PAINFUL LOVE (PART 1)

kyuhyun ff nc

Author        : StrawberryKyu

Tittle           : Painful Love (Part 1)

Cast           : Cho Kyuhyun, Choi Haneul (OC), Choi Woohyun (OC)

Genre         : Romance, Sad.

Rate           : NC

Ini adalah FF pertama saya, jadi saya mohon maaf sebelumnya jika feelnya belum terlalu terasa, alurnya kecepetan bahkan typo bertebaran. Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan di FF selanjutnya.

Kalian juga bisa mampir ke blog pribadi saya>> http://strawberrykyu88.wordpress.com/ . Blognya masih baru, jadi mohon dimaklum lw masih sepi. Tapi as soon as possible bakalan diramaikan ko.

Tanpa banyak basa-basi lagi, happy reading and enjoy this first FF from me.

 

­­

Seoul, April ’14 (Present)

Suatu sore, terduduk seorang gadis di balkon apartemen yang telah ia tempati belum genap setahun ini. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya setelah ia menyelesaikan pendidikannya di sebuah universitas kenamaan di London, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Seoul, Korea Selatan. Memang cukup mengherankan melihatnya kembali, mengingat lima tahun lalu ia bersikukuh untuk meninggalkan Korea dan berujar tak ingin menginjakkan kakinya kembali di Negara kelahirannya itu.

Sudah kesekian kalinya wanita muda itu menghembuskan nafas panjangnya. Seakan sedang dilanda beban yang berat, ia hanya mampu terduduk di lantai sambil melipat lututnya. Matanya menerawang jauh, amat jauh melayang menyusuri memori yang terus menggelayut di otaknya. Dan air matanya pun akhirnya lolos dari pelupuk mata indah itu.

Choi Haneul, gadis berusia 22 tahun yang hanya memiliki seorang oppa setelah orang tuanya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas itu, terbilang gadis yang cukup rupawan. Mata besar beriris coklat, hidung mancung, dan bibir tipis yang selalu menebarkan senyuman manis ke setiap orang yang ia temui adalah pesona tak terbantahkan yang ia miliki. Meskipun tinggi gadis itu tidak berkembang dengan baik -hanya 155 cm- tapi wajah ayunya menjadi jaminan bagi wanita itu menarik hati para lawan jenisnya. Pekerjaan yang ia miliki sebagai editor di sebuah majalah terbesar di Korea Selatan pun seakan menjadi penyempurna pesona wanita muda itu.

Namun tidak untuk kali ini, wajah manisnya benar-benar tertutup kelabu yang amat tebal. Satu jam sudah ia menangis di bawah langit senja berwarna jingga yang hampir berubah gelap. Pertemuannya dengan lelaki yang pernah mengisi hatinya siang tadi benar-benar mengubah mood harinya ke level terburuk semenjak ia kembali bangkit dari keterpurukannya di masa lalu.

Cho Kyuhyun, pemuda berusia empat tahun lebih tua darinya itu seakan menguak luka lama yang mulai bias ia sembuhkan. Seorang selebritis Korea Selatan, magnae dari boyband papan atas Super Junior yang banyak digilai kaum hawa itu justru menjadi benar-benar orang yang paling ia tidak harapkan kenampakannya. Bukan karena ia membenci lelaki itu, bukan, sama sekali bukan. Justru rasa cinta yang mati-matian ia kubur itu kembali menggoyahkan keyakinan yang ia bangun.

***

Five Years Ago (FlashBack)

“Oppa, siapa pria yang tadi berkunjung ke rumah kita tadi?” Tanya Haneul kepada oppanya, Woohyun.

Choi Woohyun adalah keluarga satu-satunya yang ia miliki, yang telah merawatnya sejak kecelakaan lalu lintas tiga tahun lalu yang merenggut nyawa kedua orang tua mereka. Keduanya masih sangat muda kala itu, Woohyun yang baru masuk di tahun pertama kuliah dan Haneul yang baru duduk di kelas 2 sekolah menegah itu pun harus bisa bertahan hidup tanpa kedua orang yang amat mereka cintai. Beruntung kedua orang tuanya meninggalkan deposito yang bisa mereka gunakan untuk kebutuhan hidup dan biaya sekolah.

“Dia Cho Kyuhyun, teman sekelas oppa di kampus. Ada apa memangnya?” jawab Woohyun.

“Ani, aku hanya seperti pernah melihatnya. Tapi aku lupa.” Saut Haneul sambil terus mengingat-ingat dimana ia pernah melihat wajah tampan teman oppanya itu.

“Dia personil boyband Super Junior, kau tau, Sorry Sorry Sorry . . .” sambil mencontohkan tarian permintaan maaf itu.

“Ah!!! Jinja? Dia Super Junior Cho Kyuhyun?” Ucap Haneul sambil member penekanan pada setiap katanya.

Super Junior memang menjadi boyband yang paling dibicarakan semenjak boomingnya lagu Sorry-Sorry tahun ini batin Haneul. Tapi bagaimana bisa magnae boyband terkenal itu bisa menjadi teman Oppanya. Haneul menatap oppanya itu dengan sejuta pertanyaan di mulutnya. Sang oppa yang mendapat tatapan itu pun mengerti.

“Dulu kami memang tidak terlalu akrab, tapi semenjak popularitasnya bertambah dan  jarang masuk kelas, dia mendekati oppamu ini yang terbilang cukup pandai di kelas.” Ucap Woohyun dengan raut muka penuh percaya diri. “Terlebih letak rumah kita yang tidak terlalu jauh dari kampus, jadi dia memutuskan untuk lebih sering main ke sini jika jadwalnya sedang free untuk belajar banyak padaku, hahaha”.

“Ya!! Menjijikkan..” cibir Haneul pada oppanya.

“Oiya, besok dia akan menginap di rumah kita karena kami ada ujian penting keesokan harinya. Jadi tolong bersihkan rumah dan belilah beberapa jenis makanan untuk kau masak. Dia harus mencicipi masakan adikku yang paling enak sedunia.” Rajuk Woohyun dengan puppy eyesnya.

Haneul pun yang dibuat tak kuasa untuk menolak permintaan oppanya itu pun hanya bisa pasrah dengan apa yang ia perintahkan. Esok Haneul akan bertemu dengan Cho KyuHyun, personel dari boyband yang baru-baru ini ia gemari.

**

Keesokan harinya Haneul telah menjalankan perintah oppanya untuk membersihkan rumah dan memasak makanan alakadarnya untuk menyambut ‘tamu’ oppanya itu. Rumahnya yang tidak terlalu besar namun tampak asri itu pun terlihat sangat terawat dan asri berkat tangan dingin Haneul, dibantu Woohyun tentunya.

Rumah bergaya tradisional dengan mayoritas material kayu itu memiliki satu ruang tamu, satu ruang makan yang menyatu dengan dapur, satu gudang, serta dua kamar tidur. Halaman rumah mereka pun cukup luas yang disulap oleh Haneul menjadi taman bunga yang amat cantik. Ruangan yang sekarang menjadi gudang dulunya merupakan kamar kedua orang tuanya, namun semenjak mereka meninggal, kamar itu digunakan untuk menyimpan semua kenangan manis keluarga mereka.

Haneul sedang menyiram tanaman ketika Woohyun dan Kyuhyun masuk ke rumahnya. Ia saat itu juga seakan terhipnotis melihat sosok jangkung yang ada di depan matanya. Dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Haneul pun membungkukkan badan untuk memberi salam kepada namja tampan di depannya. Pertemuan pertama setelah kemarin ia mendapati Kyuhyun baru saja Keluar dari pintu gerbang rumahnya ketika ia baru pulang dari sekolah. Hari-hari menjelang perpisahan sekolah memang membuatnya sering pulang sore karena sibuk mempersiapkan pesta perpisahan yang rutin diselenggarakan akhir tahun pelajaran.

Berbeda dengan Haneul, Kyuhyun tampak begitu santai membalas salam Haneul. “Cho Kyuhyun Imnida, senang bertemu denganmu, Choi Haneul?” Sambil menyodorkan tangannya. Ded, bagaimana Kyuhyun bisa tahu nama Haneul, gumamnya dalam hati. Tapi lagi-lagi Haneul hanya mematung setelah menjabat tangan Kyuhyun. Sadar akan ekspresi bingung Haneul, Kyuhyun pun kembali angka bicara.

“Woohyun sudah banyak cerita tentangmu. Apa kau benar-benar fansku?” Lagi-lagi Kyuhyun mengeluarkan kata-kata yang membuat Haneul mengeluarkan semburat merah di pipinya. Bahkan ia tak pernah menceritakan kekagumannya terhadap Super Junior pada siapa pun. Nampaknya Woohyun benar-benar tahu benar apa saja yang ada dipikiran adiknya itu. Tapi kenapa ia berani-beraninya menceritakan itu pada Kyuhyun?

“Ne?” hanya kata itu yang bisa muncul dari bibir mungil haneul. Otaknya benar-benar lumpuh nampaknya.

“Araso, nampaknya aku harus mulai terbiasa dengan popularitasku saat ini.” Ucap KyuHyun disertai evil smirknya yang justru membuatnya makin mempesona. Kemudian Kyuhyun dan Woohyun pun meninggalkan Haneul yang masih mematung di halaman. “Ya, Choi Haneul, sadarlah!!!!!” Jerit Haneul tertahan.

Semenjak datang tadi, Kyuhyun dan Woohyun sibuk membahas materi kuliah di kamar Woohyun. Hinnga saat makan malam tiba mereka pun baru keluar untuk memenuhi kebutuhan pangan tubuh mereka. Haneul yang tengah sibuk menata meja makan pun mempersilahkan mereka duduk. Sepertinya Haneul sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Kyuhyun.

“Kalian pasti lapar? Ayo cepat cuci tangan lalu makan bersama.” Ajak Haneul penuh semangat. Tanpa membuang-buang waktu 2hyun itu pun lekas mencuci tangan mereka dan mulai menikmati hidangan yang telah memenuhi meja makan.

Tidak banyak pembicaraan yang muncul ketika makan malam berlangsung. Nampaknya kedua pria ini benar-benar kelaparan pikir Haneul yang justru lebih sibuk memperhatikan mereka yang seperti belum makan satu minggu.

“Masitta” seru Kyuhyun memecah keheningan. Selain rasa lapar yang cukup menyiksa, kenikmatan masakan Haneul juga salah satu faktor dirinya makan lahap mala mini. “Apa benar-benar kau yang memasaknya?” Tanya Kyuhyun sedikit tidak percaya.

“Tentu saja aku. Memangnya siapa lagi.” Sanggah Haneul.

“Ya, I trust you. Oppa mu sudah bercerita bahwa kau memang pintar memasak.” Kyuhyun kembali menjelaskan.

“Mwo, sebenarnya apa saja yang telah kau ceritakan padanya Oppa?”  batin Haneul menatap tajam pada Woohyun. Tapi hanya ditanggapi dengan menaikan bahu oleh kakaknya itu.

Setelah makan malam selesai, 2hyun yang telah memakan habis makanan yang disajikan Haneul malah asyik bermain playstation. Haneul pun hanya bisa berdecak pasrah melihat kelakuan mereka. Biar bagaimanapun ini adalah kali pertama oppanya membawa temannya ke rumah. Sebelumnya ia terlalu sibuk mengurusi Haneul tanpa memikirkan dirinya sendiri. Jadi Haneul tidak ingin egois dan membiarkan oppanya menikmati kegiatannya.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Haneul pergi ke teras rumahnya untuk menghirup udara segar sambil menikmati indahnya langit bertabur bintang. Ia mulai merebahkan diri di lantai dan digunakannya kedua tangan kecilnya sebagai bantalan untuk menyangga kepalanya. Menatap langit berbintang seakan mendekatkannya kepada kedua orang tuanya.

Lamunannya seketika terbang karena tiba-tiba ada sesosok pria yang ikut merebahkan diri di sampingnya. Awalnya ia berusaha bangkit, namun pria itu menahannya. Justru sekarang tangan pria itu menggantikan tangannya untuk menjadi sandarannya tidur.

Haneul benar-benar terkejut dengan sikap Kyuhyun. Namun ia juga sama sekali tidak menolak ataupun berusaha beranjak dari posisinya. Tangan itu terlalu nyaman, bahkan lebih nyaman dari tangan Woohyun oppa.

“Dimana Woohyun oppa?” Haneul coba memulai percakapan.

“Dia sudah tidur di kamar. Dia itu manusia atau apa, baru sampai dihitungan ketiga dia sudah pergi entah ke mana.” Tutur Kyuhyun dengan semangat.

“Ya,,, dia itu oppaku. Kau tidak boleh membicarakannya seperti itu dihadapanku.” Jelas Haneul sedikit emosi. “Tapi dia memang seperti itu sejak dulu…” tambah haneul sambil sedikit menahan tawa.

“Haneulah…” panggil Kyuhyun pada gadis disampingnya itu.

“Apakah kau percaya pada cinta pada pandangan pertama?” Tanya Kyuhyun pada Haneul.

“Ani,” jawab Haneul tanpa ragu. “Bagaimana mungkin seseorang bisa memutuskan untuk menjatuhkan hatinya pada orang yang baru pertama ia temui. Tidak dapat dimengerti.” Ujar Haneul.

“Wae?” Balas Kyuhyun sedikit tidak nyaman dengan jawaban Haneul.

“Hanya terdengar sedikit menggelikan. Mungkin bahkan kau tak tau bagaimana perangainya. Bukankah ada istilah ‘don’t judge the book from the cover’. Menurutku kesan pertama hanyalah sebuah sampul dari buku yang harus kita baca dulu isinya, baru memutuskan kualitas dari buku tersebut.” Papar Haneul.

“Tapi bukankah hati seseorang bisa merasakan sebuah pertanda saat ia bertemu dengan orang yang mungkin bisa menjadi takdirnya?” balas Kyuhyun sambil memiringkan tubuhnya.

“Ba.. bagaimana kalau itu hanyalah sebuah ilusi?” jawab haneul gugup menyadari Kyuhyun sedang menatapnya dari samping.

“Maldo andwe…” bisik Kyuhyun tepat di telinga Haneul.

“Apa kau tak bisa merasakannya?” lanjut Kyuhyun, “hatiku mengisyaratkan bahwa ia sedang merasakan pertanda… cinta … love at the first sight.”

“Apa maksudmu Kyuhyun-si” jawab Haneul melemah.

“Kyuhyun-si? Aku ini teman oppamu. Jadi kau juga harus memanggilku oppa. Kyuhyun oppa. Arasso?” Dalih Kyuhyun.

“Hmmm?” gumam Haneul sambil menoleh ke arah Kyuhyun seolah tak paham maksud perkataannya.

Namun hal itu malah dimanfaatkan Kyuhyun untuk mengecup bibir Haneul yang tiba-tiba membeku namun terasa hangat secara bersamaan saat Kyuhyun menempelkan bibir penuhnya. Hanya menempelkan, tak lebih dari itu. Dan dalam hitungan detik Kyuhyun pun menjauhkan bibirnya dari bibir Haneul. Tanpa bicara sepatah kata pun Kyuhyun dengan segera bangun dari tidurnya dan beranjak masuk ke rumah.

Haneul yang tadinya menumpukan kepalanya ke tangan Kyuhyun secara reflex ikut terduduk bersamaan gerakan Kyuhyun. Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya pulih, Haneul pun bergumam yang masih samar terdengar oleh Kyuhyun yang otomatis menghentikan langkahnya di ambang pintu.

“Itu… Itu ciuman pertamaku”

**

          Sejak kejadian itu Kyuhyun tak pernah lagi berkunjung ke rumah Haneul dan Woohyun. Kesibukannya bersama Super Junior benar-benar menyita waktunya. Bahkan untuk sekedar menghela nafas pun harus dilakukannya sesuai jadwal grupnya itu. Terkadang ia ingin mengunjungi gadis yang akhir-akhir ini menyusup ke dalam hatinya. Namun lagi-lagi kesibukannya sebagai idol menjadi alasan yang cukup membuat Kyuhyun tak dapat melaksanakan niatnya itu. Bahkan saat ia akan menjelaskan kejadian yang mereka alami malam itu pun, tak sempat ia lakukan karena gadis itu sudah pergi meninggalkan rumah sebelum ia bangun dari tidurnya.

Gadis itu benar-benar menyita perhatian seorang Cho Kyuhyun nampaknya. Dan ia harus sedikit bersabar untuk merealisasikan berbagai macam hal yang sudah ada dalam otaknya kini.

*

 

Sementara di sisi lain, Haneul memilih untuk bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa. Sikap Kyuhyun yang justru meninggalkannya seketika setelah ia mencuri ciuman pertama Haneul, membuat ia berpikir mungkin Kyuhyun hanya sedang mengigau kala itu. Ya, meskipun dengan jelas ia sadar bahwa Kyuhyun tengah terjaga seratus persen kala itu. Tapi toh itu tidak penting, bagi Kyuhyun mungkin itu hanyalah hal biasa yang lumrah ia lakukan. Setidaknya ia tidak menyesal memberikan ciuman pertamanya –sekaligus cinta pertamanya- pada pria yang telah resmi menjadi idolanya tersebut.

**

 

Hari ini adalah malam pesta perpisahan sekolah. Seluruh siswa tingkat akhir larut dalam kebahagiaan pesta itu, begitu juga dengan Haneul. Hingga puncak acara malam itu pun tiba, semua orak dibuat terkejut dengan Mysterious Guest yang diundang pihak sekolah.

“Mari kita sambut, Super Junior Cho Kyuhyun!” seru MC acara tersebut disambut tepuk tangan dan teriakan meriah dari seluruh isi ruangan itu.

Cho Kyuhyun. Apa ia tidak salah lihat. Itu, itu benar-benar Cho Kyuhyunnya. Saat orang lain berteriak antusias, ia malah diam terpatung menyaksikan pria yang diidolakannya itu. Padahal ini adalah pertemuan yang lama ia harapkan. Dan bayangan ketika Kyuhyun menciumnya pun kembali terbayang membuatnya semakin terpaku di posisinya.

Selesai menyanyikan lagu 7 Years of Love, Kyuhyun mengucapkan terima kasih dan selamatnya kepada para lulusan di sekolah tersebut. Ia pun turun dari panggung dan melayani beberapa siswa dan guru yang meminta berfoto bersama dirinya.

Dari sekian banyak orang yang ada di ruangan itu, sebenarnya hanya ada satu wanita yang menarik perhatiannya sejak tadi. Matanya pun acap kali tampak mencuri pandang pada sosok Haneul Yang tampak cantik dengan balutan dress hitam selutut yang tempat begitu pas di badannya. Make up tipis di wajah manisnya itu pun menambah keanggunan sosok Haneul di matanya. Sempurna. Kata itu jelas tak berlebihan Kyuhyun sematkan pada gadis pujaannya itu.

Haneul tampak cukup shock ketika Kyuhyun mendekatinya. Kyuhyun dengan ringannya mengucapkan selamat atas kelulusan Haneul. Sontak kejadian itu menyedot perhatian seisi ruangan. Naum predikat siswa lulusan terbaik yang disandang Haneul sedikit menolongkan sebagai alasan kuat mengapa kyuhyun semudah itu menghampirinya.

“Chukae, kudengar kau lulusan terbaik tahun ini. Choi Haneul?” Sapa Kyuhyun seolah-olah mereka baru pertama kali ini bertemu.

“Gamshamida. Kyuhyun Sunbaenim.” Ya, Kyuhyun memang alumni sekolah menengah ini juga. Oleh sebab itu tidak terlalu mengherankan kenapa dia ada di sini sekarang.

Selepas pesta usai, tanpa sepengetahuan siapa pun Kyuhyun meminta Haneul untuk pulang bersamanya malam ini. Kyuhyun tahu jika saat ini Woohyun sedang tugas jaga malam di studio rekaman tempatnya bekerja. Semenjak kepergian orang tua mereka, Woohyun memang mulai menjadi penopang hidup diri dan adik satu-satunya. Uang peninggalan kedua orang tuanya memang terbilang cukup untuk mereka bertua bertahan, namun kesempatan kerja yang diberikan pamannya tidak mungkin Woohyun sia-siakan begitu saja. Lagi pula uang mereka bias lama-lama habis jika tidak dibarengi bekerja.

Haneul sekarang sedang duduk manis di mobil Kyuhyun. Sedangkan siempunya mobil hanya sibuk berkonsentrasi memperhatikan jalan. Tak ada satu pun percakapan sampai Haneul menyadari bahwa ini bukanlah jalan menuju rumahnya.

“Kyuhyunsi, tampaknya ini bukan jalan menuju rumahku?” Tanya Haneul sedikit bingung.

“Bukankah kau sudah berjanji untuk memanggilku oppa. Kenapa embel-embel –si itu masih ka sematkan dinamaku. Apalagi yang kau ucapkapkan tadi di pesta. Sunbaenim?” tutur Kyuhyun sedikit menyunggingkan senyum evilnya.

“Bukankah kau juga lulusan sekolahku. Jadi kau memang sunbaeku kan.” Elak Haneul.

“Lalu” potong Kyuhyun. “Dimana panggilan oppa untukku?”

Haneul malah mencelos setelah ia sadar bahwa kini mobil yang ia naiki terparkir di sebuah resort mewah. Kyuhyun yang menyadari keterkejutan Haneul berusaha mengibaskan tangnnya di depan wajah Haneul.

“Kaja, ini adalah resort milik keluargaku. Aku sedang mendapat jatah libur malam ini, jadi aku malas jika tetap harus pulang ke dorm. Lagi pula oppamu tidak ada di rumah kan? Apa kau tidak merasa takut sendirian di rumahmu.” Ujur kyuhyun mulai beralasan.

“Tapi Woohyun opa bias marah kalau aku tidak pulang.” Ucap Haneul yang tidak mendapat respons dari Kyuhyun. Ia malah keluar dari mobil dan membuka pintu mobil di sebelah Haneul.

“Aku yang akan bertanggung jawab pada oppamu nanti. Percayalah.” Kyuhun mulai menarik lebut tangan Haneul untuk masuk ke resortnya itu.

Rumah resort yang baru saja Haneul masuki membuat ia benar-benar kagum. Desain dan interior yang mewah begitu kentara baik di dalam maupun di luar ruangan. Haneul pun duduk di sofa putih yang ada di ruangan tengah. Dinding-dinding yang terbuat dari kaca membuat Haneul dapat melihat pemandangan luar yang penuh dengan keindahan lampu taman.

Setelah memberi Haneul segelas wine, Kyuhyun menuju Grand Piano yang terletak di sudut ruangan. Ia memainkan ost. Sasy Girl yang membuat Haneul benar-benar jatuh ke dalam pesona Cho Kyuhyun yang benar-benar sempurna malam ini.

Selesai memainkan lagu untuk gadis yang dicintainya itu, Kyuhyun menghampiri Haneul dan mengajaknya bersulang. Haneul yang sebenarnya tidak pernah mengonsumsi minuman beralkohol itu pun, anehnya dengan sukarela meneguk tanpa ragu gelas wine itu.

Kyuhyun pun melanjutkan kejutannya dengan memainkan piringan hitam yang berisi permainan musik instrumental yang amat romantis. Ia kemudian mengajak Haneul untuk berdansa di bawah naungan sinar lampu temaram. Haneul nampaknya telah terhipnotis dengan semua yang dilakukan Kyuhyun. Ia yang lagi-lagi tidak pernah berdansa pun dengan telaten mengikuti gerakan tubuh Kyuhyun.

Tubuh Haneul sekarang sepenuhnya ada dalam dekapan Kyuhyun. Kehangatan tubuh Kyuhyun benar-benar menjadi candu baru bagi Haneul. Sejak kejadian Kyuhyun menciumnya, aroma tubuh Kyuhyun seakan terekam jelas di saraf tubuh Haneul.

Pun hal yang tidak jauh berbeda dialami Kyuhyun saat ini. Sejak pertama kali ia mendengar bayak tentang Haneul dari Woohyun, ia mulai penasaran dengan sosok adik temannya itu. Dan saat ia pertama kali berkunjung ke rumah Woohyun dan Haneul, ia dibuat terpukau dengan kecantikan Haneul yang waktu itu baru ia lihat dari bingkai foto yang terpajang di dinding rumah mereka. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sosok Haneul, ia benar-benar yakin bahwa ia menyukai gadis itu sejak pandangan pertama.

Sebenarnya banyak hal yang ia ingin diungkapkan pada Haneul. Tapi suasana malam ini terlalu memabukkan baginya. Sikap Haneul yang tanpa penolakan terhadap semua kejutan yang ia persiapkan, membuat Kyuhyun yakin bahwa gadis dalam pelukannya ini juga memiliki rasa yang sama dengannya. Membuatnya tanpa banyak bicara menariknya semakin erat ke dalam pelukannya.

Tanpa Haneul sadari, bibir Kyuhyun mendekat ke bibir Haneul. Kyuhyun mengecup bibir plum Hanel negan begitu hangat. Berbeda dengan ciuman mereka sebelumnya, kini Kyuhyun lebih berani mengeksplor bibir hangat wanita itu. Dikecupnya berulang kali bibir Haneul yang terasa begitu manis bagi Kyuhyun. Dan entah mendapat bisikan dari mana, keduanya semakin terhanyut dalam panasnya api cinta di antara mereka.

Hingga akhirnya, mereka berdua melanggar garis norma dan prinsip yang mereka yakini. Dan kini keduanya sibuk menyatukan hati serta raga mereka dalam sebuah kehangatan yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan.

**

2

Present

        Tak terasa dua jam sudah Haneul habiskan duduk termenung di balkon rumahnya. Air matanya serasa kering sudah. Ya, sepulang kerja sampai sekarang ini yang ia lakukan hanya menangis meratapi kenangan masa lalunya. Langit jingga yang tadi menemaninya telah berganti dengan background gelap berhiaskan titik  berkilau yang amat indah.

Ia sangat merindukan ke dua orang tuanya yang telah pergi meninggalkannya delapan tahun silam. Dan kini bintang seakan menjadi penghubung rasa rindunya dengan kedua orang yang paling ia kasihi.

Kini ia tinggal sendiri di Seoul. Haneul menolak permintaan oppanya untuk kembali tinggal bersamanya. Ia belum bisa melupakan rasa bersalahnya terhadap Woohyun yang sudah merawatnya pasca kecelakaan orang tua mereka.

Woohyun memang tidak tahu apa yang terjadi antara Haneul adiknya dan sahabatnya Kyuhyun. Setaunya, malam saat adik kesayangannya tidak pulang, ia menginap di rumah orang tua Kyuhyun. Saat itu Haneul memang benar-benar lupa tidak membawa kunci rumah mereka. Dan itu menjadi kartu penyelamatnya dari rentetan pertanyaan tajam kakaknya.

Woohyun memang tidak terlalu dekat dengan keluarga Kyuhyun, jadi Haneul bisa berkilah dengan alasan tersebut. Yang Woohyun tau, Kyuhyun memiliki seorang noona yang mungkin menjaga adiknya dengan baik. Woohyun tampaknya sudah terlalu percaya pada sahabatnya itu. Karena memang Kyuhyun satu-satunya teman yang ia miliki. Ia terlalu sibuk untuk sekedar memiliki teman.

Woohyun bahkan memiliki harapan jika suatu saat Haneul bisa benar-benar berpacaran bahkan menikah dengan Kyuhyun. Terlepas dari status selebnya, Kyuhyun memang sosok yang dirasa tepat menjaga Haneul nantinya. Namun pikirannya salah. Kyuhyun justru yang menyebabkan adiknya bersikukuh untuk meninggalkan Korea. Tapi yang seperti Haneul tau, Woohyun tidak pernah mengetahui hal itu.

Selepas lulus sekolah menegah dulu, rencananya Haneul akan masuk di Universitas yang sama seperti oppanya dan Kyuhyun. Namun takdir berkata lain, semenjak kejadian itu rasa bersalah Haneul terhadap Woohyun tak dapat ia bendung. Akhirnya ia memaksa oppanya untuk mengizinkannya bersekolah di London. Haneul pikir mungkin dengan berjalannya waktu ia dapat mengurangi rasa bersalahnya.

Haneul memang selalu menjadi kebanggaan Woohyun. Haneul yang tampak sangat mirip dengan ibu mereka juga memiliki hobi yang samma dengan ibunya, Park Hyora. Saat masih hidup, ibunya adalah seorang jurnalis yang cukup terkenal. Dan Hanel pun ingin menjadi penulis seperti ibunya.

Dengan susah payah Haneul dapat membujuk oppanya untuk bersekolah ke London. Dengan prestasi akademiknya Hanel dengan mudah lolos seleksi masuk universitas ternama di London jurusan Jurnalistik. Haneul pun sempat berkeinginan untuk menetap selamanya di London. Ia pun sempat bekerja di sebuah harian terbesar di sana semasa  kuliah dulu. Keaktivannya di kegiatan kampus membuat ia cukup menonjol sehingga bisa mendapatkan pekerjaan sebelum lulus kuliah.

Namun keinginannya kali ini ditentang keras oleh Woohyun. Bahkan ia sampai terbang sendiri ke London untuk menjemput adiknya pulang. Dan sekarang ia telah kembali ke Seoul, kota dengan berbagai kenangan manis dan pahit untuknya. Tapi Haneul tidak mau kembali tinggal dengan oppanya, ia memutuskan untuk menetap di apartemennya sediri. Masih dengan alasan yang sama, rasa bersalah kepada oppanya.

Woohyun memang sempat menolak keinginan Haneul, tapi dengan berhasil membawanya pulang dari London saja ia sudah sangat bersyukur. Setidakya setiap akhir pekan Haneul mau berkunjung ke rumahnya. Terlebih saat ini pun ia telah menikah dengan hobaenya di universitas dulu. Mungkin itu yang mebuat Haneul tak mau lagi tinggal serumah dengannya pikir Woohyun.

Dan pikiran Haneul pun kepada bintang yang sejak tadi ia pandang. Selain orang tuanya, beberapa tahun terakhir ini sosok Kyuhyun pun menjadi bintang baru untuknya. Bintang yang amat ia cintai. Setelah merasa benar-benar lelah, Haneul pun memutuskan untuk masuk ke dalam apartementnya dan beristirahat untuk menghadapi hari esoknya. Mungkin besok ia akan benar-benar bertemu dengan Cho Kyuhyun setelah tadi siang hanya berpapasan di lobi kantor.

**

 

Hari ini Haneul telah berada di kantor majalah tempat ia bekerja. Dirinya sedang memeriksa persiapan akhir sebelum sesi wawancara dengan salah satu member boyband kenamaan Super Junior, Cho Kyuhyun. Meskipun ia bekerja sebagai editor, namun ia selalu ikut terjun langsung dalam proses interview  beberapa tokoh yang dianggap penting. Dan ini adalah permintaan langsung dari atasannya.

Sebenarnya hatinya lebih sibuk untuk mempersiapkan bertemu dengan kawan lama’nya itu. Ujung jarinya tak henti ia hentakkan di meja, pun begitu kakinya yang terus menghentak lantai. Ini bahkan lebih menegangkan dari sesi wawancaranya dulu dengan Prince Henry batinnya.

Saat pintu ruangan tempat photo and interview session dilaksanakan, pandangan matanya reflex menuju sosok jangkung yang baru masuk ruangan tersebut. Semoga dirinya diberi kekuatan untuk menhadapi namja itu batinnya.

*

          Kyuhyun memasuki ruangan tempatnya akan diwawancarai dan melakukan beberapa sesi pemotretan di sebuah gedung majalah ternama. Seperti biasanya ia menyapa ramah kepda semua kru yang ada di ruangan tersebut. Namun ada yang berbeda kali ini, senyum manisnya seketika berubah menjadi raut muka yang sama sekali tidak terbaca. Wajah tampannya yang telah diberi make up sederhana sebelum masuk ke ruangan itu pun tiba-tiba memucat dan rahang yang tampak enegang.

Terkejut, bahagia, bingung, dan masih banyak perasaan yang bekecamuk di hati dan perasaannya kini. Bagaimana tidak, gadis yang ia cari sekitar lima tahun itu tiba-tiba ada didepan matanya. Tidak salah lagi, dia adalah Haleulnya. Choi Haneul yang tiba-tiba raib bak ditelan bumi semenjak ia mengantarkannya pulang setelah malam terindah yang pernah ia lewati.

Gadis itu masih sama seperti yang terakhir kali ia temui. Cantik, manis, dan begitu mempesona. Dan entah bagaimana cara ia tumbuh hingga saat ini ia masih memiliki tinggi badan yang masih sama seperti dulu, apa hormone pertumbuhannya begitu buruk. Hanya saja ia sudah tampak lebih dewasa. Bagaimana pun Haneul yang sekarang ada di hadapannya adalah seorang editor muda yang tampaknya cukup dihormati. Setidaknya itu yang ia lihat dari papan nama yang dipakai di lehernya. Namun ia tak boleh berlama-lama dengan nostalgia singkatnya itu. Ia harus segera melaksanakan pekerjaannya dulu kali ini.

Kyuhyun nampakkya tidak terlalu berkonsentrasi kali ini. Pikirannya selalu tertuju pada Haneul yang duduk di pojok ruangan sambil memperhatikan semua kegiatan yang di lakukan kru lainnya. Kyuhyun sebenarnya sedikit bingung dengan ekspresi datar dari gadis itu semenjak kemunculannya. Apakah Haneul benar-benar sudah tak mengingatnya. Bagaimana mungkin?

*

          Setelah selesai melakukan pemotretan, Kyuhyun mencoba untuk berbicara pada Haneul yang tampak buru-buru ingin keluar ruangan dari ruangan itu.

TBC

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 14/02/2014, in FF, Super Junior and tagged . Bookmark the permalink. 33 Comments.

  1. vierly cornelia agustin

    Wahhh seruuu.. lanjuttt

  2. kajja di nextt ..
    penasaran nihhh..

  3. ceritannya seru cuma menurut aku fellnya kurang dapet ini pendapat aku sendiri ya
    tapi aku tetep suka sama ceritanya ko 🙂

  4. Sungguh story yg cukup bt penasaran ƞȋ̝̊♓..gmana yach kelanjutan hub mrka ber2..mhn chinggu cpt publish part 2nya..kajja

  5. Rita SJclouds

    ya ampun pas asik”ny tbc lg -_- huh bkin pnasaran

  6. Lanjutt..
    Kyknya bgus nih 😀

  7. Kasma libhy

    Lanjut thorr..
    Jangan lama2 y… ^_^

  8. bagus.. tapi terlalu banyak penerangan alur dari pada percakapan.. jdi feelnya gajk dapat..jd bosen bacanya
    semangat ya thor buat karyanya

  9. ini keren bingit

  10. Lanjut .. Penasaran niih

  11. keren n seru thor 🙂
    next part dtggu y

  12. Sptnya cerita ini bakalan seru, asal jgn dominan ama dunia keartisannya aja

  13. Pokoknya ditunggu next part, jangan lamalama yaw ^^ suka sama ceritany, semangat author

  14. Ceritanya menarik nih….
    Lanjut thor

  15. kyaaaa tbc…. ini kok gk ad NCnya sih…. kn di genrenya nc #plakYadong….

  16. Yah TBC?! Mengganggu banget ><"/ bagus thor cuman typo nya mash lmyan,, ditunggu nect chap nya thor..
    cuman tadi gak dijelasin yah si haneul sekolah menengah keatas atau bawah.. itu bikin bingung ini smp atau sma tapi smkin dibca mkin ngrti dy setingkat SMA.
    keep writing thor.

  17. lanjhotannya thor…
    don’t be a long

  18. next_next_next_next 🙂

  19. hhoho keren bgt thor.. next yaa

  20. ceritanya bagus!!
    next chapter jangan lama” y thor 🙂

  21. Wah daebak
    lanjut

  22. oiihhhhh
    q suka bagian penutupnya
    bener2 membuat tanda tanyabesar

  23. crita menarik pasti tbc x bkin pnasaran…

  24. Waaahh DAEBBAK Thour ^^ Nae Seriuz bngt bcanya ^^

    Dy Udh Pernah Bersetubuh x ?? :/

    Nextnya jngan lama-lama thour 😉

    Good Job ^^

  25. Keren..
    Tapi menurut aku alur’a masih kecepetan n buru2..
    Tapi ide cerita n cara penyampaian’a udh bagus, walau msh ada beberapa typo..
    Hehe.. 🙂
    Ditunggu part 2 nya..
    Fighting…

    Jia Jung

  26. bguz..kok NC y blom kelr ya???,,next part d tggu..fighting 😉

  27. Kyaaa kerennn,, suka sm kemasan bahasaa nya,,,, g sabar buat baca next part’ny

  28. next partnya thor hehe
    duh belom nikah udah gituan ckckk hehe

  29. Seru nih , lanjut thor , 🙂

  30. woaa masih membjngungkan nih tor.. alurnya krg jelas.. tp ttp bgus kok.. lanjtannya ditunggu yaaa

  31. authornya cukup mmbuat saya penasaran dg bagaimana kisah haneul dan kyuhyun setelah tbc. cepetan dilanjutin yaahh:)

  32. Ceritanya cukup bikin pnasaran, tp pnulisannya msh bnyak slh huruf, smangat trus tuk lanjutnnya !!!

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: