He is my memory, You are my future (Sequel “save me baby”)

himchan ff nc

Cast : Kim Himchan (BAP)

          Park Jaehee(oc)

          Choi Minki a.k.a Ren(Nuest)

Genre : NC17+,Yadong

Author : M_shimato

Holla….author comeback lagi kali ini dengan sequel dari Save me Baby, btw gomawo buat yg udah mau baca FF sebelumnya jg udah mau ninggalin comentnya ^^.Cus…kali ini author bawa si namja cantik salah satu personil nuest, buat kalian fansnya ren sorry ya biasnya author pinjem soalnya cuma ren yg cucok sama imaginasi author hehehe… and mianhe klo ceritanya ini rada maksa plus sedikit gaje ^_^ okay dech cus…aja tanpa banyak bacot. Jangan lupa RCL-nya kalo abis baca ya…and please don’t plagiat cz ini murni dari pemikiran author ^^.

Warning typo bertebaran dimana-mana.

 

PRAANGGG…..

Kaca-kaca kecil berhamburan dari figura yg kini sudah tidak berbentuk lagi karna membentur lantai, jaehee,himchan dan yura  mereka saling berpandangan terkejut. Hari ini calon pasangan pengantin itu tengah mengadakan fitting gaun yg akan di gunakan di acara pernikahan meraka 2minggu lagi.

“aigo..mianhe..mianhe..jaehee-ssi…aku tidak hati-hati hingga terlepas…”yura segera buka suara mencoba menetralisir keadaan yg hening, jaehee tidak merespon dia masih memandang photonya bersama himchan dengan beberapa pecahan kaca yg kini berserakan di lantai, wajahnya terlihat sedikit gusar. Bukan karna kaca yg pecah tapi seperti sebuah firasat yg kurang baik yg akan terjadi.

“sudahlah yura-ah..ini bukan kesalahanmu, tadi mungkin jaehee juga tidak siap jadi tergelincir, kau masih punya figura yg lain bukan?” tukas himchan merasa tak enak hati karna jaehee juga sedari tadi diam tak menyahut.

“ah..ne..ne..tentu saja aku akan mengambilkan yg baru, jaehee-ssi…kau..”guman yura menggantung sambil menatap jaehee. Himchan membelai wajah jaehee membuat gadis itu terlonjak kaget dia lalu fokus kembali menatap yura yg sepertinya sangat menyesal dengan insiden barusan.

“ye…ah…tidak apa- apa aku juga yg salah yura-ssi, tanganku terlalu gugup barang kali” jaehee mencoba untuk tersenyum walaupun sebenarnya hatinya masih berdebar-debar. semoga ini bukan pertanda buruk

 

 

*Himchan pov*

 

Semenjak sepulang dari tempat yura untuk fitting baju pengantin kami, jaehee lebih banyak diam seakan memikirkan sesuatu. Ku hampiri dia yg tengah berada ruang tengah sambil menonton tv, tapi pandangannya juga tak sepenuhnya fokus pada siaran yg sedang berlangsung.

“apa yg sedang kau pikirkan honey?”. Dia mendongak saat aku melingkarkan tanganku ke lehernya dan menyandarkan gaduku di sela pundaknya.

“aniyo..oppa..tidak ada apa-apa,waeyo?”. Dusta jaehee, mungkin dia tak ingin aku khawatir tapi tetap saja jaehee tidak bisa membohongiku, sorot matanya seakan bicara jika ada hal yg sedang dia pikirkan. Aku lalu beralih ikut duduk di sampingnya, kulingkarkan tanganku ke bahunya serta menggiringnya untuk semakin mendekat dalam dekapanku.Dia lalu menyandarkan kepalanya di dadaku, aku mencium puncak kepalanya sekilas dan mengusap pelan lengan kirinya, membuatnya merasa senyaman mungkin.

“jangan bohong padaku, aku tahu ada hal sedang kau pikirkan, semenjak dari tempat yura tadi kau selalu saja melamun,katakana apa yg membebanimu?”. Aku mendengarnya mendesah pelan,tangan kirinya lalu menggapai jari-jari tangan kananku menelusupkan nya di sela-selanya.

“entahlah oppa..aku hanya takut jika sesuatu hal buruk terjadi, aku juga tak tahu kenapa aku setakut ini sekarang”. Aku tersenyum simpul mendengar jawabannya barusan, senang, tentu saja aku senang bukankah itu berarti jika jaehee sangat mencintaiku.

“tak ada yg perlu kau takutkan,semua akan baik-baik saja kita akan memulai hidup kita yg baru hanya ada kau dan aku bukankah itu hal yg baik?”

“eum…aku tahu…tapi aku takut kau tiba-tiba berubah pikiran,bagaimana jika kau tiba-tiba saja meninggalkan aku di altar”

“hahahaha…kau jangan bercanda honey…aku malah takut kau yg melakukan hal itu”

“apa maksudmu?” , jaehee bangkit dari pelukanku dan memandangku dengan tatapan sendu, ah sepertinya aku salah bicara.

“eoh…itu..tentang hal itu..aku takut jika kau…”. Aku tak sempat meneruskan ucapanku karna jaehee segera menghambur dalam pelukanku

“cukup..aku tak ingin mendengar hal itu,bukankah kita sudah berjanji untuk tidak membahas hal itu lagi, jangan buat aku semakin takut, aku tidak mau”. Aku hanya diam kaku, suaranya yg sedikit serak pertanda jika dia kini sedang menangis, aku juga bisa mendengar dengan baik jika jaehee terisak pelan, bodoh kau himchan kenapa kau membuat gadismu menangis tak seharusnya kau mengatakan hal yg sudah lama kau kubur. Kurutuki diriku sendiri karna kebodohan yg baru saja aku buat.

“mianhe..uljima…aku salah honey…aku janji tidak membahas hal itu lagi, uljima” ku raih wajahnya agar menatap kearahku, aku bisa melihat dengan jelas bulir-bulir bening itu menganak sungai menuruni pipinya, ku seka dengan lembut sisa-sisa airmatanya, ku kecup kilat bibirnya, aku tak ingin melihat jaehee menagis, hal itu seakan mengiris hatiku sendiri.

“jangan katakan hal itu lagi”

“eum…aku tahu mianhe..itu takkan terulang lagi honey”

 

*Author Pov*

 

Hiasan pita juga bunga mawar putih menghiasi sebuah gerja kecil yg ada di pinggiran kota seoul, beberapa orang dengan setelan jas tengah bersiap di dalam gereja, di depan altar himchan sudah menanti jaehee yg tengah berjalan dengan pengiring nya. Hari ini adalah hari yg sangat di nantikan oleh himchan dan juga jaehee, keduanya sebentar lagi akan resmi sebagai sepasang suami istri, tak banyak memang yg menghadiri pernikahan mereka hanya berberapa kerabat dan juga sahabat saja yg di undang karna himchan dan jaehee ingin suasana yg sederhana dan sakral

“Hari ini kita akan menjadi saksi bagi pasangan ini untuk mengucap janji setia di hadapan Tuhan, dan aku persilahkan jika da di antara kalian yg tidak setuju untuk mengatakan, karna jika ada yg mengatakan tidak setuju setelah mereka berucap janji maka itu akan jadi dosa karna apa yg sudah di persatukan di hadapan Tuhan hal itu tidak bisa di pisahkan oleh manusia” ujar sang pendeta sebelum memulai membacakan janji untuk himchan dan juga jaehee tapi tak ada menunjukan ketidak setujuannya semua setuju dengan apa yg jaehee dan juga himchan lakukan. Kemudian pendeta tadi membacakan sumpah yg di ikuti masing-masing oleh himchan juga jaehee secara bergantian. Suara riuh dari para tamu undangan menyoraki himchan untuk segera mencium jaehee setelah selesai mengucapkan janji pernikahan mereka, dengan sedikit malu akhirnya himchan mencium kilat bibir jaehee semua orang disana bersorak gembira, tapi di deretan bangku paling luar dekat pintu ada sepasang mata yg menatap tajam kearah pasangan pengantin baru itu, sosok cantik berambut pirang blonde itu hanya tersenyum kecut, buku-buku tangannya tampak mengeras ketika dia mengepalkan tangannya“seharusnya kau tak melakukan ini chanie, seharusnya kau bersamaku, jika aku tak bisa memilikimu maka orang lain pun tidak”

****

 

“Hoah..hyung selamat ya..akhirnya kau menikah juga aku kira kau akan jadi perjaka tua hahaha” ledek daehyun sembari memeluk himchan di sertai tawa puas. Ya, sehabis acara tadi mereka langsung menuju salah satu kebun yg ada di gereja yg sudah di sulap sedemikian rupa hingga dengan nuansa garden party.

“yak…dasar kau ini”

“jangan dengarkan dia himchan-ah….kau daehyun diam berisik” cibir yura pada suaminya dehyun yg langsung beringsut menyingkir takut, tentu saja daehyun itu termasuk dalam rombongan suami yg takut akan istrinya sendiri.

‘selamat ya..akhirnya kalian menikah juga, huaa,,,jaehee kau ternyata benar-benar cantik aku rasa himchan harus ekstra menjagamu agar tidak di lirik namja lain” lanjut yura lagi sambil tertawa renyah

“gomawo yura-ssi..jangan begitu kau terlalu berlebihan” sahut jaehee malu mendengar pujian yura barusan

“sepertinya aku setuju dengan pendapatmu yura-ah..aku harus ekstra hati-hati agar namja lain tidak tebar pesona dengan istriku, benarkan kan honey”

“kau ini apa-apaan oppa” jaehee tertunduk malu dengan candaan himchan dan juga yura, tapi dengan cepat himchan mengecup pipi istrinya dan semakin membuat jaehee malu, pipinya kini merona bak udang rebus

“ya..kalau kalian mau bermesraan nanti malam saja jangan disini” cibir daehyun

“haisssh..kau jung daehyun lebih baik kau makan saja dari pada berkomentar terus” sahut himchan sambil memasang wajah pura-pura kesal.

“kalau itu tidak usah kau suruh aku pasti akan melakukannya, kajja yeobo kita habiskan makanan disini”

“kau mengerikan jung daehyun”. Himchan dan jaehee hanya bisa tertawa melihat tingkah konyol pasangan Jung barusan. Mereka berdua kini kembali sibuk menerima tamu yg memberikan ucapan selamat, banyak yg memuji himchan jika dia begitu beruntung bisa menikah dengan wanita cantik seperti jaehee.

DEEEGGG…..

Jantung himchan seakan mau lompat dari tempatnya saat matanya menangkap sosok berambut pirang blonde yg tengah tersenyum sambil berjalan menuju arahya, rasanya seakan ada jutaan volt yg mengaliri tubuhnya. Nafasnya semakin tercekat saat jarak diantara mereka hanyalah tinggal 500meter saja.

“Long time no see kim himchan”

“himchan oppa, nuguya?” bisik jaehee pada suaminya yg masih kaget mendapati sosok dari masa lalunya yg sudah lama ia kubur kini sosok itu tengah berdiri tepat di hadapannya.

“ah…annyeonghaseo…aku teman himchan sewaktu di eropa, namaku ren” namja tadi langsung memperkenalkan diri pada jaehee karna himchan sama sekali tidak memberikan respon sama sekali.

“ah..teman himchan rupanya, annyeonghaseo jaehee, park jaehee imnida”jaehee balik memperkenalkan dirinya sambil berguman dalam hati “dia namjakan?kenapa wajahnya cantik sekali, aku saja mungkin kalah cantik dari dia” namja tadi langsung menjabat uluran tangan jaehee sebagai tanda perkenalan sedang himchan masih diam menatap kaku pada sosok bernama ren tadi.

“ah…selamat ya kau sudah resmi jadi nyonya kim sekarang, Chanie…apa kau tidak rindu dengan teman lamamu ini?kenapa kau mengacuhkanku dan tidak memberi kabar jika kau akan menikah, jahat sekali” . jaehee yg tidak tau apa-apa hanya menatap heran suaminya yg hanya diam tak memberi respon apapun, dia ingin sekali bertanya tapi di saat yg bersamaan juga yura memanggilnya untuk di kenalkan pada tamu yg lain mau tidak mau jaehee pergi menemani tamu yg lain, meninggalkan himchan dan juga ren yg masih saling pandang namun dengan tatapan yg sangat sulit di artikan.

“apa yg kau inginkan minki, untuk apa kau kemari” himchan akhirnya buka suara setelah jaehee pergi bersama yura, pandangan himchan masih tak teralih pada sosok namja berwajah cantik di hadapannya ini.

“apa begitu caramu menyambut kekasihmu sendiri eum?sepertinya kau banyak berubah sekarang, kaujauh lebih tampan sayang”. Sambung namja bernama ren tadi sambil mencoba membelai wajah himchan, tapi dengan segera himchan menepis tangan namja tersebut.

“jaga bicaramu, kita sudah tidak punya hubungan apapun kau dan aku sudah lama berakhir” geram himchan kesal, sambil sesekali melirik kerah jaehee yg tengah sibuk berbincang dengan para tamu yg lain,sama halnya dengan ren namja itu juga mengikuti arah pandang himchan sambil tersenyum sinis.

“apa istrimu sudah tahu siapa kau yg sebenarnya?kira-kira bagaimana reaksinya jika tahu masa lalumu?aku rasa dia gadis yg sangat polos”

“kau jangan berani mengusik jaehee, atau kau akan menyesal minki” ucap himchan ketus penuh ancaman, tapi nyatanya namja itu hanya tertawa mengejek dia lalu memeluk himchan,yg tidak bereaksi apapun antara kaget dan juga akut membuat keributan karna jaehee kini sedang menatap kearah mereka

“selamat ya..kekasihku sudah punya mainan baru, tapi kita lihat seberapa kuat kau akan mampu bertahan chanie” bisik ren lebih seperti sebuah desahan di telinga himchan sambil mengulum singkat daun telingga namja itu yg sontak membuat matanya membulat kaget dengan perlakuan yg barusan di dapatnya.

“oppa…”. Tegur jaehee yg kini sudah kembali menghampiri himchan dan juga ren, sambil memandang binggung pada kedua sosok tadi, ren lalu menepuk-nepuk punngung himchan dan segera pamit tak lupa member salam pada jaehee.

“selamat ya..dan semoga hidup kalian menyenangkan kedepannya”

**********

 

*Jaehee pov*

 

Ku rebahkan tubuhku keatas ranjang, tubuhku rasanya lelah sekali, setelah acara resepsi sederhana tadi siang sore hari himchan langsung membawaku ke Jeju, dia ternyata sudah memesan salah satu kamar resort rupanya.

“kau lelah?” aku segera bangkit dari tidurku saat himchan kembali menyusulku kedalam kamar, seusai mengisi keperluan registrasi.Aku hanya tersenyum lemah kearahnya, sejujurnya ku sangat lelah.Dia lalu mengusap kepalaku dan mengecup keningku.

“jika kau lelah tidurlah dulu”
“aniyo…aku tak apa-apa, kau sendiri?”

“mianhe…kau sedikit ada urusan honey, patner perusahaanku ternyata dia sedang berada di resort ini juga, tadi aku bertemu dia di lobi dan mengajakku untuk minum kopi sambil membicarakn tentang proyek yg akan di langsungkan bulan depan, eotte?”. Himcahn tertunduk lesu di hadapanku, sebenarnya aku cukup kecewa bagaimana bisa saat liburan seperti ini masih saja di ganggu dengan urusan kerja, tapi ya sudahlah lagi pula ini kan hanya minum kopi saja aku rasa tidak apa,lagi pula kami masih berada di resort dan tempat yg sama.

“eum…begitu…ya sudah tidak apa, kau temani saja dulu rekan bisnismu itu aku juga tidak ingin jika kau nanti dapat masalah, lagipula hanya minum kopi buka?” sahutku sambil mencoba tersenyum, walaupun terpaksa.

“kau yakin honey?jika kau keberatan aku bisa membatalkan ajakannya”

“aku tidak apa-apa, lagi pula ake lelah aku rasa aku ingin tidur dulu”

“eum…baiklah..kalau kau lapar pesan saja makanan jangan menungguku arasseo”

“ne…ne..tuan kim”

CHUUUPPPP

“saranghae” himchan mengecupku singkat sebelum benar-benar pergi.Fiuh…sepertinya aku harus bersabar mulai sekarang, menjadi nyonya kim itu tidak lah mudah,bulan madu macam apa ini.

*Author Pov*

Sinar matahari pagi mulai menelusup dari celah jendel sedikit terbuka, Jaehee gadis itu perlahan mulai menggeliat bangun dari tidurnya, cukup nyenyak sepertinya karna dia sama sekali tidak menyadari kapan sang suami kembali tadi malam, terlalu lelah mungkin.

“kapan dia kembali” guman jaehee lirih sembari memandang sosok himchan yg masih terlelap tidur, wajahnya terlihat sangat damai.

“apa aku begitu tampan nyonya kim?”goda himchan sambil tersenyum nakal tanpa membuka matanya, dia seakan sadar jika tadi jaehee tengah mengamati wajahnya kagum. Jaehee tidak menyahut sama sekali tapi dia memilih untuk segera bangkit dari posisi tidurnya, sedetik kemudian niat itu urung mana kala himchan sudah menindih tubuh mungilnya dan mencengkeram kedua tangannya. Himchan menatap intens tepat di sepasang manik hitam milik jaehee, jantung gadis itu berdebar sangat cepat sebagai respon kegugupannya. Bagaimana tidak sorot mata himchan membuatnya seakan terhipnotis kedalam dunia yg sama sekali tak dapat di jelaskan oleh akal sehatnya, perlahan tangan kanan himchan mulai mengelus pelan pipi jaehee, dia masih terus menatap wajah gadis yg sekarang berstatus sebagai istrinya, kagum sekaligus senang karna sekarang ini dia telah memiliki jaehee sepenuhnya.

“lepaskan aku himchan-ah” pinta jaehee sambil terus mencoba bergerak lepas dari cengkraman himchan tapi nyatanya namja itu terlalu kuat untuk ukuran tubuhnya yg terbilang mungil.

“wae?kau mau kemana honey?tidak kah kau merindukan suamimu ini?aku merindukanmu” guman himchan lagi tepat di telinga jaehee yg lebih terdengar seperti sebuah desahan. Bulu kuduknya meremang geli saat hembusan nafas hangat himchan mengelitik,darah jaehee kembali berdesir kecang ketika himchan kembali memainkan bibirnya dengan mengulum cepat daun telinga milik jaehee lidah himchan juga sempat bermain sebentar di kulit leher jaehee hingga menimbulkan sensasi dingin. Himchan kembali lagi menatap intens wajah jaehee, gadis itu kini memilih untuk membuang pandangannya kearah lain guna mengalihkan rasa gugupnya. Tapi himchan tak hilang akal dia meraih dagu jaehee hingga kini kembali matanya menatap kearah himchan.

Chuuup….Bibir himchan mendarat di bibir jaehee, dia mengulum lembut bibir chery milik jaehee di kecupnya bagian atas dan bawah secara bergantian, tangannya pun kini meraih tangan jaehee menuntun agar mengalungkan ke leher miliknya, salah satu tangannya kini di lingkarkan ke pinggang jaehee, hingga membuat jarak mereka semakin dekat ciuman himchan yg mulanya lembut kini mulai berubah jadi lumatan kasar, lidah himchan menelusup dalam mulut jaehee. Lidah mereka berdua pun saling beradu menghisap satu sama lain, nafas jaehee sedikit tersendat karna kewalahan mengimbangi ciuman himchan.Himchan menyudahi ciuman panas mereka dan segera menyingkap selimut yg menutupi tubuh jaehee,matanya seolah terbius dengan pemandangan yg tersuguh dari tubuh jaehee yg ada di bawahnya

“apa kau tadi malam ingin menggodaku eoh?” goda himchan sambil memandang genit jaehee yg hanya menatap polos ucapan himchan

“apa maksudmu?”

“kenapa berpakaian seperti ini?”Jaehee baru teringat jika semalam dia memakai lingeri berwarna hitam kombinasi merah hadiah dari yura, lingeri itu memang terlihat seksi, bahannya yg sangat tipis menerawang tak bisa menyembunyikan lekuk tubuh milik jaehee dengan sempurna, bahkan G-string yg di pakainya tercetak sangat jelas.

“eum..itu…aku…”

“aku apa?kau tahu honey..kau terlihat sexy..aku menyukainya” Pipi jaehee serasa panas mendengar perkataan himchan barusan, rona merah jelas menghias di kedua pipinya. Sensasi dingin kembali terasa di kulit jaehee mana kala himchan kembali lagi memainkan lidahnya menyusuri kulit leher  jaehee, di lumatnya pelan hingga sukses menghasilkan bercak kemerahan yg bentuknya tak beraturan, puas dengan hasil karyanya himchan kembali lagi melumat ganas bibir jaehee lidahnya juga tak sungkan untuk terus menelusup kedalam mulut jaehee membelit lidah sang empunya dan saling bertukar saliva, tangan himchan pun dengan cekatan menurunkan tali lingeri tipis dari pundak sang istri hingga kini gundukan kenyal milik jaehee itu tak tertutup sehelai benang pun, sembari terus melumat, jari jemari milik namja bermata kucing itu membelai lembut nipple jaehee, mencubit gemas, sampai membuat pemiliknya mendesah karna perlakuan himchan barusan.

“aahh….hiimchan…assshhhh…” jaehee kembali mendesah hebat saat himchan beralih mengulum niplenya dan terkadang menggigit gemas, tangan satunya juga tak di biarkan menganggur dengan terus memainkan satu payurada jaehee,keringat mulai membanjiri pelipis jaehee karna darahnya serasa mendidih menerima perlakuan himchan barusan.

“himmchan…acchhh…oggfff…jebal…..” desah jaehee lagi ketika satu tangan milik himchan berpindah membelai perut rata jaehee kemudian perlahan turun hingga sampai ke bagaian sensitive milik jaehee, bibir himchan pun tak hentin-hentinya untuk melumat payudara jaehee sambil sesekali berpindah ke leher,bahu ,mengecupi tiap jengkal kulit mulus jaehee, bercak-bercak merah juga kini menghiasi kulit jaehee akibat perbuatan himchan tadi.Jaehee menggenggam erat pinggiran sprei saat 2 jari himchan menelusup ke bagian sensitifnya, bergerak dengan pelan namun intens, semakin lama gerakan jarinya pun semakin cepat, jaehee seolah merasakan sensasi yg teramat nikmat, peluh masih terus membanjir di tubuhnya karna menahan gejolak dalam tubuh, punggungnya sedikit melengkung saat himchan terus-terusan mempercepat kocokan jari tanngannya dan lenguhan panjang itupun keluar dari mulut jaehee nafasnya masih tersengal lelah karna klimaks yg dia dapat.

“stttt…hmmmppptt….” Jaehee terus mendesah saat himchan menyesap sisa-sisa cairan jaehee yg baru saja keluar. Sambil mengerling nakal himchan menatap jaehee yg masih mengatur nafas, di usapnya bulir keringat yg ada di dahi istrinya dan lalu kembali lagi mengecup bibir jaehee lembut. Tangan himchan kemudian menuntun jari jemari jaehee untuk menyentuh area terlarangnya. Jaehee segera menurut apa yg di inginkan himchan, dia lalu melucuti pakaian yg masih ada di tubuh suaminya hingga kini tak sehelai benangpun yg masih bertengger di tubuh himchan, jaehee segera meraih batang milik himchan yg sudah menegang sempurna.Diremasnya lembut sambil mengocok pelan membuat himchan ikut mendesah lirih menerima perlakuan jaehee. Himchan menutup matanya menahan kenikmatan saat jaehee mengulum batangnya, tangan kanan himchan mengelus sayang puncak kepala jaehee, sambil sesekali beralih meraih payudara jaehee yg menganggur.

“aacchh…faster honey” racau himchan lagi, jaeheepun langsung menuruti apa yg di pinta himchan dia segera mempercepat kulumannya, suara desahan himchan kini mendominasi kamar. Sedetik kemudian himchan segera beralih meraih tubuh jaehee dan membaringkannya di atas ranjang, jaehee hanya menatap binggung himchan karna dia belum menyelesaikan tugasnya.

“aku akan menyia-nyiakan itu keluar begitu saja honey..aku ingin  kim junior”. Blusssh….pipi jaehee kembali memerah dengan ucapan himchan barusan.

“AArrrgghh….hagggg….” erang jaehee tertahan saat himchan tanpa aba-aba langsung menghujam batangnya kedalam rahim jaehee,tangan jaehee mencengkeram erat lengan himchan karna dia sedikit merasakan sakit karna tindakan himchan yg tiba-biba. Tapi itu hanyalah sepersekian detik karna rasa sakit itu sudah berganti dengan rasa nikmat yg teramat sangat. Himchan kembali lagi melumat bibir jaehee sambil terus menggerakkan pinggulnya menghujam tubuh jaehee, lama-kelamaan gerakannya makin cepat dan tak beraturan.

“aach…acch…eeummpptt….hiimmchan…”

“panggil oppa…honey…pang..gil…oppaa…”

“eummppttt…oppa…hiimchan oppa….” Racau jaehee kenikmatan,himchan pun seakan terangsang dengan jaehee yg memanggil namanya, dia semakin cepat menggenjot tubuh jaehee.Hingga sedetik kemudian keduanya ambruk karna klimaks yg sudah di raih, dengan nafas yg masih tersengal himchan meraih jaehee kedalam pelukannya sambil mengecup dahi jaehee menyudahi morning sex mereka pagi ini.

******

Ren, namja berwajah cantik bak yeoja itu tengah memainkan busur dari paran trow,dia tersenyum paksa saat kembali mengingat kejadian tadi malam saat himchan datang menemuinya. Yah, sebenarnya himcha tak menemui rekan bisnis seperti yg dia katakana pada jaehee tapi dia menemui ren.

Flasback

“aku merindukanmu” ren menggelayut manja di lengan himchan yg hanya duduk diam di sofa,dia sesungghya tak begitu suka dengan kelakuan ren saat ini tapi juga tak berniat menghindari namja dari masalalunya karna dia ingin semua berakhir hari ini. Kini tangan ren pun mulai berani mengelus wajah himchan tanganya mulai bermain di anak kancing paling atas kemeja himchan, tapi dengan cepat himchan menepis tanggan ren yg hendak membuka kancing kemejanya.

“cukup minki, kau tidak bisa terus mengganggu hidupku,kita sudah tidak punya hubungan sama sekali” tandas himchan sambil menatap ren yg terdiam kaku, kaget. Dia terlalu kaget dengan ucapan himchan barusan.

“kau masih marah padaku karna aku dulu bermain dengan jimmy bukan?aku tahu kau menghindariku karna kau marahkan, di hatimu masih ada aku.aku yakin itu”

“aku sudah melupakan hal itu minki,aku sudah menikah dengan gadis yg aku cintai,mungkin dulu aku menyukaimu tapi saat ini semua berbeda ada gadis lain yg membuatku sadar akan arti cinta itu sesungguhnya, mianhe…” himchan lalu beranjak dari duduknya, dia tidak ingin lagi berlama-lama di tempat ini.

GRREEBBB…..

Ren segera memeluk tubuh himchan dari belakang melingkarkan tangannya di pinggang namja yg hanya bisa diam mematung karna kaget dengan perlakuan ren barusan.

“mianhe…mianhe…aku tidak bisa tanpamu chanie…aku mencintaimu…tidakkah kau tahu jika hatiku sakit melihatmu dengan orang lain” guman ren lagi masih dengan memeluk tubuh himchan serta menyandarkan kepalanya di punggung kekar milik himchan.

“mianhe..minki…jika aku menyakitimu, tapi apa yg kita lakukan dulu itu salah,aku tidak bisa memungkiri kau pernah ada di dalam hidupku dulu tapi itu hanya sebuah kenangan masa lalu, aku punya kehidupan yg baru saat ini dan aku juga tidak bisa menyakiti orang yg sangat aku cintai,kau dan aku sudah berakhir karna tak seharusnya hubungan kita itu ada,mianhe”. Himchan melepaskan paksa pelukan ren dan berlalu meninggalkan kamar tersebut sementara ren hanya bisa memandang kepergian himchan dengan nanar, hatinya seakan tertohok dengan ucapan namja yg kini sudah menghilang dari pandangannya.

FlasbackOFF

“kau selamanya milikku kim himchan, aku sangat mencintaimu apa kau tahu itu hah…,jika aku tidak bisa memilikimu maka orang lain juga tak akan bisa memilikimu”. Ren lalu melemparkan busur panah kecil tadi kepapan trow dan tepat mengenai sasaran sebuah photo yg sengaja tertempel disana, photo jaehee saat pernikahan, seringai mengerikan pun muncul dari bibir namja tadi saat lemparannya tepat kearah sasaran.

 

*Jaehee Pov*

 

Aku baru saja hendak merebahkan tubuhku setelah kembali terlebih dahulu kekamar setelah hari ini himchan mengajaku berkeliling pulau jeju sementara dia masih berada di lobi karna tadi bertemu dengan teman lamanya yg katanya dari jepang, tapi niat tadi ku urung karna ada yg mengetuk pintu. Dengan langkah yg sedikit malas karna memang aku sangat lelah mau tidak mau aku beranjak juga, tapi apa yg aku dapat nyatanya aku tidak menemukan apapun, hanya sebuah box kecil yg tertinggal di depan pintu

“apa ini?” gumanku pelan sembari meraih box kecil tadi, aku menoleh ke kanan dan kekiri mencari siapa yg meninggalkan box tadi, tapi nihil. Aku kembali masuk kedalam,sedikit ragu dengan isinya aku pun membuka bungkusan box berwarna coklat tadi. Bukankah ini ponsel milik himchan yg hilang beberapa hari lalu, aku terus memandang benda berwarna hitam di dalam box tadi,ada secarik kertas di bawah ponsel, aku pun dengan segera membuka lipatan kertas tadi.

Aku hanya mengembalikan apa milik himchan yg tertinggal di kamarku kemarin, bagaimana rasanya saat malam pertamamu nyatanya suamimu malah pergi meningalkanmu?apa himchan mengatakan kalau dia menemui rekan bisnisnya?bukankah aneh saat bulan madu dan malah memilih menemani rekan bisnis?suami macam apa itu?jika kau ingin tahu siapa aku datanglah ke kamar 507.

Mataku membulat, kepalaku seakan mau pecah membaca surat barusan. Bagaimana bisa orang ini tahu,jadi himchan berbohong padaku malam itu?lalu siapa yg dia temui sebenarnya. Aku segera berlari keluar kamar guna menuju kamar yg di katakana dalam surat tadi, aku ingin tahu sendiri bukan dari mulut himchan karna bisa jadi dia akan berbohong padaku.

“Siapa kau sebenarnya, apa yg kau tau tentang suamiku,apa hubunganmu dengan himchan?”

 

*Himchan Pov*

 

Aku segera berlari menuju kamarku sesudah mendapat pesan singkat dari minki beberapa menit yg lalu.

Flash

Aku sudah mengembalikan ponselmu yg tertinggal, istrimu sepertinya tidak tahu jika kemarin kau menemuiku jadi anggap saja aku berbaik hati membantumu mengatakan padanya.

“honey…sayang….jaehee-a…”aku mencari jaehee di seluruh kamar sambil memanggil dia tapi aku tak mendapatinya sama sekali, mataku lalu beralih pada box coklat yg tergelak di atas meja. Aku mengeram pelan saat membaca secarik kertas yg ada disana. Tanpa pikir lagi aku langsung berlari menyusul jaehee.

Minki kau seharusnya tak melakukan itu, kau benar-benar sakit minki”

 

*Author pov*

 

Jaehee akhirnya sampai juga di kamar 507 seperti yg tertulis di surat yg tadi di bacanya, dengan sedikit ragu jaehee mulai mengetuk pintu yg sedikit terbuka karna sepertinya sengaja tidak di kunci, sadar tidak ada yg menyahut jaehee pun menerobos masuk. Matanya mulai liar mencari sosok yg entah siapa sesungguhnya itu, hingga dia menangkap satu obyek photo di salah satu figura kecil di atas nakas dekat tempat tidur. Jaehee sedikit terperanjat begitu melihat photo yg ada di dalam figura tadi.

“kau sudah datang eoh” jaehee berbaik melihat sumber suara yg ada di belakangnya

“kau…ren…apakau….”

“wae?ya..aku ren atau lebih tepatnya minki, choi minki apa chanie…ah..maksudku himchan dia bilang kalau kami saling mencintai” potong ren sambil menyeringai aneh kearah jaehee

“ya, aku tahu tentang itu aku juga tau siapa minki, kau jadi kau yg membuat himchan masuk ke dalam dunia menjijikkan itu”

Pllaaaakk…. Ren mendorong dan mulai melayangkan tangannya kepipi jaehee hingga membuat buat jaehee terhuyung jatuh,ada bercak darah di sela bibir jaehee.

“menjijikkan katamu?kau tahu apa tentang perasaanku dan himchan eoh?kau ini hanya bahan percobaan himchan aku tahu di hatinya masih ada aku,kau takkan bisa menggantikan aku karna himchan selamanya milikku” maki ren lagi dengan suara yg lebih tinggi.

“kau gila…kau bukan mencintainya tapi kau terobsesi “ balas jaehee garang

Braakk…..Suara dari arah pintu yg di buka paksa mengalihkan pandangan minki dan juga jaehee, himchan dia tanpa aba-aba langsung melayangkan tinjunya kearah ren hingga namja itu jatuh tersungkur, gurat emosi jelas tersirat dari sosor mata himchan ketika melihat sosok ren juga bekas kemerahan yg ada di pipi jaehee bekas tamparan minki.Himchan segera menghampiri jaehee yg terduduk di lantai

“ gwenchana honey?” himchan memandang jaehee khawatir apalagi dengan bagian bibir jaehee yg robek. Jaehee hanya menggeleng tanda dia baik-baik saja.Himchan kembali menghampiri ren yg sudah bangun dari posisi sebelumnya,tangan himchan segera meraih kerah baju ren sambil memandang penuh intimidasi ke sosok namja cantik di depannya.

“kau..jika sekali lagi kau berani mengusik istriku aku pastikan kau akan menyesal minki”

“cih…menjijikkan,berhentilah bersikap seolah-olah kau namja normal chanie..kau….kau bahkan tak tahu apa yg kau lakukan ini sebuah kesalahan, kau tak seharusnya bersama wanita itu kau harusnya bersamaku, tidak ada yg mengerti dirimu sebaik aku chanie”. Mendengar ucapan minki barusan dia hanya bisa memandang kasihan, dia tidak mengira jika ren bisa bicara seperti ini. Namja ini seperti terlalu terobsesi akan dirinya.

“jangan bicara seolah kau paling mengenalku minki, kau dan aku kita tak bisa bersama, hubungan kita suatu kesalahan. Kita sudah berakhir, jangan pernah mengusik hidupku lagi atau kau akan menyesal nanti”. Himchan melepaskan cengkramannya lalu menghampiri jaehee yg masih diam terduduk mengamati adegan yg serasa seperti drama, dia tak ingin ikut campur dengan tindakan yg di ambil himchan..

“kajja…kita pergi dari sini honey” himchan segera membantu jaehee berdiri dan menopang tubuh jaehee yg kelihatan kaget dengan apa yg barusan terjadi,tapi langkah mereka yg baru sejengkal terpaksa berhenti ketika ren dengan segera menodongkan sebuah pistol kearah himhcan.

“apa yg kaulakukan” pekik jaehee terkejut dengan minki yg ada di depannya juga himchan sembari menodongkan pistol kearah mereka.

“minki hentikan apa kau gila” sahut himchan lagi

“Jika kau tidak bisa aku miliki maka orang lainpun tidak”

 

Door…Door…

 

“Oppa….!!!!”

 

4minggu kemudian

 

Jaehee membenahi letak selimut hangat ditubuh himchan kemudian duduk tempat di sebuah bangku taman di area rumah sakit. Sore ini jaehee membawa himchan berjalan-jalan keluar karna suaminya terus merengek kebosanan di kamar rumah sakit. Ya,ini  4 minggu sudah sejak insiden di penemabakan yg di lakukan ren di jeju,masih lekat dalam ingatan jaehee bagaimana ren tanpa rasa takut menekan pelatuk benda berwarna hitam itu hingga memuntahkan peluru yg menghujam tepat di perut himchan hingga membuat suaminya hampir meregang nyawa dan bagaimana dengan bodohnya ren juga menghujamkan peluru itu ke kepalanya sendiri. Ren, selepas menembak himchan dia mencoba buruh diri, dan malang tindakannya itu memang langsung berujung pada kematiannya, sedang himchan walaupun harus melewati masa kritis nyawanya masih bisa tertolong.

“udara di luar memang lebih baik” guman himchan sembari menghirup udara sebanyak dia bisa, sementara jaehee tersenyum melihat tingkah suaminya

“bagaimana apa oppa masih merasa sakit?”

“eummm..sepertinya tidak ini semua berkat suster jaehee yg selalu menjagaku” goda himchan lagi sembari tertawa.

“kau ada-ada saja oppa,tapi sejujurnya aku senang dengan oppa sakit begini karna aku punya lebih banyak waktu dengan oppa”

“aigo…apa kau bercanda aku bahkan hampir mati tapi kau malah senang istri macam apa itu” canda himchan sambil pura-pura merajuk kesal

“apa oppa kira aku tidak takut kemarin saat oppa tidak sadarkan diri selama seminggu, aku bahkan tidak berani membayangkannya lagi”

“mianhe..karna sudah membuatmu khawatir, honey..apa kau marah dengan minki mengingat apa yg sudah dia lakukan padaku juga kau beberapa waktu lalu”. Ujar himchan lagi sambil meraih jari jemari milik jaehee

“bohong  jika aku tidak marah apalagi melihat keadaan oppa kemarin tapi ketika aku pikir lagi aku malah kasihan dengan dia, di bahkan harus kehilangan nyawanya karna sebuah obsesi yg tidak seharusnya ada,oppa bahkan jauh lebih beruntung karna oppa masih selamat dan ada aku, sementara dia, bahkan yg aku dengar di hari pemakamanya tidak ada keluarga yg datang bukankah itu sangat menyedihkan”

“eum…begitu,aku juga merasa bersalah pada minki andai saja aku dan dia dulu tidak berhubungan mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi,dia mungkin  masih bisa hidup sekarang ini”

“jangan menyalahkan diri oppa, kita tidak pernah tahu takdir itu akan seperti apa akhirnya, semua sekarang sudah berakhir.”

“ya…aku tahu itu biarlah semua itu jadi masa lalu dan terkubur bersama minki, sekarang yg terpenting adalah hidup kita sekarang, hanya kau dan aku bukankah begitu” tukas himchan lagi

“siapa bilang hanya kau dan aku, apa kau tidak mau menghitung calon junior kim, appa macam apa kau ini oppa” dengus jaehee sambil mempoutkan bibir.

“mwo?jinjja…jadi akita akan punya junior?benar honey” ucap himchan lagi tak percaya tapi juga berharap jika hal itu benar adanya.

“ne…ne…kau akan jadi appa, kata dokter usianya baru 2minggu”

 

“aigo…berarti masih harus menunggu  8bulan hingga aku bertemu dengan aegy lama sekali”

“oppa kira itu seperti pesanan ayam goreng yg hanya menunggu 10menit langsung di antar ada-ada saja”

“hahaha…tidak apa kalau lama asal nanti kita punya aegy kembar, twins…twins…” goda himchan sambil mengerling genit ke jaehee

“Mwo?dasar sinting”

 

Minki memang pernah ada dalam hidupku, satu kisah kelam dalam perjalanan ku selama di dunia, tapi aku juga tidak ingin memungkiri hal itu, karna jika tidak ada minki dalam garis hidupku aku mungkin tidak akan pernah bisa bertemu denganmu park jaehee, kau yg mengubahku untuk menjadi lebih baik lagi, bahkan kau bisa menerima segala hal buruk tentangku di masa lalu, sepertinya memang Tuhan telah kehilangan satu angel di surga hinga tersesat di bumi dan angel itu adalah kau Park jaehee, kaulah hidupku sekarang._Himchan

 

END.

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 09/01/2014, in OS and tagged . Bookmark the permalink. 26 Comments.

  1. fauziyyah rahma s

    daebakk!! 😀

  2. Untung himchan g mati
    😛

  3. Untung himchan oppa msih hidup….
    Jdi happy ending deh….
    Ksian minki,waktu pemakamannya keluarganya gk ada yg dtg

    FOR ALL DAEBAKK~~~!!!!!! ^_^” 🙂 🙂 😉 😉 :*

  4. kyaaa!!!!
    ada kim junior chukae keren thor

  5. Seneng dech ªđª sequel ini..dan berakhir happy end..dtunggu story lainnya

  6. aaahhh! Ini kereeennnn

  7. author..tau aja.. klo aku suka happy ending.

  8. Keren banget,,, jadi terhura /?

  9. Nathalie park

    Ksian minki,emank cinta dan obsesi itu beda tipis..tp untunglh jaehee bs trz d’smping himcan dgn nerima smua kisah masa lalu’y himcan..

  10. Bagus ceritanya,,,sebenernya kasihan juga sih sama minki” sebenernya perasaannya enggk salah hanya saja pada siapa dia memiliki perasaan itu yang salah,,tapi sukurlah akirnya kisah cinta himchan sama jaehee berakir hepy ending

  11. Bagus ceritanya,,,sebenernya kasihan juga sih sama minki” sebenernya perasaannya enggk salah hanya saja pada siapa dia memiliki perasaan itu yang salah,,tapi sukurlah akirnya kisah cinta himchan sama jaehee berakir heppy ending

  12. so sweet salut buat jaehee 🙂

  13. suka suka banget ..
    thor bikin yang daehyun dong atau yg yongguk versi berandalan gitu kan keren thor …………
    yah malah request .. pokonya daebak lh ……..

  14. keren bgt ni crita bnyak plajaran yg bsa di ambil huwaa need squel thor

  15. keren

  16. aigoo…
    daebak thor..
    ngena bgt d hati…
    ↖(^ω^)↗↖(^ω^)↗

  17. Ceritanya Kerrenn(y)
    Tpi aku gk tau cerita save me baby-nya:(

  18. Kiraiin himchannya meninggal : ,,untung happy ending 🙂 tp kasian minki 😦 dtunggu crita lainnya ? thor 🙂

  19. Hoho happy ending is my favorite..
    Bagus thor cerita nya ^^

  20. Daebak :))

  21. cerita’a bagus, aku suka..
    thor bisa req ga’? castnya Daehyun ato Youngjae ne (^_^v)

    di tunggu next storynya ya

  22. ChiEtty Romlah K-Popers

    Oohhh jadi Minki nyaa itu Ren, huwaahhhh ampe segitunya yaa Ren, ff nya daebakkk! Yesss happyy ending ^^

  23. himJahat x si ren. Dah tau himchan gx suka lg ma dia masih jha di paksa.
    Ceritanya seru bigit
    ….

    ..

  24. Itu usia kandungannya salah .-.
    Kan himchan di rawat 4 minggu berarti usia kandungannya 4 minggu juga kan insidennya aja udah anu dulu/?

  25. thourr Crita n daebakkk tpi Himme tidak di M/V tidak di ff slalu main tembak-tembakanT^T bikin q nangis aj,
    akhir yG bhagia q suka thor!!!!

  26. Kyaaa, bagaimana minki bisa kembali ke kehidupan Himchan? Sangat disayangkan dia harus mengakhiri hidupnya dengan naas..

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: