My Heart For You (Part 7)

Untitled-1_副本
1.       Author           : Chayl.V
2.       Judul              : My Heart For You (Part 7)
3.       Kategori         : Yadong, NC17
4.       Cast                :
·         Park Sandara (2NE1)
·         Song Joong Ki
·         Jia (MISS A)
·         Junsu (JYJ)
·         Onew (Shinee) as Jinki
·         Baro (B1A4) as Sun Woo
·         Hyewon (5dolls)
 
“Cuppp”
            Bibir mereka bertemu. Menempelkan bibir Jinki pada bibir mungil Hyewon. Namun Hyewon terkejut dengan itu, ia tak bisa memejamkan matanya ketika bibir Jinki menikmati bibirnya. Menikmati bibirnya dengan lembut, penuh kelembutan saat Jinki memainkan bibirnya dengan menutup mata.
            Tangan kanan Jinki mulai bekerja. Diraihnya tengkuk Hyewon agar memperdalam ciuman mereka. Hyewon pun hanya dapat membulatkan mata ketika Jinki melakukannya. Ciuman ini benar-benar berbeda. Tak seperti ciuman yang Sun Woo lakukan padanya. Jinki mulai bertindak kasar padanya. Memainkan bibirnya dengan kasar. Menghisap bibir bagian atas Hyewon. Semakin Jinki memiringkan kepalanya dan menekan kuat tengkuk Hyewon agar hisapannya pada bibir Hyewon semakin dalam.
            Ingin rasanyaa Hyewon memberontak. Tapi tubuhnya terkunci. Tangannya pada dada Jinki pun sudah tak dapat berkutik lagi. Pikir Hyewon, ini benar-benar kasar. Tak seperti ciuman yang dilakukan Sun Woo padanya. Begitu lembut dan tak memaksa.
            “Mmmpph…” Hyewon berusaha mengucapkan suatu kata untuk mengungkapkan bahwa dirinya ingin memberontak terhadap perlakuan Jinki. Namun Jinki menganggap itu desahan cantik dari Hyewon. Digigitnya kecil bibir bagian atas Hyewon sehingga membuat Hyewon sedikit membuka mulutnya. Kesempatan ini pun digunakan Jinki agar lidahnya dapat bermain di dalam sana.
            Sakit dirasakan bukan hanya pada bibir atasnya, tapi juga sakit di hati Hyewon saat Jinki memperlakukannya sekasar ini. Tak menghiraukannya. Tak menghiraukan perasaan dan  rasa sakitnya.
            Hyewon tak bisa lagi berkutik. Ia pun memejamkan matanya. Pasrah akan perlakuan Jinki padanya. Perlakuan Jinki pada bibir dan tubuhnya yang terkunci. Semakin dalam dan kasar ciuman Jinki padanya, membuat air mata tiba-tiba jatuh dari mata Hyewon yang terpejam.
            Jinki pun merasakan setetes air mata jatuh di wajahnya. Jinki pun mulai terdasar. Dibuka matanya perlahan. Sebuah tubuh mungil dihadapannya yang bergetar hebat, nadanya parau, pipinya basah dan dia masih memejamkan matanya ketakutan.
            “Hyewon’ah.. Kau masih diluar?” Sebuah suara terdengar dari rumah mewah itu.
Hyewon pun mulai tersadar akan suara yang memanggil namanya. Mungkin inilah saatnya Hyewon lari dari cengkraman Jinki. Namun apalah daya Hyewon, tubuh kecilnya tak bisa mengelak dari Jinki. Jinki pun menatapnya tajam, membuat Hyewon semakin takut.
            “Hyewon’ah.. Kenapa kau tak segera masuk?” Terdengar suara itu semakin mendekat kearah mereka.
            “Eom…” Tak sempat Hyewon menyelesaikan ucapannya, tangan kekar Jinki telah menutup mulutnya, tak memperbolehkan Hyewon membalas sahutan eommanya yang semakin mendekat.
Langkah Sandara pun semakin dekat kearah luar gerbang rumahnya. Mendekat kearah putrinya. Dengan cekatan Jinki pun memeluk tubuh Hyewon erat saat Sandara menemukan keberadaan mereka. Mengubah pikiran buruk yang mungkin terbesit dipikiran Sandara tentang yang baru saja ia lakukan pada putri tunggal Sandara, Kim Hyewon.
            “Anyeonghaseyeo eommonim…” Ucap Jinki saat ia masih memeluk tubuh Hyewon dan seraya menatap manis Sandara.
Hyewon masih saja berusaha memberontak, namun semakin Hyewon memberontak maka semakin erat pula pelukan Jinki padanya. Entah apa yang sekarang telah dilakukan Jinki pada Hyewon, iblis apa yang telah merasuki tubuh Jinki hingga ia melakukan hal ini.
            “Song Sun Woo… odiga?” kata Hyewon dalam hatinya.
***
            “Masuklah…” Ucap Sandara ketika memasuki rumah mewahnya seraya diikuti putrinya yang telah digenggam erat tangannya oleh pemuda dihadapannya, Song Jinki.
            “Mungkinkah dia.. Jinki putraku?” Terbesit sebuah pertanyaan di pikiran Sandara.
            “Eomma…” Ucap Hyewon yang hendak memberikan isyarat pertolongan pada ibunya. Entah iblis seperti apa yang telah memasuki pikiran Jinki sehingga ia bersikap kasar padanya dan bersikap manis dihadapan ibunya.
            “Kamsahamnida eomminim… Ah, bolehkan aku berbincang sebentar dengan Hyewon.” Hyewon tersentak dan menatap lekat Jinki yang masih menggenggam tangannya dengan erat.
            “Ah nee.. Eomma akan tinggalkan kalian berdua.” Ucap Sandara seraya meninggalkan keduanya di ruang tamu rumahnya.
            “Eommonim .. “ Sandara pun menghentikan langkahnya, membalikkan tubuhnya.
            “Anda masih tetap cantik…” Sungguh hati Sandara pilu, dia mungkin memang benar Song Jinki anak yang telah ia tinggalkan 15 tahun yang lalu. Seorang anak yang masih berusia 3 tahun yang sangat ia sayangi ketika itu.
Sandara pun hanya bisa membalas ucapan pemuda hihadapannya itu dengan senyuman. Senyuman yang penuh sambaran dihatinya. Hanya menduga-duga apakah benar dia putranya.
Hyewon masih menatap Jinki. “Apakah Jinki Sunbae mengenal eomma?”
Jinki pun membalas tatapan mata Hyewon yang sedari tadi menatapnya lekat. Namun tatapan Jinki malah membuat Hyewon salah tingkah dan sedikit takut. Takut Jinki akan bersikap kasar lagi padanya. Apalagi Jinki belum melepas genggaman tangannya.
Jinki duduk di sofa mewah rumah itu, Hyewon pun mengikutinya. “Gwenchana… Mianhaeyo..”
Tangan Jinki mengelus lembut rambut Hyewon. Merapikan anak rambut Hyewon di dekat telinga. Memberikan sentuhan pada Hyewon. Hyewon pun hanya diam dan merasakan tangan Jinki ada di dekat telinganya. “Mianhae .. Jeongmal Mianhae..” Ucap Jinki memeluk tubuh Hyewon dengan lembut.
            “Inikah Jinki Sunbaenim?”
            “Kenapa sikapnya tiba-tiba berubah?”
***
            “Bukk”
            Jinki tiba-tiba jatuh. Seseorang telah memberikan pukulan padanya. Di sebuah gang sempit ini, ternyata telah ada seseorang yang sengaja menunggunya sepulangnya ia dari rumah Hyewon malam itu.
            “Bukkk” Lagi-lagi Jinki mendapatkan pukulan sebelum ia berhasil memberontak.
            “Sun Woo’ya !! Apa yang kau lakukan !!” Suara Jinki meninggi ketika adiknya hendak memberikan pukulan lagi padanya. Tangan Jinki dengan cepat menghantamkan pukulannya ke wajah Sun Woo. Diraihnya kerah Sun Woo dan menghentikan niat Sun Woo untuk membalasnya.
            “Sadarlah Hyungggg !!” Ucap Sun Woo lantang.
            Jinki geram dan semakin kuat meremas cengkramannya pada kerah baju Sun Woo.
            “Hyung… Jangan kau sakiti Hyewon. Jebaaall…” Namun apa yang terjadi? Suara Sun Woo tiba-tiba parau. Jinki pun terpekik dengan ucapan tulus adiknya. Tangan Jinki semakin lemas hingga ia pun melepaskan cengkraman tangannya.
            “Kumohon hyung, ini bukan salah Hyewon. Jangan sakiti dia.”
            Jinki hanya terdiam. Apakah Sun Woo melihat ketika Jinki mencium kasar Hyewon? Mengapa Sun Woo tiba-tiba seperti ini?
Perlahan Jinki melangkahkan kakinya meninggalkan Sun Woo. Pikirnya kacau, tak bisa berpikir jernih lagi. Jinki juga tak tau mengapa ia harus melakukan itu pada Hyewon. Dia benar-benar merindukan Sandara, tapi ia tak tahu bagaimana menyampaikan perasaan yang sangat lama ia pendam ini. Tak banyak yang bisa dilakukan Jinki saat ini.
            ***
Pagi yang cerah. Deru langkah siswa-siswi hanya diacuhkan Jinki saat itu. Wajahnya terlihat lebam pagi ini. Ulah siapa lagi kalau bukan adiknya sendiri?  Tak banyak kata yang diucapkan Jinki pagi ini. Walau banyak yang memperhatikan wajah lebamnya, namun Jinki hanya acuh. Nampaknya hari ini moodnya sangat buruk.
            “Sun Woo-ya, gwenchana?”
            “Gwenchana..”
Terhenti langkah Jinki yang hendak pulang saat terlihat dari pandangan matanya, Sun Woo dan Hyewon yang berjalan beriringan di koridor sekolah. Entah apa yang terjadi saat ini. Hati Jinki terasa menggebu-gebu. Apakah dia cemburu?
            Jinki melangkahkan kakinya lebih cepat. Pikirannya kacau lagi. Yang ia mau kali ini hanya Hyewon. Diraihnya pergelangan tangan Hyewon paksa, membuat Hyewon dan Sun Woo yang berada di dekat Hyewon pun terkejut seketika. Ditariknya tangan Hyewon mengikuti langkah kaki Jinki.
            “Hyung !!” Emosi Sun Woo muncul. Sementara Hyewon hanya diam. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia hanya takut jika Jinki akan melakukan hal buruk lagi padanya jika ia tak menuruti kemauan Jinki. Tapi disisi lain Hyewon iba pada Jinki, Hyewon tahu bahwa ada yang Jinki sembunyikan dari nya dan membuat Jinki bisa bertindak kasar seperi kemarin malam.
            Jinki tetap melangkahkan kakinya cepat. Hyewon pun hanya menurut. Namun Sun Woo mengejar mereka. Sun Woo tak mau kehilangan langkah Hyewon dan Jinki. Tangan Sun Woo dengan cepat menyambar genggaman tangan Jinki pada Hyewon, membuat Jinki tersentak dan menghentikan langkahnya.
            “Aku sudah bilang padamu, jangan sakiti Hyewon.” Ucap Sun Woo tepat di depan wajah hyungnya. Benar-benar keduanya tak bisa berpikir jernih lagi. Selama ini Sun Woo dan Jinki merupakan saudara yang saling menyayangi, mereka tak pernah bertengkar, mereka saling melindungi satu sama lain karena seakan mereka hanya hidup berdua. Orang tua mereka tak pernah memperhatikan mereka, itu yang membuat tali persaudaraan mereka pun sangat erat.
            “Sun Woo-yak !!” Hyewon sedih melihat keduanya. Ia tahu benar bagaimana selama ini Jinki selalu menyayangi Sun Woo. Benar Sun Woo memang ingin melindunginya, tapi tak seperti ini Sun Woo harus bersikap pada hyung yang selama ini menyayanginya.
            “Dia ….”
            “Adalah milikku…” Mata Hyewon terbelalak ketika Jinki mengucapkan kata itu. Jinki benar-benar sudah gila…
            “Mwo?” Sun Woo hanya bisa mengerutkan keningnya.
            “Bukankah kau melihatnya kemarin?”
            “Apa? Apa yang sudah dilihat Sun Woo? Apakah Sun Woo melihat ketika Jinki Sunbae menciumku?” Pikir Hyewon dalam hati.
            Sun Woo tak menjawab. Dia hanya diam. Memang benar, semalam ia telah melihat ketika Jinki dan Hyewon berciuman di depan rumah Hyewon. Sementara ketika itu, Sun Woo hanya bisa diam dan melihat dari kejauhan. Namun, benarkah Hyewon sudah menerima Jinki sebagai kekasihnya?
            “Hyewon-ah .. Kajja..” Jinki pun kembali menarik pergelangan tangan Hyewon.
            Hyewon masih belum bisa mengalihkan pandangannya pada Sun Woo. Sun Woo masih saja membeku. Membiarkan Hyewon pergi bersama Jinki. Sun Woo hanya menatap Hyewon yang telah menjauh darinya.
            “Hyewon-ah .. Kim Hyewon… Benarkah kau sudah menjadi miliknya?”
            Tubuh Hyewon dan Jinki pun sudah hilang dari pandangan Sun Woo. Namun Sun Woo belum juga beranjak dari tempatnya berdiri. Apa ini? Hati Sun Woo terasa sakit ..
            ***
            “Sunbae …”
            Hyewon memberanikan dirinya untuk menghentikan langkah mereka ketika mereka sudah jauh dari gedung sekolah. Jinki pun hanya menurut. Kemudian menatap Hyewon lekat. Kali ini Hyewon tak takut lagi pada tatapan Jinki padanya.
            “Kau… Kenapa kau ….”
            Jinki memegang  kedua lengan Hyewon dengan kedua tangannya. Membuat Hyewon bingung atas perlakuannya. Dia hanya melakukan suatu hal yang ingin ia lakukan. Entah bagaimana dia harus mengekspreksikan ini. Tapi kali ini Jinki tak ingin menyakiti.
            “Kau tau ketika itu hujan, pertama kali aku bertemu denganmu? Ya, aku mulai menyukaimu saat itu. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Tapi aku benar-benar menyukaimu.”
            Hyewon hanya bisa membeku mendengarkannya. Apakah ini benar-benar Jinki Sunbae yang Hyewon kenal? Apakah Jinki jujur mengutarakan semua ini? Lalu mengapa kemarin ia benar-benar bersikap kasar pada Hyewon?
            “Apakah kau belum percaya?”
            Hyewon mulai tersadar, ia hanya bisa menunduk mendengarkannya. Benar saja, ia belum sepenuhnya percaya pada Jinki.
            “Mian .. Aku telah kasar padamu semalam. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana aku harus menyatakannya padamu. Apakah kau memaafkanku?”
            “Benar, ini adalah Jinki Sunbae yang aku kenal.” Pikir Hyewon dalam hatinya.
            Tapi apa yang bisa Hyewon lakukan sekarang. Jinki sudah kembali seperti Jinki yang dulu dimata Hyewon. Tapi disisi lain Hyewon hanya memikirkan Sun Woo. Entah mengapa Sun Woo selalu ada di pikiran Hyewon akhir-akhir ini. Apakah ia harus memaafkan Jinki dan menerima cintanya?
            “Percayalah padaku….”
            Hyewon menatap mata Jinki. Berusaha mencari segala kebohongan yang mungkin bisa ia lihat. Tapi Hyewon terlalu percaya pada Jinki. Dia sudah mengenal Jinki sebagai pemuda yang baik bahkan ketika ia baru saja mengenalnya.
            “Nde sunbae …” Hanya kata itu yang bisa diucapkan oleh Hyewon kali ini.
            Senyum pun mulai terukir di bibir Jinki. Segera ia pun mencium kening Hyewon untuk menandakan bahwa Hyewon adalah kekasihnya mulai sekarang.
 ***
            Malam ini Hyewon masih dikamarnya. Hanya menatap ponselnya. Ia tak tahu apa yang ia lakukan sekarang. Tapi ia menunggu seseorang yang akan menelfonnya malam ini. Siapa?
            Hyewon pun tak tahu telefon siapa yang ia tunggu. Apakah Jinki? Ataukah Sun Woo?
            Ddrrrrttttt Drrrttttttttttt
            Benar saja, ponsel Hyewon bergetar. Hyewon benar-benar tersentak akan itu. Diraihnya ponselnya dengan cepat. Menatap layar ponselnya. “Song Sun Woo”, adalah sebuah nama dilayar ponselnya kali ini. Tanpa berpikir panjang pun Hyewon segera mengangkat telepon dari Sun Woo. Mungkinkah Sun Woo yang Hyewon tunggu?
            “Yak, Song Sun Woo !” Ucap Hyewon dengan nada khawatir.
            “Yeoboseo?” Ucap Hyewon lagi.
            Hyewon mulai terdiam. Tak ada jawaban di sebelah sana. Di tatapnya kembali ponselnya, masih terhubung dengan Sun Woo, namun kenapa tak ada jawaban?
            “Sun Woo-ya! Yeoboseo?” Ulang Hyewon.
            “Nde … “ Akhirnya sebuah kata terucap dari sana. Tanpa Hyewon sadar senyumnya pun terukir mendengarkan suara Sun Woo.
            “Cangkaman.. Neol , odiso?”
            “Aku … ?”
            “Yak ! Song Sun Woo, jawab aku, kau dimana?” Kini nada Hyewon mulai khawatir.
            “Aku.. di perpustakaan sekolah.” Jawab Sun Woo. Suaranya seakan tak bertenaga. Ada apa dengannya?
            “Mwo?? Apa yang kau lakukan disana?” Pikiran Hyewon mulai kacau. Untuk apa Sun Woo masih berada di sekolah malam ini. Ini merupakan malam akhir pekan, tidak ada pelajaran malam. Kalaupun ada, harusnya Jinki yang masih berada disekolah karena ia akan menghadapi ujiannya. Tapi apa yang dilakukan Sun Woo disana?
            Cepat saja Hyewon segera mematikan ponselnya. Ia pun lekas beranjak dari tempat tidurnya, mengambil jaketnya dengan kilat dan keluar dari kamarnya.
            “Eomaaa….” Langkah Hyewon berlarian kecil mencari keberadaan eommanya.
            “Eomma, aku harus pergi sebentar. Ada hal yang harus kulakukan eomma.” Ucap Hyewon sembari mencium pipi Sandara ketika eommanya berada di ruang makan keluarga.
            “Ohh…” Sandara hanya memberikan jawaban singkat karena ia masih bingung dengan sikap Hyewon padanya. Pikir Sandara pun tak panjang, mungkin memang ada hal yang penting yang harus dilakukan putrinya di malam seperti ini.
            ***
            Deru kaki Hyewon mulai menaiki tangga sekolahnya. Lampu sekolah masih menyala, tapi ini benar-benar sepi. Pandangan Hyewon selidik kesana kemari, namun pikirnya hanyalah keberadaan Sun Woo. Hyewon harus mengalahkan segala rasa takutnya malam ini, toh lampu sekolah belum mati.
            “Apa benar Sun Woo disini? Apa dia sedang bercanda padaku?” Sempat terlintas dipikiran Hyewon bahwa mungkin saja Sun Woo sedang mengerjainya. Tapi untuk apa juga Sun Woo harus melakukan itu pada Hyewon?
            Dibukanya sebuah pintu ruang Perpustakaan sekolah. Mata Hyewon sibuk mencari keberadaan Sun Woo. Ia pun mulai melangkahkan kakinya di ruang itu. Ruang ini benar-benar sepi, dimana Sun Woo?
            Mata Hyewon pun menatap seorang pemuda yang sedang duduk di sebuah kursi di dekat jendela. Pemuda itu melihat pemandangan malam dari jendela. Raut wajah Hyewon pun tampak kesal melihatnya. Benar saja bahwa Hyewon harus berlari dari rumahnya menuju ke sekolah malam ini hanya untuk mencari pemuda dihadapannya ini, Song Sun Woo. Tapi, hati Hyewon tak bisa bohong, didalam hatinya ia sangat bahagia bisa menemukan Sun Woo disini.
            Perlahan dengan tenang Hyewon mendekat kearah Sun Woo, berusaha tak mengagetkan Sun Woo atas kedatangannya itu. Hyewon tak habis pikir, apa yang dilakukan Sun Woo disini? Apakah dia hanya diam seperti ini sedari tadi?
            Namun Sun Woo telah mengetahui keberadaan Hyewon di sampingnya. Bayangan tubuh Hyewon tampak jelas di jendela perpustakaan yang Sun Woo tatap sedari tadi. Sun Woo pun hendak beranjak dari kursinya dan membalikkan badannya, namun sayang Sun Woo kalah cepat.
            Hyewon mendekap tubuh Sun Woo dari belakang, melingkarkan tangannya pada pinggang Sun Woo. Merasakan hawa tubuh Sun Woo.
            “Untuk apa kau ada disini eoh?” Hyewon masih memeluk tubuh Sun Woo.
            “Kenapa kau membiarkannya?”
            “Kenapa kau membiarkanku?”
            Ucapan Hyewon mulai kacau, sementara Sun Woo hanya diam. Ia hanya ingin mendengerkan segala yang ingin diungkapkan oleh Hyewon. Benar saja, kenapa Sun Woo harus membiarkan Jinki memiliki Hyewon? Dan kenapa Sun Woo harus membiarkan Hyewon dimiliki oleh Jinki?
            Sun Woo pun meraih tangan Hyewon yang melingkar di pinggangnya, mencoba melepasnya, kemudian membalikkan badan. Menatap gadis yang berada di depannya. Apakah Sun Woo mencintai Hyewon?
            Sun Woo pun juga tak tahu mengapa semua ini rasanya benar-benar sakit saat melihat Hyewon bersama Jinki. Dia sangat menyayangi Hyungnya dan tak akan pernah memperebutkan suatu hal selama ini, tapi hatinya menggebu-gebu. Ingin rasanya Sun Woo memiliki Hyewon. Bukan Jinki yang harus memilikinya.
            “Chuupp…”
            Sun Woo pun memberanikan dirinya untuk mengekspresikan kasih sayangnya pada Hyewon. Sun Woo memanglah seseorang yang tak pandai dalam mengekspresikan kata hatinya, setidaknya, inilah yang bisa Sun Woo lakukan saat ini untuk Hyewon.
            Hyewon pun memejamkan matakan, mencoba merasakan betapa besar rasa cinta Sun Woo padanya. Merasakan betapa lembut ciuman yang di berikan padanya. Menghapus semua bekas yang telah dibuat Jinki dengan kasarnya.
            Ciuman mereka pun semakin intens, awalnya hanyalah ciuman biasa, namun kali ini Sun Woo memberanikan dirinya untuk sekedar melumat bibir manis Hyewon. Hyewon pun kali ini membalas. Dilumatnya bibir Sun Woo, menggigitnya manja dan mulai memainkan lidah mereka.
            Hyewon pun mengalungkan tangannya di leher Sun Woo. Sun Woo mengelus punggung Hyewon sesaat, kemudian mendorong Hyewon hingga ke tembok di sela-sela ciuman mereka.
            “Mmpphhh….” Suara desahan Hyewon ketika punggung Hyewon telah menempel di tembok ruangan itu.
            ***
            Ting toong…
            Suara bel sebuah rumah terdengar. Seorang wanita paruh baya pun membuka pintu rumah mewah tersebut. Betapa terkejutnya wanita itu ketika seorang pemuda berada di hadapannya, pemuda yang sangat ia rindukan saat ini.
            “Anyeonghaseo eommonim…” Ucap Jinki membungkukkan badannya pada Sandara.
            “Nde…” Jawab Sandara singkat.
            “Masuklah…”
            Sandara duduk di sofa ruang tamunya, mengenakan switter hangat yang dapat menghangatkannya dari dinginnya malam. Tangannya tampak sedikit bergetar. Apakah ia harus menanyakan suatu hal tentang masalalunya pada Jinki? Apakah Jinki mengingatnya?
            Jinki pun duduk pula di sofa itu. Menatap Sandara lekat. Tatapannya tak hilang sedari tadi tetap menatap Sandara. Betapa bisa seorang yang 15 tahun lalu bersamanya tetap cantik dan tak banyak berubah?
            “Hyewon’ie .. Dia baru saja keluar. Ada hal penting yang harus dia lakukan.”
            “Nde eommonim.. Nan gwidarheo..”
            Serasa lidah Sandara ngilu, tak banyak yang bisa Sandara ucapkan saat itu. Ingin rasanya ia menanyakan banyak hal pada pemuda didepannya ini, namun kekuatan Sandara tak sampai karna Jinki masih saja menatapnya.
            “Ah.. Baiklah… Apakah kau sudah makan?”
            Jinki tak menjawab. Kali ini dia hanya ingin menatap wanita di hadapannya ini lebih lama. Namun tatapan Jinki yang bertubi-tubi malah membuat Sandara semakin bingung dan salah tingkah terhadapnya.
            “Akan aku buatkan kau minum, sebentar.”
            Sandara pun hendak beranjak dari sofanya. Tapi sebuah tangan lembut telah menahannya.
            “Aniyo.. Tidak perlu. Saya tidak haus.”
            “Ah, begitukah?” Sandara pun kembali duduk di sofanya, sementara Jinki masih saja menatapnya. Beberapa saat mereka pun masih saja terdiam, tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir mereka. Membuat mata Sandara sedikit berkaca. Bisakah Sandara memeluk Jinki?
            “Namamu … Song Jinki?”
            Sandara pun memberanikan dirinya untuk mengajukan sebuah pertanyaan pada Jinki.
            “Nde…”
“Apakah … Kau … mengingatku?” Sandara tidak bisa memaksakan pertanyaannya. Mungkin saja Jinki benar-benar tidak ingat semasa kecilnya. Karena saat itu dia masih berumur 3 tahun.
            ***
            Sementara Sun Woo masih memperdalam ciumannya di bibir Hyewon. Memainkan lidahnya didalam sana. Entah iblis telah merasuki mereka hingga mereka melakukan hal semacam ini di sebuah ruangan sekolah di malam hari.
            Tangan Hyewon mengusap dahi Sun Woo hingga pelipis. Membuat Sun Woo tersadar dan membuka matanya, mengakhiri ciuman mereka. Sun Woo menatap Hyewon lekat. Nampak wajah Hyewon merah karenanya.
            “Chuuup”
            Mereka berciuman kembali. Tapi ciuman mereka semakin ganas. Tangan Sun Woo pun berani untuk mengelus punggung cantik Hyewon. Membuat Hyewon sedikit mendesah.
            “Mpppphhh”
            Ciuman mereka pun semakin intens. Hyewon mencoba mendorong Sun Woo karena ia sulit bernafas. Namun Sun Woo malah mendekatkan tubuhnya pada tubuh Hyewon hingga tubuh mereka tak berjarak.
            Dengan sekuat tenaga pun Hyewon mencoba mendorong kuat tubuh Sun Woo, hingga akhirnya mereka kehilangan keseimbangan dan jatuh dilantai ruangan. Namun mereka tak mau melepas ciuman mereka.
            Keduanya pun membuka mata dan saling menatap. Sun Woo beranjak dan membalikkan tubuh Hyewon. Hyewon pun berada di bawah dan Sun Woo hendak menindihnya, namun sebelumnya Sun Woo membuka jas sekolah yang masih ia kenakan. Tak lupa ia buka 2 kancing kemejanya untuk menghilangkan rasa gerah dan panas yang menderanya.
            Sun Woo memberanikan dirinya menindih tubuh mungil Hyewon. Sementara Hyewon pun hanya menurut dan diam. Merasakan tangannya berada di dada Sun Woo ketika Sun Woo menindihnya.
            “Sshhhhh”
            Hyewon mengeluarkan suara sexynya ketika nafas Sun Woo tepat berada di lehernya. Dan ketika bibir Sun Woo telah tepat di lehernya pun Hyewon kembali mendesah.
            “Aaahhhh…”
            Sun Woo memberikan beberapa tanda cintanya di leher Hyewon. Semakin Sun Woo beraksi, semakin panjang pula desahan cantik yang Hyewon keluarkan.
            “Ahhh … Shhhh… Ahhhhhh…..”
            Tangan Sun Woo pun tak tinggal diam, tangannya mulai mengelus perut Hyewon dari luar switter tipis yang ia kenakan. Mulai dari perut, tangan Sun Woo menuju kebagian atas. Merabanya dan mengelusnya sekilas hingga akhirnya ia menatap Hyewon lekat.
            “Apakah aku harus melakukannya pada gadis sepolos ini?” “Aku ingin memilikinya… Aku hanya takut hyung akan menyakitinya… Aku takut hyung memiliki motif lain dengan mendekati Hyewon…” Pikir Sun Woo.
            ***to be continue***
#  Reader pengen endingnya Hyewon sama siapa sih? Jinki? Sun Woo?
# Yoo .. yang main KPOP Roleplayer Twitter, di follow dong RP-nya author : @bbora_13 , kalian bisa request ending disana.
# Mian, author terlalu lama ninggalin FF ini. Mian kalau banyak kata yang kacau, karna ngebut 2 hari nih ..
# Admin blog ini, “Gomawo” *chupp *:-* cium

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 22/01/2014, in Aktor, FF and tagged , , , . Bookmark the permalink. 40 Comments.

  1. risma lizar

    ya ampun kirainnya ni ff gak bakal di lamjutin lagi ternyata masih ada lanjutannya toh.
    aku lebih menginginkan sandara sama Song Joong Ki
    di tunggu kelanjutannya min jangan lama2 kaya waktu itu berbulan2

  2. Q pngin endingnya jinki ma hyewon

  3. Endingnya sama sun woo aja

  4. Hyewon sama sun woo doong!? Tp, dibuat happy end gituu?? Kkkk

  5. aaaiiiaaa >:O
    thorr lumutan nunggu ni FF !!!
    daebak (y) kurang panjang ..
    next part di tnggu , jngan lma2

  6. Rita Clouds

    sun woo go go sun woo #ngomong_paan_loe

  7. Sama sun woo.
    Sampai jenggotan nungguny thor.

  8. Hyewon sm jinki aja lah
    Tp jgn lama2 ngepos nya
    Sempet lupa malah kl lg nunggu ff ini

  9. aaahh…. daebak….
    speechless….. (too much words…)

  10. Wewwww,,,, trus nasib nya jinki gimana dong…
    Ditunggu kelanjutannya

  11. biar gimanapun sunwo dan hyewon harus jadi couple

  12. Thor cepet lah, post part selanjutnya.. Kepo nih,udah seru itu, tp pengennya endingnya sandara sama joong ki, terus sih hyewon sama sun woo cocok itu semua😀

  13. Authorrrrrrrrrt!!!!!!! *teriak

    Q dah pesimis ni ff g da lnjtn’a,,, hiks
    Sukses bkin GALAU maksimal,,,

    Tp syukur deh dlnjtn jd q g bakal mati pnsran,,,,,

    Mnrt q,,, mnding gni sunwo dpt org tua akur,, keluarga harmonislah,, trus jinki ma hyewon,, jd sandara ttp jd ibu hye ga blik ke joongki,,, gmna y ribet jlsn’a,,, gtulah pokok’a hrs happy end n adil bwt smw’a,,, kkkk

  14. udh lama bgd ff ini ru nongol lg, jeongmal joha
    Fighting!! Next part

  15. sama sun woo aja chingu!!!!!😉

  16. ELFishySparkyu

    Wah akhirnya ada jg part 7 nya!,udah sekian lama,berbulan” gk ada kbrnya nih ff.😀
    Makin seru aja nih ff,endingnya pngen hyewoon sama sun woo

  17. rizkaramadins

    Part selanjutnya ditunggu secepatnya thor!🙂

  18. Thooor kemana aja kirain gak akan dilanjutin😥

    Hyewonnya sama sunwoo aja thor!! Tp kasian juga jinki nya.

    Next part nya jangan lama2 ya thor yaaaaa

  19. Jang Yong Rim

    Akhirnyaaaaa…. nungguin lama bgt :)))

  20. Sorry thor baru comment..
    Mending hyewon sm sun woo aja thor, lebih gimana gitu😀 hehehe
    Next part jangann lama” dong

  21. trilestari.2508

    Aku maunya sm jinki aja min hehe. Tp yg terpenting teka-teki cinta song jongki sm sandara sih

  22. Hana Felita

    Hyewon sama Jinki dong…..
    habis Jinki oppanya kasihan bgt sakit bertubi-tubi
    trus Sun woo nya sekolah di luar negri
    jebal….

  23. kirain gak bakal dilanjutin :((

  24. thor lanjutannya ditunggu jangan lama-lama ne~

  25. kapan dilanjutin????
    jangan lama dong

  26. Nurul kamilah

    Kapan dilanjut min ? -_-

  27. kyaaaaaaa lanjutannya dong thor penasaran😦 jangan lama lama dongggg
    si hyewon sm sunwoo aja tapi jinki adain pasangannya biar dia ga sendiri happy ending please🙂 gomawo min

  28. thor kokg belum ada kelanjutannyya sich…

  29. thor kokg belum ada kelanjutannya sich

  30. Kim So Eoun

    Aku pengen ending nya jinki sama Hyewon ya thor !!

  31. Waah ko srasa pendek ya part 7 ini? Sbnernya aq pgn Jinki bisa bhagia sm cewk yg dsukainya. Tp kyanya hyewon cintanya sm SunWoo, bgtu jg sbaliknya.. Jdi krna mrka saling cinta lbh baik dsatuin aja deh.. Trus Jinkinya.. …. (mmmm… Sm aq aja. hahahaha…) Pertmukan Jinki sm cewk yg penyayang kya Sandara doong….

  32. Thor part endingnya mana? Lama nian nih aku nunggunya. Boleh minta tweeternya?tankyou

  33. bikin ngilu

  34. Ceritanya bagus (y)

  35. sama opa jinki aja thor… feel.a dpt bngt klo hyewon sma jinki.. nnti adenya rela klo hyewon buat abng.a. ..
    nd smga g ada pertngkaran lg antra mrka brdua gtu..trus hyewon jga sdar klo dia cinta sma jinki gtu.. heheheh

  36. kapan di lanjut thor udah bozen nunggu, sma sunwoon aja, coz srasi…. cpet di lanjt lah thor jgn smpe nunggu ampe akaran ni…

  37. Jinki ma Hyewon ajah… Please jangan lama2 ya min bikinnya. Ga sabar yadongnya… 😃😜

  38. Emelyn Nadya

    Biar Hyewon dngan Sun Woo…
    And Jinki dpat prhatian dri Sandara sbgai anak bkan mnantu..

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: