SPY!

eunhyuk and kyuhyun ff nc
Author : Adin_Hottest
Tittle    : SPY!
Category : NC 21, Yadong, Oneshoot
Cast     :
–          Lee Hyuk Jae
–          Cho Ahra
–          Cho Kyuhyun


HAPPY READING
and Dont be a Silent Reader ^^

*Cho Ahra POV*

“Ya, Cho Kyuhyun!! Sebenarnya apa pekerjaanmu??? Hari ini nuna mu menikah dan kau, adik kandungku tak bisa menyempatkan datang ke hari penikahanku???” bentakku di telepon.
“Mianhamnida nuna yeoppo.. I’m very very busy, jinja.. aku.. ” jawabnya dari telepon.
“Ahh.. Molla, aku membencimu.” Aku matikan langsung teleponnya.
Cho Kyuhyun, kau mengingkari janjimu, kau berjanji bahwa kau yang akan menggandengku melewati altar disaat aku menikah. Kau. Aku membencimu.
Appa sudah meninggal saat aku masih kecil sedangkan Umma meninggal saat aku SMA, semenjak itu aku hanya tinggal berdua dengan kyuhyun. Aku kakaknya, seharusnya aku yang melindungi adikku, tapi kenyataannya, selama ini Kyuhyun yang selalu melindungiku.
Hmmmfftt.. Kau jahat sekali Cho Kyuhyun, kau tak tau aku sangat kesepian semenjak kau pergi bekerja ke Jepang tahun lalu.
Sebenarnya apa pekerjaanmu? Selama setahun ini kau belum sekalipun pulang kerumah, Kau bahkan belum mengenal calon kakak iparmu. Hhmm..
“Ahra-yaa.. Kajja.. Calon suamimu sudah menunggu di Altar. Dia sangat tampan.” Ajjushi membuka pintu mengaggetkan lamunanku.
“Mmm.. Ne Ajjushi, Kajja.”
“Hey,, are you oke?” Ajjushi memperhatikan raut wajahku. “Ada apa dengan wajahmu? Kau seharusnya bahagia, ini hari pernikahanmu.”
“Anniy, gwenchanna, aku hanya sedikit kecewa, kyuhyun tak hadir di hari bahagiaku.” Aku tersenyum pada Ajjushi, adik kandung Appa.
“Hmm.. anak itu benar-benar, Tch, nanti kalau dia pulang, kau marahi dia.” Ajjushi tersenyum menghiburku.
“Ne, Aku akan marahi dia sampai menyesal.” Kataku sambil melingkarkan tangan. “Kajja.” Aku tersenyum.
Aku menggandeng tangan Ajjushi lebih erat ketika pintu besar didepanku terbuka, semua mata tertuju padaku. Dadaku berdegup kencang..
“Kau siap?” Ajjushi tersenyum kearahku sambil memegang tanganku.
“Hhmm..”
Kami berjalan bergandengan melewati karpet merah menuju altar.
Ajjushi memberikan tanganku padanya. Tanganku diraih olehnya.
Aku menatapnya..
“Kau cantik.” Katanya pelan tersenyum padaku..
“Aku Tau.” Aku tersenyum bangga.
“Aigoo..” dia menahan tawa.
—skip—
Keesokanya..
“Nngghh..” aku membuka mata.
Aku terdiam..
“Oppa..” kemana suamiku?
Semalam setelah selesai resepsi, kami langsung terlelap karena kelelahan. Hhmm.. kami melewatkan malam pertama kami begitu saja.
“Oppa..”aku turun dari ranjang, keluar kamar. Dimana dia? Aku menuju ruang tengah. Dia tak ada.
Kemudian..
“Apa ini?”aku membuka penutup saji di meja makan, ada semangkuk nasi dan beberapa macam masakan, dan memo kecil.
“Selamat pagi Nyonya Lee, Tidurmu nyenyak sekali, kau pasti kelelahan, aku tak tega membangunkanmu, Sarapanlah, aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu. Maaf aku ada pekerjaan mendadak di luar kota, mungkin 3-4 hari lagi aku pulang. Maafkan aku belum sempat mengajakmu bulan madu. Saranghae Cho Ahra.” –Suamimu-
Aku membaca lagi memo itu..
Membaca lagi..
Aku duduk memandangi makanan didepanku.
“Oppa, bukankah baru kemarin kita menikah? Kenapa kau memilih tugas keluar kota? Huffhh..” aku berbicara sendiri
“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Aku sudah meminta cuti bekerja selama 1 minggu.” aku mengelilingkan pandangan ke penjuru rumah. Rumah ini besar sekali. Suamiku kaya sekali bisa membeli rumah sebesar ini?
Aku berjalan berkeliling rumah.
Selama berpacaran selama 7 bulan, aku tak pernah diajak kerumah ini, semalam pertama kali aku menginjakan kaki di rumah ini.
Hhmm.. 7 bulan, hanya 7 bulan aku mengenalnya dan sekarang aku sudah menjadi istrinya.
“Ohh.. ini ruang apa? Dikunci?” aku melewati ruang itu, mungkin dia sengaja menguncinya. Lagian kenapa dia membeli rumah dengan banyak sekali rauangan tak terpakai.
3 hari kemudian..
“Hhmm.. Oppa belum pulang. Kau Pengantin baru paling menyedihkan Cho Ahra.” Keluhku.
Seharian ini pun aku habiskan dengan hanya menonton tv. Hhmmm…
“Oppaaa.. kapan kau pulang?”
Handphone ku berdering..
“Oppaaaaaa..”aku merengek manja setelah tau yang menelepon suamiku. “kapan kau pulang?”
“kau sudah makan?”
“kapan kau pulang? Aku ga akan makan kalau kau tak pulang hari ini!”Ancamku.
“Aigoo.. apa kau begitu merindukanku?”
“Aku takut sendiri diam dirumah. Kau kapan pulang?” kataku.
“Hhmm.. maafkan aku, pekerjaanku masih banyak, sepertinya besok atau lusa aku baru pulang. Maafkan aku.”
“Oppa, kau jahat sekali. Kau harus Pulang. Pokokny harus pulang hari ini, aku tak mau tau!!!!!” aku menutup telepon tanpa menunggu jawaban darinya.
Apa aku egois? Aarrgghh.. aku merindukannya..
Ting..Tong..
Bel gerbang depan terdengar. Siapa yang datang malam-malam begini? Aku melihat dari monitor siapa yang datang. Sebuah mobil hitam terparkir depan gerbang.
Handphoneku berbunyi.. “Cho Kyuhyun?”
“Yoboseo?”
“Nuna, ini aku, buka gerbangnya!!”
Aku menekan tombol, dan pintu gerbang otomatis terbuka. Darimana dia punya uang untuk membeli mobil semewah itu?
Aku membuka pintu depan.
“Nunaaaa..” Kyuhyun merentangkan kedua tangannya hendak memelukku.
“Siapa kau?” kataku ketus sambil langsung masuk rumah dan diikuti kyuhyun.
“kau masih marah padaku nuna? Akukan sudah minta maaf.”dia mengikutiku.
“kau tak datang dipernikahanku, tentusaja aku marah.” kataku
Aku menuju dapur hendak mengambilkannya minum, Kyuhyun duduk diruang tengah. “Nuna, rumah suamimu besar sekali.”
Aku keluar dari dapur mengambilkannya minum, duduk disampingnya. “Sebenarnya apa pekerjaanmu? Dari mana kau dapat uang untuk membeli mobil semewah itu?” aku memperhatikannya yang sedang menegak air yang aku berikan. “Kau kurus sekali.”
“Nuna bogosipo.” Kyuhyun tidur dipahaku sambil memejamkan mata. Aku hanya memperhatikan wajahnya. Aku juga merindukannya.
“Mana kakak ipar? Kenalkan dia padaku. Aku ingin mengetahui siapa yang berani menikahi nunaku ini.”katanya tersenyum padaku.
Aku menghela nafas. Kalau aku cerita suamiku lebih memilih pergi tugas keluar kota dibanding berbulan madu denganku, kyuhyun pasti akan mentertawaiku.
“Hhmm.. kau sudah makan? Akan Aku siapkan kau makan.” aku mengalihkan pembicaraan.
“Kebetulan sekali aku sangat lapar.” Kyuhyun beranjak bangun dari pahaku.
Aku menuju dapur menyiapkan makanan untuknya…
—–
*Lee Hyuk Jae POV*
“Yoboseo?” Siapa yang meneleponku pagi buta seperti ini.
“Oh Hyung, Ada apa? Ini masih pagi.” Kataku sambil melihat jam di sampig ranjangku menunjukkan pukul 04.47 pagi.
“Hhmm..Guere..” aku mendengarkan orang ditelepon sambil memperhatika wajah istriku yang masih tertidur pulas. Cantik sekali.
“MWO??? Jigeum? Hyung.. Kau ini,, Bukannya aku sudah meminta cuti 3 hari?”
“….”
“Hyuuung, Kau kejam sekali. Aku pengantin baru Hyung, bahkan aku belum melakukan malam pertamaku. Kau sudah menyuruhku ke Jepang???”
“…”
“Hhmmmftt.. Baiklaaaaahhhh.. Aku bersiap-siap sekarang.”
Aku memandang wajah Cho Ahra, Istriku, dengan penuh rasa menyesal. “Mianhae Ahra-yaa.” Menyisir rambut yang menutupi wajahnya mengecup keningnya sekilas.
Pagi-pagi buta kulajukan mobilku dengan kencang..
Aku dan beberapa temanku berangkat ke Jepang dengan Helikopter.
Baru berpisah beberapa jam saja aku sudah merindukanmu Cho Ahra.. Hhmm.. aku menghela nafas panjang meratapi nasibku yang masih harus bekerja padahal kemarin aku baru menikah.
Setelah 3 hari akhirnya pekerjaanku selesai dan sekarang aku sudah sampai lagi di Korea. Aku putuskan untuk menelepon Cho Ahra. Dan akan memberinya kejutan.
Aku langsung melajukan mobilku pulang kerumah.
Akhirnya aku sampai digerbang rumah. Pintu gerbang terbuka setelah aku menekan remote control. “Mobil siapa?” kataku heran melihat mobil terparkir digarasi rumahku.
“Apa sedang ada tamu?” aku keluar dari mobil sambil membawa buket bunga mawar merah yang tadi aku beli ditoko bunga sebelum aku pulang.
Aku menekan bel.
Pintu terbuka..
“Sureprice!!!” kataku sambil memberikan buket bunga begitu tau Ahra yang membuka pintu.
“Oppa..” dia langsung memelukku.
Hhmm.. aku begitu merindukannya.
“Kau bohong, kau bilang baru pulang besok.” Katanya manja membuatku gemas.
“Aku ingin memberimu kejutan.” Aku tersenyum sambil mencubit pipinya pelan.
“Siapa yang datang?”
Tiba-tiba sesosok namja muncul dari arah dapur. Cho Ahra. Kau berani sekali memasukkan namja lain kerumah???
“Oh.. Oppa. Kenalkan. Ini adikku. Cho Kyuhyun.” Ohh.. ini rupanya adik yang selalu dia bangga-banggakan itu?
“Ya! Cho Kyuhyun! Ada apa dengan mukamu, seperti baru melihat setan. Cepat beri salam pada Hyung mu.”
“A.. Annyeong.. Annyeong Haseo… Hyung. Cho Kyuhyun Imnida.” Sapanya
“Annyeong Haseo.. Ohh.. Ternyata ini Kyuhyun yang selalu diceritakan Ahra??” kataku ramah.
Mulanya Dia menatapku dengan tatapan aneh, kaget, takut, entahlah, tapi kemudian dia tersenyum, seperti senyum yang dipaksakan. Apa dia tak menyukaiku?
Kami makan bersama di satu meja. Hening.
Aku memperhatikan Cho Kyuhyun. Dia jauh dari sosok yang selalu diceritakan oleh Ahra, Kyuhyun yang cerewet, Kyuhyun yang supel, Kyuhyun yang ceria, Kyuhyun yang bla..bla..bla.. Yang ku lihat sekarang adalah Kyuhyun yang pendiam, tak pernah berani menatap mataku langsung, hanya fokus pada makanannya.
Apa Lapar bisa merubah sifat seseorang? -____-
“Kau pasti lelah Oppa, mandilah, aku sudah siapkan air hangat untuk kau mandi.” Kata Ahra begitu aku masuk kekamar setelah perbincangan membosankan bersama Kyuhyun.
“Hhmm..” aku memeluk Ahra dari belakang dna menaruh gaduku di bahunya
“Kenapa Oppa? Apa ada masalah di tempat kerjamu?”
“Diamlah sebentar, aku hanya ingin memeluku.” Kataku sambil memejamkan mata.
“Hhhmm.. Nyaman sekali.”
“Sudahlah Oppa, lebih baik kau mandi sana, supaya kau lebih rileks.” Kata Ahra setelah beberapa lama aku memelukanya.
Dengan berat hari aku melepas pelukanku dan masuk kekamar mandi.
Selesai mandi aku tak melihat Ahra didalam kamar, aku memakai piyama yang disiapkan Ahra diranjang dan keluar kamar.
“Chagiya..”
Aku melihat Ahra menutup pintu depan. “Kyuhyun pulang, dia bilang akan menginap di rumah Ajjushi. Hufh.. padahal aku masih merindukannya.” Kata Ahra menghampiriku.
Aku duduk di sofa depan tv diikuti Ahra. “Hhmm.. jadi kau lebih merindukan Kyuhyun adikmu, dibanding aku?”
“Anniya Oppa, tentu saja aku merindukanmu.” Katanya mengelak dengan wajah ynang sangat menggemaskan.
“Bohong, tadi kau bilang kau masih merindukan Kyuhyun.” Godaku
“Itu beda Oppa, dia adikku, masa kau cemburu pada adik iparmu?”
“Aku tidak cemburu, tapi kenyataan kalau kau lebih merindukan Kyuhyun dibanding aku, aku sedikit kecewa.” Aku melihatkan muka kecewaku, Ahra memang sangat polos.
“Oppaaa.. tentu saja aku lebih merindukanmu, bahkan aku sangat sangat sangat merindukamu, aku kesepian beberapa hari ini.” Katanya lugu.
“kalau begitu buktikan kalau kau merindukanku.” Aku masih dengan wajah kecewa.
“Apa yang harus kubuktikan?”
Aku menaruh jari telunjukku dibibirku, menyuruhnya untuk menciumku, sambil tersenyum jahil.
Ahra mencium bibirku sekilas.
“Ya, masa cuma sebentar?” protesku.
“Sekali lagi. Lebih lama.”
Dia mencondongkan badannya hendak menciumku lagi. Tapi kali ini aku malah medorongnya tertidur disofa, tubuhku menindih tubuhnya.
“Oppa.. berat..” katanya.
“kau harus membiasakan diri.” Kataku jahil.
Aku menciuminya perlahan. Keningnya, hidungnya, bibirnya, tengkuknya, kembali kebibirnya.. Menciumi bibir bawah dan bibir atasnya bergantian secara perlahan.
Matanya tertutup mulai membalas ciumanku..
“mmhh..” desah kami bergantian.
“Bogosipho.” Bisikku ditelinganya membuatnya bergidik geli.
Kami saling menatap dengan penuh arti.
Langsung saja aku kembali melahap bibir tipisnya, aku sedot bibirnya, aku ciumi berulang kali, aku buka bibirnya, ku masukkan lidahku, sambil terus menyedot bibirnya, dia memainkan lidahku dengan lidahnya, dia menyedot lidahku lebih masuk kedalam mulutnya, aku menyedot bibirnya keras, kami terhanyut. Sweet French Kiss.
Kami sering melakukan French Kiss, Ahra terlihat seperti yoeja pendiam dan manja, tapi dalam urusan berciuman, dia sangat jago, aku tak tau dia belajar dari siapa, aku sempat berpikir dia sering berciuman dengan namja sebelum aku, tapi ternyata aku adalah namja  yang merebut ciuman pertamanya. Hhmm.. mungkin dia kebanyakan nonton drama korea.
Awalnya, ciuman kami hanya menempel saja,  dia tak membalas ciumanku, tapi semakin sering kami berciuman, dia semakin berani. Aku sempat kaget saat pertama dia mulai membalas ciumanku, ternyata dia agresif juga, beda dengan pembawaanya yang manja.
Kami hanya melakukan sebatas itu, tak pernah melakukan lebih, aku tak pernah berniat tidur dengan yoeja mana pun sebelum aku menikah. Itu prinsipku.
Tapi pernah sesekali aku meremas payudaranya saat kami berciuman, itu semacam naluri, saat kau berciuman, tangan terasa gatal untuk meraba bagian lain, kadang kalau kami berciuman sambil berdiri, tanganku selalu penasaran ingin meremas bokongnya, aku katakan, itu bukan nafsu, tapi NALURI. 😀
Tak terasa, kami berciuman sampai kami terjatuh kekarpet, kami saling menatap sambil terseyum terengah mengambil nafas.
Seperti mengerti tatapanku, kami kembali berciuman, kali ini tanganku tak tinggal diam, aku mulai meremas payudaranya, ukurannya membesar sejak terakhir kali aku memegangnya.
Suhu terasa semakin panas, Aku menanggalkan baju piayamaku.
Kemudian aku membuka satu-persatu kain yang menempel pada tubuh Ahra tanpa penolakan, Aku terpesona ketika aku membuka bra nya, ternyata ini yang selama tersembunyi dan hanya bisa kurasakan dari luar.
Aku langsung menenggelamkan wajahku dikedua gundukkan payudara Ahra, Aku menyedot puting payudaya kiri dan meremas yang satunya
“Ahhh…” desah ahra saat aku terlalu keras meremas payudaranya.
Juniorku dibawah sana sepertinya sudah kegirangan karena selama ini selalu merasa kedinginan. Aku menggesek-gesekan juniorku yang masih terbungkus celana ke vagina Ahra yang masih tertutup underware berwarna hitam menggoda.
Kini Juniorku telah bangun, Perlahan kumasukkan tanganku menelusup ke celana dalam hitamnya, jariku mulai mencari lubang vaginanya, kumasukkan dua jariku.
“Opppaaahh.. nnggghhh…” desah Ahra.
“Mmhhh..” jawabku dengan mulut masih menyedot payudara Ahra.
Sekarang Ahra mulai beraksi, Ahra menurunkan celanaku, juniorku yang telah berdiri diremas dengan keras..
“Awwwuuhh.. Chagiyy.. Ahhh.. yaaahh.. nngghh..” desahku tak karuan.
Kumasukkan jari ke-tigaku kedalam vaginanya.. kukoyak isinya, aku pelintir klitorisnya dan membuat ahra menggelinjang..
“Ahh.. Oppahh. Hhhahhh..” Ahra meracau
Cairan keluar dari vagina Ahra, dia Orgasme untuk pertama kalinya. Vaginanya sangat basah aku sudah tak tahan ingin mencoba memasukinya.
“Sudahh chagiyy,, aku sudah tak tahan.” Aku melepaskan Tangan Ahra yang sedari tadi tak berhenti mempermainkan juniorku.
Aku mengarahkan juniorku dilubangnya vaginanya.
“Oppa, pelan-pelan..”
“Bagaimana cara memasukkannya? Apa aku masukkan begitu saja?” tanyaku pelan pada diriku sendiri.
Aku masukkan perlahan, Lubangnya begitu sempit.
“Oppaahh.. Ahh.. Sakkit..” Ahra menutup matanya dan memegang lengan tanganku kencang.
“Sebentarr,, Chagiyy..” Aku masih berusaha memasukkan juniorku.
“Oppaaaahhhh.. Ahhhh..Periiiihhhhhh” Akhirnya Juniorku masuk sempurna dan merobek sesuatu didalam sana.
Aku menjatuhkan tubuhku menempel ditubuh Ahra.
“Sakit?” Tanyaku pelan menatap matanya yang tertutup menahan perih.
“Hhmm..” jawab ahra mengangguk tanpa membuka matanya.
Aku menyisir rambut yang menghalangi wajahnya, Aku kecup matanya yang tertutup perlahan.
Dia membuka kedua matanya, menatapku.
Kami berciuman..
Kami terus berciuman..
Perlahan aku mulai menggerakkan juniorku, Aku mulai naik turun perlahan menggenjot vagina Ahra.
“Ahhh.. Opp.. Phhaa.. Ahhh… nngggghhhkkk.. nnnggghhkkk… nngghhhkkkk…” desah Ahra seiring naik turunnya juniorku.
“Ohh.. God!” Teriakku.. Ini sangat nikmat.
“Ahh.. Nnghh.. ssshhhtt.. Ahraaaa… Mmhh…” aku terus menggenjot vagina Ahra
“Opppaa,, peggghhaaall.. hhhhnnggghhh.. aku pegall,, oopppaahh,,, nngghh…”
Aku menghentikan  genjottanku, Aku membangunkan tubuh Ahra yang sedari dibawahku, tanpe melepas kontak. Aku duduk berhadapan, Ahra di atasku. Aku memegang ginggul Ahra, sedangkan dia mengalungkan tangan di leherku
Aku mulai memaju mundurkan pinggul Ahra, kemudian Ahra memaju mundurkan sendiri pinggulnya lebih cepat.
Cairan keluar dari vagina Ahra untuk kedua kalinya, Ahra terlihat kelelahan.
Aku memangkunya dan mendudukkan Ahra di sofa, Aku yang setengah berdiri kembali menggenjot vagina Ahra..
“hhhaahhh… nnngghhhnngghhh… nnnggkkk.. ssshhh..”
“Opppahhh.. Pallii.. ahh,, hhhmmm… hhhnnngghh..”
“Ahhhhhh…….” aku mendesah panjang saat jutaan sperma keluar dan menyemprot vagina Ahra.
Aku sebenarnya masih sangat bersemangat untuk melanjutkan, tapi Ahra terlihat sudah sangat kelelahan, Aku melepaskan kontak kami.
“Gomawo Chagiya..” Aku mencium keningnya.
Dia tersenyum padaku, Aku menggendongnya menuju kamar dan menidurkannya diranjang.
“Tidurlah. Kau pasti lelah.” Aku memeluknay erat.
“Hhmm..” dia menelusupkan kepalanya menempel didadaku
Dddrrrrttt… dddrrrtt..
Aku terbangun karena mendengar handphoneku bergetar..
“Ohh.. Not Again!” keluhku.
“Yoboseo.” Aku mengangkat telepon sambil melihat kesampingku sudah tak ada Ahra, dimana dia.
“Ne Hyung,” aku berjalan keluar kamar hanya dengan boxer yang menempel ditubuhku.
“Ye, Arraso..”
Aku menuju dapur, kulihat Ahra sedang memasak.
“Iya aku masuk hari ini.” Aku menutup telepon dan menaruh handphoneku di meja makan.
Aku mendekatinya, dan memeluknya dari belakang. Mencium punggungnya.
“Oppaa.. Aku sedang memasak, jangan ganggu ahh..” katanya manja.
Tapi aku tak mau melepaskan pelukkanku.
“Oppa, lepas sebentar.”
“Hhmm..” aku melepaskan pelukanku setelah mencium pipinya.
Aku duduk di meja makan. “Siapa yang menelepon tadi?” tanyanya
“Hmm.. teman kerjaku, katanaya aku harus masuk hari ini.” Aku tersenyum miris pada Ahra.
“Ohh..” Ahra tak komentar, tapi aku dari wajahnya dia kecewa.
“Maaf, suatu hari aku pasti akan mengajakmua bulan madu.” Aku tak ingin melihatnya kecewa.
“Sudahlah, jangan memaksakan, kalau kau memang sibuk, kita bisa kapan saja oppa.” Dia membawakanku masakan me meja makan.
“Kau marah?”
“Anniy, tenang saja, kita punya banyak waktu untuk bersama, setidaknya sampai sisa umur kita oppa.” Dia duduk didepanku, tersenyum padaku.
Aku begitu senang mendengarkan jawaban Ahra.
Aku memperhatikan wajahnya dengan tersenyum.
“Kenapa?” tanyanya heran.
“Sarangahae Cho Ahra.” Kataku hanya menggerakkan mulut, tanpa mengeluarkan suara.
“Na Do. Cepetlah kau makan, nanti kau terlambat.”
Seteleh makan, mandi, dan berpamitan pada Ahra, aku pergi..
*Cho Ahra POV*
Tiba-tiba bel gerbang depan berbunyi..
“Kyuhyun? Ada apa dia datang sepagi ini? Pasti mau minta makan.” kataku sambil menekan tombol agar gerbang depan terbuka.
Aku membuka pintu.
Kyuhyun menyerobot masuk ke rumah.
“ada apa?” aku mengikutinya
“Duduklah nuna, aku mau berbicara penting.” Aku duduk disamping Kyuhyun.
“Nuna, kau percaya padaku kan? Kau akan percaya semua kan akan ku katakan kan?” dia terlihat cemas.
“Kau ini kenapa? Tentu saja aku mempercayaimu.” Aku menatapnya heran
“Nuna, kemasi barang-barangmu sekarang juga. Palli nuna.” Dia menyuruhku berkemas? Dia ini kenapa?. Benakku.
“Kau ikut aku ke Jepang, sekarang.” Lanjutnya.
“Ya, kau sudah gila yah? Aku sudah punya suami sekarang. Aku tak mungkin meninggalkan suamiku.” Jawabku.
“Nuna, Apa kau sudah mengenal suamimu 100%? suamimu itu orang yang berbahaya, percayalah padaku.” Kata-katanya mengagetkanku.
“Apa yang kau katakaan? Suamiku hanya seoarng karyawan kantor biasa. Dia sama sekali tidak berbahaya.” Kataku
“Kau tidak tau siapa dia, Apa kau tau dimana dia bekerja? Sebagai apa? Kau tak tau kan? Kumohon nuna, percayalah padaku, ikutlah denganku ke Jepang.”
Kyuhyun benar, aku hanya tau suamiku bekerja sebagai karyawan kantor biasa, tapi aku tak tau dimana dia bekerja, dan dia menduduki jabatan apa.
Sebenarnya apa pekerjaan suamiku?
Apa yang dikatakan Kyuhyun benar? Dia orang yang berbahaya?
Tapi.. dia tidak terlihat seperti orang yang berbahaya.. dia selalu memperlakukanku dengan baik, lagi pula darimana kyuhyun tau kalau lee hyukjae suamiku adalah orang yang berbahaya?
Aku larut dalam lamunanku..
“Nuna, apa lagi yang kau pikirkan, ayo cepat berkemas.” Kyuhyun mengagetkanku.
“Tapi kyu, aku sangat mencintai suamiku, aku tak bisa hidup tanpanya.” Kataku menunduk.
“Nunaaaaaa…. kumohon, percayalah padaku. Kau tak akan bahagia hidup dengannya, kau cantik, kau akan cepat mendapatkan namja lain.”
“Cho Kyuhyun, aku tak bisa.” Kataku pada akhirnya.
“Ya, Cho Ahra!! Kenapa kau begitu keras kepala, ini demi kebaikanmu.” Dia membentakku.
Aku tak peduli, orang seperti apapun suamik? Aku sangat mencintainya..
Aku hanya diam..
“Baiklah, terserah kau saja.” Kyuhyun berdiri.
“Tapi, aku tak akan pernah muncul didepanmu lagi.” Lanjut Kyuhyun dan pergi.
“Ya, Cho Kyuhyun, apa yang kau katakan? Cho Kyuhyun!” Aku mengejarnya.
“Kyuhyun-ahh, kau ini kenapa? Cho Kyuhyun Berhenti!!!” Aku mengejarnya sampai dia keluar rumah. Dia masuk kedalam mobilnya dan langsung keluar gerbang.
Aku masih mengikutinya.
“Tak bisakah kau percaya padaku saja nuna?” dia menatapku kecewa dari dalam mobil.
“Aku tak mungkin meninggalkan suamiku begitu saja, kau membuatku bingung kyu, ini terlalu mendadak.” Aku mendekati mobilnya.
“Aku pergi. Jaga dirimu.” Katanya langsung melajukan mobilna tanpa melihatku.
Ini semua sungguh membuatku bingung..
Lee Hyukjae oppa..
Sebenarnya kau ini siapa??
Aku terus memikirkan perkataan Kyuhyun tadi.
Tak terasa hari sudah gelap,,
Suamiku belum pulang, kemana dia?
Aku menunggunya sambil menonton tv. Mengganti-ganti channel tv.
“KNPA kembali menemukan Ganja kering di Incheon Airport, dan berhasil menangkap orang yang membawa barang terlarang tersebut. Ke-tiga orang yang ditangkap sekarang sedang menjalankan Introgasi di Markas besar KNPA. Ganja kering disinyalir berasal dari Jepang. 4 hari yang lalu, Markas Yakuza yang bernama Akuma ditemukan didaerah Shibuya, mereka menimbun berton-ton ganja kering yang siap diedarkan. Sayangnya pimpinan dan beberapa orang kepercayaan dari Yakuza Akuma tersebut  berhasil melarikan diri.”
Aku serius memperhatikan berita di tv..
“Apa mungkin lee hyukjae adalah komplotan Yakuza pengedar ganja???” aku berbicara pada diriku sendiri..
Aku menggelengkan kepala.. “Andwe,, Cho Ahra, kau harus percaya pada suamimu.”
Aku lanjutkan nonton berita..
Sampai sepertinya aku tertidur..
Aku terbangun..
Aku sudah berada dikamar, disampingku Hyukjae oppa masih tertidur..
Sepertinya semalam oppa memindahkanku ke kamar.
Aku perhatikan wajahnya, Apa mungkin wajah tampan seperti ini bisa berbuat jahat?
Aku memegang wajahnya, mengelusnya lembut..
Oppa,, Kyuhyun bilang kau berbahaya, dia menyuruhku untuk meninggalkanmu, Katakan padaku, kalau Kyuhyun bohong, dia hanya cemburu, karena aku tak bisa lagi memperhatikannya seperti dulu, iyakan oppa? katakan padaku! kalau kyuhyun bohong. Benakku sambil tetap memegang wahnya.
Kyuhyun adikku, mana mungkin dia berbohong, aku seharusnya mempercayainya, tapi.. Oppa.. aku tak bisa hidup tanpamu, aku sangat mencintaimu. Apa aku bodoh karena terlalu mencintaimu?
Kemudian mata Lee Hyukja terbuka, dia memegang tanganku yang ada dipipinya.
“Good Morning, My Princess.”dia tersenyum, dan mengecup bibirku lembut.
“Morning.”aku membalas senyumnya.
“Apa kau belum puas memperhatikan wajahku sejak tadi? Memangnya aku setampan apa?” dia tersenyum jahil.
Aku melepaskan tanganku yang sejak tadi digenggamnya..
“Bangunlah Oppa, kau harus pergi bekerja.” Aku hendak bangun dari tidurku.
“Andwe.” Dia menarikku kedalam pelukannya, dan menarik selimut menutupi tubuh kami.
“Oppa..” kataku kaget.
“Aku tidak bekerja hari ini, aku ingin seharian bersamamu.” Di terus memelukku erat.
“Oppa, aku sesak.. kk..” kataku.
“Ohh.. Mian.. kkekek..” kikiknya mentertawaiku dan melonggarkan pelukkannya.
“Baiklah, kau mau mengajakku kemana oppa?” tanyaku
“Hhmm.. Aku mau mengajakmu….” Dia membalikkan badan menindihku, “Sebelum aku mengajakmu pergi, aku ingin….” dia langsung mencium bibirku ganas.
Aku langsung melayaninya..
….
….
….
Having seks in the morning, Ohh God, Am I freak??
….
Dia memelukku, mencium kepalaku..
Aku memeluknya..
Kami berdua masih telanjang.
“Oppa, apa kau benar-benar mencintaiku?” tanyaku pelan.
“Hhmm? Tentu saja aku sangat mencintamu. Apa kau meragukan cintaku?” Katanya heran.
“Anniya, tapi aku merasa ada banyak hal yang tidak aku tau tentang Oppa.” Aku berkata perlahan.
“Lalu apa yang kau ingin tau dariku? Hhmm??”
“Emm..” aku jadi bingung sendiri apa yang harus ku tanyakan. “Anniya, tidak ada.”
Oppa mempererat pelukannya..
“Kemana adikmu? Dia tidak datang lagi?” tanya Hyukjae Oppa saat kami sarapan.
“Hhmm.. Yeah, kemarin dia kemari untuk berpamitan.” Kataku bohong.
“Adikmu ternyata tidak seperti yang kau ceritakan, kau bilang dia sangat bawel, tapi saat bertemu denganku, dia tidak terlihat seperti itu.” Dia benar, prilaku kyuhyun sangat aneh saat bertemu hyukjae oppa.
“Entahlah Oppa, aku juga heran dia kenapa. Cepat habiskan makanmu, aku sudah tak sabar ingin pergi berdua denganmu.” Kataku mengalihkan pembicaraan.
Seharian ini kami habiskan waktu bersama, kami pergi ke salon bersama, ke pemandian air panas bersama, lalu kami pergi ke Mall, menonton film, makan, semoga bisa setiap hari bisa terus bersamanya seperti ini.
“Apa kau senang hari ini?” tanya hyukjae sesampainya kami digerbang rumah setelah seharian diluar rumah menghabiskan waktu.
“tentu saja oppa.”
Karena kelelahan, aku langsung tertidur begitu saja.
Aku terbangun, melihat jam disamping tempat tidur, “Jam setengah 1 pagi? Dimana hyukjae oppa?”
Aku keluar dari kamar mencari hyukjae oppa.
“Oppa.. Hyukjae Oppa, kau dimana?” kataku.
Tak ada jawaban. Dia kemana?
Rumah ini begitu menyeramkan kalau gelap seperti ini. Benakku.
“Hyukjae Oppa kau dimana aku takut.”
Kemudian aku melihat hyukjae oppa keluar dari kamar yang pintunnya selalu terkunci. “Kenapa kau bangun chagiya?” tanyanya.
“Hhmm..kau sedang apa disana?” kataku mendekatinya.
“mmm… RAHASIA..” dia tersenyum dan mendorong kedua bahuku dari belakang menyuruhku duduk di sofa.
“kenapa kau bangun? Tadi kau terlihat sangat nyenyak tidur.” Dia duduk disampingku.
Aku meletakkan kepalaku dibahunya.
“Kau kenapa?”
“Oppa, aku sangat mencintaimu lebih dari apapun didunia ini.” Kataku.
Dia menatapku cemas. “Apa kau mimpi buruk?”
Aku menggelengkan kepala.
“Ayo sebaiknya kita tidur.”dia mengajakku berdiri dan menuju kamar.
Paginya aku bangun lebih awal, aku ingat semalam hyukjae oppa menyimpan kunci kamar itu disaku jaketnya yang sekarang tergantung di kursi depan meja riasku.
Aku bangun mengendap, mengambil kunci itu.
Aku keluar kamar tanpa mengeluarkan suara, agar hyukjae oppa tak terbangun.
Aku menuju kamar itu memutar kunci, lalu membuka pintu.
Aku terkejut dengan apa yang kulihat, kamar ini tak ada jendela sama sekali, didalamnya terdapat meja besar dengan satu kursi, yang membuatku kaget didinding sebelah kanan ada lukisan wajahku yang amat sangat besar..
“Siapa yang membuat ini?” aku masuk memegang dinding.
“Ini dilukis langsung didinding.”
Aku maju menuju meja besar yang penuh dengan berkas-berkas dan sebuah laptop. “Ini terlihat seperti kertas-kertas biasa.” Kataku. Mungkin ini hanya ruangan kerjanya..
Aku berbalik melihat dinding dibelakang meja.
Karena ruangan ini gelap aku tak melihat dengan jelas, tapi aku melihat beberapa photo terpajang disana, beberapa photo memperlihatkan seorang namja dengan kacamata hitam dan masker hitam, topi hitam.
Apa ini? Aku mengambil 1 photo dan keluar dari kamar itu, aku langsung menyiapkan sarapan setelah mengembalikan kembali kunci kedalam saku jaket hyukjae oppa.
Lee Hyukjaae oppa bangun, setelah siap-siap bekerja,  kami sarapan bersama.
Mobil oppa langsung melaju setelah berpamitan.
Aku langsung berlari kedalam rumah, mengambil mantel dan tas ku, aku segera mentetop taksi pertama yang melintas didepanku, aku melihat mobil hyukjae oppa saat lampu merah.
Aku menyuruh sopir taksi untuk mengikutinya. Aku berniat mengikutinya sampai ketempat dia bekerja. Mobilnya menuju distrik Migeun-dong, Seoul, aku masih mengikutinya.
Mobilnya belok disebuah Gedung yang sangat tinggi, sepertinya masuk kedalam basement.
Aku menunggu di dalam taksi sekiotar 15 menit, Hyukjae oppa tak keluar..
Apa dia bekerja disini?
Aku keluar dari taksi.
Aku Berdiri didepan sebuah gedung yang amat sangat tinggi, dan beberapa gedung disebelahnya yang tidak kalah tingginya.
K  N  P  A  (Koren National Police Agency)
Bukannya ini Gedung Utama Polisi Korea Selatan??
Untuk apa Lee Hyukjae Oppa masuk ke gedung ini? Aku masuk ke Loby gedung yang paling besar yang lebih terlihat seperti loby hotel.
“Bisa dibantu nona?” seorang polisi menghampiriku.
“Emm..” aku kaget, apa yang harus aku katakan? Sekarang ini, Aku seperti anak kecil yang sedang tersesat mencari orang tuanya.
“Apa kau mencari seseorang?” kata polisi itu lagi.
“Ya, aku mencari Lee Hyukjae.” Kataku.
“Lee Hyukjae?” polisi itu terlihat heran.
“Mungkin Lee Hyukjae yang itu,,” seorang teman polisinya mengisyaratkan sesuatu.
“Ohh, apa kau sudah janji bertemu dengannya?” tanyanya padaku.
“Anniy, Aku.. Aku istrinya.” Kataku gugup.
“Ohh.. tapi sepertinya kau tak bisa menemuinya saat ini, beliau sebentar lagi akan mengikuti pertemuan.” Jelasnya.
“Hhmm.. baiklah aku tunggu aja tidak apa-apa kan?” kataku.
“Silahkan.”
Aku menunggu nya diruang tunggu khusus tamu.
Sekitar 3 jam aku menunggu..
Seseorang memasukki ruanganku.
“Ahra-yaa, apa yang kau lakukan disini??” Hyukjae oppa kaget ketika mengetahui tamu yang ingin bertemu dengannya.
Aku melihatnya berseragam hitam dengan tulisan S.W.A.T di dada kanannya..
“Oppa, kau..” aku kaget melihat penampilannya.
Hyukjae oppa langsung menarik tanganku, aku dibawa ke sebuah ruangan. Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, mungkin sebesar kamar. Sepertinya ini ruangan kerjanya. Dimejanya ada photo kami berdua.
“Oppa, kau seorang polisi?” entah kenapa aku merasa kecewa.
“Tunggu disini sebentar, aku keluar dulu.” Dia meninggalkanku sendirian diruangan kerjanya.
“S.W.A.T (Special Waepon And Tactics) adalah sebuah tim elit paramiliter unit taktis didepartemen-departemen penegak hukum. Mereka dilatih untuk melakukan operasi beresiko tinggi yang berapa diluar kemapuan petugas biasa. Tugas mereka termasuk melakukan penyelamatan, penyanderaan, dan operasi kontra terorisme, melayani penangkapan resiko tinggi dan surat perintah penggeledahan,…”
Aku langsung membuka internet mencari tau apa itu SWAT, sebelumnya aku hanya mendengar SWAT di film-film, dalam kenyataanya SWAT ada, dan bahkan di Korea.
Aku lanjut membuka Web wikipedia tentang KNPA (Korean National Police Agency), ternyata di korea memang ada Tim Khusus SWAT dan di distrik seoul ini ada sekitar 4 squadrons, aku tak mengerti apa itu.
Kenapa dia tak jujur saja padaku, kalau dia seorang anggota Polisi Khusus? Apa ini yang Kyuhyun bilang Hyukjae Oppa orang yang berbahaya??
Lee Hyukjae Oppa masuk lagi dengan baju yang tadi pagi dia kenakan.
“Kajja.” Katanya mengajakku keluar.
“Oppa..”
“Apa ini yang kau maksud tadi malam? Apalagi yang ingin kau tau? Aku akan memberi tau mu semuanya, tapi tidak disini.”
Oppa membawaku ke coffee shop terdekat.
Oppa memperhatikanku, “Mianhae, Ahra-yaa, aku tak berterus terang.” Katanya memulai pembicaraan.
Aku hanya diam…
“Hmm, aku anggota Tim Khusus Polisi Korea.”
*Lee Hyuk Jae POV*
Dia terlihat sangat kecewa.
Maafkan aku Ahra-yaa,, Maafkan aku..
“Mianhae, Ahra-yaa, aku tak berterus terang.” Kataku memulai pembicaraan.
Dia hanya diam..
“Hmm, aku anggota Tim Khusus Polisi Korea.” Aku memperhatikan raut wajahnya.
“Kenapa kau tak bilang dari awal?” katanya menatapku kecewa.
“Apa kau kecewa mengetahui aku seorang polisi?” tanyaku.
“Anniya Oppa, aku kecewa kau tak jujur padaku.”
“Ini demi keamananmu. Aku berbohong agar kau aman.” Kataku.
Dia menatapku tak percaya.
“Aku tau kau tak akan suka pekerjaanku ini, aku sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai polisi lalu memulai semuanya dari nol bersamamu, tapi aku tak bisa berhenti begitu saja, setidaknya sampai misi ini selesai, mereka baru akan mempertimbangkan surat pengunduran diriku.” Jelasku, aku tak pernah bermaksud untuk berbohong padanya.
Sungguh aku tak ingin membohonginya seperti ini.
“Misi? Misi apa?”
“Iya.. Kalau kau mengikuti berita akhir-akhir ini, Markas Yakuza Akuma di Jepang?” dia mengangguk. Tandanya dia mengerti apa yang kukatakan.
“Mereka adalah target kami sejak setahun ini, mereka selalu berhasil menyelundupkan ganja kering ke korea, Kami bekerja sama dengan kepolisian jepang untuk mengintai jejak Yakuza Akuma, dan mereka berhasil meringkus komplotan yakuza itu. Tadi malam, Kami berhasil menemukan pimpinan yakuza Akuma di korea, didaerah Gwang-ju, tapi beberapa orang masih belum tertangkap. Dan photo yang kau ambil tadi pagi itu, dia target utama kami.”
Dia kaget mendengar kata-kata terkhirku, tadi pagi aku melihatnya mengambil kunci dari saku jaketku, ternyata dia masuk keruang kerjaku, selama ini aku selalu mengunci ruangan itu.
“Kau,, kau tau?? aku..” Dia terlihat gugup. Aku hanya tersenyum..
Mengacak-ngacak rambutnya perlahan. “Kau berpotensi menjadi pengintai chagiya.”
“Siapa pria diphoto itu?” tanyanya penasaran.
“MT-Akuma-Q. Itu julukannya. Dia orang kepercayaan Pimpinan Yakuza Akuma, Dia adalah orang selalu berhasil menyelundupkan ganja kering ke korea, dia sudah tau wilayang korea, kemungkina dia pernah tinggal di korea, atau mungkin, dia memang orang korea.” Jelasku.
“Namanya aneh Oppa.” Katanya sambil menahan tawa.
“Kau sudah tak marah padaku chagiya?” Aku senag melihatnya tersenyum. Dia langsung  berhenti tersenyum. Lucu sekali.
“Lebih aneh lagi kalau kau tau kepanjangannya” Lanjutku.
“Memang apa kepanjangannya?” tanyanya penasaran
“MT-Akum-Q kepanjangan dari Murasakiiro no Tamago Akuma-Q kau cari arinya sendiri di Google Translete, nama yang aneh untuk seorang agen pengedar.” Aku hanya tersenyum padanya.
“Hhmm.. apa kau pernah bertemu dengannya?”
“Ya, bulan lalu, saat aku menjadi mata-mata di Jepang, aku hampir berhasil menangkapnya, tapi dia sangat gesit, dia selalu mamakai masker hitam, aku tak tau wajah aslinya.” Jelasku.
Tiba-tiba handphoneku bergetar.
“Ne, Hyung, sebentar lagi.” Aku menatap Ahra.
“Pergilah, aku bisa pulang sendiri.”
“Andwe, kau tunggu diruanganku, nanti kita pulang bersama.” Kataku..
“Tidak apa-apa oppa, aku pulang saja.” Dia bersikeras untuk pulang sendiri.
“Baiklah, aku menunggumu sampai kau dapat taksi. Kajja.”
Aku mengantarnya sampai dia naik taksi dan kembali ke Markas.
Semalam, pimpinan Yakuza Akuma tertangkap, dan sekarang dikurung di ruangan khusus di dalam markas KNPA. Sekarang kami akan mengadakan ppertemuan dengan kepolisian Jepang. Mereka baru saja tiba dari Jepang.
Sekitar 1 jam pertemuan berjalan..
Handphoneku berbunyi. Nomor tak dikenal.
“Yoboseo.”
“Serahkan Pimpinan kami, atau kau akan melihat istri mu tak bernyawa, Ohh dia sangat mengiurkan, bolehkah aku mencicipinya.”
“BANGSAT. YOU DON’T EVEN THINK TO TOUCH HER!!!” kemudian telepon terputus.
Semua orang ya ruangan menatapku. “Lacak, posisi penelepon.” Perintahku.
Semua orang langsung berhamburan menyiapakn diri menuju tempat penyandaraan.
“Cho Ahra.” Aku sudah tak bisa berpikir jernih. “Cho Ahra, Maafkan aku.” Aku terus menyalahkan diriku sendiri.
Setelah melacak posisi si penelepon tadi dari nomor handphonenya, sekitar 7 mobil berangkat ke TKP. Pimpinan Yakuza Akuma berada dalam mobil khusus.
Sampailah kami di depan sebuah gudang kumuh..
Aku dan beberapa orang masuk.
“Cho Ahra.” Dia duduk terikat dikursi, tangan dan kakinya terikat, kepalanya ditutup karung, dang sebuah pistol menempel dikepalanya.
Aku mendekatinya.
“Serahkan pimpinan kami, atau kutembak wanita ini.”
*Cho Ahra POV*
Aku naik taksi, tapi kemudian sebuah mobil menghentikan taksiku. Aku diseret keluar Taksi. Kepalaku langsung ditutup karung, diikat dileher, aku tak bisa memberontak.
Aku tak tau dibawa kemana karena mataku tertutup.
“Kalian Siapa?” teriakku.
“Kau Diam Saja.”
Tanganku diikat kebelakang, kakiku diikat. Aku duduk dikursi. Aku hanya menagis. Hyukjae selamatkan aku.
Aku mendengar seseorang menelepon Hyukjae Oppa.
“Serahkan Pimpinan kami, atau kau akan melihat istri mu tak bernyawa, Ohh dia sangat mengiurkan, bolehkah aku mencicipinya.”
Aku semakain takut. Oppaaaaa… aku takut, cepat datang selamatkan aku oppa.
Aku hanya dapat mendengar percakapan mereka. “Dimana Q-Aniki?” tanya salah satu dari mereka.
“Dia ada diatas. Menyiapkan kedatangan polisi.”
“Itu Dia.” Terdengar suara langkah kaki mendekat.
“Aniki, ini sandra kita, dia istri dari salah satu anggota SWAT, aku yakin sebentar lagi mereka akan datang membawa Ketua.”
Langkah kakinya semakin mendekat padaku. Dia tak mengeluarkan suara sedikitku, hanya berjalan berkeliling disekitarku, memperhatikanku.
Aku hanya duduk terdiam tak berani mengeluarkan suara.
“Mereka datang.” Sahut salah satu dari mereka.
“Segera bersiap.”
Sasuatu yang keras menekan kepalaku, sepertinya itu ujung pistol. Ohh tuhan,, aku masih ingin hidup..
Beberpa langkah kaki memasuki ruangan ini, munginkah itu Oppa?
“Serahkan pimpinan kami, atau kutembak wanita ini.” Suara itu, suara orang yang menempelkan pistol dikepalaku, aku mengenal suara itu, suaranya tidak asing.
“Lepasakan dia.” Itu hyukjae Oppa..
“opp..paa..” kataku gagap karena mulutku disekap.
Karung yang sedari tadi menutup kepalaku dibuka, Aku ditarik berdiri. Namja disampingku menggunakan masker dan topi.
Aku menatap matanya. Cho Kyuhyun? Benakku.
Tak mungkin dia Cho Kyuhyun.. adikku..
Tapi aku tau itu matanya, mata yang kukenal semenjak dia lahir, dan sekang dia menodongkan pistol dikepalaku. Aku terus menatapnya, dia menatapaku, dia terlihat kaget dan gugup.
“Kyu.” Bisikku pelan. Dia mengelak untuk menatap mataku, aku tau kau Cho Khyuhyun.
Didepan Hyukjae Oppa menodongkan pistol kearahnya.
“Serahkan pemimpin kami!” kata orang yang kuyakini itu kyuhyun. Dia menembakan satu tembakan ke atas, itu seperti kode untuk orang-orangnya bersiap menyerang.
Tembakan mulai terdengar menggema seisi gedung, sementara kyuhyun masih menyanderaku.
Beberapa orang telihat sedang beradu, termasuk Hyukaje yang sekarang wajahnya penuh dengan memar akibat pukulan, Ternyata anggota SWAT  yang datang sangat banyak, kelompok yang menyanaderaku terpojok, dan akhirnya semua telah berhasil dilumpuhkan.
Tinggal Kyuhyun dan sang pimpinan yang sedari tadi hanya diam menyaksikan anak buahnya satu-persatu tumbang.
“Tembak wanita itu!!” pemimpin itu berteriak menyuruh Kyuhyun menembakku.
“Boss?” Dia ragu.
“Cepat tembak!!”
“Jangan!”
Kemudian Aku melihat si pemimpin dengan tangan berborgol berhasil merebut pistol orang disampingnya.
Dia menodongkan pistol kearahku, aku melihatnya menarik pelatuk..
“Tidaaaaakkkkk…… Hentikan Dia!!” Lee Hyukjae berteriak.
DOOR!!! DOOR!!! DOOR!!!!
“CHO KYUHYUN!!!!!!!!”
Kyuhyun membalikan tubuhnya menghalangi tubuhku, Darah keluar dari perutnya..
Kemudian, hampir semua anggoata SWAT diruangan ini menembakan peluru ke arah pimpinan Yakuza yang menembak Kyuhyun. Dia langsung mati saat itu juga.
Lee Hyukjae mendekatiku yang ememluk tubuh kyuhyun yang sudah sekarat. Hyukjae menarik masker dimuka Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun?” Dia sangat kaget bahwa orang yang dia buru selama ini adalah adikku.
“Hyung..” Dia menahan Sakit, air mata keluar diujung matanya.
“Kumohon Oppa, selamatkan dia.” Aku menangis.
Hyukjae mengangkat tubuh kyuhyun, membopongnya menuju mobil, dia menyetir dan aku duduk dibelakang bersama Kyuhyun yang sekarat. “Bertahanalah, kumohon.”
“Nunna,, Maafkan aku.”
“Berhenti berbicara, Oppa palli!!” aku menyuruh Hyukjae menyetir lebih cepat.
“Nuna, sakit.” Dia menangis.
“Nuna, aku tak kuat, nuna..”
“Kau harus bertahan!!!” aku menagis sejadinya, aku memeluknya erat.
“Aku menepati janjiku nuna, aku bilang akan selalu melindungimu, sampai akhir hidupku.” Dia tersenyum.
“Bisakah kau berhenti berbicara.” Aku membentaknya.
“Nuna, kau harus bahagia.” Aku terus menangis mendengarkannya mengoceh.
“Kau harus menjaganya hyung.” Katanya. Kemudian aku melihatnya menutup mata.
“Cho Kyuhyun!!!” aku menggoyangkan pipinya.
“Aku belum mati nuna, bukannya kau menyuruhku diam?” katanya membuka matanya lagi.
“Oppa.. pallliwaaaaaa!!!”
“tenang Ahra-yaa. Aku menjalankan mobil secepat yang ku bisa.” Sahut Hyukjae dari depan.
“Kau cerewet sekali nuna.” Ejek kyuhyun.
“Kau diam saja.”
“Hhmm…”
Kami sampai di depan Instalasi gawat Darurat sebuah Rumah Sakit.
“tolong tangani pasien ini.”
Khyuhyun langsung ditangani, dia langsung masuk ruang operasi untuk mengeluarkan 3 peluru di tubuhnya.
2,5 jam berlalu..
Dokter keluar dari ruang operasi.
“Bagaimana dok?” tanya hyukjae.
“Maafan kami, kami telah berusaha semampu kami, jantungnya bocor terkena peluru, Dia meninggal karena kehabisan darah. Maafkan kami.”
Aku langsung menangis sejadinya..
“Cho Kyuhyun…”

—The End—
Ditunggu komentarnya …..
Follow My Twitter Acc @Adin_Hottest
And visit My Blog myanchovyworld.wordpress.com
Gomawo.. *bow*

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 30/11/2013, in OS, Super Junior and tagged , . Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. Ini sambungan atau cerita baru lagi?

  2. udah pernah bca tapi keren tetep

  3. sad ending. kyuhyunnya meninggal..

  4. Aaah suamiku meninggal. Tp gpp, dari pada hidup ntar malah di penjara kan kasian.

  5. miichanmimi

    Cho KyuhyunT^T
    keren banget>< q kira hyuk jae sma Kyu sma2 SPY..klo Hyuk yg korea..klo Kyu yg d jepang..
    ehh trnyata salahT.T hiks..hampir nangis

  6. kn baru di post min.. kq lagi di post ..

  7. lucu pas kyu bilang.. aku masih hidup nuna bukanya kau yang menyuruhku diam… kkkk~ sievil tetep aja evil.

  8. Sad tapi happy ending… Aku nangis nih thor… Keren lah.. DAEBAKK~

  9. Whoaaaaa,, keren ceritanya. Walaupun sad ending

  10. aku bacanya sampai nangis
    DAEBAK!

  11. keren banget aduh miris jantungku

  12. kereeeeeeeeeeeeeeeeeemmmmmmmmmmm

  13. Keren, ceritanya bagus bnget

  14. Keerrrreeeeennn

  15. crta.y mengharukan;-(
    squel donk

  16. Rahma Della Safitri

    Omo!!! Kyuhyun Oppa??!! 😥
    Keren thor ceritanya (y)

  17. Ah andwe!!!!
    cho Kyuhyun 😥

  18. Ini aku baca bukannya nangis krn sad ending tapi ngakak…kyunhyun mati terlalu dibuat buat thor,,.ckxkxk.,,masa mati masi bisa dagelan pas ngubrol sama nuna nya dimobil hyuk oppa…kekekek…kl ga mati bisa dipemjara bentar keluar bebas kali thor..,wkwkwk…malah bisa jd spy krn tahu seluk beluk pengedar ganja…ahhh..masukan ajah..,daripada sad ending…aneh bgt

  19. Ceritanya bagus, unexpected.

  20. Keren thorr tapi krg panjang

  21. Sad ending sie 😥 kyuppa mati

  22. hiks
    kasian cho kyuhyun .. 😥

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: