Three Card Trick (MiSu Couple)

xiah junsu ff nc

1. Author : N/M

2. Title : Three Card Trick (MiSu Couple)

3. Category : Straight, Romance, NC 17

4. Casts: Kim Junsu (DBSK), Min Minmi (OC)

Authors’ Note :
Annyeong, Chingudeul… We’re back again. Kali ini kita mau mempersembahkan FF Junsu.
Btw, kalau kalian berminat baca cerita kita yang lain, atau mau liat prekuel (cerita sebelumnya) dari ff ini bisa buka hanneloreaubury.wordpress.com
Nah, sekarang, enjoy it, chingu. Komen kalian selalu kami tunggu, ya ^^

______
Minmi’s PoV

 

“Ayo kita main kartu,” ajak Junsu Oppa tak lama.

“Main apa?” tanyaku.

“Kau bisa poker?” Junsu Oppa bertanya.

Aku menggeleng lalu menjawab, “Aku hanya bisa Soliter.”

“Soliter membosankan,” kata Junsu Oppa.

“Apa poker lebih seru?” tanyaku. “Junsu Oppa bisa mengajari Minmi, kalau Junsu Oppa mau.”

Junsu Oppa menggaruk-garuk kepalanya lagi. “Sebenarnya aku juga tidak terlalu mengerti poker, sih,” ucapnya.

Aku terbahak. “Kalau begitu, kita sama, Oppa,” tawaku.

Kulihat Junsu Oppa kemudian diam, seperti sedang berpikir. Pun aku menanyakannya. “Apa yang kaupikirkan, Oppa?”

“Aku sedang berpikir permainan kartu apa yang seru tapi mudah untuk kita mainkan,” cetusnya.

Kami diam, sama-sama berpikir. Aku tak bisa memikirkan permainan lain selain Soliter. Junsu Oppa mungkin juga hanya kepikiran poker. Oleh karena itu, kami berpikir terlalu lama sehingga agaknya detik-detik jam dinding lebih cepat bergerak daripada otak kami.

“Aku tahu!” seru Junsu Oppa tiba-tiba.

“Apa, Oppa? Apa?” tanyaku super bersemangat.

“Bagaimana kalau kita main Three Card Trick?” usul Junsu Oppa.

“Wah, bagus, bagus!” seruku.

“Kau setuju? Baiklah, ayo kita main!” Junsu Oppa mengajak dengan riang.

“Ayo! Ayo!” sahutku sambil menepuk-nepuk meja dengan senang. Hingga pada saat Junsu Oppa mengocok kartunya, menyusunnya di meja, aku baru teringat sesuatu, yang segera kupermasalahkan, “Oh, ya, Junsu Oppa, bagaimana cara mainnya?”

 

Junsu’s PoV

 

Oh, ya ampun. Dia imut-imut sekali saat menanyakan hal yang tak ia mengerti. Aku merasakan menemukan sebagian diriku yang lain. Kepolosannya itu membuat hatiku tergelitik. Itu yang membuatku tetap bertahan menyukainya sejak aku mulai menyukainya pada pandangan pertama.

“Junsu Oppa?” Minmi melambaikan tangannya di depanku.

“Oh, ya,” aku terinsaf, “ini… cara mainnya… mudah sekali, kok.”

“Bagaimana caranya?” Minmi sumringah ketika menanyakan ini.

“Jadi aku akan bertindak sebagai dealer, pembagi. Aku akan menjejerkan tiga kartu di sini. Kartunya pilihanku. Um, biar kupilih dulu, ya,” jelasku. Aku pun memisahkan kartu-kartu dengan acak. “Bagaimana kalau kartunya kartu as keriting, kartu sepuluh hati, dan kartu Jack wajik?” tanyaku sambil memperlihatkan kartu-kartu itu padanya.

Minmi mengangguk-angguk. “Lalu?”

“Lalu kau akan memilih kartu yang akan kautebak. Kau mau kartu apa?” tanyaku.

“As,” sahutnya.

“Oke, kartu as keriting ya?” aku memastikan, disambut anggukannya. “Nah, setelah itu, kau ingat baik-baik kartu as keritingmu ada dimana.”

“Di tengah-tengah,” cetusnya.

“Oke, setelah itu aku balik ketiga kartunya,” ucapku sembari membalik tiga kartu itu. “Dan aku akan mengacak-acak keberadaan ketiga kartu tersebut.”

Pun aku segera menukar-nukar posisi ketiga kartu itu secepat mungkin. Di tengah cahaya lilin yang bergoyang, Minmi memperhatikan dengan saksama tiap detail gerakan tanganku.

Hingga ketika usai, aku berkata padanya, “Sekarang, kau tebak dimana kartu as keritingmu.”

“Wah, Minmi mengerti sekarang!” Ia berseru girang.

“Mudah, bukan?” tanyaku.

Ne! Minmi sering memainkan ini di tabulet Minmi!” Ia masih belum kehilangan kegirangannya.

“Oh ya? Kalau begitu, sekarang berarti kau bisa menebak dimana kartu as keritingmu,” tunjukku.

“Tentu saja,” jawab Minmi. Tangannya menunjuk salah satu kartu.

Aku ragu. Selama ini tak ada yang pernah benar-benar bisa main Three Card Trick di DBSK. Kalaupun tebakan mereka benar, aku percaya itu hanya keberuntungan. Dan aku mengocok dengan cepat sekali tadi. Aku sendiri saja tidak tahu yang mana yang kartu as. Maka, aku membuka kartu yang ditunjuk Minmi untuk membuktikan.

Kartu as keriting.

Yes! Benar kan, Junsu Oppa!” seru Minmi senang.

Nah, dia pasti beruntung. Lain kali, atau berikutnya, dia takkan beruntung. “Baik, kita main lagi,” ujarku.

“Ayo!” ajaknya tepat saat tali tipis tank topnya turun dari lengannya.

Aku segera terpaku.

 

Minmi’s PoV

 

“Ada apa, Junsu Oppa?” tanyaku.

“Ah, tidak, tidak ada apa-apa,” Junsu Oppa menjawab dengan gelagapan.

Entah apa yang ada di pikiran Junsu Oppa. Dari tadi ia seperti melayang ke mana-mana pikirannya. Ganjil sekali. Kupikir tugasku adalah membuatnya kembali tidak seperti itu.

“Ayo kita main saja, Oppa,” ajakku.

“Ayo,” sahutnya.

“Apa lagi peraturannya?” aku menyibukkannya dengan pertanyaan lain. “Apa ada hukumannya?”

“Hu-hukuman?” Junsu Oppa tergagap lagi.

Ne. Biasanya kan ada. Seperti yang kalah atau gagal dicoret mukanya dengan bedak atau cairan berwarna,” ujarku.

“Kau mau ada hukumannya?” tanya Junsu Oppa.

“Terserah Junsu Oppa,” senyumku.

Junsu Oppa menyernyih, dengan dua alis yang menurun sedih. Ketika aku mau bertanya mengapa air mukanya seperti itu, ia lebih dulu melontarkan tanya, “Kenapa kau selalu bilang terserah padaku?”

“Minmi tidak tahu,” jawabku jujur, “Minmi hanya merasa Junsu Oppa pasti bisa memutuskan hal dengan lebih baik.”

Junsu Oppa kini menampilkan rona wajah meringis. “Mengapa kau bisa begitu percaya kepadaku?” tanyanya lagi. “Bukankah aku bukan orang yang kausukai sejak pertama?”

Aku terkesiap. “Hah? Maksud Junsu Oppa apa?”

Kutemukan Junsu Oppa nampak grogi. Ia memainkan ujung tiap kartu yang tidak diikutkan ke dalam tiga kartu utama. Karena aku terus menunggui jawabannya, barangkali, ia kemudian menjawab, “Kau menyukai Yunho Hyung, bukan?”

Makin terkesiaplah aku.

“Dan aku yakin kau juga lebih tertarik pada Jaejoong Hyung, Yoochun, dan Changmin daripada aku,” lanjutnya, seperti orang yang kalut.

“Ih, Junsu Oppa bicara apa, sih?” tanyaku bingung.

“Aku ingat sekali kaubilang kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada Yunho Hyung, kemudian pada Jaejoong Hyung, Yoochun lalu Changmin saat—”

“Memang Minmi pernah bilang begitu, ya?” potongku.

“Kau sudah lupa?” tanyanya.

“Entahlah. Minmi lupa-lupa ingat. Lagipula siapa yang tidak tertarik pada kalian berlima jika bertemu secara langsung? Kalian kan tampan-tampan,” ucapku sambil mengibaskan tangan.

“Kami berlima?” tanya Junsu Oppa, dan seperti bergema, “Aku juga tampan?”

“Tentu saja, Oppa!” seruku. “Sekarang, bagi Minmi, Junsu Oppa yang paling tampan. Setelah lama berada di sekitar kalian, Minmi bisa merasakan itu. Walaupun teman-teman Minmi bilang, jauh lebih tampan yang empat, Minmi cuma melihat pada Junsu Oppa.”

Junsu Oppa merunduk. Apa dia malu? Ah, pasti aku terlalu gombal. Tapi itu yang terjadi. Aku hanya mengatakan apa yang selama ini terjadi padaku.

Kami hening beberapa waktu, lalu Junsu Oppa mengocok kartu-kartunya lagi. Dia menghilangkan kegrogiannya mungkin.

“Jadi mau lanjut main, Oppa?” tanyaku, agar ia tak merasa grogi lagi.

“Boleh,” ia mengangkat wajah.

“Ayo main,” ajakku dengan senyum.

Junsu Oppa mengangguk kaku dan mengocok kartunya lagi. Mendadak ia berhenti dan menatapku. “Jadi mau pakai hukuman tidak?” tanyanya.

 

Junsu’s PoV

 

Kudapati Minmi mengangguk-angguk. Sekarang aku memeras otakku untuk berpikir hukuman apa yang pas. Kalau bisa, hukuman yang makin membuktikan perasaannya kepadaku. Berlebihan? Tidak lah. Dia baru saja menyatakan perasaannya kepadaku. Dia bilang dia hanya melihatku. Itu sesuatu, bukan?

Terlepas dari itu, apa dia menyukaiku, apa dia mencintaiku seperti yang ada di film-film, aku masih tidak tahu. Maka dari itu, aku mau membuktikannya. Hukuman mungkin bisa membantu. Tapi apa?

“Apa hukumannya, Junsu Oppa?” desaknya seraya menyentuh tanganku. Aliran listrik seolah mengalir masuk melalui pori-pori kulitku.

Kupandangi dia. Satu-satunya tali tank top-nya yang masih terpasang juga jatuh. Aku tak tahu apa kulitnya yang terlalu halus, atau karena udara gerah yang kini kami rasakan membuat kulitnya licin. Atau tank top itu memang tidak sungguh-sungguh ketat sehingga talinya bisa terjatuh. Apapun penyebabnya, aku berterima kasih pada itu karena kini aku melihat pemandangan Minmi ber-tank-top tanpa tali.

“Junsu Oppa,” ia memanggilku lagi, dengan suara imut melengkingnya, menyadarkanku.

“Ah, baiklah, hukumannya adalah…”

“Apa?”

Aku mengingat lagi hukuman apa saja yang pernah terlontarkan ketika DBSK bermain. Changmin pernah mencetuskan hukuman ‘mengikuti-setiap-kemauan-sang-pemenang-selama-seminggu’, tapi, ah, tidak, kalau aku mengajukan itu, aku akan tampak sejahat Changmin. Jaejoong Hyung bilang hukuman terbaik adalah ‘beres-beres-rumah-selama-sebulan’, tapi, itu akan melenceng dari tujuanku; yang ingin memastikan perasaan Minmi. Aku lupa apa yang Yoochun sampaikan soal hukuman. Nampaknya ia hanya tertawa-tawa saja. Dan Yunho Hyung? Dia bilang apa, ya?

Oppa,” Minmi memanggil lagi.

“Ya?” sahutku antara fokus dan tidak.

“Apa hukumannya?”

Aku masih mengingat-ingat hingga mendadak tersurat ingatan tentang apa yang Yunho Hyung bilang soal hukuman kami dulu, yang segera ditolak mentah-mentah oleh Changmin. Dan itu brilian, kurasa. Untuk sekarang. Untuk kami. Untukku. Maka aku menyuarakannya, “Bagaimana kalau hukumannya adalah melepas pakaian? Satu pakaian untuk satu kekalahan.”

Kupejamkan mata. Takut menanti reaksi Minmi. Yang mungkin akan berteriak tidak setuju. Atau memandangku heran. Atau mungkin memandangku rendah. Atau mungkin malah berkata kalau dia akan memikirkannya terlebih dahulu.

Tapi, tidak. Dia tak bersuara.

Maka kubuka kedua mataku, melihat perlahan ke arahnya.

“Baiklah,” ucapnya, “ayo kita pakai hukuman itu. Kalau aku salah menebak, aku yang akan buka. Kalau aku benar, sebaliknya, ya, Oppa?”

Kuakui, aku syok.

 

Minmi’s PoV

 

Aku memperingatkan Junsu Oppa untuk segera memulai permainannya. Jujur, sebetulnya aku menanti hukuman itu terjadi. Aku pernah melihat tubuh terekspos Junsu Oppa di video musik ataupun foto. Tapi itu terlalu sedikit. Lagipula Oppa tidak terlalu suka memakai baju-baju yang terbuka jika di rumah. Tidak seru, bukan?

Junsu Oppa, setelah kuperingatkan, pun segera memulai permainan kami.

Ia menjejerkan tiga kartu lagi. Kali ini berbeda dari yang tadi. Kali ini semuanya kartu as. As hati, as wajik dan as keriting. Aku memilih kartu as hati.

Setelah kupilih, kartu itu pun diacak-acak posisinya oleh Junsu Oppa. Dengan cepat.

Aku yang sudah terbiasa memainkan permainan semacam ini di tabuletku pun mengerahkan kemampuanku mencermati. Hingga sesudah Junsu Oppa selesai melakukan triknya mengacak-acak kartu, tiba giliranku untuk menebak kartunya.

“Yang mana?” tanya Junsu Oppa.

“Yang ini,” unjukku pada kartu paling kanan yang dilihat dari sisiku.

Junsu Oppa sempat menarik nafas dulu sebelum ia membalik kartu itu. Lalu kartu itu tersingkap.

Tepat.

As hati yang ada di sana.

Aku tersimpul. “Kau harus membuka bajumu, Oppa,” ujarku.

Junsu Oppa tercengir. Dan tanpa ragu-ragu, ia mengangkat untuk melepas kaos tanpa lengan putihnya. Tertampaklah dada dan perut telanjangnya. Meski sinar remang-remang lilin kurang menyinari dengan baik, aku sudah merasa puas dapat melihatnya. Junsu Oppa makin terlihat tampan! Tubuhnya tak terlalu kekar dan berotot, namun berisi dan kelihatan kuat.

“Ayo main lagi,” ajak Junsu Oppa.

Kami mengulangi permainan kami. Junsu Oppa mengacak-acak ketiga kartu itu lagi. Dan aku masih mengikuti kemana kartu as hati itu beranjak.

Hingga tiba kesempatan aku menebak untuk kedua kalinya. “Yang ini,” terkaku.

Junsu Oppa membuka kartunya.

Dan, lagi-lagi tepat.

Kerutan mulai nampak di wajahnya.

“Ayo buka celanamu, Oppa,” ujarku seraya bertepuk tangan senang.

 

Junsu’s PoV

 

Duh, ini tak bisa dibiarkan terus-menerus. Lama kelamaan, aku sendiri yang akan bugil dan dia sama sekali tidak. Itu akan memalukan.

Jadi ketika celana katun kremku lepas dari tubuhku, aku berkata pada Minmi, “Sekarang, dibalik. Kalau kau menebak dengan benar, kau yang akan melepas bajumu.”

Minmi kaget. “Kenapa begitu, Oppa?” tanyanya.

“A-aku hanya ingin mengganti… peraturannya saja,” jawabku gugup. Mataku kualihkan ke kegelapan. Malu sendiri.

Oppa mau lihat tubuh Minmi, ya?” tanyanya frontal, jelas langsung membuatku mendelik kepadanya. Menanggapi kediamanku ia bertanya lagi, hal yang sama, “Oppa mau lihat?”

“Eh,” aku menggaruk leher, “sebenarnya…”

“Sebenarnya apa, Oppa?”

“Sebenarnya,” aku menatap matanya, “ya, Minmi. Aku mau melihatnya.”

Minmi tersenyum simpul kemudian berdiri, melangkahkan kakinya, lalu duduk di sebelahku. “Nah, sekarang sudah kelihatan kan? Minmi sudah duduk lebih dekat, nih. Oppa jadi bisa lihat tubuh Minmi dari dekat.”

Aku tertawa. Astaga. Kukira aku adalah orang paling polos di dunia. Minmi telah mengungguliku. Kupikir dia akan langsung melepaskan pakaiannya. Rupanya hanya berdekatan agar aku bisa melihat lebih dekat.

“Kenapa tertawa, Oppa? Keinginan Oppa untuk melihat tubuh Minmi sudah tercapai, bukan?” tanyanya.

 

Minmi’s PoV

 

Aku tidak tahu mengapa Junsu Oppa tertawa. Aku kan sudah mengikuti kemauannya. Dan apa yang lucu juga aku tak paham.

“Mengapa kau mau saja mengikuti mauku?” tanya Junsu Oppa kemudian.

Aku mengangkat bahu. “Entahlah,” jawabku. “Orang-orang bilang kalau kita menyukai seseorang, kita akan melakukan apa pun agar orang yang kita sukai bahagia.”

Kutemukan senyum Junsu Oppa merekah di bibirnya. Aku jadi ikut tersenyum karenanya. Kami berdiaman agak lama hingga kemudian Junsu Oppa mendekatkan wajahnya ke wajahku.

Ah, apakah ini akan seperti yang diceritakan Minrin? Ketika ada pria dan wanita yang saling menyukai berduaan saja, suasana mendukung, dan sang pria sudah mendekatkan tubuhnya pada tubuh sang wanita, itu adalah pertanda kalau seks mungkin akan terjadi. Dadaku berdebar-debar karena memikirkannya. Aku baru akan memikirkan kelanjutannya ketika Junsu Oppa mengecup bibirku. Awalnya hanya menempel. Junsu Oppa menarik tubuhnya sebentar. Kemudian ia menciumku lagi.

Nampaknya benar apa yang dibilang Minrin. Kami akan melakukannya.

Ciuman kami yang awalnya lembut dan dipenuhi rasa canggung agak berkembang sedikit. Junsu Oppa mulai menyesap, membuka bibirku, menghisap sedikit-sedikit. Rasanya lembap dan menggetarkan. Tepat seperti yang dibilang Minrin.

Aku bisa merasai kedua tangan Junsu Oppa mendarat di tali tank top-ku yang sudah turun. Sementara separuh dari kami masih dikuasai ciuman pertama yang memabukkan. Ketika aku mengembalikan pikiranku ke aktivitas tangan Junsu Oppa, aku sadar tank top-ku sudah melorot ke perutku.

Tangan Junsu Oppa mengelus-elus punggungku, membuatku berani untuk meletakkan tanganku di bahunya. Kini kedua tangannya sampai ke kait bra dan ia mencoba melepasnya.

Aku ingat sekali kata Minrin kalau banyak pria yang suka malu-malu dalam melucuti pakaian wanitanya. Maka aku memutuskan untuk mengambil tindakan. Kubuka bra lantas segera  bangkit untuk melepaskan ritsleting hot pants hitamku. Ketika hot pants-ku merosot ke bawah, Junsu Oppa membuka mulutnya dan mengangkat tangannya, “Ah, tak usah buru-buru, Minmi.”

Celana dalamku dalam proses keluar dari kedua kakiku ketika aku mulai mengerti apa maksudnya. Maka segera kuutarakan pertanyaan pemastian dalam kondisi tak memakai apa-apa, “Apa Junsu Oppa mau buka celana lebih dulu daripada Minmi?”

“Ah, bukan, bukan,” jawab Junsu Oppa. Perkataan keduanya agak memelan karena matanya menuju arah selain wajahku. Ia melihat bagian bawahku sekarang. Kelihatan ia terlupa apa yang tadi ingin ia sampaikan.

Junsu Oppa berlutut di hadapanku sekarang, mendekatkan wajahnya kepada bagian bawahku yang tak pernah dilihat oleh siapapun itu.

“Kau mau apa, Oppa?” tanyaku sedikit kaget, terutama ketika bagian bawahku mulai bersentuhan dengan sesuatu yang basah. Kuduga itu bibirnya yang menyentuhku.

“Dari dulu aku selalu penasaran dengan ini,” ucap Junsu Oppa. Kali ini aku merasa jemarinya juga mendarat di sana.

Aku baru akan bertanya lagi ketika aku merasa di bawah sana diusap dan disentuh-sentuh oleh jari dan lidah. Dan aku tak bisa merasakan apa-apa lagi selain kesenangan.

 

Junsu’s PoV

 

Telingaku bisa mendengar Minmi yang biasanya berteriak imut nan nyaring atau bertanya dengan suara cempreng bernada tinggi itu kini mendesah-desah keasyikan. Aku tidak tahu soal ini tapi aku pernah sekilas mendapati posisi seperti ini di salah satu film vampir milik Yoochun. Itu pun hanya sekilas, tidak diperlihatkan apa-apa untuk kelanjutannya karena segera dipotong ke adegan lain. Hanya posisinya saja yang kutemukan. Dan aku selalu penasaran mengapa ada posisi seperti ini, dan mengapa kedua pemeran di film itu, yang melakukan posisi ini, tampak sangat menyenanginya.

Ketika aku memasuki lidahku ke dalamnya pun, aku berimprovisasi. Dalam pemikiranku, jika wajah sang pria sudah berhadapan dengan bagian vital terbawah wanita ini, apa lagi yang harus dilakukan selain mengecup dan menjilat. Semoga saja pikiranku benar. Nanti akan kutanyakan lagi pada Yoochun.

Kendati demikian, nampaknya aku memang benar. Karena semakin aku memasukkan lidahku ke dalam, semakin Minmi melnguh kencang dan terdengar bahagia. Mendengar itu, aku semakin menggiatkan tindakanku, terus-menerus, tanpa henti. Hingga tiba-tiba Minmi memekik sangat lantang.

Aku tidak tahu dia kenapa, tapi kemudian aku merasakan cairan keluar darinya dan menempel pada bibirku. Ini apa? Baru saja aku ingin bertanya, Minmi segera berlutut di depanku. Kami bersemuka sekarang.

Ia memelukku dan mencium bibirku lagi.

 

Minmi’s PoV

 

Junsu Oppa telah memberikan sesuatu yang menggelorakan tubuhku. Seluruh tubuhku lemas, makanya, kupikir aku harus membalasnya. Aku mengecupinya.

Ketika kami masih berciuman, kukerahkan tanganku menuju pahanya, kemudian mendarat menuju miliknya. Kulepaskan celana dalamnya. Junsu Oppa mengerang ketika kulit tanganku bertemu kulit miliknya yang mengacung keras. Lidah Junsu Oppa yang tadi nakal bermain di dalamku, sekarang juga kembali nakal masuk ke dalam mulutku. Aku tertawa dan menggerak-gerakkan miliknya lebih bersemangat.

Junsu Oppa terus merintih-rintih di balik ciuman kami, sebab aku secara potensial memijit dan menggerakkan punyanya yang semakin menegang tak karuan. Dalam beberapa waktu ke depan, Junsu Oppa mendadak mendorong tubuhku, menghentikan ciuman kami.

Ia tersenyum padaku kemudian, seraya menurunkan tubuhku agar berbaring di lantai ruangan itu.

Ini saatnya! Ini saatnya! Hatiku berteriak.

Junsu Oppa menindihku, mempertemukan pangkal paha kami. Gesekan-gesekan ia lakukan, membuatku kegelian. Dia juga geli, kurasa.

Namun, tiba-tiba, dia menyetop dirinya.

“Kenapa, Oppa?” tanyaku.

“Aku tak tahu bagaimana caranya,” ucapnya.

“Hah?” Aku terperangah. “Lantas, bagaimana? Minmi juga tidak tahu.”

“Duh, bagaimana, ya?” gumamnya.

“Bagaimana, ya?” ulangku.

Junsu Oppa menarik nafas. “Tenang, aku harus tenang.”

“Ya, benar, Oppa. Kita harus tenang,” ucapku yang kemudian ikut-ikutan menghela dan menghembuskan nafas.

“Yunho Hyung bilang, pokoknya punya pria harus dimasukkan ke dalam punya wanita,” ujar Junsu Oppa.

“Kalau begitu, masukan, Oppa,” sahutku.

“Masalahnya aku tak tahu harus dimasukkan kemana, Minmi,” Junsu Oppa menyatakan sesuatu yang ikut memusingkanku juga.

“Minmi juga tidak tahu, Oppa.”

“Lantas bagaimana? Mau tetap dicoba saja?” tanyanya.

“Terserah Junsu Oppa,” jawabku.

Junsu Oppa menyeringai senang kemudian mengarahkan punyanya ke milikku. “Kalau begitu, biar kita coba. Bantu aku, Minmi,” pintanya.

“Bantu bagaimana, Oppa?”

“Bantu masukkan,” ucapnya sambil mendorong-dorong punyanya, mencari-cari celah yang mungkin bisa dimasuki.

Aku kemudian menolongnya dengan memegangi punyanya untuk diarahkan ke celahku. Pelan-pelan tapi pasti, aku terasa dimasuki. “Sudah, Oppa!” pekikku.

“Oke,” ucapnya. Ia kemudian mulai memasukkan hampir keseluruhan miliknya.

Dan aku mulai merasakan rasa sakit luar biasa, seperti dirobek. Aku berteriak keras kesakitan. Junsu Oppa langsung panik dan menariknya. Tapi aku menahannya. “Ja-jangan ditarik, Oppa. Memang kalau pertama sesakit itu katanya.”

“Begitukah? Kau kata siapa?” tanya Junsu Oppa.

“Minrin,” jawabku sembari memejamkan mata. Aku kemudian memindahkan kedua tangannya yang ada di atas pundakku, masih dalam keadaan memejamkan mata, menuju kedua buah dadaku. “Pegang-pegang ini saja, Oppa. Alihkan rasa sakitnya.”

“Apa itu juga kata Minrin?” tanya Junsu Oppa sambil meremas-remasku.

Ne,” sahutku yang kehabisan nafas, “sekarang bagaimana?”

“Kupikir,” Junsu Oppa menambahkan, “harus dimasukkan lagi, lalu dikeluarkan lagi.”

“Tahu darimana, Oppa?”

“Aku tahu sendiri. Tadi rasanya menggeleparkan ketika kucoba untuk memasukkan kemudian menariknya kembali,” jawabnya.

Aku lantas terkikik mendengar kata ‘menggelepar’ yang aneh dari Junsu Oppa, meski rasa sakit masih menguasaiku.

 

Junsu’s PoV

Dimulailah aksi menaik-turunkan tubuhku di tubuhnya. Kami sama-sama bereksperimen. Kepolosan dan pengetahuan kami yang kurang membuat kami menjelajahi seks seolah-olah masuk ke suatu dunia asing. Kendati demikian, kami saling membantu dan memberi petunjuk.

Kegiatan itu terus berlangsung, berkelanjutan, bersambungan. Dan aku merasakan betapa mimpi-mimpi penuh kerja kerasku mengenai ini mencapai kenyataan. Rasanya benar-benar hebat. Kesukacitaan yang tiada tara. Hingga kemudian, sebuah gelombang menggetar di sekujur tubuhku dan segera memusat di selangkanganku.

“Minmi, aku…”

“Terus, Oppa,” pinta Minmi.

Maka aku mempercepat frekuensi pergerakanku, membuat Minmi menjerit-jerit sekaligus terkikik-kikik. Dan arus gelombang itu akhirnya mengalir, pesat dan melegakan.

Aku terkapar menimpanya dan menghela nafas setelah itu.

Kudengar kikik tawa Minmi yang kedengaran senang setelah itu. “Kita melakukannya, Oppa!” serunya gembira.

Ne, kita melakukannya,” ucapku sayup-sayup dan kelelahan. Aku ingin beristirahat sebentar di atas tubuh empuknya.

Oppa,” bisik Minmi, beberapa detik kemudian, membangunkanku kembali.

“Apa?” tanyaku kelesa.

“Aku mencintaimu,” ucapnya.

Aku menarik tubuhku agak menjauh demi memandangi wajahnya. Ada keseriusan dan kebahagiaan tergambar di sana. “Ucapkan sekali lagi,” pintaku.

Minmi masih terkikih ketika kemudian berkata, “Aku mencintaimu.”

Aku baru akan mendekat untuk kembali untuk mencium bibirnya lagi ketika sekarang semua gelap. Benar-benar gelap.

“Ada apa, Oppa?” Terdengar suara Minmi.

“Entah. Mungkin lilinnya habis. Atau angin meniupnya,” ucapku. “Atau itu mungkin pertanda supaya kita melakukannya lagi.”

Minmi hanya terkikik geli sebelum kami berciuman panas kembali. Aku sampai bisa mengabaikan kakiku yang sakit karena tak sengaja menendang meja dan punggungku yang terasa risih karena setumpuk kartu bridge berjatuhan ke tubuhku, hanya karena panasnya ciuman kami.

THE END

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 14/02/2014, in DBSK, OS and tagged . Bookmark the permalink. 57 Comments.

  1. hwangtastic

    kyaaaa ><
    hot !! tapi sumpah mereka polos banget ._.

  2. Rita SJclouds

    suka suka suka sm” polos 😀

  3. Polos bgt bikin ketawA
    😀

  4. Hihi, , ,lucu tp HOT bnr2 polos bngt ni org, nice ff

  5. maiianx honeys

    aigoo mereka sama” polos , ihhh cute >__<

  6. omo.. polos bgt

  7. Omaigat! 😮 aku ketawa sendiri baca ff ini bukan karena apa, tapi gara” kepolosan mereka xD wkwk lucu aja byangin cwek cwok diumur mrka tapi msh sepolos itu haha bagus sih aku ska thor 🙂 dan satu slagi perasaan namax junsu dbsk itu Xiah Junsu deh bukan Kim Junsu xixixi terus kata” “Sih” “ih” atau semacemx lebih baik gak usah dipakai krna itu gak baku..
    Keep writing thor 😀

    • annyeong, chingu~
      we meet again ^^
      haha, kami pakai nama aslinya, chingu, nama aslinya kan kim junsu 🙂
      makasih koreksinya, chingu, hehe, kami kadang nemuin kata-kata itu di novel terjemahan, jadi kami gunakan. tapi makasih sekali lagi atas koreksinya.
      kami akan hati-hati.
      makasih komentarnya yo

      • Ne chingu tenang aja aku bakalan jadi pembaca setia ff nya author 🙂 di wp sblah jga kok.
        ahh jinja? nama aslinya kim junsu? mianhe thor aku baru tau.. dan lagi setau aku jarang banget author ff yg udah ahli pakek kata” smcem “ih” “sih” atau “duh” di ff mrka krna gak baku dan mngkn jga gak sesuai eyd.
        Tapi keep writing thor 🙂 buat hasil karya yg lainx yah,,aku tungg ^^

        • Wah, makasih, chingu, udah mau terus baca ff-ff kami. Kalo minat lebih jauh, kamu bisa liat blog kami, di sana ada beberapa yang ga kami publish dimana-mana. Hehehe.
          Mian, kami sendiri belum ahli, chingu. Hehehe. Panduan kami cuma novel-novel terjemahan dan kamus dan tesaurus indonesia. Jadi mian kalo ada kata2 yang ga baku. Hehe, makasih sekali lagi ❤

  8. sungguh terlalu kepolosannya

  9. ya ampun minmi polos bgt…need squel

  10. hahaha
    lucu_lucu q suka

  11. Sumpah Junsu’a polos bgt dan Minmi’a juga hahaha mereka bingung hrs gimana aigooo ketawa ngakak lah lht mereka berdua kaya’a mereka hrs byk belajar lagi

    • Annyeong, chingu.
      Hehe, gomawo udah komen 😀
      Kami sengaja bikin pasangan polos di sini 😉 😀
      senang kalo bisa menghibur, chingu 🙂

  12. Aduuch polos ap bego…hahaha
    jang..

  13. Wanda Salsabilla

    astaga polos lol sumpah haha

  14. Daebak… Ini anak dua” polos amat.. Belajar sendiri. Mau dong thor ff nc straight yg castnya db5k lagi tapi yeojanya oc.. Ya..ya…yah jebal #ngrayu author

    • annyeong, hyunjae,
      gomawo udah komenin ff kami 🙂
      kebetulan, kami udah buat kok ff all member db5k, lima-limanya…
      dipos di yfi juga ^^
      di blog kami juga,
      silakan dibaca, chingu, hehehe…

  15. KyaAaA,,,,,,,
    Junsu oppa polos nya,tapi keren kok author.

  16. Hha 😀 somvlak :v
    Masa berekperimen sendiri.. Mau dimasukin kemana? Pada bingung sendiri 😀 aokss 😄

  17. ciciparamidha

    Polos amat yaaa…. Ff kereeennn Author Daebak!

  18. Yaaa ampun mreka b2 bener2 poloss yaaa , :p

  19. Anyeong aku reader baru,aigo sumpAh polos banget mereka aduh butuh sequel nich,nice ff
    bikin yang castnya cangmin opa donk,ok gowawo semangat terus ya bikin ff nya,ngomong ngomong ini authornya ada dua kah?

    • Annyeong, sulaz.
      gomawo udah komen, ne.

      Sekuel pasti ada, tenang aja, lagi dibuat.

      yang Changmin ada kok, judulnya My Wife is a Fanster. Di yfi ada, di blog kami juga ada 😀

      Siap, makasih dukungannya. ><

      Iya, kami berdua, chingu 😉

  20. ada yah kalimat terakhir infrof junsu banget -_-

  21. Polos banget min :3 tapi keren ff nya (y) 😀

  22. Xian Rin Yu

    haha 😀 polosnya kebangetan!! bikin ketawa aja bacanya! 😀

  23. kyaaa…
    mereka polos sekali jadi cute deh ah!
    dan tadi apa mereka bilang, kata Yunho hyung dan Minrin…
    astaga mereka belajar sama couple nakal itu dan lihat hasilnya, mereka menjadi nakal…
    kkkk…
    Yoochun td juga dibawa2 masalah film vampir, emang film vampir apa coba? kkk ^^

    • kyaaa… nan_cho…
      kamu baca ini juga ><
      makasih ya ^^
      ne, MiSu emang polos. dan YunMin couple nakal? wah, kok kamu bisa tau? apakah kamu udah baca Take the Gloves off? 😄
      hihihi, ada lho film vampir yang agak bagaimana gitu #referensiauthorketahuan
      btw, makasih lagi atas komentar,nan_cho~ :*

  24. iya aku udah baca fanfic ini..
    yg Take the Gloves off jg udah, ampun dah aku komen banyak bgt disitu..
    kkk^^
    MiSu couple & YunMin couple emang beda bgt 360° sifatnya..
    hahaha

    • eh, rupanya udah juga di Take the Gloves Off? #acak2notifemail
      oh iya udah ada~ ><
      makasih ya chingu ^^
      hehe, iya mereka beda banget sifatnya, chinguya~ ^^

  25. Susah kah anda mencari agen poker terpercaya saat ini??
    Kini mentaripoker agen terpercaya telah hadir untuk para poker mania..
    Mentaripoker mulai deposit & withdraw Rp.50.000
    Di mentaripoker.c0m deposit & withdraw hanya butuh 2menit saja
    Di mentaripoker.c0m telah memiliki design yang sangat bagus dan bukan hanya itu saja di mentaripoker.c0m telah menggunakan teknologi yang sangat canggih sehingga pemain bisa bermain dengan tenang karena mentaripoker bebas yang namanya BOT , CHEAT & ADMIN TAPI PLAYER Vs PLAYER..!!!
    Dan bukan hanya itu saja di mentaripoker anda tidak perlu membeli jackpot otomatis anda sudah bisa mendapatkan nya apabila anda mendapatkan kartu seperti FULL HOUSE , FOUR OF KIND , STRAIGHT FLUSH & ROYAL FLUSH..
    Jadi tunggu apa lagi??buruan yuk bergabung sekarang juga dan jangan lupa untuk segera mengajak teman-teman nya tentu nya pasti akan mendapatkan komisi referral sebesar 20% dan akan dibagikan setiap minggu nya..
    Di mentaripoker.c0m tersedia live chat 1x24jam jika butuh informasi lebih lnjut mari hubungi live chat kami yang sudah tersedia..

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: