Satisfy Me, Chagi!

nickhun ff nc
Author : Shin Young Jin
Title : Satisfy Me, Chagi!
Type : NC , yadong
Cast : Nichkhun (2PM), Lee Sung Min, Kim Yeon Hee (OC), Kim Jong Kook (Running Man)
Annyeonghaseyo! Ini FF pertama author, sorry kalo ada typo atau ada yang menyinggung yaa, comment dan saran welcome , sangat dibutuhkan malah! ^^ cast disini cuma pinjeman admin doang kok T_T tee-hee ~ oke kita capcuss ke cerita nyukkk~ /eh /dikemplang Olga Syahputra
Author POV
Di salah satu halte di An Yang, gadis itu, Yeon Hee, bersama oppanya Jong Kook tengah menunggu datangnya bis akibat rusaknya mobil Jong Kook. Dan disaat mereka menunggu, Nichkhun datang membawa mobilnya dan mengajak mereka masuk.
“Jong Kook-hyung! Apa yang hyung lakukan disini?! Mana mobilmu?” Teriak Nichkhun
“Oh, Nichkhun-ah! Mobilku rusak, Khun. Sedang di bengkel. Ah Khun, bisa bantu aku?” Balas Jong Kook
“Ne hyung. Mau apa?”
“Tolong antar adikku…”
“MWO?! Shireo oppa! Aku menunggu saja disini denganmu.” potong seorang yeoja yang daritadi hanya diam dan mengatupkan mulutnya saja.
“Tapi rumah dan rumah namjachingumu itu berlawanan arah yeoja pabo. Mau sampai kapan kau mau menyusahkan oppamu ini.” Kata Jong Kook, mengabaikan Nichkhun yang menatap mereka , tepatnya Yeon Hee dengan nanar.
“SHIREO, EUN HYE-SSI! Dan orang yang kudatangi bukan namjachinguku!” bentak yeoja itu lagi, yeoja yang bernama Yeon Hee tersebut.
“YA KIM YEON HEE apa kau mau member Runningman ternama ini tercoreng namanya karena bertengkar dengan dongsaengnya yang katanya akrab dan dicintainya eoh!? Dan jangan bawa nama Eun Hye pabo. Sudah sana masuk. Nichkhun pasti mau mengantarmu, ne Nichkhun-ah?” kata Jong Kook dengan kesal.
“Ne Jong Kook-hyung, Yeon Hee-ah cepat masuk, kasian oppamu lama-lama disini ia bisa dikenali oleh fansnya. Kajja?” Kata Nichkhun sambil tersenyum.
Nichkhun POV
Kim Yeon Hee… ah, hatiku selalu teriris mengingatnya. Mantan yeojachingu yang masih sangat aku sayangi namun aku lepaskan karena kebodohanku. Aku yakin dia pasti masih dendam padaku akibat apa yang aku lakukan kepadanya. Tepatnya karena kesalahpahaman akibat namjachingunya yang brengsek itu. Lee Sung Min. Mantan teman baikku yang menghianatiku.
Flashback to 3 months ago…
*still Nichkhun POV*
“Nichkhun oppa bogoshippo!!!” teriaknya sambil memberi bear hug kepadaku. Yeon Hee.
Gadis yang sudah amat kucintai sejak aku dikenalkan kepadanya oleh Jong Kook hyung. Aku memang baru pulang dari konser 2PM. Aku lelah. Tapi yeoja ini menghilangkan semua kepenatanku.
“Nado, chagi.” Kataku sambil mengusap puncak kepalanya. Tidak. Aku bukan namjachingunya, aku hanya ingin menggodanya walaupun jauh di dalam hatiku aku menginginkannya.
“Ya oppa! Aku bukan yeojachingumu!” katanya sambil menunjukkan aegyonya yang sangat manis itu dan memukul-mukul lenganku pelan sambil tertawa. God… aku menyayangi yeoja ini. Sangat. Bukan sayang lagi, ini cinta.
“Ne, ne, mianhae kkk. Yeon Hee sayang biarkan oppamu pulang ya? Oppamu lelah sekali.”
“Ne oppa. Rest well. Oppa, membungkuk sedikit, ada yang menempel di kepalamu…” lalu saat aku menunduk, chuu… dia mengecup pipiku. Aku akui dia memang pendek, untuk menjangkau aku yang tiang listrik ini /digebukin khuntoria/ tapi jantungku copot sebelah akibat yeoja ini /lebay.
Tapi semua ini berakhir ketika Sung Min, temanku, bercerita.
“Khun! Aku menemukan mangsa baru. Lihat ini, ehheee aku memang jago mencari mangsa eoh?” katanya sambil menunjukkan foto seorang yeoja dari hpnya. Aku yang tidak peduli pun tanpa melihat foto itu, yang berakibat fatal pada masa depanku, langsung membalas omongannya.
“Ya, Sung Min hyung bertobatlah hyung dari sikap playboy mu itu! Apa kau tidak merasa kasihan dengan korban-korbanmu eoh?” kataku kesal
“Oh ayolah Nichkhun Horvejkul. Ini adalah korban terakhirku sebelum aku pindah ke Jepang kok, aku pastikan aku hanya tidur dengannya sekali. Kkk”
“lakukanlah sesukamu hyung. Aku sudah capek memperingatkanmu hyung”
“Ne, ne. Ah I gotta go khunnie, annyeong”
“…”
The next day
“Khun oppa kau kenal Sung Min? artis suju itu loooh” kata Yeon Hee
“Ne. Waeyo Yeonnie?
“Dia ganteng banget ya oppaaaaa aku dapet kiriman posternya kemarin loh! Look, he’s handsome riiiight?”
“Andwae. Oppamu ini le bih ganteng tau” kataku sambil menunjukkan aegyoku
“aish oppa. Aku pergi dulu ya, aku ada janji.  Annyeong!” katanya sambil memberiku kiss-bye yang membuatku terhenyak dan membuat dadaku berdegup tak karuan. Dan memberiku firasat bahwa itu adalah kiss-bye dan percakapanku dengannya yang berakhir dengan baik.
The next day
Aku bangun dari tempat tidur dormku yang empuk karena email … Yeon Hee. Aku langsung membuka email itu dengan semangat dan kehilangan tenagaku untuk berdiri saat aku membaca emailnya.
“Nichkhun Horvejkul-ssi, kita tidak usah berhubungan lagi. Aku sudah tau namja macam apa kau. Kenapa kau tega mengekspos kedekatanku dengan Sung Min oppa eoh? Apa salahku dan Sung Min oppa?! Sudah jangan menggangguku lagi. Nomor ini pun akan kubuang dan aku akan pindah dari kota ini bersama Jong Kook oppa. Annyeong.”
Aku kaget. Aku saja tidak tahu dia kenal dengan Sung Min. Dan aku terhenyak saat aku mengingat Sung Min akan meniduri yeoja incarannya sebelum ia pindah ke jepang. Ia pindah 6 bulan lagi. Apa mungkin…
Aku langsung mengecek semua social media ku dan aku menemukan upload-an foto Sung Min hyung dan Yeon Hee di amusement park di kota ini. Aku tidak merasa mengupload foto tersebut sampai aku mengingat bahwa satu-satunya orang yang mengetahui password twitterku adalah Sung Min hyung.
Aku mencoba menghubungi Jong Kook hyung dan Yeon Hee tetapi nihil. Aku putus asa.
Aku menemui Sung Min hyung untuk meminta penjelasan atas ini tetapi ia hanya tertawa. Dia bilang ini karena followers twitterku lebih banyak darinya. Ia ingin kedekatannya terekspos. Ia ingin membuat skandal di Korea agar ia lebih terkenal lagi sebelum ia pindah ke Jepang. Akupun langsung memberikan tinjuku yang paling kuat karena sedari tadi aku telah mengepalkan tanganku sampai telapak tanganku lecet karena kuku ku yang menancap akibat mengepalkan tangan terlalu kencang, meninggalkan dia yang terduduk di lantai dengan darah mengalir di mulut dan pandangan kesal dan bingung atas apa yang kulakukan.
“Hyung, jadi ini balasanmu eoh? Yeoja itu adalah yeoja yang kusukai sejak dulu hyung! Teganya kau. Aku bahkan tidak tau bagaimana cara mengontak yeoja itu sekarang karena ulahmu yang seenaknya itu!” bentakku, dan sebelum aku tidak bisa menahan diri untuk menghajarnya lagi kuputuskan untuk meninggalkan hyung sialan itu.
End of flashback
Yeon Hee POV
Aku benci suasana awkward seperti ini. Haruskah aku menyapa oppa ini? Bagaimanapun aku dulu mungkin saja terlalu keras… tapi… aku merindukannya, mungkin lebih baik kucoba menyapanya.
“Yeon Hee-ah kita mau kemana?” Tanya Nichkhun oppa dengan suara khasnya yang membuat aku terkaget karena lamunanku
“Ah ke alamat ini, Nichkhun… oppa.”
Nichkhun POV
Ia kembali memanggilku “oppa”. Apakah hatinya sudah melunak? Apakah ini lampu hijau bagiku? Apa aku bisa mengungkapkan cinta yang sudah lama kupendam? Tidak… aku tidak tau apa dia masih dekat dengan hyung brengsek itu atau tidak. Ah. Aku…galau /-__-
“ssh…”
Aku mendengar suara lembut itu… keluar dari bibir manis yeoja yang duduk di kursi depan mobilku ini. Dia tertidur. Aku melepas jaketku dan membalutkan (?)nya di badan kecil yeoja ini.
Macet. Jalanan Korea sore-sore emang amit-amit deh.
Aku memalingkan wajah kea rah Yeon Hee yang masih tertidur lelap. Aku mencoba menyentuh punggung tangannya yang halus… ia tidak terbangun. Sepertinya ia terlelap.
“Oppa…” Dia mengigau.
“Nichkhun oppa , bogoshippo…” ia menitikkan air mata. Dia menangis dalam tidurnya. Mimpi apa dia eoh?
Aku menyentuh bibirnya yang dulu mengecup pipiku. Lembut. Aku tidak tahan untuk tidak mendekatkan wajahku ke wajahnya yang tertidur seperti bayi itu. Aku ingin menciumnya. Dan…
“TIIIIIIIIIIIIIN!!!!!!!”
Suara klakson mobil-mobil di belakang mengejutkanku dan Yeon Hee terbangun. Sial pemandangan indahku terbuang gara-gara mobil sialan yang tidak sabaran itu, rutukku.
“Oppa?” katanya dengan suaranya yang lucu itu karena ia baru bangun tidur.
“Ne Yeon Hee-ah?”
“Mengapa wajahmu dekat begini? Oh ya apakah kau punya minum? Aku haus. Minum milikmu yang sudah diminum juga boleh.”
“Ini minum saja. Belum kuminum.” Kataku sambil menyodorkan sebotol greentea.
“Yeon Hee-ah apakah oppa boleh bertanya?” kataku sambil memecah keheningan mobilku.
“Ne oppa.”
“Maaf oppa ikut campur urusan pribadimu tapi… ada sesuatukah diantara kau dan Sung Min hyung?”
“Andwae oppa. Dia pernah menembakku tapi aku tidak menerimanya. Aku sudah memiliki orang yang aku sukai” katanya sambil memberi senyumannya yang indah sambil menunjuk dadanya.
Aku menghela napas lega. Tetapi aku merasa tidak asing saat mengantar Yeon Hee ke tempat temannya. Terasa familiar.
“Yeon Hee-ah kalau boleh tau, rumah siapa yang ingin kau datangi?” tanyaku dengan raut cemas, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada yeoja polos ini.
“Sung Min oppa.”
Nafasku berhenti. Aku tidak akan membiarkan ini.
Yeon Hee POV
“Sung Min oppa.”
Aku melihat gurat cemasnya yang langsung ia tutupi dengan senyuman khasnya.
“mwoya oppa? Kenapa oppa bawel sekali hari ini? Tidak biasanya ?” kataku
“Aku takut princess ini memarahi oppa dan belum mengampuni oppa. Uri Yeon Hee, mianhae…” katanya sambil menunjukkan aegyonya tetapi matanya menunjukkan keseriusan.
“Oppa aku juga minta maaf. Seharusnya aku tidak semarah itu oppa…”
“Oppa ingin menceritakan sesuatu nanti. Kau sudah sampai. Ini rumah Sung Min hyung. Take care, princess, aku akan menjemputmu kalau kau sudah selesai. Telepon ke nomor ini saja.” Katanya sambil memberiku secarik kertas bertuliskan nomor HPnya
“Ne oppa, gomawo. Jika oppa sibuk aku tidak keberatan untuk pulang naik bis kok oppa.”
“Andwae. Jangan naik bus malam-malam. Kau tau kau hanya mengenakan kaus yang agak ketat dan hotpants eoh? Oppa tidak mau uri Yeon Hee kenapa-napa. Call oppa! Kalau tidak nanti oppa cium! Kkk”
“Ne oppa kalau begitu aku akan naik bis saja biar dicium oppa heee… umm”
Sesuatu menghantam (?) bibirku sebelum aku selesai bicara.
Nichkhun POV
Aku tidak tahan lagi!
“Ne oppa kalau begitu aku akan naik bis saja biar dicium oppa heee… umm”
Aku langsung melumat bibirnya yang berwarna kemerahan itu. Walaupun hanya kecupan singkat, itu sukses membuat jantungku berdebar tak karuan.
“Ya oppa! 1st kiss ku diambil oleh oppa” katanya sambil merengut dan memasang muka yang lucu.
“Aku tidak mau 1st kissmu diambil orang lain, chagi. Sini kuambil 2nd dan 3rd kiss mu juga, uhm?” tanpa menunggu jawabannya aku melumat lagi bibirnya dan memeluknya dan mengelus punggungnya sampai ia kehabisan nafas. Saat ia baru mengambil nafas aku langsung menciumnya lagi dan sedikit meremas pantatnya dan ia membuka mulutnya dan kujadikan chance untuk segera memasukan lidahku ke mulutnya sampai kita membutuhkan oksigen lagi.
“oppa, aku sudah telat tau. Gomawo oppa, sampai jumpa nanti!” katanya. Ia memancarkan sedikit semburat merah di pipinya. Apakah ini pertanda? Oh tidak, tidak ada sampai jumpa, Yeon Hee. Aku akan menunggu di sekitar sini. Aku tidak akan membiarkan si keparat Sung Min melakukan apapun yang mengancammu. Tidak akan.
“Bye Yeon Hee-ah, take care chagi? Eheee” kataku sambil menyeringai
“Ne oppa. Dan aku bukan chagi mu oppa. Kkk oppa juga take care! Annyeong^^”
Aku melihatnya sebentar lalu menjalankan mobilku keluar gang dan memarkirkannya, lalu aku kembali dan menyusup ke rumah Sung Min untuk melindungi uri yeoja dari namja mata keranjang itu.
Sung Min POV
Selesai sudah yeoja polos itu di tanganku. Dia benar-benar datang eoh? Pabo yeoja kkk. Dia akan menjadi makan malamku hari ini… yummy.
Yeon Hee POV
Ah, ternyata begini ya rumah hallyu star. Wah, besar sekali. Berbeda dengan Nichkhun oppa yang rumahnya sederhana dan tidak begitu mewah tetapi sangat nyaman. Ah, memikirkan nichkhun oppa selalu membuat jantungku mau lepas. Apalagi setelah ciumannya tadi. Aku tidak tau ia bisa se hot itu. Oppa aku mau dicium lagi … aku mikir apa sih -_- sudahlah lebih baik aku masuk, Sung Min oppa pasti sudah menunggu.
Aku menekan bel dan tak lama Sung Min oppa membukakan pintu untukku.
“Annyeonghaseyo, oppa” kataku sambil menyunggingkan senyum termanisku
“Aish Yeon Hee-ah, senyummu membuat dadaku berdegup tak karuan tau. Teganya kau membuat jantungku bekerja lebih lelah.” Katanya.
“Mian oppa ehehe”
“Kajja kita masuk? Aku sudah menyiapkan film yang ingin kau tonton”
“Gomawo oppa. Kajja”
Dan akupun masuk ke rumahnya dan tak menyadari perangkapnya ini.
Sung Min POV
“Yeon Hee-ah ini, kau ingin menonton despicable me 2 kan? Oppa sudah membelinya di toko DVD bajakan sebelah kompleks ini -_- oppa juga membuatkanmu popcorn dan lemon tea kesukaanmu lho?”
“Kkk gomawoyo oppa memang baik sekali! Kajja kita nonton aku sudah tak sabar! Tadinya aku ingin minta Jong Kook oppa yang menemani tetapi ia sibuk sekali akhir-akhir ini.”
“Ne kajja. Gwenchana Yeon Hee-ah kan ada oppa yang bisa menemanimu.”
Yeon Hee POV
Aduh aku kenapa ya? Rasanya badanku panas dingin begini, apa aku sakit ya gara-gara kehujanan tadi? Tapi kan Cuma sedikit. Ah sudahlah paling hanya sakit ringan. Akupun menjadi banyak bergerak karena merasa tidak nyaman dengan kondisi badanku.
“Yeon Hee-ah, mau tambah lemon tea nya?” kata Sung Min oppa sambil merangkul pundakku dan sedikit merapat padaku
“Andwae oppa, aku sudah kenyang” kataku sambil sedikit menjauhkannya.
“Yeon Hee-ah, kau sangat menggiurkan kau tau? Apakah kau sadar kau ke rumah laki-laki dengan menggunakan baju seperti itu eoh? Kau minta diserang eoh?” katanya sambil memelukku kencang sehingga gerak-gerikku tertahan olehnya
“Ya! Kau berhenti memelukku lepaskan!”
“Shireo.” Katanya pelan sambil membuat kissmarks di pundakku.
“Andwae oppa ini tidak benar. Lepaskan.”
“Shireo.” Katanya sambil menggenggam kedua tanganku yang kecil dan memojokkanku di tembok lalu menaikkan tangannya yang menggenggam kedua pergelangan tanganku hingga membentur tembok.
“Oppa andwae…” aku tak berdaya. Dia mulai meremas-remas dadaku yang masih terbungkus kaos garis-garis merahku, dan aku merasa panas dingin tadi semakin membuncah. Aku benar-benar bingung. Aku bukan orang yang gampang sakit dan aku tau itu.
“Oppa lepaskan oppa , berhentilah oppa, ini tidak be…” dia menghentikanku dan menciumku kasar agar aku tidak bicara lagi sampai aku terengah karena kehabisan nafas
“Yeon Hee-ah aku tidak peduli lagi aku ingin memilikimu!” katanya sambil mengoyak kaosku hingga tinggal bra dan hotpantsku yang tersisa. Ia menghentakkan tangannya dan braku terlepas dengan mudahnya. Heran. Mengapa dia bisa melakukan itu eoh aku saja tidak bisa.
“Oppa geuman… Stop oppa.” Kataku pelan. Ia menciumi payudara kiriku dan memainkan nipplenya dengan lidahnya, dan tangan kanannya yang bebas mulai menggosokkan jarinya di selangkanganku. Aku yang merasakan itu langsung berteriak.
“OPPA ANDWAE!!! NICHKHUN OPPAAAAAAAAAAAA…” dan aku langsung diciumnya lagi dengan kasar karena takut ada yang mendengar.
BUGH.
Pintu kamar Sung Min oppa terlepas dari engselnya dan menunjukkan wajah yang tak asing lagi. Wajah namja yang membuat perasaanku campur aduk. Nichkhun oppa.
Nichkhun POV
Aku akhirnya berhasil menyelinap lewat halaman belakangnya yang mudah kulewati dengan memanjatnya. Aku memiliki firasat buruk dan menajamkan pendengaranku untuk mencari keberadaan Yeon Hee.
Aku menemukan kamar yang agak berisik. Aku agak ragu untuk masuk. Aku mencoba memutar kenop pintu tapi tak bisa. Dikunci dari dalam, pikirku. Aku menempelkan telingaku ke pintu dan mendengar jeritan Yeon Hee.
“OPPA ANDWAE!!! NICHKHUN OPPAAAAAAAAAAAA…”
Jeritan itu.
Keraguanku hilang. Engsel pintu terlepas dan aku melihat uri Yeon Hee terpojok half-naked dengan Sung Min hyung yang menahan kedua tangannya.
BUGH. Aku menghantam bagian belakang lehernya dengan potongan kayu pintu kamarnya sendiri dan Sung Min pun pingsan. Yeon Hee langsung memelukku.
“Yeon Hee don’t cry… you’ll be okay… Oppa’s here… Oppa won’t hurt you…”
Aku mengelus punggungnya yang masih naked itu dan dia memelukku makin erat.
“Oppa help me… Sung Min oppa jahat, ia memasukkan sesuatu di minumanku dan aku merasa aneh saat disentuh orang…” katanya sambil terisak
Aku memasangkan bra nya dan memakaikan jaketku untuknya walaupun itu agak kebesaran
“Oppa, kira-kira itu obat apa oppa… aku tidak bisa tenang dari tadi oppa bagaimana ini…” katanya lagi
“Itu obat perangsang Yeon Hee-ah… oppa sangat bersyukur oppa dapat menemukanmu sebelum namja sialan itu berlaku lebih… oppa sempat melihat tong sampah depan kamarnya yang berisikan bungkus obat perangsang itu…” kataku sambil menangkupkan wajahnya yang imut itu.
“Jadi apa yang harus kulakukan oppa agar obat tersebut hilang efeknya?” katanya dengan raut cemas sambil memasuki mobilku
“Yeon Hee-ah, ini mungkin bukan waktu yang tepat, tetapi maukah kau menjadi yeojachingu oppa? Jebal, oppa sudah suka padamu sejak Jong Kook hyung mengenalkanmu pada oppa…” kataku dengan pandangan memohon
Yeon Hee POV
“Yeon Hee-ah, ini mungkin bukan waktu yang tepat, tetapi maukah kau menjadi yeojachingu oppa? Jebal, oppa sudah suka padamu sejak Jong Kook hyung mengenalkanmu pada oppa…”
Mwooo? Jinjjaaa? Jantungku berdegup tak karuan. Ini waktu yang sangat aku tunggu…
“Oppa tidak usah memasang wajah begitu padaku… nado saranghae oppa, aku juga sudah menyimpan perasaan pada oppa sejak kita kenal dulu…” kataku sambil tertawa dan menutupi wajahku yang memerah karena begitu nervous. Ah. Jaket ini besar sekali ternyata, tanganku sampai tidak terlihat karena tenggelam (?) di dalamnya.
“Kalau begitu, mau oppa bantu menghilangkan efek obat itu, chagi?” katanya sambil tersenyum dan memamerkan giginya. Uuuhh aku tak tahan lagi wajah itu lucu sekali…
CUP!
Aku melingkarkan tanganku di leher Nichkhun oppa dan menciumnya. Nichkhun oppa ternyata agresif sekali, ia membalas ciumanku dengan memasukkan lidahnya seperti tadi lagi… ah aku terbuai lagi dengan ciumannya… Nichkhun oppa memang daebak…
“Yeon Hee-ah turunlah” kata Nichkhun oppa
“kenapa kita ke hotel oppa?”
“kan kita mau menghilangkan efek obat itu.”
“mwo? Jangan bilang…”
“kajja chagiii” katanya sambil menggandeng tanganku mesra dan menarikku ke kamar yang dipesannya.
“oppa, mau apa kita?”
“sssh. Pertama, mulut yang berisik itu harus dibungkam” katanya dan ia menciumku lagi. Dia menurunkan zipper jaketnya yang dipakai olehku dan melepas kaitan bra ku. Ia juga menurunkan hotpants dan celana dalamku dengan sangat mudah dan aku naked di hadapannya dalam kurang dari 2 menit.
“Puah… Oppa, kenapa kau hebat sekali eoh? Dalam kurang dari 2 menit bisa melepas baju perempuan begitu, apa oppa sudah pernah?”
“Andwae Yeon Hee-ah… aku tidak pernah kok. Oppa hanya mau melakukannya dengan yeoja yang oppa cintai seperti kamu.”
Nichkhun POV
“Andwae Yeon Hee-ah… aku tidak pernah kok. Oppa hanya mau melakukannya dengan yeoja yang oppa cintai seperti kamu.”
Itu bukan gombalan, aku benar-benar menyukainya… Uuh, yeoja ini badannya benar-benar seperti model. Tak heran banyak agency yang menawarinya untuk menjadi model walaupun semua ia tolak mentah-mentah karena ia masih bersekolah.
“Omoo… Uri yeoja is so sexy.” Kataku menggodanya
“Gomawo oppa. Tapi kau tidak adil eoh? Kenapa hanya aku yang naked eoh kenapa oppa…”
Dan aku menciumnya lagi. Bibirnya terasa sangat manis dan aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya. Aku meremas-remas kedua payudaranya dan memainkan nipplenya dan melepas ciumanku.
“Oppa… aaah… it feels good oppa… lagi oppa…” katanya meracau tak karuan.
“Yeon Hee-ah, katanya oppa tidak adil eoh? Lepaskan saja baju oppa kalau begitu, tapi harus kau yang bukakan atau oppa akan melihatmu naked sepanjang hari eoh?” kataku lagi. Menggodanya memang mengasyikkan
“Uri chagi manja sekali eoh? Sini kubantu oppa… ashhh…” aku menggesekkan jari tengahku yang panjang ke vaginanya dan ia berhenti sejenak dari aktivitasnya karena terkejut.
“Oppa… Aaah deeper oppa… aaaaah…”
Melihatnya begini aku tak kuat lagi.
Aku segera melepas baju dan celana jeansku dan melingkarkan kedua kaki Yeon Hee ke pinggangku dan memojokkannya ke tembok sambil menciuminya dan meremas-remas pantatnya yang bulat.
“Oppa… Lagi oppa… Enak sekali… Aaah” racaunya saat aku memilin payudara kirinya dengan tangan kiriku dan yang satu lagi menopang badan Yeon Hee yang kugendong sekarang. Mulutku aku pakai untuk menyiksa payudara kanan Yeon Hee yang tidak begitu besar tapi menantang. Aku melumatnya seperti sedang memakan pudding dan sesekali menggigit nipplenya yang sudah menegang.
“aaah oppaaa… enak oppa… aahhh”
Aku tak bisa lagi menahan ini.
Yeon Hee POV
Gila. Aku baru pernah merasakan yang seperti ini seumur hidupku. Aku hanya tahu sex itu cara biologis membuat anak. Dan aku tidak pernah tau rasanya senikmat ini. Nichkhun oppa senang sekali mengisapi payudaraku seperti bayi besar. Rasanya geli, tetapi nikmat. Aku tak peduli lagi racauan apa yang keluar dari mulutku.
“Akh oppa!” pekikku saat ia menurunkan aku di kasur hotel dan seketika itu aku merasa sesuatu yang tumpul tetapi besar menyerbu vaginaku dan ternyata itu Nichkhun oppa dengan juniornya.
“Oppa sejak kapan kau naked eoh?”
“aku tak bisa menahannya lagi Yeon Hee-ah, kau terlalu menggiurkan… Puaskan oppa jebal?”
“… Ne oppa. Pelan-pelan oppa ini pertama kaliku oppa… aku takut rasanya sakit oppa…”
“Yeon Hee-ah oppa akan memasukkan junior oppa sekali hentak okay? Kalau tidak nanti rasanya tambah sakit chagi… gigit saja badan oppa jika sakit geurae? UGH!”
“AKH OPPAA…” aku menggigit pundak Nichkhun oppa karena merasakan sesuatu yang tersobek dibawah sana… aku memejamkan mataku dan meresapi rasanya… sakit tetapi terasa aneh… hangat… dan nyaman…
“Mianhae chagi, mau berhenti?”
“SHIREO! Oppa sudah berlaku sejauh ini dan membuatku sakit jadi oppa harus memuaskan aku… so it’ll be worth it.”
“Arraseo chagi. Bersiaplah. Oppa tidak bisa menahan ini lagi.”
Dan tubuh Nichkhun oppa bergoyang-goyang mengocok vaginaku dan itu terasa… sangat enak.
“Oppa appooooh… aaahh oppaah I like it… uuuuh…” aku mulai meracau tak jelas lagi.
Nichkhun POV
“Oppa appooooh… aaahh oppaah I like it… uuuuh…” aku mulai meracau tak jelas lagi.
Astaga racauan itu membuatku makin bernafsu. Omo… dia tidak sepolos yang aku kira… aku makin bernafsu untuk menggenjotnya… tanganku pun tak bisa diam… keduanya memainkan nipple Yeon Hee dan bibirku menciumnya… dari bibirnya… merambat ke leher dan pundaknya, lalu membuat beberapa kiss mark disana.
“Ah oppaaa aku kelu… uuuuh…”
Buurrr. Yeon Hee mendapatkan orgasme pertamanya, dan aku masih jauh dari itu. Aku tidak ingin ini berakhir begitu saja! Aku menggenjot Yeon Hee lebih keras lagi dan tidak membiarkannya menikmati orgasme pertamanya begitu saja…
“Oppa ah chakkaman oppaaah ahhh uuuh… opppaaahh aku jadi ingin pipis oppa aaah”
“ukkh… keluarkan saja Yeon Hee-ah”
Buuur. Dalam waktu singkat Yeonhee mendapat orgasme keduanya, dan aku masih belum juga, ternyata aku kuat juga. Aku  berhenti sejenak dan mengusap dahi Yeon Hee yang penuh keringat. Sangat sexy. Ia mengelus-elus perutku yang ber-packs ini yang berada diatasnya membuat aku makin bersemangat dan tidak sabar untuk orgasme. Aku menggenjotnya lebih cepat lagi dan Yeon Hee tersentak dan kaget. Saking cepatnya, ia ikut terhentak keatas dan kebawah.
“uuuh… opppaaaah… enakkk oppaah… uuukhh…”
“sempiith… punyamuuh… sempitth sekaliiih… chagiyahhh… ahhh… oppa hampir sampai chagiiih…”
“akuu jugaa… oppaaaaa… aaaaaaaah”
Buuuurr. Aku dan Yeon Hee melepaskan orgasme kami bersamaan. Aku langsung membalikkan badanku dan kini saling berhadapan dengan Yeon Hee tanpa melepas kontak kita.
“oppa… kenapa kau lama sekali eoh. Susah sekali kau sampai. Aku jadi capek tahu.
“Mianhae chagi. Harusnya kau bahagia punya namjachingu yang kuat seperti aku eoh?
“capek sekali oppa. Aku mandi dulu eoh?”
“Oppa ikut.” Kataku.
“MWO? Shireoooo nanti oppa minta lagi”
“tentu saja pasti, Yeon-Hee ah, oppa belum puas. Kan katanya kau mau memuaskan oppa eoh?”
“ah oppa!” katanya saat aku melingkarkan kakinya di pinggangku dan membawanya ke kamar mandi untuk mandi bersama.
END.
Gimana? Kesel ngeliat kata “END”? kkkk. Comment dooong please karya pertama author nih >< ehee

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 22/01/2014, in OS and tagged . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. he he he,,, kesan pertama… “lucu”,,,

    sequel dong thor :D,,, tapi penulisannya tolong diperbaiki lagi yaa 🙂

  2. Br pacaran..ud lgsng yadong an..«‎​ː̗̀(*)ː̖́C άpέ ϑέђː̗̀(*)ː̖́» X_X

  3. Sungmin yg usaha knapa yg ‘yadongan’ sama yeon heee mlah nickhun , :p aku ngerasa alurnya trlalu cpet ,

  4. em tulisanya di perbaiki thor … sequel

  5. Alurnya kecepetan,terus penulisan harus di perbaiki lagi. Tapi aku suka cerita nya,kalau bisa sequel yah author.

  6. seru,lucu butuh sequel nih thor 🙂

  7. memang agak cepet sih, tp ya ok

  8. Shin Young Jin

    Gomawo gomawo ^^

  9. yulia resty

    daebak thor, first kah? hot gitu need sequel thor

  10. udah bagus kok

  11. Sequel sequel sequel

  12. Penulisannya tolong diperbaiki ya thor. Hot ehh :’v kalo boleh sequel^^

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: