Marry Your Daughter

nickhun yadong ff nc
Author : utamiasti

Title : Marry Your Daughter

Type : Oneshoot, NC 17, Yadong

Cast :

– Nichkhun Horvejkul

– Baek Sunhee

– Ok Taecyeon


Disclaimer :
Cerita ini terinspirasi dari lagu milik Brian McKnight – Marry Your Daughter. So, happy reading, readers! don’t forget to comment and like ^^

Sudah satu jam sepasang kekasih ini hanya duduk di sebuah kedai kopi dalam diam. Tidak ada salah satu dari mereka yang memulai pembicaraan. Kopi yang mereka pesan sejak tadi pun menjadi dingin karena hanya didiamkan saja.

“Kita sudah menghabiskan waktu satu jam disini. Dan kau tidak berniat berbicara satu patah kata pun. Apa yang ingin kau bicarakan padaku, Baek Sunhee?” Ucap Nichkhun akhirnya memulai pembicaraan di antara mereka. Sunhee, yeojachinghu nya, hanya diam tidak menjawab. Dia semakin menundukkan kepalanya dan meremas-remas jarinya, tanda gelisah.

“Baek Sunhee…”

“Aku dijodohkan.” Ucap Sunhee memotong. Kali ini dia berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk menatap Nichkhun.

“Mwo? Dijodohkan?” Tanya Nichkhun. Terkejut pastinya. Sunhee menarik nafasnya dalam-dalam.

“Iya. Ayahku dulu mempunyai teman baik di SMA. Dan mereka membuat perjanjian, kelak jika mereka tua nanti, mereka akan saling menjodohkan anak-anak mereka.” Jawab Sunhee.

“Kau menerima perjodohan itu?” Tanya Nichkhun menatap Sunhee lurus.

“Aku juga tidak tahu harus menerimanya atau tidak. Dia adalah teman ayahku yang paling baik. Ketika bisnis ayahku hampir bangkrut, dia bersedia membantu ayahku sampai ayahku bangkit kembali. Ini lebih ke balas budi, Khun.” Sunhee kemudian menyeruput kopinya yang sudah dingin, ”dan juga, pria yang dijodohkan denganku itu adalah teman SMA ku. Namanya Ok Taecyeon. Kami adalah sekelas. Dia juga orang yang baik.” Sambung Sunhee lagi. Nichkhun terlihat berpikir sesuatu, tidak mendengarkan apa yang dikatakan Sunhee. Sunhee yang melihat itu menjadi sedikit gusar.

“Hey! Kau tidak mendengarkan apa yang kubicarakan?” Tanya Sunhee sambil memukul lengan Nichkhun.

“Aku mendengarkan. Kalau begitu ayo kita ke rumahmu sekarang.” Ucap Nichkhun seraya berdiri.

“Hah? Untuk apa?” Tanya Sunhee bingung.  Nichkhun tidak menjawab, melainkan langsung menarik tangan Sunhee dan membawanya keluar dari kedai kopi.

“Tentu saja untuk bertemu ayahmu.” Jawab Nichkhun ketika sudah di dalam mobil.

“Hah? Memangnya kau ingin menikahiku?” Sunhee benar-benar bingung dibuatnya.

“Iya!” Jawab Nichkhun sambil menaik-turunkan alisnya. Kemudian ia memacu mobilnya.

Memang, selama tiga tahun berpacaran, orang tua mereka masing-masing tidak mengetahui hubungan mereka. Mereka sepakat akan mengenalkan kepada orang tua masing-masing jika sudah ada rencana untuk menikah.

***

          Akhirnya mereka sampai di rumah Sunhee. Rumah yang sangat mewah dan elegan. Maklum, ayah Sunhee adalah seorang pengusaha sukses. Dia juga memiliki saham di beberapa perusahaan terkenal di Korea Selatan.

“Kau yakin?” Tanya Sunhee sebelum mereka keluar dari mobil.

“Sangat. Dengar, aku tidak mau hubungan kita selama tiga tahun menjadi sia-sia gara-gara kehadiran si Ok Taecyeon itu. Aku akan memperjuangkannya. Just trust me.” Ucap Nichkhun tersenyum sambil menggenggam tangan Sunhee.

“Tapi aku tidak mau kau memutuskan semua ini dengan gegabah. Kau tahu, sesuatu yang terburu-buru itu tidak akan baik hasilnya.” Sunhee masih belum yakin dengan keputusan Nichkhun. Karena menurutnya, menikah itu tidak semudah membalikkan tangan.

I said, just trust me.” Nichkhun mencium bibir Sunhee sekilas. Kemudian ia membukakan safety belt Sunhee, dan juga miliknya sendiri. Mereka kemudian melangkah masuk ke dalam. Sunhee kerap mendesah pelan, namun Nichkhun menggenggam tangannya erat dan juga menunjukkan senyum menawannya untuk menenangkan Sunhee.

“Aku akan memanggil ayahku. Kau duduklah di sini.” Ucap Sunhee ketika mereka sampai di ruang tamu. Nichkhun menjawabnya dengan anggukan. Di ruang tamu banyak sekali foto-foto Sunhee ketika masih kecil. Nichkhun senyum-senyum sendiri melihatnya. ‘Lucu sekali dia waktu kecil’, gumamnya dalam hati.

Tak lama kemudian, Sunhee kembali dengan seorang pria pruh baya, yang tidak lain adalah ayahnya. Nichkhun pun langsung berdiri, kemudian memberi salam dan membungkuk 90 derajat.

“Siapa dia?” Tanya ayahnya kepada Sunhee. Baru Sunhee akan menjawab, tapi Nichkhun sudah mendahuluinya bicara.

Annyeonghaseyo, Abeonim, nama saya Nichkhun Horvejkul, tapi Anda bisa memanggil saya Khun.” Nichkhun menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. Tetapi, bukan balas menjabat, ayah Sunhee malah menyuruhnya duduk. Sunhee yang melihat Nichkhun sedikit bingung langsung menariknya duduk.

“Khun? Kau bukan orang Korea ya? Jangan panggil aku Abeonim. Aku bukan ayahmu. Panggil saja aku Tuan Baek Yooshin. Kau… kekasih Sunhee?” Tanya ayah Sunhee to the point. Nichkhun mengangguk gugup. “Mau apa kau datang kemari?” Tanya ayah Sunhee lagi.

“Iya. Saya keturunan Thailand-Tionghoa. Saya ingin menikahi putri Anda, Baek Sunhee.” Jawab Nichkhun mantap. Seketika raut wajah ayah Sunhee berubah.

“Kau tahu kalau Sunhee sudah dijodohkan?” Tanya ayah Sunhee.

“Iya saya tahu. Sunhee baru saja memberi tahu saya ketika kami bertemu di kedai kopi tadi.” Jawab Nichkhun sambil melihat ke arah Sunhee.

“Kau sudah tahu kan? Yasudah, berarti sudah tidak ada kesempatan lagi untukmu. Mereka akan menikah secepatnya.” Ucap ayah Sunhee santai sambil menyenderkan punggungnya ke sofa.

Abeoji..!” Pekik Sunhee.

“Baek Sunhee, kau sebaiknya masuk ke dalam kamar. Biar ayah yang bicara dengannya. Pria dengan pria. Kepala pelayan Kim, tolong bawa Sunhee masuk ke kamarnya.” Tak lama kemudian kepala pelayan Kim pun datang dan segara membawa Sunhee ke kamarnya. Sunhee sempat memberontak. Kemudian dia melihat ke arah Nichkhun dengan tatapan khawatir.

I’m gonna be okay.” Gumam Nichkhun pelan, dengan menyunggingkan senyum paling menawannya. Akhirnya, Sunhee pun menurut dibawa ke kamarnya oleh kepala pelayan Kim.

“Tuan Baek Yooshin, saya sudah menjalin hubungan dengan Sunhee selama tiga tahun, dan itu bukan waktu yang sebentar. Jadi, saya memohon kepada Anda untuk membatalkan perjodohan tersebut, dan merestui kami untuk menikah.” Nichkhun menatap ayah Sunhee lurus.

“Tidak bisa. Seenaknya saja kau. Aku sudah berjanji pada temanku menjodohkan Sunhee dengan putranya. Kau tahu, aku sempat lost contact dengan dia. Ketika aku berhasil menemukannya, ternyata dia sudah meninggal dua tahun yang lalu. Jadi, kupikir, aku harus menepati janji ini. Aku juga ingin balas budi kepadanya. Dia dulu membantuku ketika bisnisku di ambang kehancuran.” Ucap ayah Sunhee sambil mulai menyalakan cerutunya. “Oh, iya, apa pekerjaanmu?” Tanyanya lagi.

“Saya seorang music composer di JYP Entertainment.” Jawab Nichkhun pelan. Dia sempat memikirkan perkataan ayah Sunhee tadi. Membuatnya sedikit bimbang.

“JYP Entertainment? Perusahaan label milik penyanyi Park Jinyoung itu?” Tanya ayah Sunhee. Nichkhun mengangguk pelan.

Well, Taecyeon itu lebih mapan darimu. Dia adalah seorang pengusaha sukses. Dia baru saja kembali dari Amerika. Dia sedang melebarkan usahanya di sana. Nanti setelah menikah Sunhee akan tinggal di Amerika.” Rahang Nichkhun mengeras. Dia paling benci jika ada yang membandingkan dirinya dengan orang lain. Dia merasa menang atas Ok Taecyeon. Dia adalah orang yang dicintai Sunhee, yang sudah pasti akan membuat Sunhee bahagia.

“Tapi saya adalah orang yang dicintai Sunhee. Saya yang akan membuatnya bahagia. Pernikahan tanpa cinta akan jadi apa nantinya?” Ucap Nichkhun tajam. Ayah Sunhee melirik Nichkhun sejenak. Kemudian ia kembali menghisap cerutunya.

“Apa menurutmu, cinta bisa menghidupi Sunhee? Aku hanya ingin Sunhee bahagia. Lagipula, Sunhee dan Taecyeon sudah mengenal sejak lama. Aku yakin cinta lambat laun akan tumbuh di antara mereka.” Ucap ayah Sunhee sambil membuang abu cerutunya di asbak.

“Baiklah, Ok Taecyeon memang kaya. Tapi apa Anda tega melihat putri Anda satu-satunya tidak bahagia, dan terjebak dalam pernikahan tanpa cinta?” Ucap Nichkhun. Kali ini nada suaranya sedikit meninggi. Emosinya sedikit tersulut.

Mr. Horvejkul, listen to me. We never know what would happen next. Bisa saja kan nanti keadaannya berubah. Bisa saja nanti Sunhee berbalik mencintai Ok Taecyeon, dan meninggalkanmu. Who knows?” Nichkhun mengepalkan tangannya. Kalau bukan ayah Sunhee, mungkin dia sudah menghajar Baek Yooshin dari tadi.

“Sebaiknya kau pulang. Ini sudah malam. Aku sangat lelah.” Ucap ayah Sunhee yang sudah berdiri membelakangi, dan berjalan meninggalkan  Nichkhun sendiri di ruang tamu. Namun, tidak ada tanda-tanda dari Nickhkhun untuk beranjak pergi dari ruang tamu tersebut. Merasa tidak ada pergerakan di belakangnya, ayah Sunhee menghentikan langkahnya.

“Kau tidak ingin pulang? Atau, mau kupanggilkan pihak keamanan agar menyeretmu keluar dari sini?” Tanya ayah Sunhee membelakangi Nichkhun. Pihak keamanan? Nichkhun tidak ingin membuat keributan disini. Itu pasti akan membuat Sunhee sedih nantinya.

“Baiklah, saya akan pulang. Tapi saya mohon, Tuan Baek Yooshin, tolong pertimbangkan lagi keputusan Anda.” Ucap Nichkhun.

“Tidak. keputusanku sudah bulat. Tidak bisa diganggu gugat. Oh iya, satu lagi, jangan pernah menemui Sunhee lagi. Are we good, Mr. Hovejkul?” Kali ini ayah Sunhee berbalik dan menatap Nichkhun dengan menyeringai, lalu kemudian pergi.

Nichkhun berjalan gontai saat keluar dari rumah Sunhee. Dia tidak bisa melepaskan Sunhee begitu saja. Dia sangat mencintai Sunhee. Sebelum masuk ke mobil, Nichkhun berbalik untuk menatap rumah Sunhee sekali lagi. Matanya tertuju pada satu jendela kamar di lantai atas. Sunhee berdiri di depan jendela tersebut, menatapnya sambil menitikkan air mata. Nichkhun sangat sakit melihatnya. Dia benci kepada dirinya sendiri yang tidak bisa berada di samping Sunhee dan menghapus air mata gadisnya tersebut. Nichkhun pun akhirnya hanya tersenyum, mengisyaratkan semua baik-baik saja. Lalu, ia buru-buru masuk ke dalam mobil dan memacunya kencang. Akan lebih sakit lagi kalau dia melihat Sunhee lebih lama.

***

          Sunhee menunggu di dalam kamarnya dengan cemas. Dia tahu ayahnya sangat keras. Jika sudah memutuskan sesuatu, tidak ada satupun yang dapat menentangnya. Tak lama kemudian, dia melihat Nichkhun yang berjalan gontai keluar dari rumahnya. Seketika Sunhee merasa kakinya lemas. Dia tahu pasti Nichkhun gagal, dan kemudian ayahnya mengusirnya pulang. Sunhee segera berlari ke arah jendela.

“Khun….” Air mata Sunhee tumpah membasahi pipinya. Kemudian dilihatnya Nichkhun berbalik, dan melihat ke arah jendela kamarnya. Tangis Sunhee semakin pecah ketika melihat Nichkhun tersenyum ke arahnya, mengisyaratkan semua baik-baik saja. Padahal dia tahu, pasti semua tidak baik-baik saja.

“Baek Sunhee, serahkan ponselmu sekarang.” Sunhee sedikit tersentak karena ayahnya masuk tanpa mengetuk pintu.

Abeoji, apa yang sudah kau lakukan kepada Khun?” Ayah Sunhee tidak menjawab. Ia melihat ponsel Sunhee yang tergeletak di atas meja dan langsung mengambilnya.

“Ponsel ini kusita. Aku sudah mengakhiri hubunganmu dengan pria Thailand itu. Kau tidak boleh berhubungan dengannya lagi. Sekarang, kau bisa menikahi Ok Taecyeon secepatnya.” Ucap ayahnya dingin.

“Mwo?! Mengapa kau sekejam itu padakau, putrimu sendiri? Abeoji! Abeoji!” Namun ayah Sunhee tidak mempedulikan Sunhee yang berbicara dan memanggil-manggil dirinya. Dia malah mengunci kamar Sunhee dari luar.

ABEOJI!! BUKA PINTUNYA!! ABEOJI!!” Sunhee menggedor-gedor pintunya keras. Namun semuanya itu hanya sia-sia. Sunhee pun menangis sekeras-kerasnya sambil membanting barang-barang yang ada di kamarnya, meluapkan seluruh amarahnya.

***

          Nichkhun melemparkan kacamatanya asal ke atas meja. Dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi dengan lagu yang sedang digarapnya saat ini. Nichkhun memijat pelan dahinya yang terasa sedikit pusing.

Sudah dua hari ini ia tidak bisa menghubungi Sunhee. Itulah yang membuatnya tidak dapat berkonsentrasi sama sekali. Ia takut kalau sesuatu terjadi pada Sunhee. Dan juga, Nichkhun takut kalau pernikahan Sunhee dan Ok Taecyeon dipercepat, dan dia benar-benar terlambat.

Kruyuk… perut Nichkhun berbunyi. Ia melirik jam di tangan kirinya. 12:00 PM tertera disana. ‘Pantas saja aku lapar. Sudah jam 12 ternyata,’ gumamnya dalam hati. Ia pun beranjak keluar studio. Sedikit tidak bersemangat, karena biasanya ia makan siang dengan Sunhee.

Nichkhun menyusuri jalanan Gangnam, melihat-lihat restoran yang akan dikunjunginya. Ia sedikit lesu ketika berhenti di sebuah restoran Italia. Itu adalah restoran faovoritnya dan Sunhee untuk makan siang bersama. Nichkhun tidak berencana makan disana, kemudian ia berbalik hendak meninggalkan restoran itu. Tiba-tiba, tidak sengaja ia menabrak seseorang hingga orang itu hampir terjatuh.

“Ah, maaf aku tidak sengaja. Mari kubantu kau berdiri… Jia?” Ucap Nichkhun sedikit kaget. Yang ditabrak Nichkhun adalah Jia, teman sekantor Sunhee. Meskipun ayah Sunhee merupakan pengusaha sukses, ia tidak mau bergantung pada ayahnya. Ia ingin mandiri dan mencari pekerjaan yang ia suka.

“Khun? Oh iya, gomawo.” Ucap Jia saat Nichkhun membantunya berdiri. Sama seperti Nichkhun, Jia juga seorang foreigner. Ia adalah seorang gadis keturunan Cina.

“Kenapa kau makan siang sendiri? Mana Sunhee?” Tanya Nichkhun setelah disadarinya Jia hanya sendiri.

“Sudah dua hari Sunhee tidak masuk bekerja. Tapi kemarin aku sempat ke rumahnya. Ayo kita masuk ke restoran ini. Akan kuceritakan semuanya di dalam.” Restoran yang dimaksud Jia adalah restoran Italia yang tadi sempat dihindari Nichkhun. Walaupun sedikit kecewa, tapi Nichkhun tetap mengikuti Jia ke dalam.

“Aku kemarin ke rumah Sunhee. Dan juga, aku tahu apa yang sedang terjadi di antara kalian. Sunhee menceritakan semuanya padaku.” Ucap Jia memulai pembicaraan ketika keduanya sudah selesai memesan makan pada pelayan. Nichkhun mendengarkan Jia dengan seksama.

“Aku juga tidak menyangka kalau jadinya akan seperti ini. Tapi, kemarin ketika aku hendak pulang, aku melihat wajah ayah Sunhee dengan raut yang tidak bisa kumengerti.” Lanjut Jia lagi.

“Seperti apa raut wajahnya?” Tanya Nichkhun.

“Sulit untuk dijelaskan. Khun, aku bukan membela ayah Sunhee, tapi sekarang dia hanya sendiri. Istrinya sudah meninggal sejak lama. Ia pasti ingin yang terbaik untuk Sunhee. Aku merasa sedikit iba melihat ekspresi wajahnya kemarin. Kuharap kau mengerti, Khun.” Ucap Jia. Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang.

“Aku sangat mencintai Sunhee, Jia. Aku tidak bisa melepaskannya begitu saja. Terlebih lagi, aku tidak tahu pria yang dijodohkan oleh Sunhee itu baik atau tidak.” Ucap Nichkhun sambil memutar-mutar garpu pada piring pastanya.

“Aku tahu. Tapi ini tentang balas budi itu. Kau tidak bisa egois, Khun.” Ucap Jia. “Ayah Sunhee pasti memberikan pria yang tepat untuk putrinya.” Sambung Jia lagi.

“Jadi maksudmu, aku harus menyerah, dan merelakan Sunhee dinikahi oleh Ok Taecyeon itu?” Ucap Nichkhun dengan nada yang sedikit tinggi. Jia diam saja. Dia memilih untuk memakan pastanya.

“Apa kau tahu siapa Ok Taecyeon itu?” Tanya Nichkhun sedikit gusar.

“Hmm… aku sempat bertemu dengannya. Dia adalah rekan bisnis kami. Dia baik dan ramah. Kau tidak usah khawatir.” Jawab Jia sambil mengunyah pastanya. Nichkhun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan gusar. Dia semakin bingung harus berbuat apa.

***

          Sunhee sangat tersiksa. Dua hari ini dia hanya menghabiskan waktu di rumah. Ayahnya melarang ia pergi kemanapun. Bahkan, pergi ke kantor untuk bekerja pun tidak boleh. Semua kebutuhannya diantarkan oleh pelayan ke kamarnya. Di luar juga ada pengawal yang menjaga, sehingga Sunhee tidak bisa kabur dari rumah.

“Nona muda, Anda dipanggil oleh Tuan Besar ke ruang tamu.” Ucap pelayan ketika memasuki kamar Sunhee.

“Ada apa?” Tanyanya malas. Dia benar-benar tidak ingin berbicara dengan ayahnya. Dia membenci ayahnya saat ini.

“Tuan Ok Taecyeon datang, Nona.” Jawab pelayan itu. ‘Taecyeon? Apa mereka membicarakan pernikahan?’ gumam Sunhee dalam hati. Tanpa basa-basi Sunhee langsung berjalan cepat menuju ruang tamu.

Benar saja, ada Ok Taecyeon disana. Pria dengan tinggi kurang lebih 180 cm, tampan, dan juga kaya. Wanita mana yang tidak suka dengan pria seperti Taecyeon? Namun, cinta Sunhee hanya Nichkhun seorang. Dia tersenyum ketika melihat Sunhee datang.

“Sunhee, duduk di samping Taecyeon.” Ucap ayah Sunhee. Sunhee pun menurut.

“Maaf, ibuku tidak bisa datang. Ia sibuk memilih gaun yang bagus untuk Sunhee nanti.” Ucap Taecyeon.

“Gaun?” Tanya Sunhee bingung. Ia kemudian melihatnya ayahnya dengan tatapan ‘apa maksudnya?’.

“Begini, Sunhee, keberangkatan Taecyeon untuk ke Amerika dipercepat. Jadi, pernikahan kalian juga dipercepat menjadi lusa.” Jelas ayah Sunhee.

Ne? Apa itu tidak terlalu cepat?” Tanya Sunhee sambil melihat kepada ayahnya dan Taecyeon bergantian.

“Lebih cepat lebih baik.” Jawab ayahnya singkat. Sunhee mengeraskan rahangnya. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Taec, boleh aku berbicara dengan ayahku sebentar?” Tanya Sunhee kepada Taecyeon.

“Oh, silahkan.” Jawab Taecyeon santai. Sunhee kemudian tersenyum dan langsung menarik tangan ayahnya, dan membawanya ke ruang tengah.

Abeoji, mengapa kau melakukannya?” Tanya Sunhee dengan suara bergetar. Ayahnya menarik napas dalam-dalam.

“Sunhee, ayah hanya ingin membalas budi dan juga menepati janji ayah kepada ayahnya Taecyeon. Sampai ia meninggal, ayah belum menepatinya. Ayah pikir, inilah saat yang tepat. Apa kau ingin menjadi orang yang tidak tahu balas budi?” Sunhee menggeleng lemah. Keluarga Taecyeon memang sangat baik kepada keluarganya. Sunhee tidak ingin menjadi orang yang egois. Tapi, di satu sisi dia sangat mencintai Nichkhun. Sunhee berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Baiklah. Berikan aku kesempatan untuk menyelesaikan semua urusanku dengan Khun. Aku ingin memberitahunya tentang pernikahan ini. Aku tidak ingin pergi tanpa pamit.” Kata-kata yang terakhir membuatnya sangat sakit.

Ayahnya sedikit tidak percaya. “Percayalah padaku, Abeoji. Ketika semuanya selesai, aku akan kembali lagi kesini dan menikah dengan Taecyeon.” Lanjut Sunhee lagi meyakinkan ayahnya.

“Baiklah. Cepat selesaikan urusanmu, dan kembalilah kesini. Aku percaya padamu, Baek Sunhee.” Akhirnya ayahnya mengijinkannya bertemu dengan Nichkhun. Sunhee tersenyum sumringah.

Give me my phone.” Pinta Sunhee.

***

          Nichkhun sedang merapikan barang-barangnya di studio, hendak bergegas pulang. Ia masih memikirkan kata-kata Jia tadi siang. Dia bimbang, memperjuangkan cintanya, atau merelakan Sunhee menikah dengan pria lain.

Tiba-tiba ponsel Nichkhun berdering menandakan ada telepon masuk. Matanya hampir melompat keluar melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Tanpa basa-basi Nichkhun langsung menekan tombol hijau di ponselnya.

“Sunhee kau baik-baik saja? Kau belum menikah dengan Ok Taecyeon itu kan?” Tanya Nichkhun khawatir. Dia benar-benar hampir gila tidak bisa menghubungi Sunhee selama dua hari.

“Tentu saja belum.” Jawab Sunhee di seberang telepon. Ia tersenyum ketika Nichkhun menanyakan itu. Tapi, merasa sakit di saat yang sama ketika harus memberitahu Nichkhun bahwa dia akan menikah lusa. “Khun, kau bisa menemuiku di Sungai Han sekarang?” Tanya Sunhee.

“Bisa! Tentu saja bisa! Baiklah aku akan segera kesana.” Jawab Nichkhun. Kemudian menutup telponnya. Dengan tergesa ia memasukkan lembaran-lembaran musik ke dalam tasnya, dan langsung mengambil kunci mobil, lalu berlari menuju basement.

Lima belas menit kemudian Nichkhun sampai di Sungai Han. Ia pun langsung celingukan mencari Sunhee.

“Khun…” Nichkhun terpaku. Betapa rindunya dia dengan suara itu. Seperti sudah bertahun-tahun tidak mendengarnya. Nichkhun menoleh ke arah sumber suara. Dia mendapati Sunhee sedang berdiri di sana, dan langsung memeluk Sunhee, menyalurkan rasa rindu yang teramat sangat.

Sunhee juga balas memeluk Nichkhun. Dia juga sangat merindukan kekasihnya ini. Sunhee tak mampu membendung air matanya. Ia pun menangis di pelukan Nichkhun.

Gwaenchanha?” Tanya Nichkhun menangkup wajah Sunhee. Sunhee pun mengangguk sambil tersenyum. Kemudian mereka berpelukan kembali. Lama sekali, sampai Sunhee melepas pelukan mereka.

“Khun… Aku akan menikah dengan Ok Taecyeon lusa.” Ucap Sunhee lirih. Air matanya menetes kembali. Raut wajah Nichkhun langsung berubah. Ia merasakan tubuhnya menjadi lemas seketika.

“Kenapa akhirnya menjadi seperti ini? Kupikir, hubungan kita selama tiga tahun akan berakhir bahagia. Tapi, Ok Taecyeon datang, dan semuanya berubah 180 derajat.” Ucap Nichkun sambil tertawa masam.

“Kau menerimanya?” Tanya Sunhee. Air matanya semakin mengalir deras. Nichkhun menarik napas dalam-dalam.

“Aku sangat ingin menolaknya. Tapi, aku tidak ingin egois, dan menjadikanmu menjadi orang yang tidak tahu balas budi. Dan juga, ayahmu hanya memilikimu sekarang. Aku tidak ingin membuat ayahmu bersedih.”

“Aku sempat melihat profil Ok Taecyeon di internet. Dia pengusaha yang cukup terkenal. Seperti yang kau katakan, dia pria yang baik. Kupikir aku akan berusaha merelakanmu.” Kali ini suara Nichkhun sedikit bergetar. “Ayahmu pasti menginkan yang terbaik untukmu.” Sambung Nichkhun sambil mengusap air mata di pipi Sunhee dengan ibu jarinya.

Nichkhun menatap Sunhee lurus. Tangannya tergerak untuk mengangkat dagu Sunhee, kemudian mencium bibirnya. Sunhee sedikit terkejut. Namun, kemudian ia memejamkan matanya.

Perlahan Nichkhun melumat bibir Sunhee lembut. Air mata Sunhee kembali menetes. ‘Mengapa ciuman ini begitu menyakitkan?’ ucap Sunhee dalam hati. Nichkhun menghisap bibir atas Sunhee. Kali ini Sunhee membalasnya dengan menghisap bibir bawah Nichkhun. Ciuman ini kemudian berubah menjadi intens ketika mereka saling memagut bibir satu sama lain. Perlahan, Nichkhun menjilat bibir Sunhee seduktif, menuntut lebih. Sunhee tidak tahan, ia pun membuka mulutnya untuk Nichkhun. Nichkhun langsung memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Sunhee, mengabsen setiap deret gigi Sunhee.

“Hmmh…” Desahan pertama Sunhee lolos ketika Nichkhun menghisap lidahnya. Nichkhun kemudian meraih tengkuk Sunhee, semakin memperdalam ciuman mereka. Ketika pasokan udara di paru-paru mereka hampir habis, mereka melepas pagutan bibir mereka dengan enggan. Ingin tetap seperti ini, tidak ingin berakhir. Karena, inilah saat-saat terakhir mereka bersama.

“Ayo kita lakukan yang belum pernah kita lakukan. Let’s go to the hotel!” Sunhee menarik tangan Nichkhun masuk ke dalam mobil.

What?” Tanya Nichkhun kaget. Mereka memang sepakat untuk tidak melakukan seks sebelum menikah. Tapi kalau kejadiannya seperti ini, harus bagaimana?

Just do it!” Ucap Sunhee. Walaupun masih terkejut, Nichkhun tetap mengikuti perintah Sunhee untuk pergi ke hotel terdekat.

***

          Nichkhun membaringkan tubuh Sunhee di tempat tidur, sambil melumat bibir Sunhee lembut. Lama-kelamaan, Nichkhun semakin terbawa suasana. Ia melumat bibir Sunhee dengan kasar, menuntut lebih dari Sunhee. Sunhee pun mengikuti permainan bibir Nichkhun dengan lihai.

Sunhee sedikit mengerang saat ia merasakan nafas Nichkhun di lehernya. Nichkhun menghisap leher Sunhee hingga menimbulkan bercak mereah keunguan disana. Mendengar Sunhee mengerang tadi, Nichkhun menjadi semakin intens menciumi dang menghisap leher Sunhee.

Kemudian perlahan Nichkhun membuka satu-persatu kemeja Sunhee dengan satu tangan, karena tangannya yang lain meremas dada kanan Sunhee.

“Ahh..” Desah Sunhee saat Nichkhun menghisap bahunya dan juga meremas dadanya bersamaan. Ia meremas rambut Nichkhun lembut, memberi tanda bahwa ia sangat menikmatinya, dan juga meminta Nichkhun untuk melakukannya lebih dari ini.

Nichkhun terpaku sejenak saat ia berhasil melepaskan kemeja Sunhee. Dia tidak menyangka bahwa dada Sunhee begitu indah.

“Kau menyukainya?” Tanya Sunhee. Nichkhun tidak menjawab, karena ia langsung mencari pengait bra Sunhee dan melepaskannya.

“Nghh…” Desah Sunhee sedikit keras sambil memejamkan mata saat Nichkhun menghisap dadanya. Tapi kemudian ia merasakan kenikmatan itu tidak lagi menghampirinya. Sunhee segera membuka matanya. Dilihatnya Nichkhun duduk di pinggir tempat tidur, tengah menatapnya.

Wae?” Tanya Sunhee heran karena Nichkhun menghentikan aktivitasnya.

We can’t do this. We should stop.” Ucap Nichkhun pelan.

“Huh?” Sunhee mengernyitkan dahinya. Benar-benar tidak mengerti. Dia berpikir Nichkhun akan melakukannya malam ini.

“Kau akan menikah lusa. Bagaimana nanti kalau Taecyeon tahu kau sudah tidak perawan lagi?” Ucap Nichkhun. Ekspresinya sangat serius.

“Kau ingin Taecyeon menjadi orang pertama yang merobek selaput darahku? Kau tidak ingin kau yang melakukannya?” Tanya Sunhee dengan nada yang tinggi.

“Tentu saja aku ingin. Tapi jika aku yang akan menjadi suamimu kelak. Aku sangat menyayangimu, Sunhee. Aku tidak ingin menodaimu. Bukankah sudah kukatakan aku tidak ingin egois? Aku hampir lepas kendali tadi. Apa kau mau menjadi orang yang tidak tahu balas budi?” Sunhee tidak menjawab. Ia kemudian berdiri, mendorong Nichkhun ke tempat tidur, dan duduk di atas perutnya.

“Persetan dengan balas budi! Aku ingin kita menghabiskan malam terakhir kita berdua, biar tidak ada penyesalan.” Sejurus kemudian Sunhee mencium bibir Nichkhun dengan kasar. Sunhee juga menekan kepala Nichkhun agar dengan kepalanya agar Nichkhun tidak bisa melawan. Tapi, sebesar apapun tenaga Sunhee, masih kalah jauh dibanding Nichkhun.

Nichkhun berhasil membalikkan tubuh Sunhee. Sekarang ia ada di atas tubuh Sunhee, namun tidak menindihnya. Ia menggunakan kedua tangannya sebagai topangan.

“Hentikan, Baek Sunhee! Kau sudah gila, hah?!” Tanya Nichkhun. Ia benar-benar marah Sunhee sampai lepas kendali seperti itu. Sunhee menangis, karena baru kali ini ia melihat Nichkhun begitu marah padanya.

Mianhae..” Nichkhun bangun dan memeluk Sunhee. Sunhee menangis tersedu-sedu di pelukan Nichkhun.

“Sudah jangan menangis lagi. Sekarang rapikan pakaianmu. Kita pulang.” Ucap Nichkhun sambil memungut bra Sunhee. Sunhee menurut, walau hatinya sangat ingin menolak.

Mereka bergandengan tangan saat keluar dari lift hotel. Masih ingin menikmati saat-saat terakhir mereka sebagai sepasang kekasih. Karena, saat keluar dari pintu lobby hotel, kisah cinta mereka selama tiga tahun harus berakhir.

“Inilah saatnya. Terima kasih sudah menjadi yang terbaik dalam hidupku selama tiga tahun ini. Sekarang kita harus berjalan masing-masing, mencari kebahagiaan kita.” Ucap Nichkhun tersenyum. Padahal, hatinya sangat hancur saat ini. Sunhee tidak mengucapkan apa-apa. Ia kemudian memeluk Nichkhun. Air matanya kembali menetes.

“Terima kasih juga atas semua kenangan indah yang kau berikan padaku selama tiga tahun ini.” Air mata Nichkhun menetes. Tapi ia buru-buru menghapusnya. Nichkhun  berpikir, kalau ia terlihat sedih di depan Sunhee, pasti Sunhee akan semakin tidak rela untuk melepasnya. Jadi, Nichkhun memutuskan untuk terlihat tegar di depan Sunhee.

Goodbye…” Mereka benar-benar berpisah sekarang.

***

Nichkhun menghempaskan tubuhnya ke sofa, memandangi tiga benda yang baru saja ia letakkan di meja. Tiga benda itu adalah surat pengunduran diri, tiket pesawat ke Thailand, dan juga, sebuah kotak merah kecil berisi cincin. Nichkhun berencana untuk mengundurkan diri dari JYP Entertainment, dan kembali ke Thailand pada saat hari pernikahan Sunhee, yang mana itu adalah besok. Ia memutuskan untuk tidak menghadiri pernikahan tersebut.

Dan cincin, sebenarnya, sudah lama ia membeli cincin tersebut. Sudah lama juga ia merencanakan untuk melamar Sunhee. Namun, ia tidak punya cukup keberanian untuk menyatakannya saat itu. Di saat ia sudah punya cukup keberanian, Sunhee malah dijodohkan. Dan cincin itu pun tidak punya kesempatan untuk melingkar di jari manis Sunhee.

“Apakah sia-sia aku membeli cincin ini? Mau diapakan cincin ini selanjutnya?” Gumam Nichkhun pada dirinya sendiri. Dia benar-benar bingung dengan nasib cincin itu selanjutnya. Mau dibuang, harga cincin itu terbilang tidak murah, dan juga cincin itu tidak punya salah apa-apa.

“Baiklah aku simpan saja cincin ini untuk pernikahanku nanti.” Nichkhun menghela napas dan memasukkan cincin itu ke dalam tas ranselnya. Ia merasa kondisinya saat ini begitu menyedihkan.

Nichkhun sudah menyiapkan semua barang-barangnya sejak tadi pagi. keputusannya sudah bulat untuk kembali ke Thailand, demi melupakan Sunhee. Ia sadar, kalau terus berada di Korea ia tidak akan bisa melupakan Sunhee. Meninggalkan semua kenangan indah dan sedihnya di Korea, dan memulai yang baru di Thailand.

***

Pagi-pagi sekali Nichkhun sudah bangun. Tentu saja, karena ia mengambil penerbangan paling awal ke Thailand, yaitu pagi hari. Ia memeriksa satu-persatu berang-barangnya apakah sudah lengkap semua.

Setelah selesai memeriksa, tak lama kemudian petugas pengiriman barang datang. Mereka akan mengirimkan barang-barang Nichkhun seperti piano, buku-buku, dan perabotannya yang lain ke Thailand. Jadi, dia hanya membawa tas ransel merah kesayangannya dan koper berisi pakaian saja.

Apartemennya sudah kosong sekarang. Ia memperhatikan sekelilingnya. Sedih. Tapi inilah keputusan yang ia ambil. Setelah menarik napas sebentar, dengan yakin ia berjalan menuju pintu. Namun, saat hendak keluar, matanya tertuju pada satu kotak. Kotak yang berisi lembaran musiknya. Rupanya petugas pengiriman barang tadi lupa membawanya.

Nichkhun pun langsung mengambil kotak tersebut. Karena kurang hati-hati, kotak itu pun terlepas dari tangannya, dan lembaran musik di dalamnya jatuh berantakan ke lantai.

“Asshh…” Rutuk Nichkhun. Ia pun langsung memungut lembaran musiknya. Ia terpaku pada lembaran musik terakhir yang akan dimasukannya ke dalam kotak. Tertulis ‘Marry Your Daughter’ pada judulnya. Itu adalah lagu milik Brian McKnight, dan Nichkhun telah lama mempelajari lagu itu untuk melamar Sunhee.

Nichkhun memejamkan matanya sebentar. Kemudian ia buru-buru memasukkan lembaran musik tersebut sambil menggelengkan kepalanya. Tapi yang terjadi adalah ia hanya menggantungkan tangannya di atas kotak tersebut. Ia berpikir keras.

Seperti mendapat ide, ia pun langsung memasukkan lembaran musik itu ke dalam ranselnya. Dan berlari menuju parkiran sambil menarik kopernya.

***

          “Kau cantik sekali.” Puji Ok Taecyeon saat melihat Sunhee telah selesai dirias dan juga mengenakan gaun putih yang sangat cantik.

Gomawo.” Balas Sunhee singkat. Ia tersenyum, berusaha menutupi kekecewaannya. Dia senang dipuji seperti itu. Tapi oleh Nichkhun, bukannya Taecyeon.

“Ayo. Ayahmu sudah menunggu di luar.” Ucap Taecyeon menyodorkan lengannya pada Sunhee. Sunhee menggandeng lengan Taecyeon, walau terdapat sejuta penyesalan.

“Kau sudah siap? Ayo kita ke altar.” Ucap ayah Sunhee. Raut wajahnya berbeda kemarin. Mungkin karena hari ini ia akan melihat putri satu-satunya menikah.

Saat mereka memasuki altar, semua hadirin menyambut mereka. Sunhee berjalan di altar dengan gugup. Ia juga melihat ke kanan dan kirinya. Berharap ia bisa menemukan sosok Nichkhun. ‘He’s not coming. Dia benar-benar melupakanku’ ucapnya dalam hati. Sunhee benar-benar ingin menangis sekarang. Ketika mereka sampai di depan pendeta, ayah Sunhee pun menyerahkan Sunhee. Taecyeon tersenyum sangat sumringah hari ini. berbeda dengan Sunhee yang raut wajahnya sangat datar.

“Kau gugup?” Tanya Taecyeon. Sunhee sempat tersaentak, karena ia sedang memikirkan Nichkhun. Buru-buru ia tersenyum dan mengangguk, agar Taecyeon tidak curiga. Taecyeon pun gantian tersenyum.

“Bisa kita mulai sekarang?” Tanya pendeta. Mereka pun mengangguk bersamaan.

“Bisa kalian tahan dulu pernikahannya? Aku punya sesuatu yang harus dikatakan kepada Tuan Baek Yooshin.” Sunhee terkejut. Ia sangat mengenal suara itu. Ia pun langsung menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya Nichkhun sedang berjalan menyusuri altar ke arahnya.

Taecyeon yang berada di sampingnya juga terkejut dengan pria yang tidak dikenalnya ini. Ia menoleh ke arah Sunhee. Namun, Sunhee tidak memperhatikannya, karena sedang menatap Nichkhun lurus. Taecyeon pun akhirnya dapat menangkap sesuatu.

Sama halnya dengan Sunhee, ayahnya juga sangat terkejut. Tidak percaya bahwa pria Thailand itu akan datang untuk menghancurkan pernikahan putrinya.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Tolong dipercepat, karena kedua mempelai tidak bisa menunggu lama.” Ucap ayah Sunhee. Nichkhun menoleh ke arah Sunhee dan Taecyeon yang sedang terkejut. Kemudian, ia mengambil sesuatu dari tas ranselnya. Sebuah kotak merah kecil berisi cincin yang sudah lama dipersiapkannya.

“Tolong pegang ini, Tuan Baek Yooshin.” Nichkhun meminta ayah Sunhee untuk memegang kotak berisi cincin tersebut. Ayah Sunhee menurutinya. Kemudian, ia berjalan ke arah piano yang memang sudah dipersiapkan untuk mengiringi pernikahan. Ia pun meminta izin kepada si pianis untuk memainkan piano tersebut. Pianis itu pun mempersilakannya.

“Aku akan mengatakannya melalui lagu yang sudah lama kupelajari.” Ayah Sunhee mengernyitkan dahinya. Namun, ia tidak mengatakan apa-apa, dan menunggu apa yang akan dilakukan Nichkhun selanjutnya. Nichkhun pun mulai memiankan piano, dan perlahan menyanyikan sebuah lagu.

Sir, I’m a bit nervous

About being here today

Still not sure what I’m going to say

So bare with me please

If I take too much of your time

Lagu ini….’ ucap Sunhee dalam hati. Ia tidak mampu membendung air matanya lagi, dan turun membasahi pipinya.

See in this box is a ring for your oldest

She’s my everything and all that I know is

It would be such a relief if I knew that we were on the same side

Cause very soon I’m hoping that I…

 

Can marry your daughter

And make her my wife

I want her to be the only girl that I love for the rest of my life

And give her the best of me ‘till the day that I die, yeah

 

I’m gonna marry your princess

And make her my queen

She’ll be the most beautiful bride I ever seen

I can’t wait to smile as she walks down the aisle

On the arm of her father

On the day that I marry your daughter

 

She’s been here every step

Since the day that we met

(I’m scared to death to think of what would happen if she ever left)

Nichkhun sedikit terkejut karena ada backing vocal. Ia pun menoleh ke belakang. Dia melihat penyanyi pernikahan mengedipkan mata kepadanya. Nichkhun pun membalasnya dengan senyum lebar, dan melanjutkan nyanyinya.

So don’t you ever worry about me ever treating her bad

I’ve got most of my vows

(So bring on the better or worse)

And ’til death do us part

There’s no doubt in my mind

It’s time

I’m ready to start

I swear to you with all of my heart…

 

I’m gonna marry your daughter

And make her my wife

I want her to be the only girl that I love for the rest of my life

And give her the best of me ’til the day that I die, yeah

 

I’m gonna marry your princess

And make her my queen

She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen

I can’t wait to smile

As she walks down the aisle

On the arm of her father

On the day that I marry your daughter

 

The first time I saw her

I swear I knew that I’d say I do

 

I’m gonna marry your daughter

And make her my wife

I want her to be the only girl that I love for the rest of my life

And give her the best of me ’till the day that I die

 

I’m gonna marry your princess

And make her my queen

She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen

I can’t wait to smile

As she walks down the aisle

On the arm of her father

On the day that I marry your daughter….

Nichkhun kemudian berdiri dan mulai berjalan perlahan ke arah kedua mempelai. Ia menatap Sunhee lurus, dan kemudian tersenyum. Air mata Sunhee makin deras membasahi pipinya.

“Aku memang tidak se-kaya Ok Taecyeon, but, like what I said before, she’s my everything. I just can’t live without her.” Kali ini mata Nichkhun menatap lurus ayah Sunhee, penuh harap.

“Aku sempat berpikir untuk menyerah. Tapi, kupikir aku tidak bisa menyerah tanpa berperang. Jadi, aku mohon pada Anda, Tuan Baek Yooshin, mohon jangan pisahkan aku dan Sunhee. She’s my missing puzzle piece. Without her I’m incomplete.” Kali ini Nichkhun berlutut di depan ayah Sunhee. Ayah Sunhee tampak terkejut. Baru ia akan mengatakan sesuatu kepada Nichkhun, namun kembali dikejutkan oleh tindakan Taecyeon yang menggandeng tangan Sunhee, sedang berjalan menuju tempat Nichkhun berlutut.

“Berdirilah.” Ucap Taecyeon kepada Nichkhun. Nichkhun menoleh. Ia terkejut karena ada Taecyeon dan Sunhee di belakangnya. Kemudian Taecyeon meraih tangan Nichkhun dan menyatukannya dengan tangan Sunhee, sehingga tangan Nichkhun dan Sunhee saling menggenggam.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Sunhee pada Taecyeon dengan wajah yang sangat bingung. Sunhee menjadi sangat lucu ketika sedang bingung, sehingga membuat Nichkhun sedikit tertawa.

“Aku sekarang tahu mengapa kau tidak pernah fokus saat sedang bersamaku. Aku dapat merasakan, dirimu bersamaku, tapi entah jiwamu melayang kemana. Ternyata, ada orang lain di hatimu.” Jawab Taecyeon sambil tersenyum.

Mianhae..” Ucap Sunhee lirih. Kemudian air mata menetes membasahi pipi Sunhee.

Uljima.. Nan gwaenchanha. Kau punya selera yang sangat bagus, Sunhee. Dia pria yang baik. Dia tidak menyerah untuk memperjuangkan cintanya, memberikanku sebuah inspirasi.” Ucap Taecyeon, masih tersenyum.

“Inspirasi? Inspirasi seperti apa?” Kali ini Nichkhun yang bingung.

“Sebenarnya, aku juga sudah punya pacar. Tapi, kami memutuskan untuk berpisah. Kau memberikanku inspirasi untuk memperjuangkan cintaku juga.” Jawab Taecyeon.

Eomma, aku tidak ingin ada yang terluka, jadi bolehkah Sunhee dan pacarnya menikah? Aku juga ingin kembali pada pacarku. Kurasa, ayah juga akan mengerti disana.” Ucap Taecyeon lagi  sambil memohon pada ibunya. Ibunya mengernyitkan dahi sebentar, lalu mengangguk sambil tersenyum pada Taecyeon. Lalu Taecyeon melemparkan pandangannya pada ayah Sunhee, seolah bertanya, ‘bagaimana dengan Anda?’

Ayah Sunhee tampak ragu. “Baiklah, kalau Taecyeon sudah setuju Sunhee dan Nichkhun menikah, aku juga setuju. Aku sebenarnya sedih melihat Sunhee sedih. Dia satu-satunya putriku. Dan aku sungguh tidak tega melihatnya menderita. Ya, kurasa ayahmu juga akan mengerti.” Ucap ayah Sunhee tersenyum pada Taecyeon.

See? Menikahlah! Ppalli!” Ucap Taecyeon pada Sunhee dan Nichkhun.

Jinjjayo??” Ucap Sunhee dan Nichkhun hampir bersamaan. “Gomawo, Abeoji!” Sunhee berlari memeluk ayahnya. Ayahnya hanya tersenyum menjawabnya.

“Pakai jas ini.” Taecyeon menyerahkan jasnya pada Nichkhun. “Kau tidak perlu cincin lagi, kan?” Sambung Taecyeon lagi.

Thanks a lot, Man! Aku akan selalu mengingat kebaikanmu.” Ucap Nichkhun. Taecyeon hanya tersenyum.

“Ayo.” Ucap Nichkhun sambil menyodorkan lengannya pada Sunhee. Sunhee pun menggandeng lengan Nichkhun sambil tersipu malu. Mereka pun berjalan di altar menuju pendeta, bersiap mengucapkan janji sumpah setia mereka untuk selamanya.

–END–

 

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 30/11/2013, in OS and tagged , . Bookmark the permalink. 23 Comments.

  1. Hideyasu Kumori

    waaah ini keren bangetttt thooor…bahasanya ga berat tapi juga tetep bagus rangkaian kata2nya..
    ide ceritanya juga bagusss, beda dari yang lain…
    trus tokoh2 disini tuh punya bagian mereka sendiri yang buat FF ini jadi utuh..
    like thissss…keep writing!!! 🙂

  2. Baguss :)) akhirnya happy ending
    tp nasib nickhun selanjutnya gimana??
    Dy dah mengundurkan diri, apartemennya jga dah d kosongin…
    Ah yg pnting happy ending :)) keep writing

  3. nickhun keyeeennn
    i like it

  4. Pengen dee pu na co kaya nickhun gitu…

  5. sumpah kereen banget thor… aku suka. good job and keep writting !! i’ll be waiting your next ff 🙂

  6. Good story

  7. Aduuch kirain mw berakhr tragis..
    Tpi syukur daah..happy ending^^

  8. Kim_Youngie

    huwaaa kren bnget :O
    happy ending 🙂
    sequell yaa? DAEBAKK

  9. Pas di tengah kecewa, tp endingnyaaaaaa memuaskan bNgeeet. Jd senyum2 sendiri 😃

  10. Joah…. ;_;
    Sangat menyentuh…the Power Of Love…
    Di tunggu karya berikut’a Thor…

  11. eo…khun nya bnr2 cow bgt. hi…daebak. perjuangan n lagunya kren

  12. keren sequel

  13. Keren banget thooooooooorrrr!!!!!!
    yasalaaaaammmmm
    khunnie such a gentleman :”’)
    aduh, nangis ih….
    author, keep writing! fighting! ({})

  14. kereeen thoorrr…

  15. Nickhun keren banget , akhirnya ayahnya sunhe lu2h juga brkat lagu yg dnyanyiin nickhun 🙂

  16. Thor..kebawa banget..aaaa bagus banget ff nyaaa

  17. Wah daebakkkk dae to the bakk Daebakk.. Aduh thorr,, ini FF nyentuh bgt,, alur cerita+feel nya dapet bgt.-. Daebakk thorr,, buat FF kya gini lagi yang banyak thorr.. Dae to the bakk deh buat sih thorr yg kece disana-_-” wkwkwkwk^^~

  18. nickhun.. kasian bgt klo harus patah hati..
    tp akhirnya happyend, thanks tecyeon..
    suka.. bener2 deh ^^b

  19. Arvianda Zefania

    aaaaaaa keren banget thorrr daebakkkkk

  20. ParkHyojin | JungSooYeon

    Keren Anjirrrr feel nya masuk banget ,, sampai nangis nih 😦
    DAEBAK THORRRRR!!!!
    LOVE YOUR FANFIC

  21. ayu dian pratiwi

    bagus ending yg menarik

  22. Great story 😉 (y)

  23. WAW bagus banget tu, keren, nggak bosenin.Itu crita beda sama ff yang lainnya pokoknya beda dech.JUGA BISA BUAT INSPIRASI dari kesetiaan, pengorbanan, keberanian juga WIH pokoknya bagus dech.Kalo bisa, terusin aja sampai nichkhun punya anak, trus taecyeon nikah.THANKS ya

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: