Promise You (The Day of Tragic) oneshot

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Promise You

Pg : NC -17

Cast : Cho Kyu-Hyun

       Lee Eun-Ji

*

The Story By Yo Jin

*

“Kyu…” Gadis itu mendesah sekeras-kerasnya ketika lelaki yang bernama Kyu-Hyun terus mengecupi lehernya. Mereka berdua yang sudah tidak lagi berpakaian seolah sudah tidak bisa lagi menghalangi segala gairah dan nafsu yang mungkin bisa menelan mereka di detik ini juga.

 

Di dalam kamar ini. Di ranjang ber-sprei putih ini, adalah saksi dimana pergumulan mesra Kyu-Hyun dan Lee Eun-Ji lakukan.

 

Eun-Ji masih dengan nafas terengah-engah menarik kepala Kyu-Hyun dari lehernya, menarik kepala itu agar menatapnya dan mau mencium bibirnya. Saling melumat, dan memberikan sensasi getaran luar biasa di dalam tubuhnya.

 

Mereke berciuman. Ciuman yang mesra dan membuat Kyu-Hyun semakin tidak bisa menghentikkan permainan bibir yang selalu ia gemari.

 

“Ahh..” Eun-Ji mendesah lebih keras. Ketika tangan laki-laki itu tidak bisa diam di area dadanya.

 

“Aku akan melakukannya sekarang juga.” Bisik Kyu-Hyun penuh dengan tekanan di setiap ucapannya. Sebenarnya ia sudah tidak tahan sejak tadi. Ia ingin segera memasuki dan merasakan perasaan luar biasa yang hanya ia rasakan dengan Eun-Ji.

 

Kyuhyun menggesekkan miliknya di sisi milik Eun-Ji. Kyu-Hyun mengerang kencang, begitupun dengan Eun-Ji.

 

Akhirnya Kyu-Hyun memasukkan miliknya ke dalan milik Eun-Ji. Mendesah, dan meneriaki nama masing-masing. Saling menggerakan tubuhnya, agar lebih masuk dan bisa mendalami bagaimana rasanya kenikmatan surga di dunia.

 

“Kyu-Hyun… Tolong, jangan.. Akh.”

 

“Ap-apa Eun-Ji? Kau ingin bicara apa?”

 

Semakin lama gerakan tubuh mereka semakin cepat, dan orgasme datang memberikan kelegaan untuk sekian kalinya kepada mereka berdua.

 

“Terima kasih, Eun-Ji.”

 

*

10 Februari 2014

 

Janji? Apa itu janji? Orang menyimpulkan bahwa janji itu adalah sebuah ucapan yang tidak boleh di langgar. Lee Eun-Ji tidak percaya itu, sungguh, ia tidak pernah mempercayai janji. Tapi…

 

“Aku berjanji padamu, aku hanya akan mencintaimu dan hanya padamu.” Ucapan dari seorang lelaki berambut pendek hitam yang mulai terkibas oleh angin membuat matanya berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya, ia mempercayai akan sebuah janji.

 

Tangannya terangkat memegangi dada laki-laki itu. Mencekal erat kemeja putih polos yang ikut terkibas angin. Mata hitam pekatnya menatap mata seorang Cho Kyu-Hyun yang terkesan tajam dan tegas. Laki-laki itu tampan. Hidungnya mancung, memiliki bentuk wajah yang menarik, dan bibirnya yang tebal. Bentuk tubuh yang sempurna, nyaris membuat Eun-Ji berteriak karena terlalu bahagia bisa mendapatkan orang yang se-sempurna ini. Bisa memeluk tubuh ini, dan bisa memiliki tubuh ini.

 

Ia menurunkan tangannya, dan membalikkan tubuh agar bisa menghadap laut di ujung sana. Suara ombak yang berdebum, suara burung, dan suara angin yang bisa ia dengan sekaligus ia rasakan kehadirannya.

 

Eun-Ji menarik nafasnya. Ia menyibakkan rambut lurusnya yang panjangnya sebahu ke belakang, dan menatap air yang di dorong oleh ombak hingga mendarat ke dasar pantai dengan pandangan kosong. Tidak ada yang ia pikirkan, bahkan sedikit pikiran, mengapa pantai itu adalah tempat yang sangat tenang. Kenapa juga laki-laki itu memilih hotel yang dekat dengan pantai? Apa yang laki-laki itu pikirkan?

 

Matanya terpejam. Masih mendengarkan tawa dan obrolan dari orang-orang yang ada di pantai pada pukul tiga sore ini. Menikmati waktu, sama sepertinya.

 

“Kau jelas tahu aku akan selalu percaya padamu. Terlalu, sangat, percaya padamu. Jangan mengatakan janji lagi, kau membuatku semakin tidak bisa berkata-kata,” ia berucap pelan dan datar. “Aku mencintaimu Cho Kyu-Hyun. Aku yakin kalau hubungan yang berjalan sampai dua tahun ini akan berhasil. Selamat hari jadi, untuk kita, untukmu. Aku mencintaimu.”

 

Kyu-Hyun tersenyum lebar. Tangannya terangkat memeluk leher gadisnya, dan mengecupnya berulang-ulang.

 

“Tidak. Aku akan selalu berjanji, agar aku bisa menjadi lebih baik untukmu. Terima kasih karena selalu bisa melakukan hal yang semakin membuatku jatuh cinta padamu, Eun-Ji, aku juga mencintaimu.”

*

Aku tahu, aku tak mudah melupakan, menjauh, dan berpaling darimu.
Hari ini aku masih seperti ini, jika kau melihatku begini, kau akan menyebutku orang bodoh.

*

Selama aku masih mencintainya, aku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Cho Kyu-Hyun, dia seorang yang aku cintai. Dia masih kuliah, satu angkatan denganku. Dia mengambil jurusan hukum, dan aku mengambil jurusan sastra Jepang.

Kami sudah membentuk hubungan ini mungkin karena kami memang saling mencintai. Aku mencintainya, terlalu, di setiap gerak jalan dan senyumannya aku akui dia tidak bisa tergantikan oleh siapa pun.

“Kau sudah makan?” Aku tersentak dari lamunanku ketika suara berat berbisik di telingaku. Aku menoleh ke belakangku, dan melihat seorang Cho Kyu-Hyun sudah ada di belakang bangku kelasku. Kapan dia masuk kelasku?

“Masih belum,” sahutku sambil mengangkat bahu. “Ayo makan,” dia hanya lelaki biasa yang bersikap sangat baik padaku. Kami berasal dari keluarga yang sederhana, dan tentu dari keluarga baik-baik. Ibu Kyu-Hyun memiliki toko baju di daerah Myeong-Dong, dan Ayah Kyu-Hyun adalah seorang guru di Sekolah Menengah Atas. Aku bahkan sudah mengenal kedua orang tuanya. Mungkin Ibuku yang hanya menjadi rumah tangga biasa, dan Ayahku karyawan di pabrik susu yang belum bertemu dengan keluarga Kyu-Hyun.

Sungguh, aku selalu menantikkan hal yang paling bahagia itu. Orang tua kami saling bertemu dan membicarakan tentang pernikahan kami. Aku sudah memberikan semuanya kepada Kyu-Hyun, cinta, tubuhku dan apa pun yang ada pada diriku termasuk hati. Aku memberikan semuanya, karena aku yakin kalau kami akan berhasil.

Dia tersenyum, lalu mengangkat tanganku agar bangun dari dudukku. Mengajakku berjalan keluar kelas dengan merangkul bahuku. “Kau cantik hari ini,” aku tersenyum dengan kepala yang tertunduk. Aku berpenampilan biasa seperti ini, kenapa dia selalu mengatakan kalau aku ini cantik.

“Kau juga tampan,” jawabku dengan suara yang pelan. Dia mengangguk membenarkan. “Oleh karena itu kita cocok,” aku tertawa di tengah langkah kaki yang bergerak dan berjalan di samping Kyu-Hyun. Memberi tahu pada seisi kampus, bahwa Kyu-Hyun milikku dan aku milik Kyu-Hyun. Untuk sekian kalinya, aku mencintai Kyu-Hyun.

*

12 Februari 2014

Watashi ?(jepang ; aku) Wo? (mandarin : aku?) I? (aku)”

“Kau sedang apa?” Lihat dia! Dia selalu ada di setiap aku sedang merasa jenuh. Aku menaruh buku catatan gilaku di atas ranjang kamarku. Dia selalu datang tiba-tiba kerumahku tanpa memberi tahu lebih dulu. Seperti inilah dia, datang ke rumahku, meminta ijin kepada Ibuku agar mengijikan ia masuk ke dalam kamar. Kyu-Hyun dan Ibuku memang sudah dekat, Kyu-Hyun sejenis lelaki yang sangat mudah mengambil hati orang.

“Hanya membaca hal yang tidak terlalu penting,” kataku. Ia berjalan mendekat hingga ia naik ke ranjang kecilku, dan duduk di sisiku. Melihatnya dalam jarak yang dekat seperti ini, aku senang.

“Ada apa?” Tanyaku. Dia mengangkat bahunya, lalu perlahan ia membaringkan tubuhnya di ranjangku. “Ada apa?” Tuntutku meminta jawaban. Dia datang tiba-tiba ke rumahku, itu pasti ada alasannya.

“Aku lelah, belajar terus-menerus membuat otakku penat. Oleh karena itu aku datang kesini, mungkin saja aku bisa merasa lebih baik,” sahutnya dengan suara yang pelan dan agak serak. Benar, akhir-akhir ini Kyu-Hyun terlalu banyak dituntut untuk mengerjakan tugas-tigas hukumnya, dia pasti lelah.

“Kenapa kau berpikir ke sini bisa membuatmu merasa lebih baik?” Tanyaku lagi. Kyu-Hyun ini menjijikan, jika dia sedang merasa bosan ia pasti mencariku, dia kira aku adalah teman penangkal bosannya. Tapi, aku menyukainya. Setidaknya aku berguna untuknya meskipun hanya menemani kebosanannya saja.

“Karena melihatmu, aku sudah merasa bahagia,” dia menarik lenganku, menaruh tubuhku agar ikut terbaring di pelukannya. Seharusnya aku meminta kepada Ibu agar mengganti ranjang ini lebih lebar, karena ranjang kecil ini, selalu memudahkan Kyu-Hyun untuk melakukan hal-hal yang tidak terduga. Karena ranjang kecil ini juga, aku tidak bisa pergi kemana-mana selain ke pelukannya.

Tubuhku yang tadinya agak menegang sekarang mulai melemas saat aku merasakan dentuman keras di dada Kyu-Hyun. Kyu-Hyun semakin mengeratkan pelukannya, dan aku semakin di lindungi oleh kehangatan tubuh Kyu-Hyun. Bau parfum yang aku sukai, dan kehangatan yang tidak bisa aku gambarkan. Bersama Kyu-Hyun, selalu membuatku merasa nyaman dan terasa di lindungi. Untuk sekian-kian kalinya, aku mencintai laki-laki ini. Aku mencintainya atas nama Tuhan.

“Eun-Ji,”

“Hm?”

“Angkat kepalamu?” Aku menuruti apa yang Kyu-Hyun katakan, mengangkat kepalanya dan langsung diminta bertatapan dengannya. Dia tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke padaku.

“Aku ingin menciummu, gadis yang ada di hatiku,” mulutnya mengatakan kata-kata yang manis di telingaku. Dan aku tidak bisa menolak ini semua, aku membutuhkannya, membutuhkan apa pun darinya.

Kyu-Hyun menciumku, melumat bibirku dengan pelan dan penuh perasaan. Aku juga mulai memejamkan mataku menerima segala lumatan yang dia berikan. Tangan kananku terangkat untuk menyentuh rahang tegasnya, seakan memintanya agak menciumku lebih-lebih.

Lama kami saling berkecupan, dia melepaskan tautan kami. “Aku ingin melakukannya, tapi… Nanti saja, jika kita ada di tempat yang aman.” Aku mengangguk mengiyakan. Itu ide yang tepat.

Kyu-Hyun pun menarik tubuhku semakin didekapnya. “Aku ingin tidur siang disini, bersamamu,” katanya. Cho Kyu-Hyun, sampai kapan kau akan bersikap seolah aku ini hal yang paling berharga di kehidupanmu? Kau, kenapa kau begitu indah? Kenapa di setiap menit ini, aku semakin mencintaimu.

“Hyun, aku mencintaimu.”

*

14 Februari 2014

“Tidak. Kau harus percaya padaku,” aku menggeram. Tanganku terkepal dengan erat, dan mataku terpejam ketika dia berusaha meyakinkan aku. Nafasku sesak, dan aku merasa tubuhku bergetar luar biasa saat bertatapan langsung dengan matanya.

“Aku tidak percaya, aku jelas melihat pesanmu Hyun, kau mengkhianatiku,” suaraku juga ikut bergetar, aku tidak bisa lagi berbicara saat semua rasa sakit membanjiriku di detik hari ini. Air mataku mengalir, memberi tahu kepadaku, kalau aku sakit oleh perbuatannya sendiri.

Di tengah jalan ini, di jam malam ini, kami berseteru tentang pesan yang aku lihat ketika di restoran tadi. Sifat cerobohnya ternyata berguna juga untukku, dia meninggalkan ponselnya di meja, dan membiarkanku membaca isi pesan menjijikan antara dia dengan seorang perempuan.

Tuhan, aku sakit. Aku tidak tahu di khianati cinta oleh orang yang paling ku cintai, bisa sakit berlebih seperti ini. Demi Tuhan, ini sakit sekali.

“Kubilang tidak, Eun-Ji! Itu… Itu hanya main-main saja,” dia gila? Main-main dia bilang? Tidak sadar kah dia, di setiap alunan yang meluncur cepat dari mulutnya kembali menampar jantungku.

Aku berusaha menahan isak tangisku, dan berakhir dengan sulit bernafas. Aku, saat ini, seperti kucing yang sedang sesak nafas. Nafasku tidak teratur, dan kepalaku sangat panas. Aku merasa api membakar isi kepalaku.

“Hyun, kau tahu…”Aku memejamkan mataku sekali lagi, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Semakin aku membuka mulut, rasa sakit itu makin memukulku. Bodoh, ini sakit sekali.

“Kau tahu kan, aku.. ak-ku mencintaimu lebih dari apa pun. Tapi kau? Kenapa kau bisa begitu mudah mengungkapkan kata cinta, dan pada akhirnya kau ingkari kata cinta itu sendiri. Kau jahat, kau gila,” suaraku pelan dan serak. Air mata yang turun dari kelopak mataku sendiri akibat Kyu-Hyun yang berselingkuh, ini adalah air mata pertamaku. Untuk pertama kalinya, Kyu-Hyun yang aku cintai, membuat aku menangis.

Kyu-Hyun mendesis, ia berkacak pinggang dan menatapku dengan wajah yang memerah karena menahan amarah. Siapa yang sebenarnya salah di posisi ini?

“Jadi kau maunya apa? Kau ingin kita berakhir begitu?” Seperti mawar merah, aku tidak pernah sekali pun berpikir kalau sebuah kata bisa menusukku seperti kulit yang tertusuk duri.

Kepalan tanganku mengendur, air mata terus berjatuhan tanpa sempat aku suruh. Bibirku bergetar, dan kali ini hatiku yang panas menjadi lebih panas melebihi panasnya matahari di siang hari. Tangan kananku yang bergetar, dan memerah akibat kepalan yang kuat tadi terangkat menyentuh dadanya.

Aku menghembuskan nafasku. Inilah akhirnya, aku tidak bisa memaafkan orang yang membuang cintaku dengan begitu kejam. Dan inilah yang memang ia inginkan, ia mencari masalah agar bisa melangkah pergi dariku. Ini maksudnya. Di hari kasih sayang ini, kami berpisah.

“Kita berpisah.”

*

Sebuah kenangan, sebuah rangkaian kata indah, dan sebuah pelukan hangat. Itu berakhir dalam satu hari. Cinta yang memberikannya, dan cinta pula lah yang mengambilnya. Itulah cinta. Beribu-ribu kau mengucapkan kata cinta, tapi dengan sepatah kata putus itu bisa berakhir, itulah cinta.

Aku yang memutuskan ini semua agar terjadi. Aku yang tidak bisa memaafkannya. Sakitnya hatiku di hari itu, emosi yang meledak-ledak karena dikhianati, aku marah, aku sakit. Aku mengakhiri semuanya, dan ia menerimanya dengan mata yang berkaca-kaca. Bukankah ini yang kau mau? Kita berpisah?

Aku sudah melihatnya. Dia yang menggandeng gadis lain. Jujur dia lebih cantik dariku, lebih tinggi dariku, dan tubuhnya lebih memukau ketimbang diriku. Dulu tangan itu yang merangkul bahuku, dan kini merangkul bahu gadis lain. Dulu dia memberikan kata cinta untukku, dan kini dia melakukan hal yang sama dengan berbeda gadis.

Kyu-Hyun yang berkata mencintaiku, dan dia pula lah yang meninggalkanku. Dia memelukku, dia berkata membutuhkanku, tapi semuanya tidak sama dengan apa yang dia lakukan kini.

Aku menatapnya dari seberang, hanya tujuh meter dari tempatnya berdiri di halaman kampus. Berjalan dengan lengan gadis itu yang merangkul erat lengan Kyu-Hyun.

“Dia tersenyum,” lagi-lagi air mataku jatuh begitu saja. Bibirku bergetar, dan hatiku berdenyut perih. Tubuhku membeku, dan kepalaku panas lagi. Aku menyesal karena memberikan segalanya padanya, cintaku, tubuhku, dan hatiku. Aku menyesal.

“Saat mencari hal-hal yang tak berubah, kita melewati musim yang berganti.
Selalu, kita bersama-sama bergandengan tangan.
Aku bisa melewati hari sulit tanpa kehilangan arah karenamu, dan tetap kuat setiap saat.
Walaupun pemandangannya akan berubah di masa depan, kita tak akan berubah.

Kujanjikan padamu, dalam hidupku akan selalu memikirkanmu. Kita ini satu dari hati ke hati.
Kujanjikan padamu, yang ingin kukatakan hanyalah “Aku sayang padamu”.
Kujanjikan kepingan kekekalan.

Kita pernah bertengkar, kita juga pernah tidak bersama untuk beberapa lama.
Tapi tiap kali, hal itu mengingatkanku betapa aku membutuhkanmu.
Saat kau menghadapi masalah, aku ingin jadi orang pertama yang membantumu,
Biarkan aku tinggal disisimu.”

 

Kau penjahatnya! Tolong hilangkan luka yang kau gambar jelas di hatiku. Menyisahkan luka yang dalam, dan tidak mudah disembuhkan dalam beberapa hari. Siapa kau ini? Kenapa kau melakukan ini padaku? Pada gadis yang jelas-jelas mencintaimu.

Janji? Bodoh. Aku tidak pernah mau percaya akan janji-janji itu, tapi ketika kau yang mengatakannya, aku bisa gila karena aku memang percaya itu semua. Aku percaya janji, tapi aku melupakan sesuatu, bahwa janji bisa saja di ingkari.

Selalu, kita bersama-sama bergandengan tangan? Tapi kenapa kau menggandeng tangan gadis lain selain diriku. Kau bodoh, kau gila, kau psikopat.

Aku menggeram, dan hilang sudah ketegaranku. Aku menangis, benar-benar menangis dengan isak tangis yang tidak mudah untuk kutahan. Aku berjongkok di tempatku berdiri, menangis, memejamkan mata. Aku tidak menemukan suara apa pun ketika aku menangis, di perih yang menghujam paru-paruku saat ini, aku membenci Kyu-Hyun dari siapa pun di dunia ini.

“Aku berjanji padamu, aku hanya akan mencintaimu dan hanya padamu.”

“Terima kasih, Eun-Ji.”

“Tidak. Aku akan selalu berjanji, agar aku bisa menjadi lebih baik untukmu. Terima kasih karena selalu bisa melakukan hal yang semakin membuatku jatuh cinta padamu, Eun-Ji, aku juga mencintaimu.”

 

Ingin rasanya menjerit se-kencang-kencangnya ketika suara itu menembus otakku. Janji gila. Janji GILA!

Mencintaiku?

Aku bersumpah atas nama Tuhan, kata yang dulu aku ucapkan tentang cintaku, aku menarik semuanya. Untuk sekian kalinya, aku mencintaimu. Setelah ini, setelah aku melanjutkan hidupku kembali, aku tidak akan pernah mengingat pernah mengucapkan pada lelaki menjijikan sepertimu.

Dengan tangis ini, aku juga bersumpah, aku berharap kau merasakan sakit melebih-lebihi sakitku di hari ini.

Aku pergi.

 

The End

*

Sekuel? Mungkin kalo di respon bagus, dan pada rusuh ke Twitter gue *abaikan* ahahahaha ok RC to the L.🙂

About rositaadiana

Nama gue Rosita Adiana. Hobi gue dance, nulis ff dan tentunya mantengin TL nungguin berita oppadeul SJ. Gue seorang ELF yang masih berharap buat ketemu mereka. Gue juga masih muda dan bukan orang yang galak. Gue baik kok, makanya gue selalu di sakitin sama orang yang gue sayang *huee* Percaya deh sama gue, orang itu harus jadi jahat aja supaya gak di tindas *apa ini?* mueehehehe.

Posted on 08/06/2014, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 59 Comments.

  1. yfi di internet filtering hehey, mending jangan di read more biar yang udah follow yfi di wordpress tetep bisa baca hehehe

  2. beberapa hasil karyamu memiliki inti yg sama, sakit hati. Sepertinya kamu ingin memperjelas bahwa wanita itu kuat d tegar meski telah di sakiti d dpt berbuat sebaliknya, menyakiti. cinta tp sangat tipis dengan benci

  3. Sequel dong thorrr…… Oh dan juga daebakkk thor!

  4. Ahhh…. Nyesek banget thor!!!
    Sequel dong thor, bikin kyu nyesel senyesel2nya udah menyia2kan Eunji……
    Dan bikin mereka bisa balikan lagi dong plisss……..

  5. kaikkamjong

    Keren thor ceritanya, gak terlalu ke adegan nc nya. Sequel dong thor

  6. Coba alurnya agak di perjelas lagi dan coba soal waktu atau batas bagian kondisi cerita itu lebih di tekankan…

  7. Sequel,
    Knp kyu jahat?
    Knp kyu selingkuh?

  8. Squel doNk.q pngen kyuhyun jg mrzknx.dy hrz tw bhwa eunji hncur.n hukum krma mzih brlaku.

  9. baguuuusss.. kata-kata nya dalem dan nusuk bgt..

    SEQUEL PLEASE…🙂

  10. Musti banget sequelnya inisih. Aku tunggu banget pengen tau kelanjutan kisah menyedihkan eunji pgn pgn pgn

  11. Butuh sequel😀 hihi

  12. Sequel donk thor…
    Aq pgn liat eunji bls dendam ke kyuhyun… N kyuhyun sakit hati ketika eunji gandeng ma pria lain
    n kyuhyun sadar kalau dy masih cinta ma eunji*terserah author dech… Py aq pgn liat kyuppa sakit hati #udah gitu adja.,,,, fighting thor…..

  13. Sequeeel….

  14. Lanjut… Gantung nih ceritanya

  15. sequel please ~~~~~

  16. bagus ceritanya thor, ini butuh sequel…
    wajib🙂

  17. sequel dong~~~
    aku tunggu!

  18. kurasa sequel untuk part dimana menceritakan kisah baru bagi eunji, mungkin dengan pria lain, biarlah dia meninggalkan kyuhyun sebagai masa lalunya… dan menyongsong masa depannya

  19. Ayunie CLOUDsweetJewel

    Sequel, dong. Pengen Kyu menyesal dan minta balikan ma EunJi, tapi EunJi udah punya pacar yang dicintainya dan menolak Kyu.

  20. Sequel donk kasihan eunjinya,buat kyu menyesal

  21. nyesek :3
    ff ny bagus dan ngena

  22. kyuhyun povnya dong

  23. Please sequel thor aku masih rada penasaran gmn lanjutan kisah eunji sama kyu,apa kyu nyesel? Atau gimanaa?

  24. thor sequel plis!!!

  25. Sequel dong. Jangan sad ending laah… Lg pula masih penasaran juga pesan2/sms kyu untuk wanita lain kayak gimana… Kkk
    Ngga nyangka bgt Kyu bakal selingkuh. Padahal itu kayyak bener bener cinta mati/? Sama EunJi. Hmm oke semangat authornim! Sequel oke?

  26. Wwaaahhh… Kyu jahat..
    Sequell.. Sequell..
    Bikin Kyu ngerasain sakit juga kaya Eunji, bikin dia juga dikhianatin sm ce yg baru..
    Iikksss,, dasar..
    Smua laki2 tu sama aja, liat yg lebih bening dikit langsung kabur..

    Jia Jung

  27. salsabila98lala

    sequel thoooorrr…. kurang seru rasanya kalo abis disitu doangg.. pengen ada lanjutannya dan liat eunji sama kyu kaya gimana akhirnyaa.. kenapa kyuhyun khianatin eunji… aku penasaraan.. jadi mohon sequel ya authoor???🙂
    tapi aku terkesan kok sama ceritanyaa. Lanjut ya thoor🙂

  28. Ngenes bgt jd eun ji T T ngegambarin perasaan nya keren bgt! Sequel thor! Fighting!!

  29. Sekuellll sekuellll….harus thor hehehehehehehehhe

  30. sequel dong wajib

  31. Tobias nagma

    ini wajib sequel

  32. Nyesek gila!!! >_< #jambak.epil -_-'
    sequel thor….. Kesel asli liat kyupil…. Aishhh pngen nabok sumpeh… *plakkk /d.rajamsparkyu/ pokok'a feelny dpt bangetttt sampe lubuk hati terrrdalam ane thor… *lebay kkk tp ciyus dah baca ni ff q seolah2 jd eunji… Hiks.. Okelah sekian cuap gaje ane… Sequel yaw???😀

  33. ini yg perlu sequel

  34. pngin lemparin seluruh peralatan dapur ke muka kyu :’/ tp sygx msih kredit jd gak tega nglempar
    oke fix plisss sequel thorrrr
    ane udh ngrusuh nihhh

  35. choKYUKYUlate

    Authooooooorrr sequeeeelll..
    Aku mewek bacanya, feelnya dpet bgt. Diawal cerita aku tuh ngefly sndiri baca perlakuannya kyuhyun ke eunji, so romantic~
    Tpi diakhir….. Yaampun nyesek bgt, gk nyangka kyu kek gitu. Kukira dia cowok setia dan itu cuma salah paham:( . Pokoknya ntar di sequel kyu hrus dikasih pljran smpe dia nyeseeeeelll pke bgt. Daebak. Fighting!!

  36. Penghianatan… Nyesek bacanya….
    Bikin sequelnya thor…

  37. kyu jahat bgt cih

  38. sequel pliiiisssss….:(

  39. Run Evil Nur

    Sequel boleh jugaaa

  40. sequel dong. ceritanya gantung menurut aku terus alurnya kalo bisa diperjelas. tapi bagus kok🙂

  41. dalem bgt thor ceritanya nyesek bacanya..
    ini msh butuh sequel thor..harus ada penjelasan lanjutnya lg kenapa kyunya selingkuh..

  42. ffnya bgus deh chingu…..
    minta sequel ya soalnya critanya agak gantung
    tpi semua tetep bgus kok
    #KeepWrite

  43. terlalu bagus untuk ending ^^ I need sequel

  44. sequel dong thor.. buat sih kyuhyun ngerasain apa yang eunji rasain.. okay thor..

  45. bagus banget
    kata-katanya ugh menyentuh hati
    kasian eun-ji
    sequel ya

  46. sequel.. sequel.. sequel..

  47. Bikin sequelnya thor

  48. sequel dong.. buat kyuhyun nyesel senyesel-nyeselnya,,,,

  49. Sekueeelll thorrrr ,, penasaran sbnernya kyu slingkuh atauu gaaa ?? Smoga. Eunji. Bisa ngelupain kyu dan dia bhagia sama orng lain , dan klo kyu bner slingkuh smoga dia bisa ngerasaiin balasannya ,,

  50. lanjuuut…sequeeeell ^_^

  51. wohh….
    kyu knapa jd bad boy disini
    q suka eunjinya…bukan tipe cew menye2..dia kuat bgt

  52. pesan ff nya ngena bgt saengi

  53. Sequeeel dong thor…
    Jgn sad ending.
    Perjelas dong ceritanya

  54. sequelnya muncul
    baca dulu yang ini
    oooh jadi kyu yang jahat g menepati janjinya
    langsung next deh🙂

  55. keren ceritanya aku suka..
    kyu badboy…

  56. Anyeong authornim ffmu nyesek2 ya tp aku suka (y)

  57. Ya ampun berengsek banget si Kyupil! Jd slama ini dia berkhianat kah? Ya ampun minta dibejek bejek :@

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: