My Black Angel Part 2

Tittle : My Black Angel

Author : Seochoi

Cast : kwon Jiyong, Han Hyora (OC), Ok Taecyeon

Rate : M, Series

Annyeong Haseyo *lambai lambai* ketemu lagi dengan aku Author baru *Senyum*. Maaf ini belum sampai bag NC, karena konflik masih dibangun harap sabar ^^. Seperti biasa kritik dan saran ditunggu

Ok Taecyeon

aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal, sebetulnya aku ingin membantu tapi korps kami ternyata memiliki “hutang budi” pada Kwon Entreprise Group sehingga tidak bisa melakukan apa-apa

“oleh sebab itu Agassi aku tidak tahu apa masalahmu, kalau kau membuat kegaduhan di kantor polisi maka kau bisa ditahan. Arassoyo!”
“ne..,Jeongsongeyo geunde apakah bisa kalau ibuku tidak ditahan? Aku yang akan menjadi jaminannya. Oemma tidak mungkin akan kabur”

Aku mengorek kupingku ini sudah jadi kebiasaanku apabila aku sedang kesal ataupun tidak sabar, dalam ha ini aku sedang dalam keadaan dua duanya

“itu tergantung pihak pelapor, kami hanya menjalankan tugas, disamping ini adalah perkara perdata jadi kami hanya bergerak dari kacamata hukum perdata saja”.

Aku memandang sekeliling dan menghampiri meja dimana terdapat tersangka yang dipanggil oemma oleh agassi mungil ini. Ku baca filenya lagi lagi orang terjebak dalam lingkaran GD Corp, sebetulnya mau apa sih orang ini? Aku gatal ingin menangkapnya tapi bisnisnya benar benar bersih.

“Bagaimana Sekertaris Kim? Apakah kau bersedia menerima jaminan?”
Aku berbicara dengan orang yang aku tahu adalah team dari pengacara GD Corp, sebetulnya aku malas untuk terlibat tapi rasanya tidak tega mellihat wajah semanis gadis ini kelihatan menderita.

“Asalkan Han Hyora Ssi bisa memberikan $400.000 hari ini seperti yang tadi dia bilang, kami rasa kami bisa meminta penangguhan tahanan selama satu bulan.
“Oke, kau dengar itu Han Hyora ssi? Cepat kau isi dokumen yang diperlukan sebagai penjamin”

Aku lihat ada ketidak puasan diwajahnya, tapi apa mau dikata, beginilah hukum walau aku sedikit tidak tega. Tapi sebagai kepala polisi hukum harus lebih ditegakkan walau hati nuraniku memberontak. Kulihat gadis itu pergi dikawal oleh Sekertaris Kim, kuhembuskan nafas kesal, entah aku kesal pada siapa? Pada aturan hukum ini, pada GD Corp atau pada oemma gadis ini yang masih duduk dimeja bawahanku untuk dimintai keterangan. Kubaca data data dari Han Hyora, pantas dia terlihat begitu muda dan mungil, dia lahir tahun 94.

 

Han Hyora

Aku berjalan dengan gamang ditemani oleh Sekretaris Kim, otakku macet aku tidak bisa berfikir, oemma mengapa melakukan ini padaku?Kenapa? Kami sampai di Bank dimana satu-satunya hartaku berada, setelah melalui administrasi yang cukup panjang karena aku harus memindahkan semua uang direkeningku ke dalam rekening dari Kwon Jiyong yang tentu saja sudah aku minta verifikasinya kalau itu memang rekening milik dia. Aku tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya. Tanda terima sudah kuterima yang asli aku taruh di box penyimpanan milik kami di Bank Tersebut, ayahku sudah menyewanya untuk 10 tahun kedepan tanpa beliau tahu bahwa ayah tidak akan menggunakannya, dan isinya hanya surat tanda terima penyerahan uang dari Kasino. Tuhan aku menggigit bibir menahan tangis. Aku mengcopy tanda terima itu menjadi 2, satu untuk sekertaris Kim, dan 1 untuk diriku.

“semuanya sudah beres Sekertaris Kim, apakah ibuku sudah bisa dibebaskan?”
“tentu saja Nona Han, tapi tiap bulan anda masih harus mencicil”
“tentu saja aku tidak akan lupa”
“tentu saja Kami akan terus mengingatkan Anda”

Aku merasa ada ancaman dalam kalimatnya tadi. Yang berarti aku harus mencari kerja tambahan batinku

“Sampai jumpa lagi Han Hyora ssi”
“Mudah-mudahan tidak Sekertaris Kim, toh Saya akan mentransfer cicilan hutang oemma tiap bulan”.
“Well kita tidak akan pernah tahu bukan?”

Laki-laki itu tersenyum dan yang membuatku agak merinding.Mudah-mudahan benar, ini perjumpaan pertama dan terakhir kami.Kami kembali kekantor polisi untuk menyelesaikan berkas-berkas yang harus ditanda-tangani dan membawa oemmaku pulang. Sepanjang perjalanan ke rumah kami hanya berdiam diri

“Oemma..”
“Jangan berbicara denganku, aku marah padamu Hyora-ah, mengapa berbohong padaku? Kalau aku mempunyai uang peninggalan appamu yang begitu banyak mengapa kau diam saja? Tidak memberitahuku?

Aku terperangah.Oemma marah bukankah yang seharusnya marah disini itu aku? Aku menghela nafas berusaha menenangkan diri.

“Jongsongeyo oemma, aku hanya ingin agar keuangan kita stabil”
“Sudahlah jangan banyak alasan bilang saja kalau kau tidak percaya padaku”.
“Bukan begitu oemma aku”
“Sudah aku capek aku mau tidur, bangunkan kalau sudah sampai halte bis”
“Nde oemma”

Sisa perjalanan ini diisi dengan kesunyian diantara kami. Oemma menolak berbicara padaku, bahkan saat akan tidur oemma menolak tidur denganku. Dia memintaku memilih aku atau dia yang tidur dikamar. Akhirnya aku tidur diruang serbaguna kami (ruang makan dan tamu) karena tidak mungkin aku membiarkan oemma ku tidur disitu bukan?
Pagi harinya waktu meminta izin untuk berjualan tidak ada suara dari kamar oemma, sepertinya oemma masih marah padaku. Aku pun pamit untuk berjualan kepada oemma.

“oemma aku berjualan dulu ne, nanti aku akan membelikan Bulgogi kesukaan oemma’

hening

“geunde oemma harus makan ne, aku sudah siapkan disana”

“aku berangkat oemma”

aku menutup pintu dengan perlahan supaya oemma, kupandangi rumah loteng kami sekali lagi, mengapa terasa berat sekali ya? ada perasaan tidak enak yang menganjal, tapi ku tepiskan semua itu dan tetap fokus pada jualan sabun mandiku

Sore ketika aku pulang dari berjualan rumah terlihat sepi sekali, aneh walau oemma kesal padaku tidak mungkin dia tidak membereskan rumah, ada saja yang akan dikerjakannya baik itu mencuci baju kami atau sekedar duduk menunggu ku pulang. well mungkin oemma sangat kesal padaku kali ini. aku mendesah dan berusaha memamerkan senyum manisku

“anneyong haseyo oemma aku pulang, oemma oddigayo?”

Aku mencari keseluruh ruangan tapi tidak mendapati oemma ku. kemana oemma? aku menepis rasa khawatir yang menyelinap, 

“mungkin oemma sedang berbelanja diwarung sebentar, cah lebih baik aku bersiap untuk makan malam”

akupun menyiapkan makan malam kami, ku lihat piring kosong, 

“setidaknya oemma makan sarapannya”

aku tersenyum simpul,

jarum jam sudah menunjukkan jam 9 malam tapi oemma belum datang2, aku juga sudah berkeliling menanyakan kepada tetangga, kepada Taeyon Ahjumma, siapa tau dia melihat oemma, tapi tidak ada yang melihat oemma ku. pikiran burukku melintas, aku bergegas pulang dan menuju lemari pakaian ku, benar saja uang simpananku yang sedianya akan dibuat untuk membayar sewa rumah ini habis tidak tersisa.

“oemma…. “

air mataku mengalir deras

2 Hari kemudian

entah mengapa pagi ini aku tidak mood untuk berjualan, seharusnya aku harus lebih semangat mengingat pembayaran sewa sudah semakin dekat. terdengar langkah kaki orang yang naik tangga

itu pasti oemma

“oemma”

aku berlari menyambut, aku membeku bukan oemma yang datang tetapi sekumpulan orang berjas hitam mendadak aku merasakan dejavu, sama halnya ketika oemma akan dibawa karena tidak bisa melunasi hutangnya.

“Annyoeng hasimika Hyora ssi”

“Sekretaris Kim”

“seperti yang pernah saya katakan, kita pasti akan bertemu kembali”

“tapi kenapa? Bukankah jatuh tempo pembayaran masih lama?”

“untuk lebih jelasnya anda harus ikut dengan kami Agassi”

“Shireyo, aku harus tau kenapa aku hendak dibawa”

“kau akan ikut dengan cara yang baik atau dengan yang buruk?”

ada nada ancaman dalam nada suaranya, aku menjilat bibirku gugup

“chakammanyo, saya ganti baju dulu”

setelah itu aku mendapati diriku duduk di kursi empuk mobikl mewah, disebelahku Sekretaris Kim tampak sibuk dengan ponselnya

“jogiyo…”

“ne Agassi”

“Saya akan di bawa kemana?”

“nanti juga Agassi akan tahu”

itu adalah tanda agar aku tutup mulut, ku tenangkan diriku dan mulai mengatakan semuanya akan baik baik saja. Kami berhenti di pelataran Gedung mewah yang menjulang dengan emboss GD corp. Aku terkejut dan panik mau apa aku dibawa ke sini?

“silahkan lewat sini Agassi”

Tampaknya sekretaris Kim mengetahui kepanikan ku. Tapi dia juga tampak tidak peduli. kami memasuki ruang kerja yang mewah dan sudah pasti luas, mulutku otomatis terbuka melihat kemewahan ini, sipapun pasti akan ternganga melihatnya.

“well rupanya ini putri dari Park Seyra yang terkenal itu”

aku sontak menoleh, dan aku baru mengerti mengapa para gadis-gadis rela berlutut didepannya, dia lebih rupawan dari fotonya

“Kwon Jiyong ssi’

“tampaknya kau sudah mengenalku, bagus bagus, rupanya oemma mu sudah memberitahumu”

‘memberitahuku apa?”

‘cih ibu dan anak sama saja”

kulihat dia menyodorkan secarik kertas

“Kau bisa liat sendiri kalau itu stempel tanda tanganmu, kau menyetujui semua syarat dalam surat itu. Surat perjanjian itu berbunyi kalau untuk menutupi hutang-hutangnya oemma tersayangmu menjual dirimu padaku. Dan aku berhak mengkomersilkan badanmu pada siapa saja yang mau membayar mahal untuk menikmati tubuhmu.

Aku gigit bibirku pedih, oemmaku tega berbuat begitu. Lututku lemas aku terjatuh. Kupandang laki-laki itu, dia hanya menatapku dengan pandangan sinis.

“cih jangan pura-pura Agassi, aku tahu pasti kau dan oemmamu sudah sering melakukan ini? Tapi mau bagaimana lagi? Hutang yang dulu belum dilunasi tapi dia sudah berhutang lagi?”

Suara orang ini demikian meremehkan, aku menatapnya benci.

“Lalu kenapa kau memberikan hutang lagi? Kau tahu oemmaku tidak akan sanggup membayarnya? Mengapa kau berikan?!”

Dia menatapku dengan sinis

“karena oemmamu memberikan ini padaku, dan dia berkata bahwa putri mungilnya yang akan mengurus segalanya”

Kesabaranku sudah habis aku merangsek maju, tinjuku mungkin sudah mengenai wajah rupawannya apabila tidak ada bodyguard yang menghalanginya. Aku meronta-ronta karena marah. Kutendang angin kosong berteriak frustasi.

“KENAPA KAU LAKUKAN INI? APA KAU TIDAK PUNYA RASA MALU JIYONG SSI???!!”

“Cih malu . “YAAA HARUSNYA KAU YANG MALU”

Jiyong menghampiriku tangannya memegang wajahku dengan kasar. Matanya matanya amat sangat menakutkan suaranya dingin sewaktu memberiku kalimat ancaman
“dengar aku gadis mungil, aku tidak pernah menyakiti wanita seberapapun menyebalkannya wanita itu dan aku tidak mau memulainya denganmu. Turuti saja permaianan yang telah kau mulai maka kita semua akan senang, BAWA DIA”.

Aku lalu diseret keluar aku menangis meraung-raung. Dan tidak ada seorang pun yang memperdulikanku.

 

 

 

 

Kwon Jiyong

 Aku menghela nafas kesal, mengapa seorang Kwon Jiyong bisa di perdaya oleh Park Seyra, dia sudah meminjam dan membawa kabur uangku. Tapi untung baginya putrinya cukup manis senyum sinisku mengembang. Ku tekan interkom

 “ne, Direktur”

“Siapkan gadis itu untuk launching kasino kita besok di Jeju, percantik dia jangan sampai ada kesalahan”

“ne agasshimnida”

 “Han Hyora, kau telah bermain-main pada Chaebol yang salah”.

 Penat rasanya kubuka laci mejaku, tampak wajah seorang wanita tersenyum manis disitu, kusentuh foto itu penuh kerinduan.

 “Noona, bogoshipo, ya mengapa aku masih memikirkannya?”

 Ku tutup laci itu kasar, sepertinya aku perlu hiburan. Rasanya saatnya mengunjungi Tiffany, gadis itu sudah seminggu mengirimkan signal kalau dia bersedia menghabiskan malam dengan ku, tampaknya malam ini akan jadi malam yang tidak terlupakan untuknya. Aku menekan beberapa tombol di Samsung note 2 ku

 “Dr. Cho, bersiap kau akan menerima pasien malam ini”

 

Keesokan harinya di Pulau Jeju

 Aku memang tidak salah memilih Tiffany sebagai penghilang penatku, wanita itu benar-benar buas, aku tersenyum mengingat kejadian tadi malam. Praktis kami tidak tidur

 “Hyuuung”

 Daesung berlari menghampiriku

 “Daesungie, kau bersama siapa?”

“Aku bersama Taeyang Hyung”

“kenapa kalian selalu bersama? Apakah kalian tidak ingin berpacaran?”

“melihat caramu berpacaran, minatku langsung turun”

 Taeyang menyapa sambil meninju bahuku pelan. Aku hanya tersenyum

 “ Hyung kenapa dengan wajahmu, kau tampak lelah dan lingkaran hitam dimatamu terlihat jelas, kau lebih buruk dari Seungri”

Daesung memeriksa wajahku dengan seksama, aku mengelak risih, Taeyang malah sudah memegangi wajahku untuk memeriksa mataku dengan seksama, dasar orang dua ini.

 “aiish sudah main dokter-dokterannya”

 Aku berusaha menepis tangan Taeyang, tapi dia bergeming

 “tunggu sebentar Jiyong ah Daesung benar kau tampak buruk”

“Siapa yang tampak buruk? Bukankah dia selalu begitu?”

 Suara si magnae kami Seungri

 “Anneyong Haseyo oppadeul”

 Suara empuk Suzy istri Seungri membawa kehangatan, ku lirik Daesung pipinya sedikit merona 

 “Annyeong Suzy-ah, bagaimana kandunganmu?”

 

Wajah Suzy merona, yang mengakibatkan wajahnya bercahaya, disampingnya Seungri melirik bangga.

 “tentu saja dia baik-baik saja, ada suaminya disini yang selalu siap menjaganya selama 24 jam penuh”

 Seungri menepuk dadanya bangga, ku lihat Suzy mencubit pelan lengan suaminya pipinya merona malu

 “ yaaa, cukup pertunjukannya”

 Taeyang berseru jengah

 Seungri makin memperketat pelukannya pada Suzy dan mulai mencium bibirnya mesra

 “yaa magnae geumane, aku ingin muntah”

 Daesung terlihat tidak suka

“wageure Hyung, toh ini istriku sendiri”.

 Seungri sedikit tidak suka dan menunjukkan wajah curiga

 “enough guys let’s go inside”

 

Aku menengahi sambil menggiring mereka masuk , kulirik Taeyang mengambil tangan Suzy, bagi orang kebanyakan mungkin terlihat kalau Taeyang hanya menggandeng tangan Suzy saja, tapi kami tahu bahwa Taeyang sedang memeriksa kesehatan Suzy dengan mengecek nadinya. Dasar Uilsa, aku geleng-geleng kepala.

 “mana Top Hyung, aku tidak melihatnya”

Daesung celingukan mencari

‘”dia sudah didalam”  ujarku sambil menunjuk pada salah satu pasangan yang laki-lakinya berambut biru, tampak si laki-laki yang tidak lain adalah Top Hyung mengendong salah satu anak kembarnya, yang entah si Joongwon atau Joongsin aku tidak bisa membedakan, bahkan Top hyung pun tidak bisa membedakan kedua putra kembarnya, hanya Sehyun saja yang bisa.

“itu Top Hyung? Benarkah?

Magnae tampak tidak percaya

“ya itu dia”

Aku mengulum senyum

“ada apa dengannya? Kenapa rambutnya menjadi biru seperti itu?”

Suara heran Taeyang

“aku juga ingin tahu”

 “Daesung Samchooon”

 Melesat melebihi kecepatan peluru salah satu anak kembar itu menghampiri Daesung

 “Yaa Jonngsin ani Joongwon mau kemana?”

 Appanya berteriak tidak suka dan sembari mengendong salah satu kembarannya dia mengejar anaknya yang saat ini sudah ada di pelukan Daesung

“Aigggo Joongwoon –ah kau kangen sama Samchoon geucchi?”

“Joongwoon aniya, chenon Jongshin mida”. Anak itu bersuara dengan suara cadel khas anak umur 3 tahun

Daesung gelagapan bingung

“tapi tadi Ayahmu”

“Appanya memang kadang bingung, tapi dia memang Joongwoon, joongwoon-ah jangan suka menggoda Daesung Samchoon seperti itu”

 Sehyun menghampiri kami sambil menggedong anak ke tiga mereka, kulirik perutnya yang sudah mulai memperlihatkan kehamilannya

 “annayong Haseyo oppaddeul, annyeong Suzy”.

 “Sudah lama Sehyun-ah?’ suara Taeyang

 Taeyang menyambut Sehyun sembari tangannya mengambil bayi laki-laki yang berada dalam gendongan Sehyun, dan kulihat tangannya memeriksa nadi Sehyun seperti tadi dia memeriksa Suzy

 “Taeyang-ah, apa ada yang tidak beres?’

 Suara khawatir Top hyung

 “Ani hyung, aku hanya mengecek saja, aku khawatir pada istri kau –jari Taeyang menunjuk muka Seungri- karena ini kehamilan pertamanya, dan istri mu hyung karena kehamilan ini dan kehamilan keduanya cukup dekat”

“gwencahna oppa, aku tidak apa-apa, aku sesehat lembu”

 Sehyun tersenyum manis menenangkan

Top hyung memberikan pandangan ‘sudah ku bilangkan?’ pada Taeyang. Dalam hal ini semua anggota bigbang tau betapa Sehyun memuja suaminya, bahkan aku curiga kalau Top Hyung menyuruhnya  bertelanjang kaki melintasi salju pasti akan dilakukannya dengan wajah penuh senyuman.

 “Hyung apa tidak apa-apa membawa anak-anak kemari? Mana baby sister mereka? yaa Joong won jangan tarik rambut Samchoon”

 Daesung berusaha menguraikan pegangan joongwoon pada rambutnya yang dicat pirang

 “mianhe oppa, Joongwon dan Jongshin suka melihat barang-barang yang bersinar, tanya appanya aku rasa dia sudah hampir botak semenjak mengecat rambutnya menjadi biru”.

 Top hyung meringis

 “ada apa dengan rambutmu hyung? Biru? benarkah?”

 Taeyang takjub dan geli

 “aku hanya mengecat rambutku biru, karena aku ingin membahagiakan 2 jagoan cilik ini”

 Tangan Top Hyung mengelus sayang kepala Joongwon dan Joongshin

 “kenapa bisa begitu hyung?”

 Aku  bertanya heran, aku juga ingin tahu alasannya mengapa rambutnya yang biasanya hitam atau coklat bisa berubah menjadi biru menyala seperti itu

 “ah jangan jadikan mereka sebagai alasan hyung”

 Seungri mencemooh, Daesung terkikik perlahan Top Hyung mendelik gemas. Daesung pura-pura batuk untuk menutupi kikikan gelinya.

 “ya karena dua jagoan kesayangan ku ini senang makan es krim, maka agar mereka selalu merasa dekat dengan makanan kesukaan mereka maka aku mengecat rambutku berwarna biru. Jadi secara psikologis mereka akan merasa berada dekat dengan makanan kesukaan mereka”.

“Wmo?

 Kami kompak ternganga  mendengar penjelasan Top hyung yang tidak masuk akal itu. Dan sedetik kemudian tawa terdengar, ku lihat Top hyung menghela nafas tampak kesal dengan reaksi kami.

 “tapi anak-anak kaget melihat rambut appanya”

 Sehyun menimpali diantara derai tawa kami

 “Jangankan mereka aku juga kaget, kalau Daesung hyung aku masih maklum karena dia bekerja di bidang yang bisa dibilang bisa mengekspresikan diri, kalau Top Hyung, aku heran klien Top Hyung tidak berkomentar apa-apa, atau membatalkan kerja sama dengan perusahaannya”.

 Seungri mencemooh dengan sadis. Top Hyung hanya mendelik karena disebelahnya ada Sehyun dan ada Suzy yang siap membela suaminnya. Kami hanya menahan tawa kami melihat Top Hyung di Bully si Magnae

“tampaknya si kembar ini meniru sifat jahil appanya”

 Aku mengelus pipi Joongwoon , anak itu tersenyum lucu memperlihatkan giginya yang baru tumbuh

 “mereka bilang kangen pada Samchon dan imonya jadi kubawa kesini dengan persyaratan kalau sudah selesai peluk ciumnya maka mereka harus tidur, yang berarti sekarang”

 2 jagoan kecil Top Hyung merengek minta pertambahan waktu, bahkan yang sedang digendong Teyang  pun melekat erat padanya seakan tidak mau berpisah, akhirnya setelah dibujuk mereka pun mau menurut. 

Top Hyung melambai pada 2 baby sister yang sudah menunggu, tak lama kemudian dua anak kembar beserta adiknya dibawa kembali ke kamar hotel. Sehyun menghampiri Suzy dan menanyakan kabarnya dengan ramah, kedua ibu muda ini langsung larut dengan percakapan yang aku rasa seputar kehamilan mereka.

 “seperti yang diharapkan, pesta pembukaan kasinomu selalu spektakuler hyung”

 Seungri mengedarkan pandangannya kagum, aku tersenyum bangga.

 “Memang begitu seharusnya party maker”

“tapi mengapa kau tidak mengizinkan aku ataupun Top Hyung datang ke kasino mu?”

 Seungri melirik padaku tampak tidak senang 

 “karena aku tidak mau dibunuh Sehyun maupun Suzy”

“tampaknya wanita yang bisa membuat GD kita takut hanya Sehyun dan Suzy”, Taeyang tersenyum simpul

“Hyung kau tak kan pernah tau, mungkin nanti ada gadis yang akan membuat GD kita ini bertekuk lutut seperti Seungri ataupun Top Hyung”.

 Daesung tersenyum sehingga membuat matanya menghilang, tangannya pun dengan tidak sopan melingkar di bahuku.

 “aku pastikan itu tidak akan terjadi”, ku urai tangan Daesung yang berada di bahuku

“permisi aku harus menemui tamu-tamuku, dan akan ada kejutan di akhir pesta nanti, untuk itu Top Hyung dan kau Seungri, ku harap bisa membuat Sehyun dan Suzy meninggalkan pesta sebelum itu”.

Aku melirik pada kedua ibu muda itu, mereka sedang asyik bercengkrama sehingga aku yakin obrolanku barusan tidak mereka dengar.

 “memang ada kejutan apa sehingga Sehyun dan Suzy harus pergi?”

 Top Hyung mengeryitkan keningnya tidak mengerti, kurasakan tatapan bertanya di pandangan 3 sobatku lainnya.

 “karena ini khusus laki-laki, cah hanya itu saja yang bisa kukatakan, sekarang aku benar-benar harus pergi untuk menemui tamu-tamuku. So Permisi”

 “hah paling penari telanjang”

Daesung berkomentar malas

“benarkah????

Mata Seungri seketika berbinar

“YAAA”

Taeyang dan Top Hyung melotot garang pada si magnae, Seungri nyengir dan membentuk lambang victori dengan jari-jarinya.

 

Posted on 23/12/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 23 Comments.

  1. vthree shflyjoy137

    doh..jiyong evil..jadi badboy pula..

    bagus sih ceritanya..cuma kurang dapet feel thor dari cast tambahannya..kyk adanya tiffany, suzy ama sandara..

    kalo menurut aku castnya enakan oc cewekna..

  2. lanjut lanjut ^0^

  3. :DН̲̣̣̣Є̲̣̥Н̲̣̣̣̥Є̲̣̥Н̲̣̣̣Є̲̣̣̣̥:DН̲̣̣̣Є̲̣̥Н̲̣̣̣̥Є̲̣̣̣Н̲̣̣̣̥Є̲̣̥:D “̮ seungri oppa ny yadong ßǻªππğğέΣtt

  4. masih banyak obrolan pertemanan nih…
    lebih seru lagi ya Thor…
    kutunggu….

  5. lanjutkan thor 😀

  6. kang ji eun

    terlalu singkat and blum dpt ssuatu,,,,,,

  7. Konfliknya bakalan dimulai nih,,,
    Ditunggu kelanjutannya

  8. LiaHeechul_elf

    Min aku pernah baca ff ini di wordpres tapi mpe part 2 aja dan itu udah lama juga.. Ini ff kamu yang bikin kah?

    • Pernah baca di wordpress mana? Karena aku juga naruh di beberapa, termasuk blog ku di myfffavorit.wordpress.com. Ini termasuk sudah di revisi he he he. Terima kasih sudah baca n menyempatkan menulis komentar

  9. NEXT CHAP!!!
    I CAN’T WAIT ANY LONGER..
    PLEASE…
    빨리 주세요 아우터님 ><

  10. keren thor chapter 3 nya ditunggu fighting

    naneun new readers

  11. Ditunggu kelanjutan nya author,,,,,,,,

  12. part hyora nya dikit -____-

  13. Rita Clouds

    next next next
    aq bner” suka ma ff nie 🙂 hehehe

  14. Ditunggu kelanjutanya 🙂

  15. Hyora kasian banget masa dia dijual sama ibunya sndiri , 😦 bner tuh dia mauu djadiiin smacam pelacur sama GD ,, ? Next part ? thor dtunggu lanjutannya sama pnasaran apa hub GD sama sandara , 🙂

  16. penasaran ma kelanjutannya. sequel donk.

  17. tambah keren aja thor.

  18. thor, sequelnya kapan? ga sabar nunggunya -_-

  19. thor, sequelnya kapan? ga sabar nunggunya -_- jangan lama2 thor

    • My Black Angel Part 3 sudah aku post- in disini. untuk Part 4 mohon kesabarannya. Aku sedang dalam tahap memanggil dewa ide yang sedang cuti ^^

  20. Bikin lanjutannya lagi dunk, penasaran nie… 😀

  21. hai thor…. aq suka bgt sm ff ini, kpan ngepost part 4 ny??????

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: