Are You a Good Girl?

ff nc yoochun

Title                 : Are You a Good Girl?

Author            : Flowers Lady

Genre              : Romance; Straight; NC-21

Main Casts      : Park Yoochun (DBSK) Moon Ga Young.

Rating            : NC-21

Length            : Oneshoot

Annyeonghaseyo readers!😀 This is my very first time writing a fanfic dan langsung nulis yg genre-nya NC.haha Mian ya kalo ada salah kata dan FF ini belum begitu bagus, maklum lah first time.hehe Happy reading!😄

 

= = Ga Young pov = =

 

Halo, namaku Moon Ga Young. Orang di sekitarku biasa memanggilku Ga-young. Umurku 19 Tahun. Aku baru saja lulus SMA dan berencana akan melanjutkan kuliah di salah satu universitas terkenal di Seoul. Saat ini adalah waktu liburan panjang di Seoul, untuk mengusir kebosananku di libur panjang ini sekaligus memperdalam kemampuan bahasa inggrisku, aku memutuskan untuk mengambil kursus bahasa inggris di dekat rumah.

 

Aku memasuki tempat kursus itu ditemani umma-ku. Setelah proses registrasi selesai, dilanjutkan dengan placement test untuk mengetahui kelas apa yang akan kumasuki nanti berdasarkan level kemampuan bahasa inggrisku. Aku pun mengerjakan tes ini dengan sangat mudah, maklumlah aku ini lumayan terkenal pintar di SMA ku dulu.

 

= = Park Yoochun pov = =

 

Aku Park Yoochun. Umurku 26 Tahun. Di tempat kursus ini, orang memanggilku Mr. Park. Sebagai seorang guru pengajar bahasa inggris disini, aku dikenal cukup berwibawa dan jaim namun sebenarnya saat masa SMA dulu aku terkenal playboy dan dapat menaklukkan hati wanita dengan mudah.

 

Aku melangkah keluar kelas yang baru saja kuajar menuju ruang istirahat. Saat melewati suatu ruangan aku melihat seorang yeoja cantik sedang duduk sambil mengerjakan sesuatu “Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya”, gumamku dalam hati.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku “Hayoooo Mr. Park lagi liatin siapa??” Sahut Junsu mengagetkanku. “Ah kau Junsu, Mengagetkanku saja. Aniyo, aku sedang tidak melihat apapun. Hanya kebetulan lewat sini dan ingin menuju ke ruang istirahat”, jawabku berbohong. “Ah masa sih,Mr? Bukannya daritadi anda melihat Ga young?”.

“Oh jadi namanya Ga young?” Tanyaku keceplosan. “Tuh kaaan ketauan Mr. daritadi memperhatikannya. Iya, namanya Ga Young. Dia baru saja mendaftar kursus hari ini dan sekarang dia sedang mengerjakan placement test. Berharap saja dia akan masuk ke kelas Mr. Hahaha” , ledek Junsu “Ya! Junsu-ya Apa-apaan sih kau ini sudah kubilang aku tidak sedang memperhatikannya tadi”, Timpalku salah tingkah.

Sebenarnya aku pun sangat berharap Ga young akan masuk ke kelas yg kuajar. Ah, sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan wajah sedikit memerah akibat ledekan Junsu tadi, aku meneruskan langkahku menuju ruang istirahat.

 

= = Ga Young pov = =

 

Akhirnya selesai juga test ini kukerjakan. Hm, tadi sepertinya saat aku mengerjakan test ini ada yang memperhatikanku atau itu hanya perasaanku saja? Ah, sudahlah buat apa kupikirkan.

Aku melangkah keluar ruangan sambil mendengarkan lagu Tohoshinki favourite-ku. Di luar ruangan umma sudah menungguku, “Bagaimana testnya tadi,nak? Susah tidak?” Tanya umma-ku penuh perhatian. “Aniyo, sama sekali tidak, umma. Cukup mudah malah.hehe” Jawabku sambil tersenyum senang. “Syukurlah, semoga kau mendapat kelas dengan level yang cukup tinggi”

 

= = Author’s pov = =

 

Keesokan harinya, Ga young kembali ke tempat kursus tersebut untuk melihat kelas mana yang akan ia masuki. “Level Advance 3, Rabu dan Jumat, Mr. Park Yoochun”, Ga Young membaca pengumuman yang tertempel di mading kursus tersebut.

“Berarti kau akan menjadi muridku”, Yoochun tiba-tiba muncul disebelah Ga Young sembari tersenyum manis. “Ah ne Songsaenim. Mohon bantuannya selama di kelas nanti”,Jawab Ga Young dengan sopan. “Of course, see you at class this evening”, Sahut Yoochun sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

= = Ga Young pov = =

 

Di kelas..

 

Ah, bagaimana aku bisa berkonsentrasi kalau daritadi ia melihatku dengan tatapan menggodanya itu belum lagi murid di kelas ini hanya 5 orang termasuk aku dan aku yang termuda diantara semuanya.

Apa mungkin ia menaruh hati padaku? Ya! Ga Young-ah berhenti memikirkan hal yang aneh, bagaimana pun ia adalah gurumu, mana mungkin seorang guru menaruh hati pada muridnya terlebih sampai menggoda dengan tatapan seperti tadi.

Tetapi lama ku perhatikan, ia cukup menarik juga. Senyumnya saat bertemu di depan mading tadi sangat hangat, badannya juga sangat well-shaped. Menurutku, Ia lebih pantas menjadi aktor ketimbang menjadi seorang guru Bahasa Inggris.

“Ga young-ssi Moon Ga Young, Apa kau sedang melamun? Sudah selesai mencatat penjelasan yang ada di papan tulis ini?” Tanya Mr. Park membuyarkan lamunanku.

“A.. A..Su..Sudah,Mr. Maaf tadi saya sedang memikirkan sesuatu”, Jawabku gugup, takut kalau ia dapat membaca pikiranku tadi.

“Memikirkan sesuatu atau seseorang?” Sahutnya setengah berbisik mendekatiku. Jantungku berdegup kencang dan aku hanya bisa terdiam mendengar pertanyaannya barusan.

 

= = Park Yoochun pov = =

 

“Baik..Kelas kali ini sudah selesai, terima kasih atas perhatian semuanya”,Ucapku mengakhiri kelas hari ini.

Hari ini adalah hari terbaik selama aku mengajar di tempat kursus ini, apa lagi kalau bukan karena Ga Young sekarang belajar di kelasku? Ah, selama 3 bulan ke depan ia akan terus ada di kelas ini. membayangkannya saja aku sudah cukup senang dan bersemangat.

Sesampainya di rumah, aku langsung menghempaskan tubuh ke kasur dan langsung mengambil laptopku untuk online facebook. Aku mencoba mencari account Facebook Ga Young, Ketemu! Wah, Cantik sekali foto profilnya persis seperti aslinya. Tanpa berpikir dua kali, aku pun langsung meng-klik “add as friend”.

“Semoga dia cepat menerima permintaan pertemananku, aku sudah tidak sabar ingin tahu lebih banyak tentangnya sekaligus perlahan-lahan mendekatinya.” Gumamku sambil senyum-senyum sendiri.

5 menit kemudian, Notif baru muncul di layar laptopku. “Ga Young accepted your friend request. Write on her timeline now” Wow cepat sekali dia menerima nya, pertanda yang baik.kekeke sahutku terkekeh-kekeh.

Lalu 10 menit kemudian, aku melihat postingannya di home-ku. “Selamat malam semuanya~ Sekarang waktu-ku untuk tidur. Annyong~ :))”. Aku pun menulis sebuah komentar di postingnya tersebut, “Annyong Ga Young-ah~ Jal Ja :)” dan langsung menutup facebook-ku. Sejujurnya aku sangat malu melakukan ini, terlebih kepada muridku. Aku takut image-ku sebagai guru yang jaim dan berwibawa akan rusak tapi entah kenapa aku tidak bisa bersikap seperti itu di depan Ga Young.

 

= = Ga Young pov = =

 

Aku baru saja bangun saat melihat notiffication di akun Facebook-ku, Apa ini? “Park Yoochun commented on your post” Tadaaa… Aku sedikit syok melihat komentarnya. Jal ja? Dengan emoticon senyum? Kecurigaanku bahwa ia menaruh hati padaku semakin kuat.

Aku berniat membalas komentarnya tersebut sekenanya”Ne,Songsaenim. Kamsahamnida~” tapi kemudian aku berpikir untuk membalas komentarnya lebih panjang, aku benar-benar penasaran dengan perasaannya padaku. Akhirnya aku membalas komentar tersebut dengan “Ne, Songsaenim. Kamsahamnida. How’s your sleep?”.

Aku sadar apa yang kulakukan ini bisa saja membuatnya berpikir bahwa aku sok akrab dengannya, Ah tapi sudahlah, lagipula aku juga sangat ingin tahu apa balasannya berikutnya.

 

= = Author’s pov = =

 

Semenjak peristiwa balas-membalas komentar itu, Park Yoochun dan Ga Young semakin akrab di facebook. Mereka bahkan sering menceritakan pengalaman pribadi mereka masing-masing dan bertukar nomor handphone melalui postingan komentar tersebut tetapi anehnya saat mereka bertemu langsung di kelas, mereka menjaga image masing-masing dan hanya sesekali saling tersenyum saat berpapasan pandangan.

 

Sampai pada akhirnya 3 bulan pun berlalu, dan hari ini merupakan hari terakhir Ga Young belajar di kelas Yoochun. Yoochun mengirimkan pesan ke Ga Young untuk menemuinya di taman kota Seoul selepas pulang kursus dan Ga Young pun menyetujuinya.

 

06.30 p.m. At Seoul Park..

 

Yoochun sengaja datang 5 menit lebih awal dengan membawa bunga mawar putih yang indah dan sepasang cincin untuk Ga Young yang disimpan di mobilnya.

Tak beberapa lama, Ga Young muncul dengan mengenakan sweater berwarna hijau soft dan rok pendek berwarna putih.

“Ga Young-ah kau tampak cantik sekali malam ini” Sahut Yoochun tidak bisa menyembunyikan perasaan takjubnya melihat penampilan Ga Young.

“Hanya malam ini saja cantik nya? Jadi sebelumnya aku tidak cantik ya begitu?”, sindir Ga Young. “Bukan begitu,chagi kau cantik setiap hari hanya saja malam ini kau jauuuuuuh lebih cantik”, Gombal Yoochun. “Chagi? Kita bahkan belum pernah berkomitmen Mr. Park”.

“Ga Young-ah sudah beberapa kali kuberitahu, jangan memanggilku dengan sebutan Mr. Park panggil saja aku Yoochun Ok? dan juga malam ini akan kupastikan kau akan jadi milikku selamanya”

“Milikmu selamanya? Apa maksud anda?” Sahut Ga Young tidak mengerti.

“Naik ke mobilku sekarang, kita akan ke suatu tempat” Perintah Yoochun.

“Kemana?” Tanya Ga Young. “Pokoknya ikuti saja dan jangan membantah, Ok?”

“Arasseoyo” Jawab Ga Young pasrah.

Mobil melaju ke suatu tempat dan berhenti tepat di depan suatu hotel kecil.”Ya! Apa maksud anda membawa ku ke tempat seperti ini?” Protes Ga Young. “Tenanglah, tidak usah takut. nanti juga kau akan tahu” Sahut Yoochun tersenyum penuh makna.

Ga Young mengikuti Yoochun memasuki sebuah kamar dengan double bed dan lampu yang sedikit temaram.

 

= = Ga Young pov = =

 

Sebenarnya aku mengerti apa maksudnya membawa ku ke tempat seperti ini. Namun tetap saja aku tidak ingin berpikir yang aneh karena aku menganggapnya sebagai guru yang kusegani dan kuhormati walaupun hubungan kami bisa dibilang lebih dekat dari hanya sekedar guru dan murid.

“Mandi dan pakailah baju ini” Kata-kata Yoochun membuyarkan lamunanku. “Apa ini?” tanyaku bingung. “Ini seragam SMA,sayang. Aku ingin melihatmu memakai baju ini” Jawabnya kalem.

Anehnya, aku hanya pasrah saja menuruti kemauannya. Aku langsung mandi dan mengganti pakaianku dengan seragam SMA pemberiannya di kamar mandi. Uh, mau apa sih dia? Mana seragam ini terasa sempit dan ketat sekali saat kupakai.

Setelah selesai, aku pun keluar dari kamar mandi dan kudapati ia sedang duduk di tepi tempat tidur sambil tersenyum kepadaku. “Sekarang kau tidak hanya cantik, tetapi juga sangat seksi dengan seragam tersebut. Kemarilah duduk di sampingku”.

Seperti disihir, aku menuruti kemauannya. Saat aku duduk di sebelahnya, ia membelai rambutku dengan penuh kasih sayang dan menatapku lama, membuatku semakin salah tingkah. Tidak berapa lama, kurasakan bibirnya yang hangat itu mencium pipiku lembut. Aku tidak bergeming sedikit pun, Aku bingung apa yang harus aku perbuat dalam kondisi seperti ini.

“Ga Young-ah Aku sangat mencintaimu. Aku ingin kita dapat hidup bersama selamanya. 3 bulan ini sungguh sangat berarti bagiku. Aku tidak ingin kita berpisah setelah masa kursus mu berakhir. Izinkan aku mengikatmu dengan cara seperti ini, kau mencintaiku juga bukan?” Tanya Yoochun kepadaku.

Sejujurnya aku juga sangat mencntainya namun aku takut mengakuinya, terlebih umma-ku tidak mengijinkan ku untuk berpacaran dahulu. Aku hanya mengangguk lemah menanggapi pertanyaan nya tersebut.

“Cincin ini akan kusematkan di jarimu sebagai pertanda sekaligus pengikat cinta kita berdua” Sahut Yoochun lagi. Satu cincin ia pakai di jari manisnya dan satu lagi di jari manisku.

Usai memakaikan cincin tersebut, ia mengecup telapak tanganku dan menjilat jari manisku perlahan. Aku sedikit kaget namun aku tetap membiarkannya melakukan hal tersebut.

Masih dalam posisi duduk berhadapan, ia memegang pinggangku dan memelukku dengan erat. Pelukannya terasa hangat sekali. Ia pun mencoba mencium bibirku namun aku tahan,”Berjanji lah bahwa kau tidak akan meninggalkanku,Ini pengalaman pertamaku dan aku sangat takut”, kataku jujur.

“Kkokjonghajima,Chagi Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Yaksokhalge” Jawabnya begitu yakin dan membuatku langsung percaya begitu saja.

“Baiklah kalo begitu, aku pasrah dengan apa yang akan kau lakukan padaku malam ini”

“Tenang saja aku akan bersikap gentle, kau pasti akan menikmatinya. Namun maaf kalau di tengah-tengah permainan, aku agak sedikit kasar tetapi aku tidak akan menyakitimu”

Aku mengangguk dan permainan kami pun dimulai, Ia memintaku untuk berakting seolah-olah aku adalah murid SMA yang nakal dan dia adalah guruku. Ah, jadi itu sebabnya ia menyuruhku memakai seragam ketat ini.

“Maaf kalau aku meminta terlalu banyak,Ga Young-ah. Aku tahu itu bukanlah sifatmu sama sekali. Namun aku ingin mewujudkan fantasiku selama ini denganmu”

“Tidak apa-apa, Yoochun-ah. Sebenarnya aku tidaklah sebaik yang kau kira. Terkadang aku juga senang membayangkan hal seperti itu. I am not a good girl,tonight”

Mendengar pernyataanku barusan, ia pun langsung memajukan wajahnya sehingga wajah kami berhadapan dekat sekali, ia memiringkan kepalanya ke kiri dan mulai melumat bibirku. Aku pun tak mau kalah, kumiringkan kepalaku ke kanan, mencoba mengimbangi ciumannya. Lidahnya bergerilya di rongga mulutku menyapu habis semua di dalamnya. Aku bahkan hampir tidak bisa nafas dibuatnya, He’s a great kisser.

Puas mencium bibirku, ciumannya pindah ke leherku. Menciumnya,melumatnya dan menggigitnya dengan lembut “Aww geli.. Ahh.. Chun-ah” Desahku saat mendapat perlakuan seperti itu. Tidak hanya leher, terkadang ia juga menghembuskan nafasnya di telingaku menambah rasa geli di sekitar telinga dan leherku.

Tangannya perlahan meraba seragam SMA yang kukenakan. Mulutnya berpindah ke daerah dadaku dan menjilatnya walau payudaraku masih terbungkus seragam SMA. Satu persatu kancing seragamku dilepasnya dan terpampanglah payudara ku yang berukuran 36B ini. Aku malu dan berusaha menutup bagian tersebut dengan kedua tanganku tetapi Yoochun mencegahku “Biarkan aku menikmatinya malam ini,chagiya. Jebal..”

Perlahan-lahan kedua tanganku ku turunkan dan Yoochun pun mulai menikmati payudara montok ku ini dengan lahapnya seperti anak bayi yang sedang menyusu dengan ibunya. Ia memainkan lidahnya di sekitar nipple ku, menambah sensasi geli sekaligus nikmat. Tanpa terasa tanganku menarik kepala Yoochun untuk menyusu lebih dalam di payudaraku. Tahu aku sangat menikmati ini, ia mulai menggigiti aerola dan menghisap nipple ku lebih dalam. “Teruskan chun-ah..ah.. Aku suka sekali…aaah.. Nikmat”.

Sementara mulutnya menikmati payudara kiriku, payudara kananku tak luput dari remasan tangannya yang kekar itu sambil sesekali memainkan nippleku. “Chun-ah kau bahkan belum melepas bajumu sama sekali ta..tapi.. Kenapa ini..begitu.. Ah..nikmat..ah”, Aku meracau tak jelas.

“Kan sudah kubilang, aku akan membuatmu menikmatinya. So, just enjoy it” Jawabnya sambil menyusu di payudaraku. Tangannya pun berpindah ke bawah menuju milikku namun sekali lagi aku mencegahnya “Andwae,chagiya kau tidak adil. Kau sudah merasakan bagian atasku dan sekarang kau ingin yang bawah juga. Padahal aku belum merasakan bagian apapun dari tubuhmu”, Protesku. “Oh jadi kau juga ingin merasakan tubuhku ya? Baiklah kalau begitu. Apa yang kau inginkan?”

“Boleh aku merasakan ini?”, Tanyaku sambil mengelus bagian bawahnya dengan sentuhan lembut. “Tentu saja, malam ini aku seutuhnya milikmu dan kau juga seutuhnya milikku,chagiya” Mendapat persetujuan darinya, aku pun membuka resleting celananya perlahan dan berusaha mengeluarkan miliknya dari sangkar. “Ah.. Kasihan sekali sebesar ini dikurung di dalam sangkar, ia pasti sangat bosan dikurung terus. Let me give you a pleasure baby”, Kataku liar.

Yoochun tersenyum mendengarnya dan berkata “Wah wah belum apa-apa kata-katamu tadi sudah membuatnya bangun. Ayo sekarang tanggung jawab, dasar gadis nakal”

“Hihihi.. Tenang saja, aku pastikan ia akan lemas nanti”,Sahutku yakin. “Coba saja kalau bisa”, Tantang Yoochun.

Tanganku memegang batang kejantanan miliknya.”Wah panjang dan besar sekali, tanganku hampir tidak bisa melingkari diameternya”, gumamku dalam hati. Aku langsung mengocok nya dengan tempo pelan, moderat hingga ke tempo yang agak cepat. “Ah..Ga Young-ah..Cepat masukkan ke mulutmu..Aku tidak tahan diperlakukan seperti ini.. Ah..”

Aku tersenyum dan mengecup ujung batang tersebut. Lidahku menari-nari disepanjang batang besar tersebut. Terkadang aku mencium dan menghisap twinball miliknya membuatnya merem melek akibat rangsangan yang aku berikan. “Ah… Ga Young-ah..sudahlah jangan bermain terus ayo cepat masukkan ke mulutmu.. Ah..”

“Sabar,chagiya kan sudah aku bilang aku ingin membuatnya benar-benar lemas”, jawabku. “Ah..dasar kau..ah..gadis nakal..aku tidak menyangka kau sehebat ini..ah..” racau Yoochun. “Hehehe as I said, I am not a good girl tonight”, sahutku sambil mengerlingkan sebelah mataku untuk menggodanya.

Mulutku langsung melahap batang besar tersebut, agak susah memang apalagi mulutku kecil dan tipis seperti ini. Aku menaik turunkan kepalaku saat menikmati batang kejantanannya sambil sesekali mengocoknya.

Tak berapa lama, aku merasakan batangnya bertambaha panjang dan besar. Yoochun pun mendorong kepalaku untuk menghisap batangnya lebih dalam dan tanpa kuduga sebelumnya, Batang tersebut menyemburkan cairan kenikmatannya disaat mulutku masih melahapnya sehingga memaksaku untuk menelan habis cairan tersebut. Hueks.. Rasanya asin. Aku terbatuk-batuk setelah menelannya.

“Gwenchana,chagiya? Here drink this.. Maaf aku memaksamu untuk menelan habis semuanya abisnya enak sekali servismu tadi. Kau hebat! I love it”. Kulihat wajahnya yang tersenyum puas setelah mendapat servis dariku tadi. “Enak sih enak tapi jangan tiba-tiba gitu dong keluarnya, aku kan masih belum siap menelannya tadi”, Sahutku sedikit ngambek.

“Jangan ngambek dong, nanti aku cium lagi loh”,Goda Yoochun padaku. Lalu ia mengangkat daguku dan kembali mencium bibir merahku dengan lembut. “Boleh aku buka dan menikmati bagian ini,chagi?”, Tanya Yoochun meminta izin padaku. “Ah.. Iya tetapi tolong pelan-pelan karena ini pengalaman pertama bagiku dan aku sebenarnya sangat takut”, Jawabku polos. “Of course,honey. I will not let you in pain”,Senyumnya menenangkanku.

Dibaringkannya tubuhku dan kedua kakiku dibuka sehingga ia dapat melihat area terlarangku. “Siap,chagiya?”, Tanyanya, aku pun hanya mengangguk lemah seraya menutup kedua mataku. “Ini mungkin agak sedikit sakit tapi lama kelamaan kau akan menikmatinya”, Kata-kata Yoochun kembali menenangkanku.

Perlahan-lahan batang kejantanannya memasuki liang kegadisanku kemudian dengan sekali hentakan “bless..” Seluruhnya telah masuk dan aku merasakan sakit hingga air mataku menetes. Melihat hal tersebut, Yoochun menghapus air mataku dan mencium bibirku kembali sembari meremas payudaraku.

Rangsangan demi rangsangan yang ia berikan meringankan rasa sakit yang kurasakan tadi dan lama kelamaan aku pun menikmatinya “Ah…teruskan chunnie..aah nikmat sekali ah.. Yes right there,hit me harder baby”, Sahutku meracau. “Just relax and feel this moment,baby.. Ah.. I love you..Liangmu sempit dan nikmat sekali.. ah”, Racau Yoochun tak mau kalah.

Sekitar 15 menit kami melakukan hal tersebut hingga tiba saatnya aku merasakan sesuatu hendak keluar “Ah…Chun-ah A..Aku mau keluar..Se..Sebentar lagi..Ah..”, Kataku padanya “Chamsimannyo Chagiya, Ah.. A..ku juga mau keluar sebentar lagi. Kita keluar bersama ya..Ah…Bolehkah Aku ke..keluarkan di dalam?”, Tanyanya. “Ne,Chagi.. Silahkan.. Ah..Aku mencintaimu..Ah.”, Jawabku mempersilahkan.

Tidak berapa lama, Kami berdua mengeluarkannya. Terlihat wajah Yoochun yang sangat puas sementara aku merasa sangat lemas akibat perlakuannya tadi. “Saranghaeyo, Ga Young-ah Aku tidak akan pernah meninggalkanmu..Gomawo atas segalanya”, Sahut Yoochun sambil mengecup keningku dengan kasih sayang. “Na do Saranghae,Chun-ah”,Balasku sambil tersenyum.

Mulai malam ini, aku, Moon Ga Young resmi menjadi kekasih guru bahasa Inggrisku, Park Yoochun dan kami akan menjaga cinta kami agar abadi selamanya

= = = = THE END = = =

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 27/05/2014, in DBSK, OS and tagged . Bookmark the permalink. 15 Comments.

  1. Daebaaaaaaak ditunggu ff lainnyaaa

  2. Annyoeng thor, aku udah baca ff kamu. Tapi apa boleh aku kasih saran ! Untuk diff selanjutnya . Tolong perhatikan bahasanya. Gunakan bahasa baku indonesia agar feelnya dapet. Jujur aja, tadi Lin udah feel baca ini ff. Tapi langsung drop saat ada kata non baku disana.

    MAaf jika komentar Lin tidak mengenakkan. Itu cuma sekedar saran dari Lin.

    Ditunggu karya author yg lainnya:)

  3. Shim Ji Hyun

    Judulnya bagus, ninggalin jejak dulu sebelum baca. keknya baca ff ini sambil dengerin lagu are you good girl,,

  4. ntahlah serasa lgi nonton adengan film BF bukan baca Cerita..
    ehm.. klo niatny buat cerita komplet sih no konflik ya FF ini
    tpi men part yadong aja, udah pas sma konsep

  5. Shim Ji Hyun

    Owh ttg haksaeng ama sonsaengnim ya, jadi inget someone yg udah di korea #curcol😀
    bagus thor, tapi konfliknya ga ada, jd kurang nendang(?)
    keep writing thor

  6. Bingung mau komen apa,tapi yg penting ninggalin jejak dulu deh

  7. Klw blh ksh saran tlng bahasanya diperbaiki lagi sesuaikan dgn EYD

  8. Run Evil Nur

    Huaaa hot

  9. Great story (y)

  10. jjujur ya kurang buat ff nya bahasanya jg perlu derbaiki

  11. ini kereeenn… So hot… Chun bikin melting….

  12. Kalo lebih panjang atau berseri pasti lebih bagus. Tapi ini aja udh bagus thor..
    Ditunggu karya lainnya..

  13. woww!!! chun hebatttt!!!!

  14. daebakk….

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: