mata Joon melembut, tangannya yang tadi mencengkeram pergelangan tangan yuri bergerak menggengam jemarinya.

Yuri memejamkan mata saat Joon menciumnya, lembut dan sangat berbeda dengan beberapa saat lalu. Changsunnya sudah kembali, pikir Yuri tapi pemikirannya salah saat ia melihat Joon kembali menyeringai setelah melepas ciumannya.

“hukumanmu belum berakhir, nona,,,” setelah mengatakan hal itu Joon kembali bergerak walaupun tak sekasar tadi. Perlahan ia pun melucuti pakaiannya hingga ia sama telanjangnya dengan Yuri.

“Aku jamin,,,kau tak akan bisa berjalan besok pagi,,,” katanya sambil tetap menghujamkan juniornya.

“Wae ?,,,aahh,,,” Yuri mencoba bertanya.

“Karena aku akan menghukummu semalaman,,,” jawab Joon.

***

Tubuh Yuri terkulai lemas dalam pelukan Joon, semalaman Joon melakukannya bahkan sampai mereka lupa sudah berapa kali mereka mencapai puncak. Bagi Yuri tidak ada hukuman yang lebih menyakitkan sekaligus nikmat di waktu yang bersamaan selain ini.

“kau berkewajiban memberikan penjelasan padaku,,,” kata Joon sambil membelai rambut Yuri.

“awalnya aku menolak diadopsi karena aku tak ingin meninggalkan oppa,,,tapi oppa terlanjur salah paham dan pergi dari panti asuhan jadi aku pun menerima di adopsi oleh appa-ku sekarang,,,musuhmu,,,tak kusangka ia seorang bos gangster dan ia pun mengajariku segala macam hal untuk menjadi seorang assasint. Sambil menjalankan tugas sebagai assasint, aku mencoba mencarimu dan pencarianku berhasil saat appa memintaku untuk membunuhmu,,,hingga akhirnya aku menyelamatkanmu saat kau mencoba bunuh diri gara-gara Hyemi,,,”

“kenapa kau tidak membunuhku sesuai perintah appa mu ?”

“tidak mungkin aku membunuhmu, bertahun-tahun aku mencarimu oppa,,,jadi aku membawamu kemari untuk bersembunyi,,,tapi saat kau sadar, kau malah tidak ingat padaku,,,” lanjut Yuri.

“mianhe,,,” kata Joon.

“lalu sekarang bagaimana ? appa pasti akan membunuhku jika melihat kita seperti ini,,,” mereka berdua tersenyum.

“molla,,,aku bisa saja membunuhnya tapi biar bagaimanapun ia appa mu,,,”

“Sebenarnya aku ingin sekali pergi ke Indonesia,,,banyak yang bilang negeri itu sungguh indah,,,”

“boleh juga,,,”

“tapi kita harus pamit pada appa”

“nde, kita akan memberikan salam perpisahan nanti,,,”

“beberapa granat sepertinya menarik ?”

“Sempurna !”

 

 

~THE END~

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 20/11/2013, in OS and tagged , . Bookmark the permalink. 17 Comments.

  1. Keren thor…..
    Daebak….
    ditunggu hasil karya ff lainnya 😀

  2. ah keren nih ff thor (y) yurinya ternyata diadopsi sama musuhnya lee joon tapi untungnya mereka tetep bersatu dan ini butuh sequel thor hehe

  3. wah…awalnya terlalu ceper..di akhirnya keren

  4. sumpah keren thorr hot hukumannya tuh bikin ff mblaqq ya thor yang buanyakk gomawoo

  5. Kiraiin lee joon bkalan ninggalin yuri tapi trnyata gaaa , syukur deh , 🙂 ditunggu karya2 yg lain yaaa , 🙂

  6. suka ma aftornya…keren nie. pas buat qt qt… lho?

  7. hahaha pasangan yg menarik!! sequel kynya okeh nih thor..

  8. hahaha pasangan yg menarik!! sequel kynya okeh nih thor..
    mirip mr and mrs. smith hihi

  9. Butuh kelanjutan nya

  10. Bagus thor ceritanya. Keren abis! 😀 tapi kayaknya butuh sequel nih 😉

  11. sequel????

  12. Granat, hadiah perpisahan x, wow

  13. Kirain bakal sad ending v itu tak terjadi
    😛
    D tunggu cerita keren laennya
    😛

  14. Aaaaaaaa~
    Akhirnya ada FF yg castnya thunder >__< /gak nanya/
    Min namanya CHEONDUNG bukan cheondu -_-

    Daebak deh min pokoknya (y) (y)

  15. Wah…daebak thor..keren dan hot banget ff nya..

  16. Great Story 😉 (y)

  17. What’s up Dear, are you in fact visiting this website regularly,
    if so afterward you will without doubt take nice know-how.

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: