I’m Not Your Brother!!!

hyunseung ff nc
Author : Hyun Hae
Kategory : Yadong NC-21
Lenght : Oneshoot
Cast :
– Jang Hyunmi
– Jang Hyunseung
– Other Support Cast

Annyeong haseyo ^^
This is ma first Yadong Fanfict. Saya minta maaf kalo ceritanya jelek, familiar, membosankan dan bikin ngantuk, gaje laah, EYD ga bener, alur kecepetan, typo bertebaran, NC-nya ga HOT (maklum saya belom menikah jadi ga tau #nahloh) atau apapun itu ya mohon di maklumi namanya juga FIRST, saya sama sekali gak berniat untuk membuat sequel-nya wkwk dan saya benar-benar minta maaf sebesar-besarnya. Meskipun begitu ini murni dari hasil otak saya. So, jangan copas (sebelum ijin dulu sama pihak yang berwajib #plakkdorr) or plagiat (>.< “)/ ff ini juga pernah saya share di blog temen saya.. yang mau baca-baca karya saya yang lain bisa di cek di blog saya http://haemicreation.wordpress.com ^^
Oke semoga kalian suka dan salam slankers \m/ #AuthorDikeroyok

*****I’m_Not_Your_Brother*****

Jang Hyunmi Pov

Akhirnya pesawatku mendarat juga setelah menempuh perjalanan menghabiskan waktu beberapa jam -London » Seoul, South Korea-. Disinilah aku berada sekarang, berdiri menoleh kesana kemari menunggu jemputan, eomma bilang yang akan menjemputku Hyunseung oppa, aku sangat senang tadi mendengarnya di telpon saat di London. Sudah 4 tahun aku tidak bertemu dengan keluargaku karena memang selama 4 tahun ini aku kuliah di London, aku sangat merindukan keluargaku terutama Hyunseung oppa, aku sangat dekat dengannya, dia oppa-ku yang paling hebat menurutku, dia sangat perhatian pada adiknya, selama aku di London saja Hyunseung oppa tak pernah absen tiga hari sekali menelponku

“Hyunmi…” aku mengedarkan pandanganku mencari sosok yang memanggil namaku hingga mataku kini menangkap seorang namja kurus berambut coklat dengan celana jeans hitam dan kemeja warna serupa yang bagiannya lengannya dilipat hingga siku, tak lupa jas hitam yang setia di genggaman tangannya, dimataku dia terlihat sangan tampan

“who are you?” tanyaku ramah pada namja di hadapanku ini membuatnya mengerutkan keningnya

“aww yaaakkk!!! what are you doing huh!!” decakku kesal karna dia mencubit kedua pipiku gemas, dan itu sangat sakit, ah kurasa pipiku ini akan membengkak nantinya

” do you really dont know who i am?? jinjja!!!” decaknya kesal, tangannya kini hendak menjitak kepalaku namun cepat-cepat aku menghindar dari serangannya

“just kidding oppa kkkk~” ujarku tertawa geli kemudian menghambur ke pelukannya, tentu saja namja ini adalah Hyunseung oppa, memangnya siapa lagi?? ck. Hyunseung oppa membalas pelukanku sangat erat menandakan bahwa ia sangat merindukanku

“op..oppa i.. cant.. breathe..” ujarku susah payah karena pelukan Hyunseung oppa yang terlampau erat membuatku susah bernafas *lebay*, sedetik kemudian ia melepaskan pelukannya dan tertawa geli menatapku

“mianhae.. it because i miss you so much baby” ujarnya kembali mencubit kedua pipiku gemas

“yaaa!! its hurt!!” decakku kesal dan lagi-lagi ia tertawa geli, aku hanya bisa mengerucutkan bibirku kesal. Kini ia menatapku dari ujung kaki hingga kembali menatap wajahku

“you look different..” ujarnya menatapku intens
“what do you mean??” tanyaku tak mengerti sembari melihat penampilanku sendiri dari ujung kaki hingga pandangku kembali menatap Hyunseung oppa

Chup~

Kurasakan Hyunseung oppa mengecup pipiku sekilas, “you’re more beautiful in the real than in the picture.. and.. you’re so… sexy” bisik Hyunseung oppa ditelingaku membuatku menunduk malu, ku yakin kini pipiku bersemu merah

“lets go home” ujar Hyunseung oppa yang kini tangan kanannya menarik pergelangan tanganku dan tangan kirinya menggerek koper besarku

@Jang Hyunmi And Hyunseung’s Home

“eomma.. appa.. bogosippoyo..” teriakku manja memasuki rumah yang telah lama tak kuinjakkan kaki [?] eomma menyambutku begitu ia keluar dari ruang dapur kemudian aku menghambur ke pelukannya

“appa eodisso??” tanyaku begitu aku melepaskan pelukanku

“appa-mu tak bisa menyambut kepulanganmu karena ia harus meeting di kantor” ujar eomma, aku hanya ber’oh’ ria saja. Kualihkan pandanganku pada arah pintu yang terbuka lebar, aku melihat Hyunseung oppa menggerek koperku dan berjalan kearahku

“kopermu berat sekali Hyunmi-ya.. kau tidak menyelipkan meriam di kopermu kan??” ujar Hyunseung oppa membuatku tertawa geli

“kajja ke kamarmu, oppa bantu merapikan barang-barangmu” ujarnya lagi kemudian kembali menggerek koper besarku menaiki tangga, aku mengikutinya memasuki sebuah ruangan yang lumayan luas, ruangan yang sudah lama tidak kutempati. Aku mengerutkan keningku begitu melihat kasur empukku yang sprainya terlihat berantakan

“aku menempati kamarmu selama kau ada di London” ujar Hyunseung oppa, sepertinya ia tahu pertanyaan yang tak terlontar di otakku, aku tersenyum

Aku menghambur memeluknya, aku masih merasa rindu yang sangat dalam pada oppa-ku ini walaupun saat ini aku tengah memeluknya. Berpisah dengan orang yang sangat menyayangiku sedikit membuatku tersiksa tak mendapat perhatian nyata selama 4 tahun ini. Ya walaupun Hyunseung oppa tetap saja perhatian padaku melalui telpon tapi aku merasa itu belum cukup

“mandilah.. kau itu bau keringat, tak seharusnya kau memeluk oppa-mu yang tampan dan kerren ini” ujarnya membuatku berdecak lidah, aigoo oppa-ku ini percaya diri sekali tch!

“simpan kata-katamu oppa” ujarku kemudian melenggang memasuki kamar mandi, aku tidak mau dia mengejekku terus

*****I’m_Not_Your_Brother*****

Sudah seminggu ini aku memulai kehidupanku di negara kelahiranku ini dengan hari-hari yang tak menyenangkan. Appa melarangku ikut bekerja di kantornya, beliau bilang karena masih ada Hyunseung oppa yang membantunya. Aku jadi kesal akan hal itu, aku kan ingin sekali bekerja, apa pengetahuanku ini belum cukup untuk bekerja setelah 4 tahun lamanya aku kuliah di London? aishh! aku bosan, benar-benar bosan! Bagaimana tidak? aku dirumah sebesar ini sendirian, appa dan Hyunseung oppa bekerja di kantor, dan eomma pergi ke toko kue yang di kelolanya, sedangkan aku?? hahh tidak ada yang aku lakukan selain makan, menonton TV, dan tidur.

“Hyunmi.. Hyunmi where are you?” samar-samar aku mendengar suara seseorang, aku tahu itu suara Hyunseung oppa, tumben sekali hari ini pulang cepat? aku segera turun dari ranjangku dan berlari keluar untuk menemui Hyunseung oppa

“ada apa oppa?? tumben sekali oppa pulang cepat?” ujar sembari menuruni tangga, kulihat ia melepaskan sepatu kerjanya dan menggantinya dengan sandal rumah, ia tersenyum kearahku kemudian menghampiriku yang kini berdiri melihatnya di tangga pertama

“Hyunmi.. oppa lelah dan lapar, bisakah kau membuatkan sesuatu untuk oppa-mu ini??” ujar Hyunseung oppa membuatku mengerucutkab bibirku kesal karena dia seenaknya saja menyuruhku tch!! aku hanya bisa mengangguk lemah, bagaimanapun juga ia adalah oppa-ku

“geurae.. sekarang oppa mandilah” ujarku dan ia mengangguk

***

aku menyajikan ramyeon buatanku di atas meja, hanya ini yang bisa kubuat karena aku tidak pandai memasak. Hyunseung oppa belum turun juga, mungkin ia belum selesai mandi, mm sebaiknya aku ke kamarnya untuk mengatakan kalau aku sudah memasakkan ramyeon untuknya. Segera saja aku bergegas ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamarku, eumm pintu kamarnya tidak tertutup rapat, aku memberanikan diri masuk ke kamarnya.

Omo!! kamarnya berantakan sekali ckck dasar namja! aku mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi di kamarnya ini, ternyata benar Hyunseung oppa belum selesai mandi, kenapa lama sekali? seperti yeoja saja. Kuedarkan pandanganku di ruangan yang lumayan luas tak kalah luas dengan kamarku hingga kini mataku tertuju pada sebuah bingkai foto di atas nakas disamping ranjang, aku mengernyit penasaran siapa yang ada di foto itu, segera saja aku menghampiri nakas itu dan duduk di tepi ranjang, ada dua bingkai disana, di satu bingkai ada fotoku bersama Hyunseung oppa, dan di bingkai yang satunya lagi aku melihat seorang yeoja bersama Hyunseung oppa, aku tidak tahu siapa yeoja itu, mungkin saja dia adalah yeojachingu-nya, tak ku sangka oppa cantikku itu sudah punya yeojachingu

PRAKKK

seketika bingkai foto disebelah fotoku dan Hyunseung oppa tergeletak dengan posisi yang tengkurap [?] menutupi bagian depan foto itu, aku berbalik ke belakang, kudapati Hyunseung oppa menatapku tajam membuatku terhenyak seakan-akan membuat salah saja

“apa yang kau lihat?” ujarnya dingin

Aku terperengah mendengarnya, baru kali ini oppa bersikap seperti itu padaku, aku tak melihat sisi kelembutan yang biasa ia tunjukkan padaku di matanya

“a..anniya oppa” jawabku tergagap, dia masih menatapku tajam membuatku menunduk tak berani menatapnya. Kurasakan tubuhku di peluk seseorang, yah siapa lagi kalau bukan Hyunseung oppa. Aku merasakan keanehan di pelukannya saat ini, aroma sabun serta shampo menyeruak di indra penciumanku, aku baru sadar kalau Hyunseung oppa bertelanjang dada saat ini dengan handuk putih yang melingkar di perutnya, kini ia melepaskan pelukannya membuat wajahku yang kuyakini sedang bersemu merah, ia berdehem beberapa kali mencairkan suasana yang tampak begitu canggung

“aku sudah membuatkan ramyeon untukmu oppa” ujarku tak berani menatapnya, sebaiknya aku segera pergi dari kamar ini, aku merasa tidak kuat berlama-lama di dekat Hyunseung oppa yang masih belum berpakaian itu, aku meneguk air liurku sendiri rasanya susah ketika mataku tertuju pada ABS di perutnya iru. Baru beberapa langkah aku ingin meninggalkannya, sebuah tangan menarik pergelangan tanganku membuatku berbalik dari posisi semula

Chup~

Aku terhenyak begitu menyadari Hyunseung oppa mengecup pipiku sekejap “aku akan turun sebentar lagi” ujarnya kemudian melepaskan pergelangan tanganku, merasa terbebas aku segera bergegas keluar dari kamar itu

Aku bersandar di pintu kamarku setelah tadinya aku menutup dan menguncinya. Tangan kananku tergerak menuju dadaku, detak jantungku bekerja lebih cepat dari biasanya, kini tanganku menyentuh pipiku yang tadi dicium Hyunseung oppa. Ada perasaan aneh yang kurasakan tadi, aku tahu aku menyayanginya dan dia menyayangiku, tapi perasaan sayang itu apakah perasaan sayang lebih dari kakak beradik seperti biasanya?? entah mengapa aku melihatnya sebagai seorang namja, bukan oppa! Apa mungkin aku mencintai Hyunseung oppa? Oh tuhan.. apa yang kupikirkan? dia oppa-ku, aku tidak boleh mencintainya lebih dari seorang adik kepada kakaknya

Jang Hyunseung Pov

Aku tak tahu apa yang harus kukatakan jika Hyunmi bertanya tentang siapa wanita yang ada di foto tadi, entah aku harus jujur atau berbohong menjawabnya, yah aku hanya bisa berharap semoga dia tak menanyakannya, pandanganku kini fokus pada ramyeon buatan Hyunmi yang ada di hadapanku sekarang, perutku lapar namun aku tak berniat untuk memakannya, entah mengapa aku mendadak tidak selera makan seperti ini

“apa.. tidak enak?” sebuah suara lembut mengagetkanku, aku menoleh pada sumber suara, Hyunmi, ia berdiri menatapku dan mangkok ramyeon ini bergantian

“a..anni! aku bahkan belum mencobanya” jawabku, ia beranjak menedekati meja makan kemudian duduk di kursi disampingku, aku tersenyum padanya dan ia juga tersenyum padaku. Aigoo senyumannya manis sekali, wajahnya yang sudah cantik terlihat lebih dan lebih cantik jika tersenyum, aku semakin menyukainya

“oppa tidak suka ramyeon ya?? mm sejak kapan?” ujarnya membuatku tersadar yang sedang terpesona dengan wajahnya

“anniyo.. aku suka ramyeon” jawabku kemudian meraih sumpit dan memberikan sumpit itu padanya, ia mengernyit tak mengerti, aku mengeluarkan smirk khas-ku

“suapi oppa” ujarku dan ia terbelalak mendengar permintaanku yang terkesan memerintah

“mwo?? shiro oppa!!” tolaknya mentah, aku segera memasang wajah cemberut, kuletakkan sumpit yang kupegang tadi dengan kasar, pura-pura marah padanya

“arraso arraso.. kajja kusuapi oppa-ku yang MANJA” ujarnya dengan penuh penekanan di kata ‘manja’. aku menyeringai kemenangan, ia meraih sumpit itu kasar dan menyuapiku ramyeon buatannya, aku melahapnya dengan senang hati

Setelah selesai makan, Hyunmi mencuci piring dan aku masi tetap duduk di kursi meja makan, aku memperhatikannya sejak tadi, memperhatikan tubuhnya yang sekarang sudah terlihat sexy dari pada beberapa tahun yang lalu. Aku bangkit dari dudukku untuk mendekatinya kemudian kupeluk tubuhnya dari belakang, aku yakin ia tahu bahwa yang memeluknya itu aku, ia terkejut dengan perlakuanku, tubuhnya menegang, aku menyibak rambutnya di bagian kanan dan mengalihkannya ke bagian kiri

“o..oppa..” ujarnya begitu aku mengecup lekukan lehernya, sepertinya ia tak menolak jika kulanjutkan. Bibirku terus menjelajahi lehernya, menjilatinya, menggigit pelan daun telinganya. Aku membalikkan tubuhnya menghadap padaku, ia menundukkan kepalanya, mungkin ia malu. kuraih dagunya dengan jari telunjukku hingga wajahnya sejajar dengan wajahku, dengan penuh keberanian aku mendekatkan wajahku pada wajahnya untuk mempertemukan bibir kami berdua, semakin dekat wajahku membuatnya kini perlahan menutup mata

Chuu~

Akhirnya bibir kami menyatu, aku menempelkan bibirku hanya sebentar setelah itu aku melumat bibir mungilnya yang manis beraroma vanilla, ia hanya diam tak membalas ciumanku. Bibirku terus saja melumat bibir bawah dan atasnya, menghisapnya secara bergantian, oke sejauh ini dia tidak menolak perlakuanku

Aku mulai bosan karna ia tak membalas ciumaku, ia tak membuka mulutnya untuk ku jelajahi [?] kutarik tengkuknya untuk memperdalam ciuman kami, kugigit bibir bawahnya hingga membuatnya meringis kesakitan, dengan kesempatan ini aku menelusupkan lidahku memasuki mulutnya, membelit lidahnya dengan lidahku, mengajaknya untuk berperang lidah

Jang Hyunmi Pov

Aku tersadar, seharusnya tidak boleh ada hal seperti ini pada adik dan kakak, aku mendorong tubuhnya hingga pertautan kami terlepas, aku menunduk tak berani menatapnya

“o..oppa.. k..kenapa kau.. menciumku??” tanyaku terbata-bata, aku mendengar dengusannya

“wae?? kau tidak suka??” ujarnya membuatku terbelalak, kenapa dia berkata seperti itu? apa dia lupa bahwa aku ini adiknya?
Kurasakan sepasang tangan melingkar di pinggangku, aku mendongakkan kepalaku, Hyunseung oppa memelukku lagi, ia menatapku lekat, wajahnya perlahan mendekat kearahku, aku tau apa yang akan dia lakukan

“andwae oppa!” ujarku berusaha menolak ketika ia ingin menciumku kembali. Aku.. aku butuh waktu untuk mencerna semua ini, semua perlakuannya padaku beberapa detik yang lalu, akhirnya kuputuskan untuk ke kamarku saja meninggalkan Hyunseung oppa

Aku berguling kesana kemari di ranjangku tak jelas, sejak tadi aku memikirkan Hyunseung oppa dan perlakuannya terhadapku, aku tak mengerti dalam motif apa dia mencium bibirku sedangkan aku ini adik satu-satunya. Itu tidak wajar, tidak ada seorang kakak memperlakukan adiknya seperti tadi, harrghhh!! entahlah aku tak mengerti dengan semua ini, yah sebaiknya aku melupakan kejadian tadi dan bersikap seperti biasanya pada Hyunseung oppa.

***

Jam telah menunjukkan pukul 8 malam, sebaiknya aku mengganti pakaian santaiku dengan dress mini tidurku. Ini sudah malam tetapi appa dan eomma belum pulang, ah aku jadi khawatir pada mereka, sebaiknya aku menanyakan keberadaan mereka pada Hyunseung oppa, mungkin saja dia tahu

Tok tok tok

“oppa.. bolehkah aku masuk?” ujarku setelah mengetuk pintu kamarnya yang tak tertutup rapat

“ne masuklah” sahutnya dari dalam, aku tersenyum senang kemudian masuk ke kamarnya, kakiku langsung tertuju pada kasur empuk bersprai putih itu, aku merebahkan tubuhku di kasur besar ini, kulihat Hyunseung oppa sedang sibuk berkutat dengan laptopnya

“oppa..” panggilku dan dia hanya berdehem menanggapi panggilanku tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya itu

“eomma dan appa kenapa belum pulang?” tanyaku sembari melihatnya yang masih sibuk

“ah iyaa aku lupa memberitahumu.. appa dan eomma pergi kerumah samchon di Mokpo, katanya Eunjo dirawat dirumah sakit” jawab Hyunseung oppa yang masih tetap tak mengalihkan pandangannya, aku hanya mengangguk-angguk dan ber’oh’ saja

“oppa.. aku bosan” decakku kesal sembari berguling-guling tak jelas, aku kembali menoleh kearah Hyunseung oppa yang kini telah mengalihkan pandangannya padaku

Jang Hyunseung Pov

“oppa.. aku bosan” decak Hyunmi, kali ini aku menoleh kearah ranjang dan melihatnya yang berguling-guling tak jelas membuat mini dressnya tersingkap, aku bisa melihat pantie warna hitam yang di pakainya dan dia tak sadar akan hal itu, ah anni! aku tak tahu dia sudah terbiasa begitu atau memang dia tengah menggodaku, kalau memang dia tengah menggodaku, habislah kau malam ini Hyunmi. Aku sebagai pria normal tidak akan tahan satu ruangan dengan wanita yang penampilannya seperti Hyunmi saat ini, begitu sexy dan menantangku

“kalau begitu ayo kita bermain” ujarku menyeringai dan kini mulai beranjak mendekatinya kemudian duduk di tepi ranjang, ia ikut membenarkan posisinya duduk disampingku

“bermain apa?? Game??” ujarnya dengan mata berbinar, aku mengeluarkan smirk khas yang kumiliki

“ini lebih seru dari Game” ujarku dan ia tampaknya semangat mendengar usulanku yang mengajaknya bermain ini

“kajja oppa.. Aku sedang bosan” ujarnya mengerucutkan bibirnya manja ckck

“tapi sebelumnya kau harus janji tidak akan menolak permainan ini” ujarku lagi karena aku takut ia akan menghentikan permainanku di tengah jalan dan ia mengangguk setuju, Yes!!

Segera saja aku menarik tengkuknya dan menciumnya ganas dan penuh nafsu, tangan kiriku terus menarik tengkuknya memperdalam ciuman kami dan tangan kananku kini mengelus-elus pahanya yang putih dengan lembut, aku bisa merasakan bahwa ia sempat terhenyak

“ayo balas ciumanku” ujarku begitu aku menghentikan ciuman ini karena ia tak membalas ciumanku

“oppa.. We cant do that, Rememb!! I’am your sister and you’re my brother” ujarnya membuatku mendengus kesal

“i’m not your brother” ujarku singkat kemudian menciumnya lagi lebih ganas dari yang tadi

“balaslah ciumanku, kau sudah berjanji tidak akan menolak permainan ini” ujarku lagi kemudian menciumnya kembali, aku tersenyum puas di sela-sela ciuman kami karena Hyunmi mulai menggerakkan bibirnya melumat bibirku, kumasukkan lidahku menerobos, mengajak lidahnya berperang [?] lidah kami saling membelit. Kini tanganku tergerak menuju dadanya

“mmphh..” desahnya tertahan karena ciuman ini begitu tangan kananku meremas payudara kirinya yang lumayan besar itu. Bibirku turun menjelajahi lehernya, menjilat-jilat leher putihnya, tanganku tetap aktif meremas payudaranya

“nghh oppaahh” desahnya bebas, bibirku terus menjelajahi lehernya yang ia jenjangkan agar memudahkanku, kuhisap kuat di sekitar lehernya membuat tanda kepemilikanku disana

Aku menghentikan kegiatanku membuatnya mengerucutkan bibirnya kecewa, hmm rupanya dia begitu menikmati permainan ini, aku membuka kaos hitam yang ku kenakan menyisakan boxer dengan warna putih yang masih melekat di tubuh bagian bawahku. Kemudian aku beralih meloloskan mini dress yang dipakai Hyunmi membuatnya hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. Kembali aku menyatukan bibirku dan bibirnya dengan tanganku yang meraba-raba punggungnya mencari pengait bra berwarna hitam itu

Aku membuang kesembarang arah bra itu begitu aku menemukan pengaitnya dan membukanya. Bibir kami masih aktif dan lidah kami saling membelit, tangan kananku menumpu tubuhku dengan siku agar aku tak membebani tubuhnya, sedangkan tanganku yang satunya meremas payudaranya yang tak terhalang apapun, bibirku kini turun menuju lehernya menjilatinya dan terus turun hingga batas dadanya, aku menelan ludahku susah payah begitu melihat payudaranya yang besar.
“ngghhh oppaahh ouhh” desah Hyunmi begitu lidahku menjilati nipple imutnya yang kini menegang

“ahh oppahhh je..bhaall ohhh” desahnya begitu sexy di telingaku, aku terus menjilati nipple-nya dengan jari-jariku yang kini menggesek vagina-nya dari luar celana dalam yang ia pakai

Jang Hyunmi Pov

Kepalaku menoleh kesana-kemari mendapat kenikmatan yang belum pernah aku rasakan, Hyunseung oppa terus menjilati nipple-ku dengan lidahnya dan jari-jari tangannya yang kini menekan-nekan vaginaku

“oppaah.. jeball oppaahhh.. Jebaalllll..” desahku tak karuan karena Hyunseung oppa benar-benar menyiksaku

“ohh yahh oppahh begitu” desahku ketika Hyunseung oppa kini melahap payudaraku, mengemutnya seperti bayi bahkan kini ia menghisap kuat payudaraku, ohh ini benar-benar nikmat, kalau saja aku tahu akan senikmat ini aku pasti mau melakukannya sejak dulu. Tangan Hyunseung oppa telah beralih dari vaginaku menuju payudaraku yang satunya, meremasnya lembut namun tak lama karena setelah itu remasannya berubah menjadi kuat dan kasar. Hyunseung oppa menghentikan kegiatannya, mengecup bibirku singkat kemudian menatapku dalam

“baby.. May i….” ujarnya menggantung karena kemudian Hyunseung oppa mengalihkan pandangannya menuju arah pantie-ku

“just do it oppa hh” ujarku dengan nafas terengah-engah akibat permainannya. Hyunseung oppa meloloskan pantie-ku, ia menatap tajam kearah vaginaku, aku menutupi vaginaku dengan tangan karena malu, Hyunseung oppa menatapku lembut dan berkata

“don’t be shy babe..” ujarnya lembut sembari mengecup keningku lama dan penuh kasih sayang. Bibirnya terus turun mengecup puncak hidungku dan terus turun hingga bibir kami bertemu kembali dan saling melumat, tangannya menyingkirkan tanganku yang menutupi vaginaku. Ciumannya turun lagi menuju leher, dadaku

“nghh” aku mendesah kembali saat ia mengecup kedua nipple-ku bergantian, bibirnya kini turun mengecupi perutku hingga akhirnya wajahnya berada di depan vaginaku

“aaahhh oppaaahhh” aku melenguh nikmat saat bibirnya menyapu bibir vaginaku, perlakuan lidahnya benar-benar membuatku gila

“ohh oppahh yahh begituhh teruss sshh” desahku begitu aku merasakan lidahnya mencoba menerobos liang vaginaku. Aku meremas rambutnya agar ia lebih dalam memainkan vaginaku. Ia terus memainkan lidahnya di liangku hingga akhirnya aku merasa ingin meledak

“ahh oppahh hen..tihhkan sshh.. A..kuhh mauuhh pi..pissshhh” ujarku susah payah akibat kenikmatan ini

“keluar..mmph..kan saja mphh babe..” ujarnya disela kesibukannya di vaginaku, aku tak mengerti mengapa Hyunseung oppa berkata seperti itu, otakku tak bisa berpikir jernih, ini sungguh nikmat, vaginaku berkedut-kedut hebat

“aahhhhh” aku mendesah lega ketika aku mengeluarkan cairan dari vaginaku, rasanya begitu melegakan, aku dapat merasakan sapuan lidahnya di vaginaku, Hyunseung oppa menjilat habis cairan yang kukeluarkan tadi tanpa rasa jijik sedikitpun

“bagaimana rasanya??” ujar Hyunseung oppa dengan smirk khas-nya, aku menunduk malu namun tak lama jarinya mengangkat daguku membuat pandangan kami bertemu, Hyunseung oppa tersenyum manis padaku

“kau tidak mau memanjakan adikku??” Hyunseung oppa mengerucutkan bibirnya lucu membuatku tertawa geli. Aku sedikit ragu untuk melakukannya, tapi apa yang telah dilakukan Hyunseung oppa?? Dia benar-benar membuatku melayang, tidakkah aku harus membalas perbuatannya?? Oh ayolah aku tidak boleh egois dan mau enaknya sendiri

“tidak apa-apa jika kau tidak mau” suara lembut Hyunseung oppa mengagetkanku dari lamunan, ia membenamkan wajahnya di leherku, menjilat bekas kemerahan akibat perbuatannya sendiri. Aku mengangkat kepalanya membuat kami saling bertatapan dalam jarak dekat

“aku tidak boleh mengecewakanmu oppa” ujarku, sedetik kemudian kudorong tubuh kekarnya kearah samping membuatnya terbaring dan aku berada diatasnya, duduk di perutnya membuat vaginaku yang tak terhalangi kain sedikitpun bersentuhan langsung dengan perut ber-ABS-nya. Kudekatkan wajahku pada wajah Hyunseung oppa untuk menyatukan kembali bibir kami, namun ia menahan tubuhku

“aku sedang tidak ingin ciuman darimu, aku hanya ingin kau memanjakan adikku babe” see?? Nappeun sekali otak oppa-ku ini aigoo. Baiklah aku akan menurutinya. Aku melempar boxer putih yang sudah kuloloskan dari tubuhnya menyisakan celana dalamnya yang berwarna abu-abu dan sesuatu di dalamnya yang mengembung besar.

“Hyunmi!!!” pekik Hyunseung oppa begitu aku menyentuh miliknya di balik CD yang dia pakai. Kusentuh kembali miliknya dan mataku tak lepas malihat ekspresi Hyunseung oppa yang begitu menahan nafsu birahinya, tampan dan terlihat sexy.

“nghh babe jebaal” desah Hyunseung oppa begitu tangan kananku tak henti-hentinya menekan-nekan miliknya yang kini semakin membesar. Kuloloskan CD abu-abunya itu dan menyembullah monster yang sejak tadi mendesak ingin di bebaskan.

“its so big oppa” gumamku menatap miliknya kaget

“mainkan dia baby” pinta Hyunseung oppa. Kukecup ujung miliknya lama, kemudian bibirku tergerak untuk mengecup bagian miliknya yang lain

“nghh ohhh baby please..” desah Hyunseung oppa, kulihat ia menengadahkan kepalanya dengan mulutnya yang mengeluarkan desahan tak karuan

“suck it babe sshh.. Suck it pleasesshh..” Tangannya menekan-nekan kepalaku. Kumasukkan miliknya yang besar itu kedalam mulutku, memainkan lidahku di ujung miliknya yang tumpul, aku menemukan sebuah lubang kecil disana, kujilati miliknya bahkan kuhisap, bagian miliknya yang tak masuk kemulutku ku pijat-pijat dengan tanganku

“ohh more baby.. Ohh yahhh teruss ashhh ouhhh” desahnya, kukeluar masukkan miliknya di mulutku, miliknya semakin keras dan urat-urat kemaluannya-pun mulai tampak

“ohh baby.. I’m comiiing aahhhhh” lenguhnya begitu mengeluarkan cairan sperma di mulutku, dengan susah payah aku menelannya.

Hyunseung oppa kembali menindihku, bibirnya kembali menyusuri leherku memainkan binirnya disana

“ngghhh oppaahh” desahku begitu merasakan benda tumpul menggesek permukaan vaginaku

“awwhhhh” teriakku begitu benda tumpul itu mencoba menerobos masuk kedalam liangku, sakit dan perih yang kurasakan

“saakiittt… oppa!!” tangisku pecah ketika milik Hyunseung oppa berhasil masuk sepenuhnya, ini benar-benar sakit, miliknya serasa membelah tubuhku

“hanya sebentar.. nanti pasti nikmat baby” ujar Hyunseung oppa lembut kemudian ia mengecup keningku lama, membuatku sedikit lebih tenang, tangisku mulai mereda, dan rasa sakit di vaginaku mulai berkurang

“awhhh sshh” Hyunseung oppa mulai mengeluar-masukkan miliknya, membuat rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu

“apasshh masih sakit hhh baby??” tanya Hyunseung oppa terdengar sedikit khawatir namun yang terdengar lebih dominan rasa nikmat yang menjalar di tubuhnya

“anni.. Sshh uhh” jawabku sembari mendesah nikmat. Semakin lama genjotannya semakin kuat dan cepat hingga tubuhku ikut tergerak akibat genjotannya

“ouhhh baby..hhh you’re so tight sshh” desahnya yang terus menggenjot miliknya di vaginaku semakin cepat sesuai keinginanku

“sshh oppa akuhhh mhhh hampir sampai sshh ouhhh” vaginaku terasa berkedut-kedut hebat dibawah sana

“together babehh.. Akkuhh juga shh”

“nghh urrgghh oppahh.. Aku tidak ssh tahan lagii aaahhhhhhh” akhirnya aku orgasme, begitu melegakan. Hyunseung oppa tetap terus menggenjot miliknya semakin cepat dan kuat, akupun juga merasakan bahwa miliknya kini semakin membesar

“sshhhh” desahku kembali meluncur

“babehhh i’m coming arrgghhhhh” Hyunseung oppa menyemburkan cairan spermanya kedalam rahimku. Dia ambruk diatas tubuhku, nafasnya terengah. Aku menghapus keringat di pelipisnya, pandangan kami bertemu, ia menatapku lekat.

Chup

Ia mengecup bibirku singkat, aku hanya terdiam tak berani balas menatapnya, aku baru sadar bahwa aku dan Hyunseung oppa telah terlalu jauh melanggar batas, bagaimana kalau appa dan eomma tahu?? Mereka pasti akan membunuh kami berdua.

“waeyo?? Kau menyesal melakukan ini denganku??” ujarnya, aku menggeleng

“anni oppa.. I just feel so scary”

“scary?? About what??” tanyanya mengerutkan kening

“bagaimana jika appa dan eomma tahu?? Bukankah kita tidak seharusnya melakukan hal ini??” tanyaku cemas

“mereka pasti akan membunuh kita” tambahku yang kini air mata telah berlinang menganak sungai di pipiku

“ckckck aigoo chagiyaaa” ujarnya tertawa geli, aku mendelik menatapnya, kupukul bahunya kencang, bisa-bisanya dia tertawa disaat aku resah seperti ini

“mereka tidak akan membunuh kita, justru mereka akan menikahkan kita” aku menatap lekat Hyunseung oppa, bicara apa dia ini? Terlalu berharap.

“yaa oppa.. We shouldn’t do that, i’m your sister and you’re my brother” jelasku, mencoba mengingatkannya siapa kita ini

“no baby.. I’m not your brother.. Really” ujarnya yang kini menangkup wajahku dengan kedua tangannya

“dwaesso oppa!! Jangan mengubah takdir, akui saja bahwa kita ini adik-kakak” tangisku mulai pecah

“tapi pada kenyataannya takdir kita telah berubah honey.. Aku bukan oppa kandung-mu! Eomma dan appa mengadopsiku dari sebuah panti asuhan 3 tahun sebelum eomma mengandung-mu Hyunmi” aku terdiam, mencerna pekataannya di dalam otakku

“look at my eyes, and listen to me baby.. I’M-NOT-YOUR-BROTHER” aku menatap matanya lekat, tak ada kebohongan disana

“so.. You.. aren’t you my brother” tanyaku yang masih belum bisa percaya akan semua ini

“of course!! Kau pikir aku gila mencium bahkan bercinta, merenggut mahkota kebanggaan adikku sendiri??” cibirnya.

“lalu kenapa kau melakukannya padaku??” decakku kesal

“hanya sebuah syarat agar kau mau menikah denganku” ujarnya dengan senyum sumringah, memukul bahunya pelan.

“keudae.. Lalu siapa yeoja yang ada di foto itu?” tanyaku menyelidik

“namanya Hyuna.. Ia menyukaiku sejak SMP hingga akhirnya ia menyatakan perasaannya padaku saat di senior high school, aku menerima cintanya dan kami berpacaran walaupun aku tidak mencintainya. Itu semua kulakukan agar aku bisa menghapus rasa cintaku padamu dan belajar mencintainya. Hingga pada akhirnya, setelah pesawatmu lepas landas menuju london, appa dan eomma memberitahukan bahwa aku bukanlah anak kandungnya. Appa dan eomma tahu bahwa aku memperhatikan dan memperlakukanmu lebih dari seorang kakak tiri bahkan kakak kandung. Karena itu mereka berniat menyatukan kita dan akan menikahkan kita 3 bulan setelah kepulanganmu dari london, kau tak tahu betapa senangnya aku waktu itu” jelasnya.

“lalu bagaimana dengan Hyuna??” tanyaku penasaran

“aku mengahiri hubungan kami, aku menceritakan semuanya pada Hyuna, dan dia mengerti keadaanku, dia juga mengajukan satu syarat”

“apa itu??”

“dia ingin aku mengundangnya ke acara pernikahan kita, dia bilang dia sangat penasaran padamu, pada yeoja yang telah meluluhkan hatiku” aku tersenyum mendengar ceritanya, baik sekali Hyuna eonni itu

“baby…”

“ne??”

“aku ingin ronde ke2”

“mwo??? Yaa oppa!!!

END…

Gimana gimana karya pertama saya ini?? Jangan lupa RCL yaaa ^^

About Yadong Fanfic Indo

Fun...Fun.. and Fun...

Posted on 18/06/2014, in OS and tagged . Bookmark the permalink. 13 Comments.

  1. Cinta mengalahkan segalanya. Keren thor, kirain incest ternyata bukan..

  2. Syukur tu bukan saudara kandung. Kalau iya, bisa kacau dunia ini 😀

  3. Wanda Salsabilla

    keren,tapi masih ngantung thor,sequelnya sampe mereka nikah

  4. untunglah akhirnya bisa bersatu meskipun sempat terpisah…

  5. Perasaan udah pernah baca!

  6. Kayaknya pernah baca fic ini deh, judulnya sama tapi main castnya Eunhyuk sj bukan Hyunseung

  7. Maap blh tnya g?
    Nie prnh d post d wp lain g?
    Soalnya q prnh bca tp udh agak lma..
    Maap y klo slh..

  8. yakk mntang2 uda mw dnikahi ehh malah yadongn dluan
    kekeke

  9. Seruuu thor.hehe

  10. Untung mreka bukan saudara kandung ,, klo gaa bisa gaswattt ,, tp kok kyaknya kurang hoott dehh nc-nya :p

  11. Ceritanya bagus, alur juga bagus, gak kecepetan, keep writing Thor 🙂

  12. wah keren thor

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: