My Black Angel Part 3

Tittle : My Black Angel

Author : Seochoi

Cast : Kwon Jiyong, Han Hyora (OC), Ok Taecyeon

Rate : M, Series

Note : kalimat Italic adalah ucapan dalam hati

Annyeong Haseyo *Bows* akhirnya saya bisa menyelesaikan part 3 walau dengan memeras keringat, darah dan air mata *lebay :D* mudah-mudahan readers suka yaaa. Kritik dan saran sangat ditunggu. Gamsa hamnida *bows*

Han Hyora

Sudah lama aku berada diruangan ini, sampai rasanya hampir bosan, ku pandangai pantulan diriku di cermin, seperti bukan diriku, baju ini seperti memang dirancang untuk tidak menutupi pemakainya, aku tidak mengerti apa yang aku rasakan, hatiku sudah mati rasa, aku sudah lelah menangis. Apa yang akan terjadi dengan diriku? Kenapa oemma seperti ini padaku? Pertanyaan itu terus berkecamuk dipikiranku, yang semakin membuat aku pusing dan sakit hati

“Agassi sudah waktunya”

Suara pria bertuxedo hitam dengan badan besar itu semakin menambah kegugupanku,  aku tidak sanggup untuk berdiri rupanya tubuhku juga merasakan apa yang ada dalam hatiku. Tampak tidak sabaran pria itu mengamit tanganku dan setengah menyeretnya keluar. Habis sudah, aku rasa ini merupakan akhir hidupku, air mataku kembali mengalir

“eomma, mengapa melakukan ini padaku? Apakah oemma tidak sayang padaku?”

Aku membatin sedih

“Agassi, kau tidak boleh menangis, karena ini dapat merusak penampilanmu”

Suara kasar pria besar itu menyulut kemarahanku, aku mendelik padanya

“sayangnya aku tidak punya banyak uang, kalau iya sudah pasti aku sudah membelimu untuk menyenangkanku barang sehari atau dua hari”

Dia menyeringai mesum, matanya dengan kurang ajar menyapu tubuhku yang memang seperti setengah telanjang. Aku menepis tangannya kasar, ku baca papan namanya, Park Himcan

“ya memang kau tidak ditakdirkan seperti itu bukan? Dasar miskin”

Dia mengeryit tersinggung dengan perkataanku

“kau…

“apa?! Apa kau lupa apa yang Boss mu perintahkan padamu? Mengantarkan ku dan jangan membuat keributan? Kau tidak tahu apa yang bisa ku lakukan agar kau dipecat Park ssi”

Aku lihat dia seperti menahan marah padaku, aku tidak peduli. Aku sudah pada tahap bisa melakukan apa saja

“lewat sini Agassi”

Ku hembuskan nafas, well siapa yang menyangka bahwa aku akan berakhir di perlelangan Kwon Jiyong.  Pintu megah itu terbuka Ku pejamkan mataku, berharap ini semua akan cepat berakhir.

“Tuan-tuan, Tuan Kwon Jiyong mempersembahkan Gadis ini untuk dilelang kepada pelelang yang bersedia membayar dengan harga yang paling tinggi, bisa menikmati gadis ini selama satu bulan. ”

Lelaki yang sepertinya adalah MC dalam acara pelelangan ku ini menyambutku dengan kalimat pembuka. Aku di pertontonkan seperti barang, mata-mata lelaki jahanam di ruangan itu menyapu semua bagian tubuhku, pandangan ku tidak fokus, sedangkan aku merasa mereka yang berada di pelelangan ini berbisik-bisik. MC acara dengan bersemangat membeberkan segala kelebihan badaniah ku, yang  apabila aku mendengarnya dalam keadaan normal aku pasti sudah menamparnya.

“Pelengan ini akan dibuka dengan harga $ 10.000”

Aku terbelalak, dalam dollar?

“$ 11.000”

Sudah dimulai perlelangan, lalu mulailah terdengar suara sahut menyahut dalam perlelangan ini, angka tertinggi sudah mencapai $100.000.

“$100.000 satu,

“$ 1 juta”

Aku ternganga, ruangan ini pun berdengung dengan kalimat yang kebanyakan tidak percaya ada yang berani menawarku sedemikian tinggi

“Wah Lee Hyuk jae ssi, kenapa kau menawar wanita itu dengan sangat tinggi”

“karena aku percaya pada mata Kwon Jiyong ssi, barang dari dia pasti selalu bagus”

Aku terkejut, yang barusan mengatakan akan membeliku adalah Lee Hyuk jae? Pemilik SY Entertainment, salah satu Agensi terkemuka di Korea, dia tidak lebih baik dari Kwon Jiyong, banyak rumor beredar kalau dia suka tidur dengan artis yang akan diorbitkannya, dan juga dia suka menyiksa wanita.

Tuhan jangan sampai aku jatuh ketangan bajingan itu, selamatkan aku Tuhan

Aku memejamkan mata sembari berdoa

Selamatkan aku, selamatkan aku jebal

“Baiklah 1 juta satu, 1 juta dua”

Lee Hyuk jae tampak menyeringai mesum, dia mengangkat gelas winenya kepada Kwon Jiyong yang aku liat membalas dengan senyuman licik.

Dua bajingan!!!!

Pasrah sudah, sebentar lagi aku akan menjadi pemuas nafsu Lee Hyuk Jae, sekuat tenaga aku tahan air mataku agar tidak tumpah

“2 Juta”

Semua menoleh kaget pada asal suara itu, aku langsung manatap pada wajah yang seperti tidak asing bagiku. Bukankah itu Dong Yongbae salah satu sahabat Kwon Jiyong? Mengapa dia ingin ikut membeliku? Sepengetahuan  publik, Dong Youngbae sangat bertolak belakang dengan teman-temannya di Bigbang, dia religius dan well manner. Pemillik Rumah Sakit International seharusnya memiliki hati yang baik bukan? Mengapa dia mengikuti permainan Kwon Jiyong? Disebelahnya tampak Kwon Jiyong terbelalak marah

“Wuah Dong Young be ssi, mengapa kau tertarik dengan perlelangan ini?”

Suara tidak percaya berdengung seperti lebah. Suara suara diruangan itu ternyata sama dengan suara yang ada di kepalaku.

“Bahkan Taeyang ssi juga ikut perlelangan ini, mengagumkan”

Si mesum Lee Hyuk Jae juga tidak kalah terkejut

“Lee Hyuk jae ssi aku rasa hanya temanku yang memanggilku dengan sebutan itu, dan ku rasa kau bukan dari golongan itu”

Lee Hyuk jae tersenyum untuk menutupi rasa tersinggungnya

“Baiklah Dong Youngbae ssi, Aku sendiri hanya menilai gadis ini tak lebih dari $ 1 juta, tapi kalau kau menilainya lebih, aku rasa aku harus mengalah padamu”

“Terima kasih, nah bagaimana MC, kau masih mau melanjutkan acara pelelangan ini?”

MC tampak berusaha menguasai keadaaan, dia tampak membasahi tenggorokannya berulang kali

“ Baiklah sekarang nilai ini sudah diangka $ 2 juta, apakah akan ada yang menawar lagi?”

Hening

“Baiklah, $2 juta satu, $2 juta dua, $2 juta tiga, ya. Nona Han Hyora terjual kepada Tuan Dong Youngbae, Chukka hamnida Dong Youngbae ssi, Kau bisa menikmati gadis ini selama satu bulan”

Semuanya bertepuk tangan dan sang pemenang pelelangan ini Dong Youngbae menghampiriku dan menggamit tanganku. Tatapannya terlihat menyejukkan

“Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja?”

Akan baik-baik saja? Benarkah? Tapi entah mengapa aku percaya pada laki-laki ini

“Yaa Taeyang apa yang kau lakukan?

Kwon Jiyong yang marah menghampiri Dong Youngbae ssi, tanpa sadar aku beringsut  bersembunyi dipunggungnya, menyadari ini, tangannya meremas tanganku seakan memberi kekuatan. Aku tatap dia, sungguh seperti aku sudah menemukan pangeranku. Aku tidak peduli apabila ia yang mengambil keperawananku. Atau kah aku harus melayaninya selama satu bulan

“Jiyong ah bisa kita membahas ini di tempat yang lebih pribadi?’

Kwon Jiyong menatap sekelilingnya, dan sadar kalau tamu-tamunya sedang memperhatikan mereka, dia memberi isyarat kalau MC harus melanjutkan acara. Kami pun digiringnya ke suatu tempat

“Hyung”

Kang Daesung menghampiri mereka dibelakangnya mengekor Choi Seunghyun dan Lee Seunghyun, aku berada pada masalah besar

“Jangan disini daesungie, ikut aku Taeyang”

Dan disinilah aku duduk di sofa seperti pesakitan, didepanku Taeyang dan Kwon Jiyong sedang berdebat, aku merasakan Daesung dan Seungri yang duduk di sofa sebelah mencuri-curi pandang padaku

“ Kenapa kau mengikuti perlelangan ini Taeyang?”

“Memangnya ada peraturan yang mengatakan aku tidak boleh ikut?”

“Bukan hanya…

“Lalu apakah menurutmu aku harus diam saja melihat Hyuk jae bajingan mesum itu membelinya? Bukankah kau sudah tau rumor yang beredar di sekelilingnya kalau dia suka menyiksa wanitanya?”

“Itu sama sekali bukan urusanku”

“Jiyong ah, ada apa dengan mu? Kenapa kau sangat menbenci gadis ini?”

“Ibu gadis ini berutang banyak padaku, selain itu dia juga membawa lari uangku. Mengingat itu saja aku ingin membunuh wanita tua itu. Tapi  untung baginya dia sudah membuat surat yang sah secara hukum yang mengijinkan aku untuk menjual badan anak gadisnya kepada siapa saja yang berani menawarkan harga tertinggi”

“Walaupun begitu, apakah kau akan bertindak sejauh ini? benarkah”

Kwon Jiyong mendelik kesal

“Kau pasti sudah tertipu oleh wajah manis gadis ini, percaya padaku dia dan ibunya pasti sudah sering melakukan hal seperti ini. Semua wanita tidak bisa dipercaya”.

Choi Seunghyun kulihat menghela nafas, aku bingung dan juga marah, marah karena tuduhan Kwon Jiyong padaku yang tidak berdasar, bingung kenapa dia sepertinya amat sangat membenci wanita

“Oleh sebab itu aku membelinya, ambillah uangku, bukankah kau ingin uangmu kembali? Kenapa kau sangat marah?”

“Karena aku tidak suka sahabatku berurusan dengan orang macam dia!”

Sungguh tersinggung sekali, mereka membicarakan aku seolah-olah aku tidak ada. Tapi aku rasa saat ini untuk amannya aku harus tutup mulut.

“Taeyang, jangan bilang kalau kau tertarik pada jasmani gadis ini”

‘Kwon Jiyong naega jeongmal, aku hanya menyelamatkannya dari si mesum Hyuk Jae. Tidak lebih”

“kau tertarik tidak apa –apa Hyung, toh gadis ini cantik dan aduhai”

“Magnae diam!!!”

Kwon Jiyong dan Taeyang berbarengan membentak Seungri, sedang Daesung langsung memukul kepalanya, yah memang begitulah setidaknya pemikiran playboy seperti Seungri. Aku menghela nafas

Taeyang ssi jebal selamatkan aku dari Kwon Jiyong, aku mohon

“Pelelangan ini aku dis, gadis ini tidak akan aku serahkan padamu,  Taeyang dan kalian juga jangan campuri urusanku dengan gadis ini”

Kwon Jiyong menarik tanganku keluar, tampak kulihat Choi Seunghyun menenangkan Dong Youngbae. Jadi apa maksudnya ini? Apakah ini artinya aku harus melewati acara pelelangan lagi?

“Masuk”

“Igie Oddiya”

Kwon Jiyong menampakkan raut tidak senang padaku

“Kau menggunakan Banmal padaku? Kau sungguh tidak sopan. Ah lupakan ini di Pentahouse ku”

“Dan mengapa aku ada disini? Kwon Jiyong ssi?”

“Karena Aku tidak ingin kau menggoda sahabat-sahabatku dengan wajah tidak berdosamu, kita sama-sama tau kalau kau tidak layak untuk itu Han Hyora ssi”

“Bajingan kau!”

Air mataku mendesak hendak keluar, bajingan ini benar-benar menguji kesabaranku tanganku terangkat hendak menamparnya yang tentu saja bisa ia tangkap dengan mudah”

“Hendak bermain kasar? Well aku juga ingin tau mengapa Taeyang bisa jatuh pada pesonamu”

Kwon Jiyong mendaratkan bibirnya kasar pada bibirku aku terkejut dan reflek menarik diri, tapi tangannya menarik tengkukku, badannya memenjarakanku di dinding. Aku meronta-ronta tapi tampaknya tenaganya lebih besar dari milikku. Tangannya mulai meremas gundukan didadaku

Kumohon jangan,…….. lepaskan aku Kwon Jiyong ssi

Suara kain robek yang aku sadar bahwa bajingan ini sudah merobek gaunku, Airmataku mengalir deras, tangannya mulai meremas dadaku yang sudah tidak terhalang oleh pakaian

“Hmmm Payudaramu indah sekali Han Hyora ssi, Seungri benar tentang jasmanimu yang aduhai”.

Kwon Jiyong

Well memang si mungil ini tampak menggairahkan sekarang, baju dan make up memang bisa mengubah seseorang, lihatlah sekarang aku sudah melihat payudaranya dengan penuh nafsu

“Kwon Jiyong ssi Jebal jangan begini”

Aku mengulas senyum licikku, ku penjarakan kedua tangannya diatas kepalanya sehingga membuat dadanya semakin membusung, gundukan putih sintal dengan puting berwarna merah muda itu sungguh membuat aku terangsang untuk menikmatinya

“eungghhh eunggh”

Aku menyusu seperti bayi yang kehausan, tidak pernah aku kehilangan kendali seperti ini, mencumbu dada seorang wanita di dinding depan pintu masuk

Bunyi handphone membawa aku kembali ke alam nyata, ku lihat caller id

Abboji

“Yeobeseyo?”

………………

“Ne, kenapa aku harus bertemu dengan mu?”

Aku menjauhkan telingaku, laki-laki tua ini masih nyaring juga suaranya ketika membentak

“Ne agashimida”

“Well Han Hyora ssi, kita lanjutkan ini kapan-kapan oke”

Ku kecup sekilas bibir ranumnya, ku tekan beberapa tombol di Samsung Galaxy note 3 ku

“Aku harus pulang ke Seoul malam ini, siapkan  helicopter pribadiku, aku langsung ke Mansion Kwon. 20 menit lagi? Oke “

“Han Hyora, kita pulang ke Seoul”

“Nde?”

Aku menghela nafas, tidak percaya pada diriku sendiri. Mengapa nafsuku cepat tersulut hanya memandang payudaranya saja? Peraturanku sebelum melakukan hubungan badan denganku gadis-gadis itu harus melalui serangkain tes dengan para dokter pribadiku. Mengapa aku melupakan hal itu dan langsung menerkam gadis ini. Ku pandangi dia Han Hyora, kau benar-benar sesuatu. Harus aku akui bukan Han Hyora saja yang terselamatkan karena interupsi telepon dari Abboji, tapi juga diriku.

“Ganti bajumu, kau tidak mau memamerkan tubuh molekmu pada seisi dunia bukan?”

Han Hyora mendelik kesal.

“dengan apa tepatnya aku harus ganti baju? anak buahmu menyeretku kemari, dan tidak memberiku pilihan pakaian”

Aku menghembuskan nafas kesal, tampaknya umurku akan bertambah 10 tahun karena menghadapi gadis ini. Ku seret dia ke walking closet ku

“disini tampaknya ada baju yang cocok untukmu, kau carilah sendiri tapi kau ku beri waktu hanya 10 menit, karena kita akan segera pergi dalam 20 menit”.

Ku tutup pintu dengan kasar

“Dasar bajingan”

“Aku bisa dengar itu Han Hyora ssi”

SEOUL Distrik Gagnam @Mansion Kwon

Pria tua yang masih tampak gagah ini melotokan matanya padaku, raut mukanya murka sekali

“Sekarang ada apa lagi dengan mu Jiyong ah? Sudah cukup kau memberi malu pada ku dengan scandal percintaanmu, sekarang pelelangan wanita?”

Aku menghela nafas malas, mengapa pria tua ini selalu ingin menyampuri urusanku? Dan cepat sekali dia mendapatkan laporan. Apakah ada mata-matanya dalam perusahaanku?

“Waeyo? Mengapa kau selalu ikut campur urusanku Abboji?”

“Karena kau anakku, menyandang namaku. Nama yang bahkan tidak layak untuk kau pakai”

“Lalu mengapa kau masih memakaikannya? Bukankah aku sudah memintamu untuk melepaskan namamu dariku? Apa karena wanita itu tidak bisa memberikan keturunan? Sehingga mau tidak mau kau tetap harus memanggilku anak?”

“KWON JIYONG!!”

“Presdir, jangan marah ingat tekanan darahmu”

Wanita itu memengang lengan ayah dan memberi perhatian palsu, aku muak melihatnya

“Kalau tidak ada yang akan Abboji katakan lagi, aku permisi”

“Jiyong ah, jangan begitu. Ayahmu mengatakan ini demi kebaikanmu juga, semalaman ayahmu melobi beberapa media agar jangan sampai berita tentang pelelangan konyolmu itu terblow up di media, ini tidak bagus untuk image perusahaan.

Ku lirik wanita itu, Sandara Noona, kau tetap terlihat cantik. Apa kau senang berada disini? Di samping ayahku? Kukepalkan tangan frustasi

“Saham Kwon Enterprise Group tidak akan turun hanya karena itu nyonya Park.  Tenang saja kau masih akan mewarisi banyak harta ketika kau menjadi janda ayahku”.

“ANAK KURANG AJAR!!!”

Tamparan Abboji menyengat pipi kananku, ku seka darah yang menetes. Kutatap wajah murka ayah, dan wajah kaget Sandara Noona, tersenyum dingin pada mereka

“Puas? Kalau begitu aku permisi dulu”

Aku masih mendengar sumpah serapah Abboji dan suara menenangkan palsu milik Sandara Noona sewaktu aku menutup pintu ruang kerja Abboji. Ku sandarkan badanku lelah, jantungku masih berdegup kencang jika aku memandangnya. Bahagia dan sakit hati menjadi satu. Air mataku mengalir yang langsung ku usap dengan kasar. Mengapa wanita itu selalu bisa membuat aku lemah begini? Pikiranku menerawang, Sandara Noona wanita yang 4 tahun lebih tua dariku itu telah menjadi orang yanng terpenting dalam hidupku, tapi dia malah memilih ayahku. Uang dan uang hanya itu yang ada dalam fikiran para wanita. Oemma dan Sandara Noona. Karena uang oemma menjualku pada abboji, dia melepas semua hak asuhnya demi uang yang tidak sedikit. Perceraian mereka terjadi saat aku umur 10 tahun, disaat penuh luka itu aku mengenal Sandara Noona, kami tumbuh bersama, tapi ternyata dia mempunyai misi lain dia hanya menggunakanku sebagai batu loncatan untuk memenangkan hati ayah. 5 tahun sudah sejak aku melamarnya, waktu itu umurku baru 21 tahun. Tapi peristiwa itu masih terbayang jelas seperti baru kemarin terjadi.

Flash back

Taman universitas tempat biasa Jiyong dan Sandara menghabiskan waktu menunggu kuliah dimulai atau sedang berdiskusi bersama, Jiyong sedang berbaring di pangkuan Sandara

“Noona…

“Hem?”

“Ayo kita menikah”

“Wmo?”

“Aku mencintaimu, aku yakin bisa membahagiakanmu”

Sandara mengelus sayang pipi Jiyong

“Bagaimana dengan kuliahmu? Dan apakah ayahmu akan mengizinkan?”

“Aku bisa menyelesikan kuliahku tepat waktu, Abboji pasti senang kita menikah. Dia sudah menganggapmu anak sendiri Noona”

“Perkawinan bukan hanya tentang cinta Jiyong-ah”

“Aku tau, dan aku percaya diri aku bisa membahagiakanmu Noona”

Sandara tersenyum manis

“Kita lihat saja nanti”

“Jeongmal?”

Sandara mengangguk. Jiyong tersenyum senang, merasa bahwa lamarannya diterima oleh Sandara.

@Apartemen Sandara

Sandara dan Jiyong masih berciuman dengan panas, sudah tidak ada satu helai benang pun yang menutupi tubuh mereka. Mulut Jiyong bergerak turun sasarannya adalah payudara Noonanya.

“Isshh Jiyooong aargh”

Jiyong mengisap rakus payudara Sandara, desahan Sandara membuat dia semakin bernafsu dan mengakibatkan juniornya semakin membesar

“sshhh shhh eegh ehgg”

Desisan Sandara semakin menjadi ketika Jiyong menjilat perut ratanya. Lidah Jiyong menusuk pusar Sandara yang membuat Sandara menjambak rambut Jiyong gemas, menyuruh tanpa suara untuk melanjutkan aksinya.mulut Jiyong menemukan vagina Sandara yang sudah basah, tangannnya membuka liang kenikmatan itu sehingga tampak klitorisnya lidah Jiyong langsung menggigit dan mengisap

“Arrrgh Ji Jiyong aaah arrgh “

Pinggul Sandara terangkat seakan menginginkan lebih, Jiyong semakin bersemangat dalam mengisap klitoris Noonanya.

“Jiyong aaah aku aaah”

Sandara park ogasme, Jiyong tanpa jijik langsung menjilatnya, mereka berciuman kembali, junior Jiyong sudah siap untuk memasuki vagina sandara, Sandara melebarkan kedua kakinya supaya memudahkan penetrasi ini.

“ooohh  aaarghhh appoooo”

Walau sudah melakukan berkali-kali tetap saja Sandara merasa kesakitan karena Junior Jiyong memang besar. Mungkin ini diturunkan oleh mama Jiyong yang orang Amerika. Mereka saling bertatapan, Jiyong mencium kening Sandara dengan mesra

“bergeraklah sayang”

“neee Noona”

Sandara memukul punggung Jiyong dengan main-main mereka tertawa saat Jiyong memulai bergerak dalam diri Sandara, canda itu tidak bertahan lama diganti dengan desahan dan jeritan

“Shhhh Shhh Jiyong lebih cepat”

‘Arrg ehhheeem ssh”

Jiyong seperti kesetanan dalam memompa Sandara, bunyi decakan dari bertemunya alat kelamin mereka memenuhi kamar apartemen Sandara. Ketika dirasa akan Orgasme, cepat-cepat Jiyong menarik Juniornya dari lubang kenikmatan Sandara, dia menumpahkan spermanya di perut Sandara, ini permintaan Sandara karena dia tidak mau hamil. Jiyong yang waktu itu dibutakan oleh cinta tidak tau kalau Noona nya juga meminum pil pencegah kehamilan, Jiyong berpikir alasan Sandara tidak mau hamil masuk akal, karena ayahnya termasuk orang yang kolot, Jiyong tidak mau ayahnya memandang rendah pada Noonanya. Toh Sandara cepat atau lambat akan menjadi istrinya. Memikirkan ini Jiyong tersenyum dan menarik selimut untuk mereka berdua

“Tidurlah Noona”

Dipeluknya Noonanya, hati Jiyong membucah gembira, karena Jiyong berpikir Noonanya sudah menerima lamarannya.  Yang dia tidak tahu sebulan kemudian dia harus menahan diri untuk tidak membunuh ayahnya yang sedang mengikat janji dengan Noona yang sangat dicintainya. Mereka menikah. Entah berapa banyak botol minuman yang dihabiskan oleh Jiyong pada malam pengantin ayah dan noonanya. Dan berapa banyak percobaan bunuh diri yang dilewatinya. Choi Seunghyun adalah saksi hidup untuk semua ini. Sampai akhirnya Jiyong sadar, untuk membalas dendam pada Noonanya hanya dengan satu cara dia harus lebih sukses dari ayahnya. Dan ternyata Tuhan memang adil disinilah dia sekarang dengan GD Corpnya dan Noona tersayang hingga saat ini tidak bisa memberikan keturunan kepada ayahnya. Tampaknya pil anti hamil itu membuat komplikasi Pada rahim Sandara Park

Flash back End

Aku hampiri Han Hyora yang sedang menunggu di ruang tamu kami

“Kita pergi”

“Apa yang……?

Tidak ku pedulikan tatapan bertanya Han Hyora, ku seret dia yang ingin aku lakukan adalah secepatnya pergi dari tempat terkutuk ini. Kepala pelayan dan Bodyguard ayah terbungkuk-bungkuk mengucapkan salam perpisahan kepadaku

“Jogiyo”

“Wmo!”

“Gwenchanayo?”

“Wae?”

“Pipi kananmu tampak memerah”

“Bukan urusanmu”

“tapi kalau tidak segera diobati akan bengkak dulu pernah ibuku……

“Apa kau secerewet ini? Sudah ku bilang ini bukan urusanmu”

Diam

“Tadi Aku mendengar teriakan dari dalam, apakah tadi itu Ayahmu? Dia marah padamu”

“Han Hyora ssi……

“Seharusnya kalau orang tua marah kau cukup minta maaf

“Jeongmal… Yaaa, apa kita sedekat itu, sampai kau menasehatiku bagaimana caraku berhubungan dengan orang tuaku? Cih hubungan dengan ibumu saja kau tidak becus, kalau kalian memang dekat kenapa sampai ibumu menjualmu?”

Han Hyora terlihat sakit hati, itu mematik sedikit penyesalan dalam hatiku yang buru-buru ku tepis, siapa suruh gadis ini terlalu ikut campur

“Kau memang bajingan bengis dan dingin Kwo Jiyong ssi”

“Hah benarkah? Selamat kau akhirnya tau”

“Ibuku memang menjualku padamu, tapi itu tidak membuatmu tampak lebih baik, menurut rumor bukankah ibumu juga meninggalkanmu demi uang ayahmu?”

Wajahku seketika menggelap gadis ini benar benar sudah melampui batas. Ku hentikan mobil secara tiba-tiba sehingga membuat wajahnya hampir menabrak dashboard

“Apa yang…?

“Turun!!!”

“nde?”

“Turun kataku”

“Kwon Jiyong ssi? Benarkah kau akan menurunkanku di jalanan yang sepi ini? Bagaimana bisa aku sampai ke pusat kota? Disini sepertinya tidak ada kendaraan umum”

“Memangnya aku peduli? Kau baru mengatakan bahwa aku adalah bajingan bengis dan dingin. Sekarang kau sedang melihat salah satu contoh kebengisanku. TURUN!”

Han Hyora menutup pintu mobilku dengan kasar. Tanpa menunggu lama aku langsung menggas mobilku kencang meninggalkan gadis itu dibelakang. Kulirik kaca spion dia masih menatap kepergianku

Sebersit rasa khawatir menyelinap dihatiku, apakah ia akan baik-baik saja? Tapi itu semua pantas untuk ketidak sopanannya

“Kepala Pelayan Lee ini aku Jiyong, tolong kau hubungi Taksi Gagnam, katakan ada seorang penumpang yang harus diantar, alamat rumahnya aku tidak tau nanti supir taksi  bisa bertanya sendiri padanya. Seorang gadis di tepi jalan. Sekitar 2 KM dari rumah. Kirim tagihannya ke kantor ku…… Iya segera”

Setidaknya aku mencarikan tumpangan kembali ke rumahnya. Aku tidak sebengis itu bukan Nona Han Hyora? Hah sepertinya aku butuh minum

 

OK Taecyeon

Aku paling malas jika harus beramah tamah dengan para politisi tadi, tapi siapa suruh komandan Park sakit sehingga aku yang harus menghadiri ramah tamah di kediaman Jaksa Choi. Huh benar-benar kumpulan orang munafik, didepan saling berlomba memuji, sedangkan dibelakang saling berlomba menjatuhkan. Aku yang tidak pernah tertarik dengan politik seperti itu, aku hanya ingin bekerja mengabdi pada negara dan bekerja sebaik mungkin

“Huft untung rapat ramah tamahnya cepat selesai, eh siapa itu? Siapa yang berdiri di tepi jalan? Hantu atau manusia?”

Ku hentikan laju mobil dan kuturunkan jendalanya, sepertinya wajahnya tidak asing

“Jogiyo…”

“Nde?”

Seorang gadis ternyata, wajahnya menyiratkan rasa curiga yang kemudian berubah menjadi pengharapan, dia melompat menghampiri ku

“Oh Kepala Polisi Ok, kau masih ingat padaku bukan?”

Ku cari wajah gadis ini dalam memoriku

“Ah … bukankah kau?”

“Iya, aku Han Hyora, gadis yang waktu itu mengamuk dalam kantor polisimu”

Ah aku ingat sekarang, tapi mengapa gadis ini berada di jalan ini sendirian?

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Kau hendak menuju Insadong? Bolehkan aku menumpang?”

Han Hyora menampakkkan wajah memohon dan menangkupkan tangannya didadanya, siapa yang bisa menolak gadis manis ini? Aku tersenyum memberi isyarat dengan kepala menyuruh dia masuk

“Terima kasih Kepala Polisi Ok”

“Apa yang kau lakukan disini?”

Diam

“Ada yang kau kenal disini?”

“Bisa dibilang begitu”

Tampaknya gadis ini menyembunyikan sesuatu, tapi walau aku cukup penasaran kenalan macam apa yang dipunyai gadis mungil ini tapi aku memutuskan untuk  membiarkannya karena terus terang kami belum sedekat itu, dan juga aku tidak ingin dibilang orang yang suka ikut campur

“Kepala Polisi Ok?”

“Oeh?”

“Bisakah kau membangunku kalau kau sudah sampai di Insadong? Aku nanti bisa mencari halte bis tujuan rumahku. Aku ingin tidur dulu kalau boleh”

Wajahnya tampak letih, aku tidak tega aku putuskan untuk mengantarnya sampai rumahnya, ketika ku tanya alamat rumahnya gadis mungil ini tampak terkejut

“Tidak usah Kepala Polisi Ok, aku tidak ingin merepotkan mu lebih jauh lagi, sesampai di Insadong, aku bisa mencari Halte Bis”

“Aku bersikeras Nona Han, aku tidak pernah membiarkan gadis pulang sendirian selarut ini”

Han Hyora melirik jam di dashboard

“yah walau masih jam 9 tapi menurutku ini sudah larut, aku harus melihat dengan mataku sendiri kalau kau sudah aman dirumahku, kalau tidak aku akan uring-uringan sendiri di apartemenku”.

“Ah dan jangan membantah, aku orang yang tidak ska dibantah, dan kau tahu tidak ada orang yang menang apabila adu argumen denganku. Jadi terima saja”.

Han Hyora tampak tersipu yang membuat degup jantungku berdetak sedikit lebih cepat

“Aku menunggu alamatmu”

Dia menyebutkan alamat rumahnya, ku ulangi sekali lagi, orang bilang akku mempunyai ingatan fotografis, karena itu sewaktu Han Hyora menawarkan untuk menuliskan alamatku, dengan sedikit sombong aku bilang sudah mengingatnya

“Nah silahkan tidur, Han Hyora ssi”

“Gamsa Hamnida, neomu jeongmal Gamsa hamnida Kepala Polisi Ok”

Dia membungkukkan badannya berulang kali sehingga membuat aku risih, ku lihat tampak air mata menggenangi mata indahnya, hey apa yang terjadi dengan gadis mungil ini? Hingga bantuan kecil seperti ini membuatnya begitu terharu?

“Apa kau perlu selimut?”

Han Hyora menggeleng, dia pun tertidur. Ku lirik dia, gadis yang manis. Dan  kesunyian mengantarkan ku menembus jalan Gagnam menuju Insadong

“Han Hyora ssi, Han Hyora ssi”

mimpinya. Terpaksa ku guncang lembut bahunya

“Hem?”

Han Hyora mengucek matanya enggan

“Ada Apa Kepala Polisi Ok?”

“Kita sudah sampai Agashi, benar ini rumahmu?”

Han Hyora yang  belum sadar benar memicinngkan matanya sambil melihat sekeliling

“Tampaknya iya”

“Tampaknya?”

Aku tersenyum geli mendengarnya

“Kepala polisi Ok, terima kasih”

Aku mengangguk

“Senang bisa membantu’

Han Hyora tampak berkutat membuka self beltnya. Tiba-tiba gerakannya terhenti

“ah Jam”

“waegure Han Hyo ra ssi?

“Maukah kau masuk ke rumahku kepala Polisi Ok?

“Ne?”

Dia tampak bersemu merah, mungkin dia mengartikan lain raut terkejutku

“kau sudah menolongku, mengantarkan ku ke rumah, akan tidak sopan, kalau kau tidak minum teh di rumahku. Anggap saja ucapan terima kasih”

Ku pandangi wajah gadis ini, well singgah kerumahnya bukanlah hal buruk, toh aku juga akan pulang ke apertemenku yang kosong dan sendirian disana, berbincang sebentar dengan gadis ini tampaknya akan menyenangkan

“Kenapa tidak?”

“Jeongmal?”

“Asal kau tau aku butuh lebih dari sekedar teh, kue kue akan lebih membantu”

Aku mengedipkan mataku, sejenak Han Hora terpana, lalu mendengar aku tertawa dia pun ikut tertawa sadar ucapanku tadi hanya bercanda

“Tenang saja Kepala Polisi Ok, di rumahku menyediakan bukan hanya teh”

Kami pun beriringan berjalan menaiki loteng menuju rumahnya

“Rumahmu diatas sini?”

“Ne?”

“Mengapa? Terlalu sederhana ya?”.

Aku menggeleng

“Han Hyora ssi, bisakah kau jangan memanggilku kepala Polisi Ok, aku seperti berada di kantor polisi saja”

Sambil membuka kunci rumahnya Han Hyora tertawa

“Lalu kau ingin di panggil apa? Aku bahkan tidak tau nama mu?”

“Ok Taecyeon, namaku Ok Taecyeon”

“Ne Taecyeon ssi, silahkan masuk ke rumahku”

Rumahnya tampak kecil, mungkin ini pengaruh dari tubuh besarku

“Cah silahkan duduk Taecyeon ssi, sebentar aku buatkan teh untuk mu dulu”

Aku mengangguk, lalu Han Hyora mulai sibuk didapur yang sebetulnya jaraknya hanya 5  kaki dari tempat aku duduk, rupanya dapur dan ruang ini menjadi satu. Ku edarkan pandanganku, apartemen ini hanya memiliki satu kamar tidur, aku mengenali kamar itu dengan gantungan boneka yang ada di depan pintu masuk. Didinding tampak foto keluarga,wajah laki-laki dalam foto itu tampak tidak asing.  Ku lihat lebih dekat

“Itu Eomma dan appaku”

“Ne?” oh Han Hyora ssi mianhe, wajah Appamu tampak tidak asing bagiku, sehingga aku memutuskan untuk melihat dengan lebih dekat”

“Gwenchana”

Han Hyora menyungginggkan senyum manisnya, dia maklum akan rasa penasaranku mungkin disebabkan karena profesiku. Han Hyora tampaknya sudah menyelasaikan apapun itu di dapur, tampak diatas meja dua gelas teh dan kue kering

“Silahkan di cicipi Taecyeon ssi”

“oh? Oeh”

Kami minum dalam hening

“Han Hyora ssi?”

“Ne?”

“Di mana orang tuamu?”

Han Hyora terdiam sejenak sebelum menjawab

“Ayahku sudah meninggal sekitar 4 bulan yang lalu”

“Aku turut berduka cita”

Han Hyora tersenyum lalu kemudian menambahkan

“Ibu ku kabur dari rumah”

“Wmo?! Eh mianhe Han Hyora ssi”

Dia menggeleng seolah reaksiku adalah hal yang wajar baginya

“Bukannya ibu mu….

“Taecyeon ssi, kau bilang wajah appaku tampak tidak asing bagimu, memangnya kenapa?”

Han Hyora tampaknya tidak ingin membahas ibunya, aku tersenyum maklum

“Entah sepertinya aku pernah melihat wajahnya, kalau boleh tau siapa nama ayahmu?”

“Han Myung soo”

Aku mengulangnya dalam hati, nama ini sepertinya tidak asing bagiku, kemudian ingatan itu menghampiriku

“Ada apa Taecyeon ssi? Wajahmu terlihat aneh”

“Tidak apa-apa, aaf aku mungkin tidak sopan menanyakan ini, tapi apakah kau punya no yang bisa ku hubungi?”

Han Hyora menggeleng

“Bukannya aku tidak ingin memberi no hpku padamu, tapi besok aku berkeinginan untuk menjual hpku untuk sewa rumah ini”

“Baiklah, tapi apa kau ada seseorang yang bisa ku hubungi kalau ingin menghubungimu?”

“Aku biasanya menggunankan no tlp Taeyon Ahjumma, dia pemilik apartemen ku ini”

“Baiklah, boleh aku tahu nomornya”

Han Hyora menyebutkan beberapa angka, yang langsung aku catat dalam hpku

“Geundae, mengapa tampaknya kau bersikeras menanyakan no yang bisa dihubungi olehmu, apakah ada sesuatu Taecyeon ssi”

Ada sesuatu yang berhubungan dengan nama ayah gadis ini, suatu kasus yang tidak bisa ditembus, tapi melihat wajah cemas Han Hyora aku tidak bisa mengatakannya, toh semuanya juga belum pasti. Aku tersenyum menenangkan

“Tidak ada apa-apa, hanya mengecek saja karena kau tinggal sendirian. Cah ini nomorku jangan ragu menghubungiku kalau kau ada kesulitan”.

“Taecyeon ssi, “

Wajah Han Hyora memerah

“anggap saja sekarang aku pelindungmu”

“Wmo, Mengapa berkata seperti itu?”

Han Hyora tersenyum malu-malu

“karena sepertinya aku mulai suka padamu Han Hyora ssi”

Mata Han Hyora terbelalak, terkejut mendengar pengakuanku, kecanggungan meliputi kami, aku pun tertawa untuk mencairkan suasana. Tak lama dia pun tertawa bersamaku

“Sense Humormu beda Taecyeon ssi”

“Benarkah? Orang memang bilang kalau aku ini membosankan. Tapi kita tidak bisa membahagiakan semua orang bukan”

Aku mengangkat bahu, dan b ersiap untuk pamit

“Aku pergi dulu, dan Han Hyora ssi, aku bersungguh-sungguh soal hubungi aku disaat darurat, kapanpun itu”

Dia mengangguk semburat merah kembali menghiasi pipinya, gosh gadis ini benar-benar manis. Dia mengantarku sampai ke mobil, dan melambai dengan semangat kepadaku. Kulirik dia dari kaca spion

Han Hyora aku juga bersungguh-sungguh sewaktu berkata kalau aku mulai menyukaimu, dan aku sangat ingin menjadi malaikat pelindungmu

TBC

 

Posted on 06/01/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 44 Comments.

  1. omo so sweet

  2. finally publish juga niih lanjutannya🙂 makin bagus ceritanya. dan kek nya hyora bakalan jd rebutan jiyong ama taecyeon niih #soktaw haahaa😀
    next jgn lama2 yaa thor !! heehee ^^v

  3. Keren!!!!
    Ntar jiyong suka kan sama hyora?
    Nggak saabar nunggu part selanjutnya!!

  4. omo keyennnnn …..

    udah lama bolak balik nunggu ni ff gak publish” eh akhirnya hari ini pas ngecek eh ada seneng banget ampe teriak” gak jelas …

    keran daebak tapi masih belum tahu alurnya bakalan kemana ?

    ditunggu kelanjutannya jangan lama” ya thor
    ^^

  5. Kereennn.. (y)
    Udh lma nih nunggu buat liat klnjtan ff ini..🙂
    di tunggu next part x ya thor..😉

  6. Aaaaa akhirnya dilanjutin >.<
    Next next

  7. Gokil keren,min jgn lama2 part selanjut na…..jeballlll

  8. Baru baca 1 chap ini… kereen

  9. bru jga bca, next part thor hehe. . .

  10. Lanjot…
    Next please!!

  11. wah law jiyong tau bsa marah tu dia ma Ok

  12. Makin keren cerita nya..
    Authormin jangan lama2 ya post part 4 nya..
    Fighting🙂

  13. Terima kasih buat para Readers yang sudah baca dan juga meluangkan waktu untuk memberikan komentar. terus terang aku kurang puas dengan part ini, waktu dibaca ulang seharusnya bisa lebih bagus lagi *jadi gregetan sendiri* semoga next part bisa lebih baik lagi. Alasan mengapa lama partnya aku publish karena aku ingin ff ku sewajar mungkin sehingga tidak membingungkan yang membaca, kalau masih ada kekurangan aku mohon maaf.

    Untuk Part 4 sepertinya akan agak lama, karena dewa ide untuk My Black Angel sedang izin cuti😀, dan aku juga sedang mengerjakan project ff one shoot lainnya dan beberapa serial, jadi mohon dukungannya

    Kalau ingin ngobrol dengan ku *pede* bisa follow twitterku @Seochoi1 beritahu aku nanti aku folbek😀. juga bisa kunjungi blogku di http://www.myfffavorit.wordpress.com walau blogku jauh dari bagus he he he

    Sekali lagi terima kasih untuk semua yang sudah membaca… love u😀

  14. Makin seru,,,
    Lanjut thor

  15. byunieee ^_^

    thor sebenernya itu mwo apa wmo si thor aku jdi bingung ?

  16. yang benar adalah mwo, maaf salah

  17. Tobias nagma

    So sweet

  18. lanjutin cepet ya thor..manis banget ceritanya..
    saya suka saya suka..
    tapi aku masih ribet sama hubungan GD n Sandara eoni nih..
    mereka tuh awalnya emng kencan atau GD bertepuk sebelah tangan yah selama ini..

  19. sebenarnya ad ap (?) knp tmbh lg mslhnya

  20. Author ffnya semakin seru aja, penasaran apa yang akan terjadi sama hyora selanjutnya. Ditunggu part selanjutnya, jangan lama-lama yaw😀

  21. LiaHeechul_elf

    Next next… Part ini aku tunggu2 berbulan2…

  22. keren banget hahaha
    jiyoung dingin banget ya tp aku suka karakter nya
    ak tunggu lanjutannya thor
    gomawo

  23. Authornim bisa aja neh bikin yg baca jd geregetan hehehe
    Inget pesen saya y dr jauh2 hari sblm ff ini dipublish “happy ending” itu harus..
    Hehehe klo perlu tambahan ide bisa call aq thor..🙂
    Tar aq bantuin lg deh cari ide ff nya:)
    Sukses y thorrr
    Fighting…

  24. Ceritanya makin seru aja ^^ Penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

  25. Trnyata sandra nikah sama ayahnya jiyong toh ,, pantes jiyong benci banget sama perepmpuan ,, ciee ciiee taecyeon mulai suka sama hyora , :)kyaknya taec tau sesuatu tntang ayahnya hyora deh , kira2 apaa tuh ??? Dtunggu lanjutannya🙂

  26. gak sabar kelanjutannya

  27. kereeeeennnn
    jalan ceritanya beda aja, ngak yerlalu ribet tp juga ngak tlalu simpel

  28. lanjutannya jgn lama2 yak

  29. lanjutin dong,,,,,,,,,,

  30. Keren ceritanyaaa!!
    Di tunggu next chapternyaa!!😀😀

  31. Oya, thor naro cerita ini di nckoreanff.wordpress juga ya? Klo di sana part ini jadi part 2, pas lihat disini ada part 3, kirain lanjutannya, hehehe… Keren deh ceritanya, ditunggu lanjutannya ya

  32. Ya..
    Sama aja..
    Thor..
    Ayo dutunggu kelanjutannya…!! >,<

  33. wah ini aku tunggu nih kelanjutannya..
    oke fighting author! semoga ga lama2 bgt part 4 nya

  34. Lanjutannya donk. Pnasaran bgt.

  35. ini part sblumnya juga digabung ya thor??

    jdi kayanya pnjang banget..

    oh ya thor q dulu pnah baca FF yg authornya seochoi,,,Tpi q lupa jdulnya dan katanya mau dibkin sequel…
    Tpi pas q mau buka korean nc ga bsa dibuka,,;yg castnya kyu thor..
    yg kyu dewa,,,trus tiba”dia jdi atasan yeoja yg udah mlakukan”itu” lho..

    gumawo

  36. lanjutin donk ff ya penasaran banget nihh ama kelanjutannya

  37. Lanjuuuuut thor. Jangan lama-lama donnkk

  38. 😦 lnjutannya kpan nie d post? Ap end d sni aj?

  39. aduh akhirnya ff ini di publish lg :’ next chapnya jangan lama lama ya author hehe. meskipun jiyong kasar sm hyora tp aku tetep pgn hyora sm jiyong

  40. ceritanya kereeeen
    penasaran nih,. siapa si black angel tu
    haha
    di tunggu kelanjutannya….
    #tiapharislalubukanihfanfic
    #ngarepkelanjutannya
    hehe

  41. Jiyong oppa jahat banget -.-
    Ditunggu banget next chapternya ^^

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: