Please , Say No To Other (part1)

tumblr_mx9f0ihtBJ1rcoad1o1_1280

Annyeong … songG datang membawa black touble sequel . Mianhae baru bisa ngepost . makasih udah yang banyak komen n kritik ff sebelumnya . Thor berusaha buat sebaik mungkin meski masih banyak typo yang bergentayangan kekekekk … okelahh cekidot

Title: Please , Say No To Other (part1)

Sequel : Black Trouble

Author: Song_G1004

Genre: NC , Romantic , Sad

Main Casts: kim woobin (actor) andkang songgun (OC)

Other cast : Nichkhun(2pm)

Rating: +17

***

Song masih saja menangis mengingat apa kata-kata terakhir lee uisanim kepadanya

‘selamat nona kang .. anda positif hamil’

^author pov

Creett..

Song menoleh melihat siapa yang datang

“eommanim..” lirih song melihat nyonya kim menghampirinya .

”hikss . hiks” ia bangkit dan langsung memeluk nyonya kim erat “apa yang harus kulakukan eomma … aku -hiks ” song tak sanggup menutarakan ucapannya . Serasa jarum tajam tegah tersangkut ditenggorokannya.

Nyonya kim tersenyum mengelus rambut calon menantunya itu . Ia sudah tau dari lee uisa bahwa songgun tengah mengandung 2 bulan

“tenanglah …. eomma sudah tau …” nyonya kim melepaskan pelukannya “itu … cucuku kan ?” senyum keibuannya itu yang selalu membuat song tak pernah merasa telah kehilangan sosok ibunya beberapa tahun lalu

Song mengangguk “nde …? kau .. eommanim tau aku – “

“lee uisa yang memberitau ku..”

“aku seharusnya tak melakukan itu dimasa suburku eomma … aku begitu bodoh …” rutuk song yang memukuli kepalanya

“hya ,,,, jangan begitu “ nyonya kim menjegah tangan song untuk berhenti memukuli kepalanya “eomma senang akan mendapatkan cucu jadi kau tak boleh mengeluh “

“tapi … woobin oppa … dia tak mengingatku eommanim .. dia amnesia hiks .. bagaimana jika dia tak akan mengingatku lagi dan bayi ini …. hiks “ song memegangi perutnya menerawang bagaimana nasib bayinya selanjutnya jika perkataannya benar2 terjadi

“sstttt …. jangan mengumpat dihadapan bayi mu song ,,, itu tidak baik … biar lee uisa yag mengurus …kau percaya pada eomma emm “ nyonya song kembali memeluk song berusaha menenangkan

“nde eomma … gamsahamnida”

Hening sesaat …

“eommanim ..” panggil song

“nde ?”

“bolehkah aku meminta sesuatu ?”

Sementara ditempat lain , namja yang baru bangun dari tidur panjangnya tengah termenung mencoba mengingat-ngingat sesuatu yang mungkin saja ia lupakan . Woobin memejamkan matanya dan menghela nafas panjang saat ia benar2 tak menemukan jawabannya .

^woobin pov

Kupejamkan mataku dan mencoba mengingat-ingat kembali satu demi satu semua yang ada di pikiranku . Tak ada … yeoja itu memang tak ada dalam pikiranku , apa hubungannya denganku ? apa dia saudara jauh ? ah itu tidak mungkin , mengingat satu – satunya saudara yeoja yang sepantaran denganku adalah Eunhee , sepupuku yang hampir 10 tahun ini menetap di London

Disaat aku semakin berusaha mengingat, tiba-tiba saja seluruh kepalaku terasa sakit seperti ada batu besar yang menimpaku .

“arkhhh … eommm eommaa ..!! arghh” aish dimana eommaku . dia bilang dia akan menamui yeoja itu sebentar tapi ini sudah haampir berjam – jam

Ku pegangi erat kelapaku untuk mengurangi rasa sakitnya . Tapi ini tak berhasil , maka aku putuskan untuk meraba tombol merah yang berada tepat disamping ranjangku . Dan beberapa menit kemudian beberapa suster dan seorang uisa masuk ke kamarku

“ada apa tuan kim ?” tanya uisa itu yang bisa ku tebak usianya jauh lebih muda jika dibandingkan dengan lee uisa

Meskipun aku menyipitkan mataku karena menahan sakit , tapi aku masih bisa melihat namja itu dengan stestoskop dilehernya danjas putih berlengan pendek dengan pakaian serba ungu muda *bayangin emergency couple

“arghh … kep kepalaku … tiba-tibba saja sak sakit arghhh” terangku padanya

“woobin ahh “ kutolehkan wajahku kearah pintu yang terbuka . dengan langkah cepat Eomma menghampiriku. Tapi …

‘yeoja itu..’ aku melihat yeoja itu lagi tapi ia tak ikut masuk dan hanya berdiri disana .. ya aku bisa milihatnya

“woobin ah … “ teguran eomma sontak mengalihkanku

“argghh.. eomma ,,, noum ..noumul appoyo arghh..”

Ku lihat namja itu melakukan beberapa hal medis kepadaku . entah apa yang ia suntikkan kepadaku hingga aku merasa menjadi gelap

***

^author pov

Songgun berjalan gontai keluar dari rumah sakit menuju halte bus yang jaraknya tak seberapa jauh dari rumah sakit . Ia sedikit lega mengingat Woobin sudah bisa beristirahat tenang karena obat penenang yang diberikan dokter tadi . Betapa khawatirnya songgun saat mengingat ekspresi woobin yang kesakitan tadi . Ia hanya menangis diluar kamar woobin dan melihatnya di cela kamar yang terbuka . Hanya nyonya kim yang masuk mencoba menenangkan woobin

Songgun memejamkan mata sembabnya dan menghirup udara segar khas malam hari. Hanya satu tetes air mata yang lolos melewati pipinya . Ia kembali mengingat kata – kata lee uisa tadi menerangkan hasil lab kesehatan woobin

‘kebanyakan kasus amnesia yang terjadi , pasien akan kehilangan 85% ingatannya dan hanya mengingat 15% . Tapi tuan kim …. dia mengalami hal sebaliknya dan hanya 1 dari 10 pasien kasus ini yang bisa mendapatkan ingatannya kembali’

Ya ,, kemungkinan woobin sembuh sangat sedikit dan jika woobin benar-benar melupakannya maka , song berhenti sejenak dan menggeleng-gelengkan kepalanya . Dia tidak boleh memikirkan hal buruk itu , ‘itu tak akan terjadi ‘ tekat song

Udara malam song rasakan semakin dingin , ia masukkan kedua tangannya kedalam saku  mantel coklat yang ia pakai sekarang untuk mengikis sedikit rasa dingin di telapaknya

“eoh ? “ kaget song saat merasakan sesuatu benda asing didalam saku sebelah kanan mantelnya . song mengambil benda itu dari sakunya . “ini kan sapu tangan..” song mengingat sekelibat bayangan di rumah sakit tadi

‘ini sapu tangan namja itu ‘ gumam song masih memegang sapu tangan putih dengan benang bordir warna hitam berinisial N dibagian bawah

“nick … nicky ..? ah siapa nama namja ini ? bagaimana aku bisa mengembalikan sapu tangannya ? “ tanya songgun sendiri mengingat bayangan wajah namja di lift tadi

“wajahnya …. nichkhun …? “ song menggabungka seluet wajah namja itu dengan nama seorang teman kecilnya. Menurut song mereka mirip

“Isss mana mungkin dia si bebek idiot itu … nich … nichh ..” song berusaha mencari cara urtuk bisa mengembalikan sapu tangannya

Drtt … drttt – tiba tiba hp song berdering

>>> Aboeji calling

Bip – song mengangkat telpon dari namja yang ia sebut aboeji

“yeobseo tuan kang … ada apa menelponku ?”

‘yakk …songgun –ah sejak kapan kau benar memanggilku seperti itu eoh ?’ nada tuan kang terdengar merajuk kepada anaknya

“kekkeke …. nde nde mianhae aboeji … ada apa ?” song melanjutkan langkahnya dan setelah sampai , song duduk untuk menunggu jadwal bis terakhir malam ini

‘malam ini jangan pulang ke apartement … pulanglah ke rumah .. kita kedatangan tamu ‘

Saat song akan menjawab bis pun yang ditunggunya pun datang . Ia pun melanhkah masuk dan duduk diteretan paling depan dekat jendela. Bus pun mulai berjalan

“nde ? tamu ? apa arraboji akan datang dari jepang ?”

‘aniyooo …kau akan tau saat kau tiba nanti … cepatlah, aboeji tunggu ..’

“ah baiklah , sepuluh menit lagi song akan datang nde .. saranghae aboeji “

‘ nado saranghae song ‘

Bip – kini tuan kang yang terlebih dahulu yang mematikan telponnya

Sesuai perkataan song , sepuluh menit kemudian song pun sampai di jalan dekat rumahnya . Ia cukup berjalan sekitar 100 meter menyusuri jalanan menanjak dan beberapa anak tangga hingga ia sampai di sebuah rumah megah berarsitekstur modern dengan warna dark coffee dominan dan sedikit aksen soft cream. Sebelum song membuka pintu rumah megah ini , song mengatur mimik wajahnya agar tidak terlihat sedih

“aboejiii~~~ aku pulang …” teriak song saat masuk . tak ada tanggapan , song mencoba lebih masuk menyusuri ruang tengah , kolam renang hingga ruangan kerja aboejinya song namun tak berhasil menemukan appa nya

Hingga saat ia melintasi dapur , song mendengar suara aneh . Sebuah suara dentingan alat masak

“apa ahjuma sedang memasak makan malam “ tanya song melihat jam tangannya

“aniyoo … ini sudah sangat terlambat untuk makan malam “ kata song lagi melihat sudah jam sepuluh malam

“ahjuma~~~ kau kah itu …” song berjalan menuju dapur . “ahjuma tau dimana – “ kata son berhenti saat melihat ada dua namja di dapurnya . satu namja yang pasti song tau itu appanya dan yang satunya … song mengerutkan keningnya

‘namja itu …’

Kedua namja itu menoleh dan tersenyum kearah song . Mata song terbelalak ‘mereka memasak ?’ tanya song melihat dua namja itu memakai apron

“ab – aboeji ,,, “ song tergagap dan masih tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah namja bersweater hitam dan jeans blue navy itu

“ah kau sudah datang rupanya “ tuan kang melepas apronnya dan juga namja itu “ kajja nak “ tuan kang mengajak namja itu untuk mendekat

“kau mengenal namja ini .?” tuan kang merangkul bahu namja itu

“annyeong song ~ “ namja itu tersenyum ramah pada song

“kau kan ..~ namja ..“song ragu mengatakan bahwa namja itu yang ia temui di lift tapi setelah sejelas ini ia menyadari bahwa namja itu sangat mirip dengan bebek ideotnya , apa jangan-jangan

“kau tak mengingatku kelinci cubby eoh ..” namja itu mengacak – ngcak poni song

‘kelinci cubby ..’ song membelalakkan mata bertambah besar mendengar sebutan itu setelah hampir 19 tahun ia tak mendengarnya

“mwooo?”

Greppp – song langsung melompat memeluk tubuh teman kecilnya itu dan melingkarkan kakinya dipinggang nickhun

“wooow ..” nichkhun memeluk balik dan menahan agar sahabat kecilnya itu tidak jatuh . dan nichkhun memutar – mutar tubuh mereka berdua

“Yaakkkkkk  ~ bebeekkk idiott ~ Nichkhun ahh- bogoshipoo” song masih memeluk begitu erat tubuh kekar nichkhun yang sangat ia rindukan

Sungguh sangat berbeda nichkhun yang sekarang jika dibandingkan dengan nichkhun 19 tahun lalu . Nichkhun dengan kaca mata tebal dan gigi berbehel sudah digantikan dengan namja kekar dan wajah rupawan .

“nado bogoshippo song ..” nichkhun menghentikan putarannya dan senyum itu tak pernah selebar itu yang pernah dibuat nichkhun

Merasa song sudah tak kuat lagi bertengger(?) di tubuh nikhun , song pun melepaskan pelukannya dan turun. Tapi song tak mau melepaskan pelukannya dan hanya bergelayut di lengan nichkhun

“kapan kau kembali eoh ?” dongak song melihat nickhun

“emmm … kemarin aku baru datang dari kanada …” elus rambut song

“ah … selama ini kenapa –“

“ah sudah – sudah  … kita lanjutkan di meja makan nde … song , cuci tanganmu dulu , nichkhun sudah memasakkan makan malam untukkan mu”

“ah jinjja … kau memasakkan untukku bebek idiot ?” song melepas pelukannya dan berlari ke washtafel untuk membersihkan tangannya

“yak ! berhentilah memanggilku idiot eoh .. nde ,, sebenarnya ajushi juga membantu “ teriak nichkhun mulai menyiapkan makanan di piring

“aniyooo … ajussi hanya membuat saos untuk pasta kesukaan mu “

“mwoo ? kau memasak pasta untukku “

“nde  .. pasta telur asin kesukaanmu waktu kecil … kau masih menyukainya ?” tanya nichkhun mengambil beberapa piring berisi pasta dan menatanya di meja makan yang didekat dapur

“nde… kau masih mengingatnya …aku masih sangat suka “ song duduk di meja makan

“sudahlah … kalian makan nde …aboeji kekamar dulu”

“nde ? aboeji tak ikut makan “ tanya song

“aniyo … aboeji sudah makan tadi .. jangan bertengkar nde ,,” tuan kang mulai keluar dari area dapur

Nichkhun duduk dihadapan song “baik ajussi … kajja makan “

“nde .. emmm aromanya sedap … emmm” song mulai memakan masakan buatan nichkhun “waaa .. mashita …”

“jinjja … gomawoo , habiskan nde “

“em ..” song mengangguk patuh

Meskipun tak pernah bertemu beberapa tahun , tapi mereka berdua tak ada rasa cangguk sedikitpun . Mereka sudah menganggap bahwa mereka adalah dua anak yang dilahirkan dalam rahim ibu yang sama .

Nichkhun adalah tetangga song dan alhasil setiap hari song selalu bersama dengan nichkun , dimana ada song pasti ada nichkun , Nichkun sudah dianggap oppa bagi songgun dan anak laki-laki dari keluarga kang . Nyonya kang sangat menyayangi Nichkun , bahkan nyonya song sangat sedih dan tak berhenti menangis ketika nichkhun harus ikut appanya untuk pindah dan menetap di Kanada .

Nichkhun memandang senang wajah sahabatnya yang lahab menyantap menunya . Beda sekali dengan ekspresi songgun yang nichkhun dapatkan di lift tadi . Nichkhun tak enak hati untuk menanyakan masalah apa yang terjadi . Sementara song , saking senangnya tak mengingat kejadian itu

Merasa risih diperhatikan , song menghentikan makannya membuat nichkhun kaget mendapat tatapan dari song yang  tiba2

“kenapa kau memandangiku seperti itu eoh ?”

“aniyooo ~ kau lahap sekali makannya eoh … kau semakin cubby song”

“yak ! ani .. “ dengan cepat song memegangi pipinya yang sedang dipoutkan

Nichkhun memandang gemas dan mencubit keras pipi song …

“yakkk ! nichkhun idiott hentikann .. appoo “

Nichkhn melepas cubitannya dengan tawanya yang lebar

“kau masih saja tak berubah … mengataiku idiot eoh “

“kau juga tak berubah … selalu mencubit pipiku “ song mengelus pipinya

“aku menjadi namja rupawan seperti ini , lihat .. lihat .. mataku .. hidungku .. danmmmppt”

Merasa muak dengan kenarsisan temannya , song menyuapi nichkhun dengan sesendok penuh pasta miliknya

“yakkkmmp songgummp ,, uhukk “

“hahahah kajja ,,, jangan narsis seperti itu”

“aiashhh nde nde ..”

“idiot..”

“yakkk”

Canda tawa menghiasi sesi makan malam kedua sahabat itu. Hingga jam besar ruang makan ini berdeting 12 kali mereka masih saja bergurau

“ah ini sudah malam song ,,, aku harus pulang “

Song menghentikan makan apelnya “yakkk .. kau bisa menginap kan … kita bisa begadang semalaman di ruang tv seperti dulu kan “

“kau ini … aku harus bekerja besok … “

“aish … kau bisa absen kan ..” pout song lagi memberi tatapan memohon kepada nichkhun

“tak bisa song … aku baru saja masuk hari ini , mana mungkin aku absen … bisa – bisa aku dipecat… kajja antar aku keluar “ nichkhun mengajak song berdiri

Song mengekor nichkhun yang berjalan keluar dapur terlebih dahulu

Grep … song kembali naik ke punggung nichkhun

“kau bisa bekerja di kantor appa bersamaku jika kau dipecat” santai song memeluk leher nichkhun

Plakkk – nichkhun menyentil kening songgun

“tak semudah itu bodoh ..aku ini dokter .. mana mungkin aku bekerja di kantor”

“aishhh baiklah baiklah .. apa aku perlu memanggil appa”

“aniyo …. aku langsung pulang saja mungkin ajussi sudah tidur …” nichkhun berhenti didepan pintu depan , song pun turun

“arraseo … kau akan berkunjung lagi kan ?”

“nde … aku pasti akan datang lagi … aku pulang sekarang nde ?” nichkhun rapikan poni song

Song membukakan pintu untuk nichkhun “nde ,,, hati – hati dijalan dan soal sapu tanganmu -“ song sedikit memeluk ringan nichkhun

“tak usah kau kembalikan …”

“itu yang ingin aku katakan “

“aish ..jaljja ..” song selalu membuat nichkhun kesal

“jaljjayoo~”

Song menunggu mobil nichkhun benar-benar pergi dari halaman rumahnya , dan setelah song tak bisa melihat bayangan mobil sport hitam itu lagi , song berjalan masuk rumah dan menuju kamarnya . Pandangannya langsung tertuju pada bingkai foto yang terpajang diatas dasboart ranjangnya dan sukses membuat song kembali mengingat kesedihannya

***

^woobin pov

Dan satu hari lagi kulewatkan waktuku dikamar membosankan ini . Aku sudah berusahan membujuk lee uisa agar bisa diizinkan untuk pulang , tapi namja paruh baya itu yang aku anggap seperti pamanku sendiri keukeh untuk menahanku disini

Kubuka mataku malas dan mengerjapkan kedua mataku karena sinar yang begitu terang menyilaukan mataku saat retinaku mulai aktif .

Deg

“mwoo?”

‘aku sudah pulang ?’ gumamku saat aku menangkap bayangan familiar sebuah ruangan yang aku  tempati. Cat dinding serba putih dan ranjang berspei senada serta dasboad coklat milik kamarku , ya… ini kamarku

Ada apa denganku , akhir – akhir ini aku melupakan banyak hal . Aku yakin ,terakhir kali aku memejamkan mata , aku masih dikamar rawat rumah sakit . Bukan itu saja , yang paling fatal .. aku melupakan

Kang songgun , dia sahabatku

Ah , lebih baik aku mandi dan bergegas ke kantor mengingat ini sudah siang .

Lima belas menit kemudian aku sudah siap dengan kemeja putih , setelah jas kantor yang masih belum aku pakai dan seutas dasi merah yang sudah bertengger rapi dileherku.

Saat keluar kamar , kukerutkan dahiku . Entah perasaan ku saja atau memang benar seluruh penjuru rumah ini dikelilingi bias putih yang begitu terang . Ah mungkin ini hanya halusinasiku saja

“eomma ~ “ kataku memanggil eomma saat aku turun dari tangga dan menuju dapur

Kosong , ‘nde? Dimana eomma ?’ gumamku heran tidak menemukan didapur . Biasanya saat aku turun , eomma sudah menyiapkan menu sarapanku bersama ahjuma .

Kutengok pintu kulkas mencari note yang biasanya eomma tempelkan saat beliau keluar rumah ketika aku belum bangun.

Aku menghela nafas pasrah dan alhasil aku hanya mengambil segelas air putih dan sepotong buah apel dari kulkas. Setelah selesai sesi makan singkatku , akupun bergegas keluar.

Crettt- pintu utama terbuka

yakkk … oppa .. jangan dorong aku .. aku bisa jalan sendiri “ teriak seorang yeoja yang masuk kerumah ini dengan setelan jas jaeguk School

Aku mengerutkan dahiku melihat siapa yeoja itu

Deg – songgun ? mwo ? kenapa song ada di –

chagiya~~ kau berisik sekali song … diamlah “ namja dengan pakaian yang sama dengan yang dikenakan song ikut masuk

Gumamku terhenti dan begitu mengejutkan siapa yang mendorong yeoja itu masuk . Seorang namja dengan tinggi dan suara yang mirip sepertiku

Bagaimana ini bisa terjadi , jelas-jelas ini aku sudah siap dengan pakaian kerjaku . Kupandangangi diriku sendiri dan hey ,,, kenapa dengan tubuhku ? Entah sejak kapan tubuhku tembus pandang ?

Aku mencoba mendekati song yang kini tengah berdiri tepat didepanku yang melihat-lihat rumahku tapi saat aku ingin melangkah , kakiku serasa berat dan kaku untuk digerakkan.

wah … rumahmu besar sekali oppa …” kulihat song memutar tubuhnya menghadap sosok namja yang mirip .. ah itu memang aku

Namja itu hanya tersenyum menanggapi celotehan song dan mulai memeluk song mesrah

Hey … aku semesrah itu dengan song ?

“yak … apa apa’an ini” teriakku tapi entah kenapa mereka berdua tak menghidaukan teriakanku saat mereka mulai mendekat dan ..

emmpt oppa …” erang song saat aku mulai menciumnya

omona … kenapa aku mencium song. Aku hanya terpaku melihat aku sendiri begitu lihai mengerjai bibir song

emmmpp yak!kenapa kau malah menciumku sembarangan ? kau bilang eomma mu ingin bertemu denganku tammmphht” bayanganku mulai lagi mencium song dan melumat bibir bawah song lebih keras

ahhmmp oppa” song mendorong bayanganku hingga ciuman itu terputus tapi mayanganku tetap memeluk song dan menyatukan dahi mereka

eomma ingin bertemu denganmu seminggu lagi , sekarang hanya ada kita berdua . Eomma pergi ke jepang menemani appa mengurus bisnis “

“yakkk … kau mengerjaiku “ pout song

mianhae  …” kelakar bayanganku dan tersenyum jail kemudian

Buk –

“yak” dia maksudku , bayanganku mendorong song jatuh keatas sofa ruang keluarga rumah ini

^athor pov

“ammmpphhh …ahhh” song kembali mendesah saat tangan woobin mulai mengelus seluruh lekuk tubuhnya disela ciuman mereka

ai… oppaa” suhu dingin ac ruangan ini menyeruak ditubuh song karena merasakan seluruh pakaian yang song kenakan sudah terlepas karena woobin

“ahh ..” bibir woobin mulai menelusuri lekuk leher song dan terus kebawah hingga dada atas song

Clek – pengait bra hitam song berhasil dibuka woobin dan ia segera melehap benda yang menjadi kesukaannya akhir-akhir ini

ahhmmm asstt ammptt” song tak berhenti mendesah saat lidah song bermain di nipple kanannya sementara yang kiri woobin mainkan dengan jarinya

ahhh ammm ahhh” woobin menggosok , memilin keras nipple membuat cairan hangat mengalir di bagian selangkangannya

Woobin bangkit dan melujuti pakainya sendiri dan kembali menindih song

sexy girl “ goda woobin mulai memasukkan jr-nya ke ms. V “aku sudah tak tahan ammpptt”

argkkk .. oppa …kauummm ammppt ahh ahh stt” desah song mulai keras saat woobin menggoyang pinggulnya dan tangannya berpegangan kesandaran sofa menahan tubuhnya dari goyangan woobin .

“faster ahhh oppa .. ahh ahhh ahh” nipple song terus dimainkan oleh lidah woobin membuat kenikmatan song berlipat ganda

ahhh mpp” woobin tak kalah keras mendesah

“akuuu … ahhh aku tak kuat oppa …fasterrr ahh”

“gajhii.. ahhhh” woobin begitu keras menggigit nipple song

“ammmp ahh assstt  ahhh ahhh “

“AHHH~”

“AHH~~”

Mereka berdua terengah setelah pelepasan mereka . Woobin tak beranjak dari tubuh song dan terus bersandar di dada song . Song hanya mengelus lemah rambut belakang woobin yang basah karena keringat

“saranghae ..” bisik song

nado saranghae chagiya~” woobin mendongak dan mengecup singkat bibir song yang tersenyum

Sementara itu , bayangan woobin yang mengamati aktifitas mereka dari tadi hanya bisa melongo dan tak berkutik sedikitpun mendengarkan ungkapan cinta dari seorang yeoja yang eommanya katakana bahwa song adalah temannya

“andwae … andwae .. siapa sebenarnya ..” kata – kata woobin terputus – putus dan diotaknya berputar –putar semua yang terjadi barusan “ANDWAEEEE~~~”

Teriak woobin terakhir kalinya saat merasa tubuhnya terserap oleh cahaya putih keatas dan membawanya kembali ke kamar rumah sakitnya

“hoshh … hosshh” nafas woobin memburu dan keringat  banyak didahinya saat ia bangun dari tidurnya

Woobin memegangi kepalanya yang masih berputar “mimpi itu …”

 

tbc

TBC

Posted on 10/06/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 13 Comments.

  1. Oohh jadi nickhun itu temen kecil nya song hahhaa gimanaa yaa kaloo woobin salah paham sama hubungan nick-song pasti tambah seru hahaaha

  2. apa nickhun punya perasaan kepada songgun?? klu bener, nasib wobin bakalan terancam….

  3. serius tbcny ngangu

  4. iiih woobin kenapa bengong liat kamu sendiri yadongan sm song..
    akhirnya keluar jg sequelnya. lanjut.. lanjut..!

  5. Asekkkkk….semngat lanjut thor…

  6. huaaaa keren .. author ini ffnya keren .. gak sabar sama part 2nya .. aku suka woobinnya di sini .. karakternnya sama seperti di bayangan aku (ketauan suka bayangin yg gak gak) .. next yh thor

  7. Seru,ditunggu next chaper nya author.

  8. Nickhun teman masa kecilnya songg ,, ayo dong woobin inget lagi sama song , kan kasian song lg hamil. Tp woobin gaa inget sama dia 😥

  9. aku baca cepat, atau ceritanya terasa cepat ?

  1. Pingback: Please, Say No To Other (part 3 – END) | Yadong Fanfic Indo

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: