Don’t Leave Me Oppa [part 3/END]

kyuhyun changmin ff nc

Author             : Ben Ben’s wife

Tittle                : Don’t Leave Me Oppa [part 3/END]

MainCast                     : – Kyuhyun (Super Junnior)

– Changmin (DBSK)

–    Lee Soo Yeon (OC)

Support Cast    : – Yunho (DBSK)

–    Kiseop (U-Kiss)

–  Sunhwa (Secret)

Genre               : yadong, NC+25, Threesome

Length             : Chapter

Disclaimer : This story is mine | Do Comment | Don’t Plagiat!!

Annyeong!!!! HUAAAAAA…. Akhirnya selesai juga nih ff. Mian ya reader kalo udah nunggu lama banget, sampe lumutan. Maklum author lagi sok sibuk. Ini ff ada unsur-unsur actionnya tapi sedikit, dikit banget. Menurut author sih ini part yang paling hot diantara chapter-chapter sebelumnya. Ya udah deh daripada banyak bacot, mending langsung aja. Sekali lagi mianhae ya reader, JEONGMAL MIANHAE *bow*

 

~Happy Reading~

-Soo Yeon Pov-

“Gwenchana?” Tanyanya khawatir

Deg!

Suara itu. Sepertinya aku mengenal suara itu, terdengar begitu familiar di telingaku. Suaranya mirip seperti suara… Astaga! Mungkinkah??

-Soo Yeon Pov End-

Sang pengendara mobil terdiam sejenak, mengamati tubuh yeoja yang barusan di tabraknya dari belakang. Tiba-tiba ia membulatkan matanya, seperti baru menyadari akan suatu hal.

“Soo Yeon-ah…” Ucapnya kemudian

Soo Yeon segera menoleh kearah namja tersebut. Mata Soo Yeon membulat sempurna saat melihat seseorang yang baru saja menabraknya.

“K-Kyuhyun… oppa….”

“Soo Yeon-ah… ternyata kau benar-benar Lee Soo Yeon” Ucap Kyuhyun tak percaya

“Gwenchana?” Lanjutnya

Saat ia hendak menghampiri Soo Yeon, saat itu juga Soo Yeon segera bangkit dan berlari menjauh darinya.

“Lepaskan aku!” Kyuhyun berhasil memengang tangan Soo Yeon sesaat sebelum ia berhasil menjauh darinya

“Lepaskan! Kubilang lepaskan!” Soo Yeon terus memberontak

“Tunggu. Dengarkan penjelasanku dulu”

“Kumohon lepaskan aku… jebal…hiks…hiks…” Kini air mata membanjiri pipinya

“Aku akan melepaskanmu. Tapi kumohon, dengarkan penjelasan dulu. Ini tidak seperti yang kau kira” Pinta Kyuhyun berulangkali

Soo Yeon terdiam sesaat, lalu ia menangkis tangan Kyuhyun melepas paksa genggaman tangannya. “Baiklah, kalau begitu jelaskan padaku. Jelaskan padaku SEMUANYA!” Ucap Soo Yeon sambil memberikan penekanan pada kata ‘semuanya’

Kyuhyun mengangguk, “Aku akan menjelaskan padamu semuanya, tapi tidak di sini”

 

-Kedai Kopi Pinggir Jalan-

“6 bulan yang lalu, appa ku meninggal karena terkena serangan jantung. Kematiannya yang begitu mendadak membuatku harus menggantikan posisinya secepatnya. Awalnya semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun, hingga semua jernih payahku sia-sia sejak orang itu kembali hadir dalam kehidupanku” Kyuhyun memandang lurus kedepan

Kyuhyun terdiam sejenak. “Selama ini aku mempercayakan semuanya padanya. Aku jadikan ia sebagai asistanku. Tapi… ia malah menghianatiku. Aku di jebak. Ia membuat laporan palsu dan memanipulasi semuanya. Perusahaan rugi besar dan terancam bangkrut. Aku bingung harus melakukan apa. Lalu ia menawariku sebuah tawaran yang justru semakin mempersulit posisiku. Ia akan menanggung semua kerugian perusahaan asalkan……. aku menyerahkan semua saham perusahaan padanya”

“Nugu?” Ucap Soo Yeon tiba-tiba

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. Ia menatap Soo Yeon dengan tatapan bingung

“Siapa orang yang kau maksud ‘Dia’ itu ? ” Tanya Soo Yeon kembali tanpa menoleh ke arah Kyuhyun

“Dia… kakakku” Jawab Kyuhyun.

“Memang status kami hanyalah saudara tiri, tapi ia sudah ku anggap seperti kakak kandungku sendiri. Aku tidak menyangka mengapa ia tega melakukan itu padaku.” Lanjutnya

“Awalnya, aku menolak tawaran itu. Namun keadaan perusahaan sudah semakin gawat. Hingga akhirnya… aku menyetujui tawaran itu” Ucapnya

Kyuhyun menunduk. “Aku terpaksa melakukan itu semua. Aku tidak ingin perusahaan yang selama ini appa bangun hancur begitu saja. Tapi di sisi lain, aku juga tidak ingin perusahaan ayahku jatuh di tangan orang yang salah. Itu yang membuatku bimbang. Aku sangat frusasi. Hingga akhirnya… malam itu terjadi” Kyuhyun terdiam sesaat, lalu menatap Soo Yeon.

“Malam itu… Sungguh… Sungguh aku tidak menyadari perbuatanku. Saat itu emosiku tidak bisa terkontrol dan aku sedang dalam pengaruh alcohol. Tapi sungguh… aku tidak bermaksud melakukan itu padamu. Aku sangat menyesal. Kumohon, maafkan aku… Mianhae… Jeongmal mianhae…”

“Gotjimal…” Kini satu persatu air mata Soo Yeon kembali menetes keluar

Kyuhyun tercengang mendengar kata yang Soo Yeon ucapkan

“Kau bohong… Kau bohong !” Soo Yeon menatap Kyuhyun sesaat lalu ia menundukan kepalanya sambil menutup kedua telinganya

“Aku tidak percaya padamu! Kau pembohong! Kau pembohong!! Hiks… hiks…” Lanjutnya

“Aku tidak bohong… Sungguh aku tidak bohong. Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, aku berjanji akan bertanggung jawab. Aku akan bertanggung jawab akan segala perbuatanku” Kyuhyun mengatup wajah Soo Yeon dengan kedua tangannya

“Sudah terlambat!”

“Mwo? Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun. Ia melepaskan tangannya di wajah Soo Yeon

“Semuanya sudah terlambat. Tidak akan terjadi apa-apa karena dari awal aku tidak mengandung anakmu”

Kyuhyun terkejut, matanya membulat sempurna

Soo Yeon menatap Kyuhyun, “Bukankah kau menginginkan hal itu?”

“Mwo? Apa maksudmu? Tolong jelaskan padaku.”

Soo Yeon mencibir, “Apa kau tidak ingat? Kau kan yang memberiku obat pencegah kehamilan saat itu? Kau kan yang meletakannya di meja?”

“Obat? Obat apa?  Aku tidak pernah melakukannya. Aku tidak pernah memberimu obat pencegah kehamilan” Kyuhyun sangat terkejut. Ia tidak merasa pernah memberinya obat pencegah kehamilan

“Gotjimal! Kalau bukan kau, lalu siapa? Hantu?”

“Sungguh, aku tidak pernah melakukannya. Pagi itu, setelah aku sadar sepenuhnya, aku langsung pergi dari rumahmu. Aku tidak meletakan apapun di mejamu”

“Lalu siapa?”

“Molla. Percayalah padaku, aku tidak melakukannya”

“Ani… Kau bohong… hiks… hiks… kau bohong…”

“Soo Yeon-ah…” Panggil Kyuhyun

“Kau bohong… Aku tidak percaya padamu!! Kau bo-”

Belum selesai ia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Kyuhyun menarik lengan Soo Yeon dan membawanya kedalam pelukannya

“Lepaskan aku… hiks…hiks… kau pembohong…! kau jahat… hiks… mengapa kau meninggalkanku? Wae… ? Hiks…hiks…hiks… kau jahat… aku benci padamu… aku benci pembohong sepertimu… hiks…hiks…”Soo Yeon terus memberontak dalam dekapan Kyuhyun. Ia terus memukul-mukul dada bidang Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa terdiam sambil terus memeluk Soo Yeon dengan erat.

“Mianhae…” Kyuhyun mulai membuka mulutnya saat ia merasa Soo Yeon sudah mulai tenang

“Menangislah jika itu bisa membuatmu lega. Jika kau ingin memukulku, pukul aku sekeras-kerasnya sepuas yang kau mau jika itu bisa mengurangi beban di hatimu. Tapi kumohon… maafkan aku” Ucap Kyuhyun sambil terus memeluk Soo Yeon.

“Kumohon, beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Aku tahu aku salah, tapi sungguh, aku tidak sengaja melakukannya. Dan aku tidak pernah memberimu obat itu”

Soo Yeon tak merespon kata-kata Kyuhyun.

“Mianhae… Mianhae Yeonie…”

Soo Yeon tidak menjawab. Ia masih menangis dalam dekapan Kyuhyun

Kyuhyun terdiam sesaat, memberi Soo Yeon kesempatan untuk menenangkan dirinya.

Tiba-tiba Soo Yeon melepaskan pelukan Kyuhyun, “Mianhae oppa, aku harus pergi”

Soo Yeon berjalan meninggalkan Kyuhyun sendirian di belakangnya

“Soo Yeon-ah! Soo Yeon-ah ! Soo Yeon-ah!!! Hiks… hiks…” Panggil Kyuhyun frustasi. Kini air matanya mulai keluar dari kelopak matanya.

Soo Yeon tak memperdulikannya. Ia tetap berjalan lurus kedepan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun menekuk kedua lututnya tiba-tiba. “Mungkin walaupun aku mengucapkan kata maaf beribu-ribu kali, kau tetap tidak akan memaafkanku. Aku mengerti, aku memang tidak pantas untuk kau maafkan. Aku mengerti… hiks…”

Soo Yeon menghentikan langkahnya. Ia mengepalkan tangannya kuat mencoba menahan tangisannya sekuat tenaga.

“Aku mengerti… Hiks… hiks…” Kyuhyun menangis. Ia sudah sangat tidak tahan dengan beban yang ia tanggung. Tangan kanannya memukul-mukul dadanya, tak kuasa menahan beban yang ia alami sedangkan tangan kirinya bertumpu pada tanah untuk menahan tubuhnya.

Soo Yeon berbalik dan berlari kearah Kyuhyun yang sedang berlutut di tanah. Ia memeluk Kyuhyun sambil terisak dalam dekapannya, “Aniyo… oppa… Ini bukan sepenuhnya kesalahanmu… hiks… hiks… sudahlah… uljima… hiks… uljima… hiks…hiks… Aku… aku sudah memaafkanmu”

Mereka berdua terdiam dalam posisi yang tetap tanpa berubah sedikitpun, masih mencoba untuk menenangkan dirinya masing-masing.

Setelah sudah cukup merasa tenang, Kyuhyun berbalik memeluk Soo Yeon, “Gomawo… Gomawo Yeonie”

Soo Yeon mengangguk

Kyuhyun melepas pelukannya, “Gwenchana? Mana yang sakit?” Tanyanya khawatir

“Ani oppa, nan gwenchana. Ini hanya lecet sedikit saja” Jawab Soo Yeon sambil tersenyum

Kyuhyun menggeleng, “Tidak boleh begitu. Kau harus tetap diobati, nanti bisa terkena infeksi. Duduklah, ku ambilkan kotak obat di mobilku”

Soo Yeon menurut. Ia duduk di kursi terdekat yang berada di sampingnya.

“Tahan sebentar, mungkin ini akan sedikit perih” Ucap Kyuhyun saat telah kembali setelah mengambil obat sambil meluruskan kaki Soo Yeon

“Akh…” Ucap Soo Yeon lirih menahan rasa perihnya

“Selesai. Sekarang lukamu sudah aman” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum

“Gomawo oppa”

“Ne, cheonma” Kyuhyun mengacak pelan rambut Soo Yeon

“Ya! Oppa” Protes Soo Yeon sambil merapihkan rambutnya kembali

Kyuhyun tersenyum. Kyuhyun memandangi wajah Soo Yeon dalam-dalam

“W-wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Soo Yeon-ah…… Apakah kau masih mencintaiku?” Tanya Kyuhyun langsung

Soo Yeon terdiam. Raut wajahnya seketika berubah. Wajahnya yang semula menatap Kyuhyun, kini tidak lagi menatapnya. Ia menundukan kepalanya

“Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?” Tanya Kyuhyun sekali lagi

Soo Yeon mengambil nafas dalam-dalam, “Mianhae oppa… Aku… akan menikah”

Kyuhyun menahan nafasnya. Kata-kata yang Soo Yeon ucapkan barusan membuat hatinya seakan seperti dipukul sekeras-kerasnya.

“Siapa orang yang akan menikahimu?” Tanya Kyuhyun

“Dia seniorku. Namanya Changmin, Shim Changmin”

Mata Kyuhyun membulat. ‘Changmin? Shim Changmin? Apakah orang itu, orang yang kau maksud benar-benar dia?’ Tanya Kyuhyun dalam hati

“Kami akan menikah dalam waktu dekat” Lanjut Soo Yeon

“Aniyo, andwae. Kau tidak boleh menikah dengannya. Kau boleh menikah dengan orang lain yang kau inginkan asalkan jangan dengan dia. Ia tidak sebaik yang kau kira”

“Orang yang ku inginkan adalah dia. Kau tidak berhak untuk mencampuri urusanku!”

Kyuhyun menggeleng, “Aniyo. Kau belum mengenal siapa ia sebenarnya. Percayalah padaku, ia tidak sebaik yang kau kira”

“Ada apa denganmu? Kau bahkan belum pernah melihatnya, mengapa kau bisa berkata seperti itu? Aku jauh lebih mengenalnya dibandingkan dirimu! Sudahlah oppa, aku lelah. Aku ingin pulang” Soo Yeon beranjak dari tempat duduknya

“Soo Yeon-ah, dengarkan aku!” Panggil Kyuhyun, namun Soo Yeon tidak memperdulikannya

Kyuhyun terus memandangi punggung Soo Yeon yang terus berlari menjauh darinya

“Aku mengenalnya Yeonie, sangat mengenalnya. Aku bahkan jauh lebih mengenalnya dibandingkan dirimu, karena ia adalah…… Kakakku” Ucap Kyuhyun saat Soo Yeon sudah menghilang dari pandangannya

~o0o~

At Soo Yeon’s House

-Soo Yeon Pov-

Kata-kata itu… Benarkah apa yang Kyuhyun oppa katakan semuanya benar? Aku mencoba sekuat tenaga untuk tidak mempercayainya. Berkali-kali ku coba untuk terus menyangkalnya, tapi kenapa? Kenapa hatiku mengatakan hal lain? Kenapa hatiku mengatakan bahwa semua yang Kyuhyun oppa katakan itu benar? Ada apa denganku? Entah sejak kapan pikiranku tidak sejalan dengan hatiku. Tuhan… apa yang harus ku lakukan?

-Soo Yeon Pov End-

Soo Yeon mengambil ponselnya dan segera menelpon Changmin

“Yeoboseyo… Wae Yeonie?”

“Oppa, temui aku di tempat biasa. Aku akan memberimu jawaban atas pertanyaanmu tempo hari lalu”

“Ne, arraseo arraseo. Aku akan segera kesana”

Soo Yeon menutup teleponnya

 

-Taman Kota-

Soo Yeon berlari menghampiri seorang namja yang sedang duduk di bangku panjang di samping pohon sakura. “Oppa, kau sudah lama menungguku?” Tanya Soo Yeon

“Ani, aku baru saja sampai” Jawab Changmin

“Eo,, lututmu kenapa? Mengapa bisa sampai terluka seperti itu?” Tanya Changmin berbasa-basi

“Oppa…” Panggil Soo Yeon tanpa menghiraukan pertanyaan Changmin

“Hmm?”

“Mianhae…”

“Mwo? Maaf untuk apa?”

Soo Yeon menarik napas panjang, “Mianhae oppa. Aku… aku tidak bisa menikah denganmu”

Raut wajah Changmin seketika berubah, “Wae? Apa aku melakukan hal yang tidak kau sukai? Apa aku berbuat salah padamu?”

“Ani oppa. Aku hanya belum siap untuk menikah”

“Waeyo? Apa kau tidak mencintaiku?”

“Aniyo, saranghae. Jeongmal saranghaeyo”

“Lalu kenapa kau tidak mau menikah denganku?”

“Bukannya aku tidak mau. Aku hanya belum siap saja. Kumohon mengertilah”

Changmin terdiam sejenak, “Terserah kau saja” Changmin beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Soo Yeon sendirian di taman

Soo Yeon memandangi punggung Changmin dari jauh. “Ia berubah. Ia tidak seperti Changmin oppa yang ku kenal selama ini. Selama ini ia selalu mengerti apa yang aku rasakan, ia selalu menghargai semua keputusanku. Tapi kenapa sekarang ia bersikap dingin kepadaku? Mengapa ia seolah-olah tidak memperdulikanku lagi? Apakah apa yang dikatakan Kyuhyun oppa benar? Jika memang benar, apa hubungan ia dengan Changmin oppa? Mengapa ia bisa mengenalnya?” Gumamnya

 

~o0o~

At 19.00 KST

Dddrrrrddddd…….dddrrrrddddd….

Terdengar bunyi getaran dari ponsel Soo Yeon. Ia segera mengambil ponselnya.

From : Sunhwa

Soo Yeon-ah, apa kau di rumah?

 

Soo Yeon membalas pesan tersebut

 

To : Sunhwa

Ne. Waeyo?

 

From : Sunhwa

Ani. Aku hanya ingin meminjam beberapa bukumu sebentar, boleh kah?

 

To : Sunhwa

Ne, tentu saja. Kemarilah

 

From : Sunhwa

Arraseo. Aku akan kesana sekarang

 

3 menit kemudian….

Ting…. Tong…

Bel pun berbunyi

“Ne, tunggu sebentar!” Ujar Soo Yeon

“Cepat sekali ia. Bukankah rumahnya cukup jauh dari sini?” Gumamnya

Soo Yeon membuka pintu rumahnya. Betapa terkejutnya Soo Yeon saat melihat seseorang yang datang ke rumahnya bukanlah Sunhwa

“N-neo… nuguya?” Soo Yeon sangat terkejut melihat seseorang yang datang ke rumahnya bukanlah Sunhwa melainkan seseorang yang memakai pakaian serba hitam. Orang itu memakai jaket kulit berwarna hitam, celana jeans warna hitam, serta masker dan topi berwarna hitam

“K-kau siapa? Apa maumu?” Ujar Soo Yeon sedikit berteriak karena kini seorang namja itu berjalan mendekat kearahnya

“J-jangan ganggu aku!” Soo Yeon segera menutup pintu rumahnya. Namun, pria itu berhasil mencegahnya

“Pergi! Jangan ganggu aku… jebal…” Soo Yeon sudah sangat ketakutan. Ia berusaha mendorong pintu sekuat tenaga agar pria itu tidak berhasil masuk kedalam rumahnya. Namun tenaga pria tersebut jauh lebih kuat darinya. Akhirnya pria tersebut berhasil masuk kedalam rumahnya.

Saat Soo Yeon hendak melarikan diri, pria tersebut berhasil menangkapnya. Pria tersebut membius Soo Yeon lalu membawanya kedalam mobilnya.

 

10 menit kemudian….

Ting… Tong…

Sunhwa memencet bel rumah Soo Yeon. Tidak ada jawaban. Sunhwa memencet kembali bel rumah Soo Yeon.

Ting… tong…

Tetap tidak ada jawaban.

“Soo Yeon-ah, apa kau didalam?” Tanya Sunhwa.

Tidak ada jawaban.

“Soo Yeon-ah” Panggil Sunhwa kembali

Ceklek

“Eo,, tidak di kunci?” Gumam Sunhwa. Tanpa sengaja ia menyenggol pintu rumah Soo Yeon dan pintu itu langsung terbuka begitu saja. Dengan ragu, Sunhwa melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah Soo Yeon

“Soo Yeon-ah, kau dimana?”

 

~o0o~

 

Di gudang penyimpanan barang…

“Aku… dimana? Akh… Mengapa tanganku diikat seperti ini?” Setelah kurang lebih 1 jam Soo Yeon tak sadarkan diri, akhirnya ia membuka matanya. Tiba-tiba ia sudah berada di bekas gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil penyimpanan pabrik yang sudah lama tak terpakai.

“Kau sudah sadar?” Tanya seorang pria

“N-nuguseyo? Mengapa aku berada di tempat seperti ini?” Tanya Soo Yeon pada pria tersebut karena wajah pria tersebut terhalang oleh bayangan

“Apa kau tidak mengenali suaraku? Tidakkah suara ini terdengar familiar di telingamu?” Pria itu balik bertanya pada Soo Yeon

Soo Yeon terdiam. Ia sibuk mengingat siapa pemilik suara ini. Memang suara ini terdengar begitu familiar di telinganya, tapi ia tidak ingat siapa pemiliknya.

Setelah kurang lebih setengah menit Soo Yeon berpikir, tiba-tiba ia membulatkan matanya

Ia segera mengangkat wajahnya melihat dalam gelap wajah pria tersebut. “Apakah kau adalah… Changmin oppa?” Ucapnya dalam hati sambil terus memperhatikan wajah pria tersebut yang tertutup oleh bayangan

Pria itu tersenyum. “Tidakkah kau sudah menemukan jawabanya?” Pria tersebut maju beberapa langkah hingga kini wajahnya terlihat jelas akibat terkena cahaya remang-remang lampu yang berada tepat diatasnya.

“Changmin oppa…” Ucap Soo Yeon pelan namun masih terdengar begitu jelas di telinga Changmin. Mendengar ucapan Soo Yeon, Changmin kembali menunjukan senyum kemenangannya

“Jadi, pria yang datang kerumahku adalah kau?” Tanya Soo Yeon

“Bukan. Pria itu adalah pengikutku” Jawab Changmin sambil melihat kea rah pria yang berdiri di sampingnya. Lalu Changmin mengisyaratkan pria itu untuk meninggalkannya sendiri bersama Soo Yeon.

“Mengapa kau melakukan ini padaku oppa? Wae?” Tanya Soo Yeon lagi sambil menahan air mata yang ingin keluar dari sudut matanya

“Wae? Kau masih bisa bertanya mengapa? Apa kau tahu, ini semua adalah salahmu! Jika saja kau menerima tawaranku, aku tidak akan seperti ini. Kita akan hidup bahagia selamanya” Ucap Changmin

“Kau harus menjadi milikku! Apapun yang terjadi, kau harus tetap menjadi milikku! Jika kau tidak menjadi milikku, maka kau tidak boleh menjadi milik siapapun!” Lanjutnya

Soo Yeon sangat ketakutan. Changmin yang sedang berada di depannya sangatlah berbeda dari biasanya. Ia tidak terlihat seperti Changmin yang ia kenal selama ini. Changmin mendekat dan semakin dekat dengan Soo Yeon. Soo Yeon memundurkan badannya hingga punggungnya menyentuh dinginnya dinding bangunan.

“Selama ini aku menahan hasratku karena aku begitu mencintaimu. Aku tidak ingin menyakitimu. Tapi kenapa kau menyia-nyiakan cintaku?” Changmin semakin mendekati Soo Yeon. Ia berlutut hingga kini kepalanya sejajar dengan kepala Soo Yeon.

Changmin memandangi Soo Yeon sejenak lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Soo Yeon dengan menyisakan jarak 3 cm. “Sekarang, nikmatilah ini chagi” Changmin mencium bibir Soo Yeon lembut. Mata Soo Yeon terbelalak kaget. Tubuhnya terkunci sekarang. Ia tidak bisa melakukan apapun. Yang bisa ia lakukan adalah hanya berdoa agar Changmin tidak melakukan sesuatu yang tidak di inginkannya.

Semakin lama ciuman Changmin semakin ganas hingga Soo Yeon kehabisan nafas. Changmin melepas ciumannya dan memperhatikan wajah Soo Yeon kembali

“A-apa yang kau lakukan?”

“Kau akan mengetahuinya sebentar lagi” Changmin kembali mencium Soo Yeon dan meremas payudara Soo Yeon yang masih terbungkus oleh pakaian yang ia kenakan. Semakin lama remasan Changmin semakin keras hingga kini Soo Yeon tak bisa menahan desahannya lagi

“Mmmpphhhh…” Desah Soo Yeon tertahan

Melihat Soo Yeon yang sudah mulai terangsang, perlahan ia membuka ikatan yang melilit di tangan Soo Yeon. Setelah berhasil, ia segera menidurkan Soo Yeon di lantai gudang yang dingin. Dirobeknya kaos tipis yang Soo Yeon gunakan, lalu ia mencari pengait bra milik Soo Yeon dan melemparnya ke sembarang tempat. Ia melumat bibir Soo Yeon dengan ganas, meremas kedua gundukan Soo Yeon.

“heeemmpp… eeehhmmmp”, Soo Yeon mendesah tertahan

Soo Yeon bergidik ketika Changmin menurunkan ciumannya di payudaranya, dikulumya payudara Soo Yeon, diemutnya dengan ganas, sedangkan tanganya menurunkan celana yang Soo Yeon kenakan. Tangannya menyentuh bibir vagina Soo Yeon, memasukkan dan memutar-mutar kedua jarinya di lubang milik Soo Yeon

“aaaaah.. hmmmm.. aaaaaahhh…”, racau Soo Yeon

Changmin menambahkan 1 jarinya hingga kini jetiga jarinya berada di liang Soo Yeon. Semakin lama Changmin semakin menambah kecepatan jarinya. Ia terus memutar-mutar jarinya dengan sangat cepat dan tak beraturan

“Aahhhhhhhhh…… sssshhhhhhh…. oppaahhh… nggghhhhh…..”

Crot…

Organsme pertama Soo Yeon keluar. Perlahan, Changmin turun ke bawah. Kepala nya tepat pada vagina Soo Yeon. Kedua paha Soo Yeon dilebarkan dan ditahan pada bagian lutut nya. Changmin mencium aroma khas klitoris Soo Yeon.

Changmin menerpa nafas berat nya pada vagina Soo Yeon. Lidah Changmin menjulur. Menjilati dinding luar vagina Soo Yeon.

“Sshh.. Emphhhh… Arh..” Soo Yeon menggigit bibir bawah nya menahan rasa geli sekaligus nikmat ketika lidah basah itu menjilati vagina nya. Changmin mencium singkat vagina Soo Yeon. Perlahan ciuman itu berubah menjadi hisapan kuat. Makin kuat ketika Soo Yeon mencoba merapatkan kedua paha nya. “Arhh.. Hhaa.. Ahh.. Hen..tika..nn.. Eng..hh..”

Changmin makin memperkuat hisapan nya. Dia ingin segera mendapatkan apa yang dia ingin kan. Lidah Changmin masuk ke dalam vagina Soo Yeon. Dijilat nya klitoris Soo Yeon. Lalu menggigit nya kecil.

“Ssshhhh.. Aah.. Ahh..opp…pa…hhhh” Soo Yeon mencoba kuat menutup kedua paha nya. Changmin menahan kuat. Bahkan makin memperlebar kedua paha Soo Yeon. “Appo… Ahh.. Ohh..” tubuh Soo Yeon bergetar. Akhir nya cairan nya keluar tepat tertampung oleh mulut Changmin. Changmin menjilati seluruh permukaan vagina Soo Yeon dengan air liur yang sudah bercampur dengan cairan Soo Yeon

Changmin bangkit. Ia segera melepas celananya. Terlihat juniornya yang besar dan panjang itu. Tanpa membuang waktu, Changmin segera memasukan juniornya kedalam vagina Soo Yeon. Ukuran juniornya yang sedikit lebih besar dan panjang dari junior Kyuhyun membuat lubang Soo Yeon kembali terasa sempit.

“aaakkhh.. akkhh.. aapppooo.. aakkhh.. aaaakkkh.. aahh.. ahh.. ahh.. ah…ah…ah..”, tanpa menghiraukan rintihan kesakitan Soo Yeon, Changmin tetap mengenjot juniornya.

Soo Yeon menggeliat di bawah apitan tubuh Changmin. Nipple mereka bergesek membuat sensasi geli yang nikmat. Changmin menjajah leher Soo Yeon dengan mulut nya. “Aahh.. Aahh.. Ssh.. Emph.. Erh.. Op..paahh.. Oppa-aah..” panggil Soo Yeon sangat sexy. Memompa gairah seks Changmin menuju tingkat puncak.

Semakin lama genjotan Changmin semakin liar. Ia makin kuat menghentakan-hentakan juniornya pada vagina Soo Yeon yang mengapit junior nya itu. Tubuh Soo Yeon terbawa arus gerakan Soo Yeon yang mencoba kasar

“Aahhhh… opp…pahhh… hentikan… jebal…. Hhhh…”

“Ini akibatnya jika kau menolakku”

Changmin semakin mempercepat genjotannya. Kini juniornya berkedut dan vagina Soo Yeon semakin meremas juniornya

Crot

Cairan mereka melebur jadi satu. Changmin mendiamkan juniornya sebentar, lalu ia mulai menggerakkan juniornya lagi.

“aahh..aahh.. fashter… oppa..… ahaah…uuhhh…” rancau Soo Yeon yang sudah mulai terangsang

“As your wish chagi” Changmin menggila, temponya luar biasa cepat

“Oooooh…. Ouuuuh…. Ssshhhh… oppa…. Oooooouh….. nnnnngh….” Desah Soo Yeon

“ Ouuuuh… aaaaaaah…. Ennnngh….. oppa aaaaaaah…nnnnnnnngh……… aaaaaaaah… aaaah… aaaah…” Soo Yeon mendesah hebat. Jujur saja di dalam hatinya yang paling dalam ia sedikit merindukan sentuhan-sentuhan yang sudah lama tidak ia rasakan

Genjotan changmin semakin lama semakin liar. Membuat Soo Yeon semakin hebat mengeluarkan desahannya

“Nnnnngghhhhhh…. Fasterrrrhhhhhhh…… oooouuuuuhhhhh…. Sssshhhhhh…..”

Disaat Soo Yeon menggila akibat permainan Changmin, Changmin malah melambatkan tempo genjotannya

“Aaaahhh… Fasterrhhh….” Pinta Soo Yeon

Changmin tidak memperdulikan perkataan Soo Yeon. Ia masih menggenjot vagina Soo Yeon dengan tempo lambat.

“Ssssshhh… oppaaaahhhh…. Jebal jangan…nngghhhh…menyiksaku….hhhh”

“Sudah ku bilang, ini akibatnya jika kau menolak tawaranku” Changmin tetap menjaga temponya. Ia tahu Soo Yeon sangat tersiksa, tapi inilah yang ia inginkan. Ia paling tidak suka jika ada yang menolak tawarannya itu. Ia bisa berbuat tega terhadap siapapun yang membuat hatinya terluka

“Ouhhhhh…. Oppahhhh…. Arrrhhhh…. jebal…lebihhhh…. cepat lagi… oooouuuuhhhh” Soo Yeon mengutuk dirinya sendiri. Changmin mempercepat dan melambatkan temponya semaunya

-Soo Yeon Pov-

Oh tuhan… apa yang terjadi pada diriku? Bukankah ini adalah hal yang paling tidak aku harapkan? Tapi kenapa sekarang justru aku menginginkan ia melakukan hal yang lebih padaku? Mengapa aku sangat menikmatinya dan tidak ingin permainan ini segera berakhir?

-Soo Yeon PovEnd-

Changmin merasa bagian bawahnya berkedut. Ia segera menggerakan pinggulnya dengan cepat

“Ooooouuuuhhhh….. aaaaahhhhh….yeahhhh… nnnngggghhhhh…..”

“Nnnnnnggghhhh…. Aaaahhhh.. arrrrrhhhhh…..” Vagina Soo Yeon berkedut. Changmin semakin mempercepat genjotannya

Crot

Cairan mereka melebur menjadi satu.

“Cukup… hhhh… oppa…” Ucap Soo Yeon yang masih mengatur nafasnya

“Apa kau tidak menginginkan yang ini?” Changmin segera membalikan tubuh Soo Yeon dan langsung memasukan juniornya kedalam lubang Soo Yeon dari belakang. Changmin langsung menggenjot vagina Soo Yeon dengan tempo yang cepat

“Aaaahhhh…. oooooouuuuuhhhhh” Desah Soo Yeon yang mulai terangsang kembali.

“Kau… hhhh… menikmatinya bukanhhh?” Ucap Changmin meremehkan Soo Yeon disela-sela desahannya

Changmin terus menggenjot juniornya di dalam sana. Ia terus memompa vagina Soo Yeon dengan tempo cepat dan tak beraturan

“Sssssshhhh….. aaaahhh… nnnnnggghhhh… opp…paaahhh…. Ooooouuuhhh…. ”

Changmin merasakan vagina Soo Yeon berkedut sangat kencang. Ia menambah tempo gerakannya.

Crot

Mereka mengeluarkan cairan mereka bersama-sama

Changmin langsung membalikan tubuh Soo Yeon, membuat Soo Yeon kembali berada di bawahnya tanpa melepas kontak mereka

“Oooooouuuhhhhh…. aaaahhhhh” Changmin kembali menggenjot vagina Soo Yeon dengan cepat dan keras

“Sssssshhhh…. Oppaaahhhh…. aaaahhhhh” Soo Yeon mencakar punggung Changmin. Ia merasakan kedutan yang luar biasa pada daerah sensitive nya itu

“aaaaaahhhhh” Soo Yeon mengeluarkan cairannya cukup banyak. Terasa hangat juga yang di rasakan junior Changmin saat Soo Yeon mengeluarkan cairannya.

Changmin tidak mengurangi kecepatan genjotannya, dia terus menggerakan pinggulnya dengan nafsu

“aahh.. opp..ng..paahhh.. berhenti du..luuhh..” desah Soo Yeon, keringat membasahi seluruh tubuh Changmin dan Soo Yeon. Soo Yeon terlihat sudah lemas karena sudah mengeluarkan banyak sekali cairan dari vaginanya.

Changmin tidak menghiraukan perkataan Soo Yeon. Ia justru semakin mempercepat genjotannya.

Tubuh Soo Yeon terhentak-hentak kuat dengan gerakan liar Changmin. “Ahh.. Anhh.. Hhaa.. Ang.. Ahh.. Oppah.. Aa.. Op..p..aahh..”

“Aahh.. Ahh.. Jeb..aal.. hentikan…. Nnnnggghhh… appooo….”

“Hh.. Ahh.. Ahh.. Ugh.. opp… nghh…paaahh… Ahh..” Soo Yeon kembali mengeluarkan hasil orgasme nya. Namun Changmin masih tetap menggenjot vagina Soo Yeon.

“Enghh.. Hh.. Cu..kup.. Arh.. Aah… Aah…” desahan Soo Yeon ketika Changmin makin memperganas gerakan nya.

Changmin kembali merasakan tubuh nya bergetar dari ujung ke ujung. Changmin menghentakan juniornya keras hingga membuat juniornya bertambah dalam memasuki liang Soo Yeon.

“Arhh..!!” Changmin mendiami junior nya beberapa saat di dalam vagina Soo Yeon yang mendenyut. Keluarlah sperma Changmin di dalam rahim Soo Yeon. Terlihat cairan keluar dari vagina Soo Yeon karena vagina Soo Yeon tak mampu menampung cairan Changmin yang sangat banyak.

Changmin mencabut juniornya. Ia segera memakai pakaiannya yang tergeletak di lantai dan meninggalkan Soo Yeon sendirian.

“Yunho-ya, kiseop-ah” Panggil Changmin kepada para pengikutnya saat  ia sudah keluar dari ruangan tersebut tanpa memandang wajah pengikutnya

“Ne Changmin-ssi” Seru mereka berdua

“Jaga ia baik-baik. Aku ada urusan sebentar” Perintah Changmin

“Ne, jeoseumnida” Seru mereka berdua

Mobil yang Changmin kendarai melesat dengan cepat. Kedua pengikutnya, Yunho dan Kiseop terus memperhatikan hingga mobilnya tak terlihat lagi.

“Kiseop-ah” Panggil Yunho

“Ne hyung, wae?”

“Apa kau ingin bergabung denganku?” Tanya Yunho

“Bergabung untuk apa?”

“Melakukan apa yang Tuan Changmin lakukan” Ucap Yunho. Desahan-desahan yang ia dengar dari luar membuat juniornya tegang dan ingin melakukannya juga

Mata Kiseop membulat seketika. “Mwo? Apa kau gila hyung? Jika tuan Changmin tau, kita berdua bisa dihabisi olehnya”

“Kalau begitu kita buat tuan Changmin tidak tahu”

Kiseop mengernyitkan dahinya. “Maksudmu?”

“Kita melakukannya diam-diam tanpa sepengetahuan tuan Changmin. Lagipula ia kan sedang keluar, jadi ia tidak mungkin mengetahui apa yang kita lakukan”

Kiseop terdiam

“Bagaimana?” Tanya Yunho sekali lagi

“Mm… Baiklah hyung, aku ikut” Ucap Kiseop karena juniornya juga sudah tegang sedari tadi

Yunho tersenyum. Yunho membuka pintu ruangan tersebut, dan menutupnya kembali saat dirinya dan Kiseop sudah memasuki ruangan tersebut. Ia mengunci pintu gudang tersebut.

Terlihat Soo Yeon yang sedang tergeletak di lantai tak berdaya karena sudah sangat kelelahan akibat permainan yang ia dan Changmin lakukan. Mereka berdua langsung mendekati Soo Yeon dan berlutut di dekatnya.

“Waah,, ternyata cantik juga” Ucap Kiseop polos

Tanpa membuang waktu, mereka berdua langsung menyerang Soo Yeon. Kiseop berada di atas, sedangkan Yunho berada di bawah. Kiseop melumat bibir Soo Yeon dengan ganas. Lidahnya bermain-main dengan lidah Soo Yeon, kedua tangannya aktif meremas payudara Soo Yeon. Yunho segera membuka selangkangan Soo Yeon dan memasukan kedua jarinya kedalam vagina Soo Yeon

“Mmmmmppphhhh… nnnggghhhh” Desah Soo Yeon tertahan karena terhalang oleh ciuman Kiseop. Soo Yeon tidak bisa menolak perlakuan kedua namja ini karena ia sudah sangat kelelahan.

“Sssshhhh…. Oooouuuhhhh…” Kiseop melepas ciumannya dan beralih ke payudara Soo Yeon agar desahan Soo Yeon bisa terdengar bebas. Di kulumnya payudara Soo Yeon dengan lahap seperti bayi kehausan. Sedangkan Yunho terus memutar-mutar jarinya di bawah sana. Ia terus mengeluar masukan, dan mengoyak-oyak vagina Soo Yeon seperti hendak mencari sesuatu.

“Aaaaahhhhhhhhh… ssssshhhhhhh…. Oooouuuuhhhh….” Soo Yeon mendesah hebat akibat kenikmatan yang ia rasakan sekaligus. Yunho menambah 1 jarinya lagi dan segera mengocok vagina Soo Yeon kembali dengan cepat

“Nnnnnngggghhhh…. ooooouuuuhhhhh” Soo Yeon melenguh panjang. Keluarlah cairan organsme Soo Yeon.

Yunho segera membersihkan cairan Soo Yeon dengan mulutnya. Di hisapya klitoris Soo Yeon dengan kuat merangsang agar cairan yang Soo Yeon keluarkan dapat keluar lebih banyak. Makin lama hisapan itu semakin kuat hingga Soo Yeon mengeluarkan cairannya kembali.

Kiseop mengubah posisinya, ia naik lalu tubuhnya ia dudukan di atas dada Soo Yeon, ia arahkan juniornya untuk Soo Yeon kulum.

“Ooooouuuhhhh… yeahhh…. Terus Yeon-ah…. aaaahhhh” Rancau kiseop

Perlahan Yunho mulai menuntun juniornya kedalam vagina Soo Yeon. Entah sudah berapa kali ia melakukannyadengan Changmin tapi lubang vaginanya masih terasa sempit. Yunho memasukannya dengan sekali hentakan. Rasa sakit yang kembali ia rasakan membuat Soo Yeon menggigit junior Kiseop, namun tidak terlalu keras.

Yunho mulai memaju mundurkan juniornya dengan tempo yang sangat cepat. Ia melakukannya dengan cepat karena waktu yang mereka miliki tidak banyak.

“Nnnnnggghhhhhhhhh…. Mmmmmpppphhhh….nngggghhhhhhh” Desah Soo Yeon tertahan

Yunho merasakan kedutan pada vagina Soo Yeon. Ia menambah tempo genjotannya semakin cepat

“Oouuuuhhh… aku mau keluarrrhhhh” rancau Kiseop

Crot

Cairan Kiseop keluar di dalam mulut Soo Yeon bersamaan dengan cairan Yunho yang keluar di dalam rahim Soo Yeon

“Kau telan saja itu. Bukankah kau merasa haus?” Perintah Kiseop

Soo Yeon menelan cairan Kiseop dengan sedikit jijik karena ini adalah pertama kalinya ia merasakan cairan tersebut dengan lidahnya.

“Hyung, aku ingin memasukannya juga” Ucap Kiseop langsung

“Baiklah, cepat kemari. Waktu kita tidak banyak.”

Mereka berdua langsung mengubah posisi mereka. Yunho duduk diatas Soo Yeon dan mengapit juniornya dengan kedua payudara Soo Yeon. Ia mulai menggesek-gesekan juniornya diantara kedua dada Soo Yeon.

“nnnggghhh… aaaahhhh” desah Yunho akibat ulahnya sandiri

Tanpa membuang waktu Kiseop segera memasukan juniornya ke vagina Soo Yeon dengan sekali hentakan dan langsung menggenjot vagina Soo Yeon dengan tempo cepat dan tak beraturan.

“Oooouuuhhh…. Nnngggghhhh… aaaahhhh….aaahhhhhh….sssshhhh….” Soo Yeon mendesah hebat

Yunho terus menggesek-gesekan juniornya di payudara Soo Yeon dan Kiseop terus menerus menghujam vagina Soo Yeon membuat Soo Yeon merasakan kenikmata ganda yang tiada tara.

“Ssssshhhh… fashhhh….terrrrhhhhhh……ooooouuuhhhh…. ini….nghh…. terlalu nikmat…hhhh….aahhhh…aaaahhhh…” rancau Soo Yeon

Mendengar rancauan Soo Yeon, Kiseop semakin kencang menggenjot vagina Soo Yeon. Ia terus menerus menghujam vagina Soo Yeon agar juniornya bisa memasuki vagina Soo Yeon semakin dalam

“Ooooouuhhhhh……nnnnggggghhhhhhh….. aaaahhhhh….ssssshhhhh…..oooouuhhh….” desahan Soo Yeon bertambah saat Kiseop menyentuh g-spotnya

“Aaaaahhhh”

Crot

Cairan mereka melebur jadi satu. Kiseop mendiamkan juniornya sejenak membiarkan juniornya merasakan sisa-sisa kedutan di vagina Soo Yeon. Ia lalu mencabut juniornya

“Hey agassi, berdirilah!” Perintah Yunho

Soo Yeon tidak bisa menolak karena sudah sangat lelah. Ia menuruti semua perkataan yang diucapkan kedua namja tersebut. Didudukannya tubuh Soo Yeon diatas Yunho. Yunho mengarahkan juniornya kedalam vagina Soo Yeon.

Jleb

Soo Yeon mulai menggerakan pinggulnya“Aaaaahhhh…. Oooouuuhhhh….” Desah Soo Yeon akibat ulahnya sendiri.

Junior Yunho yang cukup panjang membuatnya nyaman dalam posisi seperti ini. Kiseop yang mulai terangsang kembali segera menarik pinggul Soo Yeon ke balakang dan mengarahkan juniornya kedalam lubang anus Soo Yeon

“Akh…. appo” Rintih Soo Yeon saat merasakan perih yang luar biasa di lubang belakangnya karena ini adalah pertama kalinya benda keras dan panjang itu masuk kedalam lubang belakangnya.

Kiseop segera meremas payudara Soo Yeon dengan kuat dan Yunho semakin memperkuat genjotannya untuk mengurangi rasa sakit yang Soo Yeon rasakan. Gerakan yang Yunho lakukan membuat junior Kiseop ikut keluar masuk di lubang belakang Soo Yeon yang semping itu

“Akhh… appo….nnghhh…neoumu appoyo…pelan –pelanhhhh….jebal…akhh…” Rintih Soo Yeon

Mereka berdua tetap menggerakan pinggul mereka berlawanan arah.

Perlahan rasa sakit itu berubah menjadi kenikmatan yang tiada tara. “Sssssshhhhh…. fashhh…. terrrrrhhhhhhhh…. oooouuuuhhhh”

Tanpa membuang waktu, mereka langsung menghujam vagina dan lubang belakang Soo Yeon secara bersamaan dengan tempo cepat.

“Aaaaahhhhh….aaaaahhhhhh…..nnnnnngggggg…..yeahhhhh…..oooooouuuuhhhhh…..sssssshhhhhhhh….aaaahhhhh…aaaaahhhhhhh” Soo Yeon mendesah hebat

“Ooooouuuhhhhhhh….eeeemmmppppphhhhhh….” Soo Yeon menggigit bibir bawahnya karena merasakan dua kenikmatan di daerah tersensitive nya itu

“ooouuhhh…ooouuhhh..sshhh…mmpphhh..oohhhh..Argghhhh…” Soo Yeon mencapai klimaksnya

Crot

Cairan Soo Yeon dan Yunho melebur menjadi satu. Disusul oleh cairan Kiseop yang keluar di lubang belakang Soo Yeon. Yunho mendiamkan juniornya didalam vagina Soo Yeon.

Diam-diam, Kiseop mulai menggerakkan pinggulnya lagi, membuat Soo Yeon kembali mendesah

“Ssssshhhhh… aaahhhh…eemmmmppp…” Hentakan-hentakan yang ciptakan oleh junior Kiseop membuat junior Yunho kembali bergesekan dengan dinding vagina Soo Yeon. Mereka menggerakan juniornya langsung dengan kecepatan ekstra hingga membuat payudara Soo Yeon yang bergelantungan bebas bergerak mengikuti arah gerakan. Soo Yeon merintih kesakitan sekaligus nikmat

“argghhh..ahhh..ohhh..hhmmmm…yeaahh..emmppppphhhhhh”

“faster…ppallii..ahh..hmmm…ckpckpckp” Yunho langsung melumat bibir Soo Yeon, tangan Kiseop juga aktif meremas payudara Soo Yeon dan sesekali mencium punggung putih Soo Yeon. Setelah melalui pertarungan yang lumayan lama akhirnya mereka mencapai klimaks.

Soo Yeon ambruk diatas dada bidang Yunho.

“Hyung, gantian. Aku ingin memasukannya lagi”

“Ne arra”

Mereka mengubah posisi mereka. Diarahkannya junior Kiseop ke vagina Soo Yeon. Yunho mengarahkan juniornya ke lubang belakang Soo Yeon. Merasa posisi mereka pas, mereka langsung menggoyangkan pinggul dengan berbeda arah, otomatis junior Kiseop dan Yunho lebih dalam menusuk vagina Soo Yeon.

“oohh yess..ohh….fashhtterrr…leebiihhh daallaammm..”

Mereka langsung menghujam kedua lubang Soo Yeon dengan brutal

“Aaaahhhhh….. appo….nnnnggghhhhhh…. pelan pelannnnhhhhh….. oooouuuuhhhh ” Soo Yeon merasakan nyeri di kedua lubangnya akibat digenjot oleh dua junior dengan tempo yang sangat cepat

“Ssssssshhhhhh….. aaaahhhhhh…..ooooouuuuhhhhh” Setelah sekian lama dihujam oleh kedua junior sekaligus, vagina Soo Yeon berkedut dan mengapit junior Kiseop lebih rapat

Crot

Cairan mereka melebur menjadi satu.

“Cukuphhhh… aku sudah sangat… hhhh… lelahhhh…”

“Kiseop-ah, kajja. Sudah cukup. Jangan sampai tuan Changmin memergoki kita” Yunho mencabut juniornya.

Kiseop tidak mendengarkan perkataan Yunho. Ia segera membalikkan badannya dan mengapit badan Soo Yeon di bawahnya tanpa melepas kontak diantara mereka.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” protes Yunho pada Kiseop

“Hehe… mianhae hyung, aku masih ingin memasukannya. Lagipula kau lah yang membuatku seperti ini”

“Aish, kau ini. Ya sudah terserah kau saja. Tapi ingat, lakukan dengan cepat, arraseo?”

“Ne arraseo”

Yunho memakai pakaiannya dan berjaga di balik pintu. Kiseop mengangkat kedua kaki Soo Yeon dan menaruhnya diatas bahunya, membuat juniornya dapat manerobos vagina Soo Yeon lebih dalam. Tanpa membuang waktu, Kiseop segera menghujam vagina Soo Yeon dengan kekuatan super. Payudara Soo Yeon ikut bergerak naik turun akibat hentakan juniornya yang sangat keras.

“Oooouuhhhh….. hentikanhhhh…. Jeballllhhhh…nnnngghhhhhh….” Pinta Soo Yeon

Kiseop tidak menghiraukan perkataan Soo Yeon. Ia terus menghujam vagina Soo Yeon tanpa mengubah temponya. Karena kelelahan akibat sudah mengeluarkan banyak cairan dari liang vaginyanya, akhirnya Soo Yeon pingsan.

Sementara Kiseop masih terus menggenjot vagina Soo Yeon tanpa mengurangi kecepatannya. Setelah sekian lama menggenjot vagina Soo Yeon, akhirnya ia mencapai klimaks

Crot

Cairan Kiseop memasuki vagina Soo Yeon. Kiseop mencabut juniornya dan segera menyusul Yunho.

 

30 menit kemudian….

Changmin turun dari mobil sambil membawa tasnya.

“Kau sudah kembali?” tanya Yunho dan Kiseop

“Ne” Jawab Changmin singkat

Changmin segera memasuki ruangan tempat Soo Yeon berada. Dilihatnya Soo Yeon sedang tergeletak lemas sambil memejamkan matanya.

“Ya! Ireona!” Changmin menggoyang-goyangkan tubuh Soo Yeon

Soo Yeon tak kunjung membuka matanya. Perasaan khawatir muncul di benak Changmin yang terdalam. Changmin berlutut dan mengarahkan jari telunjuknya ke lubang hidung Soo Yeon

“Syukurlah. Ternyata ia hanya tertidur” Changmin merasa lega.

“Ya! Ireona! Kubilang ireona!!” Changmin semakin memperkeras suaranya. Namun Soo Yeon tak kunjung membuka matanya juga.

Terlintas di pikiran Changmin ide yang sangat cemerlang. Ia segera menggendong Soo Yeon dan meletakkannya di meja kecil yang berada di ruangan tersebut dengan hati-hati. Diikatnya tangan Soo Yeon pada sisi meja tersebut. Ia membuka selangkangan Soo Yeon lalu mengikat kedua kaki Soo Yeon pada sisi meja.

Changmin mengeluarkan smirknya. Kemudian ia ke membuka tas yang berada di pundaknya lalu mengeluarkan camera dan vibrator yang sudah ia bawa dari rumahnya.

Changmin segera menyalakan vibrator yang berada di tangannya dan mengatur tempo gerakannya. Ia menyalakan vibratornya dengan tempo medium. Segera diarahkannya vibrator tersebut pada selangkangan Soo Yeon dan dituntunnya vibrator tersebut untuk masuk kedalam liang vagina Soo Yeon.

Jleb

Vibrator tersebut berhasil masuk sepenuhnya pada vagina Soo Yeon

“Ssssshhhhh….” Perlahan Soo Yeon mulai membuka matanya akibat getaran yang berasal dari bagian bawah tubuhnya.

Changmin segera mengambil cameranya dan merekam tingkah Soo Yeon

“Mmmmmppphhhh….opp…aaahhhhh… apa yang kau….nghh…lakukanhhh” tanya Soo Yeon disela-sela desahannya. Changmin tak bergeming. Ia tetap berkonsentrasi merekam adegan tersebut

“Aaaaahhhhhh….nnnnnggghhhhhh….hentikannnnnnhhhh…..” Soo Yeon terus meliuk-liukan badannya. Gerakannya terkunci. Ia sungguh tersiksa dalam keadaan seperti ini

“Nnnnnnggghhhhh…oppaaaaaahhhhhh…..”

Crot

Soo Yeon mengeluarkan cairannya di sel-sela gerakan benda tersebut.

“Ooooouuuuhhhh….mmmmmppppphhhhhh….” Belum saja ia merasakan kenikmatan hasil organsmenya ia sudah dipaksa untuk terangsang kembali. Benda itu tetap bergerak dengan lihainya pada liang vagina Soo Yeon

“Aaaaaassssshhh…ooouuuuuhhhh….” Soo Yeon merasakan kenikmatan yang menyiksa pada liang vaginanya. Ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menggenggam tali yang mengikat tangannya dengan kuat.

“Nnnnnnnggghhhhh…aaaahhhhh…” Ia merasakan tubuhnya bergetar. Cairan Soo Yeon kembali keluar.

Semakin lama getaran yang dihasilkan vibrator tersebut semakin kencang karena sudah di atur sebelumnya oleh Changmin, gerakan-gerakan yang Soo Yeon lakukan pun semakin erotis.

“Ooooouuuhhhh….mmmmppphhhh…ssssshhh….oppaaahhh…jangan permainkannnnhhh… aku…nnnnnnggghhhh…”

“Mmmmmmpppphhhhh…oppaaaahhh…hentikannnnhhhhh….jebal..”

“Aaaaaaahhhhh….” Soo Yeon kembali mengeluarkan cairannya untuk yang kesekian kalinya.

Changmin menekan tombol stop pada cameranya. Ia lalu membuka laptopnya. Ia mengirim video yang sudah ia rekam ke e-mail Kyuhyun.

 

~o0o~

At Kyuhyun’s House

Ddddddrrrrrdddd……dddrrrdddddd……

Terdengar bunyi getaran dari ponsel Kyuhyun. Kyuhyun segera mengambil ponselnya yang berada di atas meja di ruang santai dan membukanya.

“1 e-mail masuk”

Itulah kata pertama yang dilihatnya di layar ponselnya. Kyuhyun langsung membuka pesan e-mail tersebut.

“Video?” Gumamnya.

Mata Kyuhyun terbelalak lebar begitu ia melihat isi video tersebut.

“S-Soo Yeon-ah… ” Ucap Kyuhyun terbata. Tanpa berfikir panjang, ia segera mencari kunci mobilnya dan berlari kearah mobilnya.

“Yeoja itu, apakah dia benar-benar Soo Yeon?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri

Mobil yang di kendarainya melesat dengan cepat menuju kearah rumah Soo Yeon, memastikan apakah Soo Yeon berada di rumahnya atau yeoja yang berada di video itu benar-benar Soo Yeon.

Saat ia sudah sampai di depan gerbang rumah Soo Yeon, terlihat Sunhwa baru saja keluar dari dalam rumah Soo Yeon. Kyuhyun segera turun dari mobilnya dan menghampiri Sunhwa.

“Sunhwa-ya, chamkkaman”

Sunhwa menengok ke arah sumber suara. “Kau! Untuk apa kau datang kemari?” Tanya Sunhwa ketus

“Apa Soo Yeon ada di dalam?” Kyuhyun balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Sunhwa

“Untuk apa kau mencarinya? Pergilah! Sudah cukup ia menderita karena dirimu!”

“Jebal Sunhwa-ya, jawab pertanyaanku. Aku tak punya banyak waktu. Jika Soo Yeon tidak ada di dalam, berarti ia dalam bahaya”

Sunhwa tersentak, “Mwo? Mworago?”

Kyuhyun segera menunjukan isi video tersebut kepada Sunhwa. Sunhwa hanya bisa menutup mulutnya menahan tangisannya

“Sekarang kau percaya kan padaku?”

Sunhwa tidak bergeming. Ia tetap saja menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tak kuasa melihat keadaan sahabatnya itu.

Karena merasa iba melihat keadaan Sunhwa yang sangat terpukul, Kyuhyun memeluk Sunhwa. Seketika itu juga tangisan Sunhwa pecah

“Seonbae…hiks…hiks… Eotteokhae…hiks…hiks…” Sunhwa terisak

“Hiks..hiks… aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi..hiks…tapi aku tidak menemukannya. Ia tidak ada di rumahnya…eotteokhae seonbae…hiks…”

“Tenanglah Sunhwa-ya. Kita cari jalan keluar bersama-sama” Kyuhyun menenangkan Sunhwa.

 

Deg!

Kyuhyun teringat akan suatu hal. Ia mengambil ponselnya dan membuka kembali video tersebut

“Sunbae, waeyo?” Tanya Sunhwa

Kyuhyun memperhatikan isi video tersebut dengan sangat teliti. Tiba-tiba ia melihat sekotak kardus yang tidak sengaja terekam bersama dengan adegan tersebut.

‘Teukie Candy’

“Bukankah pabrik tempat produk itu dihasilkan sudah lama bangkrut? Jangan jangan…” Gumam Kyuhyun dalam hati

Kyuhyun menatap Sunhwa yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun.

“Sunhwa-ya, bisakah kau membantuku?” Tanya Kyuhyun

“Jika itu menyangkut Soo Yeon, apapun akan kulakukan”

“Pergilah ke kantor polisi dan panggil polisi ke bekas pabrik pembuatan Permen Teukie di daerah Gangnam!” Perintah Kyuhyun

“Soo Yeon ada di sana” Lanjutnya

Seketika itu juga mata Sunhwa membulat. Ia mengangguk, “Ne seonbae” Tanpa membuang waktu, Sunhwa segera memanggil taksi dan pergi ke kantor polisi. Sedangkan Kyuhyun segera mengendarai mobilnya ke tempat pabrik tersebut.

 

Di gudang penyimpanan barang

-Soo Yeon Pov-

Tuhan, tolong aku. Aku sudah tidak kuat lagi menahan semua ini. Aku ingin semua ini segera berakhir. Kyuhyun oppa, tolong aku. Jebal. Aku sangat membutuhkanmu sekarang.

-Soo Yeon Pov End-

Sudah 1 jam Soo Yeon dipaksa untuk terus mengeluarkan cairannya. Mulutnya terus menerus mengeluarkan desahan-desahan nikmat namun sebenarnya tubuhnya tidak merasakan kenikmatan sedikitpun. Badannya sudah sangat lelah. Peluhnya terlihat menetes dimana-mana. Ingin rasanya tangannya itu mengambil vibrator yang tertancap di liang vaginannya. Namun apa daya, gerakannya terkunci, kedua tangan dan kakinya terikat oleh tali.

 

~o0o~

 

Sreeek…

Kyuhyun mengerem mobil yang di kendarainya. Ia segera keluar dari mobilnya dan mendekati pintu masuk bekas gudang penyimpanan pabrik tersebut. Saat hendak memegang ganggang pintu gudang, Kyuhyun merasakan ada seseorang di belakangnya.

Buk

Dengan sigap Kyuhyun menangkis balok kayu dengan tangannya. Jika ia terlambat, balok kayu tersebut bisa saja menghantam kepalanya. Dari arah kanan, munculah Kiseop dengan membawa pukulan baseball.

Bugh

“Akh” Kyuhyun merintih kesakitan sambil memegang pundak kanannya akibat pukulan baseball tersebut berhasil penghantam pundak kanannya karena terfokus pada Yunho. Bahunya kini tidak lagi tegap. Namun, tidak ada waktu untuk merasakan sakitnya pukulan itu. Ia buru-buru menegakkan punggungnya. Kaki panjangnya tepat menendang Kiseop yang berada di sampingnya. Tangannya meninju wajah Yunho.

 

Pertarungan di mulai!

 

Berulang kali Kyuhyun menghajar Kiseop dan Yunho. Berulang kali juga Kyuhyun harus mendapatkan pukulan yang keras pada tubuhnya. Kyuhyun terengah-engah. Tenaganya terkuras habis. Mukanya sudah babak belur dan sekujur tubuhnya sudah di penuhi luka lebam. Namun ia tetap berusaha sekuat tenaga mengalahkan dua pengawal tersebut dengan sisa-sisa tenaganya. Setelah hampir 10 menit berlalu, akhirnya Kyuhyun berhasil mengalahkan kedua namja dengan badan kekar itu.

Tanpa membuang waktu, Kyuhyun segera mendorong pintu gudang tersebut. Ia berjalan dengan gontai. Dilihatnya Soo Yeon sedang tergeletak tak berdaya dengan peluh yang terlihat jelas di wajahnya.

“Soo Yeon-ah! Bertahanlah Yeonie” Kyuhyun segera menyelimuti badan polos Soo Yeon yang tidak terbungkus apapun dengan mantelnya. Diambilnya vibrator yang masih tertancap di liangnya. Digenggamnya tangan Soo Yeon.

“Opp…pa…” Panggilnya lirih. Soo Yeon tersenyum singkat lalu pingsan karena telah mengeluarkan banyak cairan

‘Gomawo oppa karena kau sudah datang’ Ucap Soo Yeon dalam hatinya

“Soo Yeon-ah… Ireona! Jebal ireona!!”

“Cho Kyuhyun, pewaris tunggal Perusahaan Cho. Lama tak jumpa” Tiba-tiba terdengar suara berat dari arah belakang.

Kyuhyun segera membalikan badannya. “Siapa kau?” Tanya Kyuhyun karena wajah namja tersebut tertutup oleh bayangan.

“Siapa aku? Perlukah kau mengetahui siapa aku sebenarnya?”

“Kutanyakan sekali lagi. Siapa kau?” Tanya Kyuhyun dengan nada sedikit membentak

Pria tersebut tertawa. “Hahaha…. Rupanya kau ingin sekali mengetahui jati diriku.” Pria itu maju beberapa langkah hingga kini wajahnya terlihat jelas oleh Kyuhyun

Pria itu menatap Kyuhyun dengan tatapan tajam. “Naega… Cho Jun Soo” Lanjutnya

Mata Kyuhyun terbelalak. “H-hyung…” Kyuhyun terbata

“Wae?” Ucapnya lirih namun masih bisa terdengar jelas di telinga Junsu a.k.a Changmin.

“Wae hyung ? Wae??” Kyuhyun terlihat frustasi. Ia tidak percaya kakaknya tega berbuat hal keji seperti itu.

“Wae? Kau masih bisa bertanya mengapa?” Ucap Changmin

“Ini semua karena dirimu. It’s all your fault!” Lanjutnya

Changmin menatap Kyuhyun dengan tatapan penuh kebencian. “Kau telah merebut semua yang ku miliki. Keluarga yang utuh, kebahagiaan, kasih sayang appa. Semua kau dapatkan dengan mudah. Tapi bagaimana denganku? Aku tidak pernah merasakan kehadiran seorang ayah dalam kehidupanku. Appa bahkan pergi meninggalkanku karena bertemu dengan eomma mu!”

“Ani hyung. Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Appa sangat menyayangimu. Bahkan disaat-saat terakhirnya, appa masih menanyakan keberadaanmu.” Ucap Kyuhyun

“Selama ini appa selalu mencarimu, hyung.” Lanjutnya

“Gotjimal! Kau pikir aku bodoh, hah? Kau pikir aku bisa tertipu dengan cerita konyolmu itu?” Ucap Changmin berusaha menyangkal

“Ani hyung, aku tidak bohong. Aku mengatakna yang sebenarnya. Appa sangat menyayangimu. Rasa cintanya padamu justru lebih besar daripada rasa cintanya padaku. Appa pernah bercerita padaku bahwa ia sangat menyesal karena telah meninggalkanmu dan eomma mu. Ia ingin kau kembali, hyung” Ucap Kyuhyun

Changmin terdiam sejenak. Kepalanya menunduk.

“Kyuhyun-ah, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?” Tanya Changmin dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Kyuhyun mengangguk, “Ne. tentu saja, hyung”

“Bolehkah aku memilikinya? Bolehkah ia menjadi miliku seutuhnya?” Tanya Changmin

Kyuhyun diam terpaku.

“Bukankah selama ini kau sudah mendapatkan semua yang kau inginkan? Sekarang, tidak bisakah aku memiliki yang satu ini? Hanya yang satu ini?” Tanya Changmin kembali

“Mianhae hyung. Aku tidak bisa. Kau boleh mengambil semua yang ku miliki, asalkan jangan dirinya”

Tangan Changmin mengepal kuat.

“Untuk apa aku merelakan orang yang ku cintai kepada orang lain sedangkan orang tersebut tidak mencintainya?”

“Aku sangat mencintainya. Rasa cintaku padanya justru lebih besar daripada rasa cintamu padanya.” Ucap Changmin sambil berusaha menahan amarahnya

Kyuhyun menggeleng. “Ani hyung, kau tidak mencintainya. Jika kau mencintainya, mengapa kau tega berbuat seperti ini padanya? Ia sama sekali tidak salah, hyung. Masalahmu adalah denganku, kau tidak perlu melibatkan dirinya”

Kepalan tangan Changmin menguat. Rahangnya mengatup keras.

“Inikah yang disebut cinta?” Lanjut Kyuhyun

“Shut up!” Changmin sudah tidak tahan lagi. Ia mengeluarkan sebuah pistol dari dalam sakunya dan mengarahkannya kearah Kyuhyun.

“Jika kau tidak bisa menutup mulutmu, maka biarlah pistol ini yang akan menutup mulutmu selama-lamanya!” Lanjutnya

Kyuhyun tersenyum singkat. “Jika itu yang kau inginkan, aku siap. Sangat siap. Tapi… bolehkah aku menanyakan suatu hal padamu untuk yang terakhir kalinya?”

“Wae?”

“Apa kau… yang memberi obat pencegah kehamilan padanya saat hari itu terjadi?”

Changmin menyeringai. “Ne. Aku yang melakukannya. Aku yang memberinya obat itu”

Merasa hal yang selama ini terus mengganjal di hatinya itu sudah terjawab, Kyuhyun segera menutup matanya, bersiap untuk menyambut sebuah timah panas menembus kepalanya. Changmin menarik pelatuk pistol yang ia pegang.

Cukup lama ia terdiam. Tangannya masih terulur ke depan, menodongkan pistol tepat searah dengan kepala Kyuhyun. Namun, tidak ada pergerakan apapun. Hanya aliran sungai kecil yang kini membasahi kedua pipinya, juga rasa sakit yang ia rasakan perlahan-lahan. Jujur didalam hatinya yang paling dalam, ia sangat menyayangi sosok yang sedang berdiri dihadapannya. Ia merindukan adik satu-satunya. Entah sejak kapan rasa sayang itu mulai muncul di dalam hatinya. Walaupun ia terus menyangkal perasaan tersebut, namun hatinya tidak bisa ia bohongi. Hatinya tetap menyayanginya sebagai seorang adik.

Tiba-tiba pintu masuk gudang terbuka. Terlihat para polisi memasuki ruangan tersebut, membentuk lingkaran dan mengepung Changmin, Kyuhyun dan Soo Yeon

DOR! DOR! DOR!

Tiga tembakan bertubi-tubi melesat dengan sempurna punggung Changmin. Kejadian itu begitu cepat hingga Kyuhyun tak sempat mencegah polisi untuk tidak melepaskan tembakannya kearah Changmin. Posisi Changmin yang sedang mengarahkan sebuah pistol tepat di hadapan Kyuhyun sudah membuat polisi menyimpulkan bahwa Changmin lah pelaku utama di balik kejadian tersebut.

“Hyung!” Jerit Kyuhyun saat melihat Changmin sudah tergeletak di lantai gudang dengan tubuh berlumuran darah. Kaki-kakinya seperti tidak bertulang, kehilangan penyanggah tubuhnya dan memaksanya berlutut tepat disamping tubuh itu.

“Hyung, bertahanlah. Kumohon” Tangannya menggenggam kuat tangan Changmin

“Mianhae… mianhae, hyung” Kyuhyun semakin menguatkan genggamannya pada tangan Changmin. Ia tidak bisa lagi menahan air matanya yang sudah tumpah membentuk aliran sungai di pipinya.

Changmin menggeleng pelan. Perlahan-lahan mengangkat tangannya dan membelai wajah adiknya. “S.. seharus… nya.. a …ku.. yang memin…ta… m… maaf.. p.. padamu” seru Changmin serak dan terbata

“K…kyu…h..yun-ah…m…mian…hae” Suara Changmin mulai melemah. Tangan Changmin yang semula membelai Kyuhyun kini terjatuh. Genggaman tangannya melemah. Perlahan ia menutup kedua matanya

Detik itu juga, kepanikan melanda diri Kyuhyun. Matanya melebar. Tangannya terulur, mengguncang-guncang tubuh Changmin kuat-kuat.

“HYUUUNG!!!! Ireona! Jebal ireona! Kumohon bertahanlah hyung, demi aku”

 

~o0o~

-Seoul Hospital-

Kyuhyun hanya duduk dan menunduk di depan ruang UGD, menangis dalam diam. Ia berdo’a agar tidak terjadi apa-apa pada hyung satu-satunya.

 

Cklek…

 

Kyuhyun langsung menoleh ke arah pintu UGD dan terlihat seorang dokter keluar dari sana.

“Bagaimana keadaan Changmin hyung?” Tanya Kyuhyun

“Anda siapa?” Tanya dokter

“Saya keluarganya” Jawab Kyuhyun

“Saat ini pasien sedang mengalami masa kritisnya. Karena kehilangan banyak darah, otaknya mengalami kerusakan. Kami tidak tahu sampai kapan ia akan sadar dari komanya.” Ucap dokter itu

“Apa ia akan selamat, dok?” Kyuhyun berusaha menahan air matanya

“Dengan kondisinya yang seperti ini, kita hanya bisa mengandalkan pada kemampuan pasien untuk sembuh. Kami sudah mencoba yang terbaik” Jelas dokter sambil memegang pundak kanan Kyuhyun lalu meninggalkan Kyuhyun.

Kaki Kyuhyun lemas, ia pun luruh ke lantai dan menangis di sana

“Hyung… mianhae… hiks..hiks… Maaf karena aku tak bisa menjagamu… hiks…hiks…Kumohon..hiks.. bertahanlah hyung” Kyuhyun terisak

Kyuhyun masuk kedalam ruang UGD itu dan terlihat Changmin masih tergeletak dan tak sadarkan diri di sana.

Kyuhyun menjatuhkan dirinya disamping Changmin. Ia menggenggam kuat tangan Changmin, “Hyung apa kau bisa mendengarku? Cepat sadarlah hyung. Kumohon, bertahanlah” Ucap Kyuhyun tepat di samping telinga Changmin.

 

~o0o~

 

Keesokan Harinya……

-Soo Yeon Pov-

Ku buka mataku perlahan saat sinar mentari pagi masuk menyilaukan mataku. Kepalaku terasa sangat berat, badanku terasa remuk semua, terutama di bagian selangkanganku ini. Aku melihat keadaan sekitar, tampak asing bagiku. Aku sadar ini bukanlah kamarku. Lalu ini kamar siapa? Sejak kapan aku berada di sini?

 

Cklek…

 

Pintu kamar terbuka. Terlihat Kyuhyun oppa membawakan sarapan untukku.

“Eo, kau sudah bangun?” Tanyanya

Aku mangangguk. “Oppa, aku dimana?” Tanyaku

“Kau ada di rumahku. Semalam kau pingsan”

Semalam? Apa yang ku lakukan semalam hingga aku bisa pingsan seperti ini? Aku mencoba mengingat kejadian semalam. Astaga! Ternyata kejadian itu bukanlah mimpi. Kupikir kejadian semalam adalah mimpi terburuk yang pernah ku alami.

-Soo Yeon Pov End-

“Kau ada di rumahku. Semalam kau pingsan” Ucap Kyuhyun sambil meletakan makanan di meja dekat kasur.

Seketika wajah Soo Yeon berubah. Wajahnya yang semula menatap Kyuhyun, kini menghadap ke bawah. Kyuhyun yang menyadari perubahan ekspresi Soo Yeon segera menanyakan keadaan Soo Yeon

“Apa kau sudah merasa baikan?” Tanya Kyuhyun khawatir

“Ne oppa. Nan gwenchana”

“Syukurlah. Sekarang, makanlah ini. Ini dapat mengembalikan staminamu kembali, dan minumlah ini agar tubuhmu terasa hangat.” Ucap Kyuhyun sambil menyerahkan semangkuk bubur dan secangkir minuman jahe.

“Ne oppa. Gomawo”

“Cheonma Yeonie” Kyuhyun mengacak puncak kepala Soo Yeon

Soo Yeon menyantap makanan tersebut dengan lahap.

“Soo Yeon-ah…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba

“Hhmm… wae oppa?” Ucap Soo Yeon tanpa melihat kearah Kyuhyun, masih terfokus pada semangkuk bubur yang ada di depannya

“Apa kau… sudah memaafkan… Changmin Hyung?” Kyuhyun bertanya dengan sangat hati-hati

Soo Yeon tak bergeming. Aktivitasnya kini terhenti.

“Changmin hyung, ia sedang koma sekarang” Lanjutnya

Mata Soo Yeon membulat. ‘Koma? Bagaimana bisa ia koma? Apa yang terjadi padanya?’ Tanyanya dalam hati.

“Malam itu, Changmin hyung tertembak oleh Polisi Choi” Jelas Kyuhyun

“Dokter mengatakan, meskipun ia sudah sadar ia tidak bisa bersaksi atas kejahatan yang dilakukannya. Karena kehilangan banyak darah, otaknya mengalami kerusakan pada sistem syarafnya. Ia tidak akan bisa mengingat kejadian-kejadian yang sudah terjadi.” Lanjutnya

Kyuhyun menatap Soo Yeon, “Aku tahu ini tidak adil bagimu. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Mianhae Yeonie, aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Karena aku, kau jadi seperti ini. Mianhae”

Soo Yeon menggeleng, “Ani oppa. Gwenchana. Aku sudah memaafkan Changmin oppa. Yang sudah berlalu, biarlah berlalu.” Soo Yeon mencoba menenangkan hati Kyuhyun meskipun sebenarnya hatinya terasa sedikit sakit melihat orang yang sudah membuatnya seperti ini tidak bisa mempertanggungjawabkan kejahatannya. Namun rasa sakit itu perlahan berubah menjadi rasa iba melihat orang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya menderita akibat perbuatan yang dilakukannya sendiri.

“Gomawo Yeonie karena sudah mengerti keadaan Changmin hyung. Aku mewakilinya untuk meminta maaf padamu”

“Sudah ku bilang oppa, aku sudah memaafkannya” Ucap Soo Yeon sambil tersenyum kearah Kyuhyun

Kyuhyun tersenyum. Lalu ia memeluk Soo Yeon. “Gomawo. Saranghae Yeonie” Bisiknya di telinga Soo Yeon

“Nado”

Mereka berpelukan cukup lama, hingga suara Soo Yeon memecahkan suasana

“Umm…oppa, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu.”

“Wae? Tanyakan saja”

“Sebenarnya… apa hubungan mu dengan Changmin oppa?”

Kyuhyun menarik nafas panjang, “Changmin hyung… dia adalah kakakku”

Seketika itu juga mata Soo Yeon membulat, “Jinjjayo?”

Kyuhyun mengangguk. “Memang status kami hanyalah saudara tiri, tapi ia sudah ku anggap sebagai kakak kandungku sendiri. Ia adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa.”

“Jika ia adalah kakakkmu, tapi kenapa nama marganya adalah Shim sedangkan kau Cho?” Tanya Soo Yeon kembali

“Nama aslinya adalah Cho Jun Soo. Lalu ia mengganti identitasnya dan hidup sebagai Shim Changmin. Tanggal lahirnya pun ia ubah agar kami tidak bisa menemukannya.” Jelas Kyuhyun

“Waeyo?”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya, “Molla. Aku juga tidak tahu apa alasannya mengganti identitasnya”

“Mungkin karena ia merasa telah dicampakkan oleh appa” Lanjut Kyuhyun

 

~o0o~

 

2 minggu kemudian…

 

At Yongnam Mental Hospital

-Kyuhyun Pov-

Changmin hyung koma selama 4 hari. Kini ia berada di Rumah Sakit Jiwa Yongnam. Sudah 10 hari ia berada di sana.

“Bagaimana perkembangan Changmin hyung, sus?” Tanyaku pada seorang perawat yang menangani Changmin hyung

“Keadaannya sudah cukup membaik. Ia sudah bisa berinteraksi dengan orang lain. Ia menceritakan hal-hal yang terjadi dalam dunia imajinasinya.” Jelas suster

-Kyuhyun Pov End-

“Keadaannya sudah cukup membaik. Ia sudah bisa berinteraksi dengan orang lain. Ia juga menceritakan hal-hal yang terjadi dalam dunia imajinasinya.” Jelas suster

Suster itu kemudian meninggalkan Kyuhyun dan Soo Yeon di dalam ruangan yang Changmin tempati.

Terlihat Changmin sedang duduk di tepi ranjang sambil melihat ke arah jendela. Beberapa kali, tangannya seolah-olah mencoba mengambil sesuatu namun ia selalu gagal. Tentu saja karena sesuatu itu hanya ada di dalam dunia imajinasinya.

Changmin menyadari kehadiran seseorang di sampingnya, ia pun menoleh ke arah Kyuhyun dan Soo Yeon.

“A-annyeong” Sapa Soo Yeon canggung.

Changmin tersenyum. Lalu Kyuhyun dan Soo Yeon mengambil kursi dan membawanya mendekat di samping Changmin.

Ketiganya sama-sama terdiam, hingga suara Soo Yeon memecahkan keheningan diantara mereka bertiga

“Cho neun Lee Soo Yeon imnida” Ucap Soo Yeon seraya menyerahkan kartu tanda penduduknya.

Changmin menatap KTP Soo Yeon dengan intens. Berkali-kali ia membolak-balik kartu KTP tersebut.

“Bagaimana keadaanmu hyung?” Tanya Kyuhyun

Changmin menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menatap Kyuhyun. “Nan gwenchana” Jawab Changmin singkat sambil tersenyum, kemudian menatap kembali KTP milik Soo Yeon

“Kurasa ia sangat menyukaimu” Bisik Kyuhyun pada Soo Yeon

“Aish… oppa” Ucap Soo Yeon sambil menyenggol lengan Kyuhyun

Mereka berdua (Kyuhyun dan Soo Yeon) tertawa, sedangkan Changmin terus menatap KTP milik Soo Yeon sambil tersenyum.

 

~o0o~

 

“Ya! Oppa, kau akan membawaku kemana?” Tanya Soo Yeon karena matanya ditutup oleh kain

“Aish.. kau ini cerewet sekali. Sudah kubilang ikuti saja aku” Ucap Kyuhyun gemas

Soo Yeon akhirnya hanya bisa diam, mengikuti semua arah yang dituntun Kyuhyun

“Stop!” Kyuhyun dan Soo Yeon berhenti

Kyuhyun melepas ikatan kain di kepala Soo Yeon yang menutupi matanya. “Sekarang kau boleh membuka matamu” Perintah Kyuhyun

Perlahan, Soo Yeon membuka matanya. “Oppa, tempat apa ini?” Ucap Soo Yeon sambil melihat-lihat keadaan sekitar. Kini ia dan Kyuhyun sedang beradadi jembatan tua yang sudah lama tak terpakai. Dari sana mereka bisa melihat seisi kota dengan mudah.

“Wae? Kau tidak suka?” Tanya Kyuhyun

Soo Yeon menggeleng cepat, “Aniyo, aku sangat menyukainya. Ini sangat indah”

Kyuhyun tersenyum. “Ada yang ingin ku tunjukan padamu”

Soo Yeon mengernyitkan dahinya.

“Berbaliklah” Perintah Kyuhyun

Soo Yeon pun mengikuti perintah Kyuhyun. Ia segera membalikan badannya.

Saat Soo Yeon membalikkan badannya, ia melihat sebuah bukit yang sangat indah dengan rumput-rumput hijau yang tumbuh di sana. Diatas rerumputan itu tumbuh berbagaimacam jenis bunga. Bunga-bunga tersebut membentuk sekelompok kata yang berbunyi ‘Will You Marry Me?

Soo Yeon menutup mulutnya karena terkejut sekaligus terharu. Saat ia membalikkan badannya menghadap Kyuhyun kembali, dilihatnya Kyuhyun sedang berlutut di hadapannya sambil menunjukan sebuah cincin.

“Soo Yeon-ah, will you marry me?” Tanya Kyuhyun

Soo Yeon terdiam sesaat. Kemudian ia menganggukan kepalanya, “Ne oppa, I will” Ucapnya sambil tersenyum malu

Kyuhyun tersenyum. Ia lalu memeluk Soo Yeon, “Saranghae Yeonie”

“Nado” Soo Yeon semakin mempererat pelukannya

“Umm… oppa” Ucap Soo Yeon tiba-tiba

“Wae?” Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap Soo Yeon dalam-dalam

“A-apa tidak apa-apa? Aku sudah melakukannya dengan orang lain. Apa kau tidak takut jika tiba-tiba aku hamil dan itu bukan anakmu?” Tanya Soo Yeon sedikit canggung

“Karena itulah ayo kita ubah menjadi anakku”

Soo Yeon mengernyitkan dahinya “Maksudmu?”

Kyuhyun mengeluarkan smirknya. Ia mendekat dan semakin dekat dengan Soo Yeon. Soo Yeon memundurkan badannya.

“A-apa yang akan kau lakukan oppa?” Ucap Soo Yeon saat punggungnya menyentuh sisi jembatan itu. Kini tubuhnya terkunci.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Soo Yeon. “Let’s make a baby, chagi” Ucap Kyuhyun tepat di samping telinga Soo Yeon

“YA!!!! OPPAAAAAAAAAA!!!!!”

THE END-

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 28/12/2013, in FF and tagged , . Bookmark the permalink. 35 Comments.

  1. Ksian bgt soo
    pi happy ending

  2. hwang hae young

    huaaaaaaa daebakkkk 😀 ceritanya keren^^ tapi kasian changmin oppa:'( btw thor itu soo yeon kuat bangettt .__.

  3. Wahh author ini ncnya daebak!!hahaha:D kasian soo yeonnya ya astaga knp changmin dkk setega itu-_- tp intinya tetap happy ending:D sequel dong thor pas mrk udh pny anak hehe:D

  4. Itu crt yg pas so yeon mmprkenalkn diri ma changmin, kyknya pernah liat d drakor dh!
    😛

  5. pas soo yeon ngenalin diri sambil kasih ktp kayak di drama ‘i miss you’..terinspirasi y thor?

    • Ben Ben's wife

      Iya, 100 buat kamu.
      Author suka banget sama film itu, jadi author bikin ff ini terinspirasi dari situ 🙂

  6. Ayunie CLOUDsweetJewel

    Aku nggak kuat baca NC-nya yang sangat sangat dan sangat HOT.

  7. Ckckck cukkhae udah dipublish !! ngomen apa ya? Yaudah deh keren ceritanya ‘-‘)6

  8. daebak….!!!
    Kau adalah yang terbaik author dalam berfantasy!!!
    I love u fantasi word!

  9. Aku kira ending nya mau sad ending,ternyata happy ending.
    Kasihan Changmin oppa,,,,,,,

  10. Nc kekerasan ini namanya… Endingnya menurut aku kurang greget,, butuh sequel… Hehehehe

  11. bagus ceritanya 😀 tapi disini sifatnya Kyu kok gak pas ya, just opini keep writing thor !!

  12. wah ceritanya sip bgt yadongnya hot .

  13. sooyeon.. kuat bener brp ronde tuh dengan beberapa namja pula.. aigoo
    akhirnya spekulasi saya di part 2 nya salah besar, trnyata changminlah yg jahat…
    kyu mianhae.. saranghae…
    ff nya akhirnya happy end.. nice ff thor 🙂

  14. gila, abis2an tu soo

  15. choi ji seok

    Sumph y thor in x nnggu ff d post smpai lumutn….tp g rugi kl ending nyntuuuhhh bngt..i like it…jiseok imnidaa

  16. Jung Sooyeon | Park Leera

    WAAAA GOOD ini daebak thor

  17. annyeong thor aku penggemar barumu hhe
    mau ikut coment ne … DAEBAK buat authornys udah bikin ff sekeren ini 🙂 thor sequel dong mazih penasaran nih sama ceritanya hhe

    • Ben Ben's wife

      Wah author udah ga punya ide lagi buat sequelnya, mian banget.
      Rencananya sih author pengen bikin ff baru, tapi mungkin agak lama soalnya author mau fokus belajar buat UN dulu. Tapi author usahain buat nyelesein ff baru ini secepatnya.

  18. pebby destiayu

    Part 1 dan 2 nya dimana? Yah aku pernah baca tapi lupa ㅠㅠ minta link dong min

  19. wah…q agak g sreg..soalnya feel rasa trauma kotor dkk kok g ada y…kesannya dia mau sama mau wkt dgudang

    • Ben Ben's wife

      Awalnya si soo yeon emang ga mau. Cuman biasanya kan kalo udah gituan suka kehilangan akal sehatnya sendiri. Otaknya ga mau, tapi badannya nuntut pengen terusin

  20. No doubt hot parah ffnya dr pertama ampe akhir buset yaampun ><

  21. syukur sma kyuhyun oppa akhirnya. … 😀

  22. Oalaahhh kasia banget soo yeon , diperkosa sama tiga orng , ksar bnget 😦 aku smpet ngira klo soo yeon sama changmin , tp trnyata tetep sama kyu 🙂 bkin sekuelnya dong thor , kyaknya seru tuh 🙂

    • Ben Ben's wife

      Wah author udah ga punya ide lagi buat sequelnya, mian banget.
      Rencananya sih author pengen bikin ff baru, tapi mungkin agak lama soalnya author mau fokus belajar buat UN dulu. Tapi author usahain buat nyelesein ff baru ini secepatnya. Di tunggu aja ne

  23. rizkaramadins

    Endingnya hot parah! Tapi daebak banget. Aaaa kyu oppa^^

  24. love jongin polepel^^

    udah ga bisa komen lagi.. Pokoknya the best banget^^

  25. ah..kyuhyun hatimu memang sungguh mulia. mau nerima so apa adanya..

  26. Mumut ByunBaek

    Iiyyy .. mengerikan

  27. nur afina agustin

    eonni ma’ af y aqu blm bisa kasi komen bnyk???
    tp nntk kalo aqu dah siap baca aqu bakalan kasi komennnnnnn….
    yg pnjang banget ??

    sekali lg ma’ af y eonni??
    yg plg cantik

    😉

  28. kayak I MISS YOU masa xD tp gapapa bagus sip saya suka

  29. Great story Thor 🙂
    I love happy ending story 😉 (y)

  30. yadong nya full banget :O
    tapi keren2 😉

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: