Hurt Marriage PART 1

Author : Yo Jin ^^ @rosita325
Tittle : Hurt Marriage PART 1
Pg : NC 16 (?)
Cast : Yesung a.k.a Yesung Super Junior
Sung Eun-Hee a.k.a Eun-Hee

Ini FF pernah di post di SJFF satu tahun yang lalu, wks. Dan ni sedikit gue ubah, dan skarang ada adegan sedikit kek gitunya 🙂

*This is Original FF by Yo Jin…

Happy Reading…

Suara gemilar angin menelusuk ke pendengaranku, angin itu bertiup dengan kencang menghantar sapuan merinding dibulu kudukku. Rambut hitamku berkibasan kearah samping membuat geraian rambutku hampir menutupi wajahku.
Suara demburan ombak bagaikan hantaman besar bagi diriku, rasa sakit itu seolah datang begitu mencengkeram.

“Waah menyenangkan,” gumaman seorang laki-laki membuatku teralih. Mata bulatku menatap kesamping , seorang laki-laki bertubuh gagah dan berwajah tampan sedang memejamkan matanya, sambil…
Ia tersenyum…

Bagaimana ia bisa membuat suasana dikelilingku menjadi tampak menyeramkan. Ia membuka mata.
“Yak Eun Hee ssi” panggilnya, aku tersenyum.

“Apa?”

Dia menggeleng, pertanda tidak ada yang ia tanyakan. Ia kembali melihat kearah depan, seolah itu hal yang paling menyenangkan yang pernah ia lakukan. Kim Jong Woon, namanya. Dia adalah seorang pengusaha muda yang tampan, bertubuh ideal, memiliki senyuman yang indah, sempurna. Dala, kehidupannya ia bisa begitu sempurna, menutupi rahasia itu juga begitu sempurna.
Tapi siapa sangka laki-laki itu adalah suamiku, suami dari seorang gadis bernama Sung Eun Hee. Gadis biasa dan juga dari kalangan biasa tapi juga tidak terlalu biasa, susah untuk menafsirkan tentang latar belakangku.

Kami menikah dari hasil perjodohan, oh Drama pagi dimulai.

Umurku yang sudah tidak terlalu muda, dua puluh tiga tahun. Aku sama sekali tidak memikirkan untuk menikah sebelumnya, ibuku yang menyuruhku untuk segera menikah dengan alasan aku sudah cukup pantas cukup umur untuk menikah dan mempunyai anak.
Mungkin dari kalangan kami tidak ada yang salah dengan yang namanya perjodohan, dua kakak laki-laki ku juga menikah karena dijodohkan, kakak wanitaku yang bernama Lee Seo Ah juga.

Kalian tahu bagaimana cara aku dan Seo Ah dijodohkan? Ya begini, teman ibu kami sering mampir ke rumah, dan tentu saja kami pasti akan memperkenalkan diri, bahwa kami adalah anak gadis dari keluarga Sung, ibu-ibu itu sangat bersemangat untuk mencarikan istri yang cocok untuk anak laki-laki mereka, tentunya dengan latar belakang yang… ya seperti itulah.
Sama seperti kakak laki-laki ku, Sung Hee Chul dan Sung Ryeowook, belum lagi ibu yang bercerita tentang kebiasaan-kebiasaan yang ia lebihkan, jadi seakan-akan bahwa kami terlihat sangat baik, jika menurut mereka itu sangat cocok, ia akan memberi foto kami ke anak laki-lakinya, apakah anak-anak laki-lakinya mau dengan gadis ini?

Dan kinilah aku, laki-laki itu setuju dijodohkan denganku. Aku pun bisa apa, aku terlalu tua untuk sekedar mengeluh dengan raut wajah penuh aegyeo meminta kepada ibu, aku pasrah.. Lagipula nanti kami juga akan saling mencintai dengan berjalannya waktu.
Kami berpacaran hanya sampai enam bulan, dan itu cukup membuat aku mengenal dekat sosok Kim Jong Woon atau sering disebut dengan Yesung, nama panggilan kecilnya.

Kami baru saja menikah kemarin, dan datang kesini, pulau Jeju untuk liburan bulan madu.
“Kau melamun,” suara Yesung yang lembut membuyarkan lamunanku. Aku tersenyum ketika menyadari kini Yesung dekat denganku. Hatiku terasa sesak hanya untuk sekedar melihat wajahnya saja.
“melamun sebentar,” aku menjawab sambil mengalihkan pandanganku kearah depan kembali.
“Melamunkan apa?” Tanyanya lagi, aku menggeleng. Aku sedang tidak ingin bicara banyak.

“Oh,” aku melihat dia duduk di pasir pantai. Pagi ini, pasti menurutnya menyenangkan tapi bagiku… Pagi ini hal yang paling membuatku terasa bosan.

“Eun Hee ssi, sedari tadi kau berdiri terus… Duduklah disini bersamaku,” ucapnya sambil menepuk pasir yang berada disisinya. Aku menurut, aku pun duduk disisinya.

Aku melihat ia menahan tubuhnya dengan kedua tangan kebelakang, membuat wajahnya mendongak menatap awan denga mata yang selalu terpejam. Lagi-lagi aku melihat dan selalu memperhatikan tingkahnya yang menurutku begitu istimewa.
Terlalu banyak aku melihatnya, aku mendekatkan bibirku dan mencium bibirnya. Ia tersentak lalu langsung terduduk tegap kembali. Ia tersenyum kaku. Tersenyum kaku? Mengapa? Bukankah tidak ada salahnya istri sendiri mencium suaminya.
“Kau selalu bertingkah tiba-tiba,” katanya pelan. Aku mendekatkan tubuhku dengan tubuhnya hingga membuat aku sangat dekat. Aku memiringkan kepalaku dan menyenderkan kepala dibahunya.

Itu terasa nyaman, rasanya aku ingin sekali menangis. Ia pasti terasa aneh dengn sikapku yang sejak tiga bulan yang lalu, selalu aneh, tapi aku punya alasan untuk itu.

“Kau membuatku bingung,” gumamnya pelan, aku tidak menjawab aku malah memejamkan mataku, berputar diotakku wajahnya yang selalu menyunggingkan senyumannya. Membuatku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menangis.
Rasa sesak, rasa perih memenuhi rongga dadaku. Aku berusaha untuk menahan semua ini, demi rasa yang telah tumbuh terlalu dalam dihatiku.

 

AUTHOR POV

Eun-Hee dan Yesung tengah makan siang di restoran Hotel yang mereka tempati.
“Selesai,” Yesung mengusap pelan bibirnya dengan tissu yang tersedia, sedangkan Eun Hee sedang mengaduk-ngaduk makanan dengan tidak bersemangat.

Yesung mengerutkan dahinya.

“Ada apa? Sepertinya ada yang kau pikirkan, tidak! Kau bersikap aneh sejak tiga bulan yang lalu, kau itu kenapa?” Tanya Yesung semakin memperdalam kerutan didahinya. Eun Hee berhenti mengaduk-ngaduk makanan dan mata datarnya berhadapan dengan mata Yesung.

Molla (tidak tahu), akhir-akhir ini, pikiranku tidak tenang… aku tidak tahu apa yang aku pikirkan, tapi ada sesuatu yang menganggu.. dan aku frustasi karena tidak tahu apa yang menganggu pikiranku,” Balas Eun Hee. Yesung mengangguk.
“Cobalah jernihkan pikiranmu, oh iya hari ini kau ingin kemana? Bagaimanapun kita harus memanfaatkan bulan madu ini dengan sebaik mungkin,” kata Yesung agak merendah melihat ekspresi Eun-Hee yang campur aduk.
Eun Hee memutar bola mata malas.

“Aku tidak suka berjalan-jalan kau tahu? Itu menjengkelkan. Aku hanya akan diam dikamar Hotel saja, jika kau ingin berjalan-jalan, sendiri saja,”kata Yo Jin malas. Yesung menghela nafas lalu tersenyum.

“Baiklah, karena aku laki-laki yang saangaat baik hati, aku akan menemanimu bersemedi di kamar Hotel, ok?” Yesung memang selalu mengalah. Ia tersenyum geli menatap Eun-Hee, yang memasang wajah cueknya yang begitu kental.
Eun Hee mendesah lalu mengangguk.

“Terserah kau sajalah, aku tidak peduli.”

*
Sepertinya Eun Hee lah yang berniat untuk tidur beberapa jam, tapi mengapa sekarang Yesung yang tertidur pulas dan Eun Hee yang malah tidak bisa tidur.

“ck,” ia mendecak, tapi tak lama kemudian ia melihat wajah pulas Yesung.
Tampan, Yesung adalah lelaki tampan. Sesuatu yang tak mau ia rasakan tetapi kini datang menghampirinya, ia mengerjap-ngerjapkan matanya.

Bayangan itu kembali terngiang-ngiang diotakknya, matanya terasa perih… Membayangkan itu.
Apakah hanya dengan melihat wajahnya rasa itu dengan sangat cepat datang. Ia membalikan tubuh membelakangi suaminya, tapi dengan paksaan ia mencoba untuk tertidur.

*

Suara burung yang berterbangan, berbarengan dengan suara angin yang berhembus membuat sebuah kelopak mata terbuka perlahan.

Warna ruangan yang tiba-tiba berubah menjadi orange remang-remang dan jendela luar yang terkibas-kibas. Membuat daya tarik tersendiri untuk yang melihat.

Sung Eun Hee mencoba terbangun dan mengumpulkan nyawanya. Ia menoleh ke samping, tepat kearah laki-laki yang baru kemarin menjadi suami sahnya. Masih tidur, pikirnya.

Eun-Hee bangun dari tempat tidur dan berjalan pelan menuju jendela besar. Saat ia berdiri disana, angin menerpa wajahnya, kulitnya terasa dingin… Dan terhenyak.

Ia memejamkan matanya menikmati setiap suara deburan ombak yang bisa ia lihat dari atas sini, dan suara burung berkicau yang berniat untuk segera pulang ke sarangnya karena hari sudah senja.

“Berhenti berbicara!

Aku benci diriku sendiri yang mengetahui semuanya
Bahkan sebelum kau membuka mulut
Aku berusahan berbohong dan lari tapi~”

Mata terpejam itu terbuka sempurna… Hangat.
Ia membalikkan badannya tapi…

Sapuan hangat menempel dibibirnya, bulu kuduknya merinding ketika sesuatu mencengkeram tekuknya. Ia kembali memejamkan matanya ketika sesuatu bergerak dibibirnya. Sesuatu melumat bibir bawahnya, membuat dirinya terasa…
Tangannya terangkat memegangi pinggang manusia yang berhadapan dengannya, dan tanpa ia sadari ia pun ikut melumat, mengikuti alur permainan kecil ini.

Kepala mereka berdua bergerak ke kiri dan ke kanan seolah mencari letak kenyamanan saat melakukan aktivitas yang memabukkan untuk mereka ini. Sampai mereka tidak sadari bahwa pasukan oksigen makin menipis.
“Mmppp…” Eun Hee melepaskan tautan bibirnya, nafasnya terengah-engah.

Yesung mengelap sisi bibirnya yang terdapat air liur hasil dari permainannya tadi.
“Kau tidak membangunkanku,” ucap Yesung, sambil memeluk Eun Hee dan menenggelamkan wajahnya di tekukan leher.
Eun Hee sedikit risih dengan perlakuan Yesung, tapi ia mencoba mengendalikan pikirannya.
“Kau… terlihat lelap saat tidur, jadi… aku tak tega membangunkanmu.” Jawab Eun Hee sedikit tergagap karena berusaha menahan rasa geli karena hembusan nafas Yesung terasa jelas di kulit lehernya.
“Yesung ssi,”

“Hm..”

“hentikan, itu geli… “ Yesung mendongak lalu tersenyum.

“Geli? Tapi kau suka kan,” goda Yesung. Lalu ia mencium bibir Eun Hee sekilas. Yesung mendesah lalu berbicara lagi.
“Oh iya, kita belum mandi.. bagaimana kalau kita mandi bersama,” ucap Yesung sambil menampilkan aegyeo nya. Padahal laki-laki ini sudah berumur dua puluh sembilan tahun, tapi mengapa sikapnya masih seperti anak kecil.

“Aah wae? kenapa harus mandi bersama, ah aku tidak mau… pasti lama,” Yesung terkekeh geli.
“Apa ini? Lama apa…”

“Oh tidak..” Eun Hee tergagap.

“Lama apa?” Muka Eun Hee memerah, lalu tak lama kemudian Yesung mendekatkan wajahnya, mencium bibir Eun Hee pastinya.
Eun Hee mendorong tubuh Yesung hingga kontak dekat mereka terputus.

“Ish shireo,” Eun Hee menghentakkan kakinya lalu mulai melangkah berjalan menghindari Yesung, tetapi langkahnya berhenti ketika Yesung menghalangi jalannya, dan Hap. Dengan gerakan cepat Yesung menggendong Eun Hee ala bridal dan membawanya ke kamar mandi. Walaupun Eun Hee meronta-ronta tapi itu malah membuat Yesung tertawa.

Eun Hee memukul-mukul bahu Yesung agar laki-laki itu menurunkannya. Yesung mengabulkannya, ia menurunkan Eun Hee pas di depan pintu kamar mandi. Perempuan itu agak gugup karena Yesung memandangnya dengan senyum nakal. “Aku ingin sekarang.” Katanya berbisik di telinga Eun Hee. Perempuan itu tersenyum tipis, dan membiarkan Yesung menciumnya kembali.
Laki-laki itu menendang pintu kamar mandi, masih sambil berciuman dengan Eun Hee. Tangannya pun sudah tidak bisa diam, menekan lembut pinggang Eun Hee dan kadang beralih mengusap dada sintal Eun Hee. Hingga perempuan itu mendesah-mendesah tanpa sadar.

Tidak perlu penolakan memang, sebenarnya hanya sebuah basa-basi saat Eun Hee tidak mau. Pasti ia pasti mau, bagaimana tidak mau, ia melakukannya dengan Yesung suaminya. Suami yang sempurna dan sangat ia cintai.

“Hmp..” Ia mendesah terus, paska ia benturkan pelan di tembok kamar mandi yang diatasnya tepat ada shower. Yesung melepaskan tautan bibirnya, dan mereka berdua saling terengah kehabisan nafas. Tak lama Yesung mendekati Eun Hee lagi sambil meremas-remas kedua dada Eun Hee, tangan kirinya terangkat dan membuka retsleting baju Eun Hee. Ketika ia terbuka, ia cepat-cepat membuka baju Eun Hee.

Kepalanya teralih ke leher Eun Hee, dan membiarkan lagi kedua tangannya meremas kedua dada Eun Hee yang hanya di tutupi bra.

“Yesung.. mpp… Ye.. sung..”

*

@Seoul, Yesung – Eun Hee Home.
Pukul 07 : 25 KST.

Setelah tiga hari mereka melaksanakan bulan madu mereka, akhirnya mereka kembali ke kota asal mereka, Seoul.
Rumah tangga yang baru saja mereka bangun, tapi entah mengapa, itu terasa begitu sempurna, dan semakin lengkap karena mereka merencanakan tentang pernikahan terlalu mapan. Bahkan baru pulang dari bulan madu mereka langsung pulang ke rumah mereka sendiri, tanpa bicara pada kedua orang tua masing-masing. Mereka begitu mandiri.
Eun Hee menaruh gelas berisi air putih di meja makan tepat Yesung yang sedang sarapan. Yesung tersenyum lalu meminum air putih yang disodorkan.

“Kau tidak sarapan?” Tanya Yesung sembari memasukan potongan roti tawar berisi selai coklat ke dalam mulutnya.
Eun Hee yang berdiri, mendecak lalu menjawab.

“Aku tidak suka sarapan pagi-pagi, aku tidak terbiasa untuk itu, oh iya kira-kira pulang dari kantor jam berapa?”
“Sekitar jam lima sore,” jawab Yesung cepat, Eun Hee mengangguk.

“Kau sudah selesai?” Tanya Eun Hee ketika Yesung hendak bangun dari tempat duduknya.
Eun Hee memberikan jas yang memang sedari tadi ia pegang, dan Yesung langsung memakainya.

“Tas?”

“Tidak usah lagipula semua dokumen berada di kantor.”

Ya Yesung memang memutuskan untuk berangkat kerja sekarang, karena ia adalah orang yang mempunyai perusahaan besar, dan ia harus bertanggung jawab untuk itu.

“Oh baiklah, “ balas Eun-Hee akhirnya.

Yesung tersenyum lalu mengecup kening Eun Hee sekilas.
“aku berangkat,”

“hm-mm.”

*

Setelah kepergian Yesung ke kantor, Eun Hee membereskan piring yang kotor di meja makan dan menupukannya menjadi satu, ia berniat untuk cuci piring. Didalam rumah yang sebesar ini dengan gaya yang minimalis tapi berkesan mewah, mereka tidak menyewa pembantu. Sepertinya mereka harus memperbincangkan untuk itu.

I love you
Baby I’m not a Monster
Neon aljanha yejeon nae moseubeul shigani chinamyeon sarajyeo beoril tende
Keu ttaen al tende Baby

Eun Hee tersentak ketika merasa sesuatu yang ada disaku celana pendek selututnya berbunyi.
Ia mengambil sesuatu yang tak lain adalah ponsel pribadinya sendiri. Ia mengerutkan dahinya ketika melihat nama di layar ponselnya, tapi tak lama, ia langsung menekan tombol berwarna biru di ponsel android miliknya.
“Ne eomma,” ucapnya ketika ponselnya ditempelkan di telinga.

“Oh Eun Hee-ah.. Bagaimana acara bulan madumu berjalan dengan lancar kah?” suara ibu-ibu terdengar diujung sana.
Eun Hee menghela nafas.

“Tentu saja, itu menyenangkan,” balasnya sedikit malas.

“Aiih jinja, pasti menyenangkan. Oh eomma masih tidak percaya bahwa anak bungsu eomma sudah menikah, yak kau harus segera memberikan eomma cucu ne, eomma sudah tak sabar.” omongan panjang dari eommanya membuat Eun Hee tersenyum tipis.
“Oh ya Yesung sudah berangkat kerja kah?”

“Oh.. baru saja berangkat,” balas Eun Hee sembari memainkan kukunya.

“Aahh geureukuna, eh matta.. Eun Hee-ah jika sudah jam makan siang, datanglah ke kantornya ya.” Kata Ibunya membuat ia mengerutkan keningnya tidak mengerti. Ke kantor Yesung nanti siang? Oh yang benar saja.
“Mwo? Untuk apa?” Tanya Eun Hee bingung.

“Ya tentu saja untuk mengantarkan makan siang untuk suamimu, istri macam apa kau.. aigoo, bersikaplah seperti istri yang baik” suara eommanya terdengar kesal. Dasar nenek-nenek cerewet, kata Eun-Hee dalam hati. Ia menyesel karena telah mengangkat telepon dari Ibunya sendiri.

Eun Hee mendesah.

“Baiklah.. akuuuu.. akan menjadi istri yang saangat baik, eomma jangan khawatir.” plip. Eun Hee mematikan ponselnya dengan kesal, eommanya selalu menyuruhnya untuk bersikap sempurna, dan ia benci tentang itu.

*

 

@ Yesung-Eun Hee Home
Pukul 13 : 00 KST.

Eun-Hee melirik jam yang ada di dinding rumahnya. Karena kata-kata Ibunya ia harus memberhetikan acara televisi yang sangat ia sukai.

“Menyebalkan,” ia berjalan kea rah dapur dan melihat tempat bekal dan makanan yang sudah ia siapkan ada di meja makan. Ia sedikit merapikan bekal yang ia sudah siapkan sejak tadi, dan bersiap untuk membawanya ke kantor.
“Mau tak mau,” gumamnya kesal. Ia memasukkan bekalnya ke kantong plastik, dan berjalan ke ruang tamu untuk mengambil tas miliknya. Ia hanya menggunakan baju kaus berwarna putih polos, dan celana jeans hitam miliknya.

Setelah semuanya sudah beres, ia berjalan keluar rumahnya. Pergi ke kantor Yesung.

*

Eun Hee sedikit merapihkan penampilannya di lift yang akan membawanya ke kantor suaminya.

Ting

Suara dentuman halus membuat dia sedikit tersentak. Dengan senyum tipis yang tertengger di bibirnya ia berjalan santai menelusuri lorong kantor.
Talk.

Ia berhenti di sebuah pintu dan tertulis dengan nama ‘Direktur utama’ ia tersenyum, ternyata ini ruangannya. Pintu ruangan itu sedikit terbuka, ia mengerutkan dahi, apakah sedang ada klien atau yang lainnya. Tapi kan ini jam makan siang.
Ia hendak memegang pegangan pintu tapi tehenti ketika.

“Tapi aku tidak suka kesana, aku lebih suka di sini oppa, karena menurutku wisata disini tidak terlalu buruk, dibandingkan dengan Jeju.”

Jantung Eun-Hee menyentak keras satu kali, dan dibarengi detakan-detakan yang menuntut. Dalam sekejap tangan Eun Hee bergetar. Jantungnya berdetak dengan kencang, suara wanita. Tidak mungkin…

“Ooh begitukah? Tapi waktu aku ke Jeju, aku sangat menyukainya.. kapan-kapan kita juga harus kesana,” Eun Hee mengantupkan mulutnya, dadanya terasa sesak ketika mendengar suara laki-laki itu.

Ia mencoba menelan salivanya dengan berat, dengan susah payah ia kembali memegang pegangan pintu ruangan itu.
Dan ia memejamkan matanya.. Hatinya begitu perih, sesuatu telah menyelekit dihatinya.. Seakan semua yang ditubuhnya mengalami rasa perih, matanya juga terasa sangat perih. Sesak didatanya begiutu kentara, benar… Wanita itu ada disini. Mengapa ia mulai sulit menghirup oksigen?

Ia mencengkeram kotak bekal yang ia bawa, bibirnya bergetar.. Tubuhnya bergetar.
Matanya mulai memanas, hendak akan mengeluarkan air mata.

 

TBC

Advertisements

About rositaadiana

Rosita Adiana, 4 oktober 1998. Big Fans of Super Junior.

Posted on 19/04/2014, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 28 Comments.

  1. konflik,y aku suka next thor gak pake lama ea….

  2. Dea ImYoonAh

    annyeong aku reader baru 🙂 keren thour cerita nya lg enk” nya bca eh tbc keluar -_- lnjut thour 😉

  3. Dea ImYoonAh

    annyeong aku reader baru 🙂 keren thour crita nya lg enk” nya bca eh tbc nongol -_- lnjut thour 😉

  4. Gita Sri Rahayu

    aku udh baca ini di SJFF.. dan aku suka bnget sma story nya yg sad everything 🙂
    ah.. tapi aku harap endingnya ga sma kyak yg sebelumnya,, jujur aj aku ga puas sma endingnya aku harap.ending yg sekarang bisa lebih jelas takdir merekanya 😉

  5. ayo lanjutkan thor, saya penasaran sama kelanjutanny

  6. Author.. Q kepo asli… Saking pnsran q cri2 lnjtn’a. Akhr’a q dah bca smpe end.. Huah pokok’a nyesek gila *tabokyeppa-_-
    ah pokok’a yg dsni hrus happy end bwt eunhee.. Bwt yeppa SAKIT HATI ! *kebawaesmosi
    yeppa jd ngemis2 cinta ke eunhee tp eunhee acuh.. Trus yojin ngejar yesung tpi tak dianggap… Jd inti’a pngn yesung ma yojin mndrta dulu…. Ga rela pokonya jika mrka g ngrsain sakit hati’a eunhee… Wkwkwk /evillaugh
    wokelah trllu bnyak bacot.. Dtnggu next part’a.. Semangat! 😀

  7. apa apaan tuh kim jong woon…

    aaiiisshh….
    jangan jangan yesung punya WIL….. aaaghh!

  8. hua asik” ny baca nongol tuh tbc -_-
    yesung oppa kau selingkuh kah -_-

  9. oh…konflik di mulai huwaaa q pnasaran ma cwe yg lg di ruangan yesung thor..

  10. Endnya jgn seperti Sjff karna jujur di sjff ending.y nyesek

  11. Waiting thor for part 2 ^^
    Bagus..

  12. thor aku pernah baca ff nya di sjff, semoga akhirnya happy ending yaa 😀 soalnya bikin nyesek kalo sad ending thor kasian eun hee.

  13. ada apakah di 3 bulan yg lalu ???????
    yesung nya kayak yang suka tp aq masih ragu bneran suka -_-
    dan siapa tuh cwe ????????
    next ^^

  14. thor aku seneng banget sama ff kayak gini moga” happy ending

  15. Yesung punya selingkuhan?? Trs knp mau nikah sama EunHee klo dy udh punya yeojachingu??

  16. ommoo…selingkuh kah? harusnya eun hee jg jgn kaku amat hehehe..

  17. Apa”an tuh yeye? Kenapa dia kaya gtu? -.-
    Tapi aku suka ama ffnya loh, ffnya keren thor semoga happy ending thor jgn sampai deh sad ending 😉

  18. Cewenya itu siapaaa??

  19. Cho In Hyun

    Eun Hee udh tau kalo yesung punya wanita lain kenapa gak langsung buka pintunya biarin mereka syok

  20. Msh blom ngerti sama ceritanya ,, apaa yesung punya slingkuhan ?? Scara eun heee sama yesung itu djodohkan ,,

  21. ceritax bagus..menohok(?)..yesung..??!! suamo kurang ajar..
    lanjut part 2..^,^

  22. jong woon selingkuh..padahal baru maried..haduh haduhhhh…..

  23. jengjeng. konflik telah di mulai.

  24. kalo aku jadi eunhee, aku gak mau sama yesung

  25. Waduhh kenapa itu.. Yesung kah? Dengan yeoja lain kah? Andweee

  26. ah, masih blm ngerti inti msalahnya.

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: