Stalker

Title: Stalker

Cast: – Kim Himchan
– Yoo Hyunmi
– Jung Daehyun
– find yourself

Genre: – kekerasan
-nc

Lenght: Series and longshoot

Author: kimmilo_baby

Annyeong!! Ini FF pertama author, mohon di komen kritik dan sarannya. Karena author baru dan butuh banyaaaaakkkk banget kritikan. Oh iya, Himchan dan bang yongguk hanya milik author sepenuhnya (?) Begitupun cho kyuhyun *kenapa jadi ada kyuhyun?*. Ini FF Author ambil dari MV nya song jieun (secret) featuring bang yongguk (bap) yang going crazy, biar dapet feel nya, mending dilihat dulu MV nya yang belom tau. Udah ah banyak bacot!! Langsung aja!! Cekidot

No Plagiat and No Bash!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kau tidak mencintaiku
Kau hanya terobsesi
Terobsesi pada ku..

Hyunmi pov

“Hyunmi ya!” Mendengar ada yang memanggil, aku menoleh kebelakang

“Eo, hyejin ah?? Wae irinya?” Dia tadi berlari untuk menyusulku, entah kenapa dia seperti dikejar sesuatu

“Ani, hanya saja aku mendengar kalau ada murid baru yang masuk kelas kita” katanya sambil bersusah payah mengambil nafas

“Bukan itu maksudku, mengapa kau berlari??” Aku memperjelas pertanyaan ku, karna kupikir pikirannya tidak ‘connect’ pada pertanyaanku

“Heol! Kau tidak lihat jam eoh?? Aku hampir telat tau?!” Benar saja, ini sudah jam 8 lewat. Untung saja kim seonsaeng sedang ada rapat mendadak, jadi dia tidak masuk hari ini

“Lalu kenapa kau ada di sini??” Ya, aku memang sedang ada di lorong koridor sekolah kami, aku ingin ke ruang guru untuk mengambil tugas yang dititipkan kim seonsaeng

“Ke ruang guru untuk mengambil tugas, kim seonsaeng tidak masuk, jadi kita diberi tugas, kau masuk sana!”

“Jinjja?? Huwaaa, akhirnya guru yang selama 1 tahun tidak pernah absen akhirnya absen juga.. kau tahu?? Aku tidak begitu suka dengan guru itu” ku lihat raut wajahnya yang kelelahan berangsur hilang dan diganti senyum kemenangan

“Ya!! Molla?? Jurusan kita sangat membutuhkan guru matematika huh!!”
Sebuah pukulan kecil mendarat di ubun ubunnya, ya aku memang merasa pantas memukulnya, karena aku setahun lebih tua darinya dan karena omongannya tidak pantas diucapkan oleh seorang murid

“Aishh arraseo!!” Dia berjalan cepat ke kelas sambil mengusap usap di daerah yang kupukul tadi, mungkin dia marah padaku

***

“Hyejin ah!! Mianhae eo?” Bibir merah nya yang lucu itu mengerucut marah, hihi bahkan saat marah pun dia terlihat cantik..

“Yaaaa, ku belikan susu coklat kesukaan mu kau mau??” Aku berusaha membujuknya, biasanya dengan cara memberikan susu coklat kesukaannya selalu berhasil

“Jinjja?? Eehm,tapi dengan syarat lain” katanya sambil tetap menjaga image nya

“Kau harus membelikanku macaron di kantin” jinjja-,- macaron di kantin sekolah walaupun sangat enak juga sangat mahal

“Arraseo!! Neol gidaryeo!!” Ku lihat raut wajahnya yang berubah menjadi sumringah, sebelum aku mencapai pintu kelas, lee seonsaeng lebih dulu masuk bersama seseorang lelaki yang tidak pernah ku lihat

“Selamat pagi anak anak” seluruh murid kelasku langsung duduk di kursinya masing masing dan mulai mendengarkan apa yang lee seonsaeng katakan

“Pagi”

“Ehm anak anak, hari ini saya akan mengenalkan murid baru yang akan masuk dan belajar di kelas kalian mulai hari ini”

“Ehm ne, annyeonghaseyo joneun kim himchan imnida”

“Annyeong” sapa kami

“Saya pindahan dari Sungdae High School, bangapseumnida” hormat nya sopan pada kami

“Ne, himchan ssi, kau bisa duduk disana” kata lee seonsaeng sambil menunjuk kursi kosong disebelahku, kursi ini milik teman ku yang pindah ke luar negri, sejak saat itu tidak ada yang mau menempatinya, karena teman ku itu pembawa sial dan orangnya agak sedikit aneh, pemalu dan pendiam.. sudah lah, mengapa jadi berbicara tentang dia??

“Annyeong, kim himchan imnida” aku tersentak kaget mendengar dia tiba tiba duduk di sebelah ku dan mengulurkan tangan sebelah kanannya

“Ah, ne Yoo Hyunmi imnida” sapaku ramah sambil tersenyum padanya, dia melepaskan genggaman tangannya lalu wajahnya berubah menjadi errr… sulit diartikan

Aku mengeluarkan handphone ku dari saku dan beranjak ingin ke kantin

“Ya! Mau ikut tidak??”

“Eodi??” Katanya malas sambil memainkan handphone nya

“Kantin, katanya ingin beli macaron”

“Kau saja, aku sedang malas” tiba tiba kelas kembali ribut seperti biasanya

“Aishhh kau-”

“Aku ikut” tiba tiba himchan muncul disampingku

“Nah, kau sudah ada teman kan?? Sudah sana” aishhh!! Kalau dia bukan teman ku dan kalau aku tidak punya salah padanya, ku hajar dia

“Geurae kajja himchan ssi”

***

Breeeeuummmm!!! *anggep aja motor ninja lagi di gas*

Aku menoleh kearah sumber suara, ternyata bukan aku saja tapi semua murid yang mendengar itu pun ikut menoleh karena suara nya memang sangat berisik

Motor hitam itu berhenti di sampingku

“Pulang??” Katanya setelah membuka helm

“Memangnya kita searah??”

“Rumah kita bersebrangan tahu” ahh aku ingat 2 hari yang lalu ada penghuni baru yang membeli rumah kosong di depan rumahku, ternyata itu himchan

“Geurae, hyemi ya kau hati hati bersama youngjae oppa eoh?? Jangan berbuat yang macam macam!!”

“Arraseo!! Kau juga hati hati hyunmi yaa”

“Ne! Na ganda” motor yang dikendarai oleh himchan melaju cepat, mau tak mau aku harus memeluknya, daripada mati konyol karena gengsi?

Bau tubuhnya dan punggungnya yang lebar membuatku nyaman, ingin tidur rasanya dipunggung se nyaman ini.. Aku membayangkan yang ku peluk ini adalah daehyun oppa. Ya aku mempunyai namja chingu, kami berpacaran sudah 5 tahun, sayangnya oppa ku pindah ke busan saat kami lulus.. Dia melanjutkan SMA nya disana.. dan dia bilang dia ingin kuliah di seoul saat lulus nanti dan mulai menjalani hidup denganku

“Ya ireona, hyunmi ssi, ireona kita sudah sampai” ku dengar samar samar suara himchan memanggil ku, aku membuka mata perlahan.. Ah aku ketiduran, bukankah itu memberatkannya?? Tubuhku pasti berat kalau bersandar padanya

“Ah mian aku ketiduran, apakah tubuhku berat??”

“Ani, kau tidak seberat itu” katanya menyangkal, tentu saja pasti berat, tapi pasti dia menahannya, laki laki memang begitu bukan??

“Ahh ne, gomawo himchan ssi.. ah matta!! Bagaimana kau tahu aku tinggal disini??” Tanyaku saat menyadari aku sudah di depan gerbang rumahku

“Aku melihatmu berangkat tadi pagi, awalnya aku ingin mengajakmu kesekolah bersama.. tapi ku kira kau tidak sekolah disana, karena kau tidak memakai almamater sekolah, jadi maaf aku tidak tahu”

“Gwenchana himchan ssi, aku masuk dulu eoh!! Annyeong!!” Kataku sambil melambaikan tanganku padanya

Dia baik, terlebih padaku.. sudah seminggu aku bersama himchan, entah kenapa dia hanya baik padaku, dengan orang lain dia mengacuhkannya, dia tidak punya teman selain aku, mungkin virus temanku yang pernah duduk dikursinya tertular pada himchan

Ting!

Sebuah pesan masuk dari daehyun oppa

From: 대현 오빠
Selamat malam cintaku  🙂 sudah tidur kah?? Besok aku ada tugas di seoul, bagaimana kalau kita bertemu?? Ottae??

Huaaaaaa jinjja?? Oppa ku akhirnya kembali

To: 대현 오빠
Jinjja oppa?? Kyaaaa neomu haengbokhae!! Oke oppa, kita ke coffee shop biasa.. kau yang tentukan jam nya, yang jelas harus lewat dari jam 12 siang, karena aku sekolah

From: 대현 오빠
Ne jinjja!! Na do neomu haengbokhae!! Oke, ku tunggu kau jam satu di coffee shop biasa

To: 대현 오빠
Oke oppa 😉 saranghae♥♥

***

“Kau sudah mengerjakan tugas dari kim seonsaeng??” Aishhh baru juga sampai sudah membuat kepikiran akan tugas yang belum sama sekali ku sentuh itu

“Ahhhh eotteokhae?? Aku belum sama sekali!! Michigetta!!”

“Ya!! Kau pikir kau saja yang belum?? Kita semua sekelas pun belum!!” Hyejin menujuk ke seluruh murid kelas yang sedang kebingungan bagaimana mengerjakan soal sesulit ini

“Aku sudah” kata himchan yang tiba tiba muncul dan memberikan buku nya

“Mau lihat??” Katanya lagi, dan membuyarkan lamunan ku

“Ah ehm ne, geureom!!” Rajin sekali dia mengerjakan tugas sebegitu sulit

“Bolehkah aku menyontek juga??”

“Kau hyejin kan?? Yasudah silahkan, tapi jangan beri contekan ini pada yang lain” baru kali ini aku melihat sosok himchan yang dingin, seakan tidak ikhlas memberi contekan pada hyejin

***

Himchan pov

Entah mengapa aku begitu menyukainya, padahal belum lama aku mengenalnya, ego ku terlalu besar untuk memilikinya.. Aku sangat ingin memilikinya, memilikinya seutuhnya…

“Pulang??” Aku selalu menawarkan pulang bersama dengan hyunmi, dan untungnya dia tidak pernah menolak ajakanku

“Maaf aku tidak bisa, aku harus pergi ke suatu tempat, annyeong himchan ssi” mau kemana dia?? Baru kali ini dia menolakku

Aku berhenti di sebrang sebuah toko bertuliskan ‘교성 커피샵’ aku tahu dia kesini, karena aku tahu semua tentangnya.. Aku tahu semua tempat, makanan, warna, idola favoritnya, yang bahkan aku yakin sahabat paling dekatnya pun tidak tahu

Aku melihat dia tertawa bersama seorang pria. Tunggu, sepertinya aku pernah melihat pria itu dalam tampilan berbeda, aku cek kembali twitter, facebook dan instagram milik hyunmi.. Benar!! Itu jung daehyun!! Foto yang di upload di instagram 5 bulan lalu, ngomong ngomong siapa dia?? Pacarnya?? Atau sahabatnya?? Atau temannya?? Ahh molla! Yang jelas aku tidak suka dengannya, tidak suka melihat dia membelai hyunmi, memegang tangan hyunmi, bahkan memberinya hadiah!! Yang kuyakin itu adalah hadiah yang sangat berharga, terlihat jelas raut wajah hyunmi yang begitu senang

***

Hyunmi pov

“Daehyun itu siapa??”

Degh

Kenapa himchan bisa tahu?? Bahkan hyejin sahabat terdekat ku tidak pernah mengetahui tentang aku dan daehyun

“Neon eotteohke a- arra??”

“Geunyang, fotomu di instagram bertuliskan ‘Happy birthday my panda Daehyun oppa’ itu aku lihat” lanjutnya sambil sesekali menjilat es krim yang kami beli tadi

“Ya! Kau stalking instagram ku ya??” Jinjja, semakin lama himchan membuatku semakin risih saja.. Dia mulai mencoba menjauhkan ku dengan teman laki laki ku, bahkan youngjae oppa!! Tatapan matanya membuat semua orang takut padanya, bang yongguk anak kelas 12 yang terkenal ‘bad boy’ pun takut jika himchan sudah memberikan tatapan mengerikannya itu.. Dan dia membuat ku juga semakin disegani oleh anak anak yang lain karena mereka menyangka aku berpacaran dengan himchan

“Ani, hanya saja aku se-sedang bosan!! Iya sedang bosan waktu itu, jadi tanpa sadar aku stalking instagram mu” dari cara bicaranya dia seperti mencari cari alasan yang tepat

“Benar hanya instagram??” Aku sebenarnya tidak yakin hanya instagram ku saja

“Geureom!! Untuk apa aku stalking semua sosial media mu?? tidak penting” Dia langsung beranjak dari kursinya dan meninggalkan kantin. Dia selalu ke kantin bersamaku karena memang dia tidak punya teman selain aku

Author pov

Hembusan angin malam membuat gadis berambut panjang gelombang itu merapatkan cardigan tipis yang membalut piyama sutra di balkon kamarnya. Tiba tiba sesuatu yang hangat melingkar di perutnya. Dia tau, dia tau itu tangan kekasih nya, daehyun

“Mworago??” Tanya hyunmi saat daehyun menyandarkan dagunya di pundak sedikit terbuka milik hyunmi

“Geunyang~ kau sangat cantik hyunmi yaa”

“Ya! Namja pervert seperti mu tidak boleh menggoda wanita cantik seperti ku arra??” Decak hyunmi sambil mencubit hidung daehyun

“Ck arra. Jagi yaa, bagaimana kabar eomma dan appa??”

“Eoh! Eomma sedang sakit saat ini dan appa masih sibuk dengan bisnisnya”

“Mwondeeee?? Kenapa kau tidak menjenguknya??”

“Ya!! Kau kira dari seoul ke jeju dekat?? Kau yang tinggal di busan saja jarang datang”

“Tapi aku rindu eomma dan appa, bagaimana liburan nanti kita ke jeju?? Ottae??”

“Na do, jinjja?? Tapi kau yang bayar transportasinya!”

“Siap nona cantik!!” Daehyun memutar tubuh hyunmi dan memeluk tubuhnya hangat dan erat

Hyunmi pov

“Aku merindukanmu hyunmi yaa, aku tinggal disini untuk seminggu eoh?? Aku malas kembali ke busan” oppa ku ini benar benar, aku tidak bisa bernafas karenanya

“Oppa, aku tidak bisa bernafas” dengan susah payah aku mengeluarkan sederet kalimat itu

“Eoh?? Apa maksudmu??” Pria ini! Bodoh atau apa sih?? Kupukul keras punggungnya agar dia sadar akan nafasku yang semakin susah

“Eo!! Mian jagi yaa” dia melepas pelukannya saat melihatku kesusahan bernafas lalu tertawa terbahak bahak

“Ya oppa!! Michyeonya??” Sebuah cubitan keras mendarat di perutnya ketika ia puas menertawakanku. Rasakan!!

“Apayoooo!!” Jeongmal!! Dia sangat pintar merajuk, membuat siapapun yang mendengarnya mungkin merasa jijik dengan suara yang -menurutnya- imut itu

“Jangan merajuk! Sekali lagi merajuk bibir mu yang akan menjadi sasaran cubitanku” seakan meledekku, daehyun malah mem-pout kan bibir tebalnya, membuat siapa saja ingin menciumnya, mencium bibir tebalnya itu. Sepertinya dia memberikan ku ‘kode’ karena dia malah memejamkan matanya sambil tetap mem-pout kan bibirnya semakin maju

Author pov

“Arraseo arraseo” hyunmi menempelkan bibir daehyun, tapi daehyun hanya mem-pout kannya saja dan tidak menggerakannya sama sekali. Hyunmi merasa kesal daehyun tidak membalas ciumannya, dia melepas ciumannya begitu saja dan pergi kembali masuk ke kamar. Tangannya yang dingin terasa hangat saat pria itu menahan pergelangannya dan mencium kasar hyunmi. Ciuman itu semakin lama semakin lembut, menyesap satu sama lain, dan terasa tidak ada paksaan dan beban dalam ciumannya

Daehyun mendorong pelan hyunmi ke kamar dan merebahkannya di kasur king size milik hyunmi. Tetap pada ciuman mereka yang lembut, daehyun menindih hyunmi, walau pun tidak benar benar menindih nya karena tangan sebelah kanannya menahan berat tubuhnya, dan tangan kirinya asik membelai rambut halus hyunmi

“Mmphh oppa geuman, aku tidak ingin kelebihan batas” hyunmi melepas paksa tautan bibirnya, ia tidak ingin dirinya ‘kotor’ sebelum menikah, walaupun itu daehyun sekalipun

“Aku akan ingat janji kita, aku tidak akan melakukan hal lebih selain ciuman. So, let me ‘touch’ your lips again” senyuman menggoda terukir di wajah daehyun sambil mendekatkan wajahnya ke wajah hyunmi

Drrt~

Bunyi sms masuk di handphone hyunmi membuat daehyun mengurungkan niatnya untuk kembali menjamah bibir hyunmi

From: 힘차아아아아아안
Ya! Eodiya?? Apakah kau dirumah?? Bantu aku!! Aku lapar dan tidak bisa memasak, dan jang ahjumma sedang ambil cuti.. Bisakah kau kerumah dan membuatkanku beberapa makanan?? 제발 T_T aku bisa mati disini

To: 힘차아아아아아안
Arra, kau tunggu sebentar. Aku ganti baju dulu

Hyunmi mendorong daehyun pelan ke samping tubuhnya

“Wae??”

“Temanku meminta ku memasakkan makanan untuknya, karena rumah nya kosong dan memang dia tinggal sendiri sih” hyunmi men double piyamanya dengan jaket tebal lalu mengambil handphone nya dia atas kasur

Daehyun yang masih terbaring di kasur hyunmi merasa berat hati membiarkan hyunmi pergi begitu saja, ia memasang tatapan sok imut itu lagi

“Apakah dia tidak punya pembantu??” Hyunmi bertolak pinggang dan berdecak melihat kelakuan namjachingu nya yang seperti anak kecil

“Aku tidak akan lama” kecupan kilat di bibir daehyun sangat lah tidak terasa untuk daehyun sendiri

“Kau ikut aku ke bawah dan pilihkan bahan di kulkas untuk aku bawa arra?”

Himchan pov

Akhirnya aku punya alasan untuk membuat hyunmi datang kesini. Sebenarnya aku sudah muak melihat kelakuan mereka di balkon tadi, aku memang melihat semuanya. Ternyata daehyun memang benar pacarnya, hatiku panas, hancur setelah melihat hyunmi seperti itu

Ting tong~

Nah akhirnya tiba juga. Aku ke lantai bawah untuk membuka pintu

“Masuk hyunmi yaa” aku mempersilahkannya masuk dan mengambil kantung plastik berisi bahan bahan makanan miliknya

“Huwaaa rumah mu besar juga ya. Apa kau tinggal sendiri??”

“Hey, harga dan tipe rumahku sama dengan mu, kau tidak tahu?? Dan aku tinggal sendiri”

“Seolmaaa~ rumah ku lebih kecil, aaahh mungkin karena terlalu banyak barang tidak berguna haha. Aku juga tinggal sendiri, tapi appa selalu membayar uang sewa rumah dan uang bulanan untuk belanja” aku tahu, aku tahu semua tentang orang tuamu yang tinggal di jeju karena ada tugas yang tidak bisa di tinggalkan disana

“Haha mungkin” aku tertawa agak sedikit di paksakan karena memang itu bukan sebuah joke

“Kau mau makan apa sekarang??”

“Apapun yang akan kau masak, kecuali sayuran. Kalau itu pasti aku tidak akan memakannya sampai kapanpun”

“Ohhh, kau berbeda jauh dengan ku. Bagaimana ingin sehat jika tidak suka sayuran?? Pantas saja tubuh mu sangat kecil dan kurus seperti ini” setiap sentuhannya aku suka, aku suka saat dia menyentuh lengan atas ku yang memang sangatlah kurus. Terlihat raut wajahnya yang sedikit khawatir akan berat badanku yang hanya sekitar 53 kilogram

“Apakah aku harus sakit dahulu agar kau bisa terus mengkhawatir kan ku hyunmi ya?” Batin ku

“Apa perlu aku memaksa mu?? Untung saja aku membawa beberapa sayuran dan daging” aku hanya menggelengkan kepala ku menolak

“Mereka pahit”

“Makan bersama ku?? Ottae?” Makan bersamanya?? Walaupun sudah sering tapi kali ini rasanya berbeda, dinner hanya berdua dengan hyunmi di rumahku yang se sepi ini. Dilema antara makan bersamanya tapi harus memakan sayur atau tidak makan sama sekali

“Uhm baiklah, tapi jika aku muntah atau semacamnya kau tanggung jawab”

“Tapi jika kau suka, kau harus menuruti semua permintaanku selama sebulan” sebulan?? Yang benar saja -,-

“Seminggu aku deal”

“Kalau kau terus menawar aku akan menjadikannya dua bulan”

“Aishh jinjja-,- kurangi sedikit”

“Dua minggu”

“Deal”

***

Beginilah aku sekarang, sering membawakan tas nya, mengerjakan tugasnya, membelikannya makanan di kantin, menulis semua catatannya, bahkan mengantarkannya ke mall. Benar benar pesuruh, salahku adalah mengapa aku mengakui sup sayurnya enak?? Benar benar bodoh. Tapi tak apa, yang jelas aku akan terus bisa bersamanya kapanpun, kemanapun dia pergi

Drrtt drrrt~

Getaran handphone hyunmi membuat sang pemilik handphone itu berhenti mengunyah kentang goreng yang dia beli.

“Oh!! Aku lupa membelikan satu baju lagi. Kau sekarang ikut aku oke” hyunmi beranjak keluar dari restoran ayam cepat saji itu, dan mirisnya aku hanya bisa mengikutinya di belakang sambil membawakan 5, ani, 8 tas belanjaan nya sekarang

“Kau suka yang mana?? Yang ini atau yang ini?” Tanya nya sambil menunjukkan 2 potong baju santai. Apakah ia akan membelikan ku??

“Aku suka yang gelap satu ini” memang potongan baju di tangan sebelah kanannya lebih bagus menurutku

“Seleramu sama dengannya, ukuran tubuhmu pun sama, hanya saja kau lebih kurus darinya”

“Darinya?? Siapa??” Lebih baik pura pura tidak tahu daripada jadi sok tahu, lebih baik aku bungkam

“Daehyun, kau pasti tahu. Laki laki yang tinggal dirumah ku 2 hari yang lalu”

“Ohhh begitu” hanya ber oh ria, itu lah yang aku bisa

“Yang ini dibungkus yaa”

“Ne, ada yang bisa saya bantu lagi??”

“Tidak, terima kasih”

***

“Chankkam himchan ssi” untuk apa dia minta berhenti di depan kedai ice cream?? Hyunmi turun dan melangkah masuk ke kedai ice cream

“Kau tunggu disini eoh?? Aku tidak akan lama, dan aku titip ini” dia mengoper semua tasnya pada ku, kalau dia bukan hyunmi pasti aku akan pergi meninggalkannya saat ini

10 menit kemudian hyunmi keluar dengan membawa kantung plastik kecil

“Nanti kau jangan pulang dulu yaa, kita bertiga akan pesta ice cream oke”

“Bertiga?”

“Kau, aku dan daehyun. Dia pasti senang berkenalan denganmu” senyuman manis itu tidak pernah luntur di wajahnya. Daehyun akan senang, tapi aku tidak. Disisi lain aku ingin tahu pria itu

***

“Aku pulang dulu ne” acara makan ice cream ku dengan hyunmi berakhir, aku masih ingin bersama nya. Aku memasukkan motor ku kedalam garasi di samping mobil yang jarang aku pakai

“Bagaimana yaa cara nya agar bisa tetap bersamanya” aku menyalakan lampu ruang tamu di samping pintu masuk

Satu langkah

Berat sekali rasanya masuk kedalam rumah ku

Dua langkah

Arrrggghhhh bagaimana??

Tiga langkah

Aku punya ide!!!

Hyunmi pov

Tok tok tok..

Ahh siapa sih?? Mengganggu acaraku bersama daehyun saja

“Biar aku yang buka” daehyun mengecup keningku lalu beranjak dari kasur

Aku mengikutinya dari jauh, ingin lihat siapa yang datang

Cklek

“Ahh jeogi daehyun ssi, hyunmi ada??”

“Ada apa himchan disini??” Aku mulai mendekati pintu malas

“Ada apa??”

“Uhmm, jadi begini. Aku kehilangan kunci pintu rumah ku, bolehkah aku disini sampai tukang kunci datang??” Yah, kalau ada dia disini aku tidak bisa berdua saja dengan daehyun. Tapi tak apalah, saling membantu baik bukan??

“Geureom! Memang tukang kunci datang jam berapa??”

“Mungkin besok, karena tadi ku telpon dan bisa nya besok”

“Yasudah, masuk saja.. kau mau pakai kamar yang di atas atau dibawah??”

“Di atas saja”

Author pov

“Aishh jinjja” hyunmi marah marah sendiri ketika ia masuk kamar

“Kau kenapa??” Daehyun mecoba menenangkan suasana hati hyunmi dengan memeluk pinggangnya dari belakang dan mengecup tengkuknya

“Ani, hanya saja, aku melihat tingkah himchan yang aneh. Entah kenapa aku melihat sesuatu yang berbeda darinya jika bersama ku, dan masalah kuncinya yang tadi, aku berpikir itu hanyalah sebuah alasan”

“Sudah lah, kau tidak tahu bukan dia bohong atau tidak??” Daehyun memeluk kekasihnya itu hangat

“Bagaimana kita bermain lagi??”

“Bermain?”

“Iya, bermain” daehyun menunjuk bibir hyunmi malu

“Shireo!!” Air wajah daehyun berubah muram sambil mem pout kan bibir tebalnya itu, hyunmi agak sedikit ragu, karena ada orang lain dirumah ini. Hyunmi merasa tidak tahan dengan tingkah manja itu lagi dan hyunmi langsung menempelkan bibirnya dengan cepat ia langsung melumatnya. Daehyun menerimanya dengan senang hati dan langsung menidurkan hyunmi diatas kasur tanpa menutup pintu nya terlebih dahulu

Dari luar terlihat seseorang yang melihat kejadian itu sambil menahan api cemburunya

Himchan pov

Cemburu, itu pasti. Orang yang ku cinta sedang berciuman dengan pria lain. Kenapa aku seperti ini?? Kenapa aku harus mencintaimu?? Kenapa harus hyunmi??

“Yoboseyo jongup ah!! Bisakah kau cari tahu semua tentang pria bernama jung daehyun??”

“Nu-nugunji??”

“Jung Dae Hyun, ppali yo!!”

“Chankanman” 5 menit aku menunggu, terdengar suara lain di telpon, seperti suara ketikan keyboard yang cepat, terdengar dari temponya yang seperti terburu buru atau memang sudah ahli

“Ah ketemu!! Alamat dan nomor teleponnya nanti aku sms”

“Arraseo, gomawo”

Dongsaeng ku memang selalu baik, dia adalah hacker profesional. Walaupun dia tidak pernah dan tidak akan berani membobol data rahasia negara lain, tapi tetap saja dia yang terhebat dibanding hacker lain

Drrtt drrtt

Sebuah sms masuk dari moon jongup

Jung daehyun, ku pastikan kau tidak akan pernah menyentuh yeojaku lagi

***

Pemandangan itu lagi!! Hey ini di tempat umum, walaupun hanya kecupan singkat tapi tetap saja, lagipula kalian masih 16 tahun. Urrrgghhh cepat pergi saja kau jung daehyun, semakin muak saja melihat mu dengan hyunmi

“Annyeong hyunmi yaa~ liburan nanti kita bertemu lagi. Himchan ssi, tolong kau jaga hyunmi ku, arraseo??” Aku mengangguk meng-iya-kan, itu adalah hal yang sudah pasti akan aku lakukan

“Ne oppa! Josimhae!! Salam untuk eommoni dan abeonim!!” Hyunmi melambaikan tangannya di udara ketika daehyun memasuki bus tujuan busan

Huft~ akhirnya pria itu pergi juga

Ku lihat air wajah hyunmi yang berubah melihat bis itu tidak terlihat lagi, seperti tidak rela kekasihnya pergi jauh

Aku mencoba merangkul pundaknya untuk menenangkannya, dan hey! Dia tidak menolak, syukurlah

“Jibe kajja” berusaha membujuknya pulang

“Kau mau tidak mengantarkan aku??” Mau kemana lagi dia??

“Ya! Aku tidak bawa motor, kau yang menyuruhku ikut kalian naik taksi”

“Sudah tidak apa apa, temani aku makan es krim sebentar”

**

“Ya! Kau tidak kenyang huh?? Kau sudah menghabiskan 2 mangkuk es krim dan sekarang kau memesan lagi?? Aishh jinjja, bagaimana jika kau membesar??” Aku mengejeknya sambil menekankan kata ‘membesar’ dan melengkungkan kedua tanganku kebawah

Hyunmi langsung membulatkan matanya melotot padaku, lucu sekali

“Akkhhh molla!! Biarkan saja aku gendut, toh masih ada yang mau padaku!!”

“Aku tidak akan mau padamu”

“Bukan kau!!”

“Nuguya?”

“Daehyun oppa!! Asal kau tau, dulu setelah berpacaran dengan daehyun aku juga gendut, dan yang men support ku untuk mengecilkan badanku adalah daehyun oppa” ah matta!! Aku melupakan daehyun. Es krim pesanannya sudah tiba, sepertinya aku juga ingin es krim itu

“Pelayan!! Aku ingin satu juga!!”

“Kau ingin rasa apa tuan??”

“Terserah kau saja”

“Baik” hyunmi mulai melahap es krim ke 3 nya, kali ini ia makan dengan tidak sabar, bibirnya penuh dengan noda es krim coklat

Aku memberi tanda dengan menunjuk bibir nya, dia menjilat di pinggir bibirnya, tapi tidak semua bersih, masih sedikit sisa. Aku menunjuk bibirku sendiri tepat di daerah yang sama yang banyak eskrimnya di bibir hyunmi. Aisshh manusia ini bodoh sekali, mengusap bibir saja tidak becus. Aku mulai mengambil tissu dan mengelap bibirnya perlahan

Astaga tuhaannn ada apa dengannya? Kenapa dia menatapku seperti ini?? Aku jadi mulai nervous karna tatapannya itu

“W-wae?” Tanya ku setelah duduk di kursiku kembali

“Geunyang, aku jadi ingin bertanya padamu” matanya menyipit dan memajukan setengah tubuhnya seakan mengiterogasi ku

“M-mwonde?”

“Himchan ssi jeoreul neomu johahasimnikka??”

“Museun irinyaa??”

“Kau seperti suka padaku, atau hanya perasaanku saja?” Hyunmi mulai memundurkan kembali setengah tubuhnya, huft~

“Hanya perasaan mu saja, lagipula untuk apa aku menyukaimu?? Cih, kurang kerjaan”

Ada orang mengatakan ‘jika mulut dan hati mu bertentangan, maka rasa sakit yang akan menjawabnya’ dan jujur aku mulai sakit di hatiku ketika aku berbohong

“Sudah selesai makannya??” Tanya hyunmi yang menyilangkan kedua tangannya, huh berasa bos saja dia

“Sudah, ayo pulang” aku menarik tangannya pulang, sebenarnya aku benci di tempat umum seperti ini tanpa motorku

“Yak!! Ak!!” Hyunmi melepas genggaman tangan ku dan berhenti, kulihat ia mengambil hak tingginya yang patah

“Aahhh jinjja! Kenapa harus patah?? Ahhh, bagaimana aku pulang?? Aiishhh” ingin tertawa rasanya melihat wajahnya seperti itu, lucu sekali

“Sepatu mu” aku mengadahkan tanganku di depan wajah nya yang sedang mengambil hak tinggi nya, yang mungkin akan diratapi nya hahaha

“Mwo??” Aku berjongkok mengangkat kaki sebelah nya dan mengambil sepatu nya yang masih utuh. Aku mencopot paksa hak nya dari sepatunya

“Yak kim himchan!! Apa yang kau lakukan dengan sepatu kesayangku?? Lengkap sudah kerusakan sepatu kesayangan ku inii!!!” Aishhh rengekannya itu membuat semua orang yang melewati kami melihat dengan aneh

“Mau pulang tidak?? Ingin lanjut pulang atau tetap merengek seperti itu disini??” Rengekan andalan yang seperti sedang menangis itu tiba tiba berhenti

“Pulang, tapi aku tadinya ingin pergi minum.. eotteohke??” Untuk apa dia minum?? Seperti memiliki beban saja-,- seharusnya aku yang minum minum karnamu

“Nanti sore saja” aku menawarkan tanganku untuk di gandengnya, sepertinya tidak akan nyaman berjalan dengan sepatu seperti itu

“Seperti kau akan menemani ku saja, kalau siang ini kan aku bisa hubungi hyemi dan youngjae oppa” ahhh dia mulai merengek kembali, bibirnya di majukan kedepan seperti anak kecil kehilangan balon nya

“Aku temani”

“Jinjja??” Sekarang seperti menemukan balon nya kembali, mata nya berubah menjadi besar, pipinya yang merah dan senyuman besarnya bertengger manis diwajahnya membuat siapapun yang melihat akan menyangka orang ini 5 kali lebih muda dari umur sebenarnya

“Jinjjaro” aku mengacak pucuk kepalanya yang menempel di lengan ku dan tersenyum, senyuman terbaikku ku tunjukkan hanya untuknya setiap saat, saat ini aku merasa kami adalah sepasang kekasih, dan aku selalu berharap itu akan terwujud

Kami berjalan kaki hingga sampai di perumahan kami, kami memang tidak naik taksi, karena terminal cukup dekat, tadi pagi naik taksi karena barang barang yang daehyun bawa sangatlah banyak. Hyunmi masih bergelayut di lenganku, andai saja kau kekasihku saat ini hyunmi, pasti aku akan lebih lebih senang

“Jangan lupa nanti jam 6 sore temani aku minum arra??”

“Arrayo, ja~ sekarang kau mandi dan siap siap, ini sudah pukul setengah 5”

“Nee, gomawoyo himchan ssi” aku menganggukan kepalaku, hyunmi melangkah menjauh kerumahnya. Aku menunggunya hingga ia memasuki rumahnya itu

***

Aku menarik botol yang akan dia tuangkan isinya kedalam gelas, ini sudah botol ke 3 nya.
Bagaimana kita pulang nanti?? Aku membocengnya di belakang dengan keadaan tidak mabuk?? Bagaimana kalau dia jatuh nanti??

“Ya!! Berikan!!” Hyunmi berusaha merebut kembali botol miliknya

“Ahjumma!! Ahjumma, bawa ini semua. Ini aku bayar” ahjumma pemilik kedai menurut saja apa yang aku perintahkan. Aku mulai menggendongnya di punggung menuju pinggir jalan, mencari taksi untuk kami

“Ahjumma, boleh aku minta tolong?? Tolong jaga motorku, nanti aku kembali”

“Ne” apakah motor ku akan aman?? Ahh molla, yang penting hyunmi aku bawa pulang dulu

Kami sampai di pinggir jalan, karena hyunmi mengajakku jauh dari jalanan. Hyunmi yang memeluk leherku dan kepalanya bersandar pada pundakku, walaupun ehm- sangat berat tapi aku menikmatinya, menikmati saat saat hyunmi memelukku saperti ini, ini adalah moment yang sangat langka, andai saja dia kekasihku. Andai

“Ahh jinjja! Mengapa tidak ada taksi??” Sudah 15 menit aku menunggu, aku melihat jam, ternyata sudah pukul setengah 10 malam. Bis dan taksi sudah tidak ada

“Mmmhhhh nae panda ya~” dia mulai mengigau, dan lagi lagi jung daehyun?? Semakin benci saja padanya

“Panda ya~ gomawo” ahh sebaiknya aku lebih cepat membawanya pulang, agar aku tidak mendengar nama daehyun itu lagi.

Aku berjalan, berjalan pulang sambil tetap menggendong hyunmi di punggungku. Dia tertidur sepertinya. Aku tetap berjalan, beruntung perumahan kami hanya melewati beberapa tikungan saja

“Kiiimmm h-” sepertinya dia mengucapkan namaku, hey! Mengapa tidak dilanjutkan??

“Mwo??” Aku mencoba memancingnya dengan cara menyahutinya, semoga dia mendengar dan melanjutkan kata katanya barusan

“Kim himchan~ neo jinjja cheonsa, nae cheonsa. Ani, nae chansa” bibirnya tetap saja mengoceh walaupun aku yakin matanya masih tetap terpejam. Setidak nya chansa yang plesetan dari cheonsa lebih baik daripada panda haha. Lega rasanya, akhirnya hyunmi melihat ku, melihat kebaikanku

“Chansa gateun neo” sepanjang jalan ia mengucapkan kata kata itu, membuatku sangat senang. Akhirnya aku sampai di rumahnya, tapi berapa kode rumahnya?? Apa sebaiknya aku bawa
Kerumah ku saja?? Itu lebih baik kan dari pada aku tinggalkan di teras rumahnya?? Aku berbalik arah ke rumahku di sebrang rumahnya

“Sebentar yaa, aku akan kembali lagi” aku mengecup keningnya setelah menidurkannya di bed king size ku.

Aku kembali untuk mengambil motor ku, jinjja manusia itu membuat ku bolak balik dengan hanya mengandalkan kaki!! Melelahkan! Tapi ini semua hanya karnamu hyunmi ya

“Maaf sebelumnya, tapi sepertinya anda meninggalkan ini” kata ahjumma tadi ketika aku sampai dan ingin berterima kasih

“Ahhh, ini handphone milik temanku. Kamsahamnida ahjumma” aku mengambil handphone milik hyunmi dari ahjumma

Tidak salah kan aku membuka buka ponsel nya,  ku lihat ada sebuah sms masuk dari daehyun

From: 대현 오빠

Bulan depan liburan kenaikan kelas, bagaimana kalau kita pergi keluar, kita pilih cincin yang bagus untuk kita^^

Ahh jinjja, waktu sepertinya semakin cepat saja!! Setahun lagi kami akan lulus, setelah lulus daehyun dan hyunmi akan menikah. Dan acara tunangannya akan di laksanakan pertengahan kelas dua belas?? Hyunmi pernah bercerita tentang ini padaku dan membuatku semakin frustasi

Aku sampai di rumah, melihatnya tidur dengan wajah malaikatnya. Wajahnya yang putih bercahaya seakan melihat malaikat sedang tertidur lelap itu membuatku kehilangan akal, terlebih bibirnya yang merah itu membuatku kehilangan kontrol. Aku membungkukkan tubuhku mencoba menyentuhkan bibir ku pada bibirnya

Chu~

Dia tidak bangun?? Syukurlah, walaupun aku tahu dia tidak akan bangun karena itu hanyalah kecupan singkat. Tapi itu adalah first kiss ku, ciuman pertamaku seumur hidupku

Skip time

Hyunmi pov

“Ya!! Ireona!! Hyunmi ya! Ireona!” Ku lihat sekilas daehyun membangunkanku, aku menutup mataku mencoba membiasakan cahaya matahari yang sedikit mengumpat karena hari ini sepertinya mendung memasuki retina mataku. Dan daehyun berubah menjadi himchan ketika aku membuka mataku kembali, ya dia kim himchan, yang menggendongku semalam. Aku memang tidak akan terlalu mabuk berat jika hanya tiga botol, itu akan membuat mataku sedikit berat dan sedikit lemas, walaupun aku tidak akan mengigau banyak, tapi aku sadar akan sekelilingku

“Mwohae??” Aku mencoba mendudukkan diri sambil memegang kepalaku, sakit sekali

“Kau sekolah tidak??” Kulihat himchan sudah berpakaian seragam rapi, terlihat tampan karena rambutnya yang masih rapi. Karna aku hanya selalu melihat rambutnya berantakan karena helm yang selalu dipakainya

“Sekolah?? Ahh maja!! Bisakah kau keluar himchan?? Aku akan mandi”

“Ya!! Ini kamarku!!” Aku melihat sekeliling, benar! Ini bukan kamarku, karna seingatku kamarku tidak pernah se rapi ini selain jika daehyun yang merapikannya

“Ahhh otteokhae?? Chan ah, aku pulang dulu ne!! Tunggu aku aku tidak akan lama!!” Aku mulai berlari keluar rumahnya, tuhaann sudah pukul berapa ini?? Semoga tidak terlambat sekolah

***

Author pov

Tok tok tok

Hyunmi hanya mengetukkan pulpen miliknya, membuat pulpen miliknya beradu pelan dengan meja di hadapannya

Kosong

Pandangan hyunmi kosong ke arah jendela, dia sama sekali tidak memperhatikan pelajaran matematika.

“Apakah benar semalam himchan melakukan itu padaku?? Mengapa aku tidak menolak?? Mengapa aku malah menginginkannya lagi? Apa aku sudah gila?” Gumam hyunmi pelan, ia merasa ini salah karena sudah ada daehyun dan hanya daehyun, tapi sisi lain dirinya malah menginginkan lebih

“Ya! Yoo Hyunmi!!” Hyemi mencoba menyadarkan teman di depannya dan menepuk nepuk pundak hyunmi dari belakang

Wajar saja, karena guru yang sedang mengajar mereka adalah guru ‘killer’ yang siap menghukum siapapun jika melanggar peraturan miliknya, salah satunya tidak memperhatikan pelajarannya

“MWO?!” Hyunmi yang terkejut reflek berteriak ketika hyemi menepuk keras untuk menyadarkannya dari lamunannya sebelum kim seonsaeng menghukum nya. Tapi yang dilakukan hyemi malah membuat hyunmi dalam masalah

Kim seonsaeng yang mendengar itu pun otomatis mengalihkan pandangannya ke arah hyunmi, begiru pun anak anak lain

“Yoo Hyunmi! Kau tidak memperhatikan ya?! Sekarang keluar dari sini!” Hyunmi melirik hyemi yang merasa bersalah, lalu melirik himchan sekilas

“Apa yang kau lakukan?? Ku bilang keluar!” Kim seonsaeng marah besar, karena hyunmi sudah masuk daftar ‘blacklist’ di ingatan kim seonsaeng. Karena hyunmi sering sekali terlambat masuk di waktu pelajarannya

“N-ne seonsaengnim” hyunmi hanya menunduk dan berjalan keluar kelas, himchan hanya tertawa kecil melihat hyunmi ketakutan saat kim seonsaeng melototi hyunmi

Hyunmi keluar kelas dan duduk dilantai disamping pintu kelasnya dengan wajah kusut, pikiran dan perasaannya campur aduk. Ia mengeluarkan handphone nya dari saku almamaternya

“Kenapa oppa belum mengirim pesan?? Dari kemarin dia tidak mengirim pesan” gumamnya sambil mengotak atik handphone nya sendiri

“Eoh? Ada sms dari oppa, tapi kenapa tidak ada pemberitahuan?? Apa himchan yang buka? Tidak mungkin dia tidak sopan seperti itu” hyunmi senyum senyum sendiri melihat isi pesan itu dan langsung membalas pesan dari oppa nya itu

Cklek

“Eoh chansa ya?” Hyunmi yang kaget melihat himchan keluar kelas sendirian reflek memanggil himchan dengan kata ‘chansa’

“Eoh? Chansa??” Raut wajah himchan bingung, senang, dan aneh mendengar hyunmi memanggil nya dengan embel embel malaikat yang sedikit di plesetkan

“N-ne! Aku mengingat semalam aku mengatakan itu padamu. Aku kan tidak terlalu mabuk dan masih sadar akan yang aku ucapkan” wajah hyunmi merah ketika mengatakan itu, dia malu kalau mengakui memanggil himchan seperti itu dalam keadaan sadar

“Ahh geurokkunaa” himchan hanya menganggukan kepalanya pelan

“Kau kenapa bisa keluar?? Pelajaran kan belum selesai?”

“Ahh itu?? Aku ketahuan mengobrol dengan chisoo, padahal aku hanya meminjam pulpen” bohong himchan, himchan melakukan ini hanya untuk menemani hyunmi. Himchan sengaja pura pura tertidur tadi

“Ahh kau tidak terlalu mengetahui seluk beluk sekolah ini ternyata. Kim seonsaeng itu terkenal dengan guru killer dan paling di segani”

“Ahh begitu, sepertinya kau harus mengajarkan ku tentang sekolah ini”

“Hey kalian!!” Itu Han Sunhwa, siswi kelas 12 paling cantik, paling kaya dan paling di idolakan siswa siswa di sekolah ini. Bahkan ada guru muda di sekolah ini yang pernah mengajaknya kencan

“Hari minggu, berarti 6 hari lagi” dia diam sebentar sambil menghitung dengan jarinya berapa hari lagi hari minggu itu. Dia memang sedikit bodoh, tapi tetap saja ‘ketenaran’ nya itu tidak berkurang

“Akan ada acara ulang tahun ku, hanya orang yang kupilih saja yang boleh menghadiri. Kebetulan kalian yang kupilih, dan tolong berikan ini pada hyemi.. jangan beritahu yang lain, hanya kalian bertiga dari kelas kalian yang ku undang. Dan jangan lupa dandan yang rapi, aku tidak ingin karna 1 orang norak acaraku hancur arrachi??” Jelas sunhwa sambil memberikan tiga lembar undangan, lalu pergi begitu saja

“Oiya aku lupa” sunhwa berhenti dan berjalan mundur

“Tanpa undangan itu kalian tidak akan bisa masuk”

“Ne sunbae” dia pergi begitu saja meninggalkan 2 hoobae nya yang masih bingung dengan apa yang di jelaskan sunhwa tadi

“Mengapa sunhwa sunbae mengundang ku?? Aku kan lumayan baru disini. Isanghanhae” himchan memiringkan kepalanya bingung

“Molla, mungkin karna kau tampan”

*kriingg~ *

“Ahh akhirnya pulang juga, lebih baik kita pulang chansa” ajak hyunmi sambil menarik himchan untuk bangun dari duduk nya. Kim seonsaeng keluar kelas sambil memberi tatapan maut nya pada hyunmi dan himchan

“Chansa mwol??”

“Hanya saja panggilan itu lebih bagus untuk mu hahaha”

“Ya eonni!” Hyemi yang memanggil hyunmi malah membuat hyunmi kaget

“Eonni ya~ mianhae atas kejadian tadi, aku tidak bermaksud” kata nya menunduk takut dengan apa yang akan hyunmi lakukan padanya

“Aishh geu gijiibe!!” Hyunmi mengangkat tangannya berniat memukul kepala hyemi seketika berhenti ketika melihat tatapan himchan yang seakan berkata ‘jangan’ sambil menggelengkan kepalanya pelan

“Aishh gwenchana!! Geokjeonghajima~” tangan hyunmi yang niatnya ingin memukul berubah menjadi rangkulan keras di pundak hyemi dan mulai menjitak kepala hyemi

“Sejak kapan kau memanggilku eonni?? Kau kerasukan apa hingga menjadi sopan seperti itu eoh??!!” Hyunmi sedikit berteriak pada hyemi, sebenarnya masih sedikit kesal. Namun, ia sadar apa yang dilakukannya itu salaah jika memukul hyemi

“E-eoh?? Molla, mungkin hanya saat ini saja. Oh iya, eomma ku mengajak kau untuk makan bersamanya, katanya dia rindu pada mu” hyunmi belum memberi jawaban. Hyunmi melirik himchan sebentar, tidak ingin himchan pulang sendirian, tidak ingin jauh dari himchan

“Himchan ssi, kalau mau kau juga boleh ikut” kata hyemi dengan senyum mengembang dan manis pada himchan

“N-ne?”

Hyunmi pov

“Aigoooo hyunmi ya~ jeongmal geuriwoyoo~” hyemi eomma langsung menyambut ku ketika aku -dan himchan- memasuki ruang tengah

“Ah ne, annyeonghaseyo eommonim, eommonim jaljinaeseyo?? Eommonim terlihat lebih kurus haha” aku membungkuk memberi salam pada eommonim yang ku anggap ibu sendiri. Aku sedikit mengejeknya, tapi ku tahu dia tidak akan marah, dia ramah kepada semua teman hyemi, terlebih aku. Karena itu kami sekelas sangat sayang padanya, dan menganggapnya ibu kedua kami

“Aigooo~ siapa ini tampan sekali?? Nama mu siapa anak tampan?” Cih, tampan dari mana nya?? Hanya mata dan bibirnya saja, gigi nya juga, rambut nya, hanya kulitnya saja yang putih. Ah tanpa sadar aku malah memujinya arrgghh aku sudah gila -,- eommonim menyentuh dan membelai pipi himchan seperti membelai anaknya sendiri. Maklum, hyemi anak tunggal dan eommonim sangat menginginkan anak laki laki

“Annyeonghaseyo eommonim, Kim Himchan imnida” hormatnya pada eommonim, bahkan jika tersenyum ramah seperti itu lebih tampan

“Aahh Kim Himchan, aigoo nama yang bagus. Anja anja, eommonim ingin melihat kalian makan dan sehat” eommonim menggandeng aku dan himchan

“Eomma!! Sebenarnya anakmu yang mana??” Teriak hyemi dari belakang sambil mengerucutkan bibirnya marah

Aku, himchan dan eommoni tertawa terbahak bahak melihatnya di lalui kami begitu saja, bahkan dari tadi eommonim tidak meliriknya sama sekali

***

“Manhi mogo himchan ssi, hyunmi ya, hyemi ya” kata eomma sambil memberikan kami sepotong ikan goreng di piring kami

“Eottae?” Tanya eommonim pada kami

“Mashigetta eommonim, aku bawa pulang boleh?? Aku tinggal sendiri dan tidak bisa masak, jadi aku bingung ingin makan apa jeh” dasar tidak tahu diri, sudah dikasih, minta lebih-,- membuat ku malu saja

“Lalu kau makan apa selama ini??” Raut wajah eommonim jadi terlihat khawatir

“Biasanya pembantuku yang masak, tapi dia sedang ambil cuti ke kampung halaman nya”

“Aigoo kasihan sekali, ja~ nanti kau boleh bawa semua. Kalau kau lapar kau boleh ke sini lagi arrachi?”

“Kamsahamnida eommonim” himchan tersenyum manis pada eommonim

“Adeul ah~ manhi mogo ne?”

“Ne eommonim” jawab kami bersamaan, eommonim terlihat bahagia melihat kami makan dengan lahap

“Hyunmi ya, bisakah kau ke kamarku sebentar?? Jangan ajak himchan” bisik hyemi padaku dan langsung beranjak ke atas ke kamar hyemi

“Eommonim, bisakah kau ajak himchan mengobrol dulu? Aku ingin ke kamar hyemi sebentar” pamit ku saat ingin meninggalkan meja makan, karena kami sudah selesai makan. Wajah himchan terlihat sedikit kecewa melihat ku pergi

“Ne hyunmi ya” jawab eommonim

Tok tok

Aku naik ke atas menuju kamar hyunmi dan mengetuk pintu nya

“Masuk” aku membuka pintu dan masuk ke kamarnya

“Tolong kunci pintunya” aku mengunci pintu mya sekali dan mulai berjalan ke kasur nya tempat dimana hyunmi tiduran. Kamar besar berwarna pink soft itu membuat ku nyaman, dia memang penyuka warna pink soft, karena itu hampir semua benda di ruangan ini berwarna pink soft

“Mwohae??” Tanyaku duluan alasan dia mengajakku ke sini

“Kau tau yongguk sunbae kan??”

“Iya tau, ada apa memang?” Aku mengerenyitkan alis ku, bingung. Tumben dia menyebutkan nama kakak kelas yang dia benci

“Begini, youngjae oppa kemarin bilang kalau yongguk ingin berkenalan denganmu. Kau tahu mereka berdua jadi teman baik?”

“Ahhh begitu, Aku pasti mau mau saja asalkan dia tidak macam macam”

“Sebaiknya kau menyimpan nomornya, aku akan memberikan nomor ponsel mu padanya”

***

Drrtt~

Sebuah pesan singkat masuk, sangat mengganggu ku sedang makan nasi campur.

From: 방용국 선배
Malam, apakah kau membawa pasangan pesta nanti?? Aku harap tidak, karna aku ingin mengajakmu menjadi pasangan ku nanti. Apakah boleh??

Ahh sunbae ku yang menyeramkan ini ternyata cukup ramah

To: 방용국 선배
Geureom!! Aku senang malah, aku juga tidak ada pasangan. Kau mau menjemputku memang?

From: 방용국 선배
Pasti, pasti akan ku jemput. Sampai jumpa hari minggu malam

Di jemput yongguk sunbae?? Sebentar lagi aku akan tenar di sekolah haha

Himchan pov

“Chansa ya!!” Aku menoleh ke arah sumber suara, suara hyunmi yang memanggilku dari ujung lorong

“Wae??” Hyunmi berlari kecil ke arah ku, lorong ini selalu sepi, karena itu aku selalu disini u tuk menenangkan diri

“Nanti ingin temani aku tidak untuk beli beberapa baju untuk hari minggu?? Eottae?? Ne! Ne! Ayolahh kau harus mau” rujuk nya, aishh dia merujuk lagi

“Ya!! Itu namanya bukan mengajak!! Tapi pemaksaan!” Aku sedikit mengacak rambutnya

“Tapi kau harus ikut!!” Aku mengangguk pelan sambil menunjukan senyum termanis

“Johta! Aku ingin bertemu yongguk sunbae dulu. Sampai bertemu di kelas chansa ya!!”

Yongguk sunbae?? Ada urusan apa dia denga nya??

Aku berjalan keluar lorong sepi ini, ruang ekskul musik memang favorit ku di sekolah ini. Selain karena sepi, disini banyak alat musik yang tidak terpakai dan masih berfungsi

Lantunan lagu Yiruma berjudul Love Hurt ini hampir setiap hari aku mainkan, terkadang aku aransemen ulang dengan petikan gitar lembut

Sambil membayangkan hyunmi disini, di sisiku, melihat aku bermain piano untuknya dan mengajarkannya berbagai alat musik pasti sangat menyenangkan

Drrt~ bunyi pesan masuk dari hyunmi cukup membuyarkan lamunan ku

From: 현미
Kau dimana?? Aku bisa bertemu??

To: 현미
Aku di ruang ekskul musik, kau kesini saja

5 menit aku menunggunya, bahkan tidak sampai 5 menit dia sampai

“Wae?” Aku tahu di sudah di pintu ruang ini, aku bertanya sambil tetap bermain piano ini

“Kau bisa main piano?? Daebak, aku ingin sekali bisa bermain piano. Kau bisa biola??” Tanya hyunmi dengan mata berbinar, melihat ku menganggukan kepala

“Tentu saja, kau tahu Henry Lau?? Nah dia yang mengajarkan ku” hyunmi langsung ebulatkan matanya ketika mendengar nama ‘Henry Lau’

“Henry lau?? Member Super Junior itu?? Wahh daebak, bagaimana bisa??”

“Asal kau tahu, banyak teman ku yang selebriti. Sini duduk” sombong ku padanya, sambil bergaya layaknya orang terkenal dengan nada bicara yang ku buat buat. Aku menepuk tempat duduk disampingku yang masih tersisa untuk satu orang lagi

“Coba main kan lagu untukku” pintanya manja. Perlahan aku menekan tuts tuts itu, membuat nya terdengar merdu, sesekali melihat wajah cantik nya yang fokus melihat jari jariku dingan lihai bermain di atas piano itu. Entah kenapa aku tiba tiba berhenti bermain di tengah tengah lagu, seketika terdengar suara tepuk tangan darinya

“Daebak, itu judulnya apa? Lagu siapa?” Tanya nya dengan wajah manjanya

“Itu lagu Yiruma, judulnya Love me”

“Huwaaaa romantis sekali jika aku dilamar sambil di mainkan piano, sayang sekali daehyun oppa hanya bisa beatbox. Lucu sekali jika aku dilamar menggunakan beatbox darinya haha” Lagi lagi daehyun

Aku akan melamarmu hyunmi, aku akan memainkan piano dan mengajarkan piano padamu. Aku berharap masih ada kesempatan untukku

“Hyunmi ya” aku memanggilnya lembut, lembut dan penuh arti, aku akan mengungkapkannya sekarang, sebelum terlambat

“W-wae?” Sepertinya dia sedikit takut akan wajahku yang terlalu serius, oke akan aku rubah sedikit dengan senyum

“Nae-naega-”  argghh mengapa jadi gagap seperti ini?? Terlalu gugup mungkin

“Naega wae??” Tanya nya memancing ucapan yang terpotong tadi

“Naega neo-neomu johahae” haahhh, mungkin sekarang pipi dan seluruh wajah ku memerah

Hyunmi terdiam dia mengalihkan pandangannya kesamping, begitupun aku masih menunduk malu dan takut akan jawabannya yang mungkin saja akan menolakku

Aku mulai tidak sadar akan apa yang aku lakukan, aku menghadapnya, menarik wajahnya agar melihatku. Aku menatapnya  dalam, wajahnya terlihat sendu, menenangkan hati ku. Aku kehilangan akal, aku gila karna dirinya. Aku mulai memajukan wajahnya, merapatkan tubuhku dengan tubuhnya, aku menutup mataku, me rileks kan diri. Akhirnya bibirku menyentuh bibirnya, hey dia tidak menolak!

Kami mulai menggerakan bibir kami, menyesap bibir satu sama lain, atas dan bawah bergantian. Sangat lembut, kami melakukannya tanpa paksaan, aku baru pertama melakukan ini, jadi aku melakukannya sesuai insting ku saja. Aku mulai mengajaknya berdiri, tubuh kami semakin rapat dan aku mendorongnya hingga punggungnya menabrak piano dan tangannya tanpa sengaja menekan tuts piano itu asal

Kami berdua kaget mendengar suara piano yang tiba tiba itu, hingga pautan bibir kami terlepas

“Ups” katanya sambil menggigit bibirnya dan menatapku penuh arti. Dia mulai mengalungkan tangannya pada leherku. Aku mencoba memiringkan wajahku mulai menciumnya kembali dan merangkul pinggangnya agar lebih dekat denganku. Ciuman kami semakin lama semakin panas, ada kesan terburu buru di dalam nya. Dia menarik tengkuk ku dan mendorong kepalanya sendiri agar ciuman kami lebih dalam lagi

Suara decakan bibir kami dan desahan memenuhi ruangan ini, walaupun aku tidak berani ‘menyentuh’ nya, tapi aku sudah puas dengan apa yang di lakukannya, dia sudah membuka hatinya untukku, dia sudah menerimaku, walaupun bukan untuk jadi kekasihnya

Krriiiingg~

Ah bel masuk?? Kenapa secepat ini?? Hyunmi melepaskan tautan bibir kami tanpa menjauhkan jarak wajah kami.

“Bel, sebaiknya kita masuk. Sebelum guru datang kajja” setelah mengucapkan sederet kalimat itu, hyunmi mengecup kilat bibir ku dan mengajak ku pergi dari lorong ini

Hyunmi pov

Kenapa seperti ini?? Aku sudah memiliki daehyun oppa, bahkan aku lupa dengan tujuan utama ku untuk menemuinya. Lebih baik bilang kalau aku tidak ikut ke pesta bersamanya nanti saja

Aku jadi sedikit ‘awkward’ dengan himchan di kelas. Hingga saat pulang pun masih tidak ada yang berbicara selain ‘pulang?’ Dan ‘iya’ hanya dua kata itu yang kami ucapkan

Drrtt~

Aku mengambil ponselku di atas nakas di samping tempat tidur ku

From: 대현 오빠
Selamat malam sayang ku, sedang apa?? Aku rindu padamu

Aku juga merindukan mu oppa, aku harap kau cepat kesini untuk menyadarkan ku kalau aku dan himchan tidak ada rasa apapun

To: 대현 오빠
Aku juga rindu oppa, aku hanya tiduran. Aku harap ada oppa di sampingku dan menemani ku tidur disini

From: 대현 오빠
Minggu depan aku ke seoul dan menginap disana beberapa hari, aku akan tidur disampingmu setiap malam

To: 대현 오빠
Geurae oppa! Kau harus secepatnya ke sini arrachi??

Aku harap oppa dapat membuatku lupa dengan himchan, aku tidak mau hubungan ku hancur hanya karena satu orang. Aku masih mencintai oppa ku, dan hanya oppa satu satunya di hatiku

*hari acara ulang tahun sunhwa*

Kriiinggg~

“Eoh? Waeyo sunbae??”

“Haaahhh, ku bilang jangan panggil aku sunbae!”

“Hehe mian sunbae, eh ani, oppa. Mian oppa”

“Rumah mu dimana??”

“Nanti aku sms”

“Oke, aku akan secepat kilat”

“Eoh, ditunggu yaa. Aku sudah siap”

Pip

Aku mematikan telepon nya, aku mengirim pesan ke yongguk sunbae beeisikan alamat rumah ku

Sekali lagi aku menatap diriku di depan cermin, cantik, sangat cantik menurut ku. Orang tua ku harus bangga memiliki anak cantik seperti ku haha. Terbalut dress pendek pink soft dan setengah dada ini membuat ku terlihat sempurna, apalagi dengan kulit ku yang putih mulus, rambut panjang bergelombang yang diurai, make up tipis tapi terlihat anggun, serta heels berwarna senada dengan baju dan handy bag ku. Sedikit merapikan rambut dan pita besar di dress bagian belakang ku, aku memasukkan ponsel dan dompet ke dalam handy bag milikku

Ting Tong

Seseorang membunyikan bel rumahku, aku pikir itu yongguk sunbae, aku menghampiri pintu dan membuka nya. Ternyata benar itu yongguk sunbae

“Masuk?” Katanya sambil menawarkan lengannya untuk digandeng tangan ku dan menunjuk limosin berwarna putih, senada dengan tuxedo yang dipakai yongguk sunbae. Yongguk sunbae terlihat tampan dengan  rambutnya yang di messy dan senyum nya yang menawan, jika kami pasangan mungkin akan terlihat sangat serasi

Ku lihat himchan dengan motornya di depan rumahnya, wajahnya terlihat kesal dan marah melihat ku bergandengan dengan yongguk sunbae dan memasuki limosinnya

“Pak, jalan!” Perintah yongguk pada supirnya yang agak jauh, jadi yongguk sedikit berteriak untuk itu.

“Ada apa dengannya?” Tanya yongguk sunbae sambil menunjuk himchan yang menunjukkan amarahnya dengan men- gas motornya sendiri, hingga membuat berisik di perumahan sepi, apalagi ini jam 7 malam

“Tidak tahu, mungkin dia marah karena aku tidak memberi tahunya terlebih dahulu kalau aku pergi bersama mu ke pesta

“Dia itu menyeramkan, aku takut hanya dengan tatapannya waktu itu di kantin. Dasar adik kelas tidak tahu diri” aku tersenyum simpul mendengar itu, sunbae ku sangat lucu jika marah seperti itu. Suaranya yang berat membuatnya semakin aneh

“Oiya, malam ini kau sangat cantik. Apakah kau benar benar hyunmi?? Berbeda sekali”

“Ya oppa! Aku benar benar hyunmi!”

“Arraseo arraseo, jangan marah seperti itu. Nanti kecantikan mu berkurang haha. Oiya gadis secantik kau tidak akan mungkin jika tidak punya pacar, apa pernyataanku ini benar??” Yongguk sunbae sedikit menggodaku sambil tertawa

“Ne, benar”

“Ohhh jinjja?? Siapa itu?? Beri tahu aku, yang aku tahu pasti bukan himchan”

“Iya oppa, namanya daehyun. Jung Daehyun”

“Oohhh geureokuna, tapi aku sepertinya tidak pernah melihatmu berjalan dengan laki laki selain himchan dan youngjae??”

“Dia di Busan, tinggal di sana”

“Long distance relationship, jauh sekali. Kau kuat berpacaran sejauh itu?? Apakah kalian saling percaya??”

“Tentu saja, daehyun sering main kesini jika liburan. Dan kami sudah berpacaran 5 tahun, tentu saja kami saling percaya” yongguk sunbae mengangguk angguk, aku baru sadar kalau semua aksesoris di limosin ini adalah tiger dalam kartun winnie the pooh, aku melihat ponsel yongguk yang sedang dimainkan oleh pemiliknya

“Mengapa semua aksesoris disini tiger?? Dan wallpaper ponselmu juga tiger winnie the pooh”

“Ah itu?? Percaya atau tidak aku suka dengan tiger, kalau kau masuk kamarku, dari mulai boneka, aksesoris, barang barang, dan seprai milikku bergambar tiger” yongguk sunbae menceritakan kalau dia pecinta tiger, dia tidak malu bahkan bangga dengan kesukaannya dengan tiger

“Ahhh begitu, aku tidak menyangka kau suka sekali dengan tiger” dia sangat lucu, dibalik dirinya yang ‘bad boy’ ternyata ada kesan menggemaskan dari dirinya

“Kau mau satu?” dia menawarkanku boneka tiger berukuran sedang

“Aku mau, tapi boleh kah aku titipkan sebentar padamu?? Nanti aku ambil ketika pulang. Terima Kasih oppa”

“Sama sama, oh sudah sampai, ayo kita turun”

Author pov

Mobil mereka berhenti di sebuah gedung mewah di tengah hutan, gedung itu berdinding kaca tebal dan di depannya ada banner bertuliskan ‘Selamat Datang’ dan red carpet yang di gelar dari tangga paling bawah hingga pintu masuk

Yongguk menggandeng hyunmi, di pintu masuk sudah ada photografer yang memang bertugas mengambil gambar tamu di pintu masuk. Mereka berfoto sambil tersenyum

Hyummi mengedarkan pandangannya, dia melihat genk sunhwa yang beranggotakan sunhwa sendiri, jieun, hyosung dan hana

“Hyunmi ya!!” Hyunmi menoleh kearah hyemi yang menghampirinya digandeng youngjae oppa

“Ohh hyemi ya! Oppa annyeong” hyunmi memeluk hyemi dan memberi salam pada youngjae

“Huwaaaa kau cantik sekali, apalagi kau berpasangan dengan yongguk sunbae. Kalian terlihat serasi”

“Hyaaa, apa apaan kau ini?? Aku hanya berteman dengan sunbae, iya kan sunbae??”

“Eoh? Eh iya, kita hanya berteman. Oiya hyunmi ya, kita belum mengucapkan selamat pada sunhwa” yongguk menarik tangan hyunmi menuju sunhwa yang sedang mengobrol dengan genk nya

“Sunhwa, saengil chukhahae” yongguk memeluk sunhwa, mereka terlihat sangatlah akrab

“Sunbae, saengil chukhahae” hyunmi bersalaman dengan sunhwa dan memberi selamat

“Oh, terima kasih. Dan silahkan di makan makanannya” sunhwa tersenyum ramah kearah mereka berdua

“Oiya, untuk mu yongguk, 5 menit lagi. Kau harus siap siap” kata jieun sambil mengahampiri yongguk

“Hyaaa, aku baru sampai!”

“Tetap saja, kau harus. Aku tunggu di back stage” jieun melangkah pergi meninggalkaan mereka ke back stage

“Kau tunggu disini, aku ingin mengisi acara dulu” yongguk mengusap puncak kepala hyunmi lalu bergegas pergi menyusul jieun

“Sepertinya yongguk tertarik padamu” hana membuka suara tanpa memelihat hyunmi yang kebingungan dengan ucapan hana barusan

“Terlihat dari apanya kalau dia menyukai ku??” Hyunmi penasaran, apakah yongguk benar benar menyukainya atau hanya perasaannya saja

“Dia tidak pernah mengusap pucuk kepala perempuan selain adik nya, dan tersenyum manis seperti itu. Aku tidak pernah melihat dia melakukan itu pada wanita lain. Kalau dia memang menyukai mu, kau adalah wanita beruntung. Bahkan sunhwa pun susah mendapatkan nya” kini hyosung yang angkat bicara, hyunmi tidak ingin sunhwa menganggap nya sebagai perebut pria milik orang lain. Lagi pula hyunmi juga sudah memiliki daehyun

“Mungkin dia menganggap ku adiknya saja” hyunmi merasa kalau itu tanda sayang seperti adik saja. Lagi pula dia belum benar benar tahu kan kalau yongguk suka padanya atau tidak

“Ehm- malam semua!!” Tiba tiba ada suara dari atas panggung, seseorang menjadi MC saat ini. Semua mata tertuju pada Bang Yongguk yang sedang memegang wireless mic

“Malam ini saya dan jieun akan menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Going Crazy’ dan lagu ini saya persembahkan untuk seseorang” Bang Yongguk menatap hyunmi penuh arti, dan memberikan wink padanya

Lantunan merdu yang dinyanyikan oleh jieun dan rap yang menunjukkan emosi dari lagu itu sangatlah serasi. Yongguk turun dari panggung dan menghampiri hyunmi yang berdiri tegang, sambil melantunkan rap nya, yongguk seakan menyalurkan semua emosi lagu itu pada hyunmi. Hyunmi merasa senang diperlakukan itu oleh yongguk, dia juga malu karena  menjadi pusat perhatian orang orang yang iri padanya, begitu pun sunhwa

Sunhwa melihat hyunmi dengan tatapan tidak suka saat hyunmi tersenyum dengan yongguk yang masih menyalurkan perasaannya pada hyunmi lewat lagu yang dinyanyikannya

Semua orang bertepuk tangan saat lagu itu selesai, yongguk memberi boneka tiger yang di tawarkan nya tadi di limosin yongguk

Hyunmi mengambil boneka itu dengan perasaan ragu sekaligus senang. Ragu jika ia disangka berpacaran, senang karena orang paling populer di sekolah menyanyikan sebuah lagu dan memberikannya sebuah boneka favorit yongguk

Semua mata tertuju pada yongguk dan hyunmi yang saling menatap, kemudian semuanya menjadi riuh akan tepuk tangan dan sorakan. Kecuali sunhwa dan himchan yang berdiri jauh dari yongguk dan hyunmi, wajah mereka berdua seakan tidak suka dengan hyunmi jika dekat dengan yongguk

Himchan pov

Tidak puaskah kau menyakitiku hanya dengan Daehyun?? Sekarang apa?? Yongguk sunbae?? Sepertinya aku harus menghajar siapa saja yang dekat dengan hyunmi, dan membuat mereka tahu diri!! Karena hanya aku lah yang pantas untuknya

Tanpa sadar aku mengepalkan kedua tangan ku, telapak tangan ku terasa perih karena kuku tangan ku yang cukup panjang dan tajam menggores telapak tangan ku. Rasa perih di tangan ku tentu saja tidak sebanding rasa sakit di hati ku, sekarang aku sedang melihat mereka berdua berdansa. Lagu mellow romantis ini membuatku muak, karena lagu ini mereka jadi sangat dekat.

Pantas saja hyunmi menjauhkan ku akhir akhir ini, ternyata dia dekat dengan yongguk. Pantas saja dia tidak menungguku untuk menjemputnya tadi, ternyata sudah ada yongguk. Bang Yongguk! Sepertinya kau harus menghilang

Lihat saja! Mereka saling membisikkan sesuatu di belakang ku!! Aku muak melihat mereka, aku pergi meninggalkan ruangan ini dan mulai berjalan ke arah taman belakang, taman ini lumayan sepi karena  semua tamu tidak ada yang disini, hanya aku yang ditemani beberapa lampu taman

Hyunmi pov

Uh, aku merasa sangat mual. Apakah aku sakit?? Tapi sebelum nya aku baik baik saja

“Sunbae”

“Hm?” Jawab sunbae ku malas, kami masih berdansa di dance floor area. Yongguk menempelkan pipinya di kepalaku, seakan aku miliknya malam ini

“Aku mual, sepertinya aku butuh udara segar. Sebaiknya kau bersama sunhwa sunbae dulu. Aku ingin keluar” aku meninggalkan yongguk sunbae, dan langsung menghampiri sunhwa sunbae

“Sunbae, kau temani dulu yongguk. Aku ingin keluar” senyum sumringah seketika muncul di wajah sunhwa, wajahnya yang ‘tidak enak dilihat’ itu sudah hilang dan berganti menjadi sebuah senyuman cantiknya

Aku berjalan keluar, aku ke taman belakang gedung luas satu lantai ini. Seseorang sedang duduk diatas rumput sambil memainkan sebuah ranting, ia menulis nulis sesuatu dia atas tanah ber-rumput ini dengan ranting yang ia pegang

Seperti nya aku mengenal punggung itu, apakah itu himchan?? Coba ku panggil

“Chan-chansa ya” orang itu perlahan menengok ke belakang dengan wajah kesal, kaget sekaligus senang. Dia memaksakan sebuah senyuman di wajahnya, aku dapat melihat itu walaupun keadaan tidak terlalu terang. Aku duduk di sampingnya, mengikutinya duduk di rumput dengan dress seperti ini

“Apa kau tidak apa apa duduk disini dengan pakaian seperti itu??” Ada apa dengan dia?? Dia bertanya dengan nada dingin seperti itu, pandangannya pun tetap lurus ke atas tanpa melihatku sedikitpun

“Eoh? Gwenchanna. Lagian bisa di cuci” aku berusaha tidak mengetahui apa apa. Aku tersenyum manis, ingin tahu dia akan ungkapkan perasaannya saat ini atau tidak

“Bangun” apa?? Bangun? Apa maksudnya, mengapa dia jadi dingin seperti itu??

“Huh?? Apa maksudmu??” Tiba tiba dia berdiri dan menarik ku untuk berdiri. Dia melepaskan jasnya lalu menaruhnya di rumput tempat aku duduk tadi. Dia duduk, dan lagi lagi dia menarikku untuk duduk di atas jas nya. Himchan tetap tidak melihatku, ia masih sibuk melihat ke langit dengan tatapan kesalnya

“Gomawo”

“Untuk apa??”

“Jas mu” sekilas dia melihat ke arah jasnya yang sudah menjadi alas dudukku

“Sudah menjadi kewajiban ku” apa maksudnya?? Memang aku special untuknya?? Sudah lah, aku tidak ingin terlalu percaya diri

“Kau tahu??” Huft~ setelah 5 menit kami terdiam dengan pikiran masing masing, akhirnya dia angkat bicara juga

“Hm?”

“Kau tahu, aku cemburu melihatmu dengan yongguk”

“Ya, kalau kau cemburu hanya dengan yongguk bagaimana dengan daehyun??” Memang benar!! Aku harus menyadarkannya kalau aku sudah memiliki orang lain

“Daehyun tidak disini, sedangkan yongguk disini. Disekitar kita”

“Tap-” himchan menyuruhku diam, dia menempelkan bibirnya di bibir ku, aku terpaku. Tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya menggerakkan bibirnya ke atas dan kebawah, tanpa melumatnya. Ahhh aku harus berbuat apa? Apakah aku harus menolak?? Tapi aku masih menginginkannya, eotteokhae?

“Kau cerewet” dia melepaskan tempelan bibir kami masih dan saling berpandangan, himchan memegang pipi sebelah kiriku dengan tangan kanan nya

“Disini hanya aku dan kau, himchan dan hyunmi tanpa ada yongguk dan daehyun. Aku mohon jadilah kekasihku” aku diam masih menatap himchan kosong, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku menginginkannya, tapi aku masih memiliki daehyun, aku masih mencintainya, aku tidak ingin menduakannya

Himchan mulai memajukan wajahnya, aku memejamkan mataku menunggu apa yang akan ia lakukan padaku “jebal” katanya lirih tepat di telinga ku dan sangat pelan. Himcan mulai menggeser wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibirku dan melumatnya. Sangat lembut, aku membalasnya, ini akan menjadi yang terakhir untuknya.

Lumatan bibir kami semakin nafsu, semakin kasar. Aku mengalungkan lenganku di lehernya, tangan himchan turun hingga memegang pinggangku, menariknya agar lebih dekat dengannya. Aku sedikit menggeser pinggangku agar lebih dekat dengan nya, aku menurunkan tanganku ke dada bidang miliknya dan menarik kemejanya agar ciuman kami lebih dalam

“I promise daehyun, this is the last” kataku dalam hati, aku menangis. Menangisi apa yang terjadi, aku mencintai daehyun dan himchan membuat ku jatuh cinta padanya. Begitu pula yongguk sunbae, semua ini membuat ku bingung

Mungkin merasakan sesuatu yang basah di pipinya, himchan mencoba menarik diri. Aku menahan kemejanya agar tetap di posisi seperti ini, aku ingin menyalurkan emosiku padanya, dengan ciuman seperti ini. Aku memperdalam ciuman kami, melumatnya kasar. Himchan mulai memasukkan lidahnya, aku menerimanya dan membiarkannya merasakan nya lebih dalam. Ciuman kami semakin kasar, hingga himchan terlalu nafsu dan mendorongku, himchan menahan tubuhnya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan lainnya menahan pinggangku agar tidak terjungkal kebelakang

Aku menginginkannya lebih, tapi aku ingin ini berhenti sebelum terlalu jauh. Aku mendorong dadanya pelan berusaha menjauhkannya dan melepaskan ciumannya, himchan menatapku seakan bingung dan tidak rela.

“Maaf himchan aku tidak bisa” aku menghapus air mataku yang mulai membanjir dan berlari meninggalkannya sambil tetap menghapus air mataku

Aku kaget ternyata yongguk sunbae berdiri di hadapanku dan tak jauh dari tempatku dan himchan tadi, dia melihatku dengan wajah kasihan, kaget dan juga cemburu. Aku tetap berlari sambil menahan air mataku, kulihat sekilas dari samping yongguk malah berjalan berlawanan arah, yang berarti kearah himchan. Aku tidak ingin melihat apa yang mereka lakukan, yang aku pikirkan hanyalah aku harus pergi dari sini

Belum sampai pintu keluar, bahu ku yang terbuka terasa hangat. Yongguk sunbae tersenyum hangat padaku sambil membenarkan letak jas miliknya yang ia sampirkan pada bahu ku. Yongguk memegang kedua bahuku dan membawaku ke arah limosin nya

Tanpa diperintah lagi oleh yongguk, supir yongguk memajukan mobilnya. Aku melihat yongguk menyodorkan boneka tiger berukuran sedang di hadapan ku, masih dengan tangisan aku mengambil boneka itu

“Kau menjatuhkan nya tadi”

“Gomawo” aku mencoba tersenyum padanya, bagaimana pun juga dia lah yang mengantarkan ku pulang dan berbuat baik padaku. Yongguk membalas senyum ku

“Apa kau melihat semuanya??”

Author pov

Sunhwa menghampiri yongguk dengan senyum termanis yang ditunjukkan hanya untuk yongguk

“Dansa?” Tawar sunhwa pada yongguk, yongguk hanya mengiyakan lalu berdansa bersama sunhwa. Yongguk mencoba menjaga jarak, tetapi sunhwa malah semakin merapatkan tubuhnya pada yongguk

“Kemana dia? Lama sekali” batin yongguk. Perasaannya sudah tidak karuan memikirkan hyunmi yang tidak juga kembali selama sepuluh menit, bercampur enggan untuk berdansa bersama sunhwa

“Aku pergi sebentar” yongguk melepas pegangan tangan sunhwa dan langsung menerobos orang orang yang sedang berdansa

Yongguk sedih, kecewa, hancur, sakit hati melihat wanita yang disukai nya berciuman dengan orang lain. Dan orang yang di ciumnya adalah himchan. Kim Himchan, yongguk pernah takut dengan himchan, namun sekarang ia bertekad untuk tidak takut lagi dengan bocah tengik itu

“Maaf himchan, aku tidak bisa” yongguk melihat hyunmi berlari sambil menahan air mata nya. Ia melihat yongguk sekilas lalu kembali berlari kembali kedalam gedung. Yongguk berjalan mendekati himchan yang terlihat sedih dan juga kecewa, yongguk berpikiran dia ditolak. Himchan tidak menyadari kedatangan yongguk, ia mengambil boneka tiger disebelah jas yang sudah kusut dan kotor, himchan masih asik menunduk dengan wajah muram

Yongguk kembali kedalam gedung mengejar hyunmi, ia melihat hyunmi sedang berjalan cepat di pintu keluar, melihat bahu hyunmi yang terbuka, yongguk membuka jas putihnya lalu menyampirkannya di bahu hyunmi dan membawanya masuk kedalam limosin pribadi milik nya

Setelah masuk dan mobil mulai berjalan meninggalkan gedung itu, yongguk menyodorkan sebuah boneka tiger di hadapan hyunmi yang masih mengelap air mata nya yang terus tumpah sejak tadi. Hyunmi mengambilnya dengan lemas, ia sudah tidak punya  tenaga karena menangis

“Kau menjatuhkannya tadi”

“Gomawo” hyunmi tersenyum tipis

“Apa kau melihat semuanya??” Hyunmi bersuara parau, tenaga nya sudah habis karena berciuman panas dan juga menangis

“Maaf” yongguk hanya bisa menunduk, walaupun ia tahu ia tidak melihatnya dari awal

“Gwenchanna” hyunmi mengelap pipi nya dengan selembar tissu

“Maaf sebelumnya kalau aku bertanya, mengapa kau bisa menangis?? Apa yang himchan lakukan padamu??” Yongguk mendekatkan dirinya pada hyunmi, berusaha melihat wajah hyunmi yang masih tertunduk lemas

Hyunmi hanya menatap yongguk, menimbang nimbang apakah yongguk bisa menjaga rahasia nya?

“Aku tidak akan beritahu orang lain” seakan bisa mengartikan tatapan hyunmi, yongguk menyodorkan dirinya untuk jadi tempat hyunmi bercerita

“Kau tahu kan aku sudah punya kekasih?” Yongguk mengangguk pelan

“Himchan menyukai ku, dan sepertinya begitu pun aku” lanjut hyunmi, yongguk hanya mendengarkannya, mencerna semua omongan hyunmi tanpa berniat memotongnya. Tentu saja sakit, gadis yang ia sukai sudah memiliki kekasih, dan bertambah pula saingan untuk mendapatkannya

“Beberapa hari lalu himchan menciumku, aku rasa aku juga menikmatinya” sedikit malu untuk mengakui kalau ia juga menikmatinya, hyunmi mengecilkan suaranya tapi tetap melanjutkan ceritanya

“Dan aku salah, kalau aku juga menyukainya. Tidak seharusnya aku seperti itu, aku memiliki daehyun. Dan tadi himchan menyatakan perasaannya padaku, aku bingung. Aku harus tetap mempertahankan daehyun. Jadi aku putuskan itu adalah ciuman kami yang terakhir kalinya” hyunmi bercerita panjang lebar dan masih tetap menghapus air matanya yang masih tumpah. Yongguk hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata pun hingga sampai dirumah hyunmi

“Gomawo oppa, kau sudah menjemputku dan mengantarkan ku. Terima kasih pula dengan boneka nya” hyunmi tersenyum tipis sambil menggoyang goyangkan boneka tiger di tangan nya.

“Aku masuk dulu, annyeong oppa” yongguk belum juga berpindah dari tempatnya, masih berdiri di depan pagar rumah hyunmidan melihat gadis yang disukainya masuk ke dalam rumahnya. Yongguk masuk kedalam limosinnya sampai ia memastikan hyunmi masuk kedalam rumahnya dalam keadaan baik baik saja

Hyunmi pov

Ah iya, aku lupa jas yongguk oppa. Aku kembali keluar rumah setelah beberapa langkah dari pintu

Haah~ mobilnya sudah pergi

@hyunmi’s school

Dari tadi semua orang membicarakan bang yongguk, ada apa dengan dia?? Aku memang belum bertemu dengannya sejak pagi tadi. Tapi aku penasaran apa yang terjadi pada sunbae??

“Ya hyunmi ya!” Aku yang masih duduk di kursi kelas sambil memegang jas putih besar merasa terpanggil oleh seorang laki laki

“Oh oppa?” Aku menghampiri youngjae oppa di pintu kelasku, memang saat ini sedang jam istirahat dan hyemi pun tidak masuk karena sakit. Aku kesepian sekarang, dan sangat membutuhkan hyemi dan himchan yang juga tidak masuk

“Nanti pulang sekolah aku ingin jemput hyemi, lalu menjenguk yongguk. Kau mau ikut tidak?” Apa? Menjenguk yongguk? Ada apa dengan yongguk?

“Ada apa memang dengan yongguk?”

“Hyaaaa, kau tidak tahu padahal orang orang membicarakan nya?? Bang yongguk patah tulang karena di pukuli preman semalam”

“Bagaimana bisa?? Semalam dia pakai mobil?”

“Katanya ia ingin ke minimarket di dekat rumahnya setelah pulang dan sampai rumah untuk membeli beberapa makanan ringan untuknya. Tapi segerombolan preman menghadangnya. Karena yongguk terlalu berani dan melawan, malah ia di pukuli habis habisan dan semua uang di dompetnya terkuras habis” ahhh bagaimana ini?? Aku mulai khawatir dengan yongguk sunbae. Tapi aku harus mengajak himchan menjenguknya juga, bagaimana pun mereka kan kenal

“Nanti saja oppa, aku bersama himchan. Oppa beri tahu saja kamarnya dan rumah sakitnya” youngjae oppa melepaskan senderannya dari pintu

“Eoh!! Arraseo, nanti aku kirim pesan. Sampai bertemu nanti hyunmi yaaa” youngjae oppa mulai berjalan menjauh membelakangi ku, kearah kelas nya yang lumayan jauh dari kelas ku

Author pov

Tok tok tok

“Nuguseyo?” Suara pria dari intercom di depan pintu pemilik rumah ini

“Naya, yoo hyunmi” hyunmi membalas suara dari intercom itu

Cklek

Terdengar suara kunci pintu yang terbuka. Tanda tamu yang di luar di perbolehkan masuk ke dalam

“Soal kemarin-” ucapan hyunmi terputus, menunduk di belakang himchan yang sedang mengantungi kedua tangannya di saku celana olahraga nya, langkah himchan ikut terhenti. Punggungnya yang lebar dengan terbalut cardigan hitam tipis itu menarik perhatian hyunmi untuk di pandang

“Aku minta maaf” terdengar suara desah nafas kecil dari himchan, himchan memaksa dirinya untuk tetap tersenyum di hadapan hyunmi walaupun hatinya sakit seperti ribuan jarum menembus hatinya

“Gwenchanna, aku mengerti keadaan mu. Seharusnya aku yang minta maaf” himchan berbalik dan terus memaksakan senyuman yang lebih lebar lagi

“Kajja, buatkan aku makanan. Kau tidak tahu eoh?? Aku ini sedang sakit” rengek himchan, hyunmi hanya melongo. Dengan mudahnya himchan merubah kelakuannya setelah kejadian kemarin malam

“Eoh? Eoh! Aku akan masak untuk mu” himchan lebih memaksakan senyumannya, membuat hatinya bertambah sakit.

“Semua bahannya ada di kulkas, aku sudah membeli banyak bahan makanan” hyunmi menghampiri dapur yang di tunjuk himchan, lalu membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan disana

“Ja! Berhubung kau sedang sakit, aku membuatkan sayur untukmu” hyunmi menaruh semangkuk kecil sayur dan beberapa lauk beserta 2 mangkuk nasi untuknya dan himchan

“Ddo? Dan lebih buruknya, sayur ini berbeda dengan yang kau buat waktu itu!” Himchan melihat mangkuk sayur itu dengan malas

“Eiii, kau akan menyukainya. Bagaimana kalau kita bertaruh lagi?? Dan kau harus jujur”

“Shireo!! Baiklah, aku akan memakannya” dengan malas himchan menyendokkan kuah sayur, lalu menyeruputnya dengan ragu

“Eottae??” Himchan tidak menjawab pertanyaan hyunmi, ia malu untuk berkata kalau sayur buatan hyunmi memang lezat. Himchan terus memakan sayur itu beserta lauk yang lain

“Aku tahu, pasti kau menyukainya” ledek hyunmi puas, himchan hanya menatapnya tidak suka dan mem poutkan bibir mungilnya itu

“Habis ini kau harus beli obat di rumah sakit, sekalian menjenguk yongguk sunbae” gerakan tangan himchan berhenti saat mendengar nama yongguk

“Eoh, baiklah” dengan sedikit berat hati himchan menuruti kemauan hyunmi, daripada ia harus menerima resiko melihat hyunmi berduaan dengan yongguk?

Wajah yongguk terkejut saat melihat hyunmi memasuki kamar inap yongguk sambil membawa se bucket bunga mawar pink

“Annyeong oppa” sapa hyunmi sambil menaruh bucket bunga di atas nakas samping tempat tidur yongguk. Yongguk dan himchan saling menatap, seperti orang ketakutan

“Wae geuraeyo oppa?” Seakan mengetahui perubahan wajah yongguk, hyunmi bertanya keadaan yongguk

Yongguk mengerti isyarat mata himchan “I DARE YOU” gerakan bibir himchan dan tanpa suara di belakang hyunmi itu membuat yongguk gelagapan, melihat tangan dan kakinya yang di gips benar benar membuat yongguk trauma dengan himchan, bayangan tentang semalam pun terputar di benak yongguk

*flashback*

Sebuah pesan masuk di ponsel yongguk, ia membuka pesan itu dari sederet nomor yang tidak ia kenal

‘Ku tunggu kau di persimpangan -kim himchan-‘ begitulah bunyi pesan tersebut, dengan sok berani dan segenap tekad, yongguk mengganti kemeja putihnya dengan kaus hitam dan celana pendek berwarna senada

Yongguk melihat lelaki tinggi memakai setelan tanpa jas berdiri disamping motor hitam. Yongguk menghampirinya, ia tahu itu himchan

Belum bicara sepatah katapun, himchan sudah meninju tulang pipi sebelah kiri yongguk. Tidak terima wajah sempurna nya dirusak, yongguk berusaha membalas, namun himchan yang lihai dapat menghindar dari tinju yongguk, dan malah membuat yongguk mendapat tendangan pada perutnya. Himchan memukuli yongguk habis habisan hingga tulang kaki dan tangannya patah

“Jangan pernah dekati hyunmi lagi! Kalau kau tidak ingin orang ini mati!!” Himchan memperlihatkan sebuah foto di hadapan yongguk, foto ibu tercinta yongguk, himchan mengayun kan kaki nya kembali, menendang dan menginjak injak perut yongguk

Himchan berbalik, berniat untuk mengakhiri ini

“YA IJASIK!!” dengan sekuat tenaga yongguk mengeluarkan kata kasar itu

“Percuma! Hyunmi tidak akan melihat mu!! Dia hanya melihat daehyun!! Jung Daehyun!! Kau harus tau itu!!” Yongguk menahan perih di perut dan pernafasannya. Himchan berbalik dan mulai meninju, menendang kembali yongguk yang sudah pasrah

Himchan berbalik lagi, kemeja putihnya sudah terciprat sedikit darah yang di muntahkan yongguk “YA!” Terdengar suara tertahan, ia melirik sekilas ke arah yongguk yang berbaring tanpa tenaga, senyum penuh kemenangan menghiasi wajah tampan himchan

Himchan menyalakan motornya, bersiap untuk menabrak yongguk di depannya. Pasrah, itulah yang dilakukan yongguk, himchan memberhentikan ban motornya tepat dihadapan yongguk, dan sekali lagi ia menginjak perut yongguk yang sudah sangat parah keadaannya

“Ya! Bang Yongguk!! Neo gwenchanna??” Teriak youngjae yang datang setelah himchan pergi menjauh dengan motornya, youngjae menggoyang goyang kan pipi yongguk untuk menyadarkannya

“Apa yang terjadi?? Aku tahu itu si bocah tengik!! Dia Kim Himchan kan?? Aku tahu itu! Aku harus melaporkannya” youngjae mengeluarkan ponselnya, namun ditahan oleh yongguk dengan sebelah tangannya yang hanya sedikit luka dan lebam

“You-youngjae ah. Aku mohon jangan berkata apapun pada hyunmi. Bilang saja ini ulah para preman. Karna jika kau melakukannya, ibuku yang akan jadi sasaran himchan” youngjae semakin frustasi, ia kesal melihat temannya seperti ini, lebih lebih ancaman yang diberikan himchan itu membuatnya benci dengan himchan

“Baiklah aku hanya akan menelpon ambulan, kau tahan lah”

*flashback off*

“Oppa? Gwenchanna?” Hyunmi mengibas ngibaskan telapak tangan nya di depan wajah yongguk, melihat yongguk bengong dari tadi membuatnya khawatir

“Kka” satu kata itu yang terlontar dari yongguk masih dengan tatapan kosong

“Oppa” jujur, hyunmi tidak mengerti mengapa ia diusir seperti itu

“KKA!!!” Wajah yongguk memerah, pertama kali berteriak kasar pada seorang wanita. Itu cukup membuat hyunmi tertegun

“Baiklah oppa, aku akan pergi. Aku hanya ingin mengembalikan jas milikmu, jaga dirimu oppa” puluhan kali yongguk meminta maaf dalam hatinya, puluhan kali juga yongguk merutuki kebodohannya sendiri. Puluhan kali yongguk mencaci maki dirinya sendiri melihat orang yang sangat sangat dikagumi nya pergi begitu saja meninggalkannya. Yongguk hanya bisa menatap punggung kecil yang rapuh yang ingin sekali ia peluk bergetar menangis karena dirinya

“Mianhae hyunmi mianhae”

TBC

Advertisements

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 17/05/2014, in FF and tagged . Bookmark the permalink. 14 Comments.

  1. Hwaa seruu bngett thor..akhirnya aqu kembali nemu ff yang cast nya member B.A.P..seneng bngettt,!?
    Tpi koq himchan disini karakternya agak ambisius ya?! Dan bang yong gook koq bsa klah sma himchan..wae?! Next thor

  2. Weeeewwwwww…… Suka suka suka…. 🙂 .

  3. Lanjut thor. Jangan lama lama ye. Seru, himchan ambisius amat ye. Tpi gue suka sifat nye himchan. Gantle.

  4. ini terlalu panjang untuk part awal jd bosen seharusny pendek aja biar penasaran untuk part awal..klo udah part selanjutny boleh panjang malah wajib

  5. Ya ampun ngeri banget sama karakter Himchan #Jadi takut sendiri bacanya

  6. Suka…suka..hehehehehehe

  7. Iiiii makasih makasihh 🙂 tapi maaf yaa kalo emang kepanjangan 🙂 ini lagi dibikin kok sequelnya 🙂

  8. di ff ini aku malah gak nemu feel dari daehyun!!! . . tp gpp Next thor!! Jangan Lama Ne!! ^^

  9. Huuaa keren! Walaupun longshoot tp tetep ga berasa bacanya uda tbc lg aja… Lanjut next partnya thor…

  10. Waaaahhhhhhhhhh bener2 panjang .-. Hehehe
    keren masa thor (y) hihi
    Tapi kurang dapet feelnya soalnya muka Himchannie Oppa nggangedukung sama peran dia disini :3. Ya ampun jahara banget si Himchannie Oppa itu :(. Tau ah!
    Dan kayanya Author BABY ya? Tau semua tentang Oppadeul hohohoho aku juga thor 🙂 BABY akut(?) malah xD bias ngga nanggung2! All member hahahaha semua aku cinta hihi
    Oke dah aku tunggu lanjutannya thor…
    BETTY.

  11. ZelChansa_Ssi

    Kece thor . . Huaa Himchan oppa jadi gentle gtu. . Ciaaaaahhh . .next thor

  12. aigoo.. himchan bner2 terobsesi sma hyunmi! ih serem juga ya, meskipun stalkernya ganteng..
    next part thor..

  13. seru bgt ff.a

  14. Keren + seru thor…
    Gak sabar buat kelanjutan ceritax

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: