BLack December

yulwon ff nc yadong
Author : Han hara
Tittle : BLack December
Type : Fanfiction, Oneshoot
Cast : kwon yuri || choi siwon || kwon jiyoung || choi seung hyun

     Ini ff NC ku yang pertama kubuat dan aku publist, jika banyak kekurangan aku minta maaf, namanya juga pemula ^^, tolong kasih saran dan kritiknya itu sangat membantuku. Dan untuk author FYI jeongmal kamsahamnida udah publis fanfic ku ini, Happy reading, and Enjoy ^^
▪▪▪▪▪ ▪▪▪▪▪
‘Krieet’ suara decitan pintu terbuka membuat sesosok yuri terbangun dari tidurnya, wajahnya langsung menampakkan ketakutan ketika setiap namja itu datang. Dengan tangan yang masih terkunci ia mencoba berontak dan ingin segera pergi dari sini.
Siwon namja itu hanya melihatnya datar karena ia terlalu sering melihat yeoja itu mencoba lepas dari borgol yang mengunci tangannya dan tepian kasurnya itu, ia letakkan sebuah kue tart sederhana dengan cream putih diatas meja dekat tampat tidur. Kemudian menghampiri sosok yuri lalu duduk disampingnya. Ia buka borgol ditangan halus yuri dan menyuruh yeoja itu untuk duduk didekat meja yang terdapat kue tart yang ia bawa tadi.
Ia sendiri sibuk menyiapkan 2 gelas dan sebuah champagne serta tak lupa lilinnya, yuri hanya diam menatap seolah tidak peduli jika sosok siwon ada didekatnya ia terlalu lelah dan membiarka  tubuhnya seperti patung menuruti apa kata siwon.
“Selesai, sekarang cepat tiup lilinnya kau tak mau membuat make wish diulang tahunmu??” Ucap siwon sedikit lembut.
Dengan patuh yuri meniupnya, siwon tersenyum simpul serta mengelus rambut yuri ditatapnya sosok yuri yang duduk dalam diam, pandangannya kosong serta tak mau bicara pada siwon. Kemeja besar berwarna biru muda yang hanya menutupi tubuh seksinya, ia tak memakai apapun selain kemeja itu. Siwon segera menghampiri piano disudut ruangan kamar itu, ia duduk dan merelaxkan tangannya sebelum bermain sebuah lagu untuk yuri. “Yuri-ssi lagu ini untukmu” seru siwon ia pun memainkan sebuah lagu kesukaannya, kini suara dentingan  piano  memenuhi ruangan tersebut.
Sedikit demi sedikit perhatian yuri sedikit terganggu ia menoleh pada namja itu dan menikmati lagu tersebut, dan tanpa sadar sebuah senyum terukir dibibirnya tanpa namja itu tau. Saking menikmatinya yuri tak sengaja menyenggol meja membuat gelas yang diatasnya pecah, konsentrasi siwon hilang tatapannya langsung mengarah pada yuri, yeoja itu langsung diam dan menatap takut padanya.
Siwon berdiri dan menghampirinya ia cengkram lengan yuri membuatnya meringis kesakitan
“Kau !! Benar-benar !! Apa kau tak suka permainan pianoku, sehingga kau memecahkan gelas itu hah!! ” bentaknya dengan suara yang membuat yuri   Harus bersikap apa.
“Mianhae” sesal yuri, siwon terlanjur marah selama ini ia begitu sabar dengan sikap diamnya yuri, tapi kali ini kesabarannya benar-benar diluar kendali.
Siwon kembali mengunci tangan yuri dengan borgol serta rantai itu kembali, membuatnya terhempas keatas ranjang.
“Menungginglah” pinta siwon, mau tak mau yuri melakukan tersebut, jika tidak siwon akan lebih kasar lagi padannya.
“Mungkin kau akan suka permainan yang ini” seringai siwon berbisik ditelinga yuri, sedangkan yuri membuang mukannya serta menutup mata memohon agar ia bebas tidak seperti ini.
Siwon menatap kue tart dan mengambil cream putih seperti salju ditangannya, dengan sekali gerakkan ia taruh tangan penuh cream itu kedaerah sensitiv yuri yang terlihat jelas karena baju kemejannya yang tertarik ke pinggangnya.
Ia oleskan dan melihat reaksi yuri serta ia sengaja menggosok-gosokkan bahkan memasukan jarinya kedalam vagina yuri.
“Ng…hhh” desahnya, ia ingin berontak tapi kedua tangannya tak bisa berbuat apa-apa, siwon terus memasuk keluarkan  jarinnya hingga sebuah cairan kental keluar, ia melepaskannya sebentar kemudian ia ambil cairan itu serta tak lupa ia kasih cream ditangannya dan memaksa yuri untuk memakannya. Tentu saja yuri menolak  “akhh” teriak yuri ketika siwon menjambak rambutnya dengan airmata yang mengalir dipelupuk matanya ia makan.
Siwon mencari kesempatan saat jari telunjuknya masih dalam mulut yuri, tanga  satunya ia menyibak rambut yuri kesamping dan menciumi leher jenjang miliknya. Dengan usaha yang buat ia mencoba tidak me desah untuk saat ini apalagi jari siwon yang masih dimulutnya.
Tanpa yuri sadari saat siwon terus menciumi leher jenjangnya tangan yang masib bebas siwon gunakan untuk membuka resleting celanannya dan menurunkan celana dalamnya, setelah ia lepaskan semua celanannya, siwon menarik tanga  yang dimulut yuri, dan keadaan yuri yang masih menungging ia sempat mengarahkan juniornya dan langsung memasukkannya di vagina yuri yang masih penuh dengan cream. Dengan sekali hentakkan juniornya sempurna tertanam di kewanitaan yuri.
“Akkhh,..appo ” rintih yuri, tapi siwon tidak memperdulikannya, ia terus fokus pada kegiatannya tangannya ia pegang erat ke pinggang yuri.
“Ahkk, euhh… hhh.. opp,… pa” desah yuri serta meremas selimut kasur itu
Siwon semakin genjar mempercepat gerakannya.
Yuri merasa dirinnya benar-benar hancur sekarang, ia tak tahu kenapa ia bisa diculik dan dikurung dirumah terpencil seperti ini, satu bulan yuri berada di sini, dan selama itu pula ia selalu menjadi pelampiasan namja tersebut.  Yuri pernah mencoba kabur tapi apa daya siwon mengetahui rencana yuri dan setelah itu siwon memperkosannya mengambil keperawanan yuri.
Ia mencoba sebisa mungkin menahan desahan yang keluar dari bibirnya, tapi tetap saja nihil selalu desahannya keluar.
“Aakhhh,… hhhahhhhh…. je,…bball……hhahhhh..” Yuri merasa ia sudah tak kuat, ia ingin ambruk seketika tapi siwon menahan pinggangnya, yuri menangis disaat seperti ini ia akan merindukan oppanya.
Siwon menarik pinggang yuri dalam, ia selesai pada puncaknya sehingga ia menahan agar yuri tak jatuh dan cairannya bisa masuk sempurna kedalam rahim yuri.
‘Huhhh hahhh jiyoung oppa, mianhae hhhh,… hhhh… ‘ lirih yuri serta jatuhnya air dari matanya.
▪▪▪▪▪ ▪▪▪▪▪
Terlihat seorang namja terburu-buru memasuki sebuah kantor fashion.
‘Brraakk!!’ Pintu dibuka dengan keras dan nampak namja fashionable segera berdiri didepan namja yang sedang duduk dengan kacamatannya.
“Sung hyun, katakan apa choi siwon itu adalah adikmu!!” Tanya dengan suara sedikit tinggi, seun hyun berdiri dan menghampiri sahabatnya jiyoung.
“Ne, waeyo jiyoung-ah??” Tanya seung hyun bingung.
“Adikmu, ya adikmu !! Telah menculik adikku dimana dia katakan padaku ” teriaknya dan seung hyun menatapnya tak percaya.
“Mwo!!”
Siwon dan yuri makan malam saling diam, siwon cukup mengerti karena seperti hari-hari kemarin yuri akan selalu diam padannya, jadi ia cukup cuek dan hanya bisa berharap jika yuri akan berbicara padannya.
“Mm huekk hueekk” yuri menutupi mulutnya dan segera bergegas kekamar mandi tak jauh dari sana, yuri mengeluarkan makanan diwastafle ia pikir mungkin makanan tadi siwon tambahkan racun padanya. Siwon dengan tenang mengikuti yuri dan setelah berada dibelakang yuri ia memijit leher yuri. “Gwanchana??” Ucapnya tenang, yuri melihatnya dari kaca, dengan muka pucatnya serta rambut basah karena ia sengaja basahkan. “Nan gwanchana” jawab yuri cuek, ia segera pergi meninggalkan dan masuk kekamar.
“Kepalaku pusing, eomma apa yang harus kulakukan” desah yuri pasrah. Tanpa sengaja pandangan yuri menatap plastik diatas tempat tidur ia hampiri dan mengambil benda itu.
“Tes pack?? Tapi untuk siapa, dan siapa yang hamil” herannya
“Itu untukmu, aku yakin jika sekarang kau tengah hamil” siwon muncul dari belik punggung yuri, dan dengan wajah datarnya ia menyuruh yuri untuk mencobannya.
Selang beberapa menit yuri kembali dari kamar mandi dengan wajah pucat serta mata yang seperti habis menangis.
“Jadi, aku benar bukan??” Tanya siwon memastikan. Yuri melihat kearah siwon dengan tatapan benci. Demi apapun ia sungguh membenci orang itu.
“Kenapa? Apa kau membenciku, begitu?? Dengar bagaimanapun kau sekarang hamil dan anak yang dikandungmu adalah anakku. Kau paham??!” Setelah berbicara itu, siwon meninggalkan yuri keluar.
“Aku benci kau!! Aku benci bayi ini!!” Yuri memcahkan barang-barang yang berada didalam kamar tersebut. Yuri pun memukul mukulkan perutnya tapi sia-sia keadaan tidak akan merubahnya seperti semula.
“Jiyoung oppa, aku membutuhkanmu” lirihnya.
Jiyoung dan seung hyun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, mereka berdua selama seharian kemarin mencari informasi tentang keberadaan siwon dan setelah mereka dapat, tanpa pikir panjang ia memutuskan langsung ketempat siwon menyembunyikan yuri. Mereka sampai di daerah busan tempat terpencil didekat laut , mereka berdua pun turun dari mobil, dan langsung mengetuk pintu rumah dengan keras, mereka tak peduli jika waktu menunjukkan pukul 6 pagi.
Siwon merasa terganggu ia pun bangun dan melihat jam di dinding.
“Siapa yang mengganggu sepagi ini” kesal siwon, ketika pintu terbuka tubuh siwon langsung dicengkram oleh jiyoung.
“Dimana yuri !! Cepat katakan!!” Siwon tak bisa bicara nafasnya tersengal, merasa siwon yang tak kunjung jawab, jiyoung mencoba memasuki rumah kecil itu dan mencari sosok adiknya yang hilang ketika melihat sebuah pintu kamar tanpa pikir panjang ia langsung masuk dan alangkah kagetnya ia, melihat keadaan yuri sedang tidur dengan rambut yang berantakan serta badannya menjadi sedikit kurus.
“Yuri-ah” ucapnya dan segera membangunkan yuri, badan yeoja itu pun bergerak, mata yuri membuka dan tampak sosok oppanya jiyoung dengan senyum merekahnya ia langsung memeluk keluarga satu satunya ini.
“Oppa bogoshipoyo” senang yuri
“Nado yul” balas jiyoung.
Siwon melihat yuri yang digandeng jiyoung dan menatapnya takut, ia menghampiri keduannya tapi tubuh yuri refleks mundur.
“Jangam mendekat atau aku membunuhmu” ancam jiyoung
“Hyung, kau akan bawa yuri kemana??” Tanya siwon
“Bukan urusanmu”
“Tapi yuri sedang hamil mengandung anakku hyung” ucap siwon lantang, membuat jiyoung dan seung hyun terbelalak tak percaya apa yang siwon katakan, sedangkan yuri hanya diam menunduk.
“Kau!!” Geram seung hyun dan ‘bukk’ ia memukul wajah siwon membuatnya terluka terlihat darah mengalir dari sudut bibirnya.
“Jiyoung kau cepat bawa yuri pulang biar siwon yang aku urus disini” ucap seung hyun dingin. Jiyoung dan yuri keluar dari rumah itu, dalam perjalanan pun jiyoung hanya diam, dia tak tahu harus berbuat apa. Ia merasa gagal menjadi seorang kakak yang menjaga adiknya.
“Oppa, mianhae” sesal yuri, jiyoung menoleh dan tersenyum
“Sstt, jangan minta maaf ini salah oppa yul, mianhae oppa tak bisa menjagamu dengan baik selama ini”
“Oppa” yuri menatapnya sedih jiyoung menggenggam tangan yuri, mencoba memberi kekuatan pada dongsaengnya ini.
“Kau kenapa melakukan ini!! Kau tahu jika akhir bulan kau akan tunangan dengan park bom!!” Bentak seung hyun.
“Aku tahu hyung, karena itu aku melakukan ini aku mencintai yuri adik sahabat hyung, tapi apa hyung malah menjodohkanku pada yeoja plastik seperti itu!” Teriak siwon tak mau kalah
“Dan bagaimanapun sekarang aku akan menjadi appa hyung, yuri hamil karenaku jadi aku minta kalau aku dan yuri menikah secepatnya”
Tak tahan lagi, seung hyun kembali memukul siwon, terus menerus. Merasa cukup ia pergi meninggalkan siwon dan rumah kecilnya itu.
1 minggu sudah yuri kembali kerumahnya, dan setiap hari jiyoung selalu perhatian apalagi sekarang ia tahu jika yuri tengah hamil saat ini.
Seperti biasa pagi hari jiyoung bersiap-siap akan berangkat ke kantor, yuri yang sedang duduk malas didepan tv melihat jiyoung yang sibuk mundar mandir membuatnya pusing.
“Oppa akan berangkat??” Tanya yuri manja, jiyoung menoleh dan tersenyum
“Ne, kau hati-hati dirumah ne, dan jaga ponakanku ini, oppa tak mau terjadi apa-apa pada kalian arra??” Perintahnya , membuat yuri cemberut
“Ne arasseo, oppa hati-hati”
“Dan oh ya, sebentar lagi ada hadiah untukmu yul ya walaupun telat dan kurasa itu akan kado spesial untuk ulang tahunmu, oppa berangkat bye”
Yuri bingung, kado apa yang jiyoung maksud? Entahlah lebih baik ia membaca buku.
‘Ttok ttok’
“Masuk” suruh jiyoung, sosok namja pun muncul dari balik pintu, ia seung hyun dan kemudian duduk dihadapan jiyoung.
“Jadi bagaiman??” Tanya seung hyun langsung
“Hahh mau bagaimana, aku tak ingin ponakanku tak punya appa, jadi turuti saja keinginan siwon dan akhir bulan ini mereka menikah aku sudah memesan tempatnya” jawab jiyoung.
“Baiklah, dan jiyoung-ah apa kau tak merasa geli, umur kita yang belum terlalu tua tapi sudah akan menjadi samchon” seung hyun menerawang geli dan diikutijiyoung mereka berdua terkikik geli membayangkannya, dan yah hubungan yang tadinya sahabat kini menjadi besan, sungguh menyenangkan bukan.
Dikediaman jiyoung dan yuri kini tengah diselimuti baku tegang, yuri melihat siwon berada didepan pintunya, dan siwon yang begitu merindukan sosok yuri.
“Apa yang mau kau lakukan disini, cepat pergi ” usir yuri dan mencoba menutup pintu tapi sebelum itu siwon segera masuk dan mengunci pintu rumah . Yuri panik ia segera masuk kedalam kamarnya, tapi tentu saja dengan cekatan siwon pun bisa masuk kedalam kamar yuri, siwon menghampiri yuri diseberang sana, hanya tempat tidur yang membatasinya kini, yuri terus melemparkan boneka-bonekannya tapi tak membuat siwon berhenti, justru membuatnya semakin cepat melangkah hingga kini ia dihadapan yuri dan tangannya memegang tangan yuri erat.
“Bisakah kau berhenti, aku merindukanmu dan datang kesini” ucap siwon tapi yuri tetap berontak hingga suatu adegan membuatnya diam mematung, adegan itu saat siwon tadi tiba-tiba mencium bibirnya,
“Kenapa kau diam, apa kau suka?? Kurasa iya, jadi aku akan menciummu” licik siwon, yuri tak sempat berontak, hingga kini bibir siwon sukses mencium bibirnya, mengulum dan bermain didalam mulut yuri, tangannya ia gunakan untuk mengunci tangan dan tubuh yuri.
Semakin lama, tangan siwon naik keatas leher jenjang yuri dan mengelusnya, yuri sedikit mendesah membuatnya semakin membuat lidah siwon leluasa dan entah kenapa tiba-tiba yuri membalasnya dan tangannya sudah berada di pinggang siwon, sekilas siwon tersnyum disela-sela ciumannya.
Siwon semakin gencar mencari titik seneitif yuri, dan tangan satunya mencoba melepaskan baju kemeja milik yuri membuka kancing satu demi satu, ciumannya turun keleher yuri, dan tangan yuri memegang bahu siwon serta tak lupa desahan dari mulut yuri membuat siwon semakin gila.
“Akhh,.. hhhh..” Desahnya . Baju kemeja yuri sudah terbuka telihat bra berwarna hitam dan payidarannya yang menyembul membuat siwon ingin memakannya.
Siwon menggiring yuri ketepi ranjang dan mendudukannya serta melepaskan tautan ciumannya dileher yuri, ditatapnya wajah yuri yang selalu ada dikepalannya, ia belai rambut lalu ke kening, mata hidung pipi , dagu dan terakhir bibirnya. Yuri hanya diam sebenarnya ia gugup, walaupun ia sudah sering bersetubuh dengan siwon tapi ini beda, karena ia tak diikat seperti biasannya.
“Jeongmal bogoshipoyo yul, aku ingin melakukan denganmu dengan hati-hati dengan tak akan menyakitimu, karena disana ada anak kita bukan??”lirih siwon dan mengelus perut yuri yang masih rata, tapi sebentar lagi perut itu akan semakin membesar.
Ditatapnya lagi pada yuri, ia semakin maju dan mencium kembali bibir yuri, dan membaringkan tubuh yuri, saat mereka saling menautkan ciuman, siwon melepaskan bajunya, dan ketika ia sudah bertelanjang , entah kenapa yuri jadi salah tingkah, ia memalingkan wajahnya membuat siwon gemas, ia mengarahkan tangan yuri pada lehernya, dan mencium bibir yuri kembali, tapi ciuman ini seperti tuntutan, bibirnya yang terus mencium dan saling berpautan dengan yuri tapi tangannya tak diam ia melepaskan baju yuri sma telanjang seperti dirinya.
Siwon menyentuh payudara yuri dan memainkan putingnya, membuat yuri geli dan mendesah, ciumannya kini turun menuju kearah payudrannya yang satunnya,
“Si..wonniee,… apa yang,.. kk..aau lakukaa,…nn” rancau yuri memegang erat bahu siwon. Siwon tak merespon ucapan yuri, tangannya malah menuju kearah selangkahan yuri, ia mengelus sebentar daerah kewanitaan yuri membuat yuri geli,
“Akhh,… hhhh.,,..hhh” siwon merasa juniornya sudah menegang segera menuntunnya untuk memasukkannya ,
“Akhh,.. siwon. Ap,..pooo..” Rintih yuri ketika junior siwon mulai memasukinya,
“Mianhae, tahanlah sebentar yul” pinta siwon. Yuri menahannya dan siwon kembali menyusu pada yuri, dengan satu tangannya menopang badannya agar tak menindih yuri.
‘Jlebb’ setelah susah payah akhirnya juniornya tertanam sempurna, ia mulai menggerakkannya.
“Hhh.. hmmm hhh… ” yuri menggigit bibir bawahnya, tangannya terus ia cengkram bahu siwon. Ritme mereka semakin cepat membuat keduannya mengeluarkan keringat. Tapi itu menambah yuri semakin seksi pikir siwon, ia melihat wajah yuri yang terpejam. Ia mencium bibir yuri, membiat sang empunya membuka matanya dan mereka saling melihat satu sama lain.
“Hmmm…. hhhmmm.. “
“Nghhh…. hhh… akhhhh ahhhh……” desah keduannya, dan tempo mereka semakin cepat, siwon seakan lupa jika yuri sedang mengandung.
“Siwon, aku, a..ku sudah ta.kk kkuu…aaat” yuri melepaskan ciuman mereka, yuri merasa ia sudah ada dipuncaknya,
“Tahan.. yul, aku,… ju..ga akanh,.. ke..lu..,..arr” pinta siwon, dan sekarang siwon semakin mempercepat gerakannya, “akhhh hhh,…hhhhhh” desah yuri lagi.
Yuri semakin melingkarkan kaki jenjangnya di pinggang siwon, saat siwon akan mencapai puncaknya ia masukan dalam juniornya dan memeluk yuri,
“Akhhhhh,…. hahhhh hhhh ahhhhh” peluh mereka berdua, tapi siwon segera mengangkat tubuh yuri berdiri dan menempelkannya pada dinding dihimpit oleh tubuh siwon.
“Apa yang kau lakukan sekarang??” Heran yuri bingung.
“Kau akan tahu yul,” siwon kembali memasukan juniornya ke wanitaan yuri, ia menyuruh slah satu kaki yuri melingkar di pinggangnya, sekarang siwon memilih tempo yang pelan, tapi itu justru menyiksa yuri.
“Si…woo..nn ,.. bisa..kahh ka..u mempercepat,…nya..aa” pinta yuri, menatap siwon sayu.
“Ani, aku ingin menikmati seperti ini” balas siwon dengan menatapnya balik,  dan pada akhirnya mereka saling berciuman kembali, saling terpaut, dan bermain memainkan lidah mereka. Bunyi decakan antara keduanya menambah kesan sekssual dan nafsu yang mereka rasakan.
“Huhh hhh ,….. ngghhhh” setiap tempo yuri selalu mendesahnya membuat siwon semakin nafsu. 5 menit mereka melakukan tempo pelan, dan siwon kembali akan organisme dengan sekali hentakan ia mendorong dirinya kuat sehingga yuri jatuh kedalam pelukannya dengan nafas terengah-engah.
“Nghhhhh,…… hhhhhh” lega siwon dan yuri hanya bersandar pada pelukan siwon serta memeluknya. Ia cukup lelah atas kegiatan ini.
Siwon melepaskan juniornya dan cairannya pun ikutan keluar karena banyaknya, ia membawa yuri ke ranjang, karena yuri pasti kelelahan,
“Aku mencintaimu” ucap siwon senang, yuri menoleh dan mnyernyitkan keningnya,
“Kenapa kau bisa mencintaiku?” Tanya yuri.
“Apa kau tak tahu, saat kau memintaku mengerjakan pr b,inggrismu dulu kau menangis tersedu-sedu karena kau bilang kau belum pernah merasakan first kiss, dan aku menciummu dan semenjak itu aku merasa jantungku terus berdegub kencang saat didekatmu, tapi kau malah menganggap itu ciuman seorang oppa kepada dongsaengnya, menyebalkan” siwon menjitak kening yuri, membuatnya sedikit meringis.
‘Cup’ yuri mencium siwon langsung mengalungkan tangannya dileher siwon, siwon puun membalasnya dan memeluk pinggang yuri.
“Sekarang sudah impas” seru yuri melepaskan ciumannya.
Siwon hanya menyentil hidung yuri, “apa kandungannya baik-baik saja??” Tanya siwon khawatir, yuri mengangguk dan tersenyum.
“Aku belum mengatakannya padamu, akhir bulan ini kita akan menikah dan jiyoung hyung sudah merestui kita” girang siwon, yuri bingung apa ia harus bahagia atau sedih,
“Ya,.. aku rasa black decemberku tahun ini harus dihapus dengan sebuah kehidupan baru, yaitu adanya suami dan bayi yang akan hadir” lirih yuri pada akhirnya dan tersenyum serta mengelus perutnya kasih sayang.
Yuri melihat siwon yang terus berbicara tentang acara pernikahannya nanti, ia tak tahu kenapa ia tersenyum,
“Waeyo?” Tanya siwon bingung melihat tatapan yuri, yuri hanya menggelang.
“Ani, aku hanya senang mempunyai seseorang yang mencintaiku” siwon segera merengkuh yuri pada pelukannya,
“Belajar lah mencintaiku, dan selalu berada disisiku sampai kapanpun, kau paham??” Pinta siwon lembut dan yuri hanya menangguk dan mempereratkan pelukannya.
▪▪▪ THE END ▪▪▪

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 18/06/2014, in OS, SNSD, Super Junior and tagged , . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. kenapa gak jujur aja klo emg cinta pake acara penculikan segala hehehhe dasar napeun
    keren akhirny happy juga,saya suka saya suka (meimei mode on ;))

  2. Omaegat aq gk kebayang klu Daddy aq di nistakan di ff nie….
    Gk kebayang adja…#mikir keras

  3. Hanya meninggalkan jejak thor, hehe. Cz gak tau mau komentar apa. Hanya saja, setiap pergantian situasi bisakah dikasih jeda seperti Enter mungkin. Karena tadi aku bacanya sedikit bingung waktu, bahas Yuri Jiyoung, eh tiba2 dikalimat berikutnya langsung bahas senghyun Jiyoung.😀. Itu sih yg aku ingat,

  4. apa jadinya dengan park bom? udah, couple-in dengan seunghyun aja, kkkkk…

  5. Agakk bngung awalnyaaa ,, kok bisa siwon nyulik yurii dan kakanya yurii sampe kcolongan gitu ,,, trus udah gitu siwonn knapa jahat sama yurii pake nyulik sgala , klo suka bukannya tnggal blang ajjj

  6. wah siwon obsesi bgt nih sm si yuri..
    serem deh bang…

  7. Banyak typo nya tapi ceritanya bagus kok🙂
    Keep writing Thor🙂

  8. midnight blue

    keren thor ff nya hot tapi kasian yurinya di siksa tapi keren sih happy ending
    suka nih ff
    tetep semangat nulis ff ya thor
    keep writing

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: