Until We Meet Again

baekyeol ff nc
Author : NearRiver
Tittle    : Until We Meet Again
Type    : yaoi, NC-17 idk
Cast     : Chanyeol, Baekhyun
Pairing : Baekyeol; mention of sekai
In a good mood~
Part of my bathroom inspiration(?) setelah nulis ff ku yang Lolita (yang entah udah di post ato belum), btw enjoy
Dia meneguk minuman yang ada didepannya, gelas keempatnya untuk malam ini. Suara keramaian di belakangnya mulai tidak jelas karena efek alkohol. Matanya pun mulai terasa berat, dan pandangannya mulai sedikit berkunang- kunang, tapi tentu saja dia tidak berhenti di situ, karena tujuannya memang untuk minum hingga dia melupakan apa yang terjadi hari ini.
“bad day?” Tanya seseorang sambil mengambil tempat duduk di sebelahnya
“yeah, apakah sejelas itu?” jawab Chanyeol sambil meneguk gelas kelimanya
“hm, kau terlihat seperti orang  yang akan minum sampai kau bisa melupakan masalahmu”
Chanyeol tersenyum mendengar jawaban pria asing itu, kemudian menolehkan kepalanya untuk melihat kepada siapa dia berbicara. Apa yang dilihatnya bukan seperti perkiraannya. Pretty boy mungkin adalah julukan yang tepat untuk lelaki di hadapannya.
“ luhan, scotch please” ujar lelaki itu kepada bartender yang berada di depan mereka.
“hey b, kau sendiri?” Tanya luhan si bartender sambil memberikan minuman milik Baekhyun.
“yeah as always” jawab Baekhyun sambil tersenyum ke arah luhan
Mungkin karena efek alcohol yang diminumnya, atau mungkin karena senyum lelaki itu atau mungkin karena keduanya “kau tahu, aku punya pengalaman yang tidak terlalu menyenangkan dengan pretty boy”
“really? What happened?”
“mereka selalu menyukai pretty boy, termasuk dia”
“ah, lelaki yang kau sukai?” Tanya pria itu sambil meneguk minumannya
“lelaki? Bagaimana kau tahu?”
Lelaki itu hanya mengangkat bahu “lucky guess”
“hm” kemudian Chanyeol memesan gelas keenamnya. Mereka terdiam untuk sejenak mendengarkan musik yang sekarang berganti menjadi sedikit mellow, seperti suasana hatinya.
“Aku sudah  mengenalnya saat dia masih di dalam perut ibunya.” pria itu membiarkan Chanyeol melanjutkan ceritanya, bahkan saat Chanyeol sendiri tidak tahu apa yang dia bicarakan.
“kami adalah teman baik, untuk waktu yang lama, I like him, a lot, lebih dari apa yang seharusnya”
“he loves dancing, dia selalu berkata bahwa dance is like dreaming with your feet, tapi aku tidak akan pernah mengerti, karena mungkin kakiku terlalu panjang untuk seorang penari, dia selalu menari seperti tidak ada hari esok, seperti hari ini adalah hari terakhirnya untuk menari”
“mungkin itulah kenapa dia memilih Sehun, Sehun can understands him, karena Sehun juga seorang penari, aku selalu tahu bahwa Jongin hanya menganggapku sebagai hyung nya, sebagai sahabat, dan tidak lebih, tapi aku berfikir bahwa mungkin jika aku berusaha sedikit lebih keras maka dia akan menyukaiku. Tapi saat dia mengenalkanku pada Sehun, saat itulah aku tahu, sekeras apapun aku berusaha, aku tidak akan pernah bisa memilikinya, we just never meant to be. I am a fool, who didn’t know my place” kemudian Chanyeol meneguk gelas keenamnya. Dan sekali lagi mereka berdua tidak mengatakan apapun.
“ you know, there are no boundaries or limits when it come to love” kata lelaki itu memecahkan keheningan di antara mereka
“kau bisa mencintai siapapun yang kau mau, boy, girl, best friend, siapapun, dan kalau aku menjadi kau, aku akan berhenti minum. Aku tidak melihat siapapun datang bersamamu”
“hm maybe you’re right” ujar Chanyeol sambil berfikir sejenak tentang perkataan lelaki di sebelahnya.
“but it’s hurt saat aku tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa memilikinya, saat aku tahu bahwa Sehun jauh lebih baik dariku, Sehun the pretty boy, Sehun the dancer, Sehun, Sehun, Jongin’s boyfriend”
“dan hari ini I saw them kissed each other, it’s hurt so much, to know that Jongin’s happy with someone else, it just won’t feel alright. Yang ada di fikiranku saat itu adalah that should be me. But Jongin’s too far away from my reach”
“ugh I hate Sehun the pretty boy”
“sure you do” ujar lelaki itu sambil meneguk gelas keduanya.
“but you know, live must go on, jika kau memang tidak bisa bersama dengan Jongin, kau bisa mencari orang lain, move on,because it’s hard waiting for something you really want, when you know it’s never going to come. mungkin kau akan menemukan seseorang yang lebih baik darinya, sesorang yang akan kau cintai lebih daripada kau mencintai Jongin, dan Sehun, kau mungkin tidak akan pernah bisa menjadi Sehun, tapi suatu hari nanti seseorang akan melihatmu dengan cara yang sama seperti Jongin melihat Sehun. kau tidak akan pernah tahu” ujar lelaki itu sambil menepuk pundak Chanyeol. Untuk kedua kalinya pada malam itu Chanyeol hanya bisa terdiam sambil berfikir mengenai perkataan lelaki itu. Mungkin dia memang harus mencari orang lain, move on.
“hey kau tahu, kau harus berhenti minum, aku tidak melihat seorangpun bersamamu saat ini, kau tidak mungkin pulang sendirian saat kau sedang mabuk berat kan” ujar lelaki itu
“right, sebaiknya aku pulang, it’s really nice talking to you” Chanyeol mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa won di sebelah gelasnya kemudian berdiri dan mulai berjalan. Dia berhenti saat dia mengingat sesuatu.
“hey, what’s your name?” Tanya Chanyeol sambil menatap wajah lelaki itu. Dan dia menyadari bahwa lelaki di hadapannya begitu feminine, dan untuk sesaat dia merasakan jantungnya berdegup seperti saat dia sedang melihat Jongin tersenyum. Seharusnya tidak seperti ini, ini terlalu cepat, mungkin hanya efek alcohol.
“Baekhyun, byun Baekhyun” ujar lelaki itu sambil tersenyum memperlihatkan eye smile nya, dan untuk kedua kalinya Chanyeol merasa ada sesuatu yang salah dengan jantungnya. Fuck, he’s criminally cute, is that even legal?
“ah, it’s nice to meet you baek, I’m park Chanyeol, we’ll meet again someday” ujar Chanyeol sambil tersenyum dan kemudian mengucapkan “Uh-goodbye baek”
“hey, goodbye terdengar terlalu final, how about until we meet again?”
“ah yes, until we meet again, Baekhyun the pretty boy”
Kemudian dia meninggalkan bar itu, entah mengapa dengan perasaan yang jauh lebih baik.
***
Sabtu itu Chanyeol duduk di tempat yang sama seperti minggu lalu. Hanya saja hari ini dia tidak datang ke bar itu bukan untuk melupakan masalahnya, dia datang karena jongdae, salah satu koleganya menariknya ke tempat ini. Dan Chanyeol, yang sejak pertemuan pertamanya dengan Baekhyun tidak bisa melupakan lelaki itu, menerima ajakan jongdae untuk mencoba keberuntungannya, berharap bisa bertemu dengan Baekhyun lagi.
Namun hingga pukul 11 Chanyeol menunggu, pretty boy itu tidak juga datang. Temannya, jongdae telah pergi sejam yang lalu dengan salah satu wanita yang ditemuinya ke salah satu motel terdekat dari bar itu melakukan god-knows-what that traitor fikir chanyeol.
Chanyeol mulai kehilangan harapan dan berfikir bahwa seminggu yang lalu adalah pertemuan pertama dan terakhirnya dengan Baekhyun saat dia melihat lelaki mungil itu memasuki bar.
Lelaki itu menggunakan skinny jeans menunjukkan pahanya yang menggoda (?) dan fuck-able assnya. Dan dengan rambut yang dibiarkan sedikit acak acakan. Chanyeol yang mulai merasakan jantungnya berdegub seperti saat dia selesai melakukan lari marathon hanya bisa terdiam memandang lelaki itu berjalan mendekatinya saat dia menangkap sosok cahnyeol.
“hey, it’s you again” ujar Baekhyun sambil duduk di kursi di sebelah Chanyeol
“yeah, it’s me again” jawab Chanyeol
“we meet again, seperti yang kau katakan” kemudian “lu, scotch please” ujar Baekhyun kepada luhan
“b!” sapa luhan sambil tersenyum kemudian menyerahkan minuman milik Baekhyun
“it’s you again mr?”
“Chanyeol, park Chanyeol”
“ah, yes park Chanyeol, I’m luhan, xiao luhan” ujar luhan sambil mengulurkan tangannya kea rah Chanyeol untuk berjabat tangan
“wow he’s so handsome b ” ujar ucapnya setelah berjabat tangan dengan Chanyeol
“I know lu, now go back to work”
“alright alright b, aku akan meninggalkan kalian sendiri, it’s nice to meet you park Chanyeol” ujar luhan sebelum meninggalkan mereka sambil kemudian pergi.
“he’s always like that” ucap Baekhyun sambil tertawa ““pretty blunt isn’t he?”
“yes, but he seems nice”
“kau akan berkata seperti itu saat kau bertemu dengannya, wajahnya memang menipu, coba kenal dia lebih baik dan kau akan berharap tidak akan pernah bertemu dengannya”
“I heard that b!” ucap luhan dengan nada sedikit kesal
“oh fuck off lu”
“rude” gumam luhan sambil berjalan melewati mereka
“kau langgaan disini? Sepertinya kau sering pergi ke sini” Tanya Chanyeol saat luhan tidak ada di jarak pandang mereka lagi.
“yeah, disini cukup nyaman, kau sendiri? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya, sebelum sabtu kemarin tentunya”
“ya, sabtu kemarin memang kali pertama aku mengunjungi bar ini”
“bagaimana keadaanmu sekarang?”
“pretty fine I guess, aku tidak tahu kenapa, tapi sejak aku berbicara denganmu saat itu aku tidak terlalu memikirkan Jongin lagi”
“really?”
yeah, tapi sebagai gantinya aku terus memikirkanmu baek fikir Chanyeol. Kemudian dia mendengar Baekhyun tertawa, saat itulah dia menyadari bahwa dia menyuarakan apa yang ada di fikirannya. Ugh fuck you mouth.
“wow that was straightforward Chanyeol” dan kini Chanyeol mulai merasakan pipinya memanas
“uh sorry?”
“no no it’s fine, aw you are so cute”
“I’m not cute, I’m manly as hell” gumam Chanyeol, tidak sadar bahwa Baekhyun mendengarnya. Dan hal itu hanya membuat Baekhyun tertawa lebih keras.
“fine fine, keep telling yourself that”
“oh I will”
Dan mereka melanjutkan obrolan mereka, yang sebenarnya bukan merupakan hal yang penting.
Saat itu adalah pukul 2 pagi dan bar itu akan ditutup, maka Chanyeol memutuskan untuk mengantarkan Baekhyun pulang karena ini sudah cukup larut. Yang diiyakan oleh Baekhyun setelah Chanyeol memaksa.
“this is my apartment yeol” ujar Baekhyun setelah mereka sampai di depan sebuahgedung apartemen yang hanya berjarak dua blok dari bar.
Baekhyun tampak berfikir sejenak, dan kemudian berkata “ini sudah larut, kau mau menginap? Lagi pula besok hari minggu”
Why not, lagipula tidak akan terjadi apa apa di antara mereka kan?
“alright baek”
Jika make out session di salah sofa milik Baekhyun dan rough sex di kamar Baekhyun merupakan definisi Chanyeol menurut “tidak akan terjadi apa apa”,maka tentu saja tidak terjadi apa apa di antara mereka .
Chanyeol sendiri tidak tahu bagaiman dia bisa sampai di ranjang Baekhyun. Mungkin karena kiss-able lips itu, mungkin juga karena Baekhyun sendiri, yang dia tahu hanyalah ini semua berawal dari Baekhyun mencium pipinya, kemudian sudut bibirnya, dan kemudian bibirnya.
Dan itu semua berakhir dengan Baekhyun berada di bawahnya kehabisan nafas, wajah merah, keringat di seluruh tubuhnya, dan bercak bercak merah di leher dan dadanya dengan Chanyeol berada di dalamnya dengan keadaan yang tidak terlalu berbeda jauh dengan Baekhyun.
“chan, I’m so close” desah Baekhyun sambil meremas rambut Chanyeol membuat Chanyeol semakin mempercepat gerakannya.
“me too baek, you’re so fucking beautiful like this”
“I know chan ah- there there” sambil memejamkan matanya. Tapi Chanyeol menghentikan gerakannya tepat saat dia menemukan Baekhyun’s prostate membuat Baekhyun seketika membuka matanya dan menatap chanyeol tidak percaya
“what? Fuck park what are you doing? I’m so fucking close” ucap Baekhyun seperti ingin menangis.
“no baek, tell me, tell me what do you want?”
“park! Kau kira aku memiliki waktu untuk ini? I’m so close!” dan kali ini Baekhyun benar- benar ingin menangis
“no no, tell me first, what do you want baek?”
“I want you park fucking Chanyeol, I want you to come inside me, I want you so fucking bad, I want you to fuck me until I lose my sense” dan Chanyeol hampir saja keluar (?) saat itu juga.
“fuck baek you’re so fucking sexy”
“I know idiot, now move!”
Dan Chanyeol bergerak seperti tidak ada lagi hari esok, membuat ranjang yang mereka tempati mengeluarkan bunyi berdecit yang menghawatirkan. But Chanyeol doesn’t give a flying fuck about that. Tidak saat Baekhyun terlihat begitu indah di bawahnya. Tangannya, badannya, semua tentang Baekhyun seperti tercipta hanya untuk Chanyeol *ewh-_-* . Dan Chanyeol tidak akan membiarkan seorang pun melihat Baekhyun seperti ini, his Baekhyun.
“Scream my name when you come for me, let the neighbors know who’s fucking you” ujar chanyeol saat dia merasakan dia sudah dekat
“chanyeol PARK  CHANYEOL” teriak baekhyun sambil mengeluarkan spermanya.
Dan saat itulah Chanyeol mengeluarkan spermanya. Letting out a long, broken cry as he comes and comes and comes.
Dan saat dia melihat kearah Baekhyun dia tahu bahwa bukan hanya dia yang kehilangan akalnya sat mencapai puncaknya.
Chanyeol mengeluarkan juniornya dari lubang Baekhyun dan kemudian berbaring di sebelah Baekhyun sambil berusaha mengatur nafasnya.
“that was amazing” ujar Baekhyun setelah berhasil mengatur nafasnya
“I know right, that was my first by the way”
“what? That was your first?”
“yeah”
“so I’m your first?”
“hm” gumam Chanyeol sambil menganggukkan kepalanya
“wow, kau benar benar luar biasa untuk seorang pemula yeol”
“so I’m not your first baek?” Tanya Chanyeol. Ada perasaan tidak enak di dadanya dan Chanyeol tahu apa itu jealous. Fuck you jealousy, didn’t think I’d see you this soon
“yeah” dan Chanyeol langsung menempatkan dirinya diatas Baekhyun sambil menahan kedua tangan Baekhyun di atas kepalanya. Dan kemudian dia mencium Baekhyun seperti akan memakan lelaki itu. Lalu Baekhyun sedikit mendorong Chanyeol untuk mengatakan sesuatu.
“but you’re the best yeol”
“I know, and I’ll make sure that I’m your last baek” dan Chanyeol melepaskan genggamannya di tangan Baekhyun dan berbaring kembali di sebelah Baekhyun saat dia mendengar suara tawa Baekhyun.
“dan apa yang membuatmu begitu percaya diri”
“oh just wait and see”
“Asshole”
“oh but you like this asshole aren’t you?”
Baekhyun terdiam untuk beberapa saat “yeah, I think I like you park Chanyeol” ucap Baekhyun pelan, dan tidak ada nada bercanda dalam suaranya.
.
.
“you know baek, aku rasa aku sudah menemukannya, orang yang akan menggantikan Jongin maksudku”
“oh really?” ucap Baekhyun pelan, ada sesuatu dalam suranya yang Chanyeol tidak mengartikan apa itu.
“yes baek, his name is byun Baekhyun” kemudian Chanyeol menatap wajah lelaki di sebelahnya untuk menemukan bahwa lelaki itu hampir menangis.
“hey, don’t cry, I like you baek” kata Chanyeol sambil mencium bibir Baekhyun
“idiot”
“yeah your idiot baek, yours”
END
a/n:
2000+ words wow, mumpung lagi dapat inspirasi  jadi aku tulis aja daripada lupa. Tapi mungkin banyak typo dan aku lagi males baca lagi.
Nah thanks for reading guys, kritik saran? Ngobrol? Tanya- Tanya soal ff? Kalian bisa mention aku di @byvns aku baru buat akun ini haha-_-  let’s be a friends, aku kesepian(?) -_-
Kalian juga bisa comment, I’ll like it. A lot.
Sekali lagi thanks
Love you guyyssss
Dan, NC nya Cuma segitu kenapa? Soalnya aku udah lama gak pake “junior” dan gak baca- baca “junior” biasanya aku pake cock (?) jadi agak aneh, hwhw
Mungkin akan ada baekyeol baekyeol lainnya because I love Baekhyun and I love Chanyeol because he loves Baekhyun. Dan akhir akhir ini aku terus dapet pencerahan di kamar mandi.
Okay guys I’ll stop right now. a/n ku bisa bisa jadi novel
See ya
*what the fuck is “Tangannya, badannya, semua tentang Baekhyun seperti tercipta hanya untuk Chanyeol” ugh that was soooooo cheesy*
But, damn why do I have to be a girl? T^T 
Comment?
Btw don’t forget that baekyeol is real
Okay I’ll stop rn, I swear. See you guys in my next fic (kalo emang ada, tapi aku ini lagi nulis, tapi gatau juga bakal di publish didini ato gak, soalnya kayanya itu bukan nc, jadi mungkin Cuma jadi pengisi laptopku aja, whatever-_-)  /cium satu satu/ haha byeee
-_-
Until we meet again okaayyyy
Ignore me
Ignore all about this a/n-_-
OKAY I’LL STOP

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 09/01/2014, in OS and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. author ini keren tapi b.inggrisnya pusing bacany…soalny gak ngerti

  2. Tp knapa kbnyakan bhasa inggrisnya sihh ??? Kan rada2 pusing bcanya 😦

  3. ochanaddict

    Its nice

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: