Heartless

kris n chanyeol exo ff nc

Author         :         yoonsura
Title            :         Heartless
Genre          :         Yadong, Romance, NC21
Length         :         Longshoot
Cast            :         Kris Wu, Park Chanyeol, Emily Kang, Emma Kang

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ^^

Annyeong NC’s! Saya datang dengan FF yang pertama kali saya posted. Sebenarnya saya punya FF yang dibuat cuma baru ini yang bener-bener mau di posted. FF ini saya ambil dari film India Soldier. Tapi ada yang saya ubah sedikit ceritanya. Kalau teman-teman NC’s suka dengan FF ini saya akan melanjutkannya lagi ^^

Happy Reading Yow ! I’m Sorry If This FF has the same plot with your story, but actually this FF really mine, Thanks ^^

Don’t Forget for Comment !

Don’t be Plagiat !

—–

 

Matahari mulai memancarkan sinarnya, jam weker terus mendetakkan jarum panjangnya dan pada saat menunjukkan pukul 6.30 jam itu berbunyi nyaring.

Kring… Kring… Kring.

Dua gadis yang sedang berada di dalam selimut pun langsung bangun dan mematikan jam wekernya.

“Hoaamm…” gadis dengan piyama biru bangun melihat sekitarnya dan langsung kembali tidur setelah mematikan jam weker yang berada di lemari sebelah tempat tidurnya..

Sedangkan gadis  dengan piyama pink yang berada di sebelah gadis dengan piyama biru tadi bangkit dari kasur empuk itu dan membuka gorden agar sinar matahari dapat masuk.

“Emma-ya ireona..” Gadis dengan piyama pink membangunkan gadis dengan piyama biru.

“Nghh..” Akhirnya gadis dengan piyama biru itu pun bangun. Mereka bangkit dan segera mandi bersiap-siap untuk pergi ke kampus.

“Morning Appa.. Eomma.” Emily menyapa kedua orang tuanya yang sedang menyantap sarapan mereka.

“Morning Emily-ya. Kajja sarapan. Song Ahjumma sudah membuatkan nasi goreng kesukaan kalian, dimana Emma? Apa dia belum bangun?” Ibunya beranjak ke dapur untuk mengambil air putih.

“Dia sedang bersiap-siap Eomma.” Emily menarik kursi dan duduk diatasnya, menyantap nasi goreng yang terlihat lezat.

“Morning Eomma Appa.” Emma baru saja turun dari tangga menuju ruang makan, mencium kedua pipi orang tuanya dan duduk disebelah Emily, kembarannya.

“Emily Emma, besok Appa dan Eomma mu akan pergi ke London selama seminggu untuk menghadiri acara wisuda kakak mu Jay jadi kalian baik-baik dirumah bersama Song ahjumma dan Kim ahjussi okay?” Tuan Kang melahap sisa nasi terakhir yang ada di piringnya dan bangkit berdiri untuk pergi ke kantor.

“Okay Appa.” Ucap kedua saudara kembar itu berbarengan.

Ny. Kang mengantar Tuan Kang ke depan rumah.

“Eomma, i’m going.” Emily berpamitan dengan ibunya.

“Be careful honey.” Teriak ibunya.

“Emma honey.. Apa kau tidak kuliah?” Tanya ibunya.

“Kelas ku jam 1 siang Eomma.” Ucap Emma sambil melahap nasinya.

“Kalau begitu antarkan kue ini ke tetangga baru kita yang tinggal di depan, ya?” Suruh ibunya serta memberikan sebuah kotak lumayan besar.

“Kenapa tidak menyuruh Song ahjumma atau Kim ahjussi saja Eomma?” Tolak Emma.

“Song ahjumma sedang sibuk, kau saja. Sudah cepat sana berikan.” Ny. Kang meletakkan kotak yang lumayan besar itu ke atas tangan Emma.

“Ish.” Akhirnya Emma pergi mengantarkan kue tersebut.

 

—–

 

Ia sudah berada di depan rumah besar itu, memencet bel terus namun tak ada yang membukakan pintu itu. Seseorang membuka kenop pintu tersebut, lelaki dengan rambut berantakan, baju kusut, dan muka yang terlihat habis bangun tidur. Lelaki itu segera menutup kembali pintunya dan membenarkan tampilannya.

“Bermimpi apa aku semalam? Ada bidadari datang ke rumah.” Batin lelaki itu.

Ia membuka pintu nya lagi dan tersenyum.

“Heh lelaki gila, kau tidak di ajarkan sopan santun ya? Sembarangan sekali membiarkan tamu menunggu lama di depan pintu seperti ini. Ini, kue ini dari ibu ku.” Omel Emma dan memberikan kuenya kemudian ia segera pergi.

Kris Wu, lelaki itu hanya ternganga mendengar omelan dari Emma.

“Gadis yang cantik dan menarik.” Kris tersenyum sendiri.

 

—–

 

“Dasar laki-laki gila.” Gerutu Emma ketika masuk ke dalam rumahnya.

“Siapa yang gila Emm?” Ibunya datang dan duduk di sebelah Emma.

“Tetangga baru kita itu ternyata adalah seorang lelaki yang gila Mom.” Omel Emma.

“Kau ini ada-ada saja Emm. Sekarang lebih baik kau siap-siap temani Mommy belanja ya? Sana cepat.” Suruh ibunya.

“Baiklah Mom.” Emma berlari manaiki tangga menuju kamarnya.

 

—–

 

At Korea University

“Emily-ya!” Seseorang berteriak sambil berlari memanggil Emily.

“Ada apa Chanyeol-a?” Tanya Emily sinis.

“Kenapa kau sinis seperti itu pada ku? Aish. Aku hanya ingin kau memberikan ini pada Emma.” Ucap Chanyeol dan memberikan sebuah kotak berwarna hitam merah.

“Bukan kah kalian akan bertemu nanti siang? Kenapa kau tidak memberikan barang ini sendiri saja?” Balas Emily.

“Aish dia tidak akan mau menerimanya kalau aku langsung yang memberikan, lebih baik kau saja, ya ya ya aku mohon.” Mohon Chanyeol.

“Baiklah, aku pulang dulu ya.” Pamit Emily.

“Gomawo Emily-ya, hati-hati dijalan ya.” Chanyeol memandang Emily dari belakang.

 

—–

 

“Emma! Eomma! Where are you?” Emily duduk di atas sofa di ruang keluarga dan melihat sekitar.

“Song ahjumma, dimana ibuku dan Emma?” Tanya Emily sambil memakan cemilan yang ada di meja depannya.

“Nyonya dan Nona Emma sedang pergi ke pusat perbelanjaan nona, bersama Kim ahjussi.” Jelas Song ahjumma.

“Ah baiklah Song ahjumma. Apa Song ahjumma sudah selesai memasak? Aku sangat lapar.” Cengir Emily.

“Sebentar lagi nona.” Song ahjumma tersenyum dan kembali ke dapur.

Ting… Tong… Ting… Tong…

“Sebentar.” Emily berlari menghampiri pintu dan segera membukakannya.

“Annyeong. Aku lupa mengucapkan terima kasih atas kue yang kau berikan tadi pagi, gomawo ne. Ini, kue ini dari ibuku juga, oleh-oleh dari China hehe.” Jelas Kris dan memberikan sekotak kue..

“A-aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan.. Kue apa?” Tanya Emily dengan mimik bingung yang terpancar di wajah cantiknya.

“Ah yasudah lah tidak usah di bahas hehe. Oiya kenalkan Kris Wu imnida, siapa nama mu?” Tanya Kris dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya dan mengulurkan tangannya.

“Ah! Emily Kang imnida. Bangapseumnida.” Emily menjabat tangan Kris dan tersenyum.

“Apa kau sibuk besok?” Tanya Kris. Emily berpikir sejenak.

“Tidak, memangnya kenapa?” Tanya Emily balik.

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan besok, apa kau mau?” Ajak Kris dengan senyum sumringah.

“Hmm boleh.” Emily tersenyum.

“Baiklah, besok jam 10 aku akan menjemputmu. Bye” Kris beranjak pergi dari rumah Kang’s Family.

Emily hanya tersenyum senang dan kembali masuk ke dalam rumah.

 

—–

 

“We’re home!” Teriak Emma saat memasuki rumahnya sambil membawa barang-barang yang baru saja dibelinya bersama ibunya.

“Kalian dari mana saja? Sudah jam 2 siang. Dan Emma kau tidak masuk kuliah?” Gerutu Emily.

“Honey. Jangan marah, kami baru saja belanja baju dan sepatu untukmu, Emma, Jay, dan ayahmu.” Jelas ibunya.

“Nah ini untukmu.” Emma memberikan tas berisi baju untuk Emily, sebuah gaun seperti kemben berwarna pink baby dengan pita di pinggangnya dan panjang 5 cm di atas lutut.

“Wah… Ini kan gaun yang aku inginkan kemarin. Thank you so much Eomma.” Emily langsung memeluk ibunya.

“Yang memilihkan itu adalah Emma, jadi berterima kasih lah padanya honey.” Jelas ibunya. Emma melipat tangan di dadanya, merajuk.

“Thank you so much my twin.” Emily memeluk Emma dan mereka tertawa bersama.

 

—–

 

“Emma, kekasihmu memberikan ini padamu.” Emily memberikan sebuah kotak berwarna hitam merah yang diberikan Chanyeol tadi pada Emma.

“Kekasih? Siapa?” Tanya Emma, ia mengambil kotak tersebut dan membukanya.

“Siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol yang selalu mengejarmu haha.” Tawa Emily.

“Dia bukan pacarku. Dan apa ini? Dia memberikan sebuah kalung yang indah. Tapi untuk apa dia memberikan ini, aku harus mengembalikannya besok.” Emma memasukkan kembali kalung tersebut ke dalam kotaknya. Merebahkan diri di sebelah Emily dan menyelimuti dirinya.

“Kau tidak boleh begitu pada Chanyeol Emm. Dia sangat baik padamu.” Ucap Emily.

“Dia bukan siapa-siapaku Emm. Tidak seharusnya dia memperlakukanku seperti itu.” Jelas Emma.

“Tapi kan dia selalu berlaku baik padamu dan dia juga selalu melindungimu.” Balas Emily.

“Kami hanya teman, makanya dia memperlakukan ku seperti itu. Lagipula aku merasa menyukai lelaki gila yang tadi pagi sudah membuatku menunggunya lama.” Ucap Emma.

“Siapa dia?” Tanya Emily penasaran.

“Kau akan tau nanti, ayo tidur. Jalja~” Ucap Emma.

 

—–

 

At Morning

Emma berlari dengan terburu-buru, menghampiri ayah dan ibunya, mengambil satu roti dan langsung melahapnya cepat.

“Eomma Appa ! Aku pergi dulu !” Emma segera berlari keluar rumah setelah mencium kedua pipi orang tuanya. Dia kesiangan pagi ini padahal hari ini ada presentase. Sial, gerutunya.

“Emm… Kau tidak lupa kan dengan janji kita kemarin?” Kris datang secara tiba-tiba di samping mobil sport Mazda RX-8 putihnya.

“Yak! Crazy man! Darimana kau tau namaku? Dan apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti ! Get out of my way now!” Omelnya dan langsung menancap gas mobilnya.

“Ada apa dengannya? Bukankah kemarin dia baik padaku? Ah gadis yang membingungkan, atau jangan jangan dia memiliki kepribadian ganda? Atau dia seorang psikopat? Ah itu tidak mungkin, gadis secantik dia tidak mungkin psikopat.” Batin Kris.

 

—–

 

At Korea University

Emma berjalan gontai menuju sebuah taman di tengah kampusnya. Ia lelah berlari menuju kelas dan langsung presentase, untung saja ia dapat melakukannya dengan baik.

“Hai cantik.” Chanyeol menghampirinya dan duduk disebelahnya.

“Apa kau sudah menerima hadiahku?” Tanya Chanyeol. Emma mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam merah dan memberikannya pada Chanyeol.

“Mianhae Chanyeol-a aku tidak pantas mendapatkan hadiah sebagus itu.” Ucap Emma.

“Kenapa kau ini selalu menolak pemberian dariku Emm? Hadiah itu dari ibuku, beliau memberikan hadiah itu yang sengaja beliau beli dari Paris untukmu. Apa kau tidak menghargai ibuku?” Ucap Chanyeol dengan mimik yang sedih dan suara beratnya yang mulai sendu.

“A-ak-aku.. Bu-bu-bukan begitu maksudku Yeol-a. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu, lagipula kita tidak punya hubungan apa-apa. Kita hanya sekedar teman, tidak enak jika hanya seorang te-”

“Aku mencintaimu.” Chanyeol memutus perkataan Emma. Emma ternganga. Ia tak percaya akan ucapan lelaki di depannya ini. Chanyeol pun mencium bibir Emma, melumatnya pelan. Emma terdiam. Chanyeol melepaskan ciumannya dan menatap Emma intens.

“Kau masih tidak percaya? Apa perlu aku melucuti pakaianmu dan melakukannya disini?” Chanyeol mengatakannya dengan serius yang membuat Emma gelagapan.

“Yak! Nappeun!” Emma memukul lengan kekar Chanyeol.

“Jadi apa jawabanmu?” Chanyeol bertanya dengan serius dan memegang kedua tangan Emma.

“Beri aku waktu Yeol.” Emma pergi meninggalkan Chanyeol dengan pikiran yang dilema.

 

—–

 

At Lotte World

“Apa kau suka berjalan-jalan denganku Emm?” Tanya Kris memandang wajah Emily yang terlihat senang.

“Umm.. Aku senang. Gomawo Kris-ssi.” Ucap Emily tersenyum.

“Jangan panggil aku se formal itu. Umurmu berapa?” Tanya Kris.

“Umurku 20 tahun. Bagaimana denganmu?” Ucap Emily.

“Umurku 23 tahun dan panggil saja aku oppa hmm.” Ucap Kris sambil mengacak rambut Emily, yang membuat pipinya bersemu merah.

“N-ne… op-opp-oppaa.” Balas Emily dengan wajahnya yang memerah.

“Kau sangat manis Emily.” Kris mencium pipinya. Emily hanya bisa terdiam dan pipinya semakin memerah.

“Kau lapar?” Tanya Kris merangkul pundak Emily.

“Umm.. I-iya oppa.” Mereka pun berjalan menuju restoran ddeobokki yang dekat.

 

—–

 

“Gomawo oppa atas hari ini.” Emily berkali-kali membungkukkan badannya berterima kasih pada Kris.

“Cheonmane Emm. Aku pulang ya.” Kris mencium pipinya dan beranjak pergi dari hadapan Emily yang masih terpaku.

 

—–

 

“Mereka sangatlah bahagia. Aku tidak boleh mengganggu hubungan mereka apalagi sampai merusak. Tidak-tidak.” Emma melihat apa yang baru saja terjadi di depan rumahnya dari jendela kamarnya.

Ia baru saja menyadarinya, ternyata lelaki itu tidaklah menyukainya melainkan ia menyukai kembarannya, Emily. Cintanya tidaklah bertepuk sebelah tangan, tetapi ia yang salah paham atas pandangan lelaki itu. Ia mengira lelaki itu memandangnya tetapi tidak, dia hanya memandangnya sebagai tetangga. Seharusnya ia menerima Chanyeol tadi. Ia harus merelakan seseorang yang disayanginya untuk kebahagiannya, bukan memaksa seseorang yang disayanginya untuk kesengsaraannya. Aku berdoa untuk kalian berdua. Kalian akan bahagia bersama selamanya.

 

—–

 

“Yeoboseyo? Chanyeol-a bisa kita bertemu di taman depan komplek rumahku?”

“………………….”

“Arraseo, gomawo ne.” Emma menutup telponnya dan segera memakai jaket dan membawa handphonenya.

“Emm, aku akan keluar sebentar ne.” Emma bergegas keluar rumah dan berjalan cepat menyusuri sepinya jalanan.

Seorang laki-laki dengan postur tinggi sedang mengusap tangannya yang dingin dan menghembuskan nafas hingga menjadi gumpalan asap yang menghilang di udara.

“Yeol-a apa kau sudah menunggu lama? Mianhae.” Emma berlari menghampiri Chanyeol.

“Aku baru sampai. Kenapa kau memakai baju setipis ini? Apa kau tidak kedinginan?” Chanyeol merangkul pundak Emma menyalurkan kehangatan dalam tubuhnya.

“Nan gwenchana Yeol-a. A-ak-ku ingin mengatakan sesuatu.”

“Sebaiknya kita ke apartemen ku saja, disini terlalu dingin.” Chanyeol menarik tangan Emma, membawanya ke dalam mobil sport Lamborghini nya, menancap gas menuju daerah Gwangnam.

Chanyeol menekan beberapa tombol angka kemudian terbuka pintu apartemen tersebut. Mereka masuk dan duduk di atas sofa di depan tv.

“Kau ingin bicara apa?” Tanya Chanyeol setelah datang dari dapur membawa dua gelas coklat panas.

“Umm… Aku..aku..aku.” Emma bingung ingin mulai darimana.

“Ceritakan saja.” Chanyeol merangkul pundak Emma, yang membuat Emma tenang.

“Masih boleh kah aku menerimamu menjadi kekasihku? Aku memang tidak yakin apa aku mencintaimu atau tidak tapi aku akan mencoba mencintaimu.” Jelas Emma.

“Bisakah kau menceritakan semuanya padaku?” Tanya Chanyeol yang merasa janggal dengan penjelasan Emma. Akhirnya Emma menjelaskan semuanya pada Chanyeol, semuanya tentang mengapa ia ingin menjadikan Chanyeol sebagai kekasihnya dan ia merasa lega setelah bercerita pada Chanyeol.

“Apa kau ingin aku menjadi kekasihmu hanya untuk supaya kau melupakannya atau kau memiliki niat lain?” Tanya Chanyeol lagi.

“Aku memiliki niat lain, yaitu aku ingin membalas semua kebaikan mu dengan cara berusaha mencintaimu.” Jelas Emma. Chanyeol tersenyum, ia mengecup singkat kening Emma dan melumat pelan bibir gadis itu.

“Emmhh… Hei nappeun, apa kau mencoba memperkosaku?!” Tanya Emma galak setelah berhasil melepaskan bibirnya dari pagutan bibir Chanyeol. Chanyeol hanya tertawa. Ia memeluk gadis  itu dan memejamkan matanya hingga ia terlelap.

 

—–

 

One week later

“Benarkah adikku yang manis ini akan segera di lamar hmm?” Jay mengelus-elus rambut adiknya yang sedang bermain psp di sampingnya.

“Iyaa oppa. Apa kau merestui ku bersama nya?” Emily berhenti memainkan psp nya dan menatap kakak nya.

“Tidak, sebelum aku melihat seperti apa calon adik iparku.” Ucap Jay memeluk adiknya.

“Nanti malam oppa akan melihatnya. Karena dia dan keluarganya akan datang kesini untuk membicarakan pernikahan kami.” Jelas Emily dengan wajah yang sangat ceria.

“Baguslah. Aku-”

“Oppaa.” Teriak Emma dan berlari menghampiri kakaknya. Memeluknya erat.

“Emma-ya aku sangat merindukanmu. Kau ini bukanlah adik yang baik, kakak mu akan datang dan kau malah keluyuran.” Jay memukul kepala Emma pelan.

“Aku kan ada acara kuliah oppa. Aish appo.” Gerutu Emma.

“Ehemm…”

“Siapa dia hmm?” Tanya Jay.

“Ah! Chanyeol-a kemarilah. Kenalkan oppa, he’s my boy.” Emma menarik tangan Chanyeol dan menyuruhnya duduk di sebelahnya.

“Annyeonghaseo.. Park Chanyeol imnida.” Chanyeol mengulurkan tangannya pada Jay dan disambut oleh Jay.

“Annyeong. Jay Kang imnida. Kau mencintainya?” Tanya Jay langsung.

“Ne hyung. Aku sangat mencintainya.” Jelas Chanyeol. Emma yang mendengarnya tersenyum malu.

“Kapan kau akan melamar adikku ini? Jangan melakukan hal yang bodoh sebelum kalian menikah mengerti?” Jelas Jay.

“Aku mengerti.” Jawab Emma dan Chanyeol serempak.

 

—–

 

Malam pun tiba, dua keluarga besar sedang duduk bersama di sebuah ruang makan yang besar dan membicarakan kapan pernikahan Kris dan Emily akan berlangsung.

“Jadi satu bulan lagi mereka akan menikah?” Tanya Harry Kang.

“Iya Har.. Satu bulan lagi waktu yang pas untuk mempersiapkan semuanya.” Jelas Wu  Xie Fan.

“Ah iya. Aku hanya tidak ingin membiarkan mereka terlalu berpacaran. Itu bisa membuat anak-anak sekarang lupa diri. Hahahaha..” Gurau Harry Kang. Mereka semua tertawa.

“Emily.. Dimana Emma?” Tanya Ny. Kang.

“Siapa Emma?” Tanya Ny. Wu.

“Emma adalah kembaran saya Eommonim.” Jawab Emily. Sontak Kris mengeluarkan air yang sedang mengalir di kerongkongannya.

“Jeosonghamnida. Ka-kau punya kembaran?” Kris bertanya pelan pada Emily.

“Iyaa. Tunggu sebentar aku akan memanggilnya. Permisi.” Emily beranjak pergi memanggil Emma. Beberapa menit kemudian ia turun bersama Emma.

“Annyeonghaseo Tuan dan Nyonya Wu. Cheoneun Emma imnida.” Emma membungkukkan badannya memberi hormat.

“Annyeong. Wah kalian berdua sangat identik dan cantik. Nyonya Kang anda sangat beruntung memiliki putri secantik mereka.” Puji Ny. Wu.

“Gamsahamnida Ny. Wu anda terlalu memuji.” Sahut Ny. Kang.

Suasana makan malam itu sangat sunyi, hanya bunyi sendok dan detak jam yang terdengar. Kris terus memperhatikan Emma sambil melahap makanannya. Sedangkan Emma hanya serius makan tanpa memandang Kris. Tanpa ia sadari Jay, memperhatikannya. Setelah acara makan selesai, Song ahjumma menyajikan makanan penutupnya.

“Jeosonghamnida Tuan dan Nyonya Wu, saya permisi dulu.” Emma beranjak pergi dari ruang makan itu.

“Emily bisa kau beri tahu dimana toilet?” Tanya Kris pelan.

“Dari sini kau bisa belok kanan dan ke kiri.” Emily tersenyum.

“Baiklah. Permisi saya mau ke toilet sebentar.” Kris berjalan pergi ke toilet. Bukannya belok kanan seperti yang dikatakan Emily tadi, Kris menaiki tangga dan mencari keberadaan Emma.

Ia menghampiri Emma yang sedang berada di balkon dan memegang pundaknya.

“Emm..”

“Apa yang kau lakukan disini? Pergi.” Emma beranjak pergi namun Kris menahan tangannya.

“Kenapa kau tidak pernah bilang kalau kau memiliki kembaran?” Tanya Kris pelan.

“Tidak ada gunanya mengatakan itu. Lepaskan aku.” Emma melepaskan tangan Kris dan beranjak pergi.

“Aku mencintaimu.” Emma berhenti dan membalikkan badannya menghampiri lelaki itu dan menamparnya keras.

“Hentikan omong kosongmu itu. Bisa-bisanya kau mengatakan itu terhadap saudara calon istrimu sendiri? Jangan sekali-sekali kau mengatakan itu lagi, walaupun aku pernah mempunyai perasaan padamu tapi aku sudah memendamnya dalam bahkan aku menjamin perasaan itu tidak akan pernah muncul lagi selamanya. Dan kau! Kau mencintai Emily bukan Emma.” Jelas Emma.

Nafasnya memburu dan ia menahan tangisnya namun gagal. Emma berlari meninggalkan Kris, air matanya semakin mengalir deras. Ia melihat kakaknya yang ternyata mengintip apa yang terjadi diantara mereka. Emma mengisyaratkan pada Jay agar tidak mengatakannya pada Emily dan kedua orang tuanya setelah itu ia berlari keluar rumah.

“Oppa, ada apa dengan Emma?” Tanya Emily.

“Tidak apa-apa. Sebaiknya kau temani kekasihmu itu.” Suruh Jay. Ia mengelus rambut adiknya itu dan tersenyum. Emily mengangguk. Ia menghampiri Kris yang sedang memandang langit di balkon rumahnya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Emily berdiri di samping lelaki itu. Kris langsung memeluknya, mencium kedua matanya, kedua pipinya, kemudian melumat bibirnya lembut. Menyalurkan semua rasa cintanya pada Emily.

Benar tentang apa yang dikatakan Emma tadi, ia sangat mencintai Emily. Sangat, sampai ia tidak akan mau dan tidak akan pernah mau kehilangan gadis ini.

“Aku sangat mencintaimu.”

 

—–

 

Emma terus menekan bel apartemen Chanyeol. Namun lelaki itu tidak juga keluar. Pintu terbuka, muncullah seorang lelaki dengan tampilan yang berantakan. Sepertinya ia baru saja bangun tidur. Emma langsung memeluknya dan menangis.

“Ya ya ya. Chagi-a. Ada apa denganmu?” Chanyeol membawa Emma masuk ke dalam, mendudukkannya di sofa empuk di ruang tengah.

“Kau kenapa sayang?” Tanya Chanyeol mengelus rambutnya yang berwarna coklat lembut. Ia menciumi kepala gadis itu menenangkannya.

“Berhentilah menangis, kumohon.” Chanyeol mencium kedua mata yang terus mengeluarkan air mata itu. Emma pun berhenti menangis walaupun masih sesegukan. Gadis itu memeluk lelaki di depannya. Lelaki yang sangat ia cintai sekarang.

“Bolehkah aku menginap disini malam ini?” Tanya Emma.

“Tentu saja boleh istriku yang cantik.” Canda Chanyeol mencium pipinya.

“Yaaa… Kau senang sekali menggodaku. Siapa juga yang mau jadi istrimu hah?” Emma mencubit perut lelaki itu kemudian meninggalkannya.

“Yak chagi-a… Kau harus mau jadi istriku ya ya ya.” Chanyeol mengejar Emma yang bejalan ke dapur dan memeluknya dari belakang.

“Apa kau menjamin kebahagiaanku? Hah? Namja mesum.” Emma meneguk air di dalam gelasnya. Ahh…

“Tentu saja. Kau pasti akan bahagia selamanya denganku.” Chanyeol memeluk erat Emma.

“Baiklah, aku percaya padamu dan aku mau menikah denganmu.” Emma menjawabnya dengan yakin dan mencium bibir lelaki yang dicintainya ini dengan lembut.

“Aku sangat mencintaimu.”

 

—–

 

One month later

Gadis cantik dengan balutan gaun putih yang dihiasi dengan pernak-pernik yang terbuat dari perak menggandeng erat tangan ayahnya. Emily. Ia sedang berada di depan gerbang besar sebuah gereja menunggu terbukanya gerbang tersebut.

Terbuka.

Ia berjalan dengan anggunnya. Semakin menggandeng erat lengan ayahnya. Di depan altar seorang lelaki dengan setelan jas putih, rambut pirang yang ditata keatas sedang menunggunya. Kris tersenyum bahagia melihat calon istrinya itu. Harry Kang menyerahkan tangan anak gadisnya pada Kris, mempercayakan lelaki itu.

“Jaga dia baik-baik.” Ucap lelaki tua itu.

“Pasti abeoji.” Kris menggenggam erat tangan Emily.

“Kris Wu, apa kau bersedia menerima Emily Kang menjadi istrimu, menjaganya dalam suka maupun duka, mencintainya sampai ajal menemukan kalian?” Tanya pendeta.

“Aku bersedia.”

“Emily Kang, apa kau bersedia menerima Kris Wu menjadi suamimu, menjaganya dalam suka maupun duka, mencintainya sampai ajal menemukan kalian?” Tanya pendeta lagi.

“Aku bersedia.”

“Kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri.” Semua saksi bertepuk tangan. Kris dan Emily tersenyum bahagia. Mereka berciuman.

 

—–

 

“Mmhh.. Mmhhh.” Kris melumat bibir Emily dengan ganas. Meremas payudara gadis itu dari balik gaun pengantinnya.

“Sayang cepatlah lepaskan ini. Annoying.” Kris melepaskan gaun pengantin Emily dengan tergesa-gesa. Ia sudah dibakar hawa nafsu semenjak memasuki apartemen barunya ini. Emily hanya tersenyum geli melihat tingkah suaminya. Setelah gaun itu terlepas, Kris langsung menciumi leher istrinya, membuat kissmark dimana-mana.

Mereka sudah telanjang bulat satu sama lain. Kris mengemut puting payudara Emily dengan liar, menghisapnya hingga puting itu semakin berwarna merah.

“Aahhh… Aahh.. Ooppaa.” Emily terus mendesah, meremas-remas rambut Kris hingga tak beraturan. Tangan kiri Kris menjalar ke bawah menyentuh milik Emily, mengelus-elusnya hingga kemaluannya semakin basah dan lengket. Kris memasukkan 2 jarinya ke dalam milik istrinya, mengocoknya dengan sangat cepat membuat Emily terlonjak kenikmatan.

“Ohhh.. Oppaa aanghhh..” Emily menjerit keenakan atas perlakuan suaminya. Byurr.. Cairan Emily keluar membasahi kedua jari Kris. Lelaki itu menjilatnya dengan seduktif. Kemudian ia beralih ke kemaluan istrinya, menikmati cairan itu langsung dari sumbernya. Istrinya hanya mendesah tidak karuan. Sesekali ia menjambak rambut suaminya yang sudah berantakan akibat ulahnya.

Kris mengeluarkan miliknya dari sarangnya. Menyodorkan ke mulut istrinya.

“Kau mau sayang?” Kris menggesekkan kepala kejantanannya ke bibir istrinya.

“Mmhh tidak oppa. Sebaiknya oppa langsung masukkan, aku lelah.” Emily memalingkan wajahnya menghindari kejantanannya suaminya. Kris pun pasrah dan mulai memasukkan miliknya ke dalam milik istrinya. Sempit dan lengket.

Ia terus berusaha memasukkannya sampai sudah setengah miliknya masuk. Kemudian ia semakin memaksa dan akhirnya. Jleb. Benda itu masuk seutuhnya ke dalam lubang milik Emily. Mengalirlah suatu cairan berwarna merah segar.

“Aakkhh.. Oppaa appayo.” Hikss. Emily menangis. Ia memang seorang gadis yang cukup lemah dibanding dengan kembarannya.

“Ulijima chagi-a jebalyo. Sebentar lagi akan nikmat, trust me.” Kris menghapus air mata yang terus mengalir dari mata istrinya. Emily memeluk Kris erat. Lelaki itu mulai menggerakkan miliknya perlahan. Akhh. Emily menjerit di pundaknya, ia mengigit pundak lelaki itu.

Kris mulai merasakan kenikmatan atas perlakuannya. Ia mempercepat gerakannya, semakin brutal dan liar. Tanpa mempedulikan rintihan dari istrinya ia terus mempercepat gerakannya. Emily hanya merintih perih saat Kris semakin menghujam miliknya dengan brutal.

“Akhh oppaa.. slowly.. Nghh.” Emily merintih sambil terus meremas pundak suaminya. Setelah beberapa menit, akhirnya Emily merasakan kenikmatan yang selama ini sering dibicarakan oleh teman-temannya. Rasanya sangat nikmat. Pantas saja teman-temannya ketagihan.

“Aahh.. Oohh oppaa.. Fashh.. Terhhh.” Emily mengerang kenikmatan atas gerakan suaminya yang semakin cepat dan cepat. Kris langsung menghujam milik istrinya dengan kejantannya yang semakin tegak. Ia merasakan milik istrinya semakin menjepit kejantannya.

“Oohh oppaaa aku.. Mau keluar aahh.”

“Sebentarhh sayanghh.. Oohh.” Kris semakin kuat menghujam milik istrinya sampai keluar lah cairan spermanya memenuhi milik istrinya. Saking banyaknya mengalir keluar bersamaan dengan Kris mengeluarkan kejantannya.

“Hhh.. Sayang bagaimana rasanya?” Kris mengusap keringat istrinya.

“Daebak oppa. Hhh.” Emily tersenyum lemas. Ia mengatur nafasnya yang masih terengah-engah. Kris hanya tersenyum.

“Bagaimana kalau ronde kedua?” Kris menyeringai. Bersiap akan menyerang istrinya lagi.

“Aku lelah opp.. Aahh.. Oohh.” Kris kembali menghujam milik Emily.

Ronde kedua.

Ronde ketiga.

Ronde keempat.

Mereka terus melakukannya hingga pagi.

 

—–

 

Kris.

Akhirnya aku menemukan cintaku. Gadis cantik yang lugu. Bahkan dia terlalu cantik untuk di sandingkan dengan ku, pikirku. Dia seorang bidadari yang akan mengisi hidupku selamanya. Gadis yang akan ku jumpai saat terbangun di pagi hari dan gadis yang akan ku jumpai saat akan tertidur di malam hari. Terima kasih Tuhan, karena Kau sudah menitipkan gadis pilihanMu untukku. Aku berjanji akan menjaganya. Dan untuk gadisku, berjanjilah padaku. Kau akan berada di sisi ku hingga ajal mempertemukan kita.

“Aku sangat mencintaimu.”

 

– the end –

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 22/01/2014, in OS and tagged , . Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. waaaaah daebak (y)
    suka ama jalan critanyaaa ..
    sequel juseyoooooooooooooo ^^

  2. Ini terlalu…. Romantis. My Wufan! my chanyeol!!!!!!!!!!!

  3. Thor ceritanya daebak. , tapi aku masih kepo sama kisah emma dan chanyeol. Disitu kan mereka jadi CAST semua,seharusnya Author ceritain kisah Cinta dari kedua couple ( kris&emly, chanyeol&emma). Kecuali kalau Chanyeol&emma support cast.
    Jujur pas baca aku kira akan ada konflik kalau kris akan mengejar emma saat tau kalau mereka kembar. Tapi dgn secepat kilat Kris jatuh cinta sama Emly. Mianhe thor tp aku sedikit kurang dapet Feelnya. FF Author tetep keren kok,hanya yang seperti aku blg diawal. Kalau author jadiin mereka ber-4 brarti harus diceritain semua kisah cinta mereka. Bukan hanya kris&emly. Sedangkan chanyeol&emma gantung. Mianhe kalau komen aku menyinggung. Aku cuma mau kasih saran sebagai sesama author. || https://m.facebook.com/photo.php?fbid=446741645427500&id=440426376059027&set=a.440439526057712.1073741826.440426376059027&refid=13 << ini link FF nae yang menggunakan 4 cast seperti punya author. Kalau tidak keberatan sudilah kiranya untuk berkunjung. Gomawo dan mianhe 🙂

  4. authornim maaf sebelumnya, ff ni pernah di publish di blog tau wp laen gak? karna kmren ni ku pernh baca ff dg cast dan jaln cerita yg sama persis dg pnya author..

  5. mian sebelumnya buat author-ssi..
    jalan ff-nya kan yadong nih ya..bisa gak kalo author-ssi gak usah pake salam “Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ^^”
    ini kan salam yang islami banget nih ya..
    aqu jadi gimanaa gitu mau baca FF-nya..rasanya aneh gitu..toh readers juga kn multi-kultur dan multi-agama juga..
    mian ne, ini cuman saran doang kok..
    bisa di skip juga kalo emng sarannya gak mutu..

  6. keren thor walaupn ags bngung sma cast nya emma n emily

  7. abigaelyosie

    why i can’t open this blog?

  8. atuhlah inikan cerita kotor jadi gak pantes banget ngucap salam pake ‘assalamualaikum’. jadi inget dosa kan gak mood baca -_-

  9. kerenn,,,, tp ituu yeol sm emma gmn ya?hehhehhehhee
    daebakk thor

  10. Hennyseoo@yahoo.Com

    Daebak bgt
    Lain kali bwat yg lain ya…
    Aq suka and thank’s ya!!!

  11. duhh channie

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: