SAVE ME BABY

himchan bap yadong ff nc

SAVE ME BABY

Cast : Kim Himchan(BAP)

          Park Jaehee

Genre : NC17+,Oneshoot

Author : M_shimato

Annyeong balik lagi  sama author hehehe kali ini author lagi pingin menistai eomma himchan ^^ gak apa-apa kan hehehe. Buat yg nunggu lanjutan Heart Attack mianhe ya belum bisa ngelanjutin cz feelnya sama sekali belum dapet jadi buat selingan author kasih yang ini dulu ne…happy reading&RCL ya. Satu lagi dont be plagiat Oks. ^^

 

Warning Typo dimana-mana

 

Tears spill in between moments.I didn’t know I was this sensitive. It’s dark all around me, It’s dangerous.I say I nedd to forget but I cant. So will you love me?Please, can you love me baby?how much longer do i have to hurt.

 

Aku mencoba mengerjapkan mataku perlahan saat ku rasa sinar mentari pagi mulai masuk dari celah-celah jendela.Tubuhku tak dapat banyak bergerak karna kini ada tangan yg tengah melingkar di pinggangku, memelukku dari belakang,kepalanya di sandarkan di sela-sela leherku membuatku sedikit bergidik saat kurasa nafasnya menerpa tengkukku hangat. Aku hanya bisa diam tak ingin mengusik tidur sang pemilik tangan tadi. Apa aku sedang bersama suamiku?atau kekasihku?.Jika biasa aku berharap, aku ingin itu jadi kenyataan .Tapi nyatanya tidak, aku belum menikah dan aku juga tidak memiliki kekasih. Tangan itu, tangan milik lelaki bernama Kim Himchan,namja tampan yg kini memelukku. Aku dan himchan memang tak memiliki hubungan apapun. Entahlah aku juga binggung untuk menyebut apa statusku dan dia tapi, bisakah kami di sebut partner?terserah partner dalam hal apa. Aku akhirnya sedikit mencoba menggeser tangannya yg memelukku berniat beranjak dari ranjang king size miliknya tapi bukannya melepas dia malah mengeratkan pelukannya membuatku sama sekali tidak berkutik.

“kau mau kemana jaehee-a” ujarnya masih dengan mata yg tertutup. Wajah tampannya masih mampu membuatku terbius sekalipun dia sedang tertidur, tanganku rasanya ingin sekali menyentuh bibir tipisnya yg bergumam pelan barusan. Tapi tidak, aku tak punya keberanian itu.Sekalipun aku dan himchan tidur di ranjang yg sama setiap harinya toh himchan tak pernah menyentuhku lebih dari sekedar pelukan setiap harinya. Apa aku tidak cukup menarik untuknya?ataukah aku yg kotor ini tidak cukup pantas untuknya. Ya. Kotor, aku dulu hanyalah seorang hottes di club,bekerja dengan menemani para tamu yg minum, tak jarang juga ke urusan ranjang,tapi aku selalu berhasil menolak ajakan dari setiap pria hidung belang disana. Sampai pada 3 bulan yg lalu saat seorang tamu di club tempatku bekerja berani membayar tinggi pada bossku untukku di jadikan pemuas nafsu.

FLASHBACK ON

 

PLLAAKK…..

.

“Andweyo,,,,aku tidak mau” gumanku di tengah isak tangis yg sama sekali tidak di perdulikan bossku.

“APA?kau pikir kau ini siapa hah?kau tahu bahkan kau bekerja di tempat ini seumur hidupmu takkan mampu melunasi hutang ayahmu”. Aku kembali lagi terisak mendengar caci maki dari bossku yg ingin menjualku pada seorang ajussi.Ini semua karna ulah ayah tiriku yg gila judi, bahkan tega menjualku untuk menebus semua hutang-hutangnya.Tuhan kenapa kau tidak mengambil saja nyawaku, dari pada aku harus hidup di tempat terkutuk ini.

“aniyo,,,ajussi,,,aku berjanji akan bekerja lebih rajin tapi jangan jual aku paa ajussi itu”.mohonku tak peduli dengan orang-orang di club yg melihatku, toh mereka juga takkan ada yg mau membantuku.

“kau jangan bodoh jaehee,kau harusnya senang karna kau akan hidup lebih baik eoh”
“andwee ajussi,aku tidak mau jadi simpanan pria hidung belang itu”
PLLAAAK… lagi-lagi tamparan keras yg ku apatkan dan bukan belas kasih dari ajussi yg hanya memandangku dengan tatapan dingin.

“2 juta won, aku ingin dia keluar dan pergi dari tempat ini”. Aku kembali terperangah tak percaya saat seseorang mengatakan sejumlah uang padaku, aku menatap kesal pada namja bermata kucing di depanku.

“Himchan, aku Kim himchan aku mau gadis ini aku rasa 2juta won itu harga yg lebih dari cukup”

FLASHBACK OFF

 

Sejak itulah aku tinggal bersama himchan di apartmen ini, awalnya aku mengira himchan akan sama dengan laki-laki yg pernah aku temui di club, tapi nyatanya tidak. Dia bahkan memperlakukanku sangat baik,dia bahkan tidak pernah berlaku yg macam-macam padaku sekalipun dia bisa melakukan itu.Bisakah aku berharap lebih padanya?Aku juga tidak tahu sejak kapan aku mulai menyukai dia, aku hanya merasa nyaman dan tenang saat tangah kekarnya memelukku tiap malam,merasakan hangat hembusan nafasnya.Bahkan kini aku tidak bisa tidur jika dia tak dalam pelukan himchan.

“cepatlah bangun dan mandi atau kau akan terlambat ke kantor,aku akanmenyiapkan sarapan untukmu” tandasku lagi berharap himchan akan melepaskan pelukannya dari tubuhku. Tapi lihat apa yg di lakukannya sekarang?dia malah beralih di atas tubuhku, menindih. Dadaku berdebar tak beraturan,nafsku tercekat, bukan karna aku takut, tapi karna aku gugup,jarak kami yg begitu dekat sekarang ini. Apalagi kini himchan menatap tajam mataku, membuatku terlarut dalam damai binar matanya.

CHHUUP….

 

Mataku kembali membulat saat ku rasa bibir himchan menyapu lembut bibirku,aku masih diam tak merespon ciumannya,aku masih cukup terkejut dengan perlakuannya barusan. Himchan kembali menatapku sesaat karna aku tidak merespon ciumannya, tangannya perlahan membelai wajahku lembut,bibirnya kembali di taukan pada bibirku dan kali ini aku tidak menolak,aku menikmati ciumanku dengannya.Ciuman yg bagiku begitu hangat.Tuhan biasakah aku berharap lebih sekarang ini?Himchan kembali lagi menyudahi ciuman kami pagi ini, memandangku dalam yg membuatku tertunduk malu.

“kau sangat menggemaskan jika malu begitu” ujarnya lagi sambil terkekeh pelan dan beranjak dari atas tubuhku.

“memang ada yg lucu” gumanku sambil menyandarkan tubuhku di kepala ranjang,menatap namja yg kini tengah berjalan menuju kamar mandi.

“aku mau kopiku siap saat aku selesai mandi nona park” tandasnya lagi sebelum benar-benar masuk kedalam kamar mandi.Aku tak butuh dua kali perintah dari himchan karna ini sudah jadi rutinitasku menyiapkan segala kebutuhan himchan sebelum berangkat ke kantor. Selayaknya seorang istri melayani suaminya, padahal himchan bukan suamiku.

********

“Ini ambilah” ujar himchan sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat. Aku masih diam menatap binggung amplop berwarna coklat yg tergeletak di atas meja makan.

“eumm..ini apa?” balasku

“itu uang bulanan untukmu, kau juga butuh berbelanja bukan” sahutnya enteng sambil menyeruput kopinya tanpa memandangku sama sekali.Aku mengerutkan dahiku,menatap amplop coklat di hadapanku ambil mendesah pelan.

“tidak usah, bahkan uang yg kau berikan bulan lalu saja masih ada” aku kembali menyodorkan amplop coklat tadi ke dahapan himchan. Dia lalu berbalik memandangku dengan tatapan yg sangat sulit ku artikan.

“ambilah, itu hakmu jaehee,pergunakan uang yg aku berikan untuk membeli keperluanmu,pergilah jalan-jalan jika aku tak ada di rumah, apa kau tidak bosan eoh”. Aku hanya diam mencoba mencerna kata-kata himchan barusan. Hak ku? Memang apa hak ku di sini, aku bahkan bukan siapa-siapanya.

“tapi,,,,himchan-ssi”

“tidak ada tapi-tapi, aku berangkat dulu, iya hari ini aku akan lembur jadi kau tidak usah menungguku ne” pamit himcha sambil meriah tas kerjanya dan mengecup puncak kepalaku,ini juga salah satu kebiasaan himchan sebelum berangkat ke kantor. Jadi hari ini dia lembur lagi, sepertinya aku harus terbiasa tidur tanpa pelukan himchan untuk beberapa waktu kedepan.

*Author POV*

Jaehee kembali membolak-balikkan tubuhnya di atas ranjang, sudah lebih dari setengah jam lalu dia mencoba untuk tidur tapi nyatanya matanya tak juga terpejam, dia lalu beranjak meraih jam yg ada di samping tempat tindur sambil mendesah pelan.

“sudah pukul 01.00 lebih tapi kenapa himchan belum pulang juga ya” guman jaehee sambil menatap pintu kamar berharap namja yg di tunggunya segera pulang. Perlahan jaehee berjalan ke arah balkon kamar, menikmati semilir angin malam yg membelai lembut wajahnya, lampu kota yg berkerlap kerlip di kejauhan layaknya kunang-kunang sejenak mengalihkan pikiran jaehee pada himchan yg tak kunjung pulang.

GREEEB….. Sepasang tangan kekar memeluk jaehee dari belakang, membuatnya terperanjat kaget tapi tak lama karna dia tau siapa pemilik tangan itu. Himchan kini tengah memeluk jaehee dari belakang,mengandarkan kepalanya di pundak jaehee,menghirup aroma vanila dari tubuh gadis berambut panjang di hadapannya.

“kenapa belum tidur?”tegur himchan , yg membuat jaehee bergidik geli karna nafas himchan yg menggelitik telinga.

“Aku belum mengantuk himchan-ssi, kau pulang lebih larut hari ini eumm” balas jaehee lirih.

“eum…hari ini aku cukup sibuk di kantor, apa tidak bisa tidur karna menungguku?”,Jaehee diam tak menjawab pertanyaan himchan, walau sejujurnya dia memang menunggu himchan.

“aku…..” Jaehee tak jadi melanjutkan ucapannya karna himchan dengan cepat membalikkan tubuh jaehee menatap dirinya dan sedetik kemudian mendaratkan bibirnya di bibir chery milik jaehee yg masih diam tak merespon karna terlalu kaget dengan apa yg di lakukan himchan.

“apa aku sedang mencium patung” guman himchan di sela-sela ciumannya sambil menatap jaehee, menuntut jawaban. Kemudian kembali lagi melumat bibir jaehee dan kali ini jaehee membalas ciuman himchan. Ciuman yg awalnya lembut kini pun berubah jadi lumatan-lumatan ganas, jaehee kini mengalungkan tangannya di leher himchan berharap namja ini semakin memperdalam ciumanya.Tangan himchan pun kini sudah beralih di pinggang jaehee, perlahan menjelajah punggung gadis itu, mengusap lembut.Bibir himchan lalu  beralih pada leher jaehee, mengecup pelan sambil menggigit gemas, hingga bercak merah kini sukses bertengger di leher jaehee. Dengan sidap himchan membopong tubuh jaehee ala bridal tanpa melepas ciuamnnya, himchan merebahkan tubuh jaehee di atas ranjang mereka.Tangan himchan pun kini beralih ke dada jaehee yg masih berbalut gaun tidur, meremas pelan sambil terus mengecup kulit leher jaehee.

“eeummgghh..” satu desahan lolos dari bibir jaehee sewaktu himchan mengulum dadanya gemas, tangan jaehee pun mengacak rambut himchan menahan geli.Pikirannya kini tak lagi bisa jernih, yg dia tahu saat ini dia ingin yg lebih lagi dari himchan, sentuhan-sentuhan lembut himchan seakan menghipnotis jaehee kedalam kenikmatan yg tak pernah dia rasakan sebelumnya.

“arrgghh…appo”seru jaehee tertahan saat di rasa ada benda asing yg mengoyak bagian intimnya,jari-jari himchan itu tengah bermain-main di area sensitive jaehee. Bibir namja itu juga tak bisa berhenti melumat dada jaehee meninggalkan bekas merah sebanyak yg dia bisa. Jaehee hanya bisa pasrah mendapat perlakuan dari himchan,tidak menolak karna dia juga menginginkan namja itu menyentuh dirinya.

“ammmpphhh,,,,aaku,,,,aarghh..” lenguhan panjang jaehee memenuhi seisi kamar tanda dia sudah mencapai klimaksnya. Dengan nafas yg masih terengah jaehee menatap himchan yg sudah tak lagi berada di atas tubuhya melainkan duduk di sisi ranjang.

“Tidurlah…” pinta himchan sambil membelai puncak kepala jaehee, sambil memandang jaehee sendu.Kemudian berlalu pergi kekamar mandi, meninggalkan jaehee yg masih terdiam tak mengerti dengan apa yg di lakukan himchan, berjuta pertanyaan berkelebat di pikirannya,kenapa dengan himchan?apa dia tak menginginkanku?lalu apa artinya tadi?kenapa dia melakukan itu?

 

*****Author Pov End*****

 

Semenjak kejadian malam itu himchan sedikit berubah padaku, tidak secara langsung.Dia masih baik padaku atau ini hanya perasaanku saja?Entahlah yg jelas aku dapat melihat dari sorot mata himchan jika dia seakan sedang menahan kesakitan. Bukan sakit yg seperti kita rasa di badan, tapi seperti rasa pedih juga ketakuan,aku sendiri pun tak yakin. Hari ini tak banyak yg aku kerjakan karna semua sudah beres di kerjakan oleh song ahjuma, Ya selama ini himchan tak pernah mengijinkanku untuk bekerja ataupun mengurus rumah, semua sudah di kerjakan song ahjuma. Himchan hanya memperbolehkanku menyiapkan makanan untuknya itupun setelah aku paksa “Setidaknya biarkan aku berguna untukmu” kataku dulu karna aku tak tahu apa yg harus aku lakukan. Lebih baik aku pergi keluar, aku rasa himchan takkan marah jika aku tak dirumah. Aku lalu beranjak mengambil baju yg ada di lemari pakain.

Bukk… Sebuah buku bersampul biru tua jatuh saat aku berniat mengambil salah satu pakain, tanganku segera memungut buku tadi,ku amati buku di tanganku yg sepertinya sebuah jurnal harian. Apa ini milik himchan pikirku,aku tahu jika membuka jurnal orang lain itu tidaklah sopan tapi…aku penasaran sekali dengan isi jurnal ini. Aku rasa jika 2/3 halaman saja tidak apa.

Amsterdam, 12Oct

Huaa…akhirnya aku sampai disini Belanda kota yg indah

 

 Amsterdam,20Oct

Teman sekampusku sepertinya tak suka denganku, memang kenapa denganku?

 

Amsterdam, 01Nov

Aku pikir disini aku bisa mandiri tapi kenapa mereka memusuhiku?

 

Aku sedikit mengerutkan kening membaca jurnal awal himchan, aku juga baru tahu jika dia pernah tinggal di Eropa,dan sepertinya dia disana mengalami pembullyan. Aku terus saja membaca jurnal milik himchan hingga aku tiba di sebuah halaman yg membuatku sedikit terperangah tidak percaya.

Amsterdam,15jan

Apa semua ini hukuman untukku?apa salah jika aku menyukai dia?memang kenapa jika aku menyukai sesama jenis?toh aku yg menjalani ini semua?sampai kapan aku harus berpura-pura? Minki, dia membuatku nyaman saat berada bersamanya,dia bisa mengerti apa yg ak inginkan,dia bisa mengerti apa yg aku rasakan,aku menyukai dia Choi minki

 

Aku tertegun kaku, tak percaya dengan apa yg aku baca,bagaimana bisa?bagaimana bisa himchan pria yg aku sukai itu dia…dia..ternyata Gay. Tidak, ini tidak mungkin aku yakin himchan bukan orang seperti itu aku yakin itu.

Amsterdam, 25Jan

Aku bahagia bersama minki, disini minki juga mengenalkanku pada orang-orang seperti kami,ku rasa cukup baik. Aku tak harus berpura-pura menutupi perasaanku pada minki.

 

Amsterdam,31Jan

Apa jalan yg aku pilih ini salah kenapa sekarang ini aku merasa begitu berdosa, kemarin aku bertemu dengan salah satu pendeta di gereja saat aku berkunjung ke Utrecht.Aku mendengar dia berceramah tentang hubungan antar manusia. Tuhan menciptakan manusia saling berpasanga pria dan wanita. Lalu bagaimana aku dan minki?

 

Amsterdan, 14Feb

 Hari kasih sayang, tapi kenapa aku merasa hampa saat ini?eomma tau jika aku menjalin hubungan terlarang dengan namja, haruskah aku akhir semua sampai disini?bisakah aku mencintai seorang gadis lagi.?

 

Aku kembali terhenyak membaca tulisan dalam jurnal himchan airmataku tak dapat aku bendung lagi, semua memori kebersamaanku dengan himchan 3 bulan ini kembali terlintas dalam pikiranku, pelukan,ciuman,bahkan kejadian kemarin itu apa hanya cara himchan agar dia bisa sembuh?Apa aku tak ubahnya sebagai boneka pecobaanya?apa aku tak pernah ada di dalam hatinya?

*Author PoV*

 

Himchan mendapati jaehee tenduduk di lantai kamar sambil bersandar pada sisi ranjang, matanya masih sembab sehabis menangis tadi siang, perlahan himchan menghampiri jaehee yg terduduk lesu,mata himchan sedikit membulat saat melihat jurnal hariannya kini tengah berada di tangan jaehee.

“Kenapa kau lakukan ini semua padaku?” tukas jaehee dingin sambil menatap kosong ke arah lain, dirinya tak sanggup jika harus menatap namja yg di cintainya dengan segala fakta yg menyakitkan, fakta jika dirinya tidak mungkin bisa memiliki himchan, fakta jika selama ini dia hanya di jadikan sebagai bahan percobaan.

“kau sudah baca semua?” guman himchan seolah tanpa beban sama sekali, dia lalu mengambil posisi duduk di samping jaehee, diam sejenak mencoba memilah-milah apa yg ada dalam otaknya.

“apa karna hal  itu kau membeliku dari ajussi itu?kau ingin menjadikanku sebagai boneka percobaanmu?”

“dengarkan aku “

“aku tak butuh penjelasanmu…kau jahat kim himchan…kau bahkan lebih brengsek dari namja-namja yg aku temui dulu” cecar jaehee sambil memukul-mukul himchan di tengah isak tangisnya,hatinya serasa sesak dengan kenyataan yg himchan sembunyikan selama ini.

“Dengarkan aku, kali ini dengarkan aku” himchan meraih tangan jaehee yg memukul mukul dirinya, meraup wajah yeoja yg kini tertunduk dalam tangis pilu agar menatap wajahnya.

“ya..apa yg kau baca di jurnalku itu benar adanya” lagi-lagi kata yg keluar dari mulut himchan sukses membuat jaehee mencelos menahan sakit di hatinya.

“aku punya masalalu yg buruk,aku pernah menyukai minki,namja yg membuatku masuk dalam dunia itu, sampai aku sadar jika jalan yg aku ambil dulu itu salah, aku memutuskan kembali ke seoul terlebih lagi eomma kena serangan jantung mengetahui kenyataan jika aku gay,dari situlah aku mencoba untuk kembali lagi normal tapi tidak semudah yg aku bayangkan” tutur himhcan lamat-lamat,Sedang jaehee hanya diam mendengar segala penuturan himchan.

“hingga akhirnya aku bertemu denganmu, aku tak tahu kenapa malam itu aku dengan mudahnya mengeluarkan uang hanya untuk membawamu, tapi hanya kau jaehee membuatku bisa mencoba dekat dengan yeoja, membuatku merasa nyaman,aku selalu mencoba untuk belajar menyentuhmu,menyakinkan hatiku jika aku bisa. Tapi saat aku menatap matamu yg polos aku merasa takut jika aku tidak bisa membuatmu bahagia,aku takut jika aku nantinya akan mengecewakanmu. Tahukah kau betapa aku tersiksa saat aku ingin menyentuhmu tapi ada rasa bersalah yg selalu menghantuiku”. Jaehee kembali lagi terisak mendengar penuturan himchan barusan,tak pernah terpikir olehnya jika di benak himchan namja itu juga mengalami siksaan batin.

“Uljima…aku tak ingin kau menangis hanya karna namja sepertiku jaehee-a..”sahut himchan lagi sambil menghapus air mata di pipi jaehee, sejenak mata mereka saling bertemu. Himchn selalu merasa teduh tiap kali dia meatap sorot mata jaehee. Entah siapa yg mulai kini bibir mereka kembali lagi bertaut, saling melumat dan bertukar saliva, lidah himchan pun dengan sigap menjelah tiap rongga mulut jaehee tangan kekarnya mengelus punggung jaehee dan semakin mengeratkan tubuh jaehee agar semakin mendekat,seakan tak ingin ada jarak antara dia dan jaehee. Bibir tipisnya kini beralih menjelajah leher jenjang milik jaehee,tangan kananya dengan lihai membuka satu persatu kancing kemeja jaehee hingga kini menyisakan bra hitam yg membalut dada putih jaehee. Himchan diam sejenak menatap manik mata jaehee, lagi-lagi perasan was-was itu menghantui himchan.

“lakukanlah aku tahu kau bisa” bisik jaehee lalu kembali melumat bibir himchan,ciuman hangat yg seakan meyakinkan namja itu jika dirinya mampu untuk berubah. Himchan lalu melumat dada kiri jaehee tangan kananya juga ikut meremas gemas gundukan yg ada di sebelahnya, menggigit lembut tiap jengkal kulit tubuh jaehee,susana kamar yg tadinya hening kini di penuhi dengan suara lenguhan dan desahan yg keluar dari mulut jaehee

“mmpppssshh…hiimmchan-ssi..” racau jaehee saat beda lunak itu menyentuh daerah sensitive jaehee, himchan tersenyum seduktif saat mendengar desahan jaehee dan kembali lagi memainkan lidahya di bagian bawah tubuh jaehee

“Hiimmmchan…akkuu….aachh..” desahan panjang jaehee lagi-lagi memenuhi seisi kamar, nafasnya memburu tak beraturan saat dirasakan ada dorongan hebat yg keluar dari tubuhnya, tulangnya serasa lolos dari tubuhnya. Himchan lalu kembali lagi mencium bibir jaehee kilat serta tersenyum lembut.

“kita mau ke permainan inti?” tanya himchan pada jaehee yg masih terengah

“kau tak mau aku menyenangkanmu?”

“Tidak sekarang” seru himchan lalu melepaskan celananya, jaehee sedikit terbelalak dengan pemandangan yg ada di depannya -_-  #pikir sendiri itu apa Y author kagak mau bilang#. Himchan dengan segera menindih tubuh jaehee, bibirnya kembali lagi bergerilya di tubuh jaehee yg kini sudah bolos tanpa sehelai benang pun, tak ada bagian tubuh jaehee yg lak terjamah oleh himchan. Sejenak himchan menatap jaehee dalam, sorot mata jaehee seakan meyakinkan jika dia siap dan himchan bisa untuk melakukan hal itu.

“AARgggh…appo…” seru jaehee saat benda asing milik himchan menghujam sempurna ke dalam rahimnya, matanya sedikit meneteskan airmata. Himchan kemudian mencium dan melumat bibir jaehee berharap itu bisa mengalihkan rasa sakit yg jaehee rasa.

“pelan..pplaan..”guman jaehee saat himchan kembali lagi menggerakkan miliknya memasuki rahim jaehee, pelan namun pasti jaehee kini mulai menikamti permainan himchan, desahan nikmat juga kini keluar dari bibir keduanya.

“aeeummmp…sshh hhimmchan..”

“chagiiiaa…asshh…iini…” guman himchan tertahan merasakan nikmat di tubuhya, gerakanya kini sudah tak lagi pelan dia kembali menggenjot tubuh jaehee dengan tempo yg semakin cepat membuat jaehee kewalahan,tapi juga tak ingin himchan menggentikan kegiatannya,

“aoofff….fassttterr”. Kembali himchan menaikan tempo genjotan tubuhnya pada jaehee, keringat kini semakin membanjir membasahi kedua tubuh mereka,bahkan ac pun tak bisa meredam panas tubuh mereka.

“Aghh,,,aku,,,ssshh,,,,,”

“tahan chagia….kitaaa,,samaa,,,,arrrgghh” erang keduanya saling bersahutan saat mencapai klimaks. Himchan melemparkan tubuhya kesisi jaehee yg nampak sangat kelelahan,himchan mengusap peluh yg ada di kening jaehee sambil tersenyum hangat.

“gomawo…” tandas himchan lagi sambil mengecup kening jaehee

“himchan-ssi…apa setelah ini kau akan meninggalkanku?” pertanyaan bodoh itu meluncur dengan indah dari mulut jaehee

“eoh?kenapa kau bicara begitu?apa aku terlihat seperti namja brengsek yg tidak bertangung jawab eoh?”

“setelah ini aku hanya merasa takut jika kau akan membuangku”
“jangan berfikir yg tidak-tidak, aku bahkan tidak tahu apa aku bisa kembali normal jika kau tidak ada,bisakah kita mulai lagi dari awal?”

“maksudmu?”

“menikahlah denganku,dan bersamaku selamanya”

“himchan-ssi,,,aku,,,aku,,,”

“aku menyukaimu,jadi tetaplah disisiku, walau aku tak tahu apa kau akan mau menerima orang sepertiku tapi bisakah kau bersamaku dan merubahku agar aku bisa menjadi lebih baik lagi,bisakah kita mulai lagi, saranghae park jaehee….”

“nado…nado…saranghae himchan…aku yakin kau akan bisa jadi himchan yg

baru, saranghae”

END

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 20/11/2013, in OS and tagged . Bookmark the permalink. 23 Comments.

  1. Smoga himchan kembali normal..menyukai yeoja ..

  2. kaget tau himchan hombreng -,-

  3. Wiichh kerenn jlan crtanya..hehehe
    lw bsa minta sequelnya thor^^

  4. shock saat tau dy homooo huaaa
    tp akihirnya bagus :’)

  5. Nathalie park

    Cinta itu kn hrz sling menerima ska dech pd akhr’y jaehee mw menerima sgala masa lalu’y himchan..

  6. Kim_Youngie

    SEQUEL,,😉

  7. Need squel

  8. FF’a udah bgus thor…
    keep writing..ditunggu karya berikutnya yg lebih kren.. ^^

  9. Sequel dong😀 bkin minki balik lg di khidupn himchan ^^ ngetest ap himchan dh brubh ap enggk :3 jebalyo

  10. ah..gw suka..manis dan asik ceritanya

  11. kereennn bangett^^…keep writing thor^^…”Cayoo

  12. Trnyata dulunya himchan gayy , wahhh , msng2 trnyata punya masa lalu yg buruk yaaa , tapi untung himchan mauu brubah sejak ketemu sama jaaehee , bagus author !

  13. LiaHeechul_Elf

    Keren thor,, hiii.. Makasih…

  14. Dramatisasi kurang, tapi konsep ceritanya keren🙂

  15. adakah sequel???

  16. Akhirnya bagus

  17. Gomawo semua yg udah mau baca FF ku ^^ buat sarannya jg thanks semoga bs lebih baik lagi di serial yg berikutnya ^^ Eummm untuk sequel masih di pertimbangkan kalo banyak yg suka sequelnya bakalan autor post krna emang dasarnya ini udah author bkin sequelnya but masih nunggu respon dari yg lain jd sabar ne…^^ Gomawo *bow*

  18. oh my… aku g sangka klo himchannya itu gay. dkira partner sex..
    namja tampan jgn jd gay dong, kasian para yeoja…
    ff nya good, suka🙂

  19. ow, bgus sdh bisa putar haluan

  20. astaga gak bisa bayangin kalo dia beneran gay , aigoo andwee,sini aku sembuhin,haha

  21. Gita Sri Rahayu

    nice story ^^

  22. Shock sangat saat Himchan ternyata seorang gay. Pantas saja dia tak mau menyentuh Jaehee lebih intim lagi.

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: