Purple Line

Tittle: Purple Line

Author: evil-cassie a.k.a Rie Tachikawa

Cast:

imageShim Chang-Min [DBSK]

imageKim Ja-Young [Ulzzang]

Genre: Romance & Drama

Rated: M [NC-17]

Length: Oneshoot

Warn: OOC/DLDR, Alternate Universe, Marriage Life, NC-17 [NO CHILDREN UNDER 17]

Disclaimer: They belong to GOD, I just borrow their name.

— Part I —

Tiga tahun sudah aku menikahi pengacara terkenal itu. Siapapun pasti mengenalnya, apalagi yang berkecimpung di dunia Hukum dan Politik. Empat kasus besar di negara ini berhasil di tanganinya, dua diantaranya kasus kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan, dua kasus lainnya kasus pencucian uang para petinggi negara dan wanita simpanannya.

Shim Changmin, 27 tahun lalu ia hanyalah bayi mungil tak berdosa yang lahir ke dunia. Beberapa tahun kemudian ia berkembang dan tumbuh menjadi anak-anak, remaja bahkan dewasa layaknya anak manusia. Ambisinya menjadi pengacara memang sudah terbentang di otaknya sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Kedua orang tuanya yang tak lain adalah mertuaku, menginginkan dia untuk menjadi guru atau dosen, tapi keinginan mereka sangat bertolak belakang dengan keinginan anaknya, tak lain adalah suamiku sendiri.

Singkat cerita, sembilan tahun lalu Changmin memutuskan untuk merantau ke negeri kincir angin demi menggapai cita-citanya menjadi seorang pengacara. Sekolah hukum paling bonafit memang hanya ada di Belanda dan Jerman. Tiga setengah tahun ia menyelesaikan pendidikannya dan resmi mendapatkan gelar sarjana hukum lulusan Strata-1, Den Haag University. Tanpa menunggu waktu lama, setahun kemudian ia terbang ke Jerman demi meneruskan pendidikan pasca-sarjananya. Di negeri bersejarah itulah kami akhirnya dipertemukan, saat itu aku yang masih berusia 21 tahun berprofesi sebagai model khusus underware wanita tiba-tiba saja bertemu dengan dia tepat di kota Quakenbruck.

“senang bertemu denganmu, ini kartu namaku. Kau bisa meneleponku jika kau membutuhkanku, Changmin-ssi”

“Terimakasih, Jayoung-ssi. Tapi sejauh ini.. Aku tidak tertarik dengan wanita liar macam kau”

Sekilas percakapanku dan Changmin empat tahun silam. Lelaki jangkung itu tiba-tiba saja datang ke tempat pemotretanku hanya untuk memastikan apakah studio yang dijadikan tempat pemotretanku itu sudah mendapat izin pemerintah setempat untuk berdiri? Shit.. Ia benar-benar seorang sarjana hukum yang bersih dan bertanggung jawab. Hingga munculah niat nakal-ku untuk menggodanya, tak banyak yang kulakukan hanya mendekatinya lalu mengajaknya berkenalan dan meninggalkan kartu namaku yang ternyata malah disobeknya begitu saja.

Satu bulan kemudian, Changmin menghubungiku. Ia hanya berkata bahwa ia mengundangku untuk makan malam bersama kawanan mahasiswa pasca-sarjananya yang sama sama berasal dari Korea. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu, hingga akhirnya aku meng-iya-kan tawarannya tersebut.

“Kau cantik sekali..”

“siapa dia, Min?”

“Dia pacarmu?”

“apa dia.. Pelacur yang akan menemani kita?”

“Dia lebih dari indah”

Beberapa perkataan mengagumkan yang sebetulnya menjijikan itu keluar dari mulut beberapa teman-temannya yang ternyata berjenis kelamin lelaki semua, kecuali satu wanita yang saat itu terlihat lebih tua dan menuntunku untuk duduk disampingnya. Victoria, seingatku itulah namanya.

Lima bulan kemudian, Changmin lulus dari Heidelberg University menjadi Magister Hukum. Ketiga temannya pun lulus dengan gelar yang berbeda-beda, terkecuali Victoria. Ternyata dia adalah seorang jaksa yang juga dosen mata kuliah Hukum Perlindungan Anak dan Perempuan di tempat Changmin belajar. Tak lama kemudian, ia melamarku. Aku dengan mudah menerimanya begitu saja tanpa syarat apapun, sehingga kami menikah dua hari setelah kelulusan Changmin. Hebat bukan? Tanpa berpacaran, tanpa kencan, kami langsung menikah dan mengikat janji satu sama lain?

“aku tidak mengerti kenapa kau memilihku, Changmin..”

“kau seorang perempuan yang wajib untuk dilindungi, bukan untuk diperjual-belikan. Harkat seorang perempuan lebih tinggi dari dua puluh empat karat emas”

Dua percakapan kami sesaat sebelum mengucap janji suci kami. Aku tercengang dengan kata-katanya, sebegitukah ia menghargai perempuan? Walaupun perempuan yang dinikahinya adalah perempuan hampir jalang, berdasarkan pekerjaan yang ditekuninya. Ditambah lagi perempuan itu berlatar belakang tak jelas, tak ada orang tua, tak ada surat akta lahir. Hanyalah seorang yatim-piatu yang ditemukan fotografer terkenal dan dijadikan bahan penghasil uang yang tak lain adalah aku.

Changmin begitu menyayangi anak-anak. Tak kusangka, bahkan ia sampai mendirikan sebuah panti sosial khusus anak-anak dengan kawan satu profesinya dibawah Law Firm tempatnya bekerja.
Aku sungguh merasa beruntung mendapatkan suami seperti dia, walau terkadang aku harus menanggung malu karena pekerjaanku.

Yang menjadi permasalahan, apakah ia sangat menghargai perempuan sampai-sampai ia tak pernah menyentuhku? Jika ia menyukai anak-anak kenapa ia tidak pernah berusaha untuk mendapatkan anak kandungnya sendiri? Terkadang aku merasa kalau ia menikahiku hanya sekedar untuk menutupi status lajangnya.

— Part II —

Suara pintu kamar yang dibuka itu membangunkanku dari tidur lelapku. Tak salah lagi, itu pasti suamiku dan ternyata benar saja.

“Kau sudah pulang?” Tanyaku, dengan nada setengah mengantuk.

“Seperti yang kau lihat..” Jawabnya, singkat.

“Apakah hari ini, kau sibuk di pengadilan? Atau bertemu dengan client?” Tanyaku, berusaha mencairkan suasana.

“Apa pedulimu? Bukankah kau masih sibuk dengan jadwal pemotretanmu?” Tanyanya, lalu melempar tatapan tajam ke arahku.

“Aku sudah bilang, kalau kau tidak suka pekerjaanku, ceraikan saja aku!” marahku, seolah aku benar-benar korban tertindas di percakapan ini.

“Ternyata kau masih belum memahami bagaimana berharganya seorang perempuan..” Ucapnya, santai “Bacalah buku ini, pahami isinya” Lanjutnya, lalu melempar buku tebal dengan judul yang tidak menarik perhatianku sama sekali yaitu HAM & Perempuan

Tanpa menunggu lama, ia segera menanggalkan kemeja dan dasinya diatas kasur kami, lalu berjalan gontai ke kamar mandi.

Aku tak mengerti apa yang ada di pikirannya. Jutaan kali aku menggodanya dengan sejuta cara, tapi tetap saja ia tak pernah tergoda. Ia malah menyuruhku untuk menjauh darinya karena ia sedang sibuk. Padahal aku tau, ia bukan tipe orang yang suka membawa perihal kantor ke rumah.

Aku hanya bisa terdiam, bahkan menyesali pernikahanku dengannya. Jutaan kali kedua mataku bahkan seluruh tubuhku ini bergetar, saat melihat dia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan seikat handuk untuk menutupi daerah bawah pusarnya hingga bagian bawah lututnya. Atau, kadang aku susah payah menelan air liurku saat ia berdiri dihadapanku dengan pakaian lengkap nan rapi, namun ‘kawan kecilnya’ dalam keadaan terbangun. Astaga.. Jika dia tidak berperawakan seperti itu, biarlah aku hidup dengannya
tanpa Sex sekalipun. Tapi kenyataannya? Perawakannya tidak pantas dengan apa yang ia lakukan dan ia putuskan. Jadi aku harus bagaimana? Meminta cerai adalah jalan satu-satunya, tapi ia tetap tidak mengabulkannya.

Malam semakin larut, aku pun masih terjaga dengan pakaian tidurku yang hanya tergantung bebas sampai atas lutut, dan berwarna putih terawang. Tak lupa, underwear ku yang berwarna kontras yakni hitam dengan garis berwarna ungu dibagian atas.

“Kau tidak kembali tidur?” Tanya Changmin, lalu menghampiriku dengan handuk basah di tangannya.

“..kau duluan saja” Ucapku, sambil menggeleng pelan.

“mana mungkin aku bisa tidur lelap sementara istriku masih terbangun dengan tatapan kosong seperti itu..” Timpalnya, lalu mengusap pelan kepalaku.

“Apa pedulimu?” Tanyaku, dengan nada sedikit meninggi.

Changmin menghentikan usapan tangannya di kepalaku, lalu melempar handuk basah yang dipegangnya ke sembarang tempat. Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat, seolah tau kalau dia akan menceramahiku tentang pasal-pasal perdata tentang hukum perkawinan, karena itu sudah sering terjadi.

“Tidurlah.. Tidak baik seorang wanita tidur diatas jam dua belas malam” ucapnya, datar.

Eh? Apa yang baru saja dia katakan? Apa aku tidak salah dengar?

Kemana perginya bunyi pasal-pasal perdata tersebut? Apakah aku perlu menanyakannya?
Aku hanya menatapnya nanar, lalu menunduk.

“Kau kenapa? Tidak seperti biasanya..”

Pertanyaan itu benar-benar membuatku kesal, muak sekaligus kecewa. Apa ia tidak tahu apa haknya sebagai suami? Apa dia hanya pura-pura tidak tahu? Apa dia masih menganggap saking berharganya perempuan sampai-sampai ia tidak bisa menyentuhku?

“Aku.. Apa kauㅡ”

“Hey, lihat pakaian tidurmu hari ini! Kenapa terlihat.. Aneh sekali?”

Demi Tuhan! Caranya mengalihkan pembicaraan seratus persen salah! Haruskah aku menjawabnya sesuai keinginanku?

“tidak, aku setiap hari menggunakannya. Mungkin kau tidak pernah memperhatikanku..”

Jawaban yang tidak sama dengan hatiku itupun keluar dari mulutku. Bagaimana bisa?

“Mungkin saja..” Jawabnya, santai. “lalu, tali apa ini?” lanjutnya.

Tanpa menunggu aku menjawabnya, jarinya memegang pundakku, dan memegang seutas tali yang tidak terlalu tipis itu. Dan tak lain adalah..

“Tali Bra-ku, astaga!” Pekikku.

Ini konyol! Bahkan aku terkejut mendengar perkataannya, saat aku menjerit pun, ia tidak merespon apapun. Aku jadi ragu kalau ia lelaki normal, atau jangan-jangan.. Dia pecinta sesama jenis?

“Jayoung-ah..” panggilnya.

“I-iya, kau.. Baik baik saja kan?” Tanyaku, ragu-ragu.

“Kurasa.. Aku tau apa yang kau inginkan..” Jawabnya “Kau menginginkan, ini?” Lanjutnya, sambil memasang seringaian mesum di wajahnya.

“Apa? Aku.. Aku..”

“Tidak usah pura-pura”

Tanpa pikir panjang ia menarik tali bra-ku yang berwarna keunguan itu. Lalu mencium bibirku dengan lembut. Demi Tuhan, ini adalah kali kedua kami berciuman setelah sebelumnya pada saat hari pernikahan kami.

“Ngg..”

Lenguhan pertama kami terdengar bersamaan. Tak lama kemudian aku melepaskan ciuman kami, dan mengalungkan kedua lenganku di leher jenjangnya.
Ia tersenyum mesum. Tidak pernah aku melihatnya memasang seringaian macam itu sebelumnya. Kurasa, ia tidak mungkin menyakitiku. Ya! Lebih baik hentikan saja! Aku tidak ingin lebih lanjut!

“Tutup matamu!” Ucapnya dengan pelan

“Kau mau apa?” Tanyaku, panik

“Tentu saja memuaskanmu, mau apa lagi memangnya?” Jawabnya, enteng

“Ah, a-aku.. A-aku..” ucapku terbata-bata

“Aku tidak mau kau bilang kalau kau belum siap..” ucapnya, lalu mengangkat keatas pakaian tidur yang kukenakan.

Aku mengangguk pelan, lalu menutup mataku. Benar saja dugaanku, ia langsung menyerang kedua payudaraku, diremasnya dengan kuat dan berulang kali. Aku merasa sakit sekaligus nikmat, lalu aku menggigit bibir bawahku untuk menyalirkan rasa itu dan menahan desahanku agar tidak lolos dengan mudah.

“Aku baru sadar kau punya tubuh seindah ini..”

“Ahh! Kau ini gila! Jika aku tidak memiliki tubuh seperti ini, mana mungkin aku menjadi seorang model!”

“Cih, kalau kau jadi pelacur kau akan jadi yang termahal”

Shut up! Just continue what will you do, don’t talk anymore!”

“sure princess, don’t worry I won’t go out before taste how your body, how tight your little pussy”

Semua perkataannya membuat bulu kudukku bergidik ngeri. Apa katanya tadi? Oh Tuhan, kumohon jangan biarkan ia menyakitiku, I ever seen his dick and.. I can’t said its ordinary! Its more than just.. Arggggh! Kedua tangannya kini mempermainkan kedua nipple-ku. Aku bahkan bisa merasakan tekstur kasar kedua tangannya yang bergesekan dengan puting lembutku. Dia terus memilin, menarik dan mencubit putingku dengan gemas. Lalu aku? Apa yang harus kulakukan? Kedua tanganku seolah kaku, tak bisa digerakan. Aku hanya mampu menggigit bibirku sendiri yang mulai kemerahan. Aku mulai merasa sakit pada puting dan sekitar payudaraku.

“ahhh.. Hentikan.. Aku sakitt” desisku, pelan

“diamlah, aku ingin bermain main dengan kedua payudaramu ini. Aku pernah membaca di sebuah majalah tentang payudaramu, kau memiliki kulit payudara yang mulus dan ukuran yang.. Terbilang besar. Ah! Ayolah Jayoung, aku belum pernah melihat yang seindah ini!” Racaunya, lalu kembali meremas payudaraku.

Memang, ukuran payudaraku bisa dibilang sangat montok. Tapi bukan berarti dia bebas meremasnya, menggigitnya bahkan menghisap dan meninggalkan jejaknya sembarangan. Aku merasa kesakitan, kumohon hentikan! Payudara adalah bagian tersensitifku. Astaga, tanpa kusadari vagina-ku sudah basah! Aku hanya ingin dia memasukinya sebentar saja, lalu menyudahi permainan ini.

“Changmin-ah, bisakah kita sudahi saja?”

“Tidak! Kau yang memintanya kan? Untuk apa kau meminta kalau hanya berjalan lima belas menit?”

Aku terdiam. Lalu kurasakan kedua jari memasuki lubang vagina-ku, dan menusuk-nusukannya, mengeluar-masukannya disana. Membuatku mendesah perlahan.

“Ahhh.. Sudahlah, aku sudah tidak kuat Min, kau jahat sekali sih..” rengekku.

“sst, diamlah.. Aku tidak akan lama melakukannya.. Aku juga tidak akan meminta yang aneh-aneh. Aku hanya ingin kau..”

“Apa? Ayolah hentikan! Aku sudah sangat kesakitan!”

“open your mouth widely!”

“wh-what? What the fuck that will you do?”

“I just want you lick my persuasion and suck my cockiness. Would you?”

Tanpa mendengar penolakan dariku, akhirnya ia meneroboskan penisnya kedalam mulutku yang sempit. Kupikir ini hal paling buruk yang pernah kurasakan. Menggigit-gigit penis besarnya, lalu menghisapnya bahkan menelan cairan spermanya saat ia mengalami klimaksnya.

Tak lama kemudian, ia menarik keluar penisnya dari mulut kecilku, lalu memasukannya kedalam lubang vaginaku dan menggenjotnya dengan kuat. Aku hampir hilang kesadaran jika saja kedua tangannya tidak meremas kedua payudara-ku.

Satu..

Dua..

Tiga..

Tiga menit kemudian ia mengeluarkan cairannya didalam vagina-ku. Dengan itu pula ia telah berhasil merobek selaput tipisku, apa yang kulakukan? Entahlah aku benar benar tak sadarkan diri dan tiba-tiba saja pikiranku melayang entah kemana.

— Part III —
Changmin point of view

Suara burung merpati di depan jendela kamar kami pun terdengar sangat riuh, pertanda pagi sudah tiba.

Aku mengucek mataku lalu tersenyum puas melihat keadaan istriku yang hanya berbalutkan selimut yang hanya menutupi bagian bawah pusar hingga kakinya. Aku tersenyum puas, lalu kucium bibir merah merona yang setiap saat selalu menggodaku itu. Dan sedikit hisapan pada puting sebelah kanan yang memerah serta menegang dan mengeras itu.
“haissh! Kau ini! Changmin-ah, menyingkirlah!”

“Aku tidak mau, sebentar saja..”

“Ehh.. Menyingkirlah, aku butuh mandi pagi lalu menyiapkan sarapan.. Cepat!”

Aku pun mengalah pada permintaannya. Kucium keningnya, lalu kupeluk tubuh polosnya.

“Terimakasih untuk malam yang indah..”

“Kau harusnya berterimakasih pada pakaian dalamku, dengan garis yang berwarna ungu itu. Jika saja kau tidak menariknya, bahkan menanyakannya mungkin saja aku tidak melakukan ini padamu, bodoh!”

Kami tertawa kecil, lalu membiarkan tubuh kami menyatu untuk pagi ini. Ku batalkan semua janji dengan client hari ini, lalu ku matikan ponselku. Menanggalkan semua tugasku demi menghajar tubuh menggoda Jayoung, istriku seharian ini.

FIN

A/N:

Gimana? Maaf kalau masih kurang hot atau gak nyambung dengan judul, aku dapet ide ini pas lagi dengerin lagu dongbang yang purple line >^< #최강창민생일축하해 semoga panjang umur dan sehat selalu, dan cepet nikah deh xP Sekalian aku mau minta maaf soal fic aku yang Beautiful Sin nggak bisa lanjut, dikarenakan alasan formil dan matril/?
Last, silahkan tinggalkan jejak dibawah ini atau langsung mention ke twitter aku di @pitalokaputri_ dan chat kakaotalk aku with ID minsustyle911, kalau mau dapet respon cepat xD wajar aku jarang buka wp lately, dikarenakan sibuk with college and work.
Once again, Thank you!

Jakarta, Februari 2014
-evil-

Posted on 23/02/2014, in DBSK, FF and tagged . Bookmark the permalink. 57 Comments.

  1. Ini kereeen >.< aku suka susunan katanya. Ringan tapi asik
    Daebaaaak^^

    • tachikawarie

      ahahaha terimakasih >^< aku kalau buat fic memang jarang buat sesi percakapan, kadang banyak yang bilang bored, tapi aku seneng kalau ada yang suka, Terimakasih ^^

  2. gara2 tali baru tergoda,
    jejak

    • tachikawarie

      hahahaha iyaaa, maklum orang yang taat banget sama hukum begitu adanya #pengalaman #plakkplakkplakk xP
      Terimakasih for read >^<

  3. Gaktau bingung mw coment apa xD cuman kependekan nih thor kurang panjang.. mnurt ku nc nya sih udah hot dan kata”x juga gak trllu vulgar cuman yaitu kurang panjang >.<" ngerasa aneh gituh tiba" aja udah end -_- Butuh sequel thor 😀

    • tachikawarie

      kalau panjang panjang nanti jadinya sinetron striping dong :p hahaha.. terimakasih sudah membaca 😀 sekuel ya? engg.. nanti aku pikir pikir lagi deh #plakk

  4. End ? Waeyo.. ?
    Huhu .. Tpi daebak kok. Sekuel ne thor .#nyengirkuda

    • tachikawarie

      kan formatnya oneshoot, jadi pendek aja yaaa 😀 #plakk tadinya mau buat renzoku, tapi kalau buat renzoku takut makin panjang dan berantakan >^^< Thanks for read!

  5. kren kren
    g trlalu vulgar
    tpi alur na kecepetan

    • tachikawarie

      kan warning-nya NC-17 jadi nggak boleh terlalu vulgar hahaha 😀
      biarlah biar muat satu shoot ceritanya 😄 thanks for read hihihi

  6. Ini kereeeen banget jarang baca ff gaya bahasa nya kaya gini berasa baca novel terjemahan 🙂 hot banget nc nya hehehe

    • tachikawarie

      hahahaha makasih.. makasihhh >^< aku kalau buat fic memang begitu bahasanya kalau yang masih buat 17+ nggak berani pake bahasa ribet hehehe… aduh /-\ makasih banyak sudah membaca 😀

  7. Aku suka sama gaya bahasanya. Ringan dan mudah dicerna. Sangat memuaskan!

    • tachikawarie

      ayyyy hahaha makasihhh 😀
      makasih banyak, 17+ itu bahasanya nggak boleh yang ribet ribet hehehe..
      once again, Thank you for read 😀

  8. Changmin yadong hahaha. Daebak><

  9. wew! Min pura2 gak tau itu tali bra yaa hihihi

  10. LiaHeechul_elf

    Wajib squel masih gantung…

  11. Aku suka ff yg ada percakapannya thor sequel dong

  12. aaahh keren …
    aku suka bngettt ,, wajib SEQUEL

  13. Hot bingit thoor . daebak

  14. Aww suami k2 ku… #lebay
    keren thor.. (y) Emang semua lagu dongbang menginspirasi. Sequel thor

    • tachikawarie

      Enak aja itu suami sah aku 😄 #digampar bener banget, udah 8x aku buat fic dari lagu dongbang ㅠ.ㅠ sequelnya dipikir pikir dulu yaaa 😀

  15. yuma wardani

    cepet banget thor ceritanya,
    tapi cukup memuaskan kok..
    ceritanya gak begitu berat menurutku,
    juga gampang dipahami..

    kalo bisa sequel ya thor..

    • tachikawarie

      Ahaha iya begitulah adanya ㅠ.ㅠ pingin bikin panjang takut jadi bored, alhamdulillah terimakasih pendapatnya. Untuk sekuel mungkin aku pikir pikir dulu yaaa 😀

  16. Hhahaa, changmin d.sini kehilangn evilny dn bersa geli sndiri kalo byangin changmin sfatny baik gk pecicilan dn gk usil :p
    tp over all daebak, gkgk

    • tachikawarie

      Emang 😄 aku tadinya mau buat dia evil nan pecicilan kayak dia yang 19-20 taunan. Tapi berhubung peran dia pengacara, dan pengacara diluar itu imagenya terkenal sangat sangat baik dan bersih, akhirnya kubuat lah 27 tahun Changmin dengan sikap dia 15-16 taun 😀 thank you in advance hehe

  17. Rita SJclouds

    bingung mau komen ap ?
    tp aq suka bnget ffnya 😀

  18. song Yong Bin

    ya ampuuunnn suka ff-nya 😀
    keep writing 😀

  19. Baru bc bentar,,, ehhhh dh slesai z
    😛
    D tungggu karya keren laennyA

  20. kereeenn bangeetttt^^

  21. Cuma grgr tali bra.. Yahh.. Kyo mau pake red line aja ntar.. Biar lebih ngejreng..

  22. Hmmmm kirain changmin gaaa bkalan tergoda ,, ternyata …… :p benran nih yg beautiful sin gaaa bisa dlanjut ??? 😥

    • tachikawarie

      Si changmin cuma pura pura sok alim karena buat jaimnya dia sebagai advokat xP iya begitulah ㅜㅜ masalah matril yang bikin aku batal melanjutkannya hiksss

  23. tragedi purple line~ changmin duhhh

  24. daebak !!! imajinasi liar aku aktif buahaha

  25. min ini harus bin wajib adain squel nya…

  26. Ah- ff nya keren, dapet bngt feel.. Kalimat nya rapi dan simpel.. Good job thor

  27. Ini bagus banget, bahasanya keren loh, gampang di mengerti tp ada yg krng nih 1, kurang panjang thor

  28. maygawwdd changmin gilakkk hahaha daebaakk tapi kalo panjangan dikit pasti lebih bagus haha

  29. Woa ha ha tali yg menggoda rupanya. Harusnya jdulnya ada apa dengan tali .

  30. I Like it Thorrrrr akhhhhhh~^^ Daebakkkkk(y) lumayan Hot sihh,kerenn B)

  31. ah aku suka banget thor >__< ini simple ga bertele tele tapi feelnya ugh ngena sekali ;–; thanks for sharing this ff keke

  32. thorrr… knp ga dilanjut pdhl rameeee 😥 huaaa…

  33. Slm knal.. I’m ur new reader. Waw.. Ur writing skill daebak bgt 😀 bner tu brasa ky lg bc nvl trjmhn, kren bgt..! NCny ok, tlng bwt sequelny y.. Please 🙂

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: