Do you love Me?

niel teen top ff nc

Author : yellowithachii (Park Hyun Ri)

Tittle : Do you love Me?

Genre: Romance sad school life

Type: NC 17

Cast :
– Park Hyun Ri aka Aku..?
– Han Gook aka Lee Min Gyu
– Niel Teentop aka Ahn Daniel

Disclaimer…
FF oneshoot pertama yang aku post. ini murni dari pikiran saya sendiri akibat banyak baca FF yadong+NC (gak penting,gak da yang nanya.). No Bash. No Plagiat and diharap komentnya… awasssssss banyak TYPO…

Happy Reading….BOW

Hyun Ri.
Goresan sinar matahari telah lancang menyusup masuk melalui fentilasi jendela kedalam kamarku. Hangatnya silauan cahaya pagi perlahan membangunkanku. Tubuh sedikit mengeliat, membuka mataku perlahan.
Sayup – sayup terdengar  “Hyun Ri,  Park Hyun Ri? Apa kau sudah bangun sayang?”  Yah itu adalah alaram hidupkusetiap hari, “Ne Eomma.” Teriakku masih diatas tempat tidurku. Aktifitas 5 hari dalam seminggu setiap pagi sehabis weekend.

“I hate Monday.” Gumam lalu bangun melihat soulmateku yang ada diatas nakas samping ranjangku memastikan ada tidaknya notifikasi dijejaring sosialku. “Seperti biasa”. Batiku setelah melihat ada 2 notifikasi, kutaruh kembali Hpku dan segera meraih handuk kemudian masuk ke kamar mandi.

 

Gwiyomi,Gwi,Gwi,Gwiyomi.

Terdengar nada dering di Hpku sesaat setelah aku selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, kuraih segera benda mungil nan datar itu. Ku lihat ada panggilan masuk dari Lee Min Gyu. “Ck.” Decakku setelah melihat nama yang terpapar dilayar Hpku.

“Yeoboseyo? Jawabku malas.

“Kenapa menelpon sepagi ini?” Lanjutku sembari melangkahkan kakiku menuju lemari bermaksud mengambil seragam sekolahku.

“Aku akan menjemputmu pagi ini, apa kau ingat? Tanyanya dari seberang menginggatkanku akan kejadian semalam.

Ya semalam aku, ah ani maksudku keluargaku dan keluarga Min Gyu makan malam bersama dikediaman Tuan Lee, tepatnya rumah keluarga Min Gyu.

“Apa kau mau ku jemput besok pagi Hyun Ri-ya? Tanya Min Gyu tiba-tiba ditengah heningnya acara makan malam kami.

”Aa….” Baru aku akan menolak.

“Tentu saja, ya kan Hyun Ri”. Eommaku sudah mendahuluiku dan menyenggol tanganku memberi isarat agar aku tak menolahnya.

Dengan berat ku katakan “Ne.” Ditengah desahanku dan suasana menjadi riuh, kutatap malas wajah Min Gyu, dia terlihat senang berbeda denganku.

“Apa kau tak senang aku jemput? Terdengar suara Min Gyu setelah aku masuk kedalam mobil mewahnya Hammer warna silver. Aku diam, aku menyibukkan diri dengan menarik seatbeltku yang kesusahan. Jujur sebenarnya tak susah, hanya saja aku sedikit risih kalau harus duduk semobil dengan namja sok Cool ini.

“Ani.” Jawabku singkat setelah aku memasang seatbeltku.

“Kalau begitu kenapa kau tak tersenyum pada tunaganmu ini? lanjutnya yang membuatku semakin muak.

Yah ku akui, aku adalah tunagan dari pewaris tunggal perusahaan desai dan properti MW corp. Dia namja yang dijodohkanku sebulan yang lalu dan menjadi tunanganku, tepatnya dihari ulang tahun tersialku harus bertemu dan menjadi tunangan namja yang sama sekali tak menyenangkan.

“Wae? Kataku tanpa menoleh padanya.

“Apa aku harus selalu memaksan bibirku membentuk bulan sabit setiap bertemu denganmu? Lanjutku lagi masih tak memperhatikannya. Akhirnya Min Gyu menjalankan mobilnya, itu berarti dia mengalah denganku dan memilih diam menghindari perdebatan dipagi hari.

At Yoensi senior high school.
“Kajja.” Ajaknya tersenyum setelah membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya. Aku hanya diam, ku raih tangannya karena turun dari mobilnya memang lebih sulit dibandingkan saat naik.
“Oppa, bolehkah hari ini aku berjalan sendiri masuk kedalam kelasku? Tanyaku datar setelah aku turun dari mobilnya.

“Wae? Tanyannya sedikit binggung. Yah aku tahu kenapa dia binggung, hanya saja.

“Emmmm, aku, aku, aku mau ke toilet dulu!” jawabku dusta.

“Arrassoe. Ow ya, nanti aku juga akan mengantarkanmu pulang.” Dia melepas genggaman tangannya dan berlalu pergi dengan garis senyum dibibirnya.

“Ne.” Jawabku.
Aku melangkah pergi dari parkiran sekolah setelah kulihat Min Gyu sudah menghilang bersama kerumunan siswa yang lain.

“Stttt.” Aku mendengar suara. “Sttt..Hyun Ri. Changi!” Mengitari halaman parkir mencari sumber suara dan ku lihat seorang namja sedang mengendap di balik tembok belakang sekolah.
Aku tersenyum simpul melihat siapa yang memanggilku. Segera aku berlari kecil menghampiri namja itu, yah namjachinguku.

Dia adalah Ahn Daniel atau sering disapa Niel. Dia adalah namjachinguku sejak aku duduk dibangku Junior High School. Dia juga tahu aku sudah dijodohkan dan bertunangan dengan Min Gyu tapi dia tak menyerah, dia tak patah arang dengan kejadian itu. Tentu saja karena aku meyakinkan dia bahwa hanya dia Namja yang paling aku cintai.

“Oppa, kenapa kau datang kemari? Kataku setelah aku sampai didepannya dan menghambur kedalam pelukannya.

“Apa Oppa tak sekolah? Tanyaku setelah pelukan kami terlepas.

“Anio, aku akan sekolah. Hanya saja aku kesini untuk.” Chuuu. Dia mencium bibirku singkat kemudian berlari menjauh dan melambaikan tangannya. “Bogossipoyo uri Changi.” Lanjutnya sambil berteriak.

“Nado.” Balasku berteriak dan aku hanya tersenyum melihatnya pergi dan menyentuh bibirku lembut.

Teeettttt.
Bel tanda masuk sekolah sudah bunyi, segera aku berlari dan menuju kelasku. Dengan nafas yang sedikit tersengkal akibat lariku, aku masuk kedalam kelas dan segera mengambil tempat dudukku.

“Dari mana kau? Kenapa baru masuk? Bukannya kau sudah datang dari tadi bersama Min Gyu sunbae.” Tanya sahabatku Shim Min Rae setelah aku duduk disebelahnya dan menaruh tas ransel bermotif panda milikku di atas meja.

“Hah, hah. Aku baru dari kamar mandi.” Jawabku masih dengan nafas tersengal.

“Benarkah? Tanyannya dan ia mendekatkan wajahnya kearahku.

“Ya, apa kau tak percaya denganku Min Rae-ya?.” Kataku setengah berteriak dan sedikit menjauh.

“Ck, jangan berbohong Park Hyun Ri Agasshi.” Katanya tersenyum dan memukul kepalaku dengan pensil yang digengamnya.

“Awwww.” Rintihku sambil mengusap kepalaku.
Akhirnya jam pelajaran pun dimulai, Kim seosaengnim meberikan materi pelajaran mengenai tata ekonomi di korea. Ku perhatikan semua murid berkonsentrasi terhadap mata pelajaran yang diberikan, karena Kim seosaengnim memang terkenal sebagai guru Killer dan akan memberikan kuis sesuka hatinya dan bila ada murid yang tak bisa menebak kuis itu, maka nasib naas bagi si murid. Dia akan menyuruh kita keluar dan tak boleh mengikuti mata pelajarannya selama 5 kali pertemuan dan membuat esai tentang ekonomi sebanyak 3 lembar halaman. Glek, membayangkannya saja aku sudah ngeri.
“Ahm.” Aku terperajat terkejut mendengar suara berdehem didedapanku.
“Ouch.” Umpatku, ku dongakkan pandanganku. Aku tersenyum menyadari siapa yang sedang berdiri disampingku, “Anyong seosaengnim.” Kataku penuh kebodohan. Seisi kelas tiba-tiba menjadi riuh dah hanya tawa kocak yang menyerangku. Menyadiri kebodohaku “Babo.” Umpatku dalam hati dan memukul kepalaku sendiri.

“Anyong PARK HYUN RI-ssi.” Kata Kim seosaengnim membalas ketololanku dan seketika kelas menjadi tenang kembali.Ku lihat wajahnya yang cantik seagai topeng yang begitu mematikan melihat senyumnya yang kecut. “Glek.” Ku telan ludahku dalam-dalam.

“Apa kau tahu arti Perekonomian Dunia bagi Korea Selatan? Tanyanya.

“Matilah aku.”batinku. “AH,,emmmm. Untuk memajukan kemakmuran rakyat Korsel dan menunjang kemajuan negara dimata dunia internasional.” Jawabku asal.

“Benarkah? Tanyannya meyakinkanku. Aku diam, ku lirik Min Rae yang duduk disebelahku, sial. Dia tak melihatku, sepertinya dia sama takutnya denganku hingga dia hanya menatap kosong buku pelajaran didepannya.
“Kalau begitu siapkan Esai sebanyak 5 lembar dan kumpulkan padaku besok pagi sebelum pelajaran dimulai Park Hyun Ri.” Katanya seraya memegang pundakku dan kembali melangkah kedepan kelas.  Mendengar iru aku hanya bisa diam dan kembali menelan ludahku.

Teeeeeeeeeetttttttttttttttt….
Akhirnya bell tanda berakhirnya jam sekolah berbunyi. Setelah Seosaengnim yang mengajar mata pelajaran jam terakhir keluar semua murid dikelasku juga ikut menghambur keluar.
“Ahhhhhhhhhhhh,, eottokkhae? Teriakku frustasi dan menengelamkan wajahku kedalam lipatan kedua tanganku diatas meja menginggat tugas khusus yang diberikan Kim seosaengnim hanya untukku. Ya, aku masih terpaku duduk didalam kelas, tentu saja aku tak sendirian, aku masih
ditemani sahabatku tercinta Min Rae.

“Aku akan membantumu Hyun Ri-ah.” Katannya menenangkanku dan mengelus lembut bahuku. “Hiks, kenapa aku? Tanyaku menangis pada Min Rae.

“Molla, aku juga tak mengerti. Lagian kenapa juga kamu melamun disaat jam killer tadi eoh? Jawab Min Rae dan makin menambahku frustasi.
“Hyun Ri-ah? Kudengar seseorang memanggilku, dan aku hafal betul itu suara siapa. Segera kudongakan wajahku malas.

“Wae? Apa kau tak ingin pulang? Lanjutnya lagi.

“Hiks, Hiks, Hiks.” Aku masih sibuk menangis dan tak menjawab pertanyaannya.

“Dia kena hukuman dari Kim seosaengnim membuat Esai sebanyak 5 lembar Sunbae.” Kata Min Rae yang hanya kulirik dari ekor mataku.
“Hajima, Hyun Ri-ah. Biar Oppa yang akan mengerjakan esai itu. Kau tenang saja ne.” Brak. Aku memukul meja dan beranjak berdiri.

“Mwo? Oppa yang akan mengerjakan tugasku? Kenapa tak sekalian saja Oppa
gantikan hidupku.” Kata ku marah. Yah, aku benci dengan setiap perhatian yang Min Gyu berikan padaku, karena itu hanya akan menambah beban rasa bersalahku yang tak mencintainya. Ku geser kursi tempatku duduk tadi dan segera ku langkahkan kakiku keluar kelas meninggalkan
Min Gyu dan Min Rae yang masih mematung.

At home.
“Eomma,,putrimu tercantik sudah pulang.” Teriakku malas setelah membuka pintu rumahku. “Ah kalian sudah pulang. Bagaimana Min Gyu-ssi apa Hyun Ri tak menurut denganmu.” Kata Eomma yang tak memperhatikanku dan langsung menarik Min Gyu dan membawanya duduk di sofa ruang tengah.

“Ish.” Kataku jengkel melihat kedekatan Eomma dengan Min Gyu yang selalu mengekoriku. Segera aku pergi ke atas dan masuk ke kamarku. Blammm. Akhirnya pintu ku tutup, segera aku berganti baju dan menuju meja belajarku berpikir dan memeras otak untuk mengerjakan tugas
sepecial dari Kim seosaengnim. Berlagak sok serius, yah itulah sekarang yang sedang aku lakukan.

Sudah hampir 4 jam aku menjadi orang yang sok serius dalam berpikir, ku lihat lembaran kertas didepanku masih putih, kosong belum tertulis sesuatu yang dari tadi aku pikirkan. Itu lah kelebihanku, “BABO”. Susah berpikir untuk mata pelajaran yang mampu mendongkrak perusahaan Appa jika nanti aku yang meneruskannya.

“Krruucckkk.” Bunyi yang nyaring terdengar dari perutku. Aku lapar, tentu saja karena aku baru ingat aku belum makan dari pulang sekolah tadi. Aku berdiri, ku tinggalkan kertas kosong di atas meja belajarku berharap setelah perutku terisi mungkin otakku akan bekerja dengan lancar lagi.
“Hyun Ri-ah.” Panggil Eomma setelah aku melangkahkan kakiku menuju meja makan. Min Gyu masih setia stay di rumahku. Semenjak dia resmi menjadi tunanganku rumah ini rasanya selalu membukakan pintu untuknya setiap dia datang.

“Hmmmfff.” Hembusan nafasku setelah aku duduk dikursi meja makan sebelah Min Gyu. “Kenapa kamu lama sekali keluarnya Changi? Tanya Eomma sembari mengambilkanku nasi di piringku.

“Aku ada tugas Eomma, dan aku sedikit PUSING hari ini Eomma.” Jawabku dan ku tekan kataku sambil melirik Min Gyu. Ku lihat dia hanya diam dan sesekali tersenyum pada Eomma.
“Ini,” Min Gyu menarik tanganku dan menyerahkan gulungan kertas.
“Jangan terlalu dipikirkan kalau kau sedang pusing, segera lah pergi tidur dan besok pagi aku akan menjemputmu lagi.” Lanjutnya setelah menyerahkan gulungan kertas itu, kemudia dia sedikit berlari menuju mobilnya. Sepertinya dia memilih menghindariku dari pada mendapat
cercaan yang sudah siap aku lontarka. Min Gyu tersenyum dan melambaikan tangannya kemudian dia melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahku.
“Apa ini.? Tanyaku dalam hati setelah aku masuk kedalam kamar danduduk dikursi meja belajarku.

“Ck.’ Decakku setelah kubuka gulungan kertas itu yang ternyata isinya adalah esai tugasku. “Apa dia akan selalu begini? Kapan dia mengerjakannya? Ah.. tentu saja mudah, dia adalah pewaris MW yang ber IQ tak normal. Tapi Gomawo Oppa.! Runtukkku sedikit tersenyum kemudian menaruh kertas itu didalam tas ranselku dan segera membaringkan tubuhku di ranjang menggambil HP yang tergeletak dinakas samping ranjangku. Ku tekan nomor orang sepecial untukku.
“Niel Oppa,,bogossipoyo.”
“Hyun Ri, apa kau tahu minggu depan kita akan Study Tour ke Macau?” kata Min Rae saat jam istirahat di Kantin sekolah.

“Jinjja? Ani.” Jawabku sedikit terkejut.

“Nde, tadi Kim seosaengnim sendiri yang mengatakannya saat kau ke toilet. Whaaaaa, aku sudah tak sabar, tapi ku dengar sepertinya kita diperbolehkan mengajak seseorang nanti. Iya, itu pasti. Tapi aku akan mengajak siapa? Apa aku ajak Kim Jeong San sunbae saja? Apa dia mau?” kata Min Rae panjang lebar dan aku tak terlalu memikirkannya. Yah karena aku pasti sudan ada si Tuan Sok COOL itu, padahal aku berharap Niel Oppa yang akan menemaniku.
Dreettss.
Hpku bergetar, kulihat ada sebuah pesan masuk. Segera ku buka dan sedikit berharap bahwa itu pesan masuk dari Niel Oppa.
From Eomma.
“Changi, Eomma sudah membelikanmu 2 tiket Study Tour ke Macau. Kau sudah tahu kan kau akan berangkat ditemani siapa. Eomma tadi sudah memberi tahu Min Gyu dan dia setuju jadi Eomma harap kau menjaga sikapmu selama StudyTour nanti. Arrassoe?”
Membaca pesan yang ternyata dari Eomma sedikit membuatku terpuruk, yah sudah seperti yang aku tebak, bahwa aku akan pergi ke Macau dengan Tuan sok COOL itu. Ku hembuskan nafas berat dan membalas pesan Eomma dengan malas.
To Eomma.
“Ne, Arrassoe Eomma.”
“Nugu? Tanya Min Rae sesaat setelah aku membalas pesan Eomma.
“Eomma.” Jawabku singkat.

“Ooo. Wae? Tanyanya lagi. “Gak penting arrassoe. Kajja kita kembali kek kelas.” Ajakku segera karena sudah malas menjawab pertanyaan Min Rae.
Hari ini aku akan berangkat ke Macau bersama Min Gyu, dia sudah siap dan sekarang kami sudah berada di bandara dan akan menaiki pesawat
pribadi milik keluarga Min Gyu, tentu saja ini usul dari Eommaku dan Eomma Min Gyu. Sebenarnya aku tak mau karena aku ingin pergi bersama teman-teman sekolahku yang lebih asik dari pada pergi hanya berdua dengannya yang diikuti Bodyguard dan pelayan yang g aku butuhkan sama sekail.
“Oppa, aku mau ke toilet sebentar ya? Kataku setengah berbisik setelah kami masuk kedalam pesawat yang sebentar lagi take off. “Ne jangan lama-lama, atau mau aku temani? Tawarnya. “Andwe Oppa.” Tolakku lansung berdiri dan menuju toilet meninggalkan Min Gyu.
“Yeoboseyo? Ne Oppa, sebentar lagi aku akan berangkat. Ne! Ne! Oppa jangan coba-coba selingkuh ne? Saranghae Oppa, muaaahhhhh. Kataku dalam sambungan telephon dengan Niel Oppa sebelum penerbangan. Segera aku keluar kamar mandi dan kembali duduk dikursi penumpang tepat sebelah Min Gyu.
“Whaaaaaaaa…..” kataku nganga setelah melihat pemandangan kota Macau dari jendela kamar Hotelku. “Oppa, aku ingin keluar. Bolehkan? Rengekku pada Min Gyu. “Aku tak akan merepotkanmmu. Aku tahu Oppa lelah setelah penerbangan. Aku akan menganjak Min Rae. Ne? Lanjutku lagi, kulihat dia hanya mengangguk. Kemudian aku berlari kecil mengarah kepintu, tapi sebelum aku membuka pintu aku memutar kembali badanku dan menghampiri Min Gyu yang sedang bersandar dikepala ranjang. Ku tatap wajahnya kasihan. “Wae? Katanya saat aku tepat berada disampingnya. “Chup..” Entah kenapa aku reflek mencium pipinya dan merasa kasihan.

“Mi…Mian Oppa.” Kataku malu dan segera berlari keluar kamar.
“Issshhh apa-apa an aku ini kenapa berbuat seperti itu. “Ya….Wae? kata Min Rai menepuk sebelah pundakku dan berhasil membuatku terkejut.
“Ani. Kajja..” kataku dan menarik tangannya keluar Hotel.
“Min Rae-ya, apa mungkin cinta yang tak ada bisa ada secara tiba-tiba? Kataku menerawang langitnya malam setelah aku merebahkan tubuhku diatas rerumputan taman di Macau bersama Min Rae.
“Mungkin. Wae?
“Ah, ani. Hanya saja kenapa aku seperti itu.” Ucapku datar
“Apa kau mulai menyukai tuan si sok Cool mu itu? Apakah kau sudah tak menyukai Niel Oppa?
“Bukan seperti itu, tentu saja aku masih dan akan selalu mencintai Niel Oppa.” Sargahku setelah mendengar pertanyaan Hyun Ri.
“Yakkso?
“ne, yakkso.” Kataku tersenyum sambil melingkarkan jari kelingkingku ke jari kelingking Min Rae. Yah, Niel Oppa namjachinguku sejak di bangku Junior High School adalah kakak sepupu dari sahabatku Min Rae, marga mereka berbeda karena ibu mereka yang menjadi saudara.
“Apa kau akan marah jika nanti pada akhirnya Niel Oppa jenuh dengan hubungan kalian yang tak tau ujungnya ini akan berahkir?
“Wae? Apa Niel Oppa mengatakan kejenuhan hubungan kami? Aku tak tahu Min Rae-ya aku harus marah dan benci pada Niel Oppa kalau dia melakukan itu atau Niel Oppa akan marah padaku, sepertinya aku akan menerimanya.” Kataku yang mulai tak dapat menguasai diri. “Hiks, aku mencintai Niel Oppa, tapi aku juga mencintai orang tuaku dan aku tak bisa menolak perjodohanku ini. Hiks, apa aku hidup begitu Egosi Min Rae-ya? Kataku mulai terisak dan memalingkan badanku dari Min Rae.
“Andwe, harusnya kau menentukan pilihan. Aku percaya dengan keputusan yag terbaik untukmu Hyun Ri-ah.” Ku rasakan tangan sahabatku mengelus lembut punggungku. “Hiks, tapi bagaimana? Apa kau akan marah padaku jika aku akan berlaku egois seperti ini? Tanyaku pada Min Rae ditengah tangisku yang sudah pecah.
“Kau boleh memilih untuk egosi Changiya.”
Aku tertegun, aku mendengar suara yang tak asing bagiku. Ku putar badanku yang masih tertidur diatas rerumputan taman menghadap datangnya suara itu. “OPPA? Teriakku terkejut tak percaya. Aku segera bangkit dan berlari menghambur kepelukan Niel Oppa. “Hiks.” isakku
“Wae? Wae? Wae Oppa.?” Tanyaku ingin memperjelas perkataan Niel Oppa.
Ku rasakan dekapan hangat pelukan Niel Oppa semakin erat. Aku pun sama masih dalam isakkanku aku memper erat pelukanku serasa tak ingin kehilangan moment yang indah ini.
“Aku, tak ingin kau meninggalkanku. Aku, akan terus menunggumu. Walaupun disini (melepas pelukannya dan menaruh telapak tangan kanannya didada bidangnya) rasa sakit semakin karena cinta yang mungkin kau bagi akan semakin terasa.”
“Shiro. Aku tak ingin Oppa meraskan sakit hati.” Kataku setengah berteriak kemudian kembali memeluknya.
“Gwenchanayo Changi. Aku rela kau membagi cintamu asalkan kau masih tetap bersamaku.
“OPPA, WAE? APA OPPA SUDAH TAK MENCINTAIKU LAGI? APA OPPA SUDAH
MENEMUKAN YEOJA LAIN? WAE OPPA? WAE? KENAPA OPPA BERKATA SEPERTI ITU DAN HANYA PASRAH. KENAPA OPPA TAK MEMPERTAHANKANKU AGAR HANYA MENJADI MILIK OPPA. AKU BENCI DENGAN OPPA!” Teriakku pada Niel dan kemudian berlari meninggalkannya. Aku tak lagi menghiraukan panggilannya ataupun panggilan Min Rae. Aku hanya menangis sepanjang jalan, tak lagi ku pedulikan tatapan ataupun anggapan orang-orang disepanjang jalan yang kulalui.
Dreeetss. Hpku bergetar, ku lihat panggilan masuk namun tak ku jawab. Segera kutekan tombol rejeck dan mematikan Hpku. “Hiks, Hiks, Hiks.” Ku sembunyikan tangisku kedalam lipatan kedua kakiku setelah menaruh Hpku dilantai. Ku sandarkan tubuhku yang pilu di pinggiran sofa.
Berharap Min Gyu tak mengetahuinya dan tak mendengar tangisku dari dalam kamar. “CLEK.” Bunyi pintu kamar hotel terbuka. Lampu ruang tengah yang tadi kumatikan untuk bersembunyi saat aku menangis kini menyala kembali. Ku dongakkan wajahku, ku lihat siapa yang masuk
kedalam kamar hotel kami.
“Min Gyu Oppa.” Kataku terkejut melihat kedatangan Min Gyu. Segera ku usap kering air mata yang meleleh dipipiku. Aku segera berdiri dan sedikit melempar senyuman ke arahnya. “Noe gwenchana? Tanyannya kemudian menuju sofa didepanku dan duduk. “Ah ne. Nan gwenchanayo.” Kataku berdusta. “Oppa dari mana? Bukannya tadi Oppa tidur? Apa Oppa
menungguku? Tanyaku heran. “Dan maaf tentang kejadian tadi aku tak bermaksud seperti itu Oppa.” Lanjutku tersipu malu kemudian mendudukakn tubuhku disofa.

“Ah, itu. Aku tadi hanya suntuk di kamar, jadi aku memutuskan untuk berjalan keluar menghirup udara malam di Macau.” Katanya kemudian bangkit menuju dapur. Dibukanya pintu kulkas dan segera meneguk air dingin langsung dari botolnya. “Apa Oppa sudah makan? Tanyaku
menghampirinya kedapur. Dia hanya menggeleng pertanda bahwa dia memang belum makan. “ Kalau begitu, aku akan membuatkan ramen untukmu Oppa.”
Aku mengambil ramen dilaci dapur yang tadi sudah dibeli oleh Bodyguard
Min Gyu. “Ne.” Jawabnya. “Dia tersenyum ah kenapa aku ini?
“Oppa, Ramennya sudah siapa.” Teriakku dari dapur dan menaruh mangkuk yang berisi ramen buatanku dia atas meja makan. “Ne.” Jawabnya dari ruang tengah dan berjalan kearahku. Bukan, tepatnya kearah meja makan yang sudah tersaji semangkuk ramen yang sangat menggoda.
“Otte? Tanyaku sesaat setelah dia duduk dan mencicipi ramen buatanku.
“Mashita.” Ternyata kau pandai memasak Hyun Ri-ah, kau memang calon
istri yang baik.” Deg. Hatiku bergetar tak karuan mendengar ucapan Min Gyu. Aneh. Yah perasaan itu yang aku rasakan kini. Ini memenag bukan pertama kalinya Min Gyu yang aku ketahui cintanya lebih besar dariku memujiku dan membuatku tersipu malu.
“Hyun Ri.” Panggilnya dari ruang tengah setelah dia menyelesaikan ritual makan malamnya. “Ne.” Jawabku dari dapur tengah mencuci mangkuk bekas ramen. Ku dongakkan sedikit wajahku ke arahnya agar dia bisa melihatku. Setelah selesai aku segera menuju ruang tengah dan duduk disofa berhadapan dengan Min Gyu. “Wae? Tanyaku. “Sebenarnya  kenapa kau menangis tadi? Tanyanya menyelidiki dan otomatis membuatku tak berkutik. “Itu….”jawabku terbata “Aku hanya….” lanjutku yang langsung dipotong olehnya. “Apa Namja yang bersama denganmu dan Min Rae di taman tadi adalah Namja Chingumu?”
DOR. Kali ini Min Gyu menebak tepat dengan pertannyaannya. “N…Ne” jawabku tertunduk. “Apa dia yang sudah membuatmu menangis tadi? Lanjutnya. “Anio Oppa.” Jawabku bohong dan masih tak berani menatapnya. “Kalau benar dia yang membuatmu menangis di hari liburan ini aku akan menghajarnya. Tak peduli dia Namjachingumu, karena aku adalah tunangan dan calon suamimu yang wajib melindungimu.” Mendengar perkataanya dengan segera ku dongakkan wajahku menatapnya. “Andwe Oppa, Jangan lakukan itu.” Sergahku dan bangkit dari dudukku.
“Wae? Karena kamu mencintainya? Lalu bagaimana denganku? DO YOU LOVE ME? Katanya terlihat penuh amarah dan ikut bangkit dari duduknya. Aku masih menatap maniknya, ku lihat seperti ada buliran air mata yang akan jatuh apa bila dia berkedip. Aku hanya terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Aku masih binggung dengan hati dan perasaanku. Dia mendekat, kali ini tatapan penuh amarah dan tak seperti Min Gyu yang selama ini aku kenal. “Wae? Op…pa mau apa? Tanyaku sedikit takut.
“Ck.” Kudengar decaknya. Dia berjalan semakin mendekat dan berhasil membuatku tersudut dan kembali terduduk disofa.
CHUUUUPP. Dia menciumku, Min Gyu mendaratkan ciuman pertama kami. Kasar dan memaksa. Yah itu yang tengah aku rasakan sekarang. Aku ingin berontak dan berteriak tapi apa daya. Keduan tangan Min Gyu yang kekar tengah mencengkeram kedua pundakku dengan kuat dan bibirku kini tengah dikunci olehnya. Ku rasakan lumatanya semakin kasar. Dia memaksa tak
terasa air mataku menetes aku takut dan binggung dengan apa yang akan Min Gyu perbuat padaku.
Ku dorong tubuh Min Gyu dengan sekuat tenagan. Dadaku terasa sesak. Min Gyu tak memberikan ruang sedikitpun untukku bernapas. “Hah..Hah..Hah..” deru nafasku setelah berhasil melepas ciuman Min Gyu. “PLAK”. Kudaratka tamparanku di pipi kanan Min Gyu dan segera
kuusap air mataku.
“Apa Oppa sudah GILA.” Teriakku didepannya dan kemudian bangkit dan melangkahkan kakiku meninggalkannya. Tapi sayang saat aku mulai melangkah Min Gyu menarik lenganku. “Ne, aku memang sudah gila dan menderita Hyun Ri, aku gila karena selalu menunggu cintamu yang tak kunjung kau berikan dengan tulus. Gila karena selalu memikirkan apakah kau mencintaiku seperti namjachingumu itu dan aku menderita dengan semua hal itu.” Katanya tak kalah teriak denganku.
Aku terdiam, aku terkejut mendengar pernyataannya. “Apa? Oppa ternyata menderita selama ini. Mianhae OPPA.” Kataku dalam hati. Ku rasakan cengkraman Min Gyu semakin keras. Chuup dia kembali mendaratkan ciuman kasarnya lagi kali ini lebih kasar dari yang sebelumnya. Dia
mendorongku kembali jatuh dan tertidur disofa. Min Gyu masih melumat bibirku dengan kasar dan menindihku dia tak memperdulikan pemberontakkanku dan tangisku. Kali ini Min Gyu seperti kesetanan.
“Wae? kenapa kau tak membalas ciumanku? Katanya setelah melepas ciuman kami dan memberiku kesempatan untuk bernapas sebelum akhirnya dia kembali melumat bibirku. Aku masih menolak, menutup rapat mulutku tak ingin memberi kesempatan pada Min Gyu dan membuatnya menang atas bibirku. “Akh.”pekikku setelah Min Gyu mengigit bibir bawahku dan
kesempatan itu dia gunakan kesempatan itu untuk memasukkan lidahnya kedalam rongga mulutku dan bergulat dengan lidahku.
“Ahhhhh.” Desahku saat ciuman Min Gyu tak lagi kasar. Kali ini dia menciumku dengan lembut dan pada akhirnya aku mersa kalah dan membalas ciumannya. Bunyi decakan ciuman kami kini sudah terdengar. Saliva kami saling tertukar dan kecupan – kucupan hangat yang minggu berikan
membuat sensasi yang tak terbayangkan. “Eunnghh.” Desahku tertahan karena kini ciuman Min Gyu turun keleher jenjangku dan sepertinya dia akan membuat tanda kepemilkan atas diriku muncul dan membekas disana.
“Oppahhh.” Rancauku menerima perbuatan Min Gyu. Yah kini Min Gyu tak hanya menguasai bibir dan leherku tapi juga dua gundukan sintal milikku. “Ahhhh.” Desahnya disela-sela ciumannya.kedua tangannya tak tinggal diam, menarik dan melepaskan kaos putih yang aku gunakan tadi.

Seteleh berhasil kemudia dia meraba punggungku dan membuka pengait braku.
Dibuang kesembarang arah kaos dan bra ku. Kini payu daraku yang tak terlalu besar itu sudah tak tertutupi. Min Gyu menatapku sebentar
sebelum dia kembali melumat bibirku dan tangan kirinya sibuk meremas payudaraku sebekah kiri dan sesekali memlintir putingku. Bibirnya turun mengecup payudarakau sebelah kanan sekali lagi membuat tanda kissmark diasana.
Mengulum dan menghisap nipelku sebelah kanan dengan tangan kiri yang masih meremas. Aku hanya mendesah mendapat perlakuaanya tak terkecuali dia. Entah kenapa aku mau menerima perlakuan Min Gyu. Aku sudah tak perduli lagi dan menikmati sensasi yang kini tengah aku rasakan.
Puas dengan payudaraku Min Gyu mengankat tubuhku menuju kamar. Dia membaringkanku. Melepas celana yang aku pakai beserta underwarenya. Kemudia dia beralih pada pakaiannya dan melucuti serta membuangnya ke sembarang arah. Kini tubuh kami sudah sama-sama full naked.
Min Gyu kembali mendaratkan ciuman mesranya dibibirku, turun keleher dada dan turun kedaerah sensitifku. Min Gyu membuka kedua kakiku menyentuh lembut pahaku. “Ahhhhsss.” Desahku setelah tangan Min Gyu mempermainkan klirotis dan mengelus miss v ku. Jemarinya tak henti mengelus dan mempermainkan klirotisku.
Ku rasakan sesuatu yang dingin menyentuh miss v ku. Ku dongakkan sedikit kepalaku. Melihat apa yang sedang Min Gyu lakukan. “Oppaahh/” panggilku. Min Gyu tak perduli, dia masih menikmati aktifitasnya menjilati miss v ku. “Akhhhh.” Teriakku setelah sesuatu menusuk miss v
ku. Min Gyu memasukkan satu jarinya kedalam miss v ku dan mengocok didalam dengan cepat memasukkan kemudian menarik kembali jarinya di miss v ku.
“Ini akan mempermudah untukku masuk dan menyatu denganmu Changi.’ Katanya ditengah aktifitasnya. Tubuhku bergetar, kurasakan sesuatu akan datang dari bawah. “Oppa, aku akan…ahhhhhh.” lenguhku setelah aku berorgansme yang pertama.
“Sudah basah dan becek changi”. Katanya lagi dan menjilat tanpa jijik cairan yang keluar dari miss v ku. “Apa kau mau? Tawarnya. Aku menggeleng jijik. Min Gyu menciumku lagi, meremas payu daraku bergantian dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya sibuk membuka lebar selangkanganku dan memposisikan juniornya di miss v ku tanpa meminta balasan servis padaku.
“Akhhhhhhhhhhh Appo Hiks.” Jeritku  setelah Min Gyu berhasil menancapkan dengan utuh batang juniornya. Ku rasakan selapur daraku robek dan darah keperawananku keluar. “Mian Changiya. Ini memang sakit tapi nanti akan nikmat. Apa aku harus mengeluakannya? Tawarnya.
“Andwe.” Teriakku. “Kalau kau menariknya ini pasti akan semakin saikit.! Kataku. Dia tersenyum smirk dan meluamat bibirku lagi untuk meredam rasa sakit di miss v ku kemudian menarik pelan kemudian memasukkan lagi juniornya di miss v ku. “Assshhhhh, More Opppaaaahhh..” Desahku meminta lebih. Seperti dikomando mendengar perkataanku. ‘Ahkan kuh lahkuhkan apah yang kauh minta changihya.”
Jawabnya ditengah desahya kemudian dia memperdalam genjotan pinggulnya dan berhasil menyentuh G spot ku. Aku semakin mendesah rancau tak karuan.
Rasa sakit yang singkat tadi kini sudah tergantikan oleh rasa nikmat yang luar biasa. Ku rasakan batang junior Min Gyu sudah mengeras dan terasa penuh. “Apa kau akan mengeluarkannya didalam? Aku masih pelajar Oppa.! Kataku sedikit khawatir.
“Tentu saja, akan terasa beda jika aku mengeluarkannya di luar bukan didalam. Ini akan menjadi rugi changi. Dan kau tak usah khawatir takut terjadi sesuatu karena aku memang mencintaimu.” Katanya.
“Ahhh. Ahhhh. Ahhhhh.” Desahku bersama dengannya setelah aku rasakan kecepatan genjotan pinggulnya semakin cepat dan akan klimaks..
“OPPAAAHHHHHH” “CHANGGGIIIIYYAAAA.” Lenguh kami berdua setelah merasakan klimaks bersama. Min Gyu menyemprotkan ribuan sperma kedalam rahimku kurasakan hangat mengalir disana.
“hah..hah..hah..” nafas kami menderu setelah beberapa ronde kami lakukan. Min Gyu melepas keluar  kontak kami kemudian mengecup kening pipi dan bibirku. “Saranghae.” Ucapnya kemudian menarik selimut dan menutupi tubuh naked kami dan tertidur pulas penuh peluh.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>THE END<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
“””Akhirnya selesai juga.. Mian lo alurnya g nyambung.. ini aku baru belajar bikin NC..Buat adminnya terimakasih karena sudah mau mempost
FF Oneshoot geje ini..!!!!!! BOW 90 derajat..””” mian lo aku bakornya ngaco,,coz aku rada g bisa bakor…..GOMAWO.. FIGTHING…

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 14/12/2013, in OS and tagged . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. Chinggu mnta sequelnya…

  2. masih gantung, do you love me ? belum terjawab

  3. Kok end-nya gantungg yaaa ,, ? Trus gmna apa hyun ri udah bisa nrima min gyu buat jd suaminya ?? Trus bang niel gmna ??? Kyaknya hrus ada sekuel deh , 🙂

  4. Sequelnya donk !!

  5. Ryeongkie92

    min Buat sequel.a donk, penasaran nie gmn prsaan Hyu rin N bang Niel.a jga akhir. ma sprt pa, pa dia merelakan ato mempertahanx Hyu rin..!! Pokok.nye Butuh Sequel min..
    #Maksa Hehehehe Mian min

  6. End-nya masih gantung… harus buat sequel kayanya thor. Hwaiting! 🙂

  7. Kayaknya butuh sequel nih Thor. Gimana perasaan Niel saat tau Hyun Ri & Min Gyu sudah bercinta?

  8. ni kan nc-21 eon bkn nc-17,,,
    sequel thor,,,

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: