THIS IS LOVE

cover this is love

Author : Ame Sora

Tittle    : This is Love

Type    : Meloromance (maybe), Romance, NC 17

Cast     : Im Yoona (SNSD), Choi Seung Hyun (TOP Bigbang), Park Bom (2ne1)

(Cerita ini sengaja dibikin dengan menceritakan perasaan tokoh utama, tanpa tau perasaan tokoh yang lain. Mohon kritik dan sarannya yaa… J)

 

 

Mungkin bagi sebagian orang, cinta dapat memberi mereka kekuatan, tetapi bagi Im Yoona cinta tidak selamanya seperti itu. cinta terkadang malah akan membuat sebagian orang terpuruk tak berdaya, membuat sebagian orang bahkan melakukan sesuatu diluar akal sehat mereka.

Meski telah larut malam, Yoona masih terjaga. Dia sedang merapikan beberapa baju yang baru saja selesai dia cuci ke dalam kardus kecil. Dia telah memutuskan untuk menggembalikan baju-baju itu kepada pemiliknya. Setelah semua selesai Im Yoona melabeli kardus itu dengan kertas yang bertuliskan alamat sang pemilik baju dan meletakkan kardus itu didekat pintu kamarnya.

“hufft….. akhirnya selesai juga” ujarnya sambil menghela nafas panjang, Im Yoona tersenyum dan menuju kearah dapur untuk menggambil segelas air minum. Mengemas baju-baju itu membuatnya sedikit haus.

Beberapa saat setelah dia menuang air ke dalam gelas dia mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya, “bukakan pintu untukku” kata seseorang dari arah luar sambil mengetuk-ngetuk pintu rumahnya dengan keras. Yoona tahu persis siapa pemilik suara itu, dia berjalan agak lambat menuju pintu utama rumahnya. Matanya melirik jam dinding yang menunjukkan pukul satu malam.

Untuk apa dia datang kesini malam-malam begini, ujar Yoona dalam hati.

“YA IM YOONA, BUKAKAN PINTU UNTUK KU” suara di luar sana semakin keras, begitu pula dengan suara ketukan pintu. Dengan terpaksa Yoona membukakan pintu.

“ada apa datang malam-malam begini?” ujarnya sambil melipat tangannya didada, “apa kali ini sekertaris Kim tidak menjemputmu lagi? atau ban mobilmu bocor? Atau kau kehujanan?” laki-laki didepannya memang selalu membuat banyak alasan untuk dapat masuk kerumahnya dan Yoona tidak menyukai hal ini.

“tapi aku rasa malam ini hujan tidak turun, lagi pula….” Sebelum Yoona menyelesaikan perkataannya, laki-laki itu telah menciumnya dengan sedikit pemaksaan. Sangat terasa bagaimana laki-laki itu berusaha memasukkan lidahnya kedalam mulut Yoona, sementara Yoona berusaha menutup mulutnya rapat-rapat. Dia dapat mencium bau alkohol dari mulut laki-laki itu.

Merasa tidak nyaman Yoona berusaha melepas dekapan laki-laki itu, dan akhirnya terlepas. Nafasnya tersenggal-senggal, bercampur marah.

PLAAK

Dengan spontan Yoona menampar pipi laki-laki itu. Dia hampir menangis. Sementara sosok didepannya malah tersenyum mendapat perlakuan seperti itu.

“why? Kau tidak suka aku menciummu?” ucap laki-laki itu tersenyum dan menatap wanita didepannya. “kau tahu Ji Young dan Sandara? mereka bahkan telah berbagi rumah padahal baru berpacaran selama tiga bulan, sedangkan kita, kita bahkan sudah saling bertemu lebih dari satu tahun, aku menciummu tetapi kau malah menamparku?” kali ini laki-laki itu tertawa sedikit keras.

Bertemu? Ah kau benar Oppa, kita bahkan tidak memiliki hubungan apa-apa sehingga pantas disebut sebagai pasangan kekasih.

“Kau mabuk Oppa” ujar Yoona lirih, ”aku akan menelefon sekertaris Kim untuk menjemputmu” Yoona mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.

“aku akan tidur disini” laki-laki yang dipanggilnya Oppa itu malah berjalan masuk ke kamarnya. Yonna hanya melihatnya dengan menghela nafas panjang dan memasukkan ponselnya kembali kedalam saku. Tidak akan berhasil jika Yoona harus berdebat dengannya.

Ini bukan pertama kalinya laki-laki itu bersikap seperti ini untuk bisa masuk kedalam rumahnya. Pernah suatu ketika dia datang dalam keadaan basah kuyup terkena hujan dan mengetuk pintu rumahnya malam begini. Dia bahkan memiliki mobil, kenapa harus basah kuyup? Kenapa harus malam-malam? Pikir Yoona saat itu.

Malam ini Yoona akan tidur di sofa seperti biasa jika laki-laki itu datang ke rumahnya. Tidak ada yang mereka lakukan saat laki-laki itu datang kerumahnya dan tentu saja Yoona akan melakukan apapun agar tidak terjadi “sesuatu” diantara mereka. Meskipun banyak teman-temannya yang bilang dia terlalu berlebihan sementara mereka sudah “berpacaran” lebih dari satu tahun. Yoona merasa itulah hal yang dia bisa lakukan, menjaga agar hubungan mereka tidak telalu jauh karena sebenarnya diantara mereka memang tidak ada hubungan apapun, hanya teman-teman mereka saja yang mengaggap mereka berpacaran.

Yoona merebahkan badannya di sofa sambil melebarkan selimut. Sementara matanya melihat laki-laki itu keluar dari kamarnya sambil memakai kaos berwarna hitam dan menuju dapur. “Oppa, apa kau menggambil bajumu dari kardus di kamarku?” ujuarnya saat mengenali kaos yang baru saja dia lipat tadi.

“hmm” jawab laki-laki itu singkat sambil menggambil dua cup ramyun dari lemari di dapur. Mendengar jawaban singkat itu, Yoona bangkit dan menuju kamarnya untuk melihat isi kardus itu.

Kardus itu ternyata kosong. Baju-baju yang telah disusun rapi tadi telah raib entah kemana. Sekarang Yoona sibuk mencari baju-baju itu, dia berharap dengan mengembalikan baju itu, Oppa tidak akan datang lagi ke rumahnya. Ternyata baju-baju itu telah tersusun rapi di dalam lemarinya bersama dengan baju-baju milik Yoona. Tentu saja ini benar-benar membuatnya sedikit kesal.

“aku bahkan baru saja selesai mengepack baju-bajumu, kenapa kau malah mengeluarkannya dari kardus Oppa?.” ujar Yoona kesal. Sementara laki-laki yang diajaknya bicara sedang menuangkan air panas ke salah satu cup ramyun dan meletakan ramyun itu di meja makan.

“duduklah” kata laki-laki itu sambil meletakan cup ramyun di meja. Yonna berjalan ke arah meja makan dan duduk berhadapan dengan laki-laki itu. entah mengapa, saat itu Yonna tidak bisa mengabaikan apa yang laki-laki itu perintahkan padanya.

“biarkan baju-baju itu tetap disini. Jika kau ingin mengembalikan baju-baju itu, datanglah ke apartemenku dan bawa baju-baju itu dengan tanganmu sendiri. Jangan mengirimnya melalui tukang pos atau kurir yang lain” laki-laki itu berkata sambil membuka tutup cup ramyun dan mulai mengaduk-aduk isinya. “bukankan aku telah memberikan paswordnya? Jika kau lupa, bukankah kau bisa menanyakan kepadaku?”

Yoona terdiam. Dia hanya merasa hubungan mereka tidak seperti itu, harus berbagi pasword, atau berbagi rumah. Baginya, lelaki ini seperti sebuah mimpi. Suatu saat, jika dia telah bangun dari tidurnya, lelaki ini pasti akan meninggalkannya. Karena itu, dia tidak ingin melakukan apapun untuk mengejar mimpi itu.

“berhentilah menjaga jarak denganku” kali ini laki-laki itu mengambil cup ramyun milik Yoona dan mengganti dengan miliknya. “makanlah”

Memang sangat tidak mudah berdebat dengan laki-laki itu. Yoonapun memilih diam dan mulai memakan ramyun.

Suasana menjadi hening. Tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka, yang ada hanya suara mereka saat memakan ramyun.

“apa kau sudah memikirkannya? Tentang apartemen itu?” ujar laki-laki itu memecah keheningan sambil mengunyah ramyun.

“ah, itu…” Yoona sibuk menelan ramyun yang masih ada di mulutnya, “belum, aku belum memikirkannya.

“kenapa?”

“bukankah Seung Hyun Oppa sendiri yang mengatakan tidak akan menikah denganku?” jawaban Yoona membuat Seung Hyun berhenti memakan ramyunnya, meskipun sedikit kaget, tapi Seung Hyun berusaha menutupinya. “kau bahkan mengatakan hal itu di depan ibumu, karena itu, aku tidak mengerti, mengapa kau ingin aku tinggal bersamamu sementara kau tidak akan menikahiku” jelas Yoona sambil tersenyum, meskipun dia tahu, semakin dia tersenyum untuk menutupi lukanya, pada akhirnya semakin lebar luka yang harus dia tutupi.

Yoona tanpa sengaja membuka sendiri luka lamanya. Sekitar 4 bulan yang lalu, ibu Seung Hyun menyuruh Yoona menemuinya di sebuah restoran—yang  kemudian dia ketahui restoran itu milik keluarga besar Seung Hyun—tentu saja saat itu Yoona tidak pernah mengira akan di permalukan dihadapan banyak karyawan restoran itu. Pada saat itu Yoona bahkan tidak tahu bahwa Seung Hyun adalah anak orang kaya, pemilik YG Grup.

“Kau tidak tahu siapa Seung Hyun, tetapi kau berani berkencan dengannya?” ujar ibu Seung Hyun saat itu sambil tertawa mengejek. “sekarang aku menyesal memberi tahumu, kau pasti tidak akan melepaskan anakku setelah mengetahui siapa dia, aku tahu bagaimana sifat wanita miskin sepertimu”

Mendengar kata-kata itu hati Yoona sedikit bergetar. Kata-kata itu terdengar begitu menyakitkan. Yoona tidak terima. Meskipun dia miskin, toh dia tidak serendah itu. “apa anda mengira saya sangat menyukai anak anda sehingga saya tidak memiliki keberanian untuk melepaskannya?” timpal Yoona

“apa kau sedang mempermainkan anakku?”kata-kata ibu Seung Hyun mulai meninggi dan membuat seisi pengunjung restoran menoleh kearah mereka. “Orang sepertimu, apa yang membuatmu berani mengatakan hal seperti itu?” wanita separuh baya itu mulai berdiri dan mengambil segelas air di depannya. Yoona tahu apa yang akan terjadi, tetapi dia tidak melakukan tindakan dan tetap duduk. Benar saja dugaan Yoona, ibu Seung Hyun berjalan kearahnya dan menyiramkan air itu ke kepalanya. Yoona meremas ujung roknya utnuk menahan rasa marah bercampur malu. Dia hanya menutup mata saat air itu jatuh melewati wajahnya.

“kau pantas mendapatkan itu” kata-kata Ibu Seung Hyun membuat Yoona kembali membuka matanya. Dia melihat ibu Seung Hyun sudah duduk kembali di depannya dan memberikan sebuah sapu tangan berwarna merah jambu dengan sulaman bunga di ujungnya. “cepat keringkan mukamu dengan itu, aku tidak ingin terlihat jahat di depan karyawan-karyawanku”

Yoona hanya melihat sapu tangan itu tanpa sedikitpun menyentuhnya, dia lebih memilih mukanya basah dari pada mengusap wajahnya dengan sapu tangan itu. “lalu bagaimana jika Seung Hyun Oppa masih menemuiku?”

“pergilah, pergilah sejauh mungkin, aku akan memberimu uang” Ucapan ibu Seung Hyun yang bahkan dapat di tebak oleh Yoona. Dia tidak menyangka akan mengalami hal yang sama seperti cerita percintaan di drama-drama tv atau novel. “aku akan memberimu banyak uang, kau bisa memulai bisnis, atau bahkan kuliah keluar negri, jika kau menginginkannya” lanjut ibu Seung Hyun. Entah mengapa kata-kata ibu Seung Hyun kali ini jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya, tetapi dia tetap berusaha menahannya.

“Sebenarnya, kami.., saya dan Seung Hyun Oppa tidak…..” Yoona tidak melanjutkan ucapannya, karena dia melihat Seung Hyun berjalan kearahnya, ke arah tempat dia dan ibu Seung Hyun berada dan menarik tangan Yoona begitu saja.

“ayo pergi” ucapnya singkat. Tetapi Yoona tetap duduk dan menepis tangan Seung Hyun. Sementara ibu Seung Hyun kaget dengan kedatangan Seung Hyun.

“apa kau akan tetap disini?” ujar Seung Hyun saat melihat sikap Yoona tanpa memperdulikan ibunya yang kaget melihat kedatangannya.

“katakan pada ibumu bahwa sebenarnya tidak ada hubungan apapun diantara kita” kata Yoona sambil melihat kearah Seung Hyun. Air mantanya  sudah menggenang, sedikit lagi mungkin akan jatuh. Tetapi Yoona menahan agar air mata itu tidak jatuh, dia tidak ingin terlihat menyedihkan, baik di depan ibu Seung Hyun maupun Seung Hyun.

“ Ahjumma, berhentilah mengganggu hidupku”

Ucapan Seung Hyun itu membuat kaget Yoona maupun Ibu Seung Hyun. Raut muka ibu Seung Hyun terlihat sangat marah. Ahjumma?

“aku tidak akan menikah, tidak juga dengan wanita ini” ucapan Seung Hyun kali ini membuat Yoona menoleh kearahnya. Raut mukanya terlihat sangat terluka. “kerena itu, berhentilah bersikap seperti ini. Kau tidak ingin aku berhubungan dengan wanita ini? Tunggulah sampai aku bosan dengannya.” lanjut Seung Hyun.

Yoona yang sudah tidak dapat menahan semuanya, tiba-tiba berdiri dan membungkukkan badan. “saya rasa semua telah selesai, terimakasih. Senang bertemu dengan anda” ucap Yoona berpamitan dengan ibu Seung Hyun dan pergi meninggalkan tempat itu.

“Apa kau tidak curiga dengan apa yang aku sembunyikan di Apartemenku?” ucapan Seung Hyun membuat Yoona sadar akan lamunannya. “bagaimana jika aku menyembunyikan seorang wanita disana?”

Seorang wanita? Apa aku berhak melarangmu?

Dulu saat pertama kali bertemu dengan Seung Hyun, dia mengetahui bahwa Seung Hyun bekerja sebagai seorang tim Arsitek di sebuah perusahaan YG Grup, karena memang itu yang Seung Hyun katakan kepadanya. Yoona tidak pernah menyangka bahwa Seung Hyun adalah anak pemilik YG Grup. Setelah Yoona bertemu dengan ibu Seung Hyun, semua berubah. Selama ini Yoona tidak pernah mempermasalahkan hubungan mereka yang tanpa status apapun. Baik Seung Hyun maupun Yoona tidak pernah saling menyatakan perasaan mereka secara “resmi” yang kebanyakan orang lakukan untuk memulai sebuah hubungan. Semua hanya berjalan begitu saja, mungkin karena itu, Yoona beranggapan wajar jika dia tidak pernah menerima hadiah apapun saat ulang tahun atau hari-hari spesial lainnya dari Seung Hyun.

Tapi sekarang, Apartemen? Bukankah itu terlalu berlebihan?

“kau tidak memperbolehkan aku tinggal disini, tetapi aku memperbolehkan kau tinggal di Apartemenku” jelasnya sambil mengunyah ramyun terakhirnya. Yoona tetap diam.

Kenapa kau ingin aku tinggal bersamamu Oppa?

“Apa Oppa yakin bahwa ibumu akan membiarkan aku tinggal di Apartemenmu?” tanya Yoona asal.

“Kau takut dengan Ahjumma itu?”

“Oppa, bagaimanapun dia ibumu” ralat Yoona tidak menyukai cara Seung Hyun memanggil ibunya.

“Bukankah ibu adalah seorang wanita yang melahirkanku? Dia tidak pernah melahirkanku” ujarnya sambil berdiri. “Tidurlah di kamar, aku yang akan tidur di sofa.”

 

***

Keesokan harinya, Yoona telah bersiap menuju lokasi kerjanya. Baik Yoona dan Seung Hyun memiliki latar belakang yang sama, yaitu arsitek. Mereka berdua adalah seorang arsitek. Tentu saja, jika Seung Hyun adalah tim aristek di YG Grup, sekaligus pewaris di YG Grup, maka Yoona hanyalah Arsitek yang mengelola sebuah rubrik majalah Sweet Home, sebuah majalah design rumah dan design interior. Bahkan Yoona sudah berkali-kali berganti tempat pekerjaan, karena gaji gaji yang minim dibanding kerja kerasnya. Tentu saja Seung Hyun tidak diam saja. Dia pernah berusaha memasukkan Yoona sebagai anggota tim arsitek di perusahaannya, tetapi karena itulah ibunya mengetahui hubungannya dengan Yoona.

“aku akan mengantarmu ke tempat kerja” kata Seung Hyun dari balik jendela mobilnya saat melihat Yoona berjalan menuju halte. Tadi saat Seung Hyun memanaskan mobilnya, Yoona pergi berjalan telebih dahulu, padahal Seung Hyun telah memintanya untuk menunggu.

Yoona berhenti berjalan, “Oppa, berhentilah bersikap baik kepadaku, bersikaplah seperti seperti kau yang biasanya,” Yoona memang sangat kesal dengan Seung Hyun akhir-akhri ini, terutama setelah kejadian di restoran 4 bulan yang lalu. Sebelumnya, Seung Hyun memang tidak pernah bersikap baik kepada siapapun, karena dia memang tidak dididik untuk itu. Sikapnya yang sangat dingin dan wajahnya yang tampan banyak membuat wanita manapun dapat jatuh cinta padanya.

“aku tidak sedang bersikap baik padamu, aku hanya tidak suka melihat seorang wanita berjalan sendiri” ujarnya sambil tersenyum. Tetapi Yoona tidak melihat senyum itu, karena dia tetap berjalan menuju halte bis. Tanpa berpikir panjang, Seung Hyun langsung keluar dari mobilnya dan menarik lengan Yoona, memaksanya masuk ke dalam mobilnya.

“Oppa lepaskan tanganku” ujar Yoona sambil berusaha melepas lengannya yang di cengkram erat oleh tangan Seung Hyun.

Seung Hyun tidak memperdulikan rengekan Yoona dan langsung mendudukkan Yoona di mobilnya. “aku akan mengantarmu ke tempat kerja”

Di dalam mobil, Yoona masih berusaha mencari cara untuk keluar dari mobil Seung Hyun, tetapi tidak bisa.

“Pasang tali pengamannya, Yoona” ujar Seung Hyun saat memasuki mobilnya. Yoona tidak bergeming.

“Turunkan aku Oppa”

Meskipun kesal, Seung Hyun berusaha menahannya dan memasang tali pengaman Yoona lalu mulai menjalankan mobil.

Selama perjalanan, tidak ada sedikitpun percakapan, Yoona hanya melihat keluar jendela, tanpa melihat sedikitpun ke arah Seung Hyun.

“Aku dengar ibumu akan segera dioprasi, apa kau sudah memiliki tabungan yang cukup?” tanya Seung Hyun memecah keheningan diantara mereka. Yoona hanya mendengar pertanyaan Seung Hyun tanpa tertarik untuk menjawabnya.

“Ambilah” ujar Seung Hyun, mau tidak mau membuat Yoona menoleh kearah Seung Hyun. Yoona melihat sebuah kartu ATM berwarna gold disodorkan padanya.

Yoona kembali memalingkan muka dan melihat kearah jendela, “Apa aku terlalu mudah bagimu, Oppa? Kau mengetahui apapun tentangku, bahkan ketika ibuku akan dioprasi tanpa aku harus menceritakannya padamu, kau juga memberiku apapun yang kau mau tanpa pernah bertanya, apakah aku membutuhkannya atau tidak.”

Bukan Seung Hyun jika mudah putus asa, dia adalah tipe pria yang tidak suka menarik perkataannya, atau menarik sesuatu yg telah dia berikan pada orang lain. Kartu ATM itu diletakkan di jok tepat di depan Yoona duduk. “Buanglah, jika kau tidak mau.” Ucap Seung Hyun singkat. Yoona menoleh dengan perasaan marah pada laki-laki itu.

“Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku Oppa?” tanya Yoona marah, dia memang tidak pernah bisa menebak apa yang diinginkan Seung Hyun. “kita bahkan tidak berpacaran tapi kau selalu bersikap seolah kau adalah pacarku” Suara Yoona mulai meninggi.

Secara tiba-tiba Seung Hyun menepikan mobilnya dengan amat kasar. Dia menatap Yoona dengan kesal dan dingin.

“Kenapa? Kau tidak suka? Tunggulah sampai aku bosan bertemu denganmu, maka aku akan pergi dengan sendirinya” kata Seung Hyun. Matanya menatap Yoona tajam, sedangkan Yoona tidak dapat lagi membendung air matanya.

“Biarkan aku keluar dari sini Oppa” ucap Yoona sambil berlinangan air mata dan terus berusaha membuka pintu mobil. Akhrinya Seung Hyun membuka tombol kunci, yang membuat pintu dapat terbuka. Dengan sangat cepat Yoona keluar dari mobil Seung Hyun.

Di dalam mobil, Seung Hyun memukul keras stir mobilnya dan kemudian merebahkan kepalanya dikursi sambil melihat kepergian Yoona.

 

***

Beberapa saat Yoona berada di tempat kerja, dia mendapat telefon dari Song He Bin, ibu Seung Hyun, untuk menemuinya di sebuah café.  Dengan bergegas Yoona memasuki Café yang telah disebutkan oleh Song He Bin. Tentu saja dia tidak ingin melakukan kesalahan kali ini. Dia tidak ingin terlambat, karena mungkin saja Song He Bin akan mencari-cari kesalahan untuk memakinya. Yoona mencari dimana Song He Bin menunggunya, hingga pada akhrinya dia menemukan sosok Song He Bin sedang duduk ditemani oleh seorang perempuan cantik, mungkin sedikit lebih tua dari Yoona. Perempuan cantik itu memakai coat berwarna merah dan baju berwarna hitam. Sangat elegan. Dengan ragu Yoona berjalan menuju tempat Song He Bin duduk.

“Ah duduk lah.” Ujar Song He Bin begitu melihat Yoona, meskipun begitu, perlakuan baik Song He Bin malah membuat Yoona lebih takut.

“Kenalkan, ini Park Bo Mi” Lanjut Song He Bin, membuat Yoona kembali berdiri dan menjabat tangan perempuan di depannya.

“Park Bo Mi” ujar perempuan itu tersenyum, kemudian duduk kembali.

“Im Yoona” balas Yoona.

“Sebenarnya, aku ingin pamit, ada beberapa hal yang harus aku urus” ucap perempuan pernama Park Bo Mi. Sementara dalam hati Yoona berharap Park Bo Mi tidak meninggalkannya sendirian bersama Song He Bin.

“Tentu saja Bo Mi-ah, kau pasti sangat sibuk” ujar Song He Bin saat Park Bo Mi berpamitan. Yoona tidak menyangka Song He Bin bisa begitu baik pada orang lain.

Siapa Park Bo Mi itu? Mengapa Ibu Seung Hyun Oppa begitu baik padanya?

“Senang bertemu denganmu” ucap perempuan itu sambil menjabat tangan Yoona, kemudian pergi.

“kau tau siapa dia?” tanya Song He Bin setelah kepergian Bo Mi. “Tentu kau tidak tau siapa diakan?” jawab Song He Bin sendiri.

“Dia adalah perancang busana terkenal, kau tau disainer bernama Park Bom?” tanya Song He Bin lagi. Yoona memutar otaknya, dia merasa pernah mendengar nama Park Bom. “Dari penampilannya saja, bukankah sudah sangat terlihat bahwa dia adalah seorang perancang busana?” ujar Song He Bin, kemudian matanya menyapu tubuh Yoona, melihat penampilannya yang hanya memakai bleazer berwarna hijau army dan kaos bermotif garis hitam-putih dipadu celana jeans hitam tanpa make-up. Sangat simpel, jika harus dibandingkan dengan penampilan Park Bom yang memakai Coat merah juga baju, ah mungkin itu semacam gaun, berwarna hitam. Park Bom juga memakai make-up minimalis yang membuatnya terlihat elegan. Yoona sedikit malu dan megutuki dirinya yang tidak mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Dan yang terpenting bukan itu. Aku berencana menyetujui hubungannya dengan Seung Hyun.” Lanjut Song He Bin, dia berkata seolah dia menang karena berhasil mengejutkan Yoona. “apa Seung Hyun tidak pernah menceritakan hal ini padamu?”

“saya merasa tidak perlu mengetahuinya. Antara kami, saya dan Seung Hyun Oppa tidak ada apa-apa. Kami tidak berpacaran ataupun yang lainnya.” Timpal Yoona, sebenarnya dia sedang menyembunyikan rasa terkejutnya, tetapi dia berusaha untuk berbicara tenang agar tidak terlihat oleh Song He Bin.

“Oh ya?” tanyanya dengan nada mengejek. “Lalu kenapa kau terus menempel padanya?”

Karena aku mencintainya. Karena aku tidak ingin berpisah darinya, meskipun aku tidak pernah tau bagaimana perasaan Seung Hyun Oppa yang sebenarnya.

“Mulai sekarang saya akan berusaha menjahuinya” ucap Yoona pelan sambil menundukkan kepalanya.

“Baguslah kalau begitu. Lagipula Park Bom adalah cinta pertama Seung Hyun, mereka sempat berpacaran saat keduanya masih SMA di Amerika.” Kata He Bin sambil meneguk minuman yang ada di depannya. Sepertinya dia benar-benar senang melihat ekspresi Yoona yang tiba-tiba menatap He Bin, wajah Yoona benar-benar menunjukkan kalau dia terkejut. “aku sempat melarang hubungan mereka, karena itu aku membawa Seung Hyun kembali ke Korea dan berharap dia dapat menikah dengan wanita sekelasnya, tetapi malah orang sepertimu.”

“jadi apa maksud anda memberi tahu ini semua?” Kata Yoona, dia tidak tahu mengapa He Bin menceritakan ini semua padanya, mungkin mempertemukannya dengan Park Bom adalah suatu kesengajaan yang dibuat He Bin.

“Jika kau pikir aku berprilaku seperti ini hanya padamu, maka kau salah. Apa yang aku lakukan pada Park Bom saat itu jauh lebih parah” ucap He Bin dengan sedikit penekanan. “tapi Bom tidak menyerah sepertimu dan mengatakan bahwa dia akan berusaha agar dapat pantas duduk dengan Seung Hyun, sedangkan kau, apa yang kau lakukan?” tanya He Bin mengejek. Kemudian mengeluarkan amplop tebal berwarna coklat dan meletakkannya dimeja.

“aku tau, satu-satunya yang bisa kau lakukan adalah menerima ini” ujar He Bin sambil mendorong amplop coklat itu kearahnya. “jangan temui Seung Hyun lagi.”

Untuk tidak bertemu dengan Seung Hyun mungkin sangat sulit baginnya, tetapi jika dia terus dapat perlakuan seperti ini, sampai kapan Yoona akan sanggup menahannya? Toh Yoona juga tidak pernah tau sedikitpun perasaan Seung Hyun padanya. Air mata Yoona mulai menggenang di pelupuk matanya. Yoona telah memutuskan sesuatu yang benar-benar berlawanan dengan hatinya.

“Dengan uang itu, apa anda ingin saya keluar dari Seoul?” tanya Yoona. “jika anda berbicara harga, maka harga semua ini tidak sekecil itu”

“Apa yang sedang kau bicarakan? Apa kau meminta lebih?” kali ini He Bin terkejut dengan perkataan Yoona. Wajahnya tampak marah dan dia mulai tertawa mengejek. “tentu saja, kau pasti memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Katakan, apa yang kau inginkan”

“ Uang untuk biaya oprasi ibuku, uang untuk kehidupanku di luar Seoul, uang untuk memulai bisnis, jika anda bisa memberiku, saya akan memastikan Seung Hyun Oppa tidak akan bertemu denganku” Ucap Yoona, kali ini dia tidak dapat lagi menahan airmatanya.

“Omo! Omo!” He Bin memegang tengkuknya. “YA! Berani-beraninya kau memerasku, dasar wanita miskin!”

“Jika anda tidak bisa, maka lupakan semua yang kita bicarakan hari ini”

“Baiklah” Kata He Bin berdiri dari duduknya. “tapi pastikan kau tidak bertemu dengannya lagi.”

Yoona melihat kepergian He Bin. Dia masih  tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi. Tentang cinta pertama Seung Hyun. Tentang perjuangan Park Bom. Dia bukanlah apa-apa dibanding Bom yang membuktikan bahwa dia pantas dengan Seung Hyun. Terlebih lagi, dia telah membuat kesepakatan dengan He Bin, tapi dengan inilah dia memiliki alasan untuk meninggalkan Seung Hyun.

Oppa, kau pasti menunggu wanita itu datang kembali padamu. Aku yakin saat ini kau pasti senang dia telah kembali. Kau pasti akan segera meninggalkanku.

Yoona menghela nafas panjang kemudian beranjak pergi dari café itu sambil menghapus air matanya yang meleleh sejak tadi.

***

Sepulang kerja, Yoona duduk di kursi Halte. Sudah sedari tadi dia duduk di tempat itu, bis yang dia tunggupun telah lewat berkali-kali di depannya. Dia memikirkan banyak hal, tentang kemana dia harus pergi untuk meninggalkan Seoul, dia bahkan tidak memiliki sanak saudara, kecuali ibunya yang sedang sakit dan sebentar lagi akan di oprasi. Sudah satu tahun ibunya mengalami kerusakan ginjal, sehingga harus sering di rawat di rumah sakit. Lalu.. meninggalkan Seung Hyun bukanlah sesuatu yang mudah, meskipun Seung Hyun memiliki sikap dingin, tetapi entah mengapa Yoona betah berada disisinya. Mungkin itulah yang dikatakan banyak orang tentang Cinta. Meskipun Yoona tidak pernah tau bagaimana Seung Hyun, tetapi dia tetap mencintai laki-laki itu dan selalu berusaha untuk selalu ada di dekatnya.

Tiba-tiba hp Yoona bergetar, dan tentu saja itu membuatnya terkejut. Di layar kaca tertuliskan nama Ji Young Oppa. Dengan segera Yoona mengangkat telefon itu.

“apa kau tau pasword apartemen Seung Hyun?” tanya orang di sebrang sana begitu telefonnya tersambung. “ Seung Hyun mabuk berat dan aku membawanya pulang, tetapi aku tidak tau paswordnya, ah lebih baik kau kesini saja, aku akan menunggumu, lagi pula Seung Hyun sedikit demam”

“Tapi Oppa…” ucap Yoona, tetapi disebrang sana Ji Young telah menutup telefonnya. Yoona ragu-ragu, apakah dia perlu kesana atau hanya mengirim paswordnya lewat sms. Akhirnya Yoona memutuskan untuk pergi ke rumah Seung Hyun.

Setiba disana, Yoona melihat Ji Young berdiri sambil bersandar di pintu apartemen Seung Hyun. Sedangkan Seung Hyun dibiarkan tidur dilantai begitu saja.

“maaf Oppa, aku sedikit lama” ucap Yoona sambil menekan pasword yang membuat pintu terbuka. Ji Young segera membopong Seung Hyun ke kamarnya.

“Kau siapkan handuk untuk mengompres demam Seung Hyun” kata Ji Young dari kamar Seung Hyun. Yoona menuju dapur dan memersiapkannya.

“Aku serahkan Seung Hyun kepadamu, aku pulang dulu, oke?” kata Ji Young keluar dari kamar. “Oh iya, kau dan Seung Hyun tidak bertengkarkan? Ini pertama kali aku melihatnya mabuk parah” lanjutnya sebelum keluar apartemen. Sementara Yoona hanya terdiam, kemudian memutuskan untuk masuk ke kamar Seung Hyun.

Di dalam kamar, Yoona melihat Seung Hyun tampak lemah. Bibirnya pucat, disela-sela tidurnya Seung Hyun sedikit menggigil. Yoona duduk di tepi ranjang tempat Seung Hyun terbaring dan memeriksa kening Seung Hyun, sepertinya demamnya cukup parah, kemudian dia mulai memeras handuk dan diletakkan di kening Seung Hyun. Yoona berencana menunggu sampai demam Seung Hyun sedikit membaik kemudian dia akan pulang.

.

.

.

Setelah beberapa saat, Yoona kembali memeriksa kening Seung Hyun. Sepertinya demam telah sedikit menurun, kali ini Yoona akan pulang. Dia beranjak dari tempat tidur Seung Hyun. Tetapi lengan Yoona dipegang erat oleh Seung Hyun yang sepertinya telah sadar. Seung Hyun menarik lengan Yoona yang membuat Yoona terduduk kembali di tepi tempat tidur Seung Hyun.

“Oppa…” ujar Yoona saat Seung Hyun yang mulai memeluknya dari belakang. Yoona dapat merasakan hangatnya tubuh Seung Hyun akibat demam yang belum sempurna sembuh.

“Tidurlah denganku” ujar Seung Hyun lemah, tetapi Yoona dapat mendengar dengan jelas kata yang diucapkan Seung Hyun karena berada tepat di telinganya. Yoona sempat terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. Keduanya sempat terdiam lama.

“Oppa, Apa kau  menyukaiku?” kata Yoona. Akhirnya dia dapat menanyakan apa yang selalu ingin dia tanyakan. Sangat sulit baginya untuk bertanya hal ini. Lamaa.. setelah pertanyaan itu dilontarkan, masih tak terdengar jawaban apapun dari Seung Hyun, yang terdengar hanya deru nafas Seung Hyun.

“Bagaimana denganmu? Apa kau menyukaiku?”

“Iya, aku menyukai Oppa. Aku mencintaimu Oppa.” Jawab Yoona, ini bukanlah pertama kali dia mengakui perasaannya, tetapi entah menggapa begitu sulit baginnya untuk mengatakan hal seperti ini. Mungkin karena Yoona tau, Seung Hyun tidak menyukainnya.

Pelukan Seung Hyun mulai melemah, kemudian terdengar sedikit tawa di telinga Yoona. “apa aku harus menyukaimu, agar aku bisa tidur denganmu?” ucap Seung Hyun. Dia bangkit dari tempat tidurnya menuju lemari yang ada di ruangan itu dan mengganti kemeja yang dia pakai dengan sweater berwarna abu-abu. Entah mengapa Yoona mulai meneteskan air mata, padahal dia tau jawaban seperti apa yang akan dia dapat.

“Aku akan mengantarmu pulang” kata Seung Hyun disela-sela saat dia berganti baju.

“Oppa, setelah ini bisakah kita tidak bertemu lagi? aku akan pergi dari Seoul” kata Yoona yang membuat Seung Hyun menoleh kearahnya.

“Aku tidak bisa menjamin itu” timpal Seung Hyun santai.

“Aku mohon Oppa, mari kita menjalani kehidupan kita masing-masing” Yoona melihat Seung Hyun yang mulai mencari-cari kunci mobil tanpa memperdulikan perkataannya.

“Apa karena hal itu kau menerima uang dari ibuku” kata Seung Hyun tanpa melihat kearah Yoona sedikitpun dan tetap mencari kunci mobilnya. Mendengar itu Yoona sedikit terkejut, darimana Seung Hyun tau tentang uang itu.

“Kenapa? Kau terkejut aku mengetahui hal itu?” ujar Seung Hyun mengetahui tidak ada reaksi dari Yoona. Dia mulai duduk ditepi tempat tidur, di samping Yoona.

“Kau ingin kita tidak saling bertemu? Tidurlah denganku” kali ini Seung Hyun sedikit menarik bibirnya. Tersenyum. dan itu membuat hati Yoona semakin sakit, air matanya tidak berhenti mengucur. “kau tidak mau? Aku tidak memaksa.” Ucap Seung Hyun. Sementara Yoona tidak dapat lagi berpikir jernih. Hatinya terasa sangat sakit.

Tanpa di duga, Yoona menarik kepala Seung Hyun dan mencium bibirnya. Seung Hyun juga tampak terkejut, beberapa saat kemudian Seung Hyun memejamkan matanya dan membalas ciuman itu. lambat laun, ciuman keduanya semakin memanas, Seung Hyun mengangkat tubuh Yoona ke atas tempat tidur dan mulai mengecup kening, leher, kemudian dengan tergesa-gesa mulai melepas baju Yoona. Seung Hyun melanjutkan kecupannya hingga keperut Yoona, tangannya mulai meremas dada Yoona yang masih tertutup bra. Sementara Yoona hanya mendesah, perasaannya bercampur antara nikmat, sedih dan malu.

“Oppa…” ujarnya saat Seung Hyun mulai melucuti branya. Karena malu, Yoona menutupi dadanya yang telah polos dengan kedua tangannya. Tetapi dengan lembut Seung Hyun menepikan tangan Yoona dan mulai menghisap dada Yoona, sementara tangan kanan memainkan dada Yoona yang lain. Tangan kiri Seung Hyun mulai melucuti celana jeans sekaligus celana dalam yang dipakai Yoona.

Secara Spontan Yoona merapatkan kedua pahanya agar Seung Hyun tidak dapat melihat miliknya yang berada di bawah sana. Seung Hyun terlebih dahulu melepas bajunya. Kemudian dia melepas celana yang dipakainya.

“Ini akan sedikit sakit, karena ini pertama bagimu” Ujar Seung Hyun sambil meregangkan paha Yoona. Yoona terpaksa hanya menurut saat Seung Hyun merengangkan kedua pahanya, dia hanya menutup matanya. Entah mengapa, ini teramat memalukan baginya.

Seung Hyun terlihat sangat antusias, dia mulai memasukkan miliknya sedikit demi sedikit ke dalam milik Yoona, sementara Yoona meringis kesakitan. “Oppa, sakitt…” ujar Yoona saat merasakan milik Seung Hyun mulai memasuki ke dalam miliknya.

Seung Hyun sedikit merasa bersalah, “apa aku harus berhenti?”

Yoona melihat Seung Hyun sambil menggelengkan kepalanya. Seung Hyun tersenyum pahit. “Entah mengapa aku berbicara seperti itu, padahal aku yang menginginkan ini.”

Milik Seung Hyun telah masuk sempurna ke dalam milik Yoona, kali ini dia berusaha menggoyangkan tubuhnya. Mencium Yoona dan tangannya meremas dada Yoona. Seung Hyun terus menggoyangkan tubuhnya hingga terasa miliknya mulai berkedut, sementara dinding milik Yoona mulai mengeluarkan cairan kental. “Op…ppaa…” kata Yoona lirih.”

Seung Hyun merebahkan badannya disamping Yoona kemudian mulai tidur. Sementara Yoona masih terjaga, dia sengaja menunggu Seung Hyun tidur. Saat dirasa Seung Hyun telah tidur, Yoona bangun, dia melihat bercak darah di seprei tak jauh dari tempat dia duduk. Tanpa memperdulikan itu, dia segera berdiri dan mulai memunguti bajunya dan memakainya.

Setelah selesai memakai baju, Yoona berjalan kearah Seung Hyun yang tertidur lelap membelakanginya yang sedang berdiri. “Oppa, selamat tinggal, aku harap kau menepati janjimu.” Kata Yoona pelan, kemudian meninggalkan tempat itu.

THE END

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 25/02/2014, in Aktor, Aktris, OS, SNSD and tagged , . Bookmark the permalink. 68 Comments.

  1. sequel, Thor

  2. kasian yoona…butuh sequel kyk’a…

  3. bikin sequel nya ya ya please

  4. Ema LoveYoona

    End gitu aja…haduuhh
    Padahal seru…
    Sequel please

  5. Sequel thor:(

  6. Raisa Jarief

    Aaaaa sediiihh! Bikin sequelnya thor! Biar jelas perasaan seunghyun sebenernya kyk gimana :’)

  7. what the… sangat tidak adil untuk yoona. gantung pke bgt. sequelll!!!

  8. ditunggu sequel’a Chingu…..

  9. Sequel author ini gantung..
    Kurang hot tapi kece ffnya:)

  10. Next… Karena endingnya masih perlu konfirmasi lanjutan… ditunggu 🙂

  11. Masih penasaran ama motifnya apa
    Klo cinta koq ngomongnya spt itu
    Tp klo ngak, ngapain memperlakuakan cewek spt itu
    Kayaknya klo ada sequel bakal bagus deen

  12. Waaaaahhhh!!! Ini belum selesai ceritanya thor. Masih ngambang2! Ayo thor d terusin. Saya menuggu.

  13. Kasihan bgt yonaa,.
    Sequel thor..

  14. Butuh sequel thor. Ceritanya nyesekin bgt.

  15. Gantung. Butuh sequel thor, please

  16. salsabillah

    bkin sequelnya dong,,,

  17. Ih………perlu sequel

  18. aat yoonwon

    Sequel donk please

  19. ªđª apa dgn sikap seung hyun..shingga dia tak ♏ªäªƱϋ nyatakan cinta ke yOona..kasian yoona..so sad story..perlu sequel ƞȋ̝̊♓..

  20. aaahhhh masih penasalrann…
    jebaala sequel

  21. SUKA BANGET KARAKTER TOP NYA. SEQUEL~

  22. Lo?udah slsai?gitu aja akhirnya?nggantung banget thor…sequel please.

  23. Butuh sequel nie 😉 aq penasaran kenapa Seunghyun manggil’y ibu’y ahjumma??

  24. sequel

  25. wajibbb sequel!! tabi asli ngeselin. mau nya apa cobaaaa.. udah deh sama bom aja sana . kasian yoona.. oya tor sebenrnya agk krg jelas sih disini ceritanya cumaa feel nya dpt kkk

  26. Cho Chanchan

    Butuh squel thor butuh squel 😀

  27. Wajib squel..!

  28. Sequel pleass thor

  29. end????
    sequel please!!!!!

  30. sakitnya… ada sequelkan?

  31. Yah kok kek gNi,sQuel donk thor,please….!!!

  32. sekuel dong butuh sekuel ff ini 😀

  33. keren! sequel!

  34. Sekuelll .. Sekueellll ,, kasian bnget yoona-nya ,, sbenernya seung hyun suka atau gaaa sih sama yoona , ?? Klo gaaa suka knapa dia gaaa mauuu ngelepasin yooona ???

  35. bikin penasaran, kok jadi end sih thor… sequel plis… gantung banget..

  36. maulinda aripradina

    author sequel dong sequel nya 😀

  37. WAJIB sequel nih thor

  38. Butuh sequel …

  39. baru pertama kali aku baca ff nc sampai terhanyut alur ceritanya
    sedih,seneng,marah
    ff ini keren. ncnya gak terlalu gimana-gimana
    tapi ceritanya itu yg aku suka
    ini ff wajib baget sequel
    wajib sequel

  40. end? gantung thor gimana sama yoona nya? sequel ne thor , jebal . ditunggu sequelnya^^

  41. butuh sequel!
    Pliess.. 🙂

  42. Siti maunah

    Next…next…

  43. Kim ji hyun

    Sequel thorrrr….

  44. Nanggung crtnya
    😛
    Squelll dong
    😛

  45. menyedihkan T.T karna sad end harus ada sequelnya

  46. sequel… sequel.. sequel.. sequel.. sequel..!!! *gebrakgebraklaptop*

  47. sequel dong… 🙂 bbuing bbuing#plak*aegyo gagal) 😀

  48. sequel nya thor..
    gantung banget ceritanya

  49. keren nih thor.. sequel aja dong.. keren nih.. ntega tung bgt ceritanya.. 😦

  50. sequel thor ceritanya gantung..

  51. sbnr ny seung hyun suka ngga sama yoong eonni :3 kasian eonni.. xD ._.

    sequel min..

  52. End Gantuuunngg 😦 !!! Bikin greget .. Wajib Sequel thor !!!! Sequel dong thor!! sequel !! sequel !! sequel !! sequel !!#Maksa …. Buat Yoona and Seung hyun Happy Ending … walau agak panjang No Problem thor !!! Fightiiiiiing !!

  53. author… i need sequel, kereenn ff nya ohya ini pertma kali mya coment dblog ini..baru buka juga sih^^ hhehehe
    untuk TOP kenapa gantungin Yonna?? harus tanggung jawab ok
    untuk ff nya seluruhnya keren kata2 yg di dlm nya juga gak frontal

  54. jejedae1226

    sequel nya thor ,harusss yahhh wajibbbbb

  55. Sequel plieseee^^

  56. wah emaknya seunghyun. ngebetein. need seq.

  57. adwaeeee…hiks aku ga mau ending ny kaya gini.,please Chingu..ff ini cerita ny udah keren bnget-banget,NC ny kurang hot sih,,tapi aku shock sama ending ny,..gantung menurut ku..gimana sebenernya perasaan Seung hyun dia sebenerny cinta Yoona atau ga..dan gimana nasib Yoona..
    Aaaah..please…

  58. sequel dong thor!!!!! seru nih. author daebak!!!

  59. Wah thor yg ini wajib ada sequelnya.. gantung gitu ceritanya

  60. bikin lanjutannya dong thor

  61. thx kritik,saran,komen nyaah~~~ :* (muacchh..muacchh..)

  62. butuh sequel min sumpah gantung banget……

  63. Fic kedua topyoon kamu aku baca, kirain kirain happy end, udh antusias bgt bacanya. Eh trnyta sad lagi.. Untung aja bagus, aku pertamany ikut melting dg perlakuan Seunghyun ke Yoona, aku jamin dia psti juga cinta sm Yoona cuma ya itu–hal itu yang aku juga bingung. Greget banget deh, kirain trkhirnya mreka sm2 saling merubah pkiran eh ternyata ego nya masih tinggi..
    Yaah terakhir good work lah, aku lbh suka fic yg ini.

  64. Bener” butuh n harus ada sequel.x nih ff T.0.T
    dtnggu unN 🙂

  65. Suka banget ceritanya! Butuh sequel please aaaaa! Bikin NC TopYoon lagi dong wkwkw

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: