Lonely Sick (Hate or Love) Promise You Special Sequel 2

Author : Yo Jin ^^ @rosita325

Tittle : Lonely Sick (Hate or Love?) Promise You Special Sequel 2

Pg : NC-17

Cast : Cho Kyu-Hyun

         Lee Eun-Ji

*

The Story Begin…

*

Saat pandangan kita saling bertemu, aku bersikap munafik. Aku berpura-pura orang lain adalah arah fokus ku dan bersikap seolah kau bukan apa-apa di mataku. Aku bodoh, aku tidak bisa menghilangkan harga diriku yang tinggi. Aku lemah, setelah kau meninggalkanku, aku menjadi gadis yang menyedihkan. Aku tidak pernah berpikiran untuk membencimu, tapi rasa sakit ini yang membuatku membencimu. Aku membencimu, sangat. Hatiku mengatakan itu padaku.

*

“Jaksa Cho Kyu-Hyun, Anda sedang melihat apa?” Kyu-Hyun tersentak kaget ketika sebuah tangan menyentakkan segala lamunannya tentang apa yang sedang ia lihat. Ia mencoba menyunggingkan seulas senyum ramah kepada rektor yang mencoba mengajak ngobrolnya.

“Ada orang yang ku kenal,” kata Kyu-Hyun. Ia menghela nafas dan kembali masuk ke dalam obrolan orang-orang yang di sekelilingnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan masalah orang lain. Lagipula, orang itu hanya salah satu gadis di kenangan masa lalunya, tidak penting sama sekali. Tidak penting? Benarkah tidak penting?

Kepalanya menoleh lagi kepada Eun-Ji, melihat gadis itu tengah sibuk memainkan ponselnya. Orang itu… Kenapa rasanya tampak berubah di mata Kyu-Hyun? Itu Eun-Ji, bersama dengan teman-temannya, dan tertawa, lalu apa yang berubah? Apa karena pakaian? Tidak, sepertinya bukan.

Sudahlah…

“Hei, Kyu-Hyun,” senyum Kyu-Hyun melebar sesaat Sungmin dan Han Je-In yang wajahnya seperti boneka Barbie itu berjalan ke arahnya. Tangan gadis itu mengait ke lengan Sungmin, sepertinya Sungmin sudah berhasil. Ternyata Sungmin yang munafik sudah tidak ada lagi, Kyu-Hyun senang mengetahui kenyataan itu.

“Sudah lama tidak bertemu nuna,” katanya lalu memeluk Han Je-In, gadis yang memiliki lesung pipi itu juga memeluk Kyu-Hyun. “Aku hanya lebih tua satu bulan darimu, jangan panggil aku nuna,” Je-In memukul bahu Kyu-Hyun. Kyu-Hyun melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin yang tersenyum ke arahnya. “Apa kalian kencan?” Tanya Kyu-Hyun pura-pura tidak tahu kepada Je-In. Gadis itu mengangkat bahunya. “Aku sangat menyukainya,”

“Je-In!”

“Oh?” Je-In berseru ketika namanya di panggil oleh orang yang di kenalnya. “Kim Mu Ri, dia datang? Kenapa aku tidak melihatnya,” Je-In berucap senang dan matanya melirik Kyu-Hyun dan Sungmin secara bergantian. “Kau mau gabung dengan anak sastra?” Sungmin menggeleng. “Tidak, terima kasih.” Sahut Sungmin cepat.

Je-In mengangguk lalu beralih ke Kyu-Hyun. “Kau?” Laki-laki tersenyum. Kebetulan sekali, baru saja ia memikirkan caranya untuk bisa bergabung dengan meja yang jaraknya tidak terlalu jauh dengannya. Keberadaan Je-In membawa keberuntungan.

“Bolehkah?” Je-In mengangguk tanpa ragu. “Ku pikir kau banyak mempunyai teman di kelas sastra,” Kyu-Hyun menautkan kedua alisnya. “Entahlah,” langkah kaki itu langsung bergerak meninggalkan Je-In yang masih berdiri di tempat. Laki-laki itu berjalan menuju tempat yang dimana ada Eun-Ji yang berdiri di sekitar meja.

Dalam mata Kyu-Hyun, gadis-gadis yang berkumpul disana langsung terpaku padanya, termasuk Eun-Ji. Bahkan yang pertama menyadari Kyu-Hyun yang datang adalah Eun-Ji. “Oh Cho Kyu-Hyun,” ia mendengar gumamam dari gadis yang tadi meneriaki nama Je-In. Je-In dan Kim Mu Ri adalah teman dekat ketika masih bersekolah disini, begitu pun dengan Eun-Ji. Mereka satu jurusan.

Kyu-Hyun juga masih ingat saat dimana Sungmin menyukai Je-In diam-diam dan hanya bisa melihat gadis itu dari jarak jauh. Dulu semasa ia masih berpacaran dengan Eun-Ji, Sungmin akan mengikutinya memasuki kelas Eun-Ji untuk melihat Je-In. Bodoh, Sungmin yang bodoh, tapi setelah lima tahun berlalu dan dalam satu hari ini Sungmin mampu mengambil hati gadis yang ada di hatinya dalam sekejap. Ia baru sadar, kalau banyak sekali yang berubah di sekelilingnya.

“Sudah lama tidak bertemu,” tangannya terulur ke hadapan Eun-Ji. Mu Ri tersenyum melihatnya.

“Aku yang di panggil, kenapa kau yang malah datang duluan,” gerutuan Je-In tepat di belakangnya. Ia langsung masuk ke dalam kerumunannya ini dan berdiri di sisi Mu Ri.

Lee Eun-Ji menatap tangan yang ada di hadapannya dengan ragu. Kepalanya terangkat melihat Kyu-Hyun dan tersenyum tipis. “Iya,” ia menyambut uluran tangan itu. Kyu-Hyun menjabat tangannya dan mencengkeramnya cukup erat.

Sungguh, demi dewa Janus, ia tidak bisa bernafas. Datangnya Kyu-Hyun berdampak keras terhadap apa pun yang ada dalam tubuhnya, hatinya.

“Ooh, mantan kekasih,” Je-In mencemooh mereka berdua yang sedang berjabat tangan. Kalau saja posisi Je-In ada di posisi Eun-Ji saat ini, gadis itu sudah pasti tidak akan mengatakan hal itu. Mungkin bagi orang, sepasang kekasih yang sudah berpisah dan kembali bertemu dalam acara, tertentu itu terlihat lucu. Meledek, dan bersikap apa saja yang kekanakan. Padahal, mereka tidak tahu saat pasangan itu di sindir tidak jelas, perasaan mereka sudah tidak baik lagi.

Kyu-Hyun melepaskan jabatannya dan tersenyum. “Kita berteman,” ucap Kyu-Hyun kepada Je-In.

“Pasangan kekasih dan sekarang menjadi mantan, bukan berarti tidak bisa menjadi teman bukan?” Kepala Kyu-Hyun teralih kepada sosok pria yang berdiri di samping Eun-Ji. Siapa nama pria ini? Pikirnya.

“Huu~ Hyuk-Jae manis,” gumam Mu Ri yang terdengar ke telinga Kyu-Hyun. Dalam hati Kyu-Hyun tidak bisa apa-apa selain bertindak meremehkan, inilah hidupnya, di setiap pertanyaan yang melanda ke arahnya pasti ada saja yang memberi tahunya dengan tidak sadar. Seperti saat ini.

“Kau benar,” walaupun Kyu-Hyun tidak suka kepada orang yang berdiri di sisi Eun-Ji, ia masih bersikap ramah dan menjadi seorang malaikat yang berhati baik.

“Oh sepertinya ada yang akan berbicara? Apa pengumumun untuk meminta sumbangan kepada kita,” mata Kyu-Hyun memang beralih kepada gelas yang berisi vodka di meja itu tapi telinga dan sesekali ia melihat Eun-Ji di hadapannya. Gadis itu berbisik ke telinga Hyuk-Jae, dan laki-laki yang menurut Kyu-Hyun “sialan” itu mengangguk membenarkan. “Kau bawa uang kan?” Kyu-Hyun tersenyum tidak suka mendengar suara Hyuk-Jae di telinganya lagi. “Entahlah, lagipula kalau tidak punya uang, kan ada kau,” Eun-Ji tertawa. Gadis tertawa dengan Hyuk-Jae? Eun-Ji bukan seorang yang mudah tertawa terhadap orang yang dikenalnya dalam waktu singkat, dan kenyataan ini memberi tahunya kalau Eun-Ji sudah berteman lama dengan lelaki yang bernama Hyuk-Jae itu. Terlihat dalam tawanya.

Kyu-Hyun, sama tidak menyukainya.

“A.. A.. 1 2 3, ok. Bisa maju ke depan? Aku takut kalian tidak bisa mendengarnya karena suaraku sangat kecil,” para alumni di aula ini tertawa mendengar lelucon yang keluar dari mulut rektornya. Mereka semua tentu menurutinya, Mu Ri, Je-In, lelaki yang tadi berdiri di sebelah Hyuk-Jae dan yang lainnya juga maju ke depan.

Mu Ri yang sempat maju ke depan bersama dengan Je-In sontak berbalik ketika sekilas pikiran memasuki ke dalam otaknya. “Kau mau ke depan bersamaku, kasih mereka waktu dulu,” Mu Ri yang tidak tahu diri itu berjalan mendekati Hyuk-Jae dan mengait lengan laki-laki itu. “Mu Ri,” Hyuk-Jae mendesis tidak suka apa yang dilakukan Mu Ri padanya. “Kau punya otak tidak? Mereka itu mantan kekasih, pasti banyak yang ingin dibicarakan apalagi dengan waktu yang terlewat jauh. Jangan bersikap kekanakan, turutilah aku,” Hyuk-Jae merasa tidak rela meninggalkan Eun-Ji yang berdiri di tempat tanpa bergerak sama sekali. Ia khawatir sekali, hari ini kondisi Eun-Ji sedang tidak baik, mungkin sekarang lebih-lebih tidak baik karena ada Kyu-Hyun di dekatnya.

Eun-Ji menghela nafas. “Mereka bersikap kekanakan,” Kyu-Hyun mengangkat bahunya. Matanya yang tajam itu tidak pernah berhenti menatap Eun-Ji yang wajahnya kini sudah pucat pasi. “Kau mau maju ke depan? Aku mau,” suaranya terdengar seperti tercekik. Sialan, Eun-Ji paling benci kondisi ini.

“Jangan, disini saja,” Kyu-Hyun berjalan memutari meja dan berdiri di samping Eun-Ji. Sumpah, demi Tuhan, Eun-Ji merasa kakinya melemas dan keringat dingin itu kembali menghiasi keningnya. Dadanya berdetak lebih cepat dari sebelumnya, dan tangannya bergetar lagi.

“Ada yang ingin ku katakan padamu. Apa kau tidak merindukanku? Kita sudah lama tidak bertemu.”

Tolong, siapa pun tolong aku.

Eun-Ji menelan ludahnya. Kendalikan dirimu Eun-Ji, kendalikan. “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?” Tanyanya. Kyu-Hyun tidak tahu harus bagaimana bersikap akan sikap Eun-Ji yang seperti sedang melihat hantu, kenapa Eun-Ji terlihat sangat takut padanya? Apakah tanpa ia sadar wajahnya berubah menjadi monster?

“Kau aneh,” katanya jujur. Eun-Ji mengerutkan dahinya tidak mengerti. “Aku… Aneh? Apa maksudmu?”

Maaf spotong, lagian gagal mulu. Maaf yak, baca di wp gue aja. Ok, sekali lgi maaf.

http://rositaadiana.wordpress.com/2014/06/20/lonely-sick-hate-or-love-promise-you-special-sequel-2/

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

About rositaadiana

Rosita Adiana, 4 oktober 1998. Big Fans of Super Junior.

Posted on 26/06/2014, in Super Junior. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Apaan noh kyuhyun main lamar eunji aja, gak tau apakalau eunji sakit hati–

  2. Ya ampun kyuhyun, kau sama sekali tidak mempunyai pikiran atau bagaimana? Tersentuh kek, dgn kata-kata eun-ji. Egois kau hyun. Oh eun ji this is so hurt, very hurt. Gila, authornya keren baangeeet. Feel ff ini dapt banget, sampai kebwa sakit hati. Kata-katanya juga keren, dan typo? Kalau aku sih gak nemuin, Perfect deh !! Penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa Eunji nerima lamaran ibu kyuhyun atau tidak? Apa kyuhyun akan berubah? Maaf author bnyak pertanyaannya hehehe. Semangaat author, keep writing. Publish ffnya sangat dinantikan :’)

  3. Kyuhyun jahat banget.ngga ngrasa bersalah sama sekali..
    Masih penasaran sama alasan kyuhyun selingkuh/? Dari Eunji. Yang kuat Eunji..hwaiting Authornim\(˘▽˘)/

  4. Kalau gasalah kyupa udah jadi brengsek(?)kan di part lalu, ga kebayang mereka clbk. Aku suka ceritanya thor :3

Jangan lupa komennya..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: